[OnKey] Love’s Way Part 3


Main Cast          : Lee Onew – Kim Key

Support Cast   : Choi Minho – Kim Taemin – Kim Jonghyun.

Genre                   : romance, smutt , Life

Author                : Eternalonkey Yua

Rate                       : PG 17

FOREWORD

 

Haiiiii O_O mian ni lama buanget update!kmaren sakit u_u kekeek~ ini saya kasih panjang, ya lumayan lah meski cerita nya ngalur ngidul, saya kurang kreatip pemirsah~ banyak dialog n kurang narasi, jelek dalam deskripsi..Yah semacam itulah..hoho ^0^ But thank you yang udah komen di part sebelumnya~ aku baca semua kok komennya >_< aaaa.. gomawo all.

Oya rambut key blonde ya kayak sekarang, tapi di poster nya rambut item, wkwk,, biarlah waktu yang menjawab (?)

Satu lagi jangan minta NC buru – buru, gw masih mikir mau diksih apa kagak *plak* susyah buatnya,*ga bakat maksudnya* nyahaha..

Yosh~! Cekidot!!

 

 

 

 

 

Warning

This is my story

No Plagiarism

No Bash

No Ketiduran =_=

 

Enjoy ^^9

Cinta..

 

Seperti dua sisi mata uang..

Satu sisi membuatmu bahagia..

Satu sisi membuatmu menderita..

Lalu sisi mana yang akan kau rasakan?

 

 

…Love’s Way….

 

Drap.. Drap..Drap.

Suara sol sepatu pantopel terdengar cukup jelas, namja cantik ini berlari, nafasnya terengah. Bagaimana tidak? Ini hari pertamanya bekerja di Perusahaan besar, Lee Corp. Perusahaan yang ditangani seseorang yang sangat disiplin, ck! sebut saja menyebalkan. Ya.. bagi namja cantik ini seseorang yang disebut sebagai ’boss besar’ disini yang amat sangat dihormati tidak lebih dari namja brengsek yang merusak hidupnya. Terlalu banyak kebetulan yang membuatnya bertemu dengan namja ini, Lee Onew.

”ah..shit.. kenapa Taemin mematikan alarmnya..Taemiiinn..”

Ia menahan geramannya, terus menatap jam tangannya, pukul 08.15 . Oke terlambat 15 menit dihari pertamamu bekerja itu sama saja cari mati. Menunggu dan menunggu namun pintu Lift tidak juga terbuka, akhirnya ia memutuskan untuk menaiki tangga. Oh my God.. kenapa aku sangat sial.. shit! Jika tidak mengingat dirinya yang juga sangat perfeksionis ia mungkin akan sedikit bersantai. But this time? NO! membayangkan apa yang akan dikatakan namja sialan bernama Onew itu saja sudah membuatnya mual.

Ia terus berlari menaiki anak tangga, hingga akhirnya sampai.. yeah~ lantai 9, lumayan bukan? sekian lama ia tidak olahraga, kini peluh memenuhi keningnya. Ia melirik lagi jam kulit berwarna peach ditangan kirinya, 08.20 .

Oke tarik nafas..buang nafas Key.. yah kau bisa..tenanglah. Sejenak menatap pantulan wajahnya dicermin dan membetulkan untaian poni blondenya.

Tok..Tok..

“Masuk..”

Suara itu..suara siapa lagi kalau bukan boss nya. Oke Key tahan emosimu selama ini, ingat janjimu semalam dan tekadmu.Demi semuanya, demi Taemin dan Minho.

”Kim Key… waow! daebak.. sepertinya kita salah posisi, sejak kapan kau menjadi boss disini? bagaimana bisa seorang Kim Key, lulusan terbaik dibidangnya dengan IPK Cumlaude, TERLAMBAT?” menekan kata terlambat dengan tatapan sinisnya. Melihat penampilan Key dari atas hingga bawah, memakai semi jas berwarna abu dipadu kaus putih dan celana hitam. Ditambah kacamata yang cukup besar yang menutupi kecantikan matanya.

”Mi-mianhe.. aku terlambat..” tidak ada pilihan,ia membungkuk memohon maaf, faktanya memang ia yang salah saat ini.

Onew berdiri dari kursi besarnya menghampiri Key yang masih membungkuk, melipat kedua tangannya didada.

”Semudah itu? ck~ Key kau sangat polos sekali.. baiklah karena aku sedang baik hati kali ini kumaafkan.. duduklah..” Onew menyuruh Key duduk di sofa, well ia melihat peluh di kening Key, ia bisa melihat kesungguhan Key, dan ia memutuskan memaafkannya.

Key membuang nafasnya lega, mengikuti perintah boss nya. Masih mengatur detak jantungnya.

“Ini… bacalah…”

Onew melemparkan sebuah map cokelat tua ke meja, menaikkan dagunya menyuruh Key membukanya.

Key mengerutkan alisnya lalu perlahan membuka map tersebut.

”Su-surat kontrak?” gumamnya pelan. Mata kucingnya menelusuri setiap kata yang tercantum disana. Mengerutkan keningnya saat membaca beberapa perjanjian kontrak yang ia rasa janggal.

”Bagaimana? setuju?”

Onew menyodorkan pulpen hitam untuk Key segera menandatanganinya dengan senyum penuh arti dibibirnya.

”Ige mwoya..? perjanjian nomor empat dan sembilan kenapa begitu aneh?”

”Aneh? bagian mana yang kau bilang aneh?” Onew menahan senyumnya, menyenderkan punggungnya di sofa lalu melipat tangannya lagi didada. Mungkin ini pose kesukaannya?molla..

“Pertama, Aku harus menemanimu kemanapun kau pergi, termasuk jika ada pertemuan luar kota maupun luar negeri, kedua aku harus menuruti semua keinginanmu, termasuk diluar hari kerja menemanimu dihari sabtu. Lalu ketiga aku tidak mengerti sebenarnya aku bekerja sebagai apa? babysittermu huh?”

Namja cantik ini menahan kekesalannya. Surat kontrak macam apa itu hah? Gila! hari sabtu itu kan hari libur kantor, lalu aku harus menemaninya juga? Double crazy!

Onew mendesis pelan, lalu mengambil tangan Key dan menjepitkan pulpen hitam itu.

“Sudah cepat tandatangan, kau tidak bisa menolak karena ijazahmu sudah ditanganku..”

Key tersentak..”M-mwo?” Matanya tak berkedip menatap sinis namja didepannya yang malah tersenyum seperti tidak ada yang salah.

“Buat apa kau menyuruhku membacanya jika seperti ini!Bre-

”Jaga bicaramu, bagaimanapun juga aku atasanmu..”jawab Onew dingin.

Ya Tuhan…ingin rasanya Key membakar namja didepannya ini hidup – hidup! andai saja magic itu ada, mungkin dengan sekali sorotan matanya bisa membakar namja didepannya ini?! aargh.. Key kau semakin gila.

”Ini.. sudah.. sekarang dimana ruanganku tuan direktur yang terhormat..?”

”Di sini…”

”Oh..ok- mwoooooooo?”

Satu perusahaan. enam hari dalam seminggu delapan jam dalam sehari itu sudah sangat buruk baginya, lalu sekarang semua itu harus dilakukan satu ruangan? Diulang Key..satu ruangan……. Dosa apa aku dulu ya Tuhan? ini terlalu kejam. Key membuka mulutnya tidak percaya.

”Kau tahu apa hah? kau ini kan pengganti Jjong, jadi kau juga pasti tidak tahu banyak tentang perusahaan ini, aku yang akan memberitahumu segala yang harus kau kerjakan dan tidak boleh kau kerjakan, dengan kata lain kau dibawah kendaliku sekarang”

Tuhan katakan ini mimpi.. Tuhan.. aku mohon bangunkan aku dari mimpi buruk ini.. Key berperang dengan batinnya.

Tak lama kemudian masuklah beberapa orang membawa satu set meja kantor yang lumayan besar, lalu lengkap dengan laptop dan beberapa perangkat kerja lainnya.

”Ya..tolong letakkan di pojok sana…”

Onew terus menginstruksikan mereka dan sesekali memegang dagunya menilai apakah pas atau tidak. Key masih membatu ditempatnya tidak percaya dengan ini, ternyata ini bukan mimpi..ini nyata. Ia bahkan mencubit lengannya berkali – kali, hasilnya tetap sama..sakit.

