[Onkey] Intimate Baby – part 4 of ?


[onkey] Intimate Baby part 4
Cast : Lee Jinki aka Onew & Kim Keybum and little JIBUM (AOC)
Genre: Romance, drama, fluff, friendship
Rate : G – till protect

Author: SannKeylicious~

Warned:
None of the materials provided in this fanfic may be used, reproduced or transmitted, in whole or in part, in any form or by any means. No parts of this fanfic are to be copied without permission in writing from the author.

<< PREV PART

PART 4

“Onew Hyung, palli … pesawat akan berangkat …”,

Onew menarik nafas dengan berat hati, sementara ia terakhir kalinya melihat ke ponselnya yang sudah mati total, salahnya karena pulang larut malam, ia langsung tidur dan lupa cek apakah batre ponselnya masih ada.

“Kau baik-baik saja Hyung? Kau kelihatan tidak semangat?”, tanya Minho memperhatikan wajah Hyungnya ketika mereka duduk di kursi masing-masing, Onew hanya menanggapinya dengan gelengan dan senyum terpaksa.

“Ia tidak bisa menghubungi Key untuk setidaknya mengucapkan sampai jumpa karena ponselnya mati, poor hushband …”, ucap Jonghyun sambil memasukan earphone ketelinganya.

Minho berdecak dan terkekeh menatap Onew disampingnya, menunggu sanggahan, namun, tidak … benar yang dikatakan Jonghyun, ia tidak bisa menghubungi Key, terakhir mereka bicara adalah sekitar 3 hari lalu, ketika filming Intimate baby mereka sebelum Onew harus absen dari syuting untuk persiapan tour.

“Kau mau gunakan ponsel ku? Selagi pesawat belum tinggal landas…”, Minho menyodorkan ponselnya, Onew tahu jika dengan mudah ia bisa pinjam ponsel Minho, dan ia yakin Kibum pasti mengangkatnya, terlebih dari Minho yang sudah jadi teman dekatnya.

“Ani, gwencana Minho, nanti kalau sudah sampai aku akan segera menghubunginya …”, ucap Onew tersenyum, “…aku juga takut mengganggunya jika ia sedang ada schedule …”

Minho hanya mengangkat bahu dan menyibukan dirinya sama seperti Jonghyun. Disisi lain Onew hanya bisa cemas dengan keadaannya, entah kenapa ia baru kali ini merasa tidak bersemangat untuk pergi, ia merasa berat meninggalkan Korea, pikirannya terus saja berputar antara Jibum dan Key, yeah … lebih sering Key yang akhir-akhir ini menghantui pikirannya, membuatnya kadang tidak mengerti, apa yang sebenarnya dipikirannya? Apa ia sekarang malah menyukai Key lebih dari dulu ia mengaguminya sebagai seorang Key dari Wings? Molla … Ia hanya berharap Key mengerti akan kepergiannya, dan ia bisa menjaga Jibum dengan baik.

Ahh … tentu saja Key bisa, setiap ada filming juga selalu Key yang menjaga Jibum? Sekarang tidak ada dirinya apa bedanya? Mengingat hal itu, Onew semakin merasa tidak berguna …

.

.

Key berdiri didepan mobil van sambil sesekali melihat ke arah ponselnya, mengecek apapun yang menarik disana, meski sebenarnya hanya ada satu yang ia inginkan, dan hal itu tidak terjadi sampai saat itu, ya … Onew, si pabo yang satu ini menurut Key sangat tidak berguna, namja keterlaluan yang Cuma bisa ingkar janji, ia janji akan sering menghubungi nya dan juga Jibum, tapi apa? Sampai detik ini, sudah 3 hari lewat terakhir mereka bertemu, pesan sekalipun tidak mampir di ponsel Key.

“Keterlaluan, dasar namja udik …”, dan ia tidak tahu kenapa ia merasa kesal dan juga sedih secara bersamaan, apa Onew bicara begitu hanya ingin bersikap ramah dan merasa bersalah karena ia meninggalkan Jibum pada Key?

“Ummaaaa!!!”,

Key sontak mendongak dan tersenyum ketika ia melihat sosok anak kecil berlari ke arahnya, rambutnya yang seperti jamur naik turun dan tersibak dengan cantik kesana kemari, tangan kecilnya terentang dengan lebar, menunggu untuk dipeluk oleh Key, dan senyumnya, ah … Key merasa cukup untuk membuatnya bahagia hanya melihatnya, senyum itu sungguh mirip Onew, dan sedikit mirip Taemin.

“Jibummie~”, dengan mudah Key mengangkat namja kecil itu kepelukannya dan memutarnya 360 derajat, Jibum hanya bisa tertawa kecil dan menyentuh pipi Key dengan kedua telapak tangannya yang mungil.

“Umma datang! Jibum kangen sama ummaaa~”, ucapnya riang sambil memajukan bibirnya minta poppo, Key berdecak dan mencium bibir mungil itu, Jibum terlihat puas dan kembali bermain dengan pipi Key.

“Umma juga kangen sama Jibum, maaf neh Umma sibuk akhir-akhir ini …”, ucapnya memelas, Jibum hanya terkekeh. “Tapi …”,

Namja cilik itu mendongak ketika ia dimasukan kedalam mobil dan dipakaikan sabuk pengaman. “Hari ini Umma akan balas kesalahan umma, kita akan pergi kesebuah tempat yang pasti Jibum suka, tapi sebelumnya kita harus ke kantor Umma jemput Taemin Hyung, arraso?”,

“Ng! Ay ay captain …”, ucapnya menirukan kartun luar negeri itu, Key tidak bisa tahan dengan cute nya, ia cium pipi Jibum dan beranjak masuk ke mobil.

“Umma …”,

Key menoleh setelah sekian lama mereka terdiam, “Onew Appa kemana?”, tanyanya sambil menyeruput susu banananya, Key yang semula tersenyum hampir menghilangkan senyumnya, namun ia berusaha untuk bersikap wajar.

“Onew Appa sedang tour ke Jepang … jadi ia tidak bisa bersama Jibum selama 1 minggu mungkin, Jibum tidak keberatan kan bersama Umma atau Taemin Hyung sementara ini? Dijamin kita akan bersenang-senang …” ucapnya mengelus kepala Jibum.

