[Minkey-Jongkey] DREAM BOY – Chap 1


tumblr_m1dbnmXdTS1qcl8qx

Characters:
Kim Kibum (18 yo); Lee Jinki (19 yo); Lee Taemin (16 yo); Choi Minho (21 yo); Kim Jonghyun (22 yo)
Genre: AU, yaoi, romance, drama, schoollife, sliceoflife, friendship
Rate : PG 13 – till protect
Word Count : chap 1 (4.251 words)
WARNED: THIS IS REALLY YAOI (BOYxBOY) / (NAMJAxNAMJA) COUPLE! Anggap dalam semua cerita ini hubungan sejenis (yaoi) memang bisa terjadi, laki-laki bisa menikah, bisa mempunyai anak (baik itu mengadopsi / mpreg)! Kalian harus menerima resiko dari KETIDAK MASUK AKALAN dalam cerita ini, kalian harus tahu resiko dari YAOI. So dont be rude! if you dont like it PLEASE LEAVE! I warned you!
Summary:
Kibum (yang sering dipanggil Key) tidak bisa berhenti memikirkan bahwa suatu saat ia akan menemukan namja idamannya. Kapan ia dapat bertemu dengan si Dia (namja impiannya)? Kemudian ketika ia bertemu dengan seorang namja tampan dan keren, ditambah sudah duduk di bangku universitas. Kibum merasa bahwa Takdir mempertemukan mereka berdua. Kibum terbuai dengan pesona namja itu, bahkan ia percaya ketika namja itu mengatakan bahwa mereka itu ‘cocok’!. Namun, tidak menurut Taemin dan Jinki yang merupakan sahabat mereka. Kibum banyak berubah, Kibum melupakan kedua sahabatanya, Kibum mulai tidak perduli dengan Ummanya, ditambah Kibum lupa dengan kedua anjing kesayangannya Commedes dan Garcoons. Lalu, ini cinta atau sebuah kegilaan?

Chap 1 – Love Cant Be Rushed

Kibum mengetuk-ngetukan pensilnya perlahan di atas kertas kosong yang tidak ada tulisan apapun disana, ia tidak mencatat satu kata pun yang dikatakan oleh Mrs.Park didepan kelas. Siang itu, Mrs.Park, seorang guru bahasa Inggris sedang menjelaskan membahas benda yang memiliki kata majemuk, kemudian bagaimana cara menggunakannya dalam memperkaya tulisan dan percakapan sehari-hari. Kibum bukanlah salah satu anak bodoh dikelas yang tidak paham akan hal itu, nilai bahasa Inggrisnya selalu A+, jika sedang tidak beruntung maka B+ minimal yang ia dapat.

Kali itu mereka ditugaskan untuk membuat sebuah essay yang membandingkan antara karya sastra –novel, dongeng, drama film, puisi, atau cerpen, dengan gaya kontemporer berupa film dan lagu. Bagi Kibum yang tidak terlalu pandai dalam menulis itu cukup membuatnya resah. Namun, karena ia tidak betah mendengar celotehan melengking Mrs.Park dan semua penjelasan dipapan tulis yang lebih terlihat seperti cacing tanah itu ia memilih untuk tidak perduli.

Ia layangkan pandangannya keluar kelas, terlihat dilapangan sekolahnya itu beberapa siswa berlari kesana kemari mengejar bola. Pemandangan seperti itu sudah setiap hari dilihatnya, sekolah yang isinya namja semua, sudah pasti Kibum akan melihat kegiatan yang berhubungan dengan olahraga, basket, baseball, sepak bola, volly, semuanya berbau bola dan keringat. Jangan menduga bahwa ia tidak suka berkeringat, ia hanya tidak suka dan memang tidak bisa bermain bola –apapun itu, oleh karena itu ia memilih ambil kelas dance, meski lebih terlihat flamboyan dan feminim –katanya, namun setidaknya ia sudah cukup membuat sekolahnya bangga karena 2 kali ia menang lomba peringkat Nasional.

Namun kali ini yang menarik dari segerombolan, sekawanan, sekumpulan, sekelompok namja yang sedang berlari kesana kemari itu mengejar satu bola. Pikiran Kibum melayang jauh, dari sekian banyak namja itu manakah Dia? Dia –namja yang akan menjadi salah satu bagian hidupnya, ia cintai, lalu namja itu mencintainya?

Kibum menarik nafas, menunduk memandangi gambaran yang ada dikertasnya, ia menggambar lambang LOVE besar sekali. Pada sisi kanan love itu ia tuliskan namanya, namun pada sisi satunya masih ia kosongkan. Siapa kira-kira yang akan ia isi disana?

Kemudian Kibum berpikir lagi, apa yang sedang dilakukan Dia? Apa hobi nya? Apa ia pandai bermain sepakbola dan olahraga bola lainnya? Oh, No, shiro, Kibum tidak suka dengan namja sporty yang gemar olahraga atau atlet! A big No!. Mungkin juga Dia sedang duduk di sebuah tempat memikirkan hal yang sama dengannya, mengira-ngira siapa pasangan hidupnya?. Namun ia berpikir ia tidak suka jika Dia malah sedang menjalin hubungan dengan orang lain, tidak, Kibum tidak suka membayangkan hal itu, karena itu akan menghambat pertemuannya dengan si Dia.

