[OnKey] Love’s Way Part 5


Main Cast             : Lee Onew – Kim Key

Support Cast      : Choi Minho – Kim Taemin – Kim Jonghyun – Amber (?)

Genre                      : romance, smutt , Life

Author                   : Eternalonkey Yua (@eternalonkey90)

Rate                          : PG 17

FOREWORD

Update!!

Terima kasih banyak komennya ;A; dan maaf lama (-_-)9

buat SR saya jamin akan MENYESAL!! HAHAHAHA

Trust Me 8D it works *plak

WARNING!!!

This is My Story

No Plagiarism

No Bashing

no no no no no no no *plak*

Enjoy (==)9

Love always come with unexpected ways..

Love’s way…

part 1, part2, part3,part4

********

Suasana mencekam dalam ruangan saat ini. Para tamu yang datang sibuk dengan spekulasi mereka sedangkan para wartawan sibuk mengambil gambar Mr.Lee dan keluarganya. Setelah berhasil keluar dari kerumunan, Minho yang panik pergi mencari hyungnya yang pergi membawa Key. Ia berlari menuju resepsionis dan menanyakan dimana kamar Jinki. Tentu saja awalnya tidak mudah mendapatkan nomor kamar tamu, namun dengan menjelaskan bahwa ia adalah adik dari Jinki, dan tentu saja sedikit uang pelancar.

Minho terus berlari memencet tombol lift, nafasnya terengah. Menggigit bibir bawahnya kencang, jujur saja saat ini ia sangat khawatir. Lalu apa – apaan tadi kata – katanya? Hamil? Ini pasti lelucon. Ya hyungnya itu memang terkadang sangat gila tapi kadarnya belum sampai menghamili orang.

.

.

.

Key berusaha memberontak dengan menghentakkan kakinya meski masih dalam keadaan diikat. Kepalanya bergerak kekanan dan kekiri menolak ciuman paksa Onew padanya.

“Lepasakan…lepas hmmmftt…”

Onew lagi – lagi membungkam bibir Key, mungkin saat ini bibir Key sudah bengkak, he suck it very hard. Menggigitnya, memaksa namja cantik yang tak berdaya ini membuka mulutnya namun nihil. Key menolak.

“Ahhh…”

Berhasil! Onew meremas member Key dari luar membuat key melenguh dan membuka bibirnya. Kini ia pasrah, entah apa yang akan dilakukan namja gila ini padanya. Jalannya terlalu jauh, jika saja waktu bisa diulang..jika saja ia tidak melakukan drama bodoh ini..jika saja….

“uhh…”

SRET

Kini Onew membuka kaus bling – bling Key hingga leher, ia mengangkatnya lalu terpampanglah dada putih Key didepannya, menjilat  sudut bibirnya. Key kehilangan tenaganya, karena saat ia melawan Onew akan meremas lagi membernya yang saat ini sudah hard lalu jika ia berteriak maka Onew akan menciumnya tanpa henti. Ia lelah..sangat lelah. Ia hanya berharap ada seseorang yang akan datang menolongnya. Keajaiban? Bolehkah ia berharap sekali saja ada keajaiban menghampirinya. Tubuhnya sakit, hatinya lebih sakit.

“ahhh…”

Key mengerang tertahan, menggigit bibir bawahnya saat Onew menghisap nipplenya. Merasakan basah menyentuh kulit sensitifnya. Ia membencinya..sangat membencinya. Kenapa? Kenapa tubuhnya harus selalu merespon setiap sentuhan laki – laki ini? Oksigen seperti menyempit, tidak ada yang bisa ia lakukan. Menyesakkan…tubuhnya bergetar hebat saat jemari Onew bermain di nipplenya lalu meremas bokongnya. Ini pertama baginya..ini pertama dan menjadi hal yang paling mengerikan dalam hidupnya. Sesuatu yang berharga dalam dirinya akan direnggut paksa. Kau tahu rasanya jika hal yang paling berharga dalam hidupmu diambil begitu saja? Ini bahkan lebih buruk.

Key mulai memberontak dan menggoyang – goyangkan tubuhnya kekanan dan kekiri berusaha menolak desiran darahnya saat disentuh dan itu membuatnya merinding. Sekarang tangan Onew sudah menjalar ke resleting celana Key dan menurunkannya. Key menahan nafasnya saat tangan itu menyentuh langsung miliknya dan mengelusnya. Tidak! Bukan ini yang ia inginkan.. perlahan tapi pasti Onew memijit milik Key yang sudah ada cum di ujungnya. Memutar jempolnya di ujung milik Key. Bohong jika Key tidak menikmatinya tetapi hatinya terlalu sakit.

“Hiks..lepaskan..Jinki..lepaskan aku…hiks..”

Ada aliran sungai kecil di pipi putih tirus itu. Ia terisak kuat, wajahnya sangat merah. Namja yang dipanggil ‘Jinki’ ini terkesiap saat nama kecilnya disebut. Ia mendongak melihat wajah Key yang kacau. Wajah seperti ini tidak mungkin sebuah acting, seseorang yang benar – benar ketakutan dan seperti ini adalah hal pertama baginya. Mungkinkah?

Jinki..ya.. nama itu adalah nama pemberian ummanya. Seperti terkena tembakan tepat dikepalanya, Jinki mulai tersadar dengan apa yang dilakukannya. Ini tidak benar Jinki..kau melukainya..hentikan… seolah sang umma pun berbisik ditelinganya.

Ia menaikkan lagi resleting celana Key dan menurunkan baju Key. Melepaskan ikatan pada tangan dan kakinya. Lalu ia beranjak memakai lagi pakaiannya. Key masih lemas dan terduduk. Ia masih terisak dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Onew menatap Key lalu mendekatinya.

“Key…”

Plak

Key menepis tangan Onew yang menyentuh bahunya. Tidak akan, ia jijik. Ia jijik dengan namja ini juga dengan dirinya. Ia berdiri dengan susah payah meski tenaganya hilang entah kemana. Dengan cepat Onew menarik tangan namja cantik ini dan membuatnya terduduk di tepi ranjang lagi.

“LEPASKAN AKU BRENGSEK! APA MAU MU? JANGAN PERNAH MENYENTUHKU LAGI MESKI HANYA SEUJUNG JARI! KAU..KAU MENJIJIKKAN!!”

Key terus meronta, memukul punggung Onew kasar saat Onew justru memeluknya erat. Percuma, karena Onew semakin mengeratkan pelukannya. Setelah Key lelah, ia berhenti meronta dan terdiam. Namja tampan ini melonggarkan pelukannya dan mendorong bahu Key. Tatapan mata itu sudah berbeda, mata kucing yang indah sudah kehilangan sinarnya. Mata itu terlihat kosong. Tidak sadarkah kau Onew kau telah benar – benar melukainya? Bisakah kau lihat pancaran kesedihan dalam matanya?

