[2min-Mpreg] TEASER – Wanna Be Yours …


tumblr_luvyyy7Eba1qcl8qx

Tittle : Wanna be Yours

Pairing : 2MIN – Minho x Taemin

Support Cast: For now… teh rest of SHINee (Lee Jinki, Kim Keybum, & Kim Jonghyun)

Rate : NC-17 ke atas

Genre: Drama, yaoi, romance, smutt, mpreg

Author : Sankeylicious~

WARNING!!! THIS IS YAOI or BOYxBOY ! SO IF YOU DONT LIKE IT, PLEASE STAY AWAY FORM THIS BLOG OR THIS POST, DONT BASH FF IN HERE, OR THE AUTHOR! NO COPY ALL OR HALF FROM THIS FF WITHOUT PERMISSION!

Summary :

Taemin dan Minho sudah berteman semenjak SMA , keduanya bersahabat dan saling mengerti satu sama lain, sampai mereka memutuskan untuk pergi ke Universitas yang sama dan tinggal mandiri di Seoul, meninggalkan orang tua mereka masing-masing untuk hidup mandiri.

Taemin tidak suka dengan sikap Minho yang selalu bergonta ganti pacar, namun ia tidak bisa mengatakan hal itu pada Minho. Sampai pada suatu ketika ia sadar Minho melakukan itu semua karena untuk menarik perhatian Taemin.

Banyak hal yang Taemin tidak tahu tentang Minho, tentang semua dibalik sikap Minho padanya, pada hubungan pertemanan mereka …

Ketika mereka menyadari semuanya, menyadari bahwa mereka memang ada untuk bersama, permasalahan baru pun timbul…

Lalu apakah mereka bisa menjalaninya?

A.n:

Ah, aku paling ngga bisa buat summary! Oh, annyeong, im back for short chap. Gue mungkin bakal buat FF ini dengan part dikit, dan ngga banyak. Sebenarnya comeback ini sementara karena lagi libur, dan pending Skripsian dulu. LOL. *skripsi ditendang* Ok, semoga kalian suka. Dan komennya di tunggu, please, aku sedih udah buat susah-susah tapi cuma dibaca T^T dan ngga dikasih komentar.

Kalau yang komen banyak dan peminatnya juga banyak, gue bakal terusin🙂

Oh, awalnya FF ini terinspirasi sama sebuah manga judulnya Silince. Tapi kayaknya gue lebih tertarik sama alur gue sendiri. :p

Enjoy~<3

[TEASER]

         “Mwoya?”, tangan mungilnya memasukan beberapa gula menggunakan sendok teh kedalam kopi dan mengaduknya dengan perlahan,

         “Aku bilang aku putus dengan Yuri … ternyata dia tidak sebaik dan semenyenangkan yang aku pikir …”, ucap namja berambut cepak itu dan menguap.

         “Kalian baru saja jadian tiga hari yang lalu …”,

         “Tiga hari waktu yang cukup untuk mengetahui bahwa kau memang tidak nyaman , ya tinggalkan saja … tidak perlu berlama-lama …”,

         “…begitu.”,

         “Kenapa?”, tanya namja cepak itu. Namja mungil di sisinya, menaruh kopi itu di sisi meja dekat kasur dan menggeleng, “Kenapa aku yang putus kau yang terlihat tidak senang?”, tanyanya, namja mungil itu hanya menggelengkan kepala lagi. “Kau tidak lihat aku kena tampar  … kau tidak kasihan padaku?”, namja mungil itu diam saja.

Erangan terdengar keluar dari mulut sang namja berambut cepak itu, “Urgh … Taemin! Kau dengarkan aku tidak sih? Aku baru saja kena tampar, dan aku kesini mau bersenang-senang, jadi kau jangan duduk diam disana dan belajar saja!”, ucap nya menendang paha namja bernama Taemin itu.

Taemin hanya menoleh dan menatap namja itu datar. “Lalu … apa yang bisa kulakukan?”, tanyanya. “Kau yang salah Minho … jadi kau pantas mendapatkan itu.”,ucap Taemin menunjuk pipi Minho dengan pensil.

         “Mwo?”

