[OnKey] One Year Later / 1 of 2


 

 foreword

This .. I dunno why.. but this was  request fic From someone and based on her true love story.. not all of course.. I just improve everywhere ^^ maaf yah lama update~ Road To Me masih belum kelar..sabar and forgive me kan masih suasana lebaran~ MOHON MAAF LAHIR BATIN YA SUUNDERS~

Leave comment if you like my fic even it is just so …. Weird lmao xP

Buat yang request yah maaf kalo ga bagus,, but I demand you to writte LONG COMMENT!! YOU READ THIS KAK? >;D

 SORRY FOR TYPO

THIS IS MY STORY

DONT BASH

LEAVE COMMENT IS A MUST! ;P

 

 

 

Cast : Kim Kibum – Lee Jinki

Support cast : Lee Taemin – Choi Minho – Kim Jonghyun

Paring : OnKey

Genre : Sad Romance, fluff, smutt

Rating : PG 17

Author : Eternalonkey Yua

 

 

I wonder what the meaning of love..

All I know is just pain in my heart…

But… really losing someone I loved is most hurt but that’s will hurt more if I cant fight for someone I loved.

So… thank you for coming in my life.. my first and last love..

 

“Jinki……ireona…..”

“hmmm…”

Kibum berkali – kali membangunkan sahabatnya ini, ani…kekasihnya. Well Kibum dan Jinki adalah soulmate.. bahkan mereka bisa berkomunikasi dengan sekali tatapan mata. Perasaan sakit, cemburu, rindu.. Kibum dapat membacanya dari raut wajah Jinki dan sebaliknya.

Kibum memandang wajah angelic Jinki yang semakin mengeratkan pelukannya di tubuhnya. Ia tersenyum melihat tingkah Jinki yang terlihat kekanakan setiap bersamanya, catat hanya saat bersamanya. Bagaimanapun Jinki adalah sosok yang dikenal dingin dan cuek. Ia tidak peduli meskipun banyak wanita ataupun namja cantik menaruh hati padanya. Yang ia lihat hanya Kibum seorang.

His precious one.

“Jinki.. bangunlah….” Kibum semakin kesal saat Jinki justru menelusupkan kepalnya ke lehernya, membuat nya merasakan geli karena nafas hangat Jinki.

“Sebentar saja Kibum…”

“Tapi kau akan telat.. hari ini kau akan dinobatkan sebagai dokter Jinki! Bangunlah dan aku akan menyiapkan sarapan…” Kibum mencubit hidung Jinki gemas.

“Tapi aku ingin memakanmu saja Kibum…”

Aishhh… sontak ini membuat Kibum terdiam dan Jinki kini menatapnya dalam dan lembut. Kibum selalu merasa hangat dalam pelukan Jinki. Sejujurnya ia membenci hari ini, ia tidak suka dengan fakta bahwa lusa Kibum harus berpisah dengan Jinki. Tatapan matanya tiba – tiba sendu dan menyiratkan kesedihan.

“Ikutlah bersamaku Kibum….Ini adalah kesekian kalinya Jinki memohon namja cantik ini untuk ikut bersamanya ke Jepang. Dan kesekian kalinya Kibum membisu memilih tidak menjawabnya. Ia takut..ia takut hal ini akan membebani Jinki. Ia adalah Kim Kibum, seseorang yang mandiri dan tidak ingin bergantung pada orang meskipun itu adalah kekasihnya.

Kibum hanya tersenyum kecil dan kembali mencubit hidung Jinki. Pemilik mata sabit ini tentu tahu arti tatapan Kibum.. still NO. Jinki tidak mengerti mengapa Kibum seperti ini, terkadang ia ragu apakah Kibum masih mencintainya?

Pertanyaan bodoh!

Jika ia tidak benar – benar mencintai Jinki ia tidak akan mengorbankan masa depannya. Jinki dan Kibum adalah anak yatim piatu. Mereka sudah hidup bersama sejak kecil, Jinki bahkan tidak tahu mengapa ibunya meninggalkannya di panti asuhan.Membuat Jinki kecil sangat mudah marah dan merasakan trauma. Ia menutup dirinya dan ia tidak ingin dekat dengan siapapun.. karena ia takut. Ia sangat takut orang yang dekat dengannya akan membuangnya lagi.

Like his mother did

Namun tidak dengan Kibum, ia dengan sabar mendekati Jinki kecil yang saat itu berusia 7 tahun dan dirinya 5 tahun. Ia kesal melihat tingkah Jinki yang mudah marah dan mendorong siapa saja yang mendekatinya. Dilain pihak Jinki menyadari bahwa Kibum sudah sejak lahir tinggal di Panti ini. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa Kibum tetap tersenyum dengan bahagia ketika ia sudah dibuang oleh orang tuanya.

“Hey! Jangan bertinngkah manja disini!kau mata sipit dan pipi tahu!”

“Mwo?! Diam kau namja cerewet!”

Dan mereka pun bertengkar habis – habisan, teman – temannya hanya menonton dan beberapa anak mencoba memanggil suster pengawas. Kibum benar – benar membenci Jinki begitu juga sebaliknya. Kibum tak habis pikir dengan sifat Jinki yang keterlaluan, melempar dan membuang makanan, ia tidak tahu bagaimana sulitnya suster memasak makanan itu. Kibum selalu diajarkan sejak kecil tentang kasih sayang antar sesama dan rasa menghormati. Kibum dicintai dan mencintai seluruh suster di panti itu sampai suatu saat anak mata sipit dan pipi tahu ini merusak kehidupannya yang damai.

