[2MIN] CANDY MAN


1231611_563390253707480_1858490152_nCharacters : Lee Taemin (21 yo) ; Choi Minho (19 yo)
Genre : Romance, yaoi, fluff, AU/AOC
Rate : PG 13
WC : 3.896 Words
Summary:
Lee Taemin (21 yo) bekerja disebuah supermarket 24 jam tidak jauh dari flat nya. Sampai ada seseorang yang selalu datang hanya membeli loliipop dalam jumblah banyak. Membuat Taemin merasa penasaran pada sosoknya, namun apa yang terjadi ketika ia ketahui maksud sebenarnya namja itu datang ke supermarketnya?

Warning:
This is yaoi or boyxboy … if you dont like it, please leave! None of the materials provided in this fanfic may be used, reproduced or transmitted, in whole or in part, in any form or by any means. No parts of this fanfic are to be copied without permission in writing from the author.

“Gamsahabnida … silahkan datang kembali …”,

Semua pembeli datang ke supermarket 24 jam itu silih berganti, berbagi macam orang sudah Taemin temui. Kadang pria mabuk meminta sebotol bir dengan harga murah –bercanda? Harga sudah tertera, mana bisa ia menguranginya?

Namun, belakangan ini, dari sekian banyak pembeli yang datang ke supermarket. Ada satu orang yang selalu datang dengan membeli sesuatu yang sama setiap kembali ke supermarket itu. Hal itu membuatnya sedikit memperhatikan kebiasaan orang itu …

“Ah .. selamat datang …”, ia datang juga hari ini … masih dengan baju sekolahnya SMA, tanpa membawa tas dibahunya. Orangnya sangat pendiam, ia hanya meletakan permen … ya, permen, sangat banyak permen ia beli setiap datang ke took ini. Permen Chupa-chups dengan berbagai rasa, ia bisa membelinya sebanyak 20 buah atau lebih. Taemin menduga, kebiasaannya ini sungguh tidak sesuai dengan sosoknya. Well … apa ia sudah bilang dia bertubuh tinggi, berbadan kekar –bahkan Taemin bisa lihat jelas ia memiliki muscle yang sempurna dari balik seragamnya, belum lagi sikapnya yang pendiam dan terkesan dingin, tatapan matanya yang tajam,pakaiannya yang selalu tidak rapih, bahkan terkadang ada lebam disekitar bibir atau wajahnya … Oh, Taemin berpikir ia lebih terlihat seperti berandalan sekolah.

“Hanya ini saja?”,

Lagi … seperti biasa, ia hanya menatap Taemin … tidak pernah menjawab pertanyaannya sedikitpun. Jujur saja, Taemin tidak nyaman ia tatap seperti itu …

“Semuanya 240 won …”, Taemin memasukan permen-permen itu ke dalam pelastik dan menyerahkan padanya, ia memberikan uang sambil berbisik ‘terima kasih’ yang hampir tidak Taemin dengar.

“Gamsahabnida … silahkan datang kembali …”, Taemin berkata sesopan mungkin.

Namun, ketika ia menoleh lagi, namja itu masih saja berdiri didepannya … ia menatapnya ragu, apa yang ia inginkan lagi?

“Ng …”

Namja itu mulai bergumam, ia menunggu apa yang namja itu ingin katakan sambil terus menatapnya tersenyum canggung.

“Cola …”

“Huh?”, cola? Apa maksudnya? Dia mau membeli coca cola? Atau …

“Itu … permen ini ada rasa cola kan?”, Oh … “aku lihat stock disini tidak ada, cola sangat digemari, jadi bisakah kau memesannya untukku lain kali?”, tanyanya. Ya Tuhan … bahkan ia tahu mana rasa yang menjadi favorit dari permen ini?

“Ah …n-neh … akan kami usahakan …”, Taemin membungkuk masih dengan senyum canggung. Namja itu diam saja dan kemudian mengangguk perlahan sebelum keluar dari supermarket sambil mengupas permen ditangannya dan memakannya.

Taemin menarik nafasnya … tetap saja, sosoknya tetap tidak cocok membeli makanan manis seperti itu …

.

.

Taemin menatap permen chupa chups di etalase ketika tangannya berhenti mengepel sudut toko, “Aku membayangkan apa permen ini benar-benar enak rasanya?”,

“Biar kutebak, namja itu datang lagi hari ini untuk membeli permen kan?”

