[2min-Mpreg] Wanna Be Yours PART 1


Tittle ; Wanna be Yours 1 of ?

Pairing : 2min – MinhoxTaemin

Support Cast : For now, The rest of SHINee (Key, Onew, and Jonghyun)

Genre: Romance, drama, yaoi, smutt, mpreg, friendship.

Rate : PG 17 – NC

Author : Sankeylicious~

A.n :

Annyeong, makasih semuanya udah komen di Teaser, meski simple dan begitu doang isinya, senggaknya aku tahu kalian menikmatinya dan tertarik sama cerita ini. Oke, sekali lagi FF ini awalnya terinspirasi dari Manga Silence, tapi akhirnya aku mutusin buat mprg (special request from Keilovetaemin😉 ). Thank you so much udah komen di teaser, aku nggak bisa sebutin satu” tapi makasih semuanya, aku baca satu” kok, dan beberapa aku balas komennya. So, enjoy, dont forget leave comment, critics are welcome ^^

WARNED!!!

THIS IS YAOI OR BOYxBOY, SO IF YOU DONT LIKE IT, JUST LEAVE THIS POST OR THIS BLOG. DONT BASH ME, OR ALL CONTENTS IN HERE!
COPY CAT IS HARM ACT, SO DONT COPAS WITTHOUT PERMISSION FROM THE AUTHOR ^^

 

WANNA BE YOURS [1]

FOR ALL MY LOVELY READER 1st CHAP NO PW! EVEN SMUTT IN HERE!^^;;; SO BE GOOD READER! COMMENT!^^

ps: Cetak miring adalah lampau^^

Aku tidak percaya bahwa ia melakukan ini padaku …

Dan aku juga tidak percaya,bahwa aku mau saja diperlakukan seperti ini olehnya …

Yang lebih aku tidak percaya, bahwa mungkin aku tahu, bahwa ia lakukan ini semua karena aku penyebabnya …

         “Taemin ah!”,

Ia menoleh dan mendapati namja bermata feline menghampirinya dengan wajah sumringah.

         “Oh, Hyung …”, ia tersenyum, kemudian berjalan beriringan dengan namja itu, namja itu merangkul pundaknya dengan santai dan tersenyum lebar. “Kenapa kau sendirian? Mana yang lain Hyung?”,

         “Siapa? Jinki? Jonghyun?”, tanyanya. Ketika ia ingin bertanya, namja feline eyes itu berhenti dan menatapnya. “Tunggu, aku baru mau tanya padamu, kemana Minho?”,

Ia mendadak kaku, dan mengalihkan pandangannya ke arah lain, enggan menatap mata namja itu, namja itu mengerikan, baginya, ia mempunyai sixth sense yang bahaya.

         “Heh, Taemin, aku sedang bertanya … kemana Minho? Sudah 2 hari ini dia tidak datang kekampus, Jinki dan Jonghyun Hyung sudah menghubunginya tapi ia tidak mengangkat!”,

         “Aku … tidak tahu Hyung.”, jawab nya pelan, namja feline itu menoleh dan memperhatikan seksama, ia ingin bertanya, tapi ia urungkan, karena ia yakin jika saat nya Taemin bercerita mungkin ia akan cerita.

         “Baiklah, biarkan saja, nanti kalau turun hujan dia juga muncul!”, namja itu menarik nafas dan menarik lengan Taemin mengikuti langkahnya menyusuri koridor kampus.

         “Hujan?”, tanya Taemin bingung.

Namja feline itu menoleh dan menyengir, berdecak perlahan.

         “Dia kan kodok, kodok kan suka hujan?”, ujarnya, Taemin hanya menatapnya datar. Kemudian berdecak perlahan.

         “Serius Key hyung, berhenti bermain bersama-sama dengan Jinki Hyung, kau menjadi sangtae karenanya.”,

         “Oh tenang saja, Jonghyun sering bilang kami berdua adalah Onkey sangtae!”,decak Key menanggapi ejekan Taemin.

Taemin hanya tersenyum menanggapi jawaban Key, Key sangat lucu, menurutnya ia orang paling moody yang pernah Taemin kenal, sesaat ia bisa tersenyum dan sedetik kemudian ia cemberut dan tidak suka dengan sesuatu yang berlebihan. Termasuk ia selalu mengejek tentang Jinki yang selalu mengeluarkan idiom aneh, dan selalu marah jika Jonghyun bertindak bodoh, mereka selalu bertengkar jika bertemu, tapi itu yang membuat Taemin senang di antara mereka bertiga, Hyung paling terbaik … setelah namja itu.

“Taemin.”,

Taemin dan Key menoleh ke sumber suara, Taemin hanya bisa terpaku disana menatap yeoja didepannya tersenyum dan menghampiri mereka. Yeoja itu menatap Key sejenak, kemudian tersenyum pada Taemin.

         “Annyeong, Taemin –shi … bisa kita bicara sebentar?”, tanya yeoja itu. Yeoja yang cantik, rambut panjangnya yang hitam membuat semua namja pasti bertekuk lutut padanya.

