[OnKey] One Year Later / END


MAAP LAMA! HAHAHAHAH

*koprol*

part END! ga tau ini gatot kayanya orz

komennnya nurun atau banyak SR hayo? saya mau berenti ajalah, hehe..

oke makasih yang nungguin, yang suka, yang baca doang juga makasih *manyun* lol

ps : jjong- jessica ga muncul sama sekali di part ini. maaf saya lelah u_u so just end this story and.. runaway.lol

author : Eternalonkey Yua

pairing : Onkey, slight!2min

main cast : Lee Jinki , Kim Kibum

Support Cast : Choi Minho , Lee Taemin

Rating : PG 17

Genre : Romance, fluf.

Setelah kejadian itu Jinki semakin berubah. Berulang kali Kibum berusaha menjelaskan bahwa ia diantar oleh Minho, seseorang yang kopernya tertukar dengannya. Jinki hanya mengangguk mengerti namun ia menjadi tidak banyak bicara. Ia hanya diam.

Semuanya semakin buruk saat Jinki sering bermalam di kediaman Taemin. Kibum berusaha memahaminya dan selalu memberi Jinki semangat.

Kibum menatap layar handphonenya berharap sekali saja Jinki membalas pesannya.

Sekali saja tidak apa… Jinki….

Nothing.

Jinki tidak pernah membalas pesan Kibum dan tidak mengangkat telponnya. Kibum berusaha berpikir positif jika Jinki memang sedang sibuk.

Hari ini… tepat dimana ia dan Jinki tepat 4 tahun anniversary mereka.

Kibum terdiam menatap makanan yang telah ia siapkan dimeja makan. Air matanya menetes tanpa ia sadari, tidak ada isakan. Namun air matanya tidak berhenti mengalir.

Sunyi.

Jinki, apa kau tidak ingat hari ini hari apa? Kibum menggenggam cincin yang menjadi leontinnya. Ia melepas kalungnya dan menatap cincin itu di dalam kepalan tangannya. Ia berharap Jinki datang dan memasang cincin itu dijemarinya, mengucapkan janjinya tepat setahun yang lalu.

Kibum merasakan lelah, ia lelah menangis dan menunggu. Tubuhnya lelah dan hatinya terluka. Kibum terlelap, terduduk didepan meja makan.

Jinki menatap Kibum yang tertidur didepannya, tangannya menggenggam cincin pemberiannya. Ia melihat aneka makanan yang telah Kibum siapkan. Belum tersentuh sedikitpun.

Lagi, Jinki merasa goresan di hatinya,seolah ada benda halus menyayat hatinya perlahan – lahan. Jinki tidak mengerti mengapa menjadi seperti ini. Ia tidak mengerti mengapa ia menjadi sangat egois.

Perlahan mengangkat tubuh Kibum menuju kamar dan membaringkannya. Kibum terbangun dan melihat sosok didepannya.

Jinki..

Kibum tersenyum melihat Jinki didepannya lalu ia duduk dan menarik Jinki untuk duduk disampingnya. Ia harus meluruskan ini semua, ini tidak bisa terus berlarut.

Jinki dan Kibum tenggelam dalam lautan kesakitan mereka.

Menahan rasa cemburu dan menutup luka dengan senyum palsu.

“Jinki… sampai kapan kita seperti ini? Aku benar – benar tidak ada apa – apa dengan Minho.. ia hanya memakai desainku saat ini..”

“Yah.. tentu saja Kim Key…” jawab Jinki datar.

Kim Key, adalah nama Kibum sekarang. Minho menyarankan agar Kibum menggunakan nama lain agar memudahkan orang mengingat namanya.

The Kim Key fashion.

Bahkan ia sudah memiliki sebuah butik disana, namanya semakin terkenal saat Choi Minho menggunakan rancangannya. Semua berlalu sangat cepat dan ia semakin terkenal.

Sedangkan Jinki, ia sibuk mengurus Taemin di Mansion Taemin yang ternyata satu gedung dengan kediaman Minho. Jinki merasa sangat bersalah karena sejak Taemin tidak sadarkan diri saat itu.

Hal ini membuat Jinki dan Kibum menjauh perlahan. Nama Kibum dikoran manapun sebagai fashion desainer terkenal dan sukses membuat butik khusus hanya dalam waktu satu bulan.

Lalu saat ini, Kibum dan Jinki berhadapan melawan perasaan masing – masing, saling menunggu.

“Jinki.. kembalilah bersamaku ke Korea…”

“Maaf aku tidak bisa..”

Jinki terlalu keras kepala, hatinya juga membeku. Bukan, bukan hanya karena Minho yang saat itu mengantar Kibum. Terlalu banyak kejadian saat dimana Jinki merasa Kibum bahagia dengan Minho, dimana saat ia memberikan senyum terbaiknya tapi tidak untuknya.

“Apa ia lebih mencintaimu..?”

“Apa?” Jinki mengerutkan kening tidak mengerti dengan pertanyaan Kibum yang terdengar lebih kepada sebuah pernyataan.

“Taemin…”

“Oh.. seperti Minho yang lebih mencintaimu huh?”

“Jinki!!!”

Kibum tidak percaya jadi selama ini Jinki memandangnya serendah itu? Lalu bagaimana dengan ia sendiri yang sangat dekat dengan Taemin?

Kibum tidak bodoh untuk tidak menyadari tatapan Taemin pada Jinki. Namun hingga saat ini Kibum memilih diam dan mempercayai Jinki.

Keduanya saling melemparkan tatapan penuh kekecewaan. Keduanya tersakiti.

Rasa percaya itu sudah retak semenjak awal hingga menunggu waktu retakan itu melebar dan menghancurkan segalanya.

