[Jinkey] Key 3


Foreword : Annyeong,

 sudah lama nggak ol lewat pc. nih ff udah lama di laptop, tapi belum sempat di post.  ok, dari pada berlama-lama. silahkan di simak.

 

Cast : Jinkey dkk

Genre : banyak yang bilang fantasy

 

terbuka untuk siapa saja yang mau baca.

 

Seandainya aku adalah seekor binatang. Aku akan memilih menjadi seekor burung yang bisa terbang bebas kemanapun ia inginkan, tapi ada kalanya seekor burung juga tidak bisa terbang bebas. Karena burung itu telah dikurung oleh majikannya sendiri. Yah, walaupun burung itu dikurung pada sangkar yang terbuat dari emas dan semua fasilitasnya terpenuhi, tapi tetap saja ia merindukan bisa terbang bebas bersama teman-temannya.

 

Yah, itu adalah gambaran tentang diriku. Diriku yang terkurung dalam sebuah menara yang dalamnya terdapat banyak buku dan kebun yang indah. Namun, tetap saja aku kesepian di tempat ini. Aku tidak punya teman satupun. Itu karena ayahku mengurungku sejak kecil bahkan ketika aku masih bayi.

 

Lucu sekali, kisahku seperti cerita seorang putri berambut panjang yang dikurung oleh penyihir di menara istananya.

Biarkan aku memperkenalkan diriku. Namaku Kim Keybum atau biasa dipanggil Key oleh ayahku. Aku adalah putra kedua di keluarga Kim. Ibuku Kim Heechul adalah namja cantik keturunan desa gumiho, dia diusir karena fitnah sejak umurnya 15 tahun. Lalu dia bekerja menjadi seorang penari eksotis, disitulah ia bertemu dengan ayahku yang ingin sekali mendapatkan kekuatan dari desa gumiho.

 

Ayahku bernama Kim Hanggeng. Kalian tahu, aku terlahir bukan karena cinta atau ketidak sengajaan yang dibuat oleh kedua orang tuaku, tapi karena ayahku yang ingin mengusai negeri ini. Dia ingin mendapatkan keturunan dari desa gumiho yang letaknya tak jauh dari Sm town.

 

Pasti banyak yang bertanya-tanya, kenapa aku dikurung di menara yang ada di SM akademi. Sebenarnya bukan pertama kalinya aku dikurung di menara. Aku dikurung sejak aku masih kecil. Aku tumbuh di menara yang berada di rumah keluarga Kim. Tidak ada yang bicara denganku kecuali Kim Jonghyun, kakakku. Walaupun ia selalu bicara kasar padaku, tapi sebenarnya dia menyayangiku.

 

Dulu aku memang kesepian, tapi semenjak dia datang, hidupku jauh lebih berwarna. Dia adalah Lee Jinki. Namja yang datang menghampiriku. Aku yang terkurung di tempat gelap dan dingin ini. Dia mengulurkan tangannya kepadaku dan berkata, kalau aku tidak sendiri dan dia berjanji akan membawaku melihat dunia luar yang selama kulihat dari buku-buku yang aku baca.

 

Selain membuatku merasa tidak sendiri, dia memberiku teman-teman yang baik. Mereka adalah Taemin dan kodok yang membenciku. Entahlah, aku tidak tahu kenapa ia membenciku. Tapi yang jelas, dulu aku pernah menyelesaikan kasus yang melibatkannya atau lebih tepat dengan menlibatkan keluarganya.

 

^_^

 

“DOR,” Jinki mengagetkanku yang sedang membaca buku di perpustakaan.

 

“Hey Key, kau melamun atau membaca buku sih?” tanyanya melambaikan tangan di depan wajahku.

 

“Apa kau tidak lihat? Aku kan sedang membaca buku, dasar Jinki pabo,” omelku.

 

“Yah, gitu aja marah, ngomong-ngomong, hari ini aku membawa roti selai untukmu, semoga kau sen….” kata-katanya terhenti saat aku menatapnya dengan wajah yang berseri-seri.

