[OnKey] Love’s Way Part 4


 

Main Cast          : Lee Onew – Kim Key

Support Cast   : Choi Minho – Kim Taemin – Kim Jonghyun – Amber (?)

Genre                   : romance, smutt , Life

Author                : Eternalonkey Yua

Rate                       : PG 17

 

 

 

Foreword

huahahaahhahaahaha😄

update ~(^^)~

Warning aja ini drama..lebay..gajelas..alur ancur blahblahblah..

mohon dimaklumi..

This is my story

No Plagiarism

No Bash

No Ketiduran =_=

 

Enjoy ^^9

 

Love always come with unexpected ways..

Love’s way…

Part 1

Part2

Part3

.

.

.

“Mwo??”

Namja tampan ini seketika menoleh ke sumber suara, Minho. Jika indera pendengarannya tidak salah bekerja, baru saja Minho berkata bahwa appa akan pulang bersama calon istrinya.. calon istri……calon istri… calon istri… Kata – kata itu seperti berputar – putar dikepalanya.

”Yes! That’s right… your future wife…” Minho menarik senyum diujung bibirnya. Ia ingin tertawa melihat ekspresi hyungnya, walaupun ia pernah berkata sudah menyukai orang lain.

“Minho! Ini gila! Bagaimana bisa appa berkata seperti itu, kapan dia pulang?”

Onew mengambil snack yang dipegang Minho, membuat Minho mendengus kesal dan mencibir. Ia mendudukkan dirinya disamping Minho dan menatap Minho tidak percaya. Apa dongsaengnya ini sedang bergurau? Menikah bukanlah hal yang mudah kan? Lagipula dia sudah memutuskan untuk mendapatkan Key apapun yang terjadi. Ini tidak bisa dibiarkan.

”Baru saja Appa menelpon.. dia akan tiba lusa.. yah dan seperti itulah.. appa hanya berkata akan pulang membawa calon pendampingmu hyung.. just it..”

Onew meremas snack itu, menghancurkan isinya. Minho berdecak sebal mendapati snacknya dihancurkan seperti itu.

“Kenapa aku? kenapa bukan kau saja?”gumam Onew geram.

”Hey.. hyung.. kau lupa aku sudah punya Kim Ta..Kim Key..” Minho tersenyum riang.

Yah Key sudah menelponnya dan berkata rencana ini harus terus dilanjutkan apapun yang terjadi. Jika ia menolak maka sampai matipun Key tidak akan merestui hubungan mereka. Minho juga masih tidak mengerti dengan jalan pikiran Key, ya karena ini juga demi hubungannya dengan Taemin ia terpaksa menyetujuinya.

Sedangkan Onew sekarang sedang berfikir keras, bagaimana bisa appa nya tiba – tiba datang, lalu lebih parahnya dengan seenaknya berkata membawa calon pendampingnya. Cih~! yang benar saja. Sebenarnya ia hidup dijaman apa huh? Arranged Married? Non sense..

Ia memijit pelipis kanannya dan melempar bantal sofa ke lantai.

“Min- YA!! Minho!! aku belum selesai bicara kemana kau?!! aisshh!”

Onew mengerang kesal mendapati Minho yang sudah tidak ada disampingnya. Shit kau Minho! Ia memutuskan kembali ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya. Setidaknya tidur lebih cepat mungkin bisa membuatnya lebih fresh memikirkan masalah perjodohan ini.

=====***=====

”Kau sudah datang…kajja kita pergi..”

Key menarik lengan Minho yang baru saja menghampiri Taemin dan memberikan morning kiss, meski Taemin sekarang masih mengenakan piyama dan rambut yang berantakan. Ia menuruni tangga dengan mata yang masih terbuka setengah, bahkan tersandung dan hampir jatuh.

Umma hanya menggeleng melihat kelakuan anaknya ini, Minho gemas sekali melihat Taeminnya.

”Yak! hyung pergilah.. Key hyung sudah menunggumu” Menaikkan dagunya menunjuk arah Key berdiri yang sudah melipat tangannya di dada dan berdecak.

Minho mengacak rambut Taemin dan menarik hidung bangir Taemin gemas.

“Ne.. my princess belum mandi.. uuh…” Mencium sekilas pipi Taemin membuatnya tersipu malu karena didepan umma dan Key yang melihat mereka.

“Hyung~!” Taemin meninju pelan dada Minho, namun Minho malah menarik kepalan tangan Taemin dan mengecupnya.

”Ahjumma.. aku permisi berangkat… maaf mengganggu” Minho membungkuk sopan dan hanya dibalas anggukan umma Taemin dan Key.

”Yah!! ppali.. aku terlambat Minho”

Minho mengangguk dan pergi meninggalkan rumah Taemin dan Key. Mulai hari ini ia memutuskan untuk mengambil bagian di perusahaan Lee Corp. Oke sebenarnya ini paksaan Key, ia memintanya untuk bekerja disana agar Onew bisa melihat kedekatan mereka. Tentu saja dengan pulang dan pergi kantor bersama setiap hari, Key tidak ingin mengambil resiko, bisa saja Onew yang gila itu melecehkannya lagi. Meski yah.. ia sudah membuang harga dirinya untuk itu. But..still… he will make him jealous all of the day.

Minho menancap gasnya, melewati jalanan Seoul yang cukup padat dipagi ini. Hari pertamanya bekerja dan entah apa yang akan terjadi kali ini. Benar kata orang.. Cinta itu butuh pengorbanan.

.

.

.

Onew duduk di sofa ruang kerjanya, membalik – balikkan Koran, menatap deretan huruf di koran itu mengenai berita bisnis terkini. Korea akan menghadapi krisis keuangan, beberapa perusahaan terancam bangkrut, harga saham merosot turun..blablabla… Deretan itu hanya ia baca namun tak satupun berita itu yang masuk kedalam otaknya. Tidak biasanya ia seperti ini, kemanakah Onew yang dulu?

Membuka laptop hitamnya dan mengecek beberapa email masuk. Kali ini mengumpulkan konsentrasinya menatap layar laptopnya. Mengecek beberapa laporan yang telah dibuat Key sebelum di print out dan di presentasikan dihadapan pemegang saham hari ini. Ia sangat serius menatap deretan angka random itu, susunan nya sangat rapi bahkan sangat detail hingga grafik keuntungan maupun kerugian perusahaan dibuat serinci mungkin. Menarik senyuman dibibirnya dan mengangguk puas atas kinerja Key. Ternyata benar Key adalah orang yang cerdas dan segalanya dilakukan dengan perfect.

Lamunannya terpecah saat mendengar ketokan pintu dari luar lalu masuklah sosok yang sempat ia pikirkan tadi, namun ada yang berbeda. Minho berada dibelakangnya dan mereka berpegangan tangan sangat erat. Membuat darahnya seketika naik, tangannya terkepal. Ia tidak suka ketika ada tangan lain yang menyentuh Key. Oke tahan dirimu Onew..seperti yang dikatakan Key tempo hari, memang inilah perjanjiannya. Onew tidak mengerti seperti apa Key sebenarnya. Apa benar dugaannya ternyata cinta bisa dibeli dengan materi? Cinta? Apa ia mencintai Key? Onew tidak tahu..yang ia tahu sekarang ia ingin memiliki Key dan hanya dia.

”Pagi hyung…” Minho duduk di sofa panjang sedangkan Key meletakkan tasnya di meja kerjanya lalu mulai menghidupkan laptopnya setelah sebelumnya membungkuk sopan didepan Onew dan tersenyum manis seolah tidak pernah terjadi apa – apa.

Onew melepas kacamata bacanya dan menghampiri Minho, duduk didepannya.

”Ada apa kau ke kantor? memamerkan kemesraan kalian?” tanya Onew dingin. Sudut matanya melirik sosok cantik yang menatap layar laptop. Tanpa Onew sadari Key tersenyum sinis mendengar perkataan Onew barusan.