“Key..maafkan aku.. maaf.. aku mohon jangan pergi..aku tidak tahu kenapa aku melakukan ini tapi aku tidak ingin kau pergi..tetaplah bersamaku…” lirih Onew.

Namja cantik ini masih belum bereaksi, tatapannya masih kosong. Onew tiba – tiba merasakan perih yang menjalar di dadanya. Apa kau melihatnya Onew? Dia terluka…dan kaulah penyebabnya…apa kau mengerti sekarang?

“Key.. bicaralah… apa ini…..ini pertama untukmu?”

“……….”

Hening….

BRUK

“Hyung!! Apa yang kau lakukan!”

 Minho memasuki kamar dengan nafas terengah dan membungkuk menstabilkan irama jantungnya. Ia mendobrak langsung pintunya karena ia tahu Onew tidak akan membukanya. Minho terkesiap melihat pakaian Key yang berantakan dan tali di lantai kamar.  Oh jangan lupakan ekspresi wajah Key yang aneh saat itu.

“Minho…..”

Bugh

Minho tanpa bertanya meninju hyungnya sendiri tepat di rahangnya setelah ia menarik kerah baju Onew. Ia cukup pintar untuk mengetahui apa yang telah dilakukan hyungnya hingga Key terlihat seperti ini. Bahkan bercak merah masih menyala di leher putihnya. Minho menghampiri Key lalu menariknya lengannya dan memapah bahunya.

“Key.. aku antar pulang.. maafkan aku..”

“Minho…!”

“Hyung! Urusan kita belum selesai.. aku antar Key terlebih dahulu..”jawab Minho dingin.

Namun tiba – tiba Key menahan tangan Minho dan menggeleng lemah. Matanya sayu dan sangat sedih.

“Minho..jangan bawa aku pulang.. aku tidak bisa pulang dengan keadaan seperti ini..” lirihnya.

Hati Onew mencelos mendengarnya, bahkan ia belum mendengar suaranya dari tadi. Oh well Onew apa kau lupa apa yang sudah kau lakukan tadi padanya?

“Baiklah..”

Onew hanya terdiam melihat adiknya dan Key pergi. Mungkin ini saatnya, ya.. ia pikir Minho pasti sudah tahu siapa seseorang yang ia maksud. Tentu saja itu adalah Key, kekasih adiknya sendiri.

======****======

 

Bugh

1 tendangan di perutnya..

Sakit? Tentu akan sangat sakit karena ini dilakukan oleh ayahmu sendiri.

“Kau mengecewakanku Lee Jinki…”

Suara berat dari namja paruh baya yang menatap geram putra sulungnya. Putra kebanggaannya yang terlihat sangat sempurna ternyata tidak lebih dari seorang laki – laki brengsek. Menatap putranya yang masih tersungkur dilantai karena pukulan awalnya tadi dan ditambah tendangannya.

Namja bermata sabit ini mengelus perutnya dan meringis sakit. Ia memilih pasrah ketika sang appa memukulinya. Mungkin ia memang pantas menerimanya. Membuat malu keluarga besar Lee. Kini mereka hanya berdua di ruangan kerja Mr.Lee. sang istri yang sudah sedari tadi berteriak dan menggedor pintu tidak ia gubris. Ini adalah masalah laki – laki dan harga diri keluarga terhormat yang telah tercoreng.

“Kau harus menikahinya..bawa dia kehadapanku…”

Jinki, namja ini terdiam lalu menoleh menatap appa nya tidak percaya. Bagaimana mungkin ia membawa Key dan menikahinya? Ini gila.. lagipula apakah Key bersedia? Meski sekarang ia sudah tahu kebenarannya bahwa sejak awal Key ternyata bukanlah kekasih Minho tapi tetap saja ini adalah hal yang tidak mungkin. Jangan bayangkan ekspresinya saat mengetahui hal ini. Saat Minho melempar lembaran cek ke wajahnya malam itu dan menjelaskan semuanya. Ia sangat malu? Tentu saja… apakah ada kata yang lebih dari itu untuk mengekspresikan perasannya?

“Kau benar – benar menyedihkan hyung.. aku malu memiliki hyung sepertimu. Pada awalnya aku tidak setuju dengan rencana bodoh ini dan sampai detik ini aku tidak pernah setuju. See? Dugaanku benar? Semuanya semakin berantakan. Kau harusnya berfikir bagaimana ini bisa terjadi hyung. Tidak semua hal bisa kau dapatkan dengan uang. Meski kau selalu mendapatkan apa yang kau inginkan sejak kecil. Ck~ tentu saja kau tidak mengerti dan tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya kekurangan dan menderita. Tapi setidaknya bagaimana bisa kau berfikiran sepicik ini? Aku sangat kecewa padamu hyung.. dan maaf aku tidak bisa membantu apapun perihal hubunganmu dengan Key. Jauhi dia.. karena sekarang dia sangat tidak ingin menemuimu lagi..anggap tidak pernah mengenalnya..”

Siapa yang akan melupakan rentetan kalimat ini. Lee Jinki, namja yang dikatakan brengsek hingga ada seseorang yang tidak sudi mengenalnya lagi. Seseorang yang telah ia sakiti karena keegoisannya. Lalu kini didepannya appa nya memintanya membawa sosok yang telah ia lukai untuk segera menikahinya. Apapun alasannya. Ia sudah mengatakan jika semua itu bohong dan Key tidak pernah hamil. Namun sia – sia, sang appa tidak peduli, karena ia sudah mengatakan pada media bahwa putranya, Lee Jinki sebagai penerus Lee Corp akan segera menikahi namja cantik yang ia perkenalkan dimalam itu. Tuan Lee bahkan membungkuk memohon maaf dihadapan para tamu atas keramaian yang terjadi karena ulah anaknya. Lupakan derajatnya sebagai Tuan besar Lee malam itu, ia sudah membuangnya jauh – jauh.

“Jinki… aku tidak peduli bagaimana caranya..kau harus bisa menikahi namja itu..”

BLAM

Appa pergi meninggalkan Jinki yang masih meringkuk di lantai. Ia beranjak dan duduk di sofa merah di ruangan itu. Memijat pelipisnya dan berfikir keras, apa yang harus kulakukan?

Ia bahkan belum memiliki muka untuk menemui Key diwaktu dekat ini. Kemarin ia tidak masuk kantor dan ternyata Key juga tidak datang. Well tentu saja buat apa ia datang jika drama ini sudah selesai kan? Kau kalah Jinki… akuilah itu…kau kalah dan kini kau terpuruk.

Namja ini terbaring di sofa dan memilih merebahkan dirinya sejenak. Ia perlu memikirkan bagaimana caranya.

.

.

.

“Kau tidak apa – apa?”

