[OnKey] One Year Later 2A of 2


Foreword

ga jadi Last chapter yeiy!! >;D

Oh iya disini gw pake onew and key POV tanpa gw tulis bagian siapanya, you okay with that? Keliatan kok siapa yg lg ngomong,, hoho ^o^

Dan yah ada satu komen yang bikin gw gimanaaa gtu ya yg bilang ff ini ada kemiripan dengan FF lain.. but yeha~  KEMIRIPAN PLOT/ALUR FF MERUPAKAN KETIDAKSENGAJAAN GW SEBAGAI AUTHOR dan sama sekali gw juga ga tau itu ff siapa? And post dimana? Lain kali sertakan link ya~ ^^v

Yeah~ enjoy this guys.. im not that pervy author to make TRUE NC sorry` *bow* but still love to read that LOL /slaps

BUAT YANG NAGIH! MUAHAHA KAK MAAP CERITANYA MELENCENG JAUH LOL *sungkem*

sorry for typo!

MY STORY!

DONT LIKE DONT BASHING!

ENJOY~

Support cast : Lee Taemin – Choi Minho – Kim Jonghyun

Paring : OnKey

Genre : Sad Romance, fluff, smutt

Rating : NC 17

Author : Eternalonkey Yua

Dia datang.

Yah.. Kim Kibumku datang dan kini ia ada didalam pelukanku… diam.

Aku tidak mengerti mengapa aku merasakan hal ini, ia tidak membalas pelukanku, ia tidak banyak bicara seperti biasanya. Ia hanya diam… dan entah mengapa itu membuatku sangat….takut.

Kibum terlelap dalam tidurnya, aku memeluk pinggangnya, dan mengecup kepalanya berkali – kali. Ia tak sadarkan diri setelah aku memeluknya dan tidak merasakan apa – apa. Ternyata ia demam, aku sentuh keningnya saat itu dan ia tampak setengah sadar dengan mata yang .. bengkak? Apa kau menangis Kibum?

Kenapa?

Siapa dan apa yang membuatmu menangis?

Apa kau tidak merindukanku?

Ah pabo ya Jinki! Jika ia tidak merindukanmu mana mungkin ia kesini dan sekarang berada tepat didepanmu. Kibum masih tidak bicara dan tubuhnya sangat panas. Tanpa banyak bertanya aku membawanya ke kamarku untuk membaringkannya di ranjang.

Aku membuka kancing kemejanya satu persatu, membuat jantungku berdetak cepat karena tiba – tiba ingatan malam itu saat pertama melakukan hal itu dengannya. Ini sudah Sembilan bulan kami berpisah dan aku sudah sangat merindukannya, senyumnya, pelukannya…segalanya.

Aku mengganti pakaian Kibum dengan piyamaku yang tampak sedikit kebesaran pada tubuh kurusnya, hmmm Kibum kenapa kau terlihat lebih kurus? Apa kau makan dengan baik disana? Bagaimana kursusmu? Dan bagaimana kau bisa kesini tanpa sepengetahuanku? Begitu banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan padanya.

Ia meringis saat aku membenarkan posisi kepalanya lalu aku lihat ia membuka matanya dan menatapku.

“Jinki…..”

“hmmm…?kau sudah sadar?”

“Jinki… apa kau..kau… masih mencintaiku?” Tanyanya padaku.

Entah mengapa lidahku kelu, perasaan terkejut dan bingung dengan pertanyaannya. Apakah aku melakukan kesalahan? Bagaimana bisa ia bertanya hal seperti itu yang sudah jelas apa jawabannya?! Apa aku terlihat seperti sudah tidak mencintainya?

“Kibum.. apa yang kau katakan.. tentu saja aku selalu mencintaimu..”

“Hmmm..”

“Kibum.. jangan tidur dulu.. kau demam, tunggu sebentar aku ambil obat demam untukmu..”jawabku lembut dan mengecup keningnya.

Aku kembali dan melihatnya menatap langit – langit kamar dengan tatapan kosong. Sebenarnya apa yang ada dalam pikirannya?

“Kibum..ini minumlah…”

Ia hanya tersenyum kecil lalu meminum obat demam yang kuberikan.

Lalu ia kembali terlelap. Aku mengompres keningnya dengan air dingin dan memandang wajahnya.

Apa yang terjadi padamu?

.

.

.

Hangat..

Aku merasakan ada yang memeluk tubuhku erat dan terasa sangat hangat.

Jinki?

Ya… seseorang yang sangat kurindukan selama ini sedang melingkarkan tangannya ditubuhku, nafasnya terasa dileherku. Tanganku bergerak menyentuh kepalanya,jemariku  bermain – main dengan rambut lembutnya. Pelukannya masih sama, masih hangat.

Tapi… ingatan kemarin saat melihatnya bersama orang lain, tertawa, berpelukan..

Aku……

Ah tidak seharusnya kan aku mengambil kesimpulan seperti itu? mungkin saja itu hanya pasiennya yang memang harus ia jaga. Sepertinya Jinki pernah bercerita.

Lee…Taemin? Ah ya! Benar juga itu adalah namanya. Jinki tidak pernah membohongiku sekalipun, ia selalu menceritakan segalanya tanpa kecuali. Tapi… aku tidak tahu jika Taemin sedekat itu dengannya. Bolehkah aku sedikit saja marah?

Kim Kibum sadarlah! Berkali – kali aku menggelengkan kepala dan membuang semua pikiranku, tidak… Jinki masih sama seperti dulu ia masih memelukku dengan cara yang sama.

Aku merasakan pergerakannya dan ia berdengung pelan, aku kembali memejamkan mataku.

“Kibum~ah… jangan pura – pura tidur lagi.. kau sudah bangun kan? Aku tahu itu… “

Oh yeah! Lee Jinki kau memang selalu tahu -_-‘

Aku tetap berpura – pura tertidur dan menahan senyumku karena dapat kurasakan saat ini ia berada tepat diatasku, menatapku. Wajahnya mungkin hanya beberapa inchi saja karena dapat kurasakan hembusan nafasnya.

“Jadi kau masih tidak mau bangun hmmm… baiklah..”

Sedetik kemudian kurasakan basah dan lembut dibibirku. Aku masih bersikeras diam, mungkin membuatnya sedikit kesal ^^

.

.