Akhirnya saat itu adalah pertama kali Kibum dihukum. Pertama kali dalam hidupnya ia berperilaku sebrutal ini. Tentu saja Jinki juga dihukum. Mereka berdua dihukum berdiri dalam sebuah gudang –tidak gelap dan mengerikan tentunya- untuk merenungkan kesalahan mereka. Kibum menggigit bibirnya keras membayangkan betapa takutnya ia berada dalam ruangan kosong seorang diri. Sedangkan Jinki tanpa ekspresi sedikit masih bertingkah dingin membuat Kibum ingin membeturkan kepala Jinki ke tembok, ia merasa ada yang salah dengan otak Jinki. Bukan hanya tidak memiliki hati tetapi Jinki juga tidak memiliki otak!

Waktu terus berlalu..setahun..dua tahun…hingga mereka beranjak dewasa. Jinki menyadari kenyataan bahwa ia salah. Ia menjadi pecundang yang terus meratapi nasibnya sedangkan disana, didalam panti asuhan itu banyak anak yang bernasib sama dengannya. Bahkan lebih parah, seperti Kibum yang tidak pernah mengetahui seperti apa wajah ayah dan ibunya. Sedangkan dia? Ia sempat merasakan pelukan hangat ibunya, ia merasakan hangat punggung ayahnya, tempat favoritnya untuk tertidur.

Bagaimana bisa ia seegois ini?

Jinki melihat Kibum yang selalu ceria, memasang senyum cantik yang tidak pernah pergi dari wajahnya. Cantik? Apa Jinki menganggapnya cantik? Entahlah.. semakin lama ia merasakan sesuatu yang berbeda setiap matanya bertemu dengan mata bersudut tajam itu. Meski ia akui terkadang ia muak melihat Kibum selalu tertawa, sedangkan ia sendiri merasakan kebencian di hatinya, kemarahan dan kesepian. Ia terlalu malu untuk mengakui ia membutuhkan seseorang..seseorang yang tidak membuangnya seperti barang rongsokan seperti yang dilakukan ibu kandungnya. Ia membutuhkan seseorang yang memeluknya sebelum tidur.

Dan Kibum melakukannya.

“Kibum… “

“Mandilah Jinki.. ini sudah waktunya..”

Jinki memberikan tatapan kecewa, hatinya sakit. Apakah Kibum akan meninggalkannya seperti yang dilakukan ibunya? Baginya Kibum adalah segalanya, udara untuknya bernafas, ia merasa sesak saat Kibum tidak disekitarnya. Ia merasa hilang dan tidak berguna.

Jinki berbalik dan berdiri tanpa sepatah katapun melepaskan pelukannya pada tubuh Kibum. Berlalu ke kamar mandi dan meninggalkan Kibum yang mati – matian menahan air matanya dan berbisik “Maaf…”.

Kibum keluar dan mulai menyiapkan sarapan. Ya sarapan biasa seperti roti panggang dan susu, mengingat ia sudah tidak ada waktu untuk memasak masakan yang rumit. Ini hanya memakan waktu lima menit saja dan ia kembali ke kamar. Ia menyiapkan kemeja Jinki. Hari ini adalah hari yang penting bagi kekasihnya, hari dimana ia dinobatkan sebagai dokter. Kibum tidak berhenti tersenyum membayangkan betapa gagahnya Jinki nanti dengan jas putihnya.

Kemudian Jinki keluar dengan handuk yang melilit dipinggangnya, dengan rambut yang basah. Membuat Kibum merona melihat Jinki. Jinki tentu saja menyadari rona merah di pipi Kibum, namun ia masih berakting marah. Ia masih kesal dan memilih mengabaikan uluran Kibum yang memberikan kemeja putih untuknya. Kibum menunduk menahan malu namun sayang Jinki melewatinya begitu saja tanpa Kibum sadari Jinki tersenyum kecil meneruskan aktingnya. Ia sangat suka melihat Kibum yang gugup dan merona.

Its really cute and entertaining him >,<

Kibum mengangkat kepalanya karena Jinki tidak juga mengambil pakaian yang ia siapkan. Jinki berdiri didepan lemari pakaiannya dan berusaha mencari kemeja lain. Masih bertahan mengabaikan Kibum.

Kibum berbalik menatap punggung Jinki, ia menggigit bibir bawahnya berpikir keras bagaimana membuat Jinki tidak marah lagi. Dengan detak jantung yang berpacu sangat cepat ia memeluk punggung telanjang Jinki, mengeratkan pelukannya..”Jinki… jangan marah lagi..maaf…”

Jinki mendengus pelan, tapi  ia tidak mungkin bisa marah pada kekasihnya ini. Ia merasakan pelukan Kibum dibelakangnya, degup jantungnya terdengar menandakan Kibum merasa takut dan bersalah. Jinki berbalik dan menarik dagu Kibum dengan sekali gerakan menghapus jarak diantara kedua bibir mereka.

It is gentle kiss..no passion or lust. That kiss for prove his love..

“Baiklah.. tapi kau harus menebusnya..” Jinki tersenyum jahil mencubit hidung mungil Kibum.

“A-apa?” Kibum merasa ini bukan hal yang baik, Jinki selalu membuatnya terkejut dan kesal. But he like it anyway.

“Nanti aku beritahu… sekarang kau mandilah.. atau mau aku mandikan?”

