[1S] FORBIDDEN NIGHT WITH LEE TAEMIN/2MIN/NC-XXI


CAST : CHOI MINHO & LEE TAEMIN

AUTHOR : KEIMINNIE

GENRE : BASAH BASAH GAJE -________-

FOREWORD :

Haayy~ Kei bawa FF gaje nan aneh (selalu), karen awalnya cuma mau ngetik NC doang.

Tapi NC tanpa cerita apa pula itu?? wkwkwkwk jadi yahh….begini jadinya.

Pas lagi ketoko buku, liat novel judulnya ‘Forbidden night with Miyabi’ ehhh jadi kepikiran deh buat judul FF ini. Mwahahaha

Ini cerita murni punya gue, tanpa ada sangkut paut sama novel di atas karena gue juga ga tau sama sekali cerita dari novel itu kayak apa n gimana.

Murni kepikiran buat judul ajaaaahh hohohoho

-keiminnie-

.

.

.

^Forever Mingtaem^

.

.

“Aaahh…. Ngghh… aahh… aahh….”terdengar desahan dari sebuah kamar hotel berbintang lima yang di huni oleh sepasang manusia yang tengah bergumul di atas ranjang besar yang terus berdecit berlomba dengan suara gesekan liat dari tubuh yang tengah menyatu.

 

“Aahh aahhh ini nikmat Minho…. Aahh lebih keras…. Ngghh aaahh….”

 

“Taemin-ah…”

 

“Minho….lebih…aaahh aah cep—paattt aaahhnnn…..”desah namja cantik berambut almond sebahu, yang tengah berada di bawah tubuh namja tampan bertubuh atletis, memaju mundurkan pinggulnya menyinggahi holenya yang tengah di masuki benda besar dan hangat, menerobos dan menghantam bagian dalam tubuhnya dengan bertubi-tubi dan tempo yang semakin cepat. Mendesak sesuatu untuk di keluarkan.

 

“Aahh aah Taeminhh…sedikit lagi….”Minho –nama namja tampan itu– mencengkram paha Taemin dan melebarkan kedua kakinya agar ia lebih mudah untuk bergerak dan memasukkan miliknya yang tengah bekerja ke dalam tubuh Taemin.

 

“Aahh aahhnn Minhoo…cium ak-…..aaaakkhh…..”Taemin menggelengkan kepalanya ke kanan ke kiri dan mencengkram pinggiran bantal dengan kencang begitu Minho menambah kecepatan laju pinggulnya menerobos hole Taemin dan menggosok milik namja cantik itu dengan keras.

 

Kaki Taemin menendang-nendang seprai hingga sebagian terlepas dari kasur dan sangat berantakan. Memejamkan matanya kencang sambil tangannya menggantikan tangan Minho untuk menggosok miliknya sendiri sementara Minho masih mencoba melebarkan kaki Taemin lagi yang sedikit berontak karena menahan nikmat.

 

“MINHOOO!! Aaahhhnn disana..!! Aaaahhh ngghh….”Taemin menarik wajah Minho dan melumat bibirnya dengan ganas. Membungkam desahannya yang terdengar memalukan di telinganya sendiri.

 

Minho mengangkat tubuh Taemin agar duduk di pangkuannya. Dan kini giliran Taemin yang bergerak naik turun mengeluar masukkan milik Minho dari holenya. Taemin mendongak sambil menggigit bibirnya dan tangannya mencengkram pundak Minho dengan keras sedangkan Minho tengah memainkan milik Taemin di tangannya dan tangan satunya mencubit serta memilin nipple kiri Taemin dengan gemas. Mulutnya pun ikut serta mengemut nipple satunya.

 

“Ouuhh aaahh…..…ngghh aaahhh….”Taemin terus mendesah terlebih ia merasa akan segera sampai klimaks. Semua bagian tersensitive tubuhnya tengah di sentuh sedemikian rupa.

 

Minho semakin keras menggosok milik Taemin tapi Taemin menghentikannya dan juga pergerakannya dipangkuan Minho pun Terhenti.