”Ini bukan mimpi..jadi berhentilah mencubit tanganmu” Onew melewati Key dan berbisik ditelinganya.

Onew daritadi melirik Key dan mendapatinya mencubiti dirinya sendiri, ia menahan senyumnya, jinjja Key seperti anak kecil.

Key tersentak, lalu ia menghamipiri meja itu, meja kerja yang bagus..ani, sangat bagus baginya. Setidaknya ada yang ia sukai meski harus seruangan dengannya. Ya.. Tuhan masih baik denganmu Key, jadi bersyukurlah.

”Bagaimana..? not bad right?”

Onew menghampiri meja itu, mendorong Key untuk duduk di bangkunya. Ia menunduk membuka laptop merah dimeja Key. Oke kini jarak mereka sangat dekat dan Key tidak bisa berbuat apa – apa, ia merasakan (lagi) aroma parfum Onew. Onew sangat serius, lalu ia memberikan pengarahan tentang bagaimana dan apa saja yang harus dikerjakan Key.

”Ini..lihat..jadi kau harus membuat laporan kerja untukku, namun sebelumnya kau juga harus melihat baik – baik jadwalku dan mengingatkanku..mengerti?”

”Sebenarnya aku ini rekan kerjamu atau sekretarismu?” Key merungut kesal.

”Yah! aku sudah bilang kau dibawah kendaliku.. tentu saja kau juga merangkap sebagai sekretarisku..karena Jonghyun tidak ada maka kau harus melakukan semua yang juga Jonghyun lakukan untukku…”

Bohong. Ini hanya akal licik Onew saja, ia ingin memberikan pelajaran pada Key, membuatnya marah dan meninggalkan Minho.

Hahahaha. kau cerdas sekali Lee Onew, batinnya.

”Arra..arra….” Key kehabisan kata – kata dan memilih diam, sebelum lapotop ini melayang ke kepala namja didepannya. Oke Key sepulang kerja kau harus mampir ke apotik dan membeli obat darah tinggi.

“Sekarang ikut aku..kita keruang rapat pemegang saham, aku akan memperkenalkanmu sebagai pengganti Jonghyun untuk sementara ini…”

DEG

Tiba – tiba saja wajah Key memucat, rapat katanya? Key pernah menonton drama dimana ia melihat adegan rapat yang menegangkan lalu….

”Key..”

SNAP

Key tersadar dari lamunan bodohnya, ck..apa yang kau pikirkan Key.. kau adalah lulusan terbaik dengan nilai memuaskan. Jadi tidak ada yang perlu kau khawatirkan lagipula Onew tidak mungkin kan membuatmu terlihat bodoh atau memojokkanmu?! No..no.

”Ah.. n-ne.. baiklah..”

Onew menatap wajah Key yang tiba – tiba memucat dan ia bisa lihat ada kecemasan dimata kucing itu. Dalam hatinya ia tertawa bahagia, mungkin ia akan memikirkan cara lain membuat Key semakin menderita dan meninggalkan Minho.

=====***=====

”Aaaaa…..”

Key berguling – guling di kasurnya, sesekali berteriak tidak karuan. Taemin yang mendengar suara gaduh dari kamar hyungnya memutuskan untuk melihat keadaan Key. “Apa yang ia lakukan malam – malam begini?”gumam Taemin lalu membuka knop pintu kamar Key.

Kasur Key yang sangat berantakan, beberapa bantal dan sebuah guling yang berjatuhan. Ditambah tubuh Key yang terlilit selimut yang hanya mengeluarkan kepalanya, sejenak Taemin berpikir Key seperti ulat.

“Hyung.. apa yang kau lakukan selarut ini hah?”

Key menoleh ke sumber suara ”Taemin ~ah! sini.. tidur denganku.. aku tidak bisa tidur..”

Taemin berdecak tidak percaya dengan apa yang ia lihat, apakah bekerja dengan Onew hyung benar – benar neraka? Bahkan hyungnya saja tidak tahan bagaimana dia? Ani.. jangan bayangkan itu Taemin.

 

SRET

Key membuka gulungan selimutnya dengan berguling lagi lalu..

BRUK

“Aargh…tanganku..”Key terjatuh dari kasur.

“Omo! hyung! Pabo.. aissh.. jinjja…” Taemin membantu Key berdiri lalu mereka berbaring lagi dikasur.

“Hyung.. sebenarnya apa yang terjadi? aku tidak pernah melihatmu sekacau ini? kau baru saja tiga hari bekerja di perusahaan Onew hyung..” Taemin menggelengkan kepalanya takjub.

“hhhh… Taemin.. lain kali aku akan memasang kamera dan kau bisa lihat betapa menyebalkannya dia.. jinjja kenapa Minho mempunyai hyung seperti itu? Pasti ibunya frustasi punya anak seperti dia kan?!”

Taemin tersenyum dan menggelengkan kepalanya cepat. ”Anio.. hyung, aku merasa Onew hyung adalah orang yang sangat baik, kau lihat kan? dia mau menerimamu bekerja di perusahaannya, padahal kau tidak berpengalaman?”

Key melirik Taemin tidak percaya dengan pendengarannya. Sejak kapan Taemin menjadi dewasa? Key..sadarlah..adikmu sudah bisa berpikir lebih dewasa dibandingkan dirimu yang selalu saja uring – uringan belakangan ini.Namun tetap saja bagi Key, Onew itu namja paling menyebalkan di muka bumi ini, baiklah mungkin ada sedikit kebaikan dalam dirinya, sayang tertutup dengan daftar kejelekannya, pikir Key.

”Ck~ katakan itu jika kau diposisiku nanti Taemin..” Key mencubit pipi kanan Taemin gemas.

Taemin meringis kecil, mengelus pipi nya. ”Aish..hyung.. aku ini pernah baca buku psikologi, biasanya kepribadian seseorang itu terbentuk oleh lingkungan, dan yang paling utama adalah lingkungan keluarga” jelas Taemin lalu menarik hidung Key.

”Ya! aish.. aku tidak bisa bernafas..pabo! Keluarga? kau tidak lihat dia hidup di keluarga yang sangat makmur? dia juga punya ayah… tidak seperti kita..” tiba – tiba suara Key melemah.

“Lalu ibunya?apa kau pernah memikirkan ibunya?”

Key tersentak, benar juga, ia jadi teringat kejadian itu..saat ia menjatuhkan  figura foto ibunya. Perlahan ia menjulurkan tangan kanannya lalu melihat lagi telapak tangannya. Lalu ia mengobati lukanya, dibawa ke ruang kerja..kemudian…. aarghh..mengingat hal kurang ajar itu membuat emosi nya memuncak lagi. Kenapa ia begitu sulit melupakan ciuman itu? Key menggigit bibir bawahnya, memejamkan matanya lalu berbalik memunggungi Taemin, ia tidak ingin Taemin melihat perubahan ekspresi wajahnya.

”Tidurlah Taemin.. jumuseyo..” Jawab Key pelan, menyudahi percakapan ini sebelum mood nya benar – benar berantakan. Hatinya jadi tidak menentu jika membicarakan Onew, ada perasaan marah, kecewa, benci.. dan kagum? Oh ayolah setidaknya saat melihatnya di Panti Asuhan saat itu.. daftar kejelekannya sedikit berkurang kan?

Taemin menghela nafasnya pelan, lalu menarik selimut Key, karena semua bagian selimut di tubuh Key.

”Aku tahu ini sulit hyung.. jeongmal mianhe.. ini semua karena aku..jika saja aku tidak bertemu Minho hyung..jika saja aku tidak menerima cintanya..jika saja aku memiliki keberanian menghadapi Onew hyung jik-

GREP

Key berbalik dan memeluk Taemin erat dari samping, menaruh dagunya di pundak Taemin dan tersenyum.

”Taemin.. tidurlah.. jangan berfikir macam – macam..” Mengecup pipi Taemin sekilas.

“Hyung…. tapi..aku..”

“Tentu saja kau harus membayarnya.. ck~ sudahlah sebaiknya kau kuliah dengan benar dan lulus dengan nilai tertinggi..jangan membuat aku malu.. kau tahu kan aku sangat popular di Universitas?jangan sampai mereka bilang adik seorang Kim Key lulus dengan nilai pas – pas an..”

