[Onkey – Drabble] Dont have to be a Sherlock to find a ‘Key’


Foreword:

Annyeong … jangan pada marah sama gue karena utang FF gak gue bayar, kalau udh malesnya dateng, gue bakal HIATUS dan muncul tiba’ LOL. kayak sekarang contohnya.

FF ini mau gue post di blog drabble sebenernya, tapi karena udh lama gue gak post disini ya sudahlah~ Haha … FF ini buat lomba sebenernya, tapi entahlah, kayaknya pihak sananya entah niat apa nggak adain lomba itu ==” gajelas …

So, enjoy …

RCL i really apreciated that🙂

Tittle : Dont have to be a SHERLOCK to find a ‘Key’

Pairing : Our precious ONKEY . Lee Jinki aka Onew & Kim Keybum . Mention! Kim Jonghyun

Genre : Fluff, Romance, Shounen Ai

Rate : G

Lenght : Drabble just 1835 word~

By : Sanniiewkey~

Sorry many wrong typo, i just copas from iPad ==”

Credit Photo : keytty chan _YinYang_

===================================================

Masih tergambar dengan jelas di ingatanku saat itu … aku bertemu denganmu yang umur kita berbeda 10 tahun. Kau seorang namja yang sangat luar biasa, tidakkah kau mengerti kalau aku sangat mengagumimu? bahkan aku –yang sudah berumur ini, sangat iri dengan sosok muda mu itu.

Kau duduk dengan manis dan sopan, meski aku tahu kau tidak suka dengan apa yang kau lakukan sekarang, tapi kau sangat pintar menyembunyikan emosimu.

“Annyeonghaseyo … Lee Jinki imnida …”, mataku memandang ke arahmu yang duduk didepanku, sibuk bermain dengan jari-jari lentik itu. Dengan senggolan di tanganmu kau mendongak, melihat ke arah Nenek mu dan kemudian kau mendaratkan matamu ke arahku, Oh … aku lupa bilang, saat itu juga aku tenggelam dalam tatapanmu.

“Annyeonghaseyo … Key imnida … “, jawabmu membungkuk sedikit, namun entah memang kau yang tidak sadar akan kedatanganku, atau ada sesuatu yang aneh di wajahku, atau … aku benar-benar lemas di tatap olehmu, namun aku lega kau akhirnya menunduk lagi dan meneguk secangkir kopi didepanmu.

.

.

Namanya Kim Keybum, ia suka dipanggil Key. Aku tidak tahu alasan tepatnya, hanya saja ia bilang ia suka nama itu, ia katakan ia tidak perlu mempunyai sebuah kunci, karena ia bisa selesaikan masalahnya sendiri. Itu yang aku katakan, aku iri dengannya …

Begitu juga dengan yang dialaminya sekarang …

Ia menikah denganku –menikah dengan namja yang memang terpaksa di jodohkan karena tidak bisa mencari jodohnya sendiri. Diumurku yang ke-31 aku masih saja betah sendiri, berkutat dengan pekerjaanku, dan tidak pernah mencoba menjalin hubungan ke jenjang yang serius. Sampai akhirnya … aku ikuti kemauan Kakek ku yang ingin melihatku menikah sebelum ia meninggal nanti.

Saat itu, aku tidak habis pikir, kenapa aku di jodohkan dengan seorang ‘namja’, well … selama ini aku berpikir aku straight, tapi aku rasa aku salah ketika aku bertemu dengannya. Benar adanya kalau ada hal yang membuat kita terkadang meragukan seksualitas kita … dan itu terjadi padaku ketika bertemu dengan Key.

Ia menerima semua rencana perjodohan dan pernikah kami. Dengan singkat kami telah melangsungkan pernikahan dan resmi menjadi sebuah keluarga kecil.

“Kenapa kau ingin menikah denganku? Apa karena permintaan Nenek mu juga? Apa kau tidak berpikir aku terlalu tua untukmu?”, tanya ku saat itu.

“Ani … ini bukan karena Nenek.”, kau menoleh padaku. “Ini kemauan ku, aku yang memilih jalan hidupku sendiri, dan aku berharap aku tidak salah pilih. Jadi kumohon, bimbing aku untuk jadi pendampingmu dengan baik. Deal Hyung?”, kau tersenyum manis padaku, aku terhenyak dan hanya bisa mengangguk … pasti Key … tentu saja.

.

.

