[OnKey] Love’s Way Part 6/End


Main Cast             : Lee Onew – Kim Key

Support Cast      : Choi Minho – Kim Taemin – Kim Jonghyun – Amber (?)

Genre                      : romance, smutt , Life

Author                   : Eternalonkey Yua (@eternalonkey90)

Rate                          : PG 17

 

Foreword

muahahha.. END!!

MAKASIH BANYAK BUAT SUPPORT KALIAN!! I LOVE YOU <33

INI END YAH? MAU SPECIAL PART? AFTER MARRIAGE? OKE.. KOMEN DULU LAHH.. YANG BANYAK N PANJANG TAPI YA *plak

kalo komennya ga ngelewatin ini gw tetep buat tp PW berubah. LOL

kalo ngelewatin gue buat full smutt PW ga berubah.

oke.. that’s ur choice reader..

sebelum gw bener – bener ilang 3 bulan ini ^^

WARNING

This is my Story

No Plagiarism

No Bash

Yess Critic

Love always come with unexpected ways..

Love’s way…

Link Previous Part klik!

part 1 part2 part3 part4 part5

…….

“hhh…”

Nafasnya memburu, dadanya bergemuruh kencang, kakinya gemetar dan berusaha mengumpulkan seluruh tenaganya. Menarik gas motornya semakin kencang melewati jalanan Seoul yang sunyi saat itu. Tak pernah ia bayangkan akan terjadi hal seperti ini, perasaan takut… ya… Lee Jinki kembali merasakan takut kehilangan setelah ummanya pergi dan kini ia tidak akan membiarkan seseorang yang paling berharga dalam hidupnya menderita karenanya.

Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit dengan kecepatan motor yang sangat mengerikan akhirnya ia sampai didepan pintu kamar itu. Dibaliknya ada seseorang yang ia kasihi yang mungkin saja sedang merintih kesakitan. Oh Lee Jinki kumpulkan kekuatanmu dan tenanglah.

Tok..Tok..

Mengetuk pintu itu dua kali lalu pintu segera terbuka. Lengannya ditarik oleh dua sosok bodyguard berpakaian hitam. Jinki berusaha melepaskan cengkeramnnya namun dua bodyguard itu semakin mengunci pergerakannya.

Ia diseret kedalam ruangan khusus yang gelap. berusaha mencari sinar lalu..

KLIK

Matanya membesar saat melihat sosok tak berdaya tanpa baju yang berlumuran darah dibahu dan luka di pipinya. Kim Kibum….. kekasihnya sedang terduduk di kursi dengan pergelangan tangan dan kaki yang terikat dibawah sorot lampu dan kini meringis kesakitan. Peluh bercucuran di pelipisnya. Terlihat begitu sakit dan menggeleng kuat menatapnya. Tatapannya sangat takut namun Jinki masih belum mengerti maksudnya. Ia berdiri lalu melangkah mencoba mendekati sosok itu. Sosok itu semakin menggelengkan kepalanya kuat seolah menyuruhnya untuk tidak mendekat.

”Key… ” Jinki berkata lirih… matanya berkaca jantungnya berdegup sangat kencang. Hatinya seperti tertancap ribuan duri halus.

Mulut itu terikat kain, Key tidak dapat menjawab Jinki dan memberitahunya untuk jangan mendekat.

Jangan… Jinki pabo.. jangan.. kau akan terluka… jangan…please aku mohon Tuhan buat ia mengerti dan melihat kebelakang.. Jinki….

 

BRUK

”Akh….”

Jinki terjatuh, bahunya dihantam kuat dari belakang dengan benda keras.

”Bagaimana? apakah rasanya sakit? Lee Jinki?”

Ia mendongak menatap sumber suara itu yang kini berdiri didepannya.

“Akhh..”

Kini sepatu kulit itu menginjak punggung tangan Jinki. Ia masih meringis kesakitan. Hanya menggerutukkan giginya geram.

”What do you want?”

Jinki berusaha untuk berdiri namun percuma karena ia tersungkur lagi dan lagi. Kini tubuhnya dikunci oleh dua bodyguard di kedua sisi tubuhnya.

”Brengsek.. apa yang kau inginkan?!!”

Jinwoon.. namja ini semakin melangkahkan kakinya kearah namja cantik yang terduduk pasrah itu. Mengeluarkan lagi pisau lipatnya, menoleh dan menyeringai ke arah Jinki yang memandangnya geram.

Jinki semakin memberontak dengan sekuat tenaga mendorong dua orang yang memegangi lengannya lalu meninjunya satu persatu.

Jinwoon yang terkejut beralih kebelakang kursi Key lalu menempelkan pisau tajam itu tepat dileher Key. Kembali menyeringai lalu merengkuh tubuh polos Key dengan tangannya.

”Majulah jika kau ingin melihat kekasihmu ini meregang nyawa..”

Jantungnya tercekat. Namja cantik itu menggeleng dan bulir – bulir air matanya terus menetes. Jinki terdiam ditempatnya tak lama ia kembali dipegang oleh bodyguard Jinwoon.

“Jangan sentuh dia dengan tangan kotormu!!!!! Brengsek!! Apa yang kau inginkan?!”

Jinki berteriak frustasi saat tangan Jinwoon menyentuh pundak Key lalu semakin turun. Bahkan mengecup pundak itu yang sudah ada luka goresan. Seperti seorang psikopat ia menjilat darah itu, membuat Key memejamkan matanya kuat menahan perih.

”Yang kuinginkan? Kau yakin benar – benar ingin mengetahuinya? Master Jinki?”

DEG

 

DEG

 

Jinki terkejut begitu panggilannya semasa SMU disebut. Master Jinki? ya itulah sebutannya.Seseorang ketua Osis dengan karakter dingin, cenderung tidak berperasaan. Berpuluh yeoja cantik maupun namja cantik mengincarnya memintanya menjadi kekasihnya. Bahkan gilanya ada beberapa diantara mereka mengancam akan bunuh diri. Stupid right? Tetapi apa ia peduli? Tentu saja tidak.. ia tidak pernah mengindahkan ancaman itu, toh memang tidak pernah ada yang sampai bunuh diri karenanya. Meskipun itu akan terjadi ia juga tidak pernah peduli. Untuk apa peduli dengan hidup orang lain. Hidup ataupun mati itu urusan mereka, Jinki tidak pernah membuang waktunya untuk mengurusi hal tidak penting.