         “Kau keterlaluan … hentikan memainkan perasaan orang lain.”

Minho hanya terdiam, dan hanya bisa menatap Taemin dalam diam dan tidak bersuara lagi. ‘kau yang keterlaluan Lee Taemin, semua karena kau!’

^^2min^^

         “Tu-tunggu dulu … M-Minho …!”, Tangan Taemin bergetar menggenggam tangan kekar Minho yang sudah menjalar ke kancing celana Taemin, posisinya tidak bisa bergerak kemanapun, entah apa yang membuat Minho seperti itu padanya, dan membuat ia melakukan hal yang tidak pernah bisa dibayangkan oleh Taemin sebelumnya.

         “Sekali saja …”, bisik Minho ditelinga Taemin, ia sudah mengulum daun telinga itu, membuat Taemin mengigit bibirnya mencegah desahan yang ingin keluar dari mulutnya. “Kau tidak suka aku melakukan ini pada pacar-pacarku kan? kalau kau mau lakukan ini denganku, aku janji akan berhenti …”, ucap Minho kali ini sudah melancarkan ciumannya keleher Taemin dan ke bagian tulang dadanya, menghisap disana , membuat tubuh Taemin menggeliat. Air matanya tidak bisa ia bendung lagi, ia takut, kenapa sahabatnya berubah seperti itu? Apa yang ia katakan salah?

         “Minho … please … hiks, hentikan …”, isaknya. Namun Minho tidak mendengarkannya, kedua tangannya sudah di ikat dengan dasi dan digenggam erat oleh Minho, percuma, Minho lebih kuat dan lebih besar darinya, ia hanya bisa memohon dan menangis, berharap sahabatnya itu bisa mendengarnya dan sadar apa yang ia lakukan.

         “Kau bilang aku keterlaluan … tapi kau lebih keterlaluan …”, bisik Minho kali ini mencium dan menjilat nipple Taemin, mata namja kecil itu terbelalak, tubuhnya bergetar, berusaha menghindar dari semua sapuhan bibir Minho.

         “Minho …b-berhenti …”, isaknya. “Minho!”, Minho tidak mendengarkannya, “Min-ho …”, isaknya terus memohon pada namja kekar itu. “MINHO!!!”,

Ia berteriak sekencang mungkin, berharap sahabatnya itu sadar … mungkin itu berhasil, karena Minho mengehentikan tindakannya.

Ia melihat Minho menatapnya dengan mata terkejut, dan seperti ia menyadari apa yang ia lakukan, pengaruh alkohol yang barusan ia minum sepertinya sudah hilang, atau mungkin memang suara Taemin mempengaruhinya?

         “SHITT!!”, Minho melompat dari atas tubuh Taemin yang bergetar hebat, air mata Taemin terus mengalir, ia menelungkupkan tubuhnya, merapatkan tubuhnya sebisa mungkin, enggan untuk melihat Minho. “T-taemin—“

Tangan Minho mengambang diudara saat ingin menyentuh bahu Taemin, namja itu bergetar hebat dan isakan keluar dari bibirnnya, rintihan dan juga lenguhan menyayat hati Minho saat itu. Perlahan ia menarik selimut dan menutupi tubuh Taemin dengan selimut itu. Rasanya ia ingin bunuh diri saja, ia sudah melukai perasaan Taemin, melukai perasaan sahabat terbaiknya, yang selalu mencoba mengerti perasaannya.

         “Mianhe …”, ucapnya berdiri , ia melihat sekali lagi ke arah kasur dimana Taemin berada, isakannya masih terdengar, namun ia ingin pergi dari sana segera, meski ia khawatir dan butuh bicara pada Taemin. “Mianhe Taemin ah …”,

^^2min^^

Langkahnya sangat cepat menyusuri trotoar ketika ia turun dari bis dan masuk kedalam sebuah lingkungan flat sederhana sebelum ia menjajaki kakinya menaiki tangga. Perasaannya sangat panik, tidak perduli bahwa kakinya semakin lelah karena berlari.

