{OnKey} My Cup of Tea


1390634311

Pairing  : OnKey

Cast : Lee Jinki (Onew), Kim Kibum (Key)

Length : 2000+ words

Genre : a lot of kissing (lol) fluff fluff and fluff

Rating : PG

 

 

 

If  you do change into a girl, who would probably you date with?     

I would probably date Key. Unique, strong personality, very interesting, just like my cup of tea.

 – Onew

 

Key, itulah nama panggungnya. Ia menyebut dirinya ‘almighty key’ karena tak ada yang tak bisa laki – laki berparas cantik ini lakukan. Ia bisa melakukan semua, dancing, singing, acting, even water sky .

Tapi itu Key, bukan Kim Kibum. Kim Kibum yang sebenarnya. Kim Kibum yang bahkan tidak bisa melakukan apapun tanpa seseorang yang berhasil membuat degupan jantungnya sepulu kali lebih cepat.

Seorang yang mampu membuatnya gugup hanya dengan menatap matanya.

Seorang  yang tidak pernah marah saat dirinya menjadi seseorang Kibum yang manja dan sensitive.

Seorang  yang benar – benar memahami dirinya bahkan melebihi dirinya sendiri.

Seorang  yang.. bernama Lee Jinki.

“Jinki… tidak bisakah kau menolaknya?”

Kibum mungkin terlihat seperti anak umur 5 tahun yang merengek pada orang tuanya agar tidak pergi dinas keluar kota dan meninggalkannya dengan setumpuk mainan dikamarnya.

Jinki tersenyum kecil melihat ekpresi Kibum saat ini.

“Kemarilah…”

Jinki membuka kedua tangannya lebar – lebar.

“Shirreo…” ia menjawab cepat. Terdengar suaranya yang kesal.

“Ayolah… kau tidak kasihan dengan yeonggam(old man) ini? Hm?”

Jangan memasang wajah seperti itu, kau stupid idiot pabo Jinki.

Kibum perlahan berhambur kepangkuan Jinki yang duduk dikasur. Kibum duduk menghadap Jinki dan ia duduk tepat diatas paha Jinki. Tangan Jinki segera menarik pinggang Kibum agar mereka semakin mendekat.

“Apa kau mengkhawatirkanku?hm?”

Jinki memeluk erat Kibum memainkan ujung hidungnya dengan hidung Kibum, bergumam dan tersenyum, merasakan aroma tubuh Kibum yang menyeruak. Aroma favorit Jinki, setelah ayam goreng mungkin?

Jangan katakan itu pada Kibum atau Jinki akan tidur sendirian selama seminggu, no hug no kiss no touch.

Kibum tidak menjawab dan hanya diam. Ia tidak perlu menjawab karena seharusnya Jinki tahu apa yang ia rasakan. Kibum tidak harus mengucapkan segalanya.

Rasanya ia tidak perlu mengucapkan hal seperti “aku akan sangat merindukanmu” atau “aku sangat mengkhawatirkanmu, bagaimana dengan makanmu nanti? Bagaimana kau tidur didalam hutan Jinki?”

Tidakkah itu terlalu girly?

Jinki tidak perlu mendengar semua itu, karena hanya dengan menatap  bola mata Kibum yang seolah mengatakan semuanya. Jinki selalu mengerti semua yang Kibum rasakan.

Dibalik sikap Kibum yang kurang stabil belakangan ini. Terkadang ia akan sangat clingy padanya, seperti kemarin saat mereka tour di Beijing untuk special fanmeet tour. Kibum yang biasanya duduk di ujung dan tidak bersebelahan dengan Jinki tiba – tiba duduk disebelahnya.

Tentu saja Minho, Jonghyun dan Taemin mengerti alasan Kibum.

“Kau terlalu memanjakan Kibum, hyung” Minho sekali berujar pada Jinki saat di backstage.

Jinki hanya terkekeh dan jauh didalam hatinya ia sungguh tidak keberatan dan sangat menyukai sisi Kibum yang seperti ini.

Jinki sangat memanjakan Kibum, nothing regret.

