[2min] Chasing you! – PART 1


Cast:
Lee Taemin; Choi Minho; Kim Keybum; Lee Jinki (Onew); Kim Jonghyun

Genre:
Romance; fluff; schoollife; friendship

Rate:
General (G) – PG 13

Lenght:
Series – PART 1 of ?

Author:
SannKeylicious~

WARNED!!!

None of the materials provided in this fanfic may be used, reproduced or transmitted, in whole or in part, in any form or by any means. No parts of this fanfic are to be copied without permission in writing from the author.

.

.

“Oh, Taemin ah!”,

Namja berambut pirang menoleh ke sumber suara dibelakangnya, namja dengan potongan rambut cepak dan berwarna hitam berlari menghampirinya yang baru saja turun dari bis dan hendak berjalan. Taemin -namja yang baru saja dipnaggil itu menoleh, dan tersenyum melihat sahabat terbaiknya berlari ke arahnya.

“Hai, Jjong!”, Taemin mengangkat tangannya dan ber-high five dengannya, “Tumben, kau tidur awal semalam atau aku yang datangnya kesiangan? hebat kau bisa datang kesekolah sebelum bel berbunyi?”, ledek Taemin sambil tertawa, ia menutupi sebagian mulutnya dengan tangannya.

“Yah!”, bentak Jonghyun kesal, ia berdesis dan mencibir, “Salahkan Noona ku, dia meminta ku mengantarnya ke stasiun … jadi aku harus bangun dan mengantarnya.”, ucapnya menguap dan merangkul pundak Taemin malas. Taemin berdecak, karena ia merasa berat ditambah dengan bawaan yang sedang ia bawa ditangannya. Jonghyun tak lama sadar dengan apa yang dibawa temannya itu, ia menegakan tubuhnya dan mengerutkan alisnya.

“Kau … bawa apa? sepertinya berat?”, tanya Jonghyun membungkuk sedikit, Taemin tersenyum, pasti sahabatnya itu lupa.

“Aku bawa roti untuk teman-teman semua. Untukmu juga ada.”, ucapnya bangga, dan tersenyum penuh arti. Jonghyun menegakkan tubuhnya lagi dan memperhatikan temannya dengan seksama.

Mereka berteman sejak SMP, meski awalnya hanya saling menyapa, namun saat dulu SMP mereka terlibat dalam project seni, dimana Jonghyun dibidang musik dan Taemin di bidang tari, jadi secara tidak langsung mereka berteman, dan sering bertemu kemudian bertukar pikiran. Tidak lama bagi mereka untuk saling mengenal satu sama lain, dan Taemin merasa pertemannanya dengan Jonghyun begitu berharga, karena ia tidak pernah kecewa dengan Jonghyun, sahabatnya itu selalu ada jika ia butuhkan, dan selalu mensupport satu sama lain.

Berteman dengan Jonghyun bagi Taemin adalah luar biasa. Jonghyun mungkin terlihat lebih talkactive darinya, dan ia terlihat lebih pendiam di awal, karena ia suka merasa canggung dengan lingkungan atau bertemu dengan orang baru. Berbeda dengan Jonghyun, ia selalu jadi pusat perhatian orang lain, karena ramah, menyenangkan, apa adanya, dan juga baik hati. Taemin sangat bersyukur, karena disaat ia tidak bisa bersosialisasi dengan baik, maka Jonghyun akan ada disampingnya untuk mendukungnya agar lebih dikenal orang lain.

Bagi Taemin, Jonghyun adalah sahabat terbaiknya. Dan ia ingin itu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun …

“AHH!!”, teriak Jonghyun heboh, finally … pikir Taemin. Taemin hanya tersenyum dan menatap sahabatnya itu dengan cibiran.

“Kau ingat sekarang? JonghyuMEAN! sahabat macam apa yang lupa dengan ultah temannya sendiri hah?”, ucap Taemin berdecak dan berjalan bergitu saja menuju gerbang sekolah, Jonghyun masih terpaku ditempatnya, shit shit shit … ia lupa mengucapkan ultah pada Taemin dan terlebih lagi ia benar-benar LUPA!!!

“Tae … Taemin! Taemin, mianhe!!”, Jonghyun mengejar namja cantik itu dan sejajar dengan langkahnya, Taemin hanya diam tidak menanggapinya.

