[2min] Love in a simpe way


Tittle: Love in a simple way

Pairing: 2min

Author: Sankeylicious~

Genre: Romance, fluff, little angst

Lenght:

A/n: Ini merupakan cerita yang di adaptasi sama gue dari fanvid 2min dengan judul yang sama 🙂 oleh STUPIDBAKAU line story di fanfics trailer itu, tapi gue belum pernah baca FF nya sih, jadi kalau agak mirip mohon maaf yah 🙂 silahkan tinggalkan link jika ada kesamaan yang sama persis 🙂

.

.

“Tae … please, jangan tinggalkan aku …”, Minho berlutut di depan kaki namja cantik yang saat itu sedang ditahannya untuk pergi meninggalkannya, disudut ruangan yang bisa dibilang tempat dimana mereka selalu menghabiskan malam berdua itu terdapat sebuah koper besar yang siap untuk di bawa kapan saja, lengkap dengan isi yang sudah di pack oleh sang pemilik.

Namja cantik itu memilih diam, seharusnya jika salah satu dari mereka yang sedang berlutut dan menangis meminta maaf dan memohon untuk tetap tinggal, mereka akan meletakan tangan mereka di atas kepalanya, mengatakan ia tidak akan kemanapun, atau memeluknya dan memastikan bahwa ia tidak akan pergi, tidak akan pernah …

Namun tangan itu memilih diam disisi pahanya, ia enggan melihat sosok didepannya, mata bulat coklat yang selalu menatapnya dengan sayang itu, ia tidak mau ragu, ia tidak mau pilihannya menjadi urung karena menatap kembali mata itu, mata yang menahannya untuk tetap tinggal. Seberapa besar keinginannya untuk pergi akan terbuang percuma jika ia memilih menatap mata namja tampan itu.

“Taemin … kumohon, akan aku lakukan apapun asal kau jangan pergi …”, ucapnya kali ini memeluk pinggang ramping nya, menelusupkan kepalanya di perut Taemin dan badannya bergetar, menahan isakan yang akan keluar lebih kencang jika namja cantik didepannya itu memilih pergi. “A-aku minta maaf … aku tidak pernah berpikir aku akan menyakitimu lebih dari yang aku kira Tae … please, jangan tinggalkan aku … “, ucapnya mendongak dan mencoba mencari mata sang namja cantik, namun percuma, mata itu enggan lagi menatapnya, ia tahu, namja cantiknya tidak pernah berbohong, ia tidak pernah mau meninggalkannya, semua hanya bercanda …

Taemin menarik nafas dan memberanikan diri menatap mata Minho, sekuat tenaga untuk tidak menangis, ia tidak mau menangis, itu pilihannya, ia tidak akan biarkan Minho melihat bahwa ia menyesal … atau mungkin, tidak untuk sekarang.

“Minho … setidaknya kau bisa mencari yang lebih baik dariku … “, ucap Taemin dingin, “…seperti Sulli, atau Yuri misalnya …mereka akan lebih baik denganmu, dibandingkan aku … “, ucapnya, kali ini benar-benar menyedihkan untuknya, menyedihkan untuk membandingkan dirinya sendiri tidak lebih baik, “…terlebih, aku namja …”, bisiknya pelan, dan kali ini air mata mengalir dari pelupuk matanya, membasahi pipi putih yang selalu Minho kecup.

Minho melihat semua itu dengan hati miris, ia marah … marah karena dirinya tidak pernah sadar bahwa Taemin selalu merasa seperti itu, merasa dirinya sangat jauh dibanding yeoja, merasa dirinya tidak cukup untuk Minho, tidak pantas untuk Minho. Tapi Taemin salah, Minho tidak bisa tanpa Taemin, tidak bisa mencintai orang lain selain Taemin, menggenggam tangan lain selain tangan Taemin, mencium bibir orang lain selain bibir plum Taemin, memeluk tubuh lain selain tubuh ramping dan tubuh hangat Taemin, Minho tidak bisa … tidak bisa kalau bukan Taemin, ini Taemin, bukan dia namja atau yeoja … tapi ia hanya ingin Taemin, Taemin namja yang ia cintai.

