SECOND LIFE/2MIN-ONKEY/PART 8 OF?


CAST : LEE TAEMIN, LEE JINKI, CHOI MINHO, KIM KEY

SUPPORT CAST : KIM JONGHYUN

GENRE : FLUFF, DRAMA, ANGST

ONTAE-2MIN-ONKEY

AUTHOR : KEIMINNIE

Foreword :

Annyeong~ Lama tak jumpa~~ *lambeibenderamerahputih

Moga kalian belum lupa sama saia. Hahaha (Author malas yang terombang-ambing skripsi)

Ini buat orang-orang yang setia nagih minta lanjut padahal ini epep bapuk parah jeleknya masya allah… -____- *tutupmuka

Yahh, ini semedi lama di gurun sahara makanya baru nongol sekarang. Kalo cerita makin aneh jangan salahin saia tapi salahin otak saia yang ga mau munculin ide bagus. Huks  *bacabukupintar

Okelah, YANG UDAH NEROR LEWAT DARAT, LAUT DAN UDARA… KOMEN WOOOYYY!!! MWAHAHAHAHA

 

Sip!

 

NO BASH!

 

NO PLAGIARISM!

 

Enjoy, guys~

 

PART 1, PART2, PART3, PART4, PART5, PART6, PART7

.

.

.

.

 

“Sepertinya…malam ini aku akan menginap disini, boleh ?”

O_O

Hening.

1, 2, 3 detik…

“MWO ??!”

“Ssstt…”Minho menaruh telunjuknya dibibir plum Taemin begitu melihat reaksi Taemin yang memekik karena terkejut mendengar permintaannya barusan.

 “Begini Minnie… sepertinya… hyungmu tidak akan kembali malam ini. Dan… aku sendiri tidak bisa kembali ke kamarku…”memelankan kalimat terakhirnya karena wajahnya terasa panas mengingat mengapa ia tidak bisa tidur di kamarnya tersebut.

Taemin mengangkat alisnya tinggi-tinggi dan mengerjap bingung. “Hm ? Wae ? Memangnya dimana Onew hyung sekarang ? Apa dia pergi ?”memiringkan kepalanya bingung.

Minho menghela napas panjang. Ini bukan kali pertamanya ia ‘hampir’ memergoki sesuatu yang terjadi antara Onew dan Key yang jelas membuat telinga-nya tidak lagi suci karena harus mendengar suara-suara sesat yang keluar dari kedua pasangan itu.

“Be-begitulah…”Minho menggaruk tengkuknya bingung. Apa selama ini Taemin tidak tahu mengenai hubungan hyung dan ‘ummanya’ itu ?

“…..”

Bagaimana iniii ?? Aku benar-benar merasa tidak enak badan sekarang. Bagaimana kalau aku kambuh di depan Minho hyung dan BANG! Semua akan terbongkar dalam sekejap. Andwae !!!! >,<

“Otte Minnie ?”

“Ngg…itu…”

Menangkap gelagat Taemin yang gugup sambil menggigit bibirnya (Minho kira ia akan menangis), dengan cepat Minho menyela, “Ah, mian. Bukan maksudku untuk memaksamu, sungguh. Mian aku mengganggumu malam-malam begini…aku akan menginap di tempat temanku saja kalau begitu…”Minho mengelus kepala Taemin dengan sayang. “Jumuseyo…”

Taemin menggeleng dan segera menggenggam tangan Minho yang tengah mengelus kepalanya, “Anii, ayo masuk hyung ^^!”ajaknya.

Minho membulatkan matanya tidak menyangka Taemin akan mengijinkannya menginap. “Jinjja ? Tapi…apa…tidak apa-apa ?”

Taemin mengangguk sambil tersenyum, “Oya, Hyung mau kubuatkan minum ?”

“Hmm, tidak usah.”

“Baiklah…”

Hening. Keduanya sama-sama awkward. Minho berdehem untuk mencairkan suasana sedangkan Taemin berkali-kali mengelus tengkuknya gugup.

“Mi…”

 “Hyung ! Aku ke toilet dulu ya. Hehe chakkaman…”ucap Taemin tiba-tiba. Padahal saat itu Minho juga baru saja akan mengucapkan sesuatu tapi terputus.

Tanpa menunggu persetujuan dari Minho, Taemin segera berlari kecil ke dalam toilet karena sesuai yang ia prediksikan, penyakitnya kambuh (hal yang biasa terjadi ketika hari menjelang malam) dan inilah yang selalu membuatnya khawatir. Ia takut kalau sampai ia merepotkan orang-orang sekitarnya karena penyakitnya yang semakin sering kambuh. Dokter mengatakan bahwa jantungnya memang sudah semakin lemah. Selama ini Taemin tidak di operasi atau pun mencoba melakukan transplantasi jantung karena kondisinya tidak akan sanggup bertahan untuk menjalaninya, dan kedua orang tuanya tidak ingin mengambil resiko harus kehilangannya di meja operasi. Oleh karena itu Taemin sangat bergantung dengan obat-obatannya yang sedikit dapat mengurangi sakitnya, tetapi sama sekali tidak menyembuhkan bahkan semakin lama dosis yang ia perlukan semakin meninggi karena tubuhnya mulai kebal dengan obat-obat itu sehingga membuatnya semakin kesulitan kalau-kalau sakitnya itu kambuh disaat obatnya habis. Seperti terakhir kali ia pingsan disekolah, sebenarnya jantungnya sempat berhenti berdetak dan membuat dokter yang menanganinya benar-benar panik. Untunglah Tuhan masih menyanyanginya sehingga ia bisa kembali membuka matanya dan merasakan hidup. Hidup kedua ?