“Taeee~~”, panggil Jonghyun lagi kali ini berjalan mundur didepan Taemin, berharap sahabatnya itu melihat ke arahnya, dan berhenti melihat ke arah lain. “Tae! aku minta maaf! aku janji akan lakukan apapun, kuberikan hadiah apapun padamu, asal kau maafkanku!”,

Taemin berdecak, memutar bola matanya, “…aku tidak butuh Jjong, sudahlah … aku juga tidak masalah kau lupa. Banyak kok yang lupa … jadi tambah kau satu tidak masalah buatku …”, ucap Taemin pura-pura kesal, bohong kalau ia marah pada Jonghyun karena ia tidak menelpon atau sms Taemin tepat jam 12 malam untuk ucapan ultah untuknya. Ia tidak sedangkal itu pikirannya, ngambek hanya karena temannya tidak ingat, tak apa baginya … ultah itu kan hal biasa, dia hanya ingin membuat Jonghyun pelajaran saja … hell, mereka sudah berteman selama 5 tahun for banana milk shake! Jadi sekali Jonghyun lupa, tak masalah …

“Biarkan aku yang bawa!”, ucap Jonghyun merebut tas di tangan Taemin, Taemin berhenti dan menatap Jonghyun sejenak kemudian tertawa, Jonghyun yang diberi tanggapan seperti itu bingung melihat ke arah Taemin.

“hahaha … kau lucu sekali, pabo, buat apa kau marah denganmu? tidak penting!”, ucap Taemin mengibaskan tangannya, “Pelajaran untukmu Jjong! nah, kajja, bawa kan sekarang kekelas ku, gunakan setidaknya muscle-muscle yang berhasil kau bentuk itu.”. ucap Taemin tertawa senang. Berhasil membully sahabatnya itu.

Jonghun yang ditinggal sendiri dibelakang, menatap Taemin kesal dan bergumam tak karuan, namun kemudian ia tersenyum lebar, tentu saja, begitulah mereka, mereka tidak akan pernah bertengkar meski hal kecil pun.

“Yah! Tunggu!”

“Makanya, kalau punya kaki jangan pendek!”, ledek Taemin lagi,

“YAH! LEE TAEMIN! TOEGEUN SIGAN!(mati kau)” Jonghyun yang memang tingginya hanya 170 itu merasa tersinggung dengan ucapan Taemin, ck, Taemin boleh sombong, karena tubuhnya menjadi lebih tinggi semenjak mereka SMA saat itu.

.

.

“Kau mau bagikan ini semuanya ke teman-teman kita?”, tanya Jonghyun ketika ia meletakan tas bawaan Taemin disisi kursi temannya itu, kemudian menarik kursi dan duduk menghadap sahabatnya itu, Taemin hanya mengangguk.

“Kau bantu aku?”, tanya Taemin tersenyum, mengeluarkan iPod nya dan mulai bermain dengan game yang ada disana.

“Tentu saja …”, ucap Jonghyun dan men-scan isi kelas, belum banyak yang datang, sepertinya ia memang benar datang terlalu pagi. “..kalau aku tidur lagi sepertinya lumayan …”, ucap Jonghyun menguap dan telungkup di meja Taemin, sahabatnya yang mendengar itu hanya bisa terkekeh dan tidak melepaskan pandangannya dari ponselnya.

“Ya tidurlah, kalau guru sudah masuk baru kubangunkan kau …”,

“Kelasku kan disebelah…”, ucap Jonghyun malas dan menguap lebar, ya mereka memang beda kelas, namun kebiasaan Jonghyun adalah berchit-chat dengan Taemin terlebih dahulu, biasanya sih siang hari, karena seperti di awal, ia selalu telat masuk sekolah.

“TAEBABY~~~~TAEBABYYYYY~~!!!” Pekik seseroang dari ujung depan kelas, Jonghyun yang mendengar itu sontak langsung menegakan tubuhnya lagi, dan Taemin melihat ke arah namja cantik yang baru saja berteriak dan berlari ke arahnya. Belum bisa bereaksi, tubuh nya sudah di serang dengan bear hug oleh namja cantik itu. “AHHH… BABY … HAPPY BRITHDAY BABY … UMMA LOVE YOU… UMMA LOVE YOU SO MUCH …”, pekiknya menggoyangkan tubuh Taemin yang hanya bisa pasrah kekanan dan kekiri.