“Jadi kau tidak ingin kembali bersamaku ke Korea..?”

Jinki hanya diam tidak menjawab sosok didepannya yang terlihat lebih kurus dari sebelumnya. Ingin rasanya Jinki memeluknya, mengatakan padanya bahwa ia sangat merindukannya. Sayang rasa amarah dan kecemburuan seolah menelannya hidup – hidup.

“Aku pergi ..”

Kibum pergi meninggalkan Jinki yang masih terdiam ditempatnya. Kedua kakinya ingin berlari dan mengejar Kibum namun otaknya tidak menginstruksikan anggota tubuhnya dengan benar.

You will regret it ..Jinki… You will….

=====**=====

Kibum pergi…meninggalkan Jinki yang seperti mayat hidup. Ia tidak lagi banyak bicara. Sudah sebulan Jinki dan Kibum berpisah namun ini terasa seperti setahun lamanya.

Hari ini ia diminta untuk datang menemani Taemin datang ke sebuah pesta reuni SMU nya. Awalnya Jinki selalu menolak namun ia terpaksa karena ia memang tidak pernah bisa menolak keinginan Taemin.

Lalu kini ia menyesalinya.

Didepannya.. sosok yang setengah mati ingin ia peluk.

Kim Kibum.

Kibum terlihat sangat cantik, jauh lebih cantik. Senyumnya yang selalu ia rindukan, dari jauh ia tersenyum pahit. Jantungnya berdebar lebih kencang saat Kibum melihat kearahnya namun langsung mengalihkan pandangannya.

Disana, ia tertawa bersamanya.. Minho.

“Hyung.. ayo temani aku kesana..”

Taemin menyeret Jinki mendekati sekumpulan teman – temannya. Jinki hanya tersenyum pasrah, matanya tidak lepas menatap Kibum hingga mereka kini berhadapan.

“Hai….teman – teman!”

Taemin tersenyum sangat lebar dan matanya bertemu dengan Minho seolah berbicara.

Kibum menatap Jinki sejenak lalu mengalihkan pandangannya. Setiap kali memandangnya,membuat Kibum mengingat segalanya, lukanya.

Ia melihat lengan Taemin yang yang menggandeng Jinki begitu erat, semakin membuatnya sulit bernafas. Jika saja sebentar lagi ia bertahan disini, mungkin ia akan menangis lagi.

Tidak.

Kim Key tidak akan menangis.

“Hai.. Kibum hyung..”

“Taemin… bagaimana keadaanmu?”

“Selama ada Onew hyung aku akan baik – baik saja..” jawabnya riang.

Kibum tersenyum melihat tawa Taemin yang terlihat sangat bahagia. Tidak ada lagi tatapan kebencian dari sorot matanya. Mungkin saja Jinki sudah benar – benar mencintainya-pikirnya.

Ternyata Minho dan Taemin adalah teman semasa SMU.

“Aku tidak sangka kalian adalah teman SMU..” jawab Jinki pelan, namun matanya tidak melepaskan sosok Kibum didepannya.

Kibum mengeratkan kepalan tangannya berusaha membalas tatapan Jinki. Tidak.. Kim Key, kau kuat..kau bukan lagi Kim Kibum yang lemah.

“Lebih tepatnya mantan kekasihku-“ Jawab Minho menatap dalam Taemin.

“Uhuk…” Taemin tersedak minumannya.

Ya.. Minho dan Taemin adalah sepasang kekasih. Semenjak SMU Taemin dan Minho selalu bertengkar namun mereka menyadari lama kelamaan mereka saling menyukai… hingga akhirnya mereka memutuskan bersama. Sayang, hubungan itu tidak berlangsung lama karena Taemin menyadari penyakitnya yang parah, ia tidak ingin membuat Minho khawatir dan tanpa kabar ia meninggalkan Minho ke Jepang bersama keluarganya.

Apakah Minho marah?

Sangat.

Ia sangat kecewa dengan Taemin saat itu. Meninggalkannya begitu saja tanpa penjelasan? Dia pikir dia siapa?

Hingga akhirnya Minho mengerti dengan alasan kepergian Taemin. Ya..tepat saat ia menyelamatkan Taemin ketika di Jepang.

“Aku permisi ke toilet sebentar..” ucap Key pelan.

Jinki hanya menatap punggung Key hingga menghilang dari pandangan matanya.

Taemin menatap tajam Minho didepannya kesal, untung saja sepertinya Jinki dan Kibum tidak begitu mendengarkan ucapan Minho tadi.

“Aku ke toilet sebentar…”ucap Jinki cepat tanpa membuang waktu.

“Hyu-

“Biarkan mereka Taemin… “ Minho menarik pelan tangan Taemin, namun membuat sosok yang lebih kecil darinya ini menempel dengan tubuhnya.

Jantung Taemin berdegup kencang saat wajah Minho hanya beberapa inchi didepannya. Seseorang yang pernah mengisi hatinya.

Atau masih ada di hatinya?

“Urusan kita belum selesai kan? Hmm..?” Bisik Minho pelan ditelinga Taemin lalu menarik pinggangnya.

Taemin mendorong bahu Minho sekuat tenaga namun tetap saja ia kalah oleh tenaga namja didepannya ini. Minho justru mendekap erat tubuh Taemin, sangat erat hingga membuat Taemin sulit bernafas. Menyadarinya, Minho meregangkan dekapannya namun masih memeluk Taemin.

“Aku merindukanmu.. “

.

.

.