Taemin memukul pelan lengan Key yang melingkari pinggangnya dan mendesis..”Aish..jinjja..”

Lalu keduanya tertawa dan saling melempar argument mengenai kepopuleran mereka di Universitas. Hingga keduanya tertidur.

======***======

Pagi yang cerah, sangat cerah.. tapi tidak untuk Key. Setelah hampir seminggu ia bekerja dengan Onew ia semakin membencinya. Bagaimana tidak, setiap pagi ia diwajibkan datang 30 menit sebelum jam seharusnya, saat makan siang ia disuruh membelinya keluar dan makan bersama di ruang kerja lalu saat ia ingin pulang ada saja Onew memberinya perintah ini dan itu. Apa yang paling buruk? Key disuruh mengatar laundry jas Onew yang terkena tumpahan kopi. Hey?! dia bekerja disini dengan gelar S1 bukan untuk menjadi buttler pribadinya kan? Jika tidak mengingat biaya kuliah Taemin dan juga ijazahnya ia tidak mungkin sudi melakukan hak terkutuk ini.

Seperti sekarang.. ia sedang mengantri di coffe bean..memesan Americano latte, minuman wajib Onew jam 3 sore. Onew memiliki segudang alasan untuk membuatnya menderita, belum lagi ucapan – ucapannya yang menusuk telinga.

Langkahnya terhenti saat baru saja keluar dari coffe shop itu saat ada yang menepuk bahunya pelan. Ia berbalik, dan ekspresinya berubah menjadi sangat malas saat ia melihat sosok yang menepuk bahunya.

”Key..baby..kita harus bicara..” namja yang memiliki tubuh semampai ini, ya siapa lagi.. mantan kekasihnya yang mengkhianatinya karena alasan kotor.

Key memilih diam dan melanjutkan langkahnya meninggalakan Jinwoon yang mengejarnya lalu menariknya hingga satu coffe nya jatuh dan menumpahi kemeja putihnya. Aish.. jinjja ia sudah mengantri 30 menit dan  kini coffe itu tumpah, ia tidak memikirkan pakaiannya, yang ia pikirkan sekarang adalah ekspresi Onew saat ia kembali ke kantor dan tidak mendapat coffe nya.

”Aish.. apa lagi mau mu hah? sudah cukup pembicaraan kita! tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.. kita sudah berakhir?!” Key mengibas – ngibas kemejanya. Coffe ini masih lumayan panas, membuatnya meringis pelan namun ia menahannya.

”Tidak Key, kau harus percaya.. aku hanya mencintaimu.. dan ya kemarin aku memang salah..aku mengakuinya.. kita bisa memulainya dari awal..please..kau tidak tahu betapa hancurnya hidupku sekarang..” Jinwoon memohon.

”Maaf aku sudah memiliki penggantimu..” Key jawab dengan tegas. Ia tidak tahu harus menjawab seperti apa agar namja ini berhenti mengganggu hidupnya. Mungkin dengan menjawab seperti ini namja didepannya ini akan menyerah dan angkat kaki dari hidupnya sehingga tidak menambah kesengsaraannya.

”Tidak mungkin.. kau pasti bohong.. ba-bagaimana mungkin?” jawab Jinwoon tidak percaya. Baginya Key bukanlah namja yang mudah jatuh cinta, ia sangat sulit untuk ditaklukan mengingat bagaimana dulu ia mengejar Key untuk mendapatkan cintanya.

“Tidak ada yang tidak mungkin.. dan aku akan segera menikah dengannya.. jadi tolong jangan ganggu hidupku.. carilah orang lain yang bisa mencintaimu dengan tulus.. aku permisi masih ada pekerjaan..”

Jinwoon terdiam ditempatnya, menggelengkan kepalanya pelan menatap sosok ramping itu pergi. Menikah? ck.. itu rasanya sangat tidak mungkin baginya, seorang Key yang masih memiliki banyak ambisi, bagaimana bisa secepat itu menikah? Ini tidak masuk akal. Lalu tadi ia bilang masih ada pekerjaan? jika dilihat dari pakaiannya, memang seperti pekerja kantoran. Jinwoon melihat Key memasuki perusahan itu. Perusahaan saingannya, Lee Corp. Ia tidak percaya, Key bekerja disana? sejak kapan? Ia memutuskan kembali ke kantor dan memikirkan langkah selanjutnya, ia tidak bisa begitu saja melepaskan Key, never.

.

.

.

Key terburu – buru, mengetukkan kakinya didepan lift, lalu saat pintu lift terbuka ia kaget dengan sosok didepannya. Onew menatapnya dengan geram.

”Kenapa lama sekali? apa kau membeli coffe itu di Incheon?”

Key memasuki lift lalu Onew memencet tombol lift. Kini hanya mereka berdua di lift, Key masih terdiam berfikir bagaimana ia menjelaskan ini.

Onew menoleh menatap Key menuntut jawaban, lalu pandangannya turun ke bagian perut Key yang terkena tumpahan coffe tadi. Ia kaget, bukankan coffe nya panas? jika ia terkena tumpahan.. berarti.

”Kenapa dengan kemejamu? apa kau menumpahkan lagi coffe nya?” Kini nada bicaranya sedikit khawatir jika mengingat coffe itu panas.

”eoh? i-ini..iya.. maaf aku menabrak orang tadi.. kau bisa meminum coffe ku saja please? karena jika aku kembali lagi dan mengantri lagi..akan sangat lama..lalu..

Ting.

Suara pintu lift saat terbuka.

GREP

Onew menarik tangan Key, membuat Key kaget. Lalu sepanjang perjalanan menuju ruangan mereka karyawan lainnya menatap mereka dengan heran. Membuka ruangan kerjanya lalu mendudukan Key di sofa, mengambil gelas coffe itu.

”Tunggu disini..”

Onew keluar ruangan meninggalkan Key yang heran melihat sikapnya itu. Ia tidak marah? Ini aneh.. apa ia salah makan sesuatu tadi? Entahlah.. setidaknya ia lega tidak mendengar omongan pedas dari mulutnya. Ia menyenderkan tubunhya di sofa lalu memegang perutnya..”Akh..” meringis kecil lalu membuka kancing kemejanya.

Key baru merasakan perih di perutnya karena siraman coffe panas tadi, padahal tadi tidak terlalu panas namun ternyata membuat kulitnya panas dan memerah. Ia merutuki dirinya kenapa tidak memakai jasnya tadi.

Tak lama kemudian Onew datang membawa kompres yang berisi es batu dan kotak kesehatan.

”Jangan dipegang.. sini..”

”Mw-mwo? YA! ya! apa yang kau lakukan?!” Key mendorong Onew yang berusaha membuka kancingnya lagi.

“Apa lagi? diam saja.. nanti semakin parah..ck..”

Key menggigit bibirnya saat Onew dengan santainya membuka kancing kemejanya, sejenak Onew terdiam melihat kulit putih Key.. Oke Onew jernihkan pikiranmu. Ia mengambil kompresan tadi,dilantai bertumpu dengan lututnya menekan kompresan es tadi ke perut Key yang meninggalkan tanda kemerahan.

Berlebihan sekali memang, Key memandang wajah serius Onew saat mengobatinya. Ini yang keberapa huh? Tiga? Kenapa namja menyebalkan ini sangat cepat menanggapi segala luka dan sebagainya? Ia lebih cocok jadi dokter mungkin. Ah tidak..tidak.. bisa – bisa pasiennya mati semua terkena serangan jantung atau darah tinggi jika ditangani dokter seperti Onew, Key terus berdialog dengan hatinya. Tanpa sadar ia menyunggingkan senyum kecil.

“Sudah.. ini pakai krim ini..”

Onew berdiri mengambil krim khusus untuk luka bakar atau terkena panas. Menarik tangan kanan Key dan menaruhnya di telapak tangan Key. Key meringis kecil karena tangan kanannya meski sudah tidak diperban tadi bekas lukanya belum benar – benar kering.

”Aish.. jinjja.. lukamu juga belum sembuh eoh? dan sekarang menambahnya dengan yang lain? kau ini ceroboh sekali!”

Ia duduk di sofa dan melihat telapak tangan kanan Key dengan seksama. Lalu menekan beberapa titik. ”Aaaaa…appo! apa yang kau lakukan?!” Key reflek berteriak.