“o-oke…ugh..*cough* ..H-hyung, please, aku tidak bisa bernafas …”, ucap Taemin memelas dan menepuk lengan namja cantik itu untuk berhenti memeluknya, dan siap membuatnya pingsan ditempat kehabisan nafas.

“KEY!”, pekik Jonghyun kesal, namja cantik yang baru saja datang itu menoleh ke sisi kanannya dengan tatapan innocent.

“Oh, kau Jong, apa?”, tanyanya polos.

“KAU BERISIK SEKALI SIH PAGI-PAGI?! AKU MENCOBA UNTUK TIDUR LAGI! KAU PELANKAN SEDIKIT VOLUME MU!”, ucap Jonghyun kesal. Key yang ditegur dengan teriakan seperti itu ekspresinya langsung berubah, Jonghyun yang baru saja sadar kalau ucapannya membangunkan rubah ekor 9 itu langsung terdiam dan melirik ke arah Taemin meminta pertolongan.

“Sejak kapan kau menyuruh ku seenaknya Kim Jonghyun?”, tanya Key kesal, ia menunduk, membuat poninya menutupi matanya, mungkin terlihat keren, taoi tidak, itu adalah ekspresi awal sebelum amarahnya pecah.

“Stop Key, nanti make up luntur kalau kau marah di pagi hari begini. Terlebih didepan taebaby mu.” ,

“Onew Hyung!”, sapa Taemin berdiri dan memeluk Onew aka Jinki dengan erat, “Kau disini, kapan kau kembali dari Jepang? kau bilang kau akan disana sampai 5 Agustus?!”, pekik Taemin senang, tidak percaya, seluruh Hyungnya dan juga Jonghyun ada didepannya, terlebih Jinki, senior nya itu dan sudah ia anggap Hyungnya datang dan kembali dari pertukaran pelajar di Jepang.

“Hahaha … kau sudah besar neh Taemin nah …”, ucap Onew mengelus kepala Taemin dengan sayang, Taemin menepisnya dan merapihkan rambutnya lagi. Jonghyun tersenyum melihat nya, dan Key yang mendengar suara Onew seakan lupa dengan marahnya. Taemin hanya bisa tersenyum, ia tahu Key sahabatnya yang lain itu sangat suka dengan Onew …

“Baguslah kalian disini, aku senang kita bisa berkumpul >.<” ucap Taemin senang, Jonghyun, Key, dan Onew hanya berdecak dan mengelus kepala sahabatnya yang manis itu, meski sudah 18 tahun ia masih terlihat lucu.

Mereka bercanda sebentar sebelum bel berbunyi dan kembali kekelas masing-masing, Key dan Onew satu angkatan, namun beda kelas, sedangkan Jonghyun dan Taemin duduk dikelas 2 dibawah mereka, namun tetap beda kelas. Pertemanan mereka lagi-lagi dipertemukan karena dari seni saat mereka tergabung dalam teater sekolah.

.

.

“Kudengar ada siswa pindahan baru di kelas 2-C.”
“Iya! kudengar orangnya sangat tampan, tubuhnya juga tinggi, kupikir dia senior, ternyata dia seumuran dengan kita.”
“Tapi, rumornya jelek, dia dikeluarkan dari sekolah sebelumnya, entah karena apa? katanya perkelahian siswa.”
“Oh ya? sayang sekali, padahal sepertinya orang nya baik, memang sih terlihat cool dan calm, tapi …”
“Dan kudengar dia juga atlet lompat tinggi.”
“Oh ya? waw!”

Taemin mengepack semua alat tulis dan bukunya kedalam tas, ia mendengar sekelebat cerita itu dari teman-temannya. Anak baru … jujur saja, ia tidak seperti mereka, yang selalu ingin tahu hal terbaru dan terupdate disekolah dengan cara bergosip, bisa dibilang Taemin hampir ansos (anti sosial). Tapi tidak, dia hanya tidak mau ambil pusing hal sepele begitu saja, teman baru atau teman lama sama saja kan? toh orang juga ada yang datang dan pergi?