Minho menyesal ia tidak tahu Taemin merasakan hal seperti itu. Namja itu sudah sangat mencintainya sepenuh hati, tidak pernah perotes sedikitpun pada Minho. Minho sadar, dengan pekerjaannya yang sebagai artis selalu dikelilingi oleh skandal, harus menyembunyikan hubungannya dengan Taemin selama 3 tahun itu tidak mudah, selalu berusaha ada untuk Taemin, meski waktu itu sulit ia dapati, dan Taemin mengerti, tidak pernah perotes, tidak pernah menunutut banyak …

Namun … hal yang paling ia takuti terjadi, akhirnya …

Taemin lelah … ia sudah tidak tahan dengan semua yang mereka alami, dengan kondisi mereka, Taemin memutuskan untuk pergi, dan menyerah dengan keadaan, dan juga, dengan hubungan mereka …

“Aku tidak mau kalau bukan kau … aku mau Lee Taemin, bukan yeoja lain, atau bahkan namja lain, aku tidak perduli … aku hanya butuh seorang Lee Taemin disisiku … aku mengerti kan?”, ucapnya kali ini meraih wajah yang sudah basah akan air mata itu digenggamannya.

Taemin memejamkan matanya, enggan melihat mata Minho, ia menggeleng dan menahan isakannya.

“Aku takut ..”, isaknya, Minho menarik nafas, mencium kening Taemin lembut dan menempelkan hidungnya pada Taemin. “..suatu saat kau akan bilang ‘Taemin, mari kita sudahi saja hubungan kita’.” Taemin kali ini membuka matanya dan Minho bisa lihat perasaan sakit, sedih, takut, dan merasa tertekan semua terpancar, ia hanya ingin menghilangkan semua ekspresi itu, apapun caranya … “… karena …karena jika itu terjadi … aku tidak akan bisa menahan perasaanku Minho … aku tidak akan bisa menahan rasa sakit hatiku …”, ucapnya meremas baju depan Minho.

Minho mencium pipi Taemin, dan menjalarkan tangannya ke rambut Taemin, mengelusnya dengan sayang, “Oh my god Tae … kau tidak tahu kalau aku juga takut dengan apa yang akan kau lakukan sekarang, ini yang aku takuti juga …please Tae … stay here …please, aku mohon padamu …”, Minho memeluk tubuh Taemin, namja yang sudah banyak berubah , namja yang sekarang sudah menjadi dewasa dimatanya. Minho mencium sisi kepala Taemin, dan mencium pundak namja cantik itu, ia merasa Taemin merelaxkan tubuhnya di pelukan Minho, dan ia senang akan hal itu. Ciumannya beralih ke telinga Taemin, mengulum daun telinganya sejenak, membuat Taemin meremas punggung Minho akan sensasi yang diberikannya.

“I love you Taemin … please, dont leave me … please …”,

Minho menatap wajah Taemin, namja cantik itu memejamkan matanya dan menarik nafas dalam-dalam, menimbang kembali putusannya, bertanya apakah ini yang ia mau? Apakah ia sudah tidak mencintai Minho hingga ia rela melepaskannya dan pergi serta melupakan semua kenangan baik dan buruk yang mereka jalani bersama selama 3tahun?

“Taemin …”, panggil Minho membelai wajahnya.

Jawabannya …

“I love you Minho …”, ucapnya membuka matanya, menatap mata Minho dengan lekat dengan air mata yang mengalir, tidak … ia tidak rela melepaskannya, pilihannya untuk pergi adalah salah … dan ia tahu ia akan menyesal kemudian hari jika ia tidak mencobanya sedikit lagi.

Minho tersenyum lebar, merasa lega, merasa bahagia karena Taeminnya memutuskan untuk kembali padanya. Dengan itu ia mencium bibir Taemin dengan lembut, membelai sisi kepala Taemin, mengelus telinganya dengan lembut sebelum membawanya ke sisi leher Taemin, meminta namja cantik itu untuk membalas ciumannya, dan Taemin lakukan itu, dengan memiringkan lehernya ke sisi lain dan mengulum bibir tebal Minho, tidak tunggu lama ciuman mereka menjadi lebih mesra, Minho menjulurkan lidahnya, menjilat bibir Taemin dan membuatnya mendapatkan akses masuk untuk menjelajahi mulut hangat Taemin, mengulum lidah sang namja cantik seraya tangannya memeluk tubuh namja cantik itu.

