[Onkey] Intimate Baby – Part 5 of ?


Characters: Lee Jinki aka Onew | Kim Kibum aka Key | Jibum (AOC)
Rate : PG 13
Genre : Romance, drama, fluff, friendship, realtyshow, AU
WC : 6.437 words
Author : Taemkey -san

Warned:
None of the materials provided in this fanfic may be used, reproduced or transmitted, in whole or in part, in any form or by any means. No parts of this fanfic are to be copied without permission in writing from the author.

A/N: Annyeong, mianhe udah lama banget nunggu sampai bosen mungkin. Maaf banget, aku tahu… aku tahu, ini udah FF lama, kalian bakalan mikir, udah lupa juga ceritanya. Tapi balik lagi, kalau sudah dimulai dan tidak diselesaikan bakalan tanggung kan? Aku harap masih ada yang mau baca dan bahkan sedia untuk komen FF ini. ^^
Maaf untuk long hiatusnya, author lagi berusaha membangun krisis mood dan juga ide untuk menulis lagi pra lulus kuliah^^. Enjoy❤

<< PREV PART

         Key merasakan kepalanya masih terasa berat, ia rasakan seluruh badannya sakit semua. Sepertinya istirahat seharian penuh tidak membuat tubuhnya pulih lagi.

“Oh, kau sudah bangun,Hyung?”, ia menoleh kesumber suara dimana Taemin berdiri diambang pintu, membawa senampan makanan disana. “Kau merasa lebih baik?”, ia meletakan nampan itu disisi meja tempat tidur Key, kemudian duduk di sisi kasurnya. “Hmm … panas mu sudah turun, syukurlah …”, ia masih tersenyum ketika selesai mengecek suhu tubuh Key dengan merasakan keningnya.

“Ya aku baik-baik saja, hanya kepalaku masih pusing …”,

Taemin membantunya duduk dan bersandar di kasurnya, “Tentu saja, panasmu naik semalam, aku khawatir dan hampir membawamu ke rumah sakit. Bahkan kau tidak sadarkan diri sudah 1 hari lebih.”,

Key menoleh bingung, ia membuka dan menutup mulutnya, “1 hari lebih? Apa maksudmu?”,

Taemin mengambil bubur yang baru saja ia bawa dan menyendoknya, ia meniup supaya bubur itu dingin sebelum ia mengangkatnya ke bibir Key. “Kau tidak sadarkan diri artinya kau pingsan selama 1 hari lebih, itu maksudku …”

“Bukan …”, Key menggeleng bingung.

         Ia bertemu Onew kan kemarin? Ia merasakan memeluk namja itu, ia benar-benar bisa merasakannya, merasakan deru nafas Onew di tengkuknya, merasakan tangan besarnya mengelus kepalanya sayang, merasakan hangat tubuhnya.

“Hyung?”,

         Key mendengus sambil tertawa pelan, ia menarik nafas dan menggelengkan kepalanya. Ahh… kepalanya semakin pusing rasanya.

“Hyung, kau kenapa? Kau jangan membuatku takut …”, rengek Taemin, Key mengintip dari balik tangan yang sedang memegangi kepalanya. Aduh, ia rasanya ingin tidur lagi.

“Aku sudah gila Taemin …”,

“Hah?”,

         Key menggeleng dan merebahkan badannya lagi, ia berbalik memunggungi Taemin, meremas bantal disisi tubuhnya.

“Onew belum kembali kan?”, tanyanya lirih, meski pelan namun Taemin bisa dengan jelas mendengarnya.

“Belum …”, ucapnya, “Tapi Hyung—“

“Benar, aku sudah gila …”,

         Key yakin bahwa ada yang salah dengannya, kenapa ia bisa bermimpi seperti itu? Apa ia benar-benar mengharapkan bahwa Onew kembali? Apa efek Onew sebenarnya sampai membuatnya seperti ini?

“Hyung …”, ia rasakan elusan dipunggungnya dengan lembut, magnaenya itu mengelusnya dengan sayang. “Kau bukan gila, kau hanya merindukan Onew Hyung … aku bisa menghubunginya untukmu …”,

         Key hanya diam saja, ia tidak mau Taemin melakukan itu, ia dan Onew tidak ada hubungan special yang seperti itu, dan Key tidak sama sekali sakit hanya karena ia merindukan Onew. Sungguh konyol, benar-benar konyol …

“Kau harus makan Hyung, aku akan pergi sebentar lagi, sebelum aku pergi aku mau kau sudah makan dan minum obat …”,

Ia bisa mendengar Taemin menarik nafasnya, “Setidaknya bekerja samalah dengan kondisi tubuhmu, jika kau tidak mau bekerja sama dengan perasaanmu…”

         Apa? Apa benar bahkan Taemin saja bisa membaca bahwa ia benar-benar mengharapkan Onew?. Ugh … ia benamkan wajahnya kebantal. Apa yang kau lakukan padaku Onew?

.

.

         Key memandangi kertas ditangannya dengan bingung, kemudian menatap PD-nim yang duduk bersama kru lain. Kondisinya saat ini ia sedang filming ditengah-tengah 15 menit lagi ia harus naik ke atas panggung, Jibum asik bermain dengan Taemin disudut ruangan. Bermain dengan gameboy yang dibelikan Taemin untuknya.

         Sudah 3 hari setelah ia pulih dari sakitnya namun ia masih belum menerima kabar apapun dari Onew. Namun ia mendengar bahwa jadwal tour mereka diperpanjang, oleh karena itu maka ia harus terpaksa syuting berdua saja dengan Jibum. Atas nama fans yang sudah mendukung nya, mendukung acara reality show mereka, maka Key memutuskan melakukan apapun yang terbaik untuk Jibum dan juga kru lain yang sudah banyak bekerja keras.

“Tunggu, apa aku harus datang ke acara ini?”, tanyanya pada kru didepannya, PD-nim memberikan anggukan (tentu tidak tertangkap kamera –hanya kata ‘YA’ yang terdengar samar di kamera)

Key menarik nafas, “Yah, Taemin ah! Kesini sebentar …”,

Taemin menoleh dan menggendong Jibum mendekat, “Waeyo?’

“Kau mau kan menemaniku untuk datang kesekolah Jibum? Lihat, PD-nim memberikan misi ini ‘Datanglah ke acara kelas terbuka dan pertemuan orang tua, Senin 09.00 pagi’ …”, ucap Key mengibaskan kertas didepan Taemin, namja cantik itu membacanya dan berdecak.

“Bagaimana mungkin, aku tidak mungkin lakukan ini kan?”, tanya Taemin pada PD-nim, “Aku kan tidak terlibat dalam acara ini … hahaha…”, ledek Taemin.

“Umma kesekolah Jibum?”,

Key menoleh pada Jibum yang perlahan turun dari pangkuan Taemin dan duduk dipaha Key. “Ng … iya.”, Key melirik ragu pada Taemin. “Umma akan datang! Jadi kau harus tunjukan yang terbaik dikelas, supaya Umma bisa membanggakanmu didepan teman-teman yang lain, arra?!”

