{OnKey} Keeping Love Again (seq burning up)


foreword

Happy birthday Onew!

Special untuk yang menagih heheh ka citra, meera, ka arie and special onew birthday ! yey! semoga kalian ga kecewa sama ff ini mm.. ya beginilah OTL chekidot! 

im sorry typo! ugh my lazy ass~ 

enjoy! 

BbiO86jCYAE1P0W

caps onkey ;_; @ bmu event

Author : Eternalonkey Yua (@usagi_8991)

Cast : Lee Jinki , Kim Kibum

Support cast : Kim Jonghyun, Choi Minho, Lee Taemin, Hyongseop (?)

Length : 4217 words

Pairing : Onkey, slight! 2min

Genre : smutt, romance

“Hyung.. dimana Jinki hyung?”

“Aku tidak tahu Taemin ah~ kenapa tidak kau telpon saja dia?” Namja bermata tajam ini mendesis kesal.

Kenapa semua orang menanyakan Jinki padanya? Apakah ia terlihat sedang menyimpan Jinki di saku celananya?

“Dia tidak mengangkat telponku…hyung…~” Taemin menarik lengan Kibum dan menatapnya penuh harap.

“Jawabannya  tidak jika kau mengharapkan aku untuk menelponnya”

Click

Kibum berlalu dan memasuki kamarnya, mengunci rapat pintu kamarnya.

Ia ingin istirahat seharian ini, ia tidak ingin keluar kamar sama sekali karena kepalanya terasa sangat pusing. Ia tidak akan menghubungi Jinki, tidak akan menyapanya duluan.

Never!

Tapi ia tidak bisa untuk tidak mengingatnya.

“Dammit Lee Jinki.. aku membencimu.. bodoh…” lirih Key sebelum terlelap dalam tidurnya .

Dan ia tak sadar handphonenya masih digenggaman tangannya dan disana ada selca dirinya bersama Jinki yang selau ia lihat sebelum ia tidur, well.. jika ia sedang merindukannya.

….

Setelah Jinki meninggalkan Kibum di apartemen mereka, ia pergi untuk memenenangkan pikirannya. Ia pergi mencari suasana tenang lalu ia menghubungi seseorang.

Park Hyeong Seop.

Sahabat Kibum semenjak kecil, bahkan sebelum mereka debut. Ia hanya ingin menanyakan perihal sikap Kibum yang belakangan ini sangat tidak stabil. Bukan.. bukan karena Jinki tidak percaya Kibum.. ia sangat percaya jika Kibum hanya mencintainya. Lagipula apa ada yang tahan dengan sikap diva-ish nya?

“Jadi kau ingin menanyakan hal ini hyung?”

“Yah.. aku tahu ini tidak ada sangkut pautnya denganmu.. tapi aku benar- benar tidak mengerti caranya membuat ia mengerti jika itu semua hanya pekerjaan dan hanya dia yang  .. well… ”

“Hmm.. I see.. sebenarnya ia sering bertemu denganku juga selalu membicarakanmu.. apapun itu ia akan mengucapkan “Jinki suka ini.. ah Jinki pasti akan marah jika ia melihat ini atau Jinki pasti akan menyukai makanan ini”….”

Hening.

Jinki tidak bisa menahan senyumnya, jika saja Kibum tahu jika Jinki juga selalu mengingatnya.

“Benarkah..lalu mengapa ia uring – uringan belakangan ini? Apa aku melakukan kesalahan?”

“Sebenarnya ia bukan merasa cemburu.. hanya saja ia butuh sesuatu yang dapat mengikat dirinya dengan dirimu.. sesuatu yang membuat kalian tidak bisa dipisahkan.. sesuatu yang pasti..”

Ikatan? Jinki sedikit mengerti maksudnya.. memang benar ia sudah lama menjalin kasih dengan Kibum meskipun berkali – kali mereka bertengkar dan putus. Itu tidak akan lebih dari 1 bulan karena akhirnya mereka tidak tahan untuk tidak saling menegur.

Jinki tidak akan tahan jika tidak ada Kibum didalam pelukannya.

Jinki tidak akan tahan untuk diam dan tidak mencium Kibum sebelum dan saat bangun tidur.

Jinki tidak tahan dengan kekosongan disampingnya saat ia membuka matanya dipagi hari.

Jinki tidak pernah tahan melihat Kibum diam dan menolak untuk balas menatapnya.

Jinki selalu mengalah, dan ia akan melakukan apapun agar Kibum kembali kepelukannya. Apapun itu karena ia tahu Kibum masih mencintainya, meski  Kibum sangat temperamen saat Jinki harus melakukan aktivitas yang mengharuskannya beradegan dengan lawan jenis –yang sexy-  tetapi itu menandakan ia sangat mencintainya bukan?

Di dunia ini tidak ada yang lebih memahami Jinki daripada Kibum begitupula sebaliknya.

Ini hanya masalah waktu dan intensitas mereka untuk bertemu menjadi sangat kecil sehingga segalanya menjadi semakin sulit.

“Baiklah.. aku mengerti maksudmu.. dan terima kasih telah datang Hyeong seop sshi..”

“Percayalah padaku ia sangat merindukanmu..” Hyeong seop mengangguk dan tersenyum.

“Terima kasih telah menemani Kibum saat ia membutuhkan teman..”

Drrt..

From : Taemin

Hyung .. Kibum hyung belum keluar juga dari kamarnya semenjak pagi sampai malam. Ia juga tidak makan. Kau dimana? Pulanglah..

