[2minJjong] A LIE + Hidden: behind the truth – part 5end


PART 4 > CONTINUE READING~

Foreword:

Annyeong … akhirnya saya kebut FF ini supaya cepet rampung, biar utangnya lunas … maaf yah buat semua reader yang kecewa dengan cerita ini … maaf karena 2minnya broken, tapi jangan pada marah dulu dong … ini kan cuma cerita, masa bikin cerita beragam gak boleh T^T. Liat sisi baiknya, ini seni … heheheh …

Makasih semuanya yang udah baca setia dari part 1 , like nya, komen nyelekitnya, maki-makinya, semuanya!! sampai kekecewaannya, meski cuma komen dan gak sanggup baca … Oh ada eonni yang nyaranin aku balas komen kalian … hm, oke … akan ku balas nanti hehehe…

GOMAWO sekali lagi!!!

PART 5 END!

SO, this is it.

The happy ending story? -should be questioned

Akhir-akhir ini Taemin dan Jonghyun semakin terlihat bersama, sudah tidak bisa dipungkiri lagi ini menjadi HOT gosip di kampus, dan seantero fakultas seni, ada gosip berarti ada rumor, yang namanya rumor pasti ada yang bagus ada juga yang jelek bukan? yup jelas.

Tidak bisa di hitung berapa kali mereka terlihat jalan bersama, diselasar kampus, di kantin, di taman, di parkiran saat bubar kuliah, dan bahkan di beberapa kelas yang diikuti bersama mereka akan kedapatan duduk bersebelahan. Kemudian, rumor apa yang tersebar?

Ada yang mengatakan bahwa Taemin dan Minho putus, dan ia pacaran dengan Jonghyun, intinya, Jonghyun yang membuat Taemin berpaling dari Minho, dan ada pula yang berkata bahwa Minho selingkuh, kemudian Taemin dekat dengan Jonghyun sebagai pelampiasannya, benar-benar kejam yang namanya rumor, padahal yang mengalaminya sendiri pun belum memutuskan apapun juga.

Berhubung Taemin adalah namja populer, jangan ditanya berapa namja yang berusaha mendekatinya meski dulu ia jelas sudah punya jagoan di sampingnya -Minho, dan semua orang tahu Minho tidak bisa digantikan posisinya. Namun sekarang, mendengar berita itu, mereka menajdi senang juga, setidaknya peluang mereka untuk mendekati Taemin terbuka juga, tidak masalah bagi mereka untuk melawan Jonghyun, tetap … berharap hm?

Namun selama itu pula, Minho tidak pernah datang menemuinya, ia benar-benar memberikan space bagi Taemin untuk bergerak saat ini, tidak ada telpon, hanya pesan sekedar bertanya apa kabarnya, dan Taemin sendiri menanggapinya dengan datar-datar saja. Entah, ia juga tidak mengerti kenapa ia tidak setertarik itu untuk membalas pesan dari Minho. Apa karena Jonghyun?

Apa karena ia sudah merasa bahagia dan senang tertawa setiap hari bersama namja itu? Molla …

Ini yang menjadi masalah, dia menjadi bimbang sekarang, setidaknya , ia harus segera mengambil sikap, sebelum semuanya terlambat seperti saat itu. Ia tidak mau Jonghyun atau Minho yang mengambil keputusan itu, semua ada ditangannya saat ini …

Meski nantinya ia akan melepas Minho, namun ia tidak juga yakin akan menjalin hubungan dengan Jonghyun, meski persentasenya 95%, hanya saja dengan orang yang baru ia temui?

Dan pertanyaannya, apa langkah yang akan ia lakukan?

Kai sendiri … ia penasaran dengan jalan apa yang akan diambil temannya itu.

.

.

Taemin mendorong troli sambil melihat namja didepannya ini sibuk membaca catatan di tangannya, siang itu, ia sedang menemani Jonghyun berbelanja, lucu sekali, namja urakan ini belanja untuk memenuhi kebutuhan hidup dirumahnya, dikarenakan keluarganya -Appa dan Ummanya- pergi keluar kota dan dia harus membeli persediaan selama 1 minggu, untuk dirinya , Amber, dan juga Donghae yang tinggal serumah dengannya.

“Jinjja … ini untuk persediaan sebulan?”,

“Kan sudah kubilang … ini persediaan seminggu … kenapa? sudah dorong saja trolinya …”, suruh namja itu, Taemin menganga, dasar namja tidak sopan dan seenaknya, cuma … catat, ‘cuma’ Jonghyun selain Key yang sering menyuruh-nyuruh nya seenaknya. Dan entah kenapa, Taemin meski tidak suka ia tidak bisa marah atau menolak.

“Cornflakes yang enak yang mana?”, tanya Jonghyun menunjuk setumpuk cornflakes didepan mereka, Taemin menimbang dengan baik. “Yang ini saja, harganya murah!”, celetuk namja itu. Taemin meliriknya kesal.

“Kau biasa makan yang mana? kalau sudah tahu kenapa kau tanya padaku??”, tanya Taemin kesal. Jonghyun menoleh dan mengangkat bahu.

“Aku tidak makan ini, ini Amber yang makan, aku mana tahu dia suka yang mana?”

Taemin merebut makanan itu dan menimbang sebentar kemudian mengambil yang lain,  “Ini saja, ini rasanya manis gurih, kalau yang kau ambil tadi rasanya hambar, kecuali kalau kau mau makannya dengan susu …”,

Namja itu mengangguk, namun memang dasar Jonghyun, percuma berdebat dengan namja itu karena ia tidak mau kalah, alhasil, namja itu mengambil yang ada ditangan Taemin dan mengambil pilihannya yang murah tadi.

“Kau ambil keduanya??”, tanya Taemin tak percaya

“Yup, kau tidak tahu Amber nafsu makannya, mmebelikan dia makanan sama hal nya mengajak jalan kau, pemborosan!”,

Taemin mencubit lengan Jonghyun yang kekar, “Besok-besok tidak usah ajak jalan aku saja! terus saja kau menyindirku!”, namja itu malah tertawa.

“Yah … begitu saja marah , lagian belum tentu kau ku ajak … mau sekali yah diajak?”, ledeknya, ia tertawa begitu saja dan meninggalkan Taemin, rasanya ia ingin sekali melempar sepatu kekepala namja itu, benar-benar menyebalkan.

“Kau tahu, pernah tidak ada yang bilang kau itu menyebalkan?”