“Saatnya berbagi makanan ku …”, ucap Taemin mengangkat tas yang sedari tadi pagi ia bawa ke sekolah, ia buka tas itu dan didalamnya ada banyak roti kacang merah yang sengaja ia buat untuk dibagikan keseluruh teman-teman kelas 2 atau kelas 3 jika ada yang ia kenal, dan tentu saja guru-guru disekolah. Itu sudah jadi kebiasaannya selama bertahun-tahun, membagikan roti kacang merah dihari ultahnya.

“Hei teman-teman …”, pekiknya, seluruh teman-temannya menoleh ke arahnya, bahkan yang siap untuk keluar karena pergantian jam ke 5 berhenti di tempatnya dan menoleh padanya.

“Jangan keluar kelas dulu, aku akan bagikan makanan untuk kalian …”, ucap Taemin tersenyum lebar. Seluruh siswa bersorak ria dan kemudian mengerubungi nya dengan senyum lebar.

“Hei, hei, minggir … sabar lah sedikit, dasar kalian ini serigala lapar …awass..”, sergah Jonghyun yang tiba-tiba datang dari kelas lain dan menyerebot gerombolan dari mereka, dan berdiri disisi Taemin, menatap Taemin sekilas dan menatap malas pada teman-teman Taemin.

“Yah! setidaknya kalian harus ucapkan selamat ulang tahun dulu untuknya! masa kalian mau menerima makanan darinya dengan cuma-cuma?!”, umpat Jonghyun, teman-teman Taemin terkejut, ternyata dibalik niat Taemin itu malah Taemin yang sedang ultah.

“Kau sendiri saja tidak memberikan ucapan padaku, kenapa kau yang malah marah pada mereka?”, tanya Taemin berdecak, Jonghyun yang kena skakmate itu langsung diam, dan ia dilihat oleh banyak pasanga mata teman-teman Taemin yang mulai menyalahkannya.

“Y-ya ya yah!! kalian tidak usah menyalahkanku! baiklah baiklah, arraso!”, ucap Jonghyun berdeham dan berbalik menghadap Taemin, ia menarik nafas dan melihat ke arah Taemin yang menahan tawanya, puas.

“MM .. well, Taemin ah! mianhe karena aku tidak mengucapkan selamat … ng … ah, sudahlah! saengil chukae untukmu!!”, Jonghyun malas berlama-lama, ia malu, ia berkata begitu dan lansung memeluk Taemin dengan erat dan melepasnya sebelum beralih ke teman-teman Taemin.

Taemin tersenyum dan mulai membagikan kue itu pada mereka satu persatu sambil menerima ucapan terima kasih dari mereka.
“Kudengar dikelasmu ada anak baru?”, tanya Taemin disela ia membagikan kue,

“Iya. Aku juga tidak terlalu memperhatikan, sisa jam pelajaran hanya kuhabiskan untuk tidur … hahaha …”, tawa Jonghyun, Taemin hanya berdecak kesal.

“Nah, sudah! sisanya masih buat kelasmu, dan kelas sebelah. Kau bisa bantu aku? aku akan bawa ini untuk ke ruang guru …”, ucap Taemin tersenyum lebar. Ia membawa tas lain yang ia siapkan untuk guru-gurunya.

“Kau baik sekali yah, setiap tahun kau lakukan ini … apa ini bukan pemborosan namanya?”, tanya Jonghyun menoleh padanya, Taemin hanya tersenyum.

“Aku lakukan ini hanya untuk kesenangan ku saja! lagi pula, lumayan, aku cukup diingatkan?”, tanya Taemin tertawa, Jonghyun berdecak.

“Kau tidak perlukan itu Tae … kau cukup diingat oleh teman-teman, karena kau baik dan juga ramah …”, ucap Jonghyun menepuk pundak Taemin, mereka tersenyum.

“Thanks Jjong, but nope, its ok for me …”, Jonghyun hanya mengangkat bahunya, ia akan dukung apapun jika Taemin rasa apa yang ia lakukan adalah positif dan juga membuat ia senang.

“Aku serahkan sisanya padamu yah, nanti ketemu dikantin saja bersama Onew dan Key hyung. bye Jjong, and gomawo.”, Jonghyun hanya mengangguk dan sibuk lagi memberikan kue itu pada teman-teman Taemin, bahkan dari kelas nya yang sengaja langsung datang karena tidak sabar menunggu bagian.

