[2minjjong] A LIE – PART 2 of ?


A LIE

Pairing : Taemin, Jonghyun, Minho [2minjjong]; 2min and Jongtae

Genre: Drama, romance, acak kadul …

Rate: SEMUA UMUR

Lenght: Tanpa batas … 2 of ?

Foreword:

Annyeong … mianhe kalau agak lama updatenya, makasih yang udah komen di part 1 … hehehe, banyak juga tanggepannya, meski ada yang cuma komen ‘LNJUT’ (?) hahaha … komen nya lucu … *taukanmaksudsaya?*

Oke, semua karakter disini OOC (Out of caracter) neh … males mention marga dan umur, hehehe… so, enjoy this aja!

NO NC!!! HEHEHEHEHEH~ DI FF INI GAK ADA NC OKE?!!~

COMMENT AND LIKE ARE LOVE, I WANT TO KNOW WHAT YOU THINK GUYS!

PART 1 > CONTINUE READING

Taemin duduk di kantin fakultasnya, menghabiskan wafle banana yang ia pesan khusus untuk kudapan dikala siang hari yang panas itu, tidak ada hal yang paling menyebalkan dari urusan menunggu, menunggu memang paling membosankan … tapi tidak ada salahnya ia lakukan itu hanya dan untuk seorang namja yang ia sayangi … siapa lagi? Minho tentunya …

Hujan terus mengguyur tanah yang tadinya kering, akhir-akhir ini cuaca kenapa tidak bersahabat? Tapi rasanya tidak apa karena Minho ‘akhirnya’ meluangkan waktu untuk mereka berdua , meski awalnya rencana hari itu mereka akan pergi ke Mall untuk menemani Taemin membeli baju, lumayan … duit dari Key jatah shopping bulan itu cukup besar, senang terkadang punya Hyung yang care denganmu.

Taemin melihat keponselnya, ia cemberut ketika membaca pesan bahwa Minho akan terlambat sedikit keluar kelas karena dosen yang mengajarnya masih cuap-cuap didalam kelas. Ia suapi sendok demi sendok wafle ke mulutnya. Sambil sesekali membalas sapaan dari para yeoja dan namja yang berusaha berflirting dengannya, dan berusaha keras menghidnari tatapan ganjen dari yeoja yang duduk bersebrangan dengannya. Ck … memangnya kurang jelas yah kalau di jidatnya ada tulisan ‘Taken by CHOI MINHO?’

“Taemin ah!”, Taemin mendongak, melihat Minho berlari kecil masuk kedalam kantin, mengibas rambut cepaknya, dan menahan tas di pundaknya. Taemin tersenyum lebar, dammit … kenapa pacarnya tampan sekali? Sumpah, seperti pangeran yang datang di kala hujan … Oh, come on Taemin ah~ dia memang pacarmu, dan kau beruntung mendapatkan namja perfect sepertinya …

“Hai baby, mianhe menunggu lama …”, ucap Minho mencium cepat pipi kanan Taemin dan duduk di sebelahnya. Taemin terkikik dan melihat ke arah yeoja di sebrangnya yang terlihat shock dan pergi setelah tahu bahwa sang pujaan sudah ada yang punya. Kena kau… aku sudah punya pacar, batin Taemin.

“Nope … sebenarnya aku bara saja berniat kesana dan meminta dosen mu itu untuk pengertian dengan mahasiswa nya yang sedang butuh berduaan…”, cerca Taemin, Minho hanya tertawa … dan Oh God … please, kau mau buat aku mati kena serangan lemah jantung? Tawanya saja membuat hati ku berdebar.

“Kau imut sekali .” ledek Minho mencubit pipinya,

“Manly …”, jelas Taemin.

“Manly.”, angguk Minho dan tetap terkekeh.

“Kita jadi kan? aku bosan dirumah …”, jelas Taemin, “Oh, kau tidak ikut proyek mu?”, tanya Taemin yang tersadar biasanya Minho akan ikut rapat ini itu.

“Tidak. Aku sudah ijin untuk hari ini, aku bilang saja ada yang lebih penting.”,

“Aku maksudnya?”

“Bukan … kau PD sekali ..”

“Cari mati ya kau Minho?”

“Hahaha … kidding babe … aku heran bisa jatuh cinta sama namja barbar sepertimu…”

“YAH! Jadi kau menyesal? Dasar!”, Taemin menyikut perut Minho dan menjauh, namun namja itu menariknya ke pelukannya dan terkekeh meminta maaf, huahh … ia seharusnya membenci dirinya sendiri, Minho terkadang susah untuk tidak dimaafkan.

“Hai. Minho!”,

Minho dan Taemin menoleh bersamaan, melihat seorang namja dengan setelan baju seperti pemain baseball, well … jaket dan topinya sih … seluruhnya hampir sama denagn style Taemin, tersenyum pada Minho sambil membawa tas tabung di bahunya dan tas lain di punggungnya, siapa lagi … Taemin tahu orang ini, dia Junho.

“Oh, hai Junho.”, sapa Minho menoleh, dan tetap membiarkan tangannya merangkul Taemin, Taemin bisa lihat mata Junho melihat ke arah tangan Minho sebelum menatap Minho langsung.