Kibum meringis melijat kilatan mesum dimata coklat Jinki, ia mendorong dada Jinki dan lari menuju kamar mandi dengan wajah yang memerah.

“Kau pervert!!!” Kibum berteriak dari dalam kamar mandi membuat Jinki terkekeh. Menggemaskan sekali melihat kekasihnya ini menahan malu.

Dan ia memakai kemeja putih yang dipilih Kibum untuknya, selera Kibum dalam fashion sangat baik membuatnya heran dari mana ia mendapat bakat ini?

Kim Kibum adalah diva. Diva yang terlihat arogan diluar, perfeksionis dan berani.

Seperti Jinki yang tampil cool dan cuek diluar, ia akan berubah 180 derajat begitu berada disamping Kibum.

 

I love the way you see my eyes

I love the way you hold my hands

I love the way you being jealous

I love all about you..

I wonder how I live my life without you besides me?

 

“Hai,, Jinki selamat!!!”

“Ah kau tampan sekali Jinki…”

Beberapa teman kuliahnya menghampiri Jinki yang tampak berbeda hari itu dengan black suit dan dasi hitam. Sejenak ia merasa bangga dengan Kibum yang berada disampingnya. Ia menggenggam tangan Kibum erat enggan melepaskannya meskipun didepannya banyak temannya yang menghampiri, Kibum hanya bisa tersenyum dan berusaha melepaskan tautan jemari mereka. Jari yang bertaut satu sama lain, menandakan keposesifan.

“Wow… kau masih bersama Kibum…” jawab Jonghyun sahabat Jinki semenjak SMA.

“Tentu saja.. dan lupakan niatmu untuk merebutnya dariku Kim Jonghyun..”

Kibum sontak melirik Jinki – ini tidak lucu- look.

“Ahahaha… you don’t trust me? Aku sudah memiliki kekasih Jinki ya~ dan ia akan datang sebentar lagi..” balas Jonghyun tidak terima dengan pernyataan sinis Jinki. Ck~ lagipula ia hanya menganggap Kibum seperti adiknya, walaupun sejujurnya ia sempat memiliki perasaan pada Kibum dan Jinki tahu itu.

Bagaimanapun mereka adalah sahabat.

Terdengar suara menginstruksikan para calon dokter ini duduk ditempatnya karena acara segera dimulai. Kibum mmendorong Jinki menuju kursinya, namun ia berbalik menghadap Kibum.

“Ppopo~…”

Aish! For the god Sake Lee Jinki! Kamu membuat segalanya sulit bagi Kibum. Ia tidak ada pilihan dan sekilas mengecup bibir Jinki tidak mempedulikan teman – temang seangkatan Jinki yang berdecak melihat tingkah mereka. Tidak sedikit  juga yang merasa iri.

Dan disini dari jauh Kibum menatap punggung Jinki, ia tidak percaya akhirnya masa ini akan tiba. Masa dimana ia melihat Jinki sukses dan  menjadi lulusan dokter dengan nilai terbaik saat itu. Semuanya terbayar, pengorbanannya selama ini. Ia bekerja keras membiayai hidup mereka, selama Jinki harus belajar setiap saat. Kibum tidak keberatan, selama Jinki dapat membuktikan bahwa tanpa orangtua yang membuangnya pun ia dapat sukses.

Jinki yang awalnya tidak setuju dengan rencana Kibum karena ia merasa tidak berguna. Kibum berfikir sayang sekali Jinki melewatkan kesempatan ini, ia mendapatkan beasiswa penuh atas kuliahnya. Mereka hanya sebatang kara, bergantung satu sama lain. Kibum memilih melepaskan beasiswa sekolah desain yang ia dapatkan, tentu saja ia tidak pernah mengatakan hal ini pada Jinki, atau ia tidak akan mau menyetujui keinginannya.

Kibum bekerja paruh waktu dan mengerjakan apa saja yang dapat menghasilkan uang termasuk mengantar susu dipagi hari lalu menjadi pelayan restoran. Ia bekerja sangat keras hingga terkadang membuatnya kelelahan. Saat ia pulang Jinki akan memeluknya erat dan meminta maaf padanya. Hey! Ia melakukan ini atas dasar keinginannya, untuk apa permintaan maaf dari seseorang yang sangat berharga bagimu?

But Jinki can’t for not blame himself everyday..

Because he makes someone he loves feel suffer..

Likes a invisible knife just stab him everyday…

 

Semuanya terbayar… Jinki kini yang berada didepannya sedang menaiki panggung untuk menerima penghargaan sebagai lulusan terbaik Universitas Seoul. No… Jinki selalu menjadi yang terbaik dimatanya.

Kibum terperangah ketika Jinki sudah memegang mic nya, melihat betapa gagah dan tampanya kekasihnya. Bagaimana mungkin ini menjadi nyata? Kekasihnya…. Didepan menatap lurus kematanya mengantarkan kehangatan di sekujur tubuhnya. Jinki tidak sedetikpun melepaskan matanya dari sosok cantik didepannya yang mengangguk dan mengucapkan “I love you..” dan Jinki dapat mengetahui dari gerak bibir Kibum.

“Aku.. tidak mungkin berada disini tanpa dukungan dan cinta seseorang yang selalu berada disampingku.. tiap detik, menit, jam, hari dan tahun ia selalu berada disisiku dan ia menderita karenaku.. karena keegoisanku..”