Jibum mengerutkan alisnya dan tersenyum, “Oke! Tapi nanti kita telpon Onew Appa yah? Jibum kangen!”,

Key hanya tersenyum , “Neh …”, hanya itu yang ia ucapkan sebelum ia kembali mengecek ponsel ditangannya.

.

.

“Kalau kau khawatir … kenapa kau tidak hubungi dia saja duluan, Hyung?”,

Key menoleh ketika ia lihat Taemin masuk ke ruang ganti dan sudah menggendong Jibum ditangannya. “Ha-hah?”,

“Ck, kau pura-pura tidak mengerti … aku tahu kau ingin tahu kabar Onew Hyung kan? kau tinggal hubungi dia saja, buat apa kau tunggu dia yang duluan?”

Key terbelalak, semudah itukah ekspresinya terbaca?

“Kau berpikir kenapa aku tahu yah? Hahaha …”,

“Yah!”, Key jadi sedikit kesal karena apa yang diucapkan Taemin ada benarnya, dengan pertimbangan yang cukup selama 5 menit, ia akhirnya bangkit dan berjala ke ujung ruangan, memandangi keluar gedung dari balik jendela. Ia tekan nomer 2 yang ada di speeddialnya dan dengan ragu ia taruh ditelinganya.

Sambil menggigiti kukunya ia menunggu nada sambung dibalik sana.

The number your calling – Key langsung mematikan ponselnya dan menarik nafas, tidak perlu mendengar yeoja robot itu selesai bicara ia tahu nomer Onew tidak aktif.

“Mungkin ia masih di pesawat Hyung, coba hubungi nanti saja …”,saut Taemin, Key menoleh , ia heran, namja itu selalu saja ikut campur. Ia lihat Jibum yang sedang asik bermain iPad Taemin , dari pada ia pusing, lebih baik ia bermain dengan Jibum, toh ia bawa Jibum untuk menghabiskan waktu dengannya.

“Taemin, Kajja, kita akan bersenang-senang …Jibummie sayang, ayo kita jalan-jalan …”, ucap Key mengambil mantelnya dan mengulurkan tangan, dengan senang hati disambut Jibum yang sudah loncat dari sofa dan loncat-loncat dengan gembira. Taemin hanya bisa tersenyum melihat tingkah Jibum, sebelum mereka keluar dari gedung dan menuju tempat dimana Key akan membawa Jibum bersenang-senang.

.

.

Key dan Taemin tersenyum melihat Jibum yang tertidur pulas di tengah-tengah mereka, kepala Jibum berada di pahan Key, dan kakinya menjulur di atas paha Taemin yang duduk di samping Key.

“Aku bisa lihat dia menikmati harinya …”, ucap Taemin mengelus pipi Jibum sayang, “Aigoo … kyeopta.”, Key berdecak, Taemin tidak ada bedanya sebenarnya, mengingat selama mereka di Taman bermain tadi mereka berdualah yang paling semangat, sampai Key jadi merasa bahwa ia sedang mengasuh dua anak kecil secara bersamaan.

“Syukurlah, tidak sia-sia usahaku … aku tahu dia akan suka ide ini …”, ucap Key mengelus kepala Jibum.

“Tapi apa kau juga menikmatinya Hyung?”, tanya Taemin kali ini sedikit serius, Key yang semula tersenyum jadi sedikit mengulum senyumnya, “Yang kulihat tidak …”,

Key berdecak, “Kau bicara apa Tae … tentu saja aku senang, meski hari ini tidak syuting intimate baby, aku menikmati hari ku bersama Jibum …”

“Ya kau menikmatinya bersama Jibum, tapi aku bisa lihat pikiranmu juga di tempat lain.”, Key hanya diam, “…apa karena Onew Hyung tidak disini?.”, Taemin tersenyum penuh arti. “Jangan marah yah? Tapi kau bukan seperti almighty Key yang selalu bersikap diva didepan semua orang termasuk Onew Hyung hari ini … kau lebih seperti Minho hyung yang ice prince, haha …”,

Key melirik kesal, entah kenapa ia malas beragumen, ia hanya memilih diam dan melihat keluar jendela. Benarkah? Karena Onew tak disisinya? Sejak kapan ia mulai bergantung dengan Onew? Bahkan mereka baru bersama beberapa minggu.

“Apa kau mau aku menghubungi Jonghyun dan Minho hyung untuk mengetahui kabar Onew hyung?”, tanya Taemin bersiap mengeluarkan ponselnya.

“Ah, andwe! Jangan kau coba-coba! A-aku tidak apa … kenapa jadi kau yang repot? Ada atau tidak Onew, bukan masalah besar, dan tanpa dia juga aku bisa teruskan acara ini, toh Onew juga tidak menolong apapun!”, semua itu bohong, dan semua itu tidak bermaksud keluar dari mulutnya, ia hanya … hanya … bingung, kenapa ia jadi seperti orang linglung , hanya karena seorang Onew yang selalu membuatnya kesal dengan lame joke nya? Dengan senyum dorkynya? Dengan tingkah sangtaenya yang membahayakan diri sendiri dan orang lain? Dengan sentuhannya??

“H-hyung?”, ia merasa Taemin menyentuh pundak Key , Key terkejut melihat Taemin cemas melihatnya, “Gwencana? Kenapa … kau menangis?”

Hah? Menangis?!

“A-ah!”, Key baru sadar ia mengeluarkan air mata, dengan cepat ia mengusap wajahnya, “A-aku …aku …”, shitt .. dia benci jadi lemah, benci jadi cengeng, benci dengan rasa cemas yang ada di hatinya, dan benci karena semua ini karena Onew …

“Mianhe …”

“Hyung …”, Taemin hanya bisa menggenggam tangan Key, ia tidak pernah melihat Key serapuh ini, ia tidak pernah melihat sang diva bersikap lemah, ia selalu melihat Key yang tegar, meski terkadang menangis jika mereka berhasil meraih penghargaan atau kerja keras mereka, ini lain … Key menangis karena orang lain, karena Onew … karena namja yang selalu ia maki dan caci karena kebodohannya.