“Appa?”,

“Huh?”

Jibum menarik baju Key, “Appa datang?”,

         Key menelan ludahnya, ia tersenyum sangat lebar menanggapi ucapan Jibum itu, kemudian dengan professional ia menjawab. “Appa Onew tidak bisa datang … Jibum tahu kan Appa sedang kerja di Jepang? Jadi, kau bersama Umma saja, setelah itu kita akan pergi ke gamecenter, kita main sepuasnya! Eotte?”, bujuk Key, ia berharap, sangat berharap Jibum setuju dengan sarannya.

         Jibum tampak berpikir sejenak, “Ya ya ya! Olrait!”, ucap Jibum semangat mengangkat kedua tangannya. Key terkejut mendengar nya… Taemin yang mendengar hal itu tertawa dan memeluk Jibum gemas.

“Aaah … kenapa kau lucu sekali, kau mirip dengan Onew Hyung dan Key hyung jika bicara bahasa inggris sambil teriak seperti itu… ahahaha…”, ucap Taemin

         Key hanya tersenyum miris, ia menarik nafas dalam-dalam. Ia hanya berharap Onew cepat kembali, bukan karena ia ingin sekali bertemu dengan Onew … tidak, tidak, sangat tidak! Ia hanya ingin ia tidak mau susah sendiri menjalani syuting acara ini! Sungguh!

.

.

MBC BUILDING – 13.45 KST

         “Umma … umma …”,

         Key menoleh tersenyum dan menggendong Jibum ketika anak itu berlari ke arahnya, rasanya rasa lelah ditubuhnya hilang sekejap ketika melihat senyum diwajah imut Jibum. Jibum mencium pipi Key dan menangkup kedua pipi Key sambil terkekeh, tawa seorang anak umur 4tahun. Key balas mencium pipi chubby nya dan memainkan hidungnya dengan hidung Jibum.

“Bogocipoh Umma …”, kekehnya, Key berdecak dan memeluk Jibum lebih erat. Ia menggendong Jibum bersamanya menuju ruang makeup.

“Umma juga rindu Jibum, apa kau sudah makan? Bagaimana disekolah? Ceritakan padaku!”, Key mendudukan Jibum dikursi dan ia duduk disampingnya, menghapus makeup diwajahnya. Setelah itu ia tidak ada schedule lagi, maka ia akan memulai harinya untuk filming bersama Jibum. Ia masih tidak tahu apa yang akan mereka lakukan, tapi ia punya rencana untuk mengajak Jibum makan siang, dan ia harap kru staff dan PD-nim juga lapar untuk setuju dengan niatnya.

“Aku menggambal!”, katanya susah payah membuka tas sekolahnya. Key tersenyum menunggu apa yang akan ia lihat. “Ini!”, Jibum memberikan kertas gambar yang agak lecek padanya.  “Jibum gambal Umma dan Appa … lalu gambal Jibum ditengahnya … kita belmain di taman, lumah kita telbuat dari coklat –jadi Jibum gambal walna coklat.”, Key menatap Jibum ketika ia lihat gambar yang sama sekali tidak bagus itu ditangannya.

         Sebuah gambar polos yang di buat seorang anak TK, ia tersenyum melihat dirinya digambar dengan Jibum dengan lucu,menggunakan baju warna warni terlebih Jibum menggambar rambutnya dengan warna kuning. Kemudian anak kecil dengan pipi lingkaran, ia yakini Jibum menggambarkan dirinya sendiri seperti itu. Lalu dengan sosok di setiap sisinya, Key dan … Onew. Ia bisa tahu karena Jibum menggambarkannya dengan mulut terbuka lebar – menandakan ia tersenyum lebar.

“Jibum ah … kenapa ada ayam di gambar ini? Dan Jibum … rumah tidak terbuat dari coklat …”, kekeh Key. “Kalau begitu kau bisa terus memakannya, lalu kita akan tinggal dimana?”,

Jibum terlihat terkejut, ia merebut kertas ditangan Key dan memandanginya serius. “Ah! Benal!! Jibum akan ganti dengan pelmen!”, pekiknya, “Ayam … Appa suka ayam! Jibum juga suka ayam!”, pekiknya lagi. Key hanya tertawa … benar-benar anak yang lucu.

“Tapi seharusnya Jibum gambar kita saling bergandengan, jadi seperti keluarga …”, ia mengelus kepala Jibum dengan sayang. Namun ekspresi lain terbesit diwajah Jibum, ia menyadari hal itu langsung menoleh pada PD-nim yang hanya diam saja melihat perubahan ekspresi Jibum. Ada yang tidak beres …

Ketika ia ingin bertanya kenapa, tiba-tiba Jibum memekik, “H-habis umma dan appa beltengkal telus!”, Key terkejut mendengar jawaban Jibum, anak kecil itu malah mencibirkan bibirnya, dan wajah sedihnya tadi seperti  hilang begitu saja.

“Ap-apa … erm … itu karena …”

“Umma kenapa tidak beltengkal dengan Jibum?”

“Huh?”, Key bingung, “Ya… itu karena tidak mungkin, aku sangat sayang pada Jibum. Lagipula Jibum tidak pernah membuat ku kesal …”

“Jadi Appa selalu buat Umma kesal?”

Key tersenyum canggung, kesal? Selalu? “Erm … tidak juga sih … itu—“

“Belalti Umma juga sayang appa!!”

Key terkejut, “Jibum—“

“Yey, umma sayang appa!!”, pekik Jibum meloncat dari kursi dan berputar-putar. Key ingin memprotesnya lagi, namun ketika matanya tertuju pada kertas gambar tadi dan menatap pada PD-nim serta staff yang lain, kemudian mengingat ekspresi Jibum sebelumnya, Key jadi semakin penasaran, ini bukanlah hal yang pertama ia melihat reaksi Jibum seperti itu, dan melihat staff serta PD-nim seperti meyembunyikan sesuatu darinya tentang Jibum.

.

.

         [Nah, sebelum kita pergi ke tempat yang kau inginkan hari ini Key, kami mempunyai sesuatu untuk mu dan Jibum. Ada yang ingin bicara dengan kalian …]

Key memangku Jibum kembali, mereka didalam van yang membawa mereka menuju tempat makan yang Key rekomendasikan. Dengan penasaran ia menerima ipad dari PD-nim dan memplaynya.

[ANNYEONG~~!!! JIBUMMMM … KEYYY …]

Key tahu persis siapa pemilik suara bodoh itu, ia menatap layar ipad setenang mungkin. Entah kenapa ia baru kali itu merasa sangat lega melihat wajah namja bodoh itu tersenyum dengan deretan gigi kelincinya di layar.

“Urgh … Appa mu yang bodoh …”, gerutu Key.

“APPA!!!”, pekik Jibum, anak kecil itu menarik ipadnya mendekat kewajahnya.