“So..apa kau ingin membantuku membereskan pakaianku untuk besok atau kita duduk seperti ini sampai aku yang membantumu membuka pakaianmu, hm?” goda Jinki memainkan jemarinya di pinggang Kibum dan mengelusnya, alisnya naik turun.

“Yah!” Kibum tertawa dan beranjak turun dari pangkuan Jinki namun Jinki segera menarik pinggangnya hingga ia terduduk lagi. Kibum belum sempat mengeluarkan suara karena Jinki mengejutkannya dan sekarang wajah Jinki sudah tepat berada didepannya, hembusan nafasnya bahkan terasa diwajahnya.

“Aku akan sangat merindukanmu Kibum..”

Wajah Jinki berubah sangat serius dan beberapa detik kemudian bibir tebal itu sudah menempel sempurna dengan bibirnya. Menyesapnya, menggigit kecil. Kibum tersenyum disela soft kissing mereka.

Kibum perlahan mendorong dan berusaha menghentikan Jinki yang semakin memperdalam ciuman mereka karena kini ia merasakan lidah Jinki memohon untuk memasuki mulut Kibum.

“Hmm..”

Jinki mengeratkan pelukannya tidak mengindahkan pukulan pelan Kibum di pundaknya memohon untuk Jinki melepaskannya.

“Kau ingin membereskan pakaian dan beberapa barang yang akan kau bawa besok kan?”

Akhirnya Kibum berhasil melepaskan tautan bibir Jinki dan menangkup pipi Jinki ditelapak tangannya. Nafasnya sedikit berat karena aktifitas tadi.

Well Jinki is good kisser if you want to know, at least for Kibum.

“Aku rasa itu bisa kita lakukan nanti..”

“Mwo- umphh..”

Kini Jinki berdiri dan mengangkat tubuh Kibum dan berbalik. Masih dalam keadaan menggendong Kibum dan menaiki kasur, berjalan dengan lututnya diatas kasur hingga tepat membaringkan Kibum ditengah. Jinki mengurung tubuh Kibum dibawahnya, senyumnya tak hilang sambil menatap mata Kibum turun ke hidung,bibir merah yang sedikit terbuka.

Jinki masih melihat Kibum dibawahnya, Kibumnya yang cantik.

My Kibum…mine.

Jemari Kibum kembali menari diwajah Jinki, menurunkan satu telunjuk kanannya dari bagian kening Jinki turun ke hidung lalu ke bibir. Mencoba mengingat struktur gari wajah Jinki dengan indera perasanya.

Bibir itu terbuka dan tiba menggigit jari Kibum membuat laki – laki ini terkejut, lalu mereka tertawa.

“Berjanjilah padaku..”

“Hm..?”

Jinki mengecup rahang Kibum dan turun ke leher Kibum. Merasakan kelembutan kulit Kibum, mengingat baik – baik aroma tubuh khas kekasihnya sebelum ia pergi selama satu minggu.

Jinki mendongak menatap Kibum dan mendengarkan apa yang akan Kibum minta kali ini.

“Berjanjilah supaya kau kembali tanpa kekurangan apapun, jangan sampai cidera. Tidak meski seujung jari, mengerti?” suaranya sedikit bergetar. Tangan kanannya menangkup wajah Jinki dan tangan kirinya tanpa ia sadari meremas kaus Jinki kuat.

Tatapan Kibum yang penuh kasih sayang.

Tatapan yang hanya ia berikan pada Jinki ketika mereka berdua.

Tatapan yang tanpa Kibum sadari membuat Jinki semakin tidak bisa meninggalkannya.

Tatapan yang membuatnya ingin memeluk Kibum semalaman.

He is so cute….

Senyum Jinki mengembang, ia merunduk dan mengecup pipi Kibum.

“Uh Kibum kau malam ini manis sekali, aku ingin memakanmu..”

Jinki menggigit pundak Kibum membuat Kibum berteriak dan tertawa.

Tidak.. mereka tertawa bersama.

Bagi Jinki tidak ada suara yang lebih indah daripada mendengar suara tawa orang yang paling ia sayangi.