.

.

Onew merebahkan badannya di kasur yang besar, badannya sangat lelah, ia ingin sekali mencopot bagian tubuhnya yang pegal dan meninggalkannya begitu saja. Sudah seminggu ia dan Shinee berada di Jepang,mulai dari fanmeet, fansign, variety Jepang, Photoshoot, show, dan masih banyak hal lain yang sudah mereka lewati, tinggal sedikit lagi ia berharap setidaknya akan ada sedikit waktu untuk istirahat sebelum harus kerja lagi.

Key …

Onew sontak bangkit dari tidurnya dan shock akan hal yang paling penting!

“Oh my god! Key! Jibum!”, dengan panik ia turun dari kasur, bukannya berjalan dengan kakinya, ia malah tersungkur karena kakinya tersangkut badcover, namun ia tidak perduli, ia berlari mencari ponselnya di setiap sudut kamar hotel.

Dammit, ia benar-benar melupakan janjinya, bahkan sudah seminggu lebih ia tidak memberikan kabar pada Key dan Jibum, namja macam apa dia yang melupakan janjinya sendiri.

.

.

“Okeee … thank you Tae … kau bisa letakan Jibum dikamarnya, kau mau minum apa?”, tanya Key ketika ia dan Taemin tiba di rumah.

“Apa saja Hyung …”,

Key hanya tersenyum dan menuju kedapur setelah melepas mantel nya. Tak lama Taemin yang sudah kembali dari membawa Jibum yang tertidur duduk di meja makan sambil memperhatikan Key yang asik membuat minuman untuk mereka. Key yang sedang diperhatikan sontak melirik, dan ia melihat dongsaengnya itu tersenyum lebar, membuat nya bingung dan merasa aneh dengan kelakuan dongsengnya itu.

“Please Tae, katakan saja, aku merinding melihat senyummu itu …”,

Bukannya menjawab, Taemin malah tertawa, menutupi sebagian wajahnya dengan tangannya, “A-anioo … habis aku lucu melihatmu Hyung, kau terlihat seperti pengantin baru, kau sudah cocok Hyung untuk berumah tangga …”, jawabnya iseng disela tawanya.

“YAH!”, entah kenapa di komentari seperti itu ia malah malu, dulu sepertinya Onew pernah bilang begitu padanya tentang mereka … “Enak saja, aku tidak mungkin menikah semuda ini!”, ucap Key mendengus, “…dan tidak dengan si dubu pabo itu.”,

Taemin berdecak, membuat Key meliriknya kesal, “Aku tidak bilang kau menikah dengannya kan?”,

Key yang di skakmate itu langsung terbelalak, ya ampun! “A-aku juga tidak—“, Key kesal sekali, ia menaruh gelas didepan Taemin dengan marah. “DIAM KAU!”

“Kau tidak perlu marah setiap aku mention namanya … hahaha …”

“Taemi—“, sebelum Key bisa bicara ponselnya berbunyi, siapa yang menhubungi ponselnya ditengah malam, dan terlebih lagi menghubungi nomer pribadinya? Dengan bergegas ia mengambil ponselnya di saku celana dan melihat ke nomer yang tertera di ponselnya.

“Hyung?”, Taemin tampak bingung ketika ia melihat Hyungnya malah terdiam dan bukan mengangkat ponselnya, “…phone calling for Almighty Keybum…”, Taemin mencoba menyadarkan Key dari lamunannya, namun namja cantik itu malah tetap memandang ponselnya terus menerus, tanpa pikir panjang Taemin berdiri dan melihat ke ponsel di tangan Key, ia pun jadi ikut terkejut ketika ia tahu siapa yang menghubungi Hyungnya.

“HYUNG! Onew Hyung menelponmu, palli!”, Taemin gemas sekali hingga ia dengan kasar mengguncang bahu Key.

“T-taemin … aku angkat?”, Taemin tidak percaya dengan pendengarannya, oh my God, ini bukan Key yang biasanya, Key tidak sebodoh ini? Bahkan mengangkat ponsel saja ragu?. Dengan gemas Taemin menekan tombol hijau di layar sentuh Key sebelum sambungan telpon itu terputus. Key yang panik hanya bisa menatap Taemin kesal dan menyerahkan ponsel itu ke tangan Taemin. ‘Kau saja!”, desisnya, Taemin hanya bisa menganga, ia bisa dengar dibalik sana Onew memanggil nama Key berulang kali.

“Halo …Hyung!”, Taemin menatap ke arah Key dengan santai, Key hanya bisa menggigiti kuku jarinya dan menelan ludahnya berkali-kali, “Oh, Key hyung?”, Taemin menatap Key dengan seksama, namun Key hanya bisa memasang tampang shock dan enggan bicara, “Key hyung tidak mau bicara padamu …dia–“

“Onew!”, Key merebut ponsel dari tangan Taemin dan melotot ke arah magnaenya itu, namun si iseng Taemin hanya bisa menjulurkan lidahnya dan menyat begitu saja dari depan Key.

[Key?]

Key tertegun, ia ingat kalau ia masih terhubung di jaringan telepon dengan Onew. Ia menarik nafas sejenak dan menggenggam ponselnya dengan tangan berkeringat, gugup, senang, panik, kesal karena akhirnya Onew menghubunginya menjadi satu, dengan tarikan nafas terakhir ia menyapa Onew.

.

.

[..Hallo]

Suara Key membuat hati Onew seperti meleleh, meski terdengar dingin dan sinis, apapun keadaannya, selama itu suara Key, ia tidak masalah, efek dari setiap Key berada di dekatnya saja membuatnya merasa luar biasa senang. Bahkan mendengar suaranya di keadaan lelahnya membuatnya terasa terbayar sudah.

“Keeeyyy~~~”, ucapnya dengan senang , ia bisa lihat pantulan dirinya yang saat itu sedang ada didepan kaca hotel sedang tersenyum lebar. “Key … mianhe , jeongmalyo … mianheyo …”, kali ini ia benar-benar merasa bersalah, memelankan suaranya dan sedikit serius. Ia bisa dengar Key disana terdiam dan hanya deru nafasnya yang terdengar.

