[Jinkey] Key1


Foreword : Annyeong, aku lagi galau menunggu hasil rapotku. karena ke galauanku, aku bikin ff gak jelas ini. dan ff ini ke inspirasi dari film anime go sick. aku suka banget ama tu film, tapi disini gak sama persis sama cerita aslinya. yang kena tag mianhe, bisa remove aja kalau gak suka. ok lah, dari pada baca foreword gj ini, mending baca aja. Oh ya sebelumnya. disini Taeyeon snsd bukan Taemin versi cewek. Ok.?

 

cek it out

 

Cast : Jinkey, dkk

Genre : tentukan sendiri

Seorang namja cantik tengah duduk di tengah taman. Dia memakai baju seragam sekolah SM Academy. Namun, jika di perhatikan, seragam yang dikenakan namja cantik itu berbeda dari yang lainnya. Karena seragam tersebut ada sedikit renda-rendanya. Dia hanya duduk bersila dengan buku-buku berserakan di hadapannya. Mata kucing namja tersebut memang terpusat pada buku, tapi pikirannya menyatakan kalau ia sangat bosan berada di taman itu.

Namja bermata kucing itu, meraih cermin yang ada disebelahnya. Cermin kuno itu memperlihatkan seorang namja bermata bulan sabit akan datang ke tempatnya. Dan dia yang akan mengusir kebosanan dari namja cantik itu. Selain itu namja bermata bulan sabit akan menjadi orang yang ada disisinya, apapun yang terjadi.

“Hah, ramalan itu terus, apa tidak ada yang lain? AKU BOSAN,” ujar Namja cantik itu meletakkan asal cermin bergagang kayu itu dengan asal dan mulai membaca buku yang ada di depannya.

“Apakah dia akan datang? Seseorang bermata bulan sabit yang seakan-akan mata itu ingin menelan nyawa orang yang di depannya dengan mata itu, sepertinya menarik, aku harap ia segera datang,” gumamnya sambil tiduran di taman itu.

***

SM  Academy adalah sekolah yang siswanya kebayakan terdiri dari orang-orang elit. Academy ini memakai sistem asrama, jadi para siswanya akan pulang pada saat hari libur panjang saja. Mereka jarang pulang saat weekend karena menurut mereka, lebih baik bersenang-senang di sekitar kota SM Twon(?) dari pada harus kembali ke rumah.

Aku adalah siswa baru di sekolah ini, aku berasal dari Seoul. Dan namaku adalah…..

“Shinigami Lee,” kata seorang namja dengan wajah ketakutannya.

Benar, itulah namaku disini. Aku hanya menghela nafas dan berpura-pura tidak mendengarkan mereka yang mulai berkata.

“Apa benar itu Shinigami?”

“Kau tidak percaya? Lihat mata hitam bulan sabitnya itu, seakan ingin mengisap nyawa kita.”

“Dengan mata seperti itu, mungkin hatinya juga gelap seperti matanya.”

Sebenarnya aku agak bingung kenapa semua yang disini memanggilku dengan Shinigami? Bukankah Shinigami adalah bahasa Jepang yang artinya dewa kematian? Hah sudahlah, aku tidak peduli dengan gosip-gosip aneh itu. Aku datang kemari hanya untuk belajar dengan baik sebelum direcoki oleh Junki-hyung.

***

Disinilah aku sekarang, kelas tingkat dua di academy ini. Duduk sambil membaca surat dari keluargaku dengan dipandang aneh oleh siswa lain yang menganggapku seorang dewa kematian.

Dear Jinki

Sebelumnya, aku ingin mengucapkan selamat untukmu karena kau terpilih sebagai pewaris tunggal perusahaan appa. Hahaha, aku bersyukur karena tidak harus hidup sepertimu, tapi bagaimana lagi. Aku tidak mau mengurusi perusahaan keluarga kita. Aku lebih suka menjadi seorang aktor terkenal daripada sepanjang hari duduk membaca dokumen-dokumen yang membosankan.