Kibum mencuci tangannya, menatap pantulan dirinya didepannya. Terlihat menyedihkan? Kibum menghela nafasnya berkali – kali berusaha menghilangkan bayangan Jinki.. mata Jinki… segalanya yang membuat hatinya kembali terluka. Kenapa ia harus datang di saat ia mulai bisa bernafas tanpanya? Kenapa Tuhan selalu mempermainkan hidupnya?

Seolah Tuhan tak berhenti menyiksanya, saat itu juga Jinki sudah berada disampingnya. Nafasnya kembali tercekat namun ia berusaha sebaik mungkin menyembunyikan perasaannya, bersikap seolah tidak kenal sosok yang kini menatapnya.

Kibum menarik tisu dan mengeringkan tangannya.

Sret~

“Lepaskan aku…”

“Tidak… Kibum… kita harus bicara…”

“Maaf.. aku pikir sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan..”

Kibum tidak mau menatap Jinki, ia melihat ke balik punggung Jinki. Ia biarkan Jinki yang masih menggenggam pergelangan tangannya. Diam – diam menghirup lagi aroma tubuh Jinki yang semakin mendekat… semakin dekat hingga ia merasakan lagi pelukan hangat Jinki. Pelukan yang ia rindukan..pelukan yang ia inginkan …. Sebulan yang lalu.

Jinki memeluknya… semakin erat hingga ia bisa merasakan tubuh Jinki yang mengurus. Ia dapat merasakan detak jantung Jinki yang berdebar.

“Maafkan aku Kibum…”bisik Onew pelan.

“Lepas….”

Kibum tidak mendorong sedikitpun.. ia tidak memberontak. Meski jauh dalam hatinya ia ingin membalas pelukan Jinki namun ia tidak bisa. Ia mengingat betapa bahagianya wajah Taemin tadi, tidak mungkin ia merenggut senyum anak itu.

Karena semuanya sudah selesai, bukankah begitu? Jinki?

Jinki melepaskan pelukannya, terdiam.

“Selamat tinggal..”

Lalu Kibum pergi. Ia pergi meninggalkan Jinki …

Apakah ia harus menyerah?

Tidak.

Jinki tidak ingin menyerah, Kibum harus kembali… ia harus kembali bersama hatinya yang telah ia bawa.

 ==========***==========

“Jadi bagaimana?”

“Baiklah…”

Minho dan Taemin kembali seperti dulu. Semudah itu kah? Well mungkin memang sejak awal hatinya tidak pernah berpaling dari Minho. Ia menyayangi Jinki? Benar.. namun kini Taemin sadar Jinki hanyalah sosok yang selalu membuatnya nyaman..tenang. lalu Minho? Minho ada sosok yang selalu membuat Taemin gelisah, marah dan membuat detak jantungnya berdetak cepat. Ia semakin menyadari perasaannya saat Minho dekat dengan Kibum ataupun mulai dikelilingi wanita – wanita malam itu, saat malam reuni SMU mereka.

Rasa marah itu berbeda dengan rasa marahnya dengan Kibum yang dekat dengan Jinki. Rasanya bukan hanya marah…. Rasanya seperti kau akan benar – benar menyesalinya jika kau melepaskannya.

“Apa kau yakin Minho..?”

“Lebih dari yakin..” Minho mencubit pipi kekasihnya ini gemas.

Taemin menggembungkan pipinya dan menghela nafas. Mungkin ini adalah satu – satunya cara ia bisa meminta maaf pada Kibum.

Membuat Jinki dan Kibum bersama.

Ya.. itu adalah misi sepasang kekasih ini sekarang. Rasanya memusingkan melihat Jinki yang sering melamun. Begitu juga Minho, ia semakin stress saat Kibum tiba – tiba menyuruhnya banyak memakai baju rancangannya, bukan hanya satu ataupun dua namun Minho harus mencoba pakaian yang Kibum rancang sebanyak ratusan tiap harinya. Kibum bekerja seperti tidak mengenal waktu.

And here we go…

.

.

.

“Pokoknya aku mau ke pulau Jeju!”

“Tapi..Taemin… aku-“

“Tidak ada tapi..atau aku..akh!-“

Taemin meremas dada kirinya, lebih tepatnya berakting seolah – olah merasakan sakit.

And.. gotcha!

“Taemin! Kau tidak apa – apa? Bagaimana rasanya?kau bisa bernafas?” Jinki mendekat dan menarik Taemin duduk.

“Aku tidak apa – apa… tapi jika kau sungguh tidak ingin ikut….”Taemin membalik badannya, terlihat kecewa.

“Arraseo! Aku ikut…” jawab Jinki pasrah. Setidaknya ia tidak mungkin meninggalkan Taemin sendirian meskipun sebenarnya keadaannya sudah membaik belakangan ini.

Taemin tersenyum, mengepalkan tangannya senang “yeah!”

.

.

.

“Ayolah Key…”

“Tapi kenapa Minho… waeeee?”

Minho masih membujuk Key untuk menemaninya ke pulau Jeju bersama. Bukannya Key tidak mau, hanya saja Minho mengatakan ini sangat mendadak. Lalu, yang paling utama Key belum mempersiapkan pakaian yang cocok untuk Minho di sana.

Is it weird?

No!

Kim Key selalu mempersiapkan segala sesuatunya. Everything must be perfect!

Termasuk tema pakaiannya, saat ini tidak ada yang cocok dipakai di pulau jeju, khusunya tepi pantai.

Minho masih menatap Key dengan tatapan andalannya, menangkup kedua tangannya, menandakan kali ini ia benar – benar serius meminta Key menemaninya.

“Pakaian apapun akan terlihat bagus selama aku yang memakainya, bukankah kau yang berkata seperti itu?”

“Ck.. terlalu percaya diri..”decak Key.