”Bodoh.. kau ini selain ceroboh ternyata juga sangat bodoh..kenapa lukamu belum kering hah?” Onew menatap Key sinis.

”Ya! kau pikir saja sendiri! aku harus mengetik beberapa laporan, kau pikir aku bisa mengetik dengan tangan kiri saja?! Ditambah lagi dengan permintaan anehmu setiap hari yang mengharuskan tangan kananku bekerja dengan sangat keras..?!” Key menahan nafas nya mengucapkan kalimat sepanjang itu. Ia tidak habis pikir, apakah namja ini tidak memakai otaknya sebelum bertanya. Bahkan ia masih belum bisa bermain piano sampai sekarang.

Onew tersentak, merasa bersalahkah? ”Ya! siapa yang menyuruhmu berteriak?! aku ini atasanmu.. yasudah kau pulang cepat sana dan istrahatlah.. melihatmu membuatku tak berselera, aku harus lembur malam ini, tentu saja karena kau tidak bisa membantu pekerjaanku..”

”Ani.. aku bukan orang yang tidak bertanggung jawab?! aku masih bisa mengerjakan tugasku..” jawab Key tidak terima.

”Pulang!”

”Sirheo?!”

”Pulang!”

”Sirheooooooo….”

”Aish.. apa maumu hah? baiklah jika itu maumu.. terserah dan jangan menyalahkanku jika lukamu terbuka lagi!” Onew meninggalkan Key di sofa lalu duduk di bangkunya melanjutkan laporan keuangan yang belum selesai ia cek.

”Aku akan segera menyelesaikannya..” jawab Key setelah mengancing lagi kemejanya.

”Ah.. satu lagi, ganti kemejamu..ini pakai.. aku tidak suka melihat orang dengan pakaian yang kotor..” Onew membuka laci mejanya dan melempar kaus putihnya tepat diatas kepala Key. Key hanya mendengus pelan, dengan kesal beranjak dan mengganti kemejanya di toilet.

Tak lama kemudian Key kembali dengan kaus putih Onew yang terlihat agak kebesaran dan sedikit memperlihatkan collarbone dan leher jenjangnya. Onew terkesiap lalu buru – buru memalingkan wajahnya ke depan laptop hitamnya.

”Ck.. lama sekali ganti pakaian saja seperti wanita..” jawab Onew dingin sekilas melirik Key dari ekor matanya.

Key hanya berdecak kesal dan memilih menutup mulutnya atau lebih tepatnya menutup kupingnya. Berharap semoga ia tidak melontarkan kata – kata menyebalkan lainnya saat ia kembali mengetik laporan.

Waktu terus berlalu, keduanya tenggelam dengan pekerjaan masing – masing. Hingga tepat pukul enam sore Key selesai membuat laporannya sedangkan Onew masih serius dengan laptopnya dan beberapa dokumen yang tercecer dimejanya. Sesekali memijit pelipisnya, Key berpikir apakah sebegitu berat pekerjaannya?

”Ehem.. aku sudah selesai..”

”Ya.. pulanglah…” singkat Onew tanpa sedikitpun menoleh.

”Ne.. aku pulang..” Key membereskan beberapa dokumen di mejanya dan mematikan laptopnya. Sudah jam enam sore, ditambah jalanan pasti macet ia akan lama di perjalanan. Membayangkannya saja ia sudah lelah.

”Satu lagi.. jangan menambah luka ditubuhmu.. pakailah matamu jika berjalan..”

tambah Onew ketus.

Aishhh… jinjja… whatever! Kau memang sangat tidak bermoral Lee Onew, tidak ada sedikitpun niatmu untuk berkata dengan kata – kata yang enak didengar.

”Neeeeeeee~!! aku pulang.. ”

Key pergi sebelum Onew menambah kekesalan dihatinya. Berjalan dengan agak kesal di koridor kantor. Suasana sudah sepi, karena dua jam yang lalu karyawan sudah pulang. Hanya ruangan Onew yang masih terang. Ia mengeratkan jasnya mempercepat langkahnya, perutnya sudah sangat lapar. Sebelum pulang ia memutuskan membeli roti di mart terdekat sekedar mengganjal perutnya yang kosong.

Jalanan cukup macet, sekarang sudah setengah delapan malam dan dia masih di bus. Padahal seharusnya 45 menit saja cukup untuk pulang, namun karena tadi ada kecelakaan lalu lintas membuat jalanan macet.

Ia merogoh saku celananya, mencari I-phone nya untuk mengirim Taemin sms dan mengatakan ia telat pulang.

Sret

”Aish.. bateraiku habis.. pantas saja dari tidak ada sms dari Taemin..” Key merungut kesal, Handphonenya mati.

Yasudahlah, Key kembali menatap kosong jalanan. Menatap rintikan hujan diluar, untung saja ia sudah di Bus dan tidak terkena hujan tadi.

Akhirnya ia tiba didepan rumahnya, namun ia heran kenapa lampunya mati semua? Seperti tidak ada orang? Bahkan lampu tamanpun tidak hidup. Key bergegas masuk dan saat ia merogoh tas nya mencari kunci cadangan miliknya, ia tidak menemukannya. Ia mulai panik lalu memutuskan memencet bel berkali – kali namun tidak ada jawaban. Ini aneh sekali.. tidak biasanya keadaan rumahnya seperti ini.

”Ah! bodoh.. bodoh..bodoh.. kenapa aku meninggalkan kunciku di laci?!”Key merutuki kebodohannya hari ini. Lengkap sudah.. ia memutuskan kembali ke kantor, ya pasti masih ada security dan pasti mereka mengijinkannya masuk hanya untuk mengambil kuncinya.

.

.

.

Key berjalan perlahan di koridor kantor, lalu sedikit mempercepatnya saat ia merasa merinding. Oke Key takut hantu dan hal semacamnya,ia tidak suka kegelapan, tidak untuk sendirian dalam kegelapan, itu mengerikan.

Ia terkejut mendapati ruangannya masih terang, apakah Onew masih belum selesai? Ini sudah pukul setengah 10 malam.

Ia masuk setelah sebelumnya mengetuk namun tidak ada jawaban. Ia lihat Onew sedang terduduk, bersender di sofa dengan beberapa dokumen tercecer di meja. Menatap dengan seksama, dan ya.. Onew sedang terlelap. Wajahnya terlihat pucat. Key mendekat dan memegang keningnya, reflek saja ia lakukan itu karena Onew tampak keringat dingin.

“Hyung..Onew hyung..”

Berusaha mengguncang bahunya namun tetap tidak ada jawaban. Demam, Onew demam… panasnya sangat tinggi. Key memberanikan diri keluar ruangan dan mencari air dingin dan kain.

Oke Key, anggap saja ini balas budi, sebagai sesama manusia kau harus saling menolong kan? Ya.. hanya itu. Key meyakinkan dirinya saat membaringkan Onew dipahanya. Lalu mulai mengompres Onew.

“Hmm.. umma.. umma kau datang.. umma…” Onew terus mengucapkan umma dan ditangan kanannya ia mengenggam foto umma nya.

Key mengambilnya dan melihatnya, foto yang kemarin ia pecahkan. Sejenak ia merasa iba, mungkin benar kata Taemin, meski Onew kelihatannya memiliki attitude yang buruk namun ia tidak seburuk itu. Mungkin memang benar ada alasan lain mengapa Onew menjadi orang seperti ini kan?

Key meletakkan foto itu dan menaruhnya di atas meja. Memeras lagi kain itu dan meletakkannya di kening Onew. Menatap wajah tidur Onew yang tampak gelisah. Tidak tahu apa yang dilakukan tangannya ia mengusap pipi Onew, lembut… ia memiliki kulit yang lembut. Rahang yang tegas dan hidung yang mancung sempurnya. Wajahnya terlihat sangat polos saat tertidur, seperti bayi, Key tidak percaya wajah seperti ini bisa berubah menjadi sangat mengerikan saat terbangun. Lalu ia menjalankan telunjuknya menyentuh bibir Onew. Ia terkesiap, saat Onew menggoyangkan kepalanya pelan lalu membuka matanya.

”Ke-Key.. sedang apa kau..” dengan suara Onew yang sangat parau ia berusaha mengumpulkan kesadarannya.

”Sudah tidurlah.. anggap aku balas budi..” jawab Key gugup.

