[JinKibum] Road to Me – Part 3


Main Cast : Lee Jinki – Kim Kibum

Support Cast : Lee Taemin – Choi Minho – Kim Jonghyun

Genre : Life . Romance.

Pairing : OnKey. Slight!2Min

Rating : PG – NC 17, this time is PG.

Author : Eternalonkey Yua

No Bash

No Plagiarism

This is My Story

sorry for typo  ><

 

chapter 3 – my love is pain

“Aku tahu mungkin ini terlalu cepat… tapi…Kibum jadilah kekasihku…”

Kalimat itu terus berputar didalam kepalanya. Namja cantik ini bahkan sudah mencoba memejamkan matanya semenjak dua jam yang lalu namun sia – sia.  Ia terus memikirkannya, bahkan hingga detik ini jantungnya akan berdetak sangat cepat jika mengingat dirinya..Jinki.

Kibum tidak pernah jatuh cinta dan ia tidak mengerti apa yang ia rasakan adalah.. cinta? Apakah Jinki serius dengannya? Atau Jinki hanya mempermainkannya.. seperti ayahnya yang mempermainkan ibunya? Bisakah Kibum membuka hatinya? Apakah Jinki seperti ayahnya yang pernah menyentuhnya dan…. arghh!

Tiba – tiba ingatan kelam akan masa lalunya kembali menyeruak, seperti kaset rusak dan membuatnya kepala dan hatinya sakit.

Setiap manusia memiliki masa kelam. Jinki memilikinya, dan Kibum juga.Siapa sangka dibalik senyumnya dan sifatnya yang terkadang terkesan terbuka… ada luka dihatinya. Luka yang mati – matian ia tutupi?

Kibum bekerja keras..ia pergi dari rumahnya saat usianya terbilang muda. Ia tidak ada tempat tujuan, hanya dirinya sendiri.

Dingin.

Malam dimana Kibum memutuskan melarikan diri dari rumahnya. Saat ummanya tidak sedikitpun mempercayai perkataannya mengenai suami sang umma. Yah… dia bukanlah appa Kibum. Appa Kibum sudah pergi semenjak ia berusia delapan tahun. Lalu semenjak itu ia tidak mengerti apa arti seorang appa.

Kibum menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia tidak menjawab pertanyaan Jinki saat itu. Ia harus memastikan segalanya, hatinya dan hati Jinki.

.

.

.

”Uh…”

Jinki memutar posisi tidurnya semenjak tadi, namun matanya masih tidak bisa terpejam. Masih segar diingatannya, mata itu..Mata cantik yang tajam dan dalam. Jinki tidak tahu mengapa ia berani mengatakan hal secepat itu pada Kibum. Ia hanya orang asing bagi Kibum, mengapa ia berharap terlalu banyak? Kibum… ia merasa dalam sorot mata itu ada sesuatu. Hal yang tidak asing, tapi apa? Ia berusaha terus mengingatnya.

”Maaf Jinki… a-aku…aku tidak bisa menjawabnya.. a-aku…”

Yah!

Jinki tahu, seperti itulah jawaban Kibum, ia sudah tahu akan seperti ini. Ia merutuki dirinya sendiri atas kebodohannya. Ini memperburuk semuanya, tapi mengapa saat ia mencium Kibum, ia tidak mendorongnya? Ia tidak menolaknya! Atau? Ini hal yang biasa bagi Kibum?

Oh Shit! Jinki what’s wrong with your mind!

Saat itu Jinki hanya bisa terdiam dan melihat Kibum didepannya yang menundukkan kepalanya.

”Aku akan menunggu…”gumam Jinki.

Hanya itu yang bisa dikatakan Jinki. Ya ia menunggu Kibum menerimanya. Ia tidak mungkin menyerah begitu saja bukan? Bahkan untuk pertama kalinya jantungnya berdebar untuk seseorang.

Kim Kibum.

Jinki menatap langit – langit kamarnya. Setelah kejadian kemarin, hubungannya dengan Kibum menjadi sedikit kaku. Setiap matanya bertemu dengan Kibum, maka sesaat mereka mengalihkan pandangan mereka. Jinki tidak tahu, apakah Kibum membencinya? Ia harus menyelesaikan ini. Ini tidak bisa berlanjut lebih lama lagi.

Ia memutuskan beranjak dari kasurnya dan duduk dimeja belajar, lalu ia menulis. Sudah beberapa hari ini ia tidak menulis. Ia tersenyum saat menggoreskan tinta dibuku diarinya. Tidak, Jinki tidak mengerjakan pekerjaannya sebagai novelis dan mengetik lagi bukunya yang belum selesai.

crap~!

Yah! Ia baru ingat dengan buku dan janjinya pada Jonghyun akan mengabarinya ketika ia sudah berhasil menemukan Taemin. Ini sudah seminggu ia di Barcelona, ia yakin sekarang Jonghyun sudah meradang menunggu kabarnya. Beberapa hari yang lalu saat ia mencoba menghubungi Jonghyun, tidak ada jawaban. Ia pikir mungkin Jjong sedang sibuk. Lalu Jinki membuka laptop nya dan Bing!!

Email memenuni inboxnya dan semua dari Jonghyun.

Hubungi aku Jinki! Bagaimana Taemin?Sudah bertemu dengannya?

Yah! Aku ganti nomor, hubungi aku di 061xxxx

Jinki! Kenapa kau belum juga menghubungiku? Aku dikejar pihak penerbit!

Jinki.. apa kau lupa jika kau masih ada kewajiban di Korea? Atau kau lupa ingatan? atau kau terjerat seseorang disana? -___-’’

Oke! Cukup .. ini email terakhirku dan lihat aku akan segera berada didepanmu.

O_O

Huh?

Apa ia tidak salah baca? Jonghyun ingin kesini? Jinki menepuk keningnya pasrah. Bagaimana bisa ia melupakan sahabat sekaligus manajernya itu.

===***===

Suara bel membangunkan Jinki dari tidur nyenyaknya, ia menutup kupingnya dengan bantal mengabaikan suara gaduh itu. Ia masih lelah, biarkan saja Minho yang membuka pintunya.Namun suara bel justru semakin keras. Jinki mengerang kesal dan dengan sangat terpaksa menuruni kasurnya.

