[Onkey2min] Capturing The Lambs! PART 1


Tittle:
Capturing the Lambs

Cast:
Onkey – Onew & Key [SHINee]
2min – Minho & Taemin [SHINee]
KeyTae – Key & Taemin [SHINee]

Lee Jinki aka Onew [19 yo]

[President of Shining School Dorm ; smart; number 2 at school; pervert; funny; serious if he want to; humble; love Key so much and want Key to be his mine]

Choi Minho [19 yo]

[Vice President of Shining School Dorm; cool; smart; overprotect; calm; charismatic; love Taemin so much and he can be sweet in front of Taemin]

Kim Keybum aka Key & Lee taemin [17 yo]

Key : DIVA-ish; want to be look manly in front of Taemin; LOVE Taemin so damn much; friends since middle school; have a ‘SECRET RELATIONSHIP’ with Taemin; hate Onew and Minho so much; overprotect about Taemin]

Taemin : Adorable; cute; smart; Love Key so much; have ‘SECRET RELATIONSHIP’ with Key; like Minho]

Genre:
School life, smutt, romance, fluff, yaoi, friendship

Rate:
PG-17 to NC-21 

Author:
SANNKEYLICIOUS~

WARNED!!!
TAEMIN, MINHO, ONEW, dan KEY bukan milik gue. ORIGINAL STORY diadaptasi langsung dari COMIC berjudul “Kohitsuji Hokaku Keikaku!”. JADI, FF ini adalah adaptasi langsung dari comic tersebut, namun cerita nya sudah di campur dengan imaginasi gue sendiri.
Gue hanya menuangkan dalam bentuk FF, dan tentunya tidak seluruhnya sama! So, karena ini juga di adaptasi, gue harap jangan ada yang mencoba COPAS FF ini tanpa ijin dari gue dan tanpa menyertakan credit COMIC-nya.

SEBELUM BACA, LEBIH BAIK BACA TEASERNYA DULU🙂

~2minOnkey~

<< TEASER

Shining Middle School Dorm – 11 pm

“Kecilkan suaramu Taeminnie … mungkin kamar sebelah bisa mendengar nya jika kau terus mengecangkan suaramu …”, ucap seorang namja cantik berbisik di sisi telinga kanan namja cantik lain yang kini sedang mendesah dibawah tubuh telanjangnya, mata namja cantik berambut blonde ikal itu terpejam dengan rapat, mengigit bibirnya menahan desahan yang keluar dari bibir plum pinknya.

“So cute … tapi aku lebih cantik darimu …”, kekeh sang namja cantik yang ada di atas tubuh namja cantik itu lagi.

“K-key …ah! jangan katakan …ah! b-begitu …mmaah …”,

Namja yang baru saja dipanggil Key itu berdecak dan terus melanjutkan kegiatannya, kali ini tangannya terus menggerakan maju mundur keluar masuk dari lubang sempit dibawah sana, tangannya yang lain memberikan ransangan pada hole yang sempit itu, dan ia tidak tinggal diam, ia mencium bibir namja dibawahnya dengan lembut sambil berbisik menyuruhnya untuk mengecilkan suaranya.

“Tidak terasa kita sudah saat nya pindah dorm … mmh …”, namja cantik dibawahnya itu  berkata sambil melenguh, tangan mungilnya meremas sprei disekitar kepalanya, dan yang lainnya menjambak kepala namja cantik lain yang sedang berada di selangkangannya.

“…kenapa? …*slurp* kau gugup? tenang saja Minnie … tidak ada yang bisa menganggu kita, aku akan melindungimu … kau lupa aku siapa? im almighty diva Key!”, ucapnya bangga, ia lepas kuluman nya dari junior namja yang ia panggil Minnie itu,

“Ah …”, namja bernama Minnie itu kali ini melenguh ketika 2 jari menelusup kedalam hole nya lagi lebih dalam, matanya terpejam menikmati jari-jari itu menari indah dan merelaxkan rongga holenya. “K-key … t-teruss ..ah…”, namja itu melenguh dan meremas pundak namja bernama Key, sedangkan tangannya yang lain berusaha menggapai junior Key yang sedari tadi tidak tersentuh sama sekali, dan itu sudah banyak mengeluarkan sperma yang cukup membuat juniornya terlihat basah dan lengket.

“Ahh Key!”, pekiknya, Key berdecak dan mencium kening namja dibawahnya itu.
“Wae Taeminnie ah~ do you like it? do you want more hm?”, ucap Key terkekeh dan tersenyum manis.
“Y-yeah please … lebih baik cepat, ah — kita besok harus sekolah pagi-pagi …”, ucap Taemin seraya mengigit bibirnya.

Key tidak menjawab, ia memejamkan matanya erat-erat dan menghujamkan jarinya semakin dalam, berusaha menyentuh prostat Taemin, namun apa daya, jarinya tidak cukup panjang untuk itu.
“AH ..AHHH!”, keduanya melenguh, sebelum Key menarik jarinya dan jatuh telungkup di atas tubuh Taemin.

