[2min – 1S] I dont get it …


[2min] I dont get it …

Annyeong … udah lama banget gak nulis 2min, heheheh … mungkin cerita ini akan sangat amat membosankan, jenuh banget sama tugas, kalau mau tahu kondisi gue sekarang, gue punya lingkaran hitam di bawah mata gue T^T

Onkey dan 2min moment pun rasanya kurang buat hibur gue kuku~

Oke, enjoy this … read and leave comments pwease! Oh, special for Kei eonni … km bilang kangen 2min kan❤

By; Sanniiewkey~

 

Hanya sekali saja, setidaknya aku ingin merasakan perasaan yang sesungguhnya, oh, perasaan apa? Cinta? Memang ada cinta sungguhan? Aku rasa … tidak.

“Yah! Berhenti makan itu, kau bisa gendut!”,

“Ahhh~ kembalikan pudding ku Hyung!”, Taemin mencoba mengambil pudding yang direbut begitu saja oleh Key, namun namja cantik satu lagi itu malah mengangkatnya ke atas dan kemudian membuangnya ke luar jendela sekolah.

“AH! PUDDING KU!!!”, teriak Taemin, “Hyung~~~ kau jahat sekali, itu pudding terakhir yang ada di kantin~~”, Taemin cemberut, mempoutedkan bibirnya dan memukul meja dengan kesal. Key hanya mendesis dan sibuk dengan Iphonenya.

“Diam! Aku sudah berapa kali bilang padamu, ini cuma masalah namja saja, kau bisa cari yang lain, sadarlah Taeminnie … masih banyak ikan di laut.”,

Taemin menatap Key dengan sinis dan menopang dagunya, melihat keluar jendela sekolah, “Setidaknya susah mencari ikan seperti ikanmu!”, jelas Taemin melihat Key tersenyum bangga, “Berikan Onew Hyung padaku, kau cari pacar lain saja!”,

Key menoleh dan menyipitkan matanya yang semakin sipit, bahkan Taemin bisa bilang itu terlihat familiar dengan Onew –pacar Key, “Kau mau Onew ku?”, tanya Key menyengir, Taemin mengangguk semangat. “Silahkan saja bermimpi!”, Key langsung tertawa bangga dengan tawa khasnya, Taemin berdecak, memukul meja dan melihat ke arah lain, benar … bermimpi saja…

Sulit untuk mendapatkan keberuntungan seperti Key, Key dan Onew, umur mereka berbeda 2 tahun, saat ini Onew bahkan sudah lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan terkenal, hubungannya dengan Key biasa saja, tidak banyak terekspos, bahkan tidak banyak yang tahu tentang hubungan mereka, namun jika kau teman dekatnya, kau bisa katakan, hubungan mereka mempunyai sebuah chemistry yang berbeda, dan terasa sekali kalau hubungan mereka saling melengkapi satu sama lain …

Dan Taemin, ingin memiliki hubungan seperti itu, apa adanya, namun saling mengisi satu sama lain … simple as that …

“Ahh~ aku ingin makan es kacang merah~”, Taemin memukul meja lagi dan bertingkah seperti anak kecil.

“Aish! Berisik!”,

Taemin dan Key melihat ke sisi lain, mereka terkejut, melihat seorang namja tinggi menguap dan melihat ke arah Taemin dengan kesal, sejak kapan namja itu ada disana? Taemin tidak melihatnya saat mereka masuk kedalam kelas kosong ini?

“Kenapa kau berisik sekali sih?”, tanyanya menatap Taemin dingin sambil menguap. Taemin menyipitkan matanya, hm … Choi Minho, sejak pertama bertemu dengannya, Taemin sudah menandai di kening Minho kalau ia menyatakan ‘balcklist’ orang itu.

“Aku yang punya mulut, kau yang sewot. Kalau kau tidak mau berisik, dan terganggu tidur mu, lebih baik kau pulang, dan tidur dirumah, ini tempat belajar, dan bukan tempat tidur.”, ucap Taemin kesal. Molla … sampai saat ini ia tidak tahu kenapa ia benci Minho, hanya saja, ia sepertinya ‘harus’ menjauhinya.

Minho menatap Taemin lekat dengan kedua matanya yang besar, membuat Taemin sedikit gugup karenanya, mungkin ini salah satu alasannya, ia tidak suka cara Minho menatapnya.

“Kau sendiri, ini tempat kuliah … “, Minho berdiri, mengambil jaket dan tasnya, “Bukan tempat bergosip …”, ucap Minho menyengir, Taemin menganga kesal.

“Mwo?”

