[Onkey] Intimate Baby – part 3 of ?


[onkey] Intimate Baby part 3
Cast : Lee Jinki aka Onew & Kim Keybum and little JIBUM (AOC)
Genre: Romance, drama, fluff, friendship
Rate : G – till protect

Author: Sanniiewkey~

Warned:
None of the materials provided in this fanfic may be used, reproduced or transmitted, in whole or in part, in any form or by any means. No parts of this fanfic are to be copied without permission in writing from the author.

<< PREV PART

“Tidak apa Hyung, kami sudah ada di pusat informasi … neh neh, semua baik-baik saja, aku bersama Key sekarang, neh … arraso, nanti aku hubungi kalau Jibum sudah ketemu … neh anyyeong …”, ucap Onew kemudian menutup ponselnya.

Onew menoleh ke sampingnya, Key masih berdiri dalam diam, namun matanya menyapu seluruh mall, dan ia bisa lihat wajah Key sudah sangat panik dan ingin menangis, namun sepertinya namja itu menahannya karena gengsi pada nya.

“Jangan khawatir Key … kita pasti menemukannya..”, ucap Onew mengusap lengan Key yang entah sejak kapan melingkar di lengan kiri Onew. Bukan jawaban dari Key yang ia terima, namun cengkraman di tangannya semakin keras, ia lihat Key perlahan duduk di kursi tunggu dan membuat Onew duduk disampingnya.

“S-semua salahku, seandainya tadi aku pegang tangannya … seandainya aku tidak marah-marah padamu di telpon …”, Key mendongak , namun sejurus kemudian ia menatap Onew geram, “Benar! coba kau tidak bodoh menghubungiku. Kau kan bisa cari aku, aku sudah beritahu dimana tadi, kau malah … kau … urgh!!”,

Onew yang melihat Key mengumpat seperti itu hanya bisa terdiam, ia tahu, meski Key suka berkata ketus tapi sebenarnya ia yakin ia tidak bermaksud mengatakan itu padanya.

“Pabo …”, bisik Key parau, ia melihat Key mengusap wajahnya kasar, dan berusaha menutupi air mata yang akan jatuh ke pipinya. Onew yang menyadari itu, dan tahu bahwa mereka masih dalam kondisi filming langsung berdiri menghalangi kamera.

“Mau apa ka–” ucapan Key terhenti ketika kepalanya ditarik oleh Onew dan ia hempaskan ke bagian perutnya. ‘K-kau …”

“Jangan menangis didepan kamera, kau akan menyesalinya, kau tidak mau reputasimu turun karena kau menangis kan?”, ucap Onew tidak tahu membuat alasan apa.

Key ingin perotes, namun tidak bisa, saat itu ia benar-benar panik , dan ia merasa bersalah pada Jibum. Sudah begitu ia malu pada Onew, dia yang salah, namun ia yang timpali semuanya pada Onew, namja itu bahkan tidak pernah menyalahkannya.

“Pabo!” ucap Key memukul perut Onew. Onew hanya berdecak menanggapinya, mengelus sisi belakang kepala Key cepat dan menepuk punggungnya. Entah kenapa itu membuat Key merasa lega, dan ia menyukai kelembutan Onew padanya.

“UMMA, APPA!!”,

Onew dan Key menoleh ke sumber suara, sontak Key yang tahu suara itu dan melihat siapa yang memanggilnya langsung berlari ke arah Jibum yang sedang digandeng dengan seorang yeoja cantik.

“Jibum!! Oh my god!”, ucapnya histeris dan mengangkatnya kegendongannya. “Oh my god! kau kemana saja? kau membuat umma khawatir! jangan lakukan itu lagi!”, ucap Key mengguncang tubuh Jibum berkali-kali,

“U-umma …*hiks* m-mianhe …”,
Key terkejut ketika Jibum mulai terisak karena bentakan dari mulutnya,
“Sssh … jagoan tidak boleh menangis, Umma mu hanya khawatir … “, Onew yang berdiri disamping Key tersenyum pada Jibum dan menepuk pelan pundaknya, ia masih tidak berani menyentuh Jibum, hanya saja ia perlu lakukan itu.

“Mian …mian, Umma hanya khawatir, mianhe Jibummie ..”, Key langsung memeluk Jibum dan menepuk punggungnya untuk membuatnya tidak menangis. Onew tersenyum melihat pemandangan didepannya itu, Key yang selalu ketus padanya itu memang selalu terlihat lebih di mata Onew, karena bagi Onew, Key yang sedang berhadapan dengan anak kecil itu terlihat lebih manis dan juga cantik.

“Ah, gamsahabnida noona sudah mengantarkan Jibum kami …”, Key melihat Onew membungkuk berterima kasih pada yeoja didepan mereka. Key hendak mengatakan terima kasihnya , namun ketika ia melihat ekspresi yeoja itu entah kenapa ia menjadi kesal.

“N-neh Onew Oppa … aku bukan noona … aku masih dibawah umur mu ..”, katanya terkekeh malu, Key mengerutkan alisnya, “Jibum sangat lucu, tadi aku lihat dia berdiri di dekat tempat bermain, kemudian aku dengar pusat informasi … maka aku pikir kau pasti mencarinya …”,

“Oh, hahaha … benarkah? terima kasih neh~”, ucap Onew tersenyum manis, Key melihat ke arah Onew dan yeoja itu, yang membuatnya tidak suka adalah yeoja itu seakan menaruh perhatiannya hanya pada Onew.

“Oppa harus berusaha lebih keras untuk mendekati Jibum, dia anak yang lucu , semangat yah Oppa …”, Ok, enough! entah kenapa lama-lama Key bisa muntah melihat yeoja itu tebar senyum dan sikap genitnya pada Onew.