Yes, he thinks he already get his second life…

Minho duduk di sofa sambil mengedarkan pandangan ke arah buffet kecil di samping rak buku. Disana ada foto-foto Taemin kecil dan juga foto Onew bersama Key. Merasa tertarik dengan figure mungil di foto berbingkai kaca itu, Minho menghampiri untuk melihat lebih jelas.

Benar saja itu Taemin-nya sewaktu kecil walau ia sempat ragu karena kalau dilihat sekilas ia seperti melihat sesosok gadis kecil berambut almond sebahu. Di dalam foto itu Taemin menggunakan baby doll berwarna putih sedang duduk di lantai dengan karpet tebal dan mewah sambil memeluk Golden Retriever yang besarnya tiga kali lipat ukuran tubuhnya yang terbilang mungil. Tersenyum manis ke kamera dengan wajah yang sangat cerah walau bibir plum itu sama seperti sekarang, berwarna ungu pucat dan sorotan mata yang teduh nan sayu. Minho mengelus foto pipi putih Taemin dengan ibu jarinya sambil tersenyum tanpa ia sadari.

“Ya ! Hyuuuung~ jangan dilihaaaatt !!”Taemin berteriak kencang begitu melihat Minho memegang fotonya.

“Kau manis sekali. Seperti fairy~”ucap Minho masih menatap figur di dalam foto itu.

BLUSH

Wajah Taemin memerah saat Minho memujinya. Demi apa pipinya terasa sangat panas ! >////<

“Sini ! Kembalikaaan !!”

“Shireo !”Minho menyeringai jahil sambil meninggikan foto yang ia pegang ke atas agar Taemin kesulitan menjangkaunya.

“Hyung ! Akh, Appo~ iisshh…”keluh Taemin sambil memegang perut dan juga dadanya begitu ia mencoba melompat untuk meraih tangan Minho.

Sepertinya ia lupa dengan luka-luka di tubuhnya. 22 luka dan 7 luka jahitan yang membuatnya semakin kesulitan bergerak. “Aduduhh…sshh…”

“Ya ! Minnie, gwenchana ?”panik Minho melihat Taemin kesakitan.

“Ah, hyung nakal !”Taemin mempoutkan bibirnya dan beranjak duduk di sofa. “Aduh, appo~”mengusap-usap lukanya yang diperban sambil sedikit meringis, sepertinya lukanya tertarik saat ia melompat.

“Aigoo~ mianhae…”

=3=

“Hey hey….jangan marah….”Minho menghampiri Taemin dan duduk disebelahnya, “Lihat ! Siapa anak manis yang ada di foto ini, eum ? Aku ingin sekali mencubit pipinya…seperti ini…”Minho mencubit pipi Taemin dengan gemas.

“Appooo !”

“Hehehe lihat manis kan ?”

“Bukan manis tapi sakit, hyung!”

Minho kembali mencubit pipi Taemin lalu ke hidung mancungnya. “Aku gemas !”

“Nappeun ! Appoyo~~ huks…”

CUP

Minho mengambil kesempatan mencium pipi lembut itu dengan kecupan ringan namun terlihat penuh dengan rasa sayang.

Pipi yang ia elus kini malah semakin berwarna merah. “Hyung…”Taemin menangkup kedua pipinya dengan tangannya sambil terbengong.

Minho terkekeh melihat tubuh Taemin yang mengejang dan ekspresi kagetnya yang sangat lucu di mata Minho, “Kau itu maniiiss seperti gulali.”

“Mengatakan aku manis terus memangnya aku bisa dimakan seperti gulali, eoh?”

GOTCHA!

Kau menggali kuburanmu sendiri Lee Taemin ! Kata-katamu barusan sukses membangkitkan gejolak di hati Minho dan seolah menantang Minho untuk melakukan sesuatu (?) Eum ?

“Minnie…”

“Heum ? Ya ! Y-ya, hyung…kau k-kenapa ?”

Minho menatap Taemin dengan intens dan menyunggingkan senyuman yang bagi Taemin mengerikan karena membuat bulu kuduknya berdiri dengan sukses.

SLURP

Minho meraih wajah Taemin agar menghadapnya kemudian tanpa terduga ia menjilat pipi putih Taemin dan tangannya seolah mengunci gerakan Taemin agar tidak menolaknya.

“Hyung—ge-gelii..…”Taemin bergidik dan menutup sebelah matanya sedikit meringis.

“Look! You are so sweet, Baby…..”

BLUSH

Baby ?

Minho memanggilnya….Baby ?

Kyaaaaa aku tidak salah dengar kan Tuhan ??? >////<

Seolah terhipnotis dengan perkataan Minho, Taemin hanya diam merasakan benda basah dan lunak itu menjelajahi pipinya, berangsur ke rahangnya, dagunya dan berhenti setelah menjilat bibir bawahnya dengan slow motion.

“Eungh…”suara tersebut keluar dari mulut Taemin begitu Minho kembali mengecup bibirnya dan menjilat setiap inci bibir itu.