“Kata benda majemuk modern juga bisa sangat kreatif”, jelas Mrs.Park, hanya itu samar-samar yang Kibum dengar. Namun pikirannya melayang kesana kemari, pikiran lain mampir dibenaknya Bagaiman jika aku tidak pernah bertemu dengan Dia? .

Menjadi pertimbangan adalah apakah mereka akan cocok selamanya, menjadi pertimbangan adalah kondisi ia sekarang dengan keluarga broken home. Kedua orang tuanya bersama selama 10 tahun namun kemudian menyadari bahwa mereka tidak ditakdirkan untuk selalu bersama, ada sebuah kesalahan dalam hubungan mereka kemudian memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Membuat Ummanya sampai saat ini hidup dengan hanya mempunyai Kibum, tidak ada namja lain yang menikah dengannya. Kemudian pertimbangan lain adalah seorang ahjushi di depan rumahnya, ia sudah berumur 43 tahun namun sampai saat ini belum memiliki pasangan hidup.

Kibum semakin panik, ia tidak bisa bayangkan bahwa ia akan hidup sampai umur 40 tahunan, hidup sendirian bersama 2 anjing kesayangannya Commedes dan Garcoons karena tidak bisa bertemu dengan namja impiannya. Kemudian menghabiskan setiap hari ulang tahun dengan menyalakan lilin di atas kue tart, bernyanyi lagu selamat ulang tahun sendirian ditemani kedua anjing prancis nya, lalu meniup lilin dengan air mata menetes di pipinya …

“Kibum! Kim Kibum!”

Kibum mendongak mendengar panggilan melengking tertuju padanya. Sontak ia berdiri dan memandang kedepan kelas, dimana Mrs.Park dibalik kacamata berbentuk batman nya itu memandangnya sinis.

“N-neh?”, tanyanya terbata. Semua pasang mata teman sekelasnya menatapnya. Seorang Kim Kibum yang selalu berprestasi dikelas dalam mata pelajaran bahasa Inggris kali ini kena teguran.

“Saya bisa minta perhatian anda Mr.Kim?”, tanya Mrs.Park bersidekap. Kibum memutuskan hanya mengangguk dan tidak berkata apapun.

“Kalau begitu, mungkin anda  bisa berbaik hati memberikan contoh tentang kata beda majemuk kreatif untuk teman-teman sekelas anda?”, katanya tersenyum –lebih terlihat layaknya Joker musuh sang batman.

“Kata … majemuk kreatif?”, tanya Kibum dari ulang. Semua teman-temannya menatapnya menunggu, Kibum menelan air liurnya. Berpikir … kau bisa Kibum …

“Iya, majemuk kreatif. Saya tahu anda cukup kreatif dalam membuat kalimat dengan bahasa Inggris. Silahkan anda berikan contoh?”,

Kibum melirik lagi keluar jendela memperhatikan bahwa namja-namja diluar sana sudah mulai selesai.

“Mungkin setelah anda menghabiskan waktu anda melihat keluar sedari tadi, anda bisa mendeskripsikannya?”,

Kibum mungkin anak terpandai dikelasnya, namun sekali lagi, jika ia tidak beruntung maka akan ada nilai B+ kali itu … atau lebih buruk ketika ia jawab. “A possibility of boys –sekelompok calon kekasih.”

Kali ini ia benar tidak beruntung karena seluruh kelas termasuk Mrs.Park tertawa kencang mendengar jawaban anak terpandai dikelas saat itu.

^0^

“Kenapa tidak sekalian saja kau menjawab, ‘A possibility of young manhood –sekelompok calon pria dewasa di luar sana?”, ledek Jinki, sahabatnya, yang baru saja ia ceritakan tentang peristiwanya dikelas siang itu.

“Kau kenapa Hyung, tidak biasanya kau melamun dikelas –Bahasa Inggris, kemudian kau menjawab pertanyaan yang sebenarnya bisa kau jawab saat kau kelas 5 SD?”, tanya Taemin kali itu menambahkan.

Kibum mendengus sambil terus menyeruput ice chocoforestnya di café sore itu. “Ada hal yang menggangguku …”, lirihnya.

Taemin dan Jinki kedua sahabatnya itu bertatapan bergantian, kemudian menatap Kibum menunggu namja cantik didepannya itu mulai bercerita. Kemudian setelah lumayan lama mereka paham kenapa temanya yang cerdas itu menjadi aneh.

“Jadi kau sedang bingung kenapa sampai saat ini kau tidak menemukan orang yang akan menjadi kekasihmu?”, tanya Jinki tertawa, baginya ini adalah hal terlucu dari Kibum, selama ini Kibum hanya berpikir bagaimana caranya ia mendapat tambahan uang jajan untuk membeli sepatu, baju, tas, atau barang baru untuk keperluan fashionnya. Kemudian bagaimana caranya ia mendapatkan diskon besar setiap membeli sesuatu.

“Terus saja kau tertawa Jinki.”, ketus Kibum. Jinki hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya. Sepertinya masalah Kibum tentang namja idaman sangat serius.

“Kau bisa berpacaran dengan ku Hyung kalau kau mau …”, ucap Taemin menyengir lebar, Kibum menatap namja lebih muda 2 tahun didepannya itu dengan tersenyum miris.