.

Author POV

 Jinki tersenyum disela ciuman lembutnya, menggigit pelan bibir bawah Kibum yang sudah sangat ia rindukan. Mengharapkan Kibum membalasnya. Maka Jinki tidak pernah kehilangan akal, ia menuruni ciumannya menuju dagu lalu turun ke leher samping. Menggigit dan memberi tanda disana.

“Uhh…”

Yeah! Itu berhasil bukan? Jinki tersenyum penuh kemenangan dan berpindah ke daun telinga Kibum, mengigitnya gemas..”Ireona….. big baby…” bisiknya dengan suara berat mengantarkan aliran listrik sepanjang tubuh Kibum.

Kibum tersenyum dan membuka matanya, mengerjapkannya berkali – kali lalu menatap sosok yang berada diatasnya.

“I miss you….”

Kini Kibum menarik leher Jinki dan mendekapnya erat, menghilangkan jarak antara mereka.

Then they are kiss each other lips hungrily… hard.

Bagian sensitive mereka bergesekan, membuat keduanya semakin kesulitan bernafas. Tubuh mereka memanas dan seolah berteriak akan kebutuhan untuk disentuh satu sama lain.

Jinki melepaskan ciuman mereka dan mereka bernapas sedikit terengah, menatap satu sama lain.

“I miss you too..” bisik Kibum.

Jinki mengecup kening Kibum lama, dan Kibum memejamkan matanya merasakan lembutnya bibir Jinki di keningnya.

“Sepertinya kau sudah sehat? Apa kita perlu melanjutkan ini..?”

Kibum hanya memukul dada Jinki dan berbisik “Pervert..”

“But you love me…”

Jinki kembali menghapus jarak mereka, kini menukar posisi mereka dengan Kibum berada diatasnya.

Kibum mendesah tertahan ketika jemari Jinki mulai menelusup kebalik piyamanya dan mengelus punggungnya dan turun semakin kebawah. Ia menjambak pelan rambut Jinki yang masih memainkan lidahnya didalam mulutnya.

Betapa Jinki dan Kibum merindukan ini.

Ring~~ Ring~~

Oh Shit~!!!

Siapa yang menelpon di jam sepagi ini? Disaat ia dan Kibum masih ingin bersama.

Suara telpon apartemen Jinki terus berbunyi, sepertinya ini sangat penting. Kibum menggeser tubuhnya dari atas Jinki dan menyuruhnya mengangkat telpon.

“Yeoboseyo…”

“Onew hyung!!! Cepat buka pintunya aku di luar!”

“Mwo??!”

“Ppali~aku memencet belmu sejak tadi tapi kau tidak dengar hyung!!!”

“N-ne..Tunggu sebentar…?!”

Jinki berbalik menatap Kibum yang sedang duduk di tepi ranjang, piyamanya yang kebesaran membuat pundaknya sedikit terlihat, dah oh ya ada tanda merah disana, entah mengapa ia merasa bangga dengan karyanya.

Kibum is Look so sexy now… oh God… can I bite him?

“Ada apa?”Kibum bertanya karena wajah Jinki seperti kesal saat menerima telpon tadi.

Jinki menghampiri Kibum lalu mengelus kedua pipinya yang kini merona.

“Kibum.. tunggulah disini.. pasienku yang kuceritakan datang.. “

“Lee Taemin..?” menyebut namanya saja membuat dadanya sedikit sakit.

“Ne…”

Kibum mengangguk mengerti, menatap punggung Jinki yang menghilang dari pandangannya kemudian ia memutuskan untuk mandi.

Jinki membuka pintu, tanpa aba- aba Taemin mendorongnya dan langsung masuk kedalam.

“Hey.. kenapa kau bisa kesini?”

“Hey Hyung.. aku ini sudah sembuh. Ingat? SEMBUH..dan aku bebas melakukan apa saja keinginanku..”

Taemin duduk disofa lalu sedikit melirik keadaan sekitar apartemen Jinki. Ini bukan pertama kalian ia kesini, hanya saja ini pertama kalinya ia kesini sendiri, setelah merengek dengan sang appa, akhirnya ia diperbolehkan kesini sendiri, tentu saja dengan sopir yang setia mengantarnya.

Jinki yang merasa tidak nyaman, berdiri dihadapan Taemin dan melipat tangannya didada.

“So? Kau tahu kan hari ini hari liburku..?” Tanya Jinki malas.

“yess… makanya aku kesini.. “

“Lalu-

“Temani aku ke taman ria..”

“Mwo?”

Jinki tidak tahu harus berkata apa, sejujurnya ia ingin berdiam saja di partemen bersama Kibum, ck.. banyak yang belum terselesaikan bukan? =_=a

Taemin mengacuhkan Jinki dan berlalu ke dapur minimalis apartemen Jinki didalam,membuka kulkas mencari sesuatu yang bisa ia makan. Ia belum sarapan, dan sekarang perutnya sangat lapar.

“Jinki…”

Terdengar suara Kibum dari dalam kamarnya, membuat Taemin tersentak kaget saat tahu ada orang lain disini.

“Taemin.. tunggu di ruang tamu.. aku akan kembali..”

Taemin hanya mengangguk mengerti namun matanya menyiratkan rasa penasaran dan sedikit..kesal?Ah sudahlah.. Taemin beranjak setelah mengambil sebotol susu vanilla dan duduk di sofa.

“Ada apa hmm?”

Jinki sudah berada dikamar dan melihat Kibum dengan tubuh yang terlilit handuk dari pinggang hingga bagian bawahnya. Rambutnya masih basah dan pipinya memerah karena kini Jinki menatapnya lekat seolah ingin memakannya dan mendekatinya dengan senyum penuh makna.

“Jinki…andwae…”

“Hmmm..?”

Kibum terpojok di ujung ranjang dan menjulurkan telunjuknya agar Jinki tidak melakukan apa yang jelas terlihat dari mata Jinki saat ini.

Percuma saja.

Kibum harus mengeratkan tangannya dipundak Jinki saat ia memeluknya erat dan menciumnya. Tenaga Kibum semakin melemas ketika jemari Jinki bermain di punggung polosnya membuat gerakan – gerakan lembut. Ia semakin sulit bernafas saat Jinki dengan cepat menarik handuk dipinggangnya.