         “Aku rasa aku akan menemuimu di taman saja.”, ucap Key menepuk pundak Taemin dan membungkuk sedikit berpamitan pada yeoja didepan mereka.

         “Bagaimana? Kalau kau sibuk, tidak apa aku akan pergi saja…”

         “Ani … kita … bicara disana saja …”, ucap Taemin pada yeoja cantik itu. Yeoja itu hanya tersenyum dan berjalan disisi Taemin menuju keluar gedung dan berbelok disisi gedung menuju taman yang luas.

         “Apa yang mau kau bicarakan padaku Yuri noona?”

^^2min^^

Flashback~

TOK TOK TOK

Taemin memutar tubuhnya ke posisi lain dan menutupi kepalanya dengan selimut. Namun ketukan di pintu ruangan flat sederhana nya itu terus menggema. Ia membuka matanya, mengerang karena suara itu menganggu tidurnya, siapa yang bertandang ke flatnya jam … jam 1 malam?

TOK TOK TOK

         “Deeh~~”, ucapnya perlahan, seakan itu bisa menembus pintu dan membuat orang tidak sabaran siapapun di luar sana untuk berhenti mengetuk.

 

Cklek

         “Taemin ah~”,

Taemin yang masih mengantuk terbelalak ketika namja didepannya dengan tiba-tiba memeluknya dan masuk begitu saja kedalam flatnya.

         “Minho hyung?”,

         “Taehehe … kau sudah tidur? Ini masih sore kan?”

Taemin terdiam sesaat, melihat namja itu berjalan ke sisi kasurnya, mengambil bantal yang ada di atas sana dan bersandar memeluk bantal di sisi kasur.

         “Aku bosan di apartemen ku, makanya aku kesini, aku tidak bisa tidur!”, ucap nya, Taemin masih terdiam di depan pintu, dan berharap namja itu hengkang dari flatnya, orang macam apa dia bertamu tidak tahu waktu? Seperdulinya ia pada Minho, ia tidak mau tidurnya terganggu.

         “Apa lagi sekarang? Kau tidak mungkin datang kalau kau tidak dalam masalah kan Hyung?”, ucap Taemin berjalan ke dapur setelah menutup pintu depan.

         “Waeee?”, rengeknya cemberut, Taemin bisa melihat dari ujung matanya Minho mempoutedkan bibir nya, tidak mempan baginya! “Memangnya aku tidak boleh ke-flat mu jika aku tidak dalam masalah? Jangan pelit padaku …”,

Taemin terkejut ketika ia rasakan Minho berada di belakangnya dan menaruh dagunya pada pundak Taemin. Dengan cepat ia menghindar dan menatap Minho terkejut, merasa aneh dengan sikap touchynya kali ini. Ia pandang Minho dengan seksama, namja itu hanya berdecak dan kembali ke posisi duduknya.

         “Kau … tidak mabuk kan?”, tanya Taemin menyelidik.

Minho melirik dan berdecak. “Ani … wae?”. Taemin hanya menarik nafas dan menggelengkan kepalanya lagi.

         “Sikapmu aneh … jangan lakukan itu lagi.”, ucap Taemin berbalik dan mencari cangkir untuk membuat teh buat-nya dan kopi untuk Minho.

Tidak ada kata yang terucap setelah itu, Taemin menikmati kesunyian diantara mereka. Bukannya Taemin pendiam, dan begitu juga Minho. Hanya saja, terkadang pertemanan mereka berjalan seperti itu, sedikit banyak mereka menikmati kehadiran satu sama lain, meski tanpa bicara.

 

         “Aku putus dengan Yuri …” ucap Minho , Taemin menoleh, melihat Minho berbicara sangat santai dan memindah beberapa chanel TV Taemin. Taemin sepertinya salah mendengar, ia hanya menatap Minho dengan mata bulatnya dan menganggap sepertinya Minho sedang asal bicara.

         “Mwoya?”, tangan mungilnya memasukan beberapa gula menggunakan sendok teh kedalam kopi dan mengaduknya dengan perlahan,

         “Aku bilang aku putus dengan Yuri … ternyata dia tidak sebaik dan semenyenangkan yang aku pikir …”, ucap namja berambut cepak itu dan menguap.

Taemin berhenti sejenak dan menatap Minho layaknya menatap ‘kau gila?’. Ia berjalan ke sisi Minho dan menaruh secangkir kopi itu di depan meja kecil Minho dan ia duduk di atas kasur tidak jauh dari Minho. Ia sesap tehnya dan memikirkan semua ucapan Minho.

         “Kalian baru saja jadian tiga hari yang lalu …”,

Minho bergumam membenarkan pernyataan Taemin.

