[OnKey] Love’s way After Marriage Story / Epilog


Main Cast                : Lee Onew – Kim Key

Support Cast         : Choi Minho– Kim Taemin

                                          Kim Jonghyun – Amber (?)

Genre                         : romance, smutt , Life,

Author                      : Eternalonkey Yua (@eternalonkey90)

Rate                             : NC- 17

Foreword!

(WAJIB BACA !!!!)

aaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!

gila!! ini adalah FF terpanjang gw sepanjang sejarah penulisan

Oke.. pertama mau bilang.. NC GA HOT!!

kedua…

JEONGMAL GOMAWOOOOO SUUNDERS OKS UNNIE SAENG BESTFRIEND!

Super bighug and kiss buat semua yang udah komen… aku terharu!

jangan berharap banyak sama part nista ini..gw udah nyerah banget..ini ga bagus gw sadar FF gw masih kurang banyak, so makasihh yah kritik nya! oia Jinwoon nya gw ilangin! udah ah males sama dia *plak*

daaannn! yes! im not good for description! banyak bacot aja yah FF saya mah -_-v

buat AETHERION VIENNA makasih oh durjanah poster nya.. I LOPE YU *hoek

n buat semua yang udah buang pulsa buat komen FF ini sekali lagi makasih! ini FF emang aneh tapi well pokoknya ga tau harus ngomong apa!

17 blogger BIG THANKS!

130 KOMEN SO MUCH THANK YOU! <33

WARNING

This is my Story

No Plagiarism

No Bash

Yess Critic

Miss Typo!

Hidup ini indah.. is that right?

Penderitaan? Apa kau pernah mengalaminya?

Ya.. sepasang kekasih yang kini telah menjadi sepasang suami istri telah mengalaminya..

Kebencian yang berubah menjadi kasih sayang..

Lalu apakah kisah cinta mereka berjalan mulus?

Ingatlah… masalah akan selalu datang..bukan untuk menghancurkan tetapi untuk menguatkan ikatan mereka..

Lee Jinki dan Kim Kibum.. mempercayainya dan mereka mencoba.

 

=====***=====

Kim Kibum yang kini sudah resmi menjadi istri Lee Jinki positif hamil. Terlalu cepat? No… tidak lebih cepat dari pasangan yang lebih muda.. ya Minho dan Taemin. Perbedaan kandungan mereka hanya satu bulan. Appa Jinki sangat bahagia saat mengetahui ia akan memiliki dua cucu sekaligus. Ck… Ia sangat berisik memberitahu Jinki dan Minho untuk melakukan ini dan itu bahkan memberi setumpuk buku mengenai bagaimana melayani istri yang sedang hamil, yah ’melayani’ dalam arti khusus..but its useless.

Appa Jinki kembali ke Amerika dengan istrinya dan berjanji akan kembali saat menantunya akan melahirkan. Sebelum pergi ia menceramahi Jinki dan Minho seharian penuh, memberikan tutor dan sebagainya. Adik kakak ini hanya bisa menghela nafasnya berat dan saling menatap jengah. Lalu bagaimana dengan Kibum dan Taemin?

Brussshhh’

Suara deras hujan yang membasahi tanah. Tercium aroma hujan, aroma yang selalu disukai namja cantik bermata indah ini, Kim Kibum. Sedikit menenangkan hatinya meski kini ia sedang sangat cemas. Ini sudah pukul 6 sore dan suaminya belum juga pulang. Padahal ia berjanji akan pulan jam 5 sore. Semenjak kehamilannya emosi Kibum semakin tak terkendali, terkadang ia mudah sekali marah karena alasan yang tidak penting. Bisa dibilang hyper sensitive, bertolak belakang dengan Taemin yang justru bernafsu makan. Jangan ditanya berapa kali ia bisa makan sehari dan well es krim.. es krim tidak pernah lepas dari tangannya.

“Taemin ah!! Sudah cukup! Buang es krim itu?!”

“Mwo..?”

Taemin membulatkan matanya dengan es krim yang masih penuh dimulutnya. Berusaha menelannya secepat mungkin dan mengambil langkah seribu saat ia melihat hyungnya yang mulai kumat itu menghampirinya.

“Taemiiiiiiiiiin!!! Berhentii! Jangan lari nanti kau jatuh!”

Kibum mempercepat langkahnya saat melihat Taemin berusaha berlari kecil. Well Taemin juga sedang mengandung saat ini. Usia kandungan mereka hanya berbeda sebulan. Taemin genap 2 bulan sedangkan Kibum masih 1 bulan. Usia yang masih rawan untuk keduanya. Pelayan pun ikut berteriak melihat mereka yang saling berkejaran dengan Kibum yang bersikukuh mengambil kotak es krim ditangan Taemin. Demi Tuhan Choi Taemin… kau sudah menghabiskan 1 liter eskrim hari ini.

Taemin memajukan satu telunjuk kanannya, menggoyangkannya ke kanan dan kekiri. Rambutnya yang panjang dan diikat setengah itu sampai berantakan karena berlarian menghindari hyungnya.

“No..no.. hyung.. aku sudah membiarkanmu membuat Minho hyungku menderita setiap hari.. hanya ini yang menghiburku! Jangan coba – coba menggangguku hyung…”

“Oh ya?! Siapa suruh kalian melanggar perjanjian itu huh?!” Kibum menyilangkan tangannya di dada. Emosinya kembali tersulut mengingat kenyataan pahit (?) itu.

“Itu.. ah.. sudahlah hyung.. ini adalah anugerah Tuhan.. lagipula mana aku tahu jika akan hamil secepat ini! Aku hanya melakukannya sekali dan itu tidak disengaja!” Taemin membela diri dan seketika wajahnya memerah mengingat bagaimana ia melakukannya dengan Minho saat itu.

Kibum memutar bola matanya malas. Cih! Dia pikir aku berapa kali melakukannya? Oh oke.. dua kali.. ingat baru dua kali karena Jinki kembali sibuk dengan pekerjaannya. Lalu saat tahu Kibum hamil dan kandungannya lemah, Jinki tidak pernah lagi menyentuhnya, dalam arti ‘menyentuh’ yang lain. Mereka hanya bermesraan saling memeluk atau mencium karena Jinki menahan dirinya tidak ingin bayi diperut Kibum terkena masalah.

GREP

Kibum merasakan pelukan hangat diperutnya. Siapa lagi kalau bukan suami tercinta yang belakangan ini semakin dan semakin sibuk hingga terkadang Kibum mencurigai suaminya ini memiliki kekasih simpanan atau semacamnya karena ia tidak lagi melayani suaminya dua minggu ini.

“Sayang… sedang apa kalian huh?”

SRET

Kibum melepaskan tangan Jinki kasar, berbalik dan menatapnya tajam.

“Aku? Aku sedang menunggu tuan muda Lee pulang dari kantor lalu aku melihat adikku yang sedang HAMIL ini memakan es krim seperti orang gila dan bermaksud untuk mengambilnya karena jika ia teruskan itu anaknya akan sangat besar di perutnya itu!”

Menekan kata ‘hamil’ seraya melirik tajam kearah Minho yang baru juga pulang dan memeluk Taeminnya. Rasanya Kibum belum rela hingga detik ini melihat adiknya yang oh my God ia masih punya jalan panjang. Ia bahkan belum lulus kuliah.

Taemin mengabaikan teriakan hyungnya dan menarik Minho kekamar sebelum suaminya ini terkena lemparan benda tumpul lagi.

“Yak! Choi Minho! Mana pesananku?”

Taemin mengernyitkan dahinya bingung. Pesanan? Pesanan apa? Kenapa harus dengan Minho? Kenapa bukan Jinki hyung? Pikirnya.

“Mianhe.. aku sudah mencarinya.. tapi cokelat yang kau pesan sudah tidak dijual dimanapun..”

“Pesan saja di pabriknya!”

“Mwo?!!”

Kali ini Jinki menghela nafasnya berat saat menerima tatapan memelas Taemin dari balik bahu Minho seolah meminta bantuan.

“Kibummie.. sudahlah besok aku akan pesan di pabriknya langsung untukmu.. oke sayang tenanglah… nanti aegya juga merasa tidak nyaman jika kau terus marah..ne?” Jinki memeluk istrinya lembut dari belakang menaruh dagunya dipundak Kibum dan mengelus perut Kibum yang masih datar.

“Sirheo!! AKU DAN AEGYA HANYA INGIN COKLAT ITU DAN HANYA INGIN CHOI MINHO INI YANG MENCARINYA…”

Jari Kibum menunjuk tepat didepan wajah Minho yang kini ekspresinya sulit digambarkan. Antara kesal,muak dan sebagainya. Well ia masih bisa menahan jika saja Kibum melemparnya beberapa peralatan rumah tangga seperti pertama kali ia bertatap muka dengan Kibum saat tahu Taeminnya hamil tapi sekarang ia semakin jadi menyuruhnya ini dan itu. Sudah seminggu ia menuruti kemauan aneh Kibum. Mulai dari susu kedelai yang harus berasal dari Daegu, lalu susu asli Newzealand, keju dari Prancis well tentu Minho harus pergi membeli disana. Harus! Dengan bukti foto dirinya saat membeli semua itu. Ini benar – benar gila. Seminggu ini ia seperti sudah mengelilingi dunia hanya untuk membeli semua keinginan Kibum jika tidak Minho tidak diperbolehkan tinggal satu atap dengan Taemin.

Jika ada brother complex maka ini lebih parah dari itu. Minho membuang nafasnya kuat lalu menarik pinggang Taemin yang menatap Kibum tidak percaya.

“Ne..ne.. baiklah besok pagi aku akan carikan.. puas? Sekarang aku lelah? Bolehkah aku istirahat dan menemani istriku ini Nyonya Lee?”

“Aku bukan Nyonya, bodoh!”

“sshhhh.. sudah – sudah…”

“Kyaaaaa~”

Jinki lelah mendengar pertengkaran mereka setiap pulang kantor. Ia menggendong Kibumnya dan membawanya ke kamar. Kibum tak hentinya teriak meminta untuk diturunkan.Sedangkan Taemin tersenyum sumringah lalu menatap Jinki seolah melakukan telepati sedari tadi.

“Syukurlah… ayo kita masuk sayang…”

Tidak ingin kalah mesra.. Minho juga menggendong Taemin bridal style. Berkali – kali mengecup pipi Taemin selama perjalanan menuju kamar mereka. Taemin hanya tersenyum dan menepuk – nepuk pipi Minho gemas.

.

.

.

