[Onkey] LOVING YOU – Chap 1


tumblr_mm1w7caRY51qe5wwoo1_500

Characters:
Lee Jinki (19 yo), Kim Kibum (17 yo), Lee Taemin (5 yo), Kim Jonghyun (19 yo)
Genre : AU, sliceoflife, angst, romance, fluff, yaoi
Rate : PG 13 till protect
Word count : 3.519 words
Summary :
Hidupnya berubah ketika Appanya meninggalkan mereka, hidup dengan adik yang bisu serta Umma yang temperamental. Berusaha menjalani hidup sebaik mungkin dengan menutupi semua kekurangan dalam hidupnya dari siapapun. Ia merasa bahwa ia bisa menjalaninya sendiri, enggan untuk berbagi dengan orang lain karena takut membuat orang lain susah. Namun, apa yang terjadi ketika ada seseorang yang selama ini selalu ingin menjadi bagian dari hidupnya? Ia berusaha menghindari orang itu, namun nyatanya memang hanya ia yang bisa mengerti kondisinya … hanya dia yang mencintainya dengan tulus …

CHAPTER 1 – LET ME IN

Pagi itu matahari menyinari jendela kamar yang tertutup debu, entah sudah berapa lama jendela itu tidak lagi dibersihkan, tidak ada waktu untuk hal itu, semua kesibukan yang menumpuk membuat namja yang masih terbaring dikasur itu tidak sempat melakukan kegiatan bersih-bersih.

Puk … Pukk!!

Tepukan dikepala dengan benda tumpul membuatnya membuka mata, tidak terasa sakit tapi cukup membuatnya terganggu dan memutuskan untuk melihat siapa yang mengganggu tidurnya.

“Nggh … Taemin …”, ia menguap dan mengulurkan tangannya pada namja kecil berumur 5 tahun di sisinya, lengan kecilnya memainkan boneka kodok kusam yang baru saja ia gunakan untuk membangunkannya. Namja kecil itu melirik dari balik poni panjangnya dan memukul wajah namja yang baru saja bangun itu lagi dengan keras, membuatnya meringis karena matanya terkena ujung boneka.

“A-aah … arasso Taemin ah~ Hyung akan bangun …”, adalah Lee Jinki namja yang menjadi Hyung dari anak bernama Taemin, Taemin hanya diam sambil meremas, mengepal, dan membuka telapak tangannya berulang-ulang dengan cepat. Tubuh Jinki masih terasa sakit, seluruh badannya terasa ngilu, belum lagi rasa sakit yang ia rasakan di punggungnya, kali ini Ummanya tidak bercanda memukulnya dengan tongkat bassball semalam hanya karena Jinki lupa membawa soju untuknya.

“Hei … hei, Taemin ah~ …”, Jinki berjongkok didepan adik kesayangannya itu, mengelus rambutnya dengan saying dan mencium pipinya, tangannya menggenggam tangan adiknya dan mengelusnya lembut. “Umma tidak lakukan apapun padaku, kau jangan takut, Hyung akan selalu ada untukmu … “, katanya membuka pergelangan Taemin yang baru saja diremas-remasnya sendiri. “Kita bersiap dan Hyung akan antar kau kesekolah neh~?”, Taemin hanya diam, Jinki menarik nafas dan menggendong adiknya keluar kamar.

Rumahnya sangat berantakan, dapur yang seharusnya bersih dan meja makan yang dahulu selalu tersedia makanan lezat menyambutnya di pagi hari tidak ada lagi. Bau rokok dan bau alcohol semerbak dimana-mana, bekas makanan instan juga tergeletak begitu saja, rumahnya tidak bisa dibedakan antara tempat sampah atau rumah.

Mengabaikan kondisi yang ada didepannya ia dengan cepat masuk kekamar mandi dan membantu Taemin untuk siap kesekolah. Ia tidak mendengar keberadaan Ummanya sampai ia sudah mengepack snack makan siang untuk Taemin. Hanya sisa roti 5 helai yang ia manfaatkan untuk sarapan Taemin dan snacknya, sempat miris dihatinya karena anak seumur Taemin seharusnya dapat menerima nutrisi lebih, beruntung ia masih menemukan susu strawberry yang ia beli kemarin untuk bekal Taemin.