Ia merutuki dirinya, bisa – bisanya ia menyentuh wajah Onew bahkan memujinya. Pasti ia juga terkena demam, Ya atau mungkin ada yang salah dengan otaknya barusan.

Kembali menunduk melihat wajah tenang Onew yang tertidur dan ia ikut terlelap beberapa saat kemudian.

======***======

“eungh…” membuka mata kucingnya, merasa hangat matahari menyentuh kulitnya.

”Sudah bangun..?”

Menoleh ke sumber suara, mendapati Onew yang sedang duduk di depannya meminum kopi hangat.

Key terduduk lalu reflek berteriak, ”Ya! kau itu baru sembuh.. apa panasmu sudah turun? bagaimana bisa kau meminum kopi dipagi hari dengan perut kosong.. kau ternyata lebih bodoh dan ceroboh daripada aku!”

”Apa aku terlihat sakit?” jawab Onew malas.

”Harusnya aku rekam dirimu semalam!”

Onew terkekeh kecil. Ia tertawa, ia baru kali ini ia tertawa. Key menatap nya tidak percaya, apa yang ia tertawakan huh? membuatnya tidak pulang lalu mengurus nya yang demam semalam lalu sekarang bahkan ia tidak mengucapkan terima kasih. Cih~!

”Sudahlah.. ya..ya.. aku sudah sembuh dan sekrang sudah sangat segar, kau itu lama sekali tidur, sekarang sudah jam delapan pagi dan aku juga sudah sarapan..meski biasanya aku tidak suka sarapan..” Jelas Onew.

”Orang bodoh memang tidak tahu pentingnya sarapan…!”

Lagi – lagi Key kesal dengan perkataan Onew, dasar bodoh bagaimana ia tidak sakit, berarti selama ini ia hanya makan siang, sementara kemarin pasti ia tidak makan malam. Ck.. bukannya ia peduli..hanya saja ia terbiasa sarapan karena umma nya selalu memaksanya. Namun namja yang katanya super cerdas ini bahkan tidak tahu betapa pentingnya kesehatan.

”Ya~! kenapa kau marah – marah?! sudahlah itu aku juga belikan roti selai dan susu, minumlah dan bersiap menemaniku hari ini..”

Key melirik roti selai itu, ck.. kenapa mesti selai coklat? Haruskah ia bilang ia tidak suka coklat? Yasudahlah tidak ada pilihan selain mengisi perutnya. Lalu meneguk susu kotak didepannya.

Susu kotak vanilla kesukaannya, bagaimana Onew tahu susu kesukaannya? Key bingung lalu kembali menatap Onew.

”Mwo? sudah cepat kau dengar aku kan? hari ini kau harus temani aku, kita ke pulau jeju..”

”Uhukk..” Key menepuk dadanya, tersedak.

”Aish.. pelan – pelan saja makannya..”

”Mw-mwo? buat apa kita kesana?”

”Sudahlah jangan banyak tanya.. nanti juga kau tahu.. dan ya bawa pakaian ganti karena kita akan bermalam sampai besok..”

”Uhukk..” Key tersedak lagi saat menelan roti terakhirnya. Bermalam? dengannya? Apa ini? Pelatihan neraka datang lebih awal sepertinya.

”Ya! aku bilang perlahan saja.. bodoh!”

Key mengepalkan tangannya kesal, tapi percuma juga jika ia menolak. Namun kenapa harus bermalam? Ia ingat perjanjiannya! Hari minggu itu tidak masuk hitungan kan? Ini tidak beres, jangan – jangan Onew ingin melakukan hal yang tidak – tidak padanya? atau ia ingin meninggalkan Key di Jeju tengah malam atau bahkan membunuhnya hanya demi memisahkannya dengan Minho? Bisa saja kan?

”Tapi di surat kontrak tidak tertulis aku harus menemanimu hari minggu, aku menolak jika harus bermalam disana?!” jawab Key ketus.

”Lihat saja nanti kau masih menolak atau tidak..” jawab Onew singkat.

.

.

.

Kini mereka tiba di depan panti asuhan Shining Sun. Key bingung dan menoleh bermaksud bertanya sebelum turun dari mobil namun Onew langsung berkata “Turun cepat.. dan jangan memberikan contoh yang buruk pada anak – anakku”

Key memutar bola matanya malas, anak – anaknya katanya? yang benar saja? Cih~ seandainya anak – anak manis itu tahu betapa mengerikannya nya sosok yang mereka panggil appa ini, pasti hancurlah hati mereka. Key tertawa sinis.

Mereka memasuki Panti setelah di halaman depan berbincang sebentar dengan Jung ahjumma dan beberapa perawat panti ini.

“Umma…. appa…”

“Kyaa… Umma Appa datang….”

Ribut anak – anak berhamburan menghampiri Key dan Onew. Key menggendong anak yang paling kecil. “Yoogeun ah~ bagaimana kabarmu eumh? kau sudah mau makan sayur kan?”

“Ani.. Yoogeun tidak cuka cayul umma..” Mengerucutkan bibirnya imut.

“Siapa yang tidak suka sayur eumh? kalau begitu appa tidak jadi membawa Yoogeun pergi ke pulau Jeju ne~” Onew datang menghampiri Key dan Yoogeun.

“Appaaaaaa…. cirheooo… huweee.. umma.. appa jahaat.. huweeee.. T^T”

Yoogeun berteriak histeris. Aish jinjja, Key melempar pandangan sinisnya ke arah Onew. Hanya dibalas ”mwo?” dari mulutnya. Ia menepuk – nepuk punggung Yoogeun dan menenangkannya.

”Sshh.. appa hanya bercanda Yoogeun ah~ kita akan pergi sekarang…iya kan appa?” Entah mengapa kuping Onew memerah mendengar Key memanggilnya appa juga.

“Lihat sekarang.. siapa yang mengajakku bermalam ke Jeju?” Onew melemparkan tawa sinisnya. Key berdecak sebal, aish.. ternyata ini maksudnya. Pintar sekali dia menggunakan anak kecil.

Setelah mereka bermain – main dengan anak lainnya dan membagikan kue dan beberapa buku mereka akhirnya pulang dan ijin membawa Yoogeun bersama mereka selama dua hari. Lee Yoogeun, Onew ingin sekali mengangkat anak ini, ia bahkan sudah memberikan nama depannya. Namun ayahnya menentang Onew yang ingin membawa Yoogeun kerumah sebelum Onew menikah. Bagaimana mungkin Onew mau mengangkat Yoogeun dengan kesibukannya seperti itu ditambah tanpa sosok umma. Itu sama saja menyiksa anak kecil.

Yoogeun tertidur dipelukan Key, Onew menoleh dia mengusap lembut kepala Yoogeun yang tidur di dada Key.

Key Tersenyum, tanpa ia sadar pikirannya melayang, ia seperti keluarga bahagia yang akan berlibur, kapan ia akan benar – benar mengalami ini? Pasti akan sangat menyenangkan kan. Anak yang manis, suami yang tampan. Keluarga kecil yang sangat harmonis.

Mengeratkan pelukannya dan menepuk – nepuk  punggung Yoogeun. Onew konsentrasi dengan mobilnya sesekali melirik Key dan tersenyum tipis.

=======****=======

“Bangunlah.. Key.. kita sudah sampai…”

”eumh…”

Kini mereka sampai didepan villa yang cukup besar. Yang meski tidak tingkat, tetapi lokasinya sedikit diatas bukit dan menghadap langsung ke pantai. Pantai dengan pasir putih dan air yang sangat jernih hingga kau bisa melihat jauh kedalamnya. Sedikit lagi matahari terbenam, mereka buru – buru masuk sebelum benar – benar gelap.

Onew membawa beberapa tas sedangkan Key menggendong Yoogeun. Berjumpa dengan penjaga villa ini lalu mengantarkan mereka ke kamar masing – masing.

”Sini.. biar Yoogeun tidur bersamaku..” Potong onew sebelum Key memasuki kamarnya.

“Ani.. ia tidur bersamaku..”

“Aku ini appa nya! sudahlah..” Onew berdecak sebal dan hendak mengambil paksa Yoogeun yang tengah tertidur.

“Euuuh… appa.. umma..” Yoogeun terbangun lalu mengucek matanya imut.

”Yoogeun ah~ maaf kau terbangun ne? sini tidur dikamar appa ..”