Kibum melebarkan matanya dan menggeleng, ingin Jinki menghentikan perkataanya yang seperti itu, membuat sekeliling juga menatapnya.

“Aku mungkin tidak seberuntung kalian yang masih memiliki ayah dan ibu..tapi aku lebih dari beruntung dari kalian karena aku memiliki seseorang yang sangat berharga, bahkan melebihi kedua orangtuaku yang memilih membuangku…”

Suasana menjadi sangat tenang mendengarkan Jinki yang berbicara dengan sedikit bergetar. Kibum merasakan cairan hangat di pipinya. Ia mengigit bibirnya menahan isakan keluar dari mulutnya.

“Aku… mempersembahkan penghargaan ini untuknya… sebagian dari jiwaku..Kim Kibum..”

Jinki menarik nafas lalu kembali menatap Kibum didepannya yang sudah berlinang air mata, tidak..jangan menangis Kibum, pikirnya.

“Kim Kibum.. sekarang didepan semuanya..aku mengucapkan banyak terima kasih untuk segalanya, rasanya aku tidak akan lelah mengucapkan terima kasih dan maaf setiap saat untukmu.. dan kali ini biarkan aku melepaskan semua beban dipundakmu..bersandarlah padaku…selamanya… menikahlah denganku..”

Ruangan menjadi heboh dan riuh tepuk tangan meneriaki Kibum untuk menerimanya. Kibum terdiam, membeku ditempat duduknya, ia tidak tahu Jinki akan segila ini. Ia merasakn panas disekujur tubuhnya, perasaan yang bercampur aduk, senang, sedih, terharu. Ia tak mampu menggerakan lidahnya untuk bicara, ini terasa tidak nyata baginya. Jinki… masih memiliki masa depan yang panjang, dan ia memintanya menjadi pasangan hidupnya? Apakah ia pantas?

Jinki menuruni panggung dan menghampiri Kibum yang menatap kosong kearahnya. Ia mengambil kedua tangan Kibum dan menciumnya.

“Be mine… Kibum…”

==========================

Malam ini adalah malam terakhir Jinki bersamanya. Besok… ya besok adalah hari terakhirnya untuk melihat Jinki disampingnya saat ia terbangun, saat terakhir merasakan pelukan Jinki. Dadanya sesak membayangkan saat ia harus bangun sendiri tanpa Jinki disampingnya. Kibum tersentak saat lingkaran tangan terpaut di perutnya. Ia tahu ini adalah Jinki, aroma Jinki yang selalu ia ingat. Ia memejamkan matanya merasakan ciuman Jinki di pelipisnya lalu turun ke lehernya dan berbisik dikupingnya dengan suaranya yang berat..”Aku merindukanmu..”

Konyol.. bagaimana kau bisa mengatakan rindu pada seseorang yang baru saja lima menit tidak kau lihat?

“Hmm.. Jinki mandilah.. aku sedang memasak makan malam..”

“Ani… biarkan aku seperti ini..” Jinki terus mengecup leher Kibum dan beralih kepundaknya. Well salahkan Kibum yang memakai kaus yang besar dan mengekspos pundak kirinya, tampak menggoda Jinki untuk terus mengecupnya. Tempat favoritnya.

Kibum tersenyum lalu mematikan kompor didepannya dan berbalik menghadap Jinki. Menghapus jarak mereka, melingkarkan tangannya dileher Jinki dan memejamkan mata mereka.

Seperti ini adalah first kiss, Jinki selalu memulainya dengan lembut.

Jinki menarik pinggang Kibum merapat sempurna dengan tubuhnya. Semakin lama ciuman mereka menjadi intensive, full of passion..full of desire… tidak ingin melepasnya meski mereka membutuhkan oksigen saat ini.

Jinki selalu menyukai bibir Kibum yang lembut.

Kibum selalu menyukai ciuman Jinki yang menuntut.

Tautan bibir mereka terpisah dan Jinki menempelkan kening mereka, merasakan hangatnya hembusan nafas masing – masing di wajah mereka. Jemari Jinki mengelus pipi dan leher Kibum lembut lalu menautkan lagi bibir itu. ia tidak pernah bosan ..never.

“mmmhh..Jinki mandi..sudah larut..” Kibum berusaha mendorong Jinki menjauh namun Jinki kembali mengecup bibirnya berkali – kali, membuat Kibum lemas tak berdaya.

“Hmm..baiklah aku mandi… istriku ini cerewet sekali..”

“Yah! Aku bukan istrimu!”Kibum memukul kesal dada Jinki.

“Kau istriku…titik..” Jinki menarik tangan Kibum kepinggangnya dan memeluknya erat. Kibum membalas pelukannya. Hangat…. Apakan pelukan ini akan hilang besok?

Kibum menggelengkan kepalanya dan menelusupkan kepalanya dileher Jinki lalu sedetik kemudia ia merasakan kakinya tidak menyentuh lantai dan ia berputar dipelukan Jinki membuatnya berteriak kaget.

“Yaaah! Jinki! Pabo… turunkan aku!” Kibum menutup matanya dan memukul bahu Jinki kesal.

Jinki tertawa bangga atas perbuatannya. =.=

“Baiklah~ aku mandi dulu istriku yang cantik~!” sekali gerakan mengecup kening Kibum dan mengacak rambut kekasihnya ini memmbuat Kibum semakin berteriak kesal karena kini rambutnya berantakan.

He is still a Diva anyway~ ck!