[NAMJA PABO! MAU APA KAU TELPON MALAM-MALAM, KAU SUDAH GILA?! KAU PIKIR AKU TIDAK ISTIRAHAT?! TELPON LAIN KALI, AKU SIBUK!!] ucap Key kesal.

Onew sontak menjauhi ponsel nya dari telinganya, mendesis karena mendengar lengkingan suara Key mendengung ditelinganya. Gawat, Key sudah marah besar …

[Paboo …]

Sebelum ia bisa mengucapkan kata lain dan minta maaf lagi, ia mendengar suara Key melemah …

[Onew pabo …]

“Key … maafkan aku … “,

Entah kenapa ia bingung mengatakan apa lagi, ia benar-benar merasa bersalah, ia ingin sekali pulang dan bertemu dengan Key, mengatakan bahwa ia menyesal tidak menepati janjinya, ia menyesal karena tidak menghubunginya sebentar saja, namun semua itu sepertinya tertelan dengan rasa canggung dan bingungnya.

“Key .. apa … kau baik-baik saja? maafkan aku Key, jadwalku padat sekali dan–“

[Gwencana …] potong Key, [Jibum … dia bertanya tentangmu terus menerus …] Onew tidak bisa bohong ia sangat bahagia mendengar cara Key berbicara lembut padanya, [MAKANYA JADI NAMJA JANGAN SUKA INGKAR JANJI, LEBIH PENTING APANYA? KAU BARU SAJA BUKTIKAN BAHWA AKU DAN JIBUM TIDAK PENTING BAGI–]

“Aku merindukan mu Key …”

Onew sadar … sangat sadar ketika ia katakan itu, bahkan ia jamin Key mendengarnya, karena namja itu hanya bisa diam dan tidak meneruskan omelannya. Tapi itu kenyataannya.

“…juga Jibummie … aku merindukan kalian … sungguh.”,

Ketika ia katakan itu pada Key, ia sadar mungkin itu akan membuat Key kesal, ia bersiap menerima makian dari Key, namun namja cantik itu hanya terdiam dibalik sana, Onew malah mengira Key memutuskan jaringan telp0nnya.

“Lusa … aku akan kembali ke Seoul, kau dan Jibum akan menjemputku dibandara?”, tanya Onew. “M-maksudku, jika kau tidak sibuk tentunya …”

[tentu saja aku sibuk, kau pikir aku artis tidak laku?]

Onew cemberut mendengar suara sinis Key kembali lagi.

“Well … yasudah tidak apa, aku akan temui kalian di rumah …kita, nanti.”, ucap Onew tersenyum meski Key tidak melihatnya.

[Aku …mau istirahat, sampai jumpa.]

“TUNGGU!!”, Onew berteriak menahan Key menutup ponselnya.

.

.

Entah apa yang membuatnya menjadi sebahagia ini, sisi bahagia yang luar biasa yang ia pancarkan persis sama ketika ia menerima penghargaan ketika Wings menjadi Best New Rocky dulu. Dan tentu saja hal itu sangat disadari oleh Taemin, satu-satunya namja yang sudah cukup lama bersama-sama dengan Key, dan tahu persis seperti apa Hyungnya itu, yang ia heran, ia tidak pernah melihat Key sangat ‘excited’ hari itu. Ia bahkan bisa melihat banyak bunga bermekaran disekitar wajah Key, pipi Key yang berbuah terlihat merah merona, dan senyum manisnya tidak bisa disembunyikan dari mata jeli Taemin.

“Serius Hyung, kusarankan kau lebih baik cerita ada apa denganmu hari ini? Kau tidak tahu kalau senyum mu hari ini bahkan bisa lebih cerah dari matahari.”, ucap Taemin mengunyah sarapannya sambil menatap Key yang asik bersenandung memasak sarapannya sendiri di dorm mereka.

“hah? Waeyo? Aku kenapa? Aku tidak apa-apa …”, decak Key kali itu, Taemin menggelengkan kepalanya.

“Pasti terjadi sesuatu pada mu, aku yakin … ayolah ceritakan padaku …”, rengek Taemin lagi, kali ini kepribadian Key yang bio-polar kembali, ia sekarang menatap Taemin dengan tatapan annoying dan duduk didepannya.

“Tidak-ada. Dan berhenti mengurusi urusan orang lain.”, Taemin mencibir. “Memangnya tidak boleh aku sang almighty Key terssenyum secerah matahari? Dan itu harus ada alasannya? Heck, No. Aku bahkan cantik bak matahari.”, Taemin memeragakan seakan ingin muntah sebelum menerima jitakan dikepalanya.

“Oh, ngomong-ngomong … bagaimana Onew Hyung?”, Key kali ini hampir saja tersedak dan menoleh pada Taemin yang memasang poker face. “Biar kutebak, kalian pasti bicara sampai larut kan? kau katakan tidak kalau kau kangen pada—AW, Hyung, sakittt …”,Taemin memanyunkan bibirnya dan mengelus pantatnya yang baru saja di tusuk oleh garpu ditangan Key.

“Berapa kali aku bilang untuk tidak ikut campur urusan orang?”, namun Taemin tidak ketinggalan melihat wajah Key yang memerah meski Key tidak menjawab pertanyaannya.

“Baiklah baiklah … mulai sekarang aku tidak akan banyak bertanya.”, ucap nya menantang Key. “Tapi, cepatlah kalian akui saja kalau kalian tertarik satu sama lain, jadi episode intimate baby tidak perlu panjang-panjang!”,

“TAEMIN!!”, umpat Key, namun namja cantik itu sudah melesat lari kedalam kamar sambil tertawa, Key hanya bisa diam dan menyembunyikan wajahnya yang memerah dibalik poninya itu …

“Aku merindukan mu Key …”

Ucapan itu masih terngiang ditelinganya, dan ia masih tidak percaya apa maksud semua ucapan Onew itu … bisakah ia mengatakan bahwa itu adalah hal positif yang diam-diam merayap kedalam hatinya?