Taemin terkejut ketika Minho menghisap lidahnya dengan kuat, tidak bisa ia hindari ia melenguh menerima perlakuan seperti itu, ciuman lembut itu berubah menjadi lebih intim, dan Taemin tahu apa yang Minho mau. Mereka melepas ciuman panas mereka dan saling menatap mata satu sama lain, Taemin tersenyum , membelai wajah Minho sebelum tangannya mengalung di leher Minho, memainkan ujung rambut pendek Minho dijari-jari lentiknya.

“Taemin …”,

Taemin tersenyum dan mengangguk, sebelum memeluk Minho dan menelusupkan kepalanya di leher Minho, menjalarkan butterfly kiss di lehernya. Minho menangkap sinyal itu, ia berusaha bangkit dari posisinya yang sedang berlutut didepan Taemin, tangannya mengangkat tubuh bagian bawah Taemin dari atas sofa ruang tamu, dan mengangkat tubuh Taemin dengan mudah, kaki Taemin seperti menemukan tumpuannya, ia menggelayut di sekitar pinggang Minho seraya namja tampan itu dengan sedikit terhuyung berjalan menuju kamar mereka, sambil bibirnya menciumi leher Taemin dengan butterfly kiss.

Minho terhuyung mendorong pintu kamar seraya bibirnya menemukan sisi bagian leher Taemin yang harum dan sering ia kecup, menghisapnya hingga meninggalkan berkas merah, namja cantik dipelukannya itu hanya bisa mengeluarkan desahan kecil dan nafas berat, pelukannya semakin mengerat di leher Minho.

Dengan sedikit kasar ia menjatuh tubuh Taemin di atas kasur, dan dengan clumsynya ia jatuh di atas tubuh Taemin. Minho mengangkat tubuhnya dan menatap sosok Taemin yang sangat cantik di sinari lampu kamar yang remang, rambutnya yang pendek sama seperti Minho terlihat berantakan , namun tidak dipungkiri pemandangan seperti itu membuatnya bernafsu, Taemin sangat cantik dan sexy dimatanya.

Minho mencium bibir Taemin lagi seraya tangannya turun ke bagian bawah baju Taemin, melepaskannya dengan cepat dan melemparkannya ke sisi lain, hal yang sama yang Taemin lakukan dengan baju Minho, sebelum mereka melanjutkan ciuman mereka dan merasakan hangat tubuh masing-masing, mencari sela tubuh pasangannya untuk mereka rasakan.

Minho melancarkan ciumannya ke rahang, leher, dan collarbones Taemin, tangannya menggerayang ke tubuh ekspos Taemin, abs kecil yang sudah berhasil ia bentuk karena program nya itu terbukti membuat Minho semakin menyukai setiap inci tubuh Taemin. Ciumannya ia turunkan hingga menciumi dada rata Taemin, dan menemukan nipplenya, mencium, menjilat, mengulum, dan menghisapnya dengan lidahnya. Mendengar Taemin mendesah dan melenguh sambil memanggil namanya membuatnya tambah bernafsu.

Wajah Taemin memerah, nafasnya tersengal, dan tangannya tidak hentinya menjambaki rambut Minho, “M-minho … please …”, Minho tersenyum, Taemin sangat tidak sabaran, namun itu yang ia suka dari Taemin.

Minho menuruni ciumannya ke abs kecil Taemin, menelusurinya dengan lidahnya dan menciumi pusar Taemin, membuat namja cantik itu tak tahan akan sensasi yang diberikan Minho, merasa tidak sabaran Taemin bangkit dan mengangkat kepala Minho dengan frustasi, mencium bibirnya dengan ganas.

“M-minho …please … it hurt ..h-here …”, Taemin mendesah disela ciumannya, dan membimbing tangan Minho menuju bagian tengah selangkangannya yang sudah mengeras, Minho tersenyum dan mengelus bulge Taemin dari luar celananya, membuat namja cantik itu mendesah dan menghempaskan kepalanya di bantal.

Minho mencium bibir Taemin seraya menurunkan seluruh celana Taemin beserta boxernya. “Moan for me Taeminnie ..”, bisik Minho sebelum ia menurunkan kepalanya dan menghisap ujung junior Taemin, namja cantik itu terduduk tiba-tiba dan menjatuhkan tubuhnya lagi.