“ahhh…”

Jinki menghisap leher namja cantik ini yang kini berada dipangkuannya. Well ini ulah Kibum yang tiba – tiba duduk dipangkuannya, berusaha mengganggunya yang sedang sibuk mengetik proposal. Kibum sangat jengah menatap suaminya ini. Ia sudah dirumah! Wait.. ralat.. dikamar! Tapi beraninya ia mengabaikan istrinya ini? Baiklah memang dokter bilang mereka lebih baik tidak melakukan sex selama dua bulan pertama. Jinki selama ini menahan hasratnya untuk menyentuh istrinya ini, ia lampiaskan itu dengan menyibukkan dirinya dikantor. Ia sengaja pulang lebih lama, sesampainya dirumah ia akan melanjutkan pekerjannya. Kibum tidak pernah sadar bagaimana suaminya yang ‘forever horny’ ini menahan diri saat melihat istrinya memakai kaos longgar dan celana pendek mengekspos kaki jenjangnya. Namun entah kenapa malam ini saat melihat Jinki sedang memandang laptopnya dengan wajah serius dan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya membuatnya terlihat lebih… tampan?

No.. Kibum bukanlah seseorang yang suka memulai..biasanya Jinki lah yang pertama akan mendekatinya namun belakangan ini Jinki seperti menghindarinya. Jarang sekali menyentuh daerah sensitive nya. Bohong jika Kibum tidak menyukai setiap sentuhan lembut nampyeonnya ini.

“hmmh..Kibummie..”

“Diam..”

Membungkam bibir tebal Jinki yang mulai mendorong bahunya, cih! Penolakan? Tidak ada kata ditolak bagi seorang Kibum.

“ahhh…”

Jinki mengerang tertahan saat tangan nakal Key menjalar kepaha bagian dalam Jinki, mengelusnya lalu satu gerakan ia mengusap ‘milik’ Jinki perlahan keatas dan kebawah.

“Kibummie..cukup… hosh..hosh.. aku masih ada pekerjaan”

Mendorong bahu Kibum kuat yang dibalas tatapan kecewa istrinya. Tidak tahukan dia Kibum detik ini juga menginginkannya. Menginginkan his forever horny husband! Ini tidak menyenangkan.. biasanya Jinki akan menggodanya setiap akan tidur, meremas bokongnya atau mencium seluruh tubuhnya. Tapi kini? Ia hanya bisa menatap suaminya yang sibuk bemesraan dengan dokumen – dokumen sialan itu. Apa benda tipis itu terlihat lebih sexy dari dirinya? Atau perutnya sudah membesar? Atau Jinki sudah tidak bernafsu dengan dirinya? Atau.. Jinki punya orang lain? Arghh… Kibum menggigit gulingnya kesal dibalik selimut sedangkan Jinki masih berusaha mengabaikan istrinya meski ia tahu Kibum belum tidur karena ada gerakan – gerakan kecil dibalik selimut itu.

“Kibummie.. mianhae..” lirihhya, lalu melanjutkan pekerjannya.

=====***=====

“Taemin!!”

“Hyung!!”

Haaaah… lagi – lagi. Adik kakak ini mungkin terlalu akur atau terlalu tidak memikirkan aegya yang berada diperut mereka.Kau tahu kenapa? Saat Taemin menginginkan es krim untuk sarapan dan Kibum akan histeris karena dengan bodohnya Choi Minho yang katanya cerdas ini memberikan es krim itu. Apa dia sudah gila?

“Aku bilang aku sudah makan roti tadi pagi – pagi sekali.. jadi tidak masalah sekarang! Lagipula dokter bilang tidak apa – apa kok, iya kan Minho hyung?” Taemin menoleh memberi tatapan mematikan – kau harus jawab iya hyung- look.

“ah? N-ne… Makanlah Taemin.. es krim itu khusus untuk orang hamil… dan tenanglah Kibum.. aku tidak memberinya sembarangan es krim…ini aman..” Minho berusaha meyakini Kibum yang kini mengepalkan tangannya kesal. Taemin nya berubah semenjak hamil, ia banyak sekali makan es krim dan biscuit. Oke memang kini Taemin terpaksa cuti kuliah, mungkin itu yang membuatnya bosan berdiam diri dirumah.

Menyunggingkan senyum nya lalu mengecup sekilas pipi Minho senang. Ia bersenandung kecil kembali menyuapi es krim itu kemulut mungilnya.

“Hmmm.. ini enak sekali hyung.. besok carikan rasa coklat cappuccino ya hyung..”

“Ia sayang…ups pelan – pelan makannya..” Minho menarik dagu Taemin, mengecup bibir Taemin alih – alih membersihkan es krim yang berada disudut bibirnya.

BLUSH

Entah kenapa Kibum merasa panas diwajahnya, ingin rasanya Jinki seperti itu, menggodanya..menyentuhnya.. ah bahkan saat ini Jinki sudah berangkat pagi – pagi sekali dan kini ia harus melihat pemandangan seperti ini didepan matanya. Shit!

“Minho..jangan lupa pesananku juga.. jangan berani pulang jika kau tidak berhasil membawanya..”

Taemin melirik hyungnya kesal, ck.. dia kan punya suami sendiri kenapa merepotkan Minho hyung sih? Menyebalkan sekali! Gerutu Taemin dalam hatinya.

“Ya… “ jawaban singkat padat dan jelas dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

Ia malas beradu mulut lagi, ini sudah dua bulan kandungan Taemin dan dia masih saja menyimpan dendam karena Taemin hamil? Ini kan bukan sepenuhnya salahnya! Salahkan Taemin terlihat begitu menggoda malam itu dan membuatnya kehilangan kendali. Lalu.. ya semuanya terjadi begitu saja. Lagipula mereka sudah menikah jadi tidak ada salahnya melakukan hal itu. Namun Tuhan berencana lain ketika menitipkan nyawa diperut Taemin. Ini adalah anugerah..dan Minho tidak menyesalinya. Ia juga sangat ingin cepat melihat anaknya dengan Taemin.

“Aku berangkat dulu…” Minho mengecup kening Taemin lembut lalu berpindah di kedua pipinya dan bibirnya.  Tidak lupa menundukkan kepala mengecup perut Taemin lama dan mengusapnya ”aegya..appa pergi ne.. baik – baik didalam oke jagoan…jangan membuat umma sakit..appa sayang aegya..” berbisik namun masih terdengar oleh Taemin dan Kibum.

Taemin mengusap rambut Minho yang masih mengecup perut datarnya dan terkekeh geli saat Minho menarik kausnya dan menciumi perutnya.

Haaaah.. Kim Kibum… malangnya nasibmu. Kibum menatap kosong sepasang suami istri ini yang sibuk bermesraan. Pikirannya melayang entah kemana rasanya ingin menangis. Rasanya ingin saat ini juga Jinki ada disebelahnya, menciumnya dan memeluknya erat. Ia menginginkan suaminya..Lee Jinki nya yang dulu.

“Hyung..” Taemin menggoyangkan telapak tangannya didepan wajah Kibum saat beberapa kali tidak menjawabnya.

“Ah.. ne?”

“Gwenchana? Wajahmu pucat hyung…apa kau sakit? Kita ke dokter kajja..” Taemin beranjak dan menarik tangan Kibum namun buru – buru dilepas.

“Aniyo… gwenchana Taemin-ah.. aku hanya sedikit lelah.. aku ingin istirahat..” lirih Kibum.

“Hyung.. aku tahu kau tidak baik – baik saja.. ceritakan padaku jika kau ada masalah…”

Taemin memijijt pelan pundak Kibum dan menatapnya lembut. Kibum hanya membalasnya dengan senyuman dan menggeleng pelan.

“Gwenchana Taemin… aku ke kamar dulu…”

Kibum memilih menyimpannya sendiri, lagipula ini adalah masalah pribadinya, sepertinya tidak etis membicarakan masalah internal suami istri meski dengan adik kandungnya.

Kibum baru berjalan beberapa langkah lalu terhenti saat Taemin memeluknya dari belakang.

“Hyung… meski aku tidak tahu ada apa denganmu dan Jinki hyung.. tapi aku menyanyangimu.. maafkan aku telah melanggar janjiku..aku sangat menyayangimu..jangan sedih ne hyung..aku janji setelah melahirkan aku akan mempercepat kuliahku dan akan lulus dengan nilai sempurna..”

Kibum menarik garis dikedua sudut bibirnya dan mengelus kepala Taemin sayang.

“Ne.. Taemin-ah terima kasih..maafkan aku membuatmu susah…aku hanya ingin yang terbaik untukmu dan Minho..janjimu kupegang..oke?”

Taemin mengangguk di pundak Kibum dan tersenyum lega..meski ia tidak tahu ada masalah apa, namun ia sangat peka dengan keadaan hyungnya. Seperti ada ikatan batin yang sangat kuat antara mereka, jika salah satu dari mereka mempunyai masalah ataupun sakit maka yang satu akan merasakannya. Seperti saat ini.. tentu saja sangat mudah bagi Taemin melihat pancaran mata Kibum yang tidak seperti biasanya.

“Gomawo hyung..”

.

.

.

“Apa aku mengganggu kalian?”

BRUK

“O-onew..ah tidak…”

Pemandangan tidak biasa di kantor. Ckck. Kim Jonghyun tertangkap basah sedang berciuman dengan sekretarisnya. Ya sekretaris yang tidak lain adalah yeoja yang tadinya tunangan Jinki. Entah bagaimana kisah mereka hingga saat Jinki dan Kibum melangsungkan pernikahan mereka sudah tampak sangat dekat. Oke dicatat seorang Kim Jonghyun yang memuja seluruh wanita cantik di muka bumi ini bisa jatuh cinta pada seorang gadis muda tomboy dan tidak berperasaan –bagi Jinki- bukankah ini sudah sepantasnya masuk rekor dunia? Oke berlebihan.. tetapi tetap saja hingga saat ini namja bermata sabit ini masih kurang mengerti jalan pikiran sahabatnya. Ck.. cinta itu ajaib bukan?

“Aku permisi sebentar…”

“Tolong bawakan kopi Amber-sshi..”

Hanya dibalas dengan anggukan lalu ia pergi. Jinki menatap sahabatnya ini takjub lalu bertepuk tangan kecil dan sedikit bersiul menggoda sahabatnya ini.

“Sudahlah.. katakan apa maumu? Ada apa tuan presiden direktur susah payah datang keruangan manajer huh?”

Berdecak malas mendengar perkataan sahabatnya ini lalu duduk di sofa. Ia hanya ingin bertukar pikiran dengan Jjong saat ini.

“Katakan kau ada masalah apa dengannya?”

Tidak perlu menjelaskan panjang lebar, Jonghyun sudah tahu pasti ini ada hubungannya dengan Kibum. Tentu saja hanya Kibum yang bisa membuat seorang Lee Jinki terlihat kusut, bahkan pekerjaan yang segila apapun tidak akan membuatnya terlihat berantakkan seperti ini.

Jinki menunduk mengacak rambutnya frustasi lalu mendengus pasrah.

“Aku tidak mengerti.. aku sangat ingin menyentuh Kibum setiap aku melihatnya.. tapi…”

“Tapi kau takut menyakitinya? Begitu?”