Aku tahu aku telah merampas sebagian kehidupan muda Key, oleh karena itu aku berikan kebebasan ia untuk mengejar impiannya, aku tidak mau ia tidak punya tujuan hidup alih-alih menikah denganku. Aku paham, saat seumur dia banyak hal yang ingin aku lakukan, hanya saja … Key tidak seberuntung diriku, dia setidaknya menanggung tanggung jawab, ya … menjadi bagian kehidupanku.

“Key?”, aku masuk membuka jas ku, tidak ada suara, aku lirik ruangan tempat dimana biasanya Key menghabiskan waktunya untuk mendesaign baju dan mengerjakan tugas kuliah desaignernya. Namun ia tidak ada …

“Key …”, panggilku lagi. Aku tidak bisa menemukannya dimanapun. Aku lihat dimeja makan sudah tersedia makan malam buatannya, ya … Key ku sangat pintar masak. Aku temukan note disana, mengatakan ia keluar sebentar, kuputuskan aku mandi dahulu, sambil menunggunya pulang dan kami makan bersama. Hanya saja … aku lihat kamarnya kosong sampai tengah malam ia tidak kembali dan aku tertidur tanpa bisa menghubunginya …

.

.

Aku berbohong darinya akan membantunya untuk menjadi pasanganku yang baik, tapi … aku mengingkarinya sendiri. Aku bertemu dengan yeoja lain, dia mantan ku yang sangat aku sukai dulu. Key tidak pernah tahu kenapa aku pulang larut. Dan dia tidak bertanya ketika ku rasa ia mencium aroma parfum wanita … tapi, kata-katanya saat itu tidak akan ku lupa …

“Jinki Hyung …”, ia masuk kedalam ruang kerjaku, aku tersenyum padanya yang membawa secangkir teh madu dan kudapan malam. “Jangan kerja terlalu keras, kau butuh istirahat … perlu kubuatkan yang lain?”, tanyanya ramah. Aku menggeleng …

Aku lihat ia sedikit gugup, kuteguk teh nya, khas sekali, ia selalu tahu seleraku … “Key … ada yang ingin kau katakan?”, ia mendongak kaget kenapa aku bisa tahu, aku tersenyum, berdiri menghampirinya, duduk di sisi meja dan mengangguk padanya, memastikan ia untuk mengatakan apapun itu padaku …

Ia sempat enggan, namun akhirnya ia mendongak dan menatapku, “Jinki Hyung, aku adalah orang yang konsekuen dengan ucapanku, aku akan pertanggung jawabkan seluruh perkataanku semampuku …”, aku mengerutkan alisku tak mengerti, “Aku melihatmu keluar dari hotel XXX bersama yeoja kemarin malam … jika kau tidak keberatan, bisa kau katakan padaku apa yang kalian lakukan? Karena menurutku, jika itu tidak kau lakukan, maka akan buruk bagi diriku, aku tidak suka merutuk orang lain tanpa tahu sebabnya …”, jelas Key masih dengan tatapan tenangnya, meski nadanya mengintimidasiku. Aku takut … saat itu juga ketakutanku akan dia bertambah … tapi aku masih belum tahu apa itu.

“Itu … “, aku menegakan tubuhku menatap matanya, ia menatapku lekat, namun akhirnya ia menunduk dan memilih menghela nafasnya.

“Hyung … jika kau tidak bahagia, kenapa kau lakukan ini? Sejak awal bukan aku kan yang kau khawatirkan kan? Tapi dirimu sendiri … iya kan? kau khawatir apakah kau benar-benar ingin menikahiku, iya kan?”, tanyanya pelan.

“Key … aku—“

Namun ia tersenyum padaku, menghampiri ku dan menatap ku dengan lembut, “Mari kita akhiri saja Hyung jika kau tidak bahagia, jangan paksakan dirimu …”, ucapnya. Aku terbelalak … akhiri?

“Key!”, nadaku meninggi, ia terkejut dan memundurkan langkahnya, “Kenapa kau berkata begitu? Setidaknya dengarkan aku dulu baru kau bisa bicara begitu … kau bahkan tidak tahu apapun …”, aku marah? Bukan … aku hanya kecewa sedikit padanya, ia bicara seenaknya untuk akhiri ini? Atau memang aku emosi dan merasa bersalah padanya?

