[Onkey] Intimate Baby – part 1 of ?


Foreword:

Annyeong … jumpa lagi dengan Author sejagad yang comebacknya tak tentu. Ini FF random, negedekem di draft lamaaa banget … akhirnya mau nulis ini juga.

1. Terinspirasi dari Intimate Note

2. Terinspirasi dari become a good daddy

3. Nama WINGS betak dari FF viena hehehe *peace

Pokoknya FF ini bakal susah updatenya, tauk sendiri saya author yang comebacknya random kan? karena itu, kalau tanggepannya bagus, gue bakal lanjut, soalnya sedih kalau udah nulis capek” ditengah kesibukan gue sekarang tapi gak ada yang komen😦

Please, saling menghargai yah … aku butuh kalian juga loh🙂

NO COPAS WITHOUT CREDIT ; NO PLAGIARISM !!!

Cast :

Lee Jinki x Kim Keybum

Genre:

Romance, drama, fluff, comedy (little)

Rate :

G – till protect

Author :

Sanniiewkey~

.

.

PART 1

Kalau seandainya semua bisa di bandingkan dengan adil, pasti semuanya akan merasa bahagia. Siapa sih yang mau dibanding-bandingkan dengan yang lain? Dan kalau merasa diri kita tidak baik dengan yang lain? Well … ini yang sedang dua band di atas panggung itu merasakannya … membandingkan siapa yang lebih tampan, siapa yang punya fans paling banyak, siapa yang suaranya paling bagus, siapa yang paling exist didunia musik, siapa … siapa… dan siapa yang paling lebih segalanya …

Dua namja cantik berdiri di sisi kiri, yang satu berambut blonde ikal dengan rambut cepak disisi belakang berwarna hitam yang berdiri dengan tenang memandang ke layar perhitungan vote didepan nya wajahnya dingin dan tidak ada senyum terkembang hanya keseriusan yang terlihat, sedangkan yang satu lagi berdiri disampingnya sambil menggoyangkan kedua tangannya didepan dada naik turun seperti menabuh drum dengan tidak sabar. Sesekali namja blonde itu menoleh ke sisi kanan mereka, dimana 3 namja tampan berdiri disisi itu, lebih tepatnya matanya tertuju pada wajah namja dengan rambut potongan mangkuk yang sedang tersenyum lebar, menampilkan senyum goffynya kepada kamera dan band lain yang ada dibelakangnya. Matanya melirik tajam, heran pada namja itu sepertinya ia sudah biasa dengan ketegangan seperti ini. Tegang? Atau malah hanya namja cantik itu saja yang merasa tegang? Karena namja tampan diseberang sana terlihat sangat santai dan merasa percaya diri bahwa band nya akan …menang lagi?

“Baiklah … bisa katakan pada ku siapa pemenang Minggu pertama music bank di bulan April ini?”,

“Ya. No.1 di K-chart bulan April ini adalah … “

“SHINee’s sherlock …”, jawab keduanya, dan semua penonton bertepuk tangan, namja cantik itu menunduk dan mengulum bibirnya, sedangkan ketiga namja disebelah kanan sana tersenyum bangga.

“Well … di putaran minggu kedua ini kita akan tahu siapa yang akan jadi pemenang nya …”

“Ya benar sekali, kita sebentar lagi akan tahu siapa pemenang nomer 1 di K-chart minggu kedua Music bank di bulan April 2012 ini.”,

“Kita akan lihat perolehan nilai vote nya sebentar lagi … SHINee … atau … Wings?”, semua bergemuruh menanti tidak sabar, kedua MC itu tersenyum di sisi band yang sedang berkompetisi.

“Kita lihat hasil perolehannya, silahkan!”,

Sontak kedua band melihat ke papan perolehan vote didepan panggung, wajah namja cantik itu menatap layar dengan lekat, berharap angka-angka itu menunjukkan apa yang ia harapkan. “Kita akan menang kan Hyung?”, bisik namja cantik disebelahnya.

“Tentu saja …”, jawabnya yakin, karena ia sangat yakin mereka berdua akan menang dan membawa nama Wings lebih terbang bebas lagi. Meski ia tahu hal itu …

“Ya digital score, Viewer preference score, broadcasting score, dan siapa yang akan jadi pemenangnya?”, semua mata personil kedua band tersebut menatap layar perolehan, perlahan setiap angka terlihat disana.

Digital score Wings 3700 SHINee 4060; Viewer preference score Wings 730 SHINee 949; Mata namja cantik itu meredup, nafasnya semakin berat, jantungnya berdebar cepat, mungkin masih bisa … broadcasting score Wings 5605 SHINee 5000 ; Namja itu sedikit tersenyum  simpul, pasti bisa … broadcasting score Wings 1939 SHINee 2012. Senyumnya hilang, angka total menunjukkan Wings memperoleh 11.974 … angka terhenti sejenak, namun ia sudah tahu mereka kalah … dan SHINee 11984.