Jinki mengangguk mengiyakan. Betapa hebatnya persahabatan mereka bahkan Jonghyun langsung tahu apa yang dirasakan Jinki.

Terkekeh pelan lalu mendudukkan dirinya disamping Jinki.

“Kau tidak akan menyakitinya jika kau melakukannya dengan lembut.. aku dengar melakukan sex itu baik saat sedang hamil….” Jonghyun berbisik.

“Benarkah? Ah tidak.. aku takut menyakitinya.. apalagi ini baru berjalan bulan kedua usia kandungannya..dan… ah entahlah.. rasanya sangat sulit dan belakangan ini…

“Belakangan ini ia berusaha mencari perhatianmu..ckck.. Lee Jinki yang jenius memang sangat bodoh jika berurusan dengan cinta…” Jonghyun menggelengkan kepalanya.

Dibalas dengan sikutan dilengan Jonghyun. Ia juga tidak mengerti.. oke dimata Jinki, Kibum semakin terlihat memikat saat hamil. Err.. ini bukan sekedar pikirannya yang pervert, namun saat itu, baru saja mereka melakukan foreplay, tiba – tiba Kibum meringis sakit diperutnya. Jantung Jinki serasa mencelos melihat Kibum saat itu. Ia menghentikannya lalu membawa Kibum ke dokter. Saat itulah dokter juga bilang kandungan Kibum lemah, tentu saja saat itu Kibum tidak tahu pembicaraan mereka. Sejak saat itu juga Jinki lebih berhati – hati menyentuh istrinya. Meski ia sangat ingin menyentuh istrinya, bercinta dengannya.

Namun saat ini yang lebih penting adalah kandungan Kibum. Ada nyawa disana..buah hati mereka.

“Onew..sudahlah.. aku yakin Kibum sangat sedih dengan perubahan sikapmu.. setidaknya pikirkan perasaannya.. lakukanlah dengan lembut…mungkin saja saat itu Kibum sedang kelelahan..”

Mendengus pasrah mendengar jawaban sahabatnya ini. Ia tidak yakin bisa sesabar itu melihat Kibumnya terlihat menggoda dan membuatnya tidak sengaja menyakitinya dan aegya mereka. No!

KLIK

Amber memasuki ruangan dan meletakkan tiga gelas kopi dingin dimeja. Jinki menatap amber dari atas sampai bawah lalu tersenyum meledek.

“M-mwo?” Tanya gadis ini ketus.

“Kau..manis juga memakai pakaian wanita.. baguslah.. ternyata kalian memang sangat cocok..lebih baik secepatnya kalian menikah…ckckck…”

BLUSH

Wajah Amber memerah mendengar kata pernikahan. Ia belum siap, jujur saja ia mencintai Jonghyun. Sangat mencintainya karena ternyata Jonghyun adalah cinta masa kecilnya. Seseorang yang memberikannya skateboard biru laut itu. Mungkin ini yang dinamakan takdir. Jonghyun yang juga tertarik dengan keunikan gadis ini dari awal ditambah fakta bahwa gadis ini adalah juga cinta pertamanya. Tidak butuh waktu lama untuk mereka menyatakan perasaan masing – masing meski penuh dengan pertengkaran.

“Tentu saja kau tunggu undangan kami oke?” jawab Jonghyun enteng seraya melirik gadis yang kini semakin bersemu merah menutupi wajahnya dengan menunduk dalam.

Menaikkan jempol kanannya, Jinki berlalu dan sekilas menepuk bahu Amber yang masih menunduk memainkan jemarinya. Jujur saja ini bukan dirinya, ia tidak seperti ini. Memalukan menerima kenyataan ternyata dia sama saja dengan wanita kebanyakan yang terlihat sangat bodoh saat jatuh cinta.

“Jagiya… jangan menunduk seperti itu.. kau sangat aneh jika seperti itu huh..”

BUGH

Tonjokan diperut ratanya. Sial sekali aneh katanya? Tidak tahukah bagaimana berdebar jantungnya saat mendengar kata ‘pernikahan’ rasanya seperti mimpi saja.

“Awww…” Jonghyun meringis kecil, berpura – pura hal itu sangat sakit dan terduduk di sofa.

“Jangan berpura – pura! Itu sama sekali tidak sakit!”

“Aww..” Jonghyun semakin mengelus perutnya bertingkah ini benar- benar sakit.

Amber mendekat dan melihat keadaan Jonghyun yang sepertinya benar – benar sakit, padahal ia tidak merasa memukulnya dengan kuat. Biasanya saja lebih kuat dari itu dan tidak apa – apa.

Chuuu~

Kecupan singkat di pipi yeoja ini.

Uh..sial..Kim Jonghyun.. aku tidak akan pernah mempercayaimu.

“Bodoh!” Amber kini mencubit lengan Jonghyun dengan wajah merona menahan malu dan amarah karena dipermainkan.

“Kau mencintai si bodoh ini…” tersenyum lebar menaik turunkan alisnya lalu membuka lengannya lebar meminta pelukan.

“Tentu saja.. karena kau bodoh…..”

Memeluk kekasihnya ini dan mengecup rambutnya sayang. Perbedaan, itu sangat terlihat mungkin antara keduanya. Tapi siapa sangka perbedaan itu luntur karena sebuah persamaan besar…. saling mencintai.

=====***=====

”uhhh…”

Namja cantik ini merungut kesal, entah keberapa kalinya ia menengok keluar jendela memastikan apakah nampyeonnya sudah pulang atau belum. Ia kesal sekali semakin kesini jam pulang Jinki semakin malam. Apakah sekeras itu? Jika ia meminta bekerja juga selalu dilarang. Lalu kini ia harus berdiam diri dirumah tidak melakukan apapun selain tidur, makan, bermain piano bahkan bertengkar kecil dengan Taemin. Namun etap saja.. sometimes he feels so lonely. Mungkin juga pengaruh kehamilannya ia menjadi lebih sensitive, mudah kesal dan semakin keras kepala. Ini bukan hidupnya.. sangat membosankan.

”Aegya.. apa kau merindukan appamu? umma juga huh…. bagaimana kalau kita hukum dia?”

Ia mengelus perutnya yang masih rata dan tersenyum manis. Hanya ini satu – satunya penyemangatnya. Ia juga merindukanYoogeun, ia dan Jinki sedang mengurus surat pengadopsian Yoogeun. Ternyata tidak semudah itu mengadopsi anak meski pada dasarnya panti asuhan itu adalah milik Jinki. Banyak persyaratan yang harus mereka penuhi. Setiap pekan mereka menjenguk Yoogeun namun pekan ini tidak karena Jinki harus keluar kota.

Namja cantik ini mendengar suara mesin mobil lalu ia melihat dari balik tirai dan benar itu ternyata suaminya. Ia bergegas masuk kekamar dan menjalankan rencananya kali ini. Tidak boleh gagal.. mungkin ini gila tapi ia sangat ingin melakukan ’hal itu’ dengan suaminya.

Jinki memasuki rumah seraya melonggarkan dasinya, menyampirkan jasnya di lengannya dan menenteng tas kerja. Ia tampak sangat lelah malam ini. Ia terjebak macet tadi karena ada kecelakaan yang tepat terjadi didepannya dan ia membawa korban kecelakaan kerumah sakit. Ia memutuskan tidak menghubungi Kibum karena takut istrinya ini akan sangat khawatir dan menyusulnya kerumah sakit. Terkadang Kibum adalah seseorang yang tidak berpikir panjang jika sudah panik. Itu akan membahayakan janinnya dan Jinki tidak ingin hal itu terjadi.

CKLEK

”Kibummie……” Jinki mencari kepelosok kamar namun ia tidak menemukannya. Ah ya mungkin saja dikamar mandi. Belum sempat ia melangkahkan kakinya untuk mengetuk pintu itu terdengar teriakan Kibum.

”Aaarghh….”

BRUK

”Kibummie?!!! ada apa?!”

Jinki baru saja ingin membuka pintu itu lalu Kibum keluar dan berlari memeluknya yang sudah berada didepan pintu. Kibum memeluknya dalam keadaan…. naked. Ya tanpa sehelai benangpun. Apa yang ia lakukan jam segini? mandi? Ini sudah terlalu malam untuk melakukan aktifitas yang disebut mandi.

”Shhh.. ada apa sayang… kenapa kau tidak berpakaian?” Mati-matian Jinki berusaha menahan hasratnya saat mengelus punggung mulus itu dan memilih memandang lurus kedepan. Oh bahkan aroma tubuh Kibum jelas tercium dihidungnya. Manis… membuatnya semakin.. arghh Jinki hentikan! Ingatlah pesan dokter. Jinki menahan nafasnya lalu membuanngnya perlahan, meski ia dapat rasakan tubuh Kibum yang menempel sempurna ditubuhnya.

”Jinki… ada serangga… aku takut..” Kibum menahan senyumnya disela pelukannya, semakin mengeratkannya. Berharap suaminya ini tergoda. Ini salah satu cara mungkin agar ia bisa ’melakukannya’. Entahlah.. mungkin ini permintaan aegya? tidak pernah rasanya sebesar ini.. errr.. yasudahlah lagipula ini wajar kan jika kau merindukan sentuhan suamimu sendiri yang tiba – tiba saja berubah menjadi sedikit dingin. No passionete kiss no morning kiss no hickey.

”Kibummie.. tidak apa – apa serangganya sudah tidak ada.. sekarang pakailah bajumu.. aku akan mandi dulu lalu kita tidur ne..”

Kibum menggeleng kuat di lekukan leher Jinki, menolaknya. Tentu saja ia sudah sejauh ini, kenapa suaminya hanya bereaksi seperti itu huh? Apa tubuhnya sudah tidak menggoda lagi? Kibum baru menyadari ada aroma parfum lain ditubuh Jinki. Ini bukan parfum yang biasa ia pakai. Kibum memundurkan tubuhnya lalu menghirup kemeja Jinki, namja tampan ini bingung melihat tingkah Kibum.

”Ada apa.. hey-

SRET

Kibum menarik kerah Jinki, hingga kini wajah mereka hanya beberapa inchi.

”Katakan padaku.. siapa? kau berselingkuh? kau tidur bersamanya? kau pulang malam karena ini? kau- hhmmfttt..

Jinki menutup bibir cherry itu dengan bibirnya. Sudah ia duga akan seperti ini jika Kibum salah paham. Masalah semakin panjang, lagipula ia tidak tahan melihat Kibum yang – damn! so sexy- bertelanjang diri didepannya. Mengulum bibir itu lembut menarik pinggang Kibum mendekat pada tubuhnya, menekan bokongnya sehingga kini bagian vital mereka bersentuhan.

”Ahhh….henti-..ahh Jinki…”

Jinki memperdalam ciumannya, mengangkat kedua kaki namja cantiknya untuk melingkar di pinggangnya lalu membawanya keranjang. Membaringkannya dan menindih tubuh polos itu. Bertumpu pada lutut dan kedua sisi tangannya terus memperdalam ciumannya mengabaikan Kibum yang memukul dadanya meski itu tidak berarti apa – apa baginya.

