[Onkey] Intimate Baby – part 2 of ?


Foreword:

Annyeong, demi dah Ya Allah, saya pengen nangis, komen nembus 99, cantik banget angkanya! Thanks 8 blog for likey T.T !!LOVE YOU ALL. Minahe delay 1 bulan FF nya, biasa … kan sibuk, LOL … makasih buat yeobo ku si Somay yang udah nyempetin buat poster *ciumjauh* Oke, dari pada lambreta, enjoy yah suunders … Feel free to comment😉

~Sanniiewkey~

NO COPAS WITHOUT CREDIT ; NO PLAGIARISM !!!

Cast :

Lee Jinki x Kim Keybum

Genre:

Romance, drama, fluff, comedy (little)

Rate :

G – till protect

<< PREV PART

Suasana menjadi benar-benar canggung diantara mereka bertiga … tidak, bisa dibilang antara kedua namja itu. Mereka memang sudah tidak bisa lagi dibilang akrab ditambah dengan insiden yang diberi nama –ciuman-tidak-langsung-karena-Jibum. Key tidak bisa menyalahkan Jibum, ia juga tidak mau disalahkan karena ia yang kepeleset sehingga terjatuh, dan membuat si Onew bodoh itu jatuh tepat didepannya dan membuat mereka …

Key menggelengkan kepalanya kuat-kuat mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, dan disitulah ia sedang berdiri didapur menjauh sejauh-jauhnya dari Onew, ia sudah mengultimatum agar namja itu setidaknya menjaga jarak dengannya tidak lebih dari 3 meter. Ia merutuk manager dan juga agensinya yang membiarkannya ikut dalam acara bodoh itu. Dan demi pridenya , demi karirnya, ia rela lakukan itu meski bersama-sama dengan si Onew sangtae.

Tuk Tuk

Key menoleh ke bagian kakinya, ia melihat Jibum menarik celananya dan menunduk dengan enggan untuk melihat ke arah Key,melihat sosok lucu itu ia berjongkok dan menjajarkan padangannya ke arah Jibum kecil.

“Kenapa sayang?”, katanya sambil membelai rambutnya, Jibum tidak mau menjawab, ia malah sibuk mengigiti bibirnya.

“Ng … Umma …”,

“Hm?”, Key tersenyum lebih lebar.

“Aku lapal …”, ucap nya malu-malu, Key terbelalak, yaampun! Ia melirik jam tangannya, ia terkejut ternyata sudah pukul 7 malam, tentu saja Jibum pasti lapar.

“Ah, mianhe … kajja, kita keluar mencari makan neh?”, ucap Key menggendong Jibum kecil kedalam gendongannya, Jibum dengan senang hati melingkarkan sebelah tangannya keleher Key dan bermain dengan ujung belakang rambut blondeblack nya itu.

“Jinjja Umma? Jibum mau makan ayammm~~”, teriaknya girang. Key berdecak dan mencubit hidungnya,

“Apapun boleh, kajja …”,

Sebelum Key bisa melangkahkan kakinya, Jibum kecil bersuara,

“Umma… itu Appa Onew …”, Key mengerutkan alis dan melihat ke belakang, benar! Ia hampir lupa kalau mereka hidup bertiga. Key melihat Onew yang sedang membelakangi mereka duduk di sofa ruang tamu dengan TV menyala didepannya.

Dengan perlahan ia mendekat ke arah Onew dan berdiri dengan jarak 3 meter dari tempat Onew duduk.

Key memajukan bibirnya kesal, ia benci memanggil nama namja itu, ia melihat ke arah Jibum yang tersenyum padanya,

“Onew.”, sebutnya dengan lembut karena setangah hati dan hampir berbisik, tidak ada sautan dari si punya kepala coklat itu, Key mengdengus kesal, mungkin terlalu pelan …

“Heh Onew!”, ucapnya lagi sedikit keras, tapi tetap … namja itu tidak menoleh padanya, ia meniup udara ke atas, membuat poninya terangkat …

“ONEW!”, teriaknya lagi.

Dan …

Sunyi …

Sudah habis kesabaran Key kali ini, ia menurunkan Jibum dari gendongannya dan dengan marah mengitari sofa , siap untuk berteriak atau melempar apa saja didekatnya karena ia paling tidak suka di acuhkan orang lain!

“YAH ON—ew …”, suaranya terhenti ketika melihat sosok didepannya yang siap kena umpatnya itu sedang … tertidur. Ia melihat tubuh Onew bersandar dengan nyaman di sofa, tangannya memegang remot TV dan yang lainnya terkulai begitu saja di sofa. Dengan seksama ia perhatikan sosok Onew yang tertidur pulas disana, wajahnya terlihat begitu nyaman, meski ia bisa lihat ada sekilas ekspresi letih disana, ia paham, Onew pasti menjalankan hari-harinya dengan berat, tidak mudah sebagai leader dalam sebuah grup. Dan jika ia sedang tidur seperti itu, Onew terlihat cukup manis. Oh, tidak, apa barusan aku berpikir Onew manis? Timpal Key dalam hati.

“Jibum …”, bisik Key.

“Neh umma?”, ucap Jibum kecil juga ikut berbisik, Key tersenyum.

“Bisa kau ambilkan selimut di kamar kita? Onew hyung tidur…”, kata Key menunjuk ke arah Onew, Jibum tersenyum lebar dan dengan langkah mungilnya ia berlari masuk kedalam kamar mereka, dan kemudian keluar dengan selimut biru ditangannya.