”Siapa kau?”

”hmm.. sepertinya kau mulai mengingatnya? biar kuberitahu… ”

Jinwoon meninggalkan Key sebelumnya ia mengecup pipi Key sekilas namun Key sekuat tenaga menghindar.

”Cantik… kenapa kau sangat galak.. aku jadi semain menyukaimu…”

”Brengsek! sudah kubilang jangan menyentuhnya!!!”

”Hahahahaha…. tenanglah master Jinki..”

Kini Jinwoon menarik bangku kayu dan duduk menghadap Jinki yang berlutut dengan tangan yang diikat dan rambutnya direnggut, membuatnya mendongak melihat Jinwoon.

Namja tinggi ini menarik garis bibir nya menjadi sebuah untaian senyum.. senyum yang sangat mengerikan dan penuh kebencian.

”Dengarkan aku…..”

 

Flashback

”Oppa….. bagaimana bajuku bagus tidak?”

“Sudahlah Jiyeon kau itu sangat cantik… memakai apapun kau terlihat sangat cantik..”

Gadis ini menghentakkan kakinya kesal dengan tanggapan kakaknya yang selalu seperti itu. Lalu beranjak meninggalkan kakaknya yang sibuk dengan tumpukan buku sains dimeja belajarnya.

”Oppa kau menyebalkan.. aku membencimu…”

Ia berlari membawa kotak yang sudah dihiasi pita kuning. Menggendongnya lalu tersenyum riang melangkahkan kakinya menuju taman. Tempat dimana dia dan Lee Jinki membuat janji. Jiyeon adalah sekretaris Osis. Ya.. hanya dia yang selama ini terlihat sangat tahan banting menghadapi sang ice prince Lee Jinki. Ia tetap tersenyum meski laporannya dibuang ke lantai. Ia tetap tersenyum saat Jinki bahkan tidak menyentuh bekalnya. Ia tetap dan selau tersenyum saat ia menunggu Jinki keluar ruangan Osisnya hingga malam. Tentu saja Jinki tidak tahu jika yeoja bodoh ini selalu menunggunya pulang, bersembunyi dibalik tembok hanya untuk memandang punggung lebar itu kemudian terkekeh sendiri karena merasa ia sangat beruntung. Bodoh… wanita yang sedang jatuh cinta itu memang sangat bodoh.

”Ada apa Jiyeon-ah?”

Namja bermata tajam ini memasukkan tangannya ke saku celananya memandang malas sekretaris osis didepannya ini yang tampak gelisah dan menunduk.

”Ada apa dengan laporan kegiatannya? kau bilang ingin bicara kan?”

Gadis ini memberanikan mengangkat kepalanya, sekali tarikan nafas..

”Jinki sunbae.. aku menyukaimu.. ani aku sangat sangat meyu-

”Lupakan…”

Jinki berbalik dan meninggalkan gadis yang bahkan belum sempat menyelesaikan perkataannya. Lalu ia merasakan ada tarikan dilengannya menahannya untuk pergi.

”Aku belum selesai.. aku mohon dengarkan aku…”

Jinki menghela nafasnya berat lalu menaikkan alisnya dan melepas rengkuhan tangan gadis ini.

”Cepat katakan.. kau kan sangat mengenalku.. jadi kurasa kau sangat tahu apa yang akan kujawab..”

Gadis ini menganggukkan kepalanya kuat namun masih mencoba tersenyum sangat lebar, membuat Jinki tidak mengerti.

”Ini.. terimalah… aku hanya ingin mengatakan aku sangat menyukaimu tapi aku tidak akan memintamu menjadi kekasihku karena aku tahu aku tidak pantas. Aku hanya mohon terimalah ini sebagai tanda terima kasihku selama ini..”

Dengan ragu Jinki menatap kotak biru itu, gadis ini menarik tangannya dan memberikannya paksa.

”Nah… aku hanya ingin berterima kasih karena kau sudah bekerja sangat keras selama ini demi sekolah kita dan untuk segalanya.. terima kasih untuk menjadi dirimu Jinki sunbae..”

Jinki masih tidak mengerti. Lalu ia mencoba membukanya namun ditahan Jiyeon.

”Andwe.. jangan buka sekarang..baiklah aku pulang dulu Jinki sunbae…semoga kau tidak membenciku.. sampai jumpa..”

”….”

Gadis itu pergi, berlari kecil dan bersenandung kecil. Jinki semakin tidak mengerti.

.

.

.

“Dimana Jiyeon?”

Suara dingin itu membahana di kelas yang sunyi saat ia memasukinya. Semuanya hanya saling memandang lalu menggelengkan kepalanya.

Ini aneh sudah tiga hari Jiyeon tidak masuk sekolah. Jinki kesulitan saat Jiyeon tidak ada, ia baru sadar betapa besar pengaruh gadis ini. Ditambah Jonghyun yang memutuskan pindah rumah semenjak sebulan lalu membuatnya pindah sekolah juga. Hanya Jiyeon ia bicara selama ini meskipun hanya masalah kegiatan sekolah.

Ia teringat kotak biru itu lalu membuakanya saat sampai rumah. Sebuah syal rajutan hijau toska, disertai ukiran L.J di tepi syal itu. Hangat….. beberapa hari ini ia memang sedang tidak enak badan. Apa mungkin?

Ia lalu mengecek lagi kotak itu mungkin saja ada surat. Dan benar ia menemukannya.