***====***

“Kenapa ia mengunci dirinya dikamar Taemin~ah?” Tanya Jinki saat ia memasuki dorm dan melihat Taemin yang sedang bolak balik didepan ruang tv karena gelisah.

“Ah hyung~! Aku tidak tahu semenjak ia pulang tadi pagi wajahnya terlihat aneh..apa kalian bertengkar? Dan aku menelponmu kenapa kau tidak mengangkatnya?!!” Taemin terlihat depresi karena kedua hyungnya ini jika sudah bertengkar akan sangat menyebalkan.

“Maaf Taemin ah~ aku tidak mengangkat telponmu.. kemana yang lain?Minho? Jjong?”

“Jonghyun hyung pulang kerumahnya.. Minho hyung masih syuting dan aku juga ingin pulang sebentar .. hyuuung~ tolong jaga Kibum hyung? Bisa kan?”

“Tentu saja Taemin.. kau pulang saja.. dan hati – hati dijalan jangan sampai ada yang mengikutimu.. arrasseo?”

“Neeee~! Semoga kalian cepat berbaikan..”

Jinki mengacak rambut maknae yang sangat ia sayangi ini dan dibalas dengan teriakan Taemin. Lee Taemin sudah semakin dewasa dan ia benci rambutnya diacak oleh siapapun.

Well… Mungkin kecuali Minho.

Tok tok..

Jinki berulang kali mengetuk pintu kamar Kibum namun masih tidak ada jawaban. Ia baru ingat ia menyimpan kunci cadangan dikamarnya.

Ia segera mengambilnya dan perlahan membuka pintu kamar Kibum.

Kibum terlihat masih tertidur pulas dibalut selimut tebalnya.

Jinki mendekat tepi ranjang dan duduk. Ia menghela nafas lega saat akhirnya bisa memandang wajah Kibum yang tertidur lelap. Ia mengusap kening Kibum dan merasa aliran panas di jemarinya.

“Kibum kau demam..?”

Jinki kini memegang kedua pipi Kibum dan berusaha membangunkannya.

“Kibum… sayang.. bangunlah, kau sudah makan? Akan kubuatkan bubur hmm?”

Perlahan Kibum membuka matanya begitu merasakan ada sesuatu yang dingin menempel dikedua pipinya.

Jinki melirik meja disebelah kasur Kibum dan ia lihat ada botol obat dan air yang terlihat belum lama disentuh karena air dibotol itu sisa setengah.

“Kau sudah minum obat?”

Kibum mengangguk lemah. Ia sepertinya sudah tidak ada tenaga jika ingin meneruskan perang dingin ini.

Acchooooo~!            

Kibum terkena flu.

Jinki tersenyum dan menggelengkan kepalanya, ia mengambil beberapa lembar tisu lalu menghampiri Kibum.

“Buang… “

Kibum menggeleng. Hey itu menjijikkan bukan.

“Sudah jangan melawan, sekarang buang cairan itu di tisu ini..” jawab Jinki lembut lalu menarik tengkuk Kibum untuk duduk sementara ia masi memegang tisu itu dan memposisikannya didepan hidung Kibum.

Srroooot!

Setelah beberapa kali berusaha mengeluarkannya ia merasa lebih enak dan kembali berbaring sementara Jinki pergi untuk membuang tisu tersebut.

Jinki ke toilet dan mencuci mukanya lalu mengganti bajunya menjadi baju tidur dari lemari Kibum. Ia memilih kaus oblong putih dan hanya memakai boxernya.

Kibum mengintip dari balik selimutnya lalu kembali menutup matanya saat Jinki berbalik menuju arahnya.

“Aku akan menemani Kibummie~ku malam ini okay..” ucap Jinki dengan nada setengah bernyanyi.

Jinki membuka selimut Kibum susah payah karena Kibum menolak.

Dengan suara lemah ia akhirnya bicara “nanti kau tertular.. pergilah ke kamarmu Jinki..” lirih Kibum.

Tapi percuma saja, karena saat ini tenaga Jinki lebih kuat dan ia sudah masuk kedalam selimut.

Kibum membalik tubuhnya memunggungi kekasihnya ini. Jinki menghela nafas dan justru mendekati Kibum dan melingkarkan tangan kanannya di perut Kibum, lalu jemarinya mencari ujung kaus Kibum dan menelusupkan jemarinya dan mengusap perut Kibum yang terasa panas. Demam Kibum belum sepenuhnya turun.

“Apa kau tidak merindukanku..hmm..” bisik Jinki setengah mengangkat tubuhnya berbisik ditelinga kanan Kibum pelan lalu mengecup pipi Kibum lama dan mengusap hidung mancungnya dipipi berlesung pipit itu.

“Bukankah kau marah padaku..?”lirih Kibum, suaranya agak serak sepertinya ia habis menangis.

Kibum menoleh sedikit dan kini akhirnya matanya bertemu dengan mata Jinki yang menatapnya lembut. Bukan lagi mata yang menyiratkan marah.. ya Kibum mengenal betul arti setiap sorotan mata Jinki.

Jinki tersenyum simpul lalu mengecup ujung hidup Kibum berkali – kali lalu pindah ke kedua pipinya dan keningnya.

“Hentikan.. aku flu jangan dekat – dekat ..” Kibum menarik tangannya dan menahan wajah Jinki yang semakin mendekat untuk mencium bibirnya.

Wajah mereka hanya berjarak beberapa inchi saja dan Kibum bisa merasakan nafas Jinki diwajahnya.

