[Jinkey] Key 5


Foreword :
Gomawo yang udah mau ninggalin jejak di part sebelumnya. Sesuai janji, ini aku kasih lanjutan dari ff yang gak jelas ini.
Disini bakalan terungkap sedikit demi sedikit, tapi masih ada beberapa misteri yang belum terungkap.

Cast : Jinkey dkk

Genre : banyak yang bilang fantasy

CEK IT OUT

Para penduduk membawa mayat Leeteuk dari tengah-tengah festifal. Mereka meletakkannya di bagian belakang gereja. Kyuhyun dan Changmin yang mendengar bahwa temannya itu telah mati, segera menghampiri mayat Leeteuk yang sudah terbungkus kain berwarna putih.

“Leeteuk hiks,” tangis Changmin di samping mayat Leeteuk.

“Ini kecelakaan. Dia ingin mengganggu festifal dengan niat berkelekar, dia menukar arca kertas dengan dirinya. Tamu yang tolol,” jelas sang kepala desa.

“Itu alasan yang konyol,” sanggah Kyuhyun menatap tajam sang kepala desa.

“Kepala desa, itu tidak mungkin, tadi saat orang-orang melempar biji, namja ini sedang berjalan disana. lagipula di alun-alun banyak orang yang berkumpul. Jadi saya pikir dia tidak mungkin bisa masuk ke tengah-tengah acara,” Baekhyun menceritakan apa yang telah ia saksikan.

“Banyak omong adalah dosa bagi orang bodoh,” sang kepala desa melirik Baekhyun dan membuat namja tersebut terdiam.

“Mianhamnida,” ucap Baekhyun menundukkan kepalanya.

Jinki yang berada disana memandang heran pada sang kepala desa. Dia merasa aneh atas apa yang dikatakan sang kepala desa.

“Kita tidak bisa membatalkan festival. Setelah ini ada acara di gereja. Saya permisi,” pamit sang kepala desa meninggalkan TKP diikuti Baekhyun di belakangnya.

“Tunggu, Hey, Hey,” teriak Kyuhyun begitu sang kepala desa meninggalkan tempat.

Key memandang kepergian mereka dengan tatapan dingin. Namun, diotaknya menyusun setiap kejadian yang baru terjadi tadi.

Seperti yang dikatakan kepala desa, festival arona terjauh terus berjalan dengan lancar. Para penduduk desa juga tidak terlalu memikirkan kematian Leeteuk yang tadi sempat menggemparkan alun-alun.

Jinki dan Key melihat festival di pinggir alun-alun. Mereka berdua terus menatap beberapa orang yang mengayunkan tombak satu-sama lain.

“Walaupun ada orang yang mati, acara tetap dilanjutkan seperti semula, memang ada yang aneh dengan penduduk desa ini, ya kan Key?” tanya Jinki menatapa namja cantik yang ada disampingnya.

Namun, namja cantik bermata indah itu tidak ada disana. Dengan panik Jinki mulai menerobos kerumunan untuk menemukan namja cantik tersebut sambil terus memanggil namanya.

“Bukankah kau akan melindungiku?” kata-kata Key terus terngiang dibenaknya.

Akhirnya, namja tampan berpipi chubby itu sampai di depan gereja. Namja tampan tersebut mulai melangkahkan kakinya memasuki gereja yang telah dipadati banyak anak berbagai usia. Ada yang seumuran dengannya atau yang masih muda sekalipun.

“Jinki-ssi, kau ingin menanyakan masa depan juga?” tanya Baekhyun menghampiri namja tampan yang kini menatapnya bingung.

“Hmm, masa depan?” tanya Jinki.

“Ne, atas kemenangan ordo musim panas, jadi panen yang sukses sudah dijanjikan, dan sorenya acara di gereja. Gereja adalah jembatan bagi arwah para leluhur. Mereka melihat hasil panen kami. Namun, sebelumnya dengan mulut mereka yang masih hidup, arwah leluhur menjawab pertanyaan anak-anak. Nah, Jinki-ssi karena sudah jauh-jauh kemari, kajja!” Baekhyun menarik lengan Jinki menuju pada tenda yang ada di dalam gereja.

