[Onkey] WTF part 8 END


PART 8

Foreword:

Annyeong … long time no see~ hahaha sebulan lebih FF ini gak update dari part 7 kemarin 😥

Makasih yang udah setia menanti … makasih yang udah sering nagih, makasih yang udah komen setia dr part 1 smape skrg, makasih yang sering ngomel karena FF ini biasa banget T^T. but ill try my best 🙂

Aku hargai semua komen kalian, jangan berpikir aku nggak baca, komen itu semua bikin terharu 🙂 berarti setidaknya FF ini masih ada yang suka dan menantinya UHUY!

by: Sanniiewkey~

PREVIOUS PART > CONTINUE READING~

Jonghyun mengerang, badannya terasa ngilu, dan kepalanya terasa pening, ia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya, dan ia mencerna dimana ia berada saat ini.

“Shitt ~~ “ erangnya berusaha duduk, namun ia rasakan sakit di tanganya, tidak ada sinar disekitarnya, tanpa ia bisa melihat ia tahu kalau saat ini tangannya diikat. “Dammit! Dimana ini?! YAH!! Keluar kalian!!”, teriak Jonghyun, namun sunyi, ia hanya bisa melihat ruangan itu kosong, dan hanya ada sinar dari balik fentilasi menyinari ruangan itu dari langit malam.

“Uggh~~”, Jonghyun terkesiap, ia menoleh ke sisi kirinya, memicingkan matanya sejenak, ada sosok yang bergerak dan mengerang di ujung sana.

“Hei! Yah! Siapa kau?”, panggil Jonghyun tidak beranjak dari tempatnya duduk, percuma karena kakinya juga diikat. Sosok itu bergerak, namun terhuyung kesana kemari, seperti tidak dapat berdiri, hanya erangan dan keluhan yang terdengar. “Hei!”, panggilnya lagi.

“S-siapa … k-kumohon … lepaskan a-aku…”, Jonghyun mendengarkan baik-baik suara itu, ia memicingkan matanya lagi, seorang yeoja … ia sangat yakin …

“Siapa ka—“

“A-aku … jangan lakukan apapun padaku … aku—“

Jonghyun terbelalak, “A-ahjuma?!!”, pekiknya, yeoja itu menongak mendengar sapaan dari mulut Jonghyun, matanya tidak bisa melihat dengan jelas, namun dari sisi Jonghyun ia sudah bisa tahu siapa sosok itu.

Dengan rasa panik menjalar ia mengangkat tubuhnya, meski masing terhuyung karena sakit di kepalanya, “Ahjuma … ini aku Jonghyun …” serunya seraya berjalan ke arahnya, yeoja paruh baya yang semula memundurkan badannya itu mendadak terpaku mendengar nama itu.

“J-jonghyun? Benarkah itu kau?”,

“Ahjuma!”, Jonghyun menjatuhkan pantatnya di depan yeoja itu. Perlahan yeoja itu bisa melihat sosok Jonghyun dari kegelapan, air matanya mengalir melihat namja yang sudah ia anggap menjadi anaknya itu.

“Jonghyun, Oh Tuhan … Jonghyun !”, yeoja itu menubruk tubuh Jonghyun, merasa lega dalam keadaan seperti ini ia bisa menemui Jonghyun.

“Ahjuma …”, Jonghyun miris mendengar yeoja yang sudah ia anggap Ummanya itu menangis. “Uljima Ahjuma … kita harus cepat keluar dari sini …”, ucap Jonghyun cepat.

Yeoja itu mendongak, melihat namja tampan itu mengangguk, “K-kita dimana? Kenapa kita bisa disini?”, tanya nya, mimik muka Jonghyun mengencang, ia tahu siapa dalang dibalik semua ini. Dan ia tidak habis pikir, kenapa yeoja ini harus ikut masuk dalam masalah ini.

“Jonghyun?”, panggil yeoja itu membuyarkan lamunannya.

“Aku akan jelaskan nanti, yang jelas, kita harus cepat cari jalan keluar dari sini …”, ucapnya mantab, wanita itu tidak membantah, meski banyak pertanyaan dikepalanya.

“Ahjuma bantu aku lepaskan ikatan ini … berbaliklah, kita usaha melepaskan kaitan tali ini!”, ucap Jonghyun, dengan anggukan wanita itu berbalik, begitu juga Jonghyun, tangan mereka bertemu dibelakang punggung mereka, berkonsentrasi dengan tali yang akan mereka lepaskan di tangan masing-masing.

“Ini sulit …”, erang wanita itu, Jonghyun mengencangkan rahangnya.

“Coba lagi … kita harus keluar dari sini Ahjuma …” ucap Jonghyun dengan sekuat tenaga menahan pening dikepalanya. Melihat ke arah pintu ruangan itu, tidak tanda apapun, sialan …

BRAK!

“Oh, sudah bangun dari tidur pangeran??”,

Jonghyun dan wanita itu menoleh ke sumber suara, wanita itu langsung berbalik dan berlindung di belakang tubuh Jonghyun yang dengan cekatan menghalangi tubuhnya.

Jonghyun menggertakan giginya,

“KAU!! MAU APA KAU?!! AKU SUDAH DUGA, HENTIKAN SEMUA INI!!!’, teriak Jonghyun .

“Ckckckck … tidak sopan sekali dengan ayahmu …Kim Jonghyun?”,

Jonghyun menatap jijik pada namja yang berdiri sombong di depannya, dengan 2 bodyguard yang berdiri disetiap sisinya.

“BIADAP! KALAU KAU INGIN LAKUKAN INI, LAKUKAN PADAKU, JANGAN BAWA ORANG LAIN!!’, teriak Jonghyun.