“Don’t wanna…”

Jinki mengambil kedua tangan Kibum dan menggengamya erat, dengan gerakan cepat ia sudah berada tepat diatas tubuh Kibum. Menautkan jemarinya diantar jemari Kibum lalu dengan perlahan mencium bibir merah dan terasa panas bagi Jinki. Ia mencium, mengecup, melumat menghisap bibir itu sampai mereka hampir kehabisan nafas.

“Ahhh… hmmh..”

Kibum menahan desahannya saat Jinki memperdalam ciumannya, kini lidahnya menuntut untuk memasuki mulut Kibum.

Setelah beberapa menit berlalu dengan nafas yang terengah Jinki menghentikan ciumannya dan menatap Kibum yang berada dibawahnya.

“Maafkan aku… Kibum..” mata sabit itu menyiratkan penyesalan yang sangat dalam.

Kibum tersenyum dan mengerti. Ia mengerti ia harus menghentikan kekeras kepalaannya. Segala kecemasannya. Ia mengangguk menangkup wajah Jinki dengan kedua telapak tangannya, tersenyum.

“Bodoh… kau pasti akan tertular flu..”

Jinki tersenyum lebar, kemudian mengecup lama kening Kibum dan memposisikan kembali tubuhnya disisi Kibum.
“Sekarang kita tidur.. besok kita akan sibuk dengan jadwal lainnya..”

“Ne..”

Jawab Kibum membalas pelukan Jinki dan menenggelamkan kepalanya di lekukan leher Jinki.

Lega sekali rasanya, Jinki mendesah pelan dan mengecup pucuk kepala Kibum, mengeratkan pelukannya dipinggangnya seolah tidak ingin melepaskannya sampai kapanpun.

.

.

.

Keesokan paginya..

Jinki membuka kedua matanya perlahan lalu menengok kesebelahnya dan melihat Kibum sudah tidak ada. Ia mendegar suara air, oh Kibum sepertinya sedang mandi.

“Kibum ah~…..” teriak Jinki dari kasurnya lalu berusaha berdiri.

“Yaaa~ aku sedang mandi .. kau mandilah..”

“Tapi ini baru jam 6 Kibum ah~ sepertinya yang lain juga belum datang”

Jinki mengintip keruang tivi, dan memang sepertinya tidak ada tanda – tanda kehidupan diluar sana.

Jinki tersenyum jahil, lalu kembali mengetuk pintu kamar mandi Kibum.

“Kibum ah~ biarkan aku masuk…”

“Aniya… “ teriak Kibum namun menahan senyumnya. Ia tahu pikiran Jinki jika ia membiarkannya masuk.

Eits jangan remehkan Jinki, ia memiliki semua kunci cadangan termasuk kamar mandi Kibum.

Kekekeke~

Click

“Omo!!”

“Auw.. Kibum kau tega sekali meninggalkanku..”

Kibum yang sedang menggosok giginya langsung berkumur dan berusaha mendorong Jinki keluar.

Tentu saja Jinki tidak mungkin semudah itu menyerah, tidak dengan Kibum didepannya, hanya dengan handuk dipinggangnya dan rambutnya yang basah.

Senyum itu.. Kibum mengetahuinya.

Dengan gerakan cepat Jinki mengambil tangan menarik pinggang Kibum dan membalik tubuhnya kini menempel dibalik pintu.

Jinki yang sudah membuka bajunya semenjak masuk dan hanya memakai boxer, menarik tengkuk Kibum dan segera mencium bibir merah itu.

Hard

“Hngg… Ji..Jinki stop..”

“I want you… Kibum..” bisik Jinki menggigit daun telinga Kibum, tentu saja itu adalah salah satu spot lemah Kibum.

Well that spot will make Kibum turn on soon.

Cengkraman Kibum melemah dipundak Jinki. Dan Jinki tahu ini saatnya.

Ia menarik handuk Kibum dan dengan jelas terpampang bagian paling sensitive Kibum.

Its Hard Already.

“Ahh..”

Kibum mendesah saat ia merasakan Jinki menyentuh miliknya, mengusapnya pelan, sementara satu tangannya menjelajahi  kulit halus bagaikan kain satin. Menekan nipple Kibum yang langsung mengeras.

“Aku merindukan ini Kibum.. sebut namaku.. dan nikmati saja okay..”

Jinki berpindah ke leher Kibum, menghisapnya pelan, karena ia tidak bisa membuat leher Kibum keungu-an nantinya dan membuat fans berpikir yang tidak – tidak (?).

Ia memilih membuat tanda kemerahan disekitar area dada Kibum. Menghisap mengecup hingga terus turun ke perut Kibum. Sontak tangan Kibum meremas rambut Jinki, saat ia merasakan nafas Jinki didepan miliknya.

Tak lama Kibum merasakan kehangatan pada miliknya.

“Ah..Jinki…”

“Hmmm..”

Jinki melirik keatas dan melihat mata Kibum yang tertutup dan menggigit bibirnya. Rambut Kibum yang masih basah dan menetes dipundaknya dan terus mengalir kebawah.

Sexy

Jinki selalu menyukai pemandangan ini, baginya ini adalah sisi dari Kibum yang tidak satupun orang diluar sana tahu.

Tidak ada yang bisa melihat tubuh Kibum tanpa sehelai benangpun, bahkan tidak untuk member SHINee lainnya.

Mine..

“Jinki..ak-aku…aahh…”

Jinki menelan semua dan menjilat sisa yang tersisa diujung bibirnya.

Jika Jinki tidak langsung memegang pinggang Kibum, mungkin ia akan terjatuh. Kakinya menjadi sangat lemas.