“Tidak, aku sedang mencari Key disini, Tunggu, Baekhyun-ssi,” tolak Jinki namun masih terus mengikuti Baekhyun yang masih berlari.

Setelah sampai di depan tenda, mereka berdua berhenti. Baekhyun membuka tirai tersebut dan mendorong Jinki agar masuk ke dalamnya.

Cahaya dalam tenda sangat minim karena hanya diterangi sebuah lilin yang diletakkan di meja. Tak jauh dari meja tersebut, ada kepala desa yang duduk pada kursi kayu yang ada sandarannya.

“Apa pertanyaanmu?” tanya sang kepala desa menatap Jinki.

“Aku ingin mencari Key,” jawab Jinki sekenanya.

“Kalau itu yang kau inginkan, tak usah khawatir, dia tak jauh dari sini, kau dan dia sangat berbeda,” sahut sang kepala desa sambil menatap Jinki tajam.

Akhirnya namja tampan itu berlutut di depan kepala desa. Sebelum melontarkan pertanyaan wajahnya memerah jika memikirkan pertanyaan yang akan ia lontarkan.

“Begini, aku punya teman, apakah aku bisa seterusnya bersama Key?” tanyanya dengan pipi yang memerah.

Sang kepala desa memejamkan matanya berusaha melihat masa depan namja yang ada dihadapannya ini. Tak lama kemudian mata sang kepala desa terbuka, tapi bola matanya menjadi putih tak ada warna hitamnya.

“Kalian akan bersama hingga sebelum ajal. Beberapa tahun dari sekarang, dunia akan bergetar, dibawah hembusan angin yang sangat kencang! Karena berat tubuh kalian yang ringan, angin kencang itu akan memisahkan kalian berdua! Tapi, hati kalian tidak akan berpisah,” kata sang kepala desa mendekatkan wajahnya pada Jinki.

Setelah mengatakannya, sang kepala desa langsung jatuh terduduk di kursinya. Matanya terpejam lagi. Lalu matanya terbuka dan kembali normal.

“Hati kami…maksudnya?” tanya Jinki lagi.

Namun, sang kepala desa tidak menghiraukan Jinki.

“Selanjutnya,” katanya memandang keluar tenda.

Mau tidak mau, namja tampan tersebut mulai meninggalkan tempat. Dia terus merenungkan apa yang diucapkan sang kepala desa. Ada rasa takut yang menghinggapinya. Takut akan kehilangan namjanya. Namjanya? Bolehkah ia berkata seperti itu?

Tap

Suara langkah kaki seseorang berhenti tepat disampingnya. Sontak dia menoleh ke arah orang tersebut.

“Key, kau disini juga?” tanya Jinki begitu mengenali siapa orang itu.

Air mata namja cantik bermata kucing itu tergenang di pelupuk matanya. Membuat Jinki menatapnya bingung.

“Apa yang kau tanyakan?”

Key menghapus airmatanya kasar, kemudian menjawab

“Aku menanyakan pertumbuhan.”

“Pertumbuhan apanya?”

“Tinggiku.”

“Tinngi? Padahal aku kan….argh, sudahlah tak usah dipikirkan,” sahut Jinki meletakkan tangannya dipinggang.

“Kau marah kenapa?” tanya Key bingung atas perubahan sifat Jinki.

“Kau sih hilang secara tiba-tiba, membuat orang khawatir saja. Darimana saja kau?” tanya Jinki mengintrogasi Key.

“Ruang baca,” jawab Key menatap depan tak berani menatap mata namja tampan yang ada disampingnya. Membuat namja tampan itu kaget mendengarnya.

Flashback

Di ruang baca yang sunyi. Seorang namja cantik membuka pintu yang terbuat dari kayu.

“Umma,” katanya memandang ke kanan-kiri ruang baca sebelum memasukinya.

Saat beberapa langkah memasuki ruang baca tersebut. Tiba-tiba ia dikagetkan oleh sebuah tangan yang terkepal dan mulai memeluknya.