By the way, apa di SM Town sangat menarik? Ku dengar, academy itu dikhususkan untuk orang-orang elit atau orang yang berkantung tebal? Dan satu hal lagi yang kudengar, kalau mereka yang ada disana sangat menyukai cerita-cerita horor atau hal-hal yang misterius? Kau harus hati-hati ne?

Sering-seringlah menelepon kami, karena umma sangat khawatir begitu appa memutuskan untuk menyekolahkanmu di academy tersebut. Annyeong

 

Hyungmu,

 

Lee Junki

Hah, aku menghela nafas setelah membaca surat dari hyungku itu. Saat aku melipat kembali surat tersebut, tiba-tiba saja sebuah wajah seorang yeoja paruh baya berada di hadapanku.

“Sebaiknya kau membaca cerita-cerita horor atau hal-hal yang misterius daripada membaca surat yang membosankan,” gerutu yeoja yang ternyata adalah guruku sendiri.

“Apa maksud Taeyeon-sam?” tanyaku bingung.

“Oh, warga dan siswa disini sangat suka dengan cerita berbau mistis, karena itu kau harus punya teman supaya bisa saling tukar cerita,” jelasnya sambil berputar-putar tidak jelas.

“Anu,,,,” sebelum aku bertanya. Tiba-tiba saja Taeyeon-songsaenim memandangku.

“Apa kau bertanya kenapa orang-orang disini memanggilmu Shinigami Lee?” tanyanya dengan wajah menyeledik.

Aku hanya bisa mengangguk dengan wajah yang canggung.

“Aku sendiri juga tidak tahu kenapa, karena menurut rumor yang aku dengar, ada seorang shinigami bermata bulan sabit dan pipi chubby akan menemani seorang peri berambut emas yang terkurung di menara academy ini,” jelas Taeyeon dengan tangan yang ditopangkan ke dagu.

“Peri berambut emas yang terkurung di menara academy?” tanyaku bingung.

“Ne, disini ada menara, aku tidak akan memberitahumu dimana tempatnya, jadi kau harus mencari sendiri,” jawab yeoja paruh baya itu dengan wajah seperti detektif.

“Baiklah, aku akan mencarinya sendiri,” sahutku lalu berbalik dan meninggalkan guruku yang aneh itu.

***

Aku berjalan menyusuri academy ini. Cukup luas juga sekolah ini, mungkin karena academy ini  ada asramanya. Tanpa disadari, aku memasuki sebuah perpustakaan.

Ku buka pintu perpustakaan yang besar itu. Lalu ku edarkan pandanganku ke seluruh penjuru perpustakaan begitu memasukinya. Luas dan tinggi. Itulah kesanku begitu melihat sekeliling. Terdiri dari delapan lantai dan terdapat rak-rak buku di setiap lantainya. Anehnya, disini tidak ada lift, hanya ada tangga yang menghubungkan lantai yang satu dengan lainnya.

Aku memutuskan untuk mencari buku tentang cerita yang misterius di perpustakaan ini. Akhirnya aku menemukannya di lantai tiga gedung ini. Apa ini? Cerita peri emas dan dewa kematian? seorang shinigami bermata bulan sabit dan pipi chubby akan menemani seorang peri berambut emas yang terkurung di menara academy ini. kata-kata Taeyeon-songsaenim terngingan di telingaku begitu aku membaca sebagian buku itu.

Di buku itu di jelaskan,bahwa si peri emas sangat kesepian dan tidak bisa keluar karena dikurung oleh ayahnya sendiri. Lalu datanglah dewa kematian yang bukannya mencabut nyawa peri itu, tapi malah menemani sang peri dan mengajaknya melihat dunia luar. Namun, hal itu diketahui oleh sang ayah dari si peri emas dan mengurungnya lagi di tempat yang berbeda. Sehingga si dewa kematian tidak bisa menemukannya lagi.

Jasad mereka memang terpisah, tapi hati mereka tidak akan terpisah. Dan si dewa kematian menemukan si peri emas untuk membawanya keluar dari tempat itu. Namun, usahanya diketahui oleh sang ayah dari si peri emas.