“Sepertinya kau sudah sembuh? Hmm..?” Jinki menyunggingkan senyum penuh makna sambil mengangkat kedua kaki Kibum untuk melingkar dipinggangnya lalu membawanya keranjang.

Bruk..

“Kita belum selesai Kibummie~~ hm…”

Jinki mengecup sekilas bibir Kibum yang sudah sangat merah lalu pindah kesisi Kibum membuat Kibum mengernyitkan dahinya  tidak mengerti.

“Huh?”

“Ride me .. Kibum…”

Kibum memutar bola matanya lalu terkekeh dan membalik tubuhnya kini berada diatas Jinki.

I want to see my sexy cat..” Jinki menaikkan alisnya lalu tertawa saat Kibum memukul dadanya.

“Awww… appo..” Jinki sedikit memanyunkan bibirnya.

“Kalau begini..?”Kibum memundurkan tubuhnya, kini bokongnya tepat diatas milik Jinki.

“Ugh.. Kibum…” Jinki menatap tubuh flushing  yang berada diatasnya, Kibum menggigit bibirnya mungkin merasakan miliknya menyentuh bokongnya.

Twitched.

“Shut up and watch me..” Kibum mengedipkan matanya lalu mulai memaju mundurkan tubuhnya membuat gesekan – gesekan yang terlihat sensual. Setidaknya bagi Jinki saat ini.

“Nice view..” bisik Jinki dan cukup terderngar oleh si mata kucing yang sedang menggerakan panggulnya maju mundur, menimbulkan suara erangan sosok dibawahnya.

Ugh

Well ini akan menjadi pagi yang panjang, tanpa mereka sadari handphone mereka sudah beberapa kali berbunyi. Sepertinya Jinki dan Kibum harus mencari alasan yang bagus untuk Manager hyung yang dibuat menunggu diluar sekarang.

===***===

“Apa aku benar – benar terlihat tampan huh..?”

“Err sedikit dibawahku.. dan kau tahu, kita dipanggil ‘two oldmen’, oleh fans..”jawab Jonghyun yang sedang melihat mention – mention yang memenuhi twitternya, ia juga sibuk mencari foto – fotonya.

Taemin tertawa mendengarnya, “Old men hyungiee~~~ “

“Yah!”teriak Jinki namun setelah itu ia terkekeh.

Well ini adalah permintaan Kibum untuk mewarnai rambutnya, ia bilang ingin Jinki tampil lebih fresh dan berbeda.

“Jjong… temani aku keluar ya nanti malam?” Tanya Jinki, duduk disamping Jonghyun yang sibuk bermain handphone.

“Kemana ..?”  Jjong melirik lalu menyembunyikan senyumnya yang menyimpan makna lain.

“Eish jangan berpikiran kotor! Aku bukan ingin mencari pub atau semacamnya , idiot!” jawab Jinki menoyor kepala Jjong.

“Yaaah! Lalu untuk apa kau mengajakku.. ajak saja Kibum atau Minho!”

“Tidak bisa, pertama Minho pasti sangat lelah karena dramanya, lalu karena ini ada hubungannya dengan Kibum maka dari itu aku harus mengajakmu, kau kan paling mengerti seleranya..oke?”

“Oh demi Tuhan hyung~ ini tidak seperti kau ingin membelikannya cincin tunangan atau semacamnya kan?”

“……..”

Holy crap.

Jonghyun membuka mulutnya untuk menjawab namun memilih untuk menutupnya karena ia melihat Kibum yang sedang berjalan kearah mereka.

“Okay hyung.. call..” bisik Jonghyun lalu kembali sibuk dengan handphonenya.

Tak lama kemudian Kibum datang dan duduk disebelah Jinki, menyenderkan kepalanya kebelakang sofa.

“Kau lelah hm..?” Jinki membalik tubuhnya yang kini menghadap Kibum dan mengusap pipi Kibum lembut.

Jonghyun menghela nafas malas, karena ia tahu jika ia terus disini ia hanya akan melihat pasangan making out didepannya.

“Aku keluar sebentar…” Jonghyun lalu mengangkat handphonenya memberikan sinyal pada Jinki untuk membuka handphonenya dan mengecek pesan yang baru saja ia kirim.

Aku tunggu di café biasa, jika 30 menit kau tidak bisa membuat Kibum tertidur, aku tidak akan menemanimu keluar.

“Aish..”

“Jinki.. aku mengantuk sekali..”

Yes! Kibum tidurlah!

“Ugh.. baiklah tuan putri ingin digendong hummm? Naiklah ..”

Jinki sudah memposisikan dirinya dilantai, punggungnya didepan Kibum.

“Hehehe…”

“Ugh.. my princess mengantuk..”

Kibum tersenyum dan mencubit pipi Jinki saat mereka menuju kamar.

“Aku bukan princess.. bodoh..”

Hup

Jinki menidurkan tubuh Kibum di ranjang dan menarik selimut hingga dada Kibum.

“Sekarang tidurlah… my pr- awww”

Kibum menarik hidung bangir Jinki lalu menangkup wajah Jinki dan memberikannya ciuman hangat.

“Hmm.. “

“Temani aku..?” mohon Kibum.

Baiklah Jinki kau harus menyanyikannya lullaby agar ia cepat tertidur dalam waktu kurang dari 20 menit dari sekarang.

Dan Jinki membaringkan tubuhnya disamping Kibum untuk mengusap punggungnya agar ia cepat tertidur. Cara yang sangat ampuh karena nafas Kibum terdengar stabil menandakan ia sudah tertidur lelap.