“Sebentar saja Kibum…”

Jinki berbisik seraya memainkan daun telinga Kibum dengan bibirnya. Dan demi Tuhan..Kibum merindukan sentuhan hangat Jinki pada tubuhnya. Sejenak Kibum melupakan keberadaan Taemin yang mungkin saja menunggu diluar, lalu ia mengangguk kecil membuat Jinki tersenyum puas dan melanjutkan cumbuannya menuju leher, dada, perut hingga paha bagian dalamnya. Kibum melebarkan kakinya, entah sejak kapan ia sudah berada diatas ranjang dan Jinki diatasnya tak hentinya menyentuh dan mencium setiap inchi kulit putihnya.

Jinki menghisap nipple Kibum dan tangan lainnya mengelus paha Kibum, mengabaikan sesuatu yang meminta perhatian lebih.

“Ngh..Ji-Jinki…”

Dan betapa Jinki sangat merindukan suara ketika Kibum menyebut namanya. Bagaimana Kibum terlihat sangat sempurna dibawah tubuhnya.

Lalu..

PRANG!

Suara pecahan kaca membuat mereka berhenti dan saling menatap.

Shit!

Erang Jinki kesal. Ia lupa ada Taemin saat ini, dan mungkin saja anak itu sedang berusaha membuat kekacauan. Jinki menatap Kibum dengan tatapan maaf dan menyesal namun Kibum hanya tersenyum manis dan mencubit hidung Jinki.

“Aku kan sudah bilang…lihat sepertinya sesuatu terjadi diluar..” jawab Kibum memainkan rambut berantakan Jinki yang semakin terlihat seksi.

“Aku akan segera kembali…” Jinki mengecup lama kening Kibum.

“Tunggu.. aku pinjam pakaianmu.. “ Tanya Kibum sebelum Jinki beranjak dari ranjang.

“Pakaian? Memangnya pakaianmu kenapa?”Tanya Jinki heran seraya membenarkan posisi celananya yang terlihat sedikit aneh (?)

“Sepertinya koperku tertukar saat dibandara…”

“Apa…?!”

.

.

.

Jinki,Kibum dan Taemin duduk dimeja makan. Ketiganya terlihat kaku hingga akhirnya Kibum memecah suasana.

“Jadi..kau Lee Taemin? Jinki sering menceritakannya padaku tentangmu…”

Kibum menatap Taemin yang berada didepannya, ternyata ia terlihat lebih cantik jika dilihat dari jarak sedekat ini. Pipinya yang naik, matanya sangat jernih dan indah, bibirnya penuh, hidungnya yang mancung sempurna, lebih dari itu Kibum mengagumi kulitnya yang putih dan halus.

Sempurna.

Namun Kibum merasakan tatapan lain saat Taemin menatapnya dan menatap Jinki. Sepertinya…. Taemin tidak menyukainya. Namun entahlah.. mungkin ini hanya perasaannya saja?

“Ya.. aku Taemin.. tapi kenapa Onew hyung tidak pernah menceritakan hal tentang temannya akan datang?”

Kibum mengeratkan kepalan tangannya dibawah meja mendengar Taemin berkata ‘temannya’. Ia merasakan tatapan Taemin yang menusuk kedalam matanya, namun sedetik kemudian Taemin akan tersenyum sangat polos.

“O-Onew?”

“Ah.. anak ini.. dia memanggilku seperti itu Kibum~ah… “ Jinki berdecak seraya menyuap lagi potongan roti di piringnya.

“Iya ..Onew hyung tidak pernah bercerita apa – apa padaku! Aish…”

“Tidak ada yang perlu kuceritakan tentang hidupku padamu Taemin..”

Raut wajah Taemin seketika terlihat..kecewa? Kibum melihatnya dan ia merasa Jinki keterlaluan lalu menendang pelan kaki Jinki yang berada disampingnya. Jinki hanya membulatkan bibirnya “mwo..?” bisiknya. Kibum menggeleng lalu melihat Taemin didepan mereka yang menunduk dan sesaat kemudian kembali tersenyum .

“Ne.. baiklah..Kibum hyung, bagaimana jika kita bertiga saja bermain ke taman ria?”

“No…” jawab Jinki cepat.

“Waeeee…?!”

“Jinki….” Bisik Kibum pelan namun tegas.

Jinki menghela nafas kesal, karena ia tahu arti dari bisikan Kibum dan genggaman tangannya. Kibum mengeratkan genggaman Jinki diatas pahanya, dan ikut menatap Jinki memohonnya untuk mengabulkan keinginan Taemin.

Kibum melihat raut wajah sedih dan kecewa pada ekspresi Taemin, dan itu sedikit membuatnya ikut sedih. Setidaknya ia tahu, bahwa Taemin hanya benar – benar ingin mengajak mereka bermain dan sepertinya ke Taman Ria tidak buruk juga kan?

“Baiklah…sekarang habiskan makanmu Taemin..”

Kibum dan Taemin tersenyum senang.

“Mmh.. Kibum hyung.. sudah berapa lama berteman dengan Onew hyung?”

Lebih lama dari yang kau bayangkan Taemin- rasanya Kibum ingin menjawab seperti itu ketika merasakan tatapan Taemin kembali berbeda meskipun ia bertanya sambil tersenyum sangat manis.

“Dia-

“Semenjak SMA…” potong Kibum cepat dan kembali menggenggam tangan Jinki diam – diam. Menyuruhnya untuk tidak mengatakan apa – apa tentang mereka. Jinki benar – benar tidak mengerti apa yang Kibum inginkan. Ia ingin mengatakan semuanya, bahwa Kibum adalah kekasihnya, tunangannya, teman hidupnya dan betapa ia ingin berkata ‘Taemin ini Kibum adalah tunanganku’.

“Oh…Jinjja? Pasti Onew hyung sangat membosankan ya..aku yakin sekali mungkin hanya Kibum hyung yang mau menjadi temannya..”

Kibum tertawa renyah mendengar pernyataan Taemin yang memang ada benarnya juga. Jinki semasa SMA sangat menyebalkan bagi manusia sekelilingnya. Ia hanya bicara seadanya dan sibuk dengan pelajaran. Kibum tidak keberatan karena ia tahu Jinki hanya ingin mempersiapkan kehidupan yang layak bagi mereka nantinya.