“Orang lain? Apakah yeoja ini terlihat seperti orang lain bagimu??” tanyanya tertawa.

“Kim Minsuk?” Jonghyun menoleh melihat Umma Kibum memanggil nama namja didepannya. Ia melihat Umma Kibum menangis, dan menatap lurus ke namja paruh baya yang selama ini ia panggil ‘appa’ itu.

“Ahjuma?”,

“Long time no see … Soon-yi?”, sapa namja itu, Jonghyun menoleh terkejut, mereka … saling kenal? Apa hubungan mereka??

.

.

“HYUNG!!!”,

Jinki menoleh, suara manis itu memanggilnya dari kejauhan,langkah kecilnya berlari menuju ke arah nya bersama dengan sosok tinggi yang mengikutinya dibelakang. Tersengal dan menatap Jinki dengan panik.

“Taemin! Minho!”, Jinki menatap kedua dongsaengnya itu dengan bingung , panik , dan campur aduk.

“Hyung! Kita harus segera temukan Kibum Hyung, aku –aku takut dia …”, Taemin menoleh ke arah Minho meminta support, ia menarik tubuh Minho dan memeluknya, menangis … menahan air mata yang sedari tadi ia tahan.

Jinki menatap horror … Taemin takut apa? Takut kenapa? Dia .. dia siapa?

“Hyung … “, Minho menyerahkan sebuah amplop coklat pada Jinki, dengan cekatan Jinki membukanya, melihat semua yang terdapat disana, foto , surat berharga dan lain-lain.

“I-ini …”

Minho mengangguk, “Taemin katakan padaku sebelumnya ia pernah bertemu Jonghyun, ia dalam keadaan tertekan, kemudian tidak sengaja waktu itu ia dengarkan pembicaraan Jonghyun dengan yeoja brengsek itu. Dan semua yang menimpa Kibum adalah ulah yeoja itu, saksinya ada beberapa siswa sekolah kita yang beberapa kali melihat tingkah aneh yeoja itu. Dan sekarang … aku yakin saat ini juga ulah nya!”

“Lalu ini? Kenapa surat berharga Mr. Kim ada— Oh !”, Jinki terbelalak, “SHIT! JONGHYUN?!!!”, Jinki mengerang kesal.

Minho menahan bahu Jinki, “Kita tidak tahu, apa Krystal dan Jonghyun dalang semua ini … tapi dilihat dari semua yang terjadi belakangan ini, mungkin mereka memang kerjasama … kita tidak punya banyak waktu Hyung, kita cari mereka sekarang!”, kata Minho cepat.

“Aku tidak bawa mobil!”, Minho biasanya akan berdecak, dikondisi seperti ini Hyungnya masih saja terlihat bodoh.

“Come on aku bawa mobil, dan aku sudah tahu dimana mereka bersembunyi …”,  ucap Minho sambil menarik tangan Taemin yang sudah berhenti menangis.

“Kau tahu? Kenapa bisa?”, tanya Jinki berlari mengikuti mereka. Minho ingin rasanya menjitak kepala Jinki.

“Kau lupa? Aku CHOI!”, dan kali ini Jinki yang ingin menendang Minho kalau ia tidak ingat saat ini ia butuh seorang CHOI untuk membantunya.

Dengan bantuan seluruh bawahan terpercaya keluarga CHOI, Minho dengan mudah tahu dimana posisi kira-kira Kibum berada, dengan sebisa mungkin ia mengendarai mobilnya dengan cepat namun tetap menjamin keselamatan yang lain. Jinki duduk di samping Minho menatap jalanan dengan lurus, tangannya mengepal, dalam hati ia berdoa … ia hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada Kibum, Umma Kibum, dan termasuk dengan calon aegya mereka … dengan sesekali terdengar hisakan tangis dari bibir Taemin di kursi belakang.

.

.

Jonghyun memundurkan tubuhnya mendekat ke arah wanita di belakangnya ketika sosok ‘Appa’nya itu menghampiri mereka.

“Apa kabar Soon-yi … sudah lama kita tidak bertemu … ternyata kau masih cantik … kau tidak merindukanku?”

“Apa hubungan kalian?!”, ucap Jonghyun tegas, menatap sinis ke arah Appanya itu, Minsuk yang tadinya menatap ke arah Soon-yi beralih ke arah Jonghyun, menatap rendah namja itu dan kemudian tertawa kencang.

“DIAM! KUTANYA APA HUBUNGAN KALIAN?! KENAPA KAU BISA KENAL DENGANNYA DAN KAU BAWA DIA DALAM MASALAH INI?! AHH!!!”

“Jonghyun!!!”, pekik Soon-yi yang melihat Jonghyun ditendang saat ia ingin berdiri dan bertanya, “MINSUK! Hentikan!! Kau sudah gila??!!!”, Teriak nya lagi dan berlindung di depan Jonghyun.

Jonghyun meringis dan terbatuk karena perutnya terasa ngilu ditendang oleh ‘Appa’ nya itu. “K-kenapa … apa motifmu?”, tanya Jonghyun.

Minsuk menatap Jonghyun dengan dingin, dan menatap Soon-yi bergantian, “Kau menghancurkan hidupku kau tahu? Kau anak tidak berguna, kau itu sampah! Aku tidak percaya kenapa aku tetap membesarkanmu dalam keluarga ini, berharap suatu saat kau bisa berguna bagiku!! Kau ini cuma sampah! Kau tahu tidak?!!”, teriak Minsuk.