“Kajja …”, setelah ia siap dengan tas sekolahnya sendiri, ia gandeng lengan Taemin keluar dari rumah.

^~^

Waktu masih menunjukkan pukul 6am, masih terlalu pagi untuk keduanya berangkat kesekolah, namun tidak ada pilihan lain. Jika Jinki ingin dirinya tidak terlambat maka ia harus lebih awal datang kesekolah Taemin, kemudian berangkat kesekolahnya yang jaraknya 2km dari sekolah Taemin.

Bis yang mereka tumpangi berhenti di halted an sekitar 2 meter dari sana sekolah Taemin berada. Sekolah anak luar biasa yang sudah selama 1 tahun Taemin berada disana. Taemin, dia anak yang manis, wajahnya sangat lucu, dengan pipi chubby, rambut hitam kelam dan fluffy, kulit putih yang lembut, namun sayang … adik kesayangannya itu tidak bisa berbicara semenjak terserang sakit panas ketika umurnya 2 tahun.

“Oh, annyeonghaseyo Jinki –shi … kau datang lebih awal, baru saja aku datang …”, ucap seorang yeoja cantik lebih tua 5 tahun di atasnya berdiri di depan gerbang sekolah yang tidak begitu besar, terlihat lebih seperti rumah dibanding sekolah.

“Annyeong Luna noona … Taemin membangunkanku lebih awal …”, ucapnya tersenyum lebar, ia tidak menyadari bahwa senyumnya cukup membuat yeoja didepannya itu tersipu-sipu malu.

“Annyeong Taemin ah~ … apa kau sudah sarapan?”, tanyanya, sebenarnya itu tertuju pada Jinki karena Taemin tidak bisa bicara, Taemin hanya berlari masuk ke sekolah dan langsung menuju ayunan ditaman.

“Ia hanya makan sehelai roti dan sebotol susu pagi ini, snack makan siangnya ada di tasnya, tolong titip Taemin untukku yah Noona?”, Jinki mengatakan itu sambil menatap Taemin dari jarak jauh dengan tatapan sedih, kemudian menatap Luna dengan tersenyum.

“N-neh, jangan khawatir, kau boleh pergi sekarang, nanti kau terlambat …”, ucap yeoja itu.

Jinki hanya tersenyum dan membungkuk sopan, “Gamsahabnida Noona, aku akan kembali jam 3 sore sebelum shift kerja ku dimulai, kau tidak keberatankan?”, . Luna hanya menggangguk dan tersenyum, Jinki membungkuk sedikit lagi dan berteriak ‘Taemin aku pergi, jadilah anak penurut’ sebelum ia pergi dari sana dan menuju sekolahnya sendiri.

^~^

Jinki menyusuri trotoar menuju sekolah, ia tidak punya cukup uang untuk membawanya pergi kesekolah dengan bis, ia harus menyimpan uangnya untuk kebutuhan ia dan Taemin. Entah sejak kapan ia melakukan itu, ia sudah lupa sejak kapan Ummanya menjadi temperamental, pulang dengan keadaan mabuk dan memukul Jinki dimana saja bagian tubuhnya tanpa alasan yang jelas, berkata bahwa ia anak tidak berguna dan membuat susah keluarga, menyalahkan kondisi Taemin padanya, membuatnya ingin sekali menangis bahwa kondisi Taemin bukan salahnya.

Ia sudah lupa sejak kapan ia bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan Taemin, membeli makanan layak makan untuk adiknya dan dirinya sendiri, untuk membayar biaya sekolah adiknya, karena semua itu ia lakukan semenjak Ummanya berhenti perduli dengan kebutuhan mereka berdua. Ia hanya bersyukur Ummanya masih membayar tagihan listrik dan air untuk rumah mereka, namun untuk makan seperti tidak tersedia dan habis untuk mabuk-mabukkan dan hal tidak penting yang Jinki tidak tahu.

Ia sudah lupa sejak kapan Ummanya seperti itu, sepertinya semenjak Appanya meninggalkan mereka begitu saja 3 tahun yang lalu, pergi untuk memilih bersama keluarga barunya dan melupakan mereka. Semenjak itu Ummanya benci dengan Jinki dan Taemin, merasa sebuah dosa melahirkan mereka berdua dari buah hasil cintanya dengan Appanya.