         “Tiga hari waktu yang cukup untuk mengetahui bahwa kau memang tidak nyaman , ya tinggalkan saja … tidak perlu berlama-lama …”,

         “…begitu.”,

Benar-benar keterlaluan, Taemin menatap Minho dari sudut pandangannya. Ia taruh tehnya di meja dan berjalan membereskan beberapa baju berserakan, ia asumsikan Minho akan tidur di flat nya malam itu, jadi ia harus menyingkirkan beberapa barang yang bergeletak.

         “Kenapa?”, tanya namja cepak itu. Taemin menoleh dan memiringkan kepalanya meminta Minho mengulang maksud pertanyaannya. Apanya yang kenapa?

         “Kenapa aku yang putus kau yang terlihat tidak senang?”, tanyanya, namja mungil itu hanya menggelengkan kepala lagi. “Kau tidak lihat aku kena tampar  … kau tidak kasihan padaku?”, namja mungil itu diam saja dan membereskan beberapa pakaian di lantai.

         “Kenapa aku harus mengasihanimu?”, gumam Taemin pelan. Setelah selesai ia duduk di sisi Minho dan membuka buku, ia lebih baik membaca buku dibanding mendengarkan Minho cuap-cuap dengan segala kegalauan atas tingkahnya.

Erangan terdengar keluar dari mulut sang namja berambut cepak itu.

         “Urgh … Taemin! Kau dengarkan aku tidak sih? Aku baru saja kena tampar, dan aku kesini mau bersenang-senang, jadi kau jangan duduk diam disana dan belajar saja!”, ucap nya menendang paha namja bernama Taemin itu.

Taemin hanya menoleh dan menatap namja itu datar. “Lalu … apa yang bisa kulakukan?”, tanyanya. “Kau yang salah Minho … jadi kau pantas mendapatkan itu.”,ucap Taemin menunjuk pipi Minho dengan pensil.

         “Mwo?”

         “Kau keterlaluan … hentikan memainkan perasaan orang lain.”

Minho hanya terdiam, dan hanya bisa menatap Taemin dalam diam dan tidak bersuara lagi. ‘kau yang keterlaluan Lee Taemin, semua karena kau!’

         “Lalu, kenapa bukan kau saja yang sekarang mendekati dia? Kau bilang dia itu cantik.”,ucap Minho melirik ke arah Taemin. Taemin hanya diam dan tidak menanggapi ucapan Minho.

         “Lagi pula kalian cukup dekat kan? jadi kurasa hubungan kalian bisa berjalan dengan mulus.”,

Kali ini Taemin menoleh dan menatap Minho. “Kau tahu kalau umur kami berbeda jauh kan? dia lebih cocok untukmu, kau berkata seakan kau cemburu padaku karena aku dekat dengannya, Hyung.”, Taemin setelah bicara itu kembali lagi membaca bukunya. Minho hanya terdiam mendengar tanggapan atas ucapannya dari Taemin. “Sikap mu keterlaluan …”,

Minho terdiam dan melipat kedua kakinya, menaruh kedua tangannya di atas dengkul disusul dengan dagunya yang ia topang disana.

         “Mungkin …”, ucapnya pelan, membuat Taemin tertarik namun tetap membaca bukunya.

         “Karena semua yeoja yang memutuskan ku berkata begitu, Yuri berkata begitu, sebelum dia, dan sebelumnya lagi juga berkata begitu padaku.”, Taemin terdiam dan memandang kosong pada bukunya. “Jadi, ucapanmu mungkin benar.”,

Taemin terdiam, apa mungkin ia sudah keterlaluan juga?

Jujur saja, ia tidak mengerti apa yang ada dipikiran Minho. Namja itu selalu saja bermain-main dengan yeoja sesuka hatinya, hubungan tidak berjalan lama, tidak sesuai harapan Taemin jika ia melihat Minho jalan dengan yeoja yang Taemin pikir sangatlah cocok untuk Minho.

         “Setidaknya hibur aku …”, ucap Minho lagi.

Taemin menoleh dan menarik nafas, “Hibur saja dirimu sendiri Hyung, aku tidak punya tenaga, atau lebih baik aku kembali tidur, dan kau juga terserah mau tidur disini atau—“

Taemin terdiam ketika ia menoleh dan melihat Minho sudah berada disisinya, tubuhnya mendekat ke arah Taemin, memposisikan dirinya setengah membungkuk dari posisi duduk.

         “Hyung?”

Taemin melihat sesuatu yang aneh dari mata Minho. Ia yakin bahwa Minho tidak sedang mabuk, karena dari deru nafas Minho tidak tercium bau alkohol. Tunggu … kenapa ia terlalu dekat dengannya?

         “H-hyung, oke,aku bisa menghiburmu seperti apa …?”, Taemin terdiam ketika tangan besar Minho sudah menyentuh pipinya, membelainya perlahan dan mata itu menatap tajam ke arah Taemin. “Hyung—“

Sebelum Taemin selesai bicara, bibir Minho sudah membuatnya diam, bibir tebal itu mencium bibir plumnya, membuat tubuh Taemin kaku dan reflek menahan berat badannya dengan tangannya kebelakang, sedangkan yang lain menahan Minho dibagian dada.