Belum sempat aku selesai membacanya, aku melihat sehelai rambut berwarna emas di lembar yang aku baca. Sejenak aku beralih menatap buku yang sedang aku pegang dengan tangan kananku itu.

Terlihat gambar seorang namja cantik, tapi rambutnya agak panjang seperti yeoja. *bayangin Key seperti Gweebon, tapi rambutnya agak berwarna keemasan*. Dan sepertinya si namja tampan yang menggenggam tangan si namja cantik itu terlihat seperti… tunggu. Ku dekatkan buku itu ke mataku saking tidak percayanya atas apa yang ku lihat ini. Ternyata itu aku? Aku melihatnya sekali lagi, dan benar, itu adalah aku. Apa buku  ini bercerita tentang masa depanku?

Aku mendongakkan kepalaku menatap langit-langit perpustakaan. Tiba-tiba aku melihat sebuah cahaya keemasan

terpancar di atas perpustakaan ini. karena penasaran, aku memutuskan untuk menaiki anak tangga yang ada dengan berlari, tapi saat mendekati lantai terakhir. Nafasku mulai habis karena terlalu lelah berlari.

Ketika di lantai atas, aku melihat sebuah boneka. Tapi kenapa besar sekali? Seperti manusia saja. Dia cantik dengan mata kucingnya. Lalu rambut panjang berwarna emas itu tergerai begitu saja di kepalanya. Ini boneka namja atau yeoja ya? Kenapa cantik sekali. Dengan posisi membaca buku yang berserakan di sekitarnya.

Tunggu dulu, kenapa disini ada taman yang begitu indah? Lagipula perpustakaan ini lebih disebut sebagai menara. Sebentar, sepertinya Taeyeon pernah bilang tentang peri emas yang terkurung disini. Mungkinkah peri emas itu. Ku pandang boneka di depanku.

Tiba-tiba mata kucing boneka itu melirikku. Secara otomatis aku memundurkan kakiku karena takut dengan lirikan boneka tersebut. Dan apa itu? Dia menghela nafas?

“Akhirnya kau datang juga, Jinki Shinigami,” katanya sambil memandangku yang berdiri mematung di depan tangga.

“Kau tahu aku?” tanyaku bingung.

“Cermin kuno peramal masa depan yang telah memberitahuku,” ujarnya seraya memandang cermin yang ada dalam genggamannya. Aku baru menyadari kalau dia adalah seorang namja karena ia mengenakan celana. “Selamat, kau orang yang terpilih untuk mengubur rasa bosanku dan orang yang akan menjadi bagian paling penting dalam hidupku,” lanjutnya sambil tersenyum ke arahku.

Cantik. Kata pertama yang ada dalam benakku. Entah ada apa dengan diriku ini. tiba-tiba saja aku berjalan ke arahnya yang kembali terpusat pada buku di hadapannya. Dan mulai menusuk-nusuk pipi tirusnya dengan jari telunjukku.

“Kau sedang apa?” tanyanya dengan raut wajah jengkel dan pipi yang di gembungkan imut.

“Aniya, hanya memastikan kalau kau manusia, dan bukanlah sebuah boneka yang tidak bergerak,” sahutku sambil tersenyum geli. Lalu melanjutkan “Kau cantik sekali, jangan cemberut, nanti jadi jelek lho!!!”

Ia melihatku dengan mata yang terbelalak lebar. Mata yang sama hitamnya denganku. Sepertinya ia terkejut atas perkataanku. Sejujurnya aku juga terkejut karena bisa berkata seperti itu. Padahal kan aku baru melihatnya. Kenapa aku sok kenal sok dekat padanya?

“Siapa namamu?” tanya namja cantik itu dengan wajah yang datar.

“Namaku Lee Jinki dan bukan Jinki Shinigami atau Shinigami Lee,” jawabku dengan menekankan kata ‘bukan’ padanya.