“Gomawo …”, bisik Taemin lelah , ia mengusap mata kantuknya dan mendorong Key pelan. ” … seharusnya … hari ini aku yang lakukan untukmu kan , Key?”, ucapnya lagi memeluk tubuh Key dan menelusupkan kepalanya ke lekukan leher Key. Namja blonde satunya hanya bisa berdecak dan tersenyum …
“Neh~  …”

“Oh, Tae …”, ucap Key mengintip dari mata kantuknya, ia melihat Taemin memutar badannya , meski matanya tertutup ia tahu kalau namja itu mendengarnya. “Jangan jauh-jauh dari ku neh … kau hanya aman denganku …”

Tidak ada jawaban …
“Neh Key … “, ucap Taemin akhirnya, sebelum Key tersenyum manis dan menarik selimut menutupi tubuh putih mereka,

“Jumuseyo Taemin, saranghae …” bisik Key mengecup kening Taemin lembut dan memejamkan matanya, sebelum ia ikut terlelap ia mendengar apa yang Taemin katakan, dan tersenyum karenanya …

“Saranghae …”

~2minOnkey~

Shining High School Dorm – 11 pm

“Oh, sepertinya mereka melakukannya lagi Minho ah~ …”, seorang namja berambut coklat dan terkuncir seperti kuncir kuda terkekeh ketika ia melepaskan binocular dari kedua pandangannya.
“Sayang sekali kau tidak mau lihat kali ini Minho ah~ … Key melakukannya dengan baik …”, kekehnya memutar binocular atau teropong ditangannya.

Ia terkekeh senang, seperti terlihat ada bunga-bunga di sekitar nya, duduk berhadapan dengan Minho yang membaca buku ditangannya dan tidak menanggapi ucapan namja itu.

“Aku rasa semakin hari mereka semakin baik dalam melakukannya …”

“Semenjak kapan menilai seberapa baik permainan mereka Jinki?”

Namja berambut coklat bernama Jinki itu mendongak dan menatap Minho dengan selidik, ia beranjak dan duduk di sisi kursi Minho kemudian mengambil buku ditangannya dan membuangnya, tanpa menghiraukan tatapan membunuh dari mata Minho.

“Cukuplah menggerutu Minho, aku tahu kau juga menikmatinya jika bagian kau untuk melihat Key dan Taemin lakukan itu, kau akui saja, ya kan?”, kekehnya lagi.

Minho menatapnya dengan heran, “Kau tahu, kau menjijikan, bisa katakan itu tanpa rasa malu …”

“Uwooh … ya ya ya Minho ah~ katakan pada dirimu sendiri …”, Jinki menggeleng dan mengambil bir di atas meja dan melihat keluar jendela, melihat ke arah kamar yang selalu menjadi pantauan nya selama 6 bulan terakhir. “Tapi sayangnya hari ini hari terakhir kita bisa menikmati kegiatan mereka …”, Jinki tersenyum lagi, ” …mereka akan pindah ke dorm kita bukan? besok merupakan hari dimana mereka jadi siswa SMA kan?”

Minho menatap Jinki lekat, ia tahu apa yang ada dibalik senyum Jinki itu, “ahh~ setidaknya kita sudah menikmati pertunjukan mereka, sama jika mereka menikmati apa yang mereka lakukan.”

Minho berdecak, “Katakan saja langsung apa maksud mu Jinki … jangan bertele-tele seperti itu …”, kali ini Minho ikut berdiri di depan jendela, dan menatap kamar diseberang sana yang sudah gelap.

“Kau tidak berubah pikiran kan Minho?”, ucap Jinki perlahan. “Bahwa kita akan mendapatkan dua namja cantik itu bagaimanapun caranya, ya kan Minho?”, kali ini Jinki tersenyum menatap Minho. Minho diam sejenak. Ia benar-benar tahu senyum itu.

” …. ya”, mata Minho menatap lekat ke seberang jendela kamar mereka, dimana ia juga sudah selama 6 bulan mengamati dua namja cantik yang setiap malam melakukan aktivitasnya itu.

~2minOnkey~

Next Day~

Ini merupakan Dorm yang berada disalah satu sekolah elit dan juga boarding school khusus namja ternama di Korea, Shining School. Sekolah yang tidak mudah untuk masuk kedalamnya, sekolah yang hanya bisa dimasuki oleh siswa berbakat, berprestasi, dan tentu saja … berduit banyak. Meski kau tidak berduit banyak, itu tidak masalah, kau hanya perlu andalkan otakmu untuk membayar biaya akademis, biaya praktek, biaya dorm, biaya makan, dan biaya lainnya yang tidak terhitung nominalnya.

Dan … Shining School yang MEMANG sekolah khusus namja ini juga merupakan surga bagi namja-namja tampan dan cantik berkumpul …

Shining School’s Cafe – 8 pm

Riuh suara menggema di seluruh ruangan, sibuk dengan pembicaraan masing-masing, ada yang sibuk mencari temannya, ada yang malah sudah mulai curi pandang ke arah lain, menjelajah suasana cafe yang baru. Bagi mereka -sophomore- di tingkat 1 sangat penting untuk baik-baik dalam menjaga sikap dan juga melihat siapa senior yang layak atau tidak yang bisa dijadikan panutan atau sebagai teman untuk membantu mereka di tahun pertama.

NGINGG~~

“Check!”, suara lembut dan juga tidak terlalu nge-bass terdengar membahana dari speaker cafe, seluruh mata sontak melihat ke arah sumber suara itu.

Ketika semua melihat siapa sosok yang berdiri disana sambil memegang mic dan juga tersenyum di atas podium sederhana itu, pembicaraan dan riuh pikuk pun sontak berhenti. Mata mereka langsung terkagum dengan sosok yang sedang tersenyum ke arah mereka, dan juga menatap mereka dengan tatapan ramah, namun … apa yah? bisa dikatakan senyum itu dan sosoknya sangatlah berkharisma.