“Ck.. Mulai sekarang aku bekerja disini hyung..mohon kerja samanya.. dan satu lagi bisakah Key bekerja di ruanganku?”

”Tidak..” jawab Onew tegas tanpa pikir panjang. Minho mengerutkan keningnya tidak percaya. Ada apa dengannya?

”Wae? Lagipula aku butuh asisten kan?”

”Asisten? ck.. jika kubiarkan nanti kalian bukannya bekerja justru berbuat tidak senonoh”

Key yang sedang minum air putih tersedak, ”Uhukk..”

“Key.. gwenchana?” Minho menghampiri Key dan menepuk – nepuk punggungnya.

Namja cantik ini mengangkat telapak tangannya dan dan tersenyum setelah melap sisa air yang ada di sudut bibirnya. Ia tak habis pikir apakah ia terlihat begitu murahan hingga harus melakukan hal yang disebut “tidak senonoh” di ruang kerja? Serendah itukah dirinya? Ck.. Lee Onew kau benar – benar cari mati.

“Hyung.. aish.. aku ini masih waras untuk tidak melakukan hal yang tidak pantas ditempat kerja..”

”Aku tidak peduli.. Key tetap diruanganku..lagipula ia disini menggantikan Jonghyun selama satu tahun..” Onew berdiri dan kembali ke meja kerjanya, memilih menyibukkan dirinya dan mengabaikan Minho yang masih mengusap punggung ramping Key.

Jauh dalam sudut hatinya detik itu juga ia ingin sekali menyingkirkan tangan Minho, namun ia menahannya. Akan ada saatnya.. Minho akan sadar seperti apa sifat Key yang sebenarnya, tidak ada bedanya dengan namja ataupun yeoja lainnya yang mengharapkan hartanya saja.

Minho menghela napas berat. Ia kini yakin yang dimaksud Onew adalah Key, seseorang yang ingin ia miliki namun memiliki kekasih. Tidak habis pikir bagaimana bisa Onew yang memiliki hati dingin dan sangat keras kepala bisa menyukai Key. Lalu apa yang harus ia lakukan? Disatu sisi ia tidak tega pada Onew jika terus menjalani drama ini, ia ingin menjalani hidupnya dengan normal dan dengan tenang juga berhubungan dengan Taemin. Namun di sisi lain, jika ia jujur dan tidak menuruti Key, hubungannya dengan Taemin akan semakin berat.

”Sudahlah baby~ kau keluarlah dan kembali ke ruanganmu…” Key mulai menjalani rencana awalnya lagi lalu ia berdiri dan mencium pipi Minho sekilas. Minho sempat terkejut dan kaget, lalu melihat ekspresi Key dan ia mengerti apa yang harus ia lakukan.

”Baiklah.. aku keluar.. selamat bekerja ne~” Minho hanya menepuk pundak Key lalu memutuskan keluar.

Kini tinggal mereka berdua diruangan ini. Keduanya masih terdiam sibuk dengan pekerjaan masing – masing. Onew belum juga menegur Key maupun sebaliknya. Key memilih diam hingga Onew menegurnya terlebih dahulu.

Hingga akhirnya Onew memecah keheningan, ia beranjak dari kursinya menuju pintu lalu..

 

CLICK~

Ia mengunci pintu ruangannya membuat Key menoleh heran. Buat apa ia mengunci ruangannya? Lalu sekarang ia melihat Onew berjalan mendekatinya dengan senyum di sudut bibirnya. Key menggigit bibir bawahnya pelan, apa yang akan ia lakukan? shit…

 

Kini Onew melepas jas nya, lalu mengendurkan dasinya. Terus mendekati Key hingga jaraknya hingga satu langkah dengan bangku tempat Key duduk.

”M-mwo?” kini Key mebuka mulutnya merespon dengan aktifitas dihadapannya.

Bodoh kau Kim Key… kau membangunkan macan tidur huh? Jelas sekali kan ia cemburu, ia tidak suka miliknya disentuh orang.

SRET

“Akhh…”

BRUK

 

Onew menarik Key lalu menidurkannya di sofa, kini posisi Key dibawahnya. Onew menatap mata kucing itu dengan tatapan sendu,marah, kesal.. entahlah.. semua perasaan campur aduk disana. Ia seperti harus menghapus segala jejak yang mungkin Minho tinggalkan ditubuh Key.

”Apa yang kau..hmfft-

Onew membungkam bibir chery itu dengan bibirnya, menahan kedua tangan Key dan menautkan jemari mereka. Mencium bibir itu dengan lembut. Memainkan bibir bawah Key, menghisapnya dengan kuat.

Untuk kesekian kalinya, mungkin ini terdengar sangat bodoh, tapi ya.. Key menyukainya.. ia menikmati sentuhan Onew pada tubuhnya. Ciumannya, pelukannya .. sangat hangat dan membuatnya melayang. Jantungnya berdegup kencang hingga ia khawatir akan terdengar. Ia memejamkan matanya kuat belum membalas ciuman Onew. Hingga saat Onew menelusupkan tangannya ke perut rata Key, karena saat ini ia memakai kaus kasual dipadu semi jas, membuat Onew mudah saja memasukkan tangannya.

”Hmmm..Key…”

Onew terus mencium Key, mengecupnya berkali – kali, ia gigit bibir bawahnya sontak Key membuka mulutnya. Lidah Onew masuk menelusuri rongga mulut Key, sedangkan tangan satunya mulai mengelus pinggang dan perut rata Key. Seperti tersengat listrik dan jutaan kupu- kupu berterbangan di perutnya. Sensasi ini seperti.. belum pernah ia rasakan. Apakah ada yang salah dengan tubuhnya?

”ahh…”

Lenguhan lolos dari mulut Key ketika jemari Onew menemukan nipplenya dan menjepitnya dengan jemarinya. Wajahnya sekarang sudah sangat merah mungkin, darah seperti mengalir keatas wajahnya. Akhirnya ia membalas ciuman itu, menjambak rambut coklat namja sipit ini. Perasaan aneh yang menjalar keseluruh tubuhnya…

Onew melepaskan tautan bibirnya, berpindah ke leher jenjang Key, menghisapnya, meninggalakan bercak kemerahan. Key membuka kedua matanya dan tersentak, seperti ada bisikan yang menyadarkannya, ia mendorong tubuh Onew sekuat tenaganya.

Onew yang merasa ada tekanan dari tangan Key, ia mendongak dan menatap wajah Key yang dipenuhi peluh di pelipis dan keningnya. Rambutnya yang berantakan semakin membuatnya terlihat cantik dimata namja tampan ini. Sorot matanya yang tajam namun lembut, sorot mata yang disukainya.

Onew mencium kening Key lama lalu pindah ke hidung dan bibir. Menarik tubuh Key untuk duduk dan menstabilkan nafas mereka yang masih sedikit memburu.

“Jangan lakukan itu lagi…” bisik Onew lirih dan menggenggam tangan Key. Mata sabitnya menatap kedalam mata Key.

Key merasa tersedot kedalam tatapan itu, tatapan yang tulus? Ani.. sejak kapan kau terlena Key! Bangunlah! Lee Onew hanyalah namja paling tak berperasaan bukan? Kau harus ingat itu baik – baik Key.

”Apa maksudmu? Kau tahu kan perjanjian kita.. dan tolong jangan menyentuhku seenaknya” jawab Key dengan suara yang agak bergetar, melepaskan genggaman tangannya namun onew tetap menahannya dan masih menatapnya. Key memalingkan wajahnya.

Onew tidak mengerti, kenapa setiap ia menyentuh Key, menciumnya.. Key terasa berbeda.. ia tidak memberontak, seperti terbawa oleh ciumannya. Dan ia ingat betul bagaimana tadi Key merespon ciumannya. Ia ingat betul bagaimana Key melenguh pasrah dengan setiap sentuhannya. Dan ia tidak sebodoh itu untuk mengatakan bahwa respon itu adalah keterpaksaan.