Aku lihat matanya terbelalak, dan sedetik kemudian ia menunduk … itu bukan Key, jangan pasang wajah begitu, Key yang kukenal orang yang percaya diri, melakukan semuanya dengan serius, ambisius dan yakin … tapi, saat ini aku lihat Key ku meredup sinarnya … apa aku penyebabnya?

“Key—“

“Ah!”, ia meringis ketika ku sentuh bahu kanannya, aku mengerutkan alisku, ia memegangi bahu kanannya itu. “M-mianhe … mianhe Jinki Hyung … aku tidak bermaksud ..” belum sempat ia selesai, aku dekati dia dan ku buka kaos longgarnya meski ia berontak. Lalu apa yang aku lihat membuat ku terbelalak, bahu kanannya memar … ada seperti bekas pukulan disana.

“H-hyung— tidak apa, aku hanya kepentok di kampus.”, ucapnya. Aku tidak percaya, nada suaranya berubah, meski kami menikah 2 bulan, aku bisa tahu ia berbohong, Key ku orang yang jujur … jadi jika ia berbohong aku tahu.

“Katakan … ini kenapa?”, tanyaku lembut menarik dagunya , ia menoleh ke arah lain. Sebelum aku bisa menjawab ponsel di saku Key berbunyi, dengan cepat Key mengambilnya.

“J-Jonghyun … a-aku …”, Jonghyun, aku tahu siapa namja itu. Kurebut ponselnya dan kubuang kelantai , aku marah sekali.

“Dia pelakunya? Apa yang ia lakukan?”, tanyaku, Key tidak menjawab, ia menunduk dan menggeleng, aku tarik ia kedalam pelukanku dan kucium paksa, aku tidak pernah menciumnya selama ini, jadi mungkin ia cukup terkejut dengan sikapku sehingga tamparan bersarang di pipiku.Ia menutup mulutnya dan  … menangis, Key menangis.

“K-key …”, ia menunduk. Perlahan aku mendekat dan kutarik kepelukanku, meski ia menolak, saat itu juga semakin erat pelukanku.

Kemudian yang aku tahu , dan tidak akan kulupa selama kami bersama, itu pertama aku memeluknya dengan erat, pertama aku mencium sisi kepalanya berharap tangisnya reda, pertama aku menjadi sandarannya, ia menangis layaknya anak kehilangan ibunya. Kuhapus air matanya dan menatapnya yang duduk dipangkuanku.

“Katakan … apa dia yang lakukan ini? Dan katakan ada apa? Maka aku juga akan jelaskan padamu apa yang kau lihat kemarin, aku janji …”, jelasku, ia sempat sungkan, namun akhirnya ia ceritakan.

Jonghyun, Kim Jonghyun , aku tahu namja itu pernah sekali kerumah saat Key kebetulan tidak ada, dia mengaku teman Key saat itu. Namun ternyata, Key mengatakan bahwa ia adalah mantan pacar Key yang ia putuskan seminggu sebelum Key bertemu denganku, ia lakukan itu karena ia melihatnya keluar dari hotel sambil berpelukan mesra dengan yeoja lain dan berciuman didepannya.

Lalu memar itu ia dapat ketika ia keluar malam hari tepat dimana saat itu aku mencarinya. Dan itu artinya 4 hari yang lalu. Ia menemui Jonghyun untuk menyelesaikan masalah, jika ia tidak menemuinya, maka Jonghyun akan berbuat nekat, dan sasarannya adalah aku. Yang membuatku geram adalah, ia meminta Key untuk melalukan seks dengannya sekali saja, saat itu Key menolak dengan meninju wajah nya , namun dengan tubuh Jonghyun, ia dengan mudah membalas Key, hal itu tidak parah karena saat itu Key bisa lari ke pos polisi setempat.

“Key …”, aku usap kepalanya yang masih terisak pelan, bodohnya aku … kenapa aku tidak pernah peka, ia selama ini tersenyum dan berusaha melindungiku, tapi aku … aku tidak bisa menepati janjiku …

“Mianhe …’, lirihnya, Key bodoh … kau selalu katakan maaf … tapi kau tidak pernah tahu salahmu …

“Pabo … Key kau benar-benar Pabo namja …”, ucapku mencium keningnya, “Jangan katakan maaf kalau kau tak tahu salahmu apa … “, aku hapus air matanya dan kutangkup wajahnya , ya Tuhan … makhluk apa didepanku ini? Ketika aku mencoba berhenti berpikir tentangmu, tapi mulutku selalu berbisik … kau cantik Key …

“Key … mianhe, aku bukanlah namja baik yang kau harapkan dan kau pilih untuk membimbingmu dan melindungimu. Aku tidak bisa berikan apapun, tapi aku bisa janjikan satu hal … “, aku tarik tangannya ke jantungku. Ia terbelalak, aku mengangguk dan tersenyum. “Hanya ini yang kujanjikan, debaran ini tidak akan berubah sampai kapanpun, dari pertama aku tahu namamu Key … saat itu juga, kau jadi kunci hatiku …”, ucapku , ia menangis lagi kali ini, aku tidak percaya aku bisa gombal .

