[2min] Chasing You! – Part 2


[2min] Chasing You! – Part 2

Cast:

Lee Taemin; Choi Minho; Lee Jinki (Onew); Kim Keybum; Kim Jonghyun

Genre:

Romance, fluff, schoollife, friendship

Rate :

General (G) – PG 13

Lenght :

Part 2 – of ?

Author :

sannKeylicious~

WARNED!!!

None of the materials provided in this fanfic may be used, reproduced or transmitted, in whole or in part, in any form or by any means. No parts of this fanfic are to be copied without permission in writing from the author.

Taemin terpaku ditempatnya, ia tidak bohong jika ia juga berdebar dan malu ketika tangan kekar –yang ia asumsikan itu- menggenggam tangannya. Perlahan ia tatap Minho kemudian melihat senyum yang terpampang didepannya itu, antar pulang katanya?

<<PREV PART

 .

.

Perlahan Taemin menarik tangannya dari genggaman Minho, dan itu cukup membuat namja tinggi itu takjub, ia mengerutkan alisnya, sedikit kecewa karena hilang kontak dengan tangan halus Taemin yang terlihat karena tidak tertutup jaket.

“Maaf Minho –shi, terima kasih atas tawaranmu …”, ucap Taemin tersenyum simpul, entah kenapa Taemin merasa ada rasa tidak nyaman dekat dengan Minho, “Tapi mungkin lain kali saja … annyeong.”, ucap nya membungkuk sedikit dan berlalu, beruntung karena ia berbalik dari jauh ada bis datang ke halte, jadi tanpa menoleh lagi ia naik ke bis dan mengambil posisi duduk.

Ia bisa merasakan ketika bis berjalan, sosok Minho di pinggir trotoar itu sedang melihat dirinya yang duduk di dekat jendela. Namun ia berusaha tidak memperdulikan Minho. Ia hanya berpikir, tidak semestinya ia pulang dengan orang yang baru ia kenal, anak kecil saja tahu kadang pergi dengan orang asing itu tidak boleh. Dan bagi Taemin, hukum itu masih berlaku.

.

.

Minho menatap sosok namja cantik itu pergi begitu saja, ia mendengus dan menyengir miris, damn, baru kali ini ia merasa ditolak. Setidaknya dengan cara yang halus, namun tetap, situasinya ia ditolak!

“Sepertinya mendekatimu harus pelan-pelan yah Lee Taemin? Menarik juga …”, ucapnya sendiri dan menyengir pada helm ditangannya.

Ia berjalan ke sisi motornya dan menyalakan mesinnya, sepertinya ia setuju juga dengan nasihat Chanyeol saat itu, mungkin ia bisa memulai usahanya untuk kenal lebih dekat dengan Taemin melalui Jonghyun. Itu artinya ia berteman baik dulu dengan Jonghyun.

.

.

“Apa?!”

“Ssshtt … ini tempat umum Umma …”, Taemin menutup mulut namja cantik berambut blonde didepannya dengan tangannya,

Key, namja cantik itu dengan sigap menepisnya dan melanjutkan keterkejutannya di wajahnya.

“Kau bilang apa tadi? Kau serius? Si Choi Minho itu katamu? Kau tidak salah orang kan?”, tanya Key shock, Taemin menarik nafas dan menyuap sesendok caramel banana ice cream banyak-banyak kedalam mulutnya, ia kemudian mengangguk dan menarik bahunya.

“Nope, jangan kau pikir aku juga tidak perhatian yah dengan namja tampan …”, ia memerongkan lidahnya.

“Hei hei … Lee Taemin, kau tidak serius kan? kau jangan ganjen!”, Key kali ini memukul lengan sahabatnya itu yang sedang bertengger dimeja.

“Siapa yang ganjen? Aku hanya bicara jujur.”, ia menaikan bahunya, “Minho ‘lumayan’ tampan,menurutku~”, ucapnya terkekeh. Ia akui itu, ia akui Minho menarik perhatiannya, meski ia terlihat sedikit arogan –atau mungkin terlihat seperti itu karena rumor buruknya masuk sekolahnya, namun dari sosok Minho itu memang benar tidak ada kesalahan?

“Oke, let me straight all of this! Kau sedang pulang dari club, sendirian, dan secara tidak langsung kau melihatnya di parkiran, kemudian kau bertemu dengannya dijalan, dan ia dengan sengaja menegurmu –dengan klakson, berkenalan, dan kemudian mengajakmu pulang?”

“Tepat sekali!” Taemin mengangguk dan menyuap ice nya lagi.

“Kau bahkan bicara padanya, saling bertukar nama, dan kemudian voila, ia ajak kau pulang bersama … namun otak pintarmu itu bekerja dan kau dengan sukses menolaknya?”

“Persis!”, ucap Taemin menunjuk Key dengan sendok, tanda benar.

Key mengerutkan alisnya, “Kau sadar tidak sih dia mau berbuat apa padamu?”

“Tidak … memang kau punya asumsi apa?”

“Dia mau mengincarmu…”

“Oh, makasih Key Umma, but im not animal …”

“Bukan itu, dia mau mendekatimu … dan itu terang-terangan! Kau harus hati-hati!”

“Kau hanya terlalu takut dia berbuat macam-macam padaku kan?”

“Kau tahu kan rumor yang ada pada dirinya…”

“Umma..please, kita sepakat tidak pernah ikut campur urusan orang lain, dan percaya dengan gosip murahan, terkecuali kita tahu sendiri.”,

“Yeah , aku yang membuat peraturan itu.”

“Ya patuhi kalau begitu.”

“Tidak dengan yang satu ini, pertama kali aku lihat dia tidak baik. Dan aku tidak suka padanya, aku lebih tidak suka kalau dia mau mendekatimu.”

“Kau katakan hal yang sama saat kau bertemu Jonghyun.”