Hanya dibalas anggukan lemah dan senyum yang sedikit dipaksakan.  Tidak apa – apa? Yah siapa saja didunia ini tolong hadirkan padanya seseorang yang bisa mengatakan dirinya baik – baik saja jika hampir saja menjadi korban pemerkosaan. Namja cantik ini menghirup coffe Americano hangatnya, bahkan melihat coffe ini saja membuatnya mengingat namja itu. Kemana ia harus pergi, adakah tempat yang memberikan pelayanan ‘melupakan beberapa ingatan’ untuknya?

Ia menghela nafasnya pelan, merasa dirinya harus bangkit dan tidak terus-terusan menghindar. Umma dan Taemin pasti saat ini sangat mengkhawatirkannya. Ia sudah berkata pada Minho agar mengatakan pada mereka bahwa dirinya diwajibkan ikut acara perusahaan Lee Corp di Daegu dalam beberapa hari ini. Ini sudah tiga hari ia berada di hotel dan menenangkan dirinya. Hari ini ia memutuskan untuk pulang dan seolah tidak terjadi apa – apa ia akan tersenyum riang. Yah.. semuanya baik – baik saja Kim Kibum. Kau adalah namja yang kuat. Tidak masalah. Ia berkali – kali berkata seperti itu pada dirinya sendiri.

Minho menepuk pundak namja cantik ini, membuyarkan lamunannya.

“Sudah siap? Aku akan mengantarmu pulang…”

“Ya..Minho.. dan janji padaku kau akan merahasiakan ini semua…”

“Tentu saja Key…”

Hanya sebuah senyuman dan tepukan pelan yang dapat diberikan Minho pada calon kakak iparnya. Bagaimanapun juga ia merasa bersalah atas ini semua. Karena keegoisannya Key menjadi korban.. dan saat ini ia tidak peduli dengan apapun yang akan terjadi nanti, ia akan membawa Taemin ke hadapan appa nya dan mengenalkannya. Dengan atau tanpa restunya ia akan tetap mempertahankan Taemin.

========***=======

“Hey hyung…”

Yeoja tomboy ini menepuk bahu Onew yang sedang tertidur di ayunan sofa panjang depan kolam renang rumahnya. Memberikan Americano dingin. Onew mengangkat lengan yang menutupi matanya tadi, melirik benda yang disodorkan yeoja ini.

“Ppali..mau tidak?!” jawabnya ketus.

Onew mengambilnya dan terduduk. Menyisakan spasi untuk yeoja ini. Tersenyum kecut melihat benda yang ternyata adalah Americano dingin. Coffe yang selalu dibeli Key setiap hari.. ck, bahkan melihat ini saja membuatnya mengingat namja cantik itu. Ani.. ia selalu mengingatnya, lebih tepatnya tidak bisa melupakannya meski hanya sedetik. Perasaan bersalah selalu menghantuinya.

“Waeyo? Kau tidak suka? Sini..”

Dengan cepat Onew menariknya menjauhi tangan Amber yang hampir saja mengambilnya. Membukanya dengan cepat dan meneguknya.

“Pahit ya..”

“Bodoh,, kalau ingin manis kau minum susu saja…”

Mungkin ini adalah saat dimana seorang Lee Jinki terlihat sangat bodoh. Americano adalah coffee kesukaannya, dan ia akan selalu bilang ini tidak pahit ketika semua orang menggeleng melihatnya bisa meneguk lima gelas coffe dalam sehari.

Lihat? Bahkan dipanggil bodoh pun ia tdak peduli. Mungkin memang benar, ia sangat bodoh.

“Jadi bagaimana? Kau sudah merusak rencana kita… tapi baguslah setidaknya aku tidak harus mendengar teriakan umma ku..” jelasnya melirik namja tampan disampingnya yang masih terdiam dan menatap kosong gelas coffenya.

Hanya anggukan yang diberikan Onew dan kembali menyesap coffenya. Menoleh dan mengacak rambut sosok disampingnya.

“Hentikan! Kau merusak rambutku..aishh..jinjja!! Yah!!”

Yeoja ini berterak histeris lalu mendorong namja tampan ini hingga tersungkur dari ayunan mereka.

BUGH~

Hey! Itu hanya dorongan pelan, apa sampai membuatnya terjatuh? Mungkin karena ia belum makan sejak pagi. Lihat saja nafsu makannya pun hilang.

“Kau tidak apa – apa hyung..??”  Tanya Amber khawatir. Ia hanya pelan mendorongnya namun bisa sampai terjatuh? Apa tubuhnya seringan itu? Dilihat dari sudut manapun namja ini tidak bisa dikatakan kurus. Ck~!

Onew perlahan berdiri dan tertawa. Yah dia tertawa pelan lalu semakin kencang. Yeoja ini mengernyitkan dahinya bingung. Ada apa dengannya? Normalnya orang yang sedang depresi masalah percintaan tidak seperti itu kan? Ini lebih mengerikan, pikirnya.

Tentu saja Amber sudah diceritakan perihal semuanya oleh Minho. Saat Minho juga menjelaskan semuanya pada Jonghyun tempo hari. Aneh memang, ternyata cinta yang rumit itu benar adanya, ia pikir itu semua juga hanya ada di drama atau telenovela.

Jujur saja yeoja ini juga tidak begitu mengerti mengenai cinta. Ia hanya menatap miris sosok didepannya ini, menunggu hingga ia terdiam. Ia memilih duduk lagi di ayunan sofa itu.

“Hey..Apa aku terlihat menyedihkan?” Onew bertanya tanpa memalingkan wajahnya. Ia masih berdiri  memasukkan kedua tangannya disaku celana trainingnya.

“…….”

“Hey.. gadis tomboy..jawab aku…” kali ini ia menoleh menatap tajam gadis yang memandangnya dengan tatapan heran.

“Ck.. hyung.. tidurlah… aku lelah…” berdecak malas.

Ia memilih menghindar dan pergi meninggalkan namja ini sendirian. Mungkin ia masih membutuhkan waktu untuk sendiri saat ini. Tak mengindahkan suara namja ini yang terus memanggilnya dan memilih untuk pergi ke kamarnya.

BRUK

Menatap sosok yang ia tabrak yang ternyata adalah Jonghyun. Tersenyum tipis.

“Dimana dia?” Tanya Jonghyun to the point.

Menengadahkan dagunya kearah luar, tepatnya kolam renang.

“Baiklah.. aku akan bicara padanya.. kau tidurlah…” jawab Jonghyun lembut mengacak rambutnya.

Ck! Kenapa semua namja senang sekali mengacak rambut?! Tapi kali ini ia mengangguk saat Jonghyun yang mengacak rambutnya, hanya sedikit merengut kesal dan diikuti kekehan Jonghyun.

Jonghyun mendekati Onew yang kini terduduk di tepi kolam.

