[Jinboon] Bad Girl Good Girl – part 2 of ?


Bad Girl Good Girl

Jinboon (JinkixKeyboon)

Smutt, romance

G – idk

Lenght 2 – ?

Author: Sanniiewkey~

 

Foreword : Aaaahhh~ makasih semuanya yang udah komen di part 1 … ayo dikritik dan dikasih masukan , dari komen kalian juga bisa nambah inspirasi nih … heheheh … OH, SPECIAL THANKS TO MY DONGSAENG –AETHERION VIENNA- atas posternya yang bagus ini❤ this is for you saeng😉

SO, HAPPY READING, COMMENT AND LIKE ARE LOVE!

Poster Credit by: Aetherion Vienna 

PART 1 > CONTINUE READING

Ia buka pintu kamarnya, membuang sepatunya dengan asal dan langsung telungkup di atas kasur. Mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan tersenyum layaknya orang gila, memandangi rentetan nomer yang terjajar di layar ponselnya. Namun lama kelamaan ia menjadi bingung apa yang harus ia lakukan dengan nomer itu, kalau ia sudah memiliknya lalu apa yang harus ia lakukan? Aish … Jinki, kenapa kau mendadak jadi idiot begini sih? Kemana kemampuan berpikir tingkat atasnya? Eotthokhe? Eotthoke??

“AH!!”, ia menjetikan jarinya dan bangkit dari kasur, mencari nomer ID di contactnya dan menempelkan benda tipi situ ditelinganya menunggu seseorang menajwabnya di seberang sana.

Tuut  Tuut Tuut

Aish, Jeongmal! Apa yang dilakukannya sih, aish?!!

“Halo ….? Cari Jonghyun? Jonghyun sedang tidur, telpon nanti saja!”,

Jinki memuta bola matanya dan berteriak, “YAH!! TIDUR KEPALA MU?! INI AKU JINKI!!”, bentaknya, dan ia tahu pasti temannya yang mengaku sebagai noona operator barusan itu sedang menjauhkan ponsel dari telinganya karena teriakan Jinki.

“Tidak usah berteriak … aku tahu aku tahu ini kau … bawel..”, ucap Jonghyun malas, Jinki menajamkan telinganya.

“Dimana kau?” Tanya Jinki ia mendengar temannya itu berusaha menjauh dari kebisingan. “Kau sedang karaoke yah?!”

Hanya diberi balasan tertawa dari nya, “Iya … kenapa? Para yeoja yang mengajakku, lumayan … makanan gratis, dan … tentunya surga dunia…”.

“Matamu surga dunia!”, ucap Jinki malas sambil mengendurkan dasinya,

“Sudahlah tidak usah marah-marah kau oldman, ada apa menghubungiku … kalau kau suruh aku kerumah mu dan bawakan ayam McD aku tidak mau, aku sibuk , terima kasih!”

“Bukan! Aku mau mengatakan kalau aku sudah mendapatkan nomer Key! Bayangkan , aku mendapatkan nomernya … nomer Key jjong!”

“Hah? Lalu kalau kau sudah dapat maksudmu mengubungi ku apa?”

“Aku ingin bertanya padamu apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku bingung apakah aku harus mengirim pesan atau aku harus menguhubunginya dan berkata ‘Hallo Key , ini aku Onew,kau ingat aku?’ kalau dia bilang ingat, kalau tidak?”

Jelas Jinki panjang lebar, di balik sana mendadak silent, Jinki sempat berpikir jangan-jangan temannya itu malah sudah menutup telponnya. “…Jjong?”

Dan berikutnya yang terdengar adalah tawa Jonghyun yang sangat kencang, Jinki percaya ia pasti sedang tertawa sampai memegangi perutnya. Jinki merasa diejek,

“YAH! JONGHYUN!! Kau terus tertawa seperti itu, aku janji aku akan bakar semua persembunyian video pornomu, kau lupa aku siapa disekolah hah?”,

“ANDWE!!”, bentak Jonghyun, Jinki memutar bola matanya , ia merebahkan dirinya lagi dan memandang langit-langit,

“Ayolah Jjong kumohon … aku penasaran dengan yeoja satu ini …setidaknya biarkan aku bertemu dengannya lagi …”

“Kalau dia sudah punya namjacingu gimana?”

“Ya aku mundur!”

“Cemen!”

“YAH! Kau mau membantu ku tidak sih?!”, Jinki mengerutkan alis dan memandang langit-langit dengan marah. Jonghyun tertawa lagi,

“Baiklah baiklah … begini, mungkin agak aneh kalau kau tiba-tiba mengubunginya, lebih baik kau pastikan terlebih dahulu apakah kau tidak salah orang!’, jelas Jonghyun, Jinki mendengarkan baik-baik semua saran dari temannya itu.

Well, memang terlihat aneh, seorang Lee Jinki, yang menjadi fans banyak yeoja, dan diam-diam dikagumi banyak namja, tidak tahu sama sekali bagaimana harus mendekati seorang yeoja! Bahkan seorang Jinki yang sering melalangbuana ke club bersama teman didunia kejahatannya itu (read: Jonghyun) dia tidak bisa berinteraksi dengan baik dengan seorang yeoja.