Taemin hanya diam menikmati sensasi yang belum pernah ia rasakan. Yah, pernah sekali saat kemarin-kemarin mereka berciuman di lapangan basket dan memutuskan untuk menjalin hubungan lebih dari sekedar teman. So, ini adalah kali kedua Minho menyentuhnya.

Minho masih asyik menjilat bibir yang baginya terasa sangat manis. Terlebih bibir yang semula pucat itu kini mulai memerah karena bergesekan terus dengan lidahnya. Perlahan Minho mencoba mengulum bibir bawah Taemin, menyesapnya dengan penuh rasa hati-hati seolah takut bibir itu terkoyak karenanya. Menghisap bagian bawahnya dan beralih ke bagian atas sehingga tercipta kecapan ketika Taemin mulai membuka mulutnya.

“Hmmhh…eunghh…”desah Taemin mengeluarkan lidahnya mencoba mengikuti permainan Minho. Menjilat bibir tebal itu yang langsung di sambut dengan lidah Minho.

Saling memutar lidah diluar, bertukar saliva, mendorong untuk dominasi dan akhirnya Taemin mengalah begitu Minho mengusap tengkuknya dengan lembut.

“Unghhh, hyung…”

Lidah Minho memasuki mulut Taemin yang terasa hangat. Menjilat dinding kiri-kanan-atas-bawah, memutar lidahnya dengan lidah Taemin, lalu kembali menyedot bibir plum itu dimulutnya. Melumatnya penuh dengan sayang, sampai Taemin merasa kebas pada bibir bawahnya yang terus-terusan di hisap dan dimainkan oleh Minho.

Begitu merasa nafas Taemin yang mulai tersengal, Minho mengalihkan ciumannya ke dagu Taemin.

“Ahh, ngghh…..”

Yup. Setiap inci permukaan kulit Taemin sangatlah sensitif yang justru membuat Minho senang untuk terus mendengar desahan yang keluar dari bibir namja cantiknya.

Menghisap jakun Taemin dan beralih keleher samping, menjilat tahi lalat manis yang menghiasi leher sebelah kirinya lalu menyedotnya kuat sampai meninggalkan warna keunguan.

“Arrgh, eunghhh…..aahh……”

Taemin mencengkram bahu Minho dengan kedua tangannya dan desahannya pun semakin berat karena Minho menghisap tulang dadanya. Terus menjilat kebawah seiring dengan semakin kencang remasan Taemin di bahunya, melirik ke atas dan melihat Taemin tengah memejamkan matanya erat sambil mendongakkan kepalanya.

So damn sexy! pikir Minho.

Kembali Minho menghisap bahu Taemin yang entah sejak kapan kerah kaos yang ia pakai telah meloloskan sebelah bahunya.

Kembali warna ungu itu tercipta di kulit putih pucat namja cantik itu. Terlintas dipikiran Minho untuk berbuat sesuatu yang lebih dari sekedar berciuman tapi….dia harus mengurungkan niatnya begitu melihat perban yang tersembul di bawah bahu Taemin.

Astaga ! Taemin sedang terluka, pabo ! Nappeun namja ! Minho menampar pikirannya kuat-kuat. Tapi ia pun masih menginginkannya. Melihat wajah Taemin yang memerah sungguh sangat sexy dan… menggairahkan. God dammit !

“Euungghhh….”lenguhan panjang dari Taemin begitu Minho menghisap lehernya dan entah itu kissmark keberapa yang tercetak di leher namja cantiknya itu.

Lalu Minho menjauhkan wajahnya dari leher Taemin, menarik kembali kerah kaos tersebut ketempat seharusnya dan mengelus kepala Taemin lembut.

“Cukup sampai disini atau aku tidak akan bisa memaafkan diriku jika sampai membuatmu terluka karenaku.”ucap Minho dan mencium kilat bibir Taemin.

Taemin membuka matanya dan menatap wajah Minho yang juga tengah menatapnya sambil tersenyum. “Hyung…”ucapnya pelan, malu dan merasa sangat canggung. Apa yang telah terjadi ? Apa yang baru saja ia lakukan dengan Minho ?

Meraba lehernya yang tadi dihisap Minho –yang tercipta kissmark besar– sambil merasakan kembali sentuhan basah dan sensasi yang….entahlah sepertinya ia menyukainya.

“Mian, apa itu sakit ?”khawatir Minho karena ia tidak bisa menerjemahkan raut wajah Taemin. Ia ikut mengusap leher Taemin merasa bersalah karena kalau diperhatikan dengan seksama tanda itu benar-benar berwarna ungu dan…mengerikan. Seganas itu kah aku ??

Taemin menggeleng dan tersenyum lalu menggenggam tangan Minho yang tengah mengusap lehernya, “Anii hyung…sedikit sakit tapi…aku senang.”

Mendengar itu Minho tidak mengerti mengapa wajahnya terasa panas. Senang ? Jangan-jangan Taemin pun…

“Nah, hyung sekarang kita tidur, ne ? Ini sudah hampir jam 10, aku mengantuk.”ucapnya sambil menutup mulutnya yang tengah menguap lebar.

-_______- ternyata hanya pikiranku saja yang (sedikit) kotor… haahh…

“Baiklah, aku akan menggendongmu ke tempat tidur.”lalu Minho meraih tubuh Taemin, menggendongnya bridal style. Dengan sangat hati-hati tentunya begitu mendengar Taemin sedikit meringis sakit.