“Ah, pemenangnya SHINee!!!”, semua orang riuh meneriaki mereka, member SHINee terlihat bahagia, ketiga terlonjak senang untuk kemenangan kedua mereka.

“Kajja …”, namja cantik itu menarik namja cantik satunya yang baru saja ingin menyalami kemenangan band tersebut.

“T-tapi Hyung kita belum—“

“Kajja!”, ajaknya menarik paksa, namun ia tahu ketiga namja tampan itu melihat ke arah mereka pergi, dan ia rasakan namja cantik digandengannya itu melihat terus ke belakang.

“Hyungg~~kenapa kita langsung turun? Bukannya kita seharusnya memberikan selama—“

Namja cantik itu berhenti dan menoleh ke arahnya, melihat lagi ke atas panggun,

“Taemin, kalau kau mau,  sendiri saja sana!”, ucapnya mendorong namja cantik itu, membuat Taemin terkejut.

“Key Hyung!”, namun bukannya naik lagi namja itu mengejar  Hyungnya yang sudah berjalan ke ruang gantinya.

“Tidak apa … kalian sudah berusaha dengan baik … masih ada putaran minggu berikutnya …”, jelas manager mereka memeluk namja cantik berambut blonde itu- Key, dan Taemin secara bergantian. Key hanya tersenyum kecut dan duduk disofa.

Ia lihat Taemin dengan santainya tersenyum melihat ke layar, melihat SHINee dilayar tersenyum senang, bernyanyi dengan bahagia lagu mereka, berteriak pada fans atas kemenangan dan dukungannya. Iri? Mungkin … tapi entah kenapa, jika dengan SHINee, ia tidak bisa rela … apa karena namja itu?

“Hyung, kau yakin tidak mau memberikan selamat pada mereka? Aku akan keruangan mereka, dan memberikan selamat.”, jelas Taemin tersenyum lebar, Key berdecak, sebenarnya ia tahu motif dongsaengnya itu.

“Sudah kau saja sana, bilang saja aku tiba-tiba tidak enak badan, sampaikan salam selamatku pada mereka.”, jelas Key merebahkan kepalanya disandaran sofa,

“Kau yakin? Kau tidak enak badan? Perlu kita pulang saja? tapi kemana manager yah?”, Key menarik nafas, ampun … dongsaengnya ini mudah sekali percaya kebohongan begitu?

“Taeminnie … aku hanya perlu tiduran saja, sudah … kau kesana saja sana… sana pergi …”, ucapnya mengibaskan tangannya tanda mengusir. Namja cantik itu mengangguk, dan sedetik kemudian sudah melesat pergi.

SHINee akan selalu bersinar … sampai kapanpun …

Key teringat kata-kata itu lagi, ia bangkit dari sofa dan berjalan keluar, ia benar-benar butuh udara segar. Menelusuri lorong studio dan berusaha mencari tangga darurat, naik ke atap dan menikmati angin sejenak rasanya lebih baik, dibanding harus berada disekitar semua orang dan artis disekelilingnya.

Namun ketika ia berbelok, tubuhnya menabrak seseorang dan sempat hilang keseimbangan, sebelum sebuah tangan menarik lengannya.

“Key?”,

Ia baru sadar ketika mendengar sapaan suara itu.

“Oh … Onew.”, ia menarik cepat lengannya, rasa canggung menyelimuti mereka. Key tidak tahu harus bicara apa, ia berdeham memecahkan rasa canggung mereka sebelum berkata, “Selamat …”, ucapnya masih mengalihkan pandangannya, ia enggan menatap rivalnya itu, meski ia tahu ia setidaknya harus respect sedikit, “…atas kemenangan SHINee.”,

Ia tidak mendengar jawaban apapun dari Onew, dengan perlahan ia menoleh dan melihat ekspresi namja itu, ia pikir namja itu akan marah karena ia tidak menyalamatinya di atas panggung layaknya rival yang lain jika mereka kalah. Namun yang membuatnya terkejut adalah namja itu menampilkan senyum goffy khasnya dengan mata sipit yang terlihat tambah segaris, dan lesung pipi tipis dikedua sisi pipi chubbynya.

“Gamsahabnida Key … selamat juga untuk Wings atas comeback kalian, aku belum sempat memberikan selamat pada come—“

“Gomawo.”, jawab Key cepat, ia bisa lihat Onew terkejut dengan jawaban tiba-tibanya. “Baiklah, aku harus pergi. Sekali lagi selamat!”, jelasnya membungkuk dan pergi sebelum Onew bisa berkata apapun, menghilang dibalik pintu tangga darurat. Menarik nafasnya dan memejamkan matanya. Kenapa ia merasa gusar jika berhadapan dengan namja itu?