“Heechul yang terkutuk!” seru sang empunya tangan yang ternyata pelayan bernama Yuri.

Key hanya bisa diam dalam pelukan yeoja itu. Tak lama kemudian yeoja itu melepaskan pelukannya dan menatap takut ke arah namja cantik dihadapannya.

“Yoochun-ssi dibunuh dengan cara seperti itu, dengan pisau tajam yang menembus punggung atasnya. Bahkan aku hafal bentuk pisaunya,” jelas Yuri. Sejenak yeoja itu terdiam lalu mulai berteriak histeris lagi.

“Yoochun adalah orang dewasa, sementara Heechul adalah seorang anak berusia 15 tahun. Tinggi mereka sangat berbeda!” yeoja itu mengacak rambutnya frustasi.

“Tepat sekali, tidak mungkin seorang anak menggapai punggung seseorang untuk menancapkan pisau disana,” tanggap Key menatap dingin pada yeoja dihadapannya.

“Huuuuuu, Heechul yang terkutuk, jiwanya yang ternoda, tapi jika bukan dia…..” yeoja itu terus mengutuk sosok Heechul.

“Tepat, pelakunya pasti bukan dia, kau juga berfikir seperti itu?” tanya Key memandang Yuri lekat-lekat.

Tanpa menjawab pertanyaannya, Yuri segera meninggalkan ruang baca dengan tangan yang masih menutupi wajahnya. Key hanya melihat kepergian yeoja tersebut dengan bingung.

Teng teng teng

Jam tugu yang ada dalam ruang baca telah berdentang. Key segera menatap jam tersebut dengan bingung. Beberapa ekor burung merpati bertebrangan diluar jendela ruang baca. Tiba-tiba namja cantik tersebut mendapatkan suatu pandangan tentang kejadian 20 tahun yang lalu.

Flashback end

“Sekarang, mata air kebijaksanaan telah bicara padaku dan semua kekacauan berhasil tersusun,” kata Key dengan wajah serius.

“Tersusun? Berarti kau tahu siapa pelakunya,” sahut Jinki menatap Key yang ada dihadapannya.

“Tapi walaupun aku tahu siapa pelakunya, bagaimana caraku membuktikannya?” tanya Key menatap mata Jinki.

Tiba-tiba sebuah suara rubah mengagetkan mereka. Tak hanya Jinki dan Key saja, tapi para penduduk desa juga mendengarnya.

Seperti biasa, setiap mendengar suara rubah. Kepala desa segera mengambil senapan yang diberikan Baekhyun padanya.

“Tidak akan kubiarkan seekor rubah mengganggu jalannya festifal,” kata sang kepala desa mulai berlari ke asal suara diikuti oleh Baekhyun di belakangnya.

“Jinki, kajja!” ajak Key mengikuti kepala desa diikuti Jinki di belakangnya.

^_^v

Sampailah mereka dihutan. Baekhyun memandang sekeliling mencari rubah.

Kresek

Kresek

Sebuah suara terdengar dibalik semak-semak. Segera saja kepala desa menembak ke semak belukar tersebut.

“Hentikan,Andwae!” teriak Key memperiangatkan kepala desa.

Tapi sayang, kata-katanya tak diindahkan oleh pria tua dihadapannya.

Dor

Arghh

Suara teriakan seseorang terdengar dari arah semak-semak. Kepala desa dan Baekhyun menghampirinya. Sedangkan Key mencengkeram kemeja Jinki dengan erat.

“Gawat, dua korban, Jinki,” kata Key ketakutan.

Segera saja Jinki menarik Key menuju ke semak belukar tersebut mengikuti kepala desa dan Baekhyun yang hanya diam disana.

Mereka dikejutkan dengan adanya tubuh Changmin yang terbaring tak berdaya. Dadanya telah terlumuri darah akibat luka tembak yang dideritanya. Sedangkan disampingnya ada Kyuhyun yang menangisi kepergian jasad temannya.