“Hahahaha … semua orang bilang begitu, tenang saja Tae … aspirasimu tersampaikan!”, tawa Jjog lagi, Taemin menggerutu sambil terus berjalan, namun tiba-tiba trolinya menabrak Jonghyun yang tiba-tiba berhenti. Taemin mendongak, dan hendak marah sebelum Jjong berkata.

“Tae … dengarkan lagu ini …”

“Hah?”

“Ssst … ini lagu ini …”, Jonghyun menunjuk ke langit, Taemin mengerutkan alisnya, maksud Jonghyun ia diminta mendengarkan lagu yang sedang berputar di loudspeaker supermarket itu.

At first i didnt know … id be like that …

id be thingking of you, id be liking you …

your heart too, please … be same with my heart like this …

Taemin mengerutkan alisnya, lagu ini sepertinya ia pernah dengar sebelumnya. Dan apa maksudnya Jonghyun menyuruhnya mendengarkan lagu itu?

“Ini lagu siapa memangnya?”

“sst … sudah kau dengarkan saja…”, Taemin malah menatap Jonghyun dengan aneh, Jonghyun menatap Taemin yang masih bingung, akhirnya ia kesal sendiri, merebut troli dan mendorongnya.

“Payah, dasar kau memang terkadang lemah otak …”, Taemin menganga, omongan namja itu memang suka kasar.

“Yah! aku kan tidak tahu … makanya beritahu kalau aku tidak paham…”

“Ck, begitu saja tidak mengerti.”

“Ya terus–‘

“Itu lagu untukmu …”

“Hah?”

“Sunye wonder girls … maybe …”, Taemin masih tidak mengerti, “Itu penyanyi dan judul lagunya, kau dengarkan saja lain kali …”, jawab nya dan pergi. Diam-diam Taemin mencerna ucapanya dan mencatat dengan benar dalam mentalnya tentang itu.

.

.

Sepulangnya dari supermarket Taemin langsung masuk kamar, mendownload lagu yang baru saja dikatakan Jonghyun tadi , mendengarkannya sepanjang hari, menyimaknya dengan baik setiap liriknya, lagunya sedikit melow, dan ia tidak pernah masalah, lagu itu easy listening sejauh itu ditelinganya.

Hanya saja lagu itu terus berputar sepanjang siang hingga sore, membuat Key Hyungnya muak mendengarnya menggema dengan volume kencang dari balik kamar dongsaengnya itu. Hampir saja ia melemparkan sepatu kekamar Taemin karena ia bosan mendengarnya.

“Taeminnn~~~ ganti lagunya, aku sudah bosan mendengarnyaaa!!!”, teriak Key kesal.

“Biarin saja! kau pakai saja penyumbat telinga kalau kau tidak mau dengar!”, teriak Taemin dari atas kasur, ia masih asik mendengar dan terus mencerna lirik itu.

“Itu lagu untukmu …”

Kalimat itu menggema ditelinga, wajah Taemin memerah, Jonghyun berusaha menyampaikan apa sebenarnya? ia tidak mengerti … namja itu suka sekali secara tiba-tiba berlaku spontan dan kadang membuat Taemin tidak mengerti dengan hint-hint darinya.

Pandangannya menembus langit-langit kamarnya, memandang glow in the dark di atas sana. Dan kemudian pikirannya menemukan sebuah keputusan.

Selama 4 jam akhirnya ia tahu apa yang harus ia ambil.

Bertepatan dengan suara lengkingan Key yang menjerit karena ia baru saja tergelincir dari treadmill-nya.

.

.

“Btw … bagaimana hubungan mu dengan Minho?”,

UHUK. Tiba-tiba Taemin tersedak sandwichnya, dengan cepat ia meneguk orange juice nya diikuti dengan tatapan jijik dan illfeel dari Jonghyun karena ia meneguknya dengan brutal. Taemin enggan menoleh pada Jonghyun yang memang kali ini sedang menunggu jawabannya.

Taemin tidak boleh asal bicara masalah ini … ia harus benar-benar menyusun kata-kata yang baik, karena berbicara dengan Jonghyun sama saja berbicara dengan wartawan infotaiment, dia mempunyai banyak cara untuk meng-cut omongan Taemin jika ia tidak menjawabnya dengan benar.

Ia berpikir dengan keras, tidak mungkin jika ia jawab “Oh baik sih, cuma jarang mengirim pesan dan telponan akhir-akhir ini, dia sibuk dan aku sibuk, lagi pula kami sedang break sekarang.” OH THATS A NO-NO!! Itu namanya mencari mati. Dan Taemin tidak mau menerima jawaban dari Jonghyun yang sudah bisa ditebak hanya dengan kata ‘Oh …’ dan itu malah akan membuat obrolan mereka jadi canggung.

Makanya ia berpikir sesaat, Jonghyun masih tenang meneguk minumannya, ia tidak akan memaksa Taemin berkata apapun, karena ia tidak mau memaksanya, untuk apa? kalau Taemin mau bercerita, ia akan cerita sendiri, tidak perlu dipaksa, gengsi jika ia harus memaksa Taemin bercerita dan tahu masalah hubungannya dengan namja itu.

Akhirnya Taemin sendiri secara perlahan mengatakan yang sudah ia pilih dengan baik,

“Oh baik … memangnya kenapa kau bertanya?”

Namun seperdetik kemudian ia menyesal sudah menjawab itu, kenapa? karena buat-apa-dia-malah-bali-bertanya?!! salah besar!!

“Oh … tapi kenapa aku jarang melihat kalian bersama akhir-akhir ini?!”

Benar kan! ia salah langkah dan salah ucapan!! Taemin sedikit kesal juga, lagian buat apa ia bertanya begitu? memangnya kalau ia ingin berduaan dengan Minho harus lapor padanya dan lakukan itu didepan mata nya? tidak kan?

“Well … dia lagi sibuk saat ini … ehm, aku minum apa yah?”, Taemin memutus pembicaraan, Jonghyun tidak meneruskan pertanyaannya, ia tahu bahwa Taemin enggan untuk membahas hal itu dengannya.

“Mmm … kau bisa beli strawberry blend saja … cepat sebelum antriannya panjang…”, jelas Jonghyun menunjuk ke bagian lain kantin, Taemin tanpa pikir panjang langsung berlari kesana.

.

.