“…juga Jibummie … aku merindukan kalian … sungguh.”,

Ya, benar … belum tentu apa yang ia harapkan sama dengan kenyataan…

.

.

“Jinjjayo?”, Key hampir saja tersedak minuman yang ia teguk ketika salah satu staff memberitahukan info itu padanya. Ia langsung menoleh pada Jibum yang duduk disampingnya dan mereka mempunyai ekspresi terkejut yang sama, Key yakin Jibum mengerti arti ‘kita akan pergi ke Jepang lusa’ dari ucapan para staff, dan membuat namja kecil itu tersenyum lebih lebar dari biasanya, mata bulatnya berbinar menatap ke arah Key.

“Umma!”, pekiknya gembira, membuat tubuhnya sendiri loncat naik turun di atas sofa. Key hanya tersenyum, meski didalam hatinya ia sangat senang, meski ia berusaha menepis perasaan berlebihan nya itu, ia tidak bisa, ia akui, ia senang ketika mendengar bahwa ia dan Jibum akan segera ke Jepang.

“Kalian serius? “, Key menatap PD-nim tidak percaya, “Kau tahu kan aku juga ada schedule selain filming intimate baby? Kau mau tanggung jawab Hyung jika aku di pecat?”, ia benar-benar ingin membunuh dirinya sekarang juga, atau setidaknya terlebih dahulu menempelkan lem tikus di bibirnya agar ia berhenti mengatakan hal yang diluar kata hatinya.

Please, katakan bahwa ia sudah mengatur ulang semua jadwal Key sehingga mereka bisa pergi ke Jepang, kemungkinan bertemu Onew adalah … 80%.

“Well … sebenarnya sulit untuk minta izin dengan management mu Key …”, good, kali ini Key sedikit pesimis bahwa mereka akan jadi pergi.

“Tapi akhirnya mereka mengijinkan kalian, namun hanya 3 hari 2 malam kemudian kalian akan kembali lagi ke Korea. Maka dari itu, beberapa jadwal kerjamu akan di push besok. Tidak apa?”,

Key tidak tahu harus berekspresi apa, namun ia hanya mengangguk meski ia senang bukan main, kalau begitu, kesempatan ia bertemu … ani, mereka bertemu dengan Onew menjadi 110%. Hell, kenapa ia begitu senang dan bersikap seperti fangirling Onew diluar sana? Ini hanya Onew, sang mr.clumsy pabo chicken maniac dari SHINee.

“Kau dengar itu Jibummie? Kita akan ke Jepang, kita akan jalan-jalan disana, kau senang?”, tanya Key menggendong namja itu kepangkuannya dan mengelitiki sisi pinggangnya.

“Neh Umma! Dan kita bisa ketemu Appa!! Ya kan PD-ahjussi?”, sorak Jibum senang, Key hanya tersenyum, entah kenapa ia heran, Jibum tidak begitu banyak menghabiskan waktu dengan Onew, namun namja itu terlihat sangat menyukai Onew dan terus bertanya tentang Onew padanya, hal ini membuat Key senang sebenarnya, namun tetap ia tidak tahu alasan kenapa Onew bahkan bisa dengan mudah membuat hati Jibum tertarik padanya.

“Kalau begitu, haruskan kita pulang dan bereskan keperluanmu untuk besok , Jibummie?”, tanya Key menggendongnya.

“YA…YA…YA!!”, pekiknya, Key berdecak, ia tidak bisa menahan senyumnya, cara Jibum menyorakan kesenangannya persis seperti Onew, persis ketika festival olahraga dulu.

“Tapi Umma, bisakah kita makan es krim dulu?”, tanya Jibum menunjukan aegyo terbaiknya, Key berdecak, bahkan caranya merengek persis Onew.

“Neh~ apa saja untukmu Jibummie …”. ucapnya mencubit pipi Jibum dan keluar dari studio nya bersama dengan staff yang lain.

.

.

Filming hari itu OFF, namun sebagai gantinya ia harus memenuhi semua jadwal yang ia majukan sebagai ganti untuk hari cutinya kemudian filming intimate baby kembali di Jepang. Ia harus bangun lebih awal untuk memulai semua aktivitasnya, dengan rengekan Taemin, dengan kantuk yang ia hadapi, namun ada sisi semangat didalam dirinya yang mengatakan lebih cepat selesai lebih baik. Memikirkan ia akan ke Jepang keesokan harinya membuatnya semangat.

Key merebahkan tubuhnya di sofa panjang ruang ganti, ia memejamkan matanya sejenak sebelum acara selanjutnya ia dan Taemin harus naik ke atas panggung.

“Hari ini kau semangat sekali, apa karena besok kau akhirnya bisa bertemu suamimu, Hyung?”, Key membuka matanya dan langsung bertemu dengan magnae usilnya yang duduk di kursi rias, menggoyangkan tubuhnya kekiri kekanan sambil tersenyum usil.

Key berdiri dari posisi tidurnya, ia merasa kepalanya berat, ia merasa sedikit pening, namun itu biasa terjadi jika ia terlalu semangat. “Ani. Kau tahu kenapa aku semangat? Aku akan dapat day off selama 3 hari, sementara kau harus photoshoot disini sendirian untuk majalah. Sementara aku akan ke Jepang bersama Jibum, bersenang-senang … baguskan?”, ledek Key menyengir menang.

Taemin mendengus, “Apa bagusnya? Kau juga disana tetap shooting!”,

“Setidaknya kau ke Jepang …”, ledek Key lagi, membuat magnaenya itu cemberut kesal.

“Kau jahat! Andai saja yang intimate baby itu aku dan Minho, aku juga akan ke Jepang bertemu dengannya!”

Key menganga, ia tidak percaya, namja didepannya ini benar-benar tergila-gila pada namja tinggi keroro temannya itu. “Kau serius mau acara ini bersama Minho?” , decak Key. Taemin mengangguk, Key hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya seperti meledek. “Justru kau yang diasuh Minho nanti bukan calon balita yang akan ikut dengan kalian.”, tawa Key meledak.