“Kau ikut untuk ke acara alumni? Kudengar nanti akan ada banyak invsetor dari alumni untuk project kita… aku tahu dari profesor…”, jelasnya.

“Hm? Aku pikir tidak usah datang, karena sebenarnya tanpa kita datang mereka bersedia memberikan bantuan kan?”

“Mollayo … seharusnya kita datang dan menjelaskan pada mereka konsepnya, jadi mereka lebih percaya.”

Minho terdiam sebentar sebelum melihat ke arah Taemin, meminta pendapatnya,

“Kalau menurutmu itu perlu, tidak ada salahnya, itu kesempatan babe …”, jelas Taemin, Minho tersenyum.

“Akan kupikirkan …”, jelas Minho tersenyum pada Junho.

“Baiklah … kalau kau mau , lusa jam 7 malam.”,

“Oke.”, jawab Minho mengangguk.

“Oke, jangan lupa besok ada rapat.”, jelasnya, Minho hanya mengangguk dan Junho pergi begitu saja tanpa melihat ke arah Taemin dan menyapanya dari awal, Taemin sebenarnya cuek saja, Cuma setidaknya apa ia tidak tahu sopan santun sudah menyelak kemesraan pasangan dikala hujan? Ergh , mulai sentimen …

“Dia itu … Junho kan?”, tanya Taemin ketika melihat Junho menghilang dari balik pintu kantin. “Kenapa dia kesini?”

Minho mengangkat bahunya dan meminum jus orange di depannya –punya Taemin, “Mollayo … temannya dimana-mana …”,

“Dia itu suka padamu kan?”, Taemin melirik ke arah Minho, Minho berdecak.

“Apa? Mana ku tahu … memangnya iya?” jawabnya santai.

Taemin cemberut, “Iya, dulu kau pernah bercerita padaku kan? dia itu teman SMA mu … dan kau pernah berkata dia juga sempat mendekatimu …”, Minho menoleh, melihat Taemin mulai mengigiti bibirnya –itu ia lakukan jika resah, gugup, atau malu, “ … dan dia pernah bilang suka padamu, tapi kau tolak …”,

Minho terkekeh, menarik Taemin kepelukannya dan menggoyangkan badannya kesana kemari, “Aku lupa pernah bercerita begitu, aku pernah dengar desas desusnya, tapi aku tak perduli, aku sudah punya kau…”

Bukannya menjawab Taemin malah menyindir, “Dia boleh juga, dia juga tampan … dia pintar rmenari, bahkan aku heran kenapa ia tidak masuk fakultas yang sama seperti ku? Suaranya juga bagus …”

“Lalu?”, Minho masih menatap Taemin sambil memakan wafle sisa Taemin.

“Ya kenapa kau tidak pacaran dengannya?”

Minho membelalakan mata, “Apa alasanku harus pacaran dengannya?”, ergh, Minho ini otaknya setetes atau apa? Kan tadi jelas. “Aku tidak perlu pacaran dengan orang karena alasan itu , itu bukan yang terpenting untuk memutuskan bersama dengannya terutama dalam menjalin hubungan.” Tambah Minho, dan itu kejawab…

“Lalu kenapa kau pacaran denganku? Karena aku juga bisa menari?”

“Aku bilang bukan itu intinya …”, jelas Minho menarik nafas.

“So?”

Taemin menunggu Minho menelan wafle dan menatapnya, “Ini masalah trust … aku percaya menjalani hubungan denganmu saat pertama kali aku menembakmu itu adalah pilihan terbaikku.”

OKE, SAUDARA-SAUDARA! Minho bukanlah tipe penggombal, namun ia tipe jujur, dan tipe yang apa adanya, suka bilang suka, tidak bilang tidak … dan Taemin tahu selama satu tahun mereka pacaran, so … apa lagi yang harus dipertanyakan?

“Kau cemburu? Kenapa tidak bilang saja begitu?” tanya Minho meliriknya.

“Mwo? Untuk apa…?”, Taemin cemberut.

“Haha … kau imut sekali sih … yuk!”, Minho menarik tangan Taemin berdiri.

“Manly.” Tukas Taemin.

“Ya,ya, ya … Manly~”

Dan tidak akan ada yang pernah tahu sepasang mata menatap mereka iri … dan tidak akan pernah ada yang tahu kalau takdir sudah mulai bermain …

.

.

“Hei …”, Taemin mendongak, mengelap keringetnya dari keningnya dan meneguk minuman isotoniknya.

“Apa?”

“Kok apa? Mana CD nya … kau tidak mau cepat selesai? Jangan-jangan kau tidak bawa?”, tanya Jonghyun duduk di depannya , sambil mengemut lollipop.

Taemin menepuk tangannya seakan ingat, ia keluarkan CD dalam tas dan melemparnya pada Jonghyun, “Aku sudah dengarkan duluan, aku rasa track 3 dan 7 itu bagus untuk di remix …” jelas Taemin tersenyum.

“Wooah … jeongmal? Jadi karena kau yang menari, aku harus percaya padamu?”, tanya Jonghyun menyindir.