“I take it as Yes..”

Key memutar bola matanya kesal “jangan menyesali ini Minho..”

“Never..”

Karena ini akan mengembalikan senyummu seperti sedia kala Key, ujar Minho dalam hatinya.

=====*****=====

Di pulau Jeju..

“Wahh… kamarnya luas.. aku tidak ingin berbagi!”

“Baiklah.. aku bisa tidur di sofa..”

“Andwae! Aku juga tidak bilang akan berbagi kamar kan? Hyung pergilah ke kamar di atas.. ini kuncinya..”

Jinki mengernyitkan dahinya heran, tidak biasanya Taemin mengusirnya dan memberikannya kamar sendiri. Yah.. baguslah… setidaknya ia bisa mendapatkan ketenangan selama tidak ada Taemin.

“Hyung… bersenang – senanglah!”

Jinki menggendikkan bahunya tidak mengerti lalu pergi membawa kopernya, menaiki tangga. Ini adalah rumah kecil yang cukup, ah tidak ..terlalu indah bagi Jinki. Rumah kayu dua lantai yang menghadap langsung ke tepi pantai. Dapat ia rasakan semilir angin menerpa wajahnya, dan aroma pantai… mengingatkannya pada seseorang…

Kim Kibum.

Kibum sangat menyukai pantai, dan setiap bulannya ia akan memaksa Jinki untuk mengunjungi tepi pantai bersama. Bergandengan tangan, berjalan menyusuri tepi pantai berdua saat pagi hari, menunggu matahari terbit.

Jinki tersenyum kecil mengingat kenangan itu. Ia membuka pintu kamar yang dituju, memasukkan kuncinya, namun ternyata pintunya tak terkunci. Apa ia salah? Sepertinya tidak..hanya ada satu kamar.

Lalu ia membuka pintu putih itu..

“Yah! Min-

“…..”

Kim Kibum.

Seseorang yang baru saja ada dipikirannya, kini berada tepat didepannya. Ia sedang membereskan kopernya, mengeluarkan pakaiannya yang entah mengapa terasa terlalu banyak bagi Jinki.

Jantung keduanya berpacu sangat cepat, pasokan udara seolah menipis. Hingga akhirnya Jinki memecah keheningan.

“Kibum…”

Tidak! Jangan memanggil namanya seperti itu,tidak dengan mata itu dan nada itu. Cara Jinki memanggil nama Kibum, sangat lembut. Seperti Jinkinya yang dulu… Kibum tidak bisa mengeluarkan suaranya.

“Kibum.. maaf aku tidak tahu jika kau ada disini.. tapi Taemin menyuruhku kesini..”

“Taemin?” Kibum menjawab pelan.

Sangat pelan namun terdengar sangat indah ditelinga Jinki. Suara yang begitu ia rindukan.

“Tapi..Minho..”

Ah shit!

Kibum mengusap wajahnya menyadari jika ini adalah perbuatan Minho! Jadi karena ini ia memaksanya datang? Great Choi! Great!!

Jinki melangkah masuk, perlahan menutup pintunya. Ia tidak mengerti apa yang Taemin inginkan. Mengapa ia berada satu kamar dengan Kibum? Tidak… ia bukannya tidak menyukainya..hanya saja ia belum mempersiapkannya.

Mempersiapkan hatinya.

Suara pintu tertutup membuat Kibum semakin gugup. Bahkan saat ini ia bisa mendengar suara debaran jantungnya sendiri. Jinki berjalan meletakkan kopernya disisi tempat tidur lalu menghampirinya.

Jangan lihat aku seperti itu!

Seharusnya Kibum tidak merasakan ini.

Seharusnya Jinki melupakan Kibum.

Seharusnya….mereka tidak disini, bersama dan…

“Kibum…”

Kibum menggeser duduknya mengintruksikan Jinki duduk disampingnya. Ia memutuskan untuk menghadapi ini dengan tenang. Ya… kau bisa Kibum.

“Sepertinya Taemin dan Minho sengaja mempertemukan kita..”

“Ya..”

“Maafkan aku…”

“Lupakan saja…”

Suara Kibum terasa sangat dingin dan menusuk hatinya. Lupakan saja? Apa yang kau lupakan? Aku? Perasaanku? Masalah kita?

Jinki diam dan menoleh untuk melihat Kibum, menunggu sosok cantik ini menatapnya. Setidaknya katakan jika ia sudah tak mencintainya lagi, katakan itu dan tatap dia.

Namun Kibum tetap memandang kedepan, ia tidak menoleh, tidak sedikitpun.

Kibum beranjak meninggalkan Jinki seorang diri.

To the beautiful, happy and
loving days


Those heart-breaking stories
and vain arguments Just bury all of that now
And promise that we won’t take
them out again


No matter how many seasons
pass and how many years go by
I hope we won’t meet like today again

 

=====***=====

Empat orang berparas sempurna duduk menikmati makan malamnya.

Yeah… dua pasangan ini duduk saling berhadapan. Jinki disamping Taemin dan Kibum disamping Minho.

“Ups~ maaf aku merahasiakan ini.. tapi aku dan Minho kini sudah kembali seperti dulu.. “

Minho tersenyum dan menarik tangan Taemin yang berada diatas meja dan mengusap punggung tangannya lembut.

Jinki dan Kibum membelalakkan kedua matanya dan terhenti saat mengunyah makanan. Beberapa detik tatapan Jinki dan Kibum bertemu, hingga Kibum mengalihkan tatapannya lagi.

Jadi seperti ini?

Bukankah Taemin menyukai Jinki?

Bukankah Kibun menyukai Minho?