 

“Gomawo, selamat makan,” kataku segera merebut bungkusan yang ada di tangan Jinki.

Keheningan menyelimuti kami. Aku sibuk memakan roti selai strawbery yang diberikannya, sedangkan Jinki sibuk mengerjakan tugasnya. Sekarang aku memakai kaos berwarna abu-abu polos yang di balut dengan blazer berwarna biru tua dan celana tiga perempat berwarna hitam. Jinki, tentu saja memakai seragam sekolahnya yang berblazer biru gelap dan celana panjang hitam.

 

“Key, jika kau bisa keluar dari sini, kau mau kemana?” tanya Jinki dengan wajah yang berseri-seri.

 

Aku melihatnya dari ekor mataku, “Shinee world,” jawabku singkat.

 

“Shinee world? Sepertinya aku pernah dengar nama desa itu?” Jinki meletakkan tangan di dagunya, juga bibirnya yang ia miringkan. Aku yakin, dia pasti sedang berfikir.

 

“Ah, aku ingat, ini….” ujarnya tiba-tiba seraya menyodorkan koran ke hadapanku.

 

“Ada apa?”

 

“Coba baca pada kolom iklan,” intruksinya.

 

Ku ambil koran yang ada di tangannya. Kemudian aku membaca sesuai dengan intruksinya.

 

Ini tidak mungkin, apa maksud iklan ini? ku pandang Jinki yang menatapku bingung. karena tiba-tiba mataku terbelalak setelah membaca iklan tersebut.

 

“Disitu tertulis, hai para keturunan gumiho. Di hari upacara arona terjauh. Kami menunggu ke datanganmu. Kau lihat sendiri, disitu ada petanya. Dan lokasi desa gumiho dekat dengan kota Shinee world,” katanya.

 

Tanpa basa-basi lagi. Aku langsung berdiri, dan mencoba untuk mencari sebuah buku di lantai bawah. Namun, ketika langkahku tinggal sedikit lagi mendekat ke tangga, aku tersandung kaki Jinki. Sehingga aku jatuh dalam keadaan tengkurap. Bunyi debuman keras menggema di seluruh menara saat aku jatuh.

 

“Appo,” ujarku setelah berhasil duduk kembali sambil mengusap keningku yang sakit.

 

“Jelas sakit, jatuhnya tadi keras sekali,” Jinki mencoba menghampiriku tapi.

 

 

 

 

 

 

Krakk

 

 

 

Cemilan isi krimku yang berceceran di lantai telah dia remukkan dengan tangannya.

 

“Aish, karena cemilanmu tersebar kemana-mana, jadi kotor deh,” omelnya seraya memungut cemilan isi krim yang tadi diremukkannya.

 

“Kau harus tanggung jawab, cepat makan!” perintahku menatapnya dengan sebelah mata karena mataku yang satunya tertutupi oleh tanganku yang mengusap kening.

 

“Mwo?” kagetnya seraya melihat cemilan tadi dengan jijik.

 

“Cepat makan!” teriakku.

 

“Ne, aku makan,” sahutnya pasrah dan mulai memasukkan cemilan itu ke dalam mulutnya.

 

“Setelah itu, ambilkan aku sebuah buku yang berada di lantai empat, rak nomer 3, bersampul coklat di pojok kanan.”

 

“Arraseo,” ujarnya.

 

Jinki bangkit dari duduknya. Dan menuruti perintahku. Walaupun dengan wajah yang sangat-sangat pasrah.

 

Tak lama kemudian ia kembali membawa buku yang ku maksud.

 

“Ini buku yang kau minta, buku tentang desa gumiho,” jelasnya. Lalu menyerahkan buku tersebut kepadaku.

 

“Gomapta,” ucapku tulus setelah menerima buku tersebut.