“Apa?”, Jonghyun berdiri. Ia tertawa miris, “Jadi … aku ini sampah? Begitu? Oh … kalau aku sampah, berarti ayahku lebih parah dari sekedar bau sampah! Karena dia seharusnya tahu kalau sampah tidak akan bisa mengubah sampah lainnya menjadi lebih ba—AH!!” BUK

“Jonghyun!!”, Soon-yi berteriak, ia ingin menghalau Minsuk yang menendang wajah Jonghyun namun tubuhnya di tahan oleh salah satu bodyguardnya. “Lepaskan! Jonghyun ah!!”, teriaknya.

Jonghyun melirik ke arah wanita itu, “Ahjuma! AH!!”

“Ahjuma katamu?! Hahahaha … reunian yang lucu!”, BUK

“Ah!!”, Jonghyun terjengkang, hidungnya berdarah, kepalanya pening , pukulan di kepala dan di tubuhnya tidak pernah terhenti … seperti dejavu, semua ini pernah ia rasakan sebelumnya. Saat ia kecil, hal yang sama sering namja ini lakukan padanya jika ia tidak mau menurut.

“Kau anak tidak tahu diri, tidak tahu balas budi, kubesarkan kau agar kau bisa gantikan aku!” BUK . “Tapi apa yang kau lakukan!” BUK “Kau buat aku bangkrut!!” BUK “Kau buat aku miskin karena kau tidak bisa mengambil hati dari seorang Lee Jinki!” BUK “Sekarang kau tahu kenapa aku lakukan ini hah?!” BUK BUK BUK …

Berkali-kali pukulan, tendangan, mendarat di tubuhnya. Kupingnya mendengung karena rasa pening di kepala, lehernya ngilu, dan seluruh tubuhnya nyeri. Teriakan Umma Kibum menggema di telinganya.

“Uhuk …uhuk …ughh~~”, Jonghyun mengerang, pukula itu terhenti.

“Dan kau tahu apa yang benar-benar membuatku muak selama ini?!” tanya namja paruh baya itu, Jonghyun menatap nanar ke arah Umma Kibum. “Aku harus merawat anak yang bukan anakku! Tapi anak kakakku yang mati dan meninggalkan istrinya, hutang yang banyak, dan juga kau …” ucap nya, Jonghyun tidak terkejut, justru jika memang itu benar, ia tidak perduli, ia malah beryukur kalau ternyata ia bukan anaknya.

“Jonghyun …”, panggilan itu terdengar paling merdu ditelinganya yang sakit, ia ingin seperti Kibum, memiliki Umma yang sayang padanya, ia ingin seperti Jinki, yang punya Appa yang sayang dan perduli padanya, ia ingin seperti Minho yang punya keluarga yang selalu mendukungnya, ia ingin seperti Taemin yang keluarganya selalu memanjakannya … ia iri sekali …

“Jonghyun ah~~ …”, panggil wanita itu lagi. “Ini umma …”, Jonghyun kali ini terkejut, ia menatap wanita itu takjub, apa … apa ia tidak bermimpi?

“Ohh … akhirnya kau juga yang mengatakannya Soon-yi … kenapa tidak kau ijinkan aku saja menjelaskannya?”, kata Minsuk,

Jonghyun mendongak menatap Minsuk sinis, Minsuk berjongkok dan menjengut rambut Jonghyun, “Bagaimana? Terkejut? Terkejut kalau ternyata orang yang ingin kau musnahkan sebelumnya adalah anak wanita ini? Dan kau terkejut tidak ,kalau … secara tidak langsung, hal ini menjelaskan … bahwa wanita ini adalah Ibu kandungmu yang selama ini kau cari? Hm? Pertemuan yang mengharukankan?”, tanyanya,

Jonghyun diam saja, menatap dingin ke arah Minsuk, namun sedetik kemudian ia tersenyum, membuat wajah Minsuk berubah, ia yang berbalik menatap Jonghyun sinis. “Kau tahu … aku tidak terkejut sama sekali dengan ini …”, ucap Jonghyun terbata-bata, “Aku malah bersyukur … karena setidaknya aku tahu kalau aku bukan anak dari seorang bajiangan seperti mu …”,

Mata Minsuk kalap ia mendorong tubuh Jonghyun. “Habisi dia! Dia tidak kita butuhkan lagi.”, ucap nya pada bodyguard lain yang sedari tadi diam.

“ANDWEEE!!! JONGHYUN AH!! MINSUK HENTIKANNN!!!!”

Jonghyun tidak bisa dengar pukulan yang menghujaninya, ia hanya memfokuskan pendengarannya pada teriakan sang Umma … yah … Ummanya …

BRAK!!

“T-tuan! Gawat! Mereka …”, seorang penjaga datang masuk dengan tersengal.

“HENTIKAN!!!”, teriak seseorang dari ambang pintu. Minsuk dan kedua bodyguard nya itu menoleh kepintu dan melihat penjaga tadi tersungkur di tanah, 2 namja berdiri dengan geram menatap mereka.

“KALIAN??!! BERANINYA MASUK KEMARI!!”, teriak Minsuk.

Jonghyun menatap samar ke arah pintu, melihat dua namja disana, ia tidak begitu jelas, namun sayup-sayup ia bisa mendengar siapa yang bicara tadi.

.

.

Jinki dan Minho segera turun kedepan sebuah mention, Taemin duduk didalam mobil sesuai dengan perintah Minho untuk menunggu polisi datang. Minho dan Jinki yang akan masuk berdua dan menyelesaikannya.

“Kau pegang ini … hati-hati … gunakan ini untuk berjaga-jaga … arraso?”, ucap Minho memberikan tongkat bassball pada Taemin, Taemin mengangguk menahan tangis. “Good! Aku akan cepat kembali, kau jangan keluar!”, ucap Minho mencium bibir Taemin dan menutup pintu.