.

.

“Kau dapat itu dari siswa yang sedang ulang tahun?”, tanya seorang namja tinggi bersandar di sisi tembok lorong sekolah dan melihat pada namja disebelahnya yang asik memakan roti kacang merah.

“Iya! dia selalu lakukan itu setiap tahun, well, baru 2 tahun ini sih …”, ucapnya lagi. “Namanya Taemin, dia selalu begitu, orangnya baik, meski sedikit pendiam dan cuek, tapi kalau kau kenal ,dia orang yang menyenangkan … “,

Namja tinggi itu hanya mengangguk, baik sekali sepertinya, sampai seluruh siswa tahu kebiasaan nya seperti apa setiap ia ulangtahun, sebegitu perdulinya ia kah dengan teman-temannya? baik, atau malah terkesan mencari muka? molla …

“Kau tidak kekelasnya? sekalian perkenalkan dirimu …”, bisik temannya lagi. “..kau percaya padaku, dia sangat cantik untuk ukuran namja, sudah banyak yang mendekatinya–Oh, Taemin!”,

Namja tinggi itu menoleh ketika temannya yang baru saja berbisik memanggil nama ‘Taemin’ sang malaikat roti itu.

“Terima kasih rotinya …”, ucap temannya, Taemin hanya mengangguk dan tersenyum kemudian berlalu, namun matanya tidak menoleh pada nya sama sekali, hanya pada temannya yang menyapanya. Namja tinggi itu mengerutkan alisnya, ia tidak melihat,atau pura-pura tidak lihat?

“Jangan ambil hati, Taemin memang terkenal dengan sikap cueknya … “,

Namja tinggi itu hanya bergumam, namun ia tidak pungkiri bahwa namja yang baru saja lewat, namja bernama Taemin itu memang menarik perhatiannya, saat ia lihat Taemin muncul dengan rambut pirang, tubuh langsing, dan kulit putihnya itu, entah kenapa ia merasa tidak mau memalingkan wajahnya sedikit pun, sampai ia tidak menoleh ketika punggung Taemin menghilang di belokan lorong sekolah. Menarik sekali … pikirnya.

.

.

Bukan sebuah kebetulan sebenarnya jika namja tinggi yang dikenal bernama Minho itu, selalu bertemu dengan Taemin disekolah, terlebih di koridor, atau bahkan di halaman sekolah ketika ia masuk atau selesai jam sekolah.

“Taemin itu … dia ketua club dance?”, tanya Minho ketika ia menatap sosok Taemin dari depan kelas, ia melihat namja cantik itu asik bergurau dengan 3 namja disampingnya, yang ia tahu adalah Jonghyun -salah seorang teman sekelasnya, dan dua namja lain disisinya, sepertinya seniornya.

Chanyeol, yang sedang asik bermain game di iPodnya menoleh sejenak dan melihat ke arah pandang mata Minho. “Ahaa~ kau kenapa tiba-tiba bertanya tentangnya? jangan kau bilang aku suka padanya yah? akhirnya kau akui juga kalau dia menarik kan?”, ledek Chanyeol.

Minho terdiam, ia mengerutkan alisnya, suka katanya? tertarik?
Mungkin yang kedua lebih tepat di akui oleh Minho, tapi yang pertama tidak tahu, Minho belum pernah bicara padanya sedikit pun …

“Kau jawab saja pertanyaanku … aku tidak minta pendapatmu …”, jelas Minho dingin, Chanyeol yang baru saja kenal dengan Minho selama 1 minggu tahu kalau namja itu tidak mau berhenti menekannya untuk menjawab jika ia tidak menjawab dengan benar.

“Iya, dia ketua dance sekarang, setelah kepemimpinannya dialihkan dari Key, Oh, dan Key itu yang ada bersamanya, yang berambut blonde dan juga cantik itu …”, tunjuk Chanyeol dengan dagunya.

“Namja bermata tajam, dan bergaya bak diva itu? aku bertemu dengannya di kantin, aku tidak suka caranya memandang orang seakan menelitinya dari atas kepala hingga kaki …”, ucap Minho ingat kejadian pertama kali ia bertemu dengan namja tidak menyenangkan seperti Key di hari pertamanya sekolah.