 

 

^_^v

 

 

Konon dahulu kala di kota SM town ini. Ada satu mitos di suatu tempat di balik gunung, yaitu rubah berekor sembilan, gumiho. Walaupun sebagian besar adalah dongeng fiktif,tapi di sebuah jurnal yang ditulis pada abad ke-16 oleh penjelajah Inggris yang singgah. Dia menulis bahwa dia bertemu dengan gumiho yang bisa bicara bahasa manusia. Gumiho itu pandai dan bijak. Tetapi, apa yang dimaksud dengan rubah berekor sembilan disini?

 

“Key,,,” panggil Jinki.

 

“Hmm?” tanyaku melihat ke arahnya.

 

“Aniya, gwenchana,teruskan membacamu,” jawab Jinki kemudian berbalik membelakangiku.

 

“Waeyo Jinki-aah?” heranku melihat sifatnya.

 

“Itu, ada kakakmu,” sahutnya menunjuk ke arah seorang namja berkepala dino berjalan menapaki anak tangga.

 

“Annyeong kelinci-ssi,” sapa Jonghyun memandang ke arah Jinki.

 

“Hey, aku bukan kelinci, namaku Lee Jinki, ingat itu!” tak terima Jinki.

 

“Kenapa kau kemari, Jonghyun?” tanyaku menatapnya dingin.

 

Jonghyun memandangku sejenak. Sama sepertiku, dia menatapku dengan dingin. Ia menarik nafas sejenak, kemudian berkata.

 

“Mulai besok kau boleh keluar dari tempat ini, tapi hanya di sekitar akademi ini saja, tidak boleh keluar kemana-mana tanpa sepengawasanku,” jelasnya.

 

“Lalu, apa aku harus tinggal disini?”

 

“Aniya, kau tinggal di sebuah rumah dekat dengan taman yang berliku-liku, dan disini akan dibangun sebuah lift untuk

memudahkanmu keluar dari sini, tapi lift itu hanya boleh digunakan olehmu, aku, dan penjaga sekolah saja. Si kelinci ini tidak boleh menggunakan lift tersebut karena dia adalah murid akademi ini.,” jawab Jonghyun memandang ke arah Jinki yang sepertinya tidak terima dengan apa yang ia ucapkan.

 

“Arraseo, aku akan disini sampai kalian menggunakanku kan?” tanggapku memandangnya remeh.

 

“Semua barangmu yang ada disini akan dipindahkan ke rumah itu, itu kalau kau bisa menemukannya, Annyeong,” katanya. Lalu menghilang di balik anak tangga.

 

Aku terus menatap kepergian Jonghyun hingga ia menghilang di balik pintu besi perpustakaan ini. Akhirnya aku bisa pergi dari tempat yang membuatku bosan. Tetapi, aku tidak bisa pergi dari akademi ini. huft, sama saja, aku akan bosan.

 

^_^v

 

 

Author Pov

 

 

Di salah satu kamar asrama yang terlihat sederhana. Duduklah seorang namja tampan bertubuh tinggi di kursi depan meja belajarnya. Tatapannya kosong. Dia melamunkan sesuatu yang hanya dimengerti olehnya. Sebuah masa lalu yang melibatkan keluarganya dan termasuk kakaknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Brakk

 

 

 

 

 

 

 

Namja tampan itu memukul meja belajarnya dengan kesal. Beranjak dari tempat duduknya dan memandang ke arah sebuah menara yang merupakan sebuah perpustakaan. Walaupun gelap, di atas perpustakaan masih ada secercah cahaya yang terpancar dari atas menara itu. Namja tampan itu mengepalkan tangannya, memandang geram pada menara itu.

 

“Dasar, gumiho terkutuk, juga keluarga Kim yang terkutuk, karena mereka kakakku mati!!!” geramnya.

 

“Mwo? Siapa yang mati hyung?” tanya Taemin yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar namja bernama Choi Minho.

 

“Ah, Anniya, tidak ada apa-apa kok,” sahut Minho tergagap.

 

Taemin memicingkan matanya pada sosok namja tampan di hadapannya itu. Dia mencoba mencari sesuatu pada diri Minho.

 

“Hyung, kau membenci Key-hyung karena apa?” tanya Taemin menyelidiki.