.

.

.

11.30 am KST, Hapjeong-dong –YG entertaiment.

Key membuka iPod nya dan melihat schedule berikutnya, ia harus segera pergi recording di MBC studio untuk keperluan sebuah acara dan duet dengan sunbaenya BIGBANG. Hanya saja sepertinya waktu berkata lain, ketika ia ingin naik ke van nya ia di jebak oleh 3 kamera yang menshoot dirinya, dengan terkejut ia terhenti dan menatap bingung ke arah kamera, mengerutkan alisnya lebih dalam, dan ekspresi wajah yang ‘sedikit’ terlihat tidak ramah dan merasa terganggu.

“Anneyong haseyo Key –shi …”, sapa PD nim, Key membungkuk meski masih bingung.

“Annyeong? Ada apa ini? “, katanya berjalan pelan menuruni tangga gedung itu, melihat kesekeliling, mencari van nya dan terlebih menagernya.

“Bisakah ikut van kami saja?”,

Key terhenti jalannya, menatap kesekeliling kru TV itu dan pada PD-nim dengan tidak suka, “Apa sudah punya janji? Aku rasa aku tidak ada jadwal wawancara atau semacamnya? Aku hanya ingin ke MBC sekarang.”, jelas nya dan masih ingin menghindar, berjalan melihat ke arah van nya yang sudah ada didepannya. Namun sebelum ia naik, van nya itu pergi, meninggalkannya dengan bingung melihat managernya sendiri pergi.

“Yah… Yah!!”,teriak Key. Namun percuma, ia malah terjebak dengan kru TV yang masih asik menyeretnya, ia menarik nafas, ini pasti sebuah reality show, insting entertaimentnya timbul. “Mana van kalian? Udara semakin panas.”, jelasnya mengibas tangannya kegerahan.

“Sebelah sana Key – shi … silahkan.”, Key membungkuk sedikit dan berjalan ke arah van. Ia mengutak atik ponselnya berusaha menguhubungi Taemin, tapi rasanya namja cantik itu tidak bisa dihubungi, ia tahu namja cantik itu sedang ada pemotretan untuk majalah. Ia hanya ingin tahu apa Taemin juga ikut di tarik kedalam van sepertinya.

“Ini … pasti sebuah acara … kalian akan membawaku kemana?”. Tanyanya, Key melihat keluar, ia dibawa kesebuah lokasi yang lumayan jauh dari kantornya. PD nim tidak menjawab pertanyaannya, ia tahu ia harus menebaknya sendiri, acara apa dan bagaimana ini.

“Ini acara dimana kau akan merawat seseorang, dan kau harus bekerja sama dengan orang yang kau anggap tidak dekat denganmu …”, jelas PD nim memberikan hint padanya, Key menoleh bingung, merawat?

“Merawat orang? … bayi?”, tanyanya dengan pintar, “Jangan katakan aku akan ikut reality show hello baby?!!”, tanyanya histeris, oh tidak, ia bukannya tidak suka anak kecil, meski semua orang tahu image judesnya dan terkenal dengan fierce style nya itu, dia sangat suka anak kecil, hanya saja, ia tidak yakin ia bisa lakukan dengan sendiri. “Tapi dengan siapa? Kalian yakin? “, tanya Key, PD nim hanya tersenyum.

Feeling Key semakin tidak enak ketika van nya memasuki sebuah tempat yang ia tahu Taman Kanak-kanak, “Atau mungkin kau mau aku jadi guru TK? Reality show apa ini?”, tanya Key masih menduga, PD nim lagi-lagi tersenyum, membuat Key sedikit emosi. “Atau malah aku yang jadi anak TK.”, tambahnya kesal.

Van nya berhenti di sebuah parkiran TK yang indah, Key menarik nafasnya dan berjalan masuk kedalam TK tersebut, melihat kesana kemari yang penuh dengan permainan anak-anak, ia jadi ingin kembali ke masa ia kecil, bermain tanpa berpikir tentang masa depan, hanya angan-angan anak kecil yang polos dan tidak pernah tahu untuk melakukan sesuatu yang baik bagi diri sendiri agar bisa dibanggakan.

Sret …

Key menunduk, melihat seorang anak kecil laki-laki berdiri didekat kakinya, menatap Key dengan lekat, sebelah tangannya memegang bola dan mulutnya mengemut permen lollipop, mata sipit serta kulit seputih tahu dengan potongan rambut mangkuk itu … hm, sepertinya ia pernah melihat anak yang seperti ini?

“Neh … ada apa?”, tanya Key membungkuk, menopang berat badannya pada dengkulnya. Anak laki-laki itu meneliti Key lebih lekat, sebelum ia membuka mulut.