“Dan … kurasa kau benar Hyung, ia terlihat gendut…”, ucap Minho pada Key kali ini sambil menunjuk Taemin dengan dagunya, “Menggelikan, karena kau diputuskan pacarmu kau jadi frustasi? Dan membuat tubuhmu bengkak?”,

“YAH!! CHOI MINHO!”, pekik Taemin berdiri . SRET~ “kau menyebalkan~!”, ia ingin memukul Minho namun tidak kena. Yang ada malah ponsel mereka jatuh ke tanah.

Minho balik menatapnya dari atas sampai bawah, membuat Taemin tidak nyaman, ia tidak suka dipandang oleh orang lain seperti itu.

“Tidak sexy, pantas tidak laku.”, ucap Minho dan pergi setelah memungut ponselnya, Taemin menganga, meneriaki Minho dengan makian tidak jelas, mengehentakan kakinya di tanah dan duduk dengan kasar.

“Ahh!! Jeongmal! Aku tidak percaya, aku benar-benar membencinya~!! Aisshh~~”, Taemin mengacak rambutnya kesal. “Kenapa kau tidak membela ku??”, rengek Taemin pada Key.

Key hanya mengangkat bahunya, “Nanti kau akan tahu kenapa aku tidak membelamu …”, Key beranjak pergi “Sudah yah … aku ada janji dengan Onew, oh! Jangan terlalu membenci Minho … nanti kau malah suka padanya.”,

Taemin berdecak, “Ani! Tidak akan!”, Taemin mengibaskan tangannya, Key hanya tertawa dan pergi.

Namun Taemin berpikir akan itu , pernah ia dengar, jika kita benci orang lain, janganlah terlalu benci, karena suatu saat kita akan dekat dengannya. Taemin melihat ke luar jendela, menangkap sosok Minho yang sedang naik di atas motornya, melihat nya dari angle itu terasa berbeda …

Ia terkejut ketika Minho mendongak, menangkap basah ia yang sedang melihatnya, hal yang membuatnya kesal berikutnya adalah Minho memerongkan lidahnya dan menggumamkan sesuatu yang Taemin bisa tangkap dengan kata … ‘gendut’

.

.

Taemin berlari keluar gedung kuliahnya dengan tergesa-gesa, ia ketiduran setelah menggerutu tadi dikelas, akhirnya ia harus rela lari ke terminal bis karena ia harus mengejar job parttimenya di cafe.

Drrt Drrt~

“Yoboseyo!”, sapanya sambil berlari.

“Tidak sexy!”,

Taemin terhenti, menatap layar ponselnya, ‘tidak sexy’
“Yah! Choi Minho!”, pekiknya, ia tidak mengerti kenapa namja itu malah menghubunginya sekarang.

[Oh, kau dengar suara ku sudah langsung tahu? Kau suka padaku huh?]

Taemin mengernyitkan dahinya, memanyunkan bibirnya kesal, “Mwo? Ish ~ mau apa kau menghubungiku? Dari mana tahu nomerku, aku sibuk, jangan telpon la—“

[Itu kan ponsel ku]

“Hah?” Taemin menatap ponsel di tangannya, “Ah, k-kenapa bisa begini? Ini punyaku … oh-tunggu!”, benar, berbeda, warna ponselnya berwarna merah, tapi ini kenapa biru?

[Aku sudah di rumah, kau bisa kesini kembalikan ponselku!]

Taemin tidak percaya, namja itu … itu bukan permintaan tolong, malah terdengar memerintah! Aish!

.

.

Taemin dengan kesal menekan bel di pintu apartemen kecil itu dengan garang,

“Aish! Minho!”, Taemin dengan kesal menggedor pintu itu, tak lama seorang namja membukanya, Taemin terkejut, melihat Minho hanya dengan celana training dan tidak menggunakan baju, hanya kalungan handuk dan rambut basah yang airnya masih menetes ketubuhnya.

Mendadak wajah Taemin memerah, ia tidak tahu kenapa … ia akui, tubuh Minho benar-benar bagus … ia tahu kalau Minho salah satu anak basket dikampus, tapi ia tidak percaya tubuh Minho.

“Heh, air liur mu menetes tuh!”, ledek Minho dengan senyum cocky nya. Taemin mendongak menatap Minho yang sedang menatapnya dengan cengiran, aish … rasanya ia ingin terjun dari lantai apartemen Minho karena saking malunya telah melihat tubuh Minho. Ia tidak bayangkan wajahnya seperti apa tadi dilihatnya …

“A-apa?!! Ini ponselmu!”, Taemin menyodorkan ponsel itu ke arah Minho,

“Kau ini, bodoh sekali, masa ponsel mu tertukar kau tidak tahu?”

“Mana ku tahu?! Kalau kau tahu kenapa tidak langsung di kembalikan tadi?!”, ia tidak tahu kenapa ia masih berteriak, dan ia rasakan wajahnya masih memerah.

“Masuk dulu, aku pakai baju sebentar, ponsel mu ada dikamarku.”, Minho membuka pintu lebih lebar.