To : Lee Jinki Sunbaenim

 

Oppa~!! ah! mian aku memanggilmu oppa tidak apa eoh? kekekeke~

Bagaimana dengan syal nya? bagus tidak? aku lihat beberapa hari ini kau seringkali bersin. Tsk.. jagalah kesehatanmu oppa..Ini sudah mau memasuki musim dingin, aku sangat berbaik hati membuatkanmu syal ini kan? 😀

 

Neh.. mian aku harus pergi sementara waktu.. tidak.. bukan seperti itu oppa! jangan berpikir aku membencimu, hanya saja ada urusan yang sangat penting yang membuatku harus pergi. >_<

 

Selama aku tidak ada kau bisa merekrut orang lain.. aish.. kau tahu kan fans mu sangat melimpah di sekolah.. bersikap lah sedikit lembut. Arrasseo?! kekeke~ aku rasa sekarang keningmu berkerut tujuh tingkat membaca suratku.

 

Ne~! Terima kasih Onew oppa.. Onew sunbaenim.. ah jangan tanya kenapa aku memanggilmu seperti ini! aku hanya suka dengan panggilan ini. Onew.. keren bukan?hihi..

 

Yasudah jangan meremas suratnya!! Jangan marah ne.. jangan makan mi instan saat pulang dari sekolah, jangan minum soft drink terlalu sering saat dijalan pulang dan jangan ceroboh lagi..ajja ajja fighting! (>0<)//

 

~ Jiyeon ~

 

 

Jinki menghela nafasnya berat, duduk di kursi besarnya, memijit pelipisnya. Hingga ia terkejut saat mendengar hentakan pintunya.

”Jinki….! Jiyeon sudah meninggal…”

Flashback End

 

Memorinya semasa SMU kembali berputar saat Jinwoon menceritakan bagaimana Jiyeon wafat. Tepat sore itu saat ia memberinya kado, Yejin kembali pulang kerumah dengan darah dimana – mana. Well.. Jiyeon mengidap kanker stadium akhir.. dan hebatnya tidak ada yang tahu masalah penyakitnya. Bahkan Jinwoon sendiri, kakaknya. Ia pulang dengan keadaan tidak berdaya didepan pintu rumah saat Jinwoon ingin keluar rumah. Darah merah kental itu keluar dari hidungnya dan wajahnya yang sangat pucat.

Jinwoon berteriak histeris saat menggendong Jiyeon.

“Oppa… aku sayang padamu…”

Tangan kurus itu terjatuh tak berdaya. Adik kesayangannya pergi untuk selamanya. Ia bahkan tidak tahu harus meminta tolong pada siapa. Hanya hidup berdua dengan adiknya mengandalkan uang asuransi dan bekerja paruh waktu. Menjadi siswa teladan dan memperoleh beasiswa. Jinwoon berjuang untuk adiknya, namun kini semangatnya..seseorang yang sangat ia cintai pergi begitu saja.

Hidupnya sangat menderita saat itu. Tapi bukan berarti ini membuatnya terpuruk. Ia belajar keras hingga terus mendapat beasiswa penuh atas kuliahnya. Memulai semuanya dari nol hingga ia bertemu Kim Kibum. seseorang yang terkadang jika ia lihat sangat mirip Jiyeon. Cantik.. dan sangat periang meski Kibum yang dipanggil Key ini terkesan lebih galak dan sangat sulit didekati.

”Kau tahu… awalnya aku berniat membunuhmu.. saat kubaca buku harian Jiyeon.. bahkan tidak ada selembarpun kertas disana tanpa terukir namamu..ia terus menulis tentangmu.. semuanya.. saat kau melempar berkas laporannya, kau tahu ia tak hentinya menangis dikamarnya lalu ia kembali membuatnya hingga ia tidak tidur semalaman. bahkan ia membuatkanmu bekal huh? Apa kau menyentuhnya? kurasa tidak…”

Jinki menahan nafasnya. Kepalanya seperti berputar. Saat – saat SMU dulu. Lalu saat Jiyeon pergi, ia semakin dan semakin dingin. Ia memutuskan pergi ke USA dan melanjutkan sekolahnya disana.

Ia hanya ingin pergi jauh dimana tidak akan ada orang yang mengenalnya. Tidak akan ada orang yang menyukainya. Ia tidak ingin disukai..tidak ingin dicintai. Ia menjalani hidup baru disana. Semuanya glamour. Wanita sangat membutuhkan uang, jika kau menjulurkan seribu dollar saja, bisa dipastikan wanita akan berjejer didepanmu. Membuat Jinki muak. Ia sadar Jiyeon itu.. berharga. Ah hatinya merasa tidak tenang meski ia sudah pergi jauh. Di sana ia memakai nama Lee Onew. Tidak ada seorangpun memanggil nama aslinya. Biarlah ini menjadi kenangan. Onew… aneh dan ia tidak mengerti dengan nama itu. Anggap saja ini untuk membalas semua kebaikan Jiyeon padanya. Lagipula ”Lee Jinki” adalah nama yang terkadang ketika mendengar namanya disebut ia akan mengingat ibunya yang telah pergi.

Onew.. sosok baru yang semakin merapatkan pintu hatinya. Kini.. ketika pintu itu telah terbuka sangat lebar, apa yang harus ia lakukan?

Jinki masih terdiam menunduk dan memejamkan matanya kuat. Kembali mendongakkan kepalanya.

”Lalu apa yang kau inginkan dariku? Jiyeon adikmu? mana aku tahu.. lagipula sejak awal aku tidak memiliki perasaan apa – apa padanya.. ”

”Hahahaha… brengsek sekali mulutmu Lee Jinki.. apakah benar kau sudah berubah? mulutmu masih sama.. Aku tidak mengerti dengan Key yang mau dengan orang seperti mu. Cold heart..”

Key menggelengkan kepalanya semakin kuat, meneteskan airmatanya untuk kesekian kalinya. Dadanya bergerak naik turun. Jinki menatapnya dalam..”Maaf…maafkan aku..”

”Apa kau tahu rasanya kehilangan orang yang sangat kau cintai? jika tidak akan kuajari sedikit..”

Jinwoon berdiri lalu menghampir Key yang kini menatapnya takut. Membuka kain yang melilit mulutnya.