“Sudahlah jangan membicarakanku terus…”

“Aish… oh yah Kibum hyung kau juga ayo makan.. jangan diam saja.. nanti rotimu dingin..”

“Ah..N-ne..”

Kibum terkejut karena sepertinya Taemin menyadari tangan kanannya berada dipangkuannya masih digenggam erat oleh Jinki. Ia berusaha melepaskannya meski Jinki sempat menahannya namun akhirnya terlepas juga.

Kibum tersenyum canggung lalu melanjutkan makannya.

Tentu ssaja Taemin tahu..dan ia melihatnya…semuanya. Kejadian dikamar Jinki, karena ia merasa Jinki terlalu lama, wajahnya memanas melihat posisi Jinki dan Kibum saat itu. Tangannya terkepal, menahan gemeretuk dirahangnya. Ia tidak suka…ralat ia membencinya.

Mulai detik ini ia membencinya….Kim Kibum. Sosok yang dapat mengubah raut wajah Jinki dan dapat menyentuh Jinki sesuka hatinya. Taemin tidak menyukainya ketika Jinki menatapnya dengan tatapan penuh kasih sayang. Taemin tidak menyukainya… ketika Jinki hanya mengarahkan matanya pada sosok Kibum.

Ini mengawali segalanya..

Perasaan marah, cemburu dan terluka..

Maka Egois adalah kata lain dari cinta..

===***===

“Aku tidak apa – apa!”

“Katakan itu saat kau pingsan tadi actor TAMPAN!“

“oh yeah terima kasih pujiannya Dokter yang baik hati! Dan sekarang biarkan aku syuting!”

“Lakukan sesukamu! Kepala batu!”

“I love you hyung~~~!”

“Lepas… kau menjijikkan! Aku tidak tanggung jika kau kambuh!”

Rasanya dokter yang dikatakan tampan ini sudah sangat lelah mengikuti kemanapun sang actor yang tidak kalah tampan ini kemanapun. Hingga detik ini, ia menemaninya ke Tokyo Disneyland, Jepang.

Kim Jonghyun.

Dokter pribadi dari actor tampan paling terkenal di Korea, Choi Minho.

Awalnya Minho meminta dokter terbaik sebagai dokter pribadinya, namun saat itu sayang sekali Lee Jinki yang menyandang lulusan terbaik Seoul University harus pergi ke Tokyo, dan dengan rekomendasi langsung Jinki, ia meminta Kim Jonghyun menggantikannya. Hingga saatnya Jonghyun malah menjadi teman baik-bahkan sangat baik- dengan Minho. Meski seringkali Jonghyun harus menahan tekanan darahnya yang meninggi menghadapi kekeras kepalaan Minho.

Minho butuh dokter pribadi karena ia mengidap kelainan jantung. Terkadang hal itu membuatnya jatuh pingsan. Tidak banyak yang tahu mengenai hal ini, Minho berhasil menutup rapat – rapat perihal ini.

Baru saja ia jatuh pingsan karena terlalu lelah akibat jadwal syutingnya yang padat. Terkadang ia bisa melupakan penyakitnya dan lupa makan, membuat semua kru histeris saat tiba – tiba Minho tidak sadarkan diri disela- sela syuting.

“Minho! Sudahlah.. masih ada besok.. lebih baik kau istirahat..” suara Jonghyun lebih terdengar seperti seorang kakak yang mengkhawatirkan adiknya dibandingkan seorang dokter. Minho menyadarinya, Jonghyun terkadang terlalu mengkhawatirkannya, ia tahu sampai mana batas tubuhnya dan saat ini ia masih kuat untuk melanjutkan syuting. Terlebih ia tidak ingin membuat lawan mainnya kecewa yang mana ia juga adalah kekasih dokter nya ini.

Jessica Jung.

“Minho… Yeobo…! Bagaimana keadaannya?” Jessica menghampiri dua pria tampan ini yang sedang duduk di bangku kayu.

Beberapa orang melihat mereka dan menganggumi ketampanan dan kecantikan tiga figure sempurna ini.

“Seperti biasa, mungkin otaknya terbuat dari semen…” jawab Jonghyun malas.

“Aish… kau ini… yah! Minho.. lebih baik kita break syuting saja.. lanjutkan besok..”

“Aku baik – baik saja kau lihat kan?” Minho berdiri dan merentangkan tangannya lebar.

Jonghyun membalik – balikkan file kesehatan Minho, memilih diam karena ia sudah lelah memberitahu actor kepala batu ini, sesekali menggelengkan kepalanya dan berdecak malas.

Jessica tertawa kecil melihat dua sosok yang terlihat lucu ini lalu duduk disamping Jonghyun dan mengusap punggungnya, diam – diam mengaggumi wajah serius Jonghyun yang serius membaca file Minho.

“Kau keren sekali..” bisik Jessica.

Minho memutar bola matanya malas, apa ia harus menyaksikan kedua pasangan ini sekarang?

“Aku pergi sebentar… 10 menit lagi syuting dimulai..kalian tolong jangan terlalu jelas bermesraan disini, lihatlah tatapan tajam disekelilingmu..”

Jonghyun mengangkat kepalanya yang tertunduk dan melihat kesekeliling, benar saja banyak wanita dan pria yang melihat mereka. Ditambah Jessica adalah aktris cantik dan terkenal.

“ Oh tidak, bisa – bisa aku mendapatkan antifans..” bisik Jonghyun.

Minho dan Jessica hanya tertawa mendengarnya karena memang ekspresi Jonghyun sangat horror saat ini seraya menjaga jarak dari Jessica ia memojokkan dirinya di ujung kursi.

Tak lama make up artist datang dan kembali membenarkan make up Jessica, sedangkan Jonghyun sebelumnya berteriak agar Minho cepat kembali dan jangan melakukan hal – hal aneh.

Minho menjawabnya dengan mengangkat satu tangannya ke udara, dan satu tangannya ke saku celananya.

.

.

.

“Hyung! Ayo kita naik itu~!!!”

“Taemin.. aku lelah.. kau saja ya..”

“Biar aku yang menemanimu ya?”