Mereka masuk kedalam mention, dan langsung dihadang oleh banyak bodyguard. Dengan mudah mereka melumpuhkan satu persatu dari mereka dengan tangan kosong, beruntung dari mereka tidak ada yang mengeluarkan senjata dan mendongkan kesalah satu dari mereka berdua.

“Kau dengar itu?”, tanya Jinki pada Minho yang selesai memukul lawan terakhirnya. Minho mengangguk.

“Lantai 2!”, Minho berlari menuju tangga diikuti Jinki, melihat apakah semua disekap disana … yah, Kibum … dan Umma nya …

.

.

“HENTIKAN!!!”, Jinki memukul penjaga yang berusaha melaporkan kedatangan mereka dan berteriak menerobos masuk kedalam ruangan itu.

“KALIAN??!! BERANINYA MASUK KEMARI!!”, teriak Minsuk. “Hajar mereka!”, teriak Minsuk menyuruh kedua bodyguardnya.

Minho dan Jinki saling memandanga, mereka melihat kali ini lawan mereka cukup besar, tapi ia mereka tidak gentar sama sekali. Jinki melayangkan pukulan tepat ditengkuk lawannya ketika ia berhasil menghindari serangan pertama, memberikan bogem mentah di wajah dan tendangan putar ke arah pelipisnya, meski lawannya hanya terhuyung karena ia terlihat cukup kuat.

Minho menangkis pukulan dan memberikan pitingan di tangan dan pukulan di pelipis dengan sikunya, membalasnya dengan beberapa tendangan di ankle kaki dan menjejekan kakinya di tulang rusuk lawannya.

Tidak butuh waktu lama, kedua bodyguard itu jatuh tersungkur ditanah.

“Hentikan!”, Jinki dan Minho menoleh, pemandangan berikutnya adalah, Minsuk … menodongkan pistol pada Jonghyun yang terkulai lemah dan Soon-yi yang menopangnya.

“Hentikan semua ini Ahjushi!”, ucap Jinki dingin, “Jangan lakukan ini … kau akan menyesal, jangan perpanjang semua ini … “, ucap nya.

Minsuk tertawa kencang dan menatap Jinki dengan tatapan jijik, “Oh ya? apa aku harus percaya dengan ucapan namja penyuka sesama jenis sepertimu? Hahahaha … aku tidak percaya kalau Lee membiarkan anaknya menikah dengan namja dan … mempunyai bayi? Menjijikan …”,

Jinki sangat tidak suka kata ‘menjijikan’ tentang calon aegya nya, itu hal yang menurutnya paling menjijikan didengar , hal yang pernah membuat Kibum menangis.

“Dimana Kibum?”, tanyanya,

“Kibum? Oh mollayo … mungkin ia sudah …”, Minsuk mengangkat bahunya.

BRUK!!

“AH!!!”,

Jinki dan Minho terkejut, melihat Minsuk tersungkur di tanah , dengan segera Minho mengambil pistol yang jatuh ke tanah dan mengacungkannya pada Minsuk. Jinki tidak buang waktu, ia hampiri Minsuk, ia pelintir tangannya dan ia tahan dengan tangannya.

“Taemin?”, Minho menoleh ke arah Taemin tidak percaya yang baru saja memukul Minsuk dengan pentungan dari belakang. Jinki dan Minho juga takjub dari mana Taemin datang, kenapa ia bisa tiba-tiba datang dari balik pintu tanpa mereka lihat? Jinki tersenyum, Taemin yang gemetar menghampiri Minho dan memeluknya.

“Hyung~~”, Minho memeluk Taemin dan membuang pistol itu jauh ke sisi ruangan.

Dengan cepat Jinki mengikat Minsuk dan melepaskan ikatan tangan di tangan Umma Kibum, mengecek keadaan Jonghyun yang sudah bersimbah darah.

“Jjong … jjong ah~ gwencana? Kau dengar aku??”, tanya Jinki, Jonghyun perlahan membuka matanya, tersenyum miris.

“Aku masih hidup …”, lirih Jonghyun, Jinki berdecak, “Kibum … dia … tolong adikku Jinki …”, Jinki mengerutkan alisnya, adik?

“Well … well … well … ternyata semuanya sudah berkumpul … tapi permainan belum berakhir …”, semua mata tertuju pada sebuah suara.

“J-jinki … ”,

“KIBUM!’, Jinki berdiri.

“EITS! Watch out Oppa … kau tidak lihat apa yang akan aku lakukan jika kau berani melangkah sedikit saja??”, tanya Krystal. Jinki melihat Kibum berdiri disamping Krystal, dengan tangan diikat di belakang, wajah pucat, dan yang tidak Jinki tahu, saat ini –Krystal menodongkan pisau di sisi perut Kibum, “Kalau benda ini mengenai ini … apa yang akan terjadi hm? Oh … biar kutebak … aegya dan anae mu akan …”,

“Kau sakit jiwa!”, ucap Minho. Krystal melirik kesal.

“Kau yeoja sakit!”, tambah Taemin.

“DIAM! Namja manja dan sok cantik sepertimu membuat ku jijik!”, teriak nya pada Taemin, Taemin menatap sinis padanya.

“Apa mau mu?”, tanya Jinki. Krystal melemparkan berkas kedapan kaki Jinki.

“Tanda tangan itu, itu adalah surat obligasi sahammu, kau harus tanda tangan itu, yang menyatakan bahwa kau akan menyerahkan seluruh saham dan kekayaan keluarga mu atas nama Appaku … ups, atas namaku.”, ucapnya.

Jinki terbelalak, ia menatap Krystal tidak percaya, “Kau dan Appa mu lakukan semua ini hanya karena uang?”, tanyanya, Krystal diam saja.