”Hhhh.. jangan lakukan ini.. jangan siksa dia..” lirih Key dengan nafas yang terengah. Jinwoon menjambak rambutnya.

“BAJINGAN KAU JINWOON!!!!! LEPASKAN DIA! JANGAN SENTUH!! BAIKLAH! KAU INGIN NYAWAKU?! AMBIL SAJA.. SIKSA AKU SAMPAI AKU MATI.. JANGAN SENTUH DIA!!”

” Tidak!! Kau tahu adikmu sangat mencintainya? Apa yang akan dia katakan nanti saat tahu kau membunuh orang yang ia cintai?” Key berusaha mengubah pikiran Jinwoon.

”Haha.. seperti drama.. saling menyelamatkan huh? aku sangat terharu.. sayang sekali aku tidak peduli.. aku hanya ingin Lee Jinki melihat orang yang ia cintai terluka..menderita.. seperti aku melihat adikku..”

”akh…”

Key menggigit bibirnya saat merasa Jinwoon kini menggoreskan pisaunya di perut Key.

Jinki memberontak namun semakin ia memberontak semakin perutnya dihantam. Mulutnya kini mengeluarkan darah. Jinki dan Key hanya saling memandang penuh luka, sakit… perih.

”Akhh…”

Lagi Jinwoon menggores dan sedikit menusuknya lebih dalam lengan kanan Key. Membuat gerakan berputar.

“BRENGSEK!!!!!ARGHH…”

Jinki tidak tahu mendpat kekuatan dari mana, namun yang ia tahu ia harus berlari dan membunuh namja sialan itu yang berani melukai cintanya, Key.

Ia mendorong kedua bodyguard ini lalu mengiggit nya. Berlari dan menarik Jinwoon. Menjatuhkan tubuhnya. Meninju wajahnya dengan sisa kekuatannya. Sementara dua orang bodyguard itu sudah bersiap dengan pistol kearah Kepala Jinki.

DOR!!

Tidak…. gelap…

Jinki… maafkan aku.. aku belum sempat mengatakannya.. Aku mencintaimu.

 

Sosok cantik itu berlari dengan bangku kayu yang masih melilit tangannya,berusaha melepaskan ikatan di kakinya lalu berlari menghalangi  arah letupan pistol itu.

Jinki terperangah saat melihatnya. Jinwoon juga terkejut, ia tidak tahu jika Key sampai melakukan ini.

”Key.. tidak.. key!!!! bangun!! tidaaak!!”

Jinwoon terbangun lalu saat ia ingin menusuk pisau itu..

”Berhenti!!! jatuhkan pistol dan kau juga pisaumu!!!”

Segerombol polisi datang disaat yang sangat kritis.

”Hyung!! biar aku yang membawanya ke rumah sakit..”

“Andwae.. aku yang akan menggendongnya..”

Dengan sekuat tenaga ia membawa tubuh Key, Minho menutupnya dengan selimut.

“Key.. bertahanlah.. Key kumohon….”

======***======

Hari kelima.. Key belum juga membuka matanya. Masa – masa kritisnya sudah lewat. Namuh hingga saat ini ia masih tertidur. Dokter bilang tubuhnya sudah stabil, mungkin sebentar lagi ia akan sadar. Saat Key dirumah sakit, pakaiannya yang berlumuran darah hingga kering, ia tidak sudi meninggalkan Key. Lee Jinki namja super keras kepala… ia harus dihampiri sang appa yang memakinya dengan sifat kerasnya.

”Bagaimana keadaannya hyung?”namja cantik ini tampak khawatir mengenggam tangan hyungnya.

”Dia akan sadar Taemin~ah.. sebentar lagi…..”

Namja tampan ini mengelus sayang kepala kekasihnya. Taemin menatap Key sendu..”Hyung..bangunlah.. aku merindukanmu…”

“Minho.. ajak Taemin makan siang.. ia tidak sarapan.. umma mohon ne~…”

”Ne umma…”

Mengabaikan penolakan Taemin, Minho menggenggam erat tangan Taemin dan menariknya keluar ruangan.

Umma menghela nafas berat, mengelus pucuk kepala anaknya yang terbaring tak berdaya dengan infus dan oksigen di hidungnya. Key banyak kehilangan darah. Meski Jinki juga memberikan darahnya, ia masih banyak kekurangan darah. Saat itu semua tampak sangat frustasi. Jinki berteriak seperti orang kesetanan, ia meminta dokter mengambil semua darahnya. Gila… semua orang berusaha menenangkan Jinki.

Untung saja saat itu Minho bergerak cepat mencari semua orang bergolongan darah sesuai dengan Key. Sepertinya Tuhan masih baik… Minho mendapatkannya.

“Nak… bangunlah… kami menunggumu ne~…”

“Umma…”

Umma menoleh mendapati Jinki yang sudah berdiri disampingnya dengan sebuket mawar merah. Ia meletakkan di vas dan memajangnya di meja. Kembali menepuk bahu umma dan tersenyum. ”Key akan bangun hari ini.. aku yakin.. semalam ia datang kedalam mimpiku…” Jinki tersenyum tipis lalu menatap sosok cantik itu.

”Ne… kau temanilah dia.. umma harus mengurus administrasi..”

”Ani.. semua sudah kubayar.. ini semua karena aku.. maafkan aku… ”

Umma hanya tersenyum tipis lalu menggenggam tangan Jinki.

”Dengarkan umma nak Jinki… umma sangat mengenal Key.. umma yakin ia sangat mencintaimu.. percayalah..”

”Ne umma… terima kasih..”

Umma memeluk Jinki erat, sudah sangat lama Jinki tidak merasakan pelukan hangat seorang umma. Ia tersenyum hangat dan membalas pelukan umma Key.

.

.

.

”Aku tidak lapar!!”

”Tapi kau harus makan Taemin!! Bagaimana jika kau sakit?”

”Andwae!!”

”Buka mulutmu!!”