“Makasih sayang …”, ucap Key mengusap kepalanya dan mengambil selimut itu dari tangannya. Meski ia tidak terlalu menyukai Onew, ia cukup berperasaan, ia tahu kalau dibiarkan tanpa selimut Onew akan sakit, dan jika sakit, ia juga yang rugi, shooting tertunda, dan itu berarti, waktu mereka bersama ditambah!>.>

Perlahan Key mengambil remot ditangan Onew dan mematikan TV mereka, kemudian secara perlahan juga ia melebarkan selimut dan menutupi tubuh Onew dengan selimut ditangannya,

“Nggh …”, ia terpaku sejenak ketika Onew merubah posisinya dan membuatnya hampir terantuk ujung lengan sofa, dengan sigap tangan Key menjulur dan menahan jatuhnya kepala Onew. Entah kenapa ia merasa ada rasa gugup menyerangnya, kulitnya langsung bersentuhan dengan kulit pipi Onew, terasa hangat, lembut, dan juga kenyal … sempat terpikir dibenaknya enggan untuk menarik tangannya. Namun segera ia tepis pikiran itu, perlahan ia rebahkan Onew dengan nyaman di sofa beralaskan bantal, dan ia tarik tangannya. Ia mengigit bibirnya, merasa ada sesuatu yang ia tidak suka ketika ia putuskan untuk melepas kelembutan kulit yang menyentuh ujung-ujung jemarinya.

“Umma …”, jika ia tidak ingat Jibum yang merengek lapar, ia pasti lupa situasi apa yang ia sedang alami saat itu.

“A-ah neh … kajja , kita pergi berdua saja, Onew Hyung sudah tidur … gwencana?”,

“Ng! Gwencana! Appa pasti lelah kan Umma? Appa kan sibuk yah Umma?”, tanya Jibum mendekat ke arah Onew, dan mengusap pipi chubby Onew, dan yang membuat Key terkejut adalah Jibum memajukan kepalanya dan mengecup pipi Onew lembut, membuat namja yang sedang pulas itu mengernyit sejenak namun kembali terpulas.

“Jumuceyo Appa …”,bisik Jibum, Key tersenyum miris … kalau saja Onew tahu, Jibum nya itu juga menyukainya, dan ia harap Onew merubah sikapnya pada Jibum.

“Kajja Jibum …”, ucap Key menarik tangan Jibum dan menuju pintu keluar, ia melihat kearah Onew lagi, menatapnya sejenak dan kemudian keluar rumah diikuti beberapa kru TV yang akan merekam kegiatan mereka di luar.

.

.

Onew membuka matanya ketika ia rasakan sentuhan di pundaknya. Membuka dengan enggan kedua matanya, menyipit melihat managernya sudah berdiri didepannya.

“Hei, bangun, kau masih ada jadwal jam 9 ini. Cepat! Jonghyun dan Minho sudah menunggu mu.”, ucapnya,

“Ng??”, dengan baru kesadaran yang setengah ia bangun dari tidurnya dan melihat sekeliling, ia masih berada di rumah kecil mereka untuk acara intimate baby. “Hyung, aku ketiduran?”, tanyanya,

“Iya. Kau tertidur ditengah rekaman.”, decak managernya. Onew dengan panik berdiri dan melihat kesekeliling ruangan dengan panik. “Kau cari siapa? Key dan Jibum?”, tanya managernya lagi.

“Iya, kemana mereka Hyung? Shitt, kenapa aku bisa ketiduran? Apa rekamannya sudah selesai?”

“Rekamannya di Stop sementara, sekarang mungkin sedang menshoot kegiatan Key dan Jibum, mereka sedang keluar makan malam, kau tidak di ajak karena kau tidur, dan ditambah kau juga ada schedule jam 9 ini … “,

Onew mengigit bibirnya dan mengeluarkan ponselnya, “Kapan kita akan kembali lagi kesini Hyung?”,

“Ng .. mungkin sekitar jam 1 pagi.”,

“Baiklah, aku akan hubungi Key dulu.”Onew mengangguk, tangannya bergerak menelusuri kontak hapenya, namun ia rutuk dirinya sendiri karena kebodohannya …

.

.

“Ng … Hyung?”

“Neh?”

“Aku tidak punya nomer Key, bisa kau berikan padaku?”

.

.

Key … Mianhe aku tertidur, salam untuk Jibum, aku akan makan bersama kalian kapan-kapan neh … aku ada jadwal malam ini. Take Care ^^

-Onew-

Key membaca deretan kata di ponselnya itu, dari mana namja itu mendapatkan nomernya? Key tidak ingat pernah memberikannya? Soalnya, ia akan memberikan nomernya hanya pada orang yang ia anggap akrab saja.

“Jam segini masih ada jadwal apa lagi dia?”, tanya Key sendiri, ia melihat Jibum melahap ayam didepannya dengan semangat, Hyungku suka menyusahkan, kalau dia macam-macam kau cukup buang saja sepotong ayam ke tong sampah didepan matanya … Key teringat perkataan Minho saat itu, ia melihat Jibum kenapa selalu melihat sosok Onew dalam versi kecilnya, caranya tertawa saja membuat Jibum terlihat familiar dengan Onew.

“Onew ada acara apa?”, tanyanya pada PD-nim.

“Dia sedang rehearsal untuk acara musik jam 10 nanti.” .Key mengangguk mengerti,

“Apa … tadi dia sudah makan?”, tanya Key akhirnya. PD-nim diam-diam menyembunyikan senyumnya, Key tidak menyadari hal itu ketika ia sibuk membereskan makanan yang jatuh kebaju Jibum,

“Aku rasa belum, tapi tadi manager nya mengurusnya, mungkin ia akan makan nanti.”,

“Baguslah.”, ucap Key cuek dan kembali menatap Jibum sambil tersenyum,

Mereka semua sudah selesai dan siap kembali lagi ke rumah karena ia lihat Jibum sudah mulai mengantuk, tubuhnya lemas digendongan Key. Key mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu dan mengirimkan pada nomer baru yang baru masuk beberapa jam lalu itu …

Baiklah … goodluck.

-Key-

.

.