“Annyeonghaseyo … “, sapanya lagi ketika ia rasa seluruh mata sudah memperhatikannya, senyumnya terkembang dengan indah, membuat matanya yang seperti bulan sabit itu tertutup menjadi satu garis, manis.

“Well … biarkan aku menyapa untuk siswa baru terlebih dahulu! Selamat datang bagi sophomore tahun pertama Shinih high School.”, ucapnya tersenyum lagi, dan baru segitu saja namja itu bisa lihat mata para siswa baru yang menatapnya takjub dan bahkan tak berkedip. Jangan salahkan dia jika ia terlalu terlihat sempurna.

“Baiklah, aku akan perkenalkan diriku dulu. Aku Lee Jinki, kalian bisa panggil aku Onew, kalau kalian mau.”, decaknya, ia sempat mengedipkan matanya kesalah satu siswa baru yang duduk paling depan, dan siswa itu hampir saja pingsan karena terpesona.  “Aku adalah President dorm sekolah ini. Dan aku sekarang berada di tingkat 3.”, katanya tersenyum lagi, matanya men-scan seluruh ruangan, mencari sasarannya.

Tidak sulit baginya, ketika ia bisa lihat 2 namja cantik berambut blonde duduk berdampingan tak jauh dari tempatnya berdiri. Ia pandang sebentar sebelum ia melanjutkan ucapannya.

“Dan … namja disampingku ini, ia bernama Choi Minho, dia adalah Vice President dorm sekolah ini, dan dia juga berada di tingkat 3.”, ucap Jinki menoleh ke arah Minho yang tangan nya sedari tadi berada didalam kantung celananya, Minho mengangguk mengiyakan perkenalan Jinki dan kemudian ia kembali dengan sembunyi-sembunyi menatap dua namja yang sedang duduk berada tak jauh darinya.

“Jadi, jika kalian ada masalah, jangan sungkan untuk memberitahukan nya pada kami, kami akan membantu semampu kami.”, ucap Jinki lagi tersenyum. Tidak ada jawaban, entah tidak mengerti atau terlalu kagum?

Tentu saja, mereka takjub ternyata orang yang akan menjadi pelindung bagi mereka dan juga menolong mereka jika susah merupakan dua namja yang good looking dan juga … hot.

.

.

“Hmm … aku tidak tahu kalau ternyata yang memimpin dorm di tingkat atas adalah dari siswa.”, ucap seorang namja cantik berambut blonde dan setengah hitam di bagian bawah, matanya menatap sosok didepan nya, namun tangan kirinya melingkar erat di pundak namja cantik disebelahnya yang juga berambut blonde, namun ikal.

“Iya, dan … aku rasa mereka sangat dewasa dan juga terlihat tampan.”, ucap namja cantik berambut ikla itu,

“Apa?! kau jangan bercanda Taemin … yah~~ kau tidak boleh katakan itu didepanku. Kalau mereka tampan, aku pasti lebih tampan …”, rengeknya menggelayutkan ke pundak namja bernama Taemin itu,

“Hahaha … kau ini, aku kan tidak bilang kau tidak tampan Key …”, Taemin berusaha melepas tangan Key yang menggelayut dipundaknya, ia sedikit tidak enak karena mereka mulai jadi pusat perhatian siswa yang ada disekitar mereka.

“Lalu, kau anggap aku tampan kan?”, tanya Key berbinar menatap Taemin, Taemin hanya bisa terkekeh dan menutup bibirnya dengan punggung tangannya,

“Anio … kau itu cute.”,
“Hei …”

“Hei Key, mana mungkin kau bisa berubah menjadi tampan?”, Key dan Taemin sontak menoleh pada sebuah suara di belakang mereka. Ketika Key tahu itu siapa wajahnya langsung masam dan menatap namja itu dengan sinis.

“Heh, Kai! kau tidak usah bicara begitu … katakan saja kalau kau sebenarnya iri kan kalau Taemin ternyata lebih memilih ku di banding dirimu?”, ucap Key merangkulkan lagi kedua tangannya di leher Taemin, dan menjulurkan lidahnya ke arah Kai. Key memang selalu tidak suka dengan Kai, karena ia tahu Taemin dan Kai adalah teman dari SD dulu, dan ia punya feeling, jika ia lengah sedikit saja, maka Taemin akan jatuh ke tangannya.

“Tapi, kalau boleh pilih, aku tetap suka kau kok Key … kau memang cute!”, ucap Chanyeol memberikan jempolnya.

“Benar!”, Key menoleh lagi, dari belakang Chanyeol yang tinggi ia bisa lihat Baekhyun disana, “Tenang Key, aku fans mu …”, tambahnya.

Key hanya menatap kedua teman nya semasa middle school itu dengan datar dan berdecak, “Aku tidak perduli kata kalian, aku malah lebih perduli, kalau Taemin mengatakan aku tampan!”,

“Sudah ku bilang kau tidak tampan Key … kau itu terlalu manis untuk jadi namja. Aku seharusnya yang tampan dan pantas menjadi milik Taemin…”, ledek Kai kali ini, Key menoleh dan hendak melemparkan bom atomnya, namun Taemin menarik lengannya sambil terkekeh.