Ia sudah lupa bahwa ia butuh kehidupan remaja yang indah, bermain dengan teman-teman, pergi kesebuah tempat dan bersenang-senang, makan dan minum di restoran atau café, menonton film di bioskop, berbicara tentang perkembangan teknologi baru, dan sebagainya. Tapi ia lebih memilih untuk segera pulang setelah bel sekolah, menjemput Taemin di sekolah yang bahkan jam sekolahnya sudah berakhir dan terpaksa membuat Luna membantunya menjaganya sampai Jinki pulang sekolah kemudian menjemputnya. Kemudian pulang kerumah sebelum ia harus berangkat kerja paruh waktu sampai jam 8 malam disebuah coffee shop, lalu melanjutkan kerja sampai jam 1 malam disebuah supermarket 24jam sebelum ia kembali pulang kerumah. Bahkan setelah itu ia harus menyempatkan diri membuat tugas sekolah meski dengan mata kantuk. Ia sudah lupa bahwa selama ini ia hanya bisa tidur 2 jam sehari.

“Jinki!”, ia menoleh kesebuah suara di sisi jalan, melihat sebuah mobil sedan putih berhenti dan kaca mobil terbuka memperlihatkan sosok didalamnya.

“Oh, hai Jjong!”, sapanya tersenyum.

“Come in!”, sapa namja didalam mobil itu sambil membuka pintu mobil untuk Jinki dari dalam.

Jinki tersenyum dan masuk kedalam mobil dengan perasaan senang, setidaknya ia bersyukur pagi itu bertemu dengan Jonghyun, namja yang seumuran dengannya, namja yang sudah menjadi teman baiknya sejak masuk SMA.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau berjalan sendirian seperti itu? Kau dari mana? Oh, jangan bilang kau jalan kaki kesekolah?”, tanya Jonghyun berkali-kali. Jinki hanya berdecak mendengar pertanyaan bertubi-tubi Jonghyun, namja itu tidak berubah.

“Hei kau ini wartawan atau apa? Aku hanya ingin menikmati udara pagi, enggan menggunakan bis kesekolah, aku sengaja jalan kaki supaya sehat.”, tentu saja, Jinki tidak akan cerita kebiasaan ia setiap hari, salah jika berpikir bahwa Jonghyun tahu kondisi Jinki selama ini. Jinki menutup rapat semua rahasia ia memiliki adik bisu, Umma yang sering memukulnya, dirinya yang menjadi pekerja paruh waktu, dan perasaan lelahnya.

“Kau orang yang aneh … kalau kau sehat, kau akan punya badan seperti ku, tidak kurus seperti sekarang …”, ledek Jonghyun melirik ke arahnya, Jinki hanya tertawa, ya, Jonghyun meski tidak lebih tinggi darinya tapi ia memiliki tubuh yang atletis. Katakan saja Jinki sedikit iri padanya, Jonghyun anak orang berkecukupan, pintar bermain music, semua orang suka padanya, bahkan tidak sedikit orang yang iri pada Jinki karena ia bisa berteman dekat dengan Jonghyun.

“Oh, Jinki…”

“Hm?”, Jinki menjawab enggan karena ia merasa kantuk menyerangnya.

“Kibum—“

“Aku tidak mau dengar lagi Jjong …”

Jonghyun mencibir dan menarik nafasnya, “Aku juga tidak mau dengar lagi rengekan Kibum, Jinki … God, please, sekali saja kau berikan kesempatan untuknya …”,

Jinki berdecak, “Kesempatan apa?”

Jonghyun mendengus, “Seperti kau tidak tahu saja, anak itu sudah cinta mati padamu, tapi kau dengan cueknya mengacuhkannya begitu saja … God, are u blind Lee Jinki? He is so damn sexy,. Pretty, don’t forget he is really awesome with dancing, and humble one. Kau tidak tertarik dengan namja seperti itu?”,

“Erm .. yang kudengar kau sangat mengaguminya. Kalau begitu aku berikan kesempatanku padamu saja untuk mendekatinya …”, kekeh Jinki, Jonghyun berdecak.

“No way …”

“Wae?”, Jinki terkekeh dan melepas seatbeltnya karena mereka sudah sampi diparkiran sekolah.