Onew membuka ponsel di tangannya, ia bukan tipe orang yang selalu membawa gadgetnya kemana-mana, jika ia punya ponsel saja ia tidak selalu mengecek ponselnya setidaknya 10 menit sekali, tidak seperti Jonghyun yang tidak bisa lepas dengan ponselnya, jika ada senggang sedikit saja Jonghyun pasti sudah duduk diam dan dengan ponsel di tangannya, bagi Jonghyun, ia sudah cukup bahagia jika didunia hanya tinggal ia dengan ponselnya, mungkin.

Ketika ia mengecek ponselnya untuk pertama kalinya dalam jangka waktu 1 jam ia meletakannya setelah mengirim pesan untuk Key, ia hampir tidak bisa percaya, tidak percaya namja itu mengirimkan balasan untuknya.

Baiklah … goodluck.

-Key-

Hanya kata-kata sesimple itu yang Key ucapkan, dan entah magic apa yang ada didalam kata-kata itu, Onew melupakan rasa lelahnya,melupakan bebannya sesaat, melupakan segala tanggung jawabnya sebagai leader SHINee. Rasanya mendapat semangat dari Key membuat hidupnya lengkap , dan ia akui … ia bahagia.

“Baik—lah, Good-l—luck! Waw! Baiklah Goodluck!”, ucap seseorang dari balik tubuhnya, Onew terkejut dan langsung melihat Minho yang berdiri menyengir padanya sambil bersidekap.

“Yah, Minho!”, pekik Onew menyembunyikan ponselnya didadanya, Minho yang di pelototi malah menyengir tambah lebar, dan Onew berdecak kesal, karena kalah dengan mata Minho yang menatapnya seperti mengintograsi Onew. Minho hanya beruntung punya mata besar, tidak sepertinya yang mempunyai senyuman maut seperti malaikat dan bisa membuat fansnya lemas, menurutnya … ==”

“Kau hebat Hyung, kau orang yang kemajuannya lebih cepat untuk ukuran pemula sebagai teman Key.”,

Onew melirik Minho kesal, “Apa maksudmu? Aku menerima sms seperti ini karena kami dalam realityshow. Ini namanya fanservice.”, jelas Onew membela diri, meski ia berharap itu bukan sebuah fanservice.

“Key bukan tipe penyuka fanservice, jika ia lakukan sesuatu pasti ada alasannya, ia tipe spontanitas, jadi aku rasa pasti yang ia lakukan itu tulus. Itu analisaku …”, jelas Minho.

Onew meliriknya kesal, “Termasuk sikapnya kasar padaku itu juga spontanitas karena memang ia membenci ku? Begitu maksudmu?”

Minho tertawa,

“Itu karena mungkin sebenarnya Key iri padamu … karena pridenya yang tinggi, ia tidak mau mengakui kau –Lee Jinki aka Onew- leader SHINee, lebih hebat darinya.”, Jonghyun bersuara kali ini, lebih to the point dibanding Minho. “Benar tidak analisaku?”, tanya nya lagi mengangkat kepalanya dari ponselnya dan menatap Minho dan Onew sambil menyengir.

“Bisa jadi!”, kekeh Minho. “Tapi Key cukup hebat menurutku, dia masuk ke YG itu karena tanpa sengaja, dan hebatnya, tanpa audisi …”, jelas Minho.

“Jinjjayo?”, Onew semakin kagum dengan Key. Sejujurnya, Onew sudah lama kagum dengan Key, terhitung BB baru namun kehebatan Wings dalam menarik banyak penggemar sangatlah luar biasa, keduanya mempunyai charm masing-masing, Taemin tidak hanya dengan kebolehannya dalam menari, namun kepribadiannya juga menarik. Sedangkan Key, ia seperti terlihat ‘apapun yang aku mau aku pasti bisa’ dan kharismanya bahkan melebihi sunbaenya di YG, dan itu membuat Onew tertarik padanya.

“Minho … apa saat kau ingin berteman dengannya itu agak sulit?”, tanya Onew lagi, kali ini ia ingin mengorek rahasia dari Minho agar ia bisa lebih dekat dengan Key. Minho terlihat berpikir, ia memiringkan kepalanya terlihat seperti ragu …

“Aku tidak yakin Hyung, kami bertemu saat idol champion waktu itu, kau ingat? Aku tidak sengaja menyenggolnya, kami bertengkar saat itu, aku tidak suka cara bicaranya yang barbar dan terkesan tidak sopan, namun setelah itu, kami malah tersenyum, dan voila, kami merasa sifat kami cocok, dan mulailah aku ikut bersama 91 line nya itu.”, Minho mengangguk mengingat kejadian itu berputar di otaknya.

“Hanya itu?”, tanya Onew tidak percaya. “Aku bertemu dengannya selalu bertengkar, dia sepertinya sangat tidak suka padaku, aku sepertinya tidak lakukan salah apapun padanya, seingatku sih … ia terus marah-marah padaku, dan tidak berakhir dengan senyuman seperti kisah kau dengannya??”, tanya Onew bingung.

“Kan aku bilang dia hanya iri padamu.”, timpal Jonghyun.

“Tidak masuk akal Jjong … tidak ada yang perlu jadi bahan iri-an dari ku.”, Jonghyun hanya mengangkat bahu ketika Onew berkata sebaliknya.

“Mungkin Key suka padamu …”, ucap Minho asal. Onew menganga lebar dan Jonghyun berdecak kencang, menahan tawanya, ” … hanya 1 kemungkinan dari 1000 kemungkinan.” tambah Minho, Onew bersungut mendengarnya, Minho yang lihat itu hanya bisa tertawa dan ber-high5 bersama Jonghyun.

