[2minjjong] A LIE – part 4 of ?


PART 3 > CONTINUE READING~

Foreword:

Annyeong … hahaha … komennya dikit banget ciyh~ tae hee hee … gak papalah, masih dikomen alhamdulillah yah~ xD Pada nebak kah ini mau jadi apa sebenernya, saya juga tidak tahu … tae hee hee … sepertinya mau berkahir, maaf yah lama banget updatenya, so here is it … cue!

by: Sanniiewkey~

Taemin menggertakan giginya, memegang ponsel yang sudah hampir 1 jam ia genggam, mencoba menghubungi nomer orang yang sangat amat ingin ia ada didepannya saat itu. Dan setelah sekian lama, mungkin hampir 1 jam mencoba menghubungi nomer itu, akhirya nomer itu diangkat juga.

Hanya saja, apa yang setelah itu mereka bicarakan, membuat emosi Taemin benar-benar diuji dan terkuras. Karena sosok dibalik sana membuat kesabarannya sudah sampai limit.

“Taemin …”

Namanya dipanggil lagi olehnya, Taemin mencengkram ujung kemejanya.

“Apa?!! Minho … kau–“, Taemin menatap dingin ke arah depan, menatap lampu cafe dengan nanar, ” Kau sebenarnya tahu tidak sudah berapa kali kau lakukan ini? membatalkan janji denganku? berapa kali dalam satu minggu ini kau lakukan itu? hm? 5 kali! 5 kali kau batalkan! dan kau tahu berapa kali juga kau telat dalam seminggu ini?! sama banyaknya dengan kau membatalkan janji itu!! Well, aku juga sering telat, at least aku punya alasan! Oh God Minho … kemana Minho yang aku kenal dulu??”,  lengking Taemin.

“Taemin … dengarkan aku–“

“Apa lagi? kemarin aku bisa mengerti kalau aku tidak bisa egois, aku tidak bisa memaksa mu untuk pergi menemui ku karena kau sibuk! Tapi apa? ini sudah sampai limitnya, sampai dimana kau tidak bisa lagi dipercaya ucapannya!”

“Dengarka aku Taem–“

“Sudahlah!”, ia mengibaskan tangannya, meski Minho tidak bisa lihat akan hal itu.

Taemin memejamkan matanya, mengusap wajahnya dengan frustasi, “Aku tidak mau membahas masalah ini Minho … aku tidak mau memperpanjang masalah ini … tapi aku lelah, aku diam, tapi kau terus lakukan ini lagi dan lagi … lalu apa lagi alasannya sekarang? hm? bisa kau katakan setidaknya yah … ‘setidaknya’ alasan yang bisa membuat ku memakluminya, sekali lagi.”, jelas Taemin hampir ingin menangis karena kesal.

“Taemin … aku benar-benar tidak bisa kesana, ini mendadak.”

“Oh mendadak yah? sepenting apa sih? aku sudah katakan acara pertunangan Key hyung sejak satu bulan lalu, dan kau membatalkannya dengan alasan Changmin Hyung meminta mu untuk menemaninya ke Daegu?”

Ia bisa dengar MInho menarik nafas disana, “Kau harus mengerti kondisi Changmin Hyung ,Tae …”

“Apa lagi memangnya?”

“Dia butuh teman dan aku harus menemaninya kesana …”

Taemin terdiam, “I cant believe this Minho …”

“Taemin …”

Taemin menatap ponsel ditangannya, ia pencet tombol merah di ponselnya dan mengacuhkannya , ia tidak perduli kata-kata atau alasan Minho lagi, benar-benar tidak bisa dimaafkan.

Drrt Drrt

From: Minho

Mianhe Minnie … kalau begitu aku akan datang …

From: Taemin

Tidak perlu! aku sudah batalkan reservasi mu di cafe, dan aku rasa tidak ada gunanya kau datang.

From: Minho

Mianhe Taemin ah~ aku benar-benar minta maaf. Besok aku akan kerumah bertemu dengan Key hyung …

From: Taemin

Bukan padaku kau minta maaf, seharusnya pada Onew dan Key hyung! terserah!

From: Minho

Well, thats what i want suppose to do … kalau begitu aku akan hubungi Key hyung.

From: Taemin

Whtever!

Taemin mematikan ponselnya dan menjejalkannya kedalam saku celananya dengan kasar, kembali kedalam cafe dan melihat dimana semua keluarga dekatnya dan keluarga Onew berkumpul. Ia sebenarnya tidak mau berwajah murung didepan Hyugnnya, hanya saja, hal ini benar-benar membuat moodnya drop sekali.

.

.

“Minnie … Minho kemana?”, tanya Key menyenggol lengannya disela obrolan hangat keluarga mereka, Taemin merasa tidak enak lagi, ia menarik nafas, dan menggeleng serta mengangkat bahunya,

“Tidak tahu. Saat kuhubungi sinyalnya tidak bagus tadi.”, hanya itu yang dijawab oleh Taemin, Key melihat adiknya itu sedang tidak mood untuk mengangkat topik tentang ‘Minho’ . Key hanya mengangguknya saja, dan kembali berbicara dengan Onew yang ada disampingnya.

Taemin mengunyah desert didepannya sambil melihat sekeliling meja yang diitari oleh keluarganya, dan keluarga Onew. Key terlihat sangat bahagia, tentu saja … malam itu pertunangan mereka, ‘akhirnya’ … ia bisa lihat seluruh keluargnya juga sudah sangat menerima Onew, menerima candaan Onew , meski terkadang tidak lucu , hanya saja, entah kenapa Umma dan Appanya sangat menyukai joke-joke Onew.