“Terima kasih Taemin, tapi aku tidak bisa, karena kau sudah kuanggap anakku sendiri …”

“Kalau begitu kan masih ada aku, aku siap menjadi pasanganmu jika kau masih menjadi bujang tua nantinya …”, Jinki merangkul pundak Kibum yang kemudian di tepisnya. “Lagipula Kibum ah, kenapa sekarang kau berpikir Romeo dan Julliet itu masuk akal?”

“Iya Hyung, bukankah kau dulu mengatakan bahwa kisah cinta Romeo dan Julliet itu konyol? Apa dulu kau bilang? Ngg —“

“Key bilang bahwa tidak ada sejarahnya orang jatuh cinta karena ada peringatan ‘jangan kau dekati dia, karena dia bukan untukmu, kasta kita berbeda’, kemudian saat sang romeo dan julliet saling bertemu pandang mereka jatuh cinta itu konyol!”, tambah Jinki.

“Iya.”, angguk Taemin, “Kemudian bukankah kau selama ini bilang kalau yang namanya jatuh cinta itu harus dengan orang yang kau kenal? Kalau mau jatuh cinta , ya tentu dengan yang kau kenal, ya kan, Hyung?”, tanya Taemin pada Jinki yang kemudian mengangguk.

Kibum menatap kedua sahabatnya itu sinis, memakan kentang goreng didepannya dengan kesal. “Memang seperti itu kerja cinta Romeo dan Julliet, cinta pada pandangan pertama.”

Jinki dan Taemin tertawa bersama, membuat isi café menoleh pada mereka bertiga. “Yaampun Kibum … kalau begitu kenapa kau tidak pacaran dengan Commedes atau Garcons? Kau langsung cinta pada mereka begitu kau membeli mereka, yak an?”, ledek Jinki.

Kibum kesal sekali, teman-temannya sama sekali tidak membantu. Terlebih ketika mereka memanggil Kibum dengan nama Kibum, bukannya ia benci dengan nama itu, itu terdengar tidak simple, entah nama Key itu keren, karena Key itu adalah kunci, kunci adalah sebuah arti pemecahan masalah, jadi aku harap aku bisa memecahkan masalah apapun, termasuk masalahku sendiri.

“Ah, aku harus pergi, aku ada janji dengan Kyuhyun Hyung untuk aransemen lagu ballad terbaru kami.”, ucap Jinki menyeruput Americano nya dan beranjak berdiri.

“Kau sendiri membuat lagu ballad tentang cinta, pengharapan, sakit hati, cinta sepihak, kau lebih parah dariku, Jinki ah~.”, ucap Kibum kesal.

Jinki hanya tertawa, “Jangan kau samakan seni dengan filosofi hidup Kibum ah~.”, elak Jinki. “Baiklah, aku pergi duluan, kita bertemu di rumah Taemin jam 7 nanti malam, mala mini jadwal weekand bersama kita kan? Annyeong …”

Sebelum Kibum bisa berkata apa-apa lagi Jinki sudah melesat pergi.

^0^

“Kemungkinan kau bertemu dengan Dia itu bisa dimana-mana Hyung …”, ucap Taemin ketika mereka berjalan menelusuri lorong supermarket sambil mendorong troli, sore itu mereka memutuskan untuk membeli cemilan dan beberapa kaleng soda untuk pesta malam yang mereka rencanakan.

“Misalnya, bisa saja saat nanti saat kita ingin bayar belanjaan dikasir ternyata ada orang menyerobot antrian, kau bertengkar dengannya namun kalian malah saling pandang dan Yak! Ada getaran, cocok, itu mungkin Dia.”

“Kalau yang menyerobot itu nenek-nenek?”, tanya Kibum menggeleng.

Taemin menyengir, “Oke, misalnya saat kau ingin mengambil sebuah daging yang tersisa tinggal satu bungkus, ternyata ada namja lain yang mengambilnya, kalian bertemu pandang lalu kalian tertarik satu sama lain dan—“

“Taemin.”, ucap Kibum menghentikan ocehan tidak masuk akal magnaenya itu. “Supermarket, dipisah menjadi SUPER dan MARKET, tidak ada kemungkinan bahwa daging akan habis sebelum di restock kembali.”, ucapnya menggelengkan kepala. “AKu bahkan tidak bisa membayangkan hidup bersama orang yang bukan vegetarian.”, decak Kibum.

Taemin berdecak, “Kau konyol Hyung, kau harus bisa menerima siapa yang akan jadi jodohmu, meski ia makan batu sekalipun.” Kibum berdecak juga. “Lagi pula Hyung, bukankah kau juga pernah bilang hal sekecil itu tidak perlu diperdulikan? Semua itu tidak penting ketika kau benar-benar jatuh cinta kan?”,

Kibum berhenti dan menoleh kearah Taemin yang tersenyum polos padanya, Kibum menggeleng dan menyentil kening Taemin pelan. “Haish, kau sekarang sudah pintar bicara huh, Lee Taemin?”, omelnya. “Kau benar! Cinta mengalahkan segalanya!”, Kibum mendorong troli dengan sekuat tenaga dan berbelok ke lorong lain.

Sebelum sebuah suara berteriak dibalik lorong itu.