“Janji..?”

“Yes boss! Sekarang jangan hentikan aku oke?”

Jinki terduduk dan melepaskan satu – persatu kancing kemeja putihnya.

Kibum mengerti dan ikut duduk membantu Jinki membuka gesper hitam Jinki.

“Ada yang tidak sabar hm?” goda Jinki.

“Shut up…”

Jinki tertawa melihat wajah Kibum yang memerah sesaat.

Malam ini, mereka menghabiskannya bersama lagi. Mengabaikan beberapa pakaian Jinki yang baru saja ia akan rapihkan ke dalam tas travelingnya.

Malam ini terasa lebih berat, dan Jinki menyadari betapa Kibum sangat berbeda. Sentuhannya terasa lebih possesive. Bahkan ia akan terbangun saat Jinki bergerak. Lalu ia akan berbisik “ssh..tidurlah lagi Kibum aku tidak kemana – mana..” dan Kibum kembali terlelap dalam pelukan Jinki.

.

.

.

“Jinki banguuuuun~”

“Hm… “

“Yah! Kau belum mempersiapkan pakaian dan sebagainya!”

Snap

Jinki terduduk dan berusaha sekuat tenaga membuka matanya yang masih berat. Perlahan ia melihat Kibum berdiri didepannya melipat tangannya di dadanya, berusaha mengabaikan Kibum yang kini memakai celana boxer yang…sangat pendek dan kaus putih lengan buntung.

Kibum menepuk – nepuk tas Jinki diatas meja lalu membawanya keatas kasur.

“Lihat… semua sudah kubereskan… kau harus berterima kasih padaku..” ucap Kibum bangga.

“Benarkah…..baiklah terima kasih Kibum dan biarkan aku tidur beberapa menit lagi..”

Dan Jinki kembali menutup matanya dan berbaring.

Kibum mendengus kesal, menarik selimut Jinki namun saat itu juga menutupnya kembali. Jinki masih tak memakai apapun dibalik selimutnya.

Sure Kibum saw something big and hard there.

Jinki membuka matanya sedikit dan tersenyum melihat tingkah Kibum. Ia menarik tangan Kibum dan kini tepat berada diatasnya, ia menarik pinggangnya dan memeluknya.

“Biarkan aku memelukmu sebentar saja Kibum~ ah..”

“Yah! Bangun Jinki kau harus segera mandi…”

“Memang sekarang jam berapa hmm..?”

“Pesawatmu akan berangkat 3 jam lagi..”

“Ah masih lama.. bandara tidak terlalu jauh dari hotel ini Kibum ah~..”

Aigoo…. Jinki terkadang memang sulit dibangunkan.

Kibum mencubit kesal pipi Jinki yang sekejap meringis kesakitan. “Aaackk.. itu sakit Kibum..”

“Makanya bangun?!”

“Aku sudah bangun semenjak tadi.. kau sudah lihat kan? Ah atau kau mau melihatnya lagi?”

“Yah!”

Kibum langsung berdiri dan meninggalkan Jinki yang tertawa melihatnya. Ia memasuki kamar mandi dan tak lama terdengar suara air, namun Jinki dengan sangat yakin tidak mendengar suara pintu kamar mandi tertutup.

Jinki berdecak gemas.

Jinki beranjak dari kasurnya, segera memasuki kamar mandi disambut pemandangan punggung Kibum yang sedang berdiri membelakanginya menyabuni dirinya dibawah shower.

“Apa kau akan berdiri disitu sampai siang?” Kibum menengok melihat Jinki yang ternyata kini berjalan pelan kearahnya.

“Tentu saja tidak..” suara Jinki lebih berat dari biasanya dan dengan cepat tangannya kini sudah melingkar diperut Kibum, memeluknya dari belakang.

 

.

.

.

 

“Kibum.. kenapa aku harus berpakaian seperti ini?” Jinki bingung saat ia diberikan sebuah legging hitam, celana pendek dan kaus hitam sporty yang agak ketat.