“Im his hyung pabo!”,

Jinki tertawa kemudian keluar dari mobil sebelum mengatakan, “Tapi kau lebih terlihat seperti inces relationship jika bersamanya.”, sebelum bilang ‘terima kasih’ pada Jonghyun, Jinki melesat masuk kedalam sekolah. Meninggalkan Jonghyun yang menggerutu dibelakangnya.

^~^

Jinki membuka pintu kelasnya dan langsung duduk di tempat biasanya, baris paling depan disisi kiri kelas didekat jendela. Sebelum sebuah tas paper bag mendarat di atas mejanya, tepat ketika Jinki ingin mengeluarkan buku dari dalam tasnya.

Ia mendongak dan menangkap sesosok namja berkulit putih bersih dengan mata feline cat eyes yang menatapnya lekat.

“Pagi Hyung … aku bawakan sandwich untuk sarapan.”, ucapnya tersenyum dengan wajah memerah. Jinki menarik nafas, sudah sering sekali namja ini datang pagi-pagi dan menaruh makanan yang ia buat sendiri untuk Jinki.

“Ini—“

“Hanya sebuah sandwich … aku tidak mau dengar kau mengatakan padaku bahwa aku tidak usah repot-repot.”, ucap namja itu tersenyum lagi, lesung pipi yang tidak begitu dalam terlihat di pipi manisnya. Jinki menatap paper bag didepannya sesaat dan mengangguk.

“Gomawo Kibum …”, ia mendongak dan tersenyum sedikit, entah Jinki melalukan kesalahan dalam bicara atau apa, Kibum terlihat seperti ingin menangis dan menangguk kemudian pergi dengan riang.

Jinki berdecak menatap sosok itu pergi, ia tidak tahu kenapa namja itu tidak berhenti mendekatinya, membuatnya sedikit tidak nyaman, karena setiap Kibum mendekatinya pasti banyak pasang mata tidak suka dan iri. Karena semua perhatian yang Kibum berikan pada Jinki sangatlah banyak. Membawakan sarapan hasil buatan sendiri, belum terhitung makan siang, syal yang hangat yang dirajut sendiri dan diberikan pada musim dingin, hadiah ulang tahun yang entah dari mana Kibum tahu hari ulang tahunnya. Sudah satu tahun mereka bertemu dan bisa di bilang ‘teman’, bukan Jinki tidak mau menyadari bahwa semua perhatian Kibum adalah harapan lain bahwa ia akan membalas perasaan Kibum.

Sikapnya itu juga membuat beberapa fans berat Kibum geram, karena Jinki seperti mempermainkan perasaan Kibum, layaknya layangan yang ditarik dan diulur. Salah, Jinki tidak pernah melakukan itu, Jinki tidak pernah mendekati Kibum terlebih dahulu, Jinki sering menolak kebaikan Kibum, bahkan Jinki sudah pernah dengan jelas mengatakan bahwa ia tidak bisa menjalin hubungan dengan Kibum yang membuat namja itu menangis didepan semua siswa. Kemudian membuat Jinki dibenci selama 1 minggu oleh fans berat Kibum, menjadikannya pusat bully dengan hal-hal konyol, mencoret-coret meja Jinki dengan tulisan ‘mati saja kau’ ‘kau tidak berhak atas Kibum, Jerk!’ ‘Bastard’ dan ‘I still wait you’ , itu yang terakhir adalah dari Kibum.

Setelah menerima surat ancaman di loker, dimeja yang dicoret-coret, dan bahkan sebuah pukulan di wajah karena salah satu dari fans yang geram padanya berhenti. Kibum melanjutkan aksinya untuk menarik hati Jinki menjadi miliknya.

Teserah kau mau berapa lama membuatku menjauh darimu, aku tidak akan menyerah, karena aku menyukai kau, hanya menyukai Lee Jinki.

Jinki sangat kasihan pada Kibum, sungguh sangat minta maaf …

Tapi, baginya saat ini, tidak ada yang lebih penting dari bagaimana untuk caranya tetap berprestasi ditahun terakhirnya dan mendapatkan beasiswa ke universitas, bagaimana menyempatkan diri bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan ia dan Taemin. Tidak ada waktu baginya menjalin hubungan, bahkan untuk menyempatkan dirinya mengerjakan tugas sekolah saja ia susah.