==========================================

Makan malam telah usai, setelah Jinki tidak melepaskan pelukannya saat Kibum sedang mencuci piring. Ia terus menempeli Kibum dan terus membujuknya untuk ikut ke Tokyo,Jepang. Ia menjanjikan kehidupan yang lebih baik disana. Jinki memperoleh promosi dari Universitasnya untuk langsung praktek di Tokyo Hospital. Salah satu Rumah Sakit terbaik di Jepang yang memiliki banyak dokter jenius seperti dirinya. Ditambah ia langsung mendapatkan apartemen mewah beserta isinya dan mobil untuknya.

Kibum masih enggan menerimanya, meski ia menerima lamaran Jinki saat itu. Ia kini mengalungkan cincin yang menjadi leontin di lehernya. Ia akan memakainya saat ia kembali bertemu Jinki, ya.. ia menejelaskan padanya ia akan datang ke Seoul tahun depan dan kini ia harus mengambil kursus design disini. Ia tidak ingin menjadi benalu bagi Jinki, ia juga harus menggapai mimpi – mimpinya. Ia ingin menjadi sosok yang pantas bagi Jinki.

Jinki, sekali lagi tidak mengerti dengan cara berpikir Kibum. Ini bukan masalah pantas atau tidak pantas. Bagaimana bisa ia tinggal tanpa Kibum disisinya? Ia hanya butuh Kibum.. dan semuanya ia yang menanggung. Ia tidak peduli dengan status sosial dan sebagainya.

Kini Kibum dilantai membantu membereskan pakaian Jinki dansegala seuatu yang ia butuhkan. Jinki duduk di pinggir kasur menatap Kibum yang tampak serius dan menyuruh Jinki untuk diam disana duduk manis dan tidak mengganggunya.

“Jangan lupa membawa vitamin dan jangan tidur terlalu malam…”

“Ne…”

“Dan jangan bangun kesiangan lagi, bagaimana bisa seorang dokter selalu sulit untuk bangun pagi”

Kibum terus berucap menyuruh Jinki begini dan tidak boleh begitu.

“Aku juga sudah menyiapkan kimchi jika sewaktu – waktu kau ingin masakan Korea..dan Jinki kenapa pakaiannmu kusut begini kan aku sudah bilang untuk mengambil pakaian hati – hati. Oh My God Jinki aku juga sudah bilang jangan –“

“Kibum…”

“Jangan makan sembarangan disana..kalau bisa memasaklah.. aku sudah membuatkan resep masakan yang mudah dan sehat..jaga kesehatanmu disana…”

“Kim Kibum…”

“Ya..?”

“Kemarilah..”

“Tidak bisa.. besok pagi  pagi sekali kita harus ke airport kan…dan-

 Grep

Yang ia rasakan sekarang Jinki menariknya berdiri dan memeluknya erat.

“Ikutlah denganku… aku mohon…”

“Maaf…”

“Kenapa? Kenapa Kibum? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi? Oh atau kau sudah menemukan orang lain..?” suara Jinki terdengar marah bercampur kecewa dan terluka.

Kibum melepaskan pelukan Jinki kasar, mendorong Jinki “A-apa?” suaranya bergetar, terlihat dari kilatan matanya ia merasa sangat terluka dengan perkataan Jinki.

Jinki menyadari perkataannya sungguh jeterlaluan, bagaimana mungkin ia mencurigai Kibum setelah apa yang telah ia lakukan untuknya? Apakah kau idiot Lee Jinki? Bahkan seumur hidupnya ia menderita bersamamu.. ia menanggung beban berat dipundaknya. Membantu membiayai keperluan mereka sehari – hari.

“Maaf… maafkan aku….” Jinki menarik lagi tubuh Kibum yang terkulai lemas mendengar perkataan Jinki, ia mencurigainya? Ia tidak mempercayainya? Pertama kalinya ia merasakan luka ketika seseorang yang sangat berharga baginya meragukannya.

“Aku..aku hanya tidak bisa tanpa dirimu disekitarku..Kibum…”

Kibum menghela nafasnya lalu melepas pelukan Jinki dan menangkup wajah kekasihnya ..”Tidak ada yang akan terjadi selama aku tidak ada..dan kau kuat Jinki..kau bisa tanpa diriku..ini hanya sementara bukan? Kita hanya berpisah satu tahun dan aku akan menyusulmu ke Tokyo…” jawab Kibum lembut. Namun Jinki masih menatap Kibum dengan tatapan kecewa.

Kibum mendorong Jinki menuju sisi kasur lalu menghapus jarak diantara mereka. Ia berada diatas Jinki dan mencium Jinki, penuh tuntutan, kesedihan, kecewa seperti ini adalah hari terkahir mereka berciuman. Jinki membalas ciuman Kibum lalu memutar posisi mereka.

“Kibum… jangan memancingku…” suara Jinki terdengar berat menahan hasrat didalam dirinya untuk melakukan lebih pada Kibum setelah semua janji yang mereka pegang. Mereka tidak pernah benar – benar melakukan hubungan sex, semuanya hanya sekedar cuddling,saling berpelukan dan berciuman. Hanya itu dan Jinki mampu menahan dirinya.

Tapi sekarang, Kibum mendorongnya dan memulai ciuman yang bisa dibilang berbeda dari biasanya.

Yes.. he is desperate.

“Make love with me…”

Sebelum Jinki membalas ucapan Kibum, ia sudah menarik kepala Jinki mendekatinya dan he kiss him.

