[Onkey] WTF part 7 of ?


Foreword:

Annyeong … sudah lama tidak update FF , udah pada jamuran dan ada sarang laba-laba di FF ini =.=’ maklum, sekarang udah mulai kuliah lagi, dan sepertinya akan update 1 kali dalam seminggu, so bersabar aja yah? Hehehe …

Thank you yang udah komen di part sebelumnya, well … saya tahu saya tahu, cerita ini tidak menarik sekali diteruskan … dari pada nanggung, saya akan teruskan semampu saya hehe~

Oke, comments and like are love!

By: Sanniiewkey~

PREVIOUS PART >> CONTINUE READING~

Seperti tidak terjadi sesuatu, dua namja tampan dan cantik itu masuk kedalam pelataran sekolah, bergandengan tangan dan bersikap seolah tidak perduli dengan banyak pasanga mata yang menatap mereka heran, dan bisikan cemooh dari para namja dan yeoja disekitar mereka, seakan mereka seperti selebritis papan atas –oh, atau mungkin sudah menjadi salah satunya sekarang? Lidah memang tidak bertulang, dan mereka tidak heran jika gosip menyebar lebih parah dari hari sebelumnya …

“Jangan dengarkan …”, ucap sang namja tampan menarik lengan namja cantik itu lebih erat dan mendekat padanya, berjalan memasuki lobi sekolah dan menyusuri koridor, semua mata tertuju pada mereka, semua suara terhenti dan terdengar bisik-bisik mencemarkan telinga saja.

“Seperti aku perduli dengan sindiran mereka saja?”, ucap namja cantik berdecak, namja tampan itu tersenyum bangga, bagus , setidaknya namja cantik di dekatnya itu sudah mengerti kondisi ini, dan ia tahu pasti bagaimana menghadapai makhluk-makhluk tidak berperikemanusiaan, menyebar gosip yang bahkan mereka sendiri tidak tahu permasalahannya.

[Kenapa mereka masih kesekolah?]

[Kurasa benar ia hamil, lihat perutnya sudah berubah kan? kenapa aku tidak sadar?]

[Ng! Bahkan ia sudah lama tidak ikut kelas tari di club.]

Namja cantik itu hanya mendengus, dulu, saat ia menjadi namja populer mereka menyanjung dan memuji, tapi sekarang, lihat apa yang mereka lakukan membuat nya berpikir, manusia memang terkadang manusia yang menjijikan …

“Berisik!”, ucapnya lirih,

“Aku bilang tidak usah didengarkan yeobo …”

“Aku tahu! Hanya kupingku lama-lama panas!”, gerutunya, namja tampan itu menoleh dan mengelus kepalanya sayang, menatapnya dengan lekat dan menggeleng, menyuruhnya untuk mengontrol emosinya. “Ingat kan apa yang kita bicarakan semalam kan? kita akan hadapi ini bersama …” namja cantik itu terdiam, ingin membantah, karena moodnya sedang jelek saat ini, namun melihat tatapan namja tersayangnya akhirnya ia menyerah dan melanjutkan berjalan menerobos banyak pasang mata disana.

TOK TOK

“Silahkan masuk.”,

Pintu ruangan itu terbuka, mereka masuk kedalam ruangan yang cukup besar, membungkuk dan memberi salam secara sopan kepada beberapa pasang mata, kemudian berjalan ke tengah ruangan, duduk di masing-masing kursi yang sudah disediakan.

“Baiklah … terima kasih karena kalian sudah datang.”, ucap seorang namja paruh baya didepan mereka, seorang yang duduk jabatan penting di sekolah, menjadi panutan semua orang, dan juga menjadi salah satu inti sekolah, kepala sekolah mereka.

“Orang tua kalian akan kami undang kemudian … kami hanya ingin bicarakan ini pertama pada kalian.” Ucapnya membalik berkas di tangannya. Dan menatap kedua namja yang duduk dengan tenang, bersiap menerima pertanyaan atau bahkan pernyataan apapun itu.

“Kalian tahu apa yang sudah terjadi?”

Dua namja itu terdiam sesaat…

“kami tahu.”, jawab mereka bersamaan, namja paruh baya itu melipat tanganya di atas meja dan menatap lekat ke arah mereka.

“Apa kalian tahu konsekuensi dari kasus ini untuk kalian berdua?”, tanyanya, mereka hanya diam, “Berita ini sudah menyebar secepat angin dalam waktu sehari , dan dalam jangka waktu itu pula yayasan tahu akan hal ini, begitu juga para wali murid yang menanyakan tentang kasus ini … dan kalian tahu apa masalah nya sekarang?”, tanya nya.

Namja cantik itu kemudian menunduk, menahan rasa kesalnya, apanya yang salah? Semua bertindak berlebihan.

“Sebelumnya, kami berdua minta maaf atas kasus ini. Kami benar sudah menikah, dan bahkan …”, namja cantik itu menoleh pada namja disampingnya yang menggenggam tangannya, “Disamping saya ini, Lee Kibum sedang hamil anak saya … saya tahu ini merupakan hal yang tabu dan mungkin membuat gempar sekolah dan juga sekitar. Hanya saja, saya yakin, anda pasti punya keputusan yang adil bagi kami. Kami tidak melanggar norma apapun, kami sah menikah, dan jika ia hamil karena saya, itu wajar adanya, karena ia dalam status yang sah bagi saya, benarkan?” tanya namja tampan itu.

“Benar … dan saya tahu itu.  Hanya saja, apa yang akan saya katakan kali ini sudah menjadi keputusan komite.”, jelas nya, kedua namja itu tertegun, menatap lekat pada sosok didepan mereka.

Namja cantik itu meremas tangan namja disampignnya, “Apanya yang salah?”, tanyanya dengan suara bergetar.

“Apa?”, tanya kepala sekolah mereka.

“Iya , saya bertanya pada anda, apanya yang salah? Apanya yang salah kalau nyatanya kami memang sudah menikah dan kemudian mempunyai anak …”, ucapnya tegas. “Dan apa salahnya jika saya seorang namja, bisa mempunyai anak dikandungan saya sendiri?” tanyanya sinis, “Tidakkah anda berpikir Tuhan itu maha kuasa? Tidakkah anda berpikir Tuhan itu luar biasa? Sehingga apa yang ia mau dan kehendak memang bisa terjadi, salah satunya yang terjadi pada saya?”