“Aku bisa saja tanda tangan ini, tapi apa kau bisa jamin setelah aku tanda tangan kau akan hidup bahagia dengan semua uang ini? Kurasa tidak.”, ucap Jinki.

Krystal menggeram, ia menarik Kibum dan melingkarkan tangannya, mengarahkan pisau ke arah lehernya, “Kau pikir aku bercanda yah Jinki Oppa?”,

Jinki terkejut, ia sudah banyak bicara, anak kecil ini benar-benar cari perkara, “Lepaskan! Aku akan tanda tangani .”, ucap Jinki. Jinki menatap krystal dan menandatangani berkas itu. Kemudian berjalan ke arah nya selangkah,

“Lepaskan Kibum, dan aku akan berikan berkas ini …”, jelas Jinki. Krystal memundurkan langkahnya. “Lepaskaan Kibum kataku …”, ucap Jinki serius.

“Kau mendekat, Kibum akan mati …”, jelasnya.

Jinki melihat ke arah Kibum yang makin terlihat pucat, namun cukup membuatnya lega, karena Kibum seperti berbicara dengannya, perlahan ia memajukan langkahnya, ia lihat Krystal semakin terpojok, meski ia ancam ia akan bunuh Kibum, namun pisau itu tidak juga ia gerakan.

“AH!”, Krystal meringis, ia terkejut melihat ikatan tangan Kibum lepas dan berbalik Kibum memelintir tangannya, menjatuhkan pisau dari tangannya. “K-kau …”

“Kau pikir … orang hamil tidak bisa lakukan ini? Jangan lupa … im almighty Key … dan aku tetap seorang namja.”, Minho maju menggantikan Kibum.

Kibum menoleh ke arah Jinki yang sama takjubnya dengan Krystal, Kibum tersenyum miris dan memeluk Jinki, Jinki dengan erat memeluk pinggang namja cantik itu, menghirup bau tubuhnya yang baru saja ia rindukan…

“Oh God … syukurlah … gwencana baby?”, tanya Jinki mencium sisi kepala Kibum lama sekali, tidak ada sautan dari bibir Kibum, namun tangan namja cantik itu melingkar kencang di leher Jinki, menenggelamkan kepalanya di lekukan kepala nya.

“Aku lelah … “, hanya itu ucapan di mulut Kibum , Jinki mengangkat sedikit badan Kibum, membuat tubuh namja cantik itu sedikit melayang dipelukannya

“Ya … tidurlah … semuanya telah selesai …” bisik Jinki mencium pundak Kibum.

“Hm…”, hanya itu jawaban Kibum sebelum ia tertidur … ani … pingsan sepertinya.

Polisi datang, membekuk semua bodyguard Minsuk, Krystal dan juga Minsuk. Minsuk terbukti menggelapkan sejumlah dana dan memalsukan surat obligasi perusahaan yang bekerja sama dengannya. Dengan itu ia dijebloskan kedalam penjara, dan membayar denda, begitu juga Krystal yang mencoba melakukan pembunuhan, seluruh harta kekayaannya disita. Meski Minsuk menyesal, ketika ia tahu bahwa Taemin telah meminta Appanya untuk membantu hutang keluarga Kim. Namun semua terlambat …

.

.

Ia bisa rasakan sekitarnya begitu nyaman, ia seperti berbaring di sebuah kapas yang sangat lembut, bau sekitarnya juga enak … oh tunggu , ia mencium bau masakan. Ah, mimpi memang paling enak …

Ia buka mata kucingnya, mengernyitkan dahinya karena pancaran sinar yang tiba-tiba masuk kedalam retina matanya, “Hmm~~”, ia rentangkan tangannya, merasakan nyamannya sekitarnya, membuka matanya kemudian langsung melihat ruangan yang berwarna pink … ia tersenyum ia tahu dimana ia saat ini.

Ia peluk selimut yang menutupi tubuhnya, bau khas seseorang yang sangat ia sukai … tersenyum membayangkan wajah namja itu jika senyum goofynya terkembang. Ah … buat ia malas bangun dari kasur itu, meski ia tahu tidak ada namja itu disampingnya.

“Kibummie?”, Kibum terkejut, cepat-cepat ia menutup matanya dan pura-pura masih tertidur.

Disisi lain, Jinki membuka pintu kamar nya dan melihat namja cantik nya masih terbaring cantik di atas kasurnya. Sudah hampir  24 jam namja cantik itu tidak bangun, hanya dari selang infus ia dibantu mengisi nutrisinya, dokter mengatakan ia tidak perlu di rawat, hanya saja ia cukup kelelahan, dan Kibum beruntung ia bukan orang yang mempunyai kondisi yang lemah.

Perlahan Jinki naik ke atas kasur, memeluk namja cantik itu dari belakang, mengecup sisi pelipisnya dan membelainya dengan sayang.

“Baby … bangun … kau sudah tidak sadarkan diri selama seharian penuh … aku merindukanmu …”, bisik Jinki menciumi telinga Kibum, nah~ ia tidak tahu kalau sang anaenya itu sudah bangun, makanya ia seenaknya saja menciumi nya sana –sini, di lain posisi, Kibum sekuat tenaga menahan rasa geli di tubuhnya.

Jinki seperti tidak tahu dosa, ia kali ini membalikan tubuh Kibum perlahan, meneliti wajah cantik itu dengan seksama, Kibum sekuat mungkin berusaha terlihat wajar sedang tidur.

Jinki menurunkan kepalanya dan berada didepan perut hamil Kibum, “Morning Aegya … kau sudah bangun? Sepertinya Umma mu belum …”, ucapnya, Kibum ingin terkekeh sebenarnya namun ia tahan, “Apa? Hm? Oh iya … Appa harus bangunkan Umma? Hm? Sekarang? Oke … baiklah …”, Kibum tidak tahu kalau Jinki sekarang sedang menyengir lebar.