“Kalian salah…” seolah bisa membaca isi pikiran mereka, Minho mulai berbicara.

Ia menjelaskan bagaimana ia dan Taemin kembali seperti sedia kala.

“Hyung… aku perlu bicara denganmu.. dan kurasa ada yang ingin Taemin sampaikan pada Kibum..”

Jinki mengangguk mengerti lalu berdiri mengikuti Minho yang berjalan menjauh menuju tempat dimana mereka bisa bicara.

“Hyung… maafkan aku…” Taemin membuka suaranya, meletakkan pisau dan garpunya.

“Taemin..apa-“

“Aku mohon dengarkan aku dan jangan potong pembicaraanku..”

Kibum mengangguk dan menunggu Taemin melanjutkan perkataannya.

“Pada awalnya.. aku kira aku sudah melupakannya dan menemukan seseorang yang bisa menggantikannya,, ya ia adalah Onew hyung yang menggantikan si bodoh Minho” Taemin beranjak dari duduknya lalu berdiri menghadap kolam renang yang cukup besar. Kibum mengikutinya dan berdiri tepat disebelah Taemin.

Dua sosok cantik ini terdiam beberapa saat, hingga akhirnya Taemin berbicara lagi.

“Aku terlalu naif dan egois.. aku salah mengartikan perasaanku dan kebaikan Onew hyung. Aku sangat nyaman bersamanya, sejak ia datang aku bisa tertawa lagi, aku bisa melupakan kesedihanku. Kau tahu kan kebiasaannya?”

Kibum tersenyum. Tentu saja ia tahu…ia sangat tahu segalanya tentang Jinki.

“Onew hyung suka mengigau dalam tidurnya jika ia kelelahan, dan satu lagi ia sangat menyukai ayam…ckck..”

Kibum mengangguk dan ingatan masa – masa ia bersama terlintas dalam benaknya, bagaimana Jinki merengek padanya, memintanya membuatkan bekal ayam panggang dan dibawa ke kampus.

“Lalu.. saat kau datang.. aku merasa Onew hyung berubah… ia lebih sering tersenyum..ia sangat gembira, setiap pagi ia akan tertawa lebar, mengacak rambutku dan ia tidak lagi marah saat aku berusaha memintanya menciumku..”

“…..”

“Jangan berpikir hingga kesana hyung.. sekalipun ia tidak pernah menciumku.. tidak seperti ia menciummu, bagaimana ia memelukmu erat..bagaimana ia menatapmu… semuanya terasa berbeda..”

Kibum merasakan panas di pipinya, ia teringat akan kejadian di apartemen Jinki dan mungkin saja Taemin melihat mereka.

“Lalu saat aku bertemu lagi dengan Minho.. aku tidak tahu apa yang kurasakan.. aku pikir aku tidak akan pernah melihatnya lagi.. tidak setelah aku memutuskan untuk meninggalkannya. Namun sepertinya Tuhan berkata lain. Ia menyelamatkanku dari insiden itu. Saat aku sadarkan diri ia sudah tidak ada, dan saat itu aku pikir ia mungkin sudah melupakanku..”

“Ia tidak pernah melupakanmu … Taemin..”

Taemin berdesis kecil, menoleh dan menatap Kibum.

“Dan Jinki juga tidak pernah melupakanmu..hyung…”

“Tapi ia tidak pernah mendengarkanku.. ia tidak mempercayaiku… ia membuatku meninggalkannya..” lirih Kibum. Rasanya air matanya ingin menetes lagi mengingat bagaimana ia meninggalkan apartemen Jinki saat itu. Bahkan Jinki tidak berusaha menghentikannya, tidak sedikitpun.

“Dan ia menderita hyung… percayalah.. sejak kau pergi, hidupnya berantakan. Ia jarang makan, bahkan ia sering mabuk. Ia sering bermimpi buruk dan meneriakkan namamu dalam tidurnya. Aku tidak menyukainya, melihatnya seperti itu membuatku ikut merasa depresi. Hingga suatu saat Minho mengunjungiku dan ia juga menceritakan perihal dirimu. Bukankah kalian ini sejenis?”

“Aku tidak pernah mabuk!”

“Oh well… baiklah, tapi kau jadi gila kerja kan? Hyung.. aku yakin Onew hyung selalu mencintaimu.. kau tidak pernah hilang dari dalam hatinya.. tidak sedetikpun..jadi aku mohon, maafkanlah dia. Maafkan aku…”

Kibum menoleh dan membalas tatapan Taemin yang memohon dengan senyuman lembutnya. Angin bertiup agak kencang membuat mereka bergidik ngilu.

“Sebaiknya kita kembali ke kamar..” jawab Kibum lembut seraya mengelus pundak Taemin, membawanya masuk ke rumah kayu.

.

.

.

Semuanya sudah terasa jelas bagi keduanya. Minho juga sudah menjelaskan semuanya jika ia tidak ada hubungan apapun dengan Kibum, tidak pernah ada. Jinki menyesal karena dirinya sudah tidak mempercayai Kibum, termakan rasa cemburu yang justru menghancurkan dirinya.

Sekarang yang ada dipikirannya adalah bagaimana ia membujuk Kibum untuk kembali padanya?

Bagaimana Jinki?

Lamunannya terpecah saat pintu kamar terbuka dan Kibum masuk. Ia datang membawa dua gelas susu coklat panas.

Kau tidak pernah melupakanku,Kibum?

Kebiasaan Jinki sebelum tidur, ia suka meminum susu coklat panas. Jika tidak ia akan sulit tertidur, tanpa sadar Kibum pun terbawa akan kebiasaan Jinki. Ia selalu membawa bubuk susu coklat kemana saja.