“Jonghyun memang tidak pernah klop dengan ku.”

“…”

Key berhenti ketika Taemin memilih diam, Taemin tahu jika ia terus menjawab Key akan terus membeberkan seluruh kata kemana saja. Dan ia lebih baik diam dan tidak memancing emosi Key, karena ia tidak mau bertengkar mulut berdebat sesuatu didepan umum, terlebih, Cuma karena seorang bernama Minho.

“Tenang saja, aku akan hati-hati, Minho tidak akan bisa berbuat seenaknya padaku.”

Key ingin membantah, namun ia kemudian melihat Taemin hanya diam dan menunduk, memilih memainkan ponselnya, ia tahu Taemin tidak mau dengar ucapan darinya.

“Baiklah, just keep stay away from him. Im serious.”

“Whatever Umma …”

Key menarik nafas, “Baiklah, disini aku ingin tanya bagaimana persiapan kompetisimu?”, tanya Key akhirnya, kali ini Taemin mendongak, menaruh ponselnya, dan merubah ekspresinya, Key hampir berdecak melihatnya, Taemin selalu seperti itu jika bicara soal dance.

“Hampir sempurna.”, ucap nya senang, “Jika kau bisa mampir jika ada waktu disela belajarmu dengan Onew Hyung, dan memberikan masukan pada kami jika ada yang kurang dan perlu koreksi serta tambahan.”, ucap Taemin semangat.

“Sure, aku akan datang. Mungkin lusa.”

“Bagus—“

“Taemin?”,

Key dan Taemin menoleh pada suara bass yang terdengar tiba-tiba disisi meja mereka. Taemin terkejut, sama dengan Key, malah ia memasang tampang tidak suka, ketika mereka melihat siapa yang berdiri disana, Minho. Namja itu berdiri didepan mereka dengan tersenyum manis.

“Hai.”, ucap Taemin menundukan kepalanya ramah, Key hanya melirik Taemin kesal karena bersikap sopan.

“Hai.”, ucap Minho kali ini dengan senyum, Taemin tidak bisa tidak membalas senyum itu, maka ia berikan senyum balik pada Minho.

“Suatu kebetulan yah? Kau sedang apa? Dan … dengan …”, Minho menatap Key.

“Kim Keybum!’, ucap Key dingin,

“Keybum.”, angguk Minho membenarkan. Sebelum wajahnya ia palingkan lagi ke arah Taemin.

“So…?’

“Oh, ya, aku sering kesini, well … biasanya kami berempat, namun teman kami yang dua lagi tidak bisa datang, dan akhirnya aku bersama Key Hyung.” Ucap Taemin. “Biasa … hanya sekedar cari udara segar dan berbincang.”, ucap Taemin berdecak.

Minho menganggukkan kepala, “Aku juga sering kesini, tapi, kenapa aku tidak pernah melihatmu yah?”, tanya Minho.

Key mulai gerah, basa-basi sekali si Minho itu …

“Kau hanya tak memperhatikan!”, ucap Key kesal.

Minho menoleh sejenak ke arah Key yang menyeruput minumannya dengan cuek. “Sepertinya …”, ucap Minho membenarkan. Taemin menyengir pada Key dan asik dengan ice cream nya yang tersisa.

“Well, mungkin lain kali kita bisa hangout bersama …”, ucap Minho tersenyum.

“Sure, lain kali …”, tambah Taemin mengangguk. Key melirik Taemin kesal, dan mendengus, namun sepertinya tindakannya itu tidak digubris oleh Minho , dan Taemin hanya diam melihat sikap Key saat itu. Ia tahu Key tidak suka pada Minho, hanya perlu penyesuaian, jadi biarkan saja…

“Baiklah, sebelum aku mengganggu, lebih baik aku pergi … annyeong Taemin, Key.”

“Tidak kok. Baiklah, Annyeong.”, Taemin melambai sedikit, dan Minho pergi dari sana, ia bisa lihat Minho berjalan keluar, dan bergabung dengan sekumpulan temannya yang ada di luar restoran, semuanya bermotor sport sama sepertinya.

“Jangan bilang dia geng motor dan suka balapan liar.” Ucap Key yang juga melihat itu. Taemin berdecak.

“Hyung … sudah lupa kalau kita tidak ikut campur urusan orang lain?”, tanya Taemin, Key mengerutkan alisnya, Taemin akan memanggilnya Hyung jika namja itu mulai jengah dengan sikapnya, meski ia tidak suka orang lain perotes padanya, namun jika itu Taemin, entah kenapa ia tidak bisa membantah.

“Aku masih tidak bisa mengerti, kenapa kau masih ramah padanya, aku yakin dia berbahaya.”

“Molla … aku hanya tidak mau menjudgenya lebih dulu. Aku tidak kenal dengannya.”, ucap Taemin mengangkat bahu, namun tetap, meski ia bersikap sok cuek didepan Key, ia dalam hatinya menduga-duga.

Untuk apa siswa baru , yang baru saja sebulan ada disekolahnya itu tiba-tiba datang padanya, dan mulai mendekatinya. Tidak pernah ia lupa jika ia bertemu tidak sengaja dengannya di koridor saat ia ingin keruang guru, saat ia ingin kekantin, saat ia melewati parkiran sekolah, saat ia ke kamar mandi sekalipun, ia sering bertemu, dan jika ketidaksengajaan itu terjadi, Minho tidak segan menyapanya atau memanggil namanya, atau tersenyum padanya.

Well, banyak yang lakukan itu padanya, namun ini siswa baru, dan ia tidak mengerti maksudnya Minho apa? Mau ramah? Atau mau caper padanya? Molla …

.

.

Taemin asik duduk di pinggiran lapangan melihat beberapa teman nya bermain sepak bola, jam olahraga itu mereka habiskan bermain sepak bola, sedangkan yeoja bermain volly, bukannya ia tidak bisa, namun ia masih dalam kursi cadangan, meski badannya terlihat ramping, tapi ia cukup mahir main bola.