Seluruh siswa baru yang tidak berasal dari divisi middle school dulu, dan masuk hanya saat pembukaan tingkat atas menatap mereka takjub, kelima orang itu terlihat menarik. Dan mereka mulai merasa takjub dan juga kaget karena ternyata disekolah khusus namja itu mereka bisa menemukan sepasang pasangan yang terlihat good looking.

“Ehm … well, kalian dari divisi middel school terdahulu, meski kalian berasal dari sekolah ini juga, dan sudah sangat familiar dengan peraturan dan sepetinya tidak tertarik. Sebaiknya kalian diam dan dengarkan juga penjelasan dari kami neh~”, ucap Jinki dari pengeras suara,

Key dan Taemin, serta ketiga temannya yang sudah cukup membuat ribut sontak menoleh kaget. Taemin yang sedang memegang lengan Key agar tidak memulai keributan itu menegang ditempatnya. Terlebih, kedua senior yang merupakan orang penting di dorm mereka kali ini sedang menatap lekat ke arah mereka.

“A-ah .. M-mianhe sunbae …”, ucap Taemin membungkuk takut, Key yang berada disebelahnya mengerutkan alisnya dan cemberut, ia menoleh pada Kai dan menatapnya sinis.

“Kalau bukan karena mu, aku dan Taemin tidak kena marah, dan Taemin tidak perlu membungkuk didepan seluruh siswa.”, desis Key dengan suara kecil.

“Kau!”, desis Kai.

“C-cukup …”, Taemin berada ditengah mereka berdua dan memeluk Key menjauh dari Kai.

“Well … mungkin segitu saja perkenalannya, semoga kita semua bisa bekerja sama dengan baik disini, dan sekali lagi, selamat datang!”, ucap Jinki lagi.

Key dan Taemin menoleh ke arah suara itu dan betapa terkejut mereka ketika mata kedua namja didepan podium itu sedang menatap lurus tepat ke sosok mereka. Jinki dengan senyum misteriusnya dan juga Minho yang menatap dengan ekspresi datar dan juga dingin itu, membuat Key dan Taemin merinding, entah kenapa, mereka berdua merasa ada yang aneh …

‘Kenapa mereka menatap ku seperti itu?’
Saat itu, Key dan Taemin memikirkan hal yang sama … pertanyaannya adalah : ada apa? dan … kenapa?

“Ng … Taemin ah~”, Key merangkul dan tersenyum ke arah Taemin, namja itu hanya bisa mengedipkan matanya imut ke arah Key.
“Lalu apa yang mau kau lakukan saat ini di dorm baru kita?”, tanya Key tersenyum dan merenggangkan otot lehernya kekiri dan kekanan, tersenyum pada Taemin.

Taemin menatap Key sejenak, dan ia seperti tahu hint dari ucapan Key, “Ng, kau benar … kita belum membereskan kamar kita yang baru.”, ucap Taemin tersenyum.

Key tersenyum lebar ketika Taemin mengerti maksudnya, “Baiklah, kajja baby!”, ucap Key senang, mengepalkan sebelah tangannya ke udara, dan yang satunya merangkul pundak Taemin pergi dari cafe.

“Kau curang sekamar dengan Taemin lagi …”, mumur Kai,
“Kau bicara lagi, maka akan ku goreng twin ball mu Kai.”, ucap Key cuek dan pergi begitu saja, Taemin yang mendengar ucapan sengit temannya itu hanya bisa berdecak. Key selalu begitu …

~2minOnkey~

“Wah … bukankah kau pikir mereka itu terlihat sangat cantik dari dekat, Minho?”, ucap Jinki menyeruput kopi americano di tangannya sambil matanya menatap dua namja cantik keluar dari cafe mereka.

Minho yang berdiri disisinya hanya bergumam dan menyeruput kopinya dengan tenang. “Kau tidak sadar kalau tatapan itu sudah membuat mereka mengetahui maksudmu?”, tanya Minho tenang.

“AH,jeongmalyo? apa aku terlalu berterus terang?!”, tanya Jinki hampir menyemburkan kopinya, Minho meliriknya kesal,

“Tapi Minho ah~ mereka itu memang terlalu sempurna untuk diungkapkan dengan kata-kata, lebih baik dibanding dengan mengintainya dari binocular. Ahhh … our little lambie lambs~~”, Minho melirik Jinki dengan kesal, namja didepannya itu tersenyum geli sambil menyeruput kopinya, jinjja … senyumnya itu sangat pervert dimata Minho.

Jinki melirik ke arah Minho, ia menarik nafas melihat sahabatnya itu hanya memilih diam dan menatap keluar jendela. “Hei Minho~ kenapa kau terlalu pendiam … bukankah kau berpikiran sama seperti ku?”, tanya Jinki merangkul pundak Minho dan tangan satunya meraih dagu Minho , bertindak ganjen padanya.

Minho melirik kesal, sebelum menepis tangan itu. “Aku mengerti perasaanmu Jinki, tapi aku rasa kau sekarang malah terlihat seperti namja pervert dan juga ahjushi haus seks tubuh namja lebih muda.”, ucap Minho membuang cup kopinya ke tong sampah dan berjalan meninggalkan Jinki yang tertawa dibelakangnya.

“Bukannya kau juga? kau tidak perlu bohong padaku. Aku tahu kau juga terus membayangkan seluruh hal yang mereka lakukan…well, setidaknya, kau pasti ingat bagian part Posisi Key.“, ucap Jinki terkekeh puas.