“Tidak mau, aku tunggu disini saja. Cepat ambilkan, aku sedang buru-buru.”, ucap Taemin bersidekap dan melihat ke arah lain, Minho berdecak melihat tingkahnya.

“Kau masih perawan yah? Tenang, aku tidak akan menyerangmu.”,

“M-mwo?!”, Taemin sontak memerah wajahnya, gugup menyergapinya, Minho sendiri senang melihat tingkah Taemin yang gampang gugup itu. Minho hanya tertawa dan masuk kedalam. Taemin menghentakan kakinya kesal, ya Tuhan … salah apa dia bisa berurusan dengan namja sepertinya?

Tidak butuh lama, Minho keluar dengan celana jeans dan dan sweater V-neck nya, terlihat seperti gaya Minho yang biasa.

“Kenapa kau pakai konstum?”, tanya Minho ketika ia keluar dan menyerahkan ponselnya.

“Bukan urusanmu!”, jawab Taemin ketus, tanpa bilang terima kasih ia langsung hengkang dari sana, berlari cepat menuruni tangga, tanpa ia tahu kalau Minho mengikutinya.

“Kau buru-buru sekali, mau kemana?”

“Bukan urusanmu!”

“Judes sekali, didalam ponsel mu itu ada foto mantanmu … kau masih suka yah? Tidak bisa lupa? Kasihan …”,

Taemin terhenti, berbalik dan menatap Minho kesal, namja ini, omongannya sangat arogan, seenaknya bicara dengan tidak memikirkan perasaan orang lain, sikapnya juga sombong, dan perlu di catat, ia terlalu mencolok di kampus, itu yang membuat Taemin tidak suka, jika kau tidak mau terlibat gosip, sebaiknya jangan dekati Minho yang punya banyak skandal di kampus.

“Mau apa ikuti aku? Sana masuk!”, Taemin mendorong Minho dengan kesal, namja itu hanya tertawa. Taemin menatapnya kesal, apanya yang lucu?

“Kau sepertinya terburu-buru, ayo kuantar! Kau mau kemana?”,

“Ahh~! Lepaskan … aku tidak mau … shiroo !!”, Taemin berusaha menarik tangannya yang sudah di tarik Minho menuju parkiran motor. “Minho!!’, BUK

“Aish!”, Minho melihat ke arah Taemin yang baru saja memukul punggungnya, “Kau yakin tidak mau? Ini ucapan terima kasihku, kau tidak bisa lihat ketulusanku?”, tanya Minho tidak percaya.

Taemin menganga, “M-mwo? Haha … tulus apanya, wajahmu itu tidak ada kata tulus-tulusnya tergambar disana, kau tahu?”,

“Ya sudah sana pergi.”, Minho mendorong tubuh kecil Taemin menjauh, Taemin menganga, aish Jinjja … ia tidak percaya ada namja sekasar dia.

“Itu yang mau aku lakukan dari tadi!”, ucap Taemin, namun baru beberapa langkah ia berhenti, menimbang sebentar…

“Kenapa? Mau kuantar?”, tanya Minho yang sudah berada disampignnya, siap dengan motornya.

Taemin melirik kesal ke arahnya, tidak ada pilihan lain … kalau ia tidak terima tawarannya, ia akan telat, tapi kalau ia terima Minho akan semakin sombong!
“Ah! Baiklah!!”, jawab Taemin langsung naik, Minho tersenyum padanya dan menyerahkan helm pada Taemin.

“Pegangan!”, Minho menarik lengan nya kepingangganya dan tersenyum pada Taemin. Disisi lain, Taemin merutuki jantungnya yang berdebar sesaat karena senyuman Minho padanya. Namja ini memang menyebalkan, tapi Taemin tidak bisa berbohong kalau namja itu memang terlihat … goodlooking.

.

.

“Kenapa kita malah kesini?!”, bentak Taemin kesal ketika ia tahu kemana si berandalan Minho itu membawanya, mereka sekarang ada disebuah tempat bilyard. “Aku mau pulang! Aku harus kerja~!”,

“Eits! Sesekali tidak kerja juga tidak apa-apa!”, Minho menarik lengan Taemin dan menariknya masuk.

“Shiroo~~”, rengek Taemin yang tidka berdaya dan dibawa masuk kedalam.

Taemin tidak pernah ketempat itu sebelumnya, tempatnya nyaman, tidak begitu ramai , mungkin karena hari kerja, ia lihat hanya beberapa orang, anak sekolahan , dan pasangan yang sedang kencan.

“Kau mau minum apa?”, tanya Minho ketika mereka masuk.

“Yang mahal!”, jelas Taemin, “Ini bayaran karena aku bolos kerja!”, jelasnya, Minho hanya mengangguk.