“Sudah baikan?” tanyanya seraya duduk di tepi, memasukkan kedua kakinya kedalam kolam.

“Jjong..kau masih disini….?”

“Hey..aku selalu disini untuk sahabatku…” merangkul bahu Onew dari samping dan tersenyum simpul.

“Thanks Jjong…”

Memilih untuk saling diam. Jonghyun tidak tahu harus memulainya darimana. Ia tahu sahabatnya ini bukan tipe yang suka dinasihati. Yang ia lakukan saat ini adalah menunggu Onew berbicara dan sekedar menemaninya. Terkadang manusia tidak membutuhkan nasihat saat ia sedang terpuruk dalam masalahnya, ia hanya membutuhkan seseorang untuk menemaninya…mendengarkannya. Ya itulah gunanya sahabat bukan?

“Aku benar – benar brengsek Jjong.. dan aku telah kehilangannya…”

Jonghyun menoleh dan menatap sahabatnya ini. Sahabatnya yang selalu terlihat dingin dan menyebalkan. Seseorang yang tidak banyak bicara kini terlihat sangat… kosong. Bahkan lebih kosong dari sebelumnya. Ia bisa mengerti mengapa Onew menjadi orang yang seperti ini. Hidup tanpa seorang umma sejak kecil bukanlah hal yang mudah. Mengingat dulu bagaimana masa kecil mereka, senyuman hangat seorang Lee Jinki yang sangat disukai guru – guru disekolah bahkan semua murid. Terkadang hal ini membuat Jonghyun jengah.

Lalu tiba saatnya umma Jinki pergi, tepat disaat hari ulang tahunnya. Sejak saat itu Jinki berubah menjadi anak yang pendiam. Ia menjadi anak yang murung dan tidak banyak bicara akan tetapi ia menjadi semakin cerdas dan selalu mendapat juara pertama. Menjadi seseorang yang sangat ambisius. Hanya pada Jonghyunlah Jinki mau berbicara lebih dari satu kalimat. Jonghyun tidak tahu bahwa ini benar – benar membawa pengaruh besar pada sahabatnya. Ia menyesali doa nya dulu saat ia meminta pada Tuhan agar Jinki tidak lagi terus tersenyum dan mengumbar pesonanya. Kini ia menyesalinya..saat semua itu pergi segalanya tidak lagi menyenangkan. Tidak ada lagi cacian setiap mereka berebut tempat duduk di kantin, saat mereka berebut posisi kapten basket. Hidupnya sangat tidak menyenangkan.

“Jinki… semuanya akan baik – baik saja…”

Hanya itu yang bisa ia katakan untuk sahabatnya. Kata – kata yang dulu selalu ia ucapkan saat Jinki kecil terisak hebat saat mengetahui umma nya meninggal karena kecelakaan. Yah..semuanya akan baik – baik saja. Karena seorang sahabat selalu ada di sisinya menemaninya.

Tersenyum tipis menatap sahabatnya dan masih merangkulnya, menepuk lengannya.

======***======

Namja cantik bermata tajam ini melangkahkan kakinya riang menuju gerbang panti asuhan Shining Sun. Ya ia hanya ingin mengembalikan semangatnya yang sempat hilang. Mungkin dengan senyum mereka, anak –anak manis itu. Membawa tentengan dikedua tangan kurusnya. Makanan kecil dan berbagai permen. Anak – anak pasti senang, pikirnya.

Menyapa beberapa penjaga panti dan membungkuk sopan tidak lupa tersenyum manis.

Memasuki ruangan dimana anak – anak sedang berkumpul makan siang.

“Key ummaaaaaaaaaa~!!!”

“Key umma dataaaaaaaaaaang!! Kyaaa…kyaaaa…”

Suasana sekejap ramai karena kedatangannya. Anak – anak berlarian mengerubunginya dan berteriak riang melihat apa yang dibawa oleh umma kesayangan mereka.

“Nah..jangan berebut sayang… ayo berbaris.. lihat umma bawa apa huuh?” mengangkat belanjaannya dan menyuruh anak – anak ini berbaris.

“Hey..hey..ayo berbaris dengan benar anak – anakku…”

DEG

Suara ini… tidak salah lagi. Namja ini..

“Nah ayo berbaris yang rapi semuanya… umma kalian akan memberikan satu persatu…”

Ya..Lee Jinki..namja bermata sipit ini tersenyum sumringah. Seolah tidak pernah terjadi apa – apa antara mereka. Key ingin sekali pergi dari tempat ini, jika saja ia tidak melihat tatapan anak – anak ini. Yasudahlah saat selesai nanti ia akan pergi. Ia muak dengan sosok didepannya ini yang berlagak seperti malaikat namun hatinya lebih mengerikan daripada iblis manapun.

“kyaaa…kyaaa..aku mau coklat..”

“Aku mau permen…”

Semua anak berteriak membuat Key kesusahan meski sudah dibantu dua ahjumma yang mengatur mereka. Tak sengaja pandangan matanya bertemu dengan Jinki. Tatapan itu berbeda.. entahlah namun Key menepisnya, ia tidak peduli lagi. Ia harus melupakannya.. ya dan anggap saja semua ini tidak pernah terjadi.

“Kenapa hanya melihat? Bantu aku membagikannya…” ucap Key dengan nada datar dan menjulurkan bungkusan besar ketangan Jinki.

“Huh?” menunjuk dirinya dengan telunjuknya tidak percaya jika Key bicara dengannya. Well ia pikir akan sangat sulit untuk berbicara dengan Key saat ini.

“Appa….!! Bagikan aku..ppali…”

“Ne…ne.. ayo kemari yang ingin coklat…”

10 menit kemudian semua anak telah selesai diberikan makanan kecil. Semuanya terlihat sangat senang dan berebut meminta digendong.

Jinki mendekati Key dan berbisik,”Key..kita harus bicara..”

Key tidak meresponnya dan menggendong Yogeun yang saat itu baru bangun.”Umma..datang..” ucapnya sambil mengucek matanya.

“Aigoo.. Yoogeun… kenapa baru bangun hmm? Ini sudah waktunya makan siang kan?” Key mengusap lembut kepala Yoogeun.

“hmm..appa…appa dan umma datang…” suaranya masih serak tangannya mengulur kearah Jinki. Sosok yang dipanggil appa ini mendekat, mendekatkan pipinya kearah Yoogeun, “ciuman untuk appa ne?”

Chu~~~

“Anak manis…” Jinki mengusap Yoogeun lembut. Matanya bertemu lagi dengan Key. Meski Key langsung memalingkan wajahnya.

“Appa… kenapa tidak mencium pipi umma cepelti di pulau jeju…”

DEG

Kini jantung Key berdetak kencang saat mengingat kejadian di pulau jeju. Wajahnya memerah dan sialnya Jinki masih betah menatapnya.