Kibum akan berhenti mengejarnya jika ia suatu saat menyadari bahwa tidak ada yang bisa diharapkan dari seorang Lee Jinki.

Kibum akan berhenti jika ia suatu saat menemukan seseorang yang mungkin bisa menerima hatinya dan menjaganya.

Tapi mungkin bukan Jinki, itu yang ada dipikirannya …

^~^

Jinki menyusuri trotoar yang sama dengan langkah cepat menuju sekolah Taemin, ia sudah telat 30 menit dari waktu yang ia janjikan pada Luna untuk menjemput Taemin dari sekolah. Semua dikarenakan ia harus menghadap keruang guru tentang niatnya mengambil beasiswa. Secarik kertas diberikan padanya, dikatakan bahwa ia butuh ijin dari orang tua atas kesediaannya menjadikan anaknya salah satu yang berhak menerima beasiswa. Apakah Ummanya akan menandatangani surat itu? Atau malah menyobeknya?

Jinki sampai pada gerbang sekolah Taemin dan mendapati Luna berdiri dengan orang tua serta murid lain digerbang sekolah.

“Luna noona …”, panggilnya, Luna menoleh dan tersenyum. “Mianhe, aku ada urusan sepulang sekolah, maaf membuatmu menunggu lama, dimana Taemin?”, tanyanya.

Luna menggeleng dan menunjuk kearah taman, “Tidak apa, Taemin juga tidak nakal, dia sangat penurut …”, JInki tersenyum, “Erm … Jinki?”

“Ya?”

Ia melihat Luna menatapnya malu-malu, ia menunggu apa yang akan dikatakan Luna sebelum sebuah suara mengejutkannya.

“Jinki Hyung!”,

Jinki terkejut mendapati Kibum berdiri disampingnya dan merangkul lengannya, Luna yang ada didepannya terkejut melihat kehadiran sosok tidak dikenal dan bergelayut manja di lengan Jinki, diikuti dengan lirikan sinis padanya.

“K-kibum? Apa yang kau lakukan disini?”, tanya Jinki terkejut.

Kibum menoleh pada Jinki dan tersenyum, “Aku mengikutimu, kau tidak pernah mau pulang bersamaku, Jjong bilang rumah kita satu arah, jadi kupikir kenapa tidak kita pulang bersama?”, ucapnya.

“Tapi …”

“Oh, yaampun! Siapa ini? Aaah~~ kyeoptaaangg~~”, Kibum melepas lengan Jinki dan berjongkok dihadapan namja kecil yang berdiri di sisi kaki Luna, namja kecil itu berusaha menjauh darinya. Jinki yang melihat itu tertegun, jantungnya berdebar kencang, Kibum akan tahu siapa anak kecil itu, Kibum akan tahu hubungan mereka, akhirnya Kibum juga akan tahu siapa sebenarnya ia selama ini.

“Namanya Taemin, dia tidak bisa bicara, dia bisu …”, jelas Luna pada Kibum, Kibum menatap Luna terkejut dan menatap Taemin lagi dengan lembut.

Apa kau mengerti bahasaku?

Jinki terkejut ketika ia melihat apa yang dilakukan Kibum, namja itu menggunakan bahasa isyarat dengan tangannya, bahkan Luna pun terkejut melihatnya.

“Kau .. bisa bahasa isyarat?”, tanya Luna pada Kibum, Kibum mendongak dan tersenyum.

“Apa dia bisa bahasa isyarat?”, tunjuk Kibum pada Taemin, Luna mengangguk.

“Ya, dia bisa membaca gerak bibir dan juga bahasa isyarat, dia anak yang pintar.”

“Lalu kenapa ia tidak mau menjawa pertanyaanku?”, Kibum mencibir sedih. Luna tersenyum dan mendorong tubuh Taemin semakin maju, ia menepuk pundak Taemin dan berbicara dengannya.

Perkenalkan, namaku Kim Kibum, kau bisa panggil aku Kibum Hyung. Berapa umurmu? (* an: setiap tulisan bold, ini menggunakan bahasa isyarat)

Kibum menunggu, Jinki juga menunggu, Taemin menatap Kibum dengan malu-malu sebelum menggerakan jari jemarinya dengan malu.