“Wae? Wae? Apa yang kalian lakukan, Hah? Padahal kami Cuma berkeliling, tapi….hiks,” kata Kyuhyun menatap tajam ke arah kepala desa yang masih memegang senapannya.

“Penduduk desa tidak biasanya mendekati hutan kan?” gumam Jinki namun masih bisa didengar oleh orang yang ada disekitarnya.

“Berarti kepala desa salah mengiranya sebagai rubah,” Baekhyun menatap mayat Changmin lekat-lekat.

“Bicara apa kau ini. aku yakin yang kutembak tadi adalah rubah, bukan namja ini,” sanggah kepala desa menatap Baekhyun.

“Jangan bohong! Kembalikan Changmin, Changmin, Changmin!” histeris Kyuhyun menarik-narik baju kepala desa.

“Kyuhyun-ssi, tenanglah,” Jinki coba menenangkan namja yang telah histeris itu.

Sementara itu Key hanya melihat kejadian tersebut tanpa berkata apapun. Tiba-tiba tatapan tertuju pada sebuah biji kacang yang tadi dilempar para yeoja dan namja cantik di festival. Segera saja ia memungut biji tersebut dan menyimpannya.

^_^v

Di atas jembatan yang terbuat dari kayu, berdirilah tiga orang namja. Disebelah kanan ada namja tampan bermata bulan sabit. Dia mengenakan kaos lengan pendek berwarna putih dan jaket warna biru muda, juga celana berwarna senada dengan kaos yang ia kenakan. Ditengah-tengah ada namja cantik yang mengenakan pakaian berwarna biru muda juga. Namun namja cantik itu mengenakan kemeja. Sebelah Key ada Baekhyun yang memakai kaos berwarna hijau lengan panjang dan celana berwarna biru.

“Kepala desa yakin kalau ia tidak bersalah,” kata Jinki memecah keheningan.

“Tapi kalau ia bersikeras kalau tuduhannya salah, maka beliau harus punya bukti,” sahut Baekhyun memandang ke arah air sungai yang memantulkan cahaya jingga dari matahari yang mulai tenggelam.

“Lalu apa yang kau pikirkan?” tanya Key menatap Baekhyun lewat ekor matanya yang tajam.

“Walaupun kepala desa adalah fondasi desa ini, tapi tetap saja ia harus punya bukti untuk membuktikan kalau dia tidak bersalah. Choi Siwon,” sahut Baekhyun tanpa memandang ke arah namja cantik itu.

“Kalau tidak salah, ia yang memasang listrik di desa ini, ya kan?” tanya Jinki memandang Baekhyun yang mulai terkekeh.

“Ne, saat aku masih kecil. Dia hanya singgah disini, tapi ia telah mengajari kami tentang dunia luar. Aku mencintai desa ini, namun, berkatnya aku jadi ingin mengetahui dunia luar, tapi…..” jawab Baekhyun dengan penuh senyuman.

“Sementara itu kau merasa desa ini dipenuhi oleh kekacauan,” sahut Key tiba-tiba membuat Jinki dan Baekhyun memandangnya kaget.

“Aku sudah memegang kepingan penyebabnya. Aku tidak keberatan untuk mengatakannya padamu. Itulah bukti yang kau cari, benarkan?” lanjut Key memandang Baekhyun dengan senyum misterius.

^_^v

Disinilah Jinki, Key, dan Baekhyun. Saat matahari sudah benar-benar tenggelam, mereka bertiga menunggu di dalam sebuah gereja yang masih bagus dan banyak sekali benda-benda kuno. Mereka bertiga bersembunyi di belakang kursi tempat berdoa paling pojok agar tidak ketahuan oleh siapapun.

“Gereja sepi pada malam hari. Hanya saat inilah arwah leluhur menyeberang. Sudah pasti saat seperti inilah pelakunya memanfaatkan keadaan untuk mencuri,” jelas Key sembari memainkan rambut panjangnya.

Baekhyun dan Jinki memandang namja cantik yang sedang asyik sendiri tersebut.