“Oh, kau yang mengantarkan Jibum? gamsahabnida noona …”, Key berkata sambil menggeser tubuh Onew kebelakang, ia sengaja menyebut kata ‘noona’ untuknya. Entah, Key kesal sekali dengan caranya cengengesan seperti itu didepan Onew. urgh…

Onew hanya berdecak pelan dan tersenyum pada yeoja itu, “Sekali lagi terima kasih yah , dan terima kasih atas dukungannya, aku akan berusaha.”, ucap Onew terssenyum.

“Neh … Oppa … kalau begitu semoga sukses, aku pamit dulu, annyeong Key Oppa … annyeong Jibummie …”, yeoja itu pergi begitu saja, Key hanya tersenyum dan melambai seperlunya, yeah yeah … just go …

“Key …”,

“Apa?!”, Onew mengernyitkan dahinya mendengar sautan sinis dari Key, ini dia… Key kembali lagi ke sifat asalnya.

Onew hanya menarik nafas dan tersenyum, “Kita pulang saja, belanjanya bisa nanti saja, lihat Jibum juga sudah lelah sepertinya …”, ucap Onew menunjuk ke arah Jibum yang tidak Key sadari sudah bersandar di pundaknya dan tertidur pulas.

“Aigo. Kajja!”, Key tidak perdulikan Onew yang sibuk berterima kasih pada pegawai pusat informasi dan juga menghubungi managernya bahwa semua sudah aman terkendali.

Namun, belum sempat mereka sampai diparkiran tiba-tiba Key berhenti berjalan, dan Onew yang terbiasa jalan sambil menunduk itu hampir menabrak sosoknya yang sedang menggendong Jibum. “Kenapa Key?”, tanya Onew yang melihat Key berhenti dan kemudian berbalik menatap Onew sejenak, namun ketika Onew menatapnya balik Key malah melengos.

“Memangnya … kalau kau didepan semua fans, kau … selalu begitu yah?”, tanya Key melirik Onew kemudian ke arah lain, kemudian menunduk ke tanah, dan melirik Onew lagi, sebelum membuang mukanya lagi. Onew yang ditanya begitu mengerutkan alis dan menatap Key bingung.

“Mak …sud..nya??”, tanya Onew perlahan-lahan menggaruk sisi kepalanya. Key mendengus dan menatap Onew kesal.

“Ck, yasudahlah! kalau tidak tahu tidak usah dijawab! pabo!”, cecar Key kesal dan berbalik begitu saja, kameramen yang menangkap adegan itu hanya bisa terkekeh, Onew masih tidak mengerti, dia menatap punggung Key dan melihat ke arah kameramen.

“Kenapa Hyung tertawa? dia sedang marah padaku Hyung! apanya yang lucu?”, tanya Onew dengan tampang bodohnya. Kameramen hanya terkekeh lagi dan mematikan kameranya.

“Kau yang lucu Onew-shi!”, kekehnya, Onew hanya menganga, sebelum ia mendengar teriakan lagi dari sang diva di kejauhan.

“YAH! mau pulang tidak?!!”,teriak Key yang sudah memasukan Jibum kedalam mobil dan berdiri di pintu kemudi. Onew mengangguk dan berlari, namun ia sempat dengar kameramen berkata…

“Key cemburu padamu Onew-shi …”

Onew terhenti sejenak dan melihat ek arah kameramen yang sudah masuk ke van nya dan meninggalkannya yang terpaku, apa ia barusan salah dengar atau apa? Key … Key kenapa katanya? suka pada siapa?

“Kau ini lama sekali sih?! memangnya aku selalu harus menunggumu apa? kau selalu membuat ku menunggu, kau menyebalkan!”, ucap Key ketika Onew sudah masuk kedalam mobil.

“Mianhe …”, ucap Onew yang masih merasa bingung, ia tidak sadar menatap Key dengan lekat, benarkah Key suka …padanya?

“A-apa kau? jangan tatap aku begitu, aku sudah memaafkanmu!”,

Onew masih menatapnya, kalau memang Key tidak suka buat apa ia bertanya padanya tentang caranya bersikap apda fans?

“Heh! aku bilang aku sudah memaafkanmu Onew!”,

Kalau Key tidak suka padanya, ia tidak akan bertingkah menyebalkan pada orang yang sudah menemukan Jibum, bayangkan! JI-BUM, satu-satunya orang yang Key sukai dalam acara mereka.

“Onew, stop staring at me!you scaring m–“

“Tenang saja Key, aku tidak selalu bersikap lembut depan fans ku!”, ucap Onew tiba-tiba, Key menganga.

“Apa–“

“Tenang saja, kau tidak perlu khawatir, kau dan Jibum adalah prioritas utama ku setelah SHINee sekarang.”,
DARN!
Seperti disambar petir, ucapan Onew kali itu cukup membuat wajah Key memerah … ‘Prioritas’ kata itu bermakna penting, meski ambigu, tapi … itu penting!!

Terlebih kata itu bisa terdengar benar akan ambigu ketika si Onew bermata sipit yang lemotnya selangit , dan juga 15% dalam hidupnya dipenuhi ketidak beruntungan dalam hal sangtae itu berkata pada Key dengan wajah innocentnya …

“B-benarkah?”, tanya Key bodoh melihat ke depan jalan,

“Ya ya ya!”, ucap Onew bodohnya, Key ingin tersenyum, namun ia mengulumnya , teriakan ‘YA’ apa itu? lucu sekali! Oh, tunggu, baru saja ia katakan Onew itu lucu??

“Pabo.”, hanya itu yang kemudian keluar dari mulut Key sebelum ia menyalakan mesin mobil,

“Maka, aku akan belajar menyetir dan ikut tes mengemudi. Supaya aku bisa ambil andil dalam menjaga Jibum, sebagai gantinya agar kau bisa menjaga Jibum tanpa perlu menyetir.”, ucapnya terkekeh, kali ini Key ingin tersenyum lagi, namun ia cegah.