Ciuman itu semakin panas, Minho menghisap bibir Taemin dengan kuat, memaksa Taemin untuk membalas ciumannya , tidak … tidak bisa, semua terasa aneh dan tiba-tiba, kenapa Minho bersikap seperti itu padanya?

         “T-tunggu Hyung …”. Taemin panik ketika ia semakin terpojok, Minho dengan tubuh kekarnya itu melempar Taemin ke atas kasur dan kembali berada tepat didepan Taemin. Kali ini bibir Minho mencium bibir itu lagi, dan tangannya menahan kedua tangan Taemin untuk berontak.

Tidak … ini salah …

Semua yang dilakukan Minho salah … ia hanya bingung …

         “H-hyung! T-tunggu … “, ucap Taemin panik ketika Minho sudah meninban tubuhnya, ia tidak bisa berontak, “H-hyung!”, ia terkejut namun ia tidak bisa bohong ciuman Minho yang kini menjalar kelehernya membuatnya lemas. Belum lagi tangan besarnya yang menelusup kebalik Tshirt Taemin.

         “Hyung …h-hyung, aku ini namja …”, bisiknya , sekuat mungkin ia tidak mau mengeluarkan desahan dari bibirnya, meski sulit untuk menahan semua perlakuan Minho padanya.

Minho mendongak dan menatap Taemin, Taemin hanya bisa berharap Minho menghentikan semua itu,Minho hanya bingung, ia tahu Minho pasti sedang ada masalah , setidaknya ia bisa menceritakannya pada Taemin. Tapi bukan dengan cara seperti ini, karena jika Minho sadar, semua akan lebih buruk, semua akan menjadi masalah baru.

         “Aku sadar. Sepenuhnya sadar orang yang kucium saat ini dan berada di bawah ku ini adalah seorang namja, bahkan aku sadar dia adalah sahabatku sendiri, Lee Taemin.”, ucapnya perlahan, suara bassnya terasa berat.

Taemin ingin berkata ‘lalu, kalau kau tahu kenapa …?’ Tapi ia tenggelam dalam sunyi menerima tatapan Minho.

Entah apa yang ada di pikirannya, ia tidak tahu dari mana hasrat itu ada, Minho sudah kembali menciumnya dan menanggalkan satu persatu atasan baju Taemin , yang tersisa hanyalah boxernya. Untuk itu ia tahan tangan Minho , mata mereka bertemu, jantung Taemin berdegup cepat , apa sebenarnya yang ada di pikiran Minho untuk melakukan itu padanya.

         “Kau benar-benar keterlaluan.”, bisik Taemin,

Minho berdecak, “Betul sekali, aku keterlaluan.”, sebelum ia kembali mencium tubuh depan Taemin dan menelusupkan tangannya kebalik boxer, menarik turun satu-satunya helai baju di tubuh mungil sahabatnya itu.

Taemin tahu semua yang Minho lakukan padanya adalah perbuatan salah, seharusnya hubungan mereka tidak seperti itu.

Minho sudah lama menjadi teman terbaiknya, Minho yang selalu datang padanya dan selalu berada di sekitarnya. Taemin bukanlah namja yang banyak bicara, cenderung pemalu dengan lingkungan baru, tapi Minho, dia yang membuat Taemin lebih percaya diri untuk lebih berinterkasi dengan orang lain. Bahkan Minho pula yang akhirnya membuat Taemin memutuskan untuk meneruskan kuliah di Korea, jauh dari kedua orang tua dan Hyungnya.

         “Relaks Taem …”, bisik Minho ketika ia memasukan satu jarinya ke lobang senggama Taemin. Taemin berulang kali mencengkram dan melepaskan genggamannya pada sprei kasurnya, tubuhnya bergetar dan matanya memejam erat, merasakan Minho mencium sisi kepalanya dan berkali-kali membisikan padanya untuk relaks.

         “M-minho …”,

Taemin merangkul pundak Minho dan membenamkan kepalanya di bahu kekar Minho ketika namja itu sudah memposisikan dirinya.

         “Taemin ah …”, panggilnya, Taemin mencengkram semakin erat pundak Minho, menusukan jemarinya yang berkuku panjang pada badan Minho, “Taemin ah … buka matamu …”, bisik Minho lagi mengelus pipi Taemin yang berkeringat.

Perlahan Taemin membuka mata nya dan tepat menatap mata besar Minho, dengan lembut air mata yang keluar dari pipinya itu dihapus oleh Minho. Ia kecup kedua mata Taemin dan turun kehidung kemudian ke bibirnya.

         “Relaks …”, bisiknya lagi yang terakhir kalinya sebelum ia mencium Taemin lagi dan mulai memasukan juniornya kedalam senggama Taemin.

Lenguhan, desahan, dan rintihan keluar dari mulut Taemin, Minho merasa bahwa cakaran di punggungnya akan berubah menjadi perih nantinya. Tapi ia tidak bisa menahannya, Taemin sangat luar biasa.