”Who are Y-“

”Hai Jinki..Long time no see?”

Gulp.

Jinki menelan kata – katanya lalu melihat sosok didepannya yang menatapnya dengan senyuman mengerikan.

Kim Jonghyun.

”Kau.. bagaimana kau tahu?”

”Biarkan aku masuk dahulu.. kau ini tidak tahu sopan santun..”

Jinki mendesis kesal, lalu mempersilahkan Jonghyun masuk dan seraya berjalan menuju counter dapur mengambil jus jeruk di kulkas.

”Jadi bagaimana kau bisa kesini?” tanya Jinki seraya menuangkan jus jeruk segar.

”Tentu saja dari Jordan.. Pabo! Dia kan temanku. Aku langsung menghubunginya dan dia bilang kau menginap di apartemen karyawannya. Mana dia? Lalu bagaimana dengan Taemin?”

Jinki meletakkan jus dimeja tamu lalu duduk di sofa disamping Jonghyun.

”Kau ini banyak sekali bertanya.. ini masih pagi..”

“Aish… ini sudah pukul 09.00 pagi..apa kebiasaan bangun pagimu sudah lenyap?” Jonghyun mendesis lalu menyeruput jus jeruknya.

“Hyung.. siapa yang datang? maaf aku sedang mandi tadi..”

“Ah.. ini dia.. Jjong, kenalkan ini Minho, Minho ini adalah manajerku, Jonghyun..” Jawab Jinki singkat.

”Ah ne~ Choi Minho..”

”Kim Jonghyun..”

Lalu keduanya berjabat tangan dan tersenyum.

“Yah!”

Jinki bersandar pada punggung sofa dan memejamkan matanya seolah tertidur. Jonghyun mendorong pelan lengannya. Jinki hanya menggumam dan masih memejamkan matanya, Minho terkekeh melihat kedua orang dihadapannya ini.

Tapi jika diperhatikan dengan seksama, kantung mata Jinki terlihat lebih besar, apa dia tidak bisa tidur semalam?Pikir Minho.

”Yah! aku lapar.. ayo kita keluar mencari sarapan… ?! yah! Jinkiiii….”

Ah, benar juga.. disini tidak ada makanan, pikir Minho saat itu.

”Neh hyung.. kita ke restoran jordan saja… Kibum pasti ada disana, kita bisa meminta ekstra..” Minho tersenyum lebar, bodoh padahal dia juga bekerja disana, hanya saja kali ini bukan gilirannya.

Kibum?

Sontak Jinki membuka matanya lebar – lebar. Apa ia tidak salah dengar? Sedangkan Jonghyun bertanya dari sorotan matanya, Kibum?nugu?

“Kibum? apa dia temanmu?” tanya Jonghyun pada Minho.

”Ne.. ia tinggal di gedung apartemen ini juga.. dan ia bekerja disana, kemarin kami berempat sempat berjalan – jalan ke Barceloneta bersama Taemin juga..”

Hening.

Jadi? Jinki sudah menemukan Taemin, lalu mereka sempat berjalan – jalan? apa tidak salah?Jonghyun menoleh menatap Jinki yang berada disampingnya dengan tatapan sinis. Bisa-bisanya kau tidak mengabariku,Lee Jinki?-look.

”Ah.. ya Minho ide bagus.. aku juga lapar.. Jjong tunggu aku mandi..”

Secepat kilat Jinki beranjak dan mengabaikan tatapan penuh pertanyaan dan hujatan sahabatnya itu. Biarlah nanti ia akan menjelaskan semuanya, kini yang ada dipikirannya adalah Kibum dan Kibum.

.

.

.

Kibum terlihat tengah sibuk membereskan meja, namun matanya terlihat kosong, bahkan beberapa kali ia menabrak orang. Sepertinya ada yang mengganggu pikirannya saat ini.

”Kibum… ada apa? apa kau sakit? tidak biasanya kau terlihat tidak berkonsentrasi seperti ini?”

Nyonya Park, yang merupakan seorang keturunan Korea, istri dari Jordan menegur Kibum. Memang benar, tidak biasanya Kibum seperti ini.

”Maaf nyonya.. aku hanya sedikit lelah, tapi sungguh tidak apa – apa.. sekali lagi maafkan aku…” Kibum membungkukkan badannya berkali – kali seraya mengucapkan maaf. Nyonya Park lalu tersenyum dan menepuk bahu Kibum agar ia istirahat saja jika memang tidak enak badan, kebetulan hari ini restoran tidak begitu ramai.

”Hyuuuuung!”

Hah?Sepertinya Kibum mendengar suara yang tak asing.

Taemin!

Untuk apa ia kesini? Bagaimana ia bisa tahu lokasi restoran ini? Aish.. anak ini semoga tidak membuat kekacauan. Kibum menggerutu seraya menghampiri Taemin. Lalu ia menghentikan langkahnya saat melihat sosok lain dibalik Taemin.

Jinki….

Mata mereka sempat bertemu, namun Kibum mengalihkan lagi pandangannya ke Minho dan seolah bertanya-apa yang kau lakukan disini?-look.

”Yah.. Kibum.. kenapa dengan wajahmu? Kebetulan teman Jinki hyung datang dari Korea, lalu kami lapar.. dan okay aku rasa kau bisa menyimpulkan sendiri..”

”Oh.. jadi kau Kibum? kenalkan aku Kim Jonghyun? teman sekaligus manajer Jinki…”

Jonghyun memberikan tangannya untuk berjabat tangan lalu dibalas oleh Kibum, sedangkan Jinki tidak sedetikpun melepaskan tatapannya pada sosok cantik didepannya ini.

”Kim Kibum..” jawab Kibum ramah dan tersenyum.