Its like the last kiss

Its like he will lose him forever

Kissing not just because of lust..but need to touch each other..need to be loved.

Tubuh mereka sudah menyatu, tak hentinya Jinki mengecup tiap inchi kulit Kibum. Jantungnya berpacu sangat cepat melihat keindahan didepannya.

Flawless skin and beauty face, pouty lips that make him can’t stop to kiss him.

“You are beautiful…”

“Ji..Jinki….” detak jantungnya tidak kalah cepat melihat Jinki menatapnya dalam.

Merasakan saat sesuatu memasuki tubuhnya. Jinki diam untuk membuat Kibum relax dan kembali mengecup bibir yang digigitnya menahan sakit. Jinki menghilangkan rasa sakit itu dengan passionate kiss.

Kibum sejenak melupakan rasa sakitnya, lalu perlahan Jinki bergerak dan menyentuh sweet spot nya membuatnya mendesah tertahan, rasa sakit sekaligus bahagia karena pada akhirnya ia bisa memberikan dirinya seutuhnya pada Jinki.

His first and last.

Jinki menyukai bagaimana Kibum menyebut namanya.

Jinki menyukai bagaimana Kibum sangat sensitive dengan setiap sentuhannya.

Jinki menyukai ketika tubuh Kibum bergetar dan membisikkan namanya.

“Ji-Jinki….”

Pundak Kibum adalah tempat favoritnya, ia terus menciuminya seolah mengusir segala rasa lelah dipundaknya selama ini. Mengecup leher Kibum, memberikan tanda kemerahan disekujur tubuh Kibum. Menandai Kibum hanyalah miliknya… always.

 .

.

.

Matahari pagi menusuk mata Jinki, lalu ia membuaka matanya dan melihat sosok yang ia cintai berdiri didepannya tersenyum.

“Jinki… bangunlah dan mandi..”

“Mandi bersama?” mata Jinki begitu berharap.

“Baiklah.. “

Kibum bergegas ke kamar mandi lebih dulu dan disusul Jinki. Tentu saja bukan hanya mandi karena Jinki terus menggodanya dan akhirnya melakukannya lagi.

“Apa masih sakit..?” Jinki menahan nafasnya ketika merasakan miliknya sudah memasuki Kibum.

Kibum meringis dan menggeleng. Reaksi yang berlwanan bukan? Ia menolak mengatakan bahwa ini sakit dan seperti menghancurkan sel – sel ditubuhnya.

But the pain always change become pleasure…

Kibum dan Jinki berada dalam bath up kosong. Kibum menaikan turunkan tubuhnya dan sesekali punggungnya menyentuh dada Jinki merasakan kehangangatan dalam setiap sentuhan Jinki.

.

.

.

Kibum menundukkan wajahnya menahan airmata yang mendesak keluar. Sepanjang perjalanan didalam taksi, Jinki mengusap punggung tangan Kibum dan menenangkan dirinya.

Setibanya di bandara Incheon, langkah Kibum semakin berat seperti ada batu berat yang menahannya. Nafasnya semakin berat seperti pasokan udara disekitarnya menipis. Ia menggenggam erat tangan Jinki. Jemari mereka mengisi celah diantaranya. Jinki bisa merasakan Kibum mencapai batasnya. Ia berhenti sebelum mencapai pintu masuk dan menarik tubuh Kibum kepelukannya.

“Kibum… berjanjilah padaku..”

“Hmmm..” hanya dengungan yang bisa dikeluarkan mulutnya saat ini.

“Tunggu aku…. Kita akan bersama.. selamanya…”

Jinki merasakan Kibum mengangguk dalam pelukannya.

Melepaskan pelukan mereka, Jinki mengusap air mata Kibum dan tersenyum. “Ne..jangan menangis oke?dan ingat untuk selalu mengunci pintu…jaga dirimu baik – baik..”

Kibum hanya mengangguk lemah. Rasanya seperti ia kehilangan separuh jiwanya, tenaganya tersedot entah kemana.

And they kissed like it’s the last kiss..

Kibum memeluk leher Jinki memperdalam ciumannya mengabaikan tatapan sekitar mereka. Mereka tidak peduli..

Gently and lovely kiss

Share each other pain…

Their heart beating so fast..

Need some oxygen..but they don’t care…

 ================================

Waktu terus berlalu.. sehari, seminggu, sebulan…

Jinki dan Kibum masih berhubungan melalui internet, email maupun twitter. Ketika membuka mata maka yang Jinki lakukan adalah menelpon Kibum, memastikan keadaannya. Lalu ketika malam tiba, Kibum akan menelpon Jinki, mengucapkan selamat malam dan berkata bagaimana ia merindukan Jinki.

Kibum kini juga disibukkan dengan kursusnya. Ia belajar dengan sangat giat, diam – diam mempercepat waktunya belajar, dalam Sembilan bulan ia sudah menyelesaikannya dan lulus dengan nilai sempurna.

Ia berencana memberikan kejutan pada Jinki dan mendatanginya. Ia mencium cincin yang menggantung di kalungnya..”Jinki.. tunggu aku…”

.

.

.

“hyuuuung mata sipit~!”

“Iyaaaa Taeminnie chubby~ sabar..”

Namja cantik bernama Taemin ini terus menarik jas Jinki untuk menemaninya makan siang.