Tes

Tes

Aliran sungai kecil turun dari pipi Kibum. Ia merasa dikhianati, sakit sekali dan konyol saat kau begitu menginginkan suamimu ternyata ia berselingkuh. Ya apa namanya jika bukan berselingkuh jika ada parfum lain yang menempel di tubuh suamimu huh?

Jinki melepas tautan bibirnya lalu menatap Kibum dalam yang kini matanya sudah memerah menahan isakkan yang keluar dari bibirnya.

Jinki menghela nafas berat lalu menelusupkan kepalanya dileher Kibum dan berbisik.

”Aku tidak selingkuh.. dan tidak akan pernah.. percayalah.. tadi aku menolong seorang perempuan yang ditabrak taksi dan aku menggendongnya lalu membawanya kerumah sakit, jika kau tidak percaya lihatlah jasku ada noda darahnya.. kau percaya padaku kan Kibummie?”

Menatap matanya dalam, Kibum tahu tatapan itu tidak pernah berbohong. Jinki tersenyum lalu menghapus sisa airmata yang mengalir disudut mata Kibum. Mengusap pipi itu dengan jemarinya. Kibum hanya mengangguk lalu beberapa saat kemudian memejamkan matanya saat Jinki kembali menciumnya.

Kesempatan ini tidak ia sia – siakan lagi, mengangkat dengkulnya dan menekan ’milik’ Jinki dari balik celana bahannya. Tangannya bergerak membuka gesper yang masih melingkar dipinggang Jinki.

”Ahh.. Kibummie… jangan.. cukup..” Ia menahan tangan Kibum lalu beranjak meninggalkan namja cantik ini yang terperangah heran.

WHAT?

Apa ini penolakan lagi? Apa yang kurang? ia sudah naked didepan suaminya. Ulangi.. NAKED. Biasanya hanya melihat bahunya atau kakinya saja ini akan berhasil menggodanya. Namun kali ini?

SRET

Kibum menarik Jinki lagi dan membuat Jinki terbaring dikasur. Ia menduduki perut Jinki dan meremas kerah kemejanya.

”Ige mwoya? ada apa denganmu? kau mengabaikanku? Apa aku ada salah? katakan?!”

Ia ingin meledak, namun Jinki menatapnya lembut dan mengusap lembut pipi namja cantik ini.Ia mengambil tangan Kibum yang bergetar dikerahnya dan menciumnya. Kibum benar – benar tidak mengerti dengan tingkah suaminya ini. Sebenarnya apa yang terjadi?

Menarik tubuh Kibum hingga kini tubuhnya terbaring sempurna diatas tubuhnya. Wajah Kibum memerah dan jantungnya berdegup sangat cepat ketika mata itu kembali menatapnya sangat dalam.

”Kibummie… ada apa denganmu huh? kau merindukanku? Maaf.. aku hanya tidak ingin menyakitimu dan uri aegya… aku..”

Kibum mencium Jinki mengehentikan kata – katanya. Tidak ingin menyakitiku katanya? huh.. dia sudah menyakitiku dengan mengabaikanku selama ini. Jinki terkejut namun memilih membalas ciuman istrinya, perlahan membalik posisi mereka, kini Kibum berada dibawahnya.

Semakin dalam, ia tidak juga melepas tautan bibir itu.

”Ahh.. Jinki.. ahh please…”

”Kibummie… aku tidak bisa menahannya lagi..”

”nghhhh..”

Kibum mengerang saat Jinki menuruni ciumannya kini di lehernya, ia mengangkat lehernya memberikan akses lebih. Mulutnya sedikit terbuka dan matanya terpejam menikmati cumbuan Jinki. Jinki beranjak lalu membuka semua pakaiannya hingga ia totally naked.

Matanya menatap tubuh Kibum saat  membuka seluruhnya. Lalu kembali menindih tubuh kurus itu dan tersenyum lembut.

”Kibummie.. kau yang memulainya… aku akan menghukummu karena berusaha menggodaku…”

”Lakukan… aku merindukanmu… sentuh aku…”

Jinki tersenyum lagi, lalu mengecup kening Kibum lama. ”Aku juga merindukanmu…”

Lagi mengecup bibir itu lama, menghisap bibir bawah Kibum, tangannya yang bebas mengelus pinggang Kibum dan perut datarnya.

Tiba – tiba ia menunduk dan mengecup perut Kibum berkali – kali.

”Aegya… maafkan appa ne… appa akan pelan – pelan.. baik – baik disana ne?”

Kibum tersenyum. mengusap rambut Jinki. Ciuman Jinki naik dari perut hingga ke nipple Kibum. Mengecupnya, membasahinya dengan salivanya. Kibum semakin membusungkan dadanya meminta lebih.

”ahhh… Jinki….”

Kembali mencium bibir cherry itu dan jemarinya bermain – main di nipple Kibum yang mengeras. Menekannya dengan ibu jarinya. Mendesah bersamaan saat ‘milik’ mereka bersentuhan satu sama lain.

Nafas Jinki terengah, lau berbisik ”Aku akan pelan – pelan.. kau diam saja malam ini…”

Tangan Jinki turun, membuka lebih lebar kaki Kibum dan mengelus paha bagian dalamnya. Kibum mengerang tertahan, ini menyiksanya.. ia ingin disentuh.. sekarang!

”Jinki..please…ahhh….”

Menekan ujung member Kibum yang sudah ada cairan diujungnya. Tersenyum simpul, Jinki mengurutnya perlahan lalu mulutnya mengulum nipple Key. Mendapatkan dua sensasi sekaligus. Kibum meremas seprai dan menggigit bibirnya menahan desahannya.

“Jangan ditahan sayang.. let it out…”

“ahhh..”

Kibum mencengkeram bahu Jinki. Betapa Jinki merindukan namja cantiknya, istrinya. Ia juga tidak bisa bohong jika selama ini ia menahan hasratnya.

”Ketahuilah.. aku sangat ingin menyentuhmu.. namun aku terlalu takut.. uri aegya.. jaga dia baik – baik Kibummie…”

Mencium tengkuk Kibum bermain – main di pundaknya, mengecupnya berkali – kali.

”Dan aku takut tidak bisa mengotrol diriku lagi… seperti sekarang… maafkan aku… aku selalu mencintaimu… Kibummie…..”

Mengangguk pasrah mendengar setiap kata cinta dan rindu yang keluar dari mulut suaminya. Betapa ia sangat menginginkan ini.

Perlahan dan sangat lembut Jinki berusaha tidak menindih Kibum terutama perutnya. Ia menumpu tubuhnya menahan berat badannya. Terus mencium dan membuat tanda di tubuh Kibum tanpa henti.

Hingga saat mereka menyatukan tubuh mereka, Jinki masih memperlakukan tubuh Kibum dengan hati – hati. Peluh membanjiri tubuh mereka. Jinki membaringkan tubuhnya disamping Kibum dan menarik istrinya ini kepelukannya. Kibum mendengar sangat jelas detak jantung suaminya seperti melodi yang indah.

“Jumuseyo Kibummie….”

“Terima kasih Jinki.. aku mencintaimu..”

Uhhhh.. mengeratkan pelukannya, membuat Kibum meringis.

”Kau manis sekali jika seperti ini.. rasanya lebih baik aku menunggumu mengundangku..”

Dibalas dengan pukulan didadanya, Jinki terkekeh kecil dan mengecup pucuk kepala Kibumnya sayang. Mengusap punggung Kibum, hingga ia tertidur lelap dipelukannya.

=====***=====

Lalu apakah semua sudah berjalan lancar? Belum… Terrnyata Kim Kibum tetaplah Kim Kibum.. ia masih menyimpan dendam pada adik iparnya setiap melihat Taemin yang kesusahan yang perutnya sudah terlihat membesar.. waktu terus berlalu tanpa sadar usia kandungan Taemin sudah menginjak 5 bulan dan Kibum 4 bulan.

”Aigo.. perutku sudah besar… ah aegya cepatlah lahir… umma appa menunggumu..” Taemin mengelus perutnya lembut. Saat ini ia sedang duduk dilantai kayu baru saja menjalani senam hamil dengan instruktur senam hamil yang spesial didatangkan oleh Jinki.

Taemin sudah meng-USG anaknya, positif anaknya laki – laki. Kibum belum sempat ke Rumah sakit karena padatnya jadwal Jinki, sedangkan ia tidak mau pergi kesana sendiri ataupun ditemani Taemin. Ia ingin pergi bersama Jinki. Tapi jika dipikir lagi.. bagaimana jika tidak usah di USG? ini akan menjadi kejutan kan? Toh tidak masalah dengan apa jenis kelamin anak mereka nanti. Namja ataupun yeoja, ia menerimanya asal sehat.

”Taemin… mana Minho? kenapa belum pulang juga? ia kan harus membawakan pesananku?”

”Molla hyung… mungkin masih diperjalanan.. aish jinjja… sampai kapan kau menyiksa suamiku hyung…”

Kibum mengabaikan Taemin lalu beranjak untuk berdiri bermaksud mengambil air putih. Ia merasa tenggorokannya sangat kering. Sedangkan Taemin masih asik dengan monologue nya. Dokter bilang bicara pada bayi yang berada dalam kandungan itu sangat bagus. Selain itu mempererat hubungan antara umma dan aegya.

”Ummaaaaaaaaaa~!!!”

Samar – samar Kibum mendengar teriakan Yoogeun, atau dia salah dengar? buru – buri meletakkan gelasnya dan mencari arah sumber suara.

”Kyaaaa..umma….~!!”

”Yoogeun-ah~~!!”

HUP

Kibum menggendong Yoogeun kedalam pelukannya dengan susah payah, well perutnya memang belum begitu besar, namun ia agak cepat lelah berbeda dengan Taemin.

”Yah.. yah… kalian melupakanku huh? mana pelukan untuk appa?”

Jinki tak lama datang dengan membawa banyak barang seperti koper dan barang – barang Yoogeun lainnya. Menyuruh pelayan membawanya ke kamar yang telah dipersiapkan sebelumnya.

“Miss me?” Jinki mengecup pipi Kibum sekilas.

Kibum mempoutkan bibirnya dan menggerutu ”Kenapa tidak bilang Yoogeun datang hari ini? kenapa tidak mengajakku? waeeee?” Kibum menatap Jinki sinis.

Taemin menggeleng melihat kelakuan hyungnya, ckck.. bagaimana bisa ia seperti itu sekarang? kekuatan hamil memang luar biasa,pikirnya.

”Hai baby… bagaimana senamnya?” kini Minho yang tak lama datang dengan membawa banyak bungkusan pesanan Kibum dan Taemin. Es krim dan cokelat aneka rasa. Mengecup kening Taemin sayang dan perutnya.