“Mian.”

Taemin menggeleng dan ia menggenggam baju depan Minho, “Aku senang kau menemaniku malam ini hyung…jeongmal.”bisiknya.

Debaran jantung Minho langsung terasa cepat dua kali lipat dari detakan normal, dan karena Taemin menempelken kepalanya di dada Minho, ia dapat mendengarnya. “Hey, kenapa suara jantungmu begitu ? Tidak sakitkan ?”tanya Taemin sambil mengusap-usap dada Minho lalu mengecupnya.

YAH ! KALAU SEPERTI ITU JANTUNGKU AKAN SEMAKIN BERSORAK RIANG !

Meletakkan tubuh dipelukkannya perlahan, menaruh guling dikanan dan kirinya seolah itu penjaga agar Taemin terlindungi, menarik selimut sampai dagu Taemin lalu mengecup keningnya dengan lembut dan cukup lama sambil membisikkan “Jumuseyo baby…”

Taemin tersenyum senang diperlakukan layaknya seorang princess, biasanya selama ini malamnya selalu terasa hampa tanpa kecupan hangat seperti yang diberikan Minho padanya karena Onew hanya mengelus kepalanya atau mengusap-usap punggungnya.

 “Jumuseyo hyung…saranghae.”bisik Taemin sebelum menutup matanya untuk menyelam ke alam mimpi.

Arrghh lagi jantung bodoh ini terlonjak senang mendengar bisikan malaikat yang membuat wajah Minho benar-benar merah.

“Nado saranghae…”mengecup kedua mata Taemin yang terpejam, “Dengan seluruh hati dan hidupku…”tambahnya dalam hati dan melangkah ke sofa untuk tidur karena ia merasa tidak sopan kalau menggunakan tempat tidur Onew.

Apa kau akan membuktikan kata-katamu yang terakhir itu, Minho… ??

 

Ketika pilihan datang dan menawarkan dua kebahagiaan di jalan yang berbeda, yang mana yang akan kau pilih ??

@ Key’s room…

Key sudah tertidur di pelukan Onew, tapi sampai waktu beranjak tengah malam Onew belum bisa menutup matanya dan menyusul Key ke alam mimpi untuk bertemu di sana.

Kenapa aku merasa meninggalkan sesuatu ?? batin Onew.

Ia mencoba mengingat-ingat hal apa yang terus menghantuinya itu. Merasa semakin gelisah tetapi ia tidak tahu mengapa ia gelisah. Melirik sosok dipelukannya dan mengusap kepalanya lembut. Mencium pucuk kepala itu dengan sayang, lalu turun ke keningnya, mengecup kedua mata Key, kedua pipinya yang terlihat sedikit gemuk(?), dan meraup bibir kecil yang tak hentinya ia kecupi berulang-ulang sampai pemilik bibir itu merasa risih.

“Ya…Jinki…”panggil Key dengan suara parau.

“Ah, mian aku membangunkanmu chagii…mian…”pinta Onew sambil mengeratkan pelukannya, menaruh dagunya di atas kepala Key dan menggoyangkan badan itu gemas.

Key ikut mengeratkan tangannya di punggung Onew walau harus merasa sedikit sesak tapi ini sangat nyaman dan hangat.

“Wae, Jinki…? Kenapa belum tidur ?”

“Chagii…aku merasa…ada sesuatu yang kutinggalkan. Tapi aku tidak tahu…”

Hmm ? Key melonggarkan pelukannya dan memandang wajah Onew lalu menangkupnya dengan kedua tangannya. “Coba pikirkan baik-baik, yeobo…mungkin…”Key ikut berpikir.

Keduanya saling pandang,

“Tae—”

YA ! THAT’S IT !

“MY BABY !”

Keduanya terduduk di kasur dengan wajah panik. “Kita meninggalkannya seorang diri ! Bahkan dia sedang dalam keadaan sakit dan kalau dia membutuhkan sesuatu tapi dia tidak bisa melakukannya sendiri….otte yeobo !?”panik Key.

Yaaa~ his baby. ==”

“Kurasa dia sudah tidur ?”timpal Onew begitu melihat jam disamping tempat tidur.

Key menatap Onew lalu berpikir ‘yah mungkin saja’. Ini sudah hampir larut malam tidak mungkin Taemin masih terjaga. Tapi…bagaimana kalau tiba-tiba ia membutuhkan bantuan ?

“Yeobo, sebaiknya kau kembali ke kamarmu ?”

HAH ! NOOOO !!

“Ta-tapi aku masih ingin bersamamu, memelukmu…”

Key menarik napas dalam. Sebenarnya ia pun ingin tidur sambil dipeluk oleh tubuh hangat kekasihnya itu. Terlebih sepertinya ‘aegya’ di dalam perutnya juga menginginkan selalu dekat dengan appanya –yang bahkan belum mengetahui keberadaannya–.

“Lalu ? Apa kita berdua pindah tidur disana ?”usul Key.

“Hmm…sepertinya itu ide bagus.”

.

.

.

.

CKLEK

“Eoh ? Pintunya di kunci ?”ucap Key ketika ia mencoba membuka pintu dan mendapati pintu tidak terbuka.