“Ah.. hyung ayo kita duduk.. aku lapar… Kibum hyung, aku pesan menu terenak disini! yang termahalpun tidak masalah…”

Jinki menoleh ..ckck benar – benar pemborosan. Taemin menarik bangku didepannya lalu duduk, bersenandung seraya melihat menu – menu di buku menu.Minho ikut duduk disamping Taemin, ”Yah kibum aku seperti biasa.. kau tahu kan? ayolah layani tamu dengan semangat..?!” Minho sedikit meledek Kibum yang saat itu hanya bisa terbengong, rasanya ingin sekali melemparkan apa saja ke muka Minho saat itu.

”Baiklah.. kalian bagaimana? Mau pesan apa?”

Kibum bertanya pada Jinki yang masih menatapnya dan Jonghyun. Ia tidak nyaman terus ditatap seperti itu dan mencoba mengabaikannya.

”Ah.. aku seperti Taemin saja.. makanan terenak dan termahal disini..”Kekeh Jonghyun, kemudian ia menyikut lengan Jinki yang masih terdiam dan menatap Kibum didepannya.

”Ah.. aku juga.. aku dengar paella enak? aku ingin itu saja…”jawab Jinki pelan dan tersenyum.

”Ne.. mohon tunggu sebentar…” Kibum membungkukkan badannya.

Ini merupakan restoran sekaligus cafe. Jordan dan istrinya membangun restoran-cafe ini dengan membuat beberapa menu campuran Spanyol – Korea. Jadi jika ada orang Korea yang ingin memakan masakan Korea bisa dihidangkan disini. Masakan Korea tidak tertera di menu, karena menu ini spesial diberikan bagi turis Korea.

Jika ingin merasakan menu – menu ringan, mereka bisa makan diluar seraya melihat keramaian diluar. Cuaca saat itu juga masih hangat.

”Ah?! Jonghyun! Apa kabar?” Jordan datang menghampiri bersama istrinya.

“Jordan hyung! Apa kabarmu? Wah.. restoran mu semakin besar saja?!”

Mereka berpelukan lalu nyonyaPark tersenyum dan bersalaman dengan Jonghyun, setelah Jordan memperkenalkannya.

“Ada apa kau datang ke Spanyol? bukankah kau bilang kau sangat sibuk?”

“Ya… aku ada urusan yang penting disini,…”

Jinki berdehem lalu berdiri, “Maaf merepotkanmu.. aku Lee Jinki yang tempo hari dijemput oleh salah satu karyawanmu, Minho, dan ini adikku Taemin…”

”Oh… arrasseo…” Jawab Jordan mengikuti logat istrinya dan disambut tawa oleh lainnya karena terdengar sangat lucu.

Tak lama kemudian Jordan dan istrinya pamit karena harus mengecek makanan di dapur. Ia juga berjanji akan memberikan makanan ini cuma – cuma. Jinki tersenyum dan berkali – kali mengucapkan terima kasih.

”Ah tidak adil.. kau harus tetap mentraktirku Jinki..” ucap Jonghyun datar.

Jinki mendesis kesal dan menyikut lengan Jonghyun. Minho hanya tersenyum melihat kelakuan mereka, lalu dibawah meja ia menyenggol kaki Taemin.

Taemin yang masih asik melihat gambar – gambar makanan di buku menu awalnya tidak mengindahkannya, lalu semakin lama Minho masih saja menganggunya.

”Mwo?” Taemin menoleh kesal dan bergumam pelan.

“Kau masih marah dengan hyungmu..dan aku?”

”Tidak..” jawab Taemin pelan.

”Kalau begitu jangan pasang wajah menyebalkan.. kau tahu..kau terlihat jelek..” bisik Minho.

”Mwo?!” jawab Taemin agak keras.

”Hei.. ada apa Taemin? kenapa berteriak?” tanya Jonghyun heran.

”Tidak.. hanya saja aku teringat sesuatu.. sebentar lagi kontes itu akan diselenggarakan. Aku harus pergi ke beberapa tempat..” jawab Taemin asal.

Minho menahan tawanya, melihat ekspresi kesal Taemin saat itu. Baginya Taemin terlihat sangat lucu jika sedang kesal.

”Kontes? kontes apa? Hei bisakah seseorang menjelaskannya?”

Belum sempat Jinki menjawab, Kibum datang membawa makanan mereka dan meletakkanya di meja.

”Kibum hyung.. kau juga ikutlah makan dengan kami.. aku tahu kau  belum makan hyung..”

Taemin berdiri menarik lengan Kibum untuk duduk ditempatnya, sedangkan ia menarik bangku satu dan duduk di sisi depan. Kebetulan meja ini berbentuk persegi panjang untuk empat orang saja. Sebenarnya Taemin hanya mencari alasan, ia jengah berada disamping manusia menyebalkan itu. Ya of course.. Choi Minho..tsk.

”A-aku tidak..”

”Ya benar.. Kibum makanlah bersama kami.. dan menu ini banyak sekali.. aku juga perlu berterima kasih padamu karena direpotkan oleh dua manusia ini…” Jonghyun menunjuk Taemin dan Jinki dengan dagunya.

Deg

Deg

Bukan.. bukan itu masalahnya, hanya saja ia ingin memghindari tatapan itu. Kini ia malah berada didepannya, didepan Jinki yang masih betah memandanginya. Kibum tidak ingin melihatnya, karena jantungnya berdetak tidak normal saat mata sabit itu menatapnya.

Ia mengigit bibir bawahnya lalu terpaksa mengikuti permintaan mereka.

”Ah baiklah.. masih ada beberapa menu yang harus kubawa.. kalian tunggulah sebentar..”

”Biar kubantu dia…”Jawab Minho lalu berdiri dan menghampiri Kibum.

Kini tinggal Jinki, Taemin dan Jonghyun.

”Jadi Taemin.. Kompetisi apa itu? dan kapan kau akan pulang? Hyungmu ini tidak ingin pulang sepertinya jika tanpamu…”jelas Jonghyun seraya mulai mengunyah makanannya.

”Fotografi.. MACBA…”

”Uhuk….m-mwo??” Jonghyun tersedak makanannya, Jinki memberikannya segelas air putih dan menepuk punggungnya.

”Dan perlu kau tahu Jjong… Kompetisi itu berlangsung bulan depan..”