Namja tampan disampingnya meremas tangan namja cantik itu supaya tenang, namja cantik itu menarik nafas dan menenangkan dirinya, “Terakhir, apa yang salah sekarang jika saya dan Jinki tetap bersekolah?”

Ya, ia –Key- dan Jinki, mereka berdua menerima surat panggilan dari sekolah, menyatakan bahwa mereka dipanggil kesekolah untuk meng-clearkan seluruh masalah yang ada. Namun, mereka tahu , mereka pasti tidak lama lagi akan di keluarkan dari sekolah, dengan alasan, merusak moral dan juga citra sekolah …

“Bisakah anda jelaskan pada kami kenapa kami menerima surat untuk meminta kami mundur dari sekolah?”, tanya Jinki meremas tangan Key.

“Karena ini demi semua siswa, semua terpengaruh akan kabar ini..”

“Oh, jadi hanya karena semua siswa?” tanya Key kali ini, menatap dingin pemimpin sekolah itu dan juga komite.

“Ini membuat contoh yang tidak baik bagi siswa disini … menikah dini, dan juga hamil dalam usia muda, dan terlebih …”, Key dan Jinki menoleh pada seorang pria yang berbicara, mereka tahu, ia adalah salah satu ketua komite dan salah satu penyumbang dana terbesar di sekolah.

Key memiringkan kepalanya dan menarik nafas, “Tidak baik? Dari sisi mana anda bilang ini tidak baik? Kami menikah secara sah, kami menjalankan tugas kami sebagai siswa disekolah ini dengan baik, dan jika saya hamil itu bukan karena tidak jelas siapa anak ini berasal kan? dan kalau yang anda bicarakan ‘tidak baik’ disini karena saya hamil, dengan kondisi saya seorang namja … berarti anda tidak mengerti kata takdir.”

“Kau! Jadi kau berani mengajariku, begitu?”, bentaknya.

“Jangan berteriak padanya.”, ancam Jinki geram, namun ditahan oleh lengan Key mencengkramnya dengan erat. “Apa tidak ada pilihan lain selain kami dikeluarkan?”, tanya Jinki kali ini.

Semua orang didalam ruangan itu berbisik, menimbangkan pertanyaan Jinki. “Tidak ada pilihan lain, kalian harus segera menandatangani mundurnya kalian disekolah. Dan katakan pada orang tua kalian untuk datang esok hari.” Jelas kepala sekolah mereka.

Jinki dan Key hanya terdiam, meremas tangan masing-masing digenggaman mereka, tidak berkata apapun dan hanya keluar dari sana dalam diam. Tepat ketika bel berbunyi mereka keluar, bel tanda pergantian pelajaran berbunyi, siswa keluar dari kelasnya masing-masing dan melihat dua pasangan itu berjalan di koridor dalam diam.

***

Key meneguk susu kotak di atas meja, sambil membaca beberapa lembar buku dan menyalinnya kedalam sebuah buku lain. Sekelilingnya masih dikelilingi oleh bisik-bisik yang memekakan telinganya, ia pasang iPod ditelinganya dan mengencangkan volumenya sekencang mungkin, tidak perduli ucapan sekitarnya.

Drrt Drrt

Jinki: annyeong yeobo❤ gwencana? Aku mau makan asinan, aku rasa aku yang ngidam! >o<

 

Key membaca pesan itu dengan terkekeh, dasar, ia sangat berterima kasih pada Jinki karena ia sangat bertanggung jawab dan juga sangat sayang padanya. Mereka tahu ini akan terjadi, dan orang tua mereka memutuskan memang akan membuat mereka home schooling jika memang hal itu terjadi. Hanya saja, Jinki dan key bersikeras meminta pada kedua orang tua mereka untuk membiarkan mereka memperjuangkan hak mereka dulu, baru jika itu tidak dirasa cukup, mereka akan mundur sendiri.

Key memegang mulutnya, ia tiba-tiba merasa mual. “Hoek …”, tubuhnya tercondong kedepan, tangan satunya memegang perutnya, mual dan pusing ia rasakan sekarang, entah kenapa …

Ia bangkit dari kursinya, kamar mandi satu-satunya tempat yang ia perlukan sekarang, namun sebelum ia bisa keluar dari kelas ia jatuh ke lantai dan memuntahkan sebagian isi perutnya, tepatnya susu yang baru saja ia minum tadi.

“Hoeek … uhuk …uhuk …”, matanya memerah dan terkejut, please … jangan dikelas. Ia bisa rasakan kelas menjadi sunyi dan siswi yang duduk didekat ia muntah saat itu mengangkat kakinya.

“Ahh …iih …”, desisnya.

“Mianhe … Mianhe …”, ucap Key menunduk, menatap muntahannya, “Mianh—“ Key mendongak ketika melihat sebuah tangan mengulur ke arahnya, tangan yang sudah lama tidak ia lihat, sebuah tangan mungil yang ia rindukan, mengulurkan tisu gulung padanya.

“Kau baik-baik saja umma?”, tanya nya,

Key tersenyum, menerima kertas tisu itu dan mengangguk, “Neh … gomawo Minnie …”, ucapnya sambil menarik lembaran tisu itu dan mengelap sisa muntah di ujung-ujung bibirnya, masih terasa di kerongkongannya, namun ia tahan.

“Jangan … ini kan kotor, biar nanti aku panggilkan petugas—“

“Tidak apa…”, ucap Key tersenyum menarik tangan Taemin yang hendak pergi, tidak apa … semua terasa tidak apa-apa jika setidaknya Taemin masih mau berbicara dengannya. “Umma gwencana?”, tanya Taemin memegang bahunya , Key mengangguk, mengelus kepala Taemin sayang.

“Apa yang kau lakukan? Jorok sekali?”, sebuah suara terdengar, Key tidak perduli dengan perkataan itu, ia hanya terus mengelap sisa muntahannya.

“YAH! Ini kan cuman muntah saja! bisa tidak kalian tidak berlebihan?! Anggap saja ini sakit dan ia memang tidak dalam keadaan tidak sehat!’, ucap Taemin berdiri, Key terkejut melihat Taemin nya yang manis yang bahkan berteriak pada orang lain tidak pernah, kali ini berdiri membelanya, Key tidak tahu harus senang atau seperti apa, ia hanya bersyukur, karena sepertinya Taemin mengerti kondisinya …

“Sudahlah—“ Key menarik lengan Taemin, namun namja kecil itu terus melanjutkan kata-katanya.