Onew menguap lebar. Mengetahui hal tersebut Onew menjadi lega dan ia sudah tidak sabar ingin merasakan hangatnya selimut dan empuknya kasur, “Yasudah chagii, berarti dia aman di dalam. Lebih baik kita kembali ke kamarmu. Aku mengantuk.”ucapnya sambil memasang aegyo.

Key menatap Onew dengan tampang datar, menaikkan salah satu sudut bibir keritingnya ke atas. ‘Apa yang dia lakukan, huh ?’pikir Key bergidik geli.

“Nah, ayo kita kembali.”menggandeng tangan Key untuk mengikutinya pergi.

“Yeobo, tapi bagaimana kalau dia membutuhkan sesuatu ? Bagaimana kalau….”

“Dia pasti sudah tidur. Percaya padaku.”ucap Onew meyakinkan sambil masih menarik tangan Key, memandu jalan.

“Tapi yeobo~….”

“Tidak ada tapi-tapian. Besok pagi kita langsung kembali, ok ?”

“Maksudku….tidak ada ronde ke dua malam ini !”

“……!”

.

.

.

Paginya ketika Onew dan Key mendatangi Taemin, mereka mendapati Minho yang baru saja keluar dari kamar mandi. Onew dan Minho saling berpandangan cukup lama, tapi begitu Taemin muncul di depan Onew, Onew menyadari tanda yang ada di leher dongsaeng-nya tersebut karena begitu kontras terlihat pada kulit putih pucatnya. Dan kalau saja Key tidak menghentikan Onew, sekarang mungkin Minho telah terbaring di rumah sakit. ==a

“Aduh…pipiku…”eluh Minho sedikit meringis sakit begitu memandang wajahnya yang terdapat tanda (sedikit) biru di pipinya.

“Hey Minho ! Kenapa dengan wajahmu ?”tanya Hongki bingung menatap Minho yang sedang bercermin. Mereka sedang berada di toilet kampus.

Minho kembali menatapi pipinya lalu menghela napas panjang, “Tidak apa-apa.”singkat Minho. Mengingat kejadian tadi pagi yang menegangkan, begitu Onew langsung menyerangnya dengan membabi buta. Dan pipinya terkena lemparan gelas secara sadis. Mengingat dulu ia pernah terkena lemparan blender, sekarang ia kembali mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga (karena ia yakin ia akan menjadi adik ipar Onew). Onew dan Key benar-benar pasangan yang mengerikan ! Mempunyai hobi sama yaitu melempar perkakas dapur ! ==a

Lalu beberapa orang masuk ke toilet tersebut dan ternyata mereka semua teman club Minho.

“Ya, bung ! Di sini rupanya…”ucap Jaejin langsung merangkul pundak Minho yang notabene lebih tinggi darinya.

“Ya! Wa-waee~?”Minho yang jadi sedikit tertunduk merasa risih dengan tangan Jaejin yang terasa berat di pundaknya.

“Kau itu di cari pelatih, Minho. Kemarin kau kabur latihan lagi, huh ? Ini sudah yang ketiga kalinya kau tahu ? Dan ini tidak biasa.”jelas Dongwoon.

“Sangat sangat tidak biasa.”tambah Jaejin.

“Dan ini semenjak kau dekat dengan anak baru itu, eoh?”sambung Jinwoon.

“Lee Taemin, ne ? Kurasa dia cukup manis~”timpal Minhyuk.

Mendengar ucapan Minhyuk, Minho memasang death glare padanya dan yang lain langsung bersiul menggoda.

“Apa ada sesuatu yang kami lewatkan, eoh ?”goda Jaejin menyipitkan mata curiga begitu mendapati kemarahan Minho.

“Jaejin-ah~~ kurasa semua orang tahu mereka memang ada ‘sesuatu’, ne~?”Dongwoon langsung merangkul Jaejin dan menariknya keluar toilet dengan jalan yang di buat-buat. Minho hanya menghela napas melihat kedua temannya itu menggodanya .

“Ha ! Tuan Choi, bisa kau jelaskan semuanya ? Sebelum masalah ini tercium oleh songsaenim dan membuat impianmu menjauh dari tanganmu…”ucap Jinwoon mengangkat bahunya.

“Impian yang hanya tinggal kau raih dan kau genggam. Lalu kau bawa berlari…”Minhyuk berkata sebelum ia menghilang di balik pintu keluar.

“Aku hanya mengingatkanmu sebagai temanmu, Minho. Dia atau basket. Itu pilihanmu dan aku yakin kau cukup bijak untuk memilih, bung.”Jinwoon menepuk bahu Minho dan segera menyusul teman-teman yang lain.

Minho hanya terpaku menatap Jinwoon lalu kembali menatap cermin besar dihadapannya.

“Amerika dan….Taemin….??”gumamnya.

.

.

.

“Minnie !……YA ! Ya Lee Taemin !”panggil Minho begitu melihat Taemin berjalan di lorong kampus dengan tergesa-gesa.

Mendengar suara bass itu memanggilnya, Taemin semakin mempercepat langkahnya. Tidak ingin bertemu… Tidak ingin bertemu…. –batinnya.

Tetapi dengan kaki yang panjang tidaklah susah bagi Minho untuk mengejar Taemin dan berhasil menarik tangannya agar ia terhenti, “Mengapa kau menghindariku terus, eoh ? Apa aku berbuat salah padamu ? Minnie…”Minho menatapnya dengan tatapan teduh dan cemas.