“Oh, apakah kau tidak kembali ke kelas? Bukankah istirahat siang sudah mau berakhir,” katanya lagi-lagi dengan wajah datar.

“Aku akan kembali ke kelas, aku tidak akan kembali lagi,” kataku seraya beranjak dan mulai menuruni anak tangga.

“Kau akan kembali saat sore hari, aku yakin itu,” sahutnya sambil tersenyum cerah ke arahku.

Aku tidak mempedulikan kata-katanya dan tetap menuruni anak tangga yang lumayan banyak itu untuk keluar dari perpustakaan.

***

Setelah pelajaran terakhir, aku menceritakan semua tentang namja cantik yang ku kira boneka itu pada Taeyeon-songsaenim.

“Bagus sekali, kau sudah berteman dengan Key, siswa disini takut padanya karena wajahnya yang dingin dan menyeramkan dimata mereka,”  itulah respon dari guruku ini.

“Menyeramkan? Kurasa ia seperti boneka barbie milik sepupuku,” ralatku tak terima dengan pendapat Taeyeon.

“Aku juga sependapat denganmu, kenapa siswa menganggapnya seram, karena beredar rumor kalau peri emas suka memakan hati orang yang dekat dengannya. Dan kenapa aku sependapat denganmu, karena aku mengenalnya dengan cukup baik,” jelasnya panjang lebar.

Lalu, seorang namja gendut berada di depanku dengan membawa dua nampan yang berisi banyak makanan. Uniknya adalah nampan itu ditumpuk jadi satu dengan kayu kecil di setiap sudut nampan itu.

“Ah, Shindong, apa makanan itu untuk kami?” tanya Taeyeon pada orang yang ada dihapan kami.

“Bukan, tapi ini untuk namja tampan ini dan seseorang yang ada di menara perpustakaan,” jawab Shindong memandang ke arahku. “Kau bisa mengantarkan makanan ini untuknya kan?” lanjutnya seraya menyerahkan nampan itu padaku.

“Tapi…” belum sempat aku menolaknya, Shindong sudah beranjak dari sana.

Taeyeon-sam memandangku dengan tatapan minta tolong lalu beranjak pergi begitu saja. Ku pandang langit sore yang mulai berwarna jingga. Sepertinya akan segera gelap, pasti Key sedang kelaparan. Tunggu, kenapa aku mencemaskannya, memangnya aku siapanya?

Baiklah, daripada aku makan sendirian dan dia juga sendiri, lebih baik aku membawa ini kepada namja cantik itu. Aku mulai beranjak dari kursi yang tadi kududuki bersama dengan Taeyeon-songsaenim. Kemudian berjalan ke perpustakaan tempat Key berada.

***

Aku membuka pintu perpustakaan yang berubah warna menjadi jingga karena langit sore. Aku berjalan mencari saklar lampu, tapi aku tidak menemukannya. Aku mengeluarkan handphone-ku yang kuno. Untung aku membawa ini sebelum berangkat selain membawa smartphone-ku. Karena aku bisa menggunakannya sebagai senter kalau tiba-tiba lampu academy padam.

Aku berjalan dengan hati-hati. Aku jadi malu mendiskripsikan diriku sendiri karena aku begitu konyol hari ini. Bagaimana tidak aneh? Karena tanganku sibuk memegang nampan, aku harus mengemut handphone lamaku dengan mulut. Berjalan menaiki anak tangga satu persatu.

Hari pun sudah mulai gelap. Ketika aku sampai di lantai atas. Tetapi, apa itu? Key berguling-guling tidak jelas kesana-sini. Lalu berhenti sebentar untuk memandangku pada jarak 5 meter di depanku. Kemudian berguling ke arahku.

“Kenapa kau berguling seperti itu?” tanyaku begitu ia berada di hadapanku.

Tanpa merubah posisinya yang berbaring miring menghadapku, ia menjawab, “Aku bosan, jadi aku berguling-guling untuk menghilangkan rasa bosanku ini, ngomong-ngomong, apa kau membawa makanan?”