“Jangan dijadikan alasan kalian saja hal ini diperbesarkan. Katakan saja sejujurnya, kalian hanya ingin menghilangkan saingan dikelas kan jadi kalian berbicara seenaknya dan tidak tahu masalah sebenarnya…” ucap Taemin.

“Hei, kenapa kau ini? Berani sekali kau berkata begitu, kau ini hanya junior … “, jelas yeoja itu lagi, Taemin menggertakan giginya.

“Sudahlah, lagi pula, bagaimana bisa kita menganggapnya hanya sakit? Nanti kan perutnya akan membesar, dan bukankah itu akan terlihat … menjijikan?”, ucap sebuah suara, Key tertegun, ia menoleh ke sumber suara, ia berniat tidak mau ambil panjang masalah namun ini sudah keterlaluan,ia melihat Nicole menatapnya jijik. Key menatap Nicole yang duduk didepannya dengan kedua temannya dan menatapnya jijik. Key menyengir, menatap sekeliling kelas nya itu, semua berbisik membicarakannya.

“Menjijikan katamu?”, tanya Key maju selangkah. “Apanya yang menjijikan jika aku mengalami hal ini hah? Apa yang menjijikan jika aku mengandung seorang bayi hah?”, tanya Key menyilangkan tangannya didepan dada.

“Ada apa dengan kalian ini sebenarnya? Aku hanya sedikit berbeda dengan kalian, ya aku namja, dan aku menikah dini, dan ya, aku hamil dalam kondisi ku yang berbeda. Lalu, apa masalahnya? Aku hanya lebih awal dari kalian semua, aku hanya lebih awal diberi kesempatan untuk menjadi ibu, kenapa kalian begitu kekanakan menganggap ini dengan sebutan … ‘menjijikan’?”, tanya Key mengedarkan pandangannya ke sekitar dan melihat ke seluruh kelas dan kembali menatap Nicole.

Semua terdiam, tidak ada yang bicara sama sekali, “Jadi ini yang dibilang murid-murid unggulan? Jadi begini isinya sekolah unggulan yang selama ini dibanggakan? Hanya sekumpulan murid yang apatis dan tidak punya hati? Aku rasa … ini baru yang bisa dibilang ‘menjijikan’?”, ucap Key menatap sinis ke arah Nicole.

“Umma …”, Taemin meraih lengan Key dan mengelusnya perlahan.

“Kalian tidak usah khawatir, aku akan keluar dari sekolah ini, kalau aku rasa aku sudah cukup menganggu bagi kalian.”, jelas Key keluar dari kelas.

“Umma!’, teriak Taemin, Taemin menatap keseluruh siswa di kelas senior itu sekali lagi, “Kalian kejam!’, ucapnya hampir menangis dan berlari mengejar Key.

***

Taemin melihat Key duduk di kursi taman, ia mendekat perlahan , menarik nafasnya dan berjalan dengan riang menujunya.

“Aku selalu minum susu banana jika perasaan ku jadi buruk, tapi karena kau baru saja muntah, maka aku kasih air putih saja yah? Ini!”, ucap Taemin berdiri disamping Key dan menyodorkan sebotol minuman pada Key, sedangkan ia sudah menyesap susu banana di tangannya.

Key berdecak, ia tersenyum dan menerimanya , “Gomawo Minnie ah~”, ucapnya. Taemin mengangguk dan duduk disamping Key. Tidak ada kata yang terucap, hanya sunyi yang ada disekitar mereka, melihat daun-daun berterbangan dibawa angin, dan merasakan angin berhembus menerpa rambut mereka.

“Mianhe Umma …”, ucap Taemin merebahkan kepalanya di pundak Key, Key menoleh. “Mianhe karena aku baru datang menemuimu, aku tidak menghubungimu dan bersikap menyebalkan sama seperti yang lain tanpa bertanya padamu terlebih dahulu apa yang terjadi …”, jelas Taemin, dan kali ini  anak itu sudah menangis, Key menarik nafas, ia raih kepala Taemin dan menghapus air matanya, mengecup keningnya sayang dan memeluknya.

“Gwecana Minnie ah~ aku tahu kau pasti terkejut, dan aku tidak menyalahkan mu kalau kau juga marah padaku karena aku tidak memberi tahumu tentang semua ini dari awal, tentang aku dan Jinki … ‘, ucap Key memeluk Taemin erat, tidak ia pungkiri, ia tidak mau Taemin membencinya sama seperti yang lain … Taemin sahabat terbaiknya, dan ia tidak mungkin mau kehilangan temannya itu.

“Mianhe Umma … aku hanya terkejut saja, tapi aku yakin, kau dan Jinki Hyung pasti menemukan jalan keluarnya, aku dan Minho Hyung mendukung mu …’, ucap Taemin mengangguk terus menerus. Key berdecak, manis sekali anak ini … ia usap air mata Taemin, dan mengelap aliran dari hidungnya tanpa jijik.

“Jangan menangis, kau terlihat jelek, nanti Minho tidak suka lagi loh …”

“Minho bilang aku juga manis saat menangis.”, Taemin mempoutedkan bibirnya, Key hanya tertawa mendengarkan ucapan anaknya itu.

“Umma.”

“Hm?”

“Kau pikir, siapa yang menyebarkan gosip ini?” tanya Taemin.

“Molla … tapi aku rasa ia punya motifnya sendiri, atau mungkin juga ia orang yang sama yang menaruh burung busuk di loker ku saat itu.”, ucap Key.

Mereka terdiam sesaat, sebelum Taemin menepuk tangannya dan menatap ke arah Key, Key mengerutkan alisnya melihat wajah Taemin yang berubah jadi panik.

“Apa mungkin … Jonghyun Hyung?”, tanya Taemin.

