{OnKey} I Just Want You / One Shot


1361247099

 

Main Cast : Lee Jinki , Kim Kibum

Support Cast : Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho

Pairing : OnKey

Genre : Romance ; Fluff

Rating : PG – 15

Length : 2000+ words

Author : EternalOnkey

A.n : I don’t expect you to believe that onkey is real or something, but please kindly to not bashing my story ! its boy x boy story so I mind you?! Deal with it or leave ^^

 

Foreword

Hai suunders! Saya lagi suka buat oneshot aja nih duh mandek buat yang panjang – panjang! Ahahahaha

Oke jadi ini adalah sepenggal ff nggak jelas (?) dari saya, mohon dimaklumi kalo storylinenya biasa. ya bisa dibilang pasaran (?) hahah ok cekidot! And I love your comments so much! Mmuach!

 

 ===_____===

 

Tuhan menciptakan setiap insan manusia berpasangan. Apakah itu benar? Bagaimana jika pasanganu adalah sejenis denganmu?

Well.. setidaknya mereka tetaplah pasangan kan, so its more than enough.

Dimana ada Jinki disana ada Kibum. Jangan mencoba memisahkan mereka, bahkan hujan badi petirpun tidak sanggup memisahkan kedua love sick puppy ini. Mind you!

Jinki dan Kibum adalah sahabat yang menjadi sepasang kekasih. Mereka bersahabat semenjak mereka kecil, sangat kecil jika kalian ingin tahu kapan mereka melakukan ciuman pertama.

“Adik cantik  sudah jangan menangis.. alla..alla..hyung akan membelimu pelmen hyung..igo.. “

Namja cilik yang bersikeras dibelikan permen lollipop yang sama dengan namja  didepannya ini menghentikan tangisannya, matanya mengerjap lucu dan mengambil permen lollipop yang lebih besar dari telapak tangannya. Menggemnya erat – erat.

Jinki yang sejak itu menjadi teman Kibum, baru mengetahui kalau Kibum adalah laki –laki saat mereka buang air kecil bersama di toilet sekolah. Jangan salahkan Jinki karena sejak pertama ia melihat Kibum yang memakai pita pink dikepalanya, ia mengira ia adalah seorang anak perempuan..anak perempuan yang sangat cantik.

Kibum anak yang sulit dipahami, setidaknya itu bagi teman seusianya Choi Minho. Mereka terlalu sering bertengkar, Kibum yang merasa dirinya lebih tua – 3bulan –  dari Minho, seenaknya menyuruh Minho ini dan itu. Jinki berperan besar dalam meleraikan mereka, ya mungkin kakak dari Kibum yang tidak lain bernama Kim Jonghyun juga harus turun tangan dan melerai pertengkaran ini.

Sedangkan disudut ruangan, anak manis bernama Lee Taemin hanya akan menyaksikan pertengkaran mereka –yang baginya merupakan pertunjukkan yang sayang untuk dilewatkan- lalu terkekeh sendiri. Jinki akan berteriak dan menyuruh Taemin membantu memisahkan Kibum yang masih berusaha mencakar Minho dengan kukunya(yang ia anggap kuku yang paling cantik didunia).

Pada dasarnya, mereka berlima adalah anak yang baik dan memiliki kecerdasan masing – masing. Meskipun kau harus ekstra sabar dengan Minho yang sangat irit dalam berbicara namun tidak akan melepaskan siapa saja yang berhasil mengalahkannya bermain winning eleven, Taemin yang sulit diajak bekerja sama dan tidak bisa berhenti mengemil, Jonghyun yang mudah marah tapi sangat perhatian, Kibum yang… sangat sulit ditangani karena sifatnya yang manja dan pemarah, terakhir adalah Jinki yang membuat orang sekelilingnya sering berpikir keras dengan maksud perkataannya (ia anak jenius ber IQ diatas rata – rata).

Mereka tumbuh dewasa bersama – sama.

Ya..hingga saat ini.