Aku mendekatinya dan duduk disebelahnya meletakkan nampan itu, lalu menurunkan nampan yang barada di atas. Ku lihat Key merubah posisinya menjadi duduk. Ku letakkan nampan berisi makanan dan minuman itu di hadapannya.

“Jinki, bisakah kau mengambil lampu seperti lentera kesini?” suruhnya.

“Bisa, tapi dimana letaknya?” tanyaku mulai berdiri.

“Setelah air mancur, kau belok kiri, di sebelah bunga lili kau bisa menemukannya di sebelah meja nakas,” jelasnya.

Aku mengangguk paham dan mulai beranjak, tapi sebelum beranjak, aku melihat ke arah Key yang duduk sambil memeluk lututnya.

“Key,” panggilku.

Dia menoleh ke arahku, “Ya?”

“Jangan mulai memakan makananmu sebelum aku kembali, arraseo?” ujarku. Entah kenapa aku merasa nyaman jika berada di dekatnya.

Key tersenyum kecil lalu mengangguk dengan semangat. Aku ikut tersenyum jika melihat namja cantik itu tersenyum.

Kemudian berjalan ke arah yang di tunjuk namja cantik itu dengan senter dari handphone lamaku.

Kalau dipikir-pikir, tempat ini gelap juga, kenapa Key betah tinggal disini? Tapi dilihat dari sikapnya tadi, sepertinya ia ketakutan tinggal disini. Aku akan membawanya melihat dunia luar yang indah ini. Dia harus melihat dunia luar.

Aku berjalan menyusuri jalan yang ditunjukkan namja cantik itu. Setelah air mancur, aku harus belok kiri. Kemudian aku di hadapkan dengan pemandangan yang tidak bisa aku lihat dengan jelas setelah melewati berbagai jenis bunga lili.

Disana ada sebuah pintu di antara semak belukar yang seperti sebuah ruangan yang ternyata adalah kamar mandi lengkap dengan shower, bath up, wastafel, dan tidak lupa toilet duduk. Disana juga ada lampu yang menyala otomatis saat kau membuka pintunya. Tak jauh dari situ, ada sebuah tempat tidur ukuran king size dengan bed cover berwarna pink. Di sebelah ranjang itu ada dua meja nakas yang masing-masing meja itu terdapat lampu tidur yang menyala terang sehingga bisa menyinari ranjang dengan sempurna.

Dan itu dia, benda yang ku cari tepat seperti kata Key. Lampu seperti lentera itu berada di sebelah meja nakasnya. Aku berjalan mengambil lampu itu. Dan berjalan ke tempat aku meninggalkan namja cantik itu.

***

Ketika aku kembali, Key tetap pada posisinya. Dia seperti memandang sebuah kalung. Entah aku salah lihat atau apa. Airmata mulai turun dari mata kucingnya. Karena penasaran, aku duduk di hadapannya dan mulai menyalakan lampu itu. Key masih tidak menyadari kehadiranku,bahkan sampai aku duduk di hadapannya dan menyalakan lampu seperti lentera yang kini bersinar sangat terang hampir ke seluruh ruangan.

“Kenapa kau menangis?” tanyaku hati-hati.

Sontak Key menghapus airmatanya itu lalu tersenyum hambar ke arahku.

“Nan Gwenchana, gomawo sudah membawakan lentera itu, kajja kita makan,” serunya dengan nada yang dibuat seceria mungkin.

Aku sih ingin bertanya lebih jauh padanya, tapi tidak jadi karena perutku berbunyi dan mulai memakan omelet yang di campur dengan jamur lalu di atasnya di beri saus teriyaki dan sedikit bubuk cabe. Selain omelet, ada juga sosis goreng disamping omelet. Juga susu putih yang mulai dingin.

Selama makan, Key hanya diam. Untuk memecah suasana aku mulai bertanya.

“Key, kau cukup berani ya? Tinggal disini?”

Key memandangku dengan garpu yang berada dalam mulutnya. Entahlah, tapi kurasa ia cukup imut kalau memasang wajah seperti itu.