Taemin tidak mengerti, kenapa mereka bisa dalam posisi seperti ini? Apa sebenarnya yang Minho pikirkan? Dan kenapa Taemin mau melakukan ini semua? Ia tidak mengerti, itu semua terlalu membingungkan.

 

Minho menyalakan pemantik ditangan dan menyesap rokoknya dalam-dalam, memandang ke sisi kanannya, melihat tubuh mungil Taemin dari balik selimut. Nafasnya sangat teratur, dan mulut yang terbuka sedikit membuat ia terlihat sangat manis.

Ia usap kepala Taemin perlahan, menyingkirkan helaian rambut yang menutupi sebagian wajahnya.

         “Unnn …”, Taemin gelisah dalam tidurnya, ia mungkin sudah keterlaluan, mungkin setelah Taemin bangun ia tidak mau bertemu lagi dengan Minho. Mungkin ketika nanti Taemin bangun, ia sadar karena Minho telah berbuat sesuatu di luar batas, dan semua akan mengakhiri persahabatan mereka selama ini. Tapi … jika memang begitu, kenapa Taemin tidak menolaknya sama sekali? Seharusnya jika ia memang tidak suka, ia harus menolak Minho.

         “Hei Taemin ah …”, bisik Minho menyentuh pipi namja itu. “Kenapa kau tidak mengatakan sesuatu? Apa yang sebenarnya kau pikirkan?”, tanya Minho. Ia membungkuk, memberikan kecupan di kening Taemin, sebelum bangkit memakai seluruh bajunya dan menatap sejenak ke arah Taemin sebelum berjalan keluar flat.

Ia tidak tahu, bahwa ketika ia membuka pintu, mata bulat Taemin membuka, menatap punggung Minho yang tidak lagi menoleh pada sosoknya.

 

Taemin terduduk di atas kasur, menatap nanar ke arah pintu flat, melirik pada asbak di meja kecil didekatnya , melihat ada puntung rokok disana.

         “Uhuk … uhuk … unggh …”, ia kibaskan tangannya ketika ia hisap rokok bekas Minho itu. Dan air matanya mengalir …

         “Keterlaluan …”, isaknya.

EndFlashback

^^2min^^

         Taemin duduk di atas bangku taman dan mengingat semua pembicaraannya barusan dengan Yuri.

        

         “Kau pasti sudah tahu kan kalau aku dan Minho putus?”

         “Yeah … “

         “Kau tidak mau tanya kenapa ia memutuskan ku?”, kekehnya. “Sebenarnya aku yang mencari alasan agar ia memutuskan ku, meskipun aku hanya ingin mengetesnya …”

         “Maksudmu?”

         “Aku tahu kami baru saja bersama selama 3 hari. Meski begitu, aku sudah lama menyukai Minho, dia tampan, dan tentu saja ia menyenangkan jika di ajak berkencan. Hanya saja, sepertinya meski ia mendekati ku duluan saat itu, kemudian sampai menyatakan perasaannya padaku, dia sama sekali terlihat tidak serius.”

         “…”

         “Meski aku tidak tahu ada apa, tapi aku merasa aku tidak bisa merasakan rasa tulusnya padaku. Aku tidak tahu apa yang ada dipikirannya. Aku merasa lelah akan hal itu, Tae. Makanya …”,

         “…”

         “Makanya aku katakan padanya jika kau bosan kau bisa pergi dariku …”

         “…lalu?”

         “Dia malah bilang ‘baiklah kalau memang itu maumu’.”, decak Yuri. “Benar-benar membingungkan.”

         “… maaf, Minho Hyung memang suka seperti itu. Aku minta maaf karena kalian putus begitu saja.”,

Yuri terkekeh dan mengibaskan tangannya. “Anio Taemin ah, aku hanya berpikir, mungkin kau tahu apa yang sesungguhnya ada dipikiran Minho. Kalian kan teman baik.”

         “… kenapa begitu? Meski begitu aku tidak tahu..”, Taemin hanya bisa tersenyum miris.’Bahkan aku juga tidak paham tentang Minho.’

         “Well … dua yeoja sebelum ku yang berkencan dengan Minho itu mantan pacarmu kan Taemin?. Meski memang akan terlihat canggung dan tidak enak hati, tapi kalian tetap terlihat bersama dan baik-baik saja. Jadi kupikir kalian pasti punya rasa pengertian dan memahami masing-masing antar teman satu sama lain.”,

         ‘Pengertian? Memahami?’

        “… masalah itu…”

         “Mianhe.”, Yuri memotong. “Tapi, jika kupikir-pikir, kalau aku berkencan denganmu saja mungkin akan lebih baik dan menyenangkan yah?”, tanya Yuri terkekeh. Taemin terkejut, ia bingung menjawab apa.

         “Itu …”

         “Ah, aku Cuma bercanda Taemin …”, kekehnya. “Baiklah, aku hanya butuh teman bicara. Maaf menyita waktumu. Salam untuk Minho dariku, jaga dirinya baik-baik neh Taemin ah …annyeong!”