Taemin berdesis kesal, “Kenapa sih? Kau selalu perotes dengan pendapatku, giliran Kai, Luna dan Gikwang kau setuju saja tidak mencela?” lirik Taemin.

Yang disindir bukannya merasa bersalah malah tertawa yang membuat Taemin makin kesal, “Jadi intinya kau cemburu? Kau mau aku mendukung mu terus? Baiklah … aku akan gunakan track 3 dan 7..”

“Eehhh … jangan! Kau harus tanya yang lain dulu baru kau buat, nanti dikira aku mensabotase proyek ini sendirian lagi.”, jelas Taemin.

Jonghyun tertawa, “Aku bercanda kok! Lagian siapa yang mau mendengar dari satu pihak? Kitakan kelompok, jadi suara terbanyak itu yang menang.”

Taemin menganga, namja satu ini…jinjja! “Terserahlah.”, katanya karena tidak tahu apa yang harus ia katakan.

Drrt Drrt

Minho : Taebaby … kau sudah plg? Aku ada rapat sore ini … kau plg hati-hati neh … nanti kalau sudah di rumah kabari aku, take care babe❤

 

Taemin tersenyum dan membalasnya cepat,

Taemin: Yup! Aku sudah selesai kok, ini jg mau plg … fighting Minho!❤

Message Delivered to : Minho

 

“Habis ini kau mau kemana?” tanya Jonghyun.

Taemin mendongak, oh please … jangan lagi.

“Pulang bareng mau? Kita bisa mampir ke cafe dekat rumah mu waktu itu dulu? Aku tiba-tiba ingin minum kopi…”,

Good Taemin ah~ kau tidak bisa menolak dan lari –atau setidaknya kau tidak mencobanya?-

“Baiklah , tapi sebentar saja yah?”

“Sipp~~”

.

.

Taemin membaca Cover CD ditangannya sambil mengunyah keripik kesukaannya, Minho menyetir mobil dengan tenang , mereka baru saja ingin pergi nonton bioskop .. Taemin senang mereka akhirnya setidaknya sudah selama 1 ½ bulan ini mereka bisa jalan bersama lagi.

“CD apa itu taeby?”, tanya Minho melirik ke arahnya , Taemin tersenyum.

“Ini CD Michael Jackson repackage Album 2011 … aku kemarin mendapatkannya Online dengan bantuan temanku, kata Jonghyun ini tidak sampai di jual di Korea, karena dibilang unlimited di jual di Amerika, Perancis, dan Singapur … ada 3 versi … aku dapat versi ke 2 … “, ucap Taemin senang sambil terus memandang CD itu terus menerus.

“Jonghyun?”,

Taemin terkejut, namun ia berusaha tenang, ia menoleh ke arah Minho yang fokus memandang jalan. “Temanmu ada yang bernama Jonghyun?”, tanya Minho lagi menoleh kesamping, Taemin mengangguk.

“Bukannya aku sudah pernah cerita yah?”,

Minho menggeleng, Taemin menelan ludah … “Sepertinya sudah, dia itu yang satu kelompok denganku di project seni dengan yang lain …” Minho mengangguk , Taemin merasa lega …

“Kau dekat dengannya?”, -sepertinya belum lega.

“Kami hanya kerja sama saja … tidak juga sih , sama seperti yang lain, sama seperti aku dan Kai …” Minho lagi –lagi mengangguk, Taemin menarik nafas, ia menaruh CD-nya kedalam tas dan memiringkan tubuhnya ke arah Minho.

“Kau marah yah …?”, tanyanya manja merangkul lengan Minho. Minho menoleh dan tersenyum.

“Hah? Tidak  … kenapa aku harus marah padamu?”,

“Kalau begitu kau cemburu …”, Taemin menusuk pipi kanan Minho.

“Hei … jangan iseng yah, aku sedang menyetir …”

“Sudah ngaku saja kalau cemburu …”, Taemin kali ini mencubit pipi kanan Minho.

“Mau ku cium yah?”

“Ganjen!”, Taemin melepas tangan Minho dan tertawa ,  “Kau minggu ini jadi ke Busan?”,

“Hah? Ke Busan? Aku kan bilang sama kamu aku akan penelitian di kampus?”

Taemin terbelalak, Busan … ah, itu kan Jonghyun yang ingin mengunjungi kerabatnya? “Loh, aku mendengar kau ke Busan sepertinya …?”

“Untuk apa aku kesana?”

“Oh, aku lupa … Kai yang mau kesana… mianhe…”

Sesampainya di bioskop mereka memesan 2 tiket untuk film fantasy, karena catatan, meski tingkah Taemin suka barbar, bukan berarti dia berani nonton horror, dan perang, membuatnya takut akan setan, dan takut senjata, meski terkadang hal itu suka dimanfaatkan Minho untuk mendekapnya, namun taktik itu terbaca Taemin, jadi terpaksa film ringan saja.

“Kau mau pesan popcorn manis apa asin?”, tanya Minho merangkul pundak Taemin.

“Hmmm …”, Taemin melihat ke daftar menu di depannya, namun entah kenapa matanya melihat ke sisi lain, ia terbelalak, melihat Jonghyun disana bersama yeoja. Apakah itu pacaranya? Kenapa mereka terlihat akrab?

“Babe?”