“Aku tidak tinggal disini, tapi aku dikurung disini,” jawabnya dengan nada sedih. Kemudian ia menambahkan, “Aku juga tidak kuat membuka pintu perpustakaan ini karena lelah menuruni tangga dari atas sampai bawah.”

Aku merasa salah bicara, bukannya menghibur, tapi malah membuatnya sedih. Pasti tersiksa sekali tinggal sendirian disini.

“Key, apa kau ingin melihat dunia luar?” kataku tiba-tiba seraya memasukkan sosis ke dalam mulutku.

“Jjinja?” Key berbinar-binar.

Aku mengangguk meyakinkan. Dan senyum Key semakin lebar. Lalu memakan makanannya dengan lahap.

Setelah makanan dan minuman habis. Aku mulai membereskan alat makan dan mulai beranjak dari tempat itu. Ketika hendak menuruni anak tangga, sebuah tangan memegang kakiku. Siapa lagi kalau bukan Key.

“Jangan pergi, temani aku disini, aku takut sendirian, dan…” dia menghela nafas sebentar sebelum melanjutkan,

“Kesepian,” lirihnya, tapi masih bisa di dengar olehku.

“Lalu ini mau diletakkan dimana Key?” tanyaku menggoyangkan nampan yang ada di kedua tanganku.

“Taruh saja di dapur, sini aku tunjukkan,” jawabnya lalu menyeretku menyusuri taman yang tadi siang terlihat indah di mataku. Lampu lentera itu berada di tangan kiri Key. Sedangkan tangan kanannya digunakan untuk menyeretku.

Aku terkejut melihat dapur yang berada tak jauh dari tempat dimana ranjang Key berada. Disini juga sangat terang. Lalu kurasakan tangan Key sudah tidak berada di sikuku melainkan nampan yang aku pegang ini beralih ke tangannya. Kulihat Key meletakkannya di tempat cuci piring yang berada di pojok ruangan menghadap ke arah tembok. Di sampingnya terdapat jendela kaca.

Namja cantik itu menyalakan kran air lalu mencuci nampan itu. Aku hanya memperhatikan namja cantik yang telah mencuri perhatianku. Sosok misterius yang cantik. Sosok yang kesepian dan sepertinya haus kasih sayang. Sebenarnya siapakah dirimu?

***

Setelah menunggu selama 5 menit, akhirnya Key selesai mencuci semua peralatan makan kami tadi dan mulai meletakkannya di rak piring yang ada di sebelah tempat cuci piring tadi.

Dia berlari-lari kecil ke arahku. “Kajja,” katanya sambil menarikku agar mengikutinya.

“Key, aku masih memakai seragam,” kataku setelah sampai di tempat yang aku anggap sebagai kamarnya. Yup, tempat yang tadi aku lihat saat mengambil lampu lentera.

“Arraseo, maka dari itu, pakai ini,,,” katanya sambil menyodorkan kaos pink bergambar mickey mouse dan celana kain kotak-kotak berwarna sama.

Dengan pasrah, aku menerimanya dan mulai berganti pakaian di dalam kamar mandi. Tapi saat aku kembali, Key sudah berganti pakaian dengan piyama berwarna pink bergambar teddy bear. Kalau aku sudah jelas, bajuku agak sedikit ketat, tapi masih nyaman untuk dipakai. Sepertinya baju ini kebesaran untuknya.

“Jinki, kemarilah, tidurlah di sebelahku,” ajaknya menepuk tempat kosong di ranjangnya.

“Kau tidak takut aku akan melakukan sesuatu padamu?” godaku. Dia kembali menggembungkan pipinya.

“Kau tidak akan macam-macam padaku,” sahutnya lalu berbaring di ranjang.

Aku tertawa, lalu ikut berbaring di sebelahnya. Ku pandangi wajah cantik Key yang disinari oleh cahaya bulan.

“Yeppo,” tanpa sadar aku mengucapkan kata hatiku. Sontak Key menatap bingung ke arahku.