Bukan karena dia tidak tertarik dengan soal percintaan, hanya saja terkadang ia malas untuk terlibat dalam hal seperti itu. Bukan karena takut disakiti juga, tapi entahlah … dia tidak pernah serius dalam terjun ke hal pendekatan seperti itu dengan seorang yeoja. Ia cenderung sulit untuk dekat dengan yeoja, meski banyak yeoja sering bebricara dengannya, namuan tetap, Jinki menarik garis batas yang sangat jelas diantara kedekatan mereka, baik dengan mereka, namun belum tentu care dengan mereka.

Dan … entahlah, kali ini Jinki merasa ada yang berbeda saja, ia seperti menyukai Key yang baru saja ia temui dalam hitungan jam beberapa hari lalu, atau mungkin hanya penasaran seperti yang ia katakana dengan Jonghyun? Molla …

“OPPA!!”,

Jinki terlonjak kaget ketika ia dengar teriakan Taemin yang berdiri didepannya , cemberut sambil mengunyah keripik ditangannya.

“Aku panggil dari tadi … kau ini kenapa? Kenapa senyum-senyum, terus panic, terus aneh gitu wajahmu?” Tanya Taemin duduk di samping Jinki.

Jinki bangkit dan mengacak rambut Taemin, yang langsung di rapihkan lagi oleh nya. Cute.

“Anio … hanya ada yang sedang kupirkan saja … tidak ada yang penting!”

“Masa? Pasti kau sedang jatuh cinta!”, ucap Taemin asal. Jinki terbelalak, jatuh cinta? Mwo? “OMO! JINJJAYO?!!! NUGUYA NUGUYA???!!!”, pekik Taemin menarik-narik lengan Jinki.

Jinki tersenyum getir, adiknya ini memang selalu bisa membuatnya tersenyum. “Hmmm … tidak juga bisa dibilang begitu sih … “, Jinki mengambil keripik di genggaman Taemin, tapi rasanya dongsaengnya itu belum merasa puas akan jawabannya, karena ia masih melihat ke mata Jinki dengan tatapan polosnya. Jinki berdecak, adiknya ini benar-benar mau tahu rahasia orang.

“Baiklah … aku akna ceritakan padamu , tapi kau janji kau jangan bereaksi berlebihan , dan juga jangan bilang pada Minho! Kau harus jaga rahasia!”, ucap Jinki bercanda, padahal ia yakin adiknya pasti akan cerita dengan pangeran kodoknya itu.

“Yaksok!”, ucap Taemin sambil menunjukan sign peace nya. “Katakan padaku … katakan…”, ucapnya mendekat dan menatap Jinki dengan mata imutnya.

Jinki menarik nafas dan memulai bercerita tentang Key, yeoja yang ia pernah tanyakan pada Taemin di pesta ulangtahunnya. Dan bercerita dari kedekatan mereka sebelumnya yang hanya sesaat, dan juga sampai pada nomer ponsel yang ia dapat. Dan … setelah ia cerita semuanya adinya itu hanya tersenyum saja.

“Kau tidak memberikan tanggapan apapun? Kau punya ide apa yang harus aku lakukan?”, Tanya Jinki.

Taemin memanyunkan bibirnya dan menerawang, “Kau kirim pesan saja!”, ucap Taemin gampang, “Minho Oppa dulu hanya menghubungi ku lewat ponsel, dan pura-pura salah sambung, tapi pada akhirnya dia mengaku kalau ia sengaja melakukan itu …”, jelas Taemin tersenyum, ‘Kalau kau kirim pesan padanya, itu terlihat lebih sopan … “

“Minho mendapatkan mu hanya begitu saja?’, tanya Jinki tak percaya, Taemin mengangguk polos, sedetik kemudian ia tertawa terpingkal …

“YAH! OPPA!!”, sungut Taemin.

“A-aah… ahahaha… mianhe mianhe …”, Jinki memegang perutnya sendiri, “Habisnya kau lucu sekali sih … masa bisa luluh pakai cara norak begitu??”

“Selesai!”, ucap Taemin melempar ponsel Jinki ke paha Oppanya itu, “Jangan mengejek ku dengan Minho yah! Setidaknya dia lebih berani dibanding kau untuk bergerak duluan!”, Taemin menjulurkan lidahnya dan keluar kamar.

“Yah—“

“Tunggu balasan dari Key!”, ucap Taemin mengedipkan matanya dan keluar kamar.

Jinki terbelalak, ia periksa ponselnya,dan benar … ia telah mengirim pesan pada … OH tidak, please, holly chicken, jangan Key!

Message Delivered! To: Key

 

“Dammit! Taeminnnn~~~”, teriak Jinki kesal.

.

.

Seorang yeoja membuka pintu apartemennya, dan ketika ia masuk ia sudah dikejutkan dengan lampu menyala, matanya terbelalak melihat siapa didepannya.

“G—GD?”, ia memundurkan langkahnya ketika namja itu berhadapan dengannya,

“Hai Key.”, sapa namja itu.

Key melihat kedalam rumahnya, ia menunduk ada sepatu lain, sepatu CL, lalu dimana dia?

“Dimana CL? Kau kesini dengannya kan—“ Key tidak menyelesaikan ucapannya ketika GD sudah tepat didepannya, menaruh satu tangannya disamping kepala Key yang tersudut di pintu. “Mau apa kau?”, tanya Key.