 

Seharusnya bukankah ia senang jika mendengar hal itu dari Yuri? bukankah ia seharusnya senang dan mengatakan ‘baiklah, boleh juga’ dengan tawarannya itu. Tapi … kenapa … dia …?

Taemin tidak pernah merasa pantas disamakan dengan Minho, mana mungkin ia bisa berkencan dengan yuri setelah Yuri berkencan dengan Minho?

Jika mengingat semuanya, apakah mungkin ia dan Minho punya selera yang sama?

         “Taemin ah! Minho melakukannya lagi yah?”,

         “Apanya?”

         “Itu … kabarnya dia berkencan dengan Krystal. Bukankah dia itu mantan pacarmu? Tapi tidak berjalan mulus, kabarnya baru 1 bulan mereka sudah putus.”

         “Aku tidak tahu …”

         “Wah, kalian punya selera yang bagus yah satu sama lain, selera yang sama.”

 

Tidak mungkin kan? itu semua hanya kebetulan…

         “Oh, Kyrstal?”

         “Iya … kudengar kalian putus.”

         “Hmm… iya sih, memang sudah berakhir, aku rasa dia tidak sebaik yang kuharapkan…”

 

Setiap Minho mengatakan hal yang sama lagi dan lagi tentang semua yeoja yang ia kencani lalu ia putuskan hubungan mereka dan semua itu adalah orang yang pernah Taemin suka, Taemin mulai berpikir, kenapa ia tidak bisa membenci Minho?

Seharusnya ia merasa marah jika ia tahu Minho mendekati mantannya atau yeoja yang ia suka, atau setidaknya ia kecewa. Tapi tidak …

Justru ia selalu membayangkan apa yang dilakukan Minho dengan para yeoja itu?

         “Oh, itu Yuri Noona, dia ada di kelas dance ku, dia juga pintar di kelas kalkulus. Orangnya baik dan juga ramah, dia sering menolong ku jika ada soal yang sulit.”

         “Yang mana?”

         “Itu …”

         “…hmm, menarik juga.”

         “Huh?”

         “Kau suka padanya Tae?”

         “A-aku? A-aniio …”

         “Kalau begitu aku mendekatinya yah?!”

 

Bukan maksud Taemin untuk membuat Minho melalukan itu , ia tidak pernah tahu bahwa Minho akan benar-benar mendekati Yuri.

Taemin meremas tangannya sendiri. Kenapa ia tidak bisa melepaskan ingatan Minho sejenak dari benaknya? Seharusnya ia membenci Minho karena telah melakukan hal diluar batas pertemanan mereka, seks bersama. Ia harusnya benci pada Minho karena merebut dengan mudah yeoja-yeoja yang pernah ia sukai.

Drrt Drrt

Seharusnya ia pergi saja dari hadapan Minho.

Drrt Drrt

Kalau ia terus membiarkan ini semua terjadi, ia akan terjun kedalam penyesalan, semua tidak bisa lagi bisa diperbaiki kan?

Drrt

         “…yoboseyo,Minho Hyung.”

         “Taemin ah, eodiga? Aku di apartemenmu, cepatlah pulang…”

Bilang ‘tidak’ itu sangat mudah.

         “… tunggu 15 menit lagi.”

         “Okei!”

Buatnya mungkin sulit mengatakan ‘tidak’ pada Minho.

^^2min^^

Taemin membuka pintu apartemen , dan langsung disambut oleh Minho yang sudah duduk makan ramyun yang ia asumsikan memasak dari persediaannya di dapur. Dengan tarikan nafas, ia cantolkan jaketnya dan ia lepas sepatunya kemudian masuk kekamar. Melempar tas begitu saja sembarang tempat dan menatap Minho yang seakan tidak perduli dengan kedatangan Taemin.

         “Apa saja yang kau lakukan Hyung? 2 hari kau tidak kekampus.”

         “Hmm?”, Minho menoleh dan mengunyah mienya sampai habis lalu tersenyum,

         “Aku di rumah, aku malas kemana-mana, lagi pula kredit kelasku sudah kutuntaskan semua. Wae?”

Kenapa katanya? Setelah apa yang ia lakukan ia masih bilang kenapa? Kenapa ia mencari Minho? Bahkan Hyungnya yang lain mencari dimana Minho.

Taemin tidak menjawab, ia berjalan kedapur mengambil segelas air dingin dan meneguknya, berharap air itu bisa juga mendinginkan hatinya yang panas melihat kelakuan Minho.

         “Yuri bertemu dengan ku siang ini dikampus.”,

Taemin menoleh dan menatap Minho yang diam saja mengunyah mie dan menonton TV.

         “Ia bertanya padaku, ‘apa sebenarnya yang ada di pikiran seorang Choi Minho?’ “,

Kali ini Minho mendongak dan berdiri ke arah dapur, membuang gelas mie itu sebelum kembali ke ruangan dan meneguk air minum. Taemin masih menunggu tanggapan Minho atas pemberitahuannya.