“Hahaha … jangan heran, begitulah Key, he’s almighty diva-ish Key, begitu kita menyebutnya, tepat seperti dugaanmu, tapi dia orang yang baik, dia hanya berinsting kuat, seperti tahu mana orang baik dan mana orang tidak baik …”,

“Memang dia Tuhan bisa menilai orang lain hanya sekali lihat?”.

Chanyeol berdecak, Minho selalu saja tidak mau diam, dan tidak mau kalah dalam beragumen,”Bukan begitu … sudahlah, terima saja kenyataan dia begitu, habis perkara!”, Minho melirik Chanyeol kesal.

Kemudian Minho terlelap dalam pandangannya lagi, melihat Taemin saat itu tersenyum karena lelucon ketiga temannya, dan entah kenapa ia sepertinya ingin melihat senyum itu lagi.

“Jonghyun itu sahabatnya, mereka berteman dekat, kalau kau mau kenal Taemin, kau minta saja kenalan melalui Jonghyun.”, ucap Chanyeol membuyarkan lamunan Minho.

Minho menoleh ke arah Chanyeol, “Teman dekat? aku pikir mereka pacaran. Jonghyun selalu menempel dengan Taemin, merangkul, memeluk, mencubit, segala lovey dovey ia lakukan.”, dan itu entah kenapa membuat Minho sedikit agak gerah … ia masih belum tahu kalau sebenarnya ia tertarik sekali pada sosok Lee Taemin.

“Hahaha … Jonghyun itu puppy people, dia menempel pada siapa saja, dia sering lakukan itu pada Key, dan juga Onew, namja yang satu lagi disana.”, ucap Chanyeol sejenak sebelum berdecak menahan iri karena persahabatan Taemin dan Jonghyun, “Tapi, ia memang sangat dekat dengan Taemin. Banyak yang mengira mereka couple saat mereka masuk sekolah ini … taoi tidak, mereka hanya teman. Well, teman yang dekat sekali.”, ia mengangkat bahunya, sulit menjelaskannya …

Minho hanya menanggapinya dalam diam, “Taemin itu unik.”, gumam Minho pelan, namun cukup didengar oleh Chanyeol.

Minho masih menatap lurus ke arah Taemin, sebelum namja cantik itu dan ketiga temannya hendak beranjak menuju kantin. Namun yang mengejutkannya adalah Taemin tiba-tiba menoleh dan menangkap tatapan Minho yang masih menuju ke arahnya, tidak megejutkan bagi Minho, karena ia pintar menyembunyikan ekspresi nya. Namun ia bisa lihat Taemin menatapnya sejenak dengan mata besarnya dan juga jernih itu, lama … sebelum ia memalingkan wajahnya dari Minho.

Oh, Minho mungkin salah lihat. Apa Taemin blushing barusan itu?
Dan cengiran tercipta di sisi bibir Minho … benar-benar menarik Lee Taemin …

.

.

Nafasnya tersengal , ia menjatuhkan tubuhnya di atas lantai kayu yang dingin dan menatap lurus pantulan tubuhnya yang berkeringat pada kaca didepannya. Kenapa? kenapa sudah selama 2 jam ia menari, dengan power yang luar biasa, bahkan melebihi biasanya, semua bayangan itu tidak lepas dari benaknya?

“Ugh … apa menariknya dia? kenapa dia selalu ada dibenakku, aish, menyebalkan!”, dengan frustasi tangan mungilnya mengacak kepalanya dengan kesal.

Ia menarik nafas, dan merebahkan tubuhnya, menatap langit-langit ruangan dengan nanar.

“Kudengar ada siswa pindahan baru di kelas 2-C.”
“Iya! kudengar orangnya sangat tampan, tubuhnya juga tinggi, kupikir dia senior, ternyata dia seumuran dengan kita.”

Taemin tidak menyangka ia akan bertemu dengan namja itu saat itu juga ketika ia mendengar gosip tentang siswa baru itu.