“H-hyung tapi—“

“Mantanku, dia bernama Jessica, dia ingin ucapkan selamat saat aku meeting di hotel itu dan bertemu dengannya. Kemudian aku sempat makan malam bersamanya , untuk ini aku minta maaf … aku rela kau marah atau kau hukum aku tapi—“

Aku tidak selesaikan kalimatku karena ia melompat kedalam pelukanku, sangat erat … disela isakannya aku dengar itu.

“God~ syukurlah, terima kasih Jinki … aku takut kau meninggalkanku …” isaknya. Aku hanya bisa tersenyum, mengelus punggungnya, mengusap sayang kepalnya.

“Key …”, aku panggil dia, aku masih lihat wajah sembabnya, membuatku ingin menciumnya, imut sekali . “Saranghae nae Key … aku bahagia, jadi jangan pernah katakan untuk akhiri ini … kalau tidak …”, aku menaruh tangannya di dadaku, “Nanti jantungku berhenti …”, aku memasang mimik se-imut mungkin, ingatkan aku untuk muntah dengan sikap chessy dan tingkahku ini …

“Pabo ..”, decaknya memukul dadaku. Namun kemudian aku tarik tangannya kebelakang leher ku, dan perlahan bibir kami bertemu … “Nado saranghae Jinki …”, aku tersenyum dan melanjutkan ciuman kami, dan … malam pertama kami.

Key … aku tidak perlu untuk jadi Sherlock untuk pandai menemukan kunci dari masalah hidupku …

Aku hanya butuh dirimu untuk jadi ‘KEY’ ku untuk mengubahku lebih dari Sherlock…

Karena dari mu aku belajar apa itu kesungguhan … tanggung jawab … prinsip … dan cinta …

END

Yeah thats it! Hope u enjoy guys~

RCL are LOVE!

Annyeong~

78 thoughts on “[Onkey – Drabble] Dont have to be a Sherlock to find a ‘Key’

  1. untung untung untung… kirain Jinki appa selingkuh bgt jg keymma, tp syukurlh akhirx JinKibum ber1 jg:-D
    nan haengbokhe

  2. Tumben di sini karakter Key agak kalem, biasanya dy penuh sikap Diva-ish , sombong dan suka ngatain Jinki Bodoh hahahaha

    ternyata pas mau di nikahin karena dijodohin itu kibum udah mulai suka ya? Kibum orang yang tenang di sini tapi sekalinya talk something tepat banged itu, dy bisa tau si Jinki keluar dari Hotel , oughh mantan nya si jess joss toh isshhh –”

    kasian si Kibum rela di pukul buat lindungin suaminya , Jinki bodoh gapeka!! Yang penting Happy End dehhh🙂

    hahahha ck! Jangan muntah dong , hey Jinki kamu itu triple ya : Tampan, Manis, Imut !! Wajah sok imut dy tuh bener” adorable sumpah! Kenapa musti muntah sendiri bodoh! Apalgi yg pas di acara Festival Hongkong , pas dy megang cupcake karakter chibi itu ekspresinya niru di cupcake itu IMUT SEKALIIII /kecup/

  3. gw rada jengah pas liat jinki selingkuh sama jesicca..

    gw juga awalnya nyangka kibum selingkuh, ternyata engga. huaaah

  4. Kasihan key di pukul jjong gara” kagak mau melakukan itu trus si jinkinya tega amat sama key kan key udin buaik mau nikah sama tua bangka *eit digebukin mvp
    tapi akhirnya mereka bersatu aye.

  5. Ish ini mata udah berembun awalnya..
    Kupikir hidup gk adil bgd buat kii…

    Ternyata masalah memang bisa terselesaikan dengan baik jika kita saling terbuka ne ?

    Jamong go awayyyy ~~~

    Kamu jahat sih ming disini..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s