Sudah hampir 20 menit Taemin mondar-mandir didepan ruang tamu, memandangi pesawat telpon disana. Untung rumah sedang sepi, tidak ada Key yang akan bawel bertanya ini itu apa yang ia lakukan seperti orang bodoh, tidak ada umma yang akan mengecek apakah anaknya ada kelainan, dan tentu Appa yang hanya tersenyum melihat tingkahnya, hanya ada ahjumma yang geleng-geleng kepala ketika ia lihat apa yang dilakukan Taemin.

Ia bisa saja menggunkan ponselnya untuk menulis pesan atau menelpon, hanya saja pulsanya habis ==” Jadi ya hanya itu yang bisa ia lakukan. Sudah sebanyak 10 kali ia hanya lakukan, angkat gagang telpon, kemudia menutupnya, angkat gagang dan ingin menekan nomer kemudian ia tutup lagi.

Namun akhirnya ia menekan nomer itu, menunggu beberapa saat sambil mengigit bibir bawahnya, kenapa ia harus gugup? akhirnya tidak lama nada sambung terdengar dan suara yang sudah sangat ia hapal itu terdengar dibalik sana.

“Halo.”, sapa namja itu.

“H-halo Minho …”, Taemin merutuk dalam hati karena ia terdengar sangat gugup.

“Oh, Taemin. Hai … apa kabar?”, sapa namja itu ramah.

“Baik … kau sendiri?”

“Aku baik … ada apa kau menghubungiku tiba-tiba?”, sapanya ramah, Taemin merasa itulah kesempatannya. Ia menarik nafas dan berkata, “Besok  … bisa kita bertemu?”

“Jeongmal? dimana? jam berapa?”, tanyanya excited, Taemin tersenyum.

“Kau jemput aku di depan fakultas jam 3 sore. Habis itu kita pergi makan cheesecake , aku sudah lama tidak makan itu. gimana?”, tanya Taemin jadi ikut terbawa dengan suasana.

“Oke, aku akna jemput jam 3 sore. Besok aku kirim pesan padamu kalau sudah sampai didepan fakultas.”, jawabnya riang.

“Oke.”, namun Taemin ingat sesuatu, “Oh, jangan kirim pesan, kalau bisa telpon aku saja, pulsaku habis.”

“Nanti aku telpon-aku telpon … tenang saja. “, jawab Minho semangat dan cepat, Taemin tertawa.

“Kau ini … kau tahu yah apa yang aku mau …”

“Terdengar seperti iklan ah!”, seru Minho. Taemin hanya tersenyum mendengar suara namja itu.

.

.

“Aku sayang padamu, Tae …”,

Perkataan itu seperti angin yang langsung menembus tengkuk Taemin, dan seperti suara yang langsung masuk ketelinga Taemin dan bersarang di otaknya sejenak. Ia melihat ke arah Jonghyun , beralih dari makanan yang ada didepannya, dan melihat namja itu kemudian sibuk lagi dengan ponsel terbarunya. Taemin mengunyah makanan itu dengan santai, sambil melihat ke arah Jonghyun, ia mengerutkan alisnya, ia kali ini apa salah mendengar lagi? kenapa Jonghyun hobi sekali berkata tiba-tiba , Taemin mulai terbiasa dengan apa yang namja itu katakan, makanya ia tidak terlalu shock, meski ia tersanjung juga karena ucapan itu, jarang-jarang Jonghyun mengatakan tentang perasaannya, namun kali ini …

“Terus … kenapa?”, tanyanya cuek , tidak mau kalah cool dari sikap Jonghyun selama ini.

“Makanya aku tanya padamu kemarin, bagaimana hubungan mu dengan Minho , tapi kau nya malah pergi begitu saja ke kedai ice bland!”, kata namja itu tanpa menoleh sedikit pun ke arah Taemin, namja itu sibuk berpose dengan narsisnya di ponsel canggih terbarunya itu, dan sibuk bertwitter ria sedari tadi, mempost hal-hal tidak penting. Terus memotret dirinya ‘sendiri’ tanpa Taemin kemudian mensharenya ke jejaring sosial. ==”

“Kan aku haus … makanya saat itu aku tanya padamu aku harus minum apa. Lagi pula aku tersedak kemarin, kau mau aku mati tersedak hanya menjawab pertanyaan mu  itu?”, ia mengelak dari jawaban seharusnya dan mendekat ke arah Jonghyun  berusaha ikut foto dengan ponsel terbarunya itu.

“Hahahaha … lihat , kau kurang beruntung, hahahaha … post ah …”, seru Jonghyun sambil menunjukan bahwa hanya jidat Taemin yang kena potret. Taemin cemberut dan memukul lengan Jonghyun dengan keras, namun malah tangannya yang sakit.

“Pertanyaan ku belum kau jawab? bagaimana hubungan mu dengan Minho?”, Jonghyun berusaha mengembalikan percakapan, ia menoleh ke arah Taemin sejenak dan melihat ke ponselnya lagi.

“Ya begitulah …”jawab Taemin malas-malasan.

“Begitu gimana? itu tidak menjelaskan apapun…”, tanya Jjong lagi,

“Ya begitu saja … lagi pula untuk apa sih tanya-tanya terus?”, Taemin mengunyah makanannya dengan kesal. Jonghyun terkekeh, dia hanya menyapa temannya yang tiba-tiba lewat, berchit-chat sejenak, namun perkataan setelah itu membuat Taemin terkejut.

“Ya tidak apa-apa … makanya aku tanya padamu, soalnya aku ingin kau jadi namjacingu ku …”,

Taemin menoleh terkejut, “Barusan … kau berkata apa?”, tanyanya menyelidik.

“Ah, aku bilang aku lapar, aku mau pesan spageti , kau mau tambah makanan tidak?” katanya berdiri, Taemin menarik jaket Jonghyun dan menatapnya.

“Kau berkata apa barusan?”,

“Ck, kau ini, makanya jangan makan terus, simpan uang mu untuk cek kesehatan ke THT … sudah jelek, budek … kasihan sekali hidupmu Tae …”, katanya lalu pergi, Taemin harus amat bersabar dengan sikap Jonghyun yang seperti itu, ia menatap namja itu dengan tatapan shock.

.

.

Minho berlari menuju depan fakultas, dan menunggu namja cantik itu disana, tidak lama dari dalam gedung ia melihat Taemin berjalan keluar sambil menopang tas ranselnya dan berjalan bersama Kai -Minho tahu teman dekatnya itu.