Onew … betapa Taemin merasa beryukur Hyungnya mendapatkan Onew. Onew adalah pria baik dan luar biasa!. Catat! Pria! karena Taemin tahu pasti tentang perubahan Onew, Onew yang dari berumur 19 tahun dan sudah berubah menjadi namja berumur 25 tahun yang matang. Namja yang dulu mengejar Hyungnya yang berumur 17 tahun, mendekatinya selama 2 tahun dan sudah selama 4 tahun mereka bersama. Ia bahkan tahu Onew sangat menyayangi Key , meski Key terlihat sangat cuek pada Onew, ia juga tahu Hyungnya itu terlalu mencintai Onew. Jadi, ia senang akhirnya mereka memutuskan kejenjang yang lebih serius lagi …

“Hyung … aku mau keluar sebentar yah?”, Taemin berbisik ditelinga Key.

“Hah? mau kemana?”, tanya Key cemberut. Ia sedikit sedih karena diacara bahagianya adiknya terlihat lesu.

“Sebentar saja, aku ingin menghubungi seseorang, kalau aku menelpon disini nanti aku tidak bisa dengar, kau kan kalau tertawa berisik sekali Hyung.”, ledek Taemin sebagai alasan, Key hanya mendesis dan mengangguk setuju.

Setelah meminta ijin yang lain Taemin beranjak pergi dari sana, jujurnya dia hanya ingin membunuh rasa bosannya, berjalan-jalan cari angin dan melihat seluruh isi cafe sepertinya lumayan. Ia jejakan kakinya kebagian lain, cafe yang dipisahkan dengan taman yang sangat indah, dengan kolan berenang disisi kanannya, dan juga gazebo-gazebo kecil yang disediakan bagi couple-couple yang ingin suasan romantis.

Taman itu dihiasi dengan lampion-lampion dengan indah. Ia berjalan ke ruangan lain yang mungkin sama seperti tempatnya makan, hanya saja mungkin kelas VIP nya, miliknya tadi VVIP. Ia melongok an kepalanya kesana, tempatnya tidak kalah bagus dengan yang lain, dengan minimalis yang cozy.

Ia ingat Minho pernah mengajaknya kesini saat dulu grand openingnya, hanya saja ia menolak keras, ia hanya berkata
“Buat apa makan ditempat ini? banyak tempat yang sama bagusnya dan juga menyediakan buffet-buffet yang all you can it … lebih baik simpan uang nya.”, selalu itu yang dikatakan Taemin jika Minho setidaknya ingin membawanya ketempat yang lebih romantis, ada sedikit rasa menyesal juga dihatinya. Dan menyesal, kondisi mereka saat ini, sibuk … dan kurang komunikasi. Ia terkadang ingat masa dulu saat masih bisa bersama-sama.

Ia terus telusuri ruangan itu, ia lihat sepasang pasangan sedang berbincang, sekeluarga yang makan dengan senang, dan ia melihat di ujung ruangan ada pasangan lain, hanya saja …

Tunggu dulu.

Tunggu sebentar.

Taemin berjalan beberapa langkah, menajamkan pandangannya dengan seksama, memperhatikan pasangan di ujung ruangan itu lagi sekali lagi.

Di ujung sana … ia lihat bukan pasangan, hanya saja … ia melihat … Junho.

Buat apa Junho kesini? ketempat romantis seperti ini? Namun semua itu membuatnya terkejut, ya benar-benar terkejut, ketika namja yang duduk tepat didepan Junho itu berdiri, kemudian berbalik dan berjalan ke arahnya…

Disana … dengan mata kepalanya sendiri … ia melihat Minho.

M-I-N-H-O

Ya … Choi Minho!!!

Taemin terpaku ditempatnya.

.

.

Minho berhenti ketika ia lihat siapa sosok yang sedang berdiri tepat diambang pintu. Taemin -menatapnya dengan tatapan kosong, susah digambarkan, terlihat kekecewaan disana, amarah, bingung, sedih, entah apa lagi, tatapan yang paling tidak Minho sukai -koreksi, Minho tidak nyaman akan pancaran mata itu dari Taemin, mata yang selama ini hanya memancarkan keindahan saja baginya.

“Taemin …”, ucapnya hampir berbisik. Seolah-olah meyakinkan dirinya sendiri kalau ia tidak salah orang.

Taemin hanya diam ditempatnya, dan terlalu shock karena apa yang ia lihat.

“Taem–” Taemin memundurkan langkahnya, membuatnya terbentur dengan kursi dibelakangnya, mengangkat sedikit tangannya seakan memberikan simbol bagi Minho untuk tidak bergerak mendekat.

“Kemana Changmin Hyung, Minho?” tanya Taemin berusaha untuk tidak bergetar suaranya, Taemin melihat lurus ke mata Minho kemudian mencari keseluruh ruangan, berharap ia tidak melihat Taemin dengan namja itu, dan bisa menemukan Changmin juga disana, setidaknya menyelamatkan Minho atas kebohongan nya, dan judge Taemin kepadanya.