“H-hah? I-iya …”, Minho menatap Taemin bingung. “A-aku … yang manis saja …”, ucap Taemin dan melihat ke arah lain kemana Jonghyun tadi. Namun percuma ia tidak ada … hatinya jadi kalang kabut … penasaran …

Drrt Drrt

Jonghyun : mukanya biasa saja dong … kau tanya siapa yeoja ini? Dia Amber yeodongsaengku … havefun dengan Minho …😉

 

Entah kenapa Taemin merasa lega dengan pesan tersebut, jadi Jonghyun melihat mereka? Namun ada rasa sakit , kenapa ia merasa jahat pada Jonghyun, apa Jonghyun merasa sedih sama sepertinya saat ia tadi mengira Amber pacar Jonghyun?

Jonghyun pasti lebih sakit, karena ia melihat Taemin bersama Minho. Argh … apa yang ia pikirkan? Belum tentu Jonghyun berpikir begitu …

.

.

Entah mulai kapan  ini terus terulang, Taemin mengakui dirinya sendiri ia tidak bisa menolak dan lari dari segala hal yang bernama makhluk baru bernama Kim Jonghyun itu hadir kedalam hidupnya. Ia belum terbiasa ada namja lain yang tiba-tiba masuk kedalam hidupnya selain Minho. Tepatnya, ia tidak pernah membiarkan mereka sedikit pun … atau setidaknya setengah langkah mendekatinya …

Karena sebelum itu terjadi, ia sudah membentengi dirinya dengan perkataan, ‘Aku punya Minho, dan aku bahagia, so what? Its enough!’. Tapi sepertinya ia akui ia tidak bisa … sungguh, perlahan ia mulai terbiasa dengan kedatangan Jonghyun yang diam-diam mengisi harinya.

Minho … apa yang bisa Taemin minta lagi? Semua sudah ada … Minho itu tampan, pintar (dan tidak mungkin jika ia bodoh ia masuk ke jurusan bagus di Universitas ternama dikampus mereka), care … sangat care malah, dengan caranya yang lembut dan sangat perhatian, bahkan ia bisa membuat banyak yeoja meleleh karena sikapnya, namun ia bersyukur Minho malah memilihnya, dan jelas … Minho itu setia, meski sama suka lirik sana lirik sini, namun tidak sesering Taemin, tapi Minho sangat mata dipercaya kalau ia cinta mati dengan Taemin.

Sedangkan Jonghyun, dia merupakan lawannya Minho … lawan dari segala sifatnya, cuek, barbar/liar, dan seenaknya … namun, bisa diakui oleh Taemin bahwa terkadang senyum Jonghyun bisa membuat ia sesak nafas, bahkan sekeliling yeoja dan namja, siapa yang tidak berpikir begitu? Terhitung anak baru Jonghyun sudah bisa dibilang star nya jurusan seni, banyak yeoja yang mengelilingi dia, namja juga … tapi dia nya cuek saja. Dan malah iseg dekat dengan Taemin.

“Hai, Taemin …”, Taemin mendongak dan kegiatan melamunnya, ketika melihat siapa yang berdiri didepannya ia langsung memasang wajah males.

“Hai, Jess …”, sapa nya pada Jeesica,

“Boleh aku duduk?”, tanyanya menunjuk kursi didepan Taemin. Taemin hanya mengangguk dan konsen pada tugas sketsa didepan nya. “Hm … aku mau tanya …”, sudah jelas apa motifnya … “Kau … ada hubungan apa dengan Jonghyun?”,

Taemin terhenti menulis dan mendongak padanya, “Hubungan? Haha … kau tidak salah tanya? Pertanyaan apa itu?”, tanya Taemin mengangkat alisnya.

“Kau masa tidak tahu sih? Banyak yang bertanya hal yang sama seperti ku ketika mereka melihat kalian berdua, well … semua orang hampir tahu kau berhubungan dengan siapa, dan mereka merasa aneh saja melihat kau tiba-tiba akrab dengan anak baru itu … “

Taemin menarik nafas, membereskan semua papernya. “Aku tidak tahu. Yang aku tahu Jonghyun dan aku itu satu kelompok project seni, jadi kalau kau tanya hubungan lebih dari itu, kau hanya bisa bertanya terus menerus sampai kau bosan.”, Taemin pergi begitu saja.

Didalam hatinya ia mulai panik, apa sudah sebesar itu kedekatannya dengan Jonghyun? Sedekat itukah mereka sampai orang lain menyadarinya? Apakah Minho juga sadar? Tidak … Minho bahkan tidak kenal dan tahu siapa Jonghyun? Sepertinya ia harus mencari cara untuk menyangkal semua berita sebelum tersebar gosip tidak enak …

.

.

“Aku sudah dengar tentang rumor itu Taemin …”, Kai siang itu duduk bersama Taemin di sebuah taman kampus, mereka meneguk coke dan berbincang disana, sebenarnya Taemin sudah lama ingin lakukan ini dengan sahabatnya … ia tidak bisa bicara dengan Hyung yang sedang sibuk dengan kerjaan… dan Onew tentunya.

“Lalu menurutmu?”, tanya Taemin menarik nafas, bersandar pada bangku dan menatap langit diatasnya.