“Taemin!”, sapanya riang, Taemin mendongak, terkejut melihat Minho sudah berdiri disana, termasuk Kai yang juga terkejut, karena baru kali ini , setelah sekian lama, ia melihat Minho menemui Taemin secara langsung, Taemin melihat Fossil nya dan seharusnya masih sekitar 20 menit lagi dari jam janjian mereka bertemu, kenapa kali ini malah Minho bisa tepat waktu? kenapa baru saat ini? kemarin kemana saja?

“Hai … “, sapa Taemin tersenyum,

“Kau sudah selesai? kita pergi sekarang?”, tanya Minho tersenyum, malah lupa dengan Kai yang ada disamping Taemin. Taemin mengangguk. Setelah berpamitan dengan Kai mereka keluar dari gedung dan menuju mobil sport Minho menuju cafe favorit Taemin.

Sebenarnya Taemin tidak enak hati mengajak Minho makan cheese cake, dan yang membuatnya tidak enak lagi, Minho malah membawanya kesebuah toko pastry yang enak nya luar biasa, dan harganya juga luar biasa, kalau ia makan satu buah saja , sudah kecil, dan harganya 7 kali lipat jika ia makan di kantin. Untung semua itu Minho yang bayar, kalau tidak mungkin setelah makan ia harus cuci piring sampai toko itu tutup.

Hari itu Minho terlihat sangat tampan, dengan baju V-neck berwarna biru pastel, kemeja biru juga yang ia gulung sampai batas siku, jeans belel, dan juga sepatu kets yang simple, gaya casual Minho ini memang terlihat sangat wah , mungkin tertolong dengan wajah tampannya. Itulah alasannya , setiap mereka jalan bareng, akan banyak yang melirik Minho, namun tentu mereka juga sadar tidak bisa berbuat apapun, karena namja cantik disebelahnya juga cocok dengan Minho.

“Enak?”, tanya Minho menopang dagunya sambil tersenyum menatap Taemin lekat, dan mengulurkan tangannya untuk menghapus sisa krim tiramissu yang ada disudut bibir Taemin. Kalau itu bukan Taemin, kalau itu namja yang menyukai Minho pasti akan memerah wajahnya diperlakukan lembut seperti itu oleh Minho, dulu terjadi pada Taemin, namun sekarang …

“Hmmm …”, Taemin bergidik dan mengangguk semangat, ‘Tentu saja, buat apa harganya mahal seperti ini kalau rasanya juga tidak berkelas seperti harganya?”, tanya Taemin, Minho tersenyum memamerka giginya yang rapih dan senyumnya yang manis.

“Makanlah yang banyak.”, jawab Minho, setelah lama berdiam akhirnya namja itu bertanya lagi, “Lalu … apa yang mau kau katakan saat ini Tae?”, kata Minho sambil mencuil sedikit tiramissu Taemin, yang langsung diberi lirikan tajam oleh namja cantik itu.

“Untung kau yang bayar, kalau tidak, aku akan menjitak kepalamu karena mencuil tiramissu milikku ini!”, cemberut Taemin, Minho tidak bisa tahan akan sikap namja itu , ia mengacak rambut Taemin yang kemudian dibenarkan sendiri oleh namja cantik itu.

“Lalu , apa yang mau kau katakan? tumben sekali kau tidak mengatakannya. Kau kan jarang berbasa-basi Taemin?”, tanya Minho lagi kali ini. Taemin menelan tiramissu itu dengan susah payah, memotong nya lagi, menarik nafas beberapa detik, menyuapnya lagi kedalam mulutnya.

Minho dengan sabar menunggu jawaban Taemin, menopang dua tangannya di atas meja, dan menautkan alisnya, tak lupa dengan tersenyum menunggu dengan sabar.

“Soal kejadian di cafe malam kemarin …”, pembicaraan sensitif itu akan dimulai, dan Taemin mengunyah lelehan tiramissu dimulutnya itu dengan perlahan, mendongak menatap mata Minho yang menatapnya dengan tenang.

“Iya. Lalu?”, tanya nya.

Taemin mengulum lelehan cake itu dan menarik nafasnya, “Iya, aku sudah ambil keputusan …”,

Minho menatap Taemin lurus, “So … apa keputusanmu …?”,

Taemin menelan ludahnya, tersenyum pada Minho, ” …keputusanku adalah …aku ingin kita berhenti break …”

.

.

Taemin memarkirakan mobil Key di depan sebuah gym , ia tahu hari itu namja itu pasti sedang menghabiskan waktunya seharian hanya untuk membentuk tubuh atletisnya. Dengan langkah santai mengunyah permen karet ia masuk kedalam gym itu, bertanya pada resepsionis apakah namja yang ia cari itu ada disana, karena ia hanya mematikan namja itu belum pulang sesuai dengan pesannya beberapa menit lalu.

Setelah tahu namja itu dimana, ia berjalan menuju lorong lain dan menuju lapangan indoor , memilih menuju lapangan basket yang ada disana, setelah sampai, dari kejauhan ia bisa lihat sosok namja dengan t-shirt hitam lengan buntung dan celana sport basket serta sneakers nya berlari kesana kemari bermain sendiri dengan bola basketnya, kaki pendeknya itu ternyata cukup lincah, ia tidak tahu kenapa namja itu tidak mencoba masuk ke klub basket dikampus, peluh menyelimuti tubuh kekarnya. So damn sexy. Taemin mengakui hal itu.

“Ehm.”, dehamnya, karena cuma mereka berdua disana namja itu menoleh, matanya terbelalak melihat Taemin berdiri didepannya, dengan terkejut ia berlari mendekat.

“Taemin? kok bisa? kau sama siapa?”, tanyanya,  Taemin berdecak, ia berjalan ke sebuah bangku dan duduk disana, diikuti namja itu yang meneguk minumannya dan melihat Taemin tersenyum padanya.

“Kenapa? terkejut? bisa saja, aku naik mobil Key hyung kesini …”,

“Bukannya kau mengantarnya fitting baju pernikahan? kau tadi kirim pesan begitu padaku?”,

Taemin melirik namja disampingnya itu dengan malas, “Hello … Key hyung kan mau menikah dengan Onew hyung, aku hanya men-drop nya disana, sisanya ya bersama Onew hyung.”, Taemin mengunyah permennya lagi, “AKu hanya tidak sengaja lewat dan mampir kesini …”, namja didepannya itu menatapnya tidak percaya.