”Ani.. hmmfftt…”

Minho terus memaksa Taemin yang tidak juga mau makan. Alasannya ia tidak lapar. Lihat saja tubuhnya semakin kurus. Minho memutar otaknya bagaimana caranya ia menyuruh kekasihnya ini makan.

”Cepat buka mulutmu.. atau mau kubukakan dengan mulutku?” bisik Minho ditelinga Taemin. Meletakkan piring itu lalu memeluk Taemin erat mengusap punggungnya.

”Tenanglah.. Key akan baik – baik saja.. menangislah jika ingin menangis… tapi kau harus tetap makan.. setidaknya demi aku..”

”Huks…”

”Shhh….”

Taemin memukul punggung Minho, namun Minho semakin mengeratkan pelukannya. Setelah Taemin terdiam dia melepaskan rengkuhannya.

Menarik dagu Taemin, memintanya menatapnya.

”Cantik.. jangan menangis terlalu sering.. nanti kau semakin cantik.. lalu aku semakin mencintaimu…euumh..” Mengecup bibir Taemin yang baru saja mau membuka mulutnya menjawab Minho.

Melepaskan tautan bibirnya, Taemin memukul pelan dada Minho dan bergumam tidak jelas. Minho terkekeh saat ia melihat bibir Taemin bergerak merungut kesal dan memalingkan wajahnya, masih jelas rona merah di pipi itu. Aigoo.. neomu kyopta…

”Sekarang kita makan… cepat.. atau kusuapi dengan mulutku..”

Taemin langsung mengambil piring dan menyendokkan nasinya cepat kemulutnya. Wajahnya masih memerah. Ia tersedak karena terburu – buru mengunyahnya, membuat Minho menggelengkan kepalanya dan menepuk punggung Taemin.

”Pelan – pelan… aish… tenanglah.. aku tidak akan menciummu lagi..”

”Hyuung!!!”

Orang di sekelilingnya menatap mereka iri. Hey sepertinya mereka lupa ini kantin Rumah Sakit.

.

.

.

Jinki masih setia menunggu disisi ranjang, menggenggam tangan Key. Ia tertidur menunduk. Jujur saja ia kurang makan, kurang tidur, melakukan apapun tidak ada satupun yang dia lakukan dengan benar. Kim Jonghyun akhirnya kembali membantu pekerjaannya, ia mengambil cuti. Jinki sangat bersyukur ia memiliki sahabat seperti Jonghyun. Minho masih belum begitu berpengalaman, sehingga Jonghyun masih harus mengambil alih permasalahan kantor. Oh jangan lupa bahkan sekarang Amber menjadi sekretaris nya.

Key merasa hangat.. genggaman tangan ini.. dimana aku? apa aku sudah mati? apakah appa sedang menggandengku? Hangat sekali…

Key berusaha menggerakkan jemarinya, membuat Jinki terkejut. Mendongak dan melihat samar – samar Key didepannya menatapnya. Ia membuka matanya! Key sadar!!!

“Key….”

“Jinki….”

“ssh.. jangan bicara.. tubuhmu masih lemah eumh? dimana yang sakit? aku panggilkan dokter ne?”

Tapi tangannya ditahan saat ingin beranjak. Key menatapnya sendu dan menggeleng. Menggenggam erat dan tersenyum lembut.

“Key… maafkan aku…..”

Jinki terduduk dibangku dan menggenggam tangan Key, menciumnya berkali – kali.

Terasa aliran hangat ditangannya, Key berusaha menarik tangannya. Melihat Jinki seseorang yang dulu sangat ia benci ternyata bisa menangis? Menangisinya kah? hey dia sudah sadar.. seharusnya bukan disambut dengan air mata.Bahu Jinki bergetar hebat.

“Jinki…. uljima….”

“Key… jangan lakukan itu lagi… aku mohon.. jangan tinggalkan aku…”

Key menggeleng lemah disertai senyum lembutnya, dan mengusap air mata Jinki yang keluar.

======****=======

 

 

Hari pernikahan..

“Taemin! kenapa kau tidak membangunkanku?!”

”Hyung!! kau yang tidak bangun – bangun! bahkan aku sudah menggedor pintumu berpuluh kali!”

Seperti biasa.. adik kakak ini akan berteriak setiap pagi saling menyalahkan saat ada yang terlambat bangun. Oke ini sepenuhnya salah Key, karena ia tidak bisa tidur semalaman mengingat hari ini adalah hari yang sangat penting baginya. Hanya itu? tentu tidak baginya dan Taemin. Oh Tuhan… Ia harus menikah bersamaan. Apa – apaan ini. Appa Minho dan Jinki tetap bersikeras memaksa mereka menikah bersamaan.

Key berlari ke kamar mandi membuka bajunya. Ia bercermin memandang tubuh polosnya, menggigit bibir bawahnya. Teringat dengan kata – kata Jinki semalam di telepon.

Aku tidak sabar menunggu besok.. karena mulai besok akan ada seseorang yang menemani tidurku..

 

GOD~!

Hanya berkata seperti itu saja membuat Key canggung. Oke ia lupa jika sudah menikah itu harus tinggal bersama lalu tidur bersama lalu… arghh!!

Lee Jinki kau benar- benar menyebalkan! Key merutuk kesal. Dan ia melihat masih ada bekas luka di tubuhnya. goresan – goresan itu. Memberikan bekas di kulit putihnya. Seketika ia merasa jijik dengan dirinya. Bagaimana reaksi Jinki jika melihat tubuhnya yang seperti ini?Ia sangat malu… jelek.. tubuhku sangat jelek.

Terdengar teriakan Taemin, membuyarkan lamunannya. Ia segera membersihkan dirinya dan bersiap menghadapi hari pernikahannya.

.

.

.

”Hyung! berhetilah tersenyum bodoh seperti itu! kau mengerikan!”

”Apa adikku manis? kau tegang huh? hey jangan lupa kau tidak boleh menyentuh Taemin hingga dia lulus kuliah..”

Jinki melipat kakinya santai memasukkan tangannya kesaku dan bersiul senang. Oke.. plus wajah seringainya yang penuh makna.