Lee Taemin. Anak dari Kedubes Korea di jepang dan Lee Jinki dipercaya menjadi dokter pribadi anak ini sejak tiga bulan yang lalu. Lee Taemin mengidap kelainan jantung dan membutuhkan dokter pribadi yang bisa menjaganya. Jinki dipromosikan langsung dari rumah sakit Tokyo. Ia merupakan salah satu dokter terbaik dari Korea, disamping ayah Taemin memang menginginkan dokter pribadi anaknya seorang warga korea agar bisa menemaninya.

Sederhana saja, bahasa Jepang Taemin tidak begitu bagus, meski ia sudah 2 tahun tinggal di Jepang.Taemin menjadi sedikit lebih riang setelah bertemu Onew. Ya Jinki mengubah namanya saat di Jepang dengan nama asing, dengan paksaan Taemin tentunya. Taemin berkata ‘Onew’ lebih keren dan mudah. So… that’s all.

Jinki sadar semakin hari ia semakin sibuk dan semakin jarang ia menghubungi Kibum. Saat ia menelpon Kibum, seringkali tidak diangkat dan sebaliknya. Mungkin Kibum sudah tidur atau sedang sibuk-pikirnya.

Terkadang ini membuatnya frustasi.

Sedangkan sekarang Taemin dengan antusias sedang menggandengnya keluar rumah sakit dan memintanya untuk makan siang diluar, Taemin menjadi sangat manja padanya, ia bergantung pada Jinki.

“Onew hyung!”

“Ne~ pelan – pelan Taemin..”

Taemin tidak mempedulikan tatapan sekitarnya dan terus menarik Jinki keluar rumah sakit. Keadaan Taemin semakin baik setiap harinya, dan ia diperbolehkan keluar namun tetap harus dijaga but yeah~ Taemin tidak keberatan selama itu adalah Onew hyungnya.

Diam – diam Taemin jatuh cinta dengan dokter pribadinya ini. Berkali – kali ia mengatakan ia ingin Onew menjadi kekasihnya, namun Onew menganggap itu sebagai lelucon. Taemin masih kekanakan dan ia tidak tahu apa yang sebenarnya yang ia rasakan.

Jinki tidak sama sekali memusingkan hal itu. Meski berkli – kali Taemin mengatakannya, bahkan mencuri ciuman di pipinya. Jinki merasa Taemin sudah seperti adiknya sendiri. Selain menjaga Taemin, Jinki juga mengambil spesialis bedah di Jepang sekarang. Tentu saja dengan beasiswa yang diberikan ayah Taemin.

.

.

.

 

Bugh

“Ah… sumimasen..”

Kibum membungkukkan tubuhnya 90 derajat meminta maaf karena tidak sengaja menabrak seseorang didepannya dan koper mereka terpental.

“Tidak apa – apa…”

Huh?

Kibum seperti mendengar suara orang ini menggunakan bahasa korea, lalu ia menatap sosok tinggi didepannya.

Choi Minho

OMG! Ya itu adalah Choi Minho actor terkenal di Korea dan kini sedang melakukan drama nya di Jepang. Ia juga terkenal di Jepang. Mungkin Kibum tidak tahu ini keberuntungan atau kesialan baginya. Tapi hei! Si tampan Choi Minho yang memiliki tubuh sempurna dan kaki yang panjang serta sangat terkenal berada didepannya.

Naluri Kibum sebagai fashion designer menyala, ia merasa pakaian rancangannya akan sangat cocok dengan Minho.

Lalu tak lama kemudian sosok didepannya ini sudah menghilang dari hadapannya dan ia mengambil kopernya, keluar bandara dan mencari lokasi apartemen Jinki.

“Jinki… aku datang…” senyum merekah di bibirnya.

.

.

.

“Apa?!!”

“Ya..sepertinya kopermu tertukar Minho…”

Minho mengurut pelipisnya, ini sudah waktunya ia pemotretan untuk promosi drama terbarunya. Lalu apa yang terjadi? Koper nya tertukar?! Bagaimana bisa?!

Wait…..

Ah namja yang menabraknya tadi! Yaaa… laki – laki bermata tajam dan berambut blonde tadi yang menabraknya. Oh Gosh! Minho adalah orang yang selalu memilih pakaiannya sendiri. Ia memiliki style nya sendiri.

“Tapi Minho..lihatlah ini…”

Minho melirik baju yang diberikan manajernya dan jika dilihat – lihat… not bad-pikirnya.

“Tidak ada pilihan.. aku pakai ini…”

Minho membaca merk baju itu dan tertulis K.K ?

What? Merk apa itu.. ia tidak pernah mendengarnya, tapi rancangannya juga tidak buruk. Semi jas berwarna coklat muda dipadu kaus casual biru muda. Ia tidak ada pilihan selain memakainya.

.

.

.

Kibum mengubah pikirannya, ia memutuskan untuk berkunjung ke rumah sakit Tokyo. Dengan bahasa Jepang yang seadanya ia pelajari, ia mencari nama Lee Jinki. Lalu setelah diberitahu lantai dan ruangannya Kibum bergegas ke atas.

Ia tidak mengetuk pintu dan memutuskan membuka pintu ruangan Jinki pelan, bermaksud memberikannya kejutan.

And who knows he is who got surprise..

Tangannya berhenti di kenop pintu dan dari celah kecil pintu yang terbuka ia melihat disana.. Jinki nya…. Jinki nya sedang memeluk namja lain… pelukan yang sangat erat. Lalu tiba – tiba namja cantik itu mencium pipinya.