Ia menoleh dan melihat sosok teman satu shiftnya berdiri tepat dibelakangnya, “Kibum Hyung …”, namja itu tersenyum dan melambaikan tangannya seakan menyapa. Ia akan meneruskan shift nya setelah ini, namja ini berumur 2 tahun di atas Taemin. Ia kuliah disalah satu universitas terkenal di Seoul, namun Taemin menduga kenapa ia mau bekerja di supermarket … rasanya ia cukup banyak uang untuk tidak kuliah sambil bekerja.

“Kau sudah datang … aku akan pergi 10 menit lagi setelah ku bersihkan semua lantai …”, ucapnya berdiri.

“Yah Taemin … barusan aku bertanya, apa namja pembeli permen itu datang lagi?”, tanyanya menggoda sambil membereskan stock chiki di etalase.

Taemin tersenyum sambil mengangguk. “Ya, dia membeli 15 chupachups kali ini, bahkan dia bertanya apa kita bisa menstock ulang chupa chups rasa cola … “, ucapnya. “Ssh … aku tidak tahu bahwa permen saja ada rasa favorit …”, gumam nya pelan

“Oh begitu …”,

Taemin menoleh dan menatap Kibum penasaran, ia tersenyum usil, Taemin menduga pasti ia sedang merencakan sesuatu …

“Kenapa?”, tanyaku

“Rasanya agak aneh memang, ia jarang datang ke sini jika aku dan Jonghyun Hyung yang bergiliran kerja.”, katanya tersenyum dan menatap Taemin, Taemin mengerutkan alisnya. “Tapi, kenapa ia selalu datang saat shiftmu yah?”, tanyanya terkekeh kemudian pergi. Taemin tambah bingung, apa maksudnya?

Tunggu …

Kibum shiftnya dalam seminggu adalah 5 kali, sedangkan Jonghyun 4 kali, dan Taemin 3 kali. Tapi ia hanya datang disaat Taemin memiliki shift kerja? Bukankah itu aneh?

Ia berjalan ke belakang, menuju ruang ganti karyawan, kemudian melihat Jonghyun dan Kibum berbicara didepan papan pengumuman. Taemin melirik sejenak dan melihat disana jadwal shift selama 1 minggu berada, setiap harinya di bulatkan oleh spidol secara sengaja.

“Lihat Tae …”, ucap Kibum terkekeh.

Taemin membuka rompi kerjanya dan menatap jadwal kerja didepannya dengan bingung, tidak ada yang aneh …

“Semua yang di beri tanda stabilo adalah hari dimana shift kerjamu dan namja itu datang ke toko kita …”,

Taemin berdiam diri sejenak dan memperhatikan sederet jadwal kerja didepannya dengan baik, dalam supermarket ini hanya ada Taemin, Kibum, dan Jonghyun yang bekerja, karena supermarket 24 jam ini tidak begitu besar. Terlebih pemilik dari toko itu sering datang dan membantu shift kerja mereka.

“Aku yang menandai nya …”, ucap Jonghyun terkekeh.

Taemin menatap dengan seksama, mengingat jadwalnya dalam 1 minggu ini. Ia terkesiap ketika ia ingat semuanya.

“Eeeh … tidak mungkin, ia benar datang ketika aku bekerja dalam shiftku? Kecuali ketika aku bertukar shift dengan Jonghyun hyung …”, ucap Taemin bingung.

Ia menoleh menatap Kibum dan Jonghyun bergantian, “Well … sebenarnya, mungkin saja ia ingin bertemu denganmu saja …” ucap Kibum pelan. Taemin terbelalak … tidak mungkin …

“A-anio … mana mungkin?”, Taemin berpikir jangan-jangan namja itu … “Ini tidak mungkin …”, lirihnya gemetar.

“Hei, bukankah seharusnya kau senang Tae?”, ucap Jonghyun terkekeh. Taemin menoleh kesal dan mencengkram kerah Hyungnya itu, Jonghyun diam saja dan malah terkekeh menatap Taemin.

“Jangan bicara sembaarangan … lagi pula dia namja … tidak mungkin kan dia—“, Taemin terhenti dan melepas cengkramannya di kerah Jonghyun dan menoleh pada Kibum. Ia menatap Kibum penuh dengan maaf, ia lupa bahwa …

“Hahaha … gwencana Taemin … tenang saja, aku sudah biasa menerima reaksi dari kaum hetero …”, ucap Kibum mengibaskan tangannya santai

Taemin tetap saja tidak enak, baru saja secara tidak langsung ia menyindir Kibum yang memiliki hubungan sejenis. Ya, Kibum homoseksual, dan ia memiliki seorang kekasih …

“Annyeong guys … kalian masih disini, oh, hallo, Taemin … shift mu sudah selesai kan?’, Taemin menoleh , melihat sang pemiliki toko datang, ia membungkuk memberikan salam. “Halo baby …”, namja itu memeluk pinggang Kibum dan mengecup pipinya -sekaligus namja pemilik toko itu adalah kekasih Kibum.