Tidak lama Minho membawa segelas ocean blue nya dan segelas beer untuk Minho. Taemin tidak tahu kalau Minho suka minum alkohol, ah, semua orang juga suka, namun Minho kan atlet, ia seharusnya tidak boleh minum itu.

“Kenapa lihat-lihat? Mau minum ini juga?” tanya Minho.

“Ani! Aku hanya berpikir, tidak seharusnya atlet minum alkohol.”, jelas Taemin. Minho melihat ke arah Taemin dan tersenyum.

“Kau memperhatikan ku juga rupanya? Tenang saja, kau tahu kan ada minuman yang berbuih tapi bukan berarti ada alkoholnya?”, Minho terkekeh , mengacak rambut Taemin dan beranjak ke meja bilyard.

Taemin memegang kepalanya, ia sempat rasakan besarnya tangan Minho, dan … dengan cepat ia membuyarkan pikirannya sendiri, sepertinya ia tidak boleh berpikir macam-macam, si berandalan ini hanya mencoba pura-pura baik, ia pasti punya motif.

“Oh, Minho!”,

Taemin menoleh, sebuah suara datang, ia melihat 3 yeoja menghampiri mereka, semuanya cantik, dengan dandanan ter-up to date. Salah satu mereka yang mempunyai rambut ikal dan tubuh ramping dan tinggi menghampiri Minho. Tidak melihat Taemin , melewati nya begitu saja, seakan Taemin itu kabut yang bisa ditembus.

“Minho, dari mana saja? ponselmu kenapa susah sekali dihubungi, kita juga jarang bertemu? Kau mau menjauhiku yah?”, tanyanya kesal. Minho tidak menghiraukannya, ia malah bermain lagi dan kali ini berada di sisi Taemin.

“Yah! Aku sedang bicara padamu –oh, siapa ini?”, tanya menatap Taemin dari atas kebawah, Taemin tidak suka caranya memandangnya, “Oh, kau bermain dengan namja cantik ini sekarang? Tidak kupercaya … jadi gosip kau Bi itu benar?”,

Taemin menoleh ke arah Minho, sepertinya ia sudah terjebak dalam situasi yang tidak enak, ia perlahan menjauh, tidak mau ikut campur. Namun sebelum ia bisa pergi, pundaknya ditarik oleh Minho dan dengan cepat dirangkul olehnya.

“Oh!”, Taemin terkejut.

“Iya wae? Aku lebih tertarik dengan namja cantik ini.”, Taemin mencengkram lengan Minho berusaha melepaskannya, Taemin lihat wajah yeoja itu sudah seperti kepiting rebus menahan marah, ia tidak berani melihatnya, karena ia tahu, yeoja kalau marah itu mengerikan. “Lagipula … bersama yeoja yang aku tidak anggap serius .. aku tidak mau lama-lama dengannya dan terikat olehnya.”, jelas Minho dingin,

Taemin tidak percaya, ia menatap Minho apa-ia-sudah-gila-dan-tega-sekali. Taemin mendongak, kali ini ia melihat wajah yeoja itu seperti terluka, sedetik kemudian yeoja itu pergi dari hadapan mereka.

“Yah! T-tunggu!’, telat … ketika Taemin ingin mencegahnya yeoja itu sudah pergi. Dengan kesal ia menepis tangan Minho dan melotot padanya, Minho yang dilihat demikian langsung menoleh dan seakan tidak terjadi apapun.

Aku tidak suka terikat

Kata-kata itu …

“Kau … tidak seharusnya berkata seperti itu.”, kali ini Taemin membuka suara, Minho menoleh dan duduk di kursi.

“Aku tidak perlu pura-pura baik kan?” jawabnya enteng, “Aku tidak perlu serius jika bukan dengan orang yang ku sukai.”, jelasnya.

“Tapi … itu—“

“Kenapa? Kau tidak suka dengan sikapku kan?”

“Iya!”, jawab Taemin tegas, Minho berdecak, ia tersenyum melihat ekspresi Taemin yang kesal padanya.

Taemin kesal sekali, ia menjatuhkan tubuhnya di samping Minho. “Kau … seharusnya tidak berkata begitu, kau suka ganti-ganti pacar, aku tidak suka kau yang seperti itu! Kau terlihat murahan dan seperti piala bergilir.”, Minho menoleh.

“Aku tidak pernah pacaran, dan tidak punya pacar. Jadi kalau jalan sama siapapun itu wajar.”,

“Apa? Tapi tadi kau bilang tidak mau terikat, bukannya itu pacarmu? Kau ini tega sekali?”, Taemin menatap Minho kesal, kali ini ia benar-benar ingin meninju wajahnya, meski ia juga namja, ia tidak punya hati menyakiti perasaan orang yang sudah menyukainya meski ia tidak suka pada orang itu.