“Terserah.”, ucap Key melihat ke arah lain, ia merasa senang, setidaknya, Onew ada usaha, dan terlebih cara Onew tadi ketika menghiburnya dalam keadaan panik mencari Jibum, itu … simple, namun, untuk seorang Onew yang hampir tidak pernah terlihat serius itu, merupakan suatu hal yang mengetuk hatinya.

Disisi lain, Onew yang ‘sudah’ mengetahui alasan kenapa Key marah padanya karena yeoja tadi, ia tidak bisa menyembunyikan kegembiraan dihatinya … Key …suka padanya? itu sebuah …WAW yang luar biasa.

.

.

Key dan Onew menatap kertas yang tergeletak di atas meja dengan terbengong. Kertas itu datang pada mereka, ketika mereka datang ke lokasi syuting untuk filming, saat itu Jibum sudah tertidur pulas karena lelah pulang dari sekolah TK nya.

“Ini … jinjjayo?”, tanya Key menunjukkan kertas itu lagi dan bertanya pada PD-nim. PD-nim hanya mengangguk dan tersenyum. “Waee??”, perotes Key, Onew hanya terdiam dan mengigiti bibir bawahnya, ia sedang berpikir …

[Pokoknya kalian diminta datang sebagai perwakilan dari wali Jibum, besok dan lusa kan adalah pertandingan festival olahraga sekolah Jibum … lagi pula, jadwal kalian di SHINee dan Wings sedang libur, jadi pas sekali]

“Iya … tapi kenapa harus kami? bukankah Jibum punya orang tua? mereka juga akan datang besok kan?”, tanya Onew kemudian, namun pertanyaan nya itu tidak dijawab oleh PD-nim, dan seluruh kru memilih diam. Key mengerutkan alisnya, ia seperti merasakan ada sesuatu, tapi entahlah …

“Kami datang hanya sebagai walinya, dan memberikan ia semangat? seperti itu?”tanya Onew lagi.

[Tepat sekali]

Key dan Onew menarik nafas, mereka saling bertatapan sejenak, menyeleksi dari ujung kepala hingga batas badan bawah dan Key menoleh ke arah lain.
“Kita bahkan tidak terlihat sebagai orang tuanya, apalagi … tidak dengannya …”, ucap Key menunjuk Onew dengan telunjuknya.

“Besok akan mulai jam berapa acaranya?”, tanya Onew mengalihkan pembicaraan, Key diam-diam ikut mendengarkan pertanyaan Onew.

[Besok akan di mulai jam 9 pagi. Jadi sebaiknya kalian sudah siap jam 8 pagi.]

Onew hanya menangguk dan tersenyum, “Aku tidak sabar melihat Jibum besok, ia akan lomba apa yah? aku penasaran dia pasti hebat dalam olahraga, ya kan Key?” Onew menoleh dan tersenyum pada Key. Key hanya mengangguk dan melihat ke arah lain.

Onew tersenyum melihat Key … kenapa setiap Key terlihat bosan,marah, dan tidak suka melakukan sesuatu malah terlihat lucu?

“Tidakkah kau berpikir kita harus memikirkan sesuatu , seperti apa yang bisa kita lakukan untuknya besok?”, tanya Onew memecah kesunyian mereka. Key mendengar itu langsung tertarik, ia menoleh ke arah Onew dan membelalakan matanya. Onew terkekeh, seperti tahu apa yang akan di ucapkan Key.

“Buatkan sesuatu untuknya!”, ucap Key semangat sampai menepuk tangannya , Onew terkekeh.
“Neh neh … makanan kesukaannya, ia pasti akan makan lahap jika habis lomba besok!”, kekeh Onew,
“Kau benar! aku harus buatkan makanan untuknya!”
“Kau harus buat makanan favoritnya Key … ”
“Iya, makanan apa yah yang dia suka … kita harus belanja ke supermarket untuk keperluan bekalnya besok ,Onew!”
“Sebaiknya tunggu Jibum bangun, dan tanyakan makanan apa yang ia suka … baru kita pergi kesana bersama ..”, Onew tersenyum lebar.
“Ahhh~~ iya iya benar, kau pintar Onew!”, ucap Key mengguncangkan lengan Onew dengan semangat, tanpa sadar bahwa Onew tersenyum padanya. Namun hal itu tidak bertahan lama, Key yang sadar akan tingkahnya itu langsung melepas kan tangannya, berdeham sejenak dan menegakan posisi duduknya.

“A-aku mau ambil minum, kau mau tidak?!”, itu terdengar seperti mengomel dibanding menawarkan minuman.

Onew hanya tersenyum pada Key,”Boleh.”, ucapnya. Key yang melihat senyum itu terus membuat bulu kuduknya merinding, kenapa ia harus selalu tersenyum seperti itu? itu membuat Key …

“Urgh.”, umpatnya kecil, sial, jika ia terus bersama Onew , dan melihat senyumnya itu yang terus berkembang bak matahari yang bersinar cerah … ia takut, ia takut akan jatuh hati pada senyum itu, dan terus mengaguminya.

“Urgh … apa sih.”, umpatnya kecil. Yang Key tidak tahu Onew tersenyum puas, setidaknya ada kemajuan, Key tidak marah-marah padanya hari itu (apanya yang tidak marah-marah?? ==”), dan PD-nim yang menangkap semua adegan itu merasa puas, setidaknya acaranya berjalan dengan baik.

.

.