“Kenapa tanya aku? Kau yang tahu apa yang kau lakukan selama ini kan, lagi pula kau tidak punya namjacingu atau yeojacingu, jadi aku juga tidak tahu tentang selingkuh.”

Mendengar kata itu Taemin emosi, “Aku bilang aku tidak selingkuh! Aku tidak suka kau berkata begitu kau tahu?”, cecar Taemin, Kai menarik nafas dan menatap Taemin.

“Oke, sorry, im wrong oke? So what should i say?”

“Whatever.”, Taemin mengibas tangannya dan merebahkan lagi badannya.

“Kalau kau tidak tahu apa kau harus menyebutnya, seharusnya kau tahu sudah saatnya kau menghentikan ini kan Taemin? “, tanya Kai. “Kau sadar sendiri kan sudah sejauh apa kau dengannya? Well … itu hakmu … semua ada di tanganmu Taemin, tapi aku sebagai temanmu harus mengingatkan mu akan hal ini …”

Taemin memejamkan matanya. “Aku sedang berusaha …”, jawab Taemin, “Kau tahu … aku sayang Minho … sayaaang sekali padanya …”, jelas Taemin hampir menangis membayangi wajah Minho dibenaknya.

“Aku tahu.”, jawab Kai melihat ke wajah Taemin.

“Tapi aku juga sayang Jonghyun … aku rasa …”, ucap Taemin lirih. Kai tidak bisa percaya ucapannya,

“Ini akan menyakiti kalian.”

“Aku tahu, aku tahu Kai … aku tahu oke?”, Taemin menegakkan tubuhnya dan memandang Kai lurus. “Aku sendiri tidak mengerti Kai, aku tidak tahu kenapa, Jonghyun membuatku merasa … “, Taemin menggeleng, susah mengucapkan perasaannya , “… dia bukan tipe ku, bahkan aku merasa Minho segalanya, namun … aku tidak bisa melepaskannya …”

Kai diam saja, melihat ke arah lain dan meneguk cokenya lagi, “Jonghyun, dia beda … ada yang berbeda, setiap melihat namja lain dibandingkan Minho, aku seperti melihat patung, tapi, jika itu jatuh pada Jonghyun di sekumpulan namja itu, ia terlihat paling bagus … bisa kukatakan …sama dengan Minho saat ini …”

Kai menoleh, tidak percaya dengan telinganya. “Kau sudah benar-benar jatuh cinta pada Jonghyun?”, tanya Kai.

“Cinta? Kau ini mengucapkan apa? Aku …tidak … aku—“

“Just admit it , Oke?”

“NO!”

“Kau jelas tahu ini tidak adil untuk Minho kan, Taemin?”

“Aku sayang pada Minho …”

“Ya kalau kau sayang berhenti …” jelas Kai lagi. Taemin menarik nafas, mengusap wajahnya dan memadang kelangit. “Aku beritahu meski aku tidak tahu kau akan memikirkan perkataanku ini atau tidak oke? Begini, Posisi Minho dan Jonghyun sama disini, Minho ia disisi clueless, ia tidak tahu kalau kau seperti ini dibelakangnya, dan tidak adilnya, ia tidak tahu kalau ia harus pertahankan pacarnya. “, Kai mengangkat tangan ketika Taemin mau bicara, “Tunggu … dan Jonghyun, ia jatuhnya gambling, kenapa? Karena ia berada di posisi dimana sini tidak dan sana tidak, ia menunggu akan ditarik atau dilepas, sama saja kan?”, tanya Kai.

Taemin diam saja, ia menatap Kai dengan mata berkaca, Kai menarik nya kedalam pelukannya , mengusap punggung Taemin dengan lembut. “Ikuti kata hatimu, aku rasa kau cukup pintar Taemin …”,

“Benarkah? Bisa aku percaya padamu Kai?”

“Tentu saja. Semua ada disini …” Kai menyentuh hati Taemin. “Kau tahu siapa yang kau pilih?”, tanyanya, ia rasanya tak perlu jawaban, karena ia lihat mata Taemin sudah menjawab itu semua, “Aku rasa kau sudah tahu siapa kau memilihnya … hanya saja, saranku … cepatlah ambil keputusan itu sebelum terlambat.

.

.

The easiest kind of relationship is with ten thousand people.

The hardest is with the one.

No.

Correction.

The two.

.

.

Rasanya sulit untuk menghinda dari Jonghyun, dia bagaikan magnet yang menarik Taemin, Taemin sisi positif, dan Jonghyun sisi negatif, ia menjadi tertarik dengan Jonghyun, ergh … ia sebenarnya tidak mau mengatakan hal ini … tapi itu yang terjadi.

“Kajja …”, Jonghyun kali ini menjebaknya yang tiba-tiba ingin pergi ke ruang latihan.

“Hah? Kemana? Kita bukannya ada latihan?” tanya Taemin, namun sebelum ia bisa bicara, Jonghyun sudah menariknya dan keluar gedung seni, membawanya ke parkiran motor, untuk apa? Bukannya Jonghyun bawa…

“Pakai ini …”, Taemin melihat helm ditangannya dan melihat ke arah Jonghyun yang sudah memakai jaket dan helmnya.