“Ini bukan seperti yang kau pikirkan Tae …”

“Kemana Changmin Hyung, Minho? Aku tidak melihatnya disini …”

Taemin menarik nafas, ia mencoba menarik tangan Taemin, namun dengan kasar langsung ditepis olehnya. Taemin memundurkan badannya kemudian menatap Minho dengan sinis, tak lama ia tersenyum, “Oh ya, aku lupa … Changmin Hyung ke Daegu kan?”,

 “Taemin … please … dengar–“

“KAU!!’, Taemin berterika, menuding wajah Minho. Membuat beberapa orang menoleh ke arahnya. Ia bernafas dengan tidak teratur dengan emosi. “Kau lebih baik pergi dari sini!! sebelum keluargaku, terutama Onew dan Key hyung melihat mu ada  disini, melihat orang yang sangat mereka harapkan untuk datang ke salah satu hari bahagia mereka malah ada disini, sebelum mereka kecewa melihat apa yang kamu lakukan sekarang!!!”, Taemin menatap Junho yang berdiri dibelakang Minho ” … terutama dengan ‘siapa’!!”, sindirnya.

“Taemin!!”

Taemin sudah pergi dari sana, berlari sekencangnya memanggil taxi dan pergi, ia hanya ingin dan berharap Key dan Onew -terutama seluruh keluarganya melihatnya. Dan tidak mau bertemu Minho, itu yang lebih utama!

.

.

Taemin sudah selama 2 hari tidak keluar kamar.

Oke, tidak hiperbola, ia tetap keluar kamar, hanya untuk makan, mandi, buang air kecil dan besar, mengambil cemilan. Kemudian sisanya ia diam didalam kamar, mengunci dirinya disana, jauh dari keramaian, jauh dari bisingnya Key yang sering marah-marah karena anjing peliharaan mereka yang semakin nakal.

Ia hibernasi total! Tidak mood melakukan apapun, kuliah? untungnya sedang libur karena sudah ujian. Saat kejadian itu -di hari pertunangan Key dan Onew, ia tidak ada lagi semangat, semuanya tersedot begitu saja. Bahkan banana milk yang ia minum pun rasanya hambar begitu saja. Pertanda buruk artinya jika ia rasa seperti itu.

Kejadian malam itu adalah bukan sesuatu yang ia ‘rencanakan’.

“Minnie, tadi Kai menghubungi mu saat kau masih tidur. Katanya kau harus menghubunginya.”, jelas Key melongok dari balik pintu.

“Hmm…” Taemin hanya jawab itu dari balik selimutnya yang ia tutupi seluruh tubuh.

Key menarik nafas, “Kau kenapa? katakan padaku, sudah 2 hari kau begini? ada masalah?”

Taemin melongok dari balik selimut, hanya matanya saja yang kelihatan, “Ani. Just PMS-ing.”, jawabnya asal. Key berdecak. Taemin suka perhatian Key padanya, well … Key memang amat sangat perhatian, bahkan ia terlalu perhatian, hanya saja sifat itu terkadang sangat membosankan buatnya, apa lagi disaat mood nya tidak bagus.

“Kalau begitu kau kompres saja dengan air panas perutmu itu.”, ucap Key asal dan menutup pintu kamarnya, Taemin melihat ke arah pintu itu dengan tatapan -Key sudah stress- apa ia pikir kalau Taemin benar seorang namja yang bisa PMS?

Taemin menutupi tubuhnya lagi dengan kesal, Key terkadang juga suka menyebalkan, dan asal, perhatian namun menyebalkan.

Taemin termenung.

Sounds familiar.

Perhatian dan menyebalkan!

Jonghyun.

Taemin menggelengkan kepalanya dan membuka selimutnya, mengacak rambutnya dengan kasar, kenapa nama itu tiba-tiba muncul lagi dikepalanya, ya benar … sama seperti sifat orang itu yang tiba-tiba masuk secara diam-diam, masuk kedalam aliran tenang Taemin, Jonghyun … ia datang seperti ombak di air tenang.

Ia ambil ponselnya di meja tidurnya, dan menyalakannya. Ia tahu sekali Minho akan mencoba menghubungi nya dengan cara apapun, termasuk datang ke rumahnya seperti siang itu. Untung orang-orang di rumahnya sedang tidak ada, jadi ia bisa manfaatkan ahjuma untuk menggunakan actingnya berbohong pada Minho kalau ia sedang pergi ke Busan ke rumah saudaranya.

Bunyi pesan masuk membahana dikamarnya, semuanya total 20 pesan.

Minho [jum’at , 8 KST]

Taemin … aku ingin jelaskan semuanya padamu, please … beri aku ksempatan …

Taemin tahu ini pesan dari malam sebelumnya, ia membuka semua pesan itu dengan wajah tidak tertarik sama sekali.

Minho [jumat, 8.12 KST]

Taemin … please, ini tdk seperti yg kau pikirkan, bisa kita bicara?

Minho [jumat, 8.30 KST]

Kenapa ponsel mu mati?

Minho [jumat, 10.45 KST]

Taemin , aku ingin jlskan smuanya padamu, please, kita hrs ketemu. hubungi aku secepatnya…?

Kai [jumat, 11.46 KST]

Taemin! kau dimana? kenapa ponsel mu mati? kau masih hidup? baguslah … jangan lama-lama kau kekutub untuk hibernasinya -__-V

Minho [jumat, 18.37 KST]

Taemin, jeongmal! im desperate. please. please. balas pesan ini, meski sekali saja.

Kai [sabtu, 10.30 KST]

Taetem! kau tidak menerima pesanku? kau ikut tidak? Luhan mengajak kita pergi makan, ia ingin merayakan hari jadinya dengan Tao. Kau pasti mau kan?

Luhan [sabtu, 13.00 KST]

Taemin~ kau ikut tidak? nanti sore aku dan Tao ingin mentraktir kalian. Kalau bisa kau bawa mobil neh~ jadi kami tidak usah repot menjemput mu~ okeh?❤

Tao [sabtu, 13.23 KST]

Taemin! aku ingin mentraktirmu! sore ini jam 5, kau ikut? rsvp!