“Yoogeun ah~! Ck..kau ini..sudah jangan bicara macam – macam.. sekarang kita makan siang ne..”

“Sirheo..aku ingin appa mencium pipi umma…” rengeknya.

“Ehem.. Yoogeun ah~ umma sedang marah dengan appa..jadi appa tidak berani menciumnya..”jelas Jinki singkat dan tersenyum sambil menaikkan bahunya.

“Malah..?umma? wae?”

Chuu~~

Key mencium cepat pipi Jinki. Ia hanya ingin ini dipercepat saja, sebelum ia benar – benar pusing. Jinki tersentak saat Key menciumnya. Mungkinkah ini pertanda ia sudah memaafkannya? Tidak Jinki jangan terlalu percaya diri. Lihatlah sekarang sosok itu langsung pergi meninggalkan dirimu yang memasang ekspresi bodoh plus senyum yang bodoh.

“Key…!”

Tidak peduli, Key mempercepat langkahnya. Ia menyesali perbuatannya tadi meski Yoogeuun langsung terlonjak senang. Ya ini ia lakukan agar Yoogeun tidak semakin rewel. Ia memberikan Yoogeun pada ahjumma penjaga panti dan buru – buru mengambil tas ransel putihnya. Ia ingin segera pergi dari sini dan pergi dari namja itu. Jantungnya masih berdetak cepat tidak karuan. Kakinya terhenti saat ada tangan yang menarik pergelangan tangannya.

“Lepaskan aku…” jawabnya dingin tanpa menatap sedikitpun sosok didepannya.

“Tidak sebelum kita bicara.. aku mohon..maafkan aku Key..” lirih Jinki masih menggenggam pergelangan tangannya.

“Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi tuan yang terhormat..”

“Tatap aku….”

Sekeliling mereka menatap mereka heran. Key yang mulai menyadari sekelilingnya akhirnya setuju.

“Baiklah..kita bicara diluar…”

“Ikut aku….”

Jinki tetap menggenggam erat tangan Key. Membawanya kedalam mobilnya. Kini mereka berada dalam mobil. Jinki menghidupkan mesin mobilnya dan menancap gas. Sepanjang perjalanan Key hanya terdiam dan memalingkan wajahnya melihat keluar jendela. Melipat kedua tangannya didada. Jinki sesekali melirik sosok yang semakin cantik dimatanya. Ck~! Jinki… bukan saatnya. Seriuslah..

“Kita ke pantai….”

“……….”

Tidak ada jawaban. Itu artinya yes kan? Jinki mempercepat lajunya.

.

.

.

Hamparan pasir putih dan air laut yang transparan hingga kau bisa melihat jauh kedalamnya. Sejenak Key tersenyum menyaksikan pemandangan didepannya. Merasakan angin yang menyapu lembut rambutnya. Keduanya berdiri menyandar sisi mobil menghadap bibir pantai. Key menghela nafasnya panjang.

“Jadi apa yang ingin kau katakan?”

“Maafkan aku…”

“Ya..kumaafkan..lalu? hanya itu?kalau begitu tidak perlu untuk-

GREP

Jinki menarik tubuh kurus itu kedalam pelukannya. Key mendorongnya namun sia – sia, tenaganya tidak pernah cukup melawan Jinki. Akhirnya ia menyerah dan diam dalam pelukan Jinki. Hangat…

“Sebenarnya apa yang kau inginkan?” lirih Key.

Jinki mengeratkan pelukannya,menenggelamkan kepalanya dilekukan leher jenjang Key. Tangannya memeluk erat pinggang Key.

“Le-lepaskan aku…” nada Key sedikit bergetar saat ia merasa ini sudah keterlaluan.

Ani…Key, kau hanya takut..takut tenggelam dalam pelukan hangatnya. Jelas – jelas ia adalah seseorang yang hampir saja melakukan hal menjijikkan padamu. Tapi kau masih saja tidak bisa menolak sentuhannya bahkan pelukannya? Benarkah…benarkah seperti itu?

Jinki melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundak Key, menatapnya.

“Aku mencintaimu… menikahlah denganku…”

DEG

DEG

Manic mata nya menatap mata kucing Key yang memandangnya tidak percaya. Tak lama kemudian key tertawa miris.

“Hey..Lee Jinki..sebelum kau mengatakan hal itu, lebih baik kau mencari tahu arti cinta sebenarnya..”

“Kenapa… kenapa kau tidak mempercayaiku?”

“Apa aku harus mengingatkanmu tentang semua yang telah kau lakukan padaku..?”jawab Key dingin.

Terdiam.

Jinki tahu akan seperti ini. Bodoh sekali dia berfikir jika Key akan dengan mudah memaafkannya. Ini bukan seperti saat kau lupa mengembalikan buku temanmu yang kau pinjam lalu meminta maaf. Ia menunduk lalu mendongak lagi menatap namja cantik didepannya ini. Tangannya masih mencengkeram bahu Key.

“Aku benar – benar mencintaimu.. apa yang harus aku lakukan agar kau mempercayainya?”

“………..”

“Key..jawab aku… maaf…maafkan aku atas segala yang kulakukan padamu.. aku tidak ingin kehilanganmu. Aku kalah..yah aku kalah. Materi memang bukan segalanya, semua tidak ada artinya saat aku tidak bisa mendapatkanmu…boleh aku tanya satu hal?”

“Cepat katakan…”

“Kenapa kau melakukan ini? Kenapa harus seperti ini pertemuan kita?”

“Takdir..” jawab Key singkat. Dia tidak tahu harus menjawab apa, yang terlintas di otaknya saat itu hanyalah kata takdir.  Yah mungkin juga memang jawaban yang paling tepat. Bagiamana bisa ia melakukan hal ini sampai sangat jauh?

Apalagi yang lebih pas selain ‘takdir’ ?

“Lalu apakah saat aku menyentuhmu..menciummu..itu juga takdir? Saat kau tidak melawanku?”

Key diam. Ia tidak bisa menjawabnya. Tentu saja ia juga tidak tahu mengapa tubuhnya seperti itu. Apakah ia juga jatuh cinta? Namun hatinya terlalu keras untuk mengakuinya.

“Kalau begitu jelaskan…jelaskan padaku arti cinta sebenarnya..” Tanya Jinki geram.

“Sudahlah..kau membuang waktuku Lee Jinki, aku sudah le- hmmfftt….”

Jinki menarik Key kedalam pelukannya dan mencium bibirnya. Melumatnya perlahan, semakin mempererat dekapannya. Key tersentak dan membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang dilakukannya. Ia mendorong lagi Jinki dengan sekuat tenaganya.

“hoshh…hossh.. BRENGSEK! KAU ITU MEMANG TIDAK AKAN PERNAH BISA BERUBAH! KAU TETAP BRENGSEK!!”