Onew terbangun dengan suara bising yang ditimbulkan dari dapur, ia bukan tipe orang yang mudah untuk bangun pagi. Bahkan , jika di SHINee, orang yang selalu membangunkannya adalah Minho, kemudian Jonghyun, jujur saja, sebagai leader, ia adalah orang yang tidurnya paling lelap dan sulit untuk terbangun … namun, kali ini, bukan hanya suara bising, tapi bau sedap yang ia cium dari arah dapur dan masuk kedalam kamar membuat nya terbangun, dan perutnya merasa lapar …

“Umm …”, ia merentangkan tangannya, dan melirik ke atas tempat tidur, ia melihat Jibum masih tertidur dengan lelap, tangannya meremas bantal guling dan mulutnya terbuka sedikit. Onew tersenyum melihat pemandangan pagi didepannya itu. Namun, ia baru sadar kalau Key tidak ada disamping Jibum seperti biasanya …

“Key …?”, panggilnya, ia terduduk, menguap selebar-lebarnya, sebelum beranjak dari kamar menuju kearah dapur.

Sayup-sayup ia dengar suara denting perkakas dapur berbunyi disana, perlahan ia berjalan dan melihat sosok Key yang sedang berdiri di depan kompor dibalut dengan apron berwarna pink, sutil ditangan, dan juga buku masakan di tangan kirinya. Satu lagi pemandangan yang paling mengejutkan dipagi hari Onew …

Ia perhatikan Key yang sedang asik memasak, mulutnya mengunyah entah apa, dan bergumam pelan sendirian. Onew sebenarnya tidak mau menyapa Key terlalu terburu-buru, ia ingin mendekat perlahan dan mengintip apa yang di masak Key di pagi hari buta … namun, itulah Onew, 75% dalam hidupnya penuh dengan sangtae.

JEDUK
“aH!!”, Onew terkesiap ketika tidak sengaja ia tersandung kaki meja,

“AH!”, Key ikut teriak mendengar teriakan dibelakangnya, dengan masih wajah terkejut ia melihat Onew tersungkur di tanah sambil memegangi kakinya. “O-onew! kau mengejutkanku! apa yang kau lakukan?!”, desis Key kesal berdiri didepan namja chubby itu yang masih meringis kesakitan.

“P-pagi Key … hehehe …m-mianhe, aduuh …mengagetkanmu …, aduh sakit …”, desisnya mengusap jempol kakinya. Key menatap Onew kesal dan menarik nafasnya,

“Makanya kalau kau bangun tidur jangan seperti zombie, berjalan dengan mata masih tertutup, bukan cuma mengagetkanku, tapi kau juga bisa menyelakai dirimu sendiri, kau tahu tidak?”, desis Key

Oke, alarm omelan Key ketika melihat Onew dimulai dari …sekarang!

“A-arrasoo Key … mianhe, aku hanya ingin melihat mu tadi, tapi malah tersandung…”, ucap Onew memelas, Key menatap Onew dari atas dengan tatapan jengah dan tidak tahu harus mengomel apa, karena …ehm, cara Onew memelas sungguh terliahat manis, dan itu membuat Key jadi salah tingkah.

Key hanya berdecak, ia menaruh buku masakannya dan membantu Onew berdiri dan mendudukinya di atas kursi makan, Onew yang menerima perlakuan begitu hanya merasa takjub dan tersenyum, “Jangan senyum-senyum , aku hanya membantu seorang younggam yang ceroboh didalam rumah ini.”, Onew terbelalak, Younggam? bukannya, itu panggilan untuk seorang namja tua?

“Ah, Key masakannya!”, onew terkesiap ketika melihat air didalam panci meluap ke luar. Key yang terkejut langsung berlari dan tanpa pikir panjang mengangkat panci itu dengan tangan kosong.

“AHH!!!”,

“Yah Key!”, Onew berlari menuju Key dan mematikan kompor, kemudian menarik lengan Key kesamping dan membenarkan letak panci yang hampir jatuh, dan bahayanya mungkin bisa tumpah dan mengenai kaki Key.

“Sssh …”, Onew melihat ke arah Key yang mengibaskan tangan nya karena terkena panas panci, dengan sigap ia tarik tangan mungil Key dan menaruhnya di bawah siraman air wastafel.

“Mianhe …”, ucap Onew pelan, Key tidak menjawab, ia sibuk menahan perih dan juga debaran jantungnya, karena bukan hanya tangan nya yang digenggam Onew, tapi juga jarak mereka yang begitu dekat, tidak bisa dipercaya, Onew yang baru bangun tidur saja wanginya harum …

“Duduklah, sepertinya aku melihat ada salep di kotak obat kemarin …”, ucap Onew yang pergi dan kembali dengan cepat, ia mengolesi jari-jari ramping Key sambil meniupinya dengan lembut. “Sudah … gwencana?”, tanya Onew mendongak, Key yang dari tadi terdiam hanya bisa mengangguk dan menarik nafas. Onew tersenyum melihatnya, dan ia tidak melewatkan sedikitpun seburat merah di pipi Key saat itu.

“A-aku akan melanjutkan bekal untuk Jibum, dan siapkan sarapan, sebaiknya kau bangunkan Jibum …”, ucap Key langsung berdiri , Onew menatap punggung Key dan menarik nafas,

“Baiklah …”, jawabnya,

“Gomawo.”, Onew menoleh mendengar ucapan terima kasih dari mulut Key, ia hanya tersenyum dan bergegas menuju kamar Jibum, sebaiknya ia tidak katakan apapun, sebelum Key berubah buas lagi karena sikap gugupnya.

.

.

“Umma dan Appa akan pergi bersamaku??!”, tanya Jibum yang sudah duduk di kursi makan dan mengunyah bacon dan scramble egg nya, Key dan Onew bertatapan dan tersenyum padanya.