Tetapi Taemin justru menatap Minho dingin lalu menepis tangan namja tampan yang tengah menggandeng lengannya tersebut. Mendapat perlakuan seperti itu terlebih dari Taemin-nya, membuat Minho terbelalak kaget dan menatap Taemin tidak percaya.

“Taemin-ah…..wa-wae….??”

Taemin memalingkan wajahnya dari tatapan Minho, menarik napas dan, “Tinggalkan aku.”lalu pergi meninggalkan Minho yang terbengong mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulut namjachingu-nya itu.

“Mi—Minnie…??”Minho benar-benar terpukul. Menatap kosong punggung sempit figur kurus di depannya yang perlahan semakin jauh dan menghilang dari pandangannya. “Tidak…mungkin….ige mwoya ?!!”

“Mianhae….hyung….”

.

.

.

 

Aku adalah masalah.

 

Aku adalah beban untuk orang disekitarku…

 

Keberadaanku…. Adalah sebuah kesalahan…??

 

@ OnTae’s Room…

“Minnie….kudengar kau sedang tidak akur dengan Minho ? Apa dia menyakitimu ?”tanya Onew begitu siang tadi Key bercerita padanya mengenai sikap Taemin yang berubah 3 hari belakangan ini. Taemin yang menjadi sedikit pemurung, sering melamun, dan terkesan menghindari Minho. Key rasa mungkin mereka sedang bertengkar tapi begitu ia bertanya pada Minho, justru Minho sendiri tampak sama bingungnya dengan dirinya.

“Anii…”singkat Taemin.

“Tapi….Kenapa kau terkesan menghindarinya, eum ? Bisa ceritakan padaku ?”

Taemin menutup buku yang tengah ia baca dan menatap Onew serius, “Kenapa ? Bukankah seharusnya hyung senang ? Selama ini hyung tidak suka aku dekat dengannya, kan ?”

Mendengar nada sinis dari mulut Taemin membuat Onew mengernyitkan alisnya bingung. Benar, pasti telah terjadi sesuatu tanpa sepengetahuanku –batin Onew.

“Hei…Aku tidak suka karena dia mengajarimu basket, bukan tentang hubungan specialmu dengannya…”

Taemin mengangkat alisnya, lalu menghela napas panjang, “Gwenchana, lebih baik seperti ini.”

“Dengan menghindarinya apa itu lebih baik ? Bukankah sesuatu itu lebih baik kalau dibicarakan bersama ?”

“Ini bukan masalah bersama ! Ini masalahku sendiri ! Tidak ada yang terlibat di dalamnya jadi ini adalah keputusan terbaik !”

“Tapi kenapa kau berubah sikap padanya ? Kalau ini masalahamu sendiri, harusnya kalian baik-baik saja.”

“Kau tidak tahu apa-apa hyung. Kau tidak mengerti !”

“Kalau begitu buatlah aku mengerti ?”

“Aku ini TIDAK BERHARGA !”

Mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut Taemin membuat Onew terdiam seribu bahasa. Tiba-tiba saja darahnya serasa mendidih di keningnya. Tidak berharga ?? Cih, yang seperti ini tidak berharga ? Apa dia buta ?! Apa dia tidak melihat cinta yang diberikan orang-orang disekelilingnya dan dia masih beranggapan bahwa dirinya tidak berharga ? Lalu aku….?? Dia menganggap aku apa, hah ?!

“Ya !”

“Life is a choice, hyung…. Dan aku tidak cukup berharga untuk menjadi pilihan itu sendiri.”

Onew semakin penasaran apa yang terjadi dengan dongsaengnya ini ? “Minnie…. aakhh…”tiba-tiba Onew mengerang memegang perutnya yang terasa amat sakit. Terasa seperti di pukul dengan sangat keras.

“Hyung !!”

“Gwe-gwenchana….”sahut Onew begitu Taemin menghampirinya khawatir.

“Hyung….kau….”

“Gwenchana !”bentak Onew dan menepis tangan Taemin dari lengannya, dengan sekuat tenaga ia berusaha bangun dan duduk di tepian kasur. Mengelus perutnya yang kini memang sudah terasa membaik. Entah kenapa belakangan ini dia memang kadang merasakannya. Sakit di bagian perut kanannya yang sering menghambat aktivitasnya yang lumayan padat. Yah…Onew cukup sibuk mengurusi segala tetek bengek mengenai Universitas yang dipegangnya ini, sampai nanti tiba waktunya untuk ia alihkan pada Taemin yang merupakan ahli waris sesungguhnya. Tapi….bahkan kondisi Taemin pun tidak cukup lebih baik dari dirinya sekarang. Sempat ia mengira mungkin ia terkena maag karena memang sering makan tidak teratur walau Key selalu memarahinya dan tidak akan pernah absen untuk mengingatkannya agar makan tepat waktu, tapi setelah ia pikir lagi bukankah lambung ada di bagian sebelah kiri ? Lalu kenapa yang sakit justru perut bagian kanan ??

Dan sama saja seperti sang adik, Onew sangat membenci dokter terlebih lagi rumah sakit. Selagi bisa ia atasi sendiri, Onew tidak akan mau menyentuhkan kakinya di gedung penuh orang sakit tersebut.

“Hyung… sungguh kau tidak apa-apa ?”tanya Taemin lagi sambil menyodorkan segelas air putih.