Key terdiam, sempat terbesit dibenaknya, apa mungkin ia? Apa benar ia yang lakukan? Apa ia masih tidak bisa menerima hubungan nya dengan Jinki sehingga ia berbuat seperti ini? tapi tidak ada bukti apapun , maka ia tidak bisa memastikan siapa pelakunya…

***

“Hari ini mau makan apa?”, Jinki membuka sepatunya dan menggantungkan mantelnya, melihat Kibum sudah masuk kedalam menaruh tasnya dan duduk di sofa. Jinki tersenyum, pasti ia sangat lelah …

Jinki berjalan ke sisi Kibum, duduk di depannya dan mengangkat kedua kakinya kepangkuannya , Kibum yang menutup matanya langsung bangkit dan melihat apa yang dilakukan suaminya itu.

“A-apa yang kau lakukan?”, tanya Kibum bingung, Jinki hanya terkekeh dan mengurut telapak kaki Kibum bergantian,

“Apa? Ini namanya relaksasi … kau rebahan saja, aku akan pijit bagian kakimu … kau pasti capek kan?’, ia menunjukan senyum goofy terbaiknya, Kibum terbelalak. “Kau pasti capek seharian menopang tubuhmu, menopang Jinki Junior …”, kekehnya, “Aku tidak tahu apa ini berguna, tapi kemarin aku sempat dengar di RS saat checkup, ada suster bilang kalau hal ini sebaiknya dilakukan untuk istrimu yang sedang hamil, karena kaki mereka suka keram, bengkak, atau mudah capek dan pegal … ya kan?”, ucap nya panjang lebar dan tersenyum pada Kibum.

Kibum entah harus berkata apa, ia speechless mendengarnya, Jinki yang ia kenal dulu iseng padanya, bahkan sekarang begitu perhatian, dan … menurutnya ini sweet. Kibum menarik tangan Jinki , menggenggamnya dengan erat, Jinki bingung melihat Kibum yang tersenyum padanya, dan membungkuk mencium bibirnya,

“Gomawo …Jinki Appa …”, ledek Kibum menutup hidungnya, wajahnya memerah menyebut kata pertama itu, Jinki mengedipkan matanya dan bangkit, menopang kedua tangannya di sisi Kibum. “A-apa … mau apa kau? Jangan tatap aku begitu …”, Kibum menoleh ke arah lain, please … jangan bilang saat ini ia ingin…

“Katakan …”

“Hah?”

“Katakan … katakan lagi tadi aku panggil aku apaaa…”,

Kibum mengerjapkan matanya, menoleh ke arah lain, “Ck, shiro!”

“Kibummie …”, panggilnya.

“Shiroyo …”

“Jebal …”, Jinki menurunkan tubuhnya memeluk pinggang Kibum dan meletakan kepalanya di perut Kibum, menciumny dan terkekeh seperti orang bodoh. Kibum tersenyum, menepuk kepala Jinki sayang dan mencium pucuk kepalanya.

“Saranghaeyo Jinki appa …”, Jinki hanya terkekeh dan memeluknya lebih erat, sekitar beberapa menit mereka habiskan waktunya seperti itu, berdua memang lebih baik rasanya, selama mereka berdua rasanya semua masalah dan juga beban di sekolah sirna sudah … Kibum beruntung, setidaknya Jinki di sisinya disaat seperti ini, begitu sebaliknya … mereka tidak butuh apapun, saling memeluk satu sama lain, merupakan tempat paliong save saat ini …

***

“Kau yang lakukan kan?!”, ucap Jonghyun menarik tangan Krystal yang baru saja keluar dari ruang kelasnya, Jonghyun sengaja menunggunya sampai ia keluar dari kelas seni hingga sore hari.

“Ah! Sakit Oppa!”, pekiknya, namun Jonghyun tidak perduli.

“Kau bicara apa sih? Lepaskan! Untuk apa aku lakukan itu?! Mana buktinya?”, pekiknya dan menepis tangan Jonghyun, mengecek sendiri tangannya yang dicengkram oleh Jonghyun.

Jonghyun menatapnya sinis, mencoba meneliti kebenaran ucapan nya, “Kau jangan coba-coba berbohong, aku tahu apa yang kau lakukan, selama ini kau yang lakukan itu? Untuk apa kau lakukan itu hah? Percuma saja, hal itu tidak ada gunanya!”

“Memang kenapa? Kalau kau sudah tahu tidak ada gunanya. Seharunya kau bisa lakukan lebih baik dari yang sudah –sudah…!!”

“Jadi benar kau pelakunya!”

“Ani.”, jawabnya santai … Jonghyun menggertakan giginya,

“Jangan sentuh Kibum dan Jinki … aku tidak akan biarkan kau jika kau berani macam-macam dengan mereka.” Jonghyun hendak pergi namun yeoja itu menariknya,

“Oh lihat siapa yang sudah berkhianat … kau jadi lebih bela dia dibanding keluargamu sendiri hah? Kau lupa misi kita?”

Jonghyun menepis tangan Krystal, “Keluarga? Aku tidak pernah ingat punya keluarga seperti ini, dan misi itu? Aku bahkan sudah lupa … urus saja sendiri, aku bahkan tidak perduli kalau Kim corps bangkrut …”, ucapnya.

Krystal menggertakan giginya, ‘Apa dia bilang? Kita lihat saja … siapa yang akan bertahan, kalau kau tidak mau … aku yang akan lakukan, dan aku tidak akan biarkan aku jatuh miskin …”, ucap nya.

Seorang namja berdiri dibalik tembok, mencengkram tas ranselnya kuat-kuat, apa yang harus ia lakukan sekarang? Ia harus katakan semua ini pada siapa?

***

Kibum masuk kedalam kelas, semuanya hening seketika ketika masuk, ia tidak perduli dan jalan begitu saja kedalam kelasnya menuju tempat duduknya, ketika ia sampai disana, yang ia lihat adalah sebuah amplop, ia melihat kesekitar ketika ia memegang itu, siapa yang meninggalkannya disana … semua tampak tidak tahu apapun …

Ia tarik nafasnya dan ia duduk dengan tenang, tidak ada nama pengirim, hanya surat itu jelas dituju untuknya dengan nama ditulis disana. Ia buka amplop itu, hal yang membuat ia ngerti kemudian adalah …

“Aaaahhh~”, ia berdiri, melempar isi amplop itu kelantai, membuat semua melihat ke arahnya, Kibum gemetaran, menutup mulutnya sendiri, siapa … siapa lagi kali ini?