“Tapi yeoja itu saja yang menganggap hubungan kita seperti itu!”

“T-tapi  … yah! Tetap saja, sikapmu yang begitu membuat orang salah paham. Kau tidak boleh begitu!”, Taemin mendorong tubuh Minho. “Kau … dikampus di gosipkan berkencan dengan asisten dosen untuk mendapat nilai plus, kau juga digosipkan berkencan dengan tante-tante duit banyak untuk memenuhi kebutuhanmu, kau juga katanya mengencani seorang noona dan membuatnya hamil … kau—“

“Oh, jadi itu gosip semua yah? Itu kata orang kan?”

Taemin terkejut, ia mengedipkan matanya menatap Minho, “Ng? Ng … i-iya sih …”, mungkin gosip seperti ini yang sudah ia dengar dan kemakan karenanya, jadi ia tidak suka Minho.

Minho berdecak, menarik tangan Taemin untuk keluar dari sana, “Lalu apa tanggapanmu?”, tanya Minho kali ini. Taemin menunduk, ia melihat ke arah tangannya yang di genggam oleh Minho.

“Aku tidak suka namja seperti itu … aku juga pilih-pilih dengan kondisi ku ini.”, maksudnya … kalian tahu, sesama jenis … Taemin menarik tangannya lepas dari Minho.

“Oh …”, Minho menoleh , “Kalau aku malah tertarik untuk menakhlukan namja sepertimu.”, jelas Minho dan berjalan lagi. Taemin terbelalak, andwe! Tidak mungkin! Tidak mungkin kan? apa maksudnya itu? Minho … tertarik padanya? Masa?

“Oh, Joon … bukannya itu mantanmu?”, Taemin menoleh, ia melihat Joon ke arahnya bersama temannya yang lain. Taemin menunduk, ia tidak berharap bertemu dengannya disaat begini … terlebih ia masih belum bisa lupa.

Minho melihat ke arah Taemin yang berdiri canggung disana.

“Bukan  … aku tidak kenal! Kajja!”,

Taemin terpaku ditempatnya, ia ingin marah, menangis, dan lain-lain, kenapa disaat begitu?

“Yah Taemin!”, ia tidak dengar panggilan Minho , ia hanya berlari begitu saja, ia tidak mau disana…

.

.

“Gamsahabnida~”

Cling.

Dengan langkah gontai ia keluar dari cafe , udara dingin menusuk tubuhnya, ia rapatkan mantelnya dan juga syalnya. Sudah hampir tengah malam, meski ia lelah, ia enggan pulang kerumah, karena di rumah sepi, jika ia kesana, ia secara otomatis akan mengingat semuanya. Dan ia tidak suka sendirian meratapi hal itu … sudah cukup …

Ia bahkan berpikir, buat apa ia lari tadi, apa ia malu pada Minho karena ia tidak ingin Minho mengetahui kalau tadi adalah mantannya, atau ,,, malah ia tidak mau terlihat memalukan didepan Minho?

“Heh tidak sexy!”,

“M-minho? Kenapa kau disini?”, ia terkejut melihat Minho berdiri di atas motornya,

“Aku menjemputmu … aku yang bawa kau selarut ini …”,

Taemin menatap Minho tidak percaya , ia berpikir apakah Minho hanya merasa kasihan padanya? Ia jadi diperlakukan seperti anak kecil oleh Minho dalam seharian ini.

“Mau minum sebentar?”, tawar Minho. Taemin sempat ingin menolak, namun entahlah, ia malam itu ingin bersama seseorang, setidaknya ia tidak mau sendirian dulu…

.

.

“Namja itu … dia adalah mantanku …”, Taemin memulainya , menatap kaleng susu di tangannya, “Awalnya aku kenal dengannya dari temanku, kami berteman baik selama 3 bulan, kemudian … lama-lama aku suka padanya, aku tidak percaya ia juga menyukaiku, aku pikir ia straight.”, ia teguk susu nya dan melihat ke langit, meluruskan kakinya di ke tanah.

Minho melihat ke arah Taemin yang tangannya mengepal kencang di kaleng susunya, “Aku tidak tahu kalau ternyata selama ini aku malah jadi selingkuhannya … bodoh sekali kan? dia bilang dia tidak mau terikat denganku, jadi dia bisa seenaknya pacaran denganku untuk senang-senang?”, Taemin tidak mau menangis, jadi sekuat tenaga ia katakan itu. Meski sebelumnya ia sudah cerita pada Key, dan membuat namja cantik itu murka.

“Lalu … kau mau aku berbuat apa?”,

“Hah?”,

Taemin menoleh tidak mengerti pada ucapan Minho. “Kau mau aku menghiburmu karena kau dicampakan? Jangan harap. Aku tidak bisa menghibur dengan kata-kata manis.”