“Ani… baiklah kita istirahat dulu…”

Rasanya melelahkan mengikuti Taemin kesana kemari. Menaiki wahana ini dan itu. Saat Taemin meminta menaiki wahana tinggi, wajah Jinki menjadi tegang. Bukan karena ia takut, namun ia takut jika jantung Taemin tidak kuat. Percuma saja karena sepertinya Lee Taemin adalah nama lain dari keras kepala.

“Huuh..panas sekali yaaaa hyung~..” Taemin mengipas – ngipas dirinya.

“Biar aku belikan es krim.. sepertinya enak…”

“Ide bagus Kibum hyung!” jawab Taemin riang.

“Mau aku temani?” Tanya Jinki.

Kibum kembali melihat Taemin yang terlihat sedih, sorot matanya seakan mengatakan ia tidak ingin ditinggal sendiri, maka ia memutuskan untuk menolak tawaran Jinki.

“Aniyo~ hanya sebentar..kau temanilah Taemin disini..”

Jinki menghela napas jengah. Tentu saja ia jengah, sedari tadi Kibum seperti menghindarinya, membiarkan Taemin terus menempel padanya. Rasanya Kibum menjaga jarak darinya, lalu saat Jinki tersadar banyak mata yang menatap Kibumnya, ia merasa sangat marah. Ingin sekali ia menarik Kibum, menggenggam tangannya erat dan mengatakan bahwa Kibum adalah miliknya.

“Hyuuung~….”

“…..”

Taemin menghela napas pelan saat ia berkali – kali memanggil Jinki untuk mendengarkan perkataannya, namun mata Jinki tak sedetikpun meninggalkan punggung Kibum yang menjauh.

Uh..

Sakit sekali saat orang yang kau sayangi tak pernah menatapmu seperti itu.

Jinki terus mengawasi Kibum yang kini sedang mengantri es krim. Beberapa namja terlihat ingin mendekatinya setelah sebelumnya mereka berbisik. Tanpa sadar Jinki mengepalkan tangannya kuat, tidak sadar meskipun Taemin berkali – kalo memanggil namanya.

Rahangnya gemeretuk saat melihat salah dua pria Jepang mendekati Kibum, ia dapat merasakan raut wajah Kibum yang terkejut.

SHIT!

Jinki berdiri dan pergi untuk memberi mereka beberapa sapaan hangat.

Pria itu semakin berani dan memaksa Kibum untuk ikut mereka. Taemin berteriak dan sempat menahan Jinki. Tak pernah ia melihat Jinki semarah ini, matanya tak lepas melihat sosok di depannya.

Kim Kibum.

Jinki melepas kasar tangan Taemin yang menahannya “Maaf Taemin.. tunggu disini..” dengan suara yang sangat dingin.

Taemin tidak pernah melihat Jinki yang seperti ini. Hanya karena beberapa pria yang mendekati Kibum? Apakah Kibum sangat special hingga bisa mengatur emosi Jinki sesuka hatinya?

Apa yang special dari dirinya yang tidak kumiliki?

Apakah ia lebih mencintaimu daripada aku hyung?

Taemin menggigit bibir bawahnya pelan saat Jinki untuk pertama kalinya berbicara dengan nada yang sangat dingin dan melepas tangannya kasar hingga Taemin hampir terjatuh. Hatinya semakin sakit melihat tangan Jinki dengan lembut menarik Kibum ke sisinya lalu berbicara dengan dua pria Jepang yang berusaha menggoda Kibum. Melingkarkan tangannya di pinggang Kibum, membuktikan bahwa Kibum adalah miliknya.

Kibum menoleh menatap kearah Taemin yang tanpa sadar sudah meneteskan airmata.

Oh No!

Kibum berusaha menenangkan Jinki dan membawanya pergi. Tidak semudah itu karena Jinki sama sekali tidak suka saat dua pria ini menarik tangan Kibumnya. Mereka sempat berdebat saat itu, hingga akhirnya Kibum berteriak agar Jinki mendengarnya karena Taemin sudah pergi dari bangku tadi.

Taemin terus berlari menabrak beberapa orang. Ia terus berlari mengabaikan detak jantungnya yang justru melemah. Ia meremas dadanya, sakit… bukan.. Taemin tidak merasakan sakit di jantungnya. Ia merasakan sakit di suatu tempat yang bahkan ia tidak tahu mengapa, karena ia menjadi kesulitan bernafas.

Hingga akhirnya ia terjatuh tepat didepannya, Choi Minho.

BRUK!

Sekeliling menjadi ramai mencoba melihat sosok cantik yang terjatuh tidak sadarkan diri.

Minho membulatkan matanya terkejut, ia mendekati sosok itu. menepuk pipinya pelan, mendekatkan jarinya di depan lubang hidung Taemin memastikan ia masih bernafas, karena Minho melihat tidak ada gerakan naik turun dari dadanya.

Oh DAMN!

Taemin tidak bernafas!

Minho tahu ini, ia pernah mengalaminya. Persis sepertinya.

Minho menekan dada Taemin lalu memberikan nafas buatan. Terus menekan dada Taemin, memancing detak jantung sosok yang terjatuh didepannya ini. Wajahnya terlihat panik dan lagi memberinya nafas buatan.

“Kembalilah..please…” gumamnya disela pertolongan pertamanya.

Minho menghela nafas lega saat sosok yang ia tolong ini membuka matanya.

Cantik.

Taemin menatap sosok di depannya, mengerutkan alisnya bingung kemudian melihat sekelilingnya yang ramai dan melihatnya dengan tatapan yang aneh.

“Kau sudah sadar…?”

“Ah yeah.. terima kasih..”

Taemin berusaha berdiri namun gagal, ia hampir saja kembali terjatuh jika Minho tidak menahannya. Dengan sekali gerakan ia mengangkat tubuh kurus Taemin dan membawanya pergi.

“Yah! Mau kemana…”suara Taemin agak serak dan lemah.

“Diamlah..”

Minho terlihat sangat serius lalu membawa Taemin hingga ke mobilnya dan membawanya pergi ke rumah sakit.

.

.

.

Jinki dan Kibum berlari di koridor rumah sakit setelah Jinki mendapat telepon dari rumah sakit mengatakan Taemin datang dengan keadaan lemah. Wajahnya terlihat sangat khawatir, bahkan ia tak mengucapkan sepatah katapun di mobil meski Kibum menanyakan perihal keadaan Taemin.

Kibum menatap punggung Jinki yang semakin menjauh dari sudut pandangnya. Ada sedikit ketukan di hatinya.