Kibum selanjutnya tidak tahu apapun, karena ia benar-bena rmenutup rapat matanya, namun perlahan ia rasa kasur di sekitar tubuhnya bergerak, kemudian yang ia tahu seperti ada orang yang sedang berada di depannya, benar … Jinki, ia mengambil posisi tepat di atas Kibum, bertumpu dengan dengkul dan tangannya … menahan agar tidak meniban perut Kibum …

“Sepertinya ciuman pagi hari cocok untuk Umma mu … neh … “, Kibum merasa rambutnya di belai, tangan lebar Jinki turun ke sisi pipinya , mengelusnya dan kemudian beralih ke telinga Kibum, Kibum sangat tahu, Jinki selalu lakukan itu jika ingin menciumnya atau … meminta lakukan sesuatu seperti morning activities dengannya.

Kibum merasa bibir nya di kecup oleh Jinki, Jinki tersenyum melakukan itu, dasar! Ia berpikir, sampai kapan Kibum pura-pura? Hanya mengecupnya saja Jinki tahu kalau namja cantik itu bereaksi.

Perlahan Jinki melumat bibir itu, tidak ada sambutan apapun dari Kibum, yang membuat Kibum tidak tahan adalah, saat tangan Jinki mengelus sisi tubuhnya terus menerus seiring dengan lumatan yang lembut, jangan salahkan dia … dia bukan tipe pervert, tapi salahkan Jinki karena ia yang membuat namja itu jadi pervert.

Jinki merasa gemas, namja cantik ini benar-benar menggodanya, ia jalarkan ciumannya ke telinga Kibum mengulum daun telinganya, ia bisa rasakan namja cantik itu bergerak karena sentuhannya, “Irona~”, bisiknya, namun Kibum tidak bergeming.

Ia turunkan ciumannya ke leher putih Kibum, ia pandangi sejenak wajah cantiknya dan kemudian menciumnya dengan lembut, tangannya mengelus lengan Kibum dengan lembut. Oh Jinki tidak tahu kalau namja cantiknya ini benar-benar merasa senang disentuh seperti itu.

Kibum benar-benar tidak tahan lagi, tangan kanannya bergerak perlahan, menyentuh punggung Jinki ketika namja tampan itu mengulum kulit leher putih Kibum, menghisapnya pelan dan menjilat sisinya secara bergantian.

“Nggh~ …”, akhirnya suara itu keluar juga. Jinki tersenyum, ia tidak terkejut, ia malah melanjutkan pekerjaannya dengan menaiki ciumannya kedagu Kibum, dan kembali ke bibirnya,

“Morning~”, bisik Jinki menatap mata Kibum yang perlahan terbuka, wajahnya memerah dan nafasnya sedikit tersengal.

“Jinki … kau— hh…”, Kibum tidak menyelesaikan ucapannya, ketika Jinki kembali mencium lehernya dan menjalar ke jakunnya yang naik turun karena ulah suaminya itu. Tangan Jinki menelusup kedalam baju Kibum , dan menemukan nipple Kibum.

Kibum mengigit bibirnya menahan desahannya ketika Jinki sudah mengangkat bajunya ke atas dan mencium nipple Kibum bergantian. Ia tidak mau isi rumahnya mendengar ulah mereka dipagi hari.

“J-jinki …su-sudah …”, ucap Kibum menepuk pundak Jinki, Jinki hanya bergumam, ia tidak perduli. Kali ini perlahan tangannya turun menelusuri pinggul Kibum dan sampai di ujung celana training Kibum.

“Eh?? J-jinki … apa yang kau lakukan?”, cegah Kibum menahan tangan nya, Jinki mendongak dan tersenyum,

“Sekali saja …”, rengek Jinki.

Kibum menarik nafas, ia menarik bahu Jinki dan mencium bibir namja itu, “Please … aku sebentar lagi akan melahirkan … kau tidak berpikir ini akan menganggu kandunganku , hm?”, tanyanya mengelus bibir Jinki, Kibum mengerti sekali mau Jinki, hanya saja ia juga tidak mau ambil resiko … Jinki menarik nafas dan membenarkan letak baju Kibum dan mengecup keningnya.

“Arraso~…”, ia bangkit namun dengan cemberut dan duduk di sisi ranjang, menunduk, Kibum tahu apa yang terjadi, ia bangkit dan memeluk Jinki dari belakang dan mencium pundak namja tampan itu.

“Kajja …”, Kibum menarik tangannya dan mengerling padanya. “Aku mau mandi …”, Jinki sempat tidak mengerti, namun ia tahu maksud Kibum. Setidaknya Kibum akan mengurus ‘masalah’ yang satu itu.

.

.

Kibum mengeratkan syalnya dan menatap pantulan badannya di cermin, perutnya sudah membesar, ia tahu tinggal menghitung beberapa hari saja ia harus masuk rumah sakit dan melakukan persalinan.

“Kau cantik … tidak perlu dandan lama-lama … nanti kacanya pecah …”, bisik Jinki mencium tengkuk Kibum dari belakang dan menatap pantulan wajah Kibum yang cemberut dari belakang,

“Aku hanya bangga , ternyata kehamilanku ini tidak membuatku terlihat jelek …” ucapnya,

Jinki berdecak.

“Ya Tuhan … kau sudah mulai sombong lagi …jashik~”, Jinki melepaskan pelukannya dan memakai jasnya sendiri.

“Waeee? Memang aku cantik? Kau tidak melihatnya?”, tanya Kibum bersidekap.