Minho sontak terkejut, dan semua seperti berputar dikepalanya, wajahnya memerah tanpa ia sadar. Sial. Pikirnya.

Minho menoleh dan menatap Jinki yang mengigiti bibir bawahnya sambil menyengir padanya, “Setidaknya sekarang mereka ada di tingkat atas. Dan melihat mereka melakukan itu selama 6 bulan terakhir ini, anggap saja sebuah hiburan malam gratis.”, ucap Jinki berdecak sambil mengelus dagunya.

Minho semakin menatapnya datar, namja didepannya itu benar-benar sudah mesum akut. “Maksudmu memata-matai atau mengintipnya kan? bukan melihatnya.”, koreksi Minho melirik Jinki kesal.

“Oh!”, Jinki menepuk tangannya sekali. “Itu maksudku …”, kekehnya, Minho cukup mendengar ucapan Jinki. Ia pergi begitu saja dari hadapan Jinki yang malah tertawa puas. Shitt. Bahkan ia mulai mengakui ucapan Jinki barusan. Bahwa ia tidak bisa melupakan seluruhnya apa yang telah ia lihat.

~2minOnkey~

BUKK

“Ahh~~ aku tidak suka kembali menjadi sophomore …”, erang Key ketika tubuhnya jatuh menimpa kasur, Taemin tersenyum dan duduk disampingnya, melepas blazernya dan juga dasi yang melilit lehernya.

“Waee? bukannya menarik, setidaknya kita bisa rasakan hari-hari santai tanpa ujian, aku tidak suka ujian …”, Taemin mempoutedkan bibirnya imut, Key berdecak, ia sit up dengan cepat dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Taemin, dan meletakan kepalanya di pundak namja itu.

“Aku tidak suka peraturannya! Aku tidak suka senior mengatur kita! dorm di pimpin oleh siswa itu akan semakin sulit, jika melanggar akan mudah ketahuan.”, dengus Key, Taemin terkekeh.

“Tapi saat middle school kan kita satu lantai dengan manager dorm.”,timpal Taemin.

Key menarik nafas , dan masih menggumam kesal. Taemin menarik nafasnya melihat tingkah Key kemudian berdiri berjalan ke arah lemari bajunya.

Key melirik ke arah Taemin berdiri, ia melihat namja itu berdiri membelakanginya. Taemin melepas celana sekolahnya tanpa risih bahwa Key masih diruangan itu, hanya tersisa brief nya saja dan kemudian menggantinya dengan training. Saat Taemin mulai membuka kemeja sekolahnya, dengan sigap Key berdiri dan memeluk Taemin dari belakang.

“Key..?”, sebelum Taemin bisa bicara Key mencium bibirnya dengan lembut dan menghimpit Taemin hingga tubuhnya menabrak lemari.

“Tapi, ada untungnya sih … kita sekamar lagi kan? kalau kita dikamar tidak akan ada yang tahu apa yang terjadi di dalam kan?”, ucap Key terkekeh memilin nipple Taemin yang terekspos karena kemeja depan Taemin sudah terbuka semuanya.

“aah ..K-key, jangan sekarang …kita kan harus…”, ucap Taemin panik.

“Tenang saja, masih banyak waktu untuk membereskan kamar kita …”, ucap Key kali ini mulai menciumi leher Taemin.

Taemin menatap kelangit, apa yang bisa ia lakukan? Ia dan Key sudah berteman semenjak tingkat pertama di middle high, dan mereka juga sudah sekamar semenjak itu, maka sudah 4 tahun pula mereka bersama. Sebagai namja, mereka butuh pelampiasan hasrat mereka, dan karena mereka tidak ingin sembarangan orang, mereka lebih memilih untuk memuaskan satu sama lain. Mereka anggap persahabatan mereka seperti kepompong, tumbuh berkembang, dan kemudian kembali lagi terus seperti itu.

“K-key! tunggu!”, Taemin mendorong tubuh Key yang sudah menciumi leher Taemin.

“Waee?”, rengek Key manja.

Taemin tahu bahwa ia tidak bisa menolak sentuhan Key , entah apa hubungan mereka, Key dan dirinya tidak pernah mengikrarkan mereka sepasang kekasih. Hanya saja mereka tahu, bahwa mereka saling menyayangi, mencintai , dan juga butuh satu sama lain.

“Taemin please … kalau begitu kau boleh lakukan padaku.”, ucap Key terkekeh. Taemin menarik nafas.

“Bukan begitu Key … besok kan kita harus sekolah, lagi pula kamar kita belum beres … “, ucap Taemin yang langsung menerima puoted-an dari Key sebagai balasan, “L-lagi pula, kita sudah melakukannya selama 1 minggu terus menerus di akhir liburan kemarin kan?”, ucap Taemin menunduk.

Key terbelalak, “Ahh~”, ucapnya mengangguk ingat akan hal itu. Taemin berpikir Key mengerti, namun yang ia kejutkan adalah Key malah sudah berada didepannya lagi kali itu ketika ia mengangkat wajahnya.

“Key..”

“Perkataan mu ada benarnya sih …”,

“Apa–?”

Taemin terkejut ketika tangan Key berada dibalik celana trainingnya dan mengelusnya dari luar. Taemin mengigit lidahnya agar tidak bersuara, namun dari ekspresinya ia tidak bisa berbohong bahwa ia menikmatinya, ‘K-key … j-jangan–“

“Hei Taemin … kalau jangan kenapa tubuh mu berkata lain?”, decak Key merasa ada sesuatu yang ‘menarik’ di balik celana Taemin.