“LALU APA CINTA SEBENARNYA?JELASKAN PADAKU!JELASKAN PERASAANKU SAAT AKU INGIN MENYENTUHMU! JELASKAN PERASAANKU SAAT AKU INGIN MEMELUKMU SAAT KAU MENANGIS?! JELASKAN PERASAANKU SAAT AKU TIDAK BISA MENAHAN DIRIKU UNTUK MENGHAJAR SIAPA SAJA YANG BERANI MENYENTUHMU?! JELASKAN SEBENARNYA AKU INI KENAPA KEY?JELASKAN HINGGA AKU MENGERTI!!”

Jinki mengeluarkan semuanya, nafasnya memburu menahan emosi yang meluap – luap. Ia tidak terima hatinya disepelekan. Jelas – jelas ini adalah cinta. Mungkin ia memang telah melukai namja cantik ini, tetapi ia melakukan itu karena tidak ada jalan lain yang terlintas dipikirannya. Perasaan menggebu untuk memiliki seseorang seutuhnya baru kali ini ia rasakan. Bukan seperti mainan mahal yang mudah ia dapatkan sewaktu kecil lalu dengan mudahnya ia membuangnya. Lee Jinki memang hidup diatas kesempurnaan.. namun bukan kesempurnaan yang sesungguhnya karena semua itu semu. Kesempurnaan materi yang ia terima..bukan cinta dan kasih sayang. Yang Jinki pahami sejak kecil adalah, apapun akan kau dapatkan dengan uang. Garis bawahi, apapun.

Pernyataan itu runtuh saat ia sadari ternyata ada yang tidak bisa dibayar dengan uang. Yaitu…Cinta. Ketulusan dalam mencintai tanpa memandang apapun.

Key terhenyak dengan sosok didepannya ini yang memenjara tubuhnya disisi mobil. Haruskah ia mempercayainya? Apakah benar hatinya mencintai namja ini? Bagaimana jika ia hanya bermain – main lalu meninggalkannya?

Namja tampan ini mendekat dan semakin dekat hingga tidak ada jarak antara tubuh mereka. Kali Key tidak memmberontak, ia menatap manic mata itu dalam, sungguh tidak ada kebohongan dalam matanya. Hingga bibir itu menyentuh bibirnya. Lembut….sangat lembut menekan bibir tebalnya. Dengan natural memiringkan kepala masing – masing. Hanya terdengar suara desiran ombak seolah menjadi alunan music yang indah. Key meremas ujung bajunya. Ia tidak bisa…even he hate him si much, but he never can deny it…that sweet kiss.

Melepaskan tautan bibirnya saat dirasa membutuhkan oksigen untuk paru – paru mereka. Menatap sendu namja cantik didepannya. Mengusap pipi yang kini merona merah..neomu yeppo.

“Aku mencintaimu….aku sangat mencintaimu..” berbisik di telinga Key dan memeluknya erat. Menghirup lekukan leher namja cantik ini. Dengan ragu ia menaikkan tangannya, menyentuh punggung namja ini. Seulas senyum terukir dibibir Jinki saat merasa Key membalas pelukannya.

Kau tahu? Cinta itu aneh… ia bisa sangat menyakitimu.

Luka yang sangat besar bisa tercipta karenanya.

 Namun Cinta selalu menemukan caranya untuk memaafkan.

 

=====***=====

Namja cantik terlihat mondar – mandir tak karuan menyembunyikan rasa gugupnya. Ya baru saja ia menerima sms dari kekasihnya ia akan menjemputnya dan menemui appanya. Bukan masalah takut..hanya saja ia merasa..entahlah. Bagaimana jika appa Minho tidak menyukainya? Bagaimana jika ia diusir lalu di..

GREP

Tangan kekar melingkar dipinggang rampingnya dan mengecup kepalanya singkat. Meletakkan dagu di pundak kanannya dan berbisik”I miss you….”

“Hyung…” menoleh dan menatap sendu kekasihnya ini.

SRET

Sebuket mawar merah indah didepannya.

“Bunga yang cantik untuk kekasihku yang lebih cantik…”

Taemin tersenyum malu menerima mawar ini,menghirupnya dan sejenak mengagumi cantiknya mawar ini.

“Terima kasih hyung..sangat cantik..”

“Kau lebih cantik…” Minho menggenggam tangan Taemin dan membawanya pergi. Ya kini saatnya ia membawanya bertemu appa. Membawanya kerumahnya.

.

.

.

Dua pasang kekasih duduk menatap namja paruh baya didepannya. Keempatnya saling bertukar pandang dan bingung dengan keadaan ini. Key menyenggol lengan Taemin dan berbisik bagaimana ia bisa berada disini dan sebaliknya Taemin juga bertanya.

“Kalian….”

Appa Jinki dan Minho mulai membuka suaranya meminta perhatian keempat namja yang berada didepannya yang tampak gusar.

“Kalian akan segera kunikahkan…”

HAH?

Apa ini mimpi? Taemin bingung sekaligus bahagia, tetapi tidak dengan Key. Ia tampak tidak setuju dengan pernikahan ini. Taemin masih harus melanjutkan pendidikkannya. Setidaknya biarkan ia lulus dan menyandang gelar sarjananya.

“Maaf.. apa maksud anda dengan ‘kalian’? Taemin masih harus melanjutkan pendidikkannya..” Tanya Key tegas menatap namja paruh baya ini.

“Lalu? Apa masalahnya? Ia akan tetap kuliah..  lagipula untuk apa menjalin kasih terlalu lama? Lagipula Minho sudah mapan… tidak ada yang perlu ditunda lagi..”

Minho terperangah dengan keputusan appanya. Bukan, bukan karena tidak setuju, hanya saja bukankah ini terlalu cepat? Ia hanya cemas Taemin belum siap.Sedangkan namja tampan bermata sabit ini hanya diam mendengarkan perkataan appanya dan menggenggam tangan Key, mengelusnya dengan ibu jarinya.

Taemin menggigit bibirnya hanya terdiam. Ia juga merasa ini terlalu cepat.

“Appa… tapi…”

“Tidak ada bantahan.. atau tidak satupun dari kalian aku restui..”

Oke.. sekarang Key tahu darimana Jinki mendapat sifat otoriternya.. like dad like son.

“Hanya saja ada satu syarat…” tiba – tiba Key membuka mulutnya. Memberanikan diri memberikan syarat? Ck.. diam – diam Jinki mengagumi sifat Key.

“Apa kau bercanda Key goon?” memegang dagunya menatap dalam sosok didepannya ini. Menarik sekali,  cantik dan tegas. Ia juga menyukai namja cantik ini. Seperti sahabat kecilnya dulu, cantik dan terkesan galak.

Ketiga namja lainnya menatap bergantian kearah Key lalu kearah appanya.