“Neh … aku akan pulang sebentar lagi Hyung. Kibum Hyung mianheyo …”, Taemin membungkuk dan merasa tidak enak, Jonghyun hanya tersenyum, sedangkan kekasih Kibum –Jinki, hanya menatap Kibum dan Taemin bergantian.

“Gwencana Taebaby …”, ucap Kibum ramah, “Tapi, namja itu masih duduk di bangku SMA kan? Mungkin saja ia masih bingung dengan perasaannya dan merasa tidak percaya diri, bagaimanapun juga kau akan sering bertemu dengannya. Kau memang tidak harus langsung berkata ‘tidak’ padanya, tapi itu sulit jika ia terus datang dan bertemu denganmu …”, ucap Kibum mengangguk.

“Neh … kau benar Hyung …”, ucapnya lemah dan berjalan ke lokernya. Ia menarik nafas, ia ingin rasanya bilang bahwa ia tidak menyukainya … bahkan tertarik dengan hubungan … Ah … kenapa namja rumit sekali –wait, aku kan namja juga … ==”

“Aku pulang duluan Hyung … annyeong …”,

Meski Taemin berpikir bahwa ia tidak mau terlibat dalam sebuah hubungan yang seperti itu, ia merasa penasaran, sebenarnya apa perasaan yang ia rasakan ketika seseorang mendekatinya dalam hal ini seorang namja? Ia merasa penasaran dengan sesuatu yang ada dalam pikirannya …

“Letakan disana!”,

Taemin menoleh dan melihat mobil truk kecil yang biasa menstock supermarketnya sedang membongkar muatannya di gudang mereka. Namun ketika ia hendak berlalu, ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Chupa chups … sepertinya ia benar-benar bingung dengan perasaannya, otak dan motoriknya tidak bisa bekerja sama, karena saat itu ia sudah berjalan ke seorang pegawai yang sedang membongkar muatan untuk supermarketnya.

.

.

Taemin tidak tahu bahwa bertemu dengan namja itu saja bisa membuatnya gugup, ia berusaha sewajar mungkin … ia meyakini bahwa semua ucapan Kibum tidak memberikan efek apapun pada otaknya.

“Selamat datang …”,

Namja itu lagi berdiri didepannya, menyerahkan semua permen didepan meja kasir dan bersiap untuk Taemin hitung.

“AH, Jakkaman!”,

Taemin mendongak, namja itu menatap permen didepannya dengan terkejut, seperti ia baru sadar akan sesuatu yang ia ambil. “Ini …”, ia mengambil sebuah permen didepannya dan menatap Taemin bingung.

Taemin mengerutkan alisnya sambil menatap permen didepannya, apa? Tidak ada yang aneh … OH!!. Taemin tersenyum dan menatap namja itu dengan ramah.

“Kau bilang apa kami bisa merestock permen rasa cola kan? Kemarin kebetulan sekali ada stock dari distributor, jadi aku memesannya seperti yang kau inginkan …”,

Taemin berharap akan menerima respon lain dari namja itu, tapi tidak … ia beranikan diri menatap wajah namja itu, berusaha membaca ekspresi apa yang akan dikeluarkan olehnya. Takut ia salah bersikap atau berbicara, setidaknya jangan sampai hal itu mempengaruhi kinerjanya …

“Ng …”, Taemin terkejut ketika melihat mimic namja didepannya itu. Jangan bilang … ia sedikit terkejut, karena apa yang ia lihat didepannya membuat matanya tidak percaya.

“Gamsahabnida …”, ucap namja itu pelan sambil menggaruk tengkuknya, Taemin benar sudah salah bicara rasanya, karena matanya menangkap sosok itu sedang memerah di bagian wajahnya, apa namja itu blushing?. Entah mengapa saat itu juga Taemin tidak bisa menahan rasa gugupnya. Ia menarik nafas dalam dan berusaha bersikap wajar serta pura-pura tidak tahu.

.

.

“Apa menurutmu itu adil?”, tanya Jonghyun kali itu ketika mereka sedang beristirahat makan siang.

“Apa?” Taemin menoleh pada Jonghyun yang asik dengan ponsel ditangannya entah melakukan apa.

“Itu … Namja itu pasti akan berharap lebih padamu…”,

Taemin tersedak minuman ditangannya dan menatap Jonghyun tidak percaya, “Yah, wae? Itu kan hanya sebuah lollipop Hyung … bukan masalah besar …”,

Jonghyun hanya terkekeh, Taemin semakin kesal dengan sikapnya, kenapa sih para Hyungnya jadi lebih sering mengomentari tentang ia dan namja itu akhir-akhir ini?