Apa itu? Ia tersenyum? Cantik sekali kalau dilihat dari gelap seperti ini.

“Gomawo,” katanya tulus.

Aku mengalihkan pandanganku menatap langit lukisan yang berada di atas ruangan ini.tidak terlalu jelas sih, tapi lebih baik daripada membiarkan Key melihat wajah merahku ini. Aku akan mengajaknya melihat dunia luar.

“Key,” panggilku menghadap ke arahnya.

Apa itu? Manis sekali, jika tidur seperti ini. Dia seperti boneka seukuran manusia. Sebenarnya siapa dirimu? Sosok misterius yang kesepin. Key.

Aku peluk Key yang sepertinya mulai kedinginan. “Jumuseyo,” bisikku. Lalu mulai mengikutinya berada dalam alam mimpi.

TBC or END?

 

Otte? mau terus atau End? tolong suaranya (_-_)

74 thoughts on “[Jinkey] Key1

  1. Ni ff fantasy yach thor……?!?!?
    Seru bgt thor critany….

    G’ bsa aQ byanGin gmn rupany Key pas guLing”…. Pasti Lucu…. Hahahahahaha

  2. Ni ff fantasy yach thor……?!?!?
    Seru bgt thor critany….

    G’ bsa aQ byanGin gmn rupany Key pas guLing”…. Pasti Lucu…. Hahahahahaha

    Msak si Onew unyu” dJuLuki Dewa Kematian…..?!?!?

  3. AH sebenarnya aku bingung dengan part 1 ini….
    Entahlah agak sedikit ruwet dipikiranku. Key dikurung di perpustakaan berlantai 8. Otomatis key ada di lantai 8. Lantai 8 tampak seperti taman,dan terdapat kamar berfasilitas lengkap juga dapur. HELL NO!.-. Agak ngga masuk diakal un,susah dicerna.LOL,menurutku.__.v
    Bisa aja key kabur dari lantai 8 itu trs keluar kan?tapi alasannya dia gakuat buka pintu perpus. Ngga ada yg berani keatas?wth bagaimana dengan lantai 7 perpus?Penjaga perpus otthe?kkkkk xD
    Key make seragam SM academy. Semua siswa kenal Key tapi,mereka nganggep Key itu seram. Wait…..Jadi Key juga sekolah sebagai siswa sewajarnya di SM academy?tapi katanya dia gakuat buka pintu perpus?AKU BINGUNG UN SUMPAH:””'(
    Jelasinnnnn😥 apa di part selanjutnya ada penjelasannya?
    Oke capcus part 2

  4. Hwaa!!
    Kyaaa!!
    #heboh#
    Baru part 1 ajj ud menarik bgt..

    Ketawa pas bayangin key guling-guling kebosanan..

    Penasaran knp key gx bisa keluar & alasan’a gx kuat buka pintu perpus’a?
    Trus onew koq bisa??
    Ige mwoya?

    Klo key gx bisa kluar koq org” tau key siswa SM academy??

    #lanjut baca part2#

  5. Hwaa!! Kyaaa!!!
    Cerita’a bagus bgt
    #teriak”gx jelas#

    Ngakak ngebayangin key guling-guling kebosanan..

    Btw knp key gx bisa kluar? Koq gx bisa buka pintu? #pdhal onew bisa bebas kluar masuk#
    Knp key dianggep nyeremin? Key siswa di academy itu kn??
    Penasaran bgt, bnyk hal” yg janggal
    #lnjut baca part2#

  6. huuwaaa…
    Hwaa!! Kyaaa!!!
    Cerita’a bagus bgt
    #teriak”gx jelas#

    Ngakak ngebayangin key guling-guling kebosanan..

    Btw knp key gx bisa kluar? Koq gx bisa buka pintu? #pdhal onew bisa bebas kluar masuk#
    Knp key dianggep nyeremin? Key siswa di academy itu kn??
    Penasaran bgt, bnyk hal” yg janggal
    #lnjut baca part2#

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s