“Taemin ah!”, Junho yang duduk disampingnya, namja yang lebih pendek darinya itu tidak ikut karena kakinya cidera karena kecelakaan.

“Hm?”, ia tidak melepaskan matanya dari lapangan.

“Minho bilang, aku harus sampaikan salam ‘hai’ nya padamu.”,

Taemin terbelalak, ia menoleh kaget, “HAH?!”, ungkapnya tidak percaya.

Junho hanya menyengir, namun cengirannya itu seperti meledeknya, “Kau seperti tidak pernah menerima salam dari orang lain sebelumnya? ini hanya dari Minho, dan dia termasuk fans mu yang lain dari sekian banyak fans mu di sini.”, ucap Junho berdecak,

Taemin hanya mengerutkan alisnya. “Terima kasih atas sanjuangannya Junho.”, ucap Taemin berdecak dan kembali memfokuskan pandangannya ke lapangan.

Tak lama guru nya memanggilnya untuk bergantian bermain di lapangan, dengan sigap ia berdiri dan menanggalkan jaketnya, berlari ke sisi lapangan, bertukar high five dengan teman nya yang akan keluar lapangan. Ketika peluit permainan berbunyi kembali, dengan sigap Taemin berlari mengejar bola, rasanya ia sudah lama tidak lakukan olahraga itu, karena biasanya ia hanya dance saja di club.

.

.

Minho sudah bosan mendengarkan gurunya berceloteh kesana kemari tentang sejarah, ia bahkan tidak perduli dengan perang dunia kedua atau semacamnya itu. Ia lebih memilih mengedarkan pandangannya keluar jendela, dan tidak lama matanya menangkap ke arah lapangan, sontak wajahnya yang ia topang di tangannya selama pelajaran terangkat dari posisinya.

Matanya terbelalak ketika melihat sosok ramping, tinggi, dan kulit yang putih berkilau di bawah sinar matahari sedang berlari mengejar bola kesana kemari, meski ia terlihat pandai dan sempat menggiring bola, namun ia tetap tidak ada kesempatan untuk menggoalkan bola ke gawang lawannya. Minho berdecak perlahan, kagum ternyata sosok itu bisa juga bermain bola, ia berpikir, sosok cantik sepertinya terkadang enggan bermain bola, terlebih yang ia tahu namja itu lebih suka menari, dan mungkin dimata Minho terlihat feminim.

“Choi Minho, bisa kau jawab pertanyaan nomer 5 dibanding kau lebih tertarik melihat keluar jendela?”,

Shitt. Ia kepergok sedang tidak memperhatikan.

“Ng … aku tidak tahu jawabannya.”. ucap nya menggaruk kepalanya.

“Well, setidaknya terjawab kalau sebaiknya gunakan kepalamu untuk melihat kemari, dan buka telingamu untuk mendengar penjelasanku.”, ucap gurunya merasa kesal.

Minho hanya memutar bola matanya tidak menjawab, ia hanya memilih melihat kedalam buku kosong didepannya, dan tidak lama pandangannya kembali ke arah lapangan lagi. Kali ini pemandangan didepannya itu membuat nafasnya sedikit tercekat, ketika ia lihat sosok itu tertawa dan berhigh five dengan teman-temannya, so cute …huh, Taemin.

.

.

Jonghyun menatap motor nya dengan kesal, ia berdiri kemudian menendang ban motornya pelan sambil menggerutu tidak karuan, sial … benar-benar sial, ia sudah janji akan pergi ke acara open club temannya namun gara-gara motor yang tidak tahu diri dan tidak bisa diajak kompromi itu, ia jadi terlambat, motornya mogok!

DDIN!

Terkejut ia berbalik dan melihat seseorang di atas motor sport berhenti di dekatnya, ia mengerutkan alis dan mencoba melihat siapa sosok di balik helm itu.

“Hai …”, sapa namja di atas motor itu ketika helmnya dilepas, bola mata Jonghyun melebar ketika tahu siapa dia.

“Oh, Minho!”, Jonghyun tersenyum lebar dan menghampiri nya, berhigh five sejenak kemudian berdecak, “Yo, whats up?!”

“Fine …”, decak namja tinggi itu, “Kau … ada masalah? dengan pacarmu?”, sindir Minho melirik ke balik tubuh Jonghyun, melihat ke arah motor yang baru saja ia bilang ‘pacar’ Jonghyun itu.

Jonghyun hanya bisa berdecak dan menggaruk kepalanya, “Shitt , aku lupa mengeceknya seminggu ini, dan kau lihat, ada masalah, dia ngambek denganku sepertinya …’, tambah Jonghyun mengikuti dialog Minho.

Namja tinggi itu hanya tertawa, dan turun dari motornya, ia berjongkok di depan motor Jonghyun dan memperhatikan sejenak, “Apa masalahnya?”, tanya Minho mendongak.

“Aku rasa dengan karburatornya, aku tidak ingat kenapa bisa bermasalah, kalau aku bawa kebengkel aku harus panggil jasa bengkel kesini, tapi kau tahu, sulit memanggil jam segini.”, Joghyun yang sadar saat itu ia berada di tengah malam, dan pasti tidak ada bengkel yang buka.

Minho menarik nafas, “Baiklah, tunggu sebentar …”. Minho mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang, Jonghyun hanya menatapnya heran, namun namja tinggi itu hanya tersenyum menatapnya, berkata seakan semuanya akan beres.

.

.

“Terima kasih sekali lagi Minho …”, Jonghyun menepuk pundak namja tinggi itu, dan menenguk bear di tangannya lagi. Minho hanya tersenyum dan mengangguk.