“Well, akan jadi masalah besar jika kau terus bersikap seperti itu, kau akan terlihat seperti memberikan harapan padanya. Meski hanya sebuah lollipop, dimatanya bisa saja sebagai rasa perhatian yang kau berikan padanya, jangan kau pikir perhatian pada ‘hal kecil’ itu sebuah tindakan yang biasa dari orang yang kau sukai …”, jelas Jonghyun menguap lebar sekali dan merebahka tubuhnya di lantai, menatap langit biru di atas mereka.

“Bukankah sebaiknya kau menghindari bertatapan langsung dengannya, Tae?”, liriknya, Taemin menatap Jonghyun dalam diam. “Aku mendengar semua yang dikatakan Kibum sebelumnya, aku rasa ucapannya ada benarnya. Jika namja itu serius padamu, maka kau harus lebih berhati-hati. Kalau sekali saja sikap perhatianmu berlebihan dan membuatnya salah paham, maka kau tidak akan pernah bisa mengelak.”, ucap Jonghyun tersenyum.

Taemin hanya bisa menatap hampa kearah Jonghyun. Benarkah begitu?

“Tapi, jika aku berada didepannya aku tidak bisa berkata ‘yah, kau jauh-jauh dariku’ atau lainnya…”

“Itulah mengapa aku berpikir tidak ada salahnya kau ikuti saja nalurimu, tidak ada salahnya menyukainya … Kibum dan Jinki pun tidak salah punya hubungan seperti itu kan? Cinta tetap cinta …”

“Aku tidak bicara soal cinta!”

“Ok, ok … sorry … bicara soal menyukai …”

“Hyung …”

“Yah! Sudahlah … jangan terlalu di ambil pusing, setidaknya jika memang kau tidak mau terlibat lebih jauh dari ini, kau cukup bersikap wajar saja padanya. Selama ia tidak berbuat macam-macam mau kau aman …”, Jonghyun memukul pundak Taemin pelan. Taemin menoleh menatap Jonghyun yang tersenyum usil.

“Apa maksudmu dari ‘berbuat macam-macam’ huh, Hyung?”, tatapnya sinis, Jonghyun hanya tertawa dan bangkit dari tempatnya.

“Anio … just kidding!”, ucapnya tertawa. “Palli, sebentar lagi jam istirahat habis …”,

Taemin mengangguk , kemudian ia menatap langit biru di atasnya sambil mendesah berat … aku tidak mau terlibat, jadi lebih baik aku tidak memberikan perhatian sedikitpun padanya. Bersikap layaknya customer dan pelayan itu lebih baik.

Tapi, jika Taemin berpikir kembali dan mengingat ekspresi namja itu ketika mengucapkan terima kasih, dengan wajah bersemu merah hanya karena sebuah permen. Ia tidak bisa melakukan apapun –bahkan hal jahat padanya. Itu seperti terlihat mempermainkannya dan membuat namja itu merasa dilecehkan …

.

.

“YAH! BANGUN!! SEKARANG KAU TIDAK BISA MEMBALAS HUH? AKU TIDAK PERCAYA KAU LEMAH SEKARANG!”

“BANGUN KAU PENGECUT!!”

“Argh!”

Taemin mengerutkan alisnya dan mencari sumber suara, suara erangan dan pukulan menggema disekitarnya. Ia terkejut ketika melihat tiga pelajar mengitari satu namja yang sudah terpuruk ditanah, tubuhnya ditendangi, dipukul bergantian, namun namja itu hanya pasrah. Taemin bergidik ngeri, ia tidak suka melihat perkelahian, bahkan ia tidak berani melakukan pembelaan, ia takut malah ia yang kena imbas … tubuhnya tidak begitu kuat untuk menjadi seorang pahlawan.

“Yah! Ada apa denganmu, huh? Kau sudah kehilangan kekuatanmu, Choi?”

“Urgh …”,

Taemin melirik sekilas, melihat namja yang terpuruk itu kali ini berlutut meringis seraya kepalanya dijenggut oleh salah satu pelajar itu. Namun apa yang ia lihat kali ini membuatnya tidak bisa diam … namja itu … Taemin menoleh kesana kemari, panik … tidak ada siapapun, karena situasi disekitarnya sepi meski belum larut malam …

Nekat adalah pilihan akhirnya … ia tidak bisa membiarkan namja itu…

“y-yah … YAH!!”, pekik Taemin berlari ke dalam taman sepi itu. “KALIAN, BERHENTI! KALIAN SEBUT DIRI KALIAN PELAJAR?! AKAN AKU PANGGIL POLISI, DIAM KALIAN DISANA!!!”, pekiknya.