Kibum dan Taemin sontak terkejut, sebelum Kibum menyadari bahwa ia menahan nafasnya menatap sosok didepannya.

Ya disana, di balik lorong yang baru saja ia masuki, terimpit diantara kereta dorong dengan rak yang memajang tomat, berdiri seorang namja. Meski terlihat mustahil dan sama sekali di luar semua hokum probabilitas yang Kibum ketahui, Kibum perlahan bertanya-tanya apakah namja didepannya itu adalah Dia. Soalnya, namja didepannya itu bisa di bilang tidak terlalu tampan, tubuhnya bahkan tidak setinggi Kibum, mungkin pendek beberapa centimeter dari Kibum. Sama sekali bukan tipe Kibum. Namun namja itu bertubuh lumayan kekar atletis –dan itu juga bukan tipe Kibum, rambutnya bercat putih pucat yang kontras dengan warna kulitnya yang agak kuning langsat, meski tidak tinggi tapi ia terlihat sangat cool, kira-kira umurnya 18 tahun atau lebih tua dari Kibum. Namun satu yang Kibum suka, rahang namja itu terlihat tegas, wajahnya terlihat sangat manly. Kemudian anting kecil di telinganya membuatnya terlihat begitu cool, Kibum memang penggemar pearcing, namun karena masih sekolah ia tidak memakai anting kesekolah.

“Oh, ma-maafkan aku …”, seru Kibum, “Aku tidak bermaksud—“

“Ya! Kau mau membunuhku yah?”, meski bisa dibilang berteriak, namun suara namja itu terdengar merdu.

Biasanya Kibum akan marah jika ada orang yang membentaknya kembali ketika ia sudah mengatakan kata ‘maaf’. Namun berpikir bahwa kemungkinan bahwa itu mungkin jodohnya ia menahan emosinya. Semua terbayar ketika tatapan mereka bertemu, Kibum memang tidak bisa membaca sifat atau karakteristik hanya dari sekali pandang, namun Kibum cukup paham bahwa mata yang menatapnya itu memiliki jiwa. Ah … apa yah, seolah Kibum pernah melihat mata itu, dimana? Mungkin dikehidupan lalu?

“Tidak .. Mianhe ..”, ucap Kibum lagi membungkuk kecil. “Maksudku ini kecelakaan yang tidak disengaja…”. Ucap Kibum lagi.

Meski masih sedikit terlihat kaget, namja itu menyingkir dari balik troli Kibum dan tersenyum sinis. “Kusangka kecelakaan itu lazimnya terjadi di jalan tol, bukan di supermarket.”. ucapnya menarik trolinya sendiri. Kibum melihat ada setumpuk daging disana, daging? Oh No …

Sebelum Kibum berkata lagi namja itu berkata, “Kurasa seharusnya aku bersyukur kau hanya mendorong troli, bukan mengemudikan mobil.”, gerutu namja itu kemudian pergi.

Kibum mendengus dan menatap namja itu tidak percaya. “Taemin.”

“Hm?”

“Kurasa itu bukan Dia, ya kan?”,

“Positif bukan!”,

^0^

“Jinki, Mianhe, aku akan bertemu denganmu dan Taemin jam 7 nanti.”
Waeyo? Aku sudah bersama Taemin saat ini … nanti malam ia harus makan malam bersama keluarganya.
“Aduh Jinki, aku minta maaf, tapi saat ini aku sedang menjemput Umma …”
*sigh* Yasudah, kalau begitu kita berdua saja nanti malam, tapi kau janji datang! Aku tidak akan bantu—
“Iya … iya, kau bawel sekali, aku mengerti. Ah, Ummaku datang, nanti aku hubungi lagi. Annyeong! Sampaikan maaf ku pada Taeminnie.”

PIP

“Kau sudang menunggu lama? biarkan Umma yang menyetir.”, tanya Ummanya memasuki kursi penumpang, “Kau bicara di telpon dengan siapa?”

“Oh, itu Jinki, kami ada janji ingin mengerjakan tugas essay sama-sama nanti malam jam 7.”, ucap Kibum, Ummanya hanya mengangguk.

“Kau sudah makan? Bagaimana kalau kita mampir ke restoran China kesukaanmu?”, tanyanya, Kibum sangat mencintai Ummanya yang selalu perhatian dengan kegemarannya.

Ummanya mulai bercerita bahwa ia akan menjadi pendamping dari Mrs. Jung sebagai pengiring pengantin. Umma protes karena ia tidak seharusnya menjadi pengiring, orang yang gagal dalam pernikahan tidak pantas lakukan itu, meski akhirnya ia menerimanya karena ia tidak enak dengan Mrs.Jung yang merupakan sahabatnya dari dulu. Selain itu, Ummanya juga telah meminta Changmin ahjushi, sahabat ummanya untuk menemaninya. Ummanya pun bercerita bahwa Mrs.Jung menikah untuk yang ketiga kalinya dari pernikahannya yang gagal kedua kali sebelumnya. Menurutnya itu membuat uang dan waktu, tidak ada gunanya terus melakukan pernikahan dan pada akhirnya berpisah. Sungguh tidak ada gunanya.

“Memangnya bagaimana pertemuan Jung ahjuma dengan calon pengantinnya?”, tanya Kibum penasaran.

