[OnKey] Severely


Foreword :aku kembali bawa epep yang ke inspirasi dari mv ft island yang berjudul sama. Beneran nyentuh banget tuh mv. Ok lah, kalau gak suka ya gak usah baca tidak apa-apa kok.mian juga kalau ada wrong typonya karena ini belum aku edit, Lets chek it out

By : Riataemints

NO SILENT RIDER

NO PLAGIAT

LETS CHEK IT OUT

**

Seorang namja tampan tengah menangis tersedu-sedu sambil memandangi sebuah foto seorang namja cantik yang amat dicintainya. Bagaimana tidak sedih kalau orang yang sayangi telah tiada. Dia pergi untuk selamanya. Tanpa namja tampan itu sadari jam yang awalnya berputar sesuai dengan jarumnya, kini tengah berhenti seperti mengisyaratkan bahwa waktu untuk namja cantik yang ada difoto tersebut telah habis.

Entah karena apa, tiba-tiba jam yang tadi sempat terhenti kini, telah kembali ke tempat dimana namja tampan itu tidak mengenal namja cantik yang kini tengah pergi meninggalkannya untuk selamanya. Setelah puas menangis, namja tampan itu hendak keluar dari gereja itu. Saat keluar, ia menabrak seseorang dan dia jatuh terjungkal.

Sejenak ia melihat orang yang ia tabrak, betapa terkejutnya ia mendapati kalau orang yang ia tabrak adalah seorang namja cantik bermata kucing yang tadi ia tangisi beberapa menit lalu. Sontak, ia langsung memeluk namja cantik itu erat. Sedangkan yang dipeluk menatap bingung lalu mendorongnya hingga jatuh. Lalu ia melangkah pergi meninggalkan namja tampan bermata sabit yang menatapnya bingung.

Entah firasat dari mana, ia mengikuti namja cantik itu sampai malam, kini ia berada di pinggir jalan untuk menyeberang jalan karena tidak melihat kanan-kiri sebuah mobil melintas di depannya. Untung ada namja tampan yang sejak tadi mengikutinya menariknya ke pinggir jalan untuk menyelamatkannya.

“Gwenchana?” tanya namja tampan itu yang hanya di jawab anggukan oleh sang namja cantik. Sepertinya ia agak sedikit syok. “Gwenchana, kalau begitu ayo, kita minum teh untuk menenangkan pikiran sejenak,” ajaknya.

Kini mereka berdua jalan beriringan menuju kedai teh terdekat. Sang namja cantik menatapnya bingung. Kenapa orang ini dari tadi telah mengikutinya? Apakah ia stalker? Merasa sedang dipehatikan, namja tampan itu mentapnya kembali dan bertanya.

“Waeyo? Ada yang salah dengan wajahkku?” tanyanya.

“Aniya, hanya heran saja, kenapa tadi kau bisa menyelamatkanku?” akhirnya namja cantik itu mengeluarkan unek-uneknya.

“Memang harus ada alasan untuk menyelamatkan seseorang?” jawab namja tampan itu.

“Aniya, hanya saja aku penasaran denganmu saja,” tanya namja cantik itu lagi.

Si namja tampan bermata bulan sabit itu tertawa membuat matanya yang tadi sipit kini terlihat seperti menghilang begitu saja, “jelas saja kau berkata seperti itu, karena kita belum kenalan, perkenalkan nama Lee Jinki atau biasa di panggil Onew,” ujarnya sambil mengulurkan tangan.

“Namaku Kim Keybum, biasa dipanggil Key,” sahutnya membalas uluran tangan Onew untuk menjabatnya. Tiba-tiba pikiran Onew melayang tentang apa yang akan terjadi pada Key berikutnya.

Sekarang mereka berdua berada di kedai minum teh. Untuk membeli teh dan hanya sekedar mengobrol tentang pengalaman mereka. Kebanyakan yang bercerita adalah Key, karena Onew merasa sedikit memikirkan tentang bagaimana Key berikutnya. Dalam hati ia bertekad untuk selalu menjaga namja cantik itu agar apa yang telah terjadi berikutnya tidak terulang kembali.

***

Sejak itulah mereka berdua jadi dekat. Onew selalu menemani Key menari di tempat latihannya. Tak jarang juga Onew diajak oleh teman-teman Key untuk masuk ke club menari itu, walau  setelah itu Onew akhirnya masuk, tapi hanya sementara saja. Banyak juga teman-teman dari club menarinya itu telah menjadikan Onew sebagai idola mereka, tapi tetap saja Onew hanya melihat ke arah Key yang tengah berlatih untuk sebuah kompetisi.