Dan Jinki? Ia hanya terdiam?

Tubuhnya membeku. Pasokan udara disekitarnya seolah menghilang. Ia menggenggam kuat kalung nya, menggenggamnya terlalu kuat.

“Jinki….” Bisiknya pelan.

Apakah ia harus mempercayai apa yang ia lihat dengan kedua matanya?

Ataukah ia harus mempercayai hatinya? Hatinya yang selalu mempercayai bahwa Jinki hanya miliknya?

.

.

.

Jinki mencoba menghubungi Kibum berkali – kali dan selalu gagal. Ia tidak juga mengangkat telponnya. Jinki dengan langkah yang lelah kembali ke apartemennya lalu tubuhnya membeku ketika melihat sosok didepannya pintu apartemennya, tertidur?

“Ki-Kibum…?”

“Hmm..?”

Kibum membuka matanya dan melihat Jinki didepannya, ia lelah menangis hingga tertidur. Ia menunggu Jinki pulang, dan syukurlah ia tidak diusir pihak apartemen. Matanya sedikit bengkak dan Jinki menyadarinya.

“umh..hai?”

Pandangan Jinki kosong dan merasakan ada yang meluap dari dadanya. Ia menarik Kibum kedalam pelukannya. Di sisi lain Kibum teringat dengan kejadian tadi. Hatinya sangat sakit bahkan ia tidak mampu membalas pelukan Jinki. Ia hanya perlu istirahat karena tubuhnya terlalu lelah.

“Ayo masuk..”

Jinki menarik Kibum dan mengambil koper Kibum dan membawanya kedalam. Ia menutup rapat pintu lalu menarik Kibum, hingga punggung Kibum menyentuh dinding apartemen. Jinki mencium Kibum.. hard.

And this is the firs time Kibum feels flat…

Kibum tidak membalas ciuman Jinki, ciuman yang menuntut, memaksa penuh luapan emosi. Jinki sangat merindukan Kibumnya. Dadanya seperti ada letupan – letupan kecil, lalu tersadar jika Kibum tidak membalas ciumannya dan hanya terdiam semenjak tadi.

It feels like I’ve been dreaming for a long time.
I’ve wandered and wandered around for a while

As if we made a promise Standing here in front of each other
like that day from four seasons ago.

Those beautiful stories that we wrote down together
Those eternal promises that we prayed for at that time


They’re all coming back to me
now and I don’t think my heart can take it

TBC

part 2 sesegera mungkin kalo ff ini laku /plak

thank you yang komen

yang ga komen ga thank you~!

maap ceritanya ngalur ngidul, belom pas bgt sama request an😄

 

214 thoughts on “[OnKey] One Year Later / 1 of 2

  1. wah.. 2min jadi orang “ketiga n” keempat” hubungan onkey.. (apa sich -_-‘).. kasian kibumnya udah jauh2 datang k jepang.. taunya liat adegan begonoh.. jinki pliss jelasin k kibum kalo itu cm salah paham.. salut sama perjuangan kibum “nyekolahin” jinki sampe jd dokter gt.. hihiii

  2. Astaga aku baru baca ini ff ToT
    aih, taemin sama minho aja pls x’DD
    terharu sama sifat Kibum disini T’T
    dan jinkiiiiiii, jangan hianati kibum >o<

  3. Padahal tadi diawal udh manis sekali😥 Jinki, jgn anggap sepele ya Taeminnya~~ ntar jadi masalah besar lho😥 Taemin sayang, jgn suka sama bapak sendiri ya? gmana kali sama frog prince sejatimu saja?😀 #kasiMinhokeTaem
    Kibumie, tanya dulu sama Jinki ya? jgn salahpaham dulu hiks😥

  4. baru ketemu ama ni ff.. crtanya mnis bgt tpi kibum slh pham ni sma ontae. tenang aja kibum bang jinki msih setia kok/// masa anak mw naksir bapaknya??? ckckck….

  5. Huaaaaaaa sukses bikin nangis sampe termehek2 pas bagian jinki ngelamar kibum di dpn banyak orang dengan kata2 yg menyetuh banget…*gue aja bkn org yg dilamar terharu, smpai gemetar gini apalagi kibum*..

    Gilaaa jinkibum perjuangan mereka itu sesuatu banget…sama2 di tinggal kedua orangtua..hidup dipanti..usaha sendiri
    smpai sukses…dan mereka gk pernah
    ninggalin satu sama lain..saling
    mencintai dan menyayangi..

    Dan mlm terakhir sblm jinki ke jepang itu ehem err asthfgrkshfd..kibum sudah menjadi milik jinki seutuhnya….

    dan please jgn biarkan kibum salah paham..gila ajakan dari kecil hidup bersama dan setahun berpisah dgn susah payah menahan rindu dan saling setia..

  6. kkaaaaa yuaaaaa ini bagus. . betapa nikmat dan indahnya tulisan kamu. . setiap kata punya emosi yg baik dan menuntun. . kka yuaaaaaa. . aku ngerasa bahagia baca tulisan kka. . seandainya castnya bukan mereka aku bakal tetep bacaaaaa. . ini tulisan yg bener” indah x)

  7. Hueeee…salah faham salah faham 😭😭😭
    Kok jadi gini sih huhuhu.u

    Kibum hebat! Keren! BIAyain jinki ssegitunya ampe segitunya.

    Sayang bgt pertemuan mereka kok malah diwaktu yg ga tepat, kan nyesek 😢😭😭

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s