Minho menghisap ujung junior Taemin seraya tangannya meremas sisa bagian junior Taemin naik dan turun, mulutnya ia bentuk O dan menghisapnya kuat, membuat Taemin terus melenguh, mencengkram sprei dan menatap langit-langit dengan mata nanar.

“M-minho …ssh …”, tubuhnya terangkat, berusaha memasukan juniornya lebih kedalam mulut Minho, Minho berusaha mengimbanginya agar tidak tersedak, dan terus memberikan hisapan pada junior Taemin. “M-minho …a-aah …mmmhh…”, ujung kaki Taemin mencengkram dan menegang, ia melenguh ketika mencapai klimaksnya, dengan cepat Minho menghisap habis dan tidak menyisakannya sampai bersih.

Ia mendongak menatap Taemin yang bernafas tidak teratur, dan kembali mencium bibir Taemin dengan lembut. “Gwencana?”, bisiknya, Taemin membuka matanya setelah ia kembali tersadar dari klimaksnya, ia hanya mengangguk dan tidak sanggup bicara.

“Kau mau kita berhenti atau—“

“G-gwencana …M-minho …p-please …”, ucapnya seraya ingin menangis, memeluk Minho dengan frustasi.

“Ssshht … aku tahu … “, ia memeluk Taemin lagi, dan mencium bibirnya, sebelum ia memberikan tiga jarinya ke mulut Taemin yang langsung di hisap oleh Taemin, Minho menciumi leher Taemin dan meninggalkan bercak disana. Setelah merasa cukup, ia tarik jarinya dan memposisikan jarinya di lubang senggama Taemin.

Minho tersenyum menatap Taemin yang memeluk lehernya dan mencoba menciumi Minho, ia masukan satu jarinya, ia lihat wajah Taemin tidak menimbulkan ekspresi apapun. Ia tambahkan satu jari lagi, dan kali ini Taemin melenguh dan mencium Minho dengan butterflykiss. “Mmpfh …”, gumam Taemin disela ciumannya, ia mengejang sedikit ketika Minho membuat jarinya menjadi berbentukin gunting untuk merelakskan hole Taemin, sebelum ia masukan jari ketiganya, ia tahu ini lebih sakit dari sebelum nya, ia cium Taemin supaya membuatnya lupa dari rasa sakitnya, meski sedikit.

“O-oh! Ah!! M-minho …ssh ..Oh my!”, Minho tahu ia berhasil menemukan prostat Taemin, dan ia kendurkan tangannya sebelum ia gerakan lagi di angle yang sama, membuat Taemin melenguh kencang dan mendesah memanggil nama Minho terus menerus, mencakar punggung Minho setiap ia merasa Minho menyentuhnya di tempat yang benar.

“Ngg …”, rengeknya ketika Minho menarik jarinya dari hole Taemin.

Minho menurunkan celananya dengan sekejap mata, membuat juniornya yang sudah dari tadi tersekap dicelananya terbebas. Ia ludahi telapak tangannya dan ia remas juniornya sendiri, namun sebelum ia memposisikan dirinya di hole Taemin, Taemin bangkit dan membimbingnya untuk duduk bersandar di sandaran kasur, posisi Minho saat ini duduk berselonjor kaki dan Taemin didepannya.

“B-biarkan aku lakukan …”, ucap Taemin dengan wajah memerah. Minho terkejut, jangan bilang.

“T-tae … tunggu dulu, kita tidak lakukan ini selama 2 minggu, i-ini akan—“

“Minho … “, ucap Taemin tersenyum miris, “Gwencana …”, ucapnya meyakinkan Minho. Minho hanya menelan ludahnya ketika Taemin membungkuk dan menghadap juniornya, tangan Taemin menggengam full junior Minho sebelum memasukannya kedalam mulutnya, Taemin lakukan hal yang sama pada junior Minho, hanya saja tepat ketika Minho ingin sampai klimaksnya Taemin berhenti dan bangkit duduk di pangkuan Minho.

“Taemin …”,

“Gwencana …”, Taemin menarik nafas, “Bantu aku …”, ucapnya, Minho hanya bisa mengangguk dan memegang pinggul Taemin dengan tangan dua, sedangkan Taemin memegang pundak Minho, dan yang lain mengocok junior Minho sejenak sebelum ia posisikan pantanya di atas junior Minho dan berusaha memasukannya kedalam holenya.