“Khau bhisya befmahin bhofla?”, Key mengerutkan alisnya, berusaha menangkap apa katanya, anak itu tidak jelas bicaranya, karena ia berbicara dengan permen didalam mulutnya.

“Kau harus lepaskan permen itu jika mau bicara, aku tidak mengerti maksudmu …”, jelas Key berlutut tanpa perduli celananya kotor, padahal ia orang yang paling tidak suka jika bajunya kotor, tapi entahlah … ia hanya merasa anak didepannya ini cukup lucu, mengingatkan dia akan … Key menggelengkan kepalanya sedikit, kenapa malah namja itu terus yang melintas dibenaknya?

Anak kecil itu melepas permennya, “Hyung bisa belmain bola? Jibum mau main bola … ayo kita main …”, katanya menarik lengan Key. Key terbelalak, gawat … main bola, ia melihat ke arah PD nim meminta penjelasan, namun sepertinya PD nim tidak menanggapi.

“Ng … jakkaman neh~ aku harus bicara dulu pada Ahjushi disana…”, katanya menunjuk pada PD nim, anak kecil itu mengangguk dan duduk di bangku kecil di taman itu.

“Katakan! Untuk apa aku kesini, lebih baik kau katakan padaku aku ikut acara apa? Aku juga punya kerjaan, jangan buang waktu ku, yang benar saja? masa aku malah diminta bermain bola? Dan kenapa sekolah ini sepi?”, tanya Key beruntun dengan tegas.

Sebelum Key bisa menjawab dari kejauhan ada suara van yang mendekat,semua mata menoleh ke arah van tersebut , termasuk Key … tidak lama dalam van itu keluarlah seorang namja dengan tergopoh-gopoh turun dari van dengan berlari, bahkan namja itu sempat tersandung ketika turun, untung saja gerak refleknya bagus sehingga ia bisa menahan tubuhnya pegangan dengan pintu agar tidak jatuh.

“Annyeong haseyo … maaf aku terlambat!!”, teriaknya berlari ke arah PD nim, dan Key … Key terbelalak melihat sosok didepannya, untuk apa dia … “Oh!”, ekspresi namja itu terkejut melihat Key didepannya. “Annyeong haseyo Key –shi …”, katanya tersenyum dan mengacak rambutnya.

Key tidak berkata apapun, ia hanya membungkuk sedikit dan bersidekap, menatap PD nim meminta kelanjutan dari pertanyaannya. “Ng … oke oke, karena kalian berdua sudah ada disini, maka acara ini resmi akan di mulai!”, Key terbelalak, ‘kalian berdua’? jangan bilang dia dan namja itu …

“Baiklah! Selamat datang di acara terbaru kami … selamat pada kalian berdua, perwakilan dari SHINee dan Wings … Lee Onew dan Kim Keybum!”, seru PD nim dan membuat mata Key terbelalak, sidekap tangannya terlepas, mulutnya terbuka sedikit, dan sama dengan ekspresi Onew, namun mata sipitnya tetap terlihat tidak lebih besar, hanya sedikit saja, dan bedanya ia menganga lebih besar dari Key.

“MWO??!!!”, teriak keduanya, mereka berdua bertatapan, dan kemudian menatap PD nim.

“Apa maksudnya ini? Acara macam apa ini?”, tanya Key menatap tidak percaya pada PD nim, dan ia menoleh pada anak laki-laki bernama Jibum yang masih asik duduk diantara mereka. “Dan … baby … jangan bilang kalau …”, Key mempunyai feeling yang buruk.

“Sebelumnya kita lebih baik masuk dulu kedalam, kita akan lihat kenapa kalian terpilih di acara ini …”, jelas PD nim, Key ingin sekali pergi dari sana, namun ia sudah kena tatapan sinis dari managernya, ia menarik nafas kesal dan berjalan masuk mendahului Onew yang masih tidak mengerti ada apa.

“Wooa …!!”, Key menoleh, ia melihat Onew beranjak mundur, ia lihat Jibum melakukan hal yang sama pada nya, sepertinya  menarik celana Onew, namun kali ini yang membuatnya tidak mengerti, Onew seperti melihat hantu saja, ia seperti tidak suka disentuh dengan Jibum. “K-kau … a-ada apa ?”, tanya Onew tergagap, Key melihatnya dengan seksama, ia bisa lihat wajah Onew memucat, menjaga jarak kira-kira 1,5 meter dari Jibum.

“Jibum mau main bola … Hyung mau main baleng Ji—“

“J-jangan mendekat!”, Onew memundurkan langkahnya ketika Jibum menyodorkan bola dan melangkah padanya, Key melihat Jibum terkejut karena Onew berteriak padanya. Ia lihat anak kecil itu terkejut, Key dengan cepat berjalan ke arah mereka dan menarik Jibum mundur.