“HYUNG!!”, pekik Taemin marah, namun sebelum ia bisa melayangkan pukulan di lengan leadernya itu , mereka sudah dipanggil untuk bersiap. Taemin berdiri dan mendengus meninggalkan Key begitu saja. Key hanya berdecak, mengecek penampilannya dari kaca didepannya. Ia menarik nafas, satu lagi … setelah ini semua selesai,ia bergumam semangat, setelah itu ia janji akan pulang menemui Jibum kemudian esok pagi ia dan Jibum akan pergi ke Jepang.

“Ugh …”, ia tidak bisa bohong meski semangat nya sebesar itu, ia bisa rasakan kepalanya berputar karena tiba-tiba ia rasakan pening, ia mencatat sendiri dibenaknya setelah acara ia harus minum obat.

.

.

“Hyungg …”, Key membuka matanya sedikit, merasakan silaunya sinar matahari yang masuk menerpa wajahnya, matanya terasa panas dan buram, ia tidak bisa melihat dengan baik.

“Umma …”, ia bisa dengar suara Jibum di sisinya, ia juga bisa rasakan tangan mungilnya menyentuh pipinya, ia hanya bisa tersenyum lemah, entah kenapa rasanya lemas sekali.

“Hyung gwencana?”,

“Taemin-ah?”, ucapnya serak, kenapa ia tiba-tiba merasa tidak baik? “Jam berapa seka—oh my god!”, Key sontak bangun dari kasur, namun tiba-tiba rasa pening dikepalanya menerjangnya dengan sangat kuat, membuatnya lemas dan menopang tubuhnya berpegangan pada sisi kasur.

“Hyung, jangan bangun tiba-tiba, nanti kau bisa pingsan …”, Taemin menahan tubuh Key dan mencoba merebahkan badannya lagi untuk tidur di kasur. Key memegang kepalanya dan menatap bingung ke arah Taemin.

“Aku … kenapa? Ini jam berapa? Aku harus berangkat ke Jepang …”, ucap nya menatap Taemin dan Jibum bergantian, anak kecil itu hanya diam dan menatap sedih ke arah Key. “Kenapa sih? Ini hanya pusing biasa, nanti juga baik. Taemin bantu Jibum siap-siap, aku akan menyusul nanti …”, ucap Key mendorong Taemin untuk membawa Jibum, namun namja itu dan juga anak kecil itu tidak bergeming. “Yah … aku bilang—“

“Hyung …”, ucap Taemin meredakan omelan Key, “Aku rasa kalian tidak bisa pergi ke Jepang hari ini …”, ucap Taemin pelan dan mengelus kepala Jibum yang terlihat sedih juga. Key  mengerutkan alisnya , berusaha mencerna ucapan Taemin.

“Tidak jadi?”, ucap Key. “Oh, penerbangannya di cancel? Ck, sayang sekali … baguslah, aku bisa istirahat dulu …”

“Anio …”,

Key menoleh dan menatap Taemin heran, “Penerbangannya bahkan sudah lewat sekitar 4 jam yang lalu Hyung …”, hal itu membuat Key tersontak dan bangun tiba-tiba.

“MWO?!!”, sontak ia memegang kepalanya, “KENAPA KAU TIDAK BANGUNKAN AKU? JIBUM KAJJA—“

“HYUNG! BISAKAH KAU DENGARKAN AKU DULU,HAISH!”, Key terdiam, ia tidak pernah mendengar Taemin menaikan suara padanya, dan itu membuatnya sedikit kesal. Key memilih diam dan melirik Taemin kesal.

“Mian …”, bisik Taemin yang nadanya kembali seperti biasa. Key memutar bola matanya dan merebahkan diri di atas kasur lagi karena ia tidak tahan dengan pusing dikepalanya.

“Ck, semua karena mu aku jadi kesiangan, kan aku sudah bilang bangunkan aku—“

“Kau tidak akan bisa pergi meski besok juga.”, Taemin tidak perduli lagi , ia tidak tahan dengan sikap Key yang tidak bisa diam sesaat. Key menoleh terkejut.

“Apa maksudmu?”

“Kau tidak sadar dengan kondisi mu sekarang?”, Key mengerutkan alisnya, ia menggeleng tidak mengerti, “Kau sakit Hyung … suhu panas badanmu mencapai 400 lebih semalam, kau hampir kena step jika aku dan manager mengecek kondisimu, kau terserang flu, dan syukurlah kondisi mu sudah membaik sekarang.”, Key terkejut, benarkah ia sakit semalam? Ia tidak ingat sama sekali, yang ia ingat, ketika ia kembali ke rumah menemui Jibum, ia mandi, kemudian karena merasa sangat pusing ia tertidur begitu saja.

“Lalu, karena kondisi mu ini maka PD-nim memutuskan untuk membatalkan rencana mereka ke Jepang.”

Key menatap Jibum yang hanya diam dan memainkan selimut Key disisinya. “Tapi aku sudah baik, setidaknya kita bisa kesana dengan penerbangan selanjutnya kan?”, tanya Key simple, berusaha menghibur kekecewaannya sendiri.

Taemin menarik nafas berat, ia ikut merasa tidak enak juga sedih karena ia tahu Hyungnya sangat ingin ke Jepang, meski Hyungnya menyangkal bahwa tidak maksud untuk menemui Onew, namun tetap saja ia tahu itu alasan utama kenapa Key sangat bersemangat hari kebelakang ini.

“Pihak management mengetahui kabar ini Hyung, mereka meminta pihak PD-nim untuk menghentikan filming. Kemudian mereka memutuskan rencana liburan mu jadi untuk hari istirahat, jadi tidak ada pihak dirugikan, kau bisa sembuh kemudian bisa meneruskan filming dan juga melanjutkan schedule lagi.”,

“Kau sebaiknya istirahat, aku akan bawakan sarapan untukmu dan mengantar Jibum pulang.”, ucap Taemin, Key hanya diam dan melihat Jibum sedari tadi terdiam disisinya.