“Bohong … tidak mungkin, kau mau apa kesini?”,

“AKu sudah bilang aku iseng saja, Jjong … tidak penting sih …”,

Jonghyun menatap Taemin dengan kesal, “Oh ya? tidak penting yah? jauh-jauh kesini cuma masalah tidak penting? ayolah … aku pasti ingin melakukan sesuatu bersamaku kan?”, senggol Jonghyun , Taemin mendesis, mengusap tangannya yang terkena keringat Jonghyun.

Taemin berdiri, menoleh pada Jonghyun dari atas kebawah dengan gaya sombong yang diceplak habis dari gaya Jonghyun, “Aku kesini hanya ingin mengatakan …”, Jonghyun melihat Taemin yang berjalan ke arah pintu keluar lapangan, “…masalah yang kau katakan saat dikantin kemarin itu …”,

Jonghyun masih berdiam, ia mengerutkan alisnya dalam, Taemin ingin tertawa sebenarnya melihat wajah serius Jonghyun, jarang-jarang terlihat seperti itu, sangat lucu … ” … setelah aku pikir-pikir, rasanya boleh juga kalau aku jadi namjacingumu …”, Taemin berkedip dan berjalan kearah pintu keluar lapangan, meninggalkan Jonghyun yang terbengong disana tidak percaya dengan apa yang dikatakan Taemin.

“Taemin! Apa yang barusana kau bilang?”, teriak Jonghyun berdiri, Taemin menoleh, menatap Jonghyun dengan meremehkan.

“”Ck, kau ini, makanya jangan makan terus, simpan uang mu untuk cek kesehatan ke THT … sudah jelek, budek … kasihan sekali hidupmu Jjong …”, katanya menjiplak ucapan Jonghyun sama saat dikantin saat itu. Taemin berbalik dan ingin keluar, namun sebelum ia bisa berjalan lagi, tiba-tiba ia rasakan desingan bola melewati samping telinganya, dengan shock  ia melihat bola melayang tepat melewati wajah sampingnya dan terlempar jauh kedepannya, ia menoleh marah pada Jonghyun.

“YAH! KAU SUDAH GILA YAH? KAU MAU MEMBUNUHKU? APA ITU MAKSUDNYA? KALAU KENA KEPALAKU BAGAIMANA??!!”, teriak Taemin murka.

“Itu malah bagus, setidaknya kau ingin memastikan apa kau lupa ingatan atau semacamnya kau berkata seperti ini? kau serius kan?”, balas Jonghyun, Taemin mengerang.

“Tidak tahu! aku rasa aku harus berpikir lagi beribu kali! aku tidak mau punya pacar yang sadomasokis!”, ucap Taemin kesal dan berjalan keluar lapangan, Jonghyun berlari namun ia tidak menyusul Taemin.

“Taemin! kau serius kan? come on~~”, rengeknya, Taemin hanya menunjukan tinjunya pada Jonghyun.

“Entahlah! akan kupikirkan!’, namun sebelum ia menghilang dari balik lorong Jonghyun melihat Taemin tersenyum, dan Jonghyun juga ikut tersenyum, ia tahu bahwa Taemin serius.

.

.

END???

.

NO …

.

HIDDEN

.

.

WHAT IS BEHIND THE TRUTH???

Jonghyun – Luna 

on part -3

“Jjong, katakan padaku … apa rencanamu?” tanya Luna.

“Rencana apa? kenapa kau berpikir aku mempunyai sebuah rencana Luna?”, tanya Jonghyun santai,

“Entahlah, aku hanya menduganya saja, aku hanya berpikir, aku rasa tidak semudah itu kau memutuskan untuk melepas Taemin, benar kan dugaanku, jadi sekarang jelaskan apa yang kau rencanakan? termasuk dengan perkataan apa itu tadi? mengitari jalan yang berbeda?”

Jonghyun hanya terkekeh, “Begini … coba kau pikir, Taemin tidak mungkin memilihku, terlebih, ia tidak mungkin melepaskan Minho hanya untukku, meski aku tahu dia menyukaiku, namun dia akan lebih mengorbankan perasaannya dibanding melukai perasaan Minho …”,

“Lalu ?”

“Jadi …”, Jonghyun menatap tangannya dan tersenyum, “Aku kana mundur sejenak, mengambil jalan lain, untuk mendapatkan Taemin …”

“Caranya?”,

“Tepat disaat aku ingin ‘melepaskan’ Taemin, aku bertemu dengan sahabat kecilku dan temannya, aku kenal dengan mereka lama sekali, dan setelah aku pikir, aku bisa mendapatkan Taemin dengan cara bersih dengan meminta bantuannya …”

“Mereka itu … siapa?”, tanya Luna makin penasaran.

.

Jonghyun – Junho

“MWOOOOO????”, Jonghyun berdecak, ia mendorong tubuh Junho menjauh darinya, menatap sinis ke arah namja yang tingginya hampir sama dengannya itu.

“Yah! tenang! easy man! Jinjja!’, gerutu Jonghyun, Junho hanya terkekeh dan bergumam kata ‘mian’ sebelum ia bertanya lagi pada apa yang dikatakan Jonghyun barusan padanya,

“Kau gila, dan kau pasti bercanda, untuk apa kau meminta ku untuk mendekati namja yang sudah jelas punya namjacingu, hm?”, tanya Junho malas.

“Kau tidak usah pura-pura, aku tahu semuanya, kau memang suka pada Minho kan?”, Junho terbelalak, ia menoleh pada Jonghyun dengan terkejut.

“K-kau tahu dari mana?”, tanyanya, Jonghyu hanya tertawa melihat ekspresi temannya itu.

“Tentu saja aku tahu … aku tahu dari Victoria … dia yang katakan itu padaku!”, tawa Jonghyun membahana, Junho meliriknya kesal,

“Kau mau aku lakukan apa? aku tidak pernah mendekatinya … Minho bahkan tidak meliriku sama sekali dari dulu…”, ucap Junho putus asa.

“Kau ada usaha mendekatinya?”

“Belum … buat apa? dia sudah punya namjaciungu?”

“Itu dia masalahnya, kau belum mencobanya kau sudah menyerah, usaha dulu, baru kau boleh katakan tidak bisa …”, jelas Jonghyun, Junho tidak mengerti, “Begini, kalau kau mau, aku akan bantu , kau tinggal ikuti rencana dariku, tapi nanti seterusnya kau juga lakukan sendiri, ya improvisasi begitu … kau mengerti tidak?”