Taemin benar sudah tidak bisa berkata apapun, Key selalu bisa membuatnya lemah …

TOK TOK
“Annyeonghaseyo~~ Kim Kibumm… Lee Taemin~~, this is Jinki here~ open up pweasee~~”, ucap sebuah suara dibalik sana membuat Key dan Taemin terkejut.

“J-jinki sunbae?”, tanya mereka bersamaan saling bertatapan, dengan sigap Taemin membereskan baju nya dan Taemin membantu Taemin agar lebih cepat, sebelum keduanya berlari kedepan pintu dan membukanya dengan wajah yang masih setengah panik.

“Annyeong!”,sapa Jinki ketika Key dan Taemin membuka pintu.

Key dan Taemin masih berdebar menahan shock mereka, ia berharap Jinki dan juga MInho yang sedang berdiri dibelakangnya itu mendengar apa yang mereka lakukan.

“Apa kami menganggu kalian?”, tanya Jinki ketika dua namja cantik keluar dari dalam kamarnya,

“Mau … apa kalian kesini?”, tanya Key to the point yang terlihat merasa tidak suka karena diganggu malam-malam. Tidak, dia hanya tidak suka ia baru akan melakukan sesuatu, dan pintu diketuk, kemudian ia harus menghadapi dua namja didepannya, yang lain tidak bukan adalah president dan vice president dorm nya.

“Well … sepertinya kalian sedang melakukan sesuatu yang ‘sibuk’ yah?”, Jinki menekankan kata sibuk secara sengaja, dan ia tersenyum mengatakan kata itu.

Minho di belakangnya bisa lihat kalau dua namja cantik itu tubuhnya menegang.

“A-apa? sibuk? tidak … tentu saja tidak!”, ucap Key langsung, Jinki hanya tersenyum mendengarnya, “Lalu apa yang bisa kami bantu, kenapa kalian berkunjung kekamar kelas satu?”, tanya Key , Jinki hanya berdecak melihat tingkah DIVA-ish nya.

“Ah … baiklah, sebenarnya kami berdua punya sebuah permintaan untuk kalian.”, ucap Jinki tersenyum.

“EH??”, Key dan Taemin merasa terkejut, apa yang bisa mereka beri untuk kedua sunbaenya yang terbilang sunbae terpopuler disekolah.

“Begini, di dorm level high school punya 3 tingkat kan … nah, kami ingin mengangkat perwakilan dari setiap level angkatan untuk menjadi penyambung lidah kami, bisa dibilang asisten kami sebagai jubir untuk angkatan mereka sendiri. Kami sebagai kepala dorm tentunya punya kebijakan itu … so …”, Jinki berhenti dan tersenyum.

Taemin dan Key saling bertatapan, “..maksud sunbae, kami berdua …”, Taemin menunjuk pada hidungnya dan menarik lengan Key mendekat.

“AH, JEONGMAL?”, tanya Key histeris. Jinki hanya tersenyum, dan Minho mengangguk.

“Tapi … kenapa tidak memilih yang lain? misalnya Kai atau Chanyeol? mereka cukup terkenal dengan talkativenya dan–”

“Oh, tidak tidak … kan sudah kami bilang, kami yang memilih, Key …”, potong Jinki. Key menarik nafas dan menatap Taemin ragu.

“Tapi kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan.”, ucap Taemin, Key mengangguk semangat dan berkacak pinggang.

“Tenang saja …”, ucap Jinki tersenyum lagi, “Kita akan bantu kalian, lagi pula kerja kalian tidak susah, hanya menginfokan dari mulut ke mulutkan? jika ada masalah, kami yang akan turun tangan, benarkan Minho?”, tanya Jinki, Minho lagi hanya mengangguk.

Jinki merasa dirinya di tatap oleh Key dengan lekat, namun, ia sudah Pro akan tatapan menyelidik seseorang, jadi ia tidak masalah.
“Baiklah! asal tidak membuat kami repot, kami juga butuh belajar.”, ucap Key diva-ish.
“Ya … aku rasa tidak masalah. Asal tidak terlalu menguras waktu banyak.”, tambah Taemin.

“Tentu saja tidak!”, ucap Jinki semangat. “Terima kasih neh~ Key …Taemin …, tunggu kabar dari ku apa yang akan kalian kerjakan. Nah sekarang kami harus pergi. Sampai bertemu besok~”, ucap Jinki mengelus kepala Key dan Taemin bergantian.

Taemin hanya tersenyum, namun tidak dengan Key, ia tidak suka di usap seperti itu. Jinki hanya tersenyum dan pergi bersama Minho, sebelum Minho melihat ke arah mereka lagi dalam diam.

Ketika Key melihat Jinki dan Minho pergi ia menutup pintu kamar dan berlari ke atas kasur, menerawang ke langit-langit diatasnya.

“Aku tidak suka cara Jinki sunbae tersenyum.” ucap Key mengigit kuku jarinya.

“Kenapa?” Taemin tiduran disamping Key dan ikut menatap langit-langit kamar.

“Molla, ck … sedikit membuat bulu kudukku merinding.”,

“Mungkin cuma perasaanmu saja…”

“Mungkin …” ucap Key pelan, entahlah … mungkin benar cuma perasaannya. Atau… bukan?