Umurku 5 tahun, salam kenal …

“Aaaah … lucunyaaa …”, Kibum maju lebih dekat, Taemin memundurkan langkahnya terkejut. Sebelum ia melesat kearah Jinki dan memeluk kaki Jinki, menyembunyikan wajahnya disana. Kibum terkejut dan menatap Jinki bingung.

Kibum berdiri dan menatap Luna dan Jinki bergantian, alisnya berkerut berusaha mengerti kondisi saat ini dihadapannya.

“Kibum—“

“Kau, kalian berdua, dan anak ini …”, Kibum terbata-bata,”Kalian bukan suami istri kan?”, pekiknya, Jinki terbelalak, “Jinki?! Jadi itu alasannya kenapa kau tidak mau menerima perasaanku? Jadi karena kau sudah punya anak?”

“Kibum…”

“Tunggu, kalau dia berumur 5 tahun, berarti kau dengan dia …”

“Kibum aku…”

“Yah, noona! Berapa umurmu? Jinki, kau punya anak saat umurmu … oh my god, 14tahun?”, pekiknya menarik rambutnya sendiri.

“KIBUM!”,

Kibum berhenti seketika dan menatap Jinki terkejut, selama ini Jinki tidak pernah membentaknya. Bahkan meski ia sudah membuat Jinki bosan dengan segala tingkah lakunya, seberapa menganggunya ia berada di dekat Jinki. Kibum menunduk dan menarik nafas, mengetahui bahwa Jinki sudah punya anak kemudian membentaknya membuat perasaannya kacau.

“Mianhe Jinki Hyung … aku akan pergi dan tidak akan mengganggumu lagi …” ucap Kibum pelan.

“Taemin ini adikku …”

Kibum langkahnya terhenti dan menoleh dengan cepat, Jinki takut dengan cepatnya ia menoleh itu membuat leher Kibum cidera. “A-apa?”, tanya Kibum bodoh. Jinki mungkin ingin tertawa melihat wajah Kibum yang selalu berusaha elegan menjadi terlihat bodoh.

“Lee Taemin, dia adikku …”, ucap Jinki lagi menunjuk Taemin kemudian menunjuk dirinya. Kalau Jinki tidak mengenal Kibum, mungkin ia akan terkejut dengan perubahan sikap Kibum yang drastic, karena beberapa detik yang lalu ia terlihat lesu dan sedih namun ketika mendengar Taemin adalah adiknya wajahnya berubah seketika jadi senang dan mulai menggoda Taemin lagi.

^~^

Entah apa yang membuat Jinki setuju untuk menghabiskan waktunya dengan Kibum disebuah kedai es krim, meski ia sudah memberikan alasan bahwa ia harus segera pulang karena ada hal yang harus ia kerjakan. Namun ketika Kibum mengatakan bahwa ia akan traktir es krim pada Taemin, Taemin langsung senang dan menatap Kibum layakanya malaikat turun dari langit. Namja kecil itu langsung bermanja dan akrab dengan Kibum dengan mudah, oh, Taemin, apa harga dirimu semurah itu hanya sebuah es krim?

Dengan alasan tidak bisa meninggalkan adiknya, ditambah dengan tatapan puppy eyes dari Taemin plus Kibum yang entah belajar dari mana Kibum menatapnya begitu. Mereka bertiga duduk di dalam sebuah kedai es krim menikmati es krim yang dibayar oleh Kibum sendiri. Ia mengirim pesan pada bos di café nya untuk ijin tidak masuk kerja karena keperluan mendadak, ia harap bos nya bisa mengerti.

“Adikmu sangat manis, kenapa selama ini aku tidak tahu kau punya adik semanis ini?”, Kibum mengelus kepala Taemin yang duduk disampingnya, dalam dia menikmati es krim nya, sesekali Kibum mengelap ujung bibir Taemin, tangan, atau mencegah tetesan es krim mengotori bajunya.

Jinki tidak menjawab dan hanya tersenyum. Kibum mendongak dan menatap Kibum lekat. Jinki yang ditatap seperti itu akhirnya mendongak dan menatap Kibum bingung.