 

Taemin mengeluarkan milik Minho dari holenya dan berbalik memunggungi Minho, kembali duduk untuk memasukkan milik Minho lagi ke dalam tubuhnya. Lalu mulai bergerak naik turun memompa milik Minho untuk memberikan kenikmatan pada tubuh terdalamnya.

 

Tangan kanan Taemin memegang tengkuk Minho, ia pun menolehkan kepalanya agar dapat berciuman kembali. Punggung Taemin yang beradu, bergesekkan dengan dada Minho yang sama-sama tidak terbalut kain, memberikan sensasi luar biasa pada keduanya begitu merasakan kulit hangat dari masing-masing pasangan. Sedangkan tangan satunya menggosok miliknya sendiri yang tadi tertunda mencapai klimaks, kedua tangan Minho sibuk meraba-raba tubuhnya, bermain di paha mulusnya dan terkadang membantu merangsang milik Taemin agar cepat klimaks, atau mengusap dan menservis area pink di dada Taemin.

 

 Lagi-lagi Taemin menghentikan gerakan tubuhnya,

 

“Mworagu?”tanya Minho bingung.

 

Taemin kembali merebahkan tubuhnya di kasur, melebarkan dan memegang kedua lutut bagian dalamnya agar mengangkang, lalu, “…Hit me, babe~”ucapnya sambil berbisik dan mendesah di telinga Minho, menggodanya. Menyodorkan bokong putihnya yang sexy dan berisi.

 

Minho tersenyum, “You get it.”

.

.

.

Minho POV

Aku adalah seorang GM dari perusahaan LG yang baru saja di landa sebuah masalah. Bukan masalah pekerjaan seperti aku di pecat atau turun jabatan, tapi ini masalah hidupku. Umma-ku terus-terusan memintaku untuk segera menikah karena menurutnya aku yang berumur 25 tahun ini sudah pantas untuk memiliki keluarga sendiri.

 Aku masih ingin menikmati hidupku, walau memang waktuku banyak ku habiskan untuk bisnis. Wanita? Aku tidak tertarik untuk mempunyai hubungan khusus dengan mereka karena menurutku aku belum menemukan wanita ideal untuk setia mendampingiku sampai nanti ajal menjemputku. Menerimaku apa adanya dan mengerti segala kekurangan dalam sifatku…

Aku belum pernah berpacaran, tetapi bukan berarti aku menolak untuk setiap wanita yang ingin dekat denganku. Beberapa namja cantik pun sering kali berlomba memperebutkan perhatianku dan tidak jarang aku juga mendapat pernyataan cinta dari mereka. Tapi…untuk yang satu itu aku selalu menolak. Hati tidak bisa di bohongi, bukan? Dari pada aku hanya menjadikan mereka percobaan lebih baik tidak usah sama sekali.

Jika saat masa pendekatan aku merasa tidak cocok atau tidak nyaman, maka aku akan mundur. Aku takut menyakiti mereka. Sampai nanti aku benar-benar menemukan seseorang yang ingin ku ajak untuk berhubungan serius dan melangkah bersamaku ke tahap yang lebih tinggi dan suci, yaitu pernikahan.

Tapi semua pemikiran dan rencana masa depanku hanya bisa menjadi angan-angan semata begitu aku bertemu dengan seseorang yang benar-benar mengubah hidupku.

.

.

.

“Tuan Choi…”panggil Im Yoona -sekeretarisku- di ambang pintu ruang kerjaku.

“Ne?”

“Presiden Lee memanggil anda.”

Presiden Lee?? Ada apa sampai ia memanggilku sepagi ini? Bahkan aku belum mendapat laporan apa pun dari para bawahan, apa yang akan ku laporkan padanya kalau begitu, eoh??

“Tuan Choi, Presiden meminta anda untuk segera ke sana karena beliau akan menghadiri rapat di Tokyo 1 jam lagi.”

“Oh-ne.”singkatku seraya menutup jendela kerja dari layar digital yang tengah kugeluti.

 …..