“Klise, tempat praktek dokter gigi Jung dijual, kemudian pemilik barunya adalah Junho yang membuka praktek di tempat yang sama. Mereka bertemu dan kemudian jatuh cinta.”

“Waw … benar-benar terdengar klise, itu cinta pada pandangan pertama …”, Kibum mengagumi hal itu.

“Bukan, itu cinta pada pandangan pada gigi graham dan gigi taring yang putih …” sindir Ummanya. “Umma lebih baik datang ke acara pemakaman dari pada pernikahan.”

Salah satu Kibum bingung apakah mereka benar-benar sedarah, Ummanya sangat sinis dan menyeramkan, Kibum paham itu mungkin karena trauma pernikahan Umma dan Appanya. Oleh karena itu Kibum tidak mau membantahnya, ia hanya cukup berada di sisi Ummanya dan mencintai Ummanya apa adanya.

“Mungkin saja Jung ahjuma ingin menemukan Mr.Right –nya Umma, makanya ia menikah sampai ketiga kalinya…”, ucap Kibum asal. Ummanya tertawa lumayan lepas.

“Ya Tuhan Kibum ah~ … kau bicara apa? Mr.Right? maksudnya jodoh begitu? Kalau sudah jodoh, tidak ada yang namanya perceraian, sesulit apapun sebuah hubungan akan di pertahankan atas nama cinta, bukan karena alesan untuk mencari yang lebih baik …” dan kemudian selingkuh, sama seperti yang Appanya lakukan pada Ummanya, Appanya yang membuat Ummanya menjadi cold hearted man seperti sekarang ini.

“Tetapi pasti ada yang namanya cinta sejati kan Umma?”, tanya Kibum, “Jangan katakana Umma tidak percaya akan cinta sejati!”,

“Cinta sejati apa? Kibum, meski ada orang yang hidup sampai mati bersama, pasti ada rasa jenuh diantara mereka, permasalahannya adalah bukan cinta sejati, tapi rasa menghargai untuk tetap mempertahankan kebersamaan untuk tidak melukai perasaan orang lain.”, meski begitu Kibum percaya ada cinta sejati.

“Cinta sejati itu yang membuat dunia berputar Umma …”, Kibum menjelaskannya cemberut, Ummanya terkekeh.

“Gaya sentripetal lah yang membuat dunia kita ini berputar.”, celetuk Ummanya, Kibum mendengus.

“Haish, Umma! Maksudnya kehidupan kita, bukan planet bumi” =.=” Kibum terkadang lelah berbicara dengan Ummanya.

“Kalau begitu uang! Uanglah yang menggerakan dunia, cinta jaman sekarang bisa dibeli dengan uang!”, celetuk Ummanya.

“Tidak, bukan begitu Umma … cinta itu—“

“Kibum ah, please.”, potong Ummanya. “Aku sudah terlalu tua untuk membahas tentang cinta sejati dan semacamnya.”,

“Tapi, bagaimana dengan Romeo dan Julliet? Roxanne dan Cyrano?”, Kibum berusaha menyebutkan kisah-kisah cinta abadi yang pernah ia baca.

“Bagaiman dengan Sid dan Nancy?”, tanya Ummanya, Kibum mengerutkan alis. Ia tidak pernah tahu ada tokoh itu sebelum Ummanya menambahkan bahwa Sid dan Nancy adalah pasangan punk paling terkenal di dunia. Sampai suatu hari, Nancy ditemukan sudah menjadi mayat dengan luka tusukan disekujur tubuhnya dan pisau yang digunakan untuk membunuhnya ditemukan ada pada Sid.

“Tapi ada—“

“Bagaimana dengan Pangeran Charles dan Putri Diana?”,  balas Ummanya cepat. Kibum cemberut, tidak ada habisnya berbicara dengan Ummanya yang memang sudah menganggap cinta itu sulit dipahami. Kibum hanya tahu bahwa Ummanya sama sekali tidak romantis, mau apa lagi, karena ia membesarkan Kibum selama 8 tahun sendirian banting tulang menjadi orang tua tunggal.

^0^

“Lupakan masakan China … bagaimana kalau kita coba restoran Prancis baru yang ada di Gamyeon deo? Apa itu namanya … Chez … apa?”,

Ummanya meneruskan mobilnya menuju restoran lain karena ketika mereka berbicara sengit itu ummanya lupa keluar dari tol untuk mampir ke resto China tujuan awal mereka. Alhasil mereka akan menuju tempat makan lain, sebenarnya bisa saja mampir ke resto China lain, tapi tiba-tiba Ummanya ingin makan masakan Prancis di tempat yang baru di buka.

“Bukannya Umma bilang itu mahal dan terlalu mewah?”,

“Umma lapar, kamu juga kan? Jadi mahal sedikit tidak apa, sesekali makan makanan mahal.”,

Restoran itu bernama Chez Moi, letaknya di rumah besar bercat biru cerah dengan menara kecil dan teras panjang di sisi depannya. Ummanya berhenti di depan gerbang rerstoran itu kemudian menyuruh Kibum turun memesankan makanan. Sempat ia protes dan tidak mau, karena jika melihat tempatnya saja Kibum sudah tidak percaya diri. Masalahnya restoran itu benar-benar terlihat mewah, didepan halaman parker berjejer mobil mewah baru.