 

“Karena dia telah membuat noonaku mati, noonaku mati karena dia terlalu stress,” jelas Minho.

 

“Kalau kau mau, kau boleh cerita padaku Minho-hyung,” Taemin mengelus punggung Minho menenangkan namja tampan itu.

 

“Gomawo, Taemin, sebenarnya, noonaku mati karena dia depresi melihat kedua orang tua kami terbunuh di hadapannya.

 

Walaupun saat itu aku masih kecil, tapi aku juga menyaksikan adegan pembunuhan tersebut. Dan kau tahu siapa yang membunuhnya?” Minho memandang ke arah Taemin yang menjawab dengan gelengan kepala.

 

“Mereka dibunuh oleh keluarga Kim yang gila akan kekuasaan. Keluarga Kim yang sangat dihormati di seluruh Korea selatan dan dunia. Katanya mereka mempunyai gumiho yang bisa berbicara dalam bahasa manusia, tapi tidak ada satupun yang bisa melihatnya.”

 

“Lalu, apa hubungannya dengan kematian kakakmu?”

 

“Dia stress karena keluarga kami terlilit banyak hutang, karena tidak bisa membayar hutang-hutangnya, dia bunuh diri setelah menitipkanku di panti asuhan. Tak lama setelah kejadian itu, datanglah keluarga Choi yang mengadopsiku sebagai anak,” cerita Minho sambil menangis. Sontak Taemin memeluk tubuh namja yang ada di sampingnya itu.

 

 

 

 

Cklekk

 

 

 

 

 

 

“Bukan keluarga Kim pelakunya,” ujar sebuah suara di depan pintu kamar Minho yang telah terbuka.

 

“Key-hyung?” kaget Taemin dan Minho ketika mendapati Key berada di depan pintu kamarnya.

 

Sementara itu, Jinki masuk dengan dua gelas minuman dingin di tangannya. Dengan wajah bingung, Jinki mengikuti Key untuk memasuki kamar Minho. Dia kaget, saat melihat Taemin adik sepupunya itu berada di kamar Minho.

 

“Apa maksudmu pelaku pembunuhan itu bukanlah keluargamu?” tanya Minho menatap Key yang memilih duduk di kursi yang tadi diduduki olehnya.

 

“Pembunuhnya adalah sang penagih hutang itu,” jawab Key seraya meneguk minuman yang disodorkan Jinki ke arahnya.

 

“Bagaimana kau tahu?” tanya Jinki diikuti anggukkan Minho dan Taemin.

 

“Mata air kebijaksanaan telah bicara padaku, setelah semua kepingan kekacauan telah terkumpul, sebenarnya peristiwa ini sudah aku jelaskan pada Jonghyun, tapi akan aku ceritakan lagi jika kalian mau,” sahut Key datar.

 

“Ne, ceritakan padaku,” Minho bersuara dengan nada yakin dan penasaran.

 

“Saat sebelum orang tuamu terbunuh, mereka telah bertengkar dengan sang penagih hutang dari keluarga Park. Karena tidak sanggup membayar hutang-hutangnya. Akhirnya Mr Park memberi solusi agar menyerahkan putri keluarga Choi yang ternyata adalah noonamu sendiri, tapi kedua orang tuamu menolak untuk mengambil solusi tersebut. Karena kesal, akhirnya Mr Park membunuh mereka berdua. Karena terlalu takut ketahuan mereka, kakakmu membawamu ke panti asuhan. Sedangkan dia menemui keluarga Park untuk menyerahkan diri, tapi sebelum dia menemui keluarga Park, ternyata dia telah dibunuh oleh Mrs Park yang tidak menyukai keluargamu. Setelah dibunuh, dia membuat seolah-olah kematian itu adalah suatu bunuh diri,” detail Key menjelaskannya.

 

Minho hanya bisa menangis begitu mendengar penjelasan dari Key. Merasa bersalah kalau selama ini, ia selalu membenci keluarga Kim yang terhormat. Namja tampan itu menatap Key yang sedang bertengkar kecil dengan Jinki. Senyum terukir di wajah tampannya. Taemin yang melihat senyum Minho mulai terpesona.