[Annyeong~~]

         Dibalik sana, Onew tersenyum dengan sangat lebar menyapa melalui webcam. Key bisa lihat Onew masih berada ditengah-tengah konser yang akan ia lakukan. Tubuhnya penuh dengan peluh, wajahnya terlihat sangat lelah, meski ia sangat pandai dalam menutupinya dengan senyum megawatt nya. Key juga bisa melihat bahwa sepertinya Onew kehilangan banyak berat badan, tubuhnya terlihat agak kurus, pipinya juga mengecil, jadi matanya agak terlihat cekung. Namun entah kenapa Key tidak bisa melepaskan matanya dari layar ipad untuk melihat sosok Onew disana yang asik berbicara dengan Jibum.

         Jibum masih asik terus bicara, sepertinya mereka bercanda, karena ia mendengar Jibum tertawa terus menerus. Sesekali Jonghyun dan Minho lewat dibelakang Onew, melambai kepada Jibum kemudian berlalu meninggalkan Onew.

“…Ma …Umma!”

Key terkejut ketika Jibum memukul lengan Key pelan meminta perhatiannya, “Appa! Bicala sama Appa!”, ucap Jibum menunjuk pada ipad ditangannya, Key menatap Jibum kemudian perlahan menggerakan matanya ke layar ipad didepannya.

         Matanya bertemu dengan mata Onew, namja sangtae itu masih menatapnya sambil tersenyum tipis. Key menarik nafas dan tersenyum sedikit, jantung Key berdegup ketika Onew melebarkan senyumnya.

“Hai, Key! Longtime no see~”, ucapnya. Key berdecak, melirik kesal pada Onew. Long time no see katanya? Hanya itu yang bisa ia ucapkan?

“Jangan ber-Hey Hey pada ku yah, younggam!”, decak Key. Onew hanya terkekeh dan menyipitkan matanya.

“Ah, aku sudah lama tidak mendengar omelanmu … ocehan Jonghyun dan Minho tidak sepertimu, mereka hanya berisik … “, ledek Onew.

“Apa kau bilang?!” ucap Key sengit.

“Hahaha …”, tawa itu … membuat Key lemas saja. “Aku bercanda … hei Key, apa kau baik-baik saja?”, tidak.

“Iya … kenapa kau tanya-tanya, aku bisa urus Jibum sendiri, kau lihat kan Jibum begitu bahagia? Coba ia bersamamu?”

“Ia pasti akan senang, aku lucu … yakan, Jibummie?

“YA YA YA!!”, pekik Jibum. Onew semakin tertawa keras karena yell nya digunakan oleh Jibum dengan baik, dan namja itu semakin terlihat menyebalkan di mata Key karena kebodohannya.

“Kau kurusan, makanlah dengan baik … jangan sampai kau sakit … maaf aku belum bisa pulang, aku harus disini sampai akhir minggu ini …”,

         Key menatap Onew lekat, namja itu menatap Key tersenyum. “Kau akan baik-baik saja kan sampai aku kembali?”, tanya Onew serius, kemana senyumnya itu? Jangan tatap ia seperti itu, jika seperti itu Key akan semakin bingung kenapa jantungnya selalu berdebar cepat.

“Kalau kau rindu padaku, kau pasang posterku saja dikamarmu!”, baru saja Key ingin bilang ‘ya’ namun senyum bodoh dan perkataan menggodanya itu membuat Key kesal. Namja ini tidak pernah serius!

“Jangan harap! Aku malah tidak bisa tidur jika foto atau postermu ada dikamarku!”, jawab Key sengit, tapi dasar Onew … namja itu sama sekali sepertinya tidak mempan dengan omelan, ucapan ketus, atau makian dari Key. Namja itu selalu dan selalu menanggapi ucapan dan omelan Key dengan tawa serta senyum, Key kesal karenanya … karena ia merasa Onew menganggapnya enteng.

“Key …”,

         Key melirik sinis kearah Onew, namja itu tersenyum padanya. “Tunggu aku neh … tenang saja, aku akan bersenang-senang dengan kalian ketika aku pulang nanti. Tolong jaga Jibum untukku … dan jaga dirimu baik-baik…”, Key bisa dengar Onew harus kembali bersiap, karena staff dibelakangnya sudah melambai padanya untuk cepat kembali.

“Ah, aku harus pergi! Sekali lagi maaf harus membuatmu menjaga Jibum sendirian!”, ucapnya, “Jibummie ah … jadilah anak baik, ikuti semua perkataan Key Appa neh~. Nanti kita akan main arcade sepuasmu ketika aku kembali dan makan ice cream!”

“Yah, tidak boleh, ice cream bisa membuat Jibum—“

“Bye Key …”, ucap Onew melambai pada Key tanpa memperbolehkannya mengucapkan banyak kata.

“O-onew!”, panggil Key ketika namja itu ingin memutuskan sambungan webcam mereka. Onew tersenyum padanya, “Jaga dirimu …juga.”, bisiknya, entah Onew bisa dengar atau tidak karena namja itu mengerutkan alisnya, Key membuang mukanya seakan tidak mau mengulanginya lagi.

“Pasti Key … annyeong … annyeong Jibummie … Saranghae Jibum!”

Key menoleh pada layar yang sudah hitam ditangannya, wajahnya memerah –Pasti Key, katanya … namja itu mendengarnya?

.

.

         “Taemin, apa aku sudah berpakaian dengan sangat baik?”,

         “Tentu saja, kau adalah Key fashionista … idol nomer 1 dalam berpakaian! Kau tidak perlu khawatir dengan apa yang kau kenakan Hyung, ini hanya acara pertemuan keluarga …”, mereka dalam perjalanan menuju sekolah Jibum. Van mereka akan mengantar Key untuk filming terlebih dahulu, kemudian akan mengantar Taemin menuju schedulenya sendiri.

         “Kau bahkan tidak melihatku, tapi kau bisa berbicara begitu …”, jawab Key kesal.

Taemin terkekeh, “Hyung, jika aku bilang tidak baik pun kau akan tetap pakai, karena itu memang sudah mood mu hari ini…”, ledeknya.

         “Dasar, semakin pintar saja kau dalam bicara …”

         “Kau kan yang mengajariku …”

         “Sudah diamlah …”

         “Ah! Ku menonton episode mu kemarin, kau mendapat vi-call dari Onew Hyung kan? Aww … so sweet sekali hubungan kalian satu sama lain, dan apa itu? Jaga kesehatanmu dengan baik … blablabla …” ledek Taemin, Key melirik kearahnya kesal. “Eiyy … apa ia tidak tahu bahwa kau sendiri saja baru sembuh dari sakit?”,

         “Untuk apa? Aku sakit juga bukan bermaksud minta perhatian, terlebih darinya …”

         “Tapi kau mengigau memanggil namanya ketika kau sakit…”

         “Aniyo!!”

         “YA YA YA … terserah kau saja …”

Key menoleh kesal, Taemin terkekeh padanya, wajahnya sangat meledek, “Ya, Lee Taemin, jangan berkata ‘YA’ diulang seperti itu, kau lama-lama seperti Onew, aku kesal mendengarnya!”, ucap Key kesal. Namun Taemin tidak menggubris, namja itu hanya asik bermain dengan ponselnya.