Ia bukannya tidak melihat, ia hanya pura-pura tidak lihat. Itu lah kebiasaannya, ia tidak mau memperhatikan orang lain, ia hanya malu untuk bertemu atau bertatapan dengan orang asing. Mungkin itu salah satu sifat buruknya, maka orang kadang suka menganggap dirinya sombong … ahh~ kalau dia Jonghyun, ia pasti tidak akan bersikap seperti itu.

Ia tahu namja tinggi itu bernama Minho, ia tahu karena Jonghyun bercerita padanya, bahwa Minho itu orang yang menyenangkan. Dibalik sosoknya yang dingin, ia orang yang ramah … dan mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik, meski terlihat mudah tersinggung.

Namun ia tidak yakin, karena ia sendiri belum pernah bicara dengan Minho …

Namun dilihat dari seluruh siswa kelas 2 mengelu-elukannya, Taemin bisa tebak, Minho sepertinya orang yang mudah di ajak berteman …

Namun, dengan catatan buruknya masuk sekolah, Taemin sedikit berpikir dua kali untuk lebih kenal dengannya, dia tidak mau ambil resiko dengan orang seperti itu, takut salah ucap dan ia jadi sasarannya. Meski ia tahu, jangan menilai orang lain sebelum kau mengenalnya, namun jaga jarak adalah step pertamanya jika ia tidak mau kena masalah …

Hanya saja, tatapan mata Minho saat itu, saat ia menangkap Minho sedang melihat ke arahnya, tidak bisa ia lupakan begitu saja.

“Aku mungkin hanya sedang lelah, atau aku sudah gila, aku tidak mungkin tertarik dengan namja baru yang kulihat beberapa kali … ya, kau mungkin hanya stress Lee Taemin, stress dengan persiapan pertandinganmu …”, ia berbicara sendiri, meski terdengar gila, tapi itu sedikit membantunya.

Ia berdiri dan membereskan perlengkapannya, ia kenakan hoodie bassball dan ia sanggah tas ranselnya dipundak. Sebelum mematikan lampu ruang tari, ia ingin pulang, mandi dengan air dingin, setidaknya menyegarkan pikirannya, mungkin bisa mengenyahkan sejenak bayang senyum Minho dibenaknya.

Ia susuri lorong sekolah yang sudah mulai sepi, sudah jam 6 sore, tentu saja, semua siswa juga hampir tak ada. Ia sedikit kesal, karena lomba ia selalu pulang larut, Jonghyun bahkan langsung pulang karena ia lebih baik tidur siang, dan Key serta Onew, mereka pasti langsung pulang atau belajar bersama menghadapi ujian akhir. Ia jadi sedih, kadang waktu bermain mereka sudah lama berkurang.

Bruumm~

Taemin menoleh ke arah parkiran sekolah, tepat di sebelah kanan halaman sekolah, ia lihat sebuah motor sport berwarna biru berbunyi dan suara yang agak memekakakn telinga membuatnya jengah. Siapa yang membawa motor seperti itu kesekolah? well, banyak siswa yang membawa kendaraan kesekolah, mobil, motor, sepeda, tapi setidaknya, bawalah kendaraan yang ramah lingkungan dan juga ramah suara.

Itulah kenapa Taemin tidak suka membawa kendaraan, tidak seperti Jonghyun atau Key yang terkadang membawa mobil, atau Onew yang membawa sepeda. haha.

Namun ketika ia ingin berjalan begitu saja ia melihat sosok yang ada di atas motor itu … Minho.

Taemin tidak perduli, ia berjalan keluar sekolah menuju halte bus. Siswa baru datang kesekolah dengan motor sport, mungkin Minho benar-benar namja tukang pamer, atau mungkin dia namja sombong dan belagu.

Lagi pula, mau apa dia bawa motor kesekolah tapi pulangnya sudah sangat telat? dia bahkan tidak terlihat sedang ikut club apapun, setau Taemin, club yang berlatih hanya club nya saja hari itu.

Ah, ia mulai kesal, buat apa sih ia mengomentari Minho, Minho dan Minho? kenal saja tidak, perduli apa dia dengan apa yang mau Minho lakukan?

DIIN

Taemin terkejut, ia menoleh kaget ke sisi kanannya, ia melihat lagi, ya, sosok itu, tidak salah lagi, sosok yang baru saja ia komentari terus menerus dibenaknya, sosok yang duduk manis di atas motor sport birunya … Minho, dan sosok itu sedang menatapnya dari balik helm fullface nya.