“Umma, tapi aku tidak menggunakan baju yang rapih …”, rengek Kibum, well, ia sangat peduli dengan penampilannya, namun tidak terbesit ia akan pergi ke restoran mewah, ia tidak percaya diri hanya masuk dengan skinny jeans, kaos oblong tipis putih yang ia balut dengan kemeja biru dongker panjang.

“Kibum, menurutku tidak ada aturan kau harus pakai apa bila hendak memesan makanan di restoran untuk di bawa pulang.”, decak Ummanya, “Lagi pula aku tidak mau mematikan mesin mobil, karena aku yakin mobil ini akan sulit dinyalakan lagi nanti …”,

“Umma—“

“Apa saja yang kau pesan, pesankan juga untukku.”,

Tidak akan pernah menang dengan Ummanya, ia mengerti mereka benar-benar sedarah! Karena Kibum juga seperti itu jika ia memaksa kemauannya pada Jinki dan Taemin sesekali, yang pada akhirnya Jinki dan Taemin akan mengikuti kemauannya.

Bagian dalam Chez Moi benar-benar bagus dan indah, nuansanya benar-benar di buat seperti bistro di Paris. Penyanyi Perancis melantunkan lagu di CD player, Kibum tau bahwa itu lagu romantic atau cinta karena ada kata amour dalam lagu itu. Dinding dilapisi panel kayu dan dicat kecoklatan, meja dihiasi taplak kotak-kotak dan ada lilinnya. Pelayannya menggunakan kemeja panjang putih dengan dasi kupu-kupu dan celana panjang hitam. Mungkin semua orang punya radar tentang orang yang kastanya dibawah mereka, karena meski dibilang pakaian Kibum juga tidak terlalu jelek, namun mata tertuju padanya. Ia sudah bisa dipandang seperti itu, maka ia langsung berjalan kearah kasir dimana terdapat daftar menu dipampang disana.

Dugaan Kibum benar, semua berbahasa Perancis! Namun syukurnya sudah diterjemahkan dalam bahasa Korea. Kibum tersenyum ketika ia bisa melihat menu cheese crepes dan roti bawang sebelum seseorang menyapanya.

“Hai, ada yang bisa saya bantu?”, suara itu terdengar begitu indah dan ramah.

Namja didepannya membuat Kibum terpaku, namja didepanya adalah namja tertampan yang mungkin pernah Kibum lihat. Namja itu paling kurang lebih seumuran dengannya, tinggi, berkulit gelap, dan badannya tidak terlalu kurus namun atletis. Ia menggunakan pakaian yang sama dengan yang lain, namun ia tidak menggunakan dasi, kancing atas bajunya sengaja dibuka dua buah yang memerkan collarbone yang sangat sexy beserta dada bidangnya yang mengintip dari balik kemeja putih itu. Lengan bajunya ia gulung sebatas siku, ia tidak menggunakan jam tangan, hanya sebuah gelang perak seperti rantai di pergelangan tangan kanannya. Rambut hitam kelam cepak yang disisir rapih membuatnya terlihat lebih tampan, namun Kibum bisa simpulkan bahwa namja ini bukan sama sekali orang Perancis, matanya terlalu besar untuk orang Perancis, lebih terlihat seperti orang asia dengan bola mata berwarna coklat yang menembus kedalam mata Kibum ketika mata itu menatapnya. Tuhan, biarkan aku bernafas …

“Hai?” kau mau memesan makanan untuk di bawa pulang?”, senyumnya sangat indah, Kibum sudah lupa caranya bicara jadi dengan bodohnya ia hanya mengangguk.

“Nama?”,

Kibum hanya terpaku memandanginya, Kibum sibuk dengan dugaannya sendiri tentang namja itu menanyakan namanya, masa ia menanyakan namanya?

“Nama keluargamu saja juga tidak apa.”. katanya lagi. “Untuk pesananmu.”, maksudnya adalah untuk pesanannya.

^0^

“Andai saja kau bisa melihatnya.”, ucap Kibum, “Senyumnya … sosoknya … rambutnya … matanya, ya, matanya … andai kau bisa melihat matanya, maka kau akan setuju padaku bahwa ia sempurna …”, ucap Kibum menarik nafas dan mengusap-usap binatang kesayangannya itu, Commedes dan Garcons secara bergantian.

“Apa kau pernah melihat ketertarikan dengan anjing lain, hm? Pasti belum, makanya kau diam saja …”, Kibum mungkin sudah gila karena ia berbicara dengan kedua anjing kesayangannya itu.

“Aku rasa kau sudah mulai gila, Key.”,

Kibum menoleh dan melihat Jinki berdiri didepanya dengan menyengir lebar ciri khasnya. Kibum cemberut dan menarik nafas, “Kau lama sekali, aku hampir mati bosan! Ayolah, ini sudah malam, tidak keburu kalau kita tidak sampai di rumahmu untuk mengerjakan tugas.” Ucap Kibum berdiri, Jinki masih menunduk dan bermain dengan kedua anjing Kibum.

Rumah Jinki dan Kibum sebenarnya tidak begitu jauh, begitu juga dengan rumah Taemin. Namun, dibanding memilih mengerjakan tugas di rumah Kibum, Kibum lebih baik memilihnya di rumah Jinki, karena rumah Jinki memiliki banyak fasilitas mulai dari akses internet cepat, ruang belajar dengan buku-buku komplit, makanan enak, tempat belajar yang nyaman bahkan melebihi apa yang bisa Kibum bayangkan.