Ketiga pelajar tersebut menoleh kearah Taemin, Taemin berharap ancamannya itu bekerja, syukurlah doa nya terkabul. Karena ketiga pelajar itu pergi sebelum memberikan tendangan lagi kea rah perut namja didepanya yang kemudian jatuh tersungkur.

“YAH! KEMBALI KALIAN!!”, pekik Taemin kesal. Ia tersengal karena amarah dan rasa takutnya bercampur jadi satu.

Taemin menoleh kearah namja yang saat ini terduduk memegangi perutnya dan meringis kesakitan. Dengan perlahan ia berjongkok memberikan space pada namja itu. Taemin melihat tubuh namja itu terduduk lemas dan nafasnya tersengal, sesekali meringis karena sakit, sungguh pemandangan yang tidak ingin Taemin lihat. Bagaimana sosoknya yang selama ini terlihat kuat bisa diam saja diperlakukan seperti ini?

“H-hei … gwencana?”, Taemin berusaha menyentuh lengan namja itu sangat hati-hati, namja itu menoleh dan menatap Taemin.

“P-pergi … polisi …”,

Taemin mengerti maksudnya, dengan cepat ia menggeleng dan mendekati tubuh namja itu. ‘Tenang saja, aku tidak memanggil polisi …”, ucapnya pelan. “Ya Tuhan, kau berdarah … kau benar-benar tidak apa-apa?”, tanya Taemin panik. Namja itu hanya mengangguk dan menarik nafas dalam-dalam.

Taemin tidak bisa berpikir lain, ia harus membawa namja ini ketempat lebih baik, setidaknya merawat luka-luka di wajahnya dan sudah mulai terlihat membengkak. Taemin menarik lengan kiri namja itu melewati bahunya dan melingkari tangan kanannya kebalik pinggul namja itu.

“Kau bisa berdiri? Ayo, bantu aku … kau harus pergi dari sini, aku akan mengobati lukamu …”, ucap Taemin berusaha mengangkat tubuh yang 2x lipat lebih besar dari nya itu.

Namun ketika mereka ingin berdiri sebuah lollipop jatuh dari tangan namja itu, “Jakkaman …”, Taemin memungut permen rasa cola itu. “Ini ….?”, Taemin menatap namja itu bingung, namun rasanya namja itu tidak tertarik di ajak bicara.

Dengan sepoyongan ia berhasil membuat namja itu berdiri dan sedikit bersandar pada tubuhnya. Perlahan mereka berjalan keluar taman, syukurlah flat nya tidak jauh dari taman itu, setidaknya ia bisa membantu namja ini sekali lagi.

.

.

“Ouch  … “, Taemin menarik nafas, namja itu meringis ketika ia memberikan alcohol dan membersihkan luka pada wajah namja itu.

“Sedikit lagi, kau harus menahannya. Kalau tidak ini akan infeksi …”, ucapnya kesal. “Sebenarnya apa yang kau pikirkan? Kenapa kau berkelahi hanya sebuah lollipop?”, tukas Taemin emosi. Ia baru saja mengintrogasi namja itu kenapa ia terlibat perkelahian. “Setidaknya kau bisa kan melawannya? Bagaimana kau bisa diam saja disaat kau dipukuli seperti itu? Kau mau mati?”, shitt … ia terlalu banyak bicara … bukan urusannya, dan kenapa juga ia merasa khawatir?

“Mian … bukan urusanku untuk menasehati—“

“Tapi kau sendiri yang mengatakan padaku untuk berhenti berkelahi …”,

Taemin mendongak, ia terkejut ketika namja itu menatapnya lekat. Tangannya yang mengambang di pipi namja itu di sentuh olehnya dan dibiarkannya turun menjauh dari luka di wajahnya.

“A-aku?”, tanya Taemin bingung. “Kapan aku bicara seperti itu?? Aku tidak pernah mengatakan apapun padamu sebelumnya??”

Namja itu menyentuh pipinya yang masih terasa kaku dan sakit, mendesis sambil melanjutkan ucapannya. “Sekitar satu bulan yang lalu …”, Taemin mengerutkan alisnya, tidak … ia tidak ingat akan kejadian apapun yang membawa ia bertemu dengan namja ini dan berkata demikian?

“Tentu saja kau tidak ingat … kau dalam keadaan mabuk saat itu, kau pasti tidak sadar dengan apa yang kau katakan …”, ucap namja itu menatap Taemin lekat, “Terlebih apa yang kau lakukan padaku …”,

Taemin menganga, ia benar-benar tidak ingat! Ya Tuhan, apa yang sudah ia perbuat pada namja ini? Mabuk?? Oh no!