         “Jujur saya Hyung, apa mau mu sebenarnya? Bertindak sesuka hatimu, menyianyiakan perasaan orang lain?”, tanya Taemin. Taemin benar-benar kesal, ia capek melihat semua tingkah Minho. Ia capek mendengar perkataan buruk orang lain tentang Minho. Ia tidak mau mendengar itu!

         “Tae?”

         “Kau tahu betapa mereka bingung apa yang terjadi padamu? Mereka semua berharap kau membalas perasaan mereka Hyung!”, Taemin tidak mau Minho Hyung yang sangat ia kagumi dijelek-jelekan.

         “Taemin—“

         “Berhenti bermain-main dengan perasaan mereka! Hadapi dengan jantan jika kau memang tidak suka dari awal! Jangan memberikan harapan palsu! Jangan berikan one night stand atau apapun itu pada mereka!”, emosinya meluap, ia tidak mau mulutnya terus bicara, semua akan bahaya.

         “Tae, dengarkan aku—“

         “SHIRO! Kau yang dengarkan aku! Aku tidak suka kau berbuat begitu pada pacar-pacarmu! Aku tidak suka kalau kau tidur dengan mereka, jalan dengan mereka, apapun itu kalau kau memang tidak suka! Aku tidak tah—“

Taemin terhenti seketika ketika tubuhnya ditarik oleh Minho dan dihempaskan begitu saja di atas kasur. Kedua tangannya di tahan di atas kepalanya sendiri, dengan terkejut ia menatap horror wajah Minho yang sudah beberapa centi didepannya.

         “Kenapa? Katakan kenapa kau tidak suka? Apa kau mau mengatakan bahwa aku hanya boleh lakukan dengan kau?” tanya Minho.

Taemin terkejut, ia mulai berontak.

         “Kalau memang maumu begitu, aku akan lakukan.”, ucap Minho.

Tanpa bisa mengelak lagi Minho sudah menciumnya dengan ganas. Bukan ini … bukan ini yang ia mau … bukan Minho yang seperti ini. Ketika ia melihat semua yeoja yang menjadi kekasih Minho , ia mulai berpikir seperti apa Minho memeluk mereka, dengan bagaimana ia mencium para yeoja itu? Semua, semuanya penuh dengan pikiran itu, tapi apa mungkin ia marah pada Minho karena ia memang tidak suka melihat semua itu didepan matanya?

Tapi … bukan ini yang ia mau …

         “Tu-tunggu dulu … M-Minho …!”, Tangan Taemin bergetar menggenggam tangan kekar Minho yang sudah menjalar ke kancing celana Taemin, posisinya tidak bisa bergerak kemanapun, entah apa yang membuat Minho seperti itu padanya, dan membuat ia melakukan hal yang tidak pernah bisa dibayangkan oleh Taemin sebelumnya.

         “Sekali saja …”, bisik Minho ditelinga Taemin, ia sudah mengulum daun telinga itu, membuat Taemin mengigit bibirnya mencegah desahan yang ingin keluar dari mulutnya. “Kau tidak suka aku melakukan ini pada pacar-pacarku kan? kalau kau mau lakukan ini denganku, aku janji akan berhenti …”, ucap Minho kali ini sudah melancarkan ciumannya keleher Taemin dan ke bagian tulang dadanya, menghisap disana , membuat tubuh Taemin menggeliat. Air matanya tidak bisa ia bendung lagi, ia takut, kenapa sahabatnya berubah seperti itu? Apa yang ia katakan salah?

         “Minho … please … hiks, hentikan …”, isaknya. Namun Minho tidak mendengarkannya, kedua tangannya sudah di ikat dengan dasi dan digenggam erat oleh Minho, percuma, Minho lebih kuat dan lebih besar darinya, ia hanya bisa memohon dan menangis, berharap sahabatnya itu bisa mendengarnya dan sadar apa yang ia lakukan.

         “Kau bilang aku keterlaluan … tapi kau lebih keterlaluan …”, bisik Minho kali ini mencium dan menjilat nipple Taemin, mata namja kecil itu terbelalak, tubuhnya bergetar, berusaha menghindar dari semua sapuhan bibir Minho.

         “Minho …b-berhenti …”, isaknya. “Minho!”, Minho tidak mendengarkannya, “Min-ho …”, isaknya terus memohon pada namja kekar itu. “MINHO!!!”,

Ia berteriak sekencang mungkin, berharap sahabatnya itu sadar … mungkin itu berhasil, karena Minho mengehentikan tindakannya.

Ia melihat Minho menatapnya dengan mata terkejut, dan seperti ia menyadari apa yang ia lakukan, pengaruh alkohol yang barusan ia minum sepertinya sudah hilang, atau mungkin memang suara Taemin mempengaruhinya?