“Hyung ini tidak bisa main bola, dia gendut … kau main denganku saja nanti neh? Sekarang kita masuk dulu, arraso Jibum?”, tanya Key menarik lengan kecilnya, Jibum menarik isakannya yang tertunda dan mengangguk pada Key, memeluk paha Key dan menoleh ke arah lain selain ke arah Onew.

Key menatap Onew dengan datar, melihatnya dari atas sampai bawah, “Kau takut sama anak kecil?”, tanya Key menyengir sinis. Onew terbelalak, matanya melihat ke arah lain berusaha menghindari tatapan Key.

“A-anio!! Aku hanya kaget tiba-tiba dia muncul …”, jelasnya. Key berdecak.

“Makanya kalau punya mata jangan sipit … kau tidak bisa lihat orang sekitarmu … kau pikir dia makhluk alien? Didekati saja kau teriak?”

Onew menganga, pernyataan Key ketus sekali, “Anio, yah Key … bukan begitu—“ sebelum ia selesai bicara Key sudah beranjak dari sana, Onew menganga, benar-benar, namja satu itu tidak pernah cocok dengannya. Onew menoleh pada managernya, ia berharap managernya meminta pada pihak TV untuk membatalkan acara ini dan cari orang lain, tapi rasanya percuma, karena pada akhirnya ia mengayunkan kakinya masuk kedalam mengikuti Key … dan juga makhluk kecil itu.

.

.

Key dan Onew masuk kedalam sebuah ruangan kelas TK yang sangat indah, mereka seperti bernostalgia, mengingat masa kecil mereka dulu. Onew melihat gambar tangan-tangan malaikat kecil yang banyak maknanya dan penuh warna di mading kelas. Melihat berbagai prakarya yang terpajang di sudut ruangan, melihat meja-meja kecil berwarna-warni yang indah, persis, sama seperti dulu ia sekolah.

“Aku jadi ingat masa TK ku dulu …”, ucap Onew riang, Key menoleh ke arahnya, melihat ekspresi Onew yang senang sekali, seperti melihat surga dunia, namun Key hanya datar saja … masa TK yah?. “Kau juga merasa begitu kan Key?”, tanya Onew tiba-tiba, Key sedikit terlonjak dari lamunannya, ia hanya menoleh datar dan melengos dari Onew , memilih untuk duduk di bangku kecil dan menopang dagunya acuh mengitari pandagannya kepenjuru kelas.

Onew menarik nafas, ia setidaknya harus sabar … ia memang tahu Key orang yang dingin, dan hanya beberapa orang saja yang bisa akrab dengannya, setahu nya, salah satu membernya –Minho, ia cukup dekat dengan Key, karena kalau tidak salah mereka ikut serta dalam kelompok bernama 91 liners? Melihat sifat Minho, mungkin saja 91 liners nya itu juga sifatnya sama seperti Minho nya … dingin,jarang bicara, dan to the point …

Sesekali Onew melihat ke arah Key yang tidak bicara sama sekali, ia tidak bisa diam saja, setidaknya ia harus mengatakan sesuatu memecahkan ketegangan.

“Ng Key …”,

Key menoleh, meski sikapnya dingin, tapi Key selalu menoleh jika dipanggil. Masih menopang dagu dan menunggu Onew berkata. “Kau tahu tidak kita akan diminta apa diacara ini?”, tanya Onew menggaruk tengkuknya.

“Apa aku terlihat tahu? Aku bahkan baru pertama kali ikut reality show seperti ini.”, jelas Key, Onew terdiam, benar, yang ia tahu YG tempat Key bernaung jarang membuat artis mereka ikut realityshow, mereka hanya konsen ke CF, promo album, tour dunia, dan bla bla … pokoknya yang bernilai royalti tinggi.

DING DONG

Key dan Onew terkejut melihat TV didepan mereka menyala, mereka menatap seksama layar TV itu yang terdapat tulisan didalamnya.

Annyeong haseyooo~~~ Onew shi dan Key shi … selamat datang di acara terbaru kami. Kalian telah terpilih dalam acara “INTIMATE BABY”.

Mata Key terbelalak, dan mulut Onew membuka lebih lebar ketika ia dengar apa nama acara itu, jangan bilang …

Kalian berdua akan tinggal bersama dengan seorang anak yang akan kalian rawat berdua.

Dan sebentar lagi kalian akan tahu siapa anak itu …

 

Key dan Onew terpaku menatap layar TV yang sekarang ter pause, “Oh my God!”, Onew bergumam, Key hanya menatap layar TV itu datar, ia menoleh pada Onew yang terlihat panik.

“Kau takut pada anak kecil kan? makanya kau cemas?”, tanya Key, namun sepertinya namja itu tidak dengar. Tidak lama PD nim memberikan mission card pada mereka.