GD menatap wajah Key dengan lekat, jarak wajah mereka tinggal beberapa centi, Key menatap GD seakan mengancamkan akan berbuat sesuatu padanya jika ia berani macam-macam.

“Pfh, jutek sekali wajah mu … akan hanya rindu padamu …”, ucap GD menyentil jidat yeoja didepannya itu. “Kau terlihat berbeda dengan pakaian ini.”,

Key mendorong tubuh GD menjauh dan berjalan masuk, “Aku hanya tidak mau mencolok …”, jelasnya, “Oh my Gog, GD!!!’, pekik Key ketika melihat keadaan ruang tamunya yang penuh dengan snack dan kaleng minuman. “Mana CL? Bereskan ini semua!! Palii!”, teriaknya seraya masuk kedalam kamarnya dan melihat CL tertidur disana.

“Seharusnya kau lebih sopan pada sepupu mu ini …”, teriak GD. “Aku kan baru pulang dari Amerika …”,

“Aku tak perduli, cepat keluar dari sini dan cari tempat lain untuk tidur …”, teriak Key menutup pintu dan menarik nafas, kenapa ia harus punya sepupu seperti GD, sepupu yang bahkan pulang hanya dari trip nya keliling dunia dan buang-buang uang saja.

“Ngg … kau sudah pulang …”,

Key melihat CL membuka matanya dan melihat ke arahnya yang menaruh tasnya dan duduk di depan meja rias.

“Maaf membangunkanmu … kau tidur saja lagi.”, jawab Key.

“Kutanya kau dari mana baru pulang jam segini?”, tanya CL. Key menoleh dan tersenyum. Ia melihat jam dinding sudah pukul 11 malam.

“Biasa …”, jawabnya tersenyum miris dan berbalik , membersihkan wajahnya.

“Key …”

“Hm?”

“Kau masih terus ingin memantaunya? Dia bahkan tidak perduli padamu Key …”

Key terdiam, kemudian menoleh dan mengangkat bahunya, “Molla … bagaimanapun juga dia masih Appaku …”

“Kenapa kau masih saja begitu? Seharusnya kau juga jalani kehidupanmu sekarang dengan baik, kau punya aku dan GD, apa yang kurang?”, tanya CL …” Dan oh, kau juga punya namja tampan itu …”

Key menoleh, “Nuguya?”

CL berdecak, “Siapa yah … maunya siapa? Kalau aku sebut si Lee Jin—aw! Sakit!!”, CL memekik ketika kepalanya dilempar tutup pembersih wajah. “Kenapa sih setiap aku mention nama itu kau selalu kasar padaku …”,

“Dia itu lumayankan—“ BLAM. Sebelum CL bisa meneruskan kata-katanya…

“Ugh.”, Key menghentakan kakinya di lantai dan berjalan kedepan kaca. Menatap pantulan wajahnya, membuka ikatan rambutnya, menyibak poniya ke samping … “Lumayan ?”, ia berdecak dan tidak memperdulikan ucapan CL …

.

.

“Masih belum ada balasan apapun?”, tanya Taemin tiba-tiba menguap dari balik pintu. Jinki terlonjak, ia menatap adiknya itu dan berlari ke arahnya, memeluknya dibagian leher.

“Aa-aah…Oppa …sakit …”, Taemin mempoutedkan bibirnya dan memukul lengan Oppanya itu.

“Kau ini, jangan lakukan itu … bagaimana kalau aku dibilang cowok aneh?”, tanya Jinki kesal.

“Jadi benar belum ada balasan dari dia?”, tanya Taemin tertawa. Jinki mendengus dan duduk dikasurnya, melihat ponselnya yang tergeletak begitu saja di lampu tidur.

“Mungkin dia tidak suka kalau ada orang asing yang mengirim pesannya, anak perempuan tidak suka dengan hal yang sok misterius kan? … seharusnya memang ku telpon saja langsung …”

“Kau salah … kami suka hal-hal seperti itu, terus saja kau lakukan itu, nanti ia akan menanggapinya …”, jelas Taemin.

“Begitukah?”,

“Ng! Sudah ya, aku mau tidur, ngantuk … jumuseyo Oppa …”, chu~ Taemin mencium pipi Jinki dan berjalan keluar, Jinki tersenyum melihat adiknya itu, anak yang imut …

Jinki melihat ke arah ponselnya sekali lagi, mungkin Key tidak suka diganggu, apa ia harus tanyakan hal itu pada Keyboon nanti? Siapa tahu Keyboon memberikan nomer yang salah? Masa iya?

Drrt Drrt

Jinki menoleh ke arah ponselnya, ia mengambilnya dan terkejut melihat pesan disana … entah kenapa ia menjadi norak, ia hampir saja melonjak kegirangan karena menerima pesan dari sana…

Key : Oh hai … Onew? Ini Onew? Kau bisa menemukanku?

Jinki tersenyum, dengan cepat ia mengetik balasan itu untuk Key, ternyata yeoja itu belum tidur, padahal sudah hampir tengah malam.

Jinki : Hehehe … tentu saja, surprised? Ini benar kau, Key? mianhe mengganggu tengah malam …

Message Delivered! To: Key

 

Key : Nope. Yes its me … apa kabar Onew?