“U-ugghnn …”, Minho bisa lihat wajah Taemin memerah, menahan sakit ketika kepala junior Minho yang besar menelusup ke holenya, Minho menahan dirinya untuk tidak bergerak dan memasukannya begitu saja, karena ia tahu itu akan sakit, ia biarkan Taemin melakukannya sendiri. Kali ini tangan Taemin mensupport tubuhnya sendiri di pundak Minho sebelum ia perlahan menurunkan tubuhnya ke bawah bertemu dengan junior Minho.

“T-taemin …perlahan, kau akan—nngh …”nikmat bagi Minho beradai di dalam hole hangat Taemin, tapi ia tahu, namja di atas tubuhnya sekarang merasa sakit.

“Ngggh …Minho…”, Taemin menangkup wajah Minho dan menciumnya ketika ia berhasil memasukan semuanya kedalam holenya, kedua tubuh Minho dan Taemin bergetar menahan nikmat. Minho menahan pinggul Taemin dan mengelusnya berulang kali, sebelum akhirnya Taemin melepas ciumannya dan mulai menggerakan tubuhnya naik turun menemui junior Minho.

“U-ugh ..aah …”, desahnya ketika Minho berusaha mengimbangi hujaman Taemin. Rambut Taemin yang menjatuhi wajahnya, keringat yang bercucuran, bibir yang memerah, dan juga bercak merah di kulit putihnya terlihat cantik di mata Minho, bagaimana bisa ia hidup tanpa sosok ini? Bagaimana bisa ia biarkan Taemin pergi? Ia akan lakukan apapun demi Taemin, melepas karirnya pun tak masalah, meski butuh bertahun-tahun untuk membuat Taemin yakin akan perasaannya ia rela lakukan apapun agar Taemin percaya, ia hanya mau Taemin percaya bahwa ia benar mencintainya.

Semakin cepat gerakan tubuh Taemin di atas tubuh Minho, desahan, lenguhan terdengar di kamar sepi mereka itu, dan juga decitan kasur serta bunyi tubuh yang saling menggema membuat ruangan itu bau akan seks, namun juga perasaan cinta yang tidak bisa di bayangkan.

Minho melihat Taemin semakin lelah , ia tahu, meski namja itu sangat keras kepala untuk menjadi on top Taemin tidak akan bisa, fisiknya tidak cukup kuat lakukan itu, kakinya melemas dan tubuhnya sudah terhempas di tubuh Minho. Dengan sekali gerakan, tubuh Taemin sudah berada di bawah tubuh Minho, Minho mengangkat paha  bagian bawah Taemin, membuat posisinya mengangkang dengan kaki mengjulur disamping masing-masing paha Minho. Minho menghujam juniornya berkali-kali ke arah Taemin dan berusaha menemukan prostat Taemin.

“M-MINHO!!OOH …nngghnn …”, mata Taemin terbelalak, tangannya mencengkram sprei di sisi kepalanya dengan kuat dan tubuhnya sedikit melengkung, Minho terus menghujam dititik yang sama berkali-kali, membuat Taemin mendesah lebih kencang dan lebih keras.

“M-minho …nggh …”, tangan Taemin terjulur mencari Minho, namja itu membungkuk dan mencium bibir Taemin, namun tidak berhenti menggerakan pinggulnya. “A-aku …ngghh …Aaah!!”,

Klimaks kedua Taemin membasahi perut nya dan juga perut Minho, sebagian mengenai dagunya dan jatuh ke sprei putih yang baru saja diganti itu.

Merasakan cengkraman dinding hole Taemin membuat Minho mengerang, menghujamnya lebih kuat sebelum akhirnya ia mengeluarkan spermanya didalam hole Taemin berkali-kali. “Oohh …Taemin …Taemin …”, desahnya mencium namja cantik yang sudah lemas dipelukannya. Sebelum ia jatuh di atas tubuh Taemin dan mengatur nafasnya.