“Kalau seperti itu, barang apa yang mereka curi disini? Disini tidak ada barang yang berharga,” sanggah Baekhyun melihat sekitar gereja yang sedikit menyeramkan.

“Manusia itu hanya memikirkan nafsu tanpa memperdulikan apakah yang mereka lakukan itu salah. Di lain sisi mereka aneh telah mengincar barang tua yang bernilai,” sahut Key sambil terus memainkan rambutnya tanpa memandang ke lawan bicaranya.

“Berarti pelakunyahmmmpppttt” belum sempat namja itu menyelesaikan kalimatnya. Mulutnya telah dibekap oleh namja cantik bermata kucing dengan tangan mungilnya.

“Sssssttt, dia sudah datang,” Key memandang ke arah pintu masuk yang sedikit terbuka.

Krieeeek

Suara pintu terbuka menggema di dalam gereja. Masuklah seorang namja tampan berambut pirang mengenakan topi dan masker. Ketiga namja yang mengawasinya hanya membiarkan namja tersebut melakukan aksinya.

Namja tampan itu berjalan didepan sebuah lambang salib raksasa dimana disana terdapat vas yang terbuat dari emas. Diambillah vas tersebut. Namja itu tersenyum penuh arti melihat vas yang ada dalam dekapannya.

Brakk

Tiba-tiba saja pintu gereja terbuka sangat lebar. Nampaklah para penduduk desa yang membawa sebuah obor dan ditengah-tengah mereka terdapat seorang namja tampan dengan gaya rambut nyentrik.

“Kaulah pelakunya, Park Kyuhyun,” teriak namja nyentrik tersebut.

“Tidak akan kubiarkan orang awam yang tak mengenal harga suatu barang,” sahut Kyuhyun seraya mendekap vasnya dengan erat.

Tanpa menghiraukan apa yang dikatakan oleh sang pelaku. Namja nyentrik yang bernama Jonghyun itu berlari dan menyergap Kyuhyun hingga namja tersebut jatuh tersungkur dengan sebuah biji yang ada disampingnya.

Jinki, Key, dan Baekhyun yang sedari tadi bersembunyi langsung keluar dengan wajah bingung Jinki dan Baekhyun.

“Mereka adalah pencuri barang-barang langka. Perbuatan mereka menjatuhkan vas ke dalam air bukan berniat untuk membuat ulah, tapi untuk membuktikan keaslian dari vas emas tersebut. Vas dengan lapisan palsu akan mengambang di air,” jelas Key menatap Kyuhyun yang telah terduduk dibawah salib.

“Lalu dia membunuh teman-temannya karena saling berdebat?” tanya Baekhyun menatap Key.

“Seperti itulah kira-kira,” jawab Key tanpa menatap sang lawan bicara.

“Tapi, bukankah kita telah melihat Leeteuk saat festival berlangsung, ditambah lagi dia juga terkena lemparan biji?” sangkal Jinki.

“Itu adalah Kyuhyun yang menyamar. Setelah bertengkar dengan Yuri, Kyuhyun memukul Leeteuk sampai pingsan. Kemudian dia membungkus tubuh Leeteuk yang tak sadarkan diri dalam arca kertas,” jelas Key menatap wajah Jinki dengan penuh keyakinan.

“Mana Buktinya?” tantang Kyuhyun menatap tajam ke arah Key.

“Buktinya ada disini,” Key menunjukkan biji yang tadi ada di sebelah Kyuhyun saat diringkus. “Benda ini terjatuh di lantai saat kau diringkus, yang juga ku temukan di sebelah mayat Changmin di hutan.”

Kyuhyun menatap kaget atas penjelasan namja cantik bermata kucing yang kini telah bermain dengan biji tersebut.

“Sebelumnya kau telah menembak Changmin ditengah hiruk-pikuk bedug festival. Setelah itu kau memanfaatkan suara rubah untuk menjebak kepala desa sebagai pelakunya. Saat terdengar suara rubah, penduduk desa akan menembaknya. Dia juga ingat kebiasaan kalian yang kau tunjukkan saat kami tiba,” jelas Key menatap kepala desa yang kini menatap tajam ke arah Key.