Taemin menggertakan giginya, baru saja … setidaknya baru saja ia ingin percaya setidaknya Minho bisa mengerti perasannya, ternyata ia salah,
“Kau … a-apa –apaan ucapan mu itu. Aku tidak—“

“Terus, kenapa kau cerita padaku? Bukannya selama ini kau benci padaku? Kau mulai suka padaku?”

Taemin tidak percaya, benar-benar namja tidak punya hati, ia kepalkan tangannya dengan sekuat tenaga, kesal sekali. “Kau …ini …”, BUK , ia memukul dada bidang Minho. “Kau kenapa suka sekali mengombang ambing perasaan orang?!! Kalau kau tidak mau perduli seharusnya dari awal kau tidak usah sok baik padaku dari tadi!! Kau tidak mengerti perasaan orang lain, kau tahu tidak?!!”, teriak Taemin kesal memukul Minho.

Minho menangkap tangan itu, dan menatapnya lekat, Taemin melihat ke arah lain.

“Jadi benar, kau suka padaku yah?”

Taemin menoleh padanya lagi, menatap kemata itu dengan tidak percaya, “Kau … aku benci sekali padamu!! Kau sombong, seenaknya, berandalan, tidak punya hati, tidak punya otak, murahan, kau sama seperti mantanku!! Aku benci padamu!! Pergi sana! Perg—pfh !!”,

Taemin terbelalak, Minho menarik tangan Taemin ke arahnya, dan meraih dagu Taemin dengan tangannya yang lain, mencium bibir Taemin dengan bibirnya, ia mendorong tubuh Minho semakin kencang, namun percuma pelukan Minho tidak kalah ketat.

“Hmmpf …!!”, Minho melumat bibir bawah Taemin, menghisapnya dengan kencang, membuat namja cantik itu sesak dan terpaksa pasrah, menerima ciuman Minho yang kini telah melumat bibirnya bergantian, dan menjulurkan lidahnya kedalam mulut Taemin, membuat namja cantik itu menjerit tertahan.

“Ah!hmpfh!”, Taemin menutup bibirnya dan menatap Minho dengan air mata menggenang, Minho menahan posisi mereka, menatap dalam mata Taemin, Taemin tidak tahu apa yang di pikirkan Minho, apa maksud perbuatannya ini?

“Apa ini juga seperti mantanmu?”, tanya Minho. Taemin terbelalak. “Aku persis seperti namja yang sering digosipkan itu?”

Taemin tidak bisa menjawab, ia masih bingung, air matanya menetes di pipinya.
“Kau menyebalkan sekali.”, jelas Minho kemudian berdiri dan meninggalkan Taemin begitu saja.

Perlahan tubuh Taemin melemas, ia menjatuhkan dirinya di atas kursi taman dan menangis, “Aku tidak mengerti~”, isaknya … ia sama sekali tidak mengerti sikap Minho. Kisahnya berubah dalam satu hari …

.

.

Sudah 3 hari Taemin berbaring di atas tempat tidur, ia sama sekali tidak berniat hengkang dari sana, tidak juga kekampus, tidak pergi bekerja, tidak berinteraksi dengan dunia luar, tidak juga ingin bicara atau menemui siapapun, sialnya … semua itu karena Minho. Saat putus dengan Joon ia tidak begini, hanya butuh sehari menangisinya… setelah itu ia kembali hidup.

Namun ia tidak mengerti efek Minho padanya, ia takut Minho telah menguna-gunanya. “Ngh~~”, ia melingkar menjadi kepompong dengan selimutnya, perlahan turun dari kasur dan merangkak ke dapur, ia ingin makan. Perutnya lapar sekali, meski ia tahu hanya mie yang tersisa di apartemen kecilnya itu.

Pip

[Taemin, kau dimana?!! Jinjja! Aku kerumah tapi pintu dikunci! Aku tahu kau didalam! Cepat keluar dan hubungi aku, kalau kau tidak mau rumah mu ku hancurkan!!]

Omelan yang sama dari Key di ponselnya.

Taemin menatap ponselnya dengan seksama, mungkin Key benar … ia sebaiknya harus keluar, sebelum orang mengira ia mati didalam kamar. Terlebih hanya karena ulah tidak jelas si brengsek Minho.

Yang membuat ia frustasi adalah, Minho Minho dan Minho itu selalu mengitari pikirannya, setiap malam ia bermimpi bertemu Minho, membuat ia mengurungkan kekampus setiap hari karena tidak mau bertemu Minho.

Berkali-kali secara tidak ia sadari mengecek ponselnya sendiri, berharap ada pesan atau telpon dari Minho.