Hingga Jinki menyadari bahwa ia menyukai Kibum,bukan ia tidak menyukai Jonghyun atau Minho. Hanya saja ia menyukai Kibum dengan makna yang berbeda.

Saat Kibum pertama menyadari juga perasaan yang tidak biasa yang ia miliki, ia butuh seminggu untuk mempersiapkan hatinya dan mengakuinya.

“Hyung! Gadis itu memiliki selera fashion yang jelek! Aku tidak menyukainya! Titik! Lagipula.. dia sama sekali tidak sexy!”

“Kibum ah~ jangan seperti itu.. aku kan sudah bilang aku akan mengatur ulang janji kita.. ne? sekarang maafkan aku? Hm?”

Pertengkaran pertama Jinki dan Kibum saat duduk dibangku SMA. Gadis yang Kibum sebut tidak sexy yang tidak lain adalah Jung Jessica yang – ia sangat yakin – menyukai Jinki dan mencoba menggodanya dengan cara yang murahan lalu menjebaknya dan membuat Jinkinya (yes, Kibum selalu mengatakan kalau namja bermata sabit itu adalah Jinkinya, miliknya) semakin tidak ada waktu untuk menemaninya kemanapun ia mau.

“Kau berlebihan Kibum.. lebih baik kau mengurus hidupmu sendiri..”

Itu kalimat terakhir Jinki sebelum mereka bertengkar hebat hanya karena Jinki membatalkan janjinya dengan Kibum, ralat ia menundanya. Ia tidak enak dengan Jessica, gadis ini adalah anak dari klien appanya, dan sejujurnya ia tahu jika ia akan dijodohkan dengan Jessica, dan tidak ada salahnya jika ia ingin mengenal lebih baik gadis yang akan menjadi pendamping hidupnya kelak.

Jinki adalah anak yang baik. Bagaimanapun juga ia selalu menuruti kehendak umma dan appanya. Ia memiliki adik satu – satunya yang akan mencontoh dirinya, ya bukan?

Hanya saja perkataan Jinki yang sangat dingin membuat Kibum sangat marah, atau mungkin sangat menyakiti hatinya.

Ia menangis.

Kim Kibum tidak pernah menangis. Bukan, bukannya ia tidak pernah menangis karena ia menonton film kesukaannya yang berjudul ‘love me if you dare’ , hanya saja ia tidak pernah menangis tanpa henti selama 5 jam didepan kakaknya, Kim Jonghyun dan bersumpah serapah.

Jonghyun yang tentu saja memahami sifat adiknya yang egois tidak langsung menemui Jinki dan mendekor beberapa benjolan diwajah tampan itu. Ia tahu betul sifat Kibum yang tidak pernah mengalah dan selalu menuntut pada Jinki. Ia juga heran mengapa Jinki selalu menuruti semua keinginan adiknya.

“Kibum..sudahlah.. hentikan tangisanmu, kau terlihat jelek..hey setidaknya hapus eyeliner hitammu yang luntur itu?!”

Bukan tangisan itu yang berhenti, justru semakin menjadi bahkan diikuti beberapa bantal yang melayang kearahnya.

“Aigo.. arraseo.. arraseo.. kemari adik manis, yah! jangan melotot, matamu seperti panda..”

Jonghyun sekuat tenaga menahan pukulan Kibum dan memeluknya. Hingga akhirnya tangisnya berhenti. Ia mengelus punggung Kibum lembut, menenangkan Kibum yang beberapa hari ini emosinya sedang memuncak. Kibum tidak ingin sekolah, tidak ingin makan dan yang paling penting ia tidak ingin melihat Jinki.

Ia baru sadar, perasaanya pada Jinki bukanlah perasaan untuk seorang sahabat. Sahabat mana yang merasa marah saat melihat sahabatnya dijodohkan?Kibum sangat kesal, ia marah pada dirinya dan kecewa. Ia tidak mungkin mengatakan isi hatinya pada Jinki sejujurnya.

Ia takut lebih tepatnya. Ia khawatir Jinki justru membencinya dan jijik padanya.