Seriously.. sebenarnya mereka berdua sama – sama tidak normal… tak jarang Jinki dan Minho saling mencurhatkan kelakuan istri masing – masing. Oh jangan lupa mereka ( Kibum dan Taemin) jadi mudah horny belakangan ini. Mereka hanya tertunduk lemas saat bercerita ternyata Kim bersaudara ini tidak berbeda. Hanya saja mendapatkan mood istri – istri mereka yang dalam keadaan baik itu sangat sulit. saat ingin melakukannya, terkadang istri mereka akan marah – marah tidak jelas. Entahlah.. ini benar – benar aneh.

”Ya Choi Minho.. kau bawa pesananku? mana?”

”gezz… iya sudah… jinjja kau masih saja semakin gila.. makan coklat itu juga bisa membuat anakmu besar didalam juga kau tahu!”

”Katakan itu pada istrimu!!”

Jinki dan taemin hanya menggeleng pasrah. Lalu Jinki mengambil Yoogeun dari gendongan Kibum.Sepertinya Yoogeun sudah mengantuk karena ia tampak menguap.

”Shh.. Kibummie.. sudahlah.. ayo kita bawa Yoogeun kekamarnya..ia sudah mengantuk sepertinya..”

Well ini baru jam 7 malam, namun sepertinya Yoogeun sudah kelelahan karena hari ini semangat sekali mengepak barang – barangnya bersama para suster tadi. Yoogeun sempat sedih meninggalkan teman – temannya namun Jinki berjanji akan sering datang mengunjungi mereka.

.

.

.

”Dia sudah tidur?” Jinki mengintip dibalik pintu melihat Kibum yang juga sudah tertidur memeluk Yoogeun dari samping. Jinki menghamipiri keduanya. Seperti melihat jelmaan malaikat yang tertidur dengan damai. Indah…. orang – orang yang sangat ia cintai berada didepannya.

Mengelus pipi Yoogeun lalu mencium pipinya. Beralih ke pipi sang istri, kali ini menciumnya berkali – kali lalu mengecup bibir nya berkali  kali. Tertawa kecil melihat perbuatannya. Tak tega rasanya ia membanguunkannya tapi mau bagaimana lagi? Ia harus minum susu hamilnya sekarang.

”Kibummie… baby… ireona….” Jinki menempelkan hidungnya dengan hidung namja cantik ini, menggesek – geseknya membuat Kibum sedikit merengut.

”Hmm….aku mengantuk…”

”Hey… Kibummie.. uri aegya lapar… lihat.. omo omo! dia bergerak!” Jinki menyentuh perut Kibum beradegan seolah bayi mereka bergerak – gerak. Kibum tertawa pelan melihat tingkah lucu suaminya ini, gezzzz tidak bisa dipercaya.. ia saja yang mengandung tidak merasakan gerakan apa –apa.

”Tapi aku mengantuk.. aku tidak kuat berjalan yeobo….”

HUP

Jinki menggendong Kibum brydal style, melingkarkan tangan Kibum di lehernya. Lalu berjalan perlahan menuju dapur. Kibum menyusupkan kepalanya di leher Jinki, hangat… Ia bahagia mendapatkan suami seperti Jinki. Jinki selalu sabar menghadapinya meski ia bertingkah sangat menyebalkan.

”Nah duduk sini ne.. aku buatkan susu nya..”

Jinki mendudukkan Kibum di counter dapur, lalu mengambil gelas dan menyeduh susu untuk istrinya. Imut sekali Kibum dimata Jinki, mengayunkan kakinya kedepan dan kebelakang dengan kaus tidur selutut dan kini naik sepaha tanpa celana pendek. Mengekspos kakinya yang indah. Ah Jinki! jangan mulai.. gezz.. ia tidak habis pikir kenapa Kibum semakin hari terlihat semakin menggairahkan.

Ia mengaduk susu yang sudah diseduh itu lalu menatap Kibum yang juga menatapnya dan saling melemparkan senyuman. Tak lama kemudian memberikan susu vanilla itu.

Jinki menatap Kibumnya yang meneguk susu, sedikit merembes dari sudut bibirnya dan menetes hingga kelehernya.

GULP

Jinki.. apa yang kau pikirkan huh? Jinki mengalihkan pandangannya lalu membuka kulkas, mencari cemilan. Sepertinya itu membantunya mengalihkan pikirannya. Ia mengambil beberapa cokelat Kibum.

”Baby.. ini cokelatmu.. kenapa rasanya aneh? bagaimana kau bisa menyukainya?” Jinki menyesap coklat itu mengernyitkan keningnya. Apa ini? cokelat rasa lemon? istrinya ini memang positif aneh.

Kibum menjetikkan telunjuknya menyuruh Jinki mendekat. Ia melebarkan kedua kakinya membuat kausnya semakin terangkat. Jinki menurut lalu beberapa saat kemudian Kibum menariknya, melingkarkan tangannya dilehernya dan melingkarkan kedua kakinya di pinggangnya.

Tidak butuh waktu lama, Kibum melumat bibir tebal Jinki yang masih ada jejak cokelat lalu membuka mulut Jinki dengan lidahnya. Merasakan coklat yang masih berada dimulutnya. Lidah itu menjilat semua coklat yang berada di mulut Jinki. Jinki tersenyum disela ciumannya lalu memeluk Kibum dan menngendongnya bermaksud membawanya kedalam kamar, bisa gawat jika ada yang melihat mereka.

”Get a room please..”

Crap?!

Suara Minho memecahkan suasana, baru saja Jinki akan mengangkat Kibum. Memilih diam lalu melanjutkan ciuman mereka tanpa mempedulikan decakan malas Minho yang sedang membuka kulkas. Jinki lantas menggendong Kibum dan membawanya ke kamar.

Kini Jinki duduk diatas kasur dan Kibum masih diatas pangkuannya, saling berhadapan.

”Hmmm…”

Masih sibuk melumat dan menghisap bibir masing – masing, sepertinya ciuman kali ini sangat lama. Kibum melepas tautan bibirnya lalu menjilat ujung bibirnya. Sungguh itu terlihat sangat sexy dimata Jinki.

”Bagaimana? apa masih tidak enak?”

Kibum mengerling nakal mengusap bibir tebal Jinki dengan telunjuknya lalu menusuk – nusuk pipi Jinki gemas.

”Enak.. sangat enak…” Jinki tersenyum dan menatap istrinya ini. Memainkan hidungnya dengan hidung namja cantiknya. Kibum berinisiatif bergerak, dan menggesek bagian senitif mereka. Ups… sepertinya ’milik’ suaminya sudah mengeras. Jinki menggigit bibirnya dan menyipitkan matanya yang sudah sipit (?).

“Kau menggodaku euumhhh….”

“Kyaaa…”

Jinki merebahkan tubuhnya dan Kibum berada diatasnya kini. Saling memandang dan tersenyum. Jinki menatap bibir cherry itu lalu menarik tengkuk Kibum memperdalam ciumannya. Bibir Kibum yang selalu menjadi candu baginya.

BLUSH

Kibum merona namun melanjutkan ciumannya dan membuka kancing piyama Jinki satu persatu, meraba dada bidangnya. Tangan Jinki tidak tinggal diam, ia meremas bokong Kibum gemas, lalu mengusap punggungnya. Tidak lama mereka sudah sama – sama naked. Jinki mengecup leher putih Kibum membuat tanda kemerahan disana, menghisap collarbone Key membuatnya medesah, dan Jinki menyukai desahan istrinya. Menuruni tulang dada Kibum dan menghisap nipple Kibum tangan sebelahnya menekan nipplenya.

”Ride me tonight baby..”

Jinki mengangkat pinggang Key naik turun seirama. Tangan Kibum diatas perut Jinki. Peluhnya memenuhi keningnya namun mata mereka tidak saling melepaskan satu sama lain. Tangan Jinki lalu berpindah mengurus ’milik’ Kibum yang sudah mengeras. Jinki menatap Kibum lalu berkata ”I love You..” Demi Tuhan, Jinki bersumpah pemandangan didepannya adalah yang paling indah. Tubuh cantik itu sangat jelas didepannya dengan wajah menahan hasrat dan peluh yang memenuhi sekujur tubuhnya. Rasanya saat kulit mereka bersentuhan seperti ada aliran listrik kecil menggelitik tubuh keduanya.

”ahhh…”

”Jinki…”

”Kibummie..”

Keduanya mendesah bersamaan saat mencapai klimaks masing – masing. Kibum terjatuh diatas tubuh Jinki, nafasnya terengah, masih ia rasakan cairan hangat itu didalam dirinya. Namun ’milik’ Jinki masih didalam tubuhnya. Jinki memutar tubuh mereka dan Kibum kini berada dibawahnya. Mengusap peluh dikening namja cantiknya tanpa melepaskan matanya yang menatap mata kucing itu.

”Lelah huh?aigooo… mianhae… sekarang tidurlah…” Jinki mengecup kening Kibum lama. Lalu bergerak mengeluarkan miliknya perlahan membuat Kibum meringis pelan saat tak sengaja miliknya tersentuh lagi.

”Atau mau ronde kedua huh?”

Kibum menyipitkan matanya tidak percaya dengan perkataan suaminya ini, horny Jinki is still horny Jinki.

Jinki terkekeh lalu menunduk mengecup perut Kibum dan mengelusnya.

”Aegya.. cepatlah lahir ne… appa tidak sabar.. ah dan tumbuhlah sehat..kau pasti cantik seperti ummamu dan tampan seperti appamu ini.. ”

”Yeobo… bagaimana bisa ia tampan dan cantik..” suara Kibum pelan karena masih lelah.

Jinki menempelkan telinganya di sisi perut Kibum lalu mengangguk pelan dan tersenyum lebar.

”Menurutku anak kita ada dua… mereka kembar… ”

”Jinki…”

Terkadang suaminya ini bisa sangat aneh. Kibum memilih diam dan menutup matanya, tak bisa ia bayangkan jika ia benar – benar memiliki anak kembar. Dua anak? Ani.. ada Yoogeun.. berarti tiga anak? Hidupnya pasti akan sangat ramai. Memikirkannya ia hanya bisa tersenyum dan ya.. ia tak pernah menyesali ini semua. Jinki… pernikahannya..kehamilannya..hidupnya.

”Jumuseyo sayang…”

Memeluk istrinya ini erat dan terus mengusap perut Kibum hingga Kibum benar – benar tertidur lelap dalam pelukannya. Senyuman tak pernah hilang dari bibirnya dan berkali – kali mengecup pucuk kepala istrinya.

=====***=====

4 bulan kemudian..

”Hyung… ahhhh sakit…”

”Taemin- ah! Wae? Perutmu sakit? Omo!! Minhooo! Yeobooo!!”

Keadaan rumah sekejap ramai mendengar teriakan Kibum. Ia panik saat melihat Taemin meringis kesakitan saat mereka sedang bersantai diruang TV berdua. Tak lama Minho dan Jinki datang, Minho langsung menggendong tubuh Taemin dengan wajahnya yang sangat pucat. Taemin meremas kuat lengan Minho dan merintih kesakitan.