Perlahan Jinki beranjak dan mencium kening Kibum sebelum ia pergi.

“Good night .. saranghae Kibum..”

=====***=====

Bau Americano..

Apa aku bermimpi…?

Tapi ini…

Perlahan mata bersudut tajam layaknya kucing cantik itu terbuka, menatap langit – langit  kasur tingkatnya.

“Jinki..” gumamnya.

Hal yang ia ingat pertama saat membuka matanya, sepertinya semalam Jinki berada disampingnya dan memeluknya dan sekarang ia menengok Jinki sudah tidak ada.

Bahkan sejak kau terlelap Kibum.

Kibum mengusap kedua matanya, masih terasa berat tapi ia ingat hari ini ada jadwal untuk ke Jepang dan ia harus kembali ke aktifitas gila mereka.

“Americano..?”

Kibum menoleh ke meja rias cantiknya (?) dan melihat segelas Coffee Americano hangat dimeja, karena ia masih bisa melihat kepulan asap kopi itu.

Ia beranjak dari kasurnya dan berdiri didepan mejanya. Mengambil mug itu lalu menghirup aroma coffee kesukaannya, tapi siapa yang membuatkannya? Jinki?

Kibum terkejut saat merasakan coffee ini, ini adalah jenis coffee kesukaannya, bukan hanya karena ini adalah Americano, tapi ini adalah merek kesukaannya.

Kibum tersenyum, ia tahu ini pasti Jinki karena tidak satupun yang menyadari apa yang paling ia sukai kecuali Jinki.

Jinki knows everything about Kibum and sometimes Kibum hate it because he doesn’t know everything about Jinki.

“Uh?..”

Kibum menyadari ada secarik note yang tertempel dikacanya.

Mulai sekarang kau harus mengingat wajahku setiap kau membuka matamu.

Oleh karena itu aku hadiahi mug cantik dengan wajahku dan segelas Americano hangat kesukaanmu, aku harap kau menyukainya.

Oh dan temukan note – note lainnya nanti.

Love you~ L.J

Kibum tersenyum “bodoh.. tanpa kau beritahu aku selalu mengingatmu” bisiknya seraya tersenyum dan menyesap coffeenya lalu melirik gelas ini, ia baru sadar memang ada wajah Jinki disana sedang mengerucutkan bibirnya dan ada tulisan ‘Ppopo~’

Tanpa sadar Kibum mencium mug itu, lalu ia tertawa karena tingkah bodohnya.

Lihat ini Jinki, kau membuatnya bertingkah konyol.

Kibum berjalan keluar, menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, diluar ia menemukan Taemin tergeletak di sofa dengan handuk melingkar dilehernya.

“Tsk.. yah! Lee Taemin! Ireona ! kenapa kau tidur disini..?” Kibum menghampiri maknae ini dan mengguncang tubuhya namun hanya dibalas respon dengungan.

“Aish..”

Kibum mengabaikan Taemin, mungkin nanti Minho bisa membangunkannya.

Di kamar mandi ia menemukan notes kecil menempel dikaca wastafel.

Special  shampoo? My gift ^_^

L.J

Kibum mengernyitkan dahinya lalu matanya menangkap botol shampoo kesukaannya (dan Jinki sangat menyukainya).

Kibum tersenyum lagi, entah sudah berapa kali ia tersenyum sendiri, mungkin orang akan menganggapnya gila jika melihatnya tersenyum hanya karena sebotol shampoo Hugo boss (I swear this is expensive one).

Jinki memang tahu bagaimana mengambil hati Kibum.

Setelah selesai mandi dan bersiap memakai baju ia keluar kamar dan mendapati Taemin sudah siap dengan sepatunya.

“Taemin.. Jinki hyung, Jonghyun hyung dan Minho dimana?”

Kibum baru tersadar ia tidak melihat ketiga sosok ini semenjak tadi. Well mungkin Minho langsung dari lokasi syuting menyusul ke bandara.

“Molla hyung~ tapi Minho hyung menyusul, tadi ia menelponku..”

“Mwo?”

Kibum mendekati Taemin, lalu memilih sepatu yang akan ia pakai sekarang.

“Aish jinjja molla hyung~ mungkin mereka work out?”

“Work out..?” Kibum mengulang perkataan Taemin tidak percaya.

Sejak kapan Lee Jinki work out? Sepertinya tidak mungkin.

OH MY GOD

Entah sudah berapa kali ia bilang pada Jinki supaya tidak work out! Nooo~! Tidak.. ia tidak akan mengakuinya jika tubun atletis Jinki membuatnya lebih nerveous dari biasanya, ia tidakakan mengakui jika ia membenci semua tatapan “I want you’’ dari selebritis wanita yang melihat tubuh kekasihnya dengan mata ingin menerkam. Kalau boleh mungkin ia akan menyakar mereka satu persatu.

He is mine after all ..you go away bitches .

===**====

30 menit sudah mereka menunggu di salon, tapi hanya Minho yang terlihat.

That stupid oldman where are you go?!

Kibum duduk di sofa menunggu Taemin yang sedang diatur rambutnya, Minho sibuk membalas pesan dari sang Umma.

Menghela nafas.

Mungkin jika dihitung sudah ratusan kali ia menghelas nafas didepan i-phone nya.

“Hyung aku khawatir i-phone mu akan rusak..” ucap Taemin tiba – tiba yang melihat Kibum dari kaca didepannya.

“Wae?” Kibum tidak mengerti maksud sang maknae.