“Kibum, kenapa kau …”, perlahan teman-temannya menghampiri, GD dahulu yang mendekatinya, memungut amplop itu dan melihat beberapa foto yang jatuh dari dalam sana. Ia melihat ke arah Kibum yang lama-kelamaan lemas dan terduduk di lantai gemetar … “Kibum! Gwencana?”, tanya GD melihat ekspresi Kibum yang pucat, sungguh ia ingin muntah rasanya.

“SIAPA!! Siapa yang lakukan ini, katakan padaku!! Mengaku sekarang?!’, pekik GD berdiri melihat kesekitar, ia tadinya tidak mau ikut campur, tapi karena ia sempat suka dengan Kibum, ia jadi tidak tahan dengan segala tindakan konyol ini.

Semua murid mendekat dan melihat apa yang dimaksud, semua mengerutkan alis, dan berbisik, berkata mereka tidak lakukan itu, meski mereka merasa aneh dengan kehamilan Kibum, bukan berarti mereka benci pada Kibum.

“Kibum, kami tidak lakukan ini … meski ya benar kami salah karena menggosipkanmu, kami tidak ada hati lakukan ini …”, Kibum hanya mendengarkannya saja, ia mengepalkan tangannya, apa orang yang lakukan ini sungguh ingin ia pergi dari sekolah?

***

Kibum tidak bicarakan hal itu pada Jinki, dan sepertinya Jinki juga tidak tahu akan hal itu. Ia tidak mau kalau Jinki memikirkan hal lain lagi, terlebih status mereka sedang terancam disekolah, namun ia cukup lega, setidaknya teman-teman sekelasnya sudah biasa saja, mereka sepertinya juga geram akan tingkah sang peneror Kibum itu.

“Kibum …”, Kibum mendongak, melihat GD dan Nicole berdiri di depannya, masih ada 3 temannya yang lain berdiri didepan mereka. Kibum melihat ke arah GD dengan tenang namun sinis ke arah Nicole.

“Mau apa lagi? Masih mau bertanya kapan aku akan keluar dari sini?”, tanya Kibum kembali sibuk dengan sketsanya, “Kalau itu yang mau kau tanyakan, aku katakan ‘segera’ aku akan keluar dari sini, jadi kau tidak usah merasa ‘jijik’ lagi.”, ucapnya ketus.

GD menyenggol tangan Nicole dan dengan segera Nicole menarik tangan Kibum, “Kibum! Mianhe …”, ucapnya, Kibum bingung melihatnya, ia melihat ke arah GD, bertanya ada apa sebenarnya. “Mianhe karena sikap ku yang keterlaluan kemarin … tapi, aku sudah tahu aku salah …”, ucapnya.

Kibum diam saja, berantisipasi itu acting. “A-aku bertingkah begitu karena … ak-aku …”, Kibum melihat GD melotot pada Nicole dan membuatnya melanjutkan perkataannya, “A-aku emosi, dan aku cemburu melihatmu bersama GD …”, jawabnya dengan wajah memerah. Diikuti kata maaf lagi dari 3 temannya yang lain.

Kibum terbelalak, jadi …”, jadi, kau suka pada GD? Dan kau benci padaku karena aku dekat dengannya?”, decak Kibum, Nicole hanya mengangguk, Kibum berdiri dan menyentil jidat nya pelan. “Pabo! Aku dan GD Cuma acting, dan itu lamaaaa sekali, kau kan tahu aku sudah menikah, dan for god sake, ada Jinki junior di rahim ku sekarang!”, ucapnya emosi, namun detik kemudian ia tersenyum dan menepuk pundak Nicole, memaafkan mereka, satu hal lagi … ia merasa bersyukur, setidaknya masalah satu selesai, teman-temanya kembali padanya …

Tanpa ia tahu sepasang mata itu geram menatapnya …

“Kau membuat ini semakin sulit Kim Kibum … apa aku harus selesaikan secepatnya?”

***

“Oh, ahjumma …”, Jonghyun memanggil seorang yeoja paruh baya yang sedang menngambil beberapa sayuran dan memasukannya kedalam troli.

“Oh, Jonghyun!’, jawabnya riang, entah kenapa setiap melihat senyum yeoja itu Jonghyun merasa nyaman sekali, ia mendekat dan membungkuk padanya,

“Sebuah kebetulan kita sering bertemu Ahjumma … apa kabar?”

“Baik sekali … kau sendiri … apa kabar? Kau berbelanja?”, tanya nya, Jonghyun hanya terkekeh menunjukan isi keranjangnya.

“Yah … aku tidak bisa masak, hanya mie saja yang bisa aku beli …’, kekehnya, yeoja paruh baya itu tertawa , dan mereka saling memandang, seperti ada hal yang ingin dikatakan, sebelum Jonghyun berdeham menghilangkan gugup diantara mereka.

“Ah, mian … kau mengingatkanku pada seseorang …’, ucapnya, Jonghyun hanya tersenyum, “Ah, ku beritahu , jangan makan mie terus, sekali-kali makanlah sayuran … tidak baik bagi kesehatan, jaga kondisi mu jika mau sehat, kau sebentar lagi ujian kan?”, ucap nya, Jonghyun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Neh ahjumma …”

Entah sengaja atau tidak, mereka beriringan berbelanja bersama, Jonghyun tidak risih sama sekali, justru ia merasa senang bsia bertemu dengan ibu dari Kim Kibum ini, mereka tidak kenal dekat, hanya sesekali bertemu di kantor Appanya, dan ia tidak tahu Ibu Kibum kerja dibagian apa, yang jelas, sesekali mereka melakukan pertemuan di tempat yang sama, dan saling bertemu …

“Ahjuma …”

“Hm?”

“Apa … Kibum akan dikeluarkan dari sekolah karena … kau tahu … dia … hamil …”

Mrs,Kim hanya tersenyum, “Tidak tahu, sekolah baru akan mengambil keputusan lusa, aku dan Mr.Lee akan kesana untuk menghadap bersama, menerima keputusan itu …”. Jonghyun hanya terdiam mendengarnya.

“Menurutmu, apa adil jika Kibum dan Jinki dikeluarkan?”, tanya Jonghyun lagi.