Pembicaraan mereka terhenti ketika PD-nim meminta mereka bersiap, Onew selalu semangat untuk tampil ke atas panggung. Namun kali ini ia merasa semuanya terasa sangat menyenangkan, ia ingin acaranya sukses dan segera kembali bertemu dengan Key dan Jibum, ia tidak sabar sampai disana.

.

.

Dengan kaki lelah Onew turun dari dalam vannya,

“Annyeonghaseyo …”, ucap Onew sedikit lelah kepada kru TV yang langsung meliputnya, namun ia tetap tersenyum, karena ia senang sekali ia sudah sampai didepan rumah. “Apa mereka ada didalam?”, tanya Onew lagi, PD-nim hanya mengangguk. “Aku masuk yah?”, tanya Onew, PD-nim hanya mengangguk lagi, dan ketika Onew membuka pintu rumah mereka, semua kru langsung berhenti mengikuti mereka, kembali lah ia didalam setting-an CCTV yang meliput eksklusif acara mereka.

Onew sedikit bersyukur dengan sistem acara itu, karena ruang gerak mereka tidak dibatasi dengan banyak kamera yang mengikuti setiap kegiatan mereka, mereka dibebaskan bergerak kemana saja, dan direkam dengan kamera CCTV, jika ada adegan yang sekiranya harus di cut, maka pihak siaran lah yang berhak akan hal itu, inti acara itu memang agar semua terlihat natural dan terkesan tanpa skrip.

Sudah pukul 3 pagi, Onew berpikir Key dan Jibum pasti sudah tertidur pulas. Melepas sepatunya dengan perlahan, dan masuk kedalam rumah yang tanpa pintu itu. Hanya lampu remang-remang yang menerangi rumah itu, namun ketika ia masuk lebih dalam, ia melihat lampu ruang TV masih menyala, dan terdengar suara TV disana.

Perlahan Onew melangkahkan kakinya ke ruang TV, dan melihat TV menyala, namun TV itu sudah tidak ada gambarnya, gambarnya sudah berubah menjadi garis warna-warni yang menyatakan bahwa siaran TV nya sudah berakhir. Kemudian dari balik sofa ia melihat kepala dengan rambut blonde terkulai disana. Onew menarik nafas dan tersenyum, Key … apa dia menunggu Onew? Namun pikiran itu ia tepis, tidak mungkin, mungkin saja Key hanya kebetulan menonton TV karena tidak bisa tidur.

Namun sebelum ia menghampiri Key ia menuju kamar dimana ada Jibum tertidur pulas di atas kasur, ia tatap sosok anak kecil itu disana, memeluk bantal dan bernafas dengan tenang, ingin rasanya Onew ke sana, membelai rambutnya atau sekedar memberikan kecupan selamat malam, namun ia urungkan karena ia terlalu takut membuat Jibum bangun.

“Onew?”,

Onew terkejut dan hampir saja tersungkur kedepan karena pegangan tangan di handle pintu meleset dari genggamannya.

“K-key … kau mengejutkan ku.”, Onew berbalik dan melihat Key berdiri dibelakangnya dengan wajah kantuk.

“Jangan berisik, Jibum bisa bangun kalau sampi sangtaemu kambuh.”, lagi, ucapan pedas itu akhirnya terdengar setelah insiden hari itu mereka tidak bicara satu sama lain. Key menerobos Onew dan menutup perlahan pintu kamar Jibum kemudian menghadap ke arah Onew yang tersenyum padanya.

Key memutar bola matanya dan berjalan menuju dapur, “Kau baru pulang?”,

“Kenapa kau tidur di ruang TV, Key?”, Onew balik bertanya, ia mengikuti langkah Key kedapur.

“Aku tanya kau baru pulang?”, tanya Key lagi menatap Onew malas, Onew hanya tersenyum garing dan menggaruk rambutnya.

“Iya … ada acara di—“

“Aku tahu.”, potong Key , Onew terkejut Key mengetahui kegiatannya.

“Kau tahu? Kau menonton ku tadi?”, tanya Onew penasaran. Key berdecak dan meletakan gelas didepan Onew, mempersilahkan Onew meminumnya.

“Tidak, aku keluar makan malam dengan Jibum tadi.”, ucap Key dan pergi dari dapur setelah ia mengambil minum untuk dirinya sendiri. Namun Onew terus mengikutinya …

“Oh begitu …”, ucap Onew lagi lesu dan tetap membututi Key yang kali ini duduk di sofa TV, memandang kosong ke arah TV yang sudah ia matikan tadi.

Dengan ragu Onew duduk di sofa yang bersebrangan di kiri Key, dan bingung ingin memulai pembicaraan apa lagi.

“Ng … kalian makan dimana?”, tanya Onew memecah kesunyian akhirnya, Key melirik Onew dan menyenderkan badannya di sofa.

“Chicken story.”,

“CHICKEN?!”, pekik Onew, Key bangkit dari duduk nya dan menekan mulut Onew.

“SSSHTTT!!!”, desis Key kesal, Onew terbelalak, sadar akan tindakan berlebihannya, “Bisa tidak sih kau pelankan suaramu, aku hanya bicara chicken story, bukan cerita tentang pembantaian chicken fried!”, desis Key pelan, ingin rasanya ia meremas mulut Onew —tunggu …

Keduanya terpaku di posisinya masing-masing, posisi saat itu biar dijelaskan. Key berdiri didepan Onew, dengan kaki yang sebelah kanan naik ke sisi sofa Onew tepat di sebelah paha kiri Onew, tangan kirinya menekan mulut Onew, dan tangan kanannya memegang mug. Dan Onew –pasrah duduk di sofa, di bekap oleh tangan Key, dan jarak tubuh Key yang kira-kira hanya 0,5 meter darinya.

“ISH!”, desis Key mengibas tangannya setelah ia sadar akan perbuatannya, ia menyentuh bibir Onew –dan entah kenapa ia menjadi gugup, ia menalan ludahnya, menyeruput teh ditangannya dengan cepat.