Taemin membaca pesan dari teman-temannya itu dengan berdecak, ia bingung, sebenarnya siapa yang ingin mentraktir disini? kenapa semuanya jadi seperti lingkaran setan?

Minho [sabtu, 13.25 KST]

Taemin … where r u?

Minho [sabtu, 13.30 KST]

Taemin, aku benar-benar minta maaf, aku mohon, aku butuh bicara padamu, balas pesanku ASAP.

Minho [sabtu, 14.00 KST]

Kau pergi ke Busan? kapan kembali?

Kai [sabtu, 17.24 KST]

YAH! EODIGA! HAISH! Kenapa dengan ponselmu!! kau tenggelamkan di closet? Tao ternyata bohong, akhirnya kita bayar sendiri-sendiri ==” cepat hubungi aku, ASAP

Minho [sabtu, 17.50 KST]

Taemin … apa aku harus ke Busan?

Kai [sabtu, 18.30 KST]

Taemin ah! gwencana? apa aku harus ke rumah mu??

Kai [sabtu, 19.00 KST]

Taemin!! waeeeee???

Junsu [sabtu, 19.30 KST]

Taemin. Hari selasa berikan berkas laporan showcase . dont forget!

Taemin merungut kesal, sial … Junsu yang mengirimkan pesan itu secara langsung, ia tidak bisa mengeles untuk tidak membuat laporan itu ==”

Kai [sabtu, 20.00 KST]

YAH! JINJJA!! UP TO YOU OKE!! ERGH! erm … eodiga?????

Kai [sabtu, 20.30 KST]

Ergh~ tadi aku menghubungi rumah mu, kau masih tidur! Good. kau sepertinya benar-benar hibernasi! omw ur home… aku menginap di rumah mu neh~ wait for me~

Jonghyun [sabtu, 21.13 KST]

Taemin, nilai sudah keluar … kau sudah melihatnya?

Taemin melihat pesan itu dengan seksama, kemudian ia menutup wajahnya lagi dengan selimut dan menjerit tertahan, kenapa masalah itu datang lagi? Selama lima menit ia mencoba mencerna semuanya, menarik nafasnya dan menggerkan jarinya di ponselnya, mengirim pesan singkat dan padat.

To: Minho

Kita bicara senin. Ketemu di taman kampus jam 10. Jangan telat.

.

.

Taemin duduk dikantin, mengunyah cheesecake didepannya dan sesekali menyedot ice chocoforestnya sesekali memainkan angry bird di ponselnya. Namun ia menoleh ke kirinya ketika ia rasakan sebuah tangan menepuk bahunya, ia terkejut, melihat Jonghyun berdiri disana dengan cengiran yang Taemin rindukan khasnya itu.

“Annyeong.”, sapanya, Taemin tersenyum,

“Annyeong.”

“Kenapa sendirian? Kai mana?”, tanyanya, Taemin mengangkat bahu, mempoutedkan bibirnya kesal.

“Masih dijalan.”

Namja itu hanya mengangguk, “Sudah lihat nilai? gimana?”, tanyanya berusaha sewajar mungkin, tidak terlihat kaku.

“Lumayan …”, jelas Taemin, ia tidak perlu cemas, ia selama ini cukup berprestasi, well… setidaknya ia tidak jelek-jelek juga dalam akademik.

“Well … H-A dapat nilai apa?”, tanya Jonghyun tersenyum, Taemin meneguk ice nya dan melihat ke arah Jonghyun dengan senyuman lebar. “Dapat A.”, kekehnya dengan bangga, well … ia patut bangga akan hal itu! History Art memang sulit untuk mendapatkan nilai bagus.

Bahkan jika ia sudah dapat nilai C itu saja sudah lumayan, tapi A, itu luar biasa. Lain dengan Kai yang meski ia dapat C ia cukup senang akan hal itu. “YANG PENTING C!! BAYANGKAN! H-A!!”, jelasnya semangat saat ia berhasik menembus nilai C dari pada D, padahal Taemin yakin IP nya saja tidak cukup untuk dibanggakan.

“Waw. Chukae~ … berapa IP mu?”, tanya Jonghyun duduk disamping Taemin, menjaga jarak sedikit dengannya.

Taemin masih dengan tersenyum bangga ia menatap Jonghyun, “3,35 …”, ia terkekeh dengan sangat bangga, dan itu terlihat begitu imut menurut Jonghyun.

“Kau hebat …”, Jonghyun baru saja ingin mengusak rambutnya hanya saja ia tidak jadi dan menahan dirinya, ia menurunkan lagi tangannya, dan berharap Taemin tidak sadar akan perbuatannya, dan memang Taemin sepertinya lebih sibuk dengan kebahagiannya,

“Kau sendiri …?”, tanya Taemin gantian kali ini.

“Ya … tidak sebagus kau lah …”,

“Iay tapi berapa IP nya?”

“Hm … berapa yah? kau bisa menebak berapa?”, tanya Jonghyun terkekeh. Taemin mendengus kesal, “Kenapa harus menebak? kelamaan … cepat katakan berapa?”

“Tidak sebagus mu…”, katanya tersenyum, Taemin meliriknya kesal.

“Ah, membosankan. Setidaknya tinggal katakan padaku berapa kan itu mudah?” tanya Taemin cemberut. Dari sudut matanya ia melihat Luna berjalan ke arah mereka, Taemin langsung memanggilnya dan bertanya berapa nilai IP Jonghyun padanya, Luna masih terkejut ditanya seperti itu tiba-tiba, tepatnya ia juga terkejut melihat Jonghyun bersama dengan Taemin, mereka saling bertatapan lama, seperti ingin tahu ada apa, dan kenapa ia bisa bersama Taemin.