“Tentu saja! untuk apa kemarin kita belanja banyak? kami belanja untuk memasak bekal untuk mu Jibummie ah~”, ucap Key mencubit hidung mungil anak itu, Onew hanya tersenyum melihat Key yang totally 180 derajat berubah jika didepan anak kecil. sikapnya terlihat sangat manis dan lembut … tidak seperti didepannya, meski ia sedikit kecewa, namun ia tidak masalah … karena ia sudah terlanjur suka dengan apa yang ada di diri Key.

“Appa ikut kan? berarti Appa dan Umma bisa lomba bersama!”, ucap Jibum tertawa senang menepuk tangannya,

“Neh neh … Appa ikut, Appa akan memenangkan lomba, Jibum juga, makanya kau harus makan yang banyak!”, ucap Onew tersenyum, good Onew, setidaknya kau bisa berbicara dengannya. Key yang merasa ada kemajuan tersebut menatap Onew takjub.

“Jibum pasti menang!”, ucapnya semangat, Onew melirik ke arah Key dan tersenyum padanya, Key hanya melihatnya sejenak dan membuang wajahnya kembali serius pada Jibum disisinya. Meski dalam hati ia merasa gugup juga selalu menerima tatapan dan juga senyum manis dari Onew.

.

.

Key, Onew, dan juga Jibum keluar dari dalam mobil, seluruh siswa bersorai melihat ada 2 idola negara mereka datang kesekolah, dan mereka ikut senang karena salah satu teman mereka, atau bahkan teman sekelas mereka beruntung untuk ikut dalam acara yang di perankan oleh dua idola mereka itu. Key dan Onew sebagai idola, menjaga image mereka dengan terus tersenyum dan menyapa dengan ramah, baik itu siswa TK disana, orang tua murid yang ikut heboh, guru, bahkan noona fans mereka yang sengaja datang men-stalk mereka.

“Aku khawatir ini akan berjalan lancar, kasian Jibum, kalau begini ributnya kita bisa repot.”, ucap Key kesal sambil menggendong Jibum dan merasa tidak suka dengan situasi disana. Onew hanya tersenyum dan berjalan mengikuti arahan dari pihak sekolah, memberikan mereka tempat yang nyaman.

“Tenang saja, kita lakukan yang terbaik, kita fokuskan saja perhatian kita pada Jibum, kita disini untuknya kan? bukan untuk mereka?”, tanya Onew berbisik.

“Tapi kau lihat sendiri kan?”

“Arraso … tapi jangan sampai rasa tidak nyaman kita mempengaruhi Jibum. Kau ingin Jibum senang kan hari ini?”, tanya Onew. Key menoleh dan melihat Onew tersenyum padanya, “Lagi pula, lihat, disana juga banyak yang mendukung kita, jadi kita lakukan yang terbaik, Jibum pasti senang jika kita menang lomba …”, ucap Onew terkekeh dengan bodoh, Key melihat ke arah kerumunan fans yang salah satunya berteriak heboh sambil membentang baner panjang bertuliskan Onkey : Onew & Key. FTW!!!.

“A-apa itu?!!”, pekik Key, Onew hanya tertawa … dan Key yang melihat itu hanya bisa cemberut namun pipinya diam-diam memerah karena itu.

Tak lama festival olahraga itu pun dimulai, festival itu mengharuskan setiap kelompok sesuai umur mengikuti lomba, dan juga ditambah dengan ke ikut sertaan keluarga dari siswa dalam lomba menambah kemeriahan acara tersebut.

Key dan Onew menyemangati Jibum yang sudah bersama-sama teman-teman sekelompoknya mengikuti lomba, Key tidak lelah mengibaskan handuk di tangannya menyemangati Jibum, dan Onew berdiri disampingnya mengibaskan pompom yang ia rebut dari pemandu sorak.

Key hampir berteriak dan berlari kencang ke arah Jibum ketika namja kecil itu memenangkan lari estafet yang menurutnya cukup melelahkan bagi anak umur 5 tahun.

“Jibum menang ~~ Onew ah! lihat, our Jibum is the winnerrr~~~”, pekik Key menarik lengan kanan Onew dan melompat kesenangan, Onew hanya tertawa dan melihat Jibum berlari ke arah mereka.

“Ummaaa …Appaaa … Jibummiie menang!”, pekik namja kecil itu dan langsung hinggap digendongan Key, moment berharga itu terlihat begitu menyenangkan di mata fans dan juga PDnim,terlihat sangat natural, Onew yang dengan ragu mengusap lembut kepala Jibum dan Key yang mencium pipi Jibum dengan sayang dan terkekeh bersama nya.

Tidak lama pembawa acara mengumumkan bahwa saatnya tiba perlombaan antara orang tua dan anak mereka, kali ini, Appa dari setiap siswa harus ikut bersama anaknya dan berlomba.

“Nah, kau maju Key! menangkan lombanya!”, ucap Onew tersenyum, Key yang memang tidak suka olahraga dan yang paling penting adalah … kepanasan dan berkeringat di atas sinar matahari dengan jelas menolak dari tatapannya.

“Aku? Tapi–“

“Kenapa Umma? kan sekarang Appa dan aku … berarti Onew Appa, bukan Kibummie Umma..”, ucap Jibum merengek. Key tersenyum menang menatap Onew.

Onew yang di minta seperti itu mendadak panik menyergapinya, “T-tapi …”

“Onew … kau ingatkan kita disini untuk apa?”, tanya Key menyengir, Onew menatap Key memohon, please … dia masih belum siap menyentuh Jibum lebih jauh, ia masih takut berdekatan dengan Jibum. Key mendesis pelan, membuat Onew bergidik, ia melihat ke arah Jibum yang menunggunya. Dengan tarikan nafas terakhir ia mengulurkan tangan ke arah Jibum, dan dengan senang hati namja kecil itu memekik girang dan menarik tangan Onew menuju lapangan.