Mrs.Kim menoleh dan tersenyum, “Aku tidak bisa menilai keadilan apa yang harus dibicarakan disini … aku tahu semua ini tidak pernah diinginkan orang tua manapun, anak mereka menikah muda, dan mempunyai anak di usia yang muda pula … namun, aku tahu hal ini tidak mudah bagi Kibum jika aku menyalahkan kondisinya, ia mencintai Jinki, dan aku tahu itu … dia juga mencintai bayi dikandungannya …”,

Jonghyun hanya terdiam … “Aku harap masalah ini bisa diselesaikan dengan seadil mungkin …”, ucapnya. Mrs, Kim tersenyum lagi.

“Kenapa kau yang bingung … sudahlah … tidak usah dipikirkan, aku dan Mr.Lee sudah pikirkan jalan lain agar mereka tetap mengenyam pendidikan.”. jelasnya.

“Jinjjayo?’

“Ng! Mereka akan kami kirim ke Amerika, home schooling disana sampai bayi mereka lahir … bagaimanapun, mereka perlu pendidikan untuk bisa mendidik anak mereka nanti …”, Jonghyun terdiam, betapa beruntungnya Jinki dan Kibum …

Betapa beruntungnya dua namja itu, hidup dalam lingkungan yang baik, mendukung mereka sepenuhnya, dikelilingi oleh orang-orang yang sayang dan siap kapanpun untuk mendukung mereka, sedangkan ia … menjadi boneka di keluarganya … tidak tahu siapa yang harus ia jadikan tempat bersandar …

‘Jonghyun? Gwencana?”, Mrs.Kim menepuk pundaknya. Jonghyun tersentak dan mengangguk meminta maaf. “Kau kelihatan lelah , apa terlalu banyak belajar? Bagaimana aku traktir makan di kedai shabu sekitar sini?”, tawar yeoja itu.

“Hah? Gwencana ahjuma aku—“

“Sudahlah, kau kan teman Jinki dan Kibum, lagi pula, aku sudah jarang makan dengan Kibum, aku ingin makan bersama lagi, setidaknya denganmu sama saja seperti makan dengan anakku sendiri …’

Jonghyun tidak menolak, kata-kata ‘seperti makan dengan anakku sendiri’ membuatnya sedikit bahagia, setidaknya ia bisa rasakan rasa perduli dari Ibu orang lain.

***

Kibum senang bukan main, kali ini ia berdua dengan Jinki akan makan malam di luar, Jinki mengatakan ia sudah pesan tempat di sebuah resto makanan Chinese … ia suka makanan Chinese …!! Dengan tidak sabar ia menggoyangkan tubuhnya kesana kemari menunggu Jinki keluar dari kamar.

“Jinki … Jinki … Jinki … palli ah~ …”, ia memamggil nama Jinki sambil bernyanyi, entah kenapa, malam itu ia rasa malam yang paling baik, meski ia ingat lusa adalah penentuan bagi mereka, apakah sekolah membiarkan mereka tetap disekolah, atau di keluarkan … tapi rasanya ia tidak perduli lagi, ia terlalu bersemangat malam itu.

“Hei!’, Jinki meloncat, dan memeluk Kibum dari belakang, mencium tengkuknya dan terkekeh, “Sepertinya kau senang sekali … ada apa nih?”, tanya nya mencubit pipi Kibum, ketika menerima pouted –an dari bibirnya, ia segera mengecup sisa cubitan tadi.

“Kenapa? Apa lagi kalau bukan karena Chinese food~ … aaah~ aku sudah lama tidak makan itu, kapan yah terakhir kalinya?”, Kibum menggumam sendirian, Jinki berdecak.

“Aku pikir kau senang karena kita akan makan malam berdua diluar, aku sengaja memilihkan tempatnya, kau malah lebih senang sama makanannya dari pada bersamaku …”, ucap Jinki ngambek, tapi tetap menggandeng tangan Kibum keluar dari apartemen sederhana mereka.

Kibum berdecak dan merangkul tangan Jinki, “Begitu saja ngambek, your the best ever you know … I love you so much … you know that , right?”,

“I know … but after Chinese food!’

“Jealousy Appa~” ledek Kibum, Jinki gemas sekali, ia tarik Kibum kerangkulannya dan menciumnya di bibir dengan paksa, membuat Kibum memukul dadanya karena ia sudah jadi bahan tontonan mendadak seluruh trotoar jalan.

Mereka hanya butuh naik bis sekali kesana, sengaja tidak menggunakan kendaraan, Kibum tidak mau meski Jinki memaksa, karena ia khawatir Kibum akan lelah, tapi kepala Kibum sama kerasnya dengan batu, ia kekeh mau naik bis, ia bilang, ia ingin kencan naik bis bersama Jinki. Satu lagi hal yang ia minta ketika sedang hamil, mengidam kencan didalam bis … =.=”

Pukul sudah menunjukan 7.45 KST malam, Kibum menggandeng tangan Jinki dengan mata berbinar menatap restoran didepan matanya, ia tidak sabar ingin masuk kesana, Jinki tahu kalau namja cantik disampingnya ini benar-benar semangat, ia bisa tahu dari cara Kibum mencengkram tangannya erat, dan sesekali terjerit tertahan karena melihat betapa bagusnya restoran yang dipilih Jinki.

Kibum tidak bisa berhenti tersenyum merasakan suasana disekitarnya, tempat yang Jinki pilih sangat menarik, sebuah restoran yang cozy, tidak terlalu terlihat mewah, namun terkesan sangat tradisional China nya sangat kental. Dengan alunan musik China yang bahkan ia tidak mengerti kata-katanya pun, membuat Kibum tersenyum senang, sesekali melihat ke arah Jinki, menggenggam tangannya dan tersenyum lebar.

“I love this place … gomawo …”, Kibum menggoyangkan tangan Jinki, Jinki hanya berdecak, dan meminta pelayan membawakan pesannya, Kibum hampir tidak percaya, Jinki pasti bercanda, hampir semua makanan di pesan nya, ia sudah gila, atau kebanyakan duit.

“Kau tidak salah? Makanan sebanyak ini mau dihabiskan siapa? Tidak mungkin kita berdua kan?”, ucap Kibum seperti orang norak, menatap lekat kemakanan didepannya, dengan mulut terbuka, ia mengelus perutnya sendiri, sepertinya babynya itu juga bisa merasakan bau nya yang lezat? Karena sepertinya baby nya itu segera minta untuk ia memakannya semua …

“Kata siapa berdua?”,

Kibum mengerutkan alis, “Kau undang orang lain? Aku pikir kita makan malam berdua?”, Kibum sedikit kecewa mendengar Jinki menyebut bukan hanya mereka.