“Neh, gwenchana… gomawo Minnie.”sahut Onew dan langsung menghabiskan air putih tersebut dengan sekali teguk. Yah… Onew merasa ia menjadi mudah haus dan cepat dehidrasi. Pertanda sesuatu memang tidak baik-baik saja, bukan ? *Sigh

Onew menoleh menatap Taemin yang tengah menatapnya khawatir. Ck, dongsaengnya ini memang terlalu mudah cemas apalagi kalau menyangkut masalah orang lain. Padahal dirinya sendiri lah yang harusnya lebih di cemaskan, bukan ?

Onew beranjak bangun dan menarik Taemin untuk duduk di tempatnya barusan. “Sekarang waktunya mengganti perbanmu.”ucap Onew berjalan ke arah kotak obat-obatan, sebelumnya ia menaruh gelas kosongnya ke meja makan.

Taemin hanya mengikuti pergerakan Onew dengan mata bulatnya yang mengerjap lucu.

“Apa masih sakit ?”tanya Onew setelah mengambil segulung perban, obat merah serta plester di tangannya. Ia berjongkok di depan Taemin yang tengah duduk dikasur sambil membuka kancing kemeja namja cantik itu.

Taemin hanya mengangguk dan membantu melepas kemejanya. Onew melanjutkan membuka perban Taemin dengan perlahan. Takut menyakiti tubuh rapuh di hadapannya.

“Wah… beberapa sudah mulai kering.”ucap Onew tersenyum sambil mengolesi obat merah di luka-luka Taemin.

Taemin lagi-lagi hanya mengangguk. Pikirannya sibuk kembali memikirkan gejala Onew tadi. Ini bukan lah kali pertama ia mendapati Onew kesakitan seperti itu.

‘Hyung…gwenchana ?’

“Wae ? Kenapa kau diam saja ? Apa sakit ? Atau aku terlalu kasar ?”

Taemin tersentak dari lamunannya dan cepat-cepat menggeleng lalu tersenyum, “Anii hyung… aku hanya sedikit lelah.”bohongnya.

‘Kau harus baik-baik saja hyung….harus.’

“Mwo ? Apa jantungmu sakit ?”Onew menaruh tangannya di dada kiri Taemin dan mengusap-usapnya lembut dan meniupnya.

Taemin terdiam mengamati hyung-nya memperlakukannya seperti itu. Tak terasa matanya terasa memanas dan kolam krystal cair pun terbentuk di mata bulatnya. “Hyung… huks… huks…” Taemin menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Ya-ya ! Minnie… wae ? Uljimma….”Onew langsung membawa tubuh Taemin kedalam pelukannya. Mengusap kepala namja cantik yang bersandar di dadanya. “Wae…? Appo, eum ?”

Onew merasakan gerakan dari kepala Taemin dan ia tahu Taemin tengah menggeleng membantah perkataan Onew barusan.

“Kalau tidak sakit, kenapa kau menangis…?”Onew melonggarkan pelukannya lalu menghapus air mata yang mengalir dari mata indah Taemin dan membuat mata serta hidung dan wajahnya berubah memerah.

“Saranghae…hyung….”bisik Taemin, membuat Onew sempat menghentikan gerakannya menghapus air mata Taemin lalu beberapa saat kemudia ia tersenyum.

“Nado saranghae, Minnie….”

.

.

.

Uhuk uhuk uhuk… hoek…uhuk….

“Umma….”gumam Taemin memandang punggung kurus di hadapannya yang tengah berjongkok di depan kloset dan memuntahkan isi perutnya.

Taemin bermaksud menghampiri untuk memastikan keadaan Key –ummanya– baik-baik saja atau….

“Nae aegya… jebal… jadilah anak yang manis selagi umma kuliah, ne ? Dan juga ketika di depan Appa-mu juga orang banyak, arrachi ? Mian….umma belum bisa memberitahukan keberadaanmu pada Appa….”mengusap-usap perutnya untuk menenangkan aegya-nya yang lagi-lagi bertingkah di awal masa kehamilannya. Dan itu sungguh merepotkan ! Mengalami morning sick setiap pagi, selalu mengeluarkan isi perutnya kembali setiap ia selesai makan, dan badannya yang menjadi cepat lelah dan lemas.

Mendengar hal tersebut Taemin menutup mulutnya, syok. Ummanya…. Key…. Hamil ! Dan… tidak perlu bertanya siapa orangnya Taemin sudah sangat tahu siapa Appa dari aegya yang tengah di kandung Key. Tapi… yang membuatnya lebih terkejut adalah Appanya tidak mengetahui keberadaan bayi itu ?! Onew hyung…. Tidak tahu ???

 

Awalnya Taemin ke toilet karena ingin buang air kecil, tapi ia menemukan Key ada di sana. Seharusnya tidak terlalu aneh mengapa Taemin bisa menemukan Key karena mereka memakai toilet kampus bukan toilet pribadi di kamar. Yah sejujurnya toilet ini memang jarang di kunjungi oleh orang karena letaknya yang cukup jauh dan berita miring tentang toilet berhantu. Tapi justru hal itu sangat di syukuri Taemin karena ini adalah tempat yang sering dia kunjungi untuk meminum obatnya ketika ia kambuh saat di kampus. Tapi hari ini, kali ini ia malah bertemu dengan Key dan mendapatkan fakta tentang hubungan Key dan Onew yang telah menghadirkan makhluk mungil lainnya yang menunggu untuk menghirup udara bersama umma dan appa-nya.