~2minOnkey~

“Kau benar-benar tidak tahu malu … setidaknya jangan berbohong yang jelas akan ketahuan dengan mudah Jinki …”,

“Oh, memang kau punya ide lebih baik dari ini , Minho?”

“Molla, hanya saja, cara-cara mu terkadang rendah …”

“Setidaknya tanganku menyentuh mereka, mau kau pegang tanganku?”

“Pabo!”

~2minOnkey~

3 Weeks later~

Sudah hampir 3 minggu sejak Key dan Taemin menerima tugas dari Jinki dan Minho. Sejauh itu mereka belum sama sekali melakukan hal yang berat selain mem-pass beberapa info ke teman se tingkat mereka, hanya saja itu tidak sulit, karena yang namanya informasi, pasti sudah tersebar, terlebih … mereka memiliki Chanyeol, yang sebenarnya lebih tepat diberikan tugas itu, karena Chanyeol sudah tahu sebelum mereka beri tahu.

“Ah, morning Keytae~~”, seru Chanyeol melambai ke arah Key dan Taemin yang berdiri diselasar lorong kelas, Key menoleh melihat Chanyeol berjalan menghampiri mereka bersama Baekhyun disampingnya.

“Yah! apa itu Keytae?”, tanya Key mengerutkan alisnya.

Chanyeol terkekeh,
“Itu singkatan OTP atau One true Pairing, dia baru saja mendapatkannya ketika ia tahu ada couple boyband di Korea.”, ledek Baekhyun kali ini.
“Hahaha … benar! aku tahu couple kyumin dari Superjunior! dan ternyata itu singkatan nama mereka.”,

Key mengerutkan alisnya berpikir, “AH! Kau pintar sekali!”, ucap Key menepuk pundak Chanyeol semangat.
“Ah, Key! stop! pukulan mu sakit … aish!”, Chanyeol menyingkir dan bersembunyi dibalik tubuh kecil Baekhyun. Taemin dan Baekhyun hanya bisa tertawa melihat kedua namja itu.

“Oh, pagi-pagi sudah senang saja yah? kalian bahagia sekali …”,

Keempat namja itu menoleh dan melihat Jinki sudah berdiri di dekat mereka dengan tersenyum lebar. Key melirik Jinki dengan seksama dan kembali kesisi Taemin.
“Ng … pagi.”, ucap Key enggan, “Kemana Minho hyung? bukannya seharusnya kalian bersama?”, tanya Key basa-basi.

“Oh, Minho? dia pasti sedang di lapangan, ada latihan club bola disana.”, ucap Jinki tersenyum,ketika mendengar itu wajah Key dan Taemin sontak berbinar.

“Bola?!”, ucap Taemin dan Key semangat. Jinki hanya mengangguk , meski di dalam hatinya ia tidak tahan melihat ke imutan kedua namja didepannya itu.

“Iya, Minho kan kapten club sepak bola sekolah kita. Setiap pagi mereka akan latihan, kalian mau lihat?”, tanya Jinki tersenyum.

“Tentu saja! aku suka bola, Taemin juga, ya kan Tae?!”, ucap Key berjingkrak sejenak dan merangkul Taemin, Taemin terkekeh dan mengangguk.

“Baiklah …”, Jinki terkekeh dan merangkul pundak keduda namja itu baik disisi kanan dan kiri tangannya, “Kalau kalian mau menemuinya, bisakah kau sampaikan pesan ku padanya, Taemin?”, ia menoleh pada Taemin.

Taemin mengerutkan alis dan kemudian tersenyum, “Neh, boleh … apa?”,

“Katakan padanya, bahwa kita akan makan siang berempat bersama lagi hari ini , arraso?”, tanya JInki tersenyum sambil mengelus rambut Taemin yang lembut.

“Baiklah …”, ucap Taemin tersenyum,

“Good, gomawo Taemin ah~ btw, rambut mu halus dan hangat yah?”, tanya Jinki yang mengelus kepala Taemin, Key yang melihat itu menarik Taemin dan melirik kesal ke arah Jinki.

“Tentu , ia selalu berjemur di pinggir jendela disetiap pagi.”, ucapnya melirik Jinki sinis, dan menarik Taemin begitu saja, “Kajja baby, kita akan ketinggalan latihan Minho!”, ucap Key begitu saja dan pergi meninggalkan Jinki.

~2minOnkey~

Taemin mengikuti Key yang menarik tangannya begitu saja menuju lapangan dimana mereka bisa menemui Minho sedang bermain bola. Ia sangat suka bola, begitu juga Key, namun mereka berdua tidak begitu bagus dalam bermain, yah hanya bisa bermain karena mereka namja biasa, dan bukan atlit.

“Ah, Minho hyung!”, pekik Key menarik Taemin lebih cepat,

Taemin menatap punggung Key, selalu … selalu seperti itu, Key yang ia kenal adalah orang yang sangat menyenangkan, ia ingat Key tidak suka jadi sophomore, namun ia melihat Key bisa menjalani itu dengan baik, karena sifat Key yang ceria juga membuat mereka lebih dekat dengan Minho dan Jinki. Jika dulu Taemin sempat berpikir begitu juga, namun jika bersama Key, Taemin rasa semua akan baik-baik saja.

“Kalian mau apa kesini?”, tanya Minho bingung, ia menatap Taemin dan Key bergantian.