“Yang telah membunuh Changmin bukanlah kau. Inilah bukti yang kau butuhkan,” lanjut Key menatap ke arah kepala desa yang nampak terkejut juga.

“Heh, aku diselamatkan oleh anak Heechul, bawa namja ini! .kita akan menghukumnya sesuai adat,” perintah sang kepala desa pada penduduk yang ikut dalam penangkapan.

Jonghyun yang menyaksikan Kyuhyun dibawa oleh penduduk desa mulai panik. Dia adalah inspektur kepolisian di SM Twon jadi dia tidak bisa membiarkan ini terjadi.

“Tunggu, desa ini berdiri di tanah Korea Selatan, jika seperti ini berarti kalian telah melanggar hukum negara,” Jonghyun mencoba menghentikan penduduk desa.

“Kau bilang Korea selatan? Hahaha, ini bukan desa, tapi sebuah kerajaan, yaitu kerajaan Sila dan aku bukanlah kepala desa, tapi seorang raja dan kata-kata raja adalah mutlak,” kata kepala desa menatap tajam ke arah Jonghyun.

Akhirnya namja tampan itu hanya bisa membiarkan Kyuhyun dibawa oleh penduduk desa untuk di adili. Dengan muka merengut dia meninggalkan gereja menuju penginapan yang sama seperti Key dan Jinki tempati.

^_^v

Disinilah mereka yang tidak punya pekerjaan. Jinki, Key yang duduk bersebelahan. Di depan Jinki ada Jonghyun dengan wajah kesalnya dan disebelahnya ada Baekhyun yang hanya menundukkan kepala.

“Dasar, apa-apaan mereka, kerajaan Sila. Kerajaan itu sudah runtuh lama sekali,” gerutu Jonghyun mengayun-ayunkan kakinya dibawah meja.

“Jjong, kenapa kau bisa ada disini?” tanya Jinki polos.

Namja nyentrik yang tadi berwajah kesal kini menatap tajam namja yang ada dihadapannya. Mungkin kalau mata itu bisa menusuk orang, Jinki akan mati.

“Kau tidak berpikir? Bukankah aku hanya boleh keluar, asal dengan pengawasannya,” sahut Key seraya menyesap coklat panas dalam cangkir putih.

“Apa maksudmu?” tanya Jinki yang mulai lola (loading lama).

Belum sempat namja cantik itu menjawab pertanyaannya, pintu kayu yang tadi tertutup kini terbuka. Nampaklah namja cantik nan imut memasuki ruangan tersebut dengan sempoyongan.

“Huah, sepertinya aku kebanyakan minum soju,” racau namja cantik yang kini menjatuhkan pantatnya di kursi sebelah Jonghyun.

Semua yang ada disana menatap tajam ke arah namja cantik yang kini terduduk lemas, kecuali Jonghyun dan Key.

“Chagiy~, apa tugasku sudah selesai? Dongsaengmu cantik juga,” tanya namja cantik itu memandang ke arah Jonghyun.

“Kau banyak minum lagi, Jino-aah,” sahut Jonghyun merangkul pundak Jino.

Jinki menatap adegan itu dengan bingung. Lalu ia beralih menatap Key yang masih asyik menyesap coklat panasnya.

“Dia adalah Cho Jino, namjachingu Jonghyun-hyung, tugasnya adalah mengikuti, mengawasi, dan melaporkannya pada Jjong-hyung,” jelas Key yang bisa membaca tatapan mata Jinki.

“Sepertinya aku ketahuan nih,” sahut Jino menatap gemas ke arah Key.

“Chagiy~ sudahlah, kau minum dulu air putih ini,” Jonghyun menyerahkan air putih yang sedari tadi berada di depannya pada Kekasihnya itu.

Greeek

Suara kursi dimundurkan oleh Key. Namja cantik itu berjalan ke arah Jinki lalu duduk di atas pangkuan namja tampan tersebut. Mereka yang melihatnya nampak terkejut atas apa yang dilakukan oleh Key.