Kalian akan merawat anak bernama Park Jibum, lahir 23 maret 2008. Umurnya saat ini adalah 5 tahun. Anak ini akan hidup bersama dengan kalian berdua selama acara ini …

 

“Berapa lama acara ini?”, tanya Key setelah selesai membaca, Onew hanya diam, ia tidak bisa bayangkan kalau ia akan merawat anak kecil … merawat dirinya sendiri saja ia tidak bisa… bahkan anggota band nya mungkin yang sebaliknya yang menjaga dia.

Tidak lama pintu kelas itu terbuka, dan mereka dikejutkan oleh anak yang sama yang tadi ada di taman, anak laki-laki itu membawa tas ransel di punggungnya dan dengan sigap berlari ke arah Key.

“Annyeong haceyoo … pelkenalkan, nama ku Palk Jibum … aku belumul 4 tahun.”, Key tersenyum ke arah anak itu,

“Annyeong, panggil aku Key Hyung … Kim Keybum … kau tahu aku hm?”, tanya Key, Onew menatap wajah Key yang berubah 1800 ketika bicara dengan anak itu, berbeda dengan tampang horornya ketika berhadapan dengan orang lain, ia baru sadar, ani … ia memang sadar, kalau Key memang manis dengan lesung pipi tipis di samping pipinya, dan juga pipi merona yang mengangkat di tulang pipinya itu.

“Aku tahu … kau dali Wings … aku suka lagu mu , Umma~~”, Key terbelalak, Onew tidak kalah terkejut, ia bahkan menutup mulutnya yang hampir mengeluarkan tawa, Key melotot ke arah Onew, ia siap untuk memukul atau apapun jika namja itu berani tertawa. Namun tangannya tertahan ketika melihat mata Onew memohon ampun padanya, Key hanya mendengus menanggapinya.

“Ng… Jibum …panggil aku Hyung saja, jangan Umma … aku kan nam—“

“Shilo yo … aku mau panggil Key umma saja …”,

“Tapi—“ Key terhenti ketika melihat Jibum menatapnya dengan melas, seperti tatapan … ia melihat ke arah Onew yang tersenyum, ia pasti sudah gila … kenapa anak kecil ini, malah mirip dengan namja disebelahnya?

“Baiklah …kau boleh panggil aku Umma …”, Key menarik nafasnya , Jibum terlonjak senang, kemudian sedetik kemudian ia menoleh ke arah Onew, tersenyum lebar padanya. Onew yang di tatap begitu langsung panik. Key menyengir, ia punya ide…

“Ng … Jibum, perkenalkan, yang satu ini namanya Onew Hyung, dia juga sama seperti ku, dia dari SHINee … dan dia sangat senang bertemu denganmu , coba kau perkenalkan dirimu…”, jelas Key mendorong tubuh mungil Jibum ke arah Onew. Onew bergerak reflek dengan mundur. “Yah Onew~ jangan berlebihan, dia hanya ingin kenal denganmu …”, decak Key menahan tawanya.

“An-annyeong Jibum … aku Onew Hyung … “, sapa Onew tersenyum lebar, Onew merasa gugup karena Jibum menatapnya datar, Key juga bingung melihat Jibum tidak ada ekspresi sama sekali. Namun …

“APPAAAAA ONEWW!!!’, teriak Jibum terlonjak naik turun, Key menahan agar anak itu tidak jatuh tersungkur, Onew mengerutkan alisnya semakin dalam dan berusaha menjauh. Key hanya berdecak melihat tingkahnya yang terlihat tidak respect pada anak kecil itu.

DING DONG

Key dan Onew menoleh ke layar TV lagi yang menyala.

Pergilah ke daerah Gangnam, disana kalian akan menemukan sebuah rumah yang akan kalian tempati. Yang harus kalian lakukan berikutnya adalah, mendekorasi rumah tersebur agar siap untuk ditempati oleh kalian bertiga.

 

Dan tidak lama layar itu berubah dengan tampilan anggota member mereka masing-masing. Key terkejut melihat Taemin bersama-sama dengan Minho dan Jonghyun yang tidak lain adalah member dari SHINee.

“Kenapa Taeminnie bersama anggota ku?” tanya Onew heran, Key mengerutkan alisnya, ia baru saja mendengar Onew memanggil Taemin apa? Taeminnie?

“Seharusnya aku yang tanya kan? buat apa ia bersama para beast itu?” celetuk Key asal, Onew menoleh kaget.

Annyeong Hyunggg~~!!!

Taemin : Annyeong Key umma~~ apa kau sudah menerima mission card dan tahu kau dalam acara apa? Woaaah~~ chukaee … hehehe … aku harap anak yang akan kau rawat itu anak yang lucu dan tidak menyebalkan …

Jonghyun : Hyung, woah daebak! Kau jadi ayah! Tebak siapa istrimu? Kim Keybum, buahahaha…aw!

Taemin : DIA HYUNGKU TAUK!