“Ah! Ssh …sssh …”, Key terkejut karena ia lupa teh itu panas dan membakar lidahnya.

“Oh! Key? wae? Wae?”, Onew mendekat ke arah Key dan melihat Key mengibas tangannya di lidahnya. Dengan sigap Onew mengambil mug ditangan Key dan meraih tangan Key untuk berhenti mengibas didepan mulutnya, ia lihat Key meringis dan matanya berair menahan panas, ia menarik nafas dan berlari ke dapur, membuka kulkas, dan untungnya tersedia es batu disana, dengan sigap ia ambil beberapa dan berlari ke arah Key.

“Masukan ini kemulutmu agar tidak melepuh.”, ucap Onew berlutut didepan Key dan menyodorkan es batu kehadapannya, dengan sigap Key mengambil dan memasukannya kedalam mulutnya. Dengan seksama Onew memperhatikan mulut Key yang mungil itu mengulum es yang lumayan besar untuk bibir kecilnya, Onew berpikir betapa imutnya bibir itu, kalau ia cium –Oh shit!!

Onew tiba-tiba berdiri , namun keberuntungan Onew dalam hidup untuk tidak jatuh itu hanya 15%, jadi …

BRUK

“Ahhh~~”, ia terjungkal kebelakang dan kepalanya terantuk meja.

“Fhonewf!”, saut Key dan berlutut didepan Onew, ia mengecek Onew yang tidak ada angin tidak ada badai bisa jatuh sendiri. “Khau sedang apfha sbih?”, tanya Key tidak jelas dan melihat Onew kesal, karena mereka sudah cukup berisik dari tadi.

Onew tidak menjawab dia hanya terkekeh dan menggaruk kepalanya yang sakit, “M-mian … aku hanya ingin diri tapi—“

Kruuyuuk~~

Kedua bola mata Key dan Onew terbelalak ketika mendengar suara itu –suara dari perut Onew. Key melihat ke arah Onew tidak percaya, yang dilihat hanya menyengir lebar dan menggaruk kepalanya lebih intens.

“Kau belum makan?”, tanya Key setelah es dimulutnya habis, ia berdiri dan berdeham, menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba karena beberapa situasi dari menit lalu.

“Ng … belum, aku hanya makan kimbab sebelum rehearsal tadi.”, jelas Onew menyengir, Key berdecak, ia tidak bicara apapun, dan hanya berjalan kedapur begitu saja.

Onew yang merasa penasaran mengikuti Key kesana, dan ia lihat Key mengeluarkan beberapa bahan makanan dari dalam kulkas, “Kau mau apa?”, tanya Onew bingung.

“Memberi mu makan.”, kesannya Onew adalah binatang peliharaan,

“Hah? Kau mau masak pagi buta begini, andwe …andwe … kau harus tidur, kita harus tidur, aku bisa tahan sampai pag—“ Onew terdiam ketika Key memelototinya,

“Kau pikir aku bisa tidur kalau nanti aku dengar geraman dari dalam perut buncit mu itu?”, tanya Key ketus. Onew menggeleng lemah, ia tidak bisa bantah Key bagaimanapun juga …

“Baiklah.”,

“Sudah sana kau ganti baju mu, aku tidak tahan baunya.”, ucap Key kesal dan berbalik menuju wastafel.

Onew ingin bicara lagi , namun ia turuti kata Key dibanding ia disemprot lagi dengan ucapan ketusnya, “Aku kan tidak bau ..”, gumamnya,

Yang Onew tidak tahu adalah, Key mendengar gumamannya dan ia tersenyum simpul sambil menggelengkan kepalanya.

.

.

“Woah, massthaaa…”, desis Onew sambil mengunyah dengan semangat nasi campur didepannya, sesekali ia melihat Key yang menatapnya dengan jijik, melihat Onew yang seperti orang kalap dan tidak makan bertahun-tahun.

“Akhu tidhak tafhu khau phintar mashak.”, ucap Onew dengan mulut penuh, membuatnya sedikit tersedak karenanya,

Key berdecak kesal, “Telan yang benar, jijik aku melihatnya.”, ucapnya lagi, Onew cemberut, ia selalu kena sekak oleh Key.

“Kau biasa masak?”, tanya Onew lagi,

“Kenapa? Aku tahu itu enak, tidak usah banyak tanya, cepat habiskan dan cuci piringnya.”, ucap Key ketus.

“Baiklah … “, kemudian tidak banyak bicara,

Key yang sibuk melihat kuku ditangannya sesekali melihat ke arah Onew yang asik menyantap makanan buatannya , ia sendiri menikmati pandangan itu, cara Onew makan sungguh menarik, bibirnya maju seperti ikan, dan terlihat menyenangkan ketika mengunyah makanan, seperti menikmatinya sebaik mungkin, sejujurnya, Key iri dengan tubuh Onew, makan malam tentu akan membuat gendut, tapi Onew, sepertinya tidak perduli dengan hal itu.

“…Key? KEY!”

“Hah?”,

“Kenapa kau pandangi aku begitu?”, –SHITT, Key tidak tahu ia terbuai dalam pemandangan didepannya, “Ada nasi yah? Dimana?”, tanya Onew menyentuh seluruh wajahnya,

“Tidak ada bodoh, aku hanya berpikir, aku harap Jibum tidak meniru kebiasan makan mu yang buruk, seperti orang kelaparan saja.”, dengan itu Key berdiri dan meninggalkan Onew dengan wajah memerah karena malu ia tertangkap sedang memandangi Onew.

Onew yang sekilas mengetahui hal itu hanya tersenyum, “Makasih Key.”, ucap Onew, Key terkejut, ia terhenti dan berbalik melihat Onew yang tersenyum padanya.

“Makasih kataku … makanan nya enak, selamat tidur Key.”, ucap Onew melambai pada nya dengan senyum terkembang manis.