TOK TOK

“Presiden Lee, Tuan Choi sudah datang.”ucap Yoona di depanku, meminta ijin masuk keruangan pemilik perusahaan ini.

“Oh, ya. Silahkan masuk.”

Kudengar jawaban dari suara yang sangat tegas dari dalam sana. Lalu aku pun masuk setelah sebelumnya Yoona mohon pamit padaku.

“Selamat pagi, Presiden Lee.”

“Ne, tuan Choi. Maaf aku tidak bisa berbasa-basi karena harus segera ke Tokyo. Jadi aku langsung pada inti masalah saja, gwenchana?”

“Oh, n-ne.”jawabku gugup melihat tatapan tajam dari mata sipit atasanku tersebut. Benar-benar pemimpin berkarisma menurutku.

“Kau akan kedatangan teman—yah kurasa aku tidak salah mengatakannya, karena dia hanya terpaut 2 tahun di bawahmu.”

Teman?? O_O

“Maksud Anda…?”

Aku di suruh berteman?

“Dia baru datang dari Los Angeles. Mungkin sebentar lagi akan sampai di sini. Dia akan belajar mengenai seluk beluk perusaan darimu. Aku juga memintamu untuk membimbingnya agar dapat bekerja dengan baik sepertimu. Dengan sifatmu yang tegas dan professional, aku rasa dia akan terbentuk menjadi pribadi sempurna. Aku menaruh kepercayaan besar padamu Choi Minho.”menepuk pundak ku dengan senyum yang semakin menenggelamkan mata sipitnya, lalu beralih ke meja kerja untuk menelpon seseorang.

“….”

“Siapkan mobil dan juga berkas-berkas yang akan ku bawa, arrasou?”singkatnya, memutus sambungan telpon dan mengambil jasnya yang ia sampirkan di kursi.

“Aku harus pergi sekarang. Well…kau mengerti apa yang kukatakan tadi, kan? Aku benar-benar memintamu untuk mengawasi dan membimbingnya, ok?”kembali Presiden Lee menepuk pundakku dan segera berlalu keluar ruangan.

“Saya mengerti, Tuan Presiden….”sahutku sambil membungkuk hormat walau sosok beliau tak lagi terlihat.

Aku segera keluar ruangan untuk kembali mengurusi pekerjaanku yang tadi tertunda, sambil terus memikirkan perkataan Presiden Lee barusan.

Mengawasi? Membimbing?? Dia??? Siapa dia yang beliau maksud, eoh? Tanpa memberi clue sedikit pun meninggalkan begitu saja sebuah tanggung jawab besar padaku. *sigh

Dia…

Bahkan aku tidak tahu Dia itu seorang namja atau yeoja?? ==a

…….

Setengah jam kemudian, Yoona kembali mengetuk pintu ruanganku dan mengatakan aku kedatangan tamu. Bukan tamu tepatnya, tapi seseorang yang harus aku bimbing. Berarti…bisa dibilang dia bawahanku, eoh??

“Ya, suruh dia masuk.”jawabku.

.

.

.

AUTHOR POV

Minho hampir saja menjatuhkan kaca matanya begitu melihat sesosok berambut blonde sebahu memasuki ruangannya. Yang ia prediksi sebagai calon anak buah? Partner kerja? Atau….bahkan ia sempat berpikir akan di jadikan Baby sitter? ==a

Minho semakin melebarkan mata bulatnya memandang sosok itu dari ujung rambut sampai ujung kaki, dari ujung kaki sampai ujung rambut, begitu untuk beberapa saat sampai akhirnya ia menampar pikirannya sendiri untuk kembali ke alam nyata.

Bagaimana Minho tidak terkejut melihat penampilan orang di hadapannya ini! Memasuki area perkantoran menggunakan baju kulit tanpa lengan berwarna hitam (yang memamerkan lengan putihnya yang well…cukup sexy), celana skinny kulit yang sangat ketat yang juga berwarna sama, kaca mata hitam, tas ransel putih bergambar, head set yang terpajang manis di kedua telinganya, sepatu double daker yang bahkan harganya dapat memberi makan seluruh warga Seoul. Oke, berlebihan memang, tapi sangat wajar bila digambarkan seperti itu mengenai bagaimana mewah dan mahalnya sepatu tersebut bahkan hanya dengan sekali lihat. Dan…mulutnya mengunyah permen karet dengan angkuhnya.