“Jibummie, sini …” ucap Key, namja kecil itu naik ke sisi Key dan merebahkan dirinya di sisinya, bermain dengan selimut yang menutupi Key. “Mian neh? Karena aku sakit kita jadi tidak bisa pergi ke Jepang,maaf membuatmu sedih karena tidak bisa bertemu Onew Appa, nanti kita hubungi dia dengan telpon neh?”,

Jibum mendongak dan menatap Key dengan air mata di pelupuk matanya, Key merasa sedih melihatnya, salahnya yang tidak perhatian dengan kondisi tubuhnya belakangan ini, maka semuanya gagal, dan melihat Jibum sedih adalah hal yang paling buruk.

“A-anioo Umma …”, dengan tangan kecilnya ia menghapus air matanya, tangan mungilnya menyentuh pipi Key dengan sayang. “A-aku sedih karena Umma sakit … bukan karena tidak jadi ke Jepang bertemu Appa …”, Key tersentuh mendengarya, ia menarik Jibum kepelukannya dan mengelus kepalanya. “Umma cepat sembuh … Jibum mau umma sembuh ..”

Key tersenyum, mencium pucuk kepala Jibum sayang, “Neh … Umma pasti cepat sembuh!”,

.

.

‘Halo … kau pendatang baru yang banyak dibicarakan itu yah? Wah, kau benar-benar cantik! Halo, aku Onew …”,

Aku menatapnya dari atas hingga bawah kaki, dia … artis? Kenapa outlook nya sama sekali tidak terlihat istimewa? Sangat tidak fashionable, celana jeans, t-shirt biru, dan sneakers, hanya ini yang ia pakai? Apa ia tidak sadar bahwa ia adalah pusat perhatian, seharusnya ia tahu bagaimana caranya berpakaian.

‘Aku Key …’ ucapku menyalaminya.

‘Kau dari Wings kan? kalau aku dari—‘

‘Shinee, ya aku tahu … kau leader Onew dari SHINee…’ ucapku, siapa yang tidak tahu band mereka? Bentukan SMent yang terkenal dengan flower boys nya? Dancing, singning, good looking … band yang sedang di elu-elukan di Asia bahkan sudah merambah Eropa dan Amerika. Lalu aku? Well, aku memang baru … tapi jika melihat sainganku adalah leader SHINee ini, aku rasa aku bisa mengalahkan mereka. Setidaknya, menyamakan kedudukan …

‘Ahahah … aku jadi tidak enak, kau sudah tahu yah?’ senyum apa itu? Senyum kekanakan itu membuatnya terlihat polos dan tidak mengada-ada. Orang yang ramah, itu mungkin pandangan pertama jika melihat sosok ini.

‘Aku yakin kau dan temanmu bernama Taemin akan sukses. Kalian paduan yang sangat bagus. Aku tidak sabar menunggu debut kalian nanti ..’

‘Terima kasih…’ lagi, senyum itu lagi yang ia tunjukan padaku, meski aku berusaha untuk tidak memulai pembicaraan , tapi entah kenapa sosok ini membuat ku tetap di posisiku, sebegitu besarnya kah feromon leader SHINee ini?

‘Baiklah, aku harus pergi. Jangan lupa, semangat !! bagaimanapun juga kau harus bersinar … dan mengepakan sayapmu lebih tinggi untuk sukses, oke … Wings? Annyeong, Key!’ katanya melesat begitu saja, aku hanya bisa terdiam mendengar caranya berbicara, ucapannya tidak bermaksud menggurui ku, ia juga tidak bermaksud menyombongkan diri, aku pikir leader SHINee itu orang yang sulit di takhlukan …

BRAK ‘Onew ah! Gwecana?’ teriakan membuat aku menoleh lagi dan melihat tanpa ada angin apapun namja itu jatuh tersungkur, lagi ia hanya menunjukan senyum itu, senyum dorky yang aneh … sepertinya memang mudah menakhlukan leader SHINee itu.

————————————————————–

Berita itu santer terdengar ketika kami sudah genap 1 tahun debut menjadi boyband Korea baru …Wings.

Aku terus bekerja keras demi mewujudkan apa yang menjadi ambisi ku, menjadi sejajar dengan SHINee, aku tidak membenci mereka, aku hanya kagum, dan diam-diam secara perlahan perkataan Onew dikala pertemuan kami saat itu menjadi motivasi terbesarku …

Namun, berita itu membuat ku cemas … SHINee terancam bubar karena scandal , entah berita murahan dari mana itu? Aku sempat tahu salah satu personil mereka menjalin  kasih dengan salah satu artis wanita Korea, dan kasus scandal yang memang santer dibicarakan bahwa SMent sengaja membuat scandal percintaan antar anak didik mereka.

Hal itu membuat ku geram, karena saat itu aku masih bisa melihat Onew tersenyum tenang di depan banyak wartawan di acara konferensi pers. Namun, aku melihat sisi lain darinya, caranya bersikap menghadapi itu semua …

‘Bagaimanapun SHINee akan terus bersinar …’

Hanya itu yang ku ingat, dan ia buktikan bahwa ia bersama dengan dua membernya yang lain membuktikan kata-kata itu.

————————————————————-

‘Aku tidak bilang begitu … aku hanya bilang ia cantik, bukan berarti aku suka padanya kan? maksudku … suka dalam arti lebih …’

‘Tapi, aku melihat berapa kali kau memperhatikannya Hyung.’

‘Salah jika aku perhatikan Key?’

Saat itu nafasku tercekat, aku tidak percaya dengan pendengaranku … Onew … dia, memperhatikanku?

‘Dia leader hebat, tapi aku paling hebat, … dan tidak, dia bukan tipe ku…’

Senyumku hilang … ketika ia katakan itu aku menambah lagi ambisiku, aku tidak mau sejajar dengannya, aku tidak mau menjadi leader sebatas ini saja … dan aku …

Key membuka matanya, menatap langit-langit kamar yang gelap karena retina matanya masih belum bisa melihat dengan jelas sekelilingnya. Mimpi itu membuatnya terbangun tiba-tiba, semua itu pernah terjadi, lalu kenapa harus bermimpi dan mengingatkannya pada hal itu lagi?

“Key …”,

Key menoleh ke sisinya, ia percaya bisa saja lehernya patah karena begitu cepatnya ia menoleh mendengar namanya dipanggil, terlebih suara itu …

“Gwecana?”

Key menatap sosok didepannya tidak percaya, sosok yang baru saja ada dimimpinya.