Jonghyun membelalakkan matanya tidak percaya. Sebulan lagi? So Jinki juga tidak akan pulang begitu? Hah! Yang benar saja. lalu, MACBA? Itu bukankan salah satu galeri paling terkenal di Barcelona? Apa yang ada dipikiran anak ini sebenarnya dengan ,mengikuti kompetisi besar seperti itu? membuang waktu saja, pikirnya.

Ya Taemin mungkin memang gila, tapi jangan lupakan Kibum yang ternyata sama gilanya dengan Taemin. Pemenang kompetisi akan mendapatkan hadiah berupa tiket pesawat keliling beberapa Negara di Eropa dan selama kompetisi 10  hasil karya terpilih akan dipajang di galeri MACBA ini. Museum putih yang indah ini akan memajang hasil karya mereka?! Bukankah itu keren?

“Ya sudah Jinki.. kau tetap harus pulang bersamaku.. kita masih banyak perkerjaan..” Jawab Jjong tegas.

Taemin mendesis menaikkan sudut bibirnya, seperti ada sesuatu yang ia ingin katakan dan Jinki tahu itu bukanlah hal yang bagus. Ck! Anak ini…

“Aku tidak janji akan segera pulang kalau begitu…”

“ Lee Taemin!!” Jinki menaikkan volume suaranya, ia kesal dengan sifat Taemin belakangan ini yang keras kepala. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi, kenapa adiknya ini sama sekali tidak memahaminya.

”Hey,… maaf ada apa ini?” Minho datang diikuti bersama Kibum dibelakangnya yang juga membawa beberapa makanan. Minho dan Kibum meletakkan makanan tersebut di meja lalu duduk dan masih dengat tatapan bertanya menatap Taemin dan Jinki bergantian lalu Jonghyun.

”Ah.. maaf tidak ada.. ayo kita makan saja…” jawab Jonghyun cepat.

Jinki dan Taemin tampak masih sangat kesal dan memilih diam membuat suasana menjadi canggung.

”Taemin.. jadi kita akan kemana hari ini..?” tanya Kibum mencoba mencairkan suasana.

”Tidak perlu kau temani dia lagi Kibum… ” jawab Jinki dingin.

”Apa? hyung?! apa maksudmu?! aku membutuhkannya!”

”Pergilah bersama Minho.. dia lebih mengerti Barcelona..dan Minho.. tolong jaga adikku ini..”

What?! bersama dia? Choi Minho yang super menyebalkan ini? NO! Baru saja Taemin mau membuka mulut, Minho menyelanya “Baiklah hyung… tenang saja semuanya aman bersamaku..”

Minho menahan senyumnya dan melirik penuh arti kearah Taemin yang hanya bisa mencibir kesal.

“Lalu Kibum.. sebagai gantinya.. kau temani aku… kau juga ikut kompetisi itu kan?jadi tidak baik jika kau dan Taemin mengambil foto ditempat yang sama..” jawab Jinki datar.

Deg!

Kibum membeku ditempat tidak tahu harus berkata apa, karena ada benarnya juga. Ia juga tidak tenang jika berjalan bersama Taemin, anak itu sering kali menghilang dari pandangannya. Ia jadi tidak fokus memotret.

”Tenang saja.. aku juga akan membayarmu seperti Minho.. kau tidak akan membuang waktumu seperti yang kau lakukan untuk Taemin.. maaf selama ini direpotkan olehnya..”

”N-ne.. baiklah…”jawab Kibum agak gugup. Ia menghindari lagi tatapan Jinki. Ia tidak mengerti harus bagaimana, masih terasa canggung baginya apalagi saat ingatan itu datang. Wajahnya akan memerah.

Jonghyun yang belum mengerti akan bagaimana keputusan Jinki, ia hanya diam saja dan memutuskan akan membicarakan ini nanti.

”Oh ya.. Hyung.. apa kau tidak bisa tidur ? kenapa matamu sepertinya bengkak? kau juga Kibum?”tanya Minho enteng menatap keduanya bergantian.

”Uhuk..”Kibum tersedak dan langsung mengambil gelas didepannya.

Taemin menggendikkan bahunya dan tersenyum kecil. Tentu saja ia tahu hyungnya ini ada apa- apa dengan Kibum. Kibum saat pulang dari Barceloneta juga ia tampak tidak konsentrasi, ia terlihat suka melamun dan tidak lagi histeris saat Taemin mengacak isi kulkasnya.

”Ah ya aku hanya kurang istirahat saja.. yasudah kita lanjutkan makan kita….” jawab Jinki, lalu ia menatap lagi Kibum yang berada didepannya, wajahnya memerah dan ia berusaha menghindari tatapan Jinki.

=====***=====

”Yah!”

”Mwo?!!”

”Tunggu aku!”

Seperti inilah Taemin dan Minho. Sepanjang perjalanan saling teriak dan Taemin tidak sudi berjalan disamping Minho. Ditambah Minho malah membawanya kesini.

Camp Nou.

Stadion sepak bola? Cih! Kalau tidak niat mengantar lebih baik tidak usah mengantar! Minho yang bersikeras mengatakan bahwa stadion yang besar dan terkenal ini adalah salah satu tempat terbaik di Barcelona, tetapi Taemin terus protes. Padahal ia ingin ke bangunan bersejarah atau semacamnya saat itu. Bukan lapangan hijau dan bola. Bukannya ia tidak menyukai sepak bola, hanya saja ia sedang tidak ingin kesana.

”Sudahlah jangan marah lagi.. kita masuk dulu dan kau akan lihat keajaiban..”Minho menyusul Taemin dan merangkul pundaknya. Taemin langsung menangkis tangan Minho dan bersungut kesal.

Minho menggeleng melihat tingkah Taemin yang super keras kepala. Lalu mereka berdua memasuki stadion dan…..kosong.

Taemin semakin kesal dan berbalik menatap Minho tajam.Minho tersenyum lalu melewati Taemin dan berbisik…”Lihat aku…”

Minho berlari menuju tengah lapangan dan entah dari mana ia sudah menggiring sebuah bola dan berlari menuju gawang. Wajah Minho berubah menjadi sangat serius. Taemin tersentak dan tak menyangka ternyata manusia menyebalkan bernama Minho memiliki ekspresi itu.