Namun selama perjalanan Kibum tidak bisa lagi menahan rasa bahagianya sore itu, ia butuh berbicara dengan seseorang yang setidaknya berwujud manusia –bukan kedua anjingnya. Akhirnya ia ceritakan semuanya, awal dari ia menjemput Ummanya, kemudian pertengkaran di mobil masalah Mr.Right, sampai pada kejadian mereka kelewatan tol keluar, sampai pada mereka mampir disebuah restoran Prancis dan bukan restoran China.

“Oh, jadi kau pergi ke restoran Prancis palsu itu?”, tanya Jinki cuek.

“Iya, tapi kau harus tahu, aku bertemu dengan namja yang sangat tampan disana!”

Namun sayang, Kibum selalu salah memilih Jinki dibanding Taemin untuk mendengarkan cerita-cerita kehidupannya, “Lalu bagaimana makanannya? Enak? Aku harap mereka menjual sajian ayam yang lezat, lain kali kau harus mengantarkanku kesana, Key!”, karena percuma, bagi Jinki makanan dan ayam itu sangat penting!

^o^

Ternyata berbicara pada Jinki memang tidak ada tanggapannya, namja itu malah sibuk bertanya kira-kira sajian apa yang paling terkenal enak di restoran itu. Oleh karena itu, siang itu Kibum duduk bersama Taemin di pinggiran lapangan sambil melihat namja-namja didepan mereka berusaha memperebutkan satu bola basket, termasuk Jinki yang saat itu masih lari kesana kemari dan belum berhasil merebut bola lalu mencetak point.

“Hyung, coba tebak, aku kemarin baru saja makan disebuah restoran bernama Quiditch! Ternyata restoran itu pemiliknya adalah penggemar berat dari film Harry potter! Aku terkejut karena Appa dan Umma mengajakku kesana bersama Taesun Hyung, makanan disana sangat enak dan nama-namanya unik. Salah satunya yang paling terkenal adalah Salazar … itu seperti nama Slyterin –pendiri dorm Slyterin! Makanan itu mie putih dengan kuah yang bening, namun ketika kau makan rasanya sangat pedas dan ada rasa bayamnya! Seperti mengunyah ramuan sihir!”, ucap Taemin semangat, Kibum hanya berdecak mendengarnya, namja itu memang sangat pecinta berbau fantasi.

“Wah, asyik!”, seru Kibum, “Tapi kau juga harus tahu bahwa kemarin aku menemukan seseorang”, ucap Kibum kembali mengingat sosok Dia. “Taemin, coba tebak! Kurasa aku menemukan Dia.”

Reaksi Taemin persis seperti yang Kibum harapan, bukan seperti reaksi Jinki.

“JINJAA?!!!”, pekiknya. “Kau pasti bercanda Hyung! Kau bertemu dengan Dia? Kau benar-benar bertemu dengan Dia? Oh, Tuhan, kau benar-benar bertemu dengannya, Hyung? Dimana? Kapan? Dia seperti apa? Berapa umurnya? Apa kau katakan sesuatu padanya? Apa yang terjadi diantara kalian? Lalu ia berkata apa? Oh, Tuhan, aku tidak percaya akhirnya kau menemukannya, Hyung!”, ucap Taemin terus menerus.

Kibum tertawa mendengar semua pertanyaan itu, “Aku juga tidak percaya, Taemin!”,ucap Kibum terkekeh, “Kau bayangkan saja, aku pergi menjemput Umma, kemudian kami mampir di sebuah restoran Prancis, aku disuruh untuk memesan makanan untukku dan Umma, lalu Dia ada disana!”,

Taemin bertepuk tangan semangat sekali dengan senyum terkembang. “Ya Tuhan! Benar kan Hyung, kau pasti akan menemukannya, entah dimana, kapan, dan bagaimana!”,

Kibum mengangguk, “Bayangkan Taemin, well … seharusnya kita bertiga bertemu dan mengerjakan tugas kan? Tapi aku harus menjemput Umma, kemudian kami akan makan masakan China, tapi karena gerbang tol keluarnya kami terlewat, makan kami tidak jadi pergi kesana. Ummaku –yang selalu ke restoran China itu, baru sekali itu kelewatan gerbang tol dan tiba-tiba ingin makan makanan Prancis dengan harga mahal!”

“Hoel (wow) …”, desah Taemin (an: hoel itu sama dengan ungkapan ‘waw’)

“Dan Chez Moi bukanlah tempat aku dan Umma biasa pergi! Lagi pula tempatnya mahal dan terlihat mewah, kemudian sajian makanannya pun jarang yang vegetarian! Saat itu kami malah memilih tidak makan masakan China!”

“Yang seharusnya bisa saja kau pesan di kedai China dekat rumahmu, itu juga enak rasanya kau bilang kan, Hyung?”

“Exactly! Tapi kami tidak lakukan itu, kami malah pergi ke Chez Moi kemudian aku bertemu Dia disana, seperti Dia telah menungguku!”, ucap Kibum senang.

“Kalau Umma mu tidak kelewatan gerbang tol nya, pasti kau tidak akan kesana.”