Apa kau juga mencintainya, Jinki?

Kibum menggelengkan kepalanya kuat! Bagaimana bisa ia berfikir seegois ini?! Jinki adalah dokternya! Dokter pribadi yang mengurus Taemin selama ini, tidak sepantasnya ia meragukan Jinki.

Kibum teringat akan ekspresi Taemin, bagaimana matanya terlihat marah, bagimana matanya terlihat sedih dan kecewa. Tidak perlu waktu lama untuk Kibum menyadari bahwa Taemin memiliki perasaan lebih padanya, pada Jinkinya.

“Bagaimana keadaannya?!” Jinki terdengar berteriak saat memasuki ruang UGD. Mencari jas putihnya lalu memeriksa keadaan Taemin yang hanya terdiam saat Jinki datang. Minho yang berada di sisi ranjang terdiam menatap Jinki yang datang tiba – tiba. Beberapa saat ia tersadar jika sosok didepannya ini adalah dokter Taemin.

Minho memutuskan keluar ruangan, lalu matanya bertemu dengan  sosok yang kemarin ia temui di bandara.

“huh..”

O_O

“Kau..”

Keduanya berkata bersamaan.

“Ah koper kita..”

Ucap mereka lagi bersamaan, lalu tertawa pelan.

“Choi Minho..”

“Kim Kibum..”

Keduanya berjabat tangan dan saling melemparkan senyum. Setelah mencari tempat duduk, mereka kembali berbincang.

“Ah ya.. maaf koper kita tertukar..”

“Ya.. tapi pakaian dalam kopermu sangat membantuku..”

“huh..?” Kibum bertanya tidak mengerti dengan maksud Minho.

“Jadilah desainer pribadiku..”

 ===**===

Kibum menunggu.

Satu jam… dua jam… hingga larut malam sosok yang ia tunggu tidak juga datang.

Jinki belum pulang hingga saat ini, Kibum juga tidak menelponnya. Ia takut mengganggu jika Jinki memang masih sibuk. Teringat tadi siang saat ia mengintip ruangan dimana Taemin istirahat.

“Hyung… jangan tinggalkan aku..”

“Taemin..”

“Aku tidak peduli!..”

Taemin menarik Jinki dan memeluknya erat, Kibum menatap mereka dibalik pintu. Matanya dan Taemin bertemu, namun Taemin mengeratkan pelukannya.

“Taemin.. maafkan aku.. aku hanya..”

“Tidak! Kau harus bersamaku.. malam ini dan seterusnya.. kau disini atau aku akan katakan pada ayahku agar kau dipecat dan beasiswa mu dicabut..!”jawabnya agak keras, tentu saja ia melihat Kibum dan sengaja mengucapkan ini.

Jinki tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ia hanya mengusap punggung Taemin dan menenangkannya.

“Aku tidak akan pergi..sekarang istirahatlah.. berjanji padaku jangan mengulanginya lagi.. okay?”

“Asal hyung disini hingga aku tertidur..”

Kibum menahan nafasnya ketika Jinki mengangguk dan tersenyum.

Waktu seakan berhenti saat Jinki mengecup kening Taemin.

Kibum menunggu di ruang tamu hingga ia tertidur di sofa. Tidak sadar saat Jinki berlutut didepannya dan mengusap keningnya. Jinki mengangkat Kibum perlahan tidak ingin ia terbangun, dan membawanya ke kamar.

Jinki melirik meja makan yang tersedia beberapa makanan lengkap belum tersentuh sama sekali. Lalu ia kembali menatap Kibum digendongannya.

”Maafkan aku Kibum…”bisiknya.

Jinki menidurkan Kibum di kasur lalu beranjak untuk mandi. Sepertinya tenaganya hari  ini terkuras habis. Kepalanya sangat pusing.

Kibum membuka matanya, terbangun dan sadar ia sudah berada dikamar. Ia melihat kesebelahnya namun tidak ada seorangpun. Apa ia bermimpi? Rasanya baru saja Jinki mengangkat tubuhnya dan mengecup keningnya, apa itu hanya mimpi? Kenapa terasa begitu nyata?

Kibum berusaha duduk sesaat mendengar suara air dari dalam kamar mandi.

“Jinki…?”

“Umh.. yeah Kibum.. kau bangun? Maaf membuatmu terbangun..”

Jinki setengah berteriak saat mendengar Kibum memanggil namanya.

Kibum tersenyum menyadari Jinki sudah pulang meski sangat larut, yah mungkin ia harus menjaga Taemin. Kibum membuang segala pikiran yang sempat menganggunya.

Kibum membuka satu persatu pakaiannya hingga ia tidak memakai sehelai benangpun. Membuka pintu kamar mandi dimana Jinki sedang merendam tubuhnya di bath up dengan air hangat dan memejamkan matanya. Jinki sangat lelah hingga ia tidak menyadari Kibum yang berjalan mendekatinya.

BRUSH~

Air bath up merembes keluar saat tiba – tiba Kibum masuk dan duduk tepat di atas kedua paha Jinki.

“Ki-Kibum…apa yang-“

Kibum menarik Jinki sebelum menyelesaikan perkataannya, menghapus jarak mereka.

Dengan debaran jantung yang berdetak hebat saat ia menyentuh bibir Jinki dan melumatnya. Jinki terkejut, ia terduduk dan reflek memeluk pinggang ramping Kibum.

“Umh.. Kibum.. kenapa tiba – tiba..”

“Make love with me..”

Jinki merasa rasa lelahnya hilang, dan ia kembali mencium Kibum. Mencium leher, pundak, dan bibir Kibum terus menerus, sementara namja cantik ini mencari lubang bath up dan membukanya, membuat semua air di bath up terkuras.

Jinki membelalakan matanya saat melepas ciumannya. Wajah Kibum terlihat berbeda, apa ia terlihat..sedih?

Kibum menggesek ‘milik’nya dengan milik Jinki, menyentuh dada Jinki lalu naik bermain di rambutnya.

“Ji-Jinki…”

“Hmmh..”

Jinki menghisap leher Kibum, satu tangannya mengusap pinggang Kibum.

“I-i…Love you…”

Jinki terhenti lalu menatap Kibum didepannya, menangkup pipinya.