“Kau bertanya padaku berapa nilai namja ini? “, tanyanya kesal, Taemin mengangguk, menatap ke arah Luna, kemudian ke arah Jonghyun bergantian sambil memasang wajah penasaran, “Percuma, sebaiknya jangan tanya, dia tidak setia kawan, yang lain berdarah-darah melihat nilai mereka, namun sepertinya namja ini melenggang dengan indah.”. Jonghyun hanya tertawa mendengar sautan Luna.

Taemin semakin bingung, ia menatap Luna lebih lekat, memintanya meneruskan kata-katanya, Luna menarik nafas dan melirik kesal pada Jonghyun, “3,64 … dengan lima mata kuliah bernilai A. Kita bunuh saja namja ini.”, jelas Luna kemudian berlalu, Taemin menatap Luna pergi dengan menganga tidak percaya, kemudian beralih ke arah Jonghyun yang masih memasang wajah innocentnya.

Taemin mendesis, meninju lengan kekar Jonghyun, “Yah! tinggal kau katakan saja kan bisa! sok secret, sok low profile, sok segalanya!”, Jonghyun hanya tertawa.

“Aku hanya tidak mau merubah mood mu yang bangga dengan nilai A di H-A…”, Taemin mendesis.

“Whatever!” Taemin menyeruput ice nya dengan kesal, namun tidak lama ia ikut tertawa.

“Nanti sore … nonton bioskop mau?”,

Taemin menoleh menatap Jonghyun, ia tidak percaya dengan ucapannya, “Apa?”

“Seoul panas sekali hari ini…”

“Tadi kau tidak berkata begitu!”, Taemin rasanya ingin meninju wajah namja itu. Jonghyun hanya mengangkat bahunya dan terkekeh.

“Mau nonton dimana? memang ada film bagus hari ini?”, tanya Taemin kemudian, Jonghyun berdecak.

“Tuh, kau mendengarku! kalau sudah tahu kenapa tanya , dasar namja aneh!”, jelas nya, Taemin mendengus kesal.

Begitulah yang ia suka jika ia berada disamping nya, ia merasa Jonghyun seperti membawa aura positif, aura tawa yang selalu membuat harinya baik, membuatnya lupa akan masalah, membuat nya tahu bahwa masalah itu tidak penting, harus di buang pada tempatnya, dan Jonghyun, tahu untuk menampung masalah itu kemudian di daur ulang menjadi sebuah hal yang lebih baik bagi moodnya. Dan ketika ia pergi, ia rasakan kalau hidupnya tertimpa masalah lagi yang tidak bisa ia selesaikan , datang seperti air bah.

“Ah, nanti aku kirim pesan, aku harus bertemu temanku, aku lupa bawa tugas, aku mau menyalinnya …”, Taemin menganga, IP bagus tapi tugas sering lupa, tipikal Jonghyun.

“Masih tidak berubah.”. ledeknya,

Jonghyun hanya terkekeh dan pergi begitu saja, namun belum jauh Taemin memanggilnya lagi, membuat namja itu menoleh.

“Apa lagi?”, tanya namja itu.

“Kenapa kau tiba-tiba menyapaku?”, tanya Taemin, Jonghyun terkekeh.

“Iseng saja, kasihan melihatmu sendirian duduk disini, hampir saja lalat merubungimu.”, dan namja itu pergi, Taemin tersenyum mendengarnya, menarik nafasnya lega, dan senyum itu tidak lepas darinya dipagi itu.

.

.

Taemin dan Minho sudah duduk disana selama beberapa menit, suasana taman sama sepinya dengan sekitarnya, sepi tidak ada kata yang terucap, membuat sekitarnya terasa dingin, Minho sibuk melihat ke arah Taemin yang sama sekali enggan melihat ke arahnya, ia tahu bahwa namja cantiknya itu sudah hilang rasa simpati atau bisa dibilang rasa tertariknya pada Minho. Minho melihat namja cantik itu sudah enggan memperhatikannya , tidak seperti dulu, ia selalu melihat dirinya sendiri di mata Taemin.

“Taemin …”, Minho berusaha membuka percakapan itu lagi,

Namja cantik itu menoleh, “Apa yang mau kau jelaskan sekarang? kau tahu kan, apa yang kau jelaskan itu juga tidak merubah keadaannya …”, Minho bisa lihat namja cantik ini juga berubah , dari namja yang manja, menjadi namja yang percaya diri dan tegas, ia tidak pernah menyadari akan hal ini, -atau malah memang ia tidak pernah tahu sifat asli ini.

“Setidaknya berikan aku kesempatan untuk membangun kepercayaanmu Tae …”

Taemin menoleh, tidak percaya dengan apa yang dikatakan namja itu, “Minho, kau sadar tidak apa yang selama ini terjadi pada kita? hubungan ini semakin tidak sehat, kau tahu itu? intensitas kita dari komunikasi dan juga dari pertemuan kita semakin jarang satu sama lain. Aku mencoba memahami semuanya, mencoba paham kalau tidak bisa bertemu, tidak kau hubungi, tidak menepati janji, dan bahkan telat … aku mencoba mengerti , tapi setiap orang punya batas kesabaran, dan aku salah satunya.”, jelas Taemin menatap Minho.