Drrt Drrt

Taemin terkejut, ia hampir saja menjatuhkan ponselnya itu. Ketika ia buka ia berharap Minho lah yang mengirim pesan namun…

Taemin … syukurlah ponselmu tidak ganti nomernya. Aku ingin minta maaf soal kemarin, aku berkata begitu karena ada pacarku disekitarku. Hanya saja, setelah bertemu kemarin aku baru sadar kalau kau sangat menarik, aku tahu aku salah, aku janji akan rubah semuanya … kita harus bertemu, aku tunggu malam ini di taman seperti biasa jam 7 neh~

Lee Joon.

 

Taemin menatap datar pesan itu, ia tersenyum miris, pabo Taemin … jelas sudah ia yang gampangan dan murahan, ia malah berpikir Minho yang selama ini murahan. Justru ia yang murahan karena ia gampang suka pada seseorang, dan terlena akan kebaikannya …

Lagi … kali itu ia menangis lagi , telungkup di atas meja.. Ia mengerti sekarang, kenapa Minho bilang ia menyebalkan…

.

.

“Taemin! Oh my God! Dari mana saja kau? Omo! Ada apa dengan wajahmu? Apa kau cukup tidur? Aish! Sudah kubilang masih banyak ikan di laut!’, pekik Key ketika melihat Taemin masuk kekelas pagi itu.

Seluruh teman-temannya yang ada disana beberapa melihat ke arahnya dan menanyakan hal yang sama, dari mana dia selama beberapa hari menghilang.

“Anio … gwencana Hyung, aku hanya butuh istirahat …”, jelas Taemin , ia melihat ke sudut ruangan , sosok itu, namja yang sudah 5 hari ia tidak temui, duduk ditempat biasanya, dan telungkup diatas meja, menikmati tidurnya … Taemin tidak dengar ocehan Key yang menerjangnya, ia hanya fokus pada sosok itu, apa yang harus ia lakukan?

“Kau dengarkan aku tidak?!”, ucap Key kesal menepuk lengan Taemin.

“Hah? N-neh …”, angguknya, Key merungut kesal, ia tahu Taemin tidak dengar, ia menoleh ke arah lain dan membiarkan teman kecilnya itu sibuk dengan pikirannya, ia tahu Taemin akan cerita sendiri nanti.

Drrt Drrt

Taemin menoleh ke arah sakunya , mengeluarkan ponselnya dengan malas-malasan, kalau itu Joon ia kali ini benar-benar akan mematahkan simcardnya dan menggantinya dengan yang baru, agar namja itu tidak lagi mengganggunya.

Namun ketika ia lihat siapa pengirimnya tiab-tiba ia terlonjak kaget, membuatnya bangun dari kursinya, menerima pandangan aneh dari Key dan teman-teman sekitarnya

“Yah mwoya Taeminnie?”, tanya Key.

Taemin menatap Key lama sekali, membuat Key takut akan sikap Taemin, barangkali yang mendadak aneh atau kesurupan.
“Key hyung … aku rasa aku kemakan omonganku …”,

“Hah?”, sebelum Key sempat bertanya, Taemin sudah beranjak dari tempatnya, Key terbelalak melihat Taemin perlahan menghampiri sosok Minho yang tertidur telungkup di atas meja. Semua mata juga melihat ke arah mereka.

Selalu saja … ia tidak mengerti, biarlah .. ia belum paham , mana suka mana cinta … namun dengan adanya sosok ini selalu di pikirannya, itu sudah membuktikan segalanya kan?

“Minho.”, panggilnya.

Sosok itu bergerak, menyembulkan kepalanya dari balik tangan dan menatap Taemin dengan datar , kemudian menyengir, Taemin berdecak , dasar berandalan … pura-pura tidak terjadi apapun …

“Mwo?”, tanya Minho merentangkan tubuhnya dan menopang dagunya menatap Taemin. “Kau mau berisik lagi?” tanyanya.

Taemin menatapnya kesal, menatap kedua bola mata besar itu, mata yang seperti meremehkan nya, mata yang diam-diam seperti tahu akan segalanya tentang dirinya itu, mata yang menatap Taemin dalam sifat angkuhnya …

Taemin julurkan tangannya menyentuh kerah Minho, dan membungkukan badannya, dengan tenang Minho relax ditangan Taemin, dan sedetik kemudian membuat seisi kelas heboh. Karena didepan mata mereka, Taemin yang terkenal benci dengan Minho berciuman, Minho yang di gosipkan tidak enak itu berciuman dengan Taemin.

“Hebat!”, puji Minho,

Taemin menatap Minho dengan wajah memerah, ia berdecak.

“Kalau aku diserang, aku akan balas!”, jelas Taemin.

Minho terkekeh, menarik pinggang Taemin mendekat, mendongakan kepalanya menatap mata Taemin, menjulurkan tangannya dan menarik leher Taemin mendekat ke arahnya.