“Ini memang pakaian yang cocok untukmu ke hutan Jinki.. tidak akan ada nyamuk yang menggigitmu oke?” Kibum mengecup pipi Jinki sekilas dan sejenak menganggumi tubuh kekasihnya.

Not bad.

Meski ia sedikit tidak rela Jinki pergi selama seminggu untuk menjalani syuting Law of The Jungle. Plus tidak ada Choi Minho disana yang bisa mengawasinya, well jangan tanya kenapa tidak Kibum yang ikut karena ia dan hutan is a big No .

Tapi setidaknya Jinki pergi bersama Minho manager hyung yang bertubuh besar. Bukannya Jinki tidak bisa menjaga dirinya sendiri, Kibum tahu kekasihnya pasti bisa menjaga dirinya sendiri. Namun terkadang ia merasa Jinki akan melakukan sesuatu yang diluar dugaan dan bahkan bisa saja ia melukai dirinya sendiri tanpa ia sadari.

Kibum tahu sifat Jinki yang jahil dan rasa ingin tahu yang kadang terlalu kuat. Setelah Jinki siap memakai pakaiannya dan mengecek ulang semua bawaannya, ia bergegas untuk menemui manager hyung yang sudah menunggunya.

Sebelum Jinki keluar, ia menarik Kibum yang semenjak tadi menatapnya dan berulang kali menghelas napas, Jinki memeluknya erat.

“Aku akan sangat merindukanmu Kibum.. jaga dirimu baik – baik..”

“Bodoh.. itu kalimatku..”

Jinki terkekeh dan melepaskan pelukannya namun Kibum menariknya dan menciumnya. Ciuman yang menuntut dan kuat. Tangan Kibum yang saat ini sudah memeluk leher Jinki memperdalam ciumannya.

No..No.. ini tidak baik bagi little Jinki.

“Hm.. Kibum~ah Minho hyung sudah memanggilku..”

Jinki akhirnya berhasil melepas tautan bibir mereka. Tangannya menangkup kedua pipi Kibum dan melihat kekasihnya ini yang matanya sudah berkaca – kaca.

“Bodoh.. aku hanya pergi seminggu..bukan pergi wamil selama dua tahun.. jangan memasang wajah seperti itu.. membuatku ingin membawamu..” Jinki tersenyum dan sekali lagi mengecup bibir Kibum.

Kibum menghamburkan dirinya kepelukan Jinki sekali lagi dan mengangguk.

“Hubungi aku jika kau sudah sampai sana dengan selamat…”

“Hmm..”

“Jangan lupa mengirimku sms atau menelponku..”

“ne…..”

“Jangan sampai kau terjatuh..”

“Hm…”

“Dan.. kau- yah turunkan aku~!“

Jinki mengangkat Kibum dan memutar tubuhnya beberapa putaran membuat Kibum memeluk Jinki semakin erat karena takut terjatuh.

“Iyaaaaa Kibum… and I love you so much! Uh manisnya..”

Jinki mengecup pipi Kibum berkali – kali dan akhirnya ia tertawa dan memukul pundak Jinki untuk berhenti membuat wajahnya dihujani ciuman Jinki.

“Jinkiii~!! Apa kau sudah siap?!”

“Ah ne hyung! Chakkaman…”

Wajah Kibum lagi – lagi menyiratkan kesedihan dan memegang erat kaus Jinki, “Kibum… ingat ini baik – baik, aku tidak akan terluka, bahkan seujung jaripun okay? Dan aku akan sangat sangat sangat sangat sangat merindukan Kibumku yang manis ini…”

“Jangan panggil aku manis.. “

Jinki tertawa mendengarnya, ia melepaskan kepalan tangan Kibum yang erat di kausnya sekali lagi memeluknya.

“Aku sudah merasa merindukanmu bahkan aku belum pergi… ottohke? Apa aku membawamu saja hm?”

“Bodoh… ”

Tawa mereka pecah dan melepaskan pelukan mereka. Namun saat melepas pelukan Kibum dan beranjak membuka pintu ia menoleh melihat lagi wajah Kibum.

“Ugh aku rasa aku bisa gila tanpamu Kibum..” ia kembali memeluk Kibum.