Minho berlari semakin kencang bergerak kekanan dan kekiri seolah didepannya ada lawan. Matanya menatap sangat tajam, nafasnya terengah lalu dengan sangat kuat ia menendang bola dan gol!!

Minho mengangkat tangannya ke udara, mencium telunjuknya lalu menunjuk ke langit, seperti aksi – aksi pemain dunia. Tanpa sadar Taemin tersenyum dan memotret Minho. Minho mengambil bola itu lagi dan menggiringnya lagi, kini ke arah gawang yang berlawanan. Ia melewati Taemin tanpa sedikitpun meliriknya, di mata Taemin kini terlihat Minho yang sedang bermain bola dengan musuh – musuh didepannya.

Blitz

Lagi – lagi Taemin memotret Minho, kini ia memotret punggung lebar Minho yang sedang berlari. Tentu saja tendangan Minho kali ini masuk lagi, tidak seorangpun menjaga gawangnya.

Lagi – lagi ia melakukan gerakan seolah pemenang. Konyol.

Dengan nafas terengah dan membawa bola ditangannya Minho berlari kecil menghampiri Taemin di sisi lapangan.

”hh-hah.. mau mencoba melawanku?” Minho mengangkat sebelah alisnya menantang pria cantik didepannya ini seraya mengatur irama nafasnya.

”Kau yakin? Bagaimana jika kau kalah?”

”Jika aku kalah? Hmm.. berarti hal itu tidak nyata.. dengan kata lain…M-I-M-P-I…”

Minho memelankan kata ’mimpi’ lalu berbalik kembali menggiring bolanya pelan.

”Yah! Tunggu kau! Jika kau kalah maka kau harus menuruti perintahku..”

Minho menahan senyumnya, tidak menoleh dan tetap menggiring bola. Taemin meletakkan kameranya di sisi lapangan dan berlari menyusul Minho.

Kini Taemin sudah berada disamping Minho berusaha merebut bola di kaki Minho dengan susah payah. Ah! Sial! Jika tahu akan bermain bola ia tidak akan memakai celana jeans seperti ini, membuatnya sulit berlari dengan bebas.

Tubuh mereka bersentuhan saling mendorong, Minho berusaha mempercepat larinya dan meninggalkan Taemin. Tidak sampai situ, jangan lupakan Taemin yang juga sangat ahli dalam berlari. Ia mampu menyusul Minho dan mendesaknya. Minho menguatkan posisinya seraya terus menggiring bolanya. Dan ..bruk..!

Taemin jatuh tersungkur kesamping, Minho menoleh lalu kembali berlari. Ia benar – benar tidak ingin kalah. Sampai ia tiba didepan gawang dan menembakkan bolanya.

1-0

”See?”

Minho berlari menghampiri Taemin memberikan tangannya untuk membantu Taemin berdiri namun ditepis oleh Taemin. Ia memilih berdiri sendiri lalu berjalan pelan.

Minho menggendikkan bahunya lalu berlari kecil menghampiri Taemin. Namun semakin lama Taemin juga berlari, ia mengejar..bola!

Ah sial!

Taemin kini menggiring bola itu ke arah gawang Minho, ia berlari sangat kencang bahkan Minho tidak mampu menyusulnya, hingga akhirnya Taemin berhasil mendapatkan angka.

Ck! Licik!

”Jangan remehkan aku Choi Minho..” Taemin berbalik dan tersenyum bangga.

Rasanya Minho ingin sekali tertawa lebar, bagaimana tidak gol kalau caranya seperti itu? Yasudahlah, anggap saja itu bonus darinya.

Minho kini berlari kencang dan mengambil bola yang ada digawangnya, seperti Taemin tadi ia menggiring bola dengan kekuatan super cepat, membuat gol baru.

”Yah! Lee Taemin! Kau juga jangan lengah..” teriak Minho dari kejauhan.

”Kau curang..” teriak Taemin kesal lalu meninggalkan Minho.

Taemin mengambil kameranya lalu duduk di kursi penonton. Hah.. rasanya lelah juga. Minho datang menghampirinya dan duduk disampingnya.

”Hey.. kau kalah.. kau harus mendapatkan hukuman..”

”….” Taemin tidak menjawab dan berpura – pura mengangkat kameranya dan memotret sekeliling.

”Yaaah!” Minho menarik kamera Taemin, membuat namja cantik ini semakin kesal.

”Apa? Katakan saja maumu…!” jawab Taemin kesal seraya mengambil paksa kameranya, namun Minho menarik kamera itu tinggi – tinggi.

”Heiii.. tenang dulu.. aku tidak akan mengambil kameramu ini. Sekarang pejamkan matamu..” perintah Minho.

”Mwo? Sirheo?!”

”Laki – laki tidak mengingkari janjinya.. kau tahu itu kan?”

Taemin memutar bola matanya malas.

”Arra!”

Kemudian Taemin memejamkan matanya. Minho tersenyum jahil.

Ia merapatkan jari tengah dan ibu jarinya membentuh sebuah sentilan dan..tuk!

”aaawww…”

”Bagaimana? Apa kau jadi melihat banyak orang disini?” gurau Minho seraya terkekeh melihat wajah Taemin yang semakin kesal.

Taemin meringis mengelus keningnya. Uh.. menyebalkan sekali. Lihat saja pembalasanku Choi Minho, pikirnya.

.

.

.

Jika Barcelona dikatakan berwarna coklat kemerahan maka Sitges memiliki warna biru. Jika Barcelona memiliki berbagai pesona dan menggairahkan maka Sitges lebih terkesan sederhana dan alami.

Dengan alasan ini Kibum pergi ke sini. Sitges, matahari yang menerobos diantara dinding – dinding berwarna cerah dan laut yang hijau, disinilah kebanggaan Laut Mediterania yang sesungguhnya.