Jonghyun : Mianhe Taeminnie sayang ~~ eh ada Minho …

Minho: (melirik kesal ke arah Jonghyun) Annyeong, aku harap kalian bisa kerja sama dengan baik, Key … bersabarlah, Hyungku suka menyusahkan, kalau dia macam-macam kau cukup buang saja sepotong ayam ke tong sampah didepan matanya …(smirk)

 

Key mengerutkan alisnya dan melihat ke arah Onew, Onew mengigiti bibirnya dan menggeleng ke arah TV, seakan berkata jangan katakan apapun tentangnya.

Jonghyun : Pokoknya kalian harus berhasil, jangan terus bertengkar, dan kalau bisa berikan teman untuk anak yang kalian asuh itu … mengerti maksudku kannn? (giggle)

Taemin : Umma~ kau pasti bisa, Fighting~~. Onew Hyung, take care my Umma <33

Minho : Key FIGHTING! Hyung, take care~

 

PIP

“Yang pervert itu namanya Jonghyun kan?”, tanya Key setelah TV itu mati, menggendong Jibum di pangkuannya yang asik menyesap susu di botol.

“Iya … maaf yah, dia memang begit—“

“Kasian Minho.”

“Hah?”, Onew menatap Key bingung, Key menatap Onew balik dengan mengangkat bahunya,

“Iya kasian Minho … terjebak di dalam band yang isinya dua makhluk aneh. Yang satu pervert, yang satu paranoid.”,

Onew tidak bisa berkata apapun, dia hanya diam dan menggaruk rambutnya, entah kenapa ia tidak pernah bisa membalas perkataan pedas dan ketus Key, ia jelas diinjak-injak harga dirinya , tapi ia tidak bisa melawan Key … molla …

DING DONG

Key dan Onew kembali melihat ke arah TV yang menyala lagi , dan ada tulisan lagi disana …

Pergilah ke Gangnam di jalan XXX no.xx , Kalian akan pergi dengan mobil pribadi kalian,mobil itu ada di parkiran halaman sekolah ini, dan kuncinya ada di kantung celana Jibum.

 

Key mengambil kunci dicelana Jibum dan berjalan ke ujung kelas melihat keluar jendela, ada mobil BMW silver disana bertengger manis, “Itu mobil Jibum … mobil Jibum ya Umma?”, tanya Jibum yang berdiri disamping Key, Key tersenyum dan menggendongnya setelah mengangguk padanya.

“Ng … lalu kita harus apa sekarang?”, tanya Onew mendekat pada mereka.

Key menoleh, melihat keseluruh ruangan, semua terpasang kamera tersembunyi, semua crew sengaja tidak menggunakan self camera agar terlihat natural, benar-benar menyebalkan.

“Aku punya feeling bayaran untuk acara ini lumayan, jadi kuputuskan tidak ada salahnya ikuti saja acara ini, dan kita harus cari rumah dialamat tadi, kau menyupir.”, Key mengulurkan kunci pada Onew.

Bukannya Onew menerima namja itu hanya menatap kunci itu dengan ragu, “Ng … Key, sebenarnya … aku tidak bisa menyupir …”, Key menganga dan memutar bola matanya,

“Oh my God! Kau sudah tua, seharusnya kau bisa menyetir! Argh!”, Key mendesis ke arah Onew dan pergi melewatinya.

“Appa~~”, suara kecil Kibum menggema di gendongan Key melihat ke arah Onew, Key menarik nafas.

“Kau tunggu apa lagi, palli!”, desis Key, Onew berlari menghampiri mereka.

“Appa Onew~~”, sapa Jibum, Key hanya memutar bola matanya yang melihat Onew menjaga jarak dari Jibum.

.

.

Rumah mereka terlihat simple, rumah nuansa jaman dahulu, dengan nuansa minimalis dengan kayu-kayu yang tersusun secara artistik. Ketika mereka amsuk disambut langsung dengan ruang tamu terbuka, disisi kirinya ada dapur dan disisi kanannya ada sebuah kamar , namun begitu saja sudah sangat indah, dengan pohon-pohon disekitarnya yang tumbuh dengan rindang.

“Lumayan.”, jelas Key bangga, menurunkan Jibum dari gendongannya dan menggandengnya masuk kedalam rumah itu.

Onew yang tidak kalah takjub itu ikut masuk kedalam, melihat seluruh keadaan rumah itu. Key sibuk melihat dapur yang ada disana bersama Jibum, sedangkan Onew berkeliling.

“Ng … Key ~~”, Key menoleh ke arah suara teriakan Onew. Apa lagi?

Key menarik lengan Jibum dan menuju ke arah suara Onew berasal. Ia melihat Onew berdiri didepan sebuah ruangan dan terpaku disana.

“Apa?!”, tanya Key tiba di belakangnya.