“Minumlah..” ujar Kibum singkat menyodorkan gelas kaca.

“Terima kasih..”

Jinki memang semenjak tadi tidak bisa tidur dan terus memikirkan apa yang dikatakan Minho tadi.

“Kibum tidak pernah melupakanmu hyung. Sejak ia berpisah denganmu, ia sudah sangat jarang tertawa lepas. Ia bukan lagi Kibum yang aku kenal seperti pertama kali. Ia menjadi gila kerja. Dan kau tahu? Ia selalu membuatkan susu coklat panas setiap malam, dan memaksaku meminumnya padahal aku tidak begitu menyukainya.. haah! Dan aku tahu ternyata itu adalah kebiasaan kalian. Pada intinya, aku ingin meluruskan kesalah pahaman ini, seperti yang kau lihat..aku sudah memiliki Taemin, dan ia tidak pernah hilang dari hatiku. Dan Kibum selalu membawa bayang – bayang dirimu.. hanya kau yang ada di hati dan pikirannya.. percayalah padaku..”

Jinki tersenyum setelah menyesap habis susunya. Ia mengambil bantal dari kasur dan jaketnya.

“Aku akan tidur di sofa… kau tidurlah di tempat tidur itu..”

Jinki tersenyum dan membaringkan dirinya.

“Dan terima kasih susu hangatnya.. aku merindukannya..”

Kemudian Jinki menutup kedua matanya, meninggalkan Kibum yang duduk di tepi ranjang tampak bingung. Bagaimana bisa ia membiarkan Jinki tertidur di sofa? Jinki terlihat letih, bahkan ada lingkaran hitam dibawah matanya.

“Jinki…”

Tidak ada jawaban.

Kibum melangkah mendekat dan menunduk, melihat wajah Jinki yang terlelap begitu cepatnya. Ia merindukan wajah ini, wajah tidurnya yang damai.

Jinki sedikit bergerak membuatnya terkejut lalu ia memutuskan untuk tidur.

1 menit

5 menit

15 menit

Kibum tak kunjung tidur. Ia hanya memejamkan matanya dan membalik – balik tubuhnya kekanan dan kekiri.

Jinki terbangun dari tidurnya.

“Kibum.. ada apa? Kau tidak bisa tidur?” Jinki duduk di sofa dan melihat tubuh Kibum yang terlilit selimut.

Kibum menoleh.

“Uh… ya aku tidak mengantuk..”

Jinki kembali tersenyum dan menghampiri Kibum.

“Apa kau mimpi buruk?”

Kibum menggeleng.

“Lapar?”

Kibum kembali menggeleng.

Aku ingin kau memelukku!

Mungkin Kibum sudah gila jika ia mengatakan itu. ia hanya menarik selimutnya hingga dagu dan menggeleng setiap Jinki menebak alasannya.

“Baiklah.. sekarang lebih baik kau tidur..” ucap Jinki lembut, mengusap pucuk kepala Kibum.

Jinki membalik tubuhnya, kembali ke sofa dan terhenti saat Kibum menarik pergelangan tangannya.

“Tidur disini… “

DEG

Kibum memintanya tidur disampingnya ?benarkah?

Kibum menggeser tubuhnya menyediakan tempat untuk Jinki.

Mereka berbaring menatap langit – langit kamar yang tiba – tiba bagian kayu nya bergeser. Kibum terkejut pada awalnya namun kembali tersenyum saat melihat taburan bintang berkilauan di langit. Langit – langit kamar mereka berganti menjadi kaca.

Thanks to Taemin and Minho.

“Indah sekali…” gumam Kibum tanpa sadar kini Jinki sedang menatapnya, tersenyum.

Tidak mendapatkan jawaban Jinki, ia menoleh dan terkejut saat jarak mereka menjadi begitu dekat. Kibum reflek memundurkan dirinya dan berdehem.

“Lihatlah bintang diatas sana..” ucap Kibum gugup.

Jinki mengalihkan pandangannya dan melihat keatas. Keduanya terdiam menikmati keindahan taburan bintang – bintang berkilauan. Ada yang kecil, ada yang besar, ada yang sangat bersinar dan ada yang tidak.

“Mungkin kau lelah mendengarnya..tapi…Maafkan aku Kibum… “

“Sudahlah Jinki.. kita lupakan masa lalu itu..”

DEG

Apa artinya ini?

“Tapi aku tidak bisa melupakanmu..” lirih Jinki.

“Aku juga….”

Jinki menoleh menatap Kibum yang kini menatapnya. Jinki memberanikan diri mengusap pipi Kibum dengan jemarinya.

“Kembali padaku?”Tanya Jinki lembut dan terdengar memohon, tatapan nya turun ke bibir Kibum, mengusapnya dengan ibu jarinya. Membuat namja cantik ini merinding, seperti aliran listrik mengalir dalam tubuhnya.

Kibum mengangguk.

Jinki tersenyum.

Just like their first kiss..

That’s soft kiss..

Their lips touch each other perfectly

Kissing with one harmony… their heart beat.

Bibir atas Kibum berada diantara bibir Jinki lalu bergerak, menyesap kehangatan dan kelembutan bibir masing – masing. Tangan Jinki mengambil guling yang menjadi pembatas mereka dan membuangnya ke lantai. Ia menarik pinggang Kibum mendekat hingga tubuh mereka bersentuhan. Kibum meraih rambut Jinki, menariknya, memperdalam tautan bibir mereka.

“Aku merindukanmu..” bisik Jinki disela ciuman mereka.

Kibum membalasnya dengan anggukan dan kembali menarik Jinki untuk menciumnya.