“Tapi.. kau tidak menolaknya..”

Hening….

Key tidak tahu harus menjawab apa, ya benar sekali! telak! Ia bahkan tak mampu menggerakkan jemarinya saat pertama kali Onew menciummnya, lalu saat di pulau jeju ia benar – benar terbawa hingga yang barusan ia juga terlena. Apa ada yang salah dengan tubuhnya? Karena saat itu tidak ada energi tersimpan ditubuhnya.

”Kau hanya milikku.. bisakah kau segera meninggalkan Minho.. ”

Key menoleh tidak percaya, ”Mwo? apa kau gila.. dia itu –

“Aku akan dijodohkan…”

DEG

Kalimat itu jelas terdengar, namja cantik ini merasa ada yang salah. Saat mendengar itu ia merasa sesuatu di dadanya terasa sakit. Kenapa? Memang apa urusannya denganku?bukankah itu hal yang bagus?

 

“Lalu?” jawab Key dingin.

“Lalu katamu? aku tidak ingin dijodohkan tentu saja.. menikah itu non sense.. aku masih ingin bersenang – senang..aku ini masih muda dan menikah muda dengan seseorang yang tidak kau kenal, what a bad life?!”

Menikah itu non sense katanya? Bersenang – senang? Apakah hal tadi juga bisa dikatakan bersenang – senang? Dua tusukan telak dalam hati Key. tidak Key, kau harus menahannya dan mungkin merubah pendapatnya?

“Berikan aku waktu.. aku akan memikirkannya…” lirih Key. Lalu ia beranjak namun tangannya ditahan Onew.

”Mau kemana?”

”Kembali bekerja tuan Lee.. ”

”Tapi aku sedang tidak ingin.. kau disini saja duduk dan temani aku..”

”Aku tidak yakin kita akan berakhir dengan duduk santai saja,” Key memutar bola matanya malas.

”Karena kau terlalu cantik, jika kau marah kau semakin cantik, jika seperti itu aku semakin ingin menyentuhmu”

Blush. Wajah Key merona merah, semburat itu muncul di pipi putihnya membuat Onew bertanya – tanya kenapa ia suka sekali merona? Tetapi ia tak pernah melihat rona merah itu ketika Key bersama Minho.

”A-aku mau ke toilet.. permisi…” buru – buru Key melepaskan genggaman tangan Onew dan membereskan letak pakaiannya yang agak berantakan. Jantungnya masih berdetak sangat cepat. Sebenarnya kenapa ia merasakan hal ini? Saat bersama Jinwoon saja ia tidak pernah merasa seperti ini.

Onew menatap punggung sempit Key yang hilang dibalik pintu dan tersenyum penuh kemenangan. Tentu saja, ia sudah dua kali menyentuh Key tanpa tamparan tentunya dan jangan lupa dengan reaksi Key yang terlihat menikmatinya. Ia kembali ke meja kerjanya mencari lembaran cek lalu mengisinya dengan angka yang lumayan fantastis. Memasukkan cek itu kedalam tas Key lalu kembali ke meja kerjanya.

=====***=====

”I don’t want to?!”

”Yes you must?!”

”No!!”

”Yes?!”

”Never mom?!”

Yeoja tomboy ini membanting pintu kamarnya dan merengut kesal. Menghidupkan player music Hip Hop nya sekencang mungkin. Ia kesal, ya bagaimana tidak? Ia akan dijodohkan dengan seseorang yang bahkan ia tidak kenal. Bagaimana wajahnya, seperti apa musik kesukaannya, apakah tubuhnya gemuk atau kurus? Arrghh.. membayangkannya saja membuatnya sakit kepala.

Kini ia harus membereskan pakaiannya dan besok berangkat ke Korea. Jika diingat sudah lama ia tidak ke Korea, terakhir saat usianya sepuluh tahun dan mengingatkannya pada seseorang. Seorang namja tampan yang wajahnya tak pernah ia lupakan hingga saat ini. Mungkinkah ada keajaiban yang bisa mempertemukannya sebelum ia benar – benar harus menjalani perjodohan tekutuk ini? Oke ia mungkin bukan seseorang yang sering berdoa dan semacamnya, tapi setidaknya Tuhan bisa mengabulkan doanya ini kan? Ini menyangkut hidupnya..masa depannya yang akan ia habiskan dengan satu orang sepanjang hidupnya.

.

.

.

”Jinkiiiiiiiiiiiii…..”

Membuka mata sabitnya dan terduduk, namja tampat ini tidak bermimpi kan? Ada yang memanggil nama kecilnya… ini tidak mungkin, orang yang memanggilnya seperti ini kan hanya….

”Yak!! Jinki.. my son… Hug me please~”

“Ap-appa.. kapan kau datang?”

Onew berjalan pelan menerima pelukan appanya. Ia melirik kebelakang punggung sang appa ada dua sosok yeoja paruh baya dan seorang..namja? atau yeoja? entahlah..penampilannya  err..

Sang appa menepuk – nepuk punggung anak yang ia panggil Jinki ini.

”Jinki… mana Minho?”

Tak lama kemudian Minho turun dari tangga setelah mendengar teriakan khas appa nya.

”Appa… sudah pulang? Appa bilang lusa? Kenapa tidak menelponku, aku bisa menjemput kalian..” jawab Minho lalu ikut memeluk sang appa dan membungkuk sopan dengan sosok lain disana, tiga orang yeoja.

Namja paruh baya itu melepaskan jasnya lalu duduk di sofa, diikuti tiga orang lainnya. Menghela napas berat, kini semuanya sudah duduk dengan ekspresi masing – masing yang hanya saling menatap atau sekedar tersenyum kaku.

”Jinki..Minho.. ini istri appa..lalu ini sahabat istri appa dan putrinya..”

Onew menatap seseorang yang disebut ’putri’ itu tidak percaya, ternyata sosok ini adalah yeoja, bahkan Key terlihat lebih feminim baginya. Hah? kenapa aku membandingkannya dengan Key? ck..

 

Sang umma menyenggol lengan yeoja yang memakai sweater besar dan celana rap yang juga kebesaran ini agar berlaku sopan. Ia hanya berdecak menatap dua namja didepannya, tidak menarik. Membosankan..

Ia mengulurkan tangannya malas..”Amber..”

”Onew…”

”Minho”

Ketiganya bersalaman, Minho tersenyum namun tidak dengan Onew, ekspresinya datar, namun ekspresi si yeoja ini juga sama, datar.

Sang appa berdecak melihat kelakuan anaknya, masih tidak berubah ternyata. Jinki masih sama seperti dulu, sikapnya yang acuh tak acuh ini muncul setelah kepergian umma nya. Ia ingat sekali dulu putranya ini adalah anak yang sangat ceria dan sangat manis. Penurut dan juga sangat cerdas, well hingga saat ini pun ia yakin putranya masih sangat cerdas terbukti dari kemajuan perusahaan yang sangat pesat saat ia memegang kendali.

”Jinki.. ini adalah tunanganmu, perlakukan dia dengan sopan..”

Hanya melenguh pelan dan menjilat bibirnya, sedangkan Minho tersenyum hambar lalu melirik hyungnya yang sudah mengeluarkan aura aneh dari tubuhnya.

”Minho.. sebenarnya appa juga sudah ada calon yang tepat uuntukmu, adiknya amber, namanya sulli.. tetapi ia masih sekolah lagipula kau juga masih muda, mungkin nanti saat dia lulus sekolah appa akan menikahkan kalian juga.. haah~ hidup ini sangat indah bukan?” Appa mencium sekilas pipi istrinya yang berdarah campuran itu tetapi sangat lancar berbahasa korea.