“Jinki hyung bilang kalau kau latihan dilapangan, kami ingin lihat latihamu …”, ucap Key cemberut. “Tapi kau malah sudah selesai …”,

Taemin melihat Key berbicara dengan percaya diri
“Aku tidak mau di lihat latihan ku, lagi pula tidak perlu dilihat …”, ucap Minho , meski ia tahu dirinya sendiri berbohong dan merasa bahagia.

Taemin tidak pernah akan bisa menjadi seperti Key, Key selalu bisa berteman dengan siapa saja, “Yah! kau MEANho! aku dan Taemin hanya ingin lihat, kau pelit sekali. Jangan suka merendah.”, ucap Key terkekeh dan memukul lengan MInho bercanda.

Taemin tahu, Key juga selalu menjadi pusat perhatian di sekolah sejak mereka middle school. Ia bisa bersahabat dengan siapapun. Dan hal itu yang tidak dimiliki Taemin.

“Oh, ada Key! annyeong Key … mau apa kau kesini? main bola?”, tanya Chansung dari belakang Minho diikuti pemain bola lain. Key yang melihat Chansung yang ia kenal dari Minho itu langsung menghampirinya. Dan meninggalkan Taemin diam sendiri bersama Minho.

“Hai.”, MInho membuka suaranya menyapa Taemin yang terdiam didepannya. Taemin terkejut dan menatap lurus Minho.

“O-oh hai …”, sapa Taemin.

Taemin mulai khawatir, ia tidak berani menatap Minho balik, meski ia tahu bahwa Minho sedang menatap lurus ke arahnya saat itu. Ia bingung harus bicara apa jika bersama Minho, jika ia bicara dengan Jinki ia masih bisa atasi itu, karena Jinki sama seperti Key, talkactive. Namun , dengan Minho …?

“Kau … pasti capek yah di tarik oleh Key kesini, kau tidak lelah berlari kesini?”, tanya Minho, Taemin mendongak dan terkejut ketika mata Minho menatapnya, ia buru-buru melihat ke arah lain dan menggeleng.

“A-anio… gwencana, aku tidak apa, aku baik-baik saja.”, ucap Taemin takut.

Dan …

Silent …

Baik Minho dan Taemin tidak tahu apa yang harus mereka katakan, sebenarnya, Taemin yang tidak tahu. Karena Minho saat itu sedang mengamati Taemin seksama, meski tidak terlihat dari ekspresinya, ia terlihat sangat menikmati pemandangan didepannya, kulit putih, tubuh kurus dan ramping, bibir plum pink …

Disisi Taemin, ia hanya ingin segera ditelan bumi, karena ia gugup , ia tidak membenci Minho,ia hanya bingung harus bicara tentang apa …

Dan … semua itu jadi berbeda jika ia bisa menjadi Key …

Justru … ia malah berpikir, bahwa sepertinya ia akam dipandang tidak enak oleh Minho, ia berpikir bahwa ia sangat membosankan …

Lalu … apa yang harus ia katakan? Apa … harus Key yang harus selalu membantunya?

TBC~

Annyeongg~~ xDD LONG TIME NO SEE~ wohooo~~
SEBELUMNYA! SAYA MAU UCAPIN!
MAKASIH BUAT 15 BLOG YANG UDAH LIKE DAN 141 KOMENG!! waw!!! DOUBLE WAW!!!

Maaf lagi” FF ini delay, cuma bisa update ff jumat-minggui, itu juga kalau otaknya fresh T~T
Well, karena ini juga adaptasi comic, jadi agak” gampang sih, cuma nambahin beberapa bagian aja … udah pada nemun comicnya? ada di animea.net kok hehehe…

So, apa yang selanjutnya akan terjadi dengan 2min? dan bagaiman perkembangan Onkey? dan … apakah keytae akan bersatu? so … will see..

Gue akan update sebisa gue, please, leave comment, dont be rude to me … sedih kalau pas teaser banyak eh pas part 1 nya malah dikit xDD

ANNYEONG! LOVE YOU ALL

MIAN MANY WRONG TYPO😄

151 thoughts on “[Onkey2min] Capturing The Lambs! PART 1

  1. Yaampuun KeyTae semakin romantis, tapi diantara mereka tdk lbih sbgai sahabat, tapi mereka udah ngelakuin itu, meskipun jari doang #plak mungkin next part bisa diperjelas😀

  2. ulala 2 UKE mnjd 1, untng blm ad main pedang2an y sm main enjot2an. brrt kalian UKE sejati:)
    ahhh knp ini gk dlanjut lg

  3. WTH? Ahahaha oh God!! Ini 2namja cantik uweek astagfirulloh ahahah, mana namja tampan nya nih? Allahu akbar xD

    ahhaha ya ampun sumpfaah ga nga bisa ngebayangin aku KEYTAE? Doing this and that? What the Fuuuucck??!!!

    Wew! Jadi si Jinki ma Minho sering ngintipin kalo 2namja cantik itu begituan? Duhh sumpah Jinki mesuuuum :p

    well , ternyata itu akal-akalan nya si Jinki ngajak keytae jadi jubir mereka, well minho sebaiknya kau pikirkan cara yg lebih baik , ck kodok!

    Wa lanjutan nya mana nih?

  4. WTH?! ini keytae cuman sahabat, tpi udah aneh2 ckck~

    aduh taemin g bsa ngomong d dpn minho? hahaha…

    next chapter udah ada blom?

  5. waah, aku pernah baca komiknya nih heheh, jadi penasarn gimana kalo di cross in ke 2minonkey
    semangat author

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s