“Kalau … Taemin mengamuk?”

Jonghyun terkekeh, “Tenang saja, dia akan sibuk -sepertinya, jadinya kau bisa memaanfaatkannya, kau dan Minho satu project kan? itu bisa kau manfaatkan -well, mungkin Taemin akan protes, tapi itu urusan ku untuk alihkan perhatiannya…”, Jonghyun melancarkan rencananya, Junho sedikit berpikir.

“Lalu, apa yang harus aku lakukan? aku tidak mengerti …”, Jonghyun berdecak.

“Sudah kuduga kau akan bertanya begini …”, ia berkedip, “Serahkan padaku, kapan dan seperti apa nanti akan kuberitahu … bagaimana? ini kesempatanmu Junho …”,

Junho berpikir sejenak, setelah mencernanya akhirnya ia mengangguk, kapan lagi ia mengambil kesempatan ini? ia tidka bisa menolaknya begitu saja, “Baiklah …”, Jonghyun tersenyum. “Tapi, aku masih tidak mengerti, kenapa kau ingin aku lakukan ini?”, tanyanya,

Jonghyun tersenyum, “…karena aku menyukai Taemin.”,

.

Jonghyun – Luna

“Kau pasti sudah gila Jjong! kau sadar tidak apa yang kau lakukan? kau gila.”

Jonghyun menyengir, “Semua itu akan halal dalam cinta dan perang , Luna …”

.

Taemin – Kai

“Gila!! totaly crazy!!! Taemin kau sadar tidak apa yang mau kau lakukan?!!”,pekik Kai kesal.

Taemin diam, ia tahu temannya itu akan marah besar padanya jika ia mengatakan rencana itu padanya, “Tenang oke?”

“Oh, kau bisa katakan tenang? kau benar-benar sudah tidak waras Taemin … kau benar-benar sudah gila, kau sadar tidak sih dengan apa yang akan terjadi hm? apa akibatnya dari semua ini? hm??!! sadar tidak?!!”, tanya Kai rasanya ingin menjambak Taemin.

“Sadar , dan aku tahu apa yang akan aku lakukan Kai … dengar yah, aku tahu jelas bahwa Jonghyun tidak akan mau merebutku dari Minho, dia tidak akan lakukan itu. Aku sayang pada Jonghyun. Tapi aku juga tidak bisa melepas Minho begitu saja, selama ini hubungan kita baik-baik saja, tidak mungkin aku memutksannya begitu saja?”,

“Setidaknya katakan kalau kau ingin akhiri hubunganmu itu lebih baik dari pada seperti ini…”

“Oh, jadi aku juga harus menerima omongan yang tidak enak juga dari mereka, mereka akan berkata yang tidak enak hubungan ku dengan Jonghyun setelah aku putuskan Minho dan memutuskan bersamanya… mau ditaruh dimana image ku Kai?”, tanya Taemin,

Kai menganga, “What? kau memikirkan image mu Tae? apa kau pikirkan perasaan Minho?”

“Minho akan melepaskanku Kai …”

“Kalau begitu kau katakan baik-baik dengannya!!”,

“No way! karena aku tidak mau dalam posisi yang salah, kalau aku bisa buat Minho dalam posisi itu, kenapa tidak?”

“Bullshitt!! you really crazy!”, Kai melotot ke arah Taemin, Taemin hampir gila karena ia sekarang benar-benar sudah disalahkan, dan oleh sahabatnya sendiri yang seharusnya mendukung nya, meski memang idenya gila.

“Cukup Kai!! aku tahu kau tidak terima, dan kalau memang menurutmu ini salah, yasudah kau tidak perlu bantu, its ok! tapi jangan berkomentar apa-apa! berhenti memakiku!!”, Taemin berdiri meninggalkan Kai

“Fine! tapi jangan salahkan aku, jangan katakan kalau aku tidak pernah menyarankanmu!”, teriak Kai. Taemin hanya diam dan berlalu.

.

Taemin – Junho

“Mau apa kau meminta kita bertemu?”, tanya Junho sinis, Taemin berdecak, dia meminum juice nya dan memandang ke arah Junho dengan datar.

“Aku punya tawaran menarik untuk mu … kau mau?”, tanya Taemin.

“Tawaran? maksudmu?”, tanya Junho, Taemin tersenyum,

Ia menjelaskan pada Junho bahwa ia meminta Junho untuk mendekati Minho, dengan alasan bahwa ia ingin mengakhiri hubungannya dengan Minho, dengan meminta Junho untuk membuat Minho dekat dengannya, dan kemudian dalam suatu kondisi dimana mereka akan dalam situasi Minho dinyatakan bersalah karena ia selingkuh dengan Junho.

“Kau bercanda? kau tahu dari mana kalau aku mau lakukan ini? lagi pula, kalau kau ingin putus, kau katakan saja sendiri, tidak perlu cara ini, kau juga tidak tahu kan aku suka atau tidak padanya?”tanya Junho.

Taemin terkekeh, ‘Oh come on~ seluruh antero kampus juga tahu, aku bahkan tahu ambisi mu padanya, dengan masuk ke jurusan yang sama, sering bersama di setiap kegiatan dan kesempatan event, dan bahkan kau rela ikut kelas tambahan yang diambil olehnya …”, Junho terkejut karena Taemin tahu ini.

“K-kau tahu dari mana?”,

“Tidak perlu jadi sherlock holmes untuk tahu ini.”, decak Taemin, “Yang perlu aku tahu adalah, kau mau atau tidak?”, tanyanya, “Kau cukup lakukan mendekatinya saja, buat suatu hari nanti, Minho dalam posisi yang salah, selingkuh … denganmu …”,

“Kenapa kau lakukan ini?”,

Taemin tersenyum, “Karena aku tidak mau dalam posisi yang salah … kau mau, atau tidak? aku sudah buka peluang sebesar-besarnya padamu, kau tidak perlu terlalu benar-benar selingkuh kalau kau tidak mau, tapi kau bisa memilikinya setelah aku putus dengannya.”,

Junho berpikir sejenak, namun kemudian ia menatap Taemin dengan lekat, “Kalau aku tidak mau?”, tantangnya.

“Aku bisa katakan tentang semua tingkah lakumu selama SMA dulu …”,

.