”Taemin.. bertahanlah.. kita segera kerumah sakit! Hyung tolong bawa mobilnya…”

Jinki kemudian mempercepat langkahnya mengambil kunci mobil. Ia hanya bisa terkejut dan pucat melihat Taemin, memikirkan bagaimana jika nanti Kibum juga seperti itu. Wajahnya tidak kalah pucat dengan Minho saat ini.

”yeobo! Aku ikut!”

Tidak ada waktu.. Jinki tidak bisa melarang Kibum yang juga dengan perut besarnya ikut memasuki mobil. Lalu mereka berempat pergi menuju Rumah Sakit terdekat.

Satu jam sudah Taemin didalam, dan satu jam sudah Minho berjalan mondar – mandir mengepalkan tangannya sesekali mengerang kesal karena suara isakkan bayi itu belum juga keluar. Kibum terisak pelan mulai khawatir dengan keadaan adiknya saat ini. Melihat wajah Taemin yang kesakitan tadi membuatnya sangat takut. Ia meremas jemari Jinki kuat yang menggenggamnya. Jinki menarik Kibum kedalam pelukannnya dan berkata semua akan baik – baik saja namun tiba – tiba Kibum juga merasakan sakit diperutnya.

”Arghhh…”

Jinki terlonjak begitu juga Minho yang menoleh melihat Kibum yang memegang perutnya.

”Kibummie.. wae? Perutmu kenapa? Kibum.. Kibum…!”

Kibum terkulai tak sadarkan diri, Jinki menepuk pipi Kibum agar terbangun namun percuma, ia sudah pingsan dan wajahnya benar – benar pucat saat ini. Jinki membawa Kibum panik dan berteriak meminta tolong pada suster. Lalu tak lama Kibum dibawa keruang operasi tepat berada disamping Taemin.

Istri anda sepertinya akan melahirkan.. ini masih belum waktunya.. tetapi bayinya sudah mendesak jika tidak dilakukan sekarang maka akan membahayakan nyawanya. Saya butuh persetujuan anda untuk mengoperasinya sekarang. Namun…..  saya tidak yakin bisa menolong ketiganya..

Jantung Jinki seperti berhenti berdetak saat itu juga. Tiga? Ya ia bilang tiga karena nyatanya anak yang dikandung Kibum kembar. Ia shock sekaligus bahagia..tetapi kenapa? Ada apa dengan Kibummie? Bukankah keadaannya baik – baik saja? Jinki bersikeras menyuruh Dokter itu menyelamatkan semuanya, tanpa terkecuali. Keadaannya lebih berantakkan dari pada Minho. Jinki menerobos, memaksa masuk kedalam ruangan. Dokter akhirnya memperbolehkannya asal ia tenang dan mereka akan mencoba yang terbaik.

Sedangkan isakkan bayi sudah terdengar dari ruangan Taemin. Ya.. Minho kini bergegas memohon masuk dan ia diijinkan. Melihat Taemin yang berkeringat dan tersenyum simpul. Minho mendekat menggenggam tangan Taemin dan mencium keningnya.

”Anak yang tampan tuan..”

Taemin meneteskan airmatanya melirik bayi yang sedang dibersihkan suster.

”Terima kasih Taeminnie… jeongmal… ”

.

.

.

”Kibummie.. sadarlah…”

Jinki terus memanggil Kibum yang terbaring lemah, belum membuka matanya. Wajahnya tampak sangat pucat. Ia tidak bisa dioperasi jika belum sadarkan diri ini membahayakannya. Namun jika tidak segera dikeluarkan bayi yang ada diperut Kibum akan membahayakan ketiganya. Jinki bersikeras meminta sedikit waktu menyadarkan Kibum. Ia yakin istrinya kuat.

”Nghh..Jinki…”

Kibum membuka matanya merasakan nyeri itu lagi menyeruak di perutnya. Jinki terlonjak lalu menatap Kibum dengan ekspresi yang sulit diungkapkan.

”Kibummie.. bertahanlah.. kau akan melahirkan sekarang… aku disini menemanimu..”

”Tapi..ini belum saatnya Jinki..ahh..” Kibum merintih lagi kali ini semakin sakit.

”Tuan..kita akan mulai.. silahkan anda tenangkan istri anda, buat ia terjaga selama operasi ini..”

Jinki megangguk mantap lalu kembali menggenggam erat tangan Kibum yang terasa sangat dingin. Jika ia bisa berbagi rasa sakit itu ia akan memikulnya. Sangat sakit melihat Kibum merintih kesakitan.

”Kibummie.. sayang.. jangan tertidur.. tetaplah disini bersamaku.. lihat aku sayang.. kau pasti bisa..”

Jinki terus mengajak Kibum bicara mengusap peluh dikeningnya. Mengusap pipi Kibum dengan tangan yang gemetar. Hatinya seperti teremas kuat melihat orang yang sangat ia cintai menderita..kesakitan.

”ahh..sakit..Jinki…”

”Dok.. utamakan keselamatan istri saya..”

”Andwae..Jinki..selamatkan anak..ki..ta..ahhh..”

Kibum menggigit bibirnya kencang menahan sakit. Lalu tak lama obat bius bekerja pada tubuhnya dan ia sudah tidak merasakan sakit. Namun tiba – tiba detak jantungnya melemah.

”Dok! Detak jantung pasien melemah..!”

DEG

Jinki benar- benar tidak tahu harus bagaimana, Kibum menutup kedua matanya. Tidak..Kibum sadarlah.. bangunlah.. anak kita membutuhkanmu.. Jinki terisak menahan air matanya, dadanya bergerak naik turun menahan sesak yang menyerang. Dokter menyuruhnya menyingkir sebentar lalu memasang alat pemacu jantung di dada Kibum.

Sekali hentakan..

Masih belum.. detaknya semakin melemah

Dua kali hentakan..

Tiga kali hentakan..

Detak jantungnya kembali berangsur normal. Jinki kembali mendekat menggenggam tangannya. Dokter kembali mengambil pisau lalu menyayat perut Kibum meski Kibum belum sadarkan diri. Jinki terus memanggil nama Kibum, menepuk pipinya. Tangannya masih gemetar dengan suara parau ia terus memanggil nama istrinya. Betapa leganya hatinya saat perlahan mata kucing itu kembali terbuka dan menatap nya.

”Kibum.. bertahanlah.. aku disini…”

.

.

.

”Hyung.. bagaimana keadaan Key hyung..?”

”Dia masih istirahat sayang.. tenanglah… dokter bilang keadaannya semakin membaik..”

”Anakku!!!!!! Mana cucuku yang tampan?!”

Taemin dan Minho terlonjak kaget mendengar sang appa datang dan berteriak. Terlihat gusar dan membawa banyak kado. Yang benar saja.. bahkan ia membawa mainan! Apa ia lupa anak mereka masih bayi bahkan belum seminggu.

”Aigo appa.. kenapa membawa barang sebanyak ini…ck..”

Minho mendengus malas mengangkat banyak barang..ah no..sangat banyak! Appa nya ini benar – benar sangat gila. Kenapa membawanya kerumah sakit! Kenapa tidak dibawa ke rumah mereka?!

”Aigo.. Minho ya! Jangan bicara seperti itu pada appa mu! Tega nya kau baru memberitahhu appa sekarang?!”

Taemin terkekeh bersama istri appa yang sudah mereka anggap umma sendiri. Umma memeluk Taemin dan berbincang dengan umma Taemin yang juga berada disampingnya. Yoogeun tampak sedang memperhatikan bayi Taemin di box bayi yang ada dikamar mereka. Ah manis sekali saat Yoogeun berusaha bicara banyak.

”Yoogeun ah~! Mana pelukan untuk haraboji?!”

Yoogeun berlari kecil memeluk kakek cerewet ini yang berlutut dan membuka kedua tangannya.

”Aigo… Yoogeun sudah besar ne? Ckck.. ”

”Ne!! Haraboji.. lihat lah Yoogeun sudah punya adik.. adik Yoogeun sangat tampan..ayo lihat” Yoogeun menarik tangan Mr.Lee antusias dan terlihat sangat imut. Lalu keduanya tertawa bersama melihat bayi Taemin dan Minho. Minho menghampiri Taemin dan memeluknya dari samping. Taemin menyikut Minho untuk menghentikannya namun ia malah semakin mengeratkan pelukannya. Umma Taemin dan Minho hanya tersenyum geli melihat mereka..ck..anak muda jaman sekarang.

”Yah! Minho.. siapa nama anakmu? Aigo tampan sekali.. matanya besar sepertimu dan hidungnya mancung seperti Taemin..aigo cucuku kenapa tampan sekali huh..” Appa Minho menggendong bayi itu dan menciuminya.

”Appa.. jangan terus menciumnya.. kami belum memikirkan namanya.. hmmm” Minho melirik Taemin yang juga sama bingungnya. Mereka belum memikirkan masalah ini.

”Minhooo!!!!!!!!!!!”

Gezzz… sepertinya banyak manusia yang terkadang lupa mereka berada dimana. Masuk sosok tampan yang tersenyum lebar membawa kado besar dan sebuket bunga. Dibelakangnya ikut seorang yeoja cantik tersenyum kearah mereka. Kim Jonghyun… menggandeng yeoja ini lalu menghampiri Minho dan Taemin,

”Yah..Minho selamat atas lahirnya anak kalian! Wohooo…kalian sudah resmi menjadi umma appa…ckck..”

Amber yang sedikit kikuk dengan suasana ini hanya tersenyum simpul lalu memberikan hadiah ke Taemin yang dibalas ucapan terima kasih.

”Cepatlah menyusul hyung! Aigo…”

”Ck.. aku sudah melamarnya sepuluh kali kau tahu..” Jonghyun berbisik di telinga Minho lalu Minho tertawa mendengarnya. Melamar seperti apa yang ia maksud? Sudah pasti sangat tidak romantis dan konyol.. bagaimana mungkin Amber mau menerima jika caranya seperti itu. Terakhir kali Jonghyun bercerita bagaimana ia melamar Amber lalu memberinya kado berupa lingerie namun yang ia terima adalah tonjokan Amber dan diabaikan selama seminggu. Minho tertawa terbahak – bahak saat mendengarnya. Tidak heran jika Amber belum menerima lamarannya.

”Yah anak muda?! Cepatlah menyusul dan beri aku cucu kelima?!”

”Li-lima?” Jonghyun terperangah.

”Kau melupakan anakku?” sebuah suara menyambar dari arah pintu.

Tiba – tiba Jinki masuk bersama Kibum yang duduk di kursi roda dan bersama kedua anaknya. Tersenyum lebar Jinki menggendong anak perempuan dan Kibum anak laki – laki. Mr. Lee beranjak dan menghampiri Jinki dan Kibum. Tak hentinya memuji cucu – cucu nya.