”Aniyo…”

Key tersenyum penuh kemenangan dan berbisik “see?” .

“Aku ingin tidul belcama appa dan umma…” jawab Yoogeun dengan senyum lebarnya.

GASP

“Mwoooooo?”

Keduanya berkata bersamaan. Ini artinya mereka tidur bertiga? satu ranjang dengan namja sialan ini? ya Tuhan, apa salahku.. sudah cukup seminggu seruangan kerja dengannya ditambah sekamar, ruangan yang bersifat pribadi. Ini mengerikan… Key tidak tahu harus berekspresi seperti apa.

”Tidak bisa Yoogeun ah… kau tidur  bersama umma saja ne?”

Baru saja Key berkata seperti itu Yoogeun sudah mulai berkaca – kaca.

”Ah.. ne.. ne.. kau tidur bersama umma dan appa.. ayo kita masuk..” Key segera menenangkan Yoogeun yang ingin menangis dan membawanya masuk setelah sedikit melirik Onew menyuruhnya membawa masuk barang mereka.

 

BRUK

Onew menjatuhkan tubuhnya tengkurap diatas kasur big Size sedangkan Yoogeun dan Key di balkon menikmati pantai didepannya. Terang saja berjam – jam menyetir cukup membuatnya lelah.

”Ya! jangan tidur! Bajumu itu kotor.. bagaimana bisa kau tertidur dengan pakaian seperti itu!” Key berteriak histeris.

Yoogeun dan Onew bersamaan menutup telinga mereka, kaget dengan teriakan sang umma.

”Baiklah..umma cerewet…” Onew berdiri menghampiri Key yang menggendong Yoogeun, mengecup pipi Yoogeun lalu mengecup pipi Key. Sontak tubuh Key menegang.

Sialan, ia mencari kesempatan huh? karena ada Yoogeun ia tidak bisa meninju Onew.

Onew langsung berlari ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, ia tersenyum saat melirik ekspresi kaget Key saat itu. Ya ia pikir membuat Yoogeun bahagia di hari ulang tahunnya dengan berpura – pura seperti umma dan appa yang harmonis tidak ada salahnya.

Wajah Key memerah saat bibir Onew menyentuh pipinya, kejadian itu sangat cepat,yang ia pikirkan nanti ia kan meminta penjelasan dengan tindakannya itu. Ini tidak bisa dibiarkan. Jantung Key berdegup kencang, aneh…..

.

.

.

Key memasak sup ayam dan udang goreng tepung. Ia masih memotong beberapa bahan di dapur tapi pikirannya masih melayang karena tindakan Onew tadi. Yoogeuun duduk di meja makan memperhatikan Key memasak sesekali bertanya kapan ia selesai.

“Masak apa umma?” namja tampan ini berbisik lembut ditelinga Key.

Onew datang mengagetkan Key karena tubuh Onew sangat dekat dengan Key, ditambah memeluk pinggangnya dari belakang membuat Yoogeun bertepuk tangan heboh.

“Akh..”

Key yang terkejut membuat telunjuknya tergores pisau.Reflek Onew menarik telunjuknya, berkata “pabo” sebelum ia mengemut telunjuk itu, menghisap darahnya lalu meludahkannya ke wastafel.

“Umma gwenchana?” Tanya Yoogeun dari meja makan juga terkejut.

”Gwenchana sayang… sudah Yoogeun tunggu disana saja ne~” jawab Key lembut lalu menatap Onew yang masih mengemut jarinya.

DEG

 

DEG

 

DEG

 

Wajahnya memerah, ia menarik lagi telunjuknya namun ditahan oleh Onew dengan tatapan datar. Lalu menyiramnya dengan air dingin di wastafel.

”Umma mu memang ceroboh Yoogeun ah~” jawab Onew melirik Key, dan mata mereka bertemu beberapa detik.

”Su-sudahlah.. aku tidak apa – apa..” Key mendorong Onew.

”Berhati – hatilah.. kalau luka begini kan aku juga yang repot.. kenapa kau suka sekali melukai dirimu huh?”

Key mendengus kesal. Ia juga seperti ini kan tidak sengaja karena Onew yang seenaknya mencium pipinya tadi lalu memeluknya.. lalu apa lagi nanti? aargh..

Onew mendekati Key lagi lalu berbisik ditelinganya.

”Berpura – puralah baik padaku hari ini, demi Yoogeun.. jangan membuatnya sedih..”

Berpura – pura? Oke baiklah.. tapi apa harus pakai peluk cium dan sebagainya? dia pikir aku ini apa hah? sial… Key menggerutu, ia akan membicarakan ini nanti.

Lalu masakan siap, dan mereka makan bertiga. Yoogeun yang susah payah dibujuk akhirnya mau memmakan sayurnya.

.

.

.

Terdiam dikamar mereka. Yoogeun sudah terlelap setelah tadi mereka menonton kartun bersama di ruang TV setelah merayakan kecil – kecilan ulang tahun Yoogeun dengan kue tart. Yoogeun tidur ditengah menjadi batas antara Key dan Onew. Key yang hanya menggunakan kaus putih longgar dan celana pendek membuat Onew sedikit gugup. Sialnya bagi key, ia tidak tahu jika ia akan sekamar dengan Onew, ia hanya asal mengambil baju tadi. Onew memilih keluar kamar, ia tidak bisa tidur. Key mengintip dan melihat Onew keluar, menghela nafasnya lega.  Namun sekarang masalahnya ia juga ingin keluar, ia tidak bisa tidur dan haus. Ya ia haus.. ia memutuskan untuk ke dapur untuk meneguk segelas air putih.

Saat ke dapur, ia membuka kulkas, lalu melihat Onew sedang di ruang TV sedang mengetik. Lagi – lagi? Apa hidupnya hanya untuk bekerja hah? Key berinisiatif membawa segelas air putih dan beberapa kue kecil yang ada di kulkas.

“Kau tidak tidur?” Tanya Key tiba – tiba,membungkuk meletakkan gelas dan kue di meja. Sepertinya Key lupa kaus nya sangat longgar dan saat ia membungkuk….. Onew melihatnya.

DEG

Onew tiba –tiba merasa tegang. Melihat Key dengan pundak putihnya dan lehernya. Membuatnya ingin menyentuhnya, Andweeeeeeee… Onew apa yang kau pikirkan eumh? fokuslah.. fokus.

“Ya.. beberapa laporan masih belum selesai..”

”Ada yang bisa kubantu?” Key duduk disamping Onew mendekat dan melihat layar laptopnya.

“Ti-tidak usah.. sudah sana kau tidur.. nanti Yoogeun terbangun dan mendapati dirinya tidur sendiri ia bisa menangis..” mati – matian Onew menahan suara nya yang bergetar menahan gugup. Bahkan sekarang hidungnya terlalu tajam, merasakan aroma tubuh Key yang berada persis disampingnya.

”Aku tidak mengantuk.. aku juga lapar.. ini makanlah, aku menemukan cake strawberry di kulkas sepertinya enak..hmm” Key mulai menyendokkan kue itu kemulutnya.

”Yasudah terserah.. jangan berisik, aku mau melanjutkan pekerjaanku..” jawab Onew. malas

Hanya dibalas anggukan oleh Key. Ia makan sambil memperhatikan betapa seriusnya Onew jika sedang bekerja, terkadang ia merasa lebih baik Onew terus bekerja seperti itu, tidak terlihat begitu meyebalkan.

Onew yang merasa diperhatikan Key mulai tidak nyaman, ditambah degup jantungnya semakin kencang saat melirik kaki putih Key. Tidak bisa dibiarkan..

”Hey.. kau..”

”Mwo?”

Belum selesai Onew berkata sudah dipotong Key, dan tatapan mereka bertemu lagi. Onew melihat di sudut bibir Key ada krim.

”I-itu..” Onew menunjuk krim di bibir Key.

Key yang memang bodoh atau bagaimana, ia tidak menangkap maksud Onew, mungkin keadaan ruangan yang juga tidak begitu terang hanya lampu meja dan cahaya laptop.