Key menelan ludahnya, senyum itu membuat jantungnya berdetak sepersekian detik, dan ia benci mengakuinya. Ia tidak tanggapi ucapan Onew dan pergi begitu saja, didalam hatinya terbesit rasa senang, ia tidak tahu apa pertanda baik atau tidak, tapi kenapa ia lebih concern pada Onew.

.

.

Pintu kamar terbuka dan Key dengan cepat memejamkan matanya, ia tahu Onew masuk kedalam dan siap untuk tidur, pembagian tempat tidur sudah jelas, Onew akan tidur di bawah setelah mereka berdebat kenapa tidak ada kamar lain dan hanya kasur besar yang sebenarnya muat jika Onew tidur disana bertiga bersama Jibum dan Key, namun Onew memilih untuk tidur di tatami di bawah .

Jam sudah menunjukan pukul 4 pagi, Key merasa mengantuk, namun ia tidak bisa memejamkan matanya, pertama kali satu kamar dengan orang asing membuatnya tidak bisa tidur. Ia mendengar Onew mengerang karena lelah menyergap tubuhnya. Perlahan Key putar tubuhnya yang semula menghadap ke Jibum disampingnya dan melihat ke sisi bawah kasur mereka.

Disanalah Onew sudah berbaring didalam selimut memunggunginya, ia tatap punggung namja itu, semua pikirannya menerawang kembali. Ia tidak tahu kenapa ia selalu gugup didepan Onew, sejujurnya, ia sangat takut berada bersama-sama Onew, Onew aka Lee Jinki –namja panutannya, namja yang dijadikan idola baginya itu berada bersamanya, Key selalu tidak suka dengan Onew, ia selalu merasa iri dengan Onew yang terkesan baik, menyenangkan, hebat, penuh kharisma, dan terkesan naif pada dunia yang kadang suka menjelek-jelekannya. Ia melihat sosok Onew bisa selalu tersenyum ketika SHINee kesulitan, bahkan saat Onew cidera , dan Key tahu gosip itu.

Ia tidak tahu kapan ia tidak suka pada Onew, mungkin benar, ia hanya iri pada sosok Onew, ia ingin seperti Onew yang seperti tidak punya beban. Ia ingin seperti Onew yang mempunyai banyak teman karena keramahannya, bahkan kekurangannya –sangtaenya- itu bisa membuat ia memiliki banyak teman, dan bahkan fans yang menyukai tingkahnya itu. Sedangkan Key? ia berpikir dirinya belum berusaha penuh untuk membuat para fans bangga padanya , tentu ia terkenal dengan sifat Diva-ishnya, ia yakin ia bisa lakukan apapun karena ia merasa mampu, namun … tidak ada yang tahu betapa ia sangat kerja keras untuk membuat dirinya dikenal orang lain. Ia iri dengan Onew yang apa adanya tanpa perlu susah payah sepertinya untuk terus bersinar dan menyamai Onew …

 SHINee akan selalu bersinar … sampai kapanpun …

Kata-kata itu selalu menjadi motivasinya. Dan Onew … tanpa namja itu sadari, bahwa Key –sosok yang selalu ketus padanya itu, diam-diam mengaguminya.

.

.

Jibum membuka matanya dan melihat kesekeliling kamarnya, ia mendapati Key yang masih tertidur pulas disampingnya, tangannya melingkar di perut kecilnya. Jibum kecil tersenyum, menyelinap perlahan keluar dari pelukan Key, ketika ia menegakan tubuhnya ia bisa lihat gundukan dibawah kasurnya, ia tidak tahu apa itu, dengan penasaran sebagai anak kecil ia mendekati gundukan besar terbalut selimut, dengan perlahan ia tendang dengan ujung kakinya.

“Hei …” , bisiknya, ia mengecek apakah gundukan itu bergerak. Namun tidak, sekali lagi ia tendang gundukan itu, namun tak bergerak.

Tidak ada cara lain …

Ia menarik nafas dalam-dalam dan berteriak …

“UMMMAAAA … APPPAAA … ILONAAAA…”, suara lengkingannya terdengar hingga kru yang di luar rumah juga terkekeh.

Sontak Key membuka matanya dan melihat ke seluruh arah, ketika ia sadar suara Jibumlah yang membangunkannya ia hanya bisa mengerang dan kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur yang nyaman.

“Umma, Umma, Umma, ilonaaaa~~”, Jibum kali ini sudah berdiri ditepian kasur Key dan menarik-narik tangannya, Key hanya mengerang dan enggan untuk bangkit dari tidurnya. “Ummmaaaa~~”, rengeknya lagi , namun siapa sangka, dengan kesadarannya yang belum penuh itu, dan tenaga nya yang masih belum terkumpul, Jibum kecil berhasil menarik Key.

“Ah…wooaaa…”,

BRUK

Dan … lagi, kali ini benar-benar semua salah Jibum, semua selalu salah Jibum!

Anak kecil pemaksa itu tidak kenapa-kenapa, namun, sekarang Key lah yang ‘kenapa-kenapa’ karena saat ini, ia jatuh kelantai , tepat di atas tatami dimana sosok Onew tertidur disana, “Ugh… Jibummie~~”, erang Key hendak bangun dan menangkap Jibum, namun sebelum ia lakukan itu, sebuah kaki meniban bagian tubuhnya saat ingin bangkit berdiri, membuat Key jatuh terjengkang kembali kebelakang, dan yang membuatnya langsung terpaku adalah …

“Ngh … kenapa berisik sekali … aku ngantuk …”, gumam Onew malas, Key terbelalak, tubuhnya kaku mendadak, ia bisa rasakan nafas Onew berhembus di lehernya saat ini, serta tangan Onew melingkar tepat didepan dada key, dan kakinya dengan seenaknya menopang di atas pahanya, posisi yang terlalu ‘intim’ jika dilihat, Key sudah menjadi guling Onew saat ini.