 

Jinki mengigit bibirnya, aduh … apa lagi yang harus ia katakan? Apa ia harus bertanya sedang apa Key? aku sudah makan? Kenapa belum tidur? Aduh, itu terlihat pertanyaan basi…

Jinki : Aku baik … dan aku rasa aku tidak perlu tanya kabarmu, itu akan terdengar basi. Haha xD

Message Delivered! To: Key

 

Key : Oh ya? aku berharap kau tanya kabarku, karena aku merasa tidak baik saat ini = =”

 

Jinki : Haha … kau berharap sekali,ya?;) Kau ada masalah? Mau aku datang menghiburmu? haha … tapi, ini sudah tengah malam.

Message Delivered! To: Key

 

Key : aku berharap! Dan apa bisa bertemu saat ini … kalau kau mau…

 

Jinki mengerutkan alisnya, oh … bertemu tengah malam begini? Apa baik bagi seorang yeoja bertemu malam-malam dengan namja? Tapi … mengingat pesta kemarin, sepertinya Key sudah biasa hidup di gemerlap malam? Mengingat ia tahu CL juga seperti itu, Jinki bukan salah satu orang yang suka keluar kencan …TUNGGU! ini bukan kencan … ia menarik nafas dan mengetik balasan …

Jinki : Baiklah … aku jemput kau saja, ini sudah tengah malam … bahaya kalu kau keluar sendiri …

Message Delivered! To: Key

 

Key : Di Sevel Gamyeong kau tahu?

 

Jinki : Tentu! Itu 10 menit dari rumah ku, aku segera kesana … jangan keluar sebelum aku datang.

Message Delivered! To: Key

 

Key : haha … oke …😉

 

Jinki tersenyum, ia berdiri, memakai celana jeans biru, kaos biasa dan sweater babyblue. Ia segera keluar, mengambil kunci mobil di pot kecil dan menuju garasi, menancapkan mobil bmw hitamnya.

.

.

Seperti yang ia katakan pada Key, ia akan sampai dalam waktu 10 menit, ia menghubungi nomer Key memastikan yeoja itu datang. Ketika ia sibuk melihat kesana kemari ia dikagetkan dengan colekan di punggungnya. Ia berbalik dan melihat Key sudah berdiri disana, tidak banyak yang berubah dari nya , justru saat itu jantung Jinki berdegup 10x lipat saat pertama bertemu , Key yang hanya memakai mantel bulu berwarna cream, celana jegging bergambar , dan boot sampai lutut itu terlihat begitu manis, berbeda dengan Key yang ia lihat glamour saat di pesta.

“Hai … Onew?”, sapanya tersenyum, dan OMG … senyumnya yang ternyata terdapat lesung pipit itu terlihat begitu manis.

“Hai … Key … kita bertemu lagi.”, sapa Jinki. Yeoja itu berdecak dan tersenyum. “Lalu … apa yang akan kita lakukan? Atau aku bisa lakukan sesuatu untukmu?”

Key menarik nafas “Kau punya ide? Aku benar tidak tahu mau kemana … jalan-jalan sekitar sini juga boleh.”, jelasnya.

Jinki terkekeh, ia menarik tangan Key, dan entah kenapa ia lakukan itu, ia hanya mengikuti nalurinya saja, dan untungnya tingkahnya itu tidak ditolak Key, kalau tidak ia bisa malu …

“Kita beli kopi dulu … supaya hangat saat dijalan …”, Jinki menarik lengan Key masuk ke toko 24 jam itu.

“Baiklah …”, jawab Key , dan membuat Jinki terkejut Key mengeratkan genggaman tangan mereka. Menurut Jinki … mengikuti dari detak jantungnya, ia merasa semua terasa baik-baik saja …

Mereka berjalan menuju sebuah taman yang tidak jauh dar sana, menyusuri trotoar yang mulai sepi, masih dengan bergandengan tangan meski ada rasa canggung dan entah harus memulai bicara apa. Ia berkali-kali melirik ke arah Key yang seperti biasa saja menerima perlakuan ini darinya, sepertinya aku menyukai yeoja ini… batin Jinki berkata begitu. Tapi apa Key merasakan yang sama?

“Kenapa kau memandangi ku begitu?”, tanya Key berdecak. “Kau juga lakukan itu saat pertama kita bertemu …”, kekeh Key, dan hell yes … begitu saja membuat jantung Jinki berdegup cepat. Pabo Jinki, ini mungkin hanya perasaan sesaat , jangan diambil hati …

“Aku hanya berpikir, kau yang seperti ini lebih manis dibanding sifat judes mu saat bertemu aku pertama kali.”, jelas Jinki serius.

Key cemberut dan mencubit lengan Jinki, “Aku kan jaim …”, Jinki membelalakan mata, “Aaa~ hahaha … aku bercanda, tapi serius, aku lakukan itu untuk berjaga-jaga, siapa tahu kau hanya namja iseng?”, Key melirik Jinki, Jinki masih membelalakan matanya, kemudian mempoutedkan bibirnya.

“Mana mungkin …”, ucapnya, “Aku tidak berani sama yeoja yang bisa memelintir tangan orang …”, ledek Jinki.

“YAH! Itu sebuah pertahanan tauk …”, Key melepas genggaman mereka dan jalan duluan, “Lagian suruh siapa dekati aku …?”,

Jinki berdecak, yeoja ini kenapa moodnya gampang berubah, kadang judes dan dingin, kadang lucu, kadang manja … diam-diam Jinki mulai mempelajari perubahan sikapnya itu.