         “MINHO!!”, pekiknya mengetuk pintu kuat-kuat. Namun tidak ada jawaban, “MINHO!!”, ulanginya lagi, ia merogoh tasnya dan berusaha mencari kunci cadangan yang diberikan oleh Minho. “SHITT!MINHO!!!”, pekiknya karena ia tidak bisa menemukan kunci Flat Minho.

         “MIN—“ Pintu terbuka dan ia melihat Minho berdiri disana dengan wajah pucat dan juga tatapan yang lesu,rambutnya berantakan dan baju yang lusuh.

         “Taemin?”,

Tanpa pikir panjang Taemin langsung masuk, menutup pintu dengan brutal, dan sebelum Minho sadar dan bertanya untuk apa Taemin datang ke rumahnya malam-malam ia dikejutkan dengan tubuh Taemin yang memeluknya, bersyukur ia bersandar didekat tembok, kalau tidak ia pastikan ia akan terjengkang kebelakang bersamaan dengan Taemin.

Minho ingin bertanya ada apa sebenarnya, namun hanya isakan yang terdengar. Kepalanya cukup pusing, karena ia sedang tidak enak badan, makanya ia tidak tahan ditambah mendengar Taemin menangis didepannya.

         “Ssssshhh …”, bisiknya memeluk tubuh Taemin dengan tangan yang satu, dan yang lainnya menahan posisinya ditembok.

         “Mianhe …”, isak Taemin. Minho melihat Taemin menatap ke arahnya dengan mata coklat yang sangat polos, dan air mata disana. Minho hanya bisa menarik nafas.

         “Gwencana, tapi bisakah kau papah aku ke kamar, kepalaku pusing.”,

^^2min^^

         “Kudengar kau baru saja memutuskan semua pacarmu? Dan kau mendapatkan balasan dari apa yang kau lakukan itu?”, tanya Jonghyun pada Minho yang duduk menyesap kopi ditangannya.

         “Ya, aku beruntung aku tidak babak belur.”

         “Ya, kau masih beruntung kau tidak kehilangan Junior mu, coba kau lakukan itu pada orang macam Key, kau akan habis.”, decak Jinki padanya, dan berhigh five pada Jonghyun.

         “Memangnya kau tidak memiliki perasaan pada mereka semua?”, tanya Jonghyun , Minho hanya menggeleng, matanya melirik pada Taemin yang sedari tadi diam saja dan sibuk memakan ramen didepannya. “Tidak ada satupun? Bahkan kau mencampakan Sandara noona yang cantik itu!”, pekik Jonghyun yang frustasi akan sikap temannya itu.

         “Percuma Jjong, kau tidak akan mengerti pada cara pemikiran alien ini. Kurasa dia menyukai orang lain, hanya saja karena tidak tersampaikan, maka ia mencari pelampiasan.”, ucap Jinki to the point. Minho melihat Taemin terpaku ditempatnya, kunyahan di mulutnya memelan, ia menunggu Taemin mendongak dan menatapnya, namun namja itu tidak mengangkat kepalanya sama sekali.

         “Memang.”, ucap Minho yang menajawab pernyataan Jinki dan menatap Taemin lekat, memperhatikan namja itu masih tetap tidak menggubrisnya. “Apa yang kau katakan benar Jinki Hyung.”, ucap Minho menyenderkan badannya di kursi cafe.

         Kedua mata Jonghyun dan Jinki terbelalak, “JINJAA?!”, keduanya memekik, yang langsung mendapatkan tatapan aneh dari para pengunjung lain.

         “Kau serius Minho? Siapa? Apa kami mengenalnya?”, tanya Jonghyun

         “Sepertinya kalian tahu orangnya …”, ucap Minho kembali melirik ke arah Taemin yang kali ini sudah selesai dengan makannya dan menelan air dengan cepat.

         “Kalau begitu siapa dia? Siapa yeoja itu?”, ucap Jinki penasaran, Jonghyun ikut mengangguk dan menunggu Minho bicara. Minho melihat Taemin membereskan peralatannya kedalam tas.

         “Bukan yeoja … yeoja yang mana …”,ucap Minho perlahan. Ia melihat kali ini Taemin menaruh uang di atas meja.