“Kita mau kemana? Dan kenapa harus naik motor? Motor siapa? Kau tidak mencuri motor orang kan?”

Jonghyun memandang Taemin seakan are-you-kidding? “Apa tampang ku seperti maling?”, tanya Jonghyun , Taemin meski tidak melihat wajah Jonghyun dibalik helm fullfacenya, namun ia tahu ia sedang mencibir.

“Anio … haha … terus ini punya siapa?”

“Aku rental motor.”

“Jinjja?”, tanya Taemin bodohnya.

“Ya tidaklah … seperti orang susah saja, ayo cepat …”, Jonghyun mengambil helm ditangan Taemin dan mengancingkannya, “Harus dipakai yang benar biar tidak celaka.”, PUK! Taemin meringis ketika Jonghyun memukul kepalanya. Sakit … >.<

Taemin dengan ragu naik ke atas motor, ia bingung, harus pegangan dimana, pundak? Pegang jaket? Atau pegang …

“Kenapa sih? Pegangan disini …”, ucap Jonghyun menarik tangan Taemin ke arah pingangnya, dan dengan reflek Taemin menariknya lagi, gugup dan jantungnya tiba-tiba berdegup cepat, yang hanya dibales decakan oleh Jonghyun.

“E-eh … maaf , aku tidak pernah naik motor sebelumnya … jadi …” Taemin gugup setengah mati, Jonghyun tertawa.

“Dasar norak. “, Taemin melotot. “Pegangan yang benar, di pinggang, kalau kau tidak mau jatuh? Atau kau tidak mau yah , apa aku harus jadi pacarmu dulu supaya kau mau pegangan?”, tanya Jonghyun asal. Taemin sebenarnya tahu Jonghyun bercanda, namun kata-kata itu entahlah … membuatnya malu …

Akhirnya perlahan ia ulurkan tangannya melingkar di pinggang Jonghyun. Jonghyun tersenyum dan menancapkan motornya, sontak Taemin mengeratkan pelukannya, jujur, baru pertama kali itu ia naik motor, dan naik motor sport pula, ia seperti di ajak melayang di jalan raya membelah jalan Seoul.

Like a rollercoaster

Perasaan dia jika bersama Jonghyun bisa macam-macam, kadang di ajak terbang ke langit, ia diajak senang, membuatnya tertawa dan bahagia seperti terbang ke langit. Seperti saat itu, pertama kali naik motor, dan saat itu ia hanya di ajak ke namsan tower dan guess what? Mereka hanya makan mie ramyun … idenya sangat tidak bermodal, namun ia tahu cara bersenang-senang …

Dan ia bisa saja di bawa turun ke dasar bumi oleh Jonghyun … ia tidak pernah menduga Jonghyun punya sifat sosial, mereka berkunjung kesebuah tempat di dalam sudut kota Seoul, dan membuat Taemin terkejut adalah , disana ada sebuah rumah sosial yang berkumpul banyak musisi jalanan, dari yang kecil hingga besar, mereka berbagi bersama, dan sedikit lagi Taemin tahu … ia tahu dari mana Jonghyun bisa sangat cerdas mendapatkan bakat musiknya, karena influence nya lahir dari anak-anak jalanan yang sebenarnya mempunyai banyak ide kreatif.

“Bagaimana? Asik kan wisata kota hari ini?” tanya Jonghyun didepan rumah Taemin.

“Asik … aku suka … dan aku mungkin sudah salah orang hari ini, kau pasti bukan Jonghyun.”

“Wae?”

“Aku tidak sangka saja kau ternyata berjiwa sosial …”

“Ha! Kau pasti kagum sekarang!”

“Ha! Ucapkan sendiri saja pada dirimu jangan pamer!”, ucap Taemin, mereka berdua tertawa dan kemudian diam dan saling menatap, sebelum Taemin sadar untuk menoleh ke arah lain dan berdeham menghilangkan gugupnya.

“Oke, aku pulang sekarang …”, jelas Jonghyun. Taemin mengangguk,

“Terima kasih yah …”,

Jonghyun menoleh, “Aku pikir kau tidak akan katakan itu.”, jelas Jonghyun.

“Yah! Kau tidak bisa lihat ketulusan orang lain yah?”, Taemin bersidekap. Jonghyun hanya tertawa.

“Iya iya arraso … oke, sampai besok di ruang latihan …”, Jonghyun menyalakan mesinnya.

“Sampai besok …”, angguk Taemin. Dan Jonghyun mengangguk kemudian pergi dari hadapannya. Taemin menarik nafas, kenapa kau ini Taemin …

Drrt Drrt

Minho : Babe, where r u?

 

Taemin membaca pesan itu, sudah pukul 8, pantas saja Minho mengirimkannya pesan, ia janji akan sms jika sudah sampai rumah, tapi batas ia pulang kuliah sudah dari tadi.

Taemin : Maaf Minbaby … aku ketiduran tadi … aku sudah sampai dr tadi kok … kau sudah plg?

Message Delivered to : Minho

 

Minho : Nope, baru saja … aku mau mandi dl, nanti aku hubungi, love you❤

.

.