Mereka berdua saling pandang cukup lama. Minho terdiam di kursinya dan sosok itu terdiam di depan pintu. Suara pecahan bubble dari permen karetnya lah yang mengantarkan mereka pada alam sadar.

 “Neo…”

Sosok blonde itu berjalan mendekat sampai akhirnya ia berhenti beberapa meter di depan meja Minho dan matanya yang tertutup kaca mata hitam itu memandang berkeliling ruangan.

“Cih, membosankan.”cibirnya. “Non sense.”

Mendengar itu Minho langsung berdiri dan segera menghampiri makhluk dihadapannya itu. “Neo! Ya!”

“Mwo?!”tantang si rambut blonde melepas kaca matanya dengan kasar dan bersidekap mengangkat dagunya angkuh.

Dan saat itulah, Minho merasakan debaran jantungnya berdetak dua kali lipat lebih cepat dari keadaan normal.

.

.

.

Minho membaringkan tubuhnya di sofa rumahnya begitu ia pulang dari kantor. Hari yang sangat… WOW! Ini sangat luar biasa. Ia tidak pernah merasakan rasa yang tengah bergelut di hati dan pikirannya seperti sekarang ini.

My Lord….apa yang terjadi dengan namja tampan ini, eoh?

“Minho…ya, apa yang kau lakukan di sini, nak? Cepat kau ke kamar dan bersihkan tubuh lelahmu itu lalu bersiap untuk makan malam, arra?”tegur sang umma begitu melihat Minho terbengong di kursi ruang tamu dengan jas yang telah terjatuh di lantai, rambut kusut, dan wajah yang tertutup dengan kedua tangannya.

Minho mendongakkan wajahnya dan menemukan raut cemas di wajah sang umma. “Ne…”jawab Minho lalu memungut jasnya dan beranjak berdiri.

“Minho…apa terjadi sesuatu di kantor?”tanya umma khawatir. Ini sangat jarang terjadi. Sebelumnya bahkan Minho tidak pernah pulang dengan kondisi berantakan seperti ini.

Minho menarik napasnya pelan lalu menggeleng dan berbalik menatap ummanya, “Anii umma. Aku hanya lelah karena banyak kerjaan. Setengah jam lagi aku menyusul ke ruang makan.”

Namja tampan itu menaiki tangga menuju kamarnya, menghempaskan tubuhnya ke kasur. Otaknya kembali memutar ulang kejadian tadi pagi di kantor.

….Flash back….

“Neo! Ya!”

“Mwo?!”

“……”

Si rambut pirang menatap Minho dengan pandangan aneh karena namja di hadapannya itu tiba-tiba bengong seperti akan kerasukan. -____-

“Hey! You ok?!”menjentikkan jarinya di depan wajah tampan itu dengan was was.

SNAP

Minho tersadar dari lamunannya. Ia terkejut dengan kenyataan yang lagi-lagi seperti mempermainkannya. Kembali memandang sosok (yang awalnya ia sangka yeoja) tapi harus kembali tertampar fakta begitu melihat suatu benda di leher jenjangnya yang terlihat tidak cocok berada di sana. Yah, benda yang disebut jakun yang juga ia miliki sebagai sesama kaum adam. *sigh

Padahal dengan kulit putih, bahkan sangat mulus (terlihat dari lengan telanjangnya yang menggiurkan), ramping dan tidak ada otot seperti kebanyakan pria pada umumnya. Jarinya yang imut dengan kuku-kuku berwarna pink muda (semula Minho kira itu adalah asesoris nail paint), benar-benar membuat Minho tidak habis pikir, bagaimana bisa ada namja seperti sosok di hadapannya ini?