Karena Jinki tidak sama dengannya.

Bagaimana dengan Jinki yang sudah seminggu ini tidak bertemu Kibum?

He is just messing Jinki.

Ia lupa membawa bekal (karena biasanya Kibum akan membawa untuknya). Ia selalu membawa yoghurt yang mana ia tidak suka, tetapi itu adalah minuman favorit Kibum dan sebagai ganti Kibum yang selalu membawakannya bekal, ia membawakan yoghurt untuk Kibum.

Jinki akan tetap ke kelas Kibum dan menunggu diluar kelas sampai Kibum keluar, menggandeng tangannya dan merajuk untuk ditemani ke mall, yang mana itu tidak terjadi sama sekali saat ini.

Jinki menepuk keningnya berkali – kali ”bodoh..bodoh..bodoh..”

Keesokan harinya ia masih mengulang itu. Sepertinya otaknya dan tubuhnya sudah tersetting seperti itu setiap hari.

Ini melelahkan.

Ini menyebalkan.

Ternyata seorang Jinki membutuhkan Kibum. Kibum yang ia bilang selalu mencampuri urusannya.

Tidak ada Kibum disampingnya ternyata terasa sangat….. sepi.

Awalnya ia berpikir masalah ini tidak akan sebesar ini, setidaknya tidak sampai membuatnya tidak bisa melihat Kibum. Jinki sekarang sudah kelas 3 SMA, ia bersiap menghadapi ujian masuk Universitas yang ia inginkan. Jinki memutuskan untuk mengambil kedokteran.

Ia memang belum sempat mengatakan ini pada Kibum, tapi ia akan kuliah di Inggris. Lalu masalah ini terjadi dan ini semakin sulit baginya. Bagaimana jika Kibum benar – benar membencinya sekarang?

Jinki memutuskan untuk datang kerumah Kibum sepulang sekolah. Sudah tiga kali ia menanyakan teman sekelas Kibum kenapa Kibum tidak masuk, dan ia terkejut karena ia baru tahu jika Kibum sakit. Biasanya ia akan selalu menemani Kibum saat sahabatnya ini sakit dan membuatkannya bubur abalone kesukaan Kibum.

Minus bubur yang terlalu banyak irisan ayam, membuat Kibum mengomel selama 5 menit padanya.

Kini ia berada didepan kamar Kibum yang pintunya sedikit terbuka. Sebelumnya ia sudah bertemu Jonghyun dibawah, dan Jonghyun menyuruhnya untuk lebih bersabar menghadapi Kibum. Bukan itu yang mengganggu pikirannya, yang sangat mengganggu pikirannya adalah saat Jonghyun berbisik ditelinganya “jangan sakiti adikku, jika kau tidak menyukainya seperti ia menyukaimu, katakan padanya sekarang juga. Jangan memberinya harapan palsu, meski Kibum sangat egois, tapi aku yakin dia hanya belum menyadari perasaannya padamu adalah lebih dari yang kalian bayangkan”

Perasaannya padamu adalah lebih dari yang kalian bayangkan.

Bisikan itu memecah lamunannya. Ia menggelengkan kepalanya kuat lalu perlahan membuka pintu kamar Kibum.

Frozen

Jinki membeku, jakunnya bergerak naik lalu turun.

Kibum didepannya sedang berdiri, baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk menutupi bagian pribadinya. Jinki tahu Kibum adalah laki  – laki, sama sepertinya. So whats wrong?

And what is the fucking wrong with my heart?!

Jinki mengutuk dirinya sendiri saat matanya turun mengikuti aliran tetesan air dari rambut Kibum ke leher, dada (holy shit his pinky nipple) dan perut Kibum.

Ia bersumpah Kibum terlihat 100x lebih … breathtaking?

Jinki tahu, Kibum memiliki kulit yang sangat putih seperti susu, lembut seperti kain satin.

Tapi ia tidak tahu bahwa bentuk tubuh Kibum juga indah, pinggangnya sangat kecil untuk seukuran laki – laki.