“Tidak masalah, aku sering seperti itu, pacar kita memang manja … “, decaknya menyindir motor-motor mereka. Jonghyun hanya berdecak dan diam sesaat  , sejujurnya baru kali ini ia merasa bingung untuk memulai pembicaraan dengan Minho, well, gengsinya sedikit tinggi mengingat Minho cukup dikenal disekolah karena sifat humblenya sebagai siswa baru, jadi, sedikit banyak ia iri pada sosok namja tinggi disampingnya saat itu.

“Sorry kalau selama ini kita jarang bicara … well, kau selalu pergi keluar bermain dengan teman mu dikelas lain.”, ucap Minho, Jonghyun menatapnya terkejut.

‘Oh, ah, anioo …”, Jonghyun mengibaskan tangannya didepan Minho, “Justru aku lah yang minta maaf , seharusnya aku menyambutmu dengan baik sebagai teman baru … haha.”,

“Tidak masalah … “, Minho memutar gelas bearnya dan tersenyum.

“Oh, Minho~~”, keduanya langsung menoleh ke sumber suara dimana itu berasal. Ketika mereka menoleh , seorang namja bertubuh tinggi dan kekar berdiri di dekat mereka, memasang wajah dengan cengiran yang lebar seperti meremehkan. Jonghyun yang menyadari ketegangan diantara namja itu dengan Minho memilih diam dan melirik ke arah Minho yang wajahnya menegang.

“Seunghyun.”, Minho melirik tajam. Ini buruk, Jonghyun bisa menyadari aura disekitarnya. Namun, ketika mendengar nama itu, ia seperti mengingat sesuatu … entah dimana ia pernah dengar nama itu sebelumnya, ada banyak nama Seunghyun di Korea.

“Hey brother!”, Seunghyun menepuk bahu Minho dengan semangat dan tersenyum padanya, “Suatu kebetulan kita bisa bertemu disini . heh?”, ucapnya tersenyum lagi, dan menurut Jonghyun, tidak pantas untuk wajah dinginnya.

Aku meragukannya. Minho berpikir dalam hati. Ia tahu persis siapa Seunghyun, ia tidak mungkin menegur orang sembarangan meski kenal, ia dikenal sombong, dan Minho tahu ia punya maksud sendiri. “Hai, Seunghyun.”, sapanya.

“Ng … sedang apa disini? oh, jangan ingatkan aku kau masih … Oh, apa dia pelanggan barumu?!”, ucapnya melirik Jonghyun, Jonghyun membelalakan matanya dan menatap Minho yang terlihat geram dan menahan marah.

“TOP!”, ucap Minho dingin, Seunghyun yang mendengar panggilannya itu menoleh dan berhenti tersenyum, menatap takjub ke arah Minho. “Bukan urusanmu, dan urusan kita sudah selesai, kau tahu aku tidak lagi ikut dalam urusanmu. Lebih baik kau pergi.”, ucapnya meneguk minumannya.

“Well ..well…well … Minhooo … ternyata rumor yang kudengar benar heh? kau berhenti dari dunia gelap mu dan berniat berubah menjadi orang baik … ckckck … suatu hal yang baru!”, ia menepuk tangannya.

Jonghyun entah kenapa tidak suka melihatnya, ia berdiri sedikit, well … kurang nyaman di antara orang-orang tinggi ini. “Eum … sorry, aku tidak tahu ada apa. Tapi bisakah kau tinggalkan nya? dia bilang dia tidak ada urusan lagi denganmu .”,

Seunghyun yang mendengar itu menoleh dan menunduk menatap Jonghyun, ia tersenyum dan tertawa, “Oh, well? lalu apa urusanmu?”

“TOP!!”, geram Minho menggebrak gelas di meja bar dan melirik kesal, “Aku bilang pergi, aku tidak mood untuk berkelahi denganmu. Asal kau ingat, kau belum sepenuhnya bebas dari pantauan kepolisian.”,

Seunghyun menggertakan gigi dan menatap Minho, “Well, selamat menikmati hidup barumu Minho … kalau kau butuh kesenangan, kau bisa kembali padaku .”,

Minho diam saja, dan Jonghyun menatap namja tinggi itu pergi sebelum menerima lirikan dari namja itu, “Geez … WTF is wrong with that guys, geezzz …”, Jonghyun duduk dan meneguk minumannya, ia melihat Minho membakar rokok dengan kesal dan bingung harus apa.

“Minho ah? you ok?”, tanya Jonghyun menepuk pundaknya, Minho tersenyum dan mengurut keningnya.

“Well … yeah, sorry Jjong, aku tidak tahu kau akan terlibat dengannya, hanya … jangan kau lakukan itu lagi, dia bisa sangat berbahaya.”,

‘Kau berteman dengan orang semacamnya?”, tanya Jonghyun hati-hati. Minho tersenyum lirih.

“Ya, tadinya …”

“Beruntung sekarang kau tidak kan?”

Minho berdecak, “Yeah Jjong, tidak lagi …”

Dan entah bagaimana, mereka berakhir minum sampai lepas tengah malam. Banyak hal yang mereka bicarakan, mulai dari sekolah, kehidupan sehari-hari, dan sedikit banyak Jonghyun tahu Minho tidak terlalu buruk, tidak heran banyak siswa yang mendekatinya, well … benar adanya kalau ia disebut humble person.

.

.

1 week later~

Minho sudah terbiasa jadi sering hangout dengan Jonghyun mulai saat itu, entah kenapa ia menjadi nyaman berbicara dengan Jonghyun, terlepas dengan rencana awalnya berteman dengan Jonghyun hanya untuk dekat dengan Taemin. Justru malah ia tidak ingin pertemanannya menjadi buruk karena Jonghyun tahu awalnya ia akan lakukan itu. Baginya, sekarang … berteman baik dengan Jonghyun adalah nilai plus untuk mengenal Taemin.