Wajah putih oval yang sangat mulus dengan rona pink di kedua pipinya, bibir plum berbentuk love, mata bulat bening berwarna coklat muda, hidung bangir yang sangat pas memahat wajahnya……

ABSOLUTELY, DIA BUKAN NAMJA BIASA!

Minho masih terus mengabsen satu per satu pahatan Tuhan pada tubuh namja cantik itu, yah bahkan sangat cantik, sampai terakhir matanya terhenti pada bagian tengah celananya.

Namja cantik itu mengikuti pandangan Minho lalu menaikkan alisnya memandang namja di hadapannya itu dengan geram.

“YA! Jangan bilang kalau kau pikir aku adalah wanita, eoh!?”pekiknya.

GLEK

Minho sadar ia telah berlaku tidak sopan. Berdehem pelan lalu berusaha menenangkan pikirannya dan jantungnya yang masih terus berdebar hebat.

“Sorry…..”Minho baru ingat kalau mereka belum saling bertukar nama.

“Ya, kenapa semua orang selalu mengatakan aku seperti wanita! Pasti kau juga, kan?! Aku ini tampan! Dasar mata kalian semua rusak!”namja cantik itu beranjak duduk di kursi, menaruh kaki kanannya di atas paha kirinya, tangan yang bersidekap dan dagu yang tetap selalu terangkat.

Tampan?? O_O

Minho menyunggingkan senyumnya sedikit menahan tawa agar makhluk di hadapannya ini tidak terus uring-uringan. Mungkin perjalanan jauh dari LA-Seoul membuatnya menjadi seperti ini. Minho memakluminya.

“Maaf kalau saya telah lancang. Tapi sebelumnya, siapa nama anda? Kita belum sempat berkenalan. Saya Choi Minho.”ucap Minho mengulurkan tangannya. Menggunakan bahasa sopan yang membuat mulutnya sendiri gatal.

Hey, seorang GM sepertinya yang terkenal dingin tiba-tiba terlihat tunduk begitu saja? NO! Ini salah!

Si cantik (well, Minho dari tadi memanggilnya begitu karena tidak tahu namanya), hanya memandang tangan yang terulur di depan dadanya lalu mengalihkan pandangannya ke wajah Minho.

“Taemin.”sahutnya singkat tanpa membalas uluran itu.

Minho pun menarik kembali tangannya dan berjalan ke kursi di balik meja kerjanya. “Kau mau memulai dari mana?”tanyanya. Sudah melunturkan bahasa sopan yang memuakkan, terlebih karena tingkah bocah sombong seperti namja di hadapannya ini.

Taemin memutar kursi agar berhadapan dengan Minho, “Aku ingin jalan-jalan dan makan tteokpokki.”

O_O

Lagi-lagi Minho terbengong mendengar ucapan dari namja cantik bernama Taemin itu.

“Well, maaf Taemin ssi, tapi maksudku….”

“Aku sudah meminta ijin pada Presiden Lee untuk off hari ini dan dia tidak keberatan.”

Dia?? -_____-‘

Anak ini benar-benar tidak punya sopan santun! Budaya barat pasti telah menggerogotinya.

Minho menghela napas dan melonggarkan dasi yang ia pakai, entah kenapa berbicara dengan Taemin sangat menguras tenaganya.

“Lalu?”akhirnya hanya kata itu yang terlontar dari mulut Minho.

“Temani aku.”

O_O

“Maaf aku……”

“Tidak ada maaf atau tapi dan juga tidak! Kau hanya boleh menuruti apa kataku, tuan Choi!”

Minho terkadang bingung dengan kalimat yang di ucapkan oleh Taemin. Kosa kata bahasa yang ia pakai benar-benar membuat orang pusing. Logat korea yang masih kaku dan terkadang ia memang menggunakan bahasa inggris (untuk mengumpat atau mengeluh). Sepertinya terlalu lama di negeri orang, ia mulai lupa dengan bahasa negaranya sendiri.