“Apa?”, tanya Jinki

“Kau tidak pernah mengatakannya apa karena kau malu memiliki adik bisu?”, tanya Kibum telak. Jinki terkejut dan menatap Kibum sejenak sebelum menundukkan kepalanya, es krim didepannya terlihat lebih menarik.

“Tidak … aku tidak pernah berpikir begitu…”, ucap Jinki tersenyum menatap Taemin, Taemin melihat ke arahnya dengan wajah datar. “Aku sangat menyayanginya …”,

Kibum tersenyum, “Sejak kapan ia tidak bisa bicara?”, tanya Kibum menatap Taemin dengan sangat lembut.

“Sejak umurnya 2 tahun, saat itu ia terserang demam sangat tinggi, kemudian ia tidak bisa bicara.”, ucap Jinki, jika ia mengingat saat itu rasanya ia ingin menangis, namun tidak didepan Kibum, karena semenjak itulah semua berubah. Kehidupannya berubah, Ummanya berubah, dan Taemin berubah menjadi seperti sekarang.

Jinki terkejut ketika ia rasakan tangan Kibum menggenggam tangannya. Ia mendongak menatap Kibum yang menghindari tatapannya dan memilih menatap Taemin, namun ia bisa melihat wajah Kibum yang memerah.

“Memang sulit menghadapi hal ini, kau harus banyak bersabar, tapi jika kau butuh bantuan, aku siap membantumu …”, Kibum menoleh dan tersenyum menatap genggaman tangannya di tangan Jinki, masih enggan menatap Jinki. Jinki sangat tersentuh dengan semua kebaikan Kibum, ia merasa apakah masih pantas ia menerima hati sebaik Kibum? Jinki tidak memiliki apa-apa untuk membahagiakan Kibum. Namun sungguh, ia ingin sekali ada seseorang yang bisa mengerti posisinya.

“Aku rasa aku butuh bantuanmu untuk belajar bahasa isyarat …”, decak Jinki, Kibum tersenyum, “Terkdang sulit bagi Taemin mengerti bahasa bibirku …”,

“Dengan senang hati …”, ucap Kibum tersenyum lebih lebar, Jinki berdecak dan melanjutkan makan es krimnya tanpa menarik tangannya dari tangan Kibum yang juga tidak mau menangkat  tangannya dari Jinki.

“Kau yakin bisa pulang sendiri?”, tanya Jinki mengantarkan Kibum didepan halte bis, Kibum hanya tersenyum dan menangguk. Ia sibuk bermain bersama Taemin, namja itu membelikan Taemin sebuah robot gundam yang bisa di bongkar pasang menjadi bentuk mobil dan robot.

“Bis nya datang …”, seru Jinki, Kibum mendongak dan menarik nafas sedih harus berpisah dengan Taemin –adik barunya, yang ia katakana begitu pada Jinki –dan juga pada Jinki tentunya, meski ia besok akan bertemu disekolah lagi.

Kibum mencolek pundak Taemin menarik perhatiannya.

Hyung harus pulang, jadilah anak yang baik dan patuhi kata Jinki Hyung, besok kita main lagi …

Taemin menangguk dan membalas isyarat Kibum.

Janji? Makan es krim lagi?

Kibum terkekeh dan mencium pipi Taemin kemudian mengelus rambutnya sayang.

Janji … jika kau jadi anak penurut, maka Hyung akan lakukan apa saja yang kau mau.

Jinki hanya menatap tidak mengerti pembicaraan mereka, ada sedikit cemburu yang terlintas, karena ia tidak bisa berkomunikasi dengan Taemin semudah itu tanpa mengalami kesulitas karena Taemin sulit mencerna ucapan bibirnya.

Kibum menggendong Taemin dan menyerahkannya pada Jinki, sebelum mencium pipi Taemin lagi dan menatap Jinki tersenyum.

“Sampai besok Hyung?”, ucapnya, “Aku senang hari ini kau mau menerima tawaranku makan es krim, boleh besok aku bertemu Taemin lagi?”, tanya Kibum padanya.

Jinki sempat khawatir, ia takut jika semakin sering Kibum bersamanya maka Kibum akan tahu rahasianya, namun tatapan tulus mata Kibum, sikap lembut Kibum pada Taemin, serta wajah Taemin yang tidak pernah ia lihat sebelumnya membuatnya sulit berkata tidak. Bahkan wajah Taemin yang selalu tidak terlihat ada emosi disana terbesit sinar bahagia berada disekitar Kibum.