Victoria – Junho

“Kau sudah gila! heran, apa yang ada dipikiranmu yah Junho ah!”, Vic menjitak kepala Junho dengan kesal, Junho hanya berdecak.

“Tenang saja noona … aku tidak akan terjebak dalam semua permainan dua orang ini …”

“Apa kau bilang? kau malah sudah ikut masuk kedalam lingkaran setan ini!! kau tahu tidak? sekarang, kalau kau ikut campur dalam hal ini, apa yang kau dapat? kau bahkan mungkin tidak akan pernah bisa mendapatkan Minho selama-lamanya …”

Junho mengangguk dan mengangkat bahunya, “Mollayo … mungkin iya, mungkin tidak … its like nothing to lose … ini menyenangkan, aku ikuti saja permainan mereka, tapi tidak sepenuhnya, aku akan jalankan sesuai mau ku … “

“Kau akan katakan pada Jjong tentang rencana Taemin denganmu?”

“Mwo? No for sure noona! mana mungkin … aku akan bermain dengan keduanya ..”

“Kau akan sakit hati nanti …”

Junho menggeleng, “Tidak jika dengan caraku …”,

.

Junho – Jonghyun


“Kenapa kau terlihat senang sekali? ada berita baik?”, tanya Jonghyun siang itu. Junho terkekeh,

“Bisa dibilang begitu, bagaimana dengan Taemin? apa semua berjalan lancar sesuai dengan rencanamu?”, tanya Junho.

“Kau tidak perlu tahu , yang aku harus tahu, bagaimana dengan rencanamu sendiri, ada kemajuan dengan Minho?”, tanya Jonghyun meledek.

“Kau ingat Jaewoon ahjushi? dia akan menjadi menyandang dana terbesar dalam project kampus ku, dan kau tahu apa artinya itu?”,

Jonghyun menoleh dan tersenyum, “Ya benar, sudah 3 kali aku membuat Minho membatalkan janjinya dengan Taemin karena alasan-alasan itu … dan aku rasa kau juga tahu akibat dari hal ini kan ?”,

Jonghyun tersenyum, “Tentu saja.”

.

Junho – Minho

“Kau serius?”, tanya Minho sedikit bingung, ia menimbang apa yang barusan dikatakan oleh Junho barusan. “Bagaimana yah? tidak bisa diwakilkan saja? aku sudah ada janji dengan Taemin, kalau aku akan datang ke pertunangan Hyugnnya malam jumat besok …”, jelas Minho bingung.

“Aku juga tidak tahu … aku bingung dia tiba-tiba mendadak mengubah janji … setidaknya bertemu lah sebentar saja, soalnya dia akan pergi ke Jerman malam hari nya … “,

Minho mempertimbangkan semuanya, “Baiklah … aku akan datang, tapi janji hanya sebentar yah? kalau tidak aku minta kau saja yang deal dengannya untuk project kita berikutnya itu … atau kita cari penyandang dana lain tak apa lah…”, jelas Minho.

“Tenang saja … dia pasti akan datang.” Junho mengeluarkan tiket invitation untuk Minho. Tiket yang ia dapat dari Jonghyun, dan entah kenapa Jonghyun meminta nya untuk merencanakannya malam jumat itu juga. “Ini … ini tiket invitationnya, kau harus pakai ini agar bisa masuk …”, Minho melihat tiket itu, itu tiket yang sama yang ia terima untuk acara Key nanti, ia tidak mengerti kenapa ini terlihat kebetulan.

“Taemin juga disini …”

“Wah jeongmal? kalau begitu malamnya kau bisa langsung datang …”

.

Junho – Minho

 Malam kejadian luar biasa itu.

Minho bersandar di kursi mobilnya dengan tangan menutupi wajahnya, kepalanya pusing melihat semua yang baru saja terjadi, Taemin melihatnya dalam situasi yang salah dan salah paham besar terjadi diantara mereka.

Dan buruknya, Jaewoon ahjussi juga membatalkan pertemuan mereka, karena penerbangannya dimajukan, dan Minho tidak bisa marah atau berbuat apapun kepada Junho, padahal pembatalan itu terjadi didepan wajahnya. 5 menit lalu.

“Aku benar-benar minta maaf Minho …”,

“Ya … tidak apa…”, hanya itu jawaban Minho , ia sudah pusing.

“Kau yakin?”

“Ya …”

Junho berpura-pura menatap Minho dengan iba … you bever know whats gonna happen next … batin Junho iba.

Drrt Drrt

From: Taemin

You BITCH!! F8CKING JERK AND BITCH!!!

From: Junho

Hei, aku rasa aku lakukan apa yang kau minta kepadaku kan? well …

From: Taemin

TIDAK DI MALAM PERTUNANGAN HYUNGKU!!! TIDAK TANPA RENCANAKU!!! DAN TIDAK ATAS KEMAUAN MU SENDIRI!!!

From: Junho

Bukankah yang terpenting adalah mendapatkan kemauan mu? the end. done!

From: Taemin

Kenapa kau tidak katakan itu padaku terlebih dahulu?!!

From: Junho

I have my own plan ok? oke aku mengikuti semua perintahmu, tapi semua tidak seharusnya berjalan sesuai kemauan mu kan Taemin? semua sudah beres, kau dapat apa yang kau mau, kau lihat Minho selingkuh … denganku 🙂

From: Taemin

Oke, Thanks you so much for this. But, u cant have Minho. dont u realize that?

From: Junho

Whtever! setidaknya aku sudah melepaskan Minho darimu … aku benar-benar tidak pantas menerima Minho, dia pantas menerima yang lebih baik dari mu! Dan satu lagi, setidaknya, aku bukan penghianat. Oke im a bitch. but i keep my promise. enjoy ur life !

.

Junho – Minho

on part – 4

“Aku benar-benar minta maaf … karena aku kau dan Taemin jadi–”

“Sudahlah Junho … ini bukan salahmu, kau tenang saja…”, jelas Minho tersenyum, Junho masih berusaha menjajarkan jalannya dengan Minho di siang itu.

“No. Tetap saja, setidaknya biarkan aku jelaskan semua ini dengan Taemin.”, Minho terhenti dan menatap Junho sambil tersenyum miris.

“Tidak perlu, dan aku rasa tidak ada gunanya, ini masalah hubunganku dengan Taemin, ini masalah kerikil hubungan saja, justru ini ujian bagi hubungan kami, jadi kalau aku dan dia bisa hadapi ini, itu artinya bagus … dan hubungan kami lulus ujian ini. Aku berpikir begitu.”,

Junho tidak percaya dengan Minho, “Kau ini kenapa sih bisa begini?”