“Oh, Taeminnie!”,

Minho sontak menoleh kemana Jonghyun memandang, dalam hitungan detik sosok Jonghyun sudah enyah dari hadapannya dan berlari ke arah Taemin yang baru saja keluar dari ruang guru. Minho hanya diam dan memperhatikannya dari jarak jauh.

Entah kenapa ia memang iri melihat kedekatan Jonghyun dengan Taemin, dan ia mulai tidak nyaman dengan perasaan bahwa ada orang lain yang bisa dengan mudah berbincang dengan Taemin tanpa canggung, bahkan dilihat dari cara mereka bicara satu sama lain mereka seperti sudah stuck to each other.

Cara Jonghyun berbicara dengan senyumnya, cara Taemin merespon ucapan Jonghyun dengan cengiran dan juga tawa, cara mereka saling menyentuh pundak, tangan , memukul, dan merangkul serta hal lainnya, itu membuat Minho iri. Ia berusaha membuang pikiran itu, bagaimanapun juga ia tidak berhak merasa begitu, Taemin bukan miliknya, hell … bahkan ia tidak kenal dekat dengan Taemin.

“Minho!”,

Minho mendongak dan terkejut dengan panggilan suara Jonghyun, ia tiba-tiba merasa gugup ketika mata Taemin melihat ke arahnya, Jonghyun tersenyum dan melambai padanya untuk menuju ke arah mereka.

“Aku? kesana?”, tanya Minho sambil menggerakan tangannya seakan bahasa tubuh.

“Neh! sini!”, panggil Jonghyun senang melambai dengan semangat. Entah kenapa, Minho benar-benar gugup. Shitt, ini hanya Taemin, seorang Taemin, sama seperti namja lain disekolahnya, kenapa namja itu bisa membuatnya gugup. Namun, Minho merupakan orang yang pintar menyembunyikan air mukanya, ia berjalan mendekat dengan wajah tenang.

“Hei Minho, perkenalkan ini temanku Taemin, Taemin ini Minho, siswa pindahan yang pernah kuceritakan padamu …”,

Taemin menatap Minho sejenak dan membungkuk sedikit, “Hai Minho …”

Jonghyun berdecak melihat temannya, “Aish, Jinjja, dia seumuran kita, kau juga masih memberi hormat ketika bertemu? aish Taeminie ~~”, Jonghyun mengacak rambut Taemin namun segera ditepis olehnya.

“Wae? aku hanya bertindak sopan. Makanya kau juga harus banyak belajar sopan santun padaku Jjong …”, Taemin dengan tidak sopan menepuk kepala Jonghyun 3 kali seperti pada anak anjing, dan itu menerima date glare dari sang empunya kepala.

“Minho, jangan tertipu muka manisnya, dia anak yang kurang ajar, kau lihat kan apa yang ia lakukan padaku?”, tanya Jonghyun mendesis pada Taemin. Taemin menanggapinya hanya memerongkan lidah dan menggelitik sisi pinggang Jonghyun.

“Nope, aku rasa dia benar Jjong, kau harus belajar sopan …”, tambah Minho mengedip ke arah Taemin, Taemin hanya menyengir dan memalingkan wajahnya ke arah Jonghyun tanda menang,

“OH!! Baik! kalian berdua baru saja bertemu sudah mau menentang ku hah? Oke!”,

“Jjong, pelankan suaramu … kau tidak sopan!”

“Yah Taemin!”

“Jjong, kau berisik..”

“MINHO! Kau! aish, kalian berdua!”

Minho dan Taemin hanya tertawa melihat Jonghyun malah mendumal kesal. Minho melihat ke arah Taemin sekali lagi, dan ketika Taemin sadar akan tatapan itu ia mendongak dan mengerjap kan matanya kemudian ia alihkan tatapannya dari Minho dengan santai.

“Aku harus pergi, annyeong!”, dengan itu Taemin pergi, tidak perduli dengan teriakan Jonghyun yang bingung, dan berharap masih bisa berbincang bersama.

“Anak itu keliatan sedang ada masalah ketika keluar dari ruang guru tadi.”

“Oh? jinjja? tapi tadi ia terlihat baik-baik saja ketika bicara denganmu Jjong?”, tanya Minho.

Jonghyun menarik nafas dan menatap Minho, “Taemin memang begitu. Ia tidak akan bilang kalau ia sedih, tidak akan pamer berlebihan juga jika ia senang.”

Minho hanya diam dan mencerna perkataan Jonghyun, “Akan kau tanya nanti padanya.”, ucap Jonghyun lagi, kemudian ia pergi begitu saja, meninggalkan Minho yang diam menanggapi info terbaru tentang Taemin, benar nilai positif baginya berteman dengan Jonghyun, ia bisa lebih tahu banyak secara tidak langsung tentang Taemin.

.

.

“Minho, kau yakin tidak mau ikut kami?”,

Minho menggeleng dan melambai pada semua anggota club basket barunya yang baru saja selesai latihan itu, “Tidak , maaf, mungkin lain kali saja … aku janji.”, Minho tersenyum dan melambai sekali lagi sebelum berbelok ke arah gedung lain , ia hanya ingin pulang, tidak mood berlama-lama disekolah, dan ingin segera sampai rumah, mandi, dan tidur.

Ketika langkahnya sudah mendekati gedung lain di bagian gedung utama, ia mendengar dentuman musik masih menggema di sana, suara beat musik yang cukup keras menggema dengan besar. Perlahan ia gerakan kakinya menuju ruangan yang ia asumsi dari mana suara itu berasal.

Ia menduga siapa yang masih menggunakan ruang seni hingga sesore itu?

Ketika ia sampai didepan ruangan seni suara musik yang semula ia dengar makin menggema dengan jelas, dan ia bisa dengar decitan bunyi sepatu serta gerak tubuh seseorang di dalam.