Jinki dan Kibum baru saja sampai, mereka menaiki kereta dari barcelona menuju Sitges dengan kereta api. Begitu meninggalkan Barcelona, pemandangan yang terlihat benar – benar seperti ilusi perjalana kereta api setelah sekian lama.

Turun dari stasiun Sitges dan berjalan sebentar, tampak sebuah desa yang mempunyai kesan berbeda dengan Barcelona, seperti berada di negara lain.

Kibum yang memakai celana merah dan cardigan bercorak kuning dipadu merah dan rambutnya yang blonde terang membuatnya tampak kontras dan mencolok. Jinki menyadarinya semenjak tadi banyak yang menatap Kibum.

Jinki tampil sederhana namun tetap tampan dengan celana jeans hitam dan kaus putih polos dipadu kemeja kotak – kotak biru muda yang kancingnya dibiarkan terbuka, casual.

Diam – diam keduanya saling mengagumi satu sama lain. Saat mata mereka bertemu, Kibum akan mengalihkan pandangannya. Lalu Jinki akan tertawa kecil melihat reaksi Kibum.

Grep

Jinki menggandeng tangan Kibum erat, membuat Kibum terkejut dan menoleh namun Jinki menunjuk arah depan dengan dagunya.

Laut.

Setelah melewati jalan berkelok lalu jalan sempit dan lurus maka terlihat birunya laut didepan. Laut seperti mengintip mereka yang bergandengan tangan. Tidak, Jinki tidak mengucapkan sepatah katapun. Kibum juga diam merasakan hangatnya tangan Jinki. Ia merasa tenang dan aman. Jinki tersenyum lebar ketika mereka sampai di penghujung jalan sempit. Rasanya seperti kau menemukan jalan rahasia. Melalu jalanan yang sempit dan diujung sana disambut oleh kilauan birunya air laut.

Desa ini cukup tenang dan tidak banyak orang. Lihat saja, ada rumah panggung kecil berwarna putih.

”Wah… ini menakjubkan…”

”Ya.. aku juga baru pertama kesini…” gumam Kibum. Perlahan melepaskan tautan tangan Jinki dan tersenyum.

”Aku ingin memotret lebih dahulu…”

Jinki mengangguk, lalu mengikuti Kibum dari belakang menatap punggungnya saja membuat hatinya senang.

”Hmm Kibum.. memang apa tema kompetisi ini..?” tanya Jinki yang kini sudah berada disebelahnya.

Kibum menurunkan kameranya, lalu berkata ” Precious Moment..”

Jinki hanya bergumam mendengarkan penjelasan Kibum selanjutnya.

”Hingga saat ini aku masih tidak mengerti.. aku merasa hasil yang kudapat tidak bagus.. ”

Nada Kibum terdengar kecewa. Ia merasa hasilnya tidak sempurna, ada yang kurang dan Kibum tidak mengerti apa itu.

”Belum…”

”Huh?”

”Ya.. kau hanya belum menemukannya.. dan aku yakin kau akan menemukannya Kibum..”

”Gomawo….”

”Kim Kibum!!!! Fighting!!” Jinki menaikkan suaranya seraya mengangkat kedua tangannya yang mengepal keudara membuat Kibum tertawa karena terkejut dan malu. Terang saja meskipun hanya ada beberapa orang disini tetapi cukup menncuri perhatian dan semua menoleh ke arah mereka.

Jinki tersenyum melihat Kibum tertawa…”begitu lebih baik…”

”Apa? Aku berkata apa hyung?”

”Ah tidaaak… sudah bagaimana kalau kita berlomba hingga tepi pantai? Yang kalah akan mendapatkan hukuman?!”

”Ap- yaaaah! Kau curang Jinki…..?!”

Jinki sudah berlari membentangkan kedua tangannya seperti pesawat. Merasakan semilir angin pantai membelai kulitnya.

Kibum ikut berlari dibelakangnya mengejar Jinki. Jinki menggulung celananya hingga lutut.

”Kibuuuuuum… ppaliiii~ letakkan kameramu disana.. tidak akan hilang..” teriak Jinki.

Kibum menurutinya lalu melepas cardigan balon nya menjadi alas kameranya. Ia menghampiri Jinki yang sudah pergi ke tepi pantai merasak deburan ombak dikakinya.

”Waaah.. dari sini jauh lebih indah.. matahari sebentar lagi terbenam…”gumam Kibum.

”Ya..” Jinki menatap Kibum yang sedang tersenyum manis melihat pemandangan didepannya,”cantik…”

”Ne?”

”Ah ya.. maksudku.. didepan sana cantik.. lihatlah airnya berkilauan..dan angin ini sangat hangat..” gumam Jinki.

”Ya.. rasanya nyaman…”

”Pejamkan matamu..”

”Mwo?wae?” protes Kibum

”Ingat kan kau kalah tadi..” Jinki melipat tangannya didada.

”Ah tapi-”

”Ayolah….aku tidak akan melakukan hal buruk..”

Kibum pun menurut dan memejamkan kedua mata kucingnya. Kini ia hanya merasakan deburan ombak membelai kakinya dan angin yang menerpa tubuhnya. Jinki memundurkan dirinya hingga tepat dibelakang Kibum. Perlahan menelusupkan kedua tangannya kepinggang Kibum dan melingkar sempurna.

Kibum tersentak dan membuka matanya saat merasakan seseorang yang memeluknya.

”Sebentar saja…seperti ini sebentar saja…”gumam Jinki memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya di bahu Kibum.

Kibum menurut, meski lagi – lagi jantungnya berdetak sangat cepat. Merasakan nafas hangat Jinki di lehernya. Membuat tubuhnya semakin lemas. Jinki semakin mempererat pelukannya hingga Kibum dapat merasakan degup jantung Jinki.

”Pejamkan matamu Kibum… jangan curang..” gumam Jinki.

”N-Ne..”

Kibum memejamkan matanya perlahan merasa rileks dan Jinki menyadarinya saat tubuh Kibum tidak tegang seperti tadi.

Beberapa menit berlangsung seperti itu, Jinki tidak peduli dengan tatapan beberapa orang disana. Mereka hanya iri, tentu saja iri padanya.