Taemin melihat jam ditangannya … untuk apa Minho tiba-tiba menghubunginya untuk tunggu di luar rumah tengah malam begini? Sebelum ia sibuk dengan pikiran lainnya, ia melihat mobil Minho datang dari kejauhan dan berhenti tepat di depan rumahnya, dan keluarlah Minho, dengan setelan baju yang simple namun tetap terlihat chick.

“Hai … baby …”, Minho berjalan ke arah Taemin dan mencium keningnya.

“Hai! Kau mau apa sih malam-malam begini? Ini kan sudah malam sekali … kau tadi bilang kalau kau mau tidur? Jadi ini yang namanya tidur?” jelas Taemin menarik Minho duduk di bangku taman rumahnya.

Minho hanya terkekeh, “Aku benar tadi pulang mandi, dan saat kau hubungi aku aku sedang jalan ke rumah mu…’, jawab Minho santai.

“So? Apa yang membuatmu malam-malam kesini?”

Minho terkekeh, ia menyerahkan sebuah paper bag kecil dan memberikannya pada Taemin, Taemin sempat bingung menerima kado dadakan, ia tidak ultah, dan anniv mereka sudah lewat? Setelah menerima anggukan dari Minho , Taemin membukanya …Matanya terbelalak tidak percaya …

“I-ini …” Taemin mengangkat 2 CD Re-package Michael Jackson di tangannya. “Kau –“

“Hehehe … teman mu itu ternyata salah, ini juga di jual kok di toko musik di Korea, aku sempat search, dan ada yang jual, dan kau percaya atau tidak? Itu aku dapat di Apugjeong.” Jawab Minho tersenyum.

Taemin spechless … ya Tuhan, kau benar telah mempermainkan hamba kah? Kenapa kau memberikannya pilihan yang sulit? Ini jelas sulit … apa yang harus diminta lebih olehnya lebih dari Minho?

“Minho—“ Taemin merasa air matanya menggenang, Minho terkekeh. Ia peluk pacarnya itu dan mencium keningnya.

“Sssh … i know … cheonmaneyo …”,

Taemin menggeleng, ia mendorong tubuh Minho, ia tidak yakin, kenapa ini? Apa dia jahat? Apa dia gampangan? Apa dia murahan? Dia iblis kecilkah?

Taemin tidak tahu, yang ia tahu ia menarik kerah Minho dan mencium bibir Minho , sebelum namja tinggi itu tersenyum disela ciuman mereka dan mengeratkan tubuh mereka, melanjutkan ciuman yang berubah dari lembut menjadi penuh kemesraan …

.

.

“JADI … dia sudah punya namjacingu?”, tanya Amber mengunyah keripik di tangannya. Jonghyun menoleh dan menatap adiknya itu dengan mengangguk dan kembali berkutik dengan ponselnya, ia sedang asik bermain angry bird.

“Ck … kau ini sudah gila? Seharusnya kau hentikan saja oppa…”, ucap Amber merebut ponselnya.

“Yah! Aku sudah mau menang tuh!”, Amber melotot padanya dan Jonghyun hanya bersungut, “Apa yang harus dihentikan sih? Mulai saja belum?” ucap Jonghyun merebut keripik di tangan Amber gantian.

“Apanya yang belum dimulai, sampai memakai motor dan mengajaknya naik bersama? Kau bahkan tidak memperbolehkan Amber untuk naik  ke pacarmu itu.”, sambung Donghae Hyungnya yang duduk di depan mereka.

Unik memang, mereka semua sepupu, dan tinggal satu rumah, semua orang tuanya tinggal di luar negeri, Donghae merupakan penyiar radio terkenal, sedangkan Amber, dia DJ di beberapa club terkenal, dan Jonghyun sesekali mengisis live music di cafe-cafe di Seoul. Musik adalah hal yang mempersatukan manusia tiga itu.

“Benar!”, tunjuk Amber yang langsung ditepis oleh Jonghyun. “Lalu, kau sudah tanyakan perasaan Taemin padamu?”, tanyanya.

“Tanyakan untuk apa?”, jawab Jonghyun santai.

“Ya Tuhan Jjong … ini sudah jelas siapa yang akan patah hati namanya.”, Amber mulai tidak sopan jika ia kesal, tidak ada lagi penggunaan kata ‘Oppa’ di kalimatnya.

“Kau tahu apa sih anak kecil?”, Jonghyun melempar bantal ke arahnya, “Tidak perlu ditanya, semua sudah jelas, aku yakin Taemin punya perasaan yang sama seperti ku … meski tidak 100% yakin, dan tidak mau terlalu opotimis, keadaan masih 50-50 sekarang …”

“Kau ini gila yah? Kalau ya, kalau tidak?”

“Tenang saja, aku sudah tahu apa yang akan terjadi, sepertinya aku punya feeling bagus kali ini …”

Amber menggeleng, ia tidak percaya sepupunya sudah gila, “Aduh , terserah deh … Oppa, beritahu dia bagiaimana baiknya!”, jelas Amber mendorong Donghae ke arah Jonghyun.

“Kok aku?”

Amber melotot, kedua Oppanya itu selalu bertekuk lutut dihadapannya.