Jinki hanya menyengir dan tidak menghiraukan ucapan Kibum, Kibum mengerutkan alisnya, “Kau tidak berpikir aku terlihat gendut dan jelek kan?”,

“Mwoooya? Kenapa bertanya begitu?”,

Kibum masih tidak percaya, Jinki benar-benar tidak melihatnya, ‘Jinki! Kau tidak pikir aku jelek kan?”, Jinki hanya berdecak.

“Anio …”,

Kibum berjalan ke arah Jinki dan menarik lengannya, menghadap ke arah nya, Jinki melihat wajah Kibum yang panik dengan alis berkerut menatapnya. “Kau … jangan katakan kalau kau bosan … padaku?”, kali ini Jinki serius, Kibum terlihat pucat menatapnya khawatir. Remasan di lengan bajunya mengencang, aish ~ kambuh lagi moodnya.

Jinki menarik nafas, menarik wajah Kibum dan mengecup keningnya, “Umma kenapa sih? Buat apa aku bosan padamu hm?”, tanya Jinki.

“Habis kau –“

Jinki memeluk Kibum dengan erat, “Aku tidak bosan padamu … mana mungkin aku bosan, kau itu bagian hidupku, lagi pula …”, Kibum terkejut ketika tangan Jinki yang melingkar di pinggangnya turun perlahan ke …

“Apa yang kau—“

“Cuma kau yang dalam keadaan hamil masih mempunyai tubuh yang sexy seperti ini …”, Kibum terbelalak ketika tangan besar Jinki mengelus pantat Kibum, membuat tubuh namja cantik itu mengejang.

“J-jinki … kau … aah~~~”, Kibum berjinjit menahan geli, Jinki terkekeh dan menggendong tubuh Kibum, menatap mata namja cantik itu. Mengusap poni yang menutupi matanya.

“Saranghae Kibum …”

“I know …”, ucapnya, Kibum menarik baju Jinki dan menshare ciuman dengannya.

“Kalian mau saling memakan satu sama lain sampai kapan? Jadi tidak? Aku sudah menunggu dari tadi … aish! Hargai perasaan Hyungmu yang jomblo ini …”, ucap Jonghyun tiba-tiba dari ambang pintu kamar mereka.

Jinki dan Kibum melepas ciuman mereka melihat Jonghyun yang bersidekap dengan kesal melihat mereka. “Ck, kau makanya cari pacar!”, ucap Kibum kesal.

“Oh ya? kau yang rebut pacarku … dan malah jadi ayah dari bayimu sekarang.”,ucap Jonghyun pura-pura kesal, namun tersenyum dan berlalu, Kibum tahu Jonghyun hanya bercanda.

“Mau sampai kapan dia begitu?”, tanya Jinki.

“Sampai dia bosan dan menemukan penggantimu.”, ucap Kibum.

“Yah! Aku dengarr~~ jangan sok ganteng Jinki! Kau seharusnya beruntung tidak ku tendang twinball mu karena mengkorup adikku yang sedang hamil besar!”, teriak Jonghyun, Jinki tertawa.

“Mirip kau, tidak heran kalau ternyata dia kakakmu…”,

Kibum melirik Jinki kesal dan memukul lengannya dengan gemas. “Tapi kau cinta padaku.”,

“Tentu saja …”

.

.

Kibum berdiri memegang sebuket bunga di tangannya menunggu bersama dengan Ummanya yang memegang bunga lain di tangan mereka, bisik-bisik seluruh orang tidak pernah berubah, meski Kibum tidak lagi ada di lingkungan seperti itu.

“Kemana mereka? Kenapa lama sekali??”, Kibum menggerutu kesal, Soon-yi hanya tersenyum dan melihat ke seluruh pintu ballroom yang sudah dipenuhi siswa yang keluar dari sana.

“Key Umma~~~”, Taemin berlari, dan ‘masih’ menggeret Minho kemanapun untuk bersamanya, setia dibelakangnya kemana saja.

“Anneyong haseyo Ahjumma …”, Taemin membungkuk sopan menyapa Soon-yi yang dibalas usapan dikepala oleh yeoja itu, menerima balasan cemberut dari Taemin yang segera membetulkan letak rambutnya.

“Mereka belum keluar?”, tanya Minho. Kibum menggeleng dan mengangkat bahunya. Ya, mereka sedang menunggu 2 namja yang di hari itu berbahagi atas kelulusan mereka. Ya, hari kelulusan sekolah mereka.

Benar sekali, Jinki dan Jonghyun. Mereka lulus pada hari itu, dan sukses akan menuju jenjang perkuliahan. Kibum tahu Jinki sangat senang, sehingga semalaman Jinki sibuk menyiapkan kata sambutan yang akan ia sampaikan, karena well … ternyata ia menjadi siswa lulusan terbaik tahun itu. Ya, Kibum ikut senang setidaknya Jinki bisa rasakan hal itu, ia tidak jadi dikeluarkan oleh pihak sekolah karena inseden masalah pribadi mereka, hanya saja, Kibum harus mengerti, ia yang harus fakum sementara dari kegiatan sekolah karena kehamilannya, dan sekolah tidak ijinkan hal itu, sebagai gantinya ia memohon agar Jinki tetap di perbolehkan sekolah.

“Ah, itu mereka!’, ucap Taemin.