.

.

         Ketika Key turun dari dalam van, semua staff dan PD-nim langsung memboyongnya untuk pengarahan apa yang akan dilakukan oleh Key, seperti sebuah misi yang harus ia lakukan dalam episode kali ini. Key membaca semua misi yang ditugaskan padanya, ia hanya akan filming selama 5 jam untuk episode kali itu. Selanjutnya ia harus kembali ke SBS untuk perform bersama Wings, melakukan radio show, lalu ia akan menutup filming episode kali itu pukul 8 malam –menemani Jibum bersamanya di rumah reality show itu.

“Arraso … jadi aku hanya perlu berdiri bersama orang tua yang lain dan melihat proses belajar Jibum dikelas kan?”

[Benar sekali … biasanya nanti setiap anak akan diminta menunjukan sesuatu kepada orang tua murid, dan sepertinya Jibum sendiri sudah menyiapkannya juga]

“Woah, baiklah … aku tidak sabar, kita mulai sekarang?” tanya Key merapikan penampilannya didepan kaca.

[Ya, sekitar 10 menit lagi … ayo ..]

         Mereka berjalan menyusuri lorong sekolah yang terasa sangat familiar bagi nya, lorong sekolah dimana ia dan Jibum bertemu, dimana ia dan Onew pertama kali bertemu satu sama lain, bertemu dengan anak kecil lucu yang polos dan menggemaskan bernama Jibum. Namun jika ia injakan kakinya ke tempat dimana anak-anak kecil ini, ia menjadi sedih …

         Key memasuki ruangan kelas yang sama ketika beberapa minggu lalu sepertinya baru saja ia ada disana. Semua mata –terlebih orang tua murid lain memperhatikannya dengan seksama. Siapa yang akan mengira bahwa di hari pertemuan keluarga itu mereka akan bertemu dengan salah satu artis muda berbakat yang sedang popular belakangan ini. Semua mata tertuju pada sosok Key, Key bukannya sombong, tapi ia memang sangat menyukai perhatian, maka dari itu ketika semua mata tertuju padanya dan suara-suara bisikan tentangnya ia hanya bisa tersenyum dan tetap berjalan.

“Umma!”, Key mengedarkan pandangannya menangkap sosok mungil dengan tas kelinci bergelayut malas dipundaknya. “Umma datangg~~”, pekiknya berlari kearah Key dan dengan sigap Key menyambutnya kemudian menggendongnya, Jibum mencium pipi Key berkali-kali, Key hanya membalasnya dengan kekehan, benar-benar anak yang manis. Semua orang juga sepertinya setuju karena Key bisa dengar orang tua yang hadir disana terkekeh dan juga mengatakan ‘aw imutnya…’

“Umma datang … ayo umma, kita masuk …”, Key menurunkan Jibum dan menahan tangan anak itu sebentar.

“Yah Jibum ah …”, Key melirik kearah staff dan tersenyum pada orang-orang sekitar, “Jangan panggil aku Umma neh … panggil aku Ap-pa …Appa! Arrachi?”, tanya Key tersenyum, Jibum cemberut dan menatap Key pura-pura marah.

“Kenapa? Umma bilang aku boleh panggil Umma Key dengan Umma … dan Appa untuk Onew Appa?”,

Key mengigit bibirnya karena semua mata sekarang menatap mereka, “Iya … tapi aku ini kan namja, sedangkan saat ini pertemuan orang tua, jadi panggilah aku Appa …”,

“Tapi kau seperti Umma bagiku …”, rengek Jibum

“Jibum ah …”

“Pokoknya kau Umma ku!”, pekiknya dan melepas genggamannya dari tangan Key. Key terkejut karena baru kali ini Jibum marah padanya, dan bersikap demikian. Ia melihat sekitar, panic rasaya ketika semua orang menatap mereka, terlebih dengan kamera yang terus mengambil gambar mereka.

Key menarik nafas dan berjongkok didepan Jibum, menggenggam tangan Jibum lagi, berusaha menatap kedua mata anak itu dan tersenyum  dengan baik.

“Baiklah … panggil aku sesukamu … ini hari orang tua, kau harus tunjukan yang terbaik. Agar aku bisa banggakan kau pada orang tua yang lain, aku memiliki Jibum –anak yang paling luar biasa!”, Key mencoba mengambil hati Jibum lagi, anak itu menatap Key sejenak dan mengangguk. Kemudian menarik tangan Key untuk membawanya masuk kedalam kelasnya.

         Ketika masuk kedalam kelas, semua orang tua berdiri dibelakang kelas, didepannya semua anak duduk pada tempatnya masing-masing. Semua anak duduk saling berkelompok, satu kelompok terdiri dari 6 anak yang duduk saling berhadapan. Jibum duduk di barisan paling depan, ketika ia duduk menaruh tasnya di atas kursinya semua anak mengerubunginya. Sepertinya mereka semua bertanya apakah Jibum kali ini datang dengan orang tuanya, ia hanya menunjuk kearah Key, membuat semua anak menoleh padanya dan tersenyum senang. Key melambaikan tangannya pada Jibum sambil mengerlingkan matanya, tampak wajah puas dari raut wajah Jibum.

“Selamat pagi semuanya …”, seorang perempuan sekitar umur 30an berdiri didepan kelas, membuat semua anak beralih pandangannya ke wajah perempuan tersebut, perempuan itu terlihat sangat ramah, aura hangat yang ia miliki sangat terpancar, membuat Key yakin bahwa perempuan ini disukai oleh murid-muridnya. “Selamat datang untuk para orang tua murid, terima kasih karena sudah menyempatkan waktunya untuk datang pada kesempatan kali ini … kami harap anda bisa melihat proses belajar kami yang menyenangkan.” Semua orang tua tersenyum dan bertepuk tangan. “Kami juga merasa terhormat karena pada hari ini, salah satu murid kami … Park Jibum –sedang ikut dalam sebuah program acara di TV, dan selamat datang untuk Mr. Kim Kibum karena sudah meluangkan waktu nya untuk datang ke sekolah ini.”, lagi semuanya bertepuk tangan, Key membungkukkan badannya tanda terima kasih karena sambutan yang sebenarnya tidak ia begitu harapkan. Ia hanya datang untuk Jibum, dan ingin Jibum bahagia karena ia datang untuknya …

“Baiklah… karena hari ini hari orang tua, seperti yang sebelumnya songsaenim katakana tempo hari. Hari ini kalian sudah menyiapkan sesuatu untuk kalian tunjukan pada orang tua kalian di belakang sana?”

“Ya …”, semua menjawab termasuk Jibum dengan senang, sesekali Jibum menoleh padanya, ketika mata mereka bertemu Jibum menunduk malu-malu. Key mengerutkan alisnya, ada apa dengan anak itu?