“I know… and I love you more..”

Jinki merasa ada yang aneh dengan kekasihnya ini. Tatapan Kibum seperti ingin mengatakan sesuatu. Ada hal yang mengganggu pikirannya, dan itu menganggu Jinki.

Karena Jinki selalu merasakan sakit jika Kibum sakit.

Kening mereka bersentuhan dan kedua mata mereka terpejam. Jinki mengecup kening Kibum lama, mengungkapkan perasaan sayang. Kibum sangat menyukai bagaimana Jinki mengecup keningnya lama, namun ia tersentak saat ia teringat kejadian tadi siang.

Apa kau membayangkan aku ini adalah Taemin, Jinki?

Kibum segera mengusir pikiran itu jauh – jauh. Jinki disini, didepan matanya. Hanya miliknya, Jinki hanya miliknya dan ia terus meyakinkan hatinya untuk tenang.

“Ji-Jinki…. Ahh.. more..”

Merasakan dirinya sempurna saat ia bersatu dengan Jinki, meski salah satu sudut dalam hatinya tergores. Kibum tidak pernah tahu jika luka itu akan melebar hingga menghabisi ruang hatinya.

Malam itu mereka habiskan bersama. Saling menyebut nama satu sama lain.

Merasakan kebahagiaan dan kesakitan yang menyusup perlahan dalam setiap hembusan nafas dan detak jantungnya.

Apakah ini akan jadi malam terakhirnya?

Setidaknya malam ini… detik ini… Jinki hanyalah miliknya.

Katakan saja ia egois..katakan saja ia kekanakan, tapi melihat Jinki menyentuh orang lain, melingkarkan tangan hangatnya dipinggang orang lain, membuatnya sulit bernafas.

Jealousy. That is the most powerful of all emotions.

===**===

Keesokannya Jinki terbangun sendiri dan menemukan note kecil di meja kecil samping kasurnya.

Jinki… pipi tahu!! aku pergi sebentar ya. Aku sudah bertemu dengan seseorang yang kopernya tertukar denganku. Jika kau sudah mandi, segeralah sarapan ne?! Aku sudah membuat bubur untuk sarapanmu.Bubur kesukaanmu tentu saja..kekeke~ semangat untuk hari  ini ne?! fighting!! ^^9

I Love You

Kibum

Ps : give me kiss please :p

 

Jinki tersenyum membaca note Kibum, mengerucutkan bibirnya mendekati note kecil itu dan mengecupnya. Ia tertawa melihat tingkahnya, konyol. Membuatnya merindukan Kibum saat ini juga. Tak lama kemudian handphonenya berdering.

“Yeoboseyo?”

“…..”

“Baiklah aku segera ke sana…”

PIP

Jinki segera bersiap dan berangkat ke kediaman Taemin. Tiba – tiba saja ia di telpon ayah Taemin dan mengatakan bahwa Taemin menjadi murung dan tidak ingin makan jika Jinki tidak datang. Membuat namja bemata sabit ini mengerang kesal.

.

.

.

Kibum terhenti di depan sebuah gedung mansion yang mewah. Membaca lagi kartu nama yang ada ditangannya memastikan alamat yang ia tuju. Setelah ia yakin, ia masuk dan menuju loby menanyakan ruangan yang ia maksud. Hingga akhirnya ia sampai didepan pintu kamar Minho, memencet belnya beberapa kali sampai Minho membuka pintu untuknya.

“Masuklah..”

Kibum mengangguk lalu memasuki mansion mewah Minho. Melihat ke sekeliling sejenak lalu duduk di sofa ruang tamu.

“Mau minum apa..?”

“Ah apa saja..” jawab Kibum seraya tersenyum.

Minho meletakkan cappuccino di meja.

“Jadi kau menerima tawaranku..?”

“Ya….” Jawab Kibum tegas.

Minho tersenyum senang lalu mengambil koper Kibum dan menukar dengan koper miliknya yang Kibum bawa. Mereka berbincang beberapa hal dan beberapa hari kemudian berjanji akan kembali datang untuk menandatangani surat kontrak perjanjian kerja mereka.

Kibum izin pulang namun Minho bersikeras mengantar Kibum. Kini mereka berjalan berdampingan hingga loby dan Minho sejenak pergi mengambil mobilnya.

And that will be wrong time..

Jinki terhenti saat melihat Kibum dari dalam mobilnya, ia tersenyum menatap Kibum yang terlihat cantik dengan kaus nya yang agak kebesaran.

Sayang senyum itu tidak akan bertahan lama lagi di bibirnya.

Kibum tersenyum, senyum yang sempat Jinki rindukan, bahkan senyum itu tidak ia dapatkan sejak semalam. Hatinya gelisah saat melihat Kibum memasuki mobil itu dan pergi menjauh dari pandangannya. Ia menarik gas nya mengikuti mobil merah itu.

Ternyata ia kembali ke apartemen Jinki. Matanya tidak lepas menatap sosok yang ia cintai didepannya terus tersenyum bahkan saat sosok itu, namja yang tampan turun dan mengambil koper dari bagasi mobilnya. Jinki mengeratkan tangannya kuat di setir mobil merasakan panas luar biasa dari dalam dadanya saat melihat tiba – tiba Kibum hampir terjatuh dan Minho menahan pinggangnya. Jarak mereka begitu dekat. Lalu sosok itu pergi setelah sebelumnya mereka berjabat tangan cukup lama.

Setelah sosok yang ia tidak ketahui siapa itu pergi ia menjalankan mobilnya dan menuju apartemennya. Menyusul Kibum yang sudah masuk terlebih dahulu.

Kibum masuk lalu meletakkan koper dikamarnya. Ia tersentak saat ada seseorang yang menarik bahunya lalu mendorongnya hingga terjatuh diatas kasur. Matanya terbelalak saat mendapati ternyata Jinki sudah berada diatasnya dan menciumnya…… kasar.

Jinki mengunci tubuh Kibum dibawahnya, menekan kedua pergelangan tangannya, terus melumat, menggigit bibir Kibum.

Kibum berusaha mendorong Jinki sekuat tenaganya, menanyakan ada apa. Namun Jinki tidak peduli, ia terus mencium Kibum.

Kibum sadar ini tidak benar, ini bukan Jinki….. no… Jinki tidak pernah seperti ini sebelumnya.