“Taemin dan Minho tidak bisa tinggal satu atap setelah menikah, setelah dia lulus mereka baru bisa tinggal bersama..”

Minho menelan salivanya berat. Sial, pikirnya. Kenapa Key seperti ini, padahal dia dan Taemin sudah sangat senang.

“Oh hanya itu? Kalau hal seperti itu ya terserah mereka saja bagaimana, karena aku tidak keberatan untuk segera menimang cucu ^^” wajah appa sekejap tersenyum riang.

Mengerikan! Key berfikir namja yang menajdi appa Jinki ini benar – benar aneh, sebentar memasang wajah serius lalu sekarang raut wajahnya memperlihatkan kebahagiaan seperti anak kecil.

“Oh tentu appa jangan khawatir… appa akan mendapatkannya dari kami ^^” jawab Jinki cepat. Membuatnya menerima sikutan dari namja cantik disampingnya.

Apa – apaan dia? Membuat malu saja! Awas kau Jinki.

Sedangkan taemin hanya menunduk menahan malu, anak? Ah.. memikirkannya ia menjadi malu..jadi dan Minho akan.. ah pabo Taemin! Tentu saja kau akan melakukannya. Aish.. ia merutuki dirinya.

Appa hanya tertawa mendengar perkataan Jinki dan tersenyum riang.

“Baiklah.. semuanya setuju.. bulan depan kalian akan menikah..semua akan appa persiapkan..^o^”

Haha.. bagus untuk Jinki tidak bagus untuk Minho. Kenapa hanya dia yang harus menahan diri sampai Taemin lulus? Huaah… baiklah Choi Minho..kau pasti bisa! Fighting! Meski kau sudah mengejar Taemin susah payah dan kini untuk memilikinya juga harus menanti. Cintanya memang teruji! Ia hanya iri melirik Jinki yang sekarang sedang tersenyum meledek kearahnya. Sialan kau Jinki hyung! Lihat saja pembalasanku.

Bagaimana dengan Amber dan orangtuanya? Akhirnya mereka mengerti dan menerimanya. Lagipula Amber memang sejak awal tidak setuju dengan perjodohan ini. Mereka sekeluarga memutuskan kembali ke Amerika kemarin.

=====***=====

“hmmmm….”

“Ahhh..jangan gigit bibirku! Tanganmu hyung!”

Namja cantik ini merutuk kesal dengan kelakuan kekasihnya. Well saat ini mereka kembali bekerja dikantor dan tentu saja seruangan. Apa neraka Key telah berakhir? Tentu saja tidak. Seperti sekarang ia masih harus melayani his horny boyfriend everytime he want and Shit he admit it he can’t deny it.

Masih tersisa rasa takut saat Jinki mulai menyentuh tubuhnya, tiba – tiba saja ingatan itu kembali. Tubuhnya kembali bergetar dan mendorong Jinki yang sedang menghisap lehernya dan tangan kanannya memilin nipplenya.

“Ahh..hyung..stop here..”

Jinki mendongak menatap wajah ketakutan kekasihnya dengan peluh memenuhi keningnya. Ia tersadar ia kembali terlampau jauh. Ia mencium keningnya lama lalu berbisik “maaf.. aku mencintaimu…”

Key memejamkan matanya merasakan hembusan nafas Jinki di lekukan lehernya, lalu kembali membuka matanya menangkup wajah kekasihnya.

“Give me time… aku..maaf…aku hanya..”

Kecupan singkat dari Jinki di bibir cherry Key lalu tersenyum lebar memamerkan gigi kelincinya.

“Its Ok.. that’s my fault.. aku akan menunggumu meskipun nanti kita sudah menikah…” jawabnya lembut lalu memainkan hidung bangirnya dengan hidung Key.

“Terima kasih….”

“I love you too Kibummie~..”

“Tsk~ since when I said that?”

Benar Key belum mengucapkan kata – kata itu. I love you..aku mencintaimu..saranghae.. semua itu sudah sering Jinki ucapkan untuknya. Tapi belum satu kalipun Key mengucapkannya.

Mempoutkan bibirnya kesal lalu berdiri dan pergi menuju meja kerjanya. Memasang wajah serius dan mengabaikan Key yang sekarang terkekeh melihat tingkahnya. Key tidak tahu seorang Lee Jinki memiliki sisi yang kekanakan seperti ini. Bukan tidak ingin..ia hanya malu mungkin? Oh come on Kim Kibum.. just say it can you?

Menghampiri Jinki yang serius menatap layar laptopnya, memijit pundaknya dengan jemarinya.

“Ada yang bisa kubantu tuan Lee..”

“Tidak ada..” singkat, padat dan jelas.

Key memutar bola matanya malas, lalu memilih berjalan menuju meja kerjanya dan mungkin mengecek beberapa email. Namun ia lupa mengancing kemejanya, tiga kancing terbuka memperlihatkan dada putihnya. Jinki menoleh lalu berusaha mengabaikannya. Huh that’s never work! Ia melirik lagi kekasihnya yang imut mempooutkan bibirnya entah melihat apa di layarnya lalu tersenyum sumringah. Membuatnya berfikir yang tidak – tidak.

“Kibummie~ kesini aku perlu bantuanmu..”

“Huh?” namja cantik ini menoleh bingung lalu berjalan.

“Tolong buatkan laporan seperti yang kau buat bulan lalu..” Jinki memperlihatkan layarnya dan Key membungkuk melihatnya.

“Baiklah…” Key beranjak ke meja kerjanya namun tangannya ditahan Jinki.

“Disini.. dipangkuanku.. cepat” Jinki menarik Key duduk dipangkuannya.

Ugh.. apa- apaan ini? Ia mencari kesempatan huh? Dan ah.. ada sesuatu yang keras menyetuh bokongnya

 (-__-#)9

Ia hanya bisa pasrah sambil serius mengetik laporan ini. Ia hanya ingin ini cepat selesai. Karena kau tahu? Saat ini tangan liar Jinki sudah mulai meraba paha Key dan bibirnya berulang kali menciumi tengkuknya. He is forever horny Jinki -__-v

Key menjauhkan lehernya dan menepis tangan Jinki.

“Diamlah Jinki… aku sedang membuat laporan ini..”

Jinki terkekeh pelan lalu berhenti menggoda kekasihnya. Menyandarkan kepalanya di pundak Key dan ikut melihat dengan serius laporan yang Key buat. Yah.. sesekali menyetuh Key disana dan disini membuatnya menerima sikutan diperutnya.

=====***=====

“Hai Key…”

“Ka-kau…mau apa kau?”

“Menurutmu…?”

“Aku tidak ada urusan denganmu..” memilih pergi mempercepat langkahnya. Ini sudah cukup larut dan hanya satu blok lagi ia akan sampai di rumahnya. Sial sekali ia menjumpai namja brengsek ini.