Kibum sadar ia tidak boleh egois dan ia juga sadar kalau Jinki juga tidak bisa jauh darinya. Tapi mereka harus professional dalam pekerjaan.

“Aku bahkan sudah gila..” gumam Kibum sangat pelan, Jinki tidak terlalu mendengarnya.

“Hm? Kau bilang apa tadi?”

“Aniya! Aku tidak bilang apa – apa.. sudah sana pergi..” Kibum mendorong Jinki dan membuak pintu kamar hotel. Minho (manajer hyung) sudah menunggu didepan pintu dengan wajah yang oke- sedikit kesal.

Jinki berangsur meminta maaf. Sebelum Kibum menutup pintu, Jinki menahannya dan menarik Kibum untuk mengecup bibirnya sekilas.

“Yah apa kau gila?!”

“Tentu saja.. aku sangat gila Kibum.. kau harus bertanggung jawab nanti saat aku pulang..”

“Pabo..”

Jinki pergi melambaikan tangannya. Bahkan ia berjalan mundur agar tetap bisa melihat Kibum di pintu kamar.

They are so stupidly in love.

Well meski Jinki harus terjatuh sekali karena kebodohannya berjalan mundur dan beberapa kali memberikan flying kiss.

“Bodoh..aku sudah bilang jangan terjatuh..” gumam Kibum saat melihat  Jinki terjatuh namun jantungnya mencelos melihatnya. Entah apa yang akan terjadi disana nanti.

Namun ia percaya semua akan baik – baik saja.

Ya… semua pasti baik – baik saja. Jinki akan pulang seminggu kemudian dan membawa sejuta cerita pengalamannya disana.

 

End

 

Ehm? Im sorry this is so random guys lmao. Cant help it to writte something fluffy and lot of kiss HUAHAHAHAAHAHAHAHA im dying imagine them here O<–<

Key lagi clingy banget sama onew dimana mana nempel TT^TT oke ini luapan emosi seorang oks lewat ff yang… yepp! I know ini pointless.. and im not good for making any fluffy scene.

Snow flower masih on going meski ngadat karena satu dan lain hal im so sorry. But please wait little more guys >/\<

Thanks a lot for comments and support ~! I love suunders❤

 

 

1390942633

 

113 thoughts on “{OnKey} My Cup of Tea

  1. jinki yang selalu pervert dan kibum yg slalu manja dan khawatir atas jinki maklum lah klo kibum cemas bgt masalah.nya suaminya ini kerap sekali bertingkah absurb yg membahayakan dirinya xD

  2. Pingback: My Cup of Tea « JINKIBUM Fanfiction Paradise

  3. Euuggh.. Kibum yg gak rela ditinggal Jinki kek gini itu so cutee bgt:D

    blom berpisah aja udah pada gila,ckckck bener..bener deh bumonimku *geleng2

    hahahaha acara pemberangkatannya penuh dengan pelukan dan ciuman uughh aigoo..aigoo..>.<
    lucu bgt Jinki pas mau berangkat trus jlnnya mundur cuma pengen trus liat muka kibum,ini maniiiiiiiiieesss…sueeerr

  4. Aaaa manis suer.. feelnya dpt bnget!!! Trs adegan yg td kyk nyata wkwkwk emg nyata x yya 🙂 Sesuai dgn sifat mereka masing2 jinki yg ceroboh dan kii yg penuh perhatian :*

  5. Mengurass emosi para oks nihhh gilaaa manis nya sampe ke ubun2 :v
    jinkiiiiii selalu bisa bikin kibum memerah :v telat bgt aku baru baca2 ff disini :v

  6. Ih si ibum nih , jinki mau pergi shooting aja udah kayak nganter wamil..

    Tenang bum, jinki kan gk sendirian disana..
    Btw itu si mino kok kayaknya sensi mulu ama si Kibum yg dimanjakan jinjin..

    Kaga salah itu bum makein baju item item..
    Kenapa gk pink aja.

    Bukannya kalo.item digigit nyamuk yak
    *abaikan

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s