Apa yang terjadi padaku?

Kibum menoleh saat merasa ada seseorang yang melihatnya. Matanya terbelalak kaget saat melihat Jinki berdiri tak mengucapkan apapun didepan pintu kamarnya.

Buru – buru ia memakai kaus yang ia siapkan diatas kasurnya.

“A-apa yang kau lakukan disana..hyung..”

Kibum tidak pernah tergagap dalam perkataannya. Mungkin Jinki tidak tahu, tapi Kibum juga merasakan keanehan dalam dirinya. Ada sesuatu didalam dirinya, sesuatu yang membuat irama jantungnya berdegup lebih cepat saat ia melihat Jinki lagi, setelah 1 minggu.

Aku sangat merindukanmu ..hyung.

“Kibummie~.. apa kau masih marah padaku?”

Jinki berusaha menguasai perasaan aneh pada dirinya, ia menutup dan mengunci pintu kamar. Ia harus berbicara serius pada Kibum.

Ia berharap ini bukanlah keputusan yang salah.

Ia berharap Kibum tidak mendorong dan memukulnya, karena… ia sadar ia menyukai Kibum lebih dari yang ia bayangkan.

Ia berharap Kibum mengerti, karena sekarang ia memeluk Kibum erat. Entah detak jantung siapa yang berdetak sangat cepat saat ini. Yang Jinki tahu, aroma tubuh Kibum menjadi favoritnya semenjak saat ini.

“Kibum.. aku menyukaimu..”

“m-mwo..? hyung.. apa kau gi-gila..?”

Kibum menolak dengan sangat kuat atas apa yang ia rasakan didalam hatinya. Hatinya berteriak, jantungnya seperti akan meledak. Ia ingin memeluk Jinki dan mengatakan bagaimana ia sangat merindukannya. Tetapi, Kim Kibum adalah Kim Kibum yang tidak mudah mengekspresikan perasaannya lewat perkataan yang manis.

Wajah Jinki semakin dekat dan sejajar dengan Kibum, dapat mereka rasakan hangat hembusan masing – masing. Jemari Jinki meraih wajah Kibum, mengelus pipi kananya dan tersenyum.

Kibum memang sangat special. Ia baru menyadarinya.

“Aku ingin..menciummu Kibum..” Jinki berbisik.

Bibir tebal Jinki hampir mengenai Kibum namun ia tidak juga menciumnya. Ia mencari tahu isi hati Kibum yang hanya bisa balas menatapnya..bingung.

Cukup lama mereka berdiam menatap satu sama lain, hingga akhirnya Jinki benar – benar melumat bibir Kibum. Awalnya Kibum terkejut, ia diam dan tidak membalas ciuman Jinki.

Jinki melepaskan tautan bibirnya dan menatap Kibum, matanya tersirat ketakutan, apa Kibum membencinya sekarang?

“Kibum..?”

Dua detik kemudian Kibum mendorong Jinki yang berdiri tepat didepan kasurnya dan membuatnya jatuh terbaring.

Kibum – yang masih memakai handuk – menaiki tubuh Jinki, duduk diperut Jinki.

“You should kiss me like this hyung..”

Ia mencium Jinki dalam sekejap, membuat Jinki terkejut dan menahan pinggang Kibum. Kibum bukan hanya melumat bibir Jinki, ia juga menggigitnya membuat Jinki meringis dan Kibum berhasil memasukkan lidahnya kedalam mulut Jinki.

Sadar akan keadaan yang semakin memanas, Jinki tidak bisa didominasi. Hey, seharusnya ia yang mendominasi Kibum right?!

Secepat itu juga Jinki memutar posisi mereka, kini Kibum berada dibawahnya. Mata Kibum yang berbinar, dan bibirnya yang sangat merah sedikit terbuka, terengah setelah hot kissing mereka.

“I should kiss you like this Kibum..”