GREP

“Lepaskan aku..hmmppp…”

Key tidak sadarkan diri..namja ini membawanya pergi dengan mobilnya dan terkekeh senang.

.

.

.

“Kau ingin lihat kekasihmu? Lihatlah… ia sangat cantik bukan Lee Jinki? Dia ada ditempatku saat ini.. dan kami akan melewatkan malam yang indah… hahahahaha”

“Bajingan! Apa yang kau inginkan?! Jangan berani menyentuhnya seujung jaripun atau aku akan membunuhmu!” jawabnya dingin.

“Wow! Im scare~~ datanglah sendiri tepat sebelum jam 12 malam, atau well yeah.. aku mungkin akan sedikit menyicipi tubuh kekasihmu ini..”

“Dimana….? Katakan..”

“Hotel Hilton kamar 89.. see you..”

PIP

“Yah!! Yah!! Shit! Bajingan kau Jinwoon…. Mati kau..” Jinki membanting I-phone nya kelantai.

Jinki menancap gas motor sportnya kencang. Tak mengindahkan Minho yang berteriak saat bertemu dengannya di teras rumah dan menanyakan kepergiannya. Raut wajahnya memperlihatkan kemarahan dan Minho tidak mengerti mengapa.

.

.

.

“Cantik..  bangun sayang ^^….” Mengelus pipi namja cantik ini yang masih belum sadarkan diri.

PLAK

Menampar pipinya dan membuat pemilik mata kucing ini membuka matanya.

“Apa maumu.. bajingan…” desis Key pada sosok didepannya.

“Apa? Bisa kau tebak? Aku ingin bermain – main denganmu dan juga kekasihmu.. huu~ dia sangat panik sepertinya dan akan datang menjemput kekasihnya ini…”  menarik sudut kanan bibirnya membentuk smirk. Wajahnya mendekati sosok cantik ini, semakin dekat..

Cih~!

Meludahinya. Namja semampai ini menyeka air liur yang ada diwajahnya dengan tatapan geram.

Mengambil pisau lipat disakunya lalu menjulurkannya didepan wajah cantik ini. Memainkannya seolah ingin menggoresnya. Dan…

Sreeeet..

“Akh…”

Darah keluar dari pipi kirinya, meringis menahan perih.

“Apa yang kau inginkan dariku dan Jinki?! Kau sudah gila!!” teriaknya yang tak berdaya karena tubuhnya diikat.

 “Jinki? Aku akan memberikannya pelajaran.. aku akan mengajarinya bahwa ia tidak akan mendapatkan segala yang ia inginkan… hahahah…”

Menggigit bibirnya kuat, ia mulai khawatir. Apa yang akan dilakukannya pada Jinki? Jinki sedang dalam perjalanan katanya?  Sendiri? Dan disini banyak beberapa lelaki berseragam hitam seperti bodyguard. Sejak kapan mantan kekasihnya ini memiliki bodyguard. Hell yeah.. ternyata ia tidak cukup mengenalnya selama ini.

Jinki… jangan datang.. Tuhan.. selamatkan kami.. lirihnya.

“ahhh…”

Lagi satu goresan di pundaknya. Jinwoon telah menelanjangi bagian atas tubuh Key sebelumnya. Kini ia hanya memakai celana pendek.

.

.

.

TBC

 

 cr : onkey_booboo

>//////<

265 thoughts on “[OnKey] Love’s Way Part 5

  1. kan key’nya nangis hueeee T^T
    jinki nappeun ><
    haha minho kasian haru tunggu mpe tetem lulus kuliah.. sabar ne~~

    hadeh king of pervert sepertinya harus disematin ke jinki dech ckck
    no comment dah soal kepervertan jinki😄

    mwoo?? key, jinwoon andwaeee please jangan apa"in key ato jinki huwaaaa T^T

  2. Aaaaarrrrkkkkk…. Kesalahpahaman selese sekarang malah ada masalah baru yg gilaaaaa bikin naik darah,,, Jinwoon apa deah jatah banget lo hadi org… Huks… Wajah Key yg mulus tergores pisau kyaaaaa… Jahatnya

  3. Hwuaa~ mereka sweet ><
    akhir nya mereka bersatu #bakarKembangApi

    it si Jinwoo apa'in Key ??
    Cepat selamt kan Key Jinki !!

  4. hua hua!!! ini onkey udah mulai ehem.. itu jinwoon ngapain key kenapa TBC omagash!!!!!!
    andwaee!!! part 6 di proteksi admin author tanggung jawab siapapun… ini jd penasaraaaannn😦

  5. langsung mau dinikahin. appa onho daebak😄 aku jg g keberatan kok ada bayi kecil😄 jinwoon astoge, g kapok jg ya? dy mw apa coba

  6. CIYE AKHIRNYA JADIAN \(^0^)/

    dasar emang ya jinki XDD paraah, key diapain sama jinwoon, pdhal udh sweet2 gtu knpa jinwoon harus nongol lagi:'( mudhan key ga diapa2in deh sama jinwoon:(

  7. Akhirnya hubungan JinKibum membaik. Dan ouuh apa itu?? Jinwoon kau membuat masalah bertambah rumit -_-

  8. suka deh sm Babehnya Onew,awalnya aku kira bakalan maksa buat nikah sm pilihanya,tapi ternyata tidak,malahkedua anaknya dinikahkan dgn pilihan mereka masing2 ^^

    …dan akhirnya Onew menyadarinya,bahwa sesuatu tidak diukur dengan uang,bahwa sesuatu bisa kita miliki dengan uang…

    Beuh,Jiwoon brengsek,rupanya dia punya dendam sama Jinki,hmmm

  9. Omo omo omoooo……. jinki ah… palli,,, cepet selametin keyyyyy!!!! Kirain ceritanya bakalan mulus2 aja!! G nyangka si Jinwoon bklan muncul lagi. Pdhal udah senyam senyum gaje, tiba2 jadi tegang lagi ceritanya!!! Berikutnya chap end y!!? Minta pw dlu donk!!!!

  10. Ternyata ayah Jinki sama menyeramkan dan nekat kek anaknya,malah lebih. Pengen langsung nikahin anaknya sekaligus…tsk

    baruuu aja seneng Jinkibum udah akur,baikan,peluk2an lgi,ada aja gangguannya. Itu si ibl*s jinwoon kurang asem emank tu orang harus dikasih penghajaran dulu yg setimpal mbeh kapok!!!! Damn!!!

  11. onew dah nyesel n key dah luluh jadi gak broken2 an donk. minho haha kasian deh lo gak bisa ma tetem woy… amber ma jong kemana ? eh, apalagi sih jinwoon gak habis2.a ganggu onkey, onkey dah bahagia eh dipart akhir masih ada konflik.a? hemeh -_- puyeng mah pucing pala jinhun. next

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s