“Kita bertemu di taman sama seperti hari ini, saat itu aku bertemu denganmu dalam keadaan mabuk, aku pun saat itu baru saja terlibat perkelahian…”

Flashback~

“Yah! Kau! Beraninya merokokkk … kau pelajarr khan …”, ucap Taemin sempoyongan berjalan menunjuk kearah namja tinggi yang terduduk dibangku taman, baju namja tinggi itu kotor dan berantakan, wajah nya memar dan terlihat ada bekas darah di sekitar bibirnya.

“Diam kau, Namja Gila!”, ucap namja tinggi itu kasar pada Taemin. Namun tanpa perduli ia sedang berurusan dengan seseorang yang sedang emosi, ia mengambil duduk tepat disampignnya.

“Yuppp~~ aaah … “, pekik Taemin, namja tinggi itu menoleh terkejut. Taemin terkekeh sendirian dan menoleh ke arahnya, matanya menatap namja tinggi itu seksama dan cemberut.

“Apa?!”

Taemin mengedus dan mempoutedkan bibirnya lebih, menatap namja itu dengan malas, “Kau … *hicc* terlihat sepertii …kaaakeek… kakeeekh … hehe …terlihat seperti pria berumur 40 tah *hicc* hun!”, ucapnya setengah mabuk, namja itu lebih terkejut ketika Taemin dengan cepat mengambil rokok ditangannya dan menghisap rokok itu sendiri ke bibirnya, sebelum ia terbatuk karena itu.

“Blaaah … sudah kuduga … rokok … not my styleee …” ucap Taemin namun masih berusaha menghisap rokok itu lagi,namun sebelum sampai dimulutnya, namja tinggi itu merebutnya dari tangannya.

“Kau sendiri? Kau bahkan masih SMP kan? Berani-berani menceramahiku, sana pergi!”, ucap namja tinggi itu kesal. Taemin menoleh dan mendengus, ia merebut rokok itu lagi dari tangan namja tinggi itu kemudian membuangnya.

“Ya—“

“Kata siapa aku masih SMP?!”, ia duduk bersimpuh dan mencondongkan tubuhnya kearah namja tinggi itu, membuat ia bergidik jijik karena bau alcohol dari mulut Taemin, namun ia masih bisa mencium bau harum vanilla dari tubuhnya. “Aku ini sudah 21 tahun!”, ucapnya kesal, namja tinggi itu memperhatikan perlahan kepala Taemin menunduk lesu dan melihat nya mengusap mata. “Meemangg … tubuhku ini, kecil! Tapiii … aku sudah besar! Sebesarrrr iniii!”, ia merentangkan tangannya lebar dan menatap namja tinggi itu tersenyum. “Tapi, apa salah aku ini imut? Badanku tidak bisa tumbuh kekar … aku tidak keren! Begitu kata yeoja cingu ku …”, ucap Taemin kesal. “ANIO! Kata ex-yeojacingu!”

Namja tinggi kesal mendengar celotehan tidak masuk akal orang mabuk, “Ah, sudah diam! Sana kau pergi—“

“Ini!”, Taemin menyodorkan permen lollipop kehadapan namja itu, “Ini permen ajaib, baik untukmu, dibanding rokok tadi … ini akan membuat perasaanmu senang …”, ucap Taemin tersenyum manis. “Ayo terima ini ..”, ucap Taemin menyodorkan ke tangan namja tinggi itu.

“Ouch!” namja tinggi itu meringis ketika luka di wajahnya disentuh oleh Taemin.

“Woof , ini luka bekas kau berkelahi?”

“Jangan sentuh!”

Lick …

Namja tinggi itu terkejut ketika Taemin mencondongkan tubuhnya ke arahnya, menjilat luka memar di sudut bibirnya. Ia terkejut setengah mati, namun Taemin hanya menatapnya sambil tersenyum.

“Berhentilah berkelahi … itu akan menyakitimu saja …”,

“Ap—‘

Endfalshback~

 

“Ap —YAH! KAU BOHONG!!”, pekik Taemin menutup mulutnya menahan malu.

“Itu benar.”, ucap namja tinggi didepannya santai. “Setelah kau selesai menceramahi betapa tidak keren sama sekali untuk berkelahi dan akan menyakiti diriku.”, ucapnya santai. “Lalu, setelah itu kau pergi …”, kali ini ia tersenyum, Taemin baru pertama kali melihat senyum itu. “Kemudian berikutnya, aku jadi hilang selera untuk terlibat perkelahian. Jika aku ingin memulainya, ucapan dan juga wajah bodohmu seperti saat itu selalu menghantuiku … “,

Taemin menatap namja didepannya dengan bingung.