“Karena kau sudah berkali – kali menghela nafas didepannya, dan mungkin saja I-phone mu itu lelah dengan angin dari mulutmu atau eww…mungkin baunya sangat tidak enak sekarang..” Taemin menahan tawanya saat melihat ekspresi Kibum dengan mata membulat dan siap berteriak.

“Yaaaahh! Lee Taemin!!”

Well setidaknya setelah itu Minho tertawa lebar diikuti Taemin dan beberapa pegawai salon karena mereka dengan jelas melihat wajah Kibum yang frustasi.

“Awas kau Jinki.. dan Jjong kemana kau bawa pergi Jinki .. aish mereka sangat mencurigakan..”gumam Kibum pelan.

.

.

.

Kini mereka berada didalam pesawat menuju Jepang. Kibum mengunci rapat bibirnya dan mengabaikan Jinki yang kini duduk disampingnya, memohon permintaan maaf lebih tepatnya.

“Bummie~”

“….”

Kibum ingin tertawa sebenanrnya saat melihat ekspresi Jinki yang memelas, tapi tidak sekarang! Ia akan memberikan Jinki sedikit pelajaran karena ia tidak mengangkat telpon plus tidak membalas 11 smsnya sama sekali.

Stupid oldman!

“Bummie jawab aku atau aku akan membuka mulutmu….dengan mulutku..” bisik Jinki pelan dikuping Kibum.

Snap!

Kibum langsung menoleh tidak percaya, membulatkan matanya lalu melihat sekitar takut jika ada yang mendengar. Atau mungkin Taemin dan Minho sudah mendengarnya karena sekarang suara kekehan mereka terdengar dikupingnya.

Blush

Kibum memerah.

Peck

Jinki tersenyum jahil setelah mencuri ciuman kilat 2 detik dari bibir cherry itu, ia tida bisa menahannya.

Because Kibum is so cute.

“Aaw..”

Kibum mencubit dan memelintir perut Jinki keras, well masih dengan pipinya yang semakin memerah.

Jinki terkekeh dan mengambil tangan Kibum yang masih berada diatas perutnya.

“Mwo?” Kibum berkata tanpa suara dan membesarkan matanya lalu melihat tangan Jinki yang mengeratkan jemari mereka.

“Jangan lepas tanganku.. please?”

“Terserah saja..” Kibum mendesah pasrah lalu menutup matanya.

Tak lama ia merasakan bibir Jinki mengecup punggung tangannya berkali kali dan menutup genggaman tangan mereka dengan jaket Jinki.

Dan keduanya terlelap.

===**===

Konser malam ini terasa sangat melelahkan dan mereka harus segera kembali ke Korea besok pagi.

Kibum membuka kamar hotelnya sambil menggerutu karena Jinki tidak mau mengantarnya kekamar. Lalu Taemin entah kemana pergi dengan Minho.

Ia membuka kamar hotelnya dan terkejut saat ada tangan kuat menariknya dan menutup kedua matanya.

“Nuguya?!!” Kibum berusaha memberontak. Tapi ketika ia mencium aroma parfum ini.. Jinki..tidak salah lagi.

“Jinki..?” bisiknya.

“Hm… ya ini aku.. ikuti aku Kibum dan jangan buka matamu oke?”

Kejutan? Kibum mengangguk dan tersenyum, ternyata oldman ini berusaha romantic. Oke minus beberapa kali ia menabrak sofa atau bangku karena Jinki tidak memperingatinya.

Jinki terkekeh dan meminta maaf berkali – kali.

“Sekarang buka matamu..”

Kibum membulatkan matanya tidak percaya dan melihat keindahan didepannya, cahaya gemerlapan gedung tinggi. Yap mereka berada didepan kaca besar kamar yang mengarah pada keindahan cahaya kota.

Tanpa Kibum sadar ada tangan yang memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagunya dipundaknya. Ia dapat merasakan deruan nafas Jinki yang hangan dilehernya dan beberapa kecupan.

“Indah sekali Jinki.. aku tidak tahu ini…” lirih Kibum.

“Of course special room untukmu..” Jinki lalu mengecup pipi Kibum dan tersenyum lembut.

Kibum berdecak lalu menyandarkan kepalanya kekepala Jinki menikmati suasana hening diantara mereka dan merasakan kehangatan tubuh masing – masing.

“Kibum.. tutup matamu..”

“Ck.. apa lagi sekarang? Kenapa ak-“

“Yah!”

Kibum berteriak karena Jinki justru mencium berkali – kali bibirnya.

“Baiklah! Aigooo..” Akhirnya Kibum mengerti dan memejamkan kedua matanya. Masih dengan posisi Jinki yang memeluk Kibum dari belakang.

Perlahan ia mencari jemari Kibum dan memasang cincin itu dijari manis kanannya.

Tentu saja Kibum mengetahui ini, setidaknya ia merasakan saat Jinki memasangkan sesuatu yang ia yakini itu adalah cincin.

Kibum tidak tahu rasanya ia ingin menangis, saat membuka matanya dan tangannya diangkat oleh Jinki, menautkan jarinya disela jari panjang Kibum namun tidak erat.

“Kau milikku Kibum.. hanya milikku..” Bisik Jinki ditelinganya.
“Jinki….ini..”Kibum berbisik saat melihat benda kecil yang melingkar dijemarinya dengan sebuat mata berlian menghiasinya.

“Dan aku hanya milikmu…. Selamanya..”bisiknya lagi lalu memperlihatkan cincinnya.

Mungkin Jinki bukan seseorang yang bisa memperlihatkan perasaannya dengan kata – kata.

Ia tidak seromantis Jonghyun yang bisa membuatkannya lagu denga lirik yang indah.