Onew menahan tawanya lalu menoleh kesamping, sosok adiknya yang sudah pasti sekarang wajahnya sudah memucat dan matanya semakin besar. Onew menepuk bahu Minho lebih kepada reaksi ’See?Im not alone..’

Namja tinggi ini menggoyangkan bahunya,membuat tangan Onew menjauh. Lalu ia tersenyum hambar. “Ma-maksud appa? tapi aku sudah memiliki kekasih..”

“Kekasih? kalau begitu bawa kehadapan appa sabtu ini, kita akan mengadakan pesta kedatangan appa dengan beberapa rekan bisnis Lee Corp juga, ohya Jonghyun juga akan datang kan? Aish.. that kid..beraninya ia pergi saat appanya ini datang..”

Minho menelan salivanya berat, jantungnya juga berdegup sangat kencang. Apa lagi ini? setelah drama terkutuk yang harus ia jalankan, lalu perjodohan Onew hyung lalu ia juga akan dijodohkan.. astaga.. kenapa hidupnya semakin berat? -_-a

”Ba-baiklah appa.. aku akan membawa kekasihku dan mengenalkannya padamu..”

”Appa, bagaimana jika aku menolak dijodohkan?” jawab Onew dingin. Minho membuka mulutnya tidak percaya. Ternyata Onew serius dengan kata – katanya. Sedangkan dua yeoja disana hanya terdiam. lain dengan sang tunangan Onew yang terlihat senyum menggigit bibir bawahnya dan mengangguk riang. Well, jelas terlihat, ia juga tidak setuju dengan perjodohan ini.

“Jinki..?! jaga bicaramu.. appa tidak mau dengar.. dan selamat malam.. appa ingin istirahat.. ”

Appa menarik tangan umma dan mempersilahkan Amber serta ibunya memasuki kamar mereka yang sudah dipersiapkan pelayan sebelumnya.

Kini tinggal Minho dan Onew saling melemparkan tatapan horor.

”Jadi kau akan membawa Key?” tanya Onew to the point.

Butuh beberapa detik Minho mencerna kata – katanya, kenapa Key? Oh ya benar.. Minho baru ingat Onew masih menganggap Key adalah kekasihnya. Sepertinya hal ini tidak lama lagi akan ketahuan. Ia sudah tidak mungkin menjalani ini semua. Apalagi setelah ayahnya mengatakan ia juga akan dijodohkan. Tidakkah ini lebih gila jika ia membawa

Key kesana? Masalah ini seperti benang kusut yang semakin kusut.

”Oh.. yah.. aku tentu akan membawa kekasihku..”

Memilih menggunakan kata ’kekasih’ daripada ’Key’. Ia tidak menyukainya. Oh ya ingatkan dia besok ia akan kerumah Taemin dan mengatakan semuanya. Ia tidak ingin dijodohkan, dan ia sangat serius menjalani hubungan dengan Taemin.

Onew tidak tahu harus bagaimana, ia juga tidak ingin dijodohkan, namun Minho akan membawa Key? Lalu bagaimana dengannya? Haruskan ia mengatakannya pada Minho perihal ini? Tidak Onew.. tidak sekarang.. tunggulah saat yang tepat.

 

======***=======

”Mwoo?!”

Key berteriak  setelah mendengarkan penjelasan Minho perihal party yang akan diadakan hari sabtu ini. Seketika wajah Taemin memucat dan terduduk lemas di sofa. Diam.. tak mengucapkan sepatah katapun. Ini lebih buruk daripada bertemu Onew hyung. You know what? Bertemu appa Minho..lalu..aarghh.. Kenapa ini semakin rumit saja.

”Tidak bisa Minho! Jika seperti itu Onew akan mengetahui segalanya kan?”

”Lalu? Apa yang harus aku lakukan huh? Aku juga tidak ingin dijodohkan?!”

Suara Minho meninggi, tangannya terkepal kesal dengan semua ini. Lalu melirik sosok yang semenjak tadi terdiam. Minho menghampirinya dan menarik dagu Taemin untuk menatapnya.

”Datanglah bersamaku..please..aku sungguh serius denganmu..”menatap dalam manik mata coklat Taemin. Menarik tubuh kecil itu dan memeluknya. Mengusap punggungnya semakin mengeratkan pelukannya. Menyusup leher Taemin dan pelukan itu terbalas.

Key terdiam memandang sepasang kekasih ini. Sebenarnya apa yang ia pikirkan? Apakah permainannya telah menyakiti banyak orang? Ani.. pada akhirnya ini semua menyakitinya juga.

”Minho.. simpan ini..”

Menyerahkan selembar cek yang ia temukan di tasnya saat ia pulang kerja. Saat ia lihat tanda tangannya bisa dipastikan itu milik siapa. Lee Jinki? Begitukah nama aslinya? Key heran mengapa namanya menjadi Lee Onew. Oh oke kau juga melupakan namamu Key, Kim Kibum juga nama yang manis bukan?

Minho melepaskan pelukannya pada Taemin, menjulurkan tangannya dan melihat lembaran yang ternyata adalah sebuah cek itu, deretan angka cukup besar 20 juta won dengan tanda tangan hyungnya, Jinki.

”O-onew hyung memberikan ini padamu? Untuk apa?” Minho balik menatap Key dengan bingung. Ia tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi antara mereka selama ini.

Taemin melirik kertas yang dipegang kekasihnya, matanya membulat tidak pecaya dengan jumlah yang tertera disana. Ia memilih diam dan mendengarkan apa yang akan selanjutnya Key katakan.

”Ia memasukkannya kedalam tasku tanpa sepengetahuanku.. dan yah aku pikir ia bermaksud membayarku atas….”

Kalimatnya terhenti, lidahnya kelu. Haruskah ia mengatakan semuanya secara terperinci? Ini sangat memalukan jika ia harus mengakui bagaimana ia berciuman bahkan hampir saja lebih dari itu mungkin. Minho dan Taemin masih menatapnya intens dengan tatapan menuntut.

”Atas? Apa hyung? Dia melakukan hal yang buruk padamu?”

Kini Taemin angkat bicara, sejenak ia melihat raut sedih diwajah hyungnya. Itu tidak bisa dipungkiri, raut wajahnya yang terluka, entahlah..Taemin merasakan hal itu. Sorot matanya juga berbeda. Taemin berdiri menghampiri Key yang duduk didepannya, meraih pundaknya.

”Ada apa hyung?Bisa  ceritakan padaku?”tuntut Taemin.

”Aniya.. ia hanya menuntutku meninggalkan Minho dengan membayarku, setidaknya itulah yang aku tangkap..” singkat Key berbohong. Ia tidak akan menceritakan hal memalukan ini.

”Begitukah?” jawab Minho singkat.

”Sudahlah hyung.. kita hentikan saja. Aku sudah siap bertemu dengan keluarga Minho hyung.. aku tidak peduli apa yang akan terjadi nanti asalkan Minho hyung tetap berada disisiku..” jawab Taemin mantap lalu tersenyum menatap Minho didepannya yang membalas senyumannya.

”Terima kasih Taemin ah…”

Keduanya hanya saling melempar tatapan meyakinkan satu sama lain. Taemin sudah memutuskan, ini adalah yang terbaik baginya dan Minho. Bagaimanapun juga suatu saat hal ini juga akan diketahui Onew, cepat atau lambat. Jika nanti hubungannya ditentang ia siap menerimanya. Taemin kuat..ya Taemin akan selalu kuat karena ada Minho disisinya.

”Yasudah aku tinggalkan kalian untuk membicarakan ini lebih lanjut. Aku ingin istirahat di kamar. Minho..tolong  kau simpan cek itu, nanti kau kembalikan padanya saat semua sudah terbongkar..”