Dengan perlahan ia membuka pintu, dan menelusupkan sebagian kepalanya kedalam ruangan, ia hanya bisa melihat seseorang sedang menari sendiri, ia lihat dengan teliti sosok yang menarik dengan indah itu, sendirian, namun gerakannya sangat bagus. Ketika ia perhatikan baik-baik , mencoba mengenali sosok yang terpantul di dalam cermin, ia terkejut, tidak salah lagi, dan tidak dipungkiri siapa lagi kalau bukan namja itu …

Taemin.

Taemin menari dengan bagus, sangat bagus menurut Minho, namun sedetik kemudian ia melihat sosok itu menghempaskan dirinya dilantai dan menatap pantulan dirinya sendiri di kaca, dengan tersengal dan keringat yang deras ia mengusapnya dengan lengannya.

Minho tidak tahu harus menggambarkan seperti apa sosok Taemin yang luar biasa dimatanya saat itu. Namun, entah hanya perasaannya atau bukan mimik Taemin saat itu terlihat suram, lelah, lesu, dan juga terlihat sedih.

“Arrgh!”, Minho terkejut, baru kali pertama ia melihat perubahan sosok yang selama ini ia tahu selalu tersenyum pada siapapun menjadi terlihat frustasi dan sedih. “Ugh! tidak ada waktu lagi!”, ia lihat Taemin menepuk lantai kayu yang jadi alas duduknya , dan menarik kakinya kemudian mendekapnya dengan tangannya , ia tundukan kepalanya di sana dengan nafas tersengal.

Minho tidak tahu apapun, ia memutar otak, jika ia langsung menyapa Taemin, mungkin namja itu akan merasa kesal karena diganggu. Namun jika ia diam, ia tidak bisa … entah kenapa ia ingin mengulurkan tangannya untuk namja itu, membuatnya semangat. Dan ini membuatnya terkejut pada dirinya sendiri, sebelum ini, ia tidak pernah perduli pada urusan orang lain, namun… dengan anak ini, ia tidak bisa melepaskan pandangannya.

Ketika ia ingin beranjak menuju ke arahnya, sontak sosok Taemin bangkit dan berseru.

“YOSH! TAEMIN! KAU PASTI BISA, SEKALI LAGI, FIGHTING!”, Minho terkejut ketika namja cantik itu sontak berdiri dan memutar musiknya lagi dengan remot ditangannya, Minho kembali bersembunyi dibalik pintu dan memperhatikan ekspresi wajah Taemin, wajah itu berubah lagi menjadi serius dan penuh konsentrasi serta semangat, diam-diam ia kagum pada namja itu, perlahan ia tutup pintu itu dan tersenyum puas.

Mungkin, ada baiknya ia menunggu di parkiran sama seperti dulu …

.

.

Taemin menarik nafas, membenarkan posisi tas ranselnya dan berjalan keluar gedung sekolah, jam sudah pukul 7 pm, dan dammit, ia benar-benar diluar perkiraan, salahnya ia tidak memperhatikan jam, semua karena perubahan sistem kompetisi maka ia harus berusaha keras.

Tubuhnya lelah sekali , ia hanya ingin cepat pulang dan tidur, kemudian bangun pagi sekali untuk mengerjakan tugas sekolahnya.

DDIN!

Taemin terkejut, melonjak sedikit dan memegang dadanya, dari kejauhan ada sosok dengan motor besar berdiri disana, ia menghalau sinar yang ada didepannya dengan tangan mungilnya.

“Sorry Taemin ah!”, pekik sebuah suara. Taemin seperti tahu suara itu dan mengerutkan alisnya, untuk apa ia disini?

Tanpa perduli bertanya, ia meneruskan langkahnya, masa bodo dengan sosok yang sudah entah sejak kapan ada disana, dan melakukan hal yang sama, entah sengaja atau tidak sedang menunggunya.

DDIN!

“YAH!”, Akhirnya kesabarannya luntur, ia memekik ke arah namja yang sekarang ada di belakangnya dengan motornya itu. Ia menarik nafas dan berusaha memelankan nada bicaranya, menahannya dari emosi.

“Minho … mau apa kau? kenapa kau masih disini?”, tanya Taemin akhirnya menatapnya malas, ia sedang tidak mood beramah-ramah.

“Sorry Tae … ng, aku baru saja selesai latihan basket, dan well , secara kebetulan aku bertemu denganmu … kau … dari mana?”

Taemin menatap Minho dengan alis terangkat, “Aku … baru saja selesai latihan … menari.”, ucapnya , Minho tersenyum dan menatapnya lekat.

“Gwencana?” tanya Minho akhirnya, Taemin mengerutkan alisnya.

“Apa aku terlihat sedang tidak baik? “, tanya Taemin akhirnya, “Oh, sorry Minho, aku harus pergi, aku tidak bisa ketinggalan bis, ini sudah larut, annyeon–‘

“Tunggu dulu!”, Minho menarik lengan Taemin dengan cepat, namja cantik itu terhenti langkahnya, dan menatap ke arah lengan yang sedang mencengkram lengan kurusnya. “Sorry.” ucap Minho melepas lengan Taemin perlahan.

“Aku … sedang lelah, aku mau segera pulang, kau juga sebaiknya cepat pulang … ” ucap Taemin sabar.

“Tidak sampai kau mau pulang denganku.”, ucapnya mantap. Taemin terbelalak, apa dia gila?

“Sorry?”,

” Aku tidak akan pulang sampai kau mau pulang denganku.” ucapnya sekali lagi. Taemin menatap Minho seperti orang bodoh.

“Makasih, lain kali saja Minho … annyeong.”, dengan itu Taemin melangkahkan kakinya , namun Minho tidak membiarkan kali ini ia gagal dan  ditolak oleh Taemin.

“Taemin!”, panggil Minho lagi, namja cantik itu menarik nafas dan masih berusaha sabar , ia menoleh dengan enggan dan tidak berkata apapun.