Minho meninju pelan bahu Jinki ”Sial kau hyung…!”

Jinki mengangkat bahunya malas, lalu kembali tersenyum, menatap kearah luar mobil. Terus – terusan tersenyum membuat Minho mendengus malas.

Kini mereka tiba di depan Gereja, tempat dimana mereka akan mengikrarkan janji sehidup semati.

 Jinki dan Minho sangat tampan.. Jinki dengan jas hitam sedangkan Minho dengan jas putih. Jinki dengan wajahnya yang sumringah menatap pintu itu yang terbuka menampilkan dua sosok cantik yang berjalan kearah mereka. Minho menelan salivanya menatap Taemin yang…. cantik. Ani luar biasa cantik meski disandingkan dengan Yeoja bergaun seksi disini.

Key, seorang yang biasa mengangkat dagunya angkuh, sekali dalam seumur hidupnya bahkan ia berjalan menunduk memandang karpet merah. Jantungnya berdegup kencang. Terdengar pujian – pujian yang sayup – sayup dikupingnya.

Namja paling cantik yang pernah ada. Tercantik bagi pasangan masing – masing. Rona merah itu tidak pernah hilang dari pipi kedua namja cantik ini. Taemin yang rambutnya di keriting dengan poni menutup keningnya. Bibir pink, dan tulang pipi yang naik.

”Aku bilang aku tidak menyukaimu!!!! bodoh!!”

 

”Tapi aku menyukaimu…”

 

”Aku tidak peduli…”

 

”Aku akan kembali besok..”

 

 Minho menatap namja cantiknya. Rasanya seperti mimpi, ia akan memiliki namja cantik ini selamanya. Saat mata mereka bertemu.. waktu seperti terhenti. Taemin terkunci dalam sorotan mata itu.

”Aku menyukaimu! jadilah kekasihku!”

 

”Aku tidak mau..?!!”

 

”Lalu kenapa kau mengkhawatirkanku? kenapa kau menanyakan kabarku pada temanku?”

 

”Itu.. itu.. ah sudahlah terserah…”

 

 

Ingatan mereka tentang bagaimana mereka bertemu, saling menghina pada awalnya. Taemin sangat membenci Minho yang selalu saja mengejarnya. Ia lelah.. lelah dengan kegilaan Minho. Setiap hari ke sekolahnya, menjemputnya menarik perhatian siswa lain.

”Aku mencintaimu…”

 

”Baiklah.. tapi jangan lagi menjemputku!”

 

”Kita pacaran ne?”

 

”Terserah!”

 

Kisah cinta yang manis.. perjuangan Minho tidak sia – sia. Ia mendapatkan separuh jiwanya.

Jinki menatap sosok cantik itu. Key berjalan dan kemudian mendongakkan kepalanya saat mendengar bisikkan Jonghyun di sisi kirinya. ”Key.. chukkae.. kau sangat cantik..” mengeluarkan kepalan tangannya memberikan semangat ”Fighting…” lalu menatap sosok disebelahnya. Amber… mengenakan gaun.. oke Key sempat terkejut namun memilih menoleh kedepan. Matanya bertemu dengan Jinki.

”Jadi aku ingin banyak mengetahui tentangmu Key sshi,apa aktifitasmu saat ini? Hobi? Tinggal?”

 

“Wah hobiku sangat banyak hyung..mendengarkan musik, membaca, melukis, mendesign, bersenang – senang dengan temanku dan -”

 

“Jangan dihirup seperti itu nanti aromanya hilang karenamu..” Onew mengibas – ngibaskan tangannya.

 

“A-apa lagi yang ingin kau lakukan..jangan macam – macam… atau aku akan teriak..”

 

“hoshh…hossh.. BRENGSEK! KAU ITU MEMANG TIDAK AKAN PERNAH BISA BERUBAH! KAU TETAP BRENGSEK!!”

 

“LALU APA CINTA SEBENARNYA?JELASKAN PADAKU!JELASKAN PERASAANKU SAAT AKU INGIN MENYENTUHMU! JELASKAN PERASAANKU SAAT AKU INGIN MEMELUKMU SAAT KAU MENANGIS?! JELASKAN PERASAANKU SAAT AKU TIDAK BISA MENAHAN DIRIKU UNTUK MENGHAJAR SIAPA SAJA YANG BERANI MENYENTUHMU?! JELASKAN SEBENARNYA AKU INI KENAPA KEY?JELASKAN HINGGA AKU MENGERTI!!”

Namja cantik ini tidak percaya pada akhirnya ia akan menikah dengan namja ini. Lee Jinki seseorang dengan sejuta rahasia.. Alasannya memaafkannya begitu mudah? tentu saja ada sesuatu sebelum hari itu Jinki meminta menikah dengannya.

”Key… Jinki tidak seburuk yang kau bayangkan.. dia seperti itu karena kehilangan Umma nya sejak kecil.. tapi kau tahu? Ia sangat mencintai anak – anak disini. Semuanya ia yang merawat.. kau tahu bunga diluar sana? mawar berbagai warna… bunga adalah hal yang sangat disukai umma Jinki. Lalu hingga saat ini ia merawatnya. Meski ia tertusuk duri puluhan kali, ia tidak peduli dan menolak untuk dibantu. Dan piano ini… ini adalah piano kesayanagan ummanya. Ia kesini terkadang memainkan piano ini. Panti asuhan ini adalah milik umma Jinki. Jinki sering sekali main kesini. Namun sejak umma nya meninggal ia tidak lagi kesini. Lalu entah kenapa pada suatu hari ia kembali dengan sebuket mawar merah dan berkata ingin menanamnya di pekarangan. Ia melakukannya sendiri. Ia berteriak menolak untuk dibantu. Ia hanya tersenyum saat menanam mawar itu, menyiramnya dan memainkan piano. Ia bertemu Yoogeun.. melihat anak kecil yang nasibnya bahkan lebih buruk darinya, perlahan hatinya terbuka untuk anak – anak. Ia mulai menyukai mereka, memeluk mereka. Jinki… adalah anak yang sangat hangat… Kau akan mengerti Key…dia hanya tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan perasaannya…”

 

Benarkah? Lee Jinki.. haruskah aku mempercayaimu? saat itu.. saat kau memelukku erat.. saat kau berteriak didepanku.. saat kau menciumku.. Mungkin aku bodoh saat itu.. Aku bodoh karena aku mempercayainya. Aku bodoh karena aku dengan mudah memaafkanmu. Tapi mungkin aku akan terlihat lebih bodoh jika aku melepaskanmu. Caramu memelukku.. menciumku…aku merasakan ketulusanmu. Saat kau memarahiku, mengoles tanganku yang terluka.