Minho menatap langit-langit kamar yang remang sambil bermain dengan helaian rambut yang ada di dada bidanya, sosok itu memeluk Minho erat dan menelungkup di atas tubuh Minho. Minho bisa mencium aroma orange dari tubuh Taemin dan juga nafas hangat di tubuhnya. Ia tidak habis pikir akan jadi apa jika ia tidak bisa memeluk sosok itu … mengingat Taemin akan meninggalkannya sebelumnya , membuatnya takut lagi, ia memeluk tubuh itu dengan erat, tidak akan ia lepas, tidak akan pernah, jika Taemin pergi , ia akan kejar …

“Kau!”
“Hehehe … terkejut? Aku yang menaruhnya di majalah, kau harus coba saranku Hyung … aku percaya kau akan sukses didunia ini ..”
“Taemin! Tapi tidak dengan menaruh fotoku di agency pencari bakat! Kau …urgh …”
“Percaya padaku, kau bisa jadi model terkenal! Atau jadi aktor terkenal!”

“Hyung! Palli … ini sesi pemotretan pertamamu … kau tidak boleh terlambat! Dunia akan digenggamanmu sedikit lagi …”
“Taemin, aku hanya akan foto untuk iklan saja …”
“Aku tahu! Tapi ini awal yang baik, semua dimulai dari bawah Hyung …”

“Taemin! Taemin! Kau tidak percaya, aku di kontrak untuk film sebanyak 50 episode!”
“Jinjja? Chukae Hyung … akhirnya … kau akan jadi artis terkenal, semangat!”
“Gomawo Taeminnie …”

“Maaf Tae … aku mungkin tidak akan bisa pulang 3 hari, jadwal syuting ku padat … aku akan pulang jika aku ada break 2 jam saja.. aku janji.”
“Gwencana Hyung, aku akan kelokasi jika aku merindukanmu..”
“Mianhe Taeminnie …”
“Gwencana …”

“..kau lihat? Itu hanya gosip Tae … kau tahu kan? skandal dimana-mana, aku harap kau tidak termakan gosip murahan itu, kau percaya padaku kan Tae?”
“Neh … gwencana Hyung … aku percaya padamu..”
“I love you Tae …”
“…neh … love you too..”

“Tae, please, kita hanya teman, kau tahu kan aku dan dia—“
“Aku tahu … aku sangat tahu, aku bilang tak apa kan?”
“Tapi sikapmu mengucapkan sebaliknya…”
“Ani … gwencana…”
“Taeminnie … kumohon, percaya padaku …”
“Neh Hyung … aku percaya padamu, gwencana … aku sudah bilang kan?”

 

“Hyung …?”,

Minho dengan cepat menghapus air matanya dan terkejut ketika isakannya membuat namja cantiknya terbangun, “Hyung?gwencana?” saat ini ia melihat wajah khawatir di wajah cantik Taemin, namja itu menelungkup di atas tubuh Minho dan bingung melihat Minho yang menangis dalam diam.

“Ada apa?”, bisiknya menangkup wajah Minho,

“Anio …”,

Aku akan lakukan apapun untuk mencintaimu … meski butuh berapa tahun untuk membuktikannya, akan kulakukan, karena hanya kau yang ku mau, tidak yang lain, kau yang mengajarkan aku untuk mencintai dengan tulus, hatimu yang begitu besar dengan sabar menghadapi ku, dan mencintaiku tanpa pamrih … Lee Taemin, biarkan aku balas semua kebaikan mu, kebesaran jiwamu mencintaiku yang kurang ini …

“Taemin ah~ berjanji padaku jangan pernah tinggalkan aku , aku mohon …”, ucapnya menutup wajahnya.

Taemin menarik nafas, ia tidak pernah melihat Minho menangis, tidak ketika ia menerima penghargaan sebagai aktor terbaik sekalipun. Taemin yang selalu menangis didalam hubungan mereka, dan Minho merupakan sandarannya. Namun melihat apa yang sudah ia lakukan pada Minho dan membuat namja yang ia sayangi itu takut kehilangannya, membuatnya ingin menangis …

“Minho Hyung …”, Taemin membuka tangan Minho, dan bertemu dengan mata Minho yang memerah menahan tangis. Ia tersenyum dan mencium bibir Minho, ia berjanji, tidak akan berpikir untuk pergi, sampai Minho memintanya … “Aku tidak akan pergi kemanapun, tidak akan pernah, aku akan selalu ada disini …”. ucapnya mengelus dada Minho yang dimana hati Minho berada.