Ia tidak seromantis Minho yang bisa mengungkapakan perasannya dengan kata – kata romantis.

Ia tidak tahu bagaimana mengungkapkan rasa cintanya, karena baginya rasa cintanya terlalu besar dan sulit diungkapkan dengan kata – kata.

Ia tidak tahu bagaimana caranya membuat Kibum mengerti jika hanya ia yang ada dihatinya.

Namun Jinki tahu jika Kibum mengerti akan maksudnya saat ia merasakan Kibum berbalik dan memeluknya dengan erat.

Jinki tahu perasaannya selalu sama dengan Kibum saat ia merasakan bibir Kibum menyentuhnya.

Jinki tahu perasaannya selalu sama dengan Kibum saat ia merasakan bisikan I love you disela ciumannya.

Jinki selalu merasakan jantung yang ingin meledak  saat Kibum tidak ingin melepaskan tautan bibir mereka.

Kening mereka menempel dan merasakan ujung hidung yang bersentuhan, mata terpejam tubuh merapat.Tangan Kibum melingkar dileher Jinki dan tangan Jinki melingkar dipinggang Kibum.

“Kau milikku … “ bisik Kibum perlahan membuka kedua matanya dan bertemu dengan tatapan mata sabit yang seolah menyedotnya.

Kibum tak perlu jawaban saat Jinki kembali menautkan bibir mereka.

Jinki tak perlu menjawab dan menjelaskan semuanya saat Kibum mengangkat kakinya lalu ia mengangkat Kibum  dan menjatuhkan tubuh mereka diatas kasur.

Melupakan makan malam yang sudah Jinki siapkan dan dua gelas wine.

Melupakan sebuket mawar merah diatas meja.

Cahaya perkotaan menjadi saksi keduanya.

Mereka bercinta lagi.

More of you, till i can’t pull myself back later
More, till i’ve had more than enough of it.
There’s no meaning to it
Just like living itself
Just like how my heart is, oh i love you.

Now, keeping love again, one more time
Im gonna keeping love again, nothing but that
There’s no meaning to it
Just like living itself
Just like how my heart is, oh i love you.

.

.

.

“aish Jinki pabo kenapa kau membuat leherku merah?!” Kibum menggeram kesal melihat pantulah tubuhnya didepan kaca.

Jinki  terkekeh dan mendekati Kibum, memeluknya dari belakang.

“Oh my God Jinki please kenapa kau memelukku pakai baju ppali!”

Jinki tersenyum nakal justru melepas handuk yang melekat dipinggang Kibum dan handuknya.

“Ah..”

Kibum menahan desahannya saat jemari Jinki memegang miliknya dan jemari satu lagi memainkan nipplenya.

“Damn it Jinki .. kita sudah melakukannya semalaman..”

“Hmm…”

Jinki hanya bergumam dan mengecup pundak Kibum, merasakan kelembutan kulit Kibum bagaikan kain sutra.

“Jinki..”

Kibum terkejut saat matanya kembali bertemu dengan mata Jinki dikaca. Ia mengerti ia tidak bisa menolak Jinki.

“Lakukan dengan cepat Jinki..!”

Lalu yang Jinki tahu ia sudah berada diatas kasur dan Kibum menaikinya.

“Morning sex itu sangat baik untuk kesehatan…”Jinki beralasan dan tersenyum nakal, tangannya meremas bokong halus Kibum.

“Shut up..”

“Hyung.. bagaimana? Sukses?” bisik Jonghyun saat Jinki keluar dari kamar hotel.

“yes and Thanks a lot Jjjongie ah~ apa aku harus memelukmu?”

“Ugh no…”

Jonghyun mendesis lalu menjauh dari Jinki yang mengejarnya dengan tangan terbuka lebar.

“Hyung! Stop it!” teriak Jjong.

Lalu semuanya kembali normal. Kibum tidakhentinya tersenyum sambil memandangi cincin dijemari manisnya sampai membuat Taemin bergidik. Bagaimana tidak setiap lima menit sekali ia akan melihat Kibum tersenyum dan memandang cincin itu lalu bertanya ‘cincinku bagus ya?’ pada Taemin.

Namun kekesalannya berkurang saat Minho berbisik “Aku akan memberikannya padamu jika kau mau”

“No thanks..”

Jawab Taemin pergi menjauh dengan pipinya yang memerah dan ia bergumam “setidaknya jangan katakan itu dan biarkan menjadi surprise, ugh stupid frog!”

“Kau butuh bantuanku Choi?” selak Jonghyun yang berjalan dibelakangnya setelah berhasil mengusir Jinki yang ingin memeluknya.

“Oke kali ini apa yang kau inginkan hyung..?” Minho menghela nafas.

Yes!

Jonghyun menang banyak kali ini.

Im a master after all, kekehnya dalam hati.

And love still there after all..

Keeping Love Again…

 

END

HAHAHAHAHAHA BUNTU. Oke kurang klimaks oke udah ya. Semoga ini sedikit mengobati yang patah hati karena ff burning up itu. Terima kasih yang sudah menyempatkan untuk baca dank omen ya ^^

Once again HAPPY BIRTHDAY LEE JINKI ❤ HOPE U HAPPY FOREVER WITH KIBUM! ❤

 

Advertisements

55 thoughts on “{OnKey} Keeping Love Again (seq burning up)

  1. jinki mauan buang ingusnya key. haha,,
    ya ampun, orang baru sembuh diajak lovey dovey.. ckckck,,
    jjiiaa,, sekarang giliran 2min yang marahan.. 🙂
    jong jadi alih profesi,, terima jasa bantuin couple yg lagi bermasalah..