Ah tidak! Jinki pernah sekali seperti ini, sekali saat ia merasa…. Cemburu.

Tapi apa yang membuatnya cemburu? Kibum merasa tidak melakukan hal apapun.

Ah!

Kibum tersadar, atau mungkinkah Jinki melihatnya tadi diantar Minho dan membuatnya salah paham?

“Ji-Jinki…stop.. aahh..”

Jinki tidak berhenti, karena saat ini ia semakin menjadi. Ia menarik kaus kibum hingga keatas dadanya, menghisap nipple Kibum kuat dan satu tangannya berusaha membuka resleting Kibum.

Nafas Kibum terengah, tenggorokannya tercekat saat tubuhnya justru semakin lemas saat Jinki menyentuh miliknya setelah mengeluarkannya paksa dari balik celananya. Menekan tangannya pada milik Kibum. Membuat gerakan naik turun perlahan hingga cepat. Kibum menjambak rambut Jinki menahan desahannya, ia menggigit bibirnya keras. Jinki masih diam seribu bahasa.

Tidak ada ucapan I love you

Tidak ada kecupan di kening

Tidak ada sosok Jinki yang ia kenal.

Semuanya berjalan begitu cepat. Kibum mengutuk dirinya yang tidak mampu melawan. Jinki tidak menatapnya, Jinki tidak menyebut namanya.

“Ji-Jinki…kenapa ka- ahhh..”

Kibum hanya bisa mendesah lalu menggigit bibirnya lagi. Menahan air mata yang rasanya sudah mendesak di pelupuk matanya.

Kibum merasa tubuhnya hancur berkeping – keping saat Jinki memasukan miliknya secara paksa. Tanpa peringatan dan sangat kasar.

Kibum hanya bisa pasrah saat Jinki menghujam keras miliknya.

Tidak ada ‘I Love You’

Tidak ada ‘I miss you’

Tidak ada apapun…. Kosong dan Kibum tidak mengerti.

Jinki berdiri setelah selesai dan pergi meninggalkan Kibum sendiri yang kini membalik tubuhnya, mengigit kepalan tangannya menahan tangisnya.

Ketika cinta diuji dengan sebuah kata sederhana…’Kepercayaan’.

TBC

ampuuun jangan bunuh saya ;A;

ini kaga bisa end dua part ternyata ahhh T_T

oke yang komen gw kasih PW part akhir

kalo pada ga komen ya ga jadi di ketik part ending

muahahaha XD

last part minggu depan -_-v

saya kerja teman- teman..jadi ga bisa ngetik buru – buru.

part ending mau ganti PW *flipshair*

karena saya ngambek sama SR hoahaha..gw begadang nih buatnya *yawn*typo2 dikit cuekin ajalah yah :p

*lambai2 saputangan*

dadah~

peace love and gaollll~

Advertisements

128 thoughts on “[OnKey] One Year Later 2A of 2

  1. Gedek sama Lee Taemin, apa’an sieh pake ngancem2 segala, sadar dikit lah, baru juga 3 bulan mana bisa di bandingkan dengan Kibum yg bahkan rela mengorbankan cita2.a,,,, Kibum juga deah, kenapa terlalu baik jadi org… Jinki apa juga kok kasar gitu sieh ? Biarin aja di cabut, dari pada Kibum dan kamu sakit hati, toh juga kamu lulusan terbaik pasti banyak yg mau nerima kamu g mesti ayahnya s Lee Taemin… Lee Taemin saya Gedekkkkkk banget sama kamu

  2. Ah,gondok deh ngelihat sikap Taemin,nyebelin banget,sakitnya dijadikan senjata supaya Jinki selalu disampingnya,argghhhhh
    dan Jinki’y lagi,ah sebel deh,main kasar k Kibum -_-
    kan g tercipta kenikmatan Jinki,kasihan Kibum -_-
    nkalo aja mata Jinki dibuka lebar lebaarrrrrrrr,kamu tau Jinki????? Kibum juga cemburu sama kedekatan kamu dan Taemin!!!!!! sayang sekali kau lamban menyadarinya,apa kau juga memiliki rasa pada Taemin juga???? ah itu juga sempet erlintas dikepala eyke -_-

  3. Si jinki kalo cemburu sadissss amat…
    baru aja di ganggu dua cowok jepang truss dekat sama minho kibum langsung digituinn…
    trusss kibum jg cemburu liat taemin sama jinki…huaaaa memang cinta jinki ke kibum atau sebaliknya sangat2 besarrr…..mereka sudah di takdirkan bersama…

    ihhh taemin karakternya di sini sukses buat gue kasalllll….kyaaa semoga nanti taemin relain jinki buat kibum…truss beralih cinta sama si kodok…

  4. Jinkiiiiii.. Posesifmu kelewatan…
    Lihat btapa Kibum Sabar bgt.

    Berusaha keras klo dia percaya cuma sama kau si sipit berppipi tahu.
    Andweeeee..

    Beneran Minho itu emg kelewat ganteng sih ya.

    Siapa yg ga jealous klo pasanganmu (wwalau cuma senyum) sama si Minho ini.
    Belum lagi kalau ingat betapa kerennya badan si dia.
    Aih..
    Jelas aja si pipi gemuk ni jealouus. Minho bahkan pnya mata besar. Jinki Sudah kalah telak soal hal ini..
    Kekkekeke..
    Aih. Aku suka quote nya, Yua.
    Duh.. Ktika hubungan cinta diuji dgn satu kata: kepercayaan.

  5. Jinkiiiiii.. Posesifmu kelewatan…
    Lihat btapa Kibum Sabar bgt.

    Berusaha keras klo dia percaya cuma sama kau si sipit berppipi tahu.
    Andweeeeeyo.

    Beneran Minho itu emg kelewat ganteng sih ya.

    Siapa yg ga jealous klo pasanganmu (wwalau cuma senyum) sama si Minho ini.
    Belum lagi kalau ingat betapa kerennya badan si dia.
    Aih..
    Jelas aja si pipi gemuk ni jealouus. Minho bahkan pnya mata besar. Jinki Sudah kalah telak soal hal ini..
    Kekkekeke..
    Aih. Aku suka quote nya, Yua.
    Duh.. Ktika hubungan cinta diuji dgn satu kata: kepercayaan.

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s