“Baekhyun,” panggil Key menatap ke arah namja tampan di sebelah kanan Jonghyun.

“Ne?”

“Aku butuh bantuanmu untuk mencari buktiku,” jawab Key melingkarkan tangannya di leher Jinki.

“Aku?” tanya Baekhyun menunjuk dirinya sendiri.

“Selain itu, Jinki, kau akan menjadi pemeran utama untuk mencari buktiku,” tanpa menjawab pertanyaan Baekhyun, Key malah menatap Jinki dengan tatapan memohon.

“Aku juga?” tanya Jinki bingung.

Chup

Kini Key telah mengecup bibir Jinki dengan singkat. Membuat namja tampan itu terdiam. Lalu tersenyum membalas perlakuan namja cantik yang kini berada pada pangkuannya.

“Kita akan ke masa 20 tahun yang lalu untuk membuktikan kalau Kim Heechul tidak bersalah,” kata Key mulai turun dari pangkuan Jinki.

Baekhyun, Jonghyun, dan Jino yang ada disana saling menatap bingung atas apa yang dikatakan Key. Namun tidak untuk Jinki karena ia tahu apa yang direncanakan namja cantiknya itu.

TBC

 benerkan? banyak yang udah terungkap? itu kenapa Key jadi genit ya? Ah, Molla yang pasti tinggalin jejak.
Author mau nyari inspirasi buat ff promise dulu. Bye.

 

 

 

16 thoughts on “[Jinkey] Key 5

  1. Pingback: [Jinkey] Key 4 | suunSHINee YAOI Fanfics (SYF)

  2. kok di layar hpku ada beberapa garis hitam yang bikin tulisanya jadi ga kebaca….aslinya gitu ga sih???atau cuma hpku doang yg gini…
    jadi semuanya ulah kyuhyun???dasar evil…
    idiiiiih…key genit

    • klo d hp aku sih ngga.
      Tp pernah aku jg kaya gitu. Aku keluar dr web dulu atw non aktif-in hp’a dulu baru nyalain lgi n buka web lgi .. langsung bgus lgi ko

  3. oh shit! Smua’a karna kyuhyun.
    Ckckck
    Key ,udah tw dr awal .hebat! *applause
    Jonghyun datang
    Dan jreng jreng jreng
    Jino trnyta pcar’a jonghyun. n key udah tw d awal jg *applause lagi

    Blik ke 20thn yg lalu? Ayo buktikan heechul gk brsalah. uchun’a d bunuh sma siapa sbner’a?? U,u
    Eh iya. Mendadak key jd genit > knp tuh?

  4. sepertinya kebenaran sedikit demi sedikit bkln terungkap nie,
    semoga berjalan lancar key,

  5. .. uwaaaa ..
    .. makin kompleks aj ni ..
    .. penasaran ap yg bkal dilakuin jinkibum ..
    .. lnjut thor ..

  6. hhhmm, udah mulai ngerti dikit2…
    cieeeeee, key kok tiba2 jadi genit gitu. aseeekk😀
    eh, cara baliknya gimana ya??? haduh jadi penasaran…

  7. gak sabar nunggu lanjutannya …
    yakin banget emang heechul gak bersalah…
    dan penasarn sama siwonnya…!!!!!
    bentar lg bakalan terungkap nie misterinya^^
    author ayo dilanjut ya….

  8. Satu kbenaran sdah trungkap…..
    Smoga kbenaran untk Key cpat trungkap…..
    Hwaiting Key dkk….
    Hehehehehehe

    Sweru critany….
    Bkin pnasaran bgt…

  9. yah tbc… yes, misteri.a terungkap sedikit demi sedikit… 2min kenapa gak diajak sih ? eh, kyuh tega amat mah memanipulasi semua.a. ckckck wajar lah key genit kan rubah nakal, tapi… penuh misteri. jinhun takut onkey terpisah.? apa benar yg dikatakan pa kepala desa tadi. seperti cerita shigigami n peri emas. huwaaa… lanjutan.a mana nih ?

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s