“Bagus sekali … kalau begitu, kita akan mulai. Songsaenim akan memanggil dua nama sekaligus, jika nama kalian disebut, silahkan maju kedepan membawa sesuatu atau menunjukan sesuatu secara bergantian.”, ucapnya membuka file ditangannya, “Yang maju kedepan akan songsaenim berikan hadiah … ini hadiahnya…”, semua anak bersorak riang, songsaenim menunjukan satu bungkus hadiah dengan pelastik transparan, didalamnya terlihat ada buku, alat tulis, tempat pensil, dan lain-lain, tentu saja itu membuat semua anak merasa senang dan bersemangat.

“Sekarang kita mulai … dua nama pertama adalah … Kim Junghee dan Choi Minjung…”

         Key tersenyum dan terkadang tertawa melihat kelucuan yang ditunjukan para murid didepan kelas. Mereka menunjukan berbagai hal, ada yang menari, bernyanyi, membacakan puisi, dan ada juga yang memberikan langsung bunga pada orang tuanya. Key merasa semua hati tulus dan polos mereka membuat ia merasa iri, andai saja ia bisa mengungkapkan perasaannya tersebut kepada orang tuanya …

“Park Jibum dan Lee Eunsook …”

Lamunan Key terpecah ketika ia mendengar nama Jibum, sontak ia bersorak “Go Jibum …”, ketika ia sadar apa yang ia lakukan, ia menutup mulutnya dan berdeham malu. Semua orang tua disana menertawakannya, jika tanah bisa menelan dirinya hidup-hidup, mungkin ia ingin saat itu juga tanah menelannya.

         Giliran pertama yeoja bernama Eunsook, anak yang manis, rambutnya panjang hitam lurus sepinggang. Matanya sangat tipis, namun senyumnya menawan. Yeoja itu menceritakan bahwa ia sangat suka menyanyi, kemudian ia menyanyikan lagu dari Barbie nut cracker, meski suara nya belum begitu indah, namun untuk seumur itu sudah sangat bagus… bahkan Key bertepuk tangan paling kencang diruangan itu.

         Giliran Jibum kali ini, ia terlihat sangat gugup, sesekali matanya melihat kearah Key. Ia Nampak ragu untuk mengungkapkan apa yang akan ia lakukan didepan kelas.

“Annyeong haseyo .. namaku Park Jibum, panggilanku Jibum …”, ia membungkuk kemudian mengeluarkan gulungan kertas dari balik tubuhnya, sedari tadi ia menyembunyikannya dibalik tubuh mungilnya itu. Key mngerutkan alisnya … menunggu apa yang akan ia lakukan. “Aku tidak pandai dalam bernyanyi seperti eunsook …”, ucapnya malu, Eunsook hanya terkekeh mendengarnya. “Aku juga tidak pintar bermain music seperti Junghee atau aku pintar dalam olahraga seperti Minjung …”, katanya. Namun perlahan Jibum menuju kepapan tulis, membuka gulungan kertas ditangannya, dan menempelkan kertas itu pada papan tulis yang sudah ia berikan lem dikertas itu.

“Tapi, aku berusaha sebaik mungkin untuk menggambar dengan bagus, kemudian memperlihatkannya hari ini.”, ucapnya malu-malu. “Aku menggambar ulang ini khusus untuk Umma ku …”, Jibum memilin sweaternya.

Key melihat kertas gambar yang dipajang disana, disana masih sama terdapat gambar yang pernah ia lihat sebelumnya. Yang bisa ia simpulkan bahwa itu adalah Onew, Jibum, dan Key. Karena disana ada nama yang tertulis di bawah gambar orang yang Jibum maksudkan, mungkin Jibum lakukan itu karena supaya orang tahu siapa yang ia maksud.

Namun, hal lain Key melihatnya adalah … dipojok kertas, tidak begitu kecil, ada sebuah rumah tidak begitu besar, digambar berwarna merah menyala, kemudian didepannya anak kecil berdiri menatap rumah itu.

“Ini Jibum …”, katanya, jantung Key berdegup cepat, entah ia merasakan ada hal yang tidak enak. “Rumah ini adalah rumah Jibum dulu …”, ia menatap lekat kea rah Jibum kemudian kearah songsaenimnya, ia merasakan ada yang aneh, kenapa perempuan paruh baya itu menatap Jibum sedih. “Rumah ini dulu indah, ada taman yang bisa menjadi tempat aku bermain dengan Doodle –dia anjing pudle kesayanganku, kemudian disampingnya ada taman bunga mawar dan tulip yang indah, itu taman Umma ku … dia akan marah jika Doodle dan aku bermain disana, karena Doodle bisa menginjak-injak tanaman yang ada disana.”, ucapnya tersenyum. “Tapi, rumah ini sudah tidak ada lagi, kata polisi terjadi konsleting listrik, jadi rumah kami terbakar habis. Jibum hanya bisa menangis diluar rumah, menunggu Umma datang untuk membawa Doodle bersamanya. Namun …”, Key terdiam, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. “Umma tidak kembali, Doodle juga …”,

Terdengar bisik-bisik disekitar, Key menoleh pada PD-nim, memohon agar filming kali ini dapat di hentikan dengan tatapan matanya, setidaknya jangan disiarkan. PD-nim seperti mengerti hal itu, ia mengangguk membalas tatapan Key.

“Tapi tidak apa! Sekarang Jibum tinggal bersama Songsaenim … dia Umma bagi Jibum.”, ucapnya tersenyum. “Lalu … gambar ini …”,

Ia menunjuk pada gambar yang Key pikir itu Onew, Jibum, dan dirinya. “Aku mengikuti sebuah acara TV, kata teman-teman aku sangat lucu di TV. Selain itu, mereka iri karena aku bisa bertemu dengan artis terkenal. Lalu Junghee bilang, Onew yang menjadi Appaku di acara ini itu sangat pandai bermain music dan juga Eunsook bilang suaranya sangat bagus –oh, eunsook bilang dia mau jika Onew Appa menikahinya. “ Terdengar suara tawa dari orang tua dan ledekan dari anak murid lain, Eunsook yang ada disamping Jibum memukul lengan Jibum, membuat Jibum meringis. “AH, Minjung bilang, mereka itu pasti keren. Tapi menurutku tidak.”, Key membelalakan mata, ia melirik ke orang tua lain yang menertawainya.

“Mereka itu tidak keren, Onew Appa dan Key Umma selalu bertengkar. Saat pertama kami bertemu mereka selalu bertengkar dan membuat kepalaku pusing!.”, lagi, gelak tawa pecah di kelas itu, Key mengigit bibirnya karena malu. “Hal kecil saja mereka bisa bertengkar. Tapi, ketika aku hilang di mall, mereka berdua sangat panik, mencariku kemana-mana, bahkan Key Umma menangis –oh, PD ahjusi merekamnya, apa kalian menontonnya?”,

“Yaaa …”, semuanya berseru, Key menganga, ia menoleh pada PD-nim, ia memang belum sempat menonton semua episode acaranya, tapi apa benar adegan itu di masukan dalam editan?