Donghae menarik nafas, “Well … begini yah … aku tidak bisa berkata apapun sih …” Jonghyun dan Amber diam.

“Kau tahu kan aku seperti apa pada namja dan yeoja?”

Semua hening …

“Dan kau tahu kan mereka menganggap ku apa … ?”

Tambah hening …

“…Mereka pikir aku ini brengsek yang suka mempermainkan mereka …”

Donghae akhirnya melihat ke arah Jonghyun dengan tatapn serius dan berdiri, “Tapi setidaknya, aku bukan perebut pacar orang.” Sebelum ia meninggalkan kamar Jonghyun dan diikuti Amber yang menepuk pundak Oppanya itu.

.

.

Taemin menatap ponselnya kesal, sudah semenjak 2 minggu mereka bertemu di taman rumah Taemin, setelah moment so sweet itu, Minho kembali sibuk lagi … ia susah dihubungi, dan jika bisa itu sudah malam, meksi masih suka mengirim pesan, namun hanya bertanya kabar, setelah dibalas, tidak ada jawaban lagi dari nya …

“Dammit! Hujan lagi!”, maki Taemin melihat langit, seharusnya ia ikuti kata hatinya untuk bawa payung pagi ini.

“Hujan kan air Taemin …”, Taemin menoleh, melihat sisenyum cocky itu dihadapannya, Taemin memutar bola matanya, ia sedang tidak mood bercanda dengan makhluk abstrak ini …

“Kalau batu sakit jika kena …”

“Itu tahu … pakai perotes…”, Taemin melirik dan berdesis.

“Lagi Badmood hm?”

“Ya, mau makan orang.”

“Aku tidak tahu kau kanibal?”

“Jonghyunnnnn!!!”, desis Taemin kesal.

“Appaaaaaaa?”, balasnya panjang. Taemin menganga ingin perotes, namun ia tahu percuma meladeni bicara makhluk ini, tidak akan pernah selesai …

“Gimana ini?”

“Ya aku antar kau pulang.”, Taemin menoleh , tubuhnya sudah kedinginan sih memang, kalau ia tolak, ia tidak tahu akan pulang jam berapa, dan menunggu kabar Minho sama saja dengan menunggu keajaiban…

“Caranya menuju parkiran?”,

“Ya lari.”

“Menang kau tidak bawa payung?”

“Buat apa? Bawa mobil tidak perlu payung, aku tanya kau balik, kau kan jalan kaki, seharusnya kau bawa payung.”,

“Aku lupaaaa…”, rengek Taemin.

“Atau kau mau cek ke mobilku dulu sana, nanti kalau ada kau jemput aku kesini…”

“YAH!”,

Sebelum Taemin bisa teriak Jonghyun sudah menanggalkan jaketnya dan menelungkupkan di kepala mereka, “Kajja!’, katanya , Taemin mendekat ke arah Jonghyun dan dengan ragu melingkarkan tangannya ke pinggang Jonghyun agar lebih dekat. Berlari menembus hujan…

Tanpa sadar ada pasang mata memandang mereka …

.

.

Taemin berjalan masuk kekantin, melihat sekitar kantin untung tidak ramai, sebaiknya makan sesuatu sebelum ikut kelas dance itu lebih baik …

“Aku pesan Nasi kari dan jus jeruk satu yah …”, ucap Taemin sambil merogoh tas mencari dompetnya.

“Pesan hot cappucinonya satu …”, Taemin mendongak melihat sosok disebelahnya. Ia terdiam dan menatap namja didepannya itu dengan heran.

“Junho? Sedang apa kau disini?”, yang ia tahu Junho adalah jurusan ekonomi bisnis, sama seperti Minho …

“Hai Taemin …”

CUT~

Nyahahahaha … begitulah , galau galau … saya lagi galau… duh, malesin deh yang komen dikit , gak sampai lebih 60 mogok nulis ini akh! Apa lagi sampai ada komen lucu yang saya bilang sebelumnya, hahahahai …

Bye!

Sorry many many many wrong typo!

PART 3 > CONTINUE READING

91 thoughts on “[2minjjong] A LIE – PART 2 of ?

  1. minhooo baik banget nyari cd maikel jeksen TT^TT sumfah ini bisa jadi genre fluff ini eon, kalo jonghyun nggak ada .__.

    taemin, minhosentrisnya mana?! /ala sutradara/ sini gue ajarin minhosentris /ehm/

  2. Duuuuh taeminnya bikin gregetan deh. Pilih satu coba, sisanya buat gue haha
    junho ngapain tibatiba deketin taemin? Jangan jangan yg liat mereka pulang bareng, junho?

  3. bisa kali punya pacar sama minho gitu?wkwkw
    KIM JONGHYUN bener-bener jadi PHO tapi dia juga sadar diri sih. Aduh konfliknya x__x over all, suka part ini apalagi bagian minho ngasi cd michael jackson itu, romantis banget<3<3

  4. kau yg mmulai permainan takdir ini apa sdh siap dng ap yg akn kau tua nantix Tae?! nah lho Junho… bkln danger kykx nih

  5. okey,taemin n jjong dah kelewatan…
    itu yg liat mereka berduaan junho bukan???
    hmm..gag rela kalo jongtae

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s