Dengan pertengkaran kecil dan juga adu mulut akhirnya Minho menemani Taemin jalan-jalan keliling Seoul seharian ini. Itu karena ntah bagaimana Presiden Lee mengiriminya pesan untuk memenuhi permintaan Taemin. Terlebih mereka… Aisshh….!!

.

.

.

 

“Aaah….hhhnn….aaahh aahhh….”

 

“Buka kakimu lebih lebar Taemin….”

 

“Nnghhh….aahhnn…..aaaahh….Mminhhh…oohh…..”

 

Minho memutar tubuhnya ke bagian bawah Taemin, mengapit paha kiri Taemin dengan kakinya dan sebelahnya lagi ia angkat dengan tangannya. Terus menerobos hole sempit itu dengan gaya-gaya yang bahkan ia sendiri tidak tahu. Hanya insting.

 

Karena yang ada dipikirannya hanya ada ‘bagaimana cara memasuki hole hangat itu lebih dalam’.

 

Dengan posisi itu ia bisa menghantam bagian terdalam Taemin dengan tepat walau terasa sangat melelahkan dan menguras tenaga. Terlebih posisinya yang miring dan memegang paha Taemin membuatnya pegal.

 

Taemin hanya bisa menggigit bantalnya meredam suara desahan yang sangat ia benci karena keluar dari mulutnya sendiri. Menjijikkan!

 

“Aaahh nnhh Minhooo….aku—aaahhn….pe-gal…”ucap Taemin dengan susah payah karena diambang kenikmatan dan juga sakit.

 

“Baiklah…”sahut Minho seraya kembali melepas tautan tubuh mereka. Menunda saat-saat ia mencapai came’ untuk kesekian kalinya.

 

“Aaaahh… aaahh…. Nnnhhh… aahhnnn…. Ssshh….. aaahhh…”

 

Suara desahan Taemin masih terus terdengar ketika tubuh mereka kembali menyatu dan akhirnya Minho mengeluarkan cairan putih kental dari miliknya dan menandai bagian dalam Taemin.

 

Minho menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Taemin, terdiam masih merasakan nikmatnya mencapai klimaks. Mereka saling tersengal hebat, beberapa saat kemudian bahkan sebelum Minho mengeluarkan miliknya dari hole Taemin, namja cantik itu langsung terlelap.

 

Begitu Minho mengeluarkan miliknya, cairan putih kental bercampur warna merah menempel di ujung miliknya dan mengalir sedikit dari hole Taemin.

 

This is…..??

 

NO!

 

What have I done??!!!!

 

…End Flash back…

.

.

.

 Namja tampan itu kini terbengong dibawah pancuran shower, mengingat kejadian……malapetaka……kebodohan……entah ia harus menyebutnya dengan apa.

Minho menggosok tubuhnya yang lengket dan…..kotor. Yah, karena beberapa saat yang lalu ia baru saja melakukan…..

Oh Lord! Take my life now!

Apa….ia mencintainya?? Mencintai namja cantik itu yang bahkan baru ia temui dalam kurun waktu kurang dari 24 jam dan mereka….bercinta?? Ahdjcnikjndj!!!

Perasaan takut, bersalah, kalut, dan juga penyesalan yang sangat besar terus meliputi hati dan pikiran Minho saat ini. Melihat namja cantik itu menangis meraung dan juga bercak aktivitas mereka tadi yang menodai sprei putih dan terlihat sangat kontras mencolok mata.

Yah, darah…

“Aaarrgghh!!!!!!!”

Minho meninju dinding kamar mandi dengan sekuat tenaga dan anehnya ia tidak merasa sakit sedikitpun. Kalau saja rasa sakit di hatinya atas perbuatannya terhadap Taemin bisa terobati dengan menyakiti dirinya sendiri seperti ini…..Minho dengan senang hati akan menghantamkan tubuhnya bahkan sampai hancur sekalipun ia mau asal ia dapat memutar kembali waktu …

Waktu sebelum mereka bersatu…..

But,

99% pikirannya tahu bahwa yang dia alami adalah nyata. SANGAT NYATA.