“Tapi mereka sangat baik dan menyenangkan, mereka juga kompak ketika kami berlomba di festival olahraga. Kalian ingatkan?”

“Yaa…”

“Nah, jadi kata Junghee bilang, semua yang kalian lihat di TV itu semuanya bohong! Karena … Key umma itu tidak sekeren ketika dipanggung, dia sangat bawel … aku tidak boleh makan es krim, kata nya perutku akan kram. Lalu, Onew appa juga tidak keren, dia sering sekali jatuh atau terluka. Kasihan Onew appa, kata Key umma dia ceroboh …”

“Kata siapa aku ceroboh??”,

Semua mata tertuju pada sebuah suara, Key menoleh terkejut, disana dengan rambut sedikit berantakan, keringat yang terlihat dikeningnya, kemudian baju yang sama sekali tidak stylist menurut Key –Onew, berdiri disana sambil terengah-engah. Bukannya dia bilang sekitar seminggu lagi kembali??

“Appa!! Onew Appa!!!

         Key menoleh terkejut kea rah PD-nim yang mengangkat bahunya, sepertinya ia menyuruh kru untuk mengarahkan kearah Onew. Jibum yang masih berdiri di depan kelas berlari kearah Onew dan memeluk kakinya dengan senang sambil melompat kecil. Onew yang masih terkejut dengan kedatangan Jibum, sekaligus ia juga belum sempat menarik nafasnya, ia hanya bisa berdiri mematung dengan kikuk menatap kepala bulat yang bergelayut di kakinya.

“Appa watta~~”, pekik Jibum senang. Onew hanya terkekeh canggung.

“Yah, Pabo!”, Onew menoleh dan mendapti Key disampingnya, tersenyum palsu sambil melihat kearah lain. “Kau sedang di shooting, jadi berikan reaksimu, jangan kaku begitu! Peluk Jibum, dasar pabo…”, bisik Key sambil masih tersenyum. Semua mata menatap ke arah mereka, terlebih kamera yang masih setia mneyorot reuni kecil itu.

Onew menoleh sejenak pada Key dan melirik kearah orang tua, murid, dan juga guru. “Ah, annyeonghaseyo … SHINee Leader Onew imnida …”,Onew membungkuk sejenak kemudian menatap Jibum yang masih memeluknya seakan tidak mau lepas darinya. Onew kemudian dengan kikuk membungkukkan badannya dan menyentuh bahu Jibum canggung, namja cilik itu menatap Onew dengan sangat senang, akhirnya Appa yang sangat ia rindukan kembali. “Annyeong Jibum ah …”

“Appa!”,

Semua mata setuju bahwa mereka sangatlah cocok untuk bersama, seketika semua berpikir, ada baiknya jika Jibum memiliki kehidupan yang bahagia mulai saat ini.

.

.

         “Appa, aku mau ayamnya …”

         “Oooh … Jibum mau? Tapi Appa juga mau … “, Onew mempoutedkan bibirnya, Jibum menatap ayam dan wajah Onew bergantian.

         “Kalau begitu Jibum bagi dua saja…”

         “Ah.. gomawoo Jibum ah~…”

         “Appa makan yang banyak!”

         “Ng!”, angguk Onew senang, “Jibum juga!”, balas Onew mengelus kepala Jibum sayang. Tanpa disadari bahwa ada satu pasang mata yang memperhatikan mereka, namja itu hanya bisa diam merasa diacuhkan, ia hanya mengunyah salad buah didepannya dengan tidak berselera. Diam-diam namja itu merasa cemburu karena ia seperti tidak diperdulikan.

         “Kau tidak makan ayam?”,

Ia terkejut ketika sebuah suara riang menegurnya, matanya menoleh pada sosok Onew yang asik memakan ayam ditangannya, dimulutnya pun masih penuh makanan. Mungkin bagi orang lain atau fans Onew akan berpikir ia lucu dengan bibir maju kedepan saat mengunyah seperti itu. Tapi tidak bagi Key … namja itu bergidik jijik melihat Onew bahkan makan tidak dengan rapih. Namun namja itu masih bisa menyunggingkan senyum manis kea rah Key. Entah kenapa Key senang melihat senyum itu lagi…

         “Aku … tidak—‘

         “Makan ayam kan? Kau tidak makan makanan berminyak, termasuk ayam goring?”,

         “Ng! Umma tidak suka makan ayam goring!”, sambung Jibum, Onew hanya tersenyum pada Jibum kemudian beralih lagi kearah Key.

         “Kau mau coba, satu gigit saja … kau tidak akan menyesal.” Onew tersenyum menyodorkan satu ayam pada Key. Key bukannya tidak makan ayam, hanya dia dalam kondisi diet.

         “Aku …”

         “Kau yang memasak ini semua, kenapa kau tidak makan?”, benar sekali, setelah dari sekolah Jibum. Mereka kembali ke rumah, sebelum itu Jibum meminta bahwa ia ingin makan masakan Key dan itu ayam goreng, Jibum bilang special karena Onew appa sudah kembali.

         Key menatap ragu ayam goreng didepannya, namun ia merasa bahwa ada dua pasang mata yang menunggunya untuk kemudian memulainya mengigit ayam itu. Onew menatapnya sambil tersenyum lebar dan Jibum mengangguk semangat. Dengan berat hati Key mengangkat paha ayam didepannya dan mengigitnya sedikit, mengunyahnya dengan perlahan, berharap esok berat badannya tidak naik drastis. Ia menelannya dan menarik nafas, ia tidak pernah tahu bahwa ayam bisa selezat itu.

         “Enak kan Umma?!”, pekik Jibum yang senang melihat Key makan ayam.

         “Benarkan kataku, pasti enakan?!”, Key menatap kedua namja didepannya, kenapa keduanya menjadi terlihat sangat mirip.

         “Ng … enak.”, bisiknya.

         “YA YA YA!”, pekik Onew dan Jibum bersamaan. Key berdecak menatap kedua namja didepannya yang tertawa bersama dan melanjutkan makan mereka, sepertinya Key mengerti kenapa makanan didepannya terasa enak, bukan karena ia pandai memasak, tapi karena suasana ini yang membuat semua terasa lengkap. Didalam hati Key merasa bersyukur, setidaknya di hari orang tua ini Jibum bisa merasakan kehadiran keluarga bagi nya.

.

.

Onew berjalan menuju dapur ketika ia sudah selesai membawa Jibum untuk berganti pajama dan membuatnya tidur siang.

Ia mendapati Key berdiri didepan dishwasher, ia menyunggingkan sebuah senyuman, sudah lama rasanya ia tidak melihat sisi Key seperti ini. Ah, apa yang ia pikirkan, memangnya biasanya seperti apa, ia bergidik geli karena ia baru saja membayangkan bahwa ia dan Key seperti benar-benar layaknya sebuah keluarga. Hal itu entah kenapa membuat Onew menggelengkan kepalanya –ia merasa konyol.