“Bukan hanya itu, aku sebenarnya malas masuk kesana, tapi Umma memaksaku!”

“Woah!”

“Coba saja kami datang kesana pada hari lain, apa kau berpikir kami akan bertemu, Taemin? Siapa tahu ia sedang sibuk dan melayani pelanggan lain, atau ia tidak ada jadwal masuk kerja, bisa saja aku tidak bertemu dengannya!”

Taemin dan Kibum berdiam diri beberapa saat, saling menatap kearah lapangan sambil tersenyum.

“Ini sebuah takdir, Hyung”, akhirnya Taemin berucap

“Jodoh.”, tambah Kibum

“Apa kau akan kembali kesana?”, tanya Taemin.

“Aku tidak tahu …”, sungguh Kibum ingin kembali kesana, tapi lain kali apa yang akan ia pesan, ia tidak punya cukup uang, masa hanya membeli roti bawang?

“Ayolah Hyung … jangan buat aku penasaran, siapa namanya?”, ini yang Kibum lupa, karena ia tidak tahu siapa nama namja itu!

CUT!

Annyeong^^ FF baru keluar! kekekek~
Well … like what i said long time ago, i want to comeback write OT5 couple! So this is it!
Kenapa Minkey dan Jongkey? karena sepertinya ini yang paling cocok buat karakter di FF baru ini, so … buat yang kalian fans berat Minkey dan Jongkey silahkan menikmati~ heheheh
Sorry banget banyak Typo ==” males ng-edit nya!^^;;;
Update FF berikutnya diusahain FF yang udah pada HIATUS*slap* so, please be patient^^ karena aku sendiri masih kerjain revisi skripsi ^^;;;

OH ! we waiting for Onew & Minho Birthday~
 
Taemkey san~ out! Annyeong^^

13 thoughts on “[Minkey-Jongkey] DREAM BOY – Chap 1

  1. Yeyeyye akhirnya keluar juga ini ff
    Mhahhahha jinki sma taemin bertolak belakng bgt ya, jinki nanggepin nya malah masalah makanan, nah taemin bawel ga ketulungan, nanya udah kaya wartawan ., hahhaha
    Ini key nya sma siapa nantinya? Minho apa jjong? Kesan pertama sma jjong ga enak bgt, beda sma yg minho
    Ishhh key nya nyebelin ya, dia nantinya jadi sibuk sma pacar nya? Eughh nappeun
    Key segitunya ya mikirin tentang jodoh, lama2 dia gila kalo pemikiran nya kaya gtu terus, hahha
    Yosssh ff yg lama pada lanjutin ya kak, hhehehe
    Mangat revisian nya kakkk!!!!

  2. wow,,,, crt nya menarik,,, soal cinta dan menmukan orng yg tepat,,,

    ehm,, cie author nya bgus bgt ich nulis crt nya apa lg pas kata” soal cinta n hidup,,,, kyk ngerti bgt soal kyk gitu,,,, hehehehehe

    ditunggu next ff yak

  3. Haha, ngebayangin Si Key ini kayak abg yang bener2 cari tau apa itu namanya cinta sejati, duhh semoga ketemu jodohmu nak, kkkkk

    majemuk kreatif??saking kreatipnya, hahaha ya ampunn *geleng2

    revisi revisi,, fighting!!!bisa!

  4. Aaah rada jarang baca ff pairing minkey atau jonkey.tapi sejauh ini ceritanay seruu.bikin penasaran. Heheh, itu kayaknya minho n jjong bukan anak sma kan? Wah2 moga2 part selanjutnya bisa ketemu Key sama minho.ahaha.penasran kalau tau minho suka olahraga. Di tunggu part selanjutnyaa

  5. Aaang~ kalo dua uke berkumpul pasti heboh, udh kayak tante2 arisan hahahaha xD
    Gila gw penasaran bgt san sm kelanjutan ceritanya, kira2 si key ketemu lg sm si kodok dgn cara begimana..hahaha

  6. Huwaa… Penasaran siapa kira2 yg akhirnya jd Mr.Right nya kibum.. Si dino ato si pangeran kodok..
    Lanjut thor.. Ditunggu next chapnya..

  7. nyari yang jong-key susah. biasanya mikey, onkey. begitu terus. eh, nemu. akhirnya. hehehe. sepertinya kelanjutan yang err sebenarnya nggak gimana-gimana, cuma penasaran aja gimana cerita cinta segitiga yang aneh. mungkin. ditunggu kelanjutannya!

  8. udah lama ngga buka blog ini kaget banget udah banyak ff baru.. apalagi kalo liat kata jongkey tu ngga bsa ngga dibaca.. hehe..
    ini ff bagus.. suka hubungan antara key oppa, taemin oppa dan jinki oppa.. dan aku berharapnya sih ntar key oppa jadiannya sama orang yang dia temuin di super market.. upss.. maklum lah, jongkey shipper..
    cepetan dilanjut yaa ffnya.. ditunggu🙂

  9. annyeong 😀 q reader baru😊

    seru critax,key bikin gemes dech tiap waktu mikir gmn bs ktmu ma true love nya…
    cpet d lanjuttt thor klu lm2 bs mati penarasan….😵😱

    JONGKEY IS REAL! !fighting 👊

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s