“Kau mimpi buruk? Aku baru saja ingin membangunkanmu, kau begitu gelisah … muka mu jadi jelek …” ucapnya terkekeh.

Key tahu itu semua mimpi, itu semua hal yang dulu pernah ia alami, semua kenangan yang ia miliki ketika bertemu sosok itu. Senyum pertama yang ia terima, motivator pertamanya, dan sekaligus rival pertamanya …

“Ah, kau bingung kenapa aku ada disini yah?”, decak sosok itu tersenyum

Tapi apakah dengan semua kenangan itu ia masih membenci sosok itu? Membencinya karena sudah membuatnya menjadi sosok ambisius hanya untuk diakui bahwa ia bisa lebih dari sosok itu?

“Key—“

Ucapan sosok itu terhenti ketika Key dengan tiba-tiba bangkit dan memeluk sosok didepannya dengan erat, menelusupkan kepalanya di bahu sosok itu, wanginya mirip, hangat tubuhnya juga sama, ia berharap ini bukan mimpinya yang lain …

“Kau pulang …”, ucapnya lemah dan memeluk sosok itu lebih erat, ia rasakan sosok itu menegang dipelukannya, “ … kau pulang … Onew …”, lirih Key, entah kenapa ia merasa bahagia sekaligus sedih, bisakah ia berhenti untuk terus mengejar Onew seperti janjinya?

Onew menarik nafas panjanga dan tersenyum, tangannya memeluk Key dengan ragu, namun yang satunya ia gunakan untuk mengusap kepala Key. “Neh … aku pulang … cepatlah sembuh …”

 

TBC~

Ah, berapa bulan ini HIATUS-nya. Maaf yah HIATUS saya sangat lama, maaf jika FF ini bakal pending lagi. Susah mau update kalau nggak mood dan nggak ada waktunya …

Hope you like it, and thanks for all support , comments, likes! I LOVE YOU ALL.

SANNII OUT!

NEXT PART>>

100 thoughts on “[Onkey] Intimate Baby – part 4 of ?

  1. kan key nya lama 2jd sukaaaa hwaaaa sweet bnr dah saking exited nya key umma mau nmuin jinki appa k jepang malah lupa jaga ksehatannn…..

    lanjutannya kpan thor??

  2. Sediiiiiiiiiiih, ah key yang sakit bikin suasana jadi mellow ginii
    belom lagi pas bagian akhirnya, aigooo
    yg kena skandal itu siapa? Jjongkah?

  3. oohhh, jd itu alasan key judes ama onyu gegara kata-katanya onyu..

    key nya cinta beneran tuh, aduhh onyu nya jangan php deng..
    kesian key nya sedih gitu ditinnggal onyu..

  4. Yaaay, sorak sorai, liat abang Onew pulang,, cpet nyatain cinta dung, pengen liat mereka nyatu.
    ah gak sia sia sakit, hehe next part moga lebih manis lagi,

  5. huwaaaaa,, jinki.. knp bs lupa mau nelpon kibum.. ntu c umma jdii uring”an kaiiak gitu wkwk
    abis dpt ucapan i miss u, udah ga galau lagi umma.. malah lebih cerah drii matahari tampangnya.. apa pengaruh abah jinki ya…
    poor umma😦 sakit jdii ga bs ketemu babeh jinki deh..

  6. doh kalian tinggal ngehubungin satu sama lain susah banget sih =,= kan kasian key nunggu sampe nangis gitu. Miris banget ah udah seneng2 mau ke jepan malah gak jadi, sangking key semangat gak merhatiin kesehatannya kan u,u
    Itu bener onew? Dia udh pulang?

  7. Hahaha ngakak deh pas key ngatain onew namja udik gegara beberapa hari gak ngehubungin key…hihihi
    Key nya kangen tapi gengsi…wkwkwk
    Sedih nya pas key sakit dan gak jadi pergi kejepang ama jibum
    Tp,terobati krn onew pulang dan jengukin key….gak sabar deh baca lanjutanya….

  8. Ohhh so sweetttt~
    Onew pulang cepat pasti karna khawatis sama key..
    Duhh key udh berani peluk peluk onew, kalo jibum tau appanya pulang pasti dia sengeng! ><

  9. Onew pulaaaaang yeeeyy cieeee melepas rindu xD ikutan pelukan dooong #plak cieee sii key~ cepat sembuh yah :*

  10. ya ampunnn key sgitu kngenkah sma onew? smpe dia skit gtu? kekeke😀 ternyata onew sngat berharga bwt key.. key skit jd mereka gk bsa ke jepang dah bwt ketemu onew , ngakak dah pas key nerima telpon dri onew gugup” tp seneng kyaknya… manisss lnjut part slnjutnya,,🙂

  11. omegaaaaaaaaaaaaattt ini bagaimana ini?? kenapa key sakit??kenapa mereka gak jd k jepang??kenapa key sakit?? yaaahh reuni keluarganya gak jd,,padahal aku sudah membayangkan akn bagaimana huhhu
    aku ngakak saat key bilang “Justru kau yang diasuh Minho nanti bukan calon balita yang akan ikut dengan kalian” bahahaa lucu
    ohh jd dulu mereka saling mengagumi satu sama lain but ya ampun dubu kenapa kau bilang key bukan tipemu aigooooooooooooooooooooo dasar pabo

  12. Emak jgn sakit:( .. Kok lawaq bgt pas “YA YA YA” wkwk😄 ga kebayang si onew ngomong begitu wkwk. ADA YANG KANGEN TUHH *UHUK

  13. Aah..key kasian banget waktu sakit ><
    Hmm..kayanya key udh tertarik sama onew nih dari dulu ;;)

  14. Ck! Saking semangatnya mau ketemu onew sampai akhirnya sakit. Kasiaan..
    Wahgh ada flashback yaa.. Jadi itu alesan key jd sperti itu??
    So skarang apa yg key lakukab?? Tiba2 memelyk onew?? Wow…!!

  15. Aigho pantes aja Key selalu ketus setiap ama Onew. Ternyata dy idola sekaligus org yg mmbut.a kesel

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s