“Ayo ikut, aku tahu kau sedang suntuk, aku tahu cara menghilangkan penat di pikiran dan dihati, aku serius, aku tahu caranya!”,

“Kau gila …”, geleng Taemin.

“Memang, makanya ikut aku, kau akan tahu …”

“Tidak … aku mau pulang …”, ucap Taemin lelah menanggapi paksaan Minho.

“Kau yakin? kalau tidak aku akan taruh motor ku disini dan menemanimu menunggu bis, kalau perlu aku pulang naik bis.”

Taemin menganga, “Minho … sudahlah, aku lelah … kau pulang sana, aku tidak mood main-main …”

Minho tahu kalau ia teruskan Taemin akan kesal padanya, namun akhirnya ia turun dari motornya dan berjalan ke arah Taemin sambil tersenyum simpul. “Kajja, kita pulang.”

Taemin menatap Minho yang berjalan duluan, ‘Minho, motormu…”

“Biarkan saja, aku juga sudah bosan …”

“Nanti hilang …”

“Aku lebih perduli kalau kau yang hilang gimana?”

“Apa sih yang kau lakukan?”

“Menemanimu pulang.”

“MINHO!”

Minho berhenti, ia berbalik dan menatap Taemin, “Gotcha! kau sedang suntuk kan? kau ada masalah? aku tahu … Taemin yang ku tahu sangat ramah pada ku atau siapapun … ini bukanmu, aku hanya ingin membantu, ada baiknya sesekali kau tunjukan amarahmu Tae …”

Taemin mencerna ucapan Minho, ia geram sendiri, siapa dia? sembarangan bicara dan mendikte dirinya, ia berjalan dan menyenggol bahu Minho yang lebih kekar darinya.

“Aku tidak tahu apa yang kau maksud, aku hanya ingin pulang. Dan berhenti mengikuti dan mengangganguku!”, ucap Taemin kesal,

Minho menatap Taemin sejenak dan menarik nafasnya, “Baiklah, maaf kan aku …”, ucap Minho lembut. “Hati-hati Tae …” ucapnya, dan menuju motornya.

Taemin tidak menggubrisnya, ia mendengar suara lembut Minho, ia menjadi tidak enak sendiri, MInho hanya berusaha untuk mengajaknya pulang bersama, terlepas dari entah dari mana ia bisa mendikte sikap Taemin,namun ia akui caranya berteriak dan melampiasan amarahnya pada Minho yang berniat baik bukan sifatnya.

Ia menarik nafas dan menghentikan langkahnya, berperang dengan hatinya untuk menoleh , berbalik pada Minho, meminta maaf padanya karena ia menyesal, dan setuju untuk di ajak pulang bersama.

“Ugh …Min-“

“Ini.”, Taemin terkejut hingga memundurkan langkahnya, ia melihat Minho mengulurkan helm padanya dan tersenyum lebar.

“M-minho … aku …”

“Arraso!”, Minho meraih tangan Taemin dan memberikan helm padanya. “Kau tidak perlu minta maaf, kajja, keburu malam …”

Taemin menatap helm ditangannya dan menatap ke arah Minho yang sudah ada di atas motornya tersenyum padanya. Menepuk sisi kosong di belakangnya, berkata itulah tempat untuk Taemin.

Dengan tarikan nafas, ia memakai helm itu dan berjalan ke arah Minho. Meraih punggung Minho untuk tumpuan tangannya, dan naik ke atas motor Minho.

“Siap?”, Minho menyengir pada Taemin, entah kenapa cengiran itu membuat wajah Taemin mendadak panas.

“Neh …”

“Pegangan, kalau kau tidak mau terbawa angin …’

“Wha–woaaah…”, dengan itu Taemin memeluk pinggang Minho dengan kencang ketika namja tinggi itu membawanya.

.

.

“SEUNGHYUN … AKU SUDAH TIDAK LAGI HIDUP DALAM DUNIA HITAM … JADI ENYAHLAH KAUUUU…”, Minho berteriak tiba-tiba di tengan jalan panjang yang ramai, Taemin terkejut , ia masih tidak bisa bicara dan masih memeluk Minho dengan erat karena ia sedang dipacu sangat kencang di atas motor Minho.

“A-apa yang kau lakukan?”

“HAH?”

Taemin berdecak, ia memejamkan matanya ketika mereka melewati tikungan tajam. “A-apa yang …KAU …LAKUKAN?”, pekiknya.

“OH, AKU SEDANG MENERIAKI EMOSI KU …”

“a-APAAN ITU? ME-maa …”, Taemin mendesis ketika Minho hampir menabrak mobil dan menghindarinya dengan mudah, “K-kau gila Minho …” , lirihnya, Minho hanya tersenyum ketika pelukan di pinggangnya mengerat.

“KAU COBALAH … “

“APA?” pekiknya.

“COBALAH BERTERIAK SEPERTIKU, MAKA KAU AKAN MERASAKAN LEGA …”

Taemin menggeleng, “Shiroo …”. lirihnya.

“KAU TIDAK USAH MALU, SETELAH KAU TERIAK, MAKA KITA AKAN PULANG. PALII!”

“A-apa? kau tidak akan bawa aku pulang sebelum –“

“LEE TAEMIN PABOOO …”

“YAH!”

“LEE TAEMIN BARBAR …”

“MINHO!!!”,

Minho hanya tertawa keras dan membuat tubuhnya bergetar dipelukan Taemin, namja tinggi yang gila menurut Taemin, namun entah kenapa ia bisa tersenyum dengan tingkahnya.

“MRS,JUNG BODOOOHH … AKU TIDAK AKAN MENYERAAAHHH … AKU AKAN MENANGKAN KOMPETISI MESKI TANPA DUKUNGAN DARI SEKOLAH!! AKU AKAN BUKTIKAN ITU!!! CHOI MINHO … KAU BODOOOH …. NORAKKK …”, pekiknya kencang.