Key pergi meninggalkan sepasang kekasih ini. Ia tahu mereka butuh waktu berdua saat ini. Sekilas mengecup pipi Taemin dan berbisik, ”aku tinggalkan kalian berdua, jangan melewati batas..ingat”

BLUSH

Pipi Taemin merona merah, tentu saja saat ini ia sangat merindukan Minho. Key tahu itu dan memberikan mereka kesempatan berdua. Sedangkan umma mereka sedang tidak di rumah saat itu.

Minho melebarkan senyumnya, semakin lama senyumnya semakin mencurigakan. Taemin menundukkan wajah meronanya dan terkesiap saat tiba – tiba Minho sudah disampingnya, merengkuh pinggangnya dari samping dan mencium lehernya.

”Ahh..hyung..”

”Kau merindukanku kan..” Minho menggigit kecil telinga Taemin lalu beralih menarik dagu Taemin dan menekan bibirnya pada bibir kekasihnya ini. Belum sempat Taemin menjawab, namun reaksinya saat Minho memperdalam ciumannya sudah cukup bagi Minho bahwa jawabannya adalah ’tentu saja aku merindukanmu’.

======***======

”Jinki….”

Onew melirik ke sumber suara. Saat ini ia sedang berada di pinggir kolam renang memasukkan kedua kakinya hingga lutut. Ia tatap sosok itu, ck.. tunangannya? Yeoja tomboy yang lama hidup di USA ini berani sekali memanggil nama kecilnya. Nama yang hanya umma dan appa nya yang boleh memanggilnya seperti itu. Yeoja yang memakai celana longgar selutut ini ikut mendudukkan dirinya, memasukkan kakinya kedalam kolam membuat sedikit gelombang pada kolam renang.

”Jangan panggil aku Jinki.. panggil aku Onew saja, dan sepertinya kau jauh dibawahku, memanggil namaku saja sangat tidak sopan bukan?”

Yeoja ini berdecak dan memutar bola matanya malas. Menyebalkan sekali, pikirnya.

”Baiklah.. Onew hyung…”

Onew mengernyitkan dahinya, hyung katanya? Tidak salah? Kupingnya yang mulai rusak atau otak anak ini yang sudah rusak?

”Aish.. aku tidak suka memanggilmu oppa.. biarkan aku memanggilmu hyung..”

Onew memandang sosok disampingnya ini sekilas lalu kembali menatap air di kolam renang saat itu. Memilih diam karena sungguh ia tidak tertarik dengannya.

Amber menghela nafasnya pelan, lalu kembali membuka mulutnya.

”Hey.. aku punya rencana.. aku tahu kau juga tidak ingin dijodohkan.. jangan terlalu percaya diri.. aku juga sama sekali tidak tertarik padamu..”

Onew masih terdiam dan membiarkan Amber melanjutkan ceritanya, namun kini ia menatap sosok disampingnya ini.

”Aku mendengar pembicaraan Lee ahjusshi dengan umma.. mereka akan mengadakan pertunangan kita sabtu ini,dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi.. jadi….”

Onew mendengarkan dengan seksama penjelasan Amber, jika diteliti anak ini menyenangkan juga, yah setidaknya tidak seperti yang ia pikirkan sebelumnya. Pikiran tentang yeoja yang repot dan berisik, tetapi tidak. Yeoja ini manis dan cukup menyenangkan. Setelah itu mereka sempat bergurau dan tertawa satu sama lain. Tersenyum puas setelah menyetujui rencana Amber.

======***======

Hari ini Key membawa bekal ke kantor. Ia khusus membuatkannya untuk Onew dan dirinya nanti. Kenapa? Yah.. ia akan bilang ini sebagai ucapan terima kasih atas cek yang tempo hari ia terima. Meski itu melukai harga dirinya, seperti pemuas nafsu bayaran. Oke kali ini ia akan bersikap manis, hanya beberapa hari. Beberapa hari sebelum identitasnya diketahui bahwa bukan dia kekasih Minho. Saat itu mungkin Onew akan terkejut atau mungkin marah? Molla.. Ia akan bersikap manis beberapa hari ini layaknya anak kucing yang manja. Mungkin ia akan menerima beberapa cek lagi?

”Kau terlambat Key..”

Onew menarik tangan namja cantik ini saat ia baru saja memasuki ruangannya. Memojokkanya di dinding, mengurung tubuhnya dengan kedua tangannya di sisi tubuh Key. Tanpa menunggu lama mencium tengkuk putih Key, merasakan aroma mint. Menarik tas yang tertenteng di pundak kanan Key dan menjatuhkannya ke lantai.

”Ahh…apa..ahhh..yang..ahh…”

Key tak berdaya saat itu juga, Onew menghisap lehernya kuat dan meninggalkan beberapa bercak disana. Lalu berpindah ke bibir cherry itu yang setengah terbuka. Memasukkan lidahnya menyapu rongga mulut Key. Key terkesiap, kaki nya semakin lemas saat tangan Onew meremas bokongnya dengan ganas.

”Hmmmhh.. kau sangat cantik hari ini.. ingin menggodaku?”

Onew tersenyum disela ciumannya nya yang semakin menggila, hickey dimana – mana, membuka beberapa kancing kemeja Key, menggigit kecil pundak Key. Nafas Key memburu, ini masih pagi dan Onew sudah se-horny ini? Seperti nya memang ia salah kostum memakai celana abu ketat dan kemeja pink tipis

”On..ahh..Onew stop it..”

Sekuat tenaga akhirnya Key berhasil mendorong namja gila ini yang bisa saja memperkosanya saat ini juga. Rambutnya berantakan dan beberapa kancingnya terbuka. Buru – buru ia mengancing lagi kemejanya lalu duduk di meja kerjanya.

”Kenapa? Kau menyukainya kan? Atau jumlah kemarin kurang? Aku akan memberimu lagi nanti..”

DEG

 

Seharusnya ia tahu akan seperti ini, tidak ada gunanya terlena. Onew memang orang yang seperti ini. Membuang nafasnya pelan, menuangkan air putih kegelas nya dan meminumnya sekali teguk. Menetralkan perasaannya.

”Jinjja? Dengan senang hati aku terima tuan Lee Jinki…” Jawab Key dengan senyumnya yang merekah di bibir pinknya. Lesung pipitnya sangat manis, membuat Onew terkesiap dan menarik senyumnya. Money always work right?

Onew tersenyum saat Key memanggilnya Jinki, ia tidak melarangnya, ia menyukainya..terdengar sangat manis.

Lalu ia kembali ke bangku kerjanya dan mulai mengerjakan beberapa proposal.

”Kau bisa panggil aku Jinki mulai sekarang..”

Tersenyum sambil menatap layar laptopnya tanpa menoleh pada sosok yang ia ajak bicara.

.

.

.

Amber merutuk kesal saat disuruh ummanya mengatarkan makan siang ke kantor Onew. Oke baiklah ia bukannya membenci Onew, hanya saja ini jam 11 siang dan cuaca sangat terik. Memang Onew tidak bisa makan di luar? Kenapa ia harus jadi yeoja manis yang mengantarkan makanan ke kantor Onew? Menggelikan.. seperti drama saja. Lebih buruknya ia harus mengenakan rok?! Bayangkan saja.. ini hal terburuk kedua setelah dirinya kemarin dipaksa ke salon oleh umma nya. Ia tidak bisa menolak karena diancam umma, jika tidak skateboard kesayangannya akan disita. Andwe.. skateboard itu sangat berharga baginya.

Ia berjalan dengan gerakan aneh, rok 5 centi diatas lutut lalu tas pink bermotif bunga, rasanya ia ingin menangis saat itu juga.

This is not me! Disguisting! What the hell they are looking for? Amber menggurutu kesal saat beberapa orang menatapnya dengan pandangan aneh. Ia menoleh kekanan dan kekiri memberikan tatapan tajamnya seperti –what?- look.

Ohmygod.. Oke Amber sadarlah kau memakai rok dan memakai sepatu kets laki – laki lalu berjalan dengan gaya laki – laki, siapa yang tidak akan memandangmu dengan aneh?