 

“Key, gomawo,” ucap Minho tulus dari lubuk hatinya.

 

Key yang sejak tadi bertengkar dengan Jinki pun mengalihkan perhatiannya pada namja bermata belo tersebut. Kemudian menganggukkan kepalanya. Sedangkan Jinki hanya tersenyum melihat keakraban Key dan Minho.

 

“Taemin, berkediplah! Apa karena kau terpesona dengan Minho, sampai-sampai matamu tidak berkedip seperti itu?” goda Jinki yang menyadari bahwa sepupunya itu tidak juga mengedipkan matanya.

 

Mereka yang ada disana hanya bisa tertawa melihat wajah Taemin yang memerah seperti kepiting rebus. Malu, sudah pasti.

 

“Jadi sekarang sudah tidak ada musuh lagi?” Taemin mulai angkat bicara setelah berhasil mengendalikan emosinya.

 

“Ne, tidak ada musuh lagi, sekarang yang ada adalah persahabatan kita,” sahut Minho merangkul pundak Taemin.

 

“Sepertinya kalian berdua lebih dari sahabat deh?” goda Jinki pada pasangan Taemin dan Minho yang mulai menjauhkan tubuh mereka.

 

“Ah, seperti kau tidak saja!!” balas Taemin dengan nada jengkel.

 

Sedangkan Key hanya bisa memandang mereka dengan bingung. Merasa tidak mengerti apa yang telah mereka bicarakan. Benar, Key tidak mengerti apa itu cinta dan bagaimana rasanya. Karena dia dibesarkan bukan karena cinta dan kasih sayang.

 

 

 

 

 

 

 

Brakk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tiba-tiba Key berdiri dan mulai berlari meninggalkan kamar Minho menuju ke rumah sederhana miliknya yang berhasil ia temukan tadi sore, setelah Jonghyun pergi. Sementara itu, Jinki langsung mengejar Key yang berlari. Sedangkan Taemin dan Minho hanya menatap mereka berdua dengan bingung.

 

Akhirnya Jinki sampai di depan rumah Key dengan nafas yang masih terengah-engah. Rumah yang mirip sekali dengan tempat tinggal boneka barbie. Berlantai dua dan berwarna merah muda.

 

 

 

 

 

Cklekk

 

 

 

 

 

Ketika hendak memasuki rumah itu, langkahnya terhenti begitu mendapati Key membawa sebuah koper berukuran besar. Tampaknya namja cantik itu keberatan karena ukurun tubuhnya yang kecil sehingga tidak bisa membawa koper itu.

 

“Mau kemana?” tanya Jinki heran.

 

Key tidak menghiraukan pertanyaan Jinki, dan terus menyeret kopernya melewati Jinki. Namun, tangan namja itu telah menahan koper Key sehingga tidak bergerak. Melihat ke arah namja cantik itu dengan heran. Sedangkan yang dilihat hanya menggembungkan sebelah pipinya.

 

“Oh, kau sakit gigi rupanya,” kata Jinki.

 

Tanpa menjawab, Key semakin menggembungkan kedua pipinya kesal dengan perilaku namja tampan itu.

 

“Arra, kita lihat apa isi kopermu ini,” Jinki mulai membuka isi koper yang dibawa Key.

 

Disana ada beberapa pakaian, alat mandi, boneka, vas bunga, dan….

 

“Kursi lipat?” kaget Jinki mengambil kursi lipat dari koper Key dengan heran.

 

 

Sementara itu sang namja cantik bermata kucing tersebut hanya menggembungkan pipinya kesal. Karena Jinki menggeledah tasnya dengan seenaknya.

 

“Baiklah, aku akan mengantarmu ke rumah sakit, aku tidak sengaja mengetahui jalan rahasi kalau tidak karena disuruh Shindong-ssi membersihkan taman depan,” ujar Jinki menarik tangan Key untuk mengikutinya.