“I know … dan aku punya alasan … aku bisa jelaskan …”

Taemin menatap Minho tidak percaya, mencoba menyelidik ekspresi Minho saat itu. “Aku sempat berpikir, apa semua ini … karena Junho? itu yang aku pikirkan semenjak insiden di cafe beberapa hari lalu?”, tanya Taemin, tidak ada jawaban dari Minho, ia lihat ekspresi namja itu berubah.

Drrt Drrt

From: Jonghyun

Taemin, eodiga? aku kekantin sekarang, kau tunggu disana saja.

Taemin menjejalkan ponselnya kedalam saku, ia menatap Minho lagi yang tidak ada reaksi, ia tidak perlu jawaban, dan ia tahu, apa jawaban itu berarti ‘iya’??

“Jeongmal Mianhe Taemin ah~ …”

Taemin hanya diam, “Kau mau mendengarkan penjelasanku kan?” tanyanya lagi.

“Terserah kau.”,

“Then, its means no.”,

“Minho , kau mengerti tidak? kau jelaskan apapun padaku, itu tidak ada efeknya sama sekali. Lebih baik kau tidak usah jelaskan. Kenapa? karena percuma, jika kau berkata dan aku pikir kau berbohong padaku, padahal itu benar. Dan jika kau berkata padaku itu bohong dan aku percaya? bagaimana? mana yang harus aku pegang kata-katamu sekarang? tidak ada gunanya kan? itulah kenapa tidak ada efeknya!”, jelas Taemin.

Minho terdiam, menunduk lemas. Taeminnya benar berubah, Taemin yang sekarang sudah bisa menilai mana yang baik dan tidak. Dan ia bahkan tahu untuk membuat Minho merasa tambah bersalah.

“Aku tidak bisa mengembalikan kepercayaanmu itu kan?”,

Taemin terdiam, “Aku tidak tahu, tapi untuk sekarang aku rasa belum bisa …”

Drrt Drrt

From: Jonghyun

Sepertinya kau sedang bicara serius, kita batalkan saja yah?

Dengan cekatan Taemin membalas pesan itu meminta Jonghyun menunggunya sebentar lagi. Dan setelah selesai ia jejalkan ponselnya ke tasnya.

“Aku tidak percaya kau lakukan ini Minho … padaku…”

“Aku punya alasan Taemin.”, jawab Minho sabar. “But still, i made a big fuss. Very big. Aku tidak akan memaksa mu lagi untuk mendengarnya, aku hanya berharap aku bisa kembalikan kepercayaanmu padaku sekali lagi.”

“Aku tidak tahu …”

Minho terdiam, ia menarik nafas, menoleh pada Taemin, “Aku minta maaf, jika aku jadi kau, aku pasti akan lakukan hal yang sama.”, Taemin tersentak mendengarnya, seperti mendapat pukulan keras dikepalanya, benar … mungkin Minho akan lakukan yang sama jika Minho tahu bahwa Taemin pernah meletakan Minho pada posisinya sekarang, well … semua jadi 1-1 sama kedudukannya, hanya saja, saat ini -Taemin dalam keadaan lucky . Ia bergidik ngeri, ia tidak bisa bayangkan andai saja Minho tahu yang sebenarnya …

“Lalu … kau mau kita bagaimana sekarang?”, Taemin terkejut dengan pertanyaan itu.

“I dunno …” Taemin menarik nafas , kepalanya pusing tiba-tiba.

“AKu akan menunggumu, sampai kau memaafkanku, sampai kau percaya lagi padaku Tae …”

Kali ini Taemin terdiam sebelum ia berucap. “Minho … aku rasa kita harus break dahulu …”, Minho tahu ia harus hadapi yang terburuk, namun ia tidak menyangka akan keputusan itu yang keluar dari mulut Taemin, namja cantiknya,

“Sampai kapan?”,

“Sampai hati ku bisa memutuskan untuk kembali padamu dan percaya padamu.”

Minho menunduk, menarik nafasnya, mencengkram tangannya, “Apa yang bisa ku lakukan, jika memang itu maumu, aku terima Taemin …”

.

.

Jonghyun memperhatikan Taemin yang lesu dari tadi, diajak bicara mengenai film yang mereka tonton tidak nyambung, dan sekarang, mereka duduk di cafe, menikmati cemilan, namun Taemin disisi lain tidak menikmati makanan yang sudah rela ia belikan itu, ia lihat cheeseecake didepan Taemin di potong-potong begitu saja dengan garpu tanpa dimakan sama sekali oleh namja cantik itu.

“Rugi dan pemborosan hari ini namanya … ada rasa menyesal mengajakmu keluar jalan-jalan.”, celetuk Jonghyun. Taemin tidak mengerti maksudnya,

“Hah?”

“Itu … kau tahu tidak itu mahal, kalau aku beli makanan di pojangmangcha sudah kenyang sekarang …”, tunjuk Jonghyun pada cake Taemin, Taemin cemberut.

“Ya jangan begitu … habis perutku tiba-tiba mual, kau saja yang habiskan, eotte?”, jelas Taemin menyodorkan piring cake pada namja tampan itu. Jonghyun bergidik.

“No. siapa yang mau makan makanan begitu, melihatnya saja sudah tidak selera …” kibasnya dengan tangan, Taemin hanya berdecak, namun beberapa detik kemudian piring itu ditarik juga oleh Jonghyun dan dimakan nya cake itu.

Taemin terkekeh dan berdecak, “Katanya tidak selera? kau makan juga?”

“Sayang, ini mahal … aku sudha bilang dengan beli pojangmangcha dengan harga kue ini aku bisa kenyang.”