Kehangatan tubuh Taemin, suara desahan, wajah penuh hasrat dan….cairan mengerikan yang baru pertama kali ia lihat ….semua adalah nyata.

Suara tangisan yang menggema di ruangan hotel tempat mereka melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan.

Bahkan ia masih ingat awal dari semua itu terjadi. Mereka berdua memang berkeliling kota Seoul. Mengunjungi tempat-tempat yang Taemin inginkan. Bahkan namja cantik itu mengubah warna rambutnya menjadi almond karena ia merasa terlalu mencolok dengan rambut blonde yang memang membuatnya sangat bersinar dan menjadi pusat perhatian orang-orang yang berlalu lalang. *________*

Setelah seharian berkelana kesana kemari, bahkan Taemin selalu berkata dengan ketus dan juga terus saja memerintah Minho untuk melakukan apapun yang ia inginkan.

Tapi, Minho bukanlah orang yang senang diperintah terlebih dengan anak yang menurutnya sombong dan angkuh seperti Taemin ini, tetapi setiap dia menolak bahkan membalas perkataan Taemin yang kasar..…dia selalu mendapat pesan dari Presiden Lee untuk menemani Taemin dan menuruti permintaannya.

Saat itu Minho benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa orang baru seperti Taemin mendapat perlakuan istimewa?

Lalu, mereka sampai di sebuah hotel tempat Taemin menginap. Makan malam, meneguk bir, dan….

.

.

.

“Tuan Choi, maaf yah kemarin kau pasti lelah.”ucap Presiden Lee ketika kami berbincang di ruangannya.

“Ne, gwenchana. Tapi…..”

“Oh ya, maaf kemarin ternyata trainee yang akan kau training dan kau bimbing berhalangan hadir karena pesawatnya mengalami delay sehingga tidak bisa sampai tepat waktu. Jadi aku memutuskan untuk menundanya dan ia akan hadir sebentar lagi.”

“Berhalangan hadir?”

“Yah…nah, dia sedang menuju kemari.”

Minho hanya bisa terbengong dan otaknya sama sekali tidak paham akan apa yang di katakan Presiden Lee selaku pemilik perusahaan LG tempatnya bekerja ini. Bukankah kemarin mereka telah bertemu dan bahkan berjalan-jalan? Lalu…..semalam….

Tuhan apa aku bermimpi??

“Maaf Presiden Lee, bukankah….bukankah kemarin orang yang anda maksud sudah datang? Dan….anda meminta saya untuk menemaninya mengelilingi kota Seoul karena ia telah lama tinggal di Los Angeles?”

Kini giliran Presiden Lee yang mengerutkan dahinya mendengar perkataan Minho.

“Kemarin? Maksudmu…Taemin?”

Minho mengangguk ragu, tiba-tiba tubuhnya berubah dingin. Pasti ada kesalahan disini, eoh?

“Aah.”Presiden Lee tersenyum, “Taemin itu anakku yang baru saja menyelesaikan sekolahnya di London.”

“. . . . . . . . .”

“Kemarin dia kembali tanpa memberitahuku terlebih dahulu. Karena ia ingin memberiku kejutan. Tapi begitu ia sampai, aku sudah berangkat untuk meeting di Tokyo oleh karena itu aku memintamu yang menggantikan untuk menemaninya.”jelasnya tersenyum lebar.

Tapi senyum itu membuat Minho beratus-ratus kali lipat merasa berdosa, bersalah dan…..menyesal dengan apa yang terjadi dengannya dan Taemin.

Dari awal dia memang curiga melihat penampilan Taemin, lalu sifatnya yang angkuh dan….pesan dari Presiden Lee untuk menjaganya. Aish…pabo kau Choi Minho! Untuk apa seorang Lee Jinki, Presiden LG harus bersusah-susah memintamu menjaga orang baru bahkan sampai terkesan memohon agar ia mau menemani dan menuruti anak sombong itu?! Jelas saja! Dia anak pemilik perusahaan ini dan dia baru lulus SMA bahkan wajahnya masih terlihat seperti bayi dibanding untuk orang pekerja kantoran!