Ia terus berjalan mencari ruangan Onew setelah menanyakannya pada resepsionis. Saat membuka pintu itu ada seseorang yang juga ingin membuka pintu tersebut, Kim Jonghyun.

”Eh?”

Jonghyun menatap intens Amber dari bawah hingga atas. Sepertinya wajahnya tidak asing. Tapi dimana?

”Silahkan duluan…” Jonghyun memberikan senyum terbaiknya dan mempersilahkan sosok yang menurutnya unik ini masuk terlebih dahulu.

”Thanks..”

Jonghyun mengangkat bahunya heran lalu ikut masuk.

CKLEK

”Onew hyung!”

Amber sedikit berteriak lalu duduk di sofa. Sedangkan sosok yang dipanggil Onew tidak ada. Ia melihat sosok cantik kini berdiri menghampirinya dan membungkuk sopan.

”Maaf.. tuan Lee sedang ke toilet sebentar, jika boleh tahu apa anda sudah ada janji sebelumnya?” tanya Key sopan.

”Key!” Kini masuk lagi sosok lain, ya dia adalah Jonghyun yang menghampiri Key dan langsung memeluknya asal.

Amber hanya diam, menyenderkan tubuhnya pada sofa empuk itu lalu mengeluarkan i-phone nya.

”Omo! Key?! Gwenchana? Kenapa kau memakai syal? Udara sedang panas bukan? Wajahmu juga sangat merah? Apa dubu bodoh itu memperlakukanmu dengan baik?”

”Siapa yang kau bilang bodoh hah Dino head?”

 Jonghyun terkekeh saat mendapati kini Onew sudah ada diruangan itu.

”Yah! Setidaknya sambut aku! Aku dipaksa pulang oleh appamu.. sehingga aku mengambil cuti seminggu ini, untunglah profesorku mengijinkan..”

Jonghyun meninju pelan bahu Onew. Hanya dibalas decakan, lalu mata namja ini melirik Amber yang sudah duduk dengan memakai rok dan..hmmftt.. dia ingin tertawa rasanya.

”Hey.. hyung.. aku membawakan makan siang.. umma memaksa.. dan jangan tertawa! Aku tahu kau ingin tertawa melihatku! Look like a bitch! This dress.. aish..”

Jonghyun mengerutkan alisnya bingung dengan percakapan ini, begitu juga dengan Key yang memperhatikan dengan seksama.Lalu ia memutuskan keluar, mungkin ini pembicaraan pribadi, namun dengan cepat tangannya ditahan Onew dan menariknya duduk.

”Aku ingin makan tuan Lee..” jawab Key singkat.

”Makanlah disini.. bersama kami.. mari kita makan siang bersama, dan kau juga Jjong duduklah kita makan..”

Jonghyun dengan riang duduk disamping Amber dan tersenyum lebar., Sejujurnya ia juga sudah sangat lapar, ia baru saja tiba dari UK siang ini dan belum ada makanan apapun yang memasuki perutnya.

”Tapi makanan nya hanya untuk dua orang hyung..” jawab Amber singkat.

”Ah.. aku juga membawa bekal.. baiklah sepertinya sangat pas..” Key membalikkan tubuhnya dan mengambil kotak bekalnya. Ia memasak sendiri sup kimchi dan udang goreng tepung.

Jonghyun memiringkan kepalanya heran, lalu menatap sosok disebelahnya yang memanggil Onew dengan sebutan ’hyung’. Matanya yang salah melihat jika sosok disampingnya ini adalah yeoja atau memang yeoja disampingnya ini sudah gila.

”Jjong.. aku tahu apa yang kau pikirkan.. dia adalah Amber, amber ini adalah Jonghyun sahabatku..”

Onew memperkenalkan mereka, lalu keduanya bersalaman cepat.

”Dia adalah tunanganku..”

”Uhukk…” Key tersedak saat berusaha menelan nasinya. Spontan Onew menepuk punggung Key lalu mengusapnya dengan lembut. Amber dan Jonghyun menatap mereka dengan aneh.

”Berhati – hatilah.. kenapa kau suka sekali tersedak huh?” tanya Onew yang masih mengusap punggung Key.

”Aku tidak apa – apa tuan Lee…” jawab Key singkat menyingkirkan tangan Onew.

”Sudah kubilang panggil aku Jinki..”

Hening..

Jonghyun berpikir ini sangat aneh, tidak biasanya seorang Onew meminta dipanggil Jinki, bahkan dirinya yang sahabat dekatnya saja tidak pernah memanggilnya dengan panggilan kecilnya itu.

Begitu juga dengan Amber, ia menatap bergantian sosok didepannya ini. Lalu ia tersenyum mengerti. Ternyata orang ini kekasihnya? Ck.. lihat saja tatapan mereka, bahkan seseorang seperti Amber bisa menyimpulkan arti tatapan itu. Meskipun ada sesuatu yang aneh dari sorot mata namja cantik yang bernama Key ini, pikirnya.

Onew menyambar gelas didepannya dan memberikannya pada Key. Jonghyun berdehem dan menaikkan alisnya beserta smirknya. Onew memilih mengabaikannya lalu melanjutkan pembicaraannya.

”Jadi dia kekasihmu hyung?”

”Hey..kenapa kau selalu memanggilnya hyung? Kau ini Yeoja, normalnya kau memanggilnya oppa..kau tahu itu kan gadis manis?” goda Jonghyun.

Onew berdecak, melihat tingkah Jonghyun yang mulai menggoda siapa saja.

”Diam kau.. berisik sekali..” jawab Amber dingin lalu melanjutkan makannya. Jonghyun hanya mencibir kesal, baru kali ini seorang masternim Kim Jonghyun diperlakukan tidak sopan oleh seorang wanita. Ck!

Sedangkan Onew memilih diam dan melanjutkan makannya. Key sesekali menoleh melihat Onew yang menikmati makanan buatannya.

”Key.. mulai besok kau harus membawakanku bekal lagi..seperti sekarang..”

”Baiklah…”

Lalu keempatnya melanjutkan makan siang mereka. Key merasa aneh saat melihat tatapan Amber padanya juga Jonghyun yang tak hentinya tersenyum penuh arti saat mata mereka bertemu.

.

.

.

Keesokan harinya Amber datang lagi, begitupula dengan Jonghyun. Mereka kembali makan bersama. Namun kali ini terasa berbeda karena ada Minho diruangan itu. Suasana semakin canggung saat Key menarik Minho dan menyuapi beberapa lauk untuk Minho. Oke drama ini masih berlanjut, setidaknya hingga sabtu ini kan. Onew mengerutukkan giginya melihat Key melakukan itu, lalu Amber dan Jonghyun yang tidak mengerti saling melemparkan tatapan heran. Amber dan Jonghyun kini sudah sedikit akrab setelah kemarin ia mengantarkan Amber pulang dan ia menceritakan segalanya, mengenai perjanjiannya dengan Onew maupun masalah pertunangan itu.

Namun yang kini mereka lihat adalah kemesraan Minho dan Key. Meski terkadang terlihat kaku dan aneh.

Amber melihat ada yang aneh diantara mereka, Key terlihat berbeda. Ia terlihat memaksakan diri saat bersama Minho, seperti dibuat – buat.

Onew memakan makanannya dengan malas lalu menekan sendok dan kotak bekalnya kasar sehingga menimbulkan suara nyaring karena gesekan dengan meja kaca.

Key tersenyum sinis dan memilih mengabaikan Onew yang saat itu menatapnya tajam. Minho juga ingin sekali rasanya menghentikan semua ini. Ia jelas tahu hyungnya merasa terganggu, hey ekspresinya yang terlihat jelas sedang marah dengan wajah yang memerah padam.

Amber berinisiatif menarik tangan Onew dan duduk lebih dekat. Lalu bertanya, ”Hyung gwenchana..?”