         “OH God! Bukan Yeoja? Lalu … namja?”,

Minho melihat Taemin terpaku ketika ia berdiri dari kursi, dan akhirnya ia menatap Minho lekat, Minho membuang pandangannya kekedua hyung didepannya itu. “Iya, dia—“

         “AKU PULANG!”, pekik Taemin membuat Jonghyun dan Jinki menoleh padanya. “A-aku ada kelas dance bersama Key hyung! S-sampai besok guys!”,

         “L-loh, Taemin ah!”, pekik Jinki yang tidak sempat memanggil Taemin yang sudah bergitu saja keluar cafe. “Aneh, bukannya Key bilang hari ini dia pulang ke Daegu?”, Jonghyun mengangguk menanggapi pertanyaan Jinki.

         “Biarlah, mungkin dia sakit …”, Jonghyun menatap Minho lagi untuk memulai gosip yang tadi. “Loh, kau mau kemana? Kau belum mengatakan pada kami, siapa namja itu?”, tanya Jonghyun menahan Minho.

         “Rahasia! Nanti kalian juga tahu … aku ada perlu, bye!”

^^2min^^

         “PERGI! KELUAR KATAKU!”, pekik Taemin mendorong tubuh Minho sekuat tenaga, Minho tidak menghiraukannya, Taemin menangis dan terus mendorong Minho menggunakan seluruh kekuatannya, dengan kaki dan tangannya atau tubuhnya ia berusaha mendorong Minho sampai pintu keluar flat apartemennya.

         “Taemin …”

         “AKU TIDAK PERCAYA KAU KATAKAN ITU PADA PARA HYUNG! APA KAU SUDAH GILA?! KAU SUDAH JANJI!!!”

Taemin terus meronta dan mendorong Minho, ia takut setengah mati jika Minho mengatakan tentang hubungan mereka berdua pada kedua Hyung, apa yang akan mereka pikirkan, mereka pasti akan marah jika tahu hal gila yang mereka berdua lakukan.

         “Taemin!”,

         “SHIRO! AKU TIDAK MAU DENGAR! KELUARRR!!!’, pekik Taemin memukul lengan Minho, “KAU SUDAH JANJI! KAU MENGINGKARI JANJIMU! PERGI! AKU BENCI—“

Taemin terkejut karena ia baru saja dengan tidak sengaja melayangkan pukulan kencang ke arah wajah Minho. Minho meliriknya dan melihat ke mata Taemin yang menatapnya dengan rasa takut. Tangan Taemin gemetar, ia memegang tangannya sendiri, tangan yang baru saja memukul keras wajah Minho.

         “Kau keterlaluan … benar-benar keterlaluan.”, ucap Minho dingin. “Aku menyukai Taemin, menyukaimu sampai rasanya aku mau mati menahannya, tapi kau …”, ucap Minho menarik nafas. “Baiklah, terserah padamu.”, ucap Minho pergi begitu saja dari hadapan Taemin, meninggalkan namja itu terduduk lemas di lantai, dan menangis ketika Minho menutup pintu apartemennya keluar dari sana.

^^2min^^

Minho berlari menyusuri koridor kampus dan berlari mencari ruang kesehatan, ia baru saja mendengar kabar bahwa Taemin jatuh pingsan. Entah apa yang terjadi, Key yang menghubungi Jinki sambil terisak mengatakan bahwa Taemin tiba-tiba pingsan di studio tari kampus. Minho yang mendengar kabar itu tidak tunggu lama untuk lompat dari duduknya dan berlari menuju Taemin berada. Bahkan ia tidak sadar bahwa Jonghyun dan Jinki mengikutinya dengan tertatih dibelakangnya.

         “Minho!”, pekik Key melihat Minho berlari ke ruang kesehatan.

         “Tae-Taemin, mana Taemin?”, ia tersengal, memegang perutnya karena lari terlalu cepat.

         “Ia ada didalam, ia sedang tidur, suster bilang ia tidak apa-apa, hanya keram perut.”, ucap Key menarik nafas. “Tapi dia bilang sebaiknya kita membawa Taemin kerumah sakit untuk chakeup dokter, mungkin ada penyebab lain. Karena … dia benar-benar pucat tadi.”,

Minho mengangguk, “Aku ingin melihatnya.”, ia melewati Key dan masuk kedalam ruangan, tersenyum simpul pada suster jaga dan menemukan Taemin terbaring di atas kasur, tertidur dengan pulas.