Mereka berjalan sampai di taman, duduk pada ayunan dan mengayun pelan, tidak ada kata yang terucap, hanya menikmati kesunyian saja disekitar mereka…

“Kau tidak dimarahi orang tua mu karena keluar malam-malam?”, tanya Key meledek.

“Katakan itu sendiri pada dirimu …”, balas Jinki.

Key berdecak, “Siapa yang mau marah? Aku saja tidak pernah tahu rasanya dimarahi?”, ucapnya, Jinki menoleh dan melihat Key tersenyum menatap langit, sesekali menyesap americano coffee nya, selera yang aneh untuk seorang yeoja …

“Maksudmu? Berarti orang tuamu baik sekali …”, ucap Jinki, “Tidak seperti Appa … bawel sekali, belum lagi Taemin …”, decak Jinki. Jinki bisa dengar Key berdecak, dan itu saja terdengar indah …ahhh~ semua yang ada di dirinya terlihat indah dimata Jinki saat ini …

“Appa yah?”, Key menoleh pada Jinki, ia tersenyum namun matanya tidak … “Kalau aku menjadi kau, aku rela mempertaruhkan hidupku hanya untuk dimarahi terus oleh sosok Appa.”, jelasnya.

Jinki terdiam, “Appamu … “,

“Appaku menikah lagi , dia meninggalkan ku dan Umma begitu saja. Dan kalau kau tanya Ummaku dimana … aku akan jawab, dia sudah dipanggil Tuhan …”, jelasnya menunjuk ke atas dan tersenyum. Jinki diam saja, kenapa ia bisa tersenyum begitu? Tapi matanya … Jinki memang tidak pandai baca pikiran orang, namun ia terlihat …

“Jadi … perasaanmu yang tidak baik itu karena ini? Kau kangen mereka?” tanya Jinki kali ini. Key menggeleng.

“Aku kangen sama Umma …”, ucapnya menghela nafas, “Tapi aku tidak kangen pada Appa …”, jelas Key. Jinki terdiam melihat perubahan sikap Key, yeoja itu hanya diam … “Karena aku melihat ia bahagia dengan keluarganya hari ini, jadi aku rasa tidak ada gunanya merindukan orang lain kangen padaku …”, jelas Key.

Jinki memperhatikan yeoja itu berdiri menuju tempat sampah, membuang gelas kopinya … namun Jinki melihat ia tidak segera berbalik, dan saat itu ia merasa perlu menghampirinya …

“Key—“

“Tempat sampahnya penuh nih …petugas sampah tidak bekerja dengan baik.”,

Jinki mengerutkan alisnya, ia tatap pundak kecil itu, meski baru kenal sebentar, entah kenapa ia seperti sudah tahu dan kenal dekat dengan Key …

“Key—“

“Jangan mendekat …”, ucapnya, dan saat itu Jinki tahu … sesuatu terjadi padanya … perlahan perasaan itu tumbuh , ia tidak mengerti, kenapa rasa itu muncul tiba-tiba … Jinki tidak perduli, ia gerakan tubuhnya menghampiri Key.

Menaruh tangannya di pundaknya, ia rasakan tubuh yeoja itu bergetar, Jinki tahu sesuatu …

“Key … “, bisiknya lembut, “Key … lihat aku, untuk apa kau meminta ku kemari kalau aku tidak bisa menjadi teman sandaranmu?”

Key berbalik, menatap Jinki marah , namun air mata kini mengalir di pipinya , “Shitt!!”, desis Key menatap Jinki, “Kenapa aku harus menghubungimu tadi? Kenapa aku harus berkata kalau aku sedang tidak baik? Meminta bertemu denganmu … bercerita tentang keluargaku yang sama sekali kau tidak kenal … bahkan aku bercerita pada orang yang baru aku kenal?!!” maki Key didepan wajah Jinki, air mata terus mengalir disana.

“Key …”, Jinki meraih tangan Key dan memeluk tubuhnya, merengkuh sosok ramping itu sama saat pertama kali mereka berdansa di pesta. “Sssh … “, Jinki berusaha menahan tubuh mereka, karena Key berusaha mendorong tubuh Jinki, namun rasanya percuma ketika Jinki malah mengeratkan pelukannya, mencium sisi kepala Key.

Tidak berkata apapun, dan yeoja itu akhirnya memeluk Jinki dan menangis dipelukannya, Jinki hanya bisa mengelus punggungnya lembut, tidak ada lagi yang ia harapkan saat ini, tidak perduli mereka baru saja bertemu, mungkin ini sebuah takdir, takdir dimana ia harus bertemu Key, menjadi sandarannya, menjadi seseorang yang menopangnya …

Setelah 30 menit menangis, Jinki merasa Key pasti lelah, dan selama itu pula Jinki membawa tubuh Key duduk di bangku taman, dengan Key berada di pangkuannya, berada dipelukannya, mengelus kepalanya dengan sayang sambil terkadang mencium sisi kepalanya …

“Baju mu basah …”, bisik Key, Jinki berdecak, mengelus kepalanya sebelum Key mengangkat kepalanya dari pundak Jinki, matanya sembab,pipinya memerah dan wajahnya terlihat bengkak …

“Setelah lama menangis kau hanya katakan itu?”, tanya Jinki mengusap pipi Key dengan lembut, yang membuatnya terkejut adalah ketika tangan itu tidak mau lepas darinya, Jinki menikmati ketika kulit tangannya bersentuhan dengan pipi itu.