SRET

Onew mengusap krim di sudut bibir Key dengan ibu jarinya. Jarak mereka sangat dekat, suasana sekejap menjadi hening. Tidak tahu darimana Onew mendapat keberanian ini, namun kali ini ia mencium bibir Key dengan sangat lembut. Sejenak mendiamkan bibirnya bersentuhan dengan bibir Key yang sangat lembut. Key menutup matanya, diam dan tidak melawan, tidak ada dorongan pada tubuhnya, ia anggap Key tidak menolaknya.

Perlahan bergerak menyapu lembut bibir Key, bergerak dan mengecupnya. Key masih terdiam. Sejujurnya kakinya sangat lemas, ia juga tidak tahu.. ia tidak mengerti apa yang terjadi dengan tubuhnya. Setiap Onew menciumnya, ia tidak bisa menolaknya, sekejap kekuatannya bagai tersedot. Tubuhnya lemas, otaknya memerintahkannya untuk menghentikan ini, tetapi tidak dengan tubuhnya.

Onew menarik tengkuk Key, memperdalam ciumannya. Mengusap pipi Key yang merona saat ini meski tidak terlihat jelas. Menarik tangan Key melingkar di lehernya. Key menurut dan melayang dalam sentuhan Onew.

Sangat lembut tanpa paksaan. Ia mengusap punggung ramping key yang hanya terbalut kaus tipis. Membuka mulutnya menuntut lidahnya yang ingin menemui pasangannya.

”hmmmmm…”

Kini lidah itu bertautan, saliva merembes di sudut bibir mereka. Entah sejak kapan kini posisi mereka sudah tertidur di sofa, dengan Onew diatasnya, menahan berat tubuhnya dengan siku dan lututnya. Menuruni dagu Key, lalu mengecup Adam apple Key, menyusup lagi ke leher jenjangnya, menghirupnya lalu menggigit kecil.

”Ahhh…”

Key mendesah menahan gejolak di dadanya. Baru kali ini ia tidak berdaya dengan sentuhan lembut. Terlalu lembut, Onew menciumnya dengan sangat gentle dan ia akui ia menyukainya. Ani.. tubuhnya yang sangat menyukainya. Meremas rambut Onew saat ia merasa tangan Onew menelusup kebalik kausnya dan menekan nipple nya.

”Ahhh…”

Onew turun mencium collarbone Key, ia masih belum menerima perlawanan Key. Berarti Key juga menikmatinya kan? Ya.. dan ia tidak bisa menghentikannya, ia semakin ingin menyentuh Key.. sangat ingin memilikinya saat ini juga.

”Umma!! appaaaaaa…huwaaaa…”

BRUK

Onew terjatuh kebawah sofa, keduanya terkejut dan seperti terkena petir di siang bolong. Onew memegang kepalnya yang terbentur sisi meja. Key membuka matanya dan tersadar dengan apa yang barusan ia lakukan. Ia menuruni sofa lalu berlari menghampiri Yoogeun yang menangis kencang. Menekan dadanya, jantungnya juga berdetak sangat cepat, menyentuh lagi bibirnya. Masih terasa… dan ia tidak tahu mengapa ia membiarkan ini terjadi lagi.

Onew terduduk di sofa meremas rambut brunette nya. Berkali – kali menghembuskan nafasnya berat. Sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Kenapa ia selalu ingin menyentuh Key, sadarlah Onew! Key itu milik Minho… Onew mengacak rambutnya frustasi. Ia mematikan laptopnya lalu memutuskan tidur di sofa.

Besok ia akan menjelaskannya pada Key.. ya.. ia akan bilang supaya melupakan hal ini. Ini kan juga bukan sepenuhnya salahnya kan? Mengapa ia tidak melawan? ia juga terlihat menikmatinya tadi… Onew tahu persis karena reaksinya.. reaksi Key berbeda dari biasanya. Mungkin saja jika Yoogeun tidak terbangun dan menangis ia dan Key… Ah sudahlah!

Onew menutup matanya dengan lengan kanannya berusaha tidur dan melupakan semuanya. Ia tidak boleh sampai memiliki perasaan berlebih pada Key, karena ia hanya ingin menjauhi Key dengan adiknya.

Dikamar, Key menepuk – nepuk punggung Yoogeun, dan berhasil menenangkan anak itu tapi tidak dengan hatinya. Ia tidak bisa tidur mengingat kejadian tadi. Namun ia memaksanya.Akhirnya ia tertidur.

=======***=======

Keesokan paginya.. seperti tidak ada yang terjadi, Onew bertingkah biasa saja. Tertawa dan tidak menjelaskan apa – apa, seolah tidak ada yang terjadi. Dalam sudut hatinya Key merasa dirinya menjijikkan, bagaimanapun juga dia disini sebagai kekasih palsu Minho yang ingin memberikan pelajaran pada Onew tentang arti cinta. Tetapi kenapa sekarang seolah dia yang terjebak dalam lubang yang ia buat?

Tapi siapa yang tahu, jika Onew juga terjatuh kedalam lubang yang ia buat sendiri? Kini keduanya berusaha menata hatinya, mengusir perasaan aneh yang menyerang. Menolak untuk mengakui ada perasaan yang lebih…… That’s is Love…

Sekuat apapun kau memaksa otak maupun hatimu menolaknya itu akan sia – sia..

Sekuat apapun kau berkata itu hanyalah sugesti bodoh….

Sekuat apapun kau menghindari tatapan mata itu…

Sekuat apapun………..

Manusia tidak akan pernah bisa menolaknya….

Cinta…

Satu kata sederhana yang tidak pernah cukup dijelaskan dengan sebuah kalimat…

 

=======***=======

BRAK

Membanting buku ke sembilan yang sudah habis ia baca hari ini, mendengus kesal karena ia belum juga menemukan apa yang ia ingin tahu.

“Hyung.. gwenchana?”

Minho pulang dan mendapati Onew yang sedang duduk di sofa ruang keluarga dengan bertumpuk buku. Tidak biasanya sudah selarut ini ia masih saja membaca buku. Lalu ia lihat buku itu, ada yang berjudul “What the meaning of love?”. Minho mengerutkan keningnya tidak mengerti sejak kapan selera buku hyungnya menjadi seperti ini. Buku tentang cinta? Demi Tuhan hyung..kau sudah dewasa dan masih mencari arti dari sebuah cinta.

Minho mendudukkan dirinya disamping Onew lalu menyenggol pundak Onew pelan. “Sebenarnya ada apa eumh? ceritakan padaku.. maybe..i can help you?” goda Minho.

Onew berpikir sejenak, ya ada benarnya juga. Apalagi ini tentang seseorang yang sama, mungkin terdengar gila, tapi Onew akui ia mulai tertarik dengan Key. Calon adik iparnya sendiri. Onew melepas kacamata bacanya, lau duduk menghadap Minho.

“Minho.. cinta itu apa?”

“Mwo?”

Minho menatap Onew tidak percaya, pertanyaan macam apa itu hah? Lalu Minho tertawa dan mendapat jitakan dari Onew.

”Baik.baik..hmmft.. ini sangat langka hyung.. apa kau sedang jatuh cinta? memang apa yang kau rasakan sekarang?” Minho mencoba untuk serius.

”Molla.. aku.. aku tidak bisa menahan diriku jika melihatnya, aku ingin memeluknya jika ia menangis, aku ingin memarahinya jika ia terluka karena kecerobohannya..aku juga tidak suka jika ada yang menyentuhnya…”

”Itu sudah cukup hyung.. kau jatuh cinta..” Jawab Minho mantap menepuk bahu Onew.

”Tidak mungkin… dan dia sudah memiliki kekasih …”

”Mwo?jinjja? tell me hyung.. who is it?” Kini Minho semakin penasaran meninju lengan Onew.

Bagaimana jika kukatakan itu adalah Kim Key, kekasihmu? apa reaksimu Minho?Aku ini sangat menyedihkan bukan? batin Onew.

Onew menggeleng pelan, lalu beranjak pergi namun ditahan oleh Minho.

”Hyung.. aku tahu ini terdengar konyol.. tetapi yang aku rasakan juga sama sepertimu.. yang aku tahu aku akan sangat merindukannya jika sehari saja tidak bertemu dengannya, aku akan sangat bahagia jika melihat senyumnya dan aku akan sangat terluka jika melihat ia menangis,itulah cinta hyung.. tapi Love can’t be force right? Cinta harus dari kedua belah pihak.. jadi saranku meski mungkin ini berat..lupakan dia hyung..”