“Hai.”, sapa namja itu, Taemin hanya bisa terdiam dan masih terkejut, mau apa dia? dan tidak Taemin pungkiri, suara bass Minho benar-benar terdengar manliy, sekaligus menyeramkan …

“H-hai ..”, akhirnya Taemin berani mengeluarkan suaranya.

Minho melepas helmnya dan tersenyum pada Taemin. Taemin saat itu juga bisa rasakan ada naga yang berontak didalam perut-perutnya, dan juga ada rasa panas yang menyerang pipinya, ia terpana dengan senyum Minho …

“Kau … Lee Taemin kan?”, tanya nya lagi, jantung Taemin berdegup cepat, ia hanya bisa mengangguk, dan hell, Minho malah membalasnya dengan cengiran yang ia pikir sangat tampan. Oh shitt, dia berpikir Minho tampan.

“Salam kenal. Aku–“

“Choi Minho.”, UPS! sontak Taemin langsung menutup mulutnya rapat, shit shit shit … ia ingin sekali tenggelam dimakan dasar tanah, ia malu sekali, ia hindari tatapan terkejut Minho dan kemudian wajah Minho yang berubah menyelidik sekaligus kagum karena namja cantik didepannya itu tahu namanya.

“Itu .. Jonghyun, temanmu … maksudku, temanku juga, dia yang cerita tentang mu …”, ucap Taemin gugup.

Minho hanya tersenyum, cute …

“Oh, begitu yah? aku pikir kau mencari tahu tentang ku?”, ledek Minho, dan membuat wajah Taemin bersemu merah lagi, hell … kalau tidak ingat tempat umum, Minho ingin sekali menyerangnya, namja ini benar-benar imut …pikir Minho.

“A-aku?!! tidak!”, ucap Taemin gugup mengibaskan tangannya didepan tubuhnya, kemudian menunduk karena malu bertingkah berlebihan. Jantungnya berdegup cepat ketika ia dengar Minho malah tertawa, ya Tuhan, Taemin hanya berharap jantungnya dikuatkan oleh Tuhan agar tidak berhenti berdetak karena ia suka mendengar tawa bass Minho.

“Kau lucu sekali …”, decak Minho, Taemin mengigit bibirnya, “… kau mau pulang?”,

Taemin mendongak dan mengangguk, “Ya … aku menunggu bis disana.”, ucap Taemin menunjuk halte bis. “Silahkan duluan, senang berkenalan denganmu … Minho.”, ucap Taemin membungkuk, dan berjalan ke arah halte tanpa menunggu jawaban dari Minho, ia hanya berharap bis cepat datang, ia tidak mau berlama-lama dengan Minho.

GREP

Taemin terkejut ketika tubuhnya dibalikan secara paksa, dan ia terkejut lengan mungilnya digenggam oleh Minho dengan erat. Namja tinggi itu sudah berdiri didepannya dengan tersenyum.

“Aku bawa helm, ayo kuantar.”, katanya tersenyum. Taemin diam sejenak, membelalakan matanya,dan berkedip sepersekian detik.

“EHH?!!”,

Naik motor?

Bersama Minho?

TBC~

Heheheh … bagaiman sodara”? udah lama gak nulis 2min. Ah, takut fail deh … maaf yah kalau masih jelek, dan banyak typo. Hope you likey guys, feel free to comment and like xD

Annyeong, happy fasting buat yang menjalankan!

NO NC! hahahaha~
Dan ini 2min, jadi jangan minta ada Onkey yah🙂 ada sih, tapi dikit aja nanti hehehe
*O*v

[Setiap part beda piccunya~ hehehe]

164 thoughts on “[2min] Chasing you! – PART 1

  1. Kyaaaa JongTae deket banget, suka kalo mereka sahabatan begini. Itu siemak Key pagi* udah berisik aja, kan kasian sijjong yang mau tidur :3
    Ceritanya Keren

  2. misi aku readers baru ka, hhe .. ternyata fanfic di sini daebak banget apalagi part chasing you..
    good job thor..

  3. Menarik bgt,,,,ceritanya ringan dn dimple bgt,,,pi bkin pnasaran tngkat akut ma lnjutanya!!
    Nextttt

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s