         “SHITT!!”, Minho melompat dari atas tubuh Taemin yang bergetar hebat, air mata Taemin terus mengalir, ia menelungkupkan tubuhnya, merapatkan tubuhnya sebisa mungkin, enggan untuk melihat Minho. “T-taemin—“

Tangan Minho mengambang diudara saat ingin menyentuh bahu Taemin, namja itu bergetar hebat dan isakan keluar dari bibirnnya, rintihan dan juga lenguhan menyayat hati Minho saat itu. Perlahan ia menarik selimut dan menutupi tubuh Taemin dengan selimut itu. Rasanya ia ingin bunuh diri saja, ia sudah melukai perasaan Taemin, melukai perasaan sahabat terbaiknya, yang selalu mencoba mengerti perasaannya.

         “Mianhe …”, ucapnya berdiri , ia melihat sekali lagi ke arah kasur dimana Taemin berada, isakannya masih terdengar, namun ia ingin pergi dari sana segera, meski ia khawatir dan butuh bicara pada Taemin. “Mianhe Taemin ah …”,

Pintu itu tertutup begitu saja, sama seperti saat pertama dan beberapa waktu lalu, tanpa perduli jam berapapun itu Minho akan pergi begitu saja meninggalkannya.

         “Kau jahat … kau benar-benar jahat Minho …”,

Ia sadar ia harus membenci Minho karena membuatnya bingung. Tapi, tidak bisa. Karena Minho sudah membawanya masuk kedalam dasar jurang perasaan yang sulit ia naiki untuk keluar dari sana.

TBC~

VOILA~!! BERKAT BERTAPA ALHASIL JADINYA … ANCUUUR!!! TEPUK TANGANNNN SODARA-SODARA!! LOL

SUMPAH SENENG SAMPAI KOPROL TERUS BILANG WAW KARENA YANG KOMEN SAMPAI LIKE JUGA BANYAK!!!

MAKASIH SEMUANYA … MAKASIH*Lambai”kolor Taemin.

KONFLIK KONFLIK LANGSUNG KONFLIK! TENANG! PART 2 BAKALAN AJIB KOK, BALIKAN 2MINNYA! LOL. *mungkin

SO, KASIH KOMEN DAN LIKE NYA JANGAN LUPA YAH^^

PS: UPDATE FF INSYAALLAH CUMA BISA WEEKAND YAH, ITU JUGA KALAU LUANG😀 JADI JANGAN PAKSA UPDATENYA KAPAN (NYOLONG-NYOLONG WAKTU SKRIPSIAN SOALNYA) ==”

SANNIIEW OUT!^^

Last edited by sannKeylicious~ on 03/02/2013 at 12:53 am

177 thoughts on “[2min-Mpreg] Wanna Be Yours PART 1

  1. saya blm baca teasernya😀 tapi menurut saya ini mah si Minho sebenernya demen ama si Emin, makanya dia gk rela kalo si Emin pacaran. makanya dia macarin mantan pacar2 Emin.
    tapi pedih amat ya abis ngelakuin ‘itu’ trus ditinggalin gt ja.

  2. kenapa jadi begitu si 2min? minho-ssi, kau terlalu jahat pd yeoja2 itu..beruntunglah kau, taemin sangat bersabar denganmu..

  3. Minho jahat banget sama tetem TAT
    Terus taem baik banget udh di raep masih mau temenan sama minho.ini mantep part 1 udh lgsg konflik ne~
    Mudah2an dibpart berikutnya 2min lovey dovey lg ><

  4. haaaai aku reader baru,waaah suka bgt saa cerita yg begini. minhonya aktif bgt. jadi penasaran,kayaknya minho emg suka sama taemin,makanya dia macarin mantan2nya taemin. waaah penasara >.<

  5. duhh, chap pertama konfliknya udah ruwet gini… minho kenapa?? dia suka taem?? tapi kenapa gituu?? kenapa dy nge-anu-in taem…??
    entahlah tapi menurutku minho jahat… aku nggak suka kalo anuan dgn cara maksa…
    rasanya ikutan nyesekkk…

  6. hai author aku readers baruuu ;;)
    ini ff pertama yg aku baca di wp ini, asliii kereeeen bangeeeet thooor, ceritanya menariik bangeet (y)
    pengen deh bisa baca semua ff di wp ini, tp sayanh banyak di password😦
    itu nomer hp yg dicantumin masihb aktiv kan thor? nanti aku sms yah mau minta pw ff hehe

  7. pasti si minho sukanya ama taemin tuh, trus taemin juga suka ama minho tapi karena mereka sama2 memendam perasaan jadi gitu deh,,,,
    asyikkkkkk kirain minho mau menghilang lama ternyata 2 hari, oh ya izin baca ya

  8. minho suka sama taemin tapi pake cara yang salah supaya taemin tau isi hatinya. rada nyesek sih pas abis kegiatan ‘gitu2an’ trs minho lngsng ninggalin tae begitu aja.. kan itu errr

  9. Hwaaaaa aku sedih baca ceritanya, seandainya mereka jujur satu sama lain, dan mengungkapkan apa yang ada di pikiran mereka. Setidaknya nggak separah ini.

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s