Jinki bergerak hingga berada diatas Kibum, memenjarakan tubuhnya, menautkan jemari mereka.

Bintang menjadi saksi atas kembalinya sepasang kekasih ini. Tanpa mereka sadari beberapa bintang bahkan jatuh. Meteor?

Kibum yang melihat pemandangan diatasnya, melepaskan tautan bibir Jinki, dan mendorongnya pelan.Ia menunjuk ke atas dan tersenyum. Jinki menoleh dan melihat meteor jatuh.

“Cepat membuat permintaan!”Kibum tampak semangat dan menautkan kedua tangannya.

Jinki berdecak dan menggeleng tidak percaya. Kibum tidak pernah berubah. Sejak kecil selalu percaya dengan hal – hal seperti ini. Ia hanya berbaring menyamping, menahan tubuhnya dengan sikunya dan memandang Kibum yang kini tersenyum dan memejamkan matanya. Berdoa dengan sangat serius?

Beberapa saat kemudian Kibum selesai dan membuka matanya, ia menoleh dan melihat Jinki yang menatapnya dan tersenyum.

“Yah! Jinki! Kenapa kau tidak mengucapkan permohonan juga?! Pabo ya!”

Kibum memukul dada Jinki kesal. Tangannya ditarik Jinki, mengecup punggung tangan Kibum.

“Untuk apa? Aku sudah mendapatkan apa yang aku mau… aku tidak butuh permohonan lain..Kibum..terima kasih untuk segalanya dan…. tinggalah disisiku selamanya..”

Wajah Kibum kembali memanas, saat Jinki mendekat dan mengecup keningnya lama. Lalu turun mengecup kedua matanya, turun ke hidungnya, kedua pipinya.

Tanpa sadar Kibum meneteskan air matanya. Ia bersyukur masalah ini telah berakhir. Ia bersyukur Jinki kembali padanya.

Jinki bersumpah tidak akan meninggalkan Kibum dengan alasan apapun. Meskipun Kibum suatu saat ingin meninggalkannya, bahkan jika ia harus berlutut ia akan melakukannya. Jinki akan melakukan apapun agar Kibum tetap disisinya. Selamanya.

“Apa yang kau minta tadi huh?”

“Rahasia..”

Kibum berbalik memunggungi Jinki, dan tertawa kecil. Hey jangan sekali – sekali membuat Jinki penasaran. Itu berbahaya.

“Mwo?”

Jinki memeluk Kibum dari belakang, mengelitikinya hingga tawa Kibum pecah. Suara tawa yang sudah lama Jinki rindukan. Namun Kibum masih diam dan menggeleng menolak memberitahunya.

Jinki berpura – pura marah. Kini ia membalik tubuhnya, memunggungi Kibum, memejamkan matanya.

Kibum semakin terkekeh geli melihat tingkah Jinki. Ia berbalik, menatap punggung Jinki. Menjulurkan telunjuknya tepat di punggung Jinki, menuliskan kata demi kata, hingga Jinki berbalik dan tersenyum.

I Hope Jinki Will Love Me….. Forever

Ia menarik tangan Kibum hingga tubuh mereka kembali mendekat. Jinki mengusap pipi Kibum, tersenyum.

“Yes… I will love you forever..”

Dan keduanya kembali berciuman lalu berpelukan hingga terlelap. Berkali – kali Jinki mencium pucuk kepala Kibum dan tersenyum.

After The Rain, The Sun Will Reappear.

There is Life.

After The Pain, The Joy Will Still Be Here.

 

Sementara itu…

“Yah Minho! Kenapa dimatikan?!”

“Taemin.. ini sudah larut.. lagipula apa kau ingin menyaksikan hingga mereka….mereka…ah sudahlah!”

“Ah tapi aku menyukainya! Kau ini tidak seru!”

Minho berlalu tidak peduli dan mematikan layar televisi. Layar dimana terdapat Jinki dan Kibum. Ya Taemin memaksa Minho memasang kamera pengintai dikamar mereka. Alasannya ini hanya untuk memastikan jika mereka akan berbaikan. Konyol bukan?!

Tapi apa harus menonton saat mereka bermesraan, berciuman dan..dan… argh! Itu sedikit membuat Minho terganggu.. oh baiklah.. membuatnya tegang, oke sebut saja membuatnya sedikit horny.

“Taemin… tidurlah..”

“Tidak! Berikan remotnya.. “

“No..”

“Wae?”

“Karena aku tidak mau..”

“Aish.. tapi aku belum mengantuk…”

Grep

Dan Minho menarik Taemin hingga terjatuh ke ranjang. Ia menghapus jarak mereka, menautkan bibirnya.

“Berhentilah mengurus mereka…” bisik Minho dengan suara beratnya.

“Ahh..Minho..kau sedang apa,ah-!”

“Kau sudah melihat mereka tadi kan? Seperti itulah..”

Minho mulai menjalari leher Taemin dengan bibirnya, meninggalkan bercak kemerahan disana. Tanpa Minho ketahui, Taemin tersenyum puas.

Terkadang saat kau jatuh cinta, kau tidak menyadarinya hanya karena debaran jantungmu yang berpacu sangat cepat.

Lalu, kau hanya akan menyadarinya saat kau merasakan perih di dadamu.. saat itu kau berkata bahwa..’aku mencintainya’.

Ada kalanya badai datang menguji kesetiaan hati setiap pasangan.

Kebohongan…

Kecemburuan..

Keraguan untuk mempercayai..

Rasa takut untuk memaafkan dan mengulang..

Semua adalah pilihan.

Pilihanmu untuk memaafkan, percaya dan bahagia

Atau

Membenci, menutup diri dan… menderita.