“Begini gimana?”

“Sabar.”

“Ini keputusan yang terbaik.”

“Kalau Taemin tidak memaafkanmu?”

“Dia akan memaafkanku, hanya saja masalahnya, apakah ia akan mempercayaiku, itu saja …”

“Bukan kau yang harus mengemis kepercayaannya! dia yang harus percaya padamu!!”, jawab Junho kesal.

Minho menarik nafas dan menepuk pundak Junho untuk tenang, “Kalau dia memang jodohku, aku yakin Taemin akan kembali padaku …”, jelas Minho.

“Kalau tidak?”,

“Ya berarti bukan. simple as that.”

“Not simple as that. you’re mad.”

.

Junho

Good news. i think he’s yours now …

Message sent.

Message delivered to Jonghyun.

.

Minho – Changmin

“Sepertinya memang ada yang aneh disini … tapi ya sudahlah … ini memang semua salahku, aku tidak perlu mencari alasan untuk berdalih lagi.”, jelas Minho datar sambil menggigit burgernya.

“Jadi kau akan melepaskan Taemin begitu saja?”, tanya Changmin memandang Minho dengan tenang meski ia mendengar jawaban Minho dan membuatnya mengurungkan mengigit burgernya.

Minho mengangkat bahunya, menelan gigitan burger itu “Well … if thats what he wish.”

Changmin tidak mengerti jalan pikiran dongsaengnya itu. “Terserah padamu lah … aku tidak mengerti jalan pikiranmu, tapi kalau aku yang ada di posisi mu, aku akan jelaskan padanya bahwa aku dan namja itu tidak ada hubunga apapun.”, Minho menyengir mendengarnya.

“Ini masalah trust! Kalau memang Taemin masih percaya padaku, maka dia akan mendengarkan semua penjelasanku, dan … well, memaafkanku …”

“Tapi nyatanya?”

“Yah memang ternyata percayanya dia padaku belum cukup.”

“Kau pernah berpikir jika kau dalam posisinya saat ini?”

Minho mengangguk, “Aku … mungkin akan lakukan hal yang sama …”

“Kau yakin?”

“Ya …”, Minho menelan terkahir burgernya, “Sudahlah, kalau memang aku dan dia jodoh, maka kami akan bersama lagi.”,

“Whatever … its your life.”, jelas Changmin menarik nafas.

.

Minho

Thanks for those great 1,5 years. i still love you. but i know … if i really … really love you, i have to set you free. Keep shining baby … take care 😉

Message sent.

Message delivered to Taemin.

“…CUT!!!”

Semua pemain berhenti ketika sutradara menyebutkan kata mujarab itu, semua kru bertepuk tangan meriah memberikan selamat atas kerja keras para pemain, dan juga seluruh orang yang terlibat.

“Gamsahabnida~~~”, semua berseru kata itu satu sama lain, seluruh aktor dan aktris membungkuk mengucapkan terima kasih atas kerja sama mereka.

“Ah, Jonghyun, Taemin, Minho … kalian wawancara sebentar!”, sutradara memanggil 3 peran utama film garapan mereka kepada sebuah wawancara selesai syuting.

“Neh!~”, ketiganya menghampiri wartawan yang siap bertanya pada mereka.

“Annyeong haseyo … bagaimana kesan kalian setelah memainkan film ini? apa perasaannya…?”,

Ketiga nya tersenyum, Jonghyun menarik pinggang Taemin kepelukannya dan mencium pipi namja cantik itu, “Tentu saja senang, kami senang telah menyelesaikan film ini dengan tidak ada hambatan yang terlalu sulit, karena sebenarnya  dengan bantuna seluruh pihak film ini mudah untuk di laksanakan …” jelas Jonghyun,

“Oh ya, benar sekali, terlebih karena anda bermain dengan pasangan anda sendiri yah? tentu sangat mudah jika anda bermain dengan pacar anda sendiri…”, tanya wartawan melihat ke arah Taemin dan Jonghyun. Taemin terkekeh, Jonghyun juga , Minho hanya tersenyum berdiri disamping ke duanya.

“Kau Minho shi … bagaimana perasaanmu,?”

“Tentu saja aku senang, karena akhirnya ini selesai , aku tidak sabar melihat tanggapan pemirsa, dan terima kasih pada Taemin dan Jonghyun teman ku yang sudah kerja keras.”, semua tersenyum pada Minho.

“Yang kalia harapkan selain film ini sukses apa lagi?”, tanya wartawan itu lagi,

Ketiganya saling berpandangan, “Kami harap kejadian ini tidak akan terjadi … thats a no no…”, saut Jonghyun duluan, semua tertawa mendengarnya.

Mereka tertawa.

Kecuali dia … ani … kecuali mereka berdua…

Jadi tahu siapa yang [tidak bisa] tertawa paling akhir?

Key … di kejauhan sana, melihat sangat jelas , apa yang ada di film yang baru saja mereka mainkan terjadi … karena ia melihat tangan Minho dan Taemin yang saling menggenggam dengan erat di belakang punggung Jonghyun, yang malah sibuk memeluk pinggang Taemin, tanpa tahu, bahwa namja cingunya itu …

selingkuh.

END!!!

Hahahahahahahahaha … bingung? pasti! silahkan berbingung ria! bye bye~

makasih atas komen dan likenya 🙂 makasih banget ❤

Advertisements

87 thoughts on “[2minJjong] A LIE + Hidden: behind the truth – part 5end

  1. Hahahahaha ini part yang awalnya narik ulur emosi tapi endnya malah lucu. Jadi ini film ceritanya thor?
    dan di endingnya ternyata taemin selingkuh sama minho?? Haha

  2. demiapa endingnya jadi gini????astaga semua ga ngeduga kalo bakal kaya gini yaampun authornya daebak nih;;;;

  3. m-mwo?!@.@
    sumpah speechless, ha,,, ha,,, hahahahahahahahaha
    gilaaaaaaaaaaaaaaaaa ini… aduh saiah pusing. no comment. yang pasti ini DEMI APA KEREN GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA….. menguras emosi, kepala saiah jadix sakit bc ini part, nahan emosi, nahan nafas, nahan kentut(?) gkgkgkgk
    gokil gokil gikil. 1000000000000000 jempol buat author.ahahahaha

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s