 

 

^_^V

 

 

 

Disinilah mereka. Di dalam kereta yang membawa mereka berdua menuju desa Shinee world. Jinki menatap Key heran. Sedangkan sang namja cantik hanya melihat ke luar jendela.

 

“Wae?” tanya Jinki datar.

 

Key melihat ke arah Jinki heran.

 

“Kenapa kau membeli tiket dengan tujuan desa Shinee world? Bukankah kau mengatakan kalau, kau tidak boleh keluar dari akademi itu? Dan sekarang kau telah melanggarnya,” Jinki menatap Key intens.

 

Tanpa berkata-kata, Key mulai mengeluarkan liontin yang ia sembunykan di balik t-shirtnya. Menggeser kalung berwarna ke emasan itu. Tampaklah sebuah foto seorang namja cantik yang sangat mirip dengannya. Jinki melihat foto itu dari dekat.

 

“Itu kau?” tanya Jinki heran.

 

“Aniya, ini adalah ibuku, Kim Heechul,” sahut Key dengan wajah datar tanpa ekspresi.

 

“Mwo?” keget Jinki menatap Key bingung.

 

“Ibuku adalah penari dengan dandanan eksotis, dia juga berasal dari desa gumiho. Kim Hanggeng ingin kemampuan khusus rubah berekor sembilan dalam garis darah birunya. Kemudian Heechul berada di tangannya, tidak lama kemudian aku lahir. Tetapi, Kim Hanggeng mengetahui rahasia ibuku,” jelas Key.

 

“Rahasia?”

 

“Ibuku adalah pendosa.”

 

“Pendosa?”

 

“Pada suatu malam. Saat ibuku bekerja sebagai maid di desa gumiho. Dia melakukan sebuah dosa besar. Diasingkan dari desanya. Saat mengetahuinya, Hanggeng menyesalkan darahnya telah bercampur dengan darah kami. Ibuku kabur, dan menghilang entah kemana. Dan aku, terkunci dan tumbuh dalam menara. Semua yang ku lihat ini, ada berkat ibuku yang melakukan dosa besar malam itu. Jika itu tidak terjadi, ibuku tidak akan diasingkan dari desanya. Dan aku tidak perlu dilahirkan,” Key mengakhiri ceritanya sambil memagang liontinnya.

 

“Itu masalah untukku,” sahut Jinki cepat.

 

Key yang mendengar hal itu segera memandang ke arah Jinki yang menundukkan kepalanya.

 

“Mianhe, aku kelepasan,” ucap Jinki dengan nada menyesal.

 

Key hanya menatapnya heran. Kemudian tertawa melihat ekspresi namja tampan bermata bulan sabit di depannya itu.

 

“Wae?” tanya Jinki tak terima.

 

“Aniya, hanya saja kau lucu sekali, jika memasang muka malu seperti itu, hihihi,” kikik Key.

 

“Ah, iya, kalau ibumu kabur saat kau bayi, bagaimana kau bisa mendapat kalung itu?” tanya Jinki yang berhasil menghentikan tawanya.

 

“Aku bertemu ibuku hanya sekali. Dia memberiku kalung ini. katanya, jika ada kalung ini, dia akan berada disisiku. Bisa dibilang, kalung ini adalah pengikatku dan juga ibuku,” jelas Key dengan wajah sedih hampir menangis.

 

“Itulah sebabnya kau menangis sambil menatap kalung itu, karena kau merindukan ibumu?” tanya Jinki.

 

Key hanya bisa menganggukkan kepalanya karena ia tidak sanggup menahan tangis yang selama ini ditahannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Grep

 

 

 

 

 

 

 

 

Jinki memeluknya dari samping. Membenamkan wajah Key pada dada bidangnya, tanpa peduli kalau bajunya akan basah karena air mata namja cantik itu.

 

“Uljima, aku disini, dan aku akan selalu melindungimu,” bisik Jinki menenangkan Key.

 

Setelah membiarkan Key menangis. Akhirnya, namja cantik itu bisa tenang juga. Walau masih sedikit terisak namja cantik itu bisa mengendalikan emosinya.