Di tengah-tengah latihan, Onew memandang poster yang tertempel di kaca jendela itu dengan pandangan nanar. Mengingat pada hari itulah ia menangis tersedu-sedu karena kepergian Key. Akhirnya ia mengalihkan pandangannya menuju ke arah koran-koran yang ada di rak. Tiba-tiba matanya menatap tentang berita lalu lintas yang mengingatkannya pada insiden yang amat sangat menyakitkan baginya. Dengan tergesa-gesa ia merobek koran itu untuk mengambil berita itu lalu menyimpannya.

“Onew-yaa, kajja kita latihan!” teriak Key dari jauh untuk mengajaknya belatih bersama.

“Sama persis dengan yang terjadi sebelumnya, apakah ini yang namanya deja vu?” tanya Onew pada dirinya sendiri sebelum berlari menyusul namja cantik itu ke tempat latihan.

***

Kini Onew dan Key tengah berdoa bersama di gereja. Ya, gereja dimana ia tengah menangis atas kepergian Key beberapa hari yang lalu sebelum kejadian ini terjadi. Onew berdoa agar Key tidak mengalami kecelakaan tersebut.

Selesai berdoa mereka bermaksud untuk pergi berbelanja untuk membeli beberapa keperluan makan malam bersama. Namun, ada yang aneh dengan Onew, dia membawa sebuah payung, padahal jelas-jelas cuaca hari ini sangat cerah, tidak menampakkan tanda-tanda akan turun hujan.

“Kenapa kau membawa payung? Padahalkan, cuaca cerah,” tanya Key sambil memandang langit yang cerah.

Onew hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Key. Sejenak ia berhenti untuk melihat ke arah jam tangan swiss warna putihnya. “Chakkaman, yup sekarang waktunya,” katanya lalu membuka payung warna biru laut yang ia bawa sedari tadi dan menari Key ke dalam dekapannya. Lalu

Wuush!

Hujan tengah mengguyur mereka berdua. Key manatap Onew kagum. Kenapa ia tahu kalau cuaca hari ini adalah hujan? Padahal tadi cuaca jelas-jelas cerah? Seolah tahu apa yang sedang Key pikirkan, Onew menjawab.

“Karena aku sempat melihat ramalan cuaca sebelum berpergian, Key, dan ingat, aku bukan para normal sepeti yang kau pikirkan,” kata Onew.

“Bagaimana kau tahu apa yang aku pikirkan?” tanya Key bingung.

“Hmm, mungkin itu karena tertulis jelas di wajahmu,” jawab Onew lalu menyentil kening Key pelan.

“Apakah ekspresiku mudah terbaca?” tanya Key lagi.

“Benar sekali,” sahut Onew merangkul pundak Key untuk ikut dengannya.

“Kita mau kemana?”

“Ikuti saja aku, kajja,,,” kata Onew menyeret Key untuk mengikutinya.

***

Kini mereka berada di dalam apartemen Onew yang hangat. Onew menyerahkan sebuah handuk dan selimut agar Key tidak kedinginan dan bisa mengeringkan tubuhnya. Sementara dirinya membuat coklat panas untuk menghangatkan tubuh mereka.

“Kajja, diminum tehnya Dozou,,,” silahkan Onew sambil menyuguhkan secangkir coklat panas pada Key.

“Gomawo,,,” kata Key meminum coklat panasnya dengan hati-hati. “Kau tinggal sendiri?” tanyanya.

“Aniya, aku tinggal bersama adik laki-lakiku yang kini tengah kencan dengan seorang namja cantik di taman atau mungkin mereka pergi ke hotel? Molla, pokoknya ia terlalu mencintai namjachingunya itu,” jelas Onew tentang keluarganya. “Bagaimana denganmu? Apa kau tinggal sendiri?”

“Aniya, aku tinggal bersama hyung-ku, yah walau sedikit menyebalkan tapi aku nyaman tinggal dengannya, daripada tinggal sendirian yang hanya membuatku takut. Kau tahu, aku itu seorang penakut,” jelas Key sedikit berbisik ketika ia memberitahu kalau ia seorang yang penakut.

Onew terkekeh mendengar pengakuan dari Key. Sebenarnya ia sudah tahu apa saja sifat namja cantik yang ada di depannya ini dengan sangat baik.

“Key, bagaimana kalau besok kita jalan-jalan? Sekalian refreshing setelah berlatih keras selama ini,” ajak Onew pada Key.

“Boleh juga, tapi kita mau kemana?” tanya Key.

“Bagaimana kalau kita mengelilingi kota Seoul ini?” Onew meminta pendapat Key.

“Ide yang bagus, daripada harus pergi jauh-jauh mending mengenal kota kita dulu,” pendapatnya.