Dan kami…..

“Appa~!”

“Taeminnie~”

MATI LAH KAU CHOI MINHO!!!!

.

.

.

.

.

END

Nyahaha, mian gaje. Dengan ini saya resmi HIATUS.

Bye2, sampai bertemu bulan Juni…. bersama White Lies dan Second Life(mungkin)

annyeooongg~ ^o^/

Advertisements

123 thoughts on “[1S] FORBIDDEN NIGHT WITH LEE TAEMIN/2MIN/NC-XXI

  1. ow…jadi si Taemin itu anaknya Lee Jinki wkwk, nah kena deh tu sekarang si Minho buakaka,ffnya bagus ^^

  2. ini apa….. apa ini dari pertama langsung hot gitu…. minho pabo klo jinki tau kau sudah menodai taeminnie nya matilah kau… heuheu ga slh minho jg sih…taeminnya juga doyan…

    suka…. suka…. ayo ayo bikin ensi lagi *plak

  3. ini apa….. apa ini dari pertama langsung hot gitu…. minho pabo klo jinki tau kau sudah menodai taeminnie nya matilah kau… heuheu ga slh minho jg sih…taeminnya juga doyan…

    ko ga ada taemin pov nya min?…

    suka…. suka…. ayo ayo bikin ensi lagi *plak

  4. Mati kau Choi Minho!!
    Ahahahaha 😄

    Setdah, Minhooo~
    Katanya gak tertarik ama yg begituan tapi kok sampe tw berbagai macam pose begitu? Ckckck.. -,-

    Need sequel, need sequel!

  5. ?
    Apa ini???? Bagian awalnya udah hot banget, nah yang jd pertanyaan kenapa endingnya gantung banget????
    Taemin ngadu gak ke appanya??
    Sumpeh owe bingung thor :’/
    Darah? Darah kenapa die kan cowo, seme pula!!!

    *author hebat bikin owe bingung* /pingsan/

  6. aaaaaaaaaaaaahhhh~ sumpah demi apa itu gantung banget ceritanyaaaa >//////< haaawwwtt banget min saolooh itu ncnya aahh *tutupmata* gelaaa keringetan min bacanya asli ah, 2min memang yaah
    ah asli ini gantung banget, pengen tau banget itu reaksinya Jinki tau anaknya sudah ternoda oleh seekor kodok MUAHAHAHA #plak #digamparflamers 😄

  7. errr ini bener” hot kaka.. salut deh buat authornya wkwk ternyata tetem itu anaknyaa lee jinki ternyata bener dugaan ku, poor minho 😀

  8. anjiiiiiiiiirrrrrr….. speechless BRO!!!
    wow! taemin masih perawan bro, dan dinodai oleh minho….
    penasaran sama lanjutannya hahahaha…. minho bakal jadi apa ya?

  9. anjiiiiiiiiirrrrr….. speechless BRO!!!
    wow! taemin masih perawan bro, dan dinodai oleh minho….
    penasaran sama lanjutannya hahahaha…. minho bakal jadi apa ya?

  10. OH… MY… GOD!!!!!!!! habislah kau abang Ming…. aihhhh apakah yg akan terjadi padamu nanti?! apakah kau akan dihabisi oleh presiden Lee apabila ia tahu?! ulala seru abiz ini klo ad sequelx.gkgkgk

    suka suka sukaaaaaaaaaaaaaa^_^

  11. BUAHAHHAHHAHHHHA GW NGAKAK MAMPUUUUSSS..
    gw penasaran liat mukanya yang kaget, pasti matanya gedeeeee banget buahahaaha

    selamatkan perutkuuuuuh xD

  12. Hahahahahhah serubne jlo dbuat sekuel ya
    Ge ngareonya si taemin mnta tggung jenab wakwkwkw sxkian dbuat mpreg sxlian dbuat cri calon appa biaf si minho tau rasa ahahahahhaah
    Siaps sangka yaa cma itu gmn awalnya tau2 si 2min dh bobo cantek fufufufu
    💜

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s