Onew terdiam, tangannya terkepal. Haruskah? Sensasi ini baru pertama ia rasakan, rasa ingin memiliki yang sangat besar.

”Minho.. aku rasa cintaku ini memang berat.. tapi aku akan memperjuangkannya..”

Minho mengangguk, menepuk lagi bahu Onew.

”If that so.. perjuangkanlah cintamu hyung.. aku selalu mendukungmu..”

Onew tersenyum tipis lalu pergi ke kamarnya. Sedangkan Minho masih di sofa dan berfikir.. siapakah seseorang yang bisa membuat hyungnya seperti itu? Ia akan segera mencari tahunya.

.

.

.

“Mwooooooooooooooo?”

Taemin berteriak tidak percaya dengan yang diceritakan Minho. Orang sekeliling langsung melihatnya, terang saja ini di koridor kampus. Ia menutup mulutnya lalu berbisik lagi..”bagaimana bisa hyung? Onew hyung jatuh cinta? jangan-jangan…..”

“Kenapa?”

“Ah..aniyo.. aku juga merasa ada yang aneh dengan Key hyung.. dan aku dengar kemarin ia pergi dengan Onew hyung ke pulau jeju. Lalu sepulang dari sana Key hyung tidak banyak bicara bahkan ia sering melamun”

“Taemin.. mungkin saja mereka…..”

“Yang benar hyung? tapi mereka kan sama – sama keras kepala?”

”Molla yo… terkadang cinta itu memang aneh, seperti kita….betapa sulitnya aku mendapatkanmu akhirnya kau luluh juga kan..” Minho mencubit pipi Taemin gemas.

”YA! kau  mengejarku seperti orang gila tuan Choi!”

”Tapi kau cinta dengan orang gila ini.. berarti Taeminku lebih gila eumh…” Minho tertawa dan menarik Taemin kedalam pelukannya.

Taemin terkekeh pelan lalu memukul pelan punggung Minho. Minho semakin mengeratkan pelukannya tidak peduli dengan puluhan pasang mata yang menatap mereka.

”Taemin ah… saranghae…” bisik Minho lembut.

Taemin hanya mengangguk dan tersenyum bahagia. Ya ia bahagia… ia mendapatkan seseorang yang sangat mencintainya.

======***======

Hari pertama setelah kejadian itu, hari ini. Onew dan Key masih saling diam belum ada yang berani memulai membuka mulut. Lalu sampai kapan mereka berpura – pura tidak terjadi apa – apa?

”Key….”

”Hyung..”

Bersamaan mereka berkata.

”Kau duluan…”

Lagi..bersamaan. Tersenyum hambar. Key meremas jari nya dipangkuannya, jujur saja lebih baik jika mereka bertengkar daripada seperti ini.

”Key.. yang kemarin…..

”Lupakan itu hyung…”

”a-apa maksudmu?”

”Mungkin aku terbawa suasana dan mengingat Minho saat itu..jadi.. yasudahlah.. aku mohon kita anggap itu semua tidak pernah terjadi…”

Apa katanya? Lupakan? Mengingat Minho? Jadi ia juga seperti itu dengan Minho? Oh pabo Onew! Tentu saja karena mereka sepasang kekasih. Tapi mendengar itu hatinya seperti ada duri yang menusuk perlahan, semakin dalam dan semakin sakit. Baru saja ia ingin memberanikan diri menyatakan perasannya, menyuruhnya meninggalkan Minho. Lalu kenapa ia tidak melawan saat aku menciumnya? kenapa ia terlihat….. menyukainya?

”Tinggalkan Minho..”

DEG

 

Sebesar itukah perasaan Onew? Minho.. Minho adalah adiknya. Bolehkah ia egois demi perasaan ini? perasaan yang mereka sebut cinta? Bisakah satu kali ini saja ia egois..?

Key menggigit bibir bawahnya kencang, kepalanya tertunduk. Jujur saja ia ingin sekali menerima Onew, namun apa iya Onew mencintainya? bukan mempermainkannya? Ia tidak siap, lalu apa ia juga harus mengakuinya jika bukan kekasih Minho?

”Aku akan memberikan segalanya untukmu… apa yang kau inginkan? rumah ? mobil? sebutkan saja.. asal kau mau meninggalkan Minho dan menjadi milikku…”

Onew mendudukkan dirinya disamping Key yang masih terdiam,menundukkan kepalanya. Mengepalkan tangannya kesal, ia menyesal! Ia tarik kata – katanya tadi! Ternyata Onew memang namja paling brengsek yang menilai segalanya dari materi. Ia pikir aku apa hah? Kau ingin bermain denganku tuan Onew yang terhormat? Baiklah.. aku ikuti permainanmu.

“Benarkah?” Key mulai membuka suara meski suaranya bergetar, menahan sakit dihatinya.

“Ya…”

“Berikan apa saja yang kumau? benarkah?kau bisa?”

”Tentu saja… Key apapun..” Onew tersenyum hambar. Ia melakukan ini semua hanya demi mendapatkan Key. Ia tidak sadar itu melukai harga diri Key. Yang ia pikirkan adalah memiliki Key, hanya itu.

 

Sometimes Love make you did everything..

”Baiklah.. tapi kita percobaan saja dulu.. lihat sampai mana kau tahan padaku Tuan Lee”

”Maksudmu..?” Tanya Onew bingung.

”Seperti yang aku katakan tadi, aku juga harus menimbang siapa yang lebih baik  antara kau atau Minho kan? Meski aku ini suka barang mahal tetapi Minho juga sudah sangat baik padaku.. tidak mungkin aku melepaskannya..”

Key menghancurkan segalanya, harga dirinya juga hatinya..Bersikap seolah seseorang yang maniak harta. Ia merubah dirinya, ya ia ingin membuat Onew benar – benar gila dan jatuh cinta padanya, menghabiskan hartanya..lalu meninggalkannya. Itu tragis kan? Saat itu ia akan tahu jika aku tidak pernah menjadi kekasih Minho. Aku akan menghancurkan hatinya dan menghancurkan segala penilaiannya. Key mengambil keputusan seperti ini. Ya.. baiklah..meski hati dan harga dirinya sudah hancur terlebih dahulu.

Onew menarik dagu key menatapanya lalu mendekatkan bibirnya. Menciumnya dengan lembut, Key memejamkan matanya, menahan air matanya. Ia tersenyum, senyum palsu dan membiarkan Onew menciumnya lalu memeluknya. Meski yang Onew rasakan hanyalah raga tanpa jiwa, karena Key tidak membalas ciuman maupun pelukannya. Terasa berbeda…… Onew kau telah menghancurkan hatinya.

Terkadang manusia terlalu angkuh untuk mengakuinya..

Mengakui perasaan itu….

Cinta..

Karena saat kau jatuh cinta yang kau harus lakukan adalah satu..

Menyiapkan hatimu untuk…… Terluka…..

 

.

.

.

“Hyung…”

“Hmmm…”

“Appa besok pulang, ia membawa istrinya dan calon istrimu..”

“Mwo..?

There is always will be many obstacle in truly love..

.

.

.

.

.

TBC

nyehehehehe *nyengir kuda* panjang kan? saya panjangin nih karena update 2 minggu, baik banget kan?*plak

aduuh saya ga tau nih dikasih NC apa ga.. tergantung komen ntar deh *plak* lagian kan yang penting ceritanya kan? u__u

mian nge bosenin ceritanya, tapi makasih banyak lagi – lagi saya ucapkan bagi readers yang meninggalkan jejaknya, terutama yang komennya ga kaya gini ===> “Lanjuut”

Ayo dkritik lah silahkan.. saya butuh komentar yang pedas tapi membangun😄

Ini FF kayanya masih jauh, ya ga jauh2 amat sih, maksimal 6 part deh

. Oke Like and Comments is Love  <333

anyyeong~ ^^

 

 

 

224 thoughts on “[OnKey] Love’s Way Part 3

  1. onyu mah sukanya ngemodus……
    tapi badai mulai menerjang*bahasanya*
    bagaimana ini…apa onyu bakalan dijodohkan ?
    mari lanjut ke next chapter

  2. Nah… Ya. Ampun jinki midus mulu…
    Jinki kenapa ksmu salah bicara mulu sih? Kau menyakiti hati key…
    Apa ? Appa nya onew mmbwakan calon istri? Yang benar aja?

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s