”Jinki .. Minho.. terima kasih kalian memberikan appa cucu yang tampan cantik dan sehat..”Mr.Lee terdengar begitu sendu dan terharu lalu menatap seluruh anggota keluarga yang berkumpul di ruangan ini.

”Ne appa.. terima kasih telah menikahkan kami…” Jinki memberikan bayinya pada umma Kibum lalu memeluk appa nya. Yoogeun menghampiri Kibum dan berteriak senang.

”Umma!! Adik Yoogeun ada tiga! Yeiy ^0^ !! siapa namanya umma?” Yoogeun menatap bayi digendongan Kibum dengan mata berbinar.

”Namanya Chunji..yang laki – laki bernama Lee Chunji dan yang perempuan bernama Lee Eunboon..”jawab Kibum masih dengan suara yang agak lemah.

Setelah dua hari tidak sadarkan diri akhirnya ia siuman dan langsung meminta datang ke ruangan Taemin tentu saja dengan membawa kedua bayinya. Kibum tak hentinya menangis melihat kedua anaknya pertama kali. Ia bersyukur masih bisa hidup dan melihat anaknya. Perjuangannya tidak sia – sia. Ia melahirkan premature namun beruntung anak nya sehat. Ini adalah anugerah Tuhan yang sangat ia syukuri.

”Chunji yaaa! Ini hyung! Cepatlah besar nanti kita bermain bola bertiga bersama Minhyuk!”

”Minhyuk?” Kibum mengernyitkan dahinya bingung.

”Iya… anak Minho ahjusshi..”

Semua tertawa mendengar perkataan Yoogeun..aigoo.. anak ini.. sejak kapan Minho memberi nama anaknya Minhyuk? Aneh sekali? Tetapi manis juga.. lalu Taemin dan Minho setuju dengan nama itu. Semuanya tampak berbahagia sore itu. Tidak ada yang lebih bahagia dari pada berkumpul dengan orang – orang yang sangat kau cintai.

=====***=====

 

BUGH

 ”Yah!”

Minho dan Jinki bertabrakan saat didapur lalu keduanya terjatuh dan keduanya sama – sama berjalan dengan keadaan mata setengah terpejam.

Yah membuat susu untuk anak ditengah malam begini dimana mata enggan untuk terbuka. Kewajiban sebagai suami yang bertanggung jawab huh? Keduanya beranjak lalu berdiri mencari kotak susu.

”Yah hyung… kau membuat susu juga?”

”Menurutmu? Aku membuat kimchi?”

Minho melirik kesal lalu meneruskan aktifitasnya kemudia tertawa kecil. Lucu sekali mereka sekarang, dua namja tampan yang sedang membuat susu ditengah malam.

”Minho.. jangan bilang kau mengigau..”

”Aku sadar hyung.. hanya saja ini lucu sekali.. kau bisa bangun tengah malam untuk membuat susu itu kan sangat ajaib..” Minho menyikut lengan Jinki dan tersenyum meledek.

”Anakku ada dua.. jadi aku harus membantu Kibummie.. ah demi putra dan putriku apa saja tentu akan kulakukan..” Jinki tersenyum lalu mengocok botol susu nya.
Minho berdecak mendengarnya, ternyata Jinki benar – benar sudah berubah..”Ya..ya aku tahu anakmu dua..chukkae ne..?!” memutar bola matanya malas, ia tahu pasti Jinki sekarang merasa dirinya menang atas dirinya. Meski nyatanya Taemin lebih dulu hamil tetapi saat kelahiran mereka di hari yang sama. Lalu lebih parahnya anak Jinki kembar tentu Minho kalah telak. Jinki selalu memamerkan dan menekankan kata – kata bahwa dia memiliki anak kembar. Cih! Sombong sekali..lihat saja akan kubalap kau hyung.

Seperti bisa membaca pikiran adiknya yang dipastikan sedang kesal ini ”Jangan lupa Minho goon..jangan membuat Taemin hamil lagi, biarkan ia lulus kuliah atau aku sendiri yang akan membuatmu menderita..”

GULP

Minho menelan salivanya berat, ia hampir saja lupa perjanjian itu. Haaah.. baiklah.. ia akan memikirkan bagaimana caranya nanti memiliki anak kembar tiga. Teknologi jaman sekarang kan sudah canggih, jadi ya..mungkin saja kan?

”Ne~… aku duluan hyung…”
Jinki tertawa renyah dan menggeleng. Rasanya puas sekali bisa membalas adiknya ini. Hahaha… ia tertawa riang dalam hatinya lalu mendengar teriakan anaknya yang mulai menangis disertai teriakan istrinya. Huuh.. Fighting Lee Jinki ^0^9.

====***====

Waktu terus berlalu…hari, bulan, tahun… semua berubah.. anak – anak semakin dewasa. Tanpa terasa 20 tahun berlalu.. yah waktu yang cukup panjang.. Taemin dan Minho sudah memiliki anak lagi, meski tidak berhasil dengan program kembar tapi mereka juga memiliki 3 anak sekarang.

Hari ini.. adalah hari dimana upacara peringatan kematian ayah Jinki dan Minho. Yah.. appa sudah pergi untuk selamanya lima tahun yang lalu. Ini adalah tahun kelima sang appa. Semua berkumpul dirumah dan sanak keluarga datang. Jonghyun dan Amber juga sudah menikah dan memiliki sepasang anak, lelaki dan perempuan.

Hari ini juga tepat ulang tahun pernikahan Jinki dan Kibum yang ke duapuluh. Setelah menjamu para tamu dan berdoa bersama untuk sang appa. Jinki memiliki rencana.. ya ia ingin merayakan hari bahagia ini dan membuat kejutan untuk Kibum. Usianya kini menginjak 43 tahun namun masih segar dan tampan. Semakin tampan dan berwibawa meski terkadang ia masih sangat manja dengan Kibum.

Hari itu setelah semua kolega dan kerabat pulang dari kediaman mereka, hanya tertinggal Kibum dikamarnya. Ia merasa lelah tadi lalu tertidur selama beberapa jam. Semuanya menghilang begitu Kibum keluar kamar, ia mencari ke segala arah namun nihil. Tiba – tiba saja keadaan rumah sangat sepi. Ia pergi keruang tamu lalu menemukan secarik kertas.

Dear.. Kibummie..

Apa kau sekarang bingung? Ah.. kibummie jangan merengut bingung..aku punya sesuatu yang ingin kuungkapkan sejak lama..namun kau tahu kan? Aku bukan tipe yang mudah mengatakan semuanya.

Aku ingin mengucapkan terima kasih..

Terima kasih kau mau menjadi teman hidupku..

Terima kasih kau memberikanku anak yang tampan dan cantik..

Terima kasih kau telah mencintaiku selama ini..

Kau tahu? Kehilanganmu adalah hal yang paling aku takutkan didunia ini.. sebelum mengenalmu aku tidak tahu apa arti mencintai, merindukan, dan yah.. rasa takut.

Kibummie.. tahukah kau saat aku melihatmu dulu terluka karena kebodohanku di masa lalu? Rasanya jantungku teremas sangat kuat.

Lalu tahukah kau saat kau berjuang melahirkan anak kita? Saat kau menahan sakit..ah sungguh untuk kedua kalinya jantungku kembali teremas..aku sangat takut.. aku yang bahkan lupa bagaimana cara menangis..Air mataku tak bisa lagi dibendung saat melihatmu menderita.

Kibum…Lee Kibum.. kau adalah segalanya bagiku.. tetaplah bersamaku hingga ajal memisahkan kita..ah ani..sampai kapanpun kita harus bersama.

Karena aku tidak bisa melakukan apapun tanpamu..

Karena aku melihat dunia dimata indahmu..

Karena aku tidak bisa bernafas dengan benar tanpa dirimu..

Karena aku…lahir untuk mencintaimu.

Happy anniversarry 20th…

Your lovely husband

-Lee Jinki- ❤

P.S: pergilah ke kolam renang aku menunggumu ^^

Kibum mengusap air mata yang menetes di pipinya. Bodoh.. Lee Jinki kenapa seperti ini huh? Kau ingin membuatku terkesan? Old man….

Kibum tersenyum lalu menepuk pipinya menetralisir degupan jantungnya. Aneh.. sudah 20 tahun bersama namun degup jantung saat bersamanya tidak pernah berubah selalu berdebar kuat jika berada disampingnya.

Kibum melangkahkan kaki putihnya ke tempat yang dituju, ia melihat kolam renang lalu terkejut.. kolam renang itu terlihat gemerlapan ada lilin kecil diatasnya. Lalu tulisan besar di dasar yang mencolok mata karena sangat terang.

I Love You … Kibummie…

Menggelengkan kepalanya tidak percaya.. sejak kapan suaminya ini menjadi sangat romantis? Lalu kapan ia mempersiapkan ini semua? Kibum lalu menoleh saat terdengar suara handphone, i-phone putih milik suaminya yang berada dia atas meja bundar yang tertutup taplak merah. Menempelkan i-phone itu di telinganya.

”yoboseyo..”

”Kibummie..kau suka kejutanku?”

”Yah! Jinki.. eodiga? Keluarlah.. sudah cukup…”

Jinki terkekeh mendengar suara istrinya yang agak bergetar, dipastikan kini mata nya berkaca – kaca dengan apa yang ia lakukan barusan. Well Jinki memang bukan tipe suami romantis dan ia susah payah mempersiapkan ini semua tentu saja dengan bantuan ketiga anaknya.

”Duduklah dan menghadap kolam renang aku akan muncul..”

PIP

Jinki menutup sambungan telponnya dan Kibum menuruti instruksi suaminya. Ia duduk menggeser bangkunya menghadap sisi kolam lalu ia melihat ada cahaya yang semakin terlihat dari balik sebuah tirai. Tirai? Sejak kapan disana ada tirai? Oh bahkan Kibum tidak menyadarinya karena ini sudah malam. Matanya semakin membesar saat melihat suaminya sedang duduk dan dengan sebuah..piano.

Ting..

Ting..

Jinki menekan tuts piano pelan mengeceknya. Lalu jemarinya mulai menari di atas tuts piano itu menciptakan melodi indah. Memanjakan kuping Kibum yang kemudian memejamkan matanya menikmatinya. Jinki mulai bernyanyi sebuah lagu… Forever More…

Before we go to sleep tonight
We’ll say our prayers
I’ll hold you tight
and kiss away the fears you hold inside you

So many years have passed us by
I cherish the moments by your side
A love like ours will only grow much stronger
I wanna to tell you

That forever more I’ll be the one to love you, to love you
When you need me I’ll be there to make you smile
And forever more I’ll be the one you come to oh honey
I’ll be the one to love you when the morning comes

Through all the tears we left behind
The joy we shared, your hand in my mine
I can’t resist ooo touching you not even while you’re sleeping
And when you wake I promise you
We’ll celebrate our dreams come true
A love like ours will only grown much stronger

I wanna to tell you
That forever more I’ll be the one to love you, to love you
When you need me I’ll be there to make you smile
And forever more I’ll be the one you come to oh baby
I’ll be the one to love you when the morning comes

Let me tell you
There will never be another cold and lonely winter night
‘Cause we’re family
And baby our love will last forever

So I’ll say to you
That forever more, I’ll be the one to love you darling
When you need me I’ll be there to make you smile
And forever more I’ll be the one you come to oh I will baby
And that forever more
I’ll be the one to love you when the morning comes

I’ll be the one to love you……..forever more

 

Ting..