“Gwenchana…”

Onew tersenyum manis dan menaikkan tangannya mengusap rambut Amber asal, membuat yeoja ini berdecak sebal dan membenarkan tatanan rambutnya.

”Aku permisi ke toilet..”

Key pergi begitu saja meninggalkan yang lain. Tentu saja kesempatan ini tidak akan Onew lewatkan, ia beranjak dari sofa tanpa sepatah katapun dan ketiga lainnya hanya saling menatap heran. Minho tersenyum canggung menerima tatapan menuntut dari Jonghyun. Yang Jonghyun tahu kekasih Minho adalah Taemin, ya beberapa kali mereka chatting atau sekedar mengirim sms. Namun kenapa yang ia lihat sekarang seperti ini.

”Nanti aku ceritakan hyung..”

Anggukan dari Jonghyun, lalu melanjutkan makan siang mereka. Amber hanya menggelengkan kepalanya heran.

”Hey.. gadis manis.. temani aku mencari udara segar hari ini..otte?”Jonghyun menyenggol bahu Amber pelan dan dibalas sikutan tajam di lengannya.

”Auch.. okay..okay.. gadis keren.. temani aku ne~”

Hanya memutar bola matanya malas dan mencibir saat tangan kekar itu mengacak rambutnya. Dalam hatinya ia merasa nyaman, tanpa sadar menyunggingkan senyumnya.

.

.

.

CLICK

 

Namja bermata sabit ini mengunci toilet lalu berbalik menunggu sosok cantik itu keluar, melipat tangannya di dada dan menyenderkan punggungnya pada pintu.

Tak lama kemudian keluarlah Key dan bermaksud ke wastafel, betapa terkejutnya ia saat melihat Onew disampingnya kini menariknya dan merapatkannyai ke dinding.

Mengunci pergelangan tangan Key lalu menyambar bibir Key, melumatnya dengan kasar. Key berusaha memberontak namun percuma. Onew menarik pinggang dan tengkuk namja cantik ini memperdalam ciumannya. Kaki key semakin lemas saat ia merasakan membernya diremas dari luar. Tenaganya semakin hilang. Mencengkeran bahu Onew dengan kukunya. Berpindah mencium leher Key, setelah sebelumnya membuka 3 kancing kemejanya. Menghisapnya kuat dan tangan lainnya masih menekan pelan alat vital Key.

”Ahh..apa..ahhhh..please..hentikan..”

Key meneteskan air matanya. Sungguh kini sudah sangat keterlaluan, ia tidak mau hingga sejauh ini. Selain ia juga tidak bisa melawan tenaga Onew saat ini, sangat percuma.

”Sudah..kubilang jangan seperti itu didepanku..” bisik Onew semakin mengencangkan remasannya.

”Ahh… ma..ahhh..maaf..please hentikan..”

”Jangan datang sabtu ini sebagai kekasih Minho.. aku tidak akan membiarkannya..”

Onew melepas rengkuhannya dan mengancing kembali kemeja Key satu persatu, sedangkan Key menahan air matanya, tidak ingin terlihat lemah dan menyedihkan.

”Aku rasa aku jauh lebih baik dalam hal ini dibandingkan Minho.. im sure..”

Lagi meremas pelan junior Key yang sudah mengeras karena sentuhan tadi. Ini pertama kali baginya, dan apa yang barusan ia dengar? Seolah – olah ia sudah sangat sering melakukan hal seperti ini. Hatinya bagai tercabik, harga dirinya mungkin sudah sangat tidak ada sekarang. Memalukan..

”Kali ini aku akan membuktikan aku tidak main – main dengan kata – kataku. Jauhkan adikku..sebutkan saja jumlah yang kau inginkan..”

Onew berlalu meninggalkan Key yang kini terjatuh lemas dilantai, menutup kedua wajahnya yang dipenuhi airmata. Sudah tak terbendung, sakit… ia memukul dadanya semakin kencang.

=====***=====

Key tampak cemas berjalan kekanan dan kekiri. Ia menatap adiknya, Taemin yang terbaring lemah di kasur. Tiba – tiba saja Taemin jatuh sakit, demamnya sangat tinggi. Dan ohya berita lebih buruknya hari ini seharusnya mereka datang ke acara party penyambutan presiden direktur Lee Corp. Hari dimana seharusnya drama ini berakhir. Taemin memaksa datang meski keadaannya sangat lemah sekarang, namun Minho melarangnya. Kini Minho mengompres kening Taemin dan umma yang juga membujuk Taemin supaya tidak memaksakan diri.

”Sudahlah Taemin ah.. sepertinya kali ini aku harus menggantikanmu..”

Minho, Taemin dan umma membulatkan matanya tidak percaya. Terlebih Taemin, tidak bisa, ini adalah saat yang krusial. Bagaimanapun juga datang sebagai kekasih Minho palsu adalah cara yang buruk, bertemu dengan tuan Lee, belum lagi kolega lainnya. Namun disisi lain jika Minho tidak membawa kekasihnya saat ini juga, ia terancam akan dijodohkan. Tidak ada pilihan.. Key memutuskan menggantikan Taemin. Setidaknya adiknya ini tidak akan dipisahkan, biarkan ia menerima semua konsekuensinya. Terutama dari Onew. Entah apa yang akan ia lakukan nanti padanya.

.

.

.

Saturday night, at Seoul Internasional Hotel.

 

Tamu mulai berdatangan memenuhi hallroom. Semuanya menikmati hidangan dan beberapa tampak berbincang membicarakan bisnis atau masalah sepele. Beberapa istri tampak bergosip dan saling memamerkan kekayaan mereka. Pemandangan klasik kaum bangsawan.

Namja cantik ini, well sangat cantik sepertinya karena ia tak lepas dipandang tamu – tamu disana. Menggunakan baju gemerlap hitam dipadu cardigan transparan. Memperlihatkan leher jenjangnya dan baju v-neck nya yang sedikit turun membuatnya terlihat..mempesona.

Jemarinya digenggam erat oleh namja tampan yang memakai tuxedo hitam. Minho menggenggam jemari Key, mengatakan semuanya akan baik – baik saja dan berulang kali diperjalanan tadi ia meminta maaf. Setidaknya appa nya akan membatalkan perjodohannya kelak. Mengangguk pasrah, Key tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ini pesta yang sangat mewah. But.. dont forget.. ia menjadi dirinya saat ini. Seorang Kim Key yang cantik dan mempesona dengan eyeliner hitam dimata kucingnya. Tak elak ia mendengar decakan kagum saat mata – mata itu menatapnya.

Terkejut saat ia menangkap siluet yang ia kenal. Lee Jinki, yang kini sedang digandeng oleh tunangannya. Mata sabit itu menatapnya tajam dan menjilat bibir bawahnya mengeluarkan smirk khas seorang Lee Jinki.

Memilih memalingkan wajahnya dan melepas genggaman Minho untuk mengambil minuman. Minho melepasnya dan pergi menyambut beberapa rekan kerjanya juga.

Key mengambil piring kecil lalu menaruh beberapa buah segar. Strawberry, anggur, kiwi.. wow segar. Sepertinya buah – buah ini bisa mengurangi ketegangannya.

Tangannya terhenti saat ia merasa ada tepukan dibahunya. Menoleh dan gotcha! Masalah lain muncul. Jinwoon kini didepannya dan tersenyum melecehkan.

”Oh.. jadi ini alasanmu? Choi Minho huh? Tidak buruk.. aku pikir kau itu berbeda dari yang lain ternyata sama saja? Apa dia sudah tidur denganmu? Atau dia sudah memberikan setengah hartanya padamu?” tanya namja tinggi ini sinis.