“Ok, deal kalau begitu?” tanya Onew mengulurkan tangan.

“Deal,” sahut Key menjabat tangan Onew.

***

Esoknya, Onew memandang kalender yang ada ditangannya. Dia mencoret hari kemarin dan mulai menghitung hari dimana ada lingkaran mereah yang melingkari sebuah angkan yang ada di kalender tersebut.

“Tinggal 3 hari lagi ya?” tersenyum miris memandang angka itu.

Tes

Airmata kembali menetes dari mata indah bulan sabitnya. “Ayo Onew, jangan sia-siakan waktu yang telah diberikan oleh tuhan padamu,” gumamnya menyemangati diri sendiri. Menghapus airmatanya lalu beranjak pergi.

Kini ia tengah jalan bersma Key di sebuah pusat perbelanjaan dengan riangnya. Mereka memasuki setiap toko dan mencoba makanan yang ada dipinggir jalan. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang tengah berkencan dan membuat orang yang melihatnya merasa iri atas kedekatan mereka.

Tiba mereka berada di toko accesoris,Key membeli beberapa kalung yang sebelumnya ia meminta pendapat dari Onew. Namun, ketika Onew melihat deretan kalung yang ada dia melihat sebuah jam kuno dengan sebuah bandul dikitarnya, seperti sebuah kalung. Karena merasa tidak enak, ia meletakkan kembali jam itu ke tempat semula. Tanpa ia sadari, Key melihat apa yang telah Onew lakukan. Diam-diam ia membeli jam itu dan bermaksud untuk memberikannya pada Onew.

Mereka berdua berada di menara Seoul di tempat gembok-gembok yang katanya jika kita menulis permintaan disana dan menguncinya dan membuang kuncinya, seperti harapan atau cinta akan menyatu untuk selamanya seperti gembok yang tidak ditemukan kuncinya itu.

“Hyung, bagaimana kalau kita mencobanya?” ujar Key manja.

“Baiklah kalau itu maumu, tunggu sebentar Ne?” sahut Onew lalu pergi dan kembali membawa kertas dan dua gembok berikut kuncinya.

Key menulis : semoga Onew-hyung tahu akan perasaan yang sesungghuhnya dan kami bisa hidup untuk selamanya.

Onew menulis : Semoga insiden itu tidak teurlang lagi, dan kami bisa hidup untuk selamanya, aku harap Key tidak mengalami seperti yang ada dalam mimpi burukku itu.

Setelah menulis harapan mereka, mereka mengunci gembok itu lalu membuangnya ke sembarang tempat agar tidak dapat ditemukan.

“Kau menulis apa, hyung?” tanya Key.

“Rahasia, mau tahuuuuu aja,” goda Onew menarik hidung mancung Key yang membuat mereka saling kejar-kejaran.

***

Saat berlatih Onew hanya memerhatikan Key meliukkan badannya. Namja cantik itu tersenyum ke arah Onew seolah-olah tarian itu persembahan untuk dirinya. Melihat senyum Key, Onew kembali mengingat ia menangis tersedu-sedu di dalam gereja.

Tes

Airmata mengalir dari kedua mata sabitnya. Karena tidak ingin Key melihatnya, ia memutuskan untuk ke kamar mandi sebentar.

Melihat Onew pergi, Key segera mengambil jam yang ia beli dan memasukkannya ke dalam saku jaket Onew. Ketika meletakkan benda itu, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalamnya. Di ambilnya sesuatu itu lalu ia mendapat sobekan dari koran yang beberapa hari yang lalu Onew ambil.

Jadi ini, kenapa Onew ingin sekali berada di dekatku? Jahat sekali ia, apa karena aku mirip dengan orang yang ia cintai? Pikir Key. Tanpa ia sadari, Onew berada di belakangnya.

“Key…” panggil Onew pelan.

“Mwoya? Ini apa?” tanya Key menahan airmatanya.

“Mian aku,,,” jawaban Onew terputus.

“Pergi!!!!” bentak Key menyerahkan jaket Onew.

“Tapi Key…aku…” Onew berusaha menjelaskan.

“PERGI KATAKU!!!” usirnya walau dengan linangan airmata.

Akhirnya Onew pergi meninggalkan Key yang tengah menangis tanpa sebab itu. Karena masih memikirkan tentang insiden itu. Onew tetap mengikuti namja cantik itu dari belakang.

***

Sejak saat itu, Key tetap memikirkan Onew, ia merasa bersalah telah mengusir namja tampan itu tanpa adanya penjelasan sama sekali darinya. Dia bertekad untuk meminta maaf pada Onew setelah pulang latihan.