Onew menoleh ke arah Key dan menunjuk kesebuah kartu kuning yang tertempel didepan pintu kamar didepan Onew.

Annyeong Onew shi dan Key shi …

Ini adalah kamar kalian dan Jibum, dekorasi rumah kalian seindah mungkin dan pergilah ke daerah apugjeong untuk berbelanja keperluan kalian.

 

“Tunggu … maksudnya ‘kamar kalian’ itu apa?”, tanya Key datar. Onew membuka pintu dan menunjukannya pada Key. Rungan kamar tidur dengan double spring bad yang muat untuk 2orang saja. “Jangan kau katakan kita akan tidur satu kamar … aku-Jibum- dan …”, Key melihat ke arah Onew.

“Aku takut itu benar.”, jelas Onew masih bingung menatap kamar itu, melihat Jibum malah asik loncat-loncat di atas kasur itu.

“ANDWE!”, pekik Key, ia keluar dari sana dan melihat keseluruh rumah itu, membuka setiap pintu, mencari apakah masih ada sisa kamar , atau setidaknya ruangan kosong lain. Namun setelah menghabisi beberapa menit, dengan berulang kali mengecek, tidak ia temukan…

“It cant be~”, Key merenggut rambutnya, ia melihat ke arah sekeliling rumah, berusaha menemukan crew acara itu, tapi tidak ada, ia terjebak didalam sana. “Tidak mungkin aku harus sekamar denganmu …”, lirih Key menatap kosong ke arah lain.

Onew hanya diam, ia juga bingung, ia tidak bisa bayangkan, ia harus tidur satu kamar bersama Key selama 6 bulan, hidup bersamanya hanya beberapa jam saja ia sudah makan hati karena ucapan-ucapan Key yang dingin, ini …?

“Ah, Jibum jangan!”, Onew menoleh ke arah Key yang berlari ke arah Jibum yang naik keundakan kecil, berusaha menggapi manekin kelinci di atas bufet. Key meraih Jibum menyengkir, namun karena terburu-buru tubuhnya menyenggol bufet itu, Onew terbelalak melihat sesuatu …

“KEY!!”,

“Hah?”, Key menoleh, namun sebelum ia bisa bereaksi, tubuh Onew sudah menubruknya …

PRANG

“Umma~~ Appa~~” , sosok Jibum berjongkok didepan sosok dua namja yang terbaring di atas lantai, dua namja itu terpaku pada tempatnya, mata mereka saling menatap, nafas mereka tercekat, dan yang membuat mereka shock adalah …

“KYAAAAA~~ IIUWWWHHHH!!!’, Key menghapus bibirnya kuat-kuat , Onew terjerembab kebelakang meringis sakit karena terpantuk bufet dibelakangnya. “K-kau … kau menciumku …!!! kau!!!”, Pekik Key kesal.

“K-key …a-aku …”

Oh tidak, ini akan lebih buruk … intimate apanya, ini akan jadi acara paling tidak intim bagi mereka!

TBC~

NEXT PART>>

Begitulah … aneh kan? (garuk kepala) Tulisan saya makin jelek, butuh kritik dan saran … gak butuh makian, butuh komen berbobot … !!!

Jangan paksa update! hehe*peace

BUTUH POSTER!!GIMME POSTER YANG BAGUS!! hehehe

ANNYEONG!

169 thoughts on “[Onkey] Intimate Baby – part 1 of ?

  1. bhahahahah blm apa2 udah ciuman kekekekeke
    jiahaahhhaahah key jutek bgt ya Allah,,habis makan cabek kali itu orang
    jinki ke ayam kepatok,,dia gak bisa berkutik kekekee

  2. Demi! Si key judes bgt -,-) sabar bgt deh ngadepin key u,u jinki wkwk ciekan takut sama jibum:3 jgn takut laahh, jibum itu lucu loohhh. Mending takut sm key *plak hahaha *abaikan -3-

  3. Hahahaha, dari awal ketemu jibum udah langsung manggil key umma ne~
    Terusbitu dasar jjong dino pervert ><

  4. Huuuwaaa.. Baru juga sebentar ikut acara tapi udah da adegan ciuman yg natural. Ditonton langsung sama jibum lagi!!! Omo~

    Onew kenapa kau senakin absurd eoh?? Takut anak kecil, gabisa nyetir, tiba2 jatuh, trus apa lagi nanti??? Aigooo~

    Next part

  5. Kyaaaaa…. Kereeeennnn…. Hahahaha… Manissssssss…..
    Suka saat karakter Key dingin dan jutek, tapi ramah jika sudah dekat… Aigho… Jibum (Jinki Kibum) kekek

  6. eonni jgan sediih.. aq komen kok.. ni aq nulis komentar kan.. heheheh..
    #piizzz…
    ceritanya asik.. all story.. i like it..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s