Onew menatap sekali lagi ke arah Key, Key yang berdiri disana malah mengangkat tangannya dan bergumam ‘HWAITING ONEW!’ sambil mengibaskan pompom dengan semangat, Onew menarik nafas dan tidak ada pilihan lain, ini demi Jibum, pikirkan Jibum!

“Appa!”, Onew melihat ke arah Jibum dan tersenyum, “Appa kita harus menang yah? aku mau tunjukan pada teman-teman kalau Appa ku hebat …”, ucap Jibum senang, matanya begitu indah, membuat Onew mengingatkannya pada salah satu orang yang ia kenal, seperti … Taemin kah? ya benar, namja yang satu band dengan Key itu mempunyai tatapan mata yang sama, dan Onew yang juga dekat dengan namja itu merasa ingat padanya.

“Baiklah! Appa akan berusaha!”, ucap Onew mengepalkan tangannya tanda ‘Hwaiting’.
“Ucapkan yell kita, Appa!”

Onew berpikir sejenak, “hmm…ya ya ya, Onjibum hwaiting!”, ucap Onew asal, Jibum terkekeh, dan Key yang mendengar itu bergidik geli, terlihat bodoh , namun itulah Onew … ia tersenyum ketika Jibum ikut meneriaki yell khas ciptaan Onew itu.

Onew menggendong Jibum dalam permainan merebut bola dengan cara pingsuit, mereka sudah berusaha sebaik mungkin, namun banyak yang lebih kuat, meski begitu Jibum tetap tertawa karena ia senang bisa melakukannya bersama Onew. Dan Onew merasa lega karena Jibum tidak masalah karena kekalahanya.

Selain itu giliran Key untuk berlomba bakiak bersama Jibum, meski kalah juga, Jibum tetap tertawa. Dan sampai ada pula Key dan Onew lomba bersama dalam lomba balap karung berpasangan, hal itu membuat Onew dan Key merasa bahwa kecanggungan dan juga sikap saling menjauh dari mereka sedikit hilang, mereka merasa fun melakukan itu, bukan lagi hanya demi Jibum, namun rasa bahagia itu benar-benar muncul di hati mereka.

.

.

Mereka duduk bertiga di bawah pohon rindang dan menggelar alas duduk bersama disana, saatnya istirahat dan makan, seluruh keluarga menempati tempatnya masing-masing, dan mengeluarkan bekal makanan mereka, anak-anak mereka pun ikut senang.

“Nah, ini aku siapkan khusu untukmu Jibummie …”, ucap Key mengeluarkan bekal dari dalam tas makannya dan menggelarnya didepan Onew dan Jibum, Key berdecak ketika ia buka bekal itu, ia melihat Onew dan Jibum menatap bekal itu dengan mata lapar dan juga air liur yang siap menetes, good, sekarang ada dua namja kelaparan didepannya.

“Omo, Key! kau buat ini saat aku dan Jibum bersiap tadi pagi? waw, ini terlihat enak!”, ucap Onew takjub, Key berdecak.
“Neh benar Appa! Umma jjang yo Jjang!”, Jibum menunjukan kedua jempolnya, Key hanya mengelus kepalanya sayang dan mengeluarkan tisu basah mengelap tangan Jibum sebelum memberikannya sumpit untuk makan.

“Eh! Onew!”, cegah Key melihat Onew yang juga ingin mengambil bekal Jibum, Onew cemberut dan menatap Key memelas, Key hanya menarik nafas dan mengeluarkan bekal lain dari dalam tasnya.

“Bukan itu milikmu …”, ucap Key tidak mau menatap Onew, Onew tersenyum melihat bekal lain didepanya, ” …ini punyamu, kita makan yang satu ini, yang itu untuk Jibum saja …”ucap Key masih menyembunyikan wajahnya dari Onew. Onew tersenyum tambah lebar ketika melihat sajian didepannya, lezat!! dan yang terpenting adalah, AYAM!!

“Uwooh, daebak!!! jinjjayo! aku tidak tahu aku bisa masak makanan se lezat ini walau hanya baru dilihat saja!!”, ucap Onew ceria, Key hanya menatapnya jijik, sumpah, Onew itu hidup jaman purba atau apa? seperti ia tidak pernah makan makanan seenak itu saja, makanan seperti itu kan biasa dimakan jika fans mengirimkannya atau orang tuanya memngirimkan mereka disela kesibukan mereka?

“Wah , bekal Jibum enak sekali …”, sorak teman-teman Jibum dari kejauhan, Jibum yang mendengar itu hanya tertawa dan berteriak.

“Tentu saja … Umma ku yang siapkan, hebatkan? Kibummie Umma ku masakannya enak!!”, pekiknya, Key yang mendengar kata ‘UMMA’ langsung tersedak,
“J-jibumm …”, rengek Key yang malu karena seluruh orang tua disana terkekeh mendengar ucapan polos Jibum, Onew hanya bisa tersenyum menatap Key yang wajahnya memerah.

“Benar, masakan Kibummie ‘UMMA’ memang enak!”, tambah Onew, Key yang mendengar ejekan secara langsung itu melirik Onew kesal, namun namja itu seakan tidak perduli padanya.

“Jibum, jadi Umma dan Appa mu namja yah? pantas mereka tidak pernah datang kesekolah …”, seorang anak tiba-tiba berteriak, Key dan Onew menoleh kaget, anak itu langsung kena pukul oleh orang tuanya dan meminta maaf pada Key dan Onew.

Key dan Onew yang clueless akan itu hanya bisa diam, dan keduanya langsung melihat kearah Jibum yang hanya diam dan meneruskan makannya, ada yang mengganjal, Onew dan Key tahu ada sesuatu, dari cara PD-nim yang tiba-tiba seakan tidak mendengar dan juga dari cara Jibum bertingkah, ada apa dengan namja kecil mereka itu?