“Saat itu tidak sengaja aku bertemu denganmu di supermarket …”, ucap nya pelan, kemudian mata mereka bertemu, Taemin tahu apa yang akan terjadi. “Saat itu aku jadi tahu kenapa kau selalu ada di pikiranku selama ini …”, Taemin membelalakan matanya, tidak …

“Kau tahu, aku—“

“Aaaah … kau lapar tidak? Aku lapar sekali! Aku akan siapkan makanan untukmu …”, jantung Taemin berdegup cepat. Namun sebelum ia bisa pergi, lengannya ditarik oleh namja itu. Wajahnya merasa panas sekali dan tiba-tiba ia ingin muntah karena gugup.

“Tunggu …”

“A-apa?”, ia terpojok, diantara tembok dan tubuh kekar namja itu, kenapa ia bisa merasa sangat terintimidasi hanya karena sebuah tatapan dari namja itu, hanya karena dari keberadaannya? Terlebih, kenapa jantungnya berdegup dengan cepat …?

“Aku menyukaimu, Taemin shi …”,

Taemin membelakakan matanya, namja itu menatapnya lekat, ia tidak bisa lepas dari tatapan mata itu, kenapa ia begitu egois? Tidakkah ia berpikir bahwa ini keterlaluan untuk Taemin? Ia masih belum siap untuk …

“J-jakkaman … kau bertindak berlebihan, jilatan di bibirmu saat itu hanya—“

Taemin terkesiap, bulu kuduknya merinding ketika namja itu mendekatkan tubuhnya dan lebih mengejutkan ia menjilat telinga Taemin, tepat di pearcing-an daun telinganya. Ia bisa rasakan panas di telinga kanannya dan ia bisa rasakan hembusan nafas namja itu.

“Jilatan itu hanya …apa?”, kali ini kedua tangan namja itu sudah tepat berada di sisi kepala Taemin, wajah mereka sangat dekat. Mencegah ia bertindak terlalu jauh, Taemin meletakan kedua tangannya di dada bidang namja itu.

“Ck, kau ternyata lebih bisa bersikap spontan dan jujur ketika kau tidak mabuk. Kau terlihat lebih lemah dan tidak bisa apa-apa jika aku bertanya langsung padamu …”, Taemin mungkin sudah tidak bisa membedakan mana degup jantung dirinya sendiri atau degup jantung namja didepannya itu.

“Hei … kau tidak tahu apa yang bisa ku perbuat padamu jika kau terus seperti ini?”, Taemin benci ketika cengiran di sudut bibir namja itu terlihat, ia tidak bisa apapun …

“A-aku bukan gay!!”, pekik Taemin

“Aku tidak tertarik hal semacam itu.”, ucapnya santai. Kedua tangan Taemin di dada namja itu digenggam olehnya dan dibawa menghimpit diantara kepala Taemin. “Tapi aku menyukaimu … sejak saat itu aku memutuskan aku tidak perduli kau namja atau yeoja. Aku hanya menyukaimu … sepertinya permen ajaib itu bekerja baik denganku, sama seperti yang kau bilang, aku berhenti untuk merokok dan berkelahi …”, Taemin juga tidak bisa menghindar selalu dari tatapn tajamnya …

“Aku—“

“Aku serius, Lee Taemin …”, namja itu mencium bibirnya, dan Taemin tidak bisa mengelak kemanapun, ia hanya bisa pasrah … namun ia tidak sadar bahwa ia membalas ciuman itu, bahkan ketika namja itu menelusupkan lidahnya memasuki rongga mulut Taemin, ia membiarkannya, ketika lidahnya dihisap oleh namja itu juga ia membiarkannya, namun ketika tangan namja itu beralih masuk kedalam kaosnya dan menelusupkan dengkulnya ke selengkangan Taemin … ia …

“Y-YAH! YAH! TUNGGU!”, Taemin panik setengah mati, jantungnya berdegup cepat, ia tahan tangan namja itu yang hendak masuk ke bajunya, dan ia berusaha berdiri dengan baik menjauh dari dengkul namja itu yang berusaha menyentuh selangkangannya.

“Ah, namaku Minho … Choi Minho …”, ucap namja itu tersenyum. Taemin hanya diam dan lemas, sibuk dengan pikiran untuk menolak atau bertahan.

.

.

“Sudahku bilang kan kau harus berhati-hati sebelum kau dimakan olehnya …”, ucap Jonghyun meledek.