Namun pertanyaannya itu hanya di jawab tawa oleh Jinki, “Pabo, jelas bukan kita saja lah … kan ada nae aegya …”, jelas Jinki menunjuk dengan dagunya ke arah perut Kibum, Kibum membelalakan matanya dan berdecak.

“Pabo!’, ucap Kibum ingin memukul Jinki, namja tampan itu hanya tertawa dan pura-pura ingin memukulnya juga, kemudian setelah selesai terkekeh mereka mulai menyantap makanan didepan mereka dengan lahap.

***

“Ah, terima kasih Jonghyun …”,

“Anio .. saya yang harus berterima kasih pada anda ahjuma …”, ucap Jonghyun membungkuk setelah mereka keluar dari dalam restoran, Jonghyun memberikan belanjaan Mrs.Kim padanya dan mengantarnya sampai ke mobilnya.

“Kau yakin tidak mau aku antar?’, tanyanya, Jonghyun menggeleng.

“Tidak terima kasih , aku harus ke tempat lain, ada yang masih mau ku beli …”, ucapnya, menunjuk ke arah lain.

“Baiklah, hati-hati dijalan neh~ …”,

Jonghyun mengangguk, membungkuk sekali lagi dan menunggu sampai mobil itu pergi dari hadapannya, ia tidak berhenti tersenyum melihat mobil itu menghilang di tikungan. Sebelum ia berjalan ke arah lain …

“Tuan Jonghyun.”, Jonghyun menoleh kebelakang , sebelum ia bisa mengetahui dan mengenali siapa orang didepannya, yang ia rasakan adalah pukulan keras di tengkuknya, dan dengan sekejap ia rasakan gelap di sekitarnya …

***

Kibum terhenti dijalan, ia merasakan ada yang memanggilnya, ia menoleh kebelakang, Jinki mengerutkan alisnya, melihat ke arah yang sama di lihat olehnya.

“Kenapa Bunny?”, Kibum masih melihat ke arah jalan dibelakangnya, tidak ia temukan siapa pun … ia menggeleng dan mengangkat bahunya.

“Aku merasa ada yang memanggilku … mungkin Cuma perasaan ku saja…”, ucapnya, Jinki hanya diam melihat tingkah istrinya itu.

“Ah, aku mau eskrim …”, ucap Kibum tiba-tiba, Jinki terbelalak, nafsu makan Kibum luar biasa, ia hanya berharap esok jika sedang menimbang berat badan ia tidak akan marah-marah lagi karena beratnya naik seperti beberapa hari yang lalu saat mereka checkup ke dokter.

“Oke … disana ada ice cream boot, kita kesana …”,

“Oke doki …”,

Jinki memesan ice cream untuk mereka berdua, Kibum hanya menunggu di sebuah bangku dan melihat berkeliling, sampai akhirnya ia menangkap sebuah toko yang menarik matanya, perlahan ia bangkit dan berjalan ke toko yang jaraknya hanya 3 meter dari tempatnya itu.

Berdiri didepan sebuah etalase toko bayi, ia melihat dengan kagum, melihat seluruh peralatan keperluan bayi, mulai dari kereta dorong, baju, sepatu, alat makan, alat mandi, mainan, semua yang lucu terpampang di depan etalase, ia sentuh kaca didepannya, tersenyum layaknya orang gila …

Ia dan Jinki memang belum sempat membeli apapun untuk bayi mereka, karena mereka juga belum periksa jenis kelamin anak mereka, dan Jinki pikir, nanti saja tidak usah terburu-buru.

“Semua ini sangat maniskan? Kau juga berpikir begitu kan aegya?”, ucapnya menyentuh perutnya sendiri. “Cepatlah lahir dengan selamat, Umma dan Appa penasaran, apakah kau mirip dengan ku atau Appa? Atau kau malah mirip dengan nenek mu …”, decaknya.

“Umma janji, umma akan merawat mu dengan baik, Umma ini bisa kuat karena nenek mu mendidik Umma dengan baik, walau hanya dengan cintanya, tapi karena kau punya Appa juga, Umma jamin, kau akan lebih kuat dan hebat dari Umma mu ini … arraci?”, bisiknya.

Kibum merasa ada seseorang dibelakangnya, ia menoleh, namun yang membuat ia terkejut adalah sosok itu menariknya, membekapnya dengan sebuah saputangan dengan bau meyengat, Kibum ingin berteriak, matanya menuju pada Jinki, namun percuma, ia kehilangan kesadaran sebelum bisa berteriak . Dan toko yang agak sepi dari lalu lalang orang itu membuatnya tidak bisa meminta tolong pada siapapun..

“Jinki …”, lirihnya sebelum semuanya gelap.

***

Drrt Drrt

Jinki mengangkat telpon di tangannya, ‘Yoboseyo, Taemin ah!”, jawabnya. “Ah, ya dengan saus coklat.”, ucapnya menanggapi pelayan es krim.

“Yah, kenapa sih kau berkata cepat sekali, tenanglah sedikit … ada apa?” tanya Jinki berdecak, mendengar Taemin berbicara tidak jelas di telpon.

[Kau dimana Hyung?!]

“Aku di luar bersama Key … kami sedang di dekat daerah Gangwon … wae?”

[Kau bersamanya?]

“Iya, kenapa sih?”

[Kau yakin, aku ingin bicara dengannya, cepat berikan telponmu!!]

Jinki menatap ponsel itu dengan heran dan berbalik, namun ia tidak bisa melihat Kibum yang sebelumnya duduk di belakangnya, “Kibummie?”, Jinki mengedarkan pandangannya kesana kemari, ia mulai panik, berjalan ke pinggir jalan raya, melihat kesana kemari, tidak menemukan sosok Kibum.

Mengedarkan pandangannya ke seberang jalan, namun ia tidak temukan, ia berlari ke sisi lain, kebelokan pertokoan, namun tidak ada, “Kibummm!’, teriaknya. Tidak ada, kemana dia? Jinki panik, Kibum …

[Hyung…Hyung…]

Jinki mendengar Taemin memanggilnya dari telpon, “Taemin …”,

[Hyung, ada apa??]