 

“Jinki, bantulah aku membersihkan nama baik ibuku,” pinta Key menatap Jinki dengan wajah memohon.

 

“Ne, aku akan membantu dan melindungimu, Key,” janji Jinki.

 

Dengan reflek namja cantik itu berhambur pada pelukannya. Dan dengan senang hati disambut olehnya.

 

Tanpa mereka sadari, seseorang tengah mengawasi gerak-gerik Jinki dan Key dari kejauhan. Orang tersebut menyeringai menatap ke arah dua orang yang tengah berpelukan itu.

 

“Ternyata kau nakal sekali, gumiho kecil,” gumam orang itu membenarkan letak topinya yang sedikit geser.

 

 

 

 

 

 

 

Tbc

 

 

 

gimana? Minho gak jadi jahat kan? Pasti udah tahu siapa yang jahat disini? mianhe kalau banyak miss typo nya ya?

20 thoughts on “[Jinkey] Key 3

  1. byk misteri blm trpecahkan ne,aigo minpa sempat slh faham untg udh clear.cp lge to y ngintipin onkey

  2. .. wew ..
    .. ni yng ngikuti key siapa? ..
    .. wew ..
    .. heechul udah ngelakuin dosa apa? ..
    .. trus kenapa hangeng mesti marah sama heechul?? ..
    .. kenapa key jua hrus di kurung?? ..
    .. penasaraaaan ..
    .. lanjuut unn

  3. jadi yang jahat ny hangeng yah?
    tapi emng heechul bkin dosa apaan si? sampe diasingin gitu ..
    trus itu yang pas di ahir siapa? hangeng ya? aaa penasarann -__-

  4. Huft..lega minho gx jdi jahat..
    Bgus bgt rumah key, kyak rumah barbie?! Penghuninya aja cantikny mlebihi barbie..^^
    ciee..2min so sweet bgt..
    Lanjt oenn🙂

  5. masi byk prtnyaan d ff ni.. q pkir smua prtnyaan yg mncul d part 2 uda k jwb d sni tp d part in mncul agy prtnyaan2 yg lain.. haduuu…

    oke dah… it yg d ngwasin jinkey capa ya?? jjong kah??

  6. wah, akhirnya update juga. Hahaha
    owh, jd si minho salah paham nih ceritanya? Untung sekarang minho udah tau kebenarannya dan mereka bersahabat skarang…
    Aah, OnKey sweet banget. Onew bakal slalu ngelindungi Key…
    Nggk sabar nunggu lanjutannya, semangat2

  7. syukur deh minho udah ga salah paham ama keluarga kim

    berarti yg jahat hangeng dong?

    Next part cepat dipost

  8. aku masih kurang dapet feelnya pas baca ceritanya,

    meskipun gitu aq tetap penasaran,hehe

    lanjut y thor,

  9. ^^ akhir na masalah minho sma key bisa kelar jg
    tp key di incar ama sapa?
    penasaran ama key
    tp onew jg

    thor lanjut kan

  10. Hehehe,
    Minho G’ jadi jahat… Dy udh senyum ma Key smpe” Si Taemin G’ bsa kedip pas Liatin Minho….. :p

    Wach, cpa tuch yG brani gngGUin Jinkey…..?!?!?!?
    Penasaran dech……

  11. Hehehe,
    Minho G’ jadi jahat… Dy udh senyum ma Key smpe” Si Taemin G’ bsa kedip pas Liatin Minho….. :p

    Wach, cpa tuch yG brani gngGUin Jinkey…..?!?!?!?
    Penasaran dech……
    Heeemmmmbbb…..

  12. Biarpun key udah jelasin, tetep aja ya. BINGUNG== aigooo
    Rumah kecil mirip rumah barbie berwarna pink?
    Didalam akademi? Tumbuh didalam menara rumah keluarga kim, tapi di area akademi? Apa keluarga kim rumahnya di dalem akademi? Ah bingung-_-

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s