Dan tepat dentingan terakhir yang tercipta. Kibum meneteskan air matanya menatap sosok yang berada didepannya.. sosok itu.. sedang menatapnya dan berjalan kearahnya membawa sebuket mawar merah. Jinki masih sama..ia tetap tampan dengan setelan jas hitam yang tidak terkancing dan kaus putih dipadu celana bahan. Ia tersenyum lebar berjalan menghampiri Kibum yang kini memakai baju tidur.

Kibum ingin berdiri namun Jinki memberinya isyarat untuk tetap duduk. Rasanya ingin berlari memeluk suaminya ini. Ya.. ia menurutinya ia tetap duduk masih menatap mata sabit itu. Jinki semakin mendekat lalu ia bersimpuh dengan lututnya didepan Kibum, menyerahkan bunga mawar itu. Kibum menerimanya dan tersenyum ”Gomawo…” lirihnya.

Jinki mendongakkan kepalanya menatap mata kucing itu menggenggam tangan cantik Kibum. Ia mengambil bunga itu dan meletakkannya dimeja. Kini tangannya menggenggam kedua tangan Kibum mengusapnya dengan ibu jarinya.

”Kibum… terima kasih… dan maaf hanya ini yang bisa kulakukan untukmu…” mengecup punggung tangan indah Kibum. Air mata itu menetes di pipi cantiknya. Kibum masih terlihat sama… cantik dan semakin cantik di mata Jinki.

Kibum masih terdiam, tak ada sepatah katapun yang bisa ia katakan, hanya airmata yang bisa ia keluarkan dan masih menatap sosok yang bersimpuh didepannya. Suaminya…cintanya.. tak terbayangkan dahulu jika seorang Lee Jinki yang ia benci akan menjadi pasangan hidupnya dan kini bersimpuh didepannya.

”Kibum.. apa kau tidak suka dengan kejutanku?” Jinki bertanya khawatir karena Kibumnya hanya diam saja. Tangannya bergerak mengusap air mata Kibum yang menetes. Lembut..bahkan pipinya masih terasa sangat lembut. Kibum menggeleng lalu menarik tangan Jinki menempelkannya pada pipinya yang basah. Ia semakin terisak.

Jinki  berdiri menarik namja cantik ini kedalam pelukannya. Membiarkannya menangis dan mengusap punggung rampingnya.

”Shhh.. Kibummie…sudah… jangan menangis..ini saat yang berbahagia..”

Jinki mendorong bahu istrinya lalu mengusap lagi air mata itu. Menarik dagu nya mendekatkan wajah mereka. Perlahan tidak ada lagi jarak diantara mereka dan kedua bibir itu bertemu saling menyapa.

Kibum reflek melingkarkan tangannya dileher Jinki, memejamkan kedua matanya merasakan lembutnya bibir Jinki dibibirnya. Kecupan yang hangat dan lembut. Jinki memperdalam ciumannya, menekan bibirnya dan menghisap bibir cherry ini yang masih terasa manis. Melepas tautan bibir mereka, masih dengan jarak yang sangat dekat. Jinki menmpelkan keningnya di kening Kibum. Ia dan Kibum masih memejamkan mata mereka. Terdiam merasakan detak jantung masing – masing yang terdengar seperti melodi indah yang bersautan. Dada mereka berdesir hebat…rasanya seperti kembali merasakan jatuh cinta..seperti 20 tahun yang lalu.

Jinki tersenyum…”Kibum… terima kasih telah menemaniku selama ini… aku mencintaimu…”

Kibum membuka matanya, dan kini tercipta jarak antara mereka namun tangan Jinki masih melingkar di pinggangnya.

”Aku…. sangat mencintaimu…terima kasih Jinki…”

Dan bibir itu bertemu lagi.. ciuman yang hangat dan dalam. Saling menghisap bibir masing – masing ciuman ini menjadi semakin intim, mereka tidak sadar kehadiran tiga sosok yang memperhatikan mereka.

”Ehm…!!”

Jinki dan Kibum berhenti dan menoleh, ternyata ketiga anaknya sudah berada didepan mereka. Yoogeun melipat tangannya di dada menggelengkan kepalanya heran. Lee Yoogeun kini sudah dewasa 24 tahun, menjadi namja yang sangat gagah dan pintar. Ia kini menjadi eksekutif manajer di Lee Corp, calon penerus Jinki. Sedangkan Chunji dan Eunboon kini berusia 19 tahun masih menjalani kuliah di Seoul University. Jangan ditanya kepintaran mereka, perpaduan Kibum dan Jinki itu ternyata sangat mengerikan. Perfeksionis dan arogan.. ada didalam diri mereka.. ya.. tapi meski mereka hidup dalam keluarga yang sempurna dan penuh cinta, hal itu tetap membuat mereka menjadi orang yang rendah hati.

”Yah appa! Umma! Kalian..aish… kami mau izin saja.. aku ada kerja kelompok..”

”Aku juga..” jawab Chunji.

”Aku harus keluar kota ada janji dengan klien..”

Kerja kelompok? Janji dengan klien? Jam seperti ini? Baiklah masih jam 8 malam. Tapi tetap saja ini terasa aneh.

”Ini sudah malam.. Eunboon.. kau wanita.. tidak boleh keluar malam hari..”

”Tapi dia bersamaku appa..” bela Chunji.

Ck.. kenapa mereka mencurigakan? Seperti sengaja meninggalkan umma dan appa mereka berdua saja.

”Yasudah umma appa.. kami pergi.. makan malam pesanan appa sudah ada di meja.. dan chukkae untuk umma dan appa!!!” teriak Yoogeun lalu mereka bertiga menghampiri Jinki dan Kibum dan berpelukan.

”Baiklah.. Chunji jaga adikmu…oke jangan pulang terlalu malam!” perintah Jinki.

”Aku bukan adiknya! Aku kakaknya!Aku yang lahir lebih dulu appa..!” teriak Eunboon protes.

Kibum hanya tertawa melihat tingkah anak – anaknya. Eunboon itu jika dilihat sangat mirip dengannya sedangkan chunji sangat mirip dengan Jinki. Mereka meski saudara kembar tetapi seringkali bertengkar bahkan memperebutkan juara umum disekolah. Sama – sama perfeksionis namun Eunboon mudah menangis. Sedangkan Chunji sangat dingin tidak seperti Eunboon yang sangat aktif dan cerewet. Haaah.. rasanya seperti melihat Jinki dan Kibum muda… terkadang Minho dan Taemin yang mengunjungi mereka heran bagaimana bisa mereka memiliki anak yang sifatnya persis mereka saat muda. Berbeda dengan Minhyuk yang sangat lembut. Namja tampan yang juga kuliah di Seoul University. Satu tingkat dengan Eunboon dan Chunji.

Lalu mereka bertiga pergi meninggalkan sepasang suami istri yang dibilang tidak lagi muda.

”Ahhh…”

Kibum mengerang saat bokongnya diremas Jinki, ia menyitkan matanya memukul dada Jinki.

”Yah! Umurmu berapa huh?! Jangan bertindak seperti anak muda..!”

”Salahkan tubuhmu yang masih menggoda..” Jinki menjilat ujung bibirnya lalu menggendong istrinya yang sudah berteriak histeris takut mereka jatuh. Jujur saja keseimbangan Jinki semakin buruk. Pada akhirnya mereka melewati malam paling indah… Kibum terkejut dengan dekorasi kamar yang tiba – tiba berubah. Kelopak mawar merah yang bertebaran di kasur putihnya dan aroma lavender menyeruak diruangan. Ck.. ini adalah pekerjaan ketiga anak mereka. Jinki tersenyum puas melihat hasil pekerjaan anak – anaknya.

”Ahh…”

Oke ini akan menjadi malam yang panjang bagi mereka…melupakan makanan yang tersaji dimeja, karena sepertinya tubuh Kibum lebih menarik daripada makanan itu.

”Jinki..pelan –pelan!! Ahhhh…”

.

.

.

”Hei!!”

Sosok namja tampan bertubuh tinggi dan bermata besar menghampiri Chunji dan Eunboon.Nafasnya terengah karena habis berlari.

”Yah! Minhyuk! Kau lama sekali! Pesta nya akan berakhir bodoh!”

”Haaah.. aku harus membuat umma dan appa melakukan hal lain agar bisa melarikan diri!”

Minhyuk tersenyum nakal lalu mereka bertiga masuk kedalam diskotik. Menikmati masa muda right? Siapa sangka ketiga memiliki satu keahlian lain.. memakai topeng anak baik! Hahaha.. anak kalian lebih cerdas. Tiga sejoli ini selalu bersama, oke tanpa melakukan hal negatif…sekedar bersenang – senang boleh kan?

”Hyung…ahhh.. kau kenapa tiba – tiba…”

”Aku tidak tahu… Taemin…aku menginginkanmu malam ini…”

And… Life just like that…

Pada akhirnya kebahagiaan akan menyapa setiap manusia.

Tidak peduli sebesar apa penderitaanmu di masa lalu… namun percayalah kau akan menerima bayaran yang pantas atas penderitaanmu.

So what can we say?

Life is beautiful.

~true ended~

KOMEN NYA MBAK BUK PAK MAS..SAYA BELOM MAKAN KOMEN SEMINGGU KIRA  – KIRA.. KASIAM MBA BUK.. DARIPADA SAYA MENCURI KAN YAH.. BAGI – BAGI REJEKI AJA LAH PAN BUK MBAK YANG CAKEP YANG GANTENG.

hahahahahh..

emmuaachhh ❤

 

Advertisements

185 thoughts on “[OnKey] Love’s way After Marriage Story / Epilog

  1. om0… panjang.a… dahsyat… onkey bener2 tak pandang usia mah, hehe hayo aja… ckck anak2.a onkey n 2min gak ada beda.a mah ma ortua.a. kkk jongber emang sepintas aja ne… appa.a jinho bner2 kocak deh… awal yang heboh berakhir dengan kebahagian yang berlimpah…

  2. wuaaahh…selesai…happy ending…tapi aku bakalan gak bisa move on….mereka so sweet banget….
    dan percaya ato engak pas baca bagian jinki main piano buat keybum…oh aku mewek…pengen digituin…..huhuhu..
    terkesan banget sam ceritanya….yg diawal mereka saling benci…tapi akhirnya mereka bahagia..thumbs up for you kak…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s