“…coba saja … sekarang juga tidak apa-apa … aku benar-benar serius padamu …”, bisiknya, Taemin menatap nya kesal dan menundukan kepalanya, memejamkan matanya , membuka mulutnya itu untuk menyambut bibir Minho yang menciumnya, didepan seluruh teman dan sahabatnya, ia berciuman lagi dengan Minho, tidak perduli meski mereka memperlihatkan ciuman yang panas.

Baginya … mungkin sudah dari awal ia tertarik pada Minho. Hanya saja ia tidak mau mengakuinya … bukan benci .. ia hanya kesal dengan segala sikap Minho, senyum itu, pandangan mata itu, pandangan mata yang seakan tahu tentangnya … dan ia berjanji ia akan buat mata itu tidak melihat ke arah lain selain dirinya. Ia tidak akan kalah.

“I love you …”, bisik Taemin.

Meski ia menjadi murahan dimata Minho.

“Sexy~” Taemin terbelalak ketika Minho menyentuh pantat Taemin, “I love you too … pabo.”,

Taemin terkekeh, memeluk Minho dengan erat, mereka tidak sadar kalau isi kelas mereka riuh tepuk tangan, dan tidak lupa teriakan fangirling dari Key.

From : Minho

Sexy~ kemari, akan kubuktikan padamu aku serius. Aku tunggu❤

 

.

.

[One year ago~]

“Hoaam~~”, Taemin menguap lebar sekali, hari pertama kuliah ia begitu lelah dan kurang tidur, karena harus kerja parttime double dan juga mengurus pindah apartemen, sungguh sial…

“Mmhh~~”,

Taemin terhenti, mendengar sesuatu, dengan polosnya ia mengikuti suara itu, perlahan ia belok ke lorong dan menuruni tangga, siapa di pagi-pagi begini, mengingat masih jam 8 pagi kuliah pertama … ketika ia berbelok ia melihat pemandangan yang mengejutkan.

Seorang namja yang duduk di bangku dan seorang yeoja yang berdiri didepannya, dan mereka … ingin … berciuman.

“Oh!”, pabo … mulutnya yang terkejut tidak sengaja mengeluarkan suara.

Yeoja itu langsung mundur dan menatap ke arah Taemin dan namja didepannya dengan panik, tanpa menunggu lama yeoja itu pergi dari sana.

“Ah … syukurlah~”, jelas namja itu, Taemin menoleh.

“Ah.M-mianhe …”, ketika ia ingin pergi dan buru-buru naik tangga , tang terjadi malah ia ingin jatuh, sebelum ia bisa merasakan sakit, yang ia tahu namja itu telah menahannya dengan memeluk pinggangnya agar tidak jatuh.

“Hati-hati …”, jelas namja itu berbisik di lehernya, Taemin terkesiap dan mendorong namja itu , membenarkan baju dan ranselnya , tidak berani menatap ke arahnya melainkan ke arah lain.

“Tidak sexy~”

“Hah?”, Taemin mendongak.

“Pantatmu tidak sexy untuk ukuran yeoja! Hanya segenggaman tanganku.”, katanya menunjukan tangannya, Taemin menganga, jeongmal!

“K-kau! Dasar pervert! L-lagi pula aku namja, bukan yeoja!”, pekiknya dan berlari. Namja tadi membelalakan matanya, dan tersenyum.

“Menarik.”

“Aahh~ jeongmal. Seharusnya aku ikuti saran Key hyung untuk memotong rambutku~!! Aaah~~”,

Mulai saat itu, meski terkadang Taemin lupa sejak kapan dan hal apa lagi yang membuat ia benci namja itu, ia tetap benci … namja bernama Choi Minho.

[A/n: Rambut kisah pertama saat IS2 dan rambut panjang Taemin saat sekarang yang ikal sebahu <3]

END!

Bauahahahaah~ i dont get it sebenarnya nulis apa ini? Yah semoga kalian mengerti maksudku neh~ hahahahahaha

Annyeong!

Sorry miss typo banyak!~

89 thoughts on “[2min – 1S] I dont get it …

  1. setuju lah ama kata2keyyy jngan bnci ama orng lain krna rasa bnci itu bisa berubah jd suka….. aq juga suka pndapt tetem yng ktnya dia bkan bnci cmab kesel aja….. *,*

  2. sebenernya tae cemburu.. awal ktmu aja ngeliat minho udah mw ciuman ama cewe.. jd tae nya kesel.. blm lagi skandal2 minho.. huahaha.. jd benci yg tae mksd itu ketertarikan yg diperhalus gitu ya xD

  3. one year laternya itu gmanaaaaaaaaa????
    minho tetep sama taemin kaaannn??? kok dia mau kisseu sama yeoja lain?
    duuuuuuhhhh ini bagus sebenernya.. bagus banget!!!
    sayang di ending sih ><

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s