“Bilang saja kau doyan.”, Jonghyun hanya terkekeh diikuti tawa oleh Taemin, ia cukup senang melihat namja cantik itu akhirnya tertawa lagi.

“Kau .. sedang ada masalah dengan Minho?”, Taemin mendongak.

“Kenapa tanya-tanya?”

“Ya aku ingin tahu saja …”

“Tapi aku tidak mau beritahu.”, Jonghyun rasanya ingin menjitak namja cantik itu, tapi ia berusaha menutupi sikap kesalnya dan membalas perkataan Taemin.

“Ya sudah, aku juga hanya basa-basi …”

“Kau marah?”, kekeh Taemin.

“Siapa yang marah?”

“Ya kau! masa aku? kan tidak mungkin …”,

“Berisik.”, jelas nya dan beranjak berdiri setelah menyelesaikan cake itu, Taemin terkejut melihatnya.

“Mau kemana?”

“Pulang, terserah kalau kau mau disini menunggu mall ini tutup.”,

“Yah~ aku pikir kita masih mau jalan-jalan lagi?”, rengek Taemin, Jonghyun menggeleng, ia berdecak dan melirik ke arah Taemin.

“Mau kemana? sudah pulang saja, aku sudah tidak punya uang, ternyata jalan denganmu pemborosan.” gerutunya, “Oh, kau yang bayar parkir yah? duit ku habis.”, Taemin melongok tidak percaya , namun ia tertawa, betapa ia rindukan hal ini.

.

.

“Aku benar-benar minta maaf … karena aku kau dan Taemin jadi–“

“Sudahlah Junho … ini bukan salahmu, kau tenang saja…”, jelas Minho tersenyum, Junho masih berusaha menjajarkan jalannya dengan Minho di siang itu.

“No. Tetap saja, setidaknya biarkan aku jelaskan semua ini dengan Taemin.”, Minho terhenti dan menatap Junho sambil tersenyum miris.

“Tidak perlu, dan aku rasa tidak ada gunanya, ini masalah hubunganku dengan Taemin, ini masalah kerikil hubungan saja, justru ini ujian bagi hubungan kami, jadi kalau aku dan dia bisa hadapi ini, itu artinya bagus … dan hubungan kami lulus ujian ini. Aku berpikir begitu.”,

Junho tidak percaya dengan Minho, “Kau ini kenapa sih bisa begini?”

“Begini gimana?”

“Sabar.”

“Ini keputusan yang terbaik.”

“Kalau Taemin tidak memaafkanmu?”

“Dia akan memaafkanku, hanya saja masalahnya, apakah ia akan mempercayaiku, itu saja …”

“Bukan kau yang harus mengemis kepercayaannya! dia yang harus percaya padamu!!”, jawab Junho kesal.

Minho menarik nafas dan menepuk pundak Junho untuk tenang, “Kalau dia memang jodohku, aku yakin Taemin akan kembali padaku …”, jelas Minho.

“Kalau tidak?”,

“Ya berarti bukan. simple as that.”

“Not simple as that. you’re mad.”

.

.

Taemin merasa Jonghyun benar-benar pintar sekali, ia seperti mengontrol hidup Taemin dalam genggamannya, ia seperti wayang yang dimainkan oleh Jonghyun, dan dunianya berputar sesuai kemauan Jonghyun. Dan Taemin tidak percaya ia menikmatinya, dan ia juga kesal, Jonghyun mengambil alih semua nya, membuat ia semakin dalam dan dalam kedalam kehidupan dunia Jonghyun yang unik dan simple namun menyenangkan.

Seperti saat ini … ketika mereka pergi -tepatnya ia diculik dari rumah Kai untuk jauh-jauh mengantar Jonghyun mencari baju yang cocok untuk hadiah ultah Amber, dan mereka hampir saja mengitari seluruh isi mall hanya keluar masuk toko mencari baju yang cocok.

“Mau sampai kapan sih belanjanya? kaki ku sudah mau copot …” , rengek Taemin, mereka sudah menenteng belanjaan, kado untuk Amber sudah dibeli, dan Taemin pikir mereka akan pulang, nyatanya tidak, mereka berbelanja lagi, dan itu Jonghyun yang membelinya,

“Masih belum … masih ada lagi …”

“Apaan?”, tanya Taemin kesal.

“Bajumu … aku ingin membelikan baju untukmu …”, Taemin hanya menganga,

“Kau bilang jalan denganku pemborosan, dan sekarang kau mau membelikan baju untukku? kau sedang kebanyakan duit??’, tanya Taemin tidak percaya. Jonghyun hanya terkekeh

“Bisa dikatakan begitu …” kekehnya, Taemin cemberut dan menggerutu kata ‘sombong’ pada Jonghyun.

Seperti rasanya seabad, mereka selesai membeli baju, Jonghyun benar-benar gila belanja, ia berpikir, kalau sampai ia kenal dekat dengan Key, bisa bahaya , karena pasti mereka akan shopping bersama, dan pastinya Taemin akan dibawa serta membawakan semua belanjaannya.

Mata Taemin mengitari etalase, dan ia melihat jam tangan yang sempat ingin ia beli, hanya saja uangnya masih belum cukup, cukup sih … hanya saja ia menunggu dapat jatah shopping dari Key, dan ia sudah menandai toko itu sebagai destinationnya nanti.

“Apa itu ? jam?” tanya Jonghyun berdiri disampingnya.

“Hm! Fossil merk terbaru … aku mau minta belikan ini sama Key Hyung nanti,”, Taemin menyentuh gelas kaca toko itu dan tersenyum, Jonghyun berdecak.