Kibum mendongak, melihat kedua orang tersayangnya saat ini berjalan ke arah mereka, satu lagi … Kibum bahagia mengetahui ia punya keluarga baru –tentu selain calon aegya, ia punya seorang kakak, ya … dia sangat ingin punya kakak yang bisa melindunginya, meski ia sudah punya Jinki saat ini. Tapi Jonghyun, ia tidak percaya bahwa mereka sedarah … sedikit yang Kibum tahu, ternyata ia adalah anak dari Minsuk, selama ini Ummanya berbohong karena ia berkata Appanya sudah tidak ada, hal itu terjadi karena … saat Kibum dalam kandungan, Minsuk tidak percaya kalau itu anaknya, ia menuduh Soon-yi berselingkuh, padahal Minsuk sendiri yang selingkuh dan lahirlah Krystal …

Meski begitu, meski hidupnya rumit … ia tidak bisa membenci Minsuk, yang ternyata Appanya, dan suatu saat, ia berjanji ia akan menyapa Minsuk dengan rasa bangga.

“Chukaee~~”, Kibum memberikan bunga pada Jinki, Jinki tersenyum dan mencium bibir Kibum, meski terdengar sorakan dan heboh dari banyak siswa, dan meski menerima penolakan dari Kibum, tapi Jinki tetap lakukan itu.

“Oh yaampun … mataku sakit. Umma bisa kita tinggal di apartemen lain setelah ini? Atau aku serius akan meneruskan studi ke Amerika, aku tidak tahan harus melihat dua makhluk saling memakan satu sama lain ini.”, gerutu Jonghyun.

“Kau cuma iri … cepatlah pergi ke Amerika dan cari bule untuk kau jadikan pacar …”, ucap Jinki. Jonghyun melirik kesal padanya.

“Tapi carinya yang tinggi … kau akan jadi ukenya disana … seperti Kibum dan Taemin …”, ledek Minho.

“Heh Kodok! Begini-begini aku juga bisa jadi seme!”,

Semua tertawa melihat Jonghyun yang selama ini tidak terlalu banyak mereka kenal sifatnya banyak bicara dan orang yang lucu. Tidak heran kenapa dulu Jinki suka padanya, dan Kibum maklum akan itu …

“Jjong Hyung … bisa aku minta kancing jas mu?”, semua mata tertuju pada sosok manis yang tiba-tiba datang, Jonghyun terkejut.

“OMO! JINO!!”, pekik Jonghyun yang langsung memeluk Jino dengan kencang, “Kenapa kau bisa disini?”, tanya nya melepas pelukannya.

“Aku pindah ke sini karena study exchange ku selesai … suatu kebetulan kita bertemu, tapi sayang, kau sudah lulus saat ini …”, jelasnya.

“Nuguya?”, tanya Kibum menyikut Jonghyun dan menelaah sosok namja cantik didepannya.

“Oh, ini Jino, dia teman ku saat di Amerika  … ya kan?”, jelas Jonghyun merangkulnya, Kibum berdecak, dasar namja bodoh, teman katanya? Jelas sekali wajah Jino ini berubah merah disetiap afeksi yang Jonghyun lakukan padanya, ia ingin katakan itu pada Hyugnya itu, tapi biarlah semua berjalan pada waktunya.

Kibum menggenggam tangan Jinki, mengelusnya dengan jemarinya, tidak perlu kata yang terucap untuk mengungkao sebuah kata cinta rasanya … terkadang sebuah tatapan, sentuhan, atau bahkan sentuhan itu bisa menggmabarkan lebih dari sebuah kata … terutama untuk sebuah kata ‘cinta’ dan itu yang terjadi diantara Jinki dan Kibum …

Peretemuan tak terduga …

Kebersamaan yang konyol …

Masalah yang rumit …

Semua akan terjadi begitu saja … dan semua itu akan berakhir dengan indah …

Asal … mereka bersama , itu paling penting …

Bersama lebih baik …

Jinki merasa remasan ditangannya semakin erat, ani … kali ini tangan Kibum yang lain merengkuh lengannya, ia meringis karena kuku Kibum seperti menancap di kulitnya, ia menoleh, ingin tahu kenapa ia begitu …

“Kibum—“, namun ia terhenti ketika yang ia lihat adalah wajah Kibum yang memucat, keringat di keningnya, dan ringisan di bibirnya.

“J-jinki …Ohh~ …a-aku … perutku …aku rasa—“, Jinki terbelalak,

“KIBUM AKAN MELAHIRKAN!”, pekiknya, semua mata tertuju padanya, dan dengan panik semuanya melihat ke arah Kibum.

END!!

Finally! Makasih semuanya yang udah komen dari awal sampai akhir, akhirnya FF nista ini yang dari tahun lalu rampung juga, terima kasih atas komen nyelekitnya, makasih atas protes”nya, makasih atas masukan dan kritikan membangunnya, makasih buat yang sering nagih ini –aku terharu ternyata masih ada yang nanyain itu berarti FF ini ditunggu :’), makasih buat yang sabar akan late udpate, makasih makasih makasih…

Dan makasih untuk Suunders yang like dan komen di part terakhir ini :”)

See ya~

[a/n: Tak lama lagi saya akan HIATUS :”)]

Advertisements

107 thoughts on “[Onkey] WTF part 8 END

  1. Akhirnya…happy ending ^^
    duh thor,aku suka pas adegan Jinki bangunin Kibum,manissssssss banget,sumpah! bener bener manis :’)
    ada yg coment,masoh gantung,klo menurutku sih ga gantung,dan endingnya jelas gtu ko heheh

  2. noh kan akar masalah nya ada di krystal..
    kenapa coba itu si mr kim kejam bgt ama keluarganya kibum..
    sampe sampe kibum menderita gitu..
    untung mereka semua bisa diselametin.. kibum juga dpt anggota keluarga baru..
    jonghyun udh ga jomblo woy jino udh balik 😀 jadi jangan iri irian ama adek lu lagi jong hahaha 😀
    happy ending ^^

  3. Akhirnya happy ending… Semua yg manis” akan berahir dengan manis jugak , jjong berhasil ketemu dengan sodara kandungnya dan onkey mau melahirkan

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s