“Baiklah …”, ucap Jinki akhirnya.

Kibum tersenyum senang namun sebelum ia bisa naik kedalam bis, Kibum berbalik dan dengan cepat mencium pipi kiri Jinki sebelum melesat masuk kedalam bis. Jinki masih takjub dengan apa yang baru saja ia rasakan, bibir Kibum yang lembut menyentuh pipinya, serta wajah memerah di wajah Kibum yang terlihat dari balik kaca bis, namja itu enggan menatap Jinki karena apa yang baru saja ia lakukan.

Jinki tersenyum dan menarik nafas, “Kajja kita pulang …”, ucap Jinki pada Taemin yang sibuk memainkan robot ditangannya. Ia benci untuk pulang ke rumah, ia benci suasana rumah, ia benci ketika ia pulang ia tahu bahwa ia akan menerima makian serta pukulan dari Ummanya. Namun semua itu tidak masalah, karena sepertinya malam itu ada perasaan hangat menyelimuti hatinya, apa semua karena Kibum? Mungkin … ia masih belum mau mengakuinya.

CUT !!!

Annyeong yeorobun~^^ long time no see neh~?
Apa kabar semuanya? sehat? kekekek~ yey, finally bisa nulis FF lagi, menungguku kah? hehehe~ bersyukur akhirnya kewajiban ku selesai juga, meski masih ada beberapa yang harus diurus sih. Doain aja semoga lancar, dan semoga FF yang  lain bisa sempet dilanjut ^^~
Terima kasih semuanya yang udah dukung dan doa nya selama ini, terima kasih yang masih setia kunjungin WP ini meski PW sms nya suka gak dibalis*ditimpuk*

Special Thanks to:
1. Yua eonni, Kei eonni, vienasoma -yang selama ini jadi teman hidup ku*asik* makasih Yua & Kei eonni masih mengisi kekosongan di WP ini.
2. Suunders -thank you so damn much! masih banyak yang dateng sekedar baca ulang atau baca FF baru
3. Shawol -makasih shawol indonesia (yang udah kenal dekat / belum dekat) makasih dukungan dan doanya selama ini …
4. Sesepuh Shawol atau senior” penulis FF lainnya terima kasih banyak ^^

I MISS YOU GUYS … SO, PLEASE …
LEAVE COMMENTS AND LIKE!
IM OUT!

ANNYEONGGGG~~~^^

6a2bcda7gw1dzuq6gjvfkg

69 thoughts on “[Onkey] LOVING YOU – Chap 1

  1. Sedih baca kisah lee’s brother ini..
    Kasian jinki, musti kerja keras buat hidup..
    Susah nih onkey bersatu, jinki waktu’a habis buat kerja..
    Karna judul’a familiar aku kira ff yg ud prnah aku baca, tp trnyata bukan,,😄

  2. sampe nangis sendiri bacanya…
    kasihan melihat hidupnya jinki sama taemin, aku bisa mengerti kenapa awalnya jinki menolak kebaikan kibum… dia tdk punya waktu untuk memikirkan kibum, tidurnya aja cuma 2 jam sehari
    sabar ya jinki… jalan khidup itu bisa berubah kok, tergantung author yang nulis ceritanya
    hehehehehe….

  3. Ya ampun kehidupan jinki parah bangetttttt..
    kasian.. tetem juga.. ya ampun..
    key suka banget sama jinki ya..
    dia juga cepat dekat sama taemin..

  4. Pingback: Loving You « JINKIBUM Fanfiction Paradise

  5. Kasian jinkiiiii
    Uwahhh taemin nya pasti lucu bgttt biarpun bisu
    Cocok bgt sama kibum si taemin
    Keliatan kibum sayang sama taemin<3
    Udahlah jinki, terima kibum aja wkwk
    Lanjut ya thorr

  6. nyesek banget lihat Jinki harus menanggung semuanya,sekolah sambil bekerja,bahkan waktu buat tidur cuma 2jam dalam sehari…

    Author…
    masih blm jelas bagaimana buat dapetin pw.
    aku baru d wp ini.
    minta pw oneshot OnKey RabbitFox

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s