”Buka matamu Kibum…”

Matahari sedang terbenam, perlahan menghilang dari pandangan, seolah menyelam ke dasar laut.

Indah.

Ingat saat di Casa Mila mereka pernah berjanji suatu saat akan melihat matahari terbenam bersama dan kini hal itu terjadi.

Namun mereka tidak sadar saat langit semakin gelap dan meneteskan air.

Tes

Tes

”Huh?Hujan?”

”Ayo kita berlindung..” Jinki menarik Kibum dan berlari kecil karena hujan semakin deras. Tidak ada tempat lain selain rumah panggung putih itu. Jinki berlari setelah berhenti mengambil kamera Kibum, ia menggenggam erat tangan Kibum.

”Haaah…”

Jinki mengerang kesal. Mengibas bajunya yang basah. Ia melepaskan kemejanya. Kibum juga lumayan basah.

”Ayo kita masuk.. eh sepertinya tidak terkunci…”

Perlahan Jinki membuka pintu rumah satu ruangan itu, rumah panggung yang seperti rumah peristirahatan. Didalam tidak ada orang sama sekali, dan hujan diluar semakin deras. Bahkan kini ditambah dengan petir yang menggelegar.

”Ah..” Kibum tiba – tiba memeluk tubuhnya dan gemetar.

”Kibum… kau tidak apa – apa?”

”Hattchiiim..”

”Ya ampun.. ayo buka pakaianmu.. kau bisa terkena flu jika pakai baju basah..”

Kibum membelalakkan matanya dan menggeleng keras. Ia berlari dan duduk di sofa merah di sudut ruangan. Memeluk lututnya dan tubuhnya bergetar hebat. Jinki menghampiri Kibum dan hendak menyentuh kening Kibum namun langsung ditepisnya.

”Tidak! Jangan! Tidak! Maaf.. aku mohon.. jangan…”

Petir kembali menggelegar. Kibum dengan tubuh gemetar melihat Jinki dengan tatapan yang …ketakutan.

Ada apa dengannya? Jinki mulai berpikir gejala seperti ini seperti sebuah trauma. Ada apa dengan Kibum? Hatinya seperti teriris melihat Kibum.

Lagi kini Jinki memaksa dengan menarik lengan Kibum untuk berdiri dan Kibum semakin histeris.

”Tidak! Appa! Tidaaak… maafkan aku…”

Appa? Apakah ada hubungannya dengan appa nya? Jinki berlutut didepan Kibum yang menatapnya dengan tatapan ketakutan.

”Kibum… ini aku.. Jinki… tenanglah…”

”Ji-jinki…”gumam Kibum.

”Ya.. aku Jinki.. aku bukan appa..aku Ji-n-ki..” Jinki mengeja namanya, dengan cara yang lembut ia mendekati Kibum menarik kedua tangannya dan membelainya dengan ibu jarinya.

”Ji-Jinki..”

”Ya…Kibum…”

Brugh

Kibum menjatuhkan dirinya membuat Jinki terkejut dan terjatuh kebelakang. Kibum memeluk tubuhnya erat dan Kibum diatas tubuh Jinki masih bergetar. Jinki merasa lehernya basah, Kibumnya menangis. Isakkan kecilnya membuat hatinya semakin perih. Ia membelai punggung Kibum pelan, menenangkannya.

”sshh.. aku disini.. Aku Jinki… Kibum ada apa…?”

Kibum hanya menggelengkan kepalanya.

”Baiklah kita duduk di sofa ya?” ajak Jinki lembut.

Kibum hanya diam. Jinki bergerak, menarik lingkaran tangan Kibum di lehernya. Kibum menarik tubuhnya. Air matanya menetes di pipi Jinki.

”Jangan menangis..”

Jinki mengusap air mata di pipi Kibum dengan kedua ibu jarinya.

Jinki akhirnya berhasil membawa Kibum ke sofa. Tubuhnya masih gemetar, saat petir menyambar Kibum akan meremas baju Jinki. Jinki mengeratkan pelukannya dan mengecup pucuk kepala Kibum..”ini aku Jinki.. aku tidak akan melukaimu..tenanglah..”

Lalu hujan berhenti dan Kibum tersadar ia memeluk Jinki dengan sangat erat. Jinki masih mengusap punggungnya dengan lembut, hingga akhirnya ia mendongakkan wajahnya.

Kibum melihat mata coklat Jinki lembut menatapnya dan tersenyum, hatinya merasa hangat. Ya ini adalah Jinki, ia bukanlah appa. Kibum sadarlah….

Jinki mengusap pipi Kibum lalu mencium kening Kibum lama. Kibum memejamkan matanya merasakan sentuhan Jinki, membuatnya tenang. Yah.. Kibum ini bukan appa.. ia tidak akan menyakitimu.

”Sudah lebih baik? Hmm?”

Kibum mengangguk lemah, namun tangannya masih meremas kaus Jinki. Jinki mengambil kedua tangan Kibum, mengecupnya bergantian lalu membawanya ke kedua pipinya.

”Ini aku… kau lihat kan?aku…Jinki…”

Kibum tersenyum dan mengangguk mengerti. Tubuhnya sudah tidak bergetar.Jinki kembali tersenyum, meski hatinya seperti tertusuk jarum.

Jinki menarik tangan Kibum melingkar di lehernya, ia mendekatkan wajahnya. Memainkan hidungnya dengan Kibum dan menatap Kibum lembut.

”Kibum…aku…”

Jinki semakin mendekatkan bibirnya ke bibir Kibum, perlahan dan sedikit bersentuhan. Kibum meremas lagi kaus Jinki.

”Sssh.. aku Jinki… ”

Jinki memiringkan kepalanya dan menghapus jarak itu. Kini bibirnya benar – benar bersentuhan dengan Kibum, mendiamkannya. Lalu bergerak perlahan merasakan dinginnya bibir Kibum. Terus dan terus mengecupnya lembut. Hingga akhirnya Kibum membuka mulutnya dan membiarkan lidah Jinki memasukinya. Desahan kecil keluar dari bibir Kibum, membuat Jinki tersenyum. Suara yang indah.