Aku tahu ini bodoh…… tapi aku mencintainya… mencintai Lee Jinki.

=====***=====

”Key..”

”Aku masih lama… kau dikamar mandi luar saja..”

”Yah! aku sudah tidak tahan.. kau sedang apa sih? lama sekali?biarkan aku masuk please~!”

”Sirheo..!

Menghela nafasnya berat. Lagi – lagi ditolak. Ini sudah kesepuluh kalinya ia berusaha mendekati Key. Oke ia sudah menikah.. tapi Key bersikeras tidak ingin melakukan hubungan sex dengannya, tidak setelah sebulan berlalu. Jinki bingung dengan maksud Key. Aarghh.. ia sudah frustasi harus menahannya. Ini tidak adil.. ia harus mengurus miliknya sendiri setiap miliknya turn on.

Ini tidak bisa dibiarkan. Dalam hubungan ini seharusnya ia yang memegang kendali! Bagaimana mungkin ia disuruh menunggu selama itu? Ck.. ia bahkan terus saja ditertawakan Minho. Setiap bertemu Minho, ia akan diledek lalu adiknya itu akan berakhir dengan memar sedikit ditangannya. Percuma saja.. keesokannya ia akan kembali meledeknya. Ck… Jinki ingin mengubur Minho hidup – hidup saat tahu Minho sudah melakukan sex dengan Taemin. Jinki tidak bodoh.. ia melihat Taemin yang aneh saat berjalan, dan meringis saat duduk. Ia tidak memberitahu Key, jika Key tahu mungkin Minho bukan hanya memar, tapi dibakar saat itu juga, minimal ia akan berakhir di UGD.

Well.. Jinki sudah tahu karakter Key, ia sangat mudah meledak. Ck… mendiamkan Key hanya satu cara, menyeretnya ke kamar lalu menciumnya disana dan disini hingga ia diam. Lalu saat menuju saat yang ia tunggu Key akan berontak dan berlari kekamar mandi.

Oke Lee Jinki.. sabarlah.. mungkin kau sedang diuji Tuhan.

Itu perkataanya dahulu. Sekarang? jangan harap.

Ia mencari kunci cadangan, membuka kamar mandi itu lalu menutupnya lagi.

 CLICK

 

DEG

Key merasa ada aura aneh dibelakangnya, benar saja saat ia mandi didalam ruangan shower kaca, ada tangan yang melingkar diperutnya. Mematikan air itu lalu mengecup pundaknya.

”Ji-Jinki..apa yang kau lakukan! keluar.. tidak jangan lihat!”

Key berjongkok dan memeluk lututnya. Jinki menghela nafasnya berat lalu berusaha menarik Key untuk berdiri.

”Andwaeeeee.. aku tidak mau… tinggal dua puluh hari lagi! tidak bisakah kau sabar!!”

”Aku bisa.. tapi ’adikku’ ini tidak bisa! please Key~..ada apa denganmu?apa yang kau sembunyikan?”

SRET

Jinki menarik tubuh Key lalu memojokkannya di dinding. Key menunduk menahan malu. Tidak… belum.. lukanya belum hilang. Bekas – bekas itu masih terlihat menjijikkan. Ia tidak mungkin membiarkan Jinki melihatnya. Bukannya ia tidak ingin melakukannnya. Andai saja Jinki juga tahu setiap hari ia harus mengurus ’miliknya’ diam – diam. Memalukan..

”Tatap aku…”

Key masih bertahan hingga Jinki menarik dagunya dan mata mereka bertemu.

Jinki lalu mengalihkan pandangannya ke seluruh tubuh Key. Ada beberapa luka yang masih menjadi bekas. Ia menarik alisnya lalu menatap Key lagi” Jadi karena luka ini kau menolakku? kau tidak tahu betapa menderitanya aku untuk tidak menyentuhmu huh?”

”Kau sudah lihat? tubuhku sangat jelek.. ini mengerikan.. ck! sudahlah.. aku mau kekamar dan tidur.. kau pasti sudah tidak ingin melihatku lagi..”

SRET

 

Jinki memojokkan Key tanpa aba – aba mencium bibir Key lembut. Menarik tangan Key melingkar di lehernya. Merapatkan tubuhnya hingga tidak ada jarak. Jinki yang hanya menggunakan celana training dan kaus putih menggerakkan tombol shower dan..

 

BRUSH~~~

Tubuh mereka sama – sama basah. Key tidak berdaya dengan semua sentuhan Jinki padanya. Sangat lembut.. Key menjambak rambut cokelat Jinki menahan desahan saat bibir Jinki menuruni bibirnya menuju leher putihnya, menghisapnya pelan,menghirup aroma sabun yang masih ada. Merasa tidak nyaman Key mematikan showernya.

”Kau sangat cantik…. aku mencintaimu.. jadi jangan pernah berpikir aku akan menyia- nyiakanmu hanya karena luka ini” Jinki mendesah di kuping Key membuat Key bergidik. Tangan Jinki yang aktif mulai meraba bokong Key.

”Ahh…ji-jinki…stop..”

”Ini hukuman karena kau membuatku menunggu terlalu lama..”

Jinki membuka kaus dan celananya. Keduanya totally naked. Key membatu ditempatnya. Oke ’milik’ mereka sudah sama – sama tegang.