  2. Ini manis sekali huwaaaa!! Gemes , terharu , ck! Kadang kibum suka kasar yah sama jinki! Ck!

    Ck! Sampe musti minta nasehat hyungseop segala , well dia temenan ma si key baru kan ya? Ato udah lama –”

    ehh serius itu soal si Jinki punya semua kunci cadangan di Dorm? Wahhh gawat bisa ngintipi si Key mandi…

    Hahahah gpp suruh work out dong Onew nya –” Otot dilengan nya bablas kemana sih ahahahha beda jaman lucifer wuidih mengkel kaya mangga mateng xDD

    CIEEEE yang dilamar, yah walopun terkesan ga romantis tapi sama orang yg di cintai ma oke oke aja sih. Ugh Jinki , jadian sama vierly aja yukss?? 😄

    Palelu Sex in the morning bagus untuk kesehatan ckckkckck

    si Kibum kaya perempuan kasmaran tau ga , pamer cincin ke si Taemin , senyum” gajelas ”cincinku bagus ya?” hell kibum hell !!

  3. hohoho lagi sakit diajak begituan, aigoo pervert nya jinki luar biasa 😄
    ngeri juga si jinki nyimpen semua kunci cadangan dorm, bisa ngintip kibum mandi atau ganti baju dong wkwkwk tapi ngapain ngintip, liat dari deket kan lebih leluasa, nah loh 😀

    aih so sweetnyaaa, meskipun yaa sederhana tapi kesan romantisnya luar biasa dapet. Ck, iyalah ngabain makan malam sama wine, kan yang lebih menggiurkan untuk dimakan tubuh dari pasangan masing masing 😀
    aaa baru semalem juga ngelakuin, paginya minta lagi. Dan apa itu maksudnya kesehatan? Ah modus u.u
    tapi seneng ah jinkibum kembali so sweet lagi :*

    wew, jonghyun penyelamat hubungan orang. Tapi kapan ya dia dapet pasangan 😄
    cepet cari pasangan bang, jangan bercinta mulu sama hp mu itu u.u

  4. Huaaaa manis bangettt.. sosweet emak ngambek ujung2nya dikasi cincin…<3 hahahha minho apa banget mau ikutan…

  5. Waaaaw ini tidak mengecewakan kok kak…hehe
    Jonghyun ngakak banget iih kenpa jonghyun ngk d kasih couple juga kak, yg jino itu loooh
    And onkey fighting …juga semoga minho berhasil membujuk taemin yaaa♡

  6. aaaaaaaah really sweet and fluffy huwaaaaaaa nggak kuat (?)
    ugggh andai adegan NC nya dijelasin secara detail kekekek *yadongku keluar
    i really love gentle jinki here, dan ya ampuun Kibum dia errrrrgggh manis gitu loh kak, nanananana~~~ syalalalallaa~~~
    btw thanks Jjongieeee atas bantuannya, dan sekarang aku penasaran cincin nya kayak gimana? kenapa nggak di post disini kayak ff gallery gituuu ahaha
    good kak as usual i love ur ff…lets read again^^

  7. Spertinya saya pernah baca ini hihihi udh pernah belom yah? Ah molla saya lupa tapi sepertinya pernah, hehehe.. dulu ga di pw kah eon, saya bener bener lupa heheh:D gpp dah klo udh komen ntar komen lagi biar afdhol..
    Si jinki curicuri kesempatan eoh, semalam udh minta lagi bener bener doyan hahaha.. saya juga doyan ngeliat kalian #plak, dan kibum ga bisa menolak jadi itu keuntungan besar.. hahaha semua berkat jjongie eoh hihihi.. tumin juga mau, berguru gih sama jjongie :p

  8. Aigooo kasus 2min yg diff long oneshoot itu terjadi disini menimpa onkey -_-
    Hey, my sweety onkey kalian membuatku melted atas kelakuan kalian >< Cieeee flunya langsung sembuh nih. Baru nemu orang abis sakit flu langsung ensian di kamar mandi xD
    Hahaha, sumpah ngakak ngebayangin kibum yg senyum like a idiot 5 menit sekali 😄
    Cieeee ada yang iri. Minho mau romantis tapi gagal muahaha. Geleuh jjong, klo lu master kenapa masih jomblo *wink

  9. sumpah abis baca ff ini makin pengen punya pacar kayak jinki.. kibum you’re so da*n lucky..
    tapi masih belum bisa bayangin adegan nc nya.. haha kibum masih sakit itu, udah diajak begituan dasar jinki.. dan aku suka jjong disini!! cupid jjong is really funny..
    author daebak, thanks and can’t wait for another great story!! jinkibum jjang!!

  10. sumveh demi apah ini ff keren banget ,
    Kyaaa OnKey udah baikan alhamdulillah sesuatu banget :*
    Astaga setelah baikan mereka NC’n setiap hari gitu ? Ck ,jinki pervert :p

    Eciiiieee emak dapat cincin dari babeh ,ehem” #keselek

  11. Huft…terbayar sudah penasaran saya sama lanjutannya kkkXD
    kereeeen…!

    Kibum kek dede bayi bgt sampe2 Jinki ambilin tissue buat bersihin ingusnya..aiigoo make me so so asdfghjkl..

    Gini donk jgn pada marah2an,kan klo gini seru pan ya,gak ada lgi yg namanya saling diem,acuh,marah..

    Apa bgt itu JiNKIBUM bikin ngeflyyyyyyyy:D

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s