Namun, bukannya Onew tidak menyadari, sejak ia kembali dari Jepang, Key sama sekali tidak bicara banyak dengannya, ia banyak diam, dan jujur saja, sebenarnya Onew juga merindukan omelan Key untuknya. Namun entah kenapa Key lebih banyak diam …

Sebuah apron mengingat di pinggulnya, tangannya sibuk dengan cucian piring bekas makan mereka. Onew merasa tidak enak karena Key harus mencucinya sendiri, mau bagaimana lagi, karena Jibum tidak mau jika bukan Onew yang menggantikan pajamanya.

“Ada yang bisa kubantu?”,

“Oh, kau mengejutkan ku!”, ia menoleh terkejut, Onew hanya berdecak, namun seperti biasanya, itu tidak lucu sama sekali untuk Key.

“Mianhe …”, Onew mendekat kea rah Key dan melirik yang ia kerjakan, “Ada yang bisa kubantu tidak?”,

“Tidak ada, sudah selesai semuanya…”,

Onew bingung apa lagi yang harus ia katakana pada Key, ia menggaruk kepalanya dan berjalan duduk di meja makan. Menatap punggung Key dengan seksama, kenapa punggungnya saja ia bisa terlihat perfect? –pikir Onew.

“Kapan kau kembali?”,

Onew seperti salah dengar, Key memulai pembicaraan duluan dengannya.

“Oh, sekitar jam 8 pagi ini… aku langsung menuju sekolah Jibum ketika menaruh barangku di dorm.”, ucap Onew mengangguk, “Aku dengar hari ini hari penting baginya, makanya aku langsung setuju untuk langsung shooting acara ini.”

“Oh …”,

Hanya itu yang Key jawab dari jawaban Onew. Onew menarik nafasnya, “Ng … masakanmu enak, terutama ayamnya. Terima kasih Key…”, hanya itu, dasar bodoh, ia benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi.

Key mengelap tangannya dan melepas apronnya, mengambil segelas air putih kemudian duduk dihadapan Onew. “Hm? Gomawo.”, hanya itu jawaban Key ketika ia selesai meneguk minumannya.

“Dimana kau belajar memasak? Biasanya namja tidak tahu cara –kau tahu, tidak sebaik ini dalam memasak.”, tanya Onew tersenyum.

Key berdecak, ia memainkan cangkir didepannya, “Ini tidak seperti belajar membuat pesawat.”

Onew menggaruk kepalanya, ternyata selama ini ia masih belum pandai membangun pembicaraan dengan Key. “Jadi, kau pergi kesekolah hanya untuk belajar memasak? Untuk jadi chef? Kenapa kau jadi penyanyi? Kau bisa jadi chef hebat jika kau mau…”,

Key mendongak dan menatap Onew sejenak, “Onew.”, jawabnya, “Jika itu masalahnya, jadi aku masuk YG harus jadi tukang masak juga?”

Benar sekali, tidak juga. “Ng.. tapi tetap saja. Bagaimana kau bisa sangat baik dalam hal ini?”, tambah Onew. “Kecuali kalau kau …”

Key menatap Onew kesal, ia menarik nafas berat. Onew sepertinya salah bicara, ia langsung merasa tidak enak hati, itu semua karena ia terlalu berlebihan dalam membawa pembicaraan. Onew berpikir ia pasti sudah membuat sesuatu pernyataan atau pertanyaan yang membuat Key merasa tersinggung.

“Bukannya sangat lucu jika menggolongkan orang hanya karena ia dapat menyajikan makanan dengan baik?”, tanya Key kesal.

“Anio..anio… mianhe…”

Kemudian mereka tidak saling bicara, sibuk dengan pikirannya masing-masing. Onew tidak tahu harus membuat suasana menjadi baik seperti apa, begitu juga Key, entah kenapa ia kesal pada dirinya sendiri, kenapa ia tidak bisa berkata lembut sedikit pada Onew.

“Hyung…”,

Onew mendongak cepat, ia terkejut karena Key tidak pernah memanggilnya ‘Hyung’, mungkin ia salah dengar, namun ketika ia melihat wajah Key yang memerah dan menghindar dari tatapannya, sepertinya ia tidak salah dengar.

“A-aku … berpikir, bagaimana mulai saat ini kita memberikan yang terbaik untuk Jibum?”, tanyanya pada Onew. “Well …”, Key berdeham kencang, “Ya, well, kau tahu kan, ini acara kita berdua…”, ucapnya semakin salah tingkah, “Kita diwajibkan membuat acara ini menyenangkan sebaik mungkin, jadi …”, Key terdiam sesaat, ia gugup sekali. “Jadi, mulai sekarang, mari kita bekerja sama dengan baik untuk membuat Jibum senang dan menikmati acara ini. Mari kita berikan ia kenangan yang indah …” ugh … Key ingin mengubur dirinya segera didalam tanah dan jangan harap bisa keluar. Ia malu sekali …

Perlahan Onew tersenyum lebar, kemudian menarik tangan Key dan menggenggamnya. Key mendongak terkejut, ia melihat Onew sudah tersenyum lebar padanya.

“Ya, tentu saja!”, katanya senang. “Aku akan sebaik mungkin untuk tidak menyusahkan mu, aku akan belajar menyentir mobil –jika sempat, aku juga akan bantu membereskan rumah ini, mencuci bekas makan, kemudian aku akan berusaha lebih keras untuk membuat diriku nyaman dan berani mendekati Jibum!”, ucap Onew penuh semangat.

Key tertegun dengan ucapan Onew, ani … ia terkejut dengan sikap Onew padanya. Tangan itu terasa hangat , membuatnya mengingat mimpinya ketika ia sakit.

“Baguslah …”, ucap Key membuang mukanya, namun ia tidak menepis tangan Onew yang masih menggenggamnya, “Awas kalau kau tidak lakukan semua yang kau katakana barusan…”

“Ya ya ya…”,

Key melirik sedikit, ia kesal pada Onew yang selalu mudah terlihat senang. Ia hanya bisa menarik nafas, kenapa namja ini mudah sekali membuat perasaannya melunak.

“Key …”

“Hm?”

“Aku juga kan lebih sering menghubungimu jika aku tour lagi dan pergi keluar negeri untuk konser…”

Key menelan ludahnya, ia menatap Onew yang kali ini tidak tersenyum. Ia hanya berharap kamera yang menshooting mereka ini akan di edit dan tidak disiarkan, karena ia tidak tahu semerah apa mukanya sekrarang, itu sangat memalukan dan itu semua karena namja didepannya ini –Onew.

“Hmm…”

.

.

         “APPAAAAAAAA…. UMMAAAAAAAAAA….”

Key mengerang kesal, ia menutup telinganya dengan bantal dikepalanya. Sedangkan Onew tidak bergeming sama sekali, ia semakin pulas dibalik selimutnya.

         “APPAAAAAAAA…. UMMAAAAAAAAAA…. BANGUUUUNNNN”

Jibum mempoutedkan bibirnya kesal, ia menatap kedua namja didepannya yang tidur di tataminya masing-masing dengan pulas dan sama sekali tidak perduli teriakannya.