Onew dan Key hanya bisa saling berpandangan, dan meneruskan makan mereka, meski didalam pikiran mereka ada sesuatu yang perlu mereka ketahui.

.

.

“Biarkan aku saja yang gendong Jibum.”, ucap Onew tiba-tiba, Key terkejut, benarkah? bukannya Onew tidak mau menyentuh Jibum?

“Kau … yakin?”, tanya Key tidak percaya, Onew yang turun dari sisi penumpang dan membuka pintu mobil belakang hanya tersenyum.

“Tentu saja, jangan khawatir, aku usahakan aku tidak tersandung dan membuat kami berdua dalma bahaya.”. ucap Onew tersenyum. Key menatapnya datar dan terkesan seperti bukan-itu-maksudku-pabo-look.

“Okelah.”, Key mengambil seluruh tas makan dan juga tas Jibum digendongannya, berjalan duluan kemudian diikuti oleh Onew yang menggendong Jibum yang tertidur di jok belakang dengan bridal style.

“Jumuseyo PD-nim …”. ucap Onew pada seluruh kru sebelum masuk kedalam rumah dan direkam dengan kamera CCTV yang khusus disediakan didalam rumah.

“Kau bisa gantikan baju Jibum? aku akan bereskan sisa makanan kita, dan sebaiknya kau mandi duluan saja.”, ucap Key langsung berlalu, Onew hanya mengangguk kemudian masuk kedalam kamar mereka.

Ia letakan Jibum di atas kasur dan menatap sosok malaikat kecil yang sudah hampir 2 bulan bersamanya itu. Entahlah, sepertinya ia mulai terbiasa dengan keberadaan anak kecil terutama Jibum dihidupnya, ia belai rambut Jibum dan mengecup kening nya sayang.

“Kau lucu sekali, kau pasti capek kan? kau sudah lakukan yang terbaik Jibummie ah~”, ucap Onew tersenyum pada Jibum yang tertidur. Onew berdiri, menuju kekamar mandi mengambil baskom berisi air dan lap, sebelum kembali dan membuka seluruh baju namja kecil itu, menyekanya dengan sayang dengan lap basah, membuat tubuh namja kecil itu bersih dari debu , sebelum memakaikan lagi pijama untuknya.

“Nah, sudah bersih, jumuseyo Jibummie ah~”, ucap Onew berbisik dan mencium pipi Jibum, menarik selimut menutupi tubuh mungilnya dan menarik nafas, bangga akan kerja kerasnya untuk berusaha sebaik mungkin dekat dengan Jibum.

.

.

Key keluar dari kamar mandi , mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, dan mengecek kedalam kamar, melihat Jibum kecil tertidur pulas, ia tersenyum dan menutup pintu kamar lagi sebelum melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.

“Onew?”, Key baru sadar ia tidak lihat Onew tertidur dikamar barusan, Onew masih terbangun rupanya.

Onew yang sedang duduk di teras rumah mereka menoleh ke arah suara, ia tersenyum melihat Key yang berdiri menatapnya, “Sini …”, ucapnya pada Key dan menepuk tempat kosong disebelahnya, Key terlihat enggan pertama kali, namun akhirnya dengan langkah pelan ia mendekati Onew.

Onew yang melihat itu tersenyum manis pada Key, please, stop that smiling face Onew ah~ Key rasanya ingin tenggelam ditelan lantai rumah.

“Kau … sedang apa? bukannya kau seharusnya tidur? manager mu bilang besok kau berangkat pagi kan?”, tanya Key melihat ke arah langit.

“Neh … tapi aku belum mengantuk, sebenarnya … ada beberapa yang mau kubicarakan padamu Key …”, ucap Onew lembut, Key menelan ludah dan perlahan menurunkan pandangannya dan memandang Onew.

“… Apa? kenapa … kau begitu serius? tidak cocok dengan wajahmu.”, ucap Key ketus. Onew berdecak, ia menyerahkan secangkir teh madu yang sudah ia sediakan untuk Key sebelumnya.

“Tenang saja, aku tidak memberikan racun didalamnya.”, ledek Onew.
“Bukan begitu …”, sergah Key, “Kau terlihat aneh … cepat katakan ada apa?”, ucap Key yang semakin takut dengan sikap aneh Onew.

Onew menarik nafas, “Kau tahu kan aku akan pergi ke Jepang untuk sementara waktu karena aku ada tour?”, tanya Onew, Key melirik dari balik cangkirnya dan mengangguk. “Aku tidak akan sebentar disana … jadi, apa tidak apa aku tinggalkan kalian berdua?”, tanya Onew akhirnya.

Jantung Key berdegup, entah kenapa kata itu seperti kata perpisahan panjang yang seakan Onew berkata bahwa ia tidak akan kembali lagi ikut dalam acara mereka.

“…memangnya, lama sekali ..kau, pergi kesana?”, tanya Key ragu menatap cangkir tehnya. Terdengar tarikan nafas dari Onew yang menandakan jawaban Key benar.

“Iya …sekitar sebulan lebih!”, jawab Onew, “Tapi.”, Key menatap Onew sekilas dan melihat namja yang selalu cengengesan itu tiba-tiba berubah serius. Dan sikapnya itu membuat Key tambah salah tingkah …
“Aku akan hubungi kalian berdua, dan aku juga akan pulang disela tour jika sempat …”, ucap Onew, “Meski yang option kedua aku tidak yakin aku bisa lakukan …”, Key sontak mendadak kecewa, namun ia tidak tahu mengapa.

“Arraso … “,ucap Key akhirnya, “…serahkan Jibum padaku.”, ucap Key tenang.