Tepat dibelakangnya Onew mendengar setiap perkataan Jinwoon. Lalu matanya bertemu dengan Key. Key terperanjat kaget, habis sudah.. harga diri dan segalanya. Semuanya hancur. Entah apa yang akan ia pikirkan mendengarkan perkataan Jinwoon tadi. Key sudah pasrah dan ingin menyudahi semua ini. Ini sangat melelahkan, ia tidak menyangka semua ini bisa menghancurkan hidupnya.

”Apa yang kau katakan Jinwoon sshi?” tanya Onew dingin. Matanya melirik Key yang kini membatu.

”Ah.. Onew sshi.. apa kabar? Kau kenal dengan Key?kebetulan sekali dia adalah mantan kekasihku…” jawabnya enteng.

Ingin rasanya Key berlari kencang meninggalkan dua sosok menyebalkan ini. Ia berharap Minho segera melihat dan kembali menjemputnya.  Oke sekarang tatapan Onew semakin menyeramkan, melihatnya dari atas kebawah dan keatas lagi.

”Maaf jinwoon sshi.. Key sekarang kekasihku.. bukan Minho..aku permisi..”

Onew menarik kasar tangan Key, membuatnya meringis sakit karena genggaman Onew terasa sangat kuat. Rahang Onew mengeras, mengingat perkataan Jinwoon tadi ditambah yang dia tahu Jinwoon adalah seorang player yang suka berganti pasangan. Oke setidaknya beberapa kali ia melihatnya di PUB bersama berbagai wanita. Melakukan ini dan itu, membayangkan jika Key adalah mantan kekasihnya jadi.. mungkin saja Key juga… arrghh.. memikirkan itu membuatnya semakin panas.

Ia bergerak jalan kedepan masih menarik Key, sekeliling menatap mereka heran, bukankah tadi Minho yang menggandeng namja cantik ini? Pikir mereka saat itu.

”Cek..cek…attention please..”

Onew mengambil Mic dan kini berbicara di depan umum masih dengan Key yang memberontak minta dilepaskan. Matanya mencari Minho atau bantuan apapun. Ia malu menjadi pusat perhatian, pusat perhatian dalam hal negatif itu tidak menyenangkan.

”Sebelumnya aku minta maaf mengganggu sebentar.. hadirin sekalian saat ini aku hanya ingin mengumumkan bahwa seseorang yang kini ada disampingku.. adalah tunanganku..dan ia sedang hamil.. aku tidak bisa meninggalkannya meskipun appa memaksaku menikah dengan orang lain.. untuk itu dengan ini aku meminta maaf sebesar – besar nya padamu appa..terima kasih untuk perhatiannya..”

”Woaaaah…..”

Ruangan sekejap menjadi sangat ramai. Membicarakan Lee Jinki sang penerus lee Corp yang telah menghamili kekasihnya namun dipaksa menikahi orang lain. Beberapa diantara mereka memandang kasihan pada namja cantik yang menundukkan wajahnya ini. Menahan malu yang memuncak dan amarah. Kenapa jadi serumit ini? Ingin rasanya ia menembakkan pistol pada sosok disampingnya ini.

Sang appa dari jauh menatap Jinki geram.

”Lee Jinkiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!”

Terlambat, namja tampan ini telah pergi menarik namja cantik ini dan masuk kedalam lift. Key terus memberontak.

”Lepaskan aku Lee Jinki..?!”

”Diam ?!”

”Brengsek apa yang hmmfft-

Onew membungkam bibir Key memaksanya diam. Dan see? Berhasil. Key diam namun wajahnya masih memperlihatkan kemarahan.

”Brengsek! Mau apa kau.. mau kemana kita..!”

Onew kini menyeret Key mendorongnya kedalam ruangan  menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang.

Mencari kain yang bisa digunakan lalu mengikat kedua tangan Key di sisi ranjang dengan kain. Key setengah mati berteriak dan memberontak menendang kakinya. Namun kini kaki nya juga diikat bersamaan, Onew membuka bajunya satu persatu hingga tanpa sehelai benangpun disana.

”A-apa yang kau lakukan bodoh.. aku.. aku bukan..hmfftt-

Onew meniban tubuh Key dan menciumnya kasar.

”Apa yang kulakukan? Tentu saja membuatmu hamil…”

If Love is hurt

If Love is pain

But why loving you is my destiny?

.

.

.

. TBC

Buahahahahaha… apa ini? Mian ya absurd weird kasar jelek.. gw cuma pengen hal yang beda *plak* oke i know how bad my fanfic..*sigh* but thanks a lot yang komen.. gw ga tau deh kapan update lagi.. sumpah setress mikirin sukip.. mau hiatus nih.. oke diusahain ini end setelah itu gw long hiatus ga tau sampe kapan.. kekeke~

 

Warning aja ini emang drama, lebay, ga masuk akal! Yahelah namanya juga fanfiction.. jangan dibawa serius.. ini Mpreg yak! Mpreg! Jika ada kesalahan kata2 di part sebelumnya gw khilaf! Muahaha..

 

Nyang komen and like tengkyuu and nagih wahai para dongsaeng durjanah.. ini gw kasih smutt ancur pisan,

maklum gw masih polos *pasang aegyo*

 

I Love You Suunders <33

kekeke~ Onew❤ we miss you

 

231 thoughts on “[OnKey] Love’s Way Part 4

  1. yah Lee Onew!!!! keterkaluan!! kau sesungguhnya blm mengerti,apa itu cinta!! sikapmu pd Key,sungguh menyedihkan.
    ah author…..aku kebawa suasana eum…
    g tau dah mesti ngmng apa? yg jelas rada jengkel aku sama Jinki,hikz
    dia seperti mengganggap Key gampangan,ahh menyakitkan!!!!
    dan itu,kelakuan.Onew sebelum.tbc,menyebalkan ㅠ_ㅠ

    oh my Bummie…….
    kenapa hatiku terasa sakit kau dibegitukan sam Onew ㅠ_ㅠ
    kejam!!!!
    lanjuttttttt

  2. Aduuuh nggk nyangka onew bisa senekat dan seliar itu huuuffff, kasihan key!!! (╥﹏╥)
    Sama sekali nggk bisa ngebayangin bakal kaya apa cerita ini nntinya, nggk habis pikir juga bakal serumit ini
    Knapa taemin juga harus sakit di waktu yg nggk proper gini, kalo aja taemin nggk sakit kan key nya nggk bakalan berakhir kaya gini huuu

    Yg bikin tambah sedih, kenapa jinkinya malah jadi kaya gitu, nggk kasihan apa liat sama key (╥﹏╥) *sedih lagi
    Diawal cerita sih emang manis manis bnget tp makin kesini makin nyesek, sedih adeek bang~😥 hahhhaa

  3. Meskipun q udah tau endingnya gimana…tapi tetepa aja geregetan ama mereka.
    Kenapa sih ga jujur aja,,perkara gampang dibikin ribet…yang ada malah nyakitin diri mereka sendiri..

  4. Lee Jinkiiiiiiiiiiiii….nekat sekali eoh!?!
    Ok,klo sekedar ngaku tunangan or pacaran..Lah ini ..??? Apa??? Ngaku hamilim Mbum??? Aigooo….aku bahagia *eh

    Tpi..kasian juga Mbum hatinya sakit mulu,Jinki sih suka bawa2 materi.. SHIT! Kesel juga klo udah ngomong kek gitu,Mr. Arogan(teng)!!!!

  5. Makin rumit dan gue kasian sama emak dinistain mulu sama jinki😥
    Key juga salah sih menurutku pake boong segala. Jink lebih salah lagi!
    Dan gue ngakak ketika cewek yg dijodohin sama jinki ternyata amber😄
    Amber sm jjong aja udaaah. Mumpung dia lg jones😄

  6. wadoooh onyu nya nekat..kumaha atuh…
    key nasib mu…huhuhu
    kok akunya ikutan nyesek ya….kak yua emang daebak bikin pembacanya kebawa suasana…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s