[Bangunkan Key umma lebih dulu] Perintah sang PD-nim, Jibum dengan patuh menghampiri Key yang tertidur di sisi kanan, ia berlutut dan mengguncangkan tubuh Key perlahan.

         “Umma… ummaaa… banguuun… ini sudah pagi… ummaaa…”

         “Ngghh…”, akhirnya, Key membuka bantal dikepalanya dan melirik kea rah Jibum, ia segera menutup setengah wajahnya karena ia menyadari bahwa ia sudah di shoot oleh beberapa kamera, for sleeping beauty’sake … dia tidak menggunakan makeup sama sekali.

         “Selamat pagi Jibummie…”, ucapnya serak karena masih mengantuk dan tersadar dari tidurnya. Jibum terkekeh, ia menimpa tubuh Key dan mencium pipinya.

         “Pagi Umma… ayo bangun cepat!”,

Key terduduk dan merapihkan rambutnya, ia menatap sosok disebelah kirinya yang masih tertidur dibalik selimut, gumpalan itu tidak bergerak sama sekali. Ia ingin meneriaki namja itu karena ia juga tidak bangun, namun janjinya semalam ia berubah pikiran. Ia berdeham dan meminta Jibum membangunkannya.

Sekeras apapun  Jibum berteriak dan mengguncang tubuh Onew, namja itu sama sekali tidak bergeming. Jibum menoleh pada Key meminta pertolongan, namja kecil itu terlihat sangat putus asa. Dengan lirikan kesal, menahan emosi, Key menyeret tubuhnya dan menatap gumpalan didepannya itu.

“Onew Hyung.”. ucapnya pelan. Ia masih kikuk untuk memulainya.

“Umma, yang kencang, Appa tidak akan bangun…”

Key menarik nafas, ia dengan kesal menarik selimut Onew turun dan bersiap untuk berteriak,
“Yah, Onew Hyung bangu—“

“Selamat pagi…” ucap Onew yang ternyata sudah membuka matanya dan bersembunyi dibalik selimut.

“Appa!!”,

Key menganga, ternyata … namja ini hanya mempermainkannya. Key mendengus kesal, namun Onew tidak perduli, karena ia sedang sibuk menghalau Jibum yang berusaha memberikannya morning kiss juga.

“K-key … tolong aku…”, ucap Onew yang membuat barikade dengan bantalnya. “K-key…”, ucapnya memelas, Key menggelengkan kepalanya dan dengan mudah menggendong Jibum.

“A-aah… aku mau poppo Appa…”,

“Nanti saja… Appa mau belum gosok gigi, dia bau…”,

“Tapi Umma juga belum…”

“Beda … kalau Appa mulutnya selalu bau…”

“Yah, Key …”

Key hanya memerongkan lidahnya tanda bercanda, Jibum yang melihat itu juga memerongkan lidahnya pada Onew. Onew hanya berdecak melihatnya.

.

.

         “T-tunggu … aku tidak bisa lakukan ini …”

         “Apa kau bilang? Kita kan sudah sepakat. Kau tega sekali, kau harus bertanggung jawab …”

         “Tapi Key, ini semua aku lakukan karena tuntutan—“

         “Aku tidak mau tahu, kita sudah berjanji! Kau jangan coba-coba mengingkarinya, bahkan detik ini juga…”

         “Key … aku tahu aku harus bertanggung jawab, tapi bisakah kau menahannya sebentar?”

         “Aku tidak bisa menahannya!”

         “B-baiklah …”

         “Baiklah apa?”

         “Kita pergi ke Jepang …”

         “Bagus!”, ucap Key senang, “Jibummie … kita siap-siap, kita akan berlibur ke Jepang besok…” ucap Key senang, “Dan kau, jangan coba-coba kabur dari misi kali ini, PD-nim sudah bersusah payah membuat kita bisa cuti kerja dari schedule kita. Kau ingat … Jibum yang utama saat ini…”

         “Neh …”

Key tersenyum, ia tahu bahwa Onew masih memiliki schedule untuk pemotretan dan juga rekaman untuk soundtrack film. Tapi semua itu bisa diundur, karena mereka mendapatkan misi bahwa mereka harus berlibur ke Jepang. Tentu saja Key senang sekali, karena rencana semula akan terwujud, meski Onew tidak tahu sebelumnya Key dan Jibum akan pergi untuk memberikannya kejutan. Oleh karena itu, untuk kali ini Key bersikeras untuk pergi.

         “Oh, Onew Hyung.”,  Key menoleh pada Onew yang masih cemberut. “Seharusnya kau menggunakan kata-kata ‘menundanya’ bukan ‘menahannya’.”

Onew memiringkan kepalanya, “Memangnya kalau menggunakan kata menahannya terdengar kenapa?”

“Itu akan terdengar—“, Key sontak terdiam, Onew menatap mata Key, begitu juga Key. Kemudian keduanya berdeham dan membuang muka mereka.

“A-aku akan pulang duluan dan menyiapkan keperluan. Jibummie … ayo kita pulang, Umma akan mengantarkanmu ke rumahmu …”, ucap Key berlalu.

“Ah, neh …”, ucap Onew bingung. “Hati-hati Key …”

Onew mengigit bibirnya, ia merasa sangat bodoh, apa yang ia pikirkan?. Key mengacak rambutnya, apa sih yang ada dipikirannya barusan?

Lalu apa yang ada dipikiran kalian?

TBC~

 NO EDIT – MANY TYPO

Terima kasih yang udah setia dengan WP ini, masih suka baca ulang dan selalu meninggalkan komen di WP ini. Doakan semoga mood dan juga ide2 nya nambah yah~

Komen dan berikan kritik dan sarannya^^

Annyeong~~

PS: SYF (suunSHINee YAOI Fanfics) cuman ada di WP ini, jika kalian melihat hasil karya kami di post di sembarang tempat selain di WP ini dan tidak disertakan kredit -baik dari nama author pengarang asli, dan ijin dari sang pengarang informasikan pada kami^^.

65 thoughts on “[Onkey] Intimate Baby – Part 5 of ?

  1. Barusan abis nnton ulang hello baby shinee! Dan baca nih ff nya jibum apdet!!! Duhhhhh seneng bgt.. Aku bru ngeh klau syf udah mulai update :’) #kemanajaselamainiaku-_-
    Next thorrr lanjut!!!
    Dan aku pakai akun baru lagi nih Thor buat komennya :”( yg akun lama lupa huhuhuhu #selalugitu

  2. simveeh.. ni onkey mule baper ..
    wew..
    senangnya..
    yey..
    :: jadi keluarga yg bahagia ya buat jibum ::
    wew.. sedih baca kisah jibum..

  3. Haduh… ak nangis bca part ini… umma ny jibum uda gk da ya..??? Truss appa ny mn..? Huweeee…. nyesek jg nie…
    Liat onkey lucu bgt.. asli deh… yg wktu key ny sakit.. ya ampun.. saking kngen ny ma onyu ampe skit githu…?? Ckckck.. d tunggu kelanjutan ny…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s