“O-onew…”, Key mencoba melepaskan dekapan Onew, namun percuma, namja bodoh itu tetap saja memeluknya dengan erat, “O-onew…y-yah One—“

“Mmmhhm…”,

Nafas Key tercekat, ia memejamkan matanya kuat-kuat ketika ia rasakan Onew semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Key, membuat kepalanya bersandar antara pundak dan leher Key, membuat namja cantik itu merasa bulu kuduknya merinding, dan bukan hanya itu, yang membuat ia terkejut adalah jantungnya berdetak sangat kencang.

“APPA!!”, pekik Jibum kali ini meniban sosok Onew dari belakang, sontak Onew terbelalak dari tidur lelapnya, dan seketika itu pula ia terkejut dengan posisinya saat itu. Mata sipitnya melebar beberapa centi dan menatap sosok didepannya yang hanya berjarak beberapa centi saja darinya.

“KEY?!!”, pekik Onew langsung menjauh dari pelukan Key dan bangkit, namun sekali lagi, keberuntungan Onew untuk tidak jatuh hanya 15%, alhasil, dengan sangtaenya itu, ia terjengkang kebelakang, namun ia tidak perduli, ia hanya terkejut menatap Key dengan lekat dengan jantung berdebar, kenapa ia bisa memeluk Key???

“Appa, gwencana?”, tanya Jibum mendekat dan menyentuh pipinya, karena terlalu kaget, ia bahkan tidak sadar kalau Jibum menyentuhnya dan ia tidak menghindarinya.

“K-kenapa … kenapa kau b-bisa –tunggu, Key.”, Onew memegang kepalanya dan melihat ke arah Key yang sudah berdiri dan merapihkan bajunya, “A-aku …kita—tidak lakukan sesuatu kan semalam?”

“MWO?!”, pekik Key.

“OH MY GOD! PLEASE CHICKEN STRIP! KATAKAN AKU TIDAK LAKUKAN APAPUN PADAMU KAN KEY? AKU TIDAK MENYENTUH—“

“DIAM!!”, teriak Key, “J-just … shut up oke? Kau tidak lakukan apapun dummy!a-aku terjatuh tadi gara-gara Jibum …”, ucap Key gugup menatap Jibum yang memandangnya tidak mengerti, “Dan kau dengan bodohnya menganggap ku guling! Kau pikir kau tidak berat menibanku dengan paha penuh lemak begitu! Jangan harap terjadi sesuatu, ku beritahu, tidak terjadi apa-apa antara kita, terima kasih! Kajja Jibum!”, Key menggendong Jibum keluar kamar dan meninggalkan Onew yang terpaku di tempatnya.

“Sssh …”, desis Onew memiringkan kepalanya, “Aku tidak ingat memeluknya, pantas tadi aku mencium bau harum, mungkin itu bau tubuhnya?”, kekeh Onew senang, ia pikir Key tidak dengar hal itu, tapi Key dengar, dibalik pintu kamar mereka, dan membuat mukanya tambah merah.

“Umma gwencana? Wajah umma melah, umma sakit?”, tanya Jibum menyentuh kedua pipi Key

“Anio Jibummie, hanya saja, umma beritahu, jangan lakukan hal ceroboh lagi yang membuat Umma selalu jatuh dan berakhir bersama Onew, arraso?”

“Allaci! Tidak boleh jatuh ke Appa! Allaci~~”, ucap Jibum mengangguk, Key hanya menarik nafas, percuma jelaskan pada anak kecil sekalipun.

.

.

To : Onew & Key

Pergilah kalian ke COEX Mall –Gangnam. Kalian bisa ajak Jibum bersenang-senang, dan kalian bisa membeli beberapa keperluan untuk rumah kalian.

Key membaca pesan itu di ponselnya, ia pikir shooting nya tidak akan dilakukan setiap hari, tapi rasanya, ia akan benar-benar bersabar untuk bertemu dengan Onew setiap harinya … meski begitu, ia tidak pungkiri kalau sebenarnya ia cukup, senang? Oh tidak … kenapa ia berpikir begitu?

“Pasti shooting lagi!”, ledek Taemin yang tiba-tiba muncul dari belakang tubuhnya.

“Yah! Kau mengejutkan ku!”, Key memegang jantungnya dan menatap Taemin kesal, namun namja cantik yang satu itu tidak mengubrisnya dan malah duduk di sofa disamping Key.

“Bagaimana dengan Onew Hyung?”, tanya Taemin to the point.

“Kau bisa tebak jika kau hidup bersama orang sangtae …”,

Taemin hanya tertawa mendengarnya, yang langsung menerima lirikan tajam dari Key, “Hyungg … Onew Hyung itu memang begitu, tapi, kalau kau sudah kenal dengannya, dia orang yang sangat baik, perhatian, dan juga ia orang yang bertanggung jawab!”,

Key memutar bola matanya, “Tanggung jawab apanya? Dia bahkan tidak berani mendekati Jibum, untuk apa ada intimate baby kalau ia tidak mau bantu aku merawat Jibum?”,

“Dia memang takut anak kecil … hahahaha …”,

“Itu masalahnya!”

Kemudian mereka berdua terdiam sesaat, “Kau akan tahu kalau Onew Hyung itu orang yang luar biasa Hyung, hanya butuh waktu, dan kau bersabarlah … kau akan lebih kagum dari yang sekarang.”

“Jangan sok tahu! Kau pikir aku kagum padanya?”,

Taemin berdecak, “Kau tidak perlu mengakuinya juga tak apa … “, namja itu mengangkat bahunya, “Hanya akui saja bahwa kau tertarik padanya!”

“TAEM—!”

Drrt drrrt …

Key melihat ke layar ponselnya, ia mengerutkan alisnya, Onew???