Kini Kibum yang tidak sadar mengeluarkan suara – yang Jinki yakin ia sangat menyukainya – aneh. Membuat Jinki semakin excited dan ingin mendengar lebih saat ia berhenti melumat bibir Kibum dan turun mencium, menggigit leher putih Kibum. Menghisapnya kuat, membuat tanda kemerahan disana.

Hingga ketukan pintu yang semakin keras menghentikan, lebih tepatnya menyadarkan mereka.

“Jinki Kibum, hentikan aktivitas kalian dan buka pintu ini sebelum aku dobrak!”

Jonghyun berteriak, seolah kesal namun ia diam – diam yang semenjak tadi menguping dan mendengar – oke ini memalukan – desahan adiknya sendiri membuatnya.. sedikit merinding.

Kibum mendorong Jinki dan ia sontak terjatuh dari kasur dengan pendaratan yang kurang sukses.

“Ah..Kibum..” Jinki mengelus bokongnya saat ia berusaha berdiri.

Kibum yang wajahnya memerah, tidak… sangat merah dan Jinki baru menyadarinya, berdecak dan mengulurkan tangannya membantu Jinki untuk berdiri.

Kibum membuka pintu kamar dan mendapati Jonghyun yang berpura – pura memasang wajah serius, melipat kedua tangannya didada menatap sinis Kibum dan Jinki yang berjalan menghampirinya.

“Jinki.. aku pikir kau terlalu cepat, berhati – hatilah jika kecepatanmu terlalu tinggi nanti kau kecelakaan”

Jinki berdecak, ia mengerti maksud perkataan Jonghyun. Ia mengecup sekilas pipi Kibum yang berdiri disampingnya membuat Kibum terkejut.

“Jjong.. kemarilah, kau calon kakak iparku….kita harus berpelukan..”

Jinki tersenyum lebar dan membuka lebar kedua tangannya. Jonghyun memutar bola matanya malas dan menepuk punggung Jinki lebih kuat dari seperlunya, ia berbisik dengan suara rendah dan Jinki bersumpah baru kali ini ia mendengarnya “kau sakiti adikku, maka kau akan mati Lee Jinki..”.

“I won’t”

Mulai sejak itu Jinki dan Kibum resmi menjadi sepasang kekasih. Tentu saja ini bukan hal yang mudah bagi pasangan yang special seperti mereka.

Mereka tidak bisa begitu saja memperlihatkan kemesraan mereka didepan umum, tidak meskipun Jinki sangat ingin mencium Kibum saat ia melihat pipi Kibum memerah malu.

Jinki akhirnya memberi tahu perihal dirinya yang akan kuliah di luar negeri. Kibum sangat kaget, tentu saja ia bahagia karena akhirnya Jinki berhasil meraih cita – citanya semenjak kecil untuk menjadi dokter. Saat usia 7 tahun Kibum kecelakaan dan membuatnya kehilang satu ginjal, Jinki bersikeras menemani Kibum sepulang sekolah dan berjanji ia akan menjadi dokter suatu saat.

“Kibummie cepat sembuh! Hyung akan menjadi dokter khusus Kibummie dan merawat Kibummie”

“Yaksok?”

“Ne!”

Mereka menautkan pinky promise dengan kelingking kecil mereka saat itu. Kibum tidak terlalu memikirkan hal itu, namun bagi Jinki itu adalah janjinya seumur hidup.

Jinki berjanji ia akan cepat menyelesaikan gelar dokternya, ia akan belajar dengan giat dan lulus lebih cepat dari yang seharusnya.

Kibum menangis, ia menangis bukan karena ia egois dan tidak mengizinkan Jinki untuk pergi, ia menangis karena ia baru sadar jika ia sangat mencintai Jinki bahkan lebih dari yang ia bayangkan.

Ia menangis karena ia sadar Jinki terlalu menyayanginya dan selalu khawatir akan keadaannya.

Ia menangis bukan karena ia takut ia tidak bisa menemui Jinki, ia menangis karena ia takut jika tiba – tiba hati Jinki yang sudah ia miliki direbut orang lain.