Mereka saling menatap, Jinki bahkan bisa dengar degup jantungnya sendiri …

“Key …”

“Hm?”

“Boleh aku menciummu?”, pertanyaan bodoh yang tidak pernah Jinki bayangkan bisa keluar dari mulutnya sendiri,

“Apa—“

“Boleh aku menciummu Key?”, tanyanya lagi kali ini tangannya sudah berada di kedua pipinya.

“Onew kau bilang ap—“

“Boleh aku menciummu Key? boleh tidak?”, kali ini ia sadar ia benar-benar pemaksa, ia ingin menjadikan Key miliknya , matanya menatap bibir plum itu.

“Aku mendengarmu –“

Sebelum Key bisa bicara lagi Jinki sudah memejamkan mata, menarik wajah Key dan membuat bibir mereka bersentuhan, sempat ia rasakan Key tidak meresponnya , Jinki tidak membuka matanya, ia mengelus pipi Key dan beralih ketelinganya, menyusuri lekuk wajah Key … perlahan ia rasakan Key menggerakan bibirnya, ia membalas ciumannya.

Jinki melepasnya, bertatapan sejenak, menatap mata Key … dan kali ini Key yang berinisiatif, dengan mengalungkan tangannya di leher Jinki dan mencium bibir tebalnya. Jinki merengkuh sosok itu, ciuman yang lembut, tidak ada nafsu, hanya bibir yang saling menari indah … bagi Jinki, malam itu terasa indah … meski ia belum percaya kalau itu tanya …

Ia berciuman dengan orang yang baru ia temui 2 kali …

Namun harum tubuh itu , kehangatan tubuh itu, kelembutan bibir itu, akan diingat selalu olehnya …

.

.

“Kau yakin tidak mau aku antar sampai rumah? Kenapa harus turun disini?”, tanya Jinki melihat gang dimana Key memintanya turun.

“Iya … disini saja , kalau kau antar aku, kau harus putar balik … ini sudah hampir pagi. Kau besok sekolah kan?”, tanya Key.

Jinki mengangguk, “Besok bisa kita bertemu lagi?”, Jinki menarik tangan Key. Key menatap tangan mereka dan tersenyum.

“Tentu saja. Kita bertemu di Lemoned’s cafe jam 7 malam, oke?”,

“Oke.”,

Key keluar dari mobil Jinki dan melambai padanya, Jinki menjalankan mobilnya sampai ia lihat Key menghilang dibalik tikungan, ia tidak bisa berhenti tersenyum. Setelah ciuman itu, ia tahu kalau Key tinggal sendiri, dan soal Keyboon, mereka hanya sepupu … Key tidak sekolah, ia hanya bekerja di siang hari, tapi ia tidak katakan pada Jinki dimana … ia hanya bilang disebuah cafe …

Jinki sendiri ia memang belum menyatakan cinta … entahlah, apa mungkin karena sudah berciuman itu sudah dikatakan cinta? Ia sendiri bingung … apa sebutan hubungan mereka setelah malam itu …

.

.

“Keyboon!”, Jinki berlari ke arah Keyboon yang sedang membawa buku. Jinki dengan sigap mengambil beberapa buku di tangannya.

“E-eh…sunbae—“

“Jinki! Panggil aku Jinki saja … ini mau dibawa kemana? Aku bantu …”, Jinki tersenyum padanya, ia merasa sekitarnya banyak yang langsung kaget melihat kenapa si bety lafea korea itu bisa dekat dengan pujaan sekolah mereka, ia bisa lihat Keyboon tidak nyaman dengan tatapan dan bisik-bisik itu, namun Jinki berjanji ia akan lindungi Keyboon jika terjadi sesuatu.

“Ke perpus …”, jawab Keyboon, Jinki mengangguk dan berjalan mendahului nya, sambil sesekali tersenyum dengan siswa yang melintas dan menyapanya.

“Kau tidak akan percaya apa yang akan kuceritakan …”, ucap Jinki berbisik ketika ia bantu Keyboon menata buku di rak perpus.

“Apa?”

Jinki meraih tangan Keyboon, “Aku berterima kasih padamu! Kau tahu, aku berhubungan dengan Key kemarin, kemudian kami bertemu tengah malam …”, ucap Jinki senang. “Dan … aku rasa kami mulai mengenal satu sama lain …”

Jinki melihat Keyboon tidak bereaksi apapun, ia melihat tangan mereka saling menggenggam, dengan cepat ia melepasnya dan menggaruk lehernya, Keyboon beralih ke sisi lain, “Itu bagus kan aritnya … lalu apa kau pacaran dengannya sekarang?”,

Jinki terbelalak, “Ya ya yah~ kenapa aku tanya begitu? Aku dan dia saja—“

“Baru kenal?” tembak yeoja itu, Jinki mengangkat bahunya.