Kembali merapatkan tubuhnya, Jinki lagi membuka tombol shower itu, membasahi tubuh mereka. Ciuman sweet itu semakin memanas…Menghisap melumat. Bagian sensitif saling mendesak. Keduanya mendesah tertahan.

Jinki mengangkat kaki Key melingkar di kedua pinggangnya. Menghisap tonjolan pink yang sudah mengeras itu. Key membusungkan dadanya merasakan sensasi di sekujur tubuhnya. Percuma saja.. ia tidak mungkin bisa menghentikan his forever horny husband anyway….

Akhirnya malam itu.. mereka melakukannya. Desahan dan kata cinta yang selalu terucap dari mulut Jinki memenuhi kamar mereka. Suara decit kasur disertai hentakan kuat.

Menatap sosok dibawahnya, dengan sangat lembut..”Kim Kibum… aku mencintaimu..” mengecup lembut kening Key, lalu turun ke kedua mata, hidung dan bibir. Tertawa kecil disela ciuman mereka.

“Key…”

“hmm…”

“Sekali lagi..”

“Jinki aku lelah.. please..”

“Kalau begitu katakan kau mencintaiku..”

 

BLUSH

Key terdiam, pipinya memanas. Betapa bodohnya ia hingga detik ini bahkan belum sanggup mengatakan dua kata paling sederhana ’Aku Mencintaimu’.

Jinki menggoyangkan tubuh Key dan memeluknya dari belakang,mencium tengkuk dan pipinya berkali – kali.

”Kita sudah menikah kenapa kau selalu memintaku mengatakan itu.. bukankah itu sudah sangat jelas?!”

Perlahan pelukan Jinki melonggar, ia berbalik dan memunggungi Key. Mematikan lampu mejanya.

”Jinki… aku..

”Jumuseyo…”

Jinki memilih memeluk gulingnya. Key tidak terima. Baru kali ini ia diacuhkan Jinki. Setelah ia memberikan segalanya, sekarang dia seenak begitu huh?

SRET

Ia beranjak. memutar tubuh Jinki, dan duduk diatas perut Jinki. Jinki terkejut menatap istrinya ini heran.

”Dengarkan..aku tidak akan mengulangnya! AKU MENCINTAIMU!!”

Pffttt.. Jinki menahan tawanya saat melihat wajah merah Key yang bahkan sangat sulit mengatakannya berbanding terbalik dengan aksinya yang duduk diatas.. well.. membuat sesuatu dibawah sana bereaksi.

”Kenapa diam?!”

Key memukul dada Jinki kesal dan mengerucutkan bibirnya kesal. Tidak tahukah dia, saat ini jantungnya juga berdetak sangat kencang.Huh menyebalkan, dia malah tertawa sekarang!

Key  terus memukul dada bidang Jinki.

SRET~

Jinki menarik tangan itu dan kini wajah merona Key tepat diatas wajah Jinki. Mengelus pipi itu lembut.

”Aku tahu.. aku juga mencintaimu…. terima kasih untuk segalanya….”

Key menyusupkan kepalanya dileher Jinki. Oh Well Kim Kibum… kau belum cukup pintar sepertinya.

SRET~

Kyaaaaa~~

“Kau harus tanggung jawab.. urus dia sekarang..” Mengarahkan tangan Key pada miliknya yang mulai ‘mengeras’.

”Andwae~~~~~~~~~”

Hmfftt….

Menghabiskan malam itu lagi…… saling mengucapkan kata cinta. Tak lelah.. tidak ada kata bosan… Jinki selalu mencintai Kim Kibum… dan sebaliknya.

.

.

.

”Hoeeekk..”

”Baby~ gwenchana?”

Jinki menepuk punggung Key lalu memijit lehernya. Wajah Key memucat.

”OMO!!! anakku! terima kasih kalian memberikan appa cucu kedua!! Kita harus merayakannya!! Cepat bawa Kibum ke rumah sakit.. kita harus memeriksa keadaan bayinya!”

Jinki dan Key saling melempar tatapan bingung. Key menutup mulutnya tidak percaya. Hamil? secepat ini?

“Jinki.. ppalii~!!!!”

“Nee~ appa..”

Tunggu cucu kedua? maksudnya? Key menatap Jinki curiga….

“Yeobo… apa maksudnya… Taemin?”

DEG

Jinki hanya tersenyum melihatkan gigi kelincinya.

“Hoeeeekk..”

“Sudah .. cepat kita pergi…”Jinki mengalihkan pembicaraannya. Habislah kau Minho.. aku tidak akan membantumu lagi.

Cinta itu sama….. hanya jalannya saja yang akan berbeda.. Ada yang datang dengan cara yang manis. Namun tidak sedikit yang harus lebih dulu mengalami penderitaan, dilukai maupun melukai.

 

Itulah roda kehidupan.. bertemu, mengenal, membenci, mencintai, dilukai, melukai, memaafkan..

 

That is Love’s way~

~END~

GA PUAS? HIHIHI… AYOK LAH BUAT SEQUEL..TAPI YA GITU LOL

 LIKE AND COMMENT ARE LOVE<33

CHOICE IN YOUR HAND..KEKEKEK~

 

Advertisements

230 thoughts on “[OnKey] Love’s Way Part 6/End

  1. whattt… dikit amat romance.a ka… huhhh emang cinta to unik… hehe gila, mewek, smile2, uring2an, kelepek2 dkk lah gak ada habis.a kalo membahas cinta,., hahaha, kebalik mah, minho yg ngeledek… key2 nunda2 mah. jadi tem hamil dluan. ? mati kau bang kodok… next

  2. ahhk….gila ini….campur aduk banget perasaan…
    pertama gakbterima sama ulahnya jinwoon…adiknya meninggalkan bukan salah jinki,udah gitu pake nyelakain key lagi…jelas2 dia yg selingkuh….dan akhirnya jinkibum nikah juga 2min juga nikah….sepertinya minho bakalan dipanggang nih ama key…muahahahaha*ketawaevil

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s