Perlahan ia duduk di kursi sisi kasur dan menggengam tangan mungilnya, mengelus punggung tangan Taemin dan menatapnya lembut. “Sembuhlah taem …”, bisiknya, betapa ia merindukan kehangatan tangan Taemin di kulitnya. Ia sudah tidak bertemu dengan namja itu selama 1 bulan, jika bertemu ia dengan cepat menghindari Taemin dan enggan berpapasan dengannya. “Mianhe …” bisiknya mencium kening Taemin. Ia tidak tahu, ketiga Hyungnya yang lain menatap mereka dalam diam, dan saling bertukar pandangan, tidak perlu bertanya, mereka sudah tahu apa hubungan mereka berdua.

^^2min^^

Minho menatap sebuah foto ditangannya dengan gemetar, dan sebuah dokumen lain yang ia temukan tidak sengaja di meja belajar Taemin.

         “Oh, Minho kau—“, dengan cepat Taemin merebut kertas dan foto hasil dokter itu dari tangan Minho. Namja itu menggengam semuanya layaknya barang berharga.

         “T-taemin … apa itu? Bisa kau jelaskan apa maksud itu? Apa benar—“ Minho menunjuk kertas itu , kemudian ia menatap ke arah tubuh Taemin. Taemin tidak menjawab, ia hanya menundukka kepalanya dalam-dalam, dan tubuhnya bergetar ketakutan.

         “B-bukan …”

         “Taemin …”

         “Katakan padaku apa kau …”

Taemin jatuh kelantai dan terisak, menutup kedua wajahnya dengan tangannya, menjerit tertahan dan memukul dengkulnya sendiri.

         “Mianhe Minho, aku… aku juga tidak tahu … mianhe, eottokhee?”, isaknya, Minho merasa sedih melihat kondisi Taemin yang menangis tersedu.

Perlahan Minho duduk di depan Taemin dan menariknya kedalam pelukannya, mengusap rambut Taemin dengan sayang, mengecup sisi kepalanya, berharap Taemin mengerti bahwa ia tidak akan pergi dan meninggalkan Taemin begitu saja.

         “Semua akan baik-baik saja, aku akan ada disisimu, aku janji …”,

Mata Minho menatap pada sebuah foto yang terbengkalai di sisi tubuh Taemin, foto ultrasound yang tidak begitu jelas, terdapat nama Taemin di sisi nya, foto bayi yang diyakini adalah milik Taemin dengan umur 4 minggu itu.

         “I love you Taemin, gwencana …”, bisik Minho.

end of the teaser~

COMMENT AND LIKE FONT FORGET!

103 thoughts on “[2min-Mpreg] TEASER – Wanna Be Yours …

  1. Huaaa,, tetem hamil? Otte? Jadi tetem tau gitu kalo Minho suka sama dia? Dari dulu? Tapi tetep menolak? Aigoo… Wahh, Minno ngamilin tetem, sampe pingsan segala, iyalah dipake buat ngedance. Aigooo,, penasaran aku, hehe brb ke chapter 1

  2. Mpreg;_; ah pasti awal2 bakal berat. Minho nya begitu sih,Taemin nya juga gak peka. Asik Taemin hamil anaknya Minho kan?

  3. Daebak!!
    :-*
    Like!

    Sorry thor, lgi sibug. Gk bsa byk cingcong. *Sibug search lanjutn nih ep.ep mksdny….🙂

  4. ah… Jinjja… Semua yang dilakukan minho hanya untuk taemin…
    kekeke
    ternyata akhirnya taemin mau juga menjalin hubungan dengan minho
    and itu yang akhir2 taemin hamil aegyanya minho
    ah joha neomu joha
    lanjut ah

  5. pas di ending teaser, kaget… kirain taem kena penyakit apa, nggak taunya hamil… /tepok jidat/ baru inget kalo ini epep mpreg… *heung

    teasernya keren banget…
    daebak…!!!
    lanjut ke chap 1… /ngeeennngg/

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s