“Molla … “,

Jinki melihat Keyboon yang meminta penjelasan lebih. “Aku tidak mengerti, aku sudah klik pertama kali saat bertemu dengannya, perlahan aku merasa aku tertarik padanya, aku bahkan tak sadar kalau aku sangat tertarik padanya … dia misterius, tapi dia juga sangat mengagumkan …”, ucap Jinki tersenyum. “Hanya saja … aku tidak tahu apa yang selanjutnya aku harus lakukan …”

Jinki melihat Keyboon diam saja, “Hei Keyboon , aku ini bicara padamu … bukan sama patung… bagaimana menurutmu, hm?”,

Yang ditanya malah terkekeh. “Ya kalau kau suka, kau tinggal katakan padanya, aku tidak percaya juara 2 sekolah tidak tahu hal ini?” sindir nya

Jinki menganga, omo … yeoja ini ternyata bisa melucu juga, “Yah! Kau bangga dan mau pamer kalau kau si rangking satu bisa memikirkan hal cinta begitu saja dengan mudah?” cerca Jinki.

Keyboon hanya terkekeh pelan, “Tentu saja …”,

“Yah!”

Jinki terkejut ketika ia berteriak, saat itu juga sikap clumsynya kambuh, entah angin dari mana ia terhuyung kedepan, menabrak Keyboon didepannya yang sedang berjinjit, otomatis,tubuh yeoja yang ditabrak itu jatuh ke ubin …

Setelah berusaha memproses posisi jatuhnya, Jinki merunduk, melihat ia menumpu tubuh Keyboon di bawahnya, wajahnya tepat berada di sisi wajah Keyboon, bau ini … kenapa selalu familiar? Apa karena mereka sepupu?

“J-jinki … bisakah kau menyingkir? “, ucap Keyboon.

Jinki mendongak, menopang tubuhnya, entah kenapa ia melihat sosok Keyboon saat ini sangat cantik … dari dekat ternyata betty lafea korea itu terlihat manis, pipinya lembut dan putih, bibirnya plum, mata dibalik kacamata pantat botolnya itu…

“Omo. Jinki!”

Jinki dan Keyboon mendongak , melihat penjaga perpustakaan shock melihat posisi mereka …

.

.

“Hahahahahaha …”, Jonghyun memegang perutnya mendengar cerita dari Jinki saat mereka berjalan pulang sekolah. Jinki bersungut …

“Kau terus tertawa aku janji akan kubakar semua koleksi porn mu Jjong.”, ancam Jinki. Namun bukannya berhenti puppysaur itu malah tambah kencang tertawa.

“Ya Tuhan … aku tidak percaya, kau kalau suka dengan si Betty—Keyboon, jangan ekstrim dong … dia itu peringkat satu disekolah Jinki … dan kau dibawahnya, meski begitu, masa selera mu yang—“

Jonghyun terdiam ketika melihat tatapan mata Jinki yang dingin, “Itu hanya kecelakaan saja … kakiku terpeleset …”

“Bisa dibayangkan sih …”, kekeh Jonghyun, Jinki mengerang kesal. “Setidaknya kau bernafas lega karena Keyboon membenarkan kejadian itu hanya kecelakaan …”

“Ya lagi pula untuk apa dia berbohong?” Jinki menepikan mobilnya. “Kau turun disini yah? Aku mau pergi, aku ada janji dengan Key.”

“Oke—HAH?!! APA TADI KAU BILANG??!!!”, Jinki menutup kupingnya ketika Jonghyun berteriak seperti ini. “KAU BERTEMU DENGANNYA? KOK BISA? KAU SERIUS MENGIKUTI SARANKU? HAHAHAHAHA … KAU BERHASIL? WOAAAH …”, teriaknya histeris.

“YAH!! BERISIK! KAU AMU BUAT KU TULI?!”, teriak nya balik, “Sejujurnya saran mu itu tidak kugunakan sama sekali … justru Taemin yang membuat kami bertemu … seharusnya dari awal aku lebih percaya dengannya …”, lanjut Jinki.

“Kau meremehkan ku? Aku—“

“Sudah sanaaa turuuun …aish!’, Jinki mendorong Jonghyun keluar dari mobil, sang dino itu hanya berdesis dan melambai sebelum ia berjalan menuju rumahnya.

Jinki : Jangan lupa jam 7  … aku tunggu di Lemoned’s cafe …🙂

Message Delivered! To: Key

 

Key : Sure😉 i catch u there . xoxo

.

.

“Siapa?”

“Key … kau tidak tahu? Yeoja yang disana …”,

Jonghyun mengedarkan pandangannya ketika temannya , Joon menunjuk pada sosok yeoja yang sedang duduk tidak jauh dari tempatnya duduk sekarang. Jonghyun terbelalak, itu Key, Key yang bersama Jinki , meski saat itu ia melihat Key sekilas dan didalam ruangan remang saat pesta, tapi ingatannya cukup segar akan hal itu –terlebih yeoja cantik, ia memang mudah mengingatnya …

“Tadi kau bilang apa?” tanya Jonghyun yang melihat Key sedang duduk bersama seorang namja, dan terlihat … mesra … Jonghyun tidak menduga, kalau Key akan jahat seperti ini … ia berpikir bukankah ia ada janji dengan Jinki?

“Aku bilang , yeoja bernama Key itu penipu …”, ucap Joon.

“Maksudmu?”

“Aku bertemu dengannya di sebuah club, sudah lama sih, dia bersama yeoja lain yang juga cantik.”