“Mianhe neh Key … kalau aku merepotkanmu pada akhirnya, aku tidak tahu bisa lakukan apa untuk membalas seluruh utangku padamu karena–“

“Arraso… arraso … kan aku sudah bilang aku tahu, aku paham tentang pekerjaan mu Onew, aku penyanyi dan sama seperti mu, kau ingat?”, tanya Key memotong Onew, Onew hanya mengangguk dan tersenyum, “Well, meski aku tidak sesibuk band mu sih sekarang …”, ucap Key lagi sambil berdecak, Onew hanya berdecak menanggapinya.

“Gwencana, Wings juga hebat kok … aku salut kalian bisa sukses meski terhitung band baru ..”, ucap Onew terkekeh,
“Yah … kau mau sombong? kenapa kau tidak bilang saja kalau kami masih dongsaeng SHINee?”, cecar Key
“Anioo … aku seriuss … Wings Jjang! aku, Minho, dan Jonghyun, salut pada kalian …”
“Lalu, kau mau bilang juga kalau seharusnya kami banyak belajar dari SHINee, begitu maksudmu kaaan?”, lirik Key kesal,
“Hey, aku tidak bilang begtiu … tapi kalau kau mau, aku dan SHINee siap memberikan uluran tangan …”
“Tuh kan! sombong kan?!”, cecar Key memukul lengan Onew, Onew langsung bersikap seperti merasa kesakitan di pukul seperti itu.
“Appooo …”
“Apaan? aku tidak pukul dengan keras!”, pekik Key.
“SSSHHTTTT…”, Onew menaruh telunjuknya di ujung bibir Key.

Key yang menyadari itu langsung terpaku ditempatnya , Onew yang memiliki tangan yang tepat menyentuh bibir lembut itu juga terpaku, perlahan Onew menurunkan tangannnya dan jarak mereka yang sudah hampir dekat itu membuat keduanya tidak bisa mengelak.

Onew menatap mata feline Key yang indah, dan Key melihat cara Onew menatap kedalam matanya membuatnya takut, takut kalau ia benar-benar akan jatuh hati pada Onew. Tatapan mata Onew turun ke bibir plum pink Key yang berbentuk kerucut dan sangat kissable. Sekelibat ia ingat seperti film di otaknya, ia ingat kejadian saat ia dan Key …

“Key …”, ucap Onew ketika jarak wajah mereka sudah mulai dekat, tubuh Key menegang mendengar suara bass lembut Onew memanggil namanya, cangkir di tangannya ia remas dengan kencang, panik menyerangnya, please … dont … do this … now … Onew …

“Sebaiknya kita tidur.”, ucap Onew akhirnya, Key terkejut, ia mengerjapkan matanya berkali-kali mendengar ucapan Onew. Ia masih sedikit terpaku ketika Onew menarik mundur kepalanya dan tersenyum.

DAMMIT!!!

Wajah Key memerah, dan ia malu setengah mati …

Ia baru saja berpikir bahwa …

“B-baiklah!”, ucap Key hampir berteriak, ia berdiri cepat dan tidak menatap Onew, “J-Jumuseyo!”, ucapnya dan langsung ambil langkah seribu masuk kedalam kamar.

“Jumuseyo ..”, ucap Onew. Onew menatap punggung namja cantik itu, dan ketika pintu di tutup ia mengacak rambutnya kesal, aish … dia baru saja ingin melakukan sesuatu yang bisa saja membuat Key marah padanya.

“Urgh …”, ia usap wajahnya kasar, ia benar-benar tidak tahu apa, tapi saat tadi menatap mata Key, wajah Key, dan …bibir Key, ia ingin sekali menciumnya…

.

.

Key mencengkram dadanya ketika ia menutup pintu kamar, dan berjalan kekasur, memposisikannya disamping Jibum, dan memeluk namja kecil itu.
“Jibummie … kau tidak berpikir bahwa aku mulai menyukai Onew Appa mu kan?”, tanya nya ingin menangis karena malu, bingung, marah, dan lain-lain …

Well, hanya waktu yang bisa menjawabnya …

TBC~

WAW!!! gue menyelesaikannya dalam waktu 4 jam! Besok gue harus kerja pagi, dan gue udah gak sanggup, mianhe delay sebulan kayaknya :((
Dan kehambat karena sebenarnya mau di post kemarin, tapi gue malah sakit. T^T
Makasih yang udah komen di part 1 & 2 dan makasih LIKE nya!!! \(^~^)/  aku terharu , meski lama tapi masih banyak yang nunggu FF ini yah ;’))

Oke, ill update ASAP after i write Capturing the Lambs part 1 heheheh …
Jadi, please comment!!! dont be rude to me! please, ill do my best, and please appreciate this, heheheh~
annyeong, gamsahabnida!

With love, sanniiewkey~

SORRY MANY WRONG TYPO! 

146 thoughts on “[Onkey] Intimate Baby – part 3 of ?

  1. Keu umma galau~!!
    Astaga onkeybum bener2 adorable banget jadi 1 keluarga~
    Hm, terus entah kenapa aku sedikit curiga sama asal usulnya jibum ><

  2. Wahh daebak..!!!
    Mereka bener2 seperti keluarga sekarang.
    Tp kog aneh yaaa.. Itu lho, waktu dia diejek teman2nya. Jibum kog diam aja… Bahkan temannya sempat bilang jibum gapernah nunjukin orang tua aslinya. Apa mungkin jibum itu???? *mikiraladetektif

    Lanjutt

  3. Jibum tidak punya ortu ?????
    Entah kenapa jadi Minkir Jinbum itu sbenarnya anaknya OnKey, tapi krna suatu kejadian OnKey amnesia jadi g inget 1 sma lain #ngaco

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s