Jinki melepaskan tautan bibirnya, menatap Kibum yang memejamkan matanya, ”Buka matamu.. aku ingin kau melihatku…”

Lagi..Jinki mencium Kibum.

Ia tak menolaknya. Tubuhnya lemas. Jinki berbeda, ya Jinki tidak akan menyakitinya. Jinki mencintainya. Kibum memeluk erat tubuh Jinki hingga ia terlelap dalam pelukannya.

Jinki terus terjaga, mengusap punggung Kibum hingga ia benar – benar terlelap dalam pelukannya.

.

TBC

aneh -____-”

maaf lama saya lagi nggak bisa mikir..dan super tidak percaya diri

ini makanya agak gimana ya..so much drama =_=

ah dan update selanjutnya juga sepertinya agak lama..hehe

makasih ya yang baca + komen

love you❤

138 thoughts on “[JinKibum] Road to Me – Part 3

  1. sweet… pake banget.!
    jinki nenanin kibum itu sweet banget.
    ahh senang nya,tapi ngmong2 kenapa kibum sama appa nya ?
    ada masalah kah ?

  2. Emm, alasan Kibum di Barcelona. . menghilangkan Trauma cz jg hobby..
    Kasian Kibum..
    Jinkibum sm 2min lagi asyik 22an..
    Jjong…
    Next na doooong..
    Fighting! !

  3. INI NGGA ANEH EONNIIEEEEEE
    PPALI LANJUTKAN T^T
    Manis nya kisah jinkibum&ributnya kisah 2min!
    Aigoooo aku bahkan iri kkk
    PPAALIIII LANJUTKAN EONNIE T^T LANJUTKAAANNN

  4. ANEH?! BULLSHIT!!!! INI SUMPAH DEMI APA KEREEEN…
    2MIN KACAU but LUCU dan jng lupa Nae Bumonim MANIS kyaaa>///<
    SUKA:)

  5. Aaahh Kibum masih belom jawab , jangan bikin Jinki nunggu lama yaa Kibum hahaha
    Oalaahh Kibum punya masa lalu yang kelam juga , dia diperkosa ayah tirinya ya?? Tapi kog kaya ketakutan pas hujan petir ada –‘ ayoo Jinki kamu bisa sembuhin tuh traumanya kibum , aku pernah nonton drama taiwan yup persis kaya gini , drama si shan cai sama hua che lei hahaha
    suka suka sekali moment manis Onkey , huhu udah jadian terus bercinta wuakakaka
    Taemin keras kepala di suruh pulang gamau, mau ikut kontes sebulan lagi haaahhh….
    Lanjut thor ini bagusloh FF nya , ayo percaya diri nulisnya harus bangkit !!! Hwaitng ! ^o^9

  6. aigoo, ternyata masa lalu kibum lebih menyakitkan T.T
    jinja pengen nangis tapi keliatan manis disaat yang bersamaan
    UWAAA PENGEN TERIAK LAGIII
    GILAAA MEREKA SO SWEETNYA KAGA KETULUNGAAAN MESKIPUN SEBELUMNYA PENUH CANGGUNG

  7. Pingback: Road to Me « JINKIBUM Fanfiction Paradise

  8. BAgus banget , aku suka ceritanya . Semua FF di blog ini aku suka . Walau sempet kecewa karena ngga bisa buka ff yang ada pw nya . Aku bingung mau nanya pw nya sama siapa . Kalo boleh tau pw nya apa ya ?
    Terus maaf kalo aku jarang koment . Karena aku on di hp jadi susah buat koment nya , maaf ya kalo kesannya seperti pembaca gelap , namun bukan maksudkuu seperti itu😥
    susah banget buat kirim komentar nya :”(
    Maaf ya :”(

  9. Ternyata masa lalu Kibum begitu,trauma intinya ya.
    Trus Ibu sama bapak tiri’y Kibum gimana?
    oia waktu kecil Kibum juga pernah ke Spanyol,kalau boleh tau waktu itu dlm rangka apa ya?
    Kasihan Jjong,gda pasanganya,kkkk
    cariin si thor,biar adil😀
    ditunggu selanjutnya :’)

  10. Thor…
    Plisss… Lanjutin FF yg ini donk… ASAP ya..
    Yah?
    Yah??
    Komen ke2ku nihh….*lambai2 baju basah Jinki
    Niatnya sih mo nagih utang, tp kl emg sibuk bs apa?? *sadardiri
    Entah udh berapa kali q baca ni FF..
    Penasaran maximal!
    Gmn Yeoboku (read:Jinki)🙂 bs inget lagi sama masa kelamnya… Eh! BIsa berdamai dg itu..
    Gmn si Emak bs sepenuhnya percaya ma Jinki…
    Jeball lnjutin ye….

  11. Ah jadi belom jadian hmmmm kibum blum ngasih jawaban.
    Aah itu manis bgt wktu jinki nenangin kibum!! Mauuuu huhu
    Jdi masa kelam nya kibum itu sama appa nya yah. Appa tiri tapi kan?

    Lanjut thor pliss huhu!!

  12. siapa bilang ini ff aneh ka?
    ini ff super duper errr. keren…….
    pengen jadi kibum T.T
    “mereka hanya iri” iyaa aku juga iriii. siapa yang ga iri liat kalian jinkibum…. errrr

  13. Kasian Kibum ternyata dia juga punya trauma..hiksTT
    SHIT! Appanya ta*k bgt dia u.u

    Tenang Kibum ada Jinki eum^^
    semua akan baik-baik saja jika dia disampingmu.

    Fanfic ini bukan hanya untuuk bacaan semata,tpi menambah ilmu pengetahuan juga tentang Barcelona,sukaaaaaaaaaaaaaaa…

  14. emang.a appa.a key ngapain key kok jadi trauma gito key.a ? kirain tadi ming mau nyium tae, eh, ternyata cuman jitak doang… apakah key mnjawb cinta jinki,? eum, apa key akan menemukan precious moment to ? penasaran? kapan lanjut nih kok hiatus mah… ?

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s