Sementara itu dari kejauhan, Onew tengah berlari sangat kencang karena hari ini adalah hari dimana inseiden mengerikan itu terjadi. Tidak ada pikiran lain, diotaknya hanya ada Key, Key, dan key.

Dari arah lain Key berjalan dengan santai sambil mendengarkan lagu dari aerphone yang dikenakannya itu. Tanpa ia sadari dari arah lain, ada seorang pengendara gila yang mengemudi dalam keadaan mabuk.

Tiiit

Lampu hijau untuk pejalan kaki tengah menyala, sontak Key langsung melangkah menyeberangi jalan. Tanpa ia sadari, mobil dengan pengendara yang mabuk itu telah melesat ke arahnya. Onew yang datang tepat waktu dan melihat mobil langsung berlari menghalangi mobil itu agar tidak menabrak tubuh Key, tapi naas. Malah tubuh Onew yang tertabrak mobil gila itu.

Key yang mendengar bunyi klakson mobil, menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya ia mendapati Onew telah tergeletak di aspal dengan darah yang menucur dari keningnya. Sedangkan jam kuno yang ia belikan itu, tergeletak begitu saja di samping namja tampan itu.

“Onew, ireona jebaal…” isak Key sambil memangku kepala Onew yang yang bersimbah darah.

“Jebal, Onew ireona,,,jangan tinggalkan aku, mianhe,,,” isak Key yang membuat siapapun yang melihatnya akan merasa miris.

“Mianhe, jeball, tolong kamiii,” teriak Key pada siapa saja yang mendengarnya. Dia masih mengguncang tubuh Onew yang sudah lemas.

***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 tahun Kemudian

Seorang namja cantik tengah berdoa disebuah gereja dengan khusyuknya. Dia menerawang jauh tentang kejadian yang sangat mengerikan itu dan memandang sepotong artikel yang memberitakan tentang sebuah tabrak lari.

Lalu ia menatap, artikel yang memberitakan tentang kompetisi dance yang berhasil ia menangkan tahun ini bersama seorang namja yang mengisi hatinya.

Sepasang tangan tengah melingkar di pinggangnya. Dia menoleh dan mendapati namja tampannya tengah tersenyum manis padanya. Namja tampan yang 2 tahun lalu hampir saha ia kehilangannya dan membuat dirinya menyesal setengah mati karena tidak bisa menyampaikan kata maaf dan cintanya pada namja itu.

“Kenapa calon umma ini menangis, eum?” tanyanya sambil menghapus airmata dari mata kucing namja cantik itu.

“Aniya, hanya mengingat insiden dimana kau mau meninggalkanku,” jawabnya.

“Yang berlalu biarlah berlalu yang penting, sekarang kita sudah tidak saling meninggalkan lagi dan hidup bahagia selamanya,” sahut sang namja tampan bermata bulan sabit yang kini memeluknya.

“Ne, kita berhasil mengubah masa lalu yang suram untuk kita dan hidup bahagia bersama calon aegya kita,” ujar namja cantik itu mengeratkan pelukan dari sang nampyeon yang tak lain adalah seorang Lee Onew.

Setelah kejadian yang hampir menghilangkan nyawa Onew, akhirnya ada seseorang yang menolong mereka dan membawa Onew ke rumah sakit. Segera saja para dokter menangani luka Onew yang sangat serius dengan cara operasi.

Key tidak berhenti untuk berdoa agar Onew selamat dan bisa hidup bersamanya untuk selamanya. Dan doa itu terkabulkan. Onew hidup dan mulai menceritakan apa yang akan ia jelaskan pada Key.

Tak lama kemudian Onew sembuh.tak beberapa lama kemudian mereka mengikuti kompetisi dance. Setelah menang, Onew melanjutkan studynya untuk menjadi seorang dokter yang hebat. Sedangkan Key mengambil sekolah design. Beberapa bulan setelah mereka lulus dan mendapat pekerjaan masing-masing. Mereka berdua menikah. Dan sekarang akan dikaruniai seorang anak.

END

Mian kalau hasilnya kurang memuaskan karena harus betah dengan omelan ortu dan oppa yang cerewet.gomaw udah baca dan comment.

23 thoughts on “[OnKey] Severely

  1. Daebak!!
    Aku kira sad ending, trnyata happy ending
    Yeeyy
    #lompat2#
    Ceritanya bagus bgt
    Ditunggu FF selanjutnya
    ^_^
    Hwaiting!

  2. Uwaah ini cool..

    Waktu yg kembali.berputar dan onyu yg berhasil nyelametin key..
    Kukira si onyu bakalan metong..
    Ternyata mereka hidup bahagia.

    Happy ending…
    Neoomu choaa..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s