Minho tersenyum dan memeluk tubuh Taemin erat, “Aku tidak ingin melepaskanmu juga, tidak akan …i love you Taemin …”

“I love you too Minho …”

Forever …

END

Voila!! Wkwkwkwk … saya tulis dalam waktu 2 jam saja … aigo, entah kenapa random sekali saya ini, males nulis malah nulis NC, gimana? Gatot atau apa? LOL. Jangan tagih FF” saya, intimate baby, capturing the lambs, chasing you atau apapun, karena sayang update FF nya random mulai sekarang, nunggu mood dulu … kalau ngga mood ya jamuran FF nya.

Makasih kalau ada yang komen, makasih udah setia sama blog ini dan masih suka baca FF saya.

Love you all, always, thank you for everythink, thank you so much!

Sanniew OUT!

Advertisements

53 thoughts on “[2min] Love in a simpe way

  1. Hahahahahaha ..
    Gak nyangka kalo aku masih bisa inget PW di blog ini, padahal uda lama banget aku gak pernah baca ff disini.
    Huwaaaaaaa DAEBAK !
    Sekalinya baca ff langsung yg NCan.
    Hagahaga ..
    Kerasa banget gimana cintanya minho ke taemin.
    Sumpah aku penggemar berat semua ff yang ditulis sama sanniew.
    Menyentuh, bikin gregetan, bikin nangis, bikin ketawa, pokoknya semua ada.
    Good job !!

  2. uwihhhh..
    keren, 2jam bisa menghasilkan ff instan yg baguss, enceh lagi d^^b, untung bacanya ngadepin kipas(?)

    Akk kira ini bkalan full angst, diawal udah brantem gitu, eh ternyata, brntemnya gak jadi tapi lanjut keranjang(?)kekkkkeee..
    bgitulah resiko pnya namja yg profesiny jd artis bnyak godaannya, tapi untung Tae penyabar, dan Minho bner2 sayang ama Tae, trlebih trnyata yg bikin dya jdi artis krna usahanya taemin..

    terharu ama flashbackannya Ming, ampe dya nangis gitu..
    ini bagus eonn, gomawo ^^

  3. minho loves taemin so much.
    and taemin loves minho too.
    what can they do if they’re being apart?
    this is so sweet huhu

  4. Critanya bgus mba, ngeennaa di hati ^_^

    tpi mba saniiew randomnya jgn lma2 yah, di tnggu trus karyanya, apalgi yg capturing the lambs bkin penasaran. . .hehehe

    ttp semangat deh bwt mba sanniew!

  5. Asgdkjgfnshgs sani unn demi apa kegalauan saya sama dramanya minho itu terbayar disini T……..T minho yg ga dateng ke acara ultah taem lah,thats annoying kissing scene lah eleuuuuuh saya seneng ini ff brojol dengan cerita yg mewakila hati saya,tuhkan gimana coba klo suatu saat taemin memutuskan untuk menyerah? T…T ga lucuuuuuuu D’x eish itu untungnnya berakhir damai dan nyaman.uhhuks

  6. whooaaa….panaaasssss hufff huuufff cari kipas panas bngeeettt nc’nyaaa!!! sanni daebakk emang jago deh bikin adem panas yg baca 🙂
    ternyata Taemin yg njeblosin *?* Minho ke dunia entertain…dan mungkin Tae sdikit nyesel jg,,gara2 terkenal Minho mlah jadi santapan gosip,,
    but believe it Tae,,he’s only for you…not for others
    I do believe it,,
    walaupun kesel ama dramanya yg banyak scene itunya,,tp dalam hatinya Minho cuma punya Taemin,,remember what he say…
    gomawo yah udah dkasih pw’nya 🙂
    btw,,ditunggu loh capturing the lambsnya ^^

  7. sempet kesel kok taemin mau ninggalin minho yg jlas2 ga bisa hdup tnpa adanya taemin….

    so sweet bgt merekanya,,,,,,,,,,,,,,,,di dalam sebuah hbungan yg pling pnting adalah kpercayaan dan slma ini taemin percy dg minhonyaaaaaaa,,,,,

  8. itu tuh salah satu kelemahan emin yg paling gampang ditebak, “gampang luluh sm minho” -_-
    padahal udah siap minggat, baju udh didalem koper semua, tapi ternyata begitu dikasih kissmark dileher langsung ‘nyeeeesss~’ meleleh.. dan siap utk br NC ria hahahahaha

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s