“T-taemin, tadi aku bersama Key , sungguh! Tapi … tapi sekarang ia tidak bersamaku, aku sudah cari, tapi dia tidak ada … dia…”

[Hyung, kau tunggu disana, aku dan Minho akan kesana!!]

“I-iya tapi … cepatlah, aku akan cari Kibummie lagi. Dan … ada apa sebenarnya?”, Jinki terus mengedarkan pandangannya, berlari ke arah lain, namun tetap fokus pada ucapan Taemin di telpon.

[Aku sudah tahu siapa pelaku dari semua kasus yang menimpa Kibum Umma dan juga kau disekolah …]

Jinki terhenti, mencerna ucapan Taemin barusan …

“Apa katamu tadi?”

[ …ya Hyung, akan ku jelaskan nanti … ]

PIP

Jinki menatap layar ponselnya yang mati, siapa? Dan dimana Kibum? Apa … apa terjadi sesuatu padanya? Jinki tidak mau berpikir begitu, ia hanya perlu cari sekali lagi, mungkin Kibum hanya berjalan-jalan disekitar nya.

CUT~~

Nyahahaha … meski ini aneh, saya harap kalian mau komen , please apa … sedih saya SR banyak banget … udah capek’ udpate yang komen Cuma satu kata sakit rasanya … apa susahnya sih komen yang berbobot?

Oke, 2 chap left maybe ~

SORRY MANY WRONG TYPO!!!

Annyeong!

NEXT PART > CONTINUE READING~

120 thoughts on “[Onkey] WTF part 7 of ?

  1. aaarrrrggghhh ini sbenarnya siapaaaaaaaaa????/ penasraaaaaaaaaannnnn,,, haduh jahat banget dah akh itu orang pengen gue lempar lemari rasanya,,,
    gue tambah yakin klo jong itu kakak key?? entahlah feel gue mengatakan ke’y gtu..
    onkey maniss bgt saling menjaga,saling mencintai kekeekeee
    ooohhh jadi nicole bgtu krn cemburu?? kekekekeekek ada2 saja

  2. jadinya jonghyun baik ya ujung-ujungnya,, jangan-jangan jonghyun itu beneran abangnya kibum kali ya heemm~

    itu siapa lagi yang nyulik key..??? aigooo…aigooo itu lagi bunting juga pake diculik-culik segala aisshhh siapa yang nyulik key? siapaaa??? penasaran akut!

    sebel ya sama si krystal dan appanya!

  3. Huwaaaa ikutan nangis pas key dibilang menjijikan masa T.T

    Jadi yg bikin gara ke jinKey disekolah si krystal toh..kirain jong

    Aduhh itu key diculik siapa trus jong juga siapa yg mukul jong..
    Jinki cepet tolongin key..tetem udah tau pelakunnya yah..syukurlah ikutan lega..
    Suka banget sama ff ini..bikin penasaran susah ditebak.pokoknya aku sukaaaaaa

  4. Omegat ,saya mau juga dong punya suami kek Jinki😀 dia baik perhatian pula ,ahhh ini sweet ,bummie beruntung sekali .

    Eh itu yg nguping pembicaraan Jjong sama Krystal si Tetem yah ?
    Asiik ,ayo Taemin ,selamatkan umma mu😀
    Ummamu pasti di culik si Krystal deh ,

  5. Kristal gilaaaa…. Dasar gila harta… Jonghyun oppa kasian banget hidup dengan monster sepertinya… Jadi bener ea JongKey bersodara… Yeeee KimBro saranghae…. Jinki yg sabar ea entar Kibum juga ketemu #ceramahDepanPoster

    saya pen minta pw… Entar di kasih ea, no saya 08312910XXXX

    makasih

  6. komentku kepotong huwaaa nyebelin -_-
    at least jinkibum masih terus bertahan🙂
    huh krystal again arrgggghh
    jjongie please berhenti bantu krystal ne~~
    aku tau kamu gak jahat kog😦
    kayaknya kimbro beneran bersaudara nich kkk~~
    huwaaa kibum kemana? arrgghh pasti krystal lagi ><

  7. yahhhh knpa di cutttttt…
    authorrrr aku pnasarannnnn…

    pasti itu ulahx krystal lagi, iya kann kan kannn.. pasti iya kan.????

  8. jangan bilang mereka yang dengar percakapan krystal sama jjong itu taemin!!

    awas aja kalo ada apa apa sama kibum!!

  9. Ommo siapa yg nyulik key? Dan jonghyun ni aku curiga jangan2 sodaranya key :v

    pen buru2, langsung pindah aja OnKey ke amerika. Biar gak di teror atau diapalah namanya, berat bngt khidupannya mereka.. :3 next!

  10. Duh,lagi tegang tegangnya yak,ampyun tebece
    -_-

    Aku yakin dengan sangat,pelaku ini semua.tuh Kristal,sialan itu ! sebel gue -_-

    Jjong sama Kibum dibekap bersama kah?? uh….
    Kasihan Jjong, sebesar itu belum pernah dpt kasih sayang umma,Jjongie,,,,wanita paruh baya itu umma’mu sepertinya.hehe
    dan aku yakin eh:D

    Aku sempet melenceng baca’y pas Jinki junior,aku ko ya lidahnya latah menjadi Junior Jinki.kekekeke
    maaf thor,dh ya,pervert gue kumat :’)

  11. jinki ama kibum emang pasangan yg cocok sih ya..
    ngadepin masalah berdua aja bisa kompakan kaya gitu..
    itu pasti orang suruhannya si krystal lagi ya? -_-
    yg mukul jonghyun ama yg nyulik si key..
    aigo~ sempet gregetan kenapa si jinki ninggalin key beli es krimnya..
    semoga jonghyun key ama aegya ga kenapa napa..
    trus buruan ditangkep tuh yg neror

  12. si Krystal kan?
    duh jahat bener.. untungnya dia cantik.. jadi masih ada nilai plusnya lah…😄

    Heum.. baca sifat Jinki di sini.. aigoo..
    i want that kind of husband… perhatian.. rajin beliin makanan enak.. pengertian pula…
    ahhh~~~~
    Jinkiii~~~ jadilah suamiku *plaaaak

  13. Ini siapa sih… Jahat banget key sama jjong barengan yah diculiknya apa penculiknya sama tapi kenapa haduh… Ini orang ga bisa liat orang seneng dikit apa

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s