Aku harus melakukannya, demi aegya di perut Key umma, Onew hyung dan… maafkan aku Minho hyung….

 

Taemin berbalik pergi sambil meremas handphone yang tengah di pegangnya. Begitu ia membaca isi dari sms yang baru saja ia dapat dari seorang dokter……

.

.

.

.

.

.

.

.

DOR !

Uhuuuuyyy~~

 

80 thoughts on “SECOND LIFE/2MIN-ONKEY/PART 8 OF?

  1. Yampun, ngagetin deh kata ‘DOR’ nya…
    Padahal lagi seru n penasaran dgn crita nya, eh malah kpotong … Huh … Ditunggu yee lanjutan nya … ^_^

  2. DOR…
    ga enak banget klo uda ada kata itu…

    makin dag dig dug ne gmn kelanjutannya…
    ayo dunk thor..
    semangat ya buat lanjutannya

  3. eonnie .. kenapa hidup mereka begitu menderita sih ??
    tem tem sakit jantung ..
    minhonya dilema antara amerika ato tem tem ..
    onewnya sakit .. *gag tau sakit apa ..
    si key hamil malah gk bilang k onew ..
    OMO ..
    eonnie , buatlah akhir bahagia buat mereka !! >,<
    jangan bikin akhir sad ending eon !! ntar aku nangis ..😥

  4. Ci luk baaaa…
    Key hamil?
    Bru tau d part ini,cos part sblmnya msh diprotek.
    Saya mulai menebak2….bolehkah?
    Jinki sakit,ad mslh dg livernya,,maybe?minnie sakit jantung,key hamil,minho dilema.
    So…ad seseorang yg harus mengalah utk yg lainnya,,tp ad lbh dr satu org yg jdi korban…
    Huks,,,mianhee…..
    Saya gak tahan.penasaran.sblm part selanjutnya keluar,,maafkan saya thor,saya membayangkan alur cerita yg menyedihkan..jangan jangan jangaaaaaan!! Jangan angst deh…nyesek.

    • kok kepotng -___- kirim lagi deh
      baru baca ini >.O< binguuuung
      lanjut dulu deh,,
      btw,,I LOVE THIS!!! lanjut terus sampe part 10,11,12,13….dst yah🙂

      • ampuuuun deh komenkuuuu
        baru baca ini >.< ya ampuuun saya kangen ff ini
        taeminnn itu minho jantungnya kagak sakit tapi lagi deg2an,,yg sakit jantung kan situu,,sumpah pols banget nih taemin…malah tambah dicium pula dadanya kan tambah kenceng dah tu
        Onew sumpah kumat deh oon'nya,,masa ama adek sendri bisa lupa ckckck emang onkey couple kalo udah bgono lupa daratan,,pulang pun masih sempet2nya ronde kduaaa
        Taemin kenapa sih kok ngehindarin Minho?? apa dy tau kalo Minho mau ke Amrik? trus yg trakhir itu taem mau ngapaiiiiinnnn? onew sakit apa??? Key hamil,,minho mau ke amrik,,trus taem? lanjut dulu deh,,

  5. waaa itu tetem ny kenapa? dia denger pas minho lagi ngbrol sma tmen2 ny itu yaa?
    nah kan key ny hamill .. yeyyeyeyeye ah tpi knapa onew blm dksh tauu :((
    kasian si menong dah .. dulu dilempar blender sma key kepalanya yang kena, skrg dlempar gelas sama jinki pipinya yang kena .. muahahha poor minho
    hahah menong sadis juga yah, dia sampe bkin hickey ny kegitu banget .. emm tpi ini juga gra2 onkey sih, soalnya onkey udh bikin telinga menong ga suci (?) lagi .. hyahahah
    onew ny bneran sakit yah? huwaa sakit apaan :((
    ga parah kan? please jngan dbkin sad ending ya nantinya :((
    ontae ny hrus bertahan, harus tetep idup .. duaduanya hrus idup pkonya TT__TT

  6. Nah Loh….
    Jinki ckit ap……?!? Jgn prah dong…. Kn ksian Key ma Taemin… Ap aGi Key hamiL ank Jinki…..

    Heemmm, mkin sweru dech ni ff….

  7. Nah Loh….
    Jinki ckit ap……?!? Jgn prah dong…. Kn ksian Key ma Taemin… Ap aGi Key hamiL ank Jinki…..

    Heemmm, mkin sweru dech ni ff….
    Joahae….. ^-^

  8. Part7 dipw lagi nunggu blesan sms u_u
    Krna penasaran jdi lngsung aja ke part8 hiks hiks hiks TT_TT
    Ini ff buat aku jd pnsaran>.< Pas cerita lagi asik pasti udh tbc aja ckckck *lempar tetem*
    Next part aja deh cussss (~‾⌣‾)~
    Part7 baca blakangan aja klau udh dpt pw wkwkwk u,u

  9. yah mino mau ke amerika😦
    tae knp sih? kasian minokan~
    ahh ontae brother so sweet.
    key umma hamil! i lope mpreg, tpi knp ga ngash tau onyu -_- itu tae dpt sms apaan? cuss next part~

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s