“Sudah ayo aku lapar …”, ia tarik lengan Taemin , berdecak ketika namja cantik itu menggumam ‘bye bye Fossil … ill be right back …’

Taemin menunggu Jonghyun yang ijin kekamar mandi seperti seabad, ia sudah habiskan desert keduanya yang ia pesan dengan uangnya sendiri , karena ia merasa ia kurang dengan satu saja, lelah jelas setelah menemani si hyper active Jonghyun itu. Tak lama ia lihat namja itu datang dengan cengiran di bibirnya.

“Ini aku dapat ini tadi disana…”, katanya menyerahkan sesuatu pada Taemin diatas meja.

“Apa ini?”, Taemin mengerutkan alisnya, membuka paperbag kecil dan mengeluarkan sekotak … tunggu.

“FOSSIL!!!”, terikanya histeris. Jonghyun berdecak. Ia rebut kotak itu dari tangan Taemin dan menjauhkannya dari jangkauannya.

“Kau … kau beli?”, tanya Taemin, Jonghyun mengangguk,

“Aku pikir bagus juga … jadi kubeli …”,

Taemin menganga, ia perhatikan jam itu, namun kemudian menarik nafas dan melengos,”Tunggu sampai kau membelinya nanti … dasar tukang pamer.”

Jonghyun terkekeh, “Kau suka? kau mau ini?”

Taemin melirik kesal, “Iya aku suka! aku mau! kau puas? terima kasih karena memamerkannya padaku kau bisa langsung beli itu dengan uangmu!”, gerutunya.

Namun Taemin terkejut ketika tangannya ditarik, dan Jonghyun memaksakan Taemin memakainya, “Bagus juga ditanganmu, tidak norak.”, jelasnya, Taemin merungut, bukannya ia lepas namun ia pandangi jam itu, benar bagus … betapa ia ingin jam itu.

“Buat kau.”,

“Hah?”, ia terkejut.

“Ck, kau ini benar-benar budek yah? kasihan sekali sih, sudah jelek, jutek, budek pula …”,

Taemin tertegun, ia teriak tertahan dan menggoyangkan lengan Jonghyun tanda terima kasih. “So sweet~ jadi kau beralalasan ke WC untuk membelikanku ini? aaah~ kau baik sekali, tunggu hadiah lain dari ku yah?”,

“Ck.” decak Jonghyun, namun ia puas melihat ekspresi Taemin saat itu.

.

.

“SO, apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Kai kali ini duduk didepan Taemin, bersidekap didepannya, menatap serius pada Taemin, mulai jengah akan sikap temannya itu, lagi.

Taemin kadang berpikir, dibanding jadi penari, Kai lebih pantas jadi debtcollector atau semacamnya, karena tatapannya itu seperti mengintrogasi orang yang punya hutang banyak dan tak sanggup bayar.

Taemin menangkat bahunya, ia kunyah bigbite burger di tangannya sesekali sambil melihat Fossil di lengannya, “Aku tidak tahu untuk sekarang ini Kai … aku juga jadi bingung sekarang …”

“Lalu, masalah yang semakin runyam ini akan bagaimana?”

“Molla … yang penting saat ini posisi ku safe.”

“Kau gila.”

Hanya itu jawaban Kai.

Dan ia tidak mengerti, sampai kapan Taemin ‘bermain’ dalam semua ini …

TBC~

Hahahahahaahaah … semakin misteri banget gak ini? ada apa sebenarnya, dimana sisi kebohongannya? ada pada Taemin, Minho, atau malah Jonghyun? atau malah GUE?? LOL

Kayaknya bakal 1 part lagi selesai … need ur comment.

Sorry for miss typo … gimme ur comments please … annyeong ;D 

103 thoughts on “[2minjjong] A LIE – part 4 of ?

  1. kenapa 2min pisah???
    jangan lama-lama pisahnya…
    kenapa taemin bilang posisinya safe coba aku g ngerti
    kekeke
    ending harus 2min..
    meski jjong sebaik apa juga aku tetap dukung 2min kekeke

  2. Msih satu lagi yg bikin penasaran. Junho am minho beneran selingkuh apa ngg sih? Penasaran pake banget bangt banget😀

  3. Annyeong unni~
    Aku reader baru disini, sebenernya aku udah baca dari part 1 nya, tapi aku mau gabung aja komennya disini n_n hehe
    Udah bagus ((banget malah)) konfliknya dapet banget, castnya juga pas apalagi ada jonghyun tuh. Feelnya pas baca jadi tambah dapet. Karena aku 2ms, jadi pas scene jongtae kaya mau bejek-bejek guling. Dan pas tau minho boong ke taemin, malah pengen marah ke minho nya. Anyway, ditunggu ff selanjutnya!!!!!dan cepat comeback xoxo

  4. KONFLIKNYA DISINI KEREN BANGET UDAHLAH kaya kehidupan sehari-hari jadi feelnya makin dapet u___u semoga taemin tetep milih minho dan kemudian kembali menjadi penganut minhosentris di part5 o:)

  5. Typo dmn2, knp thor?! buru2 bnget y wkt bkinx?!

    ini… bukanx membaik malah makin rumit. klo jongtae akhirx bs aj sih:)

  6. eung kykx minho punya alasan kayak gt k taemin..
    ckg malah taemin yg kyk ngelupain minho…
    uhh gmana hubungan 2min T.T

  7. Ceritanya menarik dari awal sampe sini….berasa masuk ke dalem ceritanya..feel nya dapet…hehehe..pengen baca lanjutannya… Boleh minta passwordnya kah?

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s