“Apa?!”, tanyanya ketus,

[annyeong Key …ini aku–]

“Aku tahu, ada apa Onew?”,

[Oh, kau kenal suaraku? Oh kau bahkan tahu ini aku? Woaaah …] Key memutar bola matanya, sumpah, Onew bisa sangat norak!

“Whatever, waeyo?”, tanya Key to the point.

[Kau terima pesan dari PD-nim? Kita harus ke COEX mall! Kita–]

“Sudah tahu, kau mau jam berapa kesana?”

Key mendengar tarikan nafas panjang disana, ia mengerutkan alisnya, [Itu dia Key … aku menghubungimu karena aku tidak bisa datang, dan akan telat 2 jam mungkin, aku masih ada shooting di Music Bank …]

“MWO? Jadi maksudmu aku harus pergi berdua bersama Jibum dan aku harus membeli semua perlengkapan rumah sendiri, begitu maksudmu? Shiro!” pekik Key,

Kali ini Key mendengar tarikan nafas lagi diseberang sana, [Key please, aku tidak bisa tinggalkan SHINee sekarang … aku berhutang padamu sekali lagi, akan aku balas untuk hari ini dan kemarin karena kau terus yang menjaga Jibum, aku janji! Jadi, aku mohon neh? Aku akan segera kesana setelah selesai … Jibum sudah menunggu di van dan menuju ketempat –Neh! Oh, Key, aku sudah dulu yah? Aku akan kesana … 2 jam lagi.]

PIP

Key menganga. Ia menatap ponsel ditangannya, sial sial sial! Ia benar-benar sebal dengan Onew, ia pikir hanya dia saja yang sibuk? Ia juga? Well … untuk saat ini Wings belum terlalu sibuk …tapi tetap saja! Menjaga Jibum sendiri? Yang benar saja?!!

.

.

“Aqualiummmm … kajja Umma…palli … Jibum mau liat aqualiummm …”, rengek Jibum menarik tangan key ketika mereka turun dari van dan masuk kedalam lobi mall. Mall yang merupakan mall terbesar di Asia itu membuat Key selalu berdecak kagum akan tempat itu, termasuk dengan apa yang akan mereka lihat, ya Aquarium, semacam seaworld dengan banyak ikan didalamnya. Mall ada Aquarium besar? Just Waw!

“Pelan-pelan … kita pasti akan kesana … “, kekeh Key yang pasrah di tarik tangannya oleh Jibum.

“Aku mau liat ikan paus … kita tunggu Appa disana saja yah Umma?”, tanya Jibum.

Key berdecak, “Disana tidak ada ikan paus sayang, adanya ikan hiu…”,

“Uwoooo hiuuuu …”, Jibum hanya mengangguk paham. Key tidak bisa berdiam diri untuk tidak mencubit pipi Jibum.

Ia gendong Jibum di gendongannya, dan tidak lama mereka tiba didepan sebuah Aquarium besar disana, Key yang sama sekali belum pernah masuk ke COEX karena disibukan oleh worldtour dan berbagai promosi album itu semenjak mall itu dibangun ia ikut takjub sama seperti Jibum, bahkan cara mulutnya menganga mirip dengan namja kecil digendongannya itu. Membuat keduanya asik melihat berbagai ikan dan juga tertawa karena senang. Sesekali mata Kibum melihat sebuah keluarga bersama anak-anaknya bercengkrama riang, ia hanya bisa tersenyum sambil memeluk Jibum. Dulu, ia selalu iri melihat pemandangan itu, tapi, entahlah, ia menggendong Jibum di pelukannya, dan ia rasa, ia tidak perlu lagi iri akan hal itu, tidak perlu ia ingat masa itu …

“Umma!!”

“E-eh?” Key terkejut dan tersadar dari lamunannya.

“Umma bengong …”, Jibum mempoutedkan bibirnya lucu. “Aku lapal …”, rengeknya, Key berdecak.

“Kajja kita cari makan … Jibummie mau apa?”

“CHICKEN STORY!”

“Yaaah~ kemarin kan sudah, bosan akh, kita makan ramyun saja neh?”

“Boyeeeh~~”,

.

.

Drrt Drrt

Key terhenti dari kegiatannya ingin membayar makanan mereka, ia melihat ponselnya berbunyi dan itu dari Onew!

“Oo?”, jawabnya asal sambil melihat isi dompetnya.

[Key, kau dimana? Aku sudah di COEX!]

“Di … Gokana Tepan! PALLI!”

[Neh Neh arraso … Jibum bersamamu kan?]

Key berdecak, jelas saja kan? ia mendongak dari dompet yang ia sedang pegang dan melihat kesisinya.
“Tentu saja,Onew! Dia ada disampi—“ Key terhenti, ia sontak berdiri dan melihat kesekeliling restoran, “JIBUM!!”, pekiknya,

“Kau lihat anak kecil bersamaku tadi kemana?!!”, histeris Key bertanya pada pelayan cafe yang sedari tadi berdiri didepan Key.

“E-eh? Aku—“

“ARGH!SHITT! HYUNG, MANA JIBUM?!”, tanya Key pada satu-satunya kameramen yang bersamanya,

“T-tadi dia disini Key … tapi … aku…”

Wajah Key berubah horor, matanya menyapu isi restoran yang tidak besar itu, ia tidak bisa menemukan Jibum.

“SHITT!!”

“KEY!!”, Key mendongak dan melihat Onew berlari ke arahnya, Key menatap Onew dengan panik dan reflek menarik lengan Onew.

“J-jibum … Jibum menghilang Onew…”, ucapnya panik.

CUT!!!

MANY MISS TYPO, SOWWY … I NEED SLEEP. ANNYEONG T^T

147 thoughts on “[Onkey] Intimate Baby – part 2 of ?

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s