 

 

THE END

at the same time ^^v

onkey smiling each other >o< ❤

 

2min with same style ❤

cr pic : onbom8991 and twomination

 FORGIVE ME FOR LATE UPDATE T___T

THANK YOU SO MUCH FOR COMMENTS..

/hugs everyone/

PLEASE KEEP LOVE ONKEY AND 2MIN… FOREVER

Advertisements

97 thoughts on “[OnKey] One Year Later / END

  1. “Untuk apa? Aku sudah mendapatkan apa yang aku mau… aku tidak butuh permohonan lain..Kibum..terima kasih untuk segalanya dan…. tinggalah disisiku selamanya..” –> manis beut…>.<
    n thanks buat taeminho yaa….^^

  2. Aaaaaaahhhh happy ending !! Keren, keren! Kayaknya authornya pngalaman deh dlaam hal percintaan hihihi
    yups! Di ff ini mengajarkan tentang kepercayaan dam suatu hubungan itu penting , dan keduanya ( Jinki and Kibum ) benar” diuji cintanya..
    Kesalahpahaman selesai , jika tidak di ikuti ke egoisan dan amarah…
    Haaahhh ternyata si Taemin itu mantan nya si Minho ckckckck
    akhirnya mereka kembali lagi tapi kenapa ga ada adegan gituan nya ya? Hahahah biar si 2min yang ngintip liat LOL

  3. aku sangat berterima kasih sama 2MIN
    YESSS KARNA BERKAT BANTUAN MEREKA, JINKIBUM KEMBALI BERSATUU
    KEMBALI MANIS, KEMBALI EHEM ITUU KEKEKE
    AIHHH JINKIBUUUM AYO CEPET MENIKAH 😀
    dan dan dan 2MIN, AIGOO~ jail banget pake pasang kamera pengintai XD
    ya ya ya! Aku juga mau liat jinkibum lovey dovey XD
    EHEM, DAN KALIAN AKHIRNYA IRI KAN PENGEN GITU JUGAAA 😀

    aiiih, DAEBAAAK! Aku suka sama tulisan author-nim. Engga ada kata yang ngebosenin, semuanya memuaskaaan 😀

  4. uuuhhhh, finally jinki dan kibum back together lagiii..

    jinki akhirnya menyadari keegoisannya setelah kibum ninggalin dia..

    dan ternyata taemin sama minho mantan sepasang kekasih dan akhirnya balikan lagi.. thank to 2min buat jinkibum bersatu, untunglah taemin sadar dan mau menyatukan mereka lagi..

    uhh 2min so sweett..

  5. Beneran end eon ??
    Rasanya masih menggantung di awang” hahaha 😀

    Cieee yg balikan lagi ,#lirik 2MIN
    Cieee yg maen romantis”an lagi *lirik OnKey :* :*

    Akhirnya kalian kembali lagi ne ,syukurlah
    Takdir OnKey itu memang selalu bersatu (y)

  6. Seneng deh bacanya, kyaaa happy ending ulalalala bisa yah 2min baikan dengan cepat dan konyol banget ituh alesan, tapi tak apalah yg penting jinkibum baikan dan berlovey dovey ulalalala

  7. Gakn nyangka kecemburuan mereka membuat mereka sendiri terkirim ke neraka cinta *geleng-geleng*
    Tapi yang pasti, TERIMA KASIH SEBESAR-BESARNYA UNTUK 2MIN *teriak diatas mimbar *nangis sesenggukan* Sumpah ye, gemes ama 2MIN mereka enak balikan but look JINKIBUM TT Miris.
    Kyaaaaaa rencana 2MIN keren, mereka akhirnya bersatu lagi dan NGELAKUIN ‘ITU’ LAGI XD
    Aku juga pengen liat dong *nyerobot 2min *liat live adegan onkey
    Wah curiga taem ngelakuin itu supaya minong horny XD
    Author-ssi (?) i really love your quotes huks huks TT

  8. Woaaahhh.. Akhir yg sweet. Untung gak broken. Onkey 2min memang udah klik. Gaboleh tukeran lahh.
    Nice story ^__________^

  9. Akhirnya sadar juga lo Taem …. Akhirnya happy end yeeeee…. Taemin ckckck… Ni anak ervert juga ea #gubrak…

    Kereeeeennnnn

  10. cinta segiempat ternyata.. ^^ bikin cerita kayak gini lagi donk.. suka kalo liat jinkibum cemburu-cemburuan..><

  11. Kyaaaa!!!akhirnya happy ending :’) dan uthor g mengecewakan para readers,hehee
    chu~
    fiuh,akhirnya mereka bs menyelesaikan kesalah pahaman itu,bikin khawatir ajjah,bikin nyesek juga sih.dan ternyata Minho dan Taemin dulunya sepasang kekasih,g disangka,heee

  12. Yeahhhhhh akhirnya jinkibum bersatu kembali…meraka memang di takdirkan hidup bersama…
    btw minho and taemin thanks..berkat kalian hubungan jinkibum ancurrr dan berkat kalian juga jinkibum bersatu kembali….

  13. Neomuuuuu johaaaa!!!!
    Aih.. Jadi minho itu mantanmu, Taem?
    Geez..
    Gemes ih. Mereka beertengkar Dan perang dingin selama itu?
    Jinki itu emgg salahmu. Sinting amat dia ampe segitu jealousnya..
    Kyaaayh. Tapi ide cemerlang 2min, secemerlang giginya Taemin!!!
    Trutama idee Cctv itu. Hhahahha
    Antara perhatian ama kepo itu beda tipis, ya taeem!!!
    Nyahhahahha. Saya suka. Saya suka.
    Dan ini FF nya panjang.

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s