Setelah itu hanya tawa Minho yang terdengar, “Kau puas?”,

“Lumayan.”

“Good, aku bisa menemanimu kalau kau masih mau berterika, baru kita pulang.”, balasnya dengan tertawa.

“Shiro!! Kita pulang!”, ancam Taemin meremas baju depan Minho, namja tinggi itu tertawa lagi.

“Baiklah …”

“AARGHH …”

Motor itu ia pacu lagi dengan kencang, membuat Taemin memeluknya lebih erat, meski begitu, Taemin tidak bisa menyembunyikan senyumnya, tingkah bodoh yang baru saja ia lakukan bersama Minho membuatnya kagum pada dirinya, setidaknya ia bisa bersikap urakan sekali dalam hidupnya.

.

.

“Taemin …Taemin, TAEMIN!!”,

“HAH?!!”, Taemin mendongak dan membenarkan posisi helmnya, ia menatap Minho yang tersenyum padanya dengan lebar.

“Benar ini rumah mu?”, tanyanya, Taemin mendongak dan ia tidak sadar ia sudah sampai didepan rumahnya, ia dengan cepat turun dari motor dan melepas helm dikepalanya.

“Iya!”, katanya cepat dan memberikan helm itu dengan paksa ke arah Minho.

“A-aku … aku tidak akan mau naik motor denganmu lagi, aku masih mau hidup, menjadi dancer terkenal, dan tidak mau mati muda!”, ucap Taemin sambil mencengkram tali tas ransel di pundaknya.

Minho tertawa, dan mengacak rambut Taemin, “Aigooo … cute.”,

CUTE???

Keduanya terdiam ketika mendengar kata-kata itu, Minho yang lebih dulu berdeham untuk menghilangkan kegugupan di sekitar mereka.

“Baiklah, kau masuk … maaf sudah membawamu dengan kecepatan seperti itu … aku … well , annyeong.” MInho memakai helm yang diberikan Taemin tadi dan bersiap pergi namun Taemin menarik lengannya dan membuka serta menutup mulutnya gugup.

Minho membuka kaca helm dan menunggunya bicara, “Ya?”

“Minho … gomawo.”, ucap Taemin dan kemudian masuk kedalam rumah, tanpa melihat balik ke arah Minho.

Taemin berlari masuk kekamar dan tidak perduli dengan panggilan orang tuanya yang menanyakan ia dari mana hingga pulang larut, dan juga melewati sapaan dari Hyungnya yang kebetulan baru saja keluar dari dalam kamarnya. Ia telungkup di atas kasur dan ia bisa dengar motor Minho berbunyi dan meninggalkan rumahnya.

Entah kenapa jantunnya berdebar cepat, apa yang ia rasakan sebenarnya?

“Heh. Taemin ah!”, Taemin menoleh, Hyungnya sudah berdiri disana dengan bingung.

“Apa?”

“Itu pacarmu? jangan bilang iya, woah, Appa pasti shock anak manisnya punya pacar pembalap.”

“HYUNG!!”

TBC

Woah, FF ini delay selama 1 bulan penuh, dan yaampun, jelek banget ini … argh, pusing sekarang udah ngga bisa nulis FF bagus *emgbiasanyabagus?
Well, please leave comment, let me know wht u think?
Please, tinggalin kritik yang sopan🙂

Love ya …

117 thoughts on “[2min] Chasing You! – Part 2

  1. appa pasti shock anaknya punya pacar pembalap-_- itu ucapannya hyungnya tae kok kerasa pass, taem udah cocok jd pacarnya bang ming😀

  2. emak key seseatu bgt.. ternyata ming ini riwayatnya emang kurang bersih. wkwk tae pasti cute bgttt

  3. Minho yahh fighting buat dapet in taemin.. aku mendukungmu kkkk:3
    Taem.sensi bgt lagi pms yah wkwkwk:D
    Akhirnya takhluk juga taem..ciyee yg calon pacar nya pembalab *towelTaem:p

    Tapii apa hubungannya minho sma TOP ? MINHO dulu emng siapa sih? Kok dunia hitam/gelap(?)..serem dah#plak

  4. Appa pasti shock anak manisnya punya pacar pembalap -_-
    Sumpah demi apa?? Tuh kalimat ngenak banget d hati…

  5. ashekkk abang Ming PDKTx makin gencar aj nih?!:) ayo bang MAJU PERUT PANTAT MUNDUR(?) jd pnsran sm masa lalux abang Ming

  6. Salut sama persahabatannya.. Jjong peka, care buanget sama Taemin.
    Masalalu Minho..
    Taemin Fighting! !
    Next..

  7. Gika jadi minho pengedar narkona gru yadulu??waaah swmangat ya buat minho ,yg lalu biarlah berlalu…hwaiting!!

  8. Wahh penasaran masa lalunya ming,, tapi sepertinya ming udah mw berubah,, penasaran kelanjutan pendekatan minho ke taemin

  9. ececieeeeeeee yg plg breng,
    jadi senyum2 sndiri baca bagian itu hihi
    minho punya dunia gelap?haduh gaswat kalau kalau tae dan yg lain ga bisa nrima:/

  10. Woaahhhh akhirnya minho menggunakan trik2 untuk mendekati taemin.
    Minho dari dunia hitam?? Apa maksudnya???
    Wooowww~ semakin seru nihhh..

    Lanjuuutttt

  11. woaaah siapa minho sebenernya?
    apa maksudnya dia dari dunia hitam ><
    .
    yeaaah minho akhirnya bisa antar pulang taemin
    jadi tahu rumah taemin juga
    semoga mereka bisa semakin dekat kekeke

  12. Wahhh ini DAEBAK!! seruuuuu bgt,,,,ming ga pantang mudur bwt knal dn dekat dgn minnie,,,,masa lalu ming gmn???????????
    Nextt

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s