“Aku tidak dimakan olehnya!” Taemin tidak mengerti Jonghyun suka sekali mengatakan kata-kata ambigu yang ia tidak mengerti. “Dan kau tidak bilang tentang hal itu padaku!”, gerutu Taemin ketika ia masih kesal karena ketika ia putuskan menceritakan semuanya pada Jonghyun dan Kibum, keduanya sama sekali tidak membantu! “Lagi pula aku belum melakukan apapun dengannya!!”, pekik Taemin.

“Hm? Belum?”, Taemin terkejut, ia menoleh dan melihat namja itu, ya namja tinggi seenaknya yang sudah mencoba masuk kekehidupannya berdiri didepannya. “Belum itu berarti … kapan kau akan memberikan ‘nya’ padaku?” tanyanya nakal.

“APANYA?! DASAR PABO!”, desis Taemin. Namun Minho hanya terkekeh dan mencium pipi Taemin, yang jelas-jelas masih takut menerima skinship seperti itu sebelum sebuah tamparan melesat di pipi Minho. Minho hanya berdecak melihat wajah Taemin yang memerah sambil pergi marah-marah.

FIN?

Ah, apa ini? cerita anak bocah! LOL ..
Gimana? masih belum tauk sih mau dijadiin series apa nggak … soalnya utang FF banyak banget!
Yang bingung biar gue jelasin, disini Taemin emang lebih tua dari Minho, lebih tua 2 tahun, dan dia cuma kerja di supermarket itu tanpa kuliah … dan Minho sendiri dia masih SMA kelas 3 hohoho …
Sedangkan Jinki itu 27 tahun (penguasaha sukses), Kibum (23 yo), dan Jonghyun (25 yo)^^

Semoga suka … taemkey-san OUT!
Leave comment^^
Gomawo!~
NO EDIT, MANY TYPO!

60 thoughts on “[2MIN] CANDY MAN

  1. Kyaaaaa… suka banget…
    Authornim daebak banget ini mah… kekeke
    Ga tau kenapa aku yang deg-degan baca ini…
    Selalu deh kalau terlalu sweet or romantic or fluff tu aku yang jadi deg-degan kekeke…
    Anyways… love it.
    The great story… kalau mau di series ya hayuk aja kekeke…
    Tapi ya terserah authronim aja. Kekeke.
    Inget utang ff juga banyaaaaaaaakkkkkkk banget kan.
    Support selalu buat Authornim.
    Fighting!!!! 

  2. klo kt arya wiguna. DEMI TUHAN… saiah suka suka suka ini, abang Ming msh ABG. aciye qt umurx smaan Taeby:)
    HIDUP ONKEY

  3. jadi taemin dluan yang nyerang minho..
    lagi mabuk sih, makanya ga inget..
    tinggal yg sadar yg kesem-sem.. :3
    mau dong jadi chupa chupnya.. biar bisa diemutin minho.. hehe :p

  4. buahahahaha jadii ituu asal mulanya….
    temin mabuk gegara diputusin cweknya..gk mw jdi gay tp diem saat dicium minho dasarrrrr
    lollipop pembawa berkah

  5. udah lama nggak mampir ke sini. begitu mampir ke sini, tau-tau udah ada cerita baru hheheee
    semangat terus ya buat nulis buat para author yang kece-kece

  6. tbh. bingung mikirin scene setelah adegan taem nolong mino itu😀 latar nya dmana juga bingung😀

    ah tapi nga masala siii
    kkkk

    critanya menarik🙂
    walo agak susah ngebayangin si mino lebi muda dari taem😀

  7. hanya sebuah permen bisa membuat minho jatuh cinta dan merubah orientasi seksualnya -_-
    berarti cuma tinggal jonghyun aja yg masih normal…🙂
    taeminie td lucu, udah nolak tp respon tubuhnya berbanding terbalik

  8. Annyeong….
    aq readers baru di sini.
    KYAAAAA. ceritanya manis banget. Aq suka gaya taemin yang malu2 itu.

    Kyaknya seharian ini aq bakalan baca ff yang ada di blog ini.

  9. hahaha… apa salah ny ak imut… gk salah koq taem.. gk salah kmu jd makhluk pling imut yg bsa mempesona seorg minho… hehehe….

  10. Hah? Apa ini???
    Dibawa pergi tinggiiiiii banget, pas lg klimaks, malah ada tulisan END?
    sumpah? Serius? Ini udah nih gini aja??
    DEMI APA?????????????

    SERIUSAN YAA INI HARUS ADA SEQUEL! OH JANGAN CUMAN SEQUEL!!
    BIKIN SERIES AJA DEH SERIES!!
    DITUNGGU NIH HMMM

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s