“CL?”

“Kau tahu CL??”

“Dia teman sekolahku –maksudku CL, lanjutkan …”, Jonghyun menatap Key yang masih asik berbicara sambil bercanda memukul lengan namja didekatya itu.

“Iya, aku berkenalan dengannya. Berdansa dengannya, kupikir dia memang yeoja yang sangat humble, mulai dari situ kami sering jalan bersama, dia orang yang menyenangkan dan juga caring … hanya saja, ternyata pada akhirnya ia menendangku begitu saja …”

“Kau diputusin?”

“Iya, dan disaat umur jadian ku baru 1 minggu … setelah aku usut, ia sering seperti itu, memberikan harapan dan cinta palsu, kemudian kau di depak … dia terlihat lemah didepan kita, dengan mengarang tentang keluarganya yang berantakan … padahal nyatanya, dia sendiri yang seperti itu …”, ucap Joon jengah.

Jonghyun menatap Key lekat, jadi … target ia sekarang Jinki? Sahabat terbaiknya?

“Waktu beberapa hari lalu, temanku –yang menjadi korbannya juga, berkata kalau ia keluar dari hotel bersama seorang namja paruh baya di malam hari …”,

Jonghyun terbelalak, ia melihat kembali ke arah Key yang bersiap pergi dan tertawa bersama namja didepannya itu, dan menghilang masuk kedalam mobil sport.

“Aku harus pergi!”,

“Loh, mau kemana? Ini masih jam 6 … katanya kita mau jalan-jalan dulu? Hei –Jjong!”

Jonghyun tidak menghiraukan teriakan Joon, ia berusaha mendial nomer Jinki, namun tidak diangkat … kalau memang begitu ceritanya, tidak mungkin ia biarkan Jinki dekat dengan Key lebih jauh, karena ia melihat temannya itu sangat tergila-gila dengan sosok Key itu … ia tidak mau melihat temannya patah hati dan terpuruk karena sosok yeoja …

Meski belum benar, ia tidak akan biarkan itu terjadi…

“Jinki … angkat telponnya…”, desis Jonghyun sambil berlari menyetop taxi dan masuk kedalamnya.

.

.

“Kau mau kemana Oppa? Tidak ikut malam bersama Appa?”, tanya Taemin imut. Jinki mengelus kepala yeodongsaengnya itu sambil memeriksa penampilan nya dikaca.

“Bilang Appa aku makan diluar bersama teman, arrachi?”, Jinki mencium pipi adiknya yang terduduk di kasur dan berlonjak seperti anak kecil.

“Memangnya pergi dengan siapa?”

“Dengan Key … “

“Oh –APA?!!”, Taemin terloncat dari kasur dan menatap Oppanya tidak percaya, Jinki mengedipkan matanya dan mencium pucuk kepala Taemin.

“Aku berangkat neh…” , Jinki mencubit pipi adiknya .”Btw, terima kasih atas bantuanmu kemarin …”,

“OKE … HWAITING OPPPAAAAA~~”, teriak Taemin, Jinki hanya tersenyum. Pukul 6.30 … sepertinya ia tidak akan telat …

CUT~

Hehehehehe … tumbeeen agak cepet nih updatenya, aaah~ saya mau ngebut FF … soalnya udah mau masuk kuliah … heheheeh~

SO, COMMENT AND LIKE ARE LOVE, I WANT TO KNOW WHAT YOU THINK!

SO SORRY MANY WRONG TYPO!

Bye~~

95 thoughts on “[Jinboon] Bad Girl Good Girl – part 2 of ?

  1. LANJJJJJJJJJJJJJJJUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT
    #capslock jebol kekkekkekkekkekkeke ^_^

  2. ummmm mungkin kh bnr yg dkatakn joonie?! ah gk percaya keymma sjahat itu. n’ soal keluargax itu benar adax kn?!

  3. Kehidupan Key penuh misteri. .??!!
    Masaq Key playgirls seperti kata Joon???!!!!
    Jinki beneran lg kasmaran. .
    Next yaaa.
    Fighting! !

  4. Sukaaaaa bgt ma ni ff..
    Suka jg ma karakter Key dsni..
    Tdkkah Jinki mnyadari sat dprpus Keyboon bcra dg lncar & lebih byk??
    Joon?! Kau tampan tp mlutmu busuk!! *Iy kn Thor?!

    Sangt trtarik dg kalimt “part 2 – of? “.. cz mw mpe puluhan part jg tk mengapa(?!).. bakal ttp dtungguin.
    TAPI!!
    Jebal… T.T Jngn lama2 donk Thor apdet.ny…
    Byk typo sih… Tp sumpah, gpp.. Asl jgn lm2 updateny..

    Thor?
    Thooorr…??
    Thor kau mndengarku kn?!
    .
    .
    Mianhe. Komenku pnjjjnng bgt.

  5. Ceritanya menariiiik ~~ kapan kelanjutannya
    Aish dah miaaan aku reader baru bingung mau koment apa .. dtggu kelanjutannya ({})

  6. tapi kayanya key ga bakalan kaya gitu ke Jinki deh soalnya keyboon suka sma si ketua osis jinki yg suka nolong keyboon duh duh duh seruuuu tapi sayang belum ada lanjutannya ya? authornim please lanjuuuuuttttt

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s