Jinki is mine.

Always and forever.

“Hyung.. berjanjilah kau tidak akan berselingkuh!”

Jinki tersenyum lebar dan tertawa, membuat Kibum semakin kesal dan pergi meninggalkan Jinki yang tidak menanggapinya dengan serius.

Ya… sekarang mereka ada di bandara untuk melepas kepergian Jinki ke London.

“Dasar idiot, bodoh, apa ia tidak tahu bagaimana beratnya aku mengantarnya?!”

Kibum menggerutu dalam hatinya. Jinki segera mengejar Kibum dan tawanya sudah berhenti, oke Kibum berentilah bersikap childish.

Jinki menarik pergelangan tangan Kibum dan tangan satunya menangkup pipi Kibum, mencium bibir cherry itu.

Ini bahkan terlalu lama untuk disebut sebagai ciuman perpisahan. Membuat Jonghyun berdehem dibelakang mengingatkan jika disana ada umma dan appa Jinki yang juga mengantarkan. Wajah mereka sangat merah menyaksikan pasangan muda yang sangat bergairah ini didepan mereka (tidak mudah bagi mereka mendapatkan restu orang tua mereka saat itu, sejujurnya).

Kibum melepas tautan bibir mereka dan melihat Jinki syok.

“Apa kau sudah gila?! Appa dan umma melihat kita?!”

“Sekarang kau percaya padaku? Aku tidak mungkin selingkuh karena aku..”

Jinki mendekati telinga Kibum, “hanya mengiginkanmu..”

Blush

Bisikan ini sukses membuat Kibum tersenyum sendiri dengan pipi memerah dan bergumam “oh my god” berkali –kali selama perjalanan pulang. Jonghyun menggeleng tidak mengerti dengan sikap bodoh adiknya saat itu dan berkali – kali menoyor kepala Kibum untuk mengentikan aksi bodohnya.

Ajaibnya adalah Kibum tidak akan berteriak dan membalas kelakuan Jonghyun, ia malah tersenyum manis dan menghidupkan radio dimobil menyetel  lagu – lagu romantis .

Please…Jonghyun butuh plastik untuk mengeluarkan isi perutnya.

….

 

 

 END

HAHHAHA gaje.

oke bye❤

1346692614

 

 

 

 

 

 

97 thoughts on “{OnKey} I Just Want You / One Shot

  1. kisseu kisseu kisseu . .
    kya jinkey kalian membuat saya diabetes ==’
    *apadeh
    hahaha untung sibum kagak cakar2 jjong ye . .
    hahaha orang lagi berbunga malah ditoyor2 wkwkwk . .😀

  2. Sweet..
    Manis…
    OnKey jjang!

    Omo..Omo..!
    Jong ikutan merinding dnger desahan adikny?!
    Noo…!!
    Kibum CUMA PUNYA Jinki!
    Araseo?!

  3. Oh! Lupa…

    Piccu Jinki yg bawah..
    Bang Jin… Bodymu bang…
    Ugh… Bikin gue ikutan mrinding.

    Hehe..

  4. Manis tpi knapa pendek *plak
    harusnya nunggu jinki pulang dari london dulu baru boleh end hehehehehe *nawar

    itu…itu yg dikamar,gilaniii baru jadian tpi udah mau ehm-ehman ckckckck..
    Jinkibum daebak!!!!!

  5. Ciee yg saling jatuh cinta..
    Mungkin alur ceritanya banyak dipke tp ttp berbeda dri yg laen.. keren dehh (y)

  6. Hmmm…. Dari kecil udh bareng2, tapi mereka baru mau jujur pas SMA-,-
    coba dari dulu, gaada kibum yang tersakiti karena perjodohan :v

  7. Itu foto yg jadi cover aku suka bgd liatnya..

    Ih kalian yg melengkapi satu sama lain bersahabat semuanya.
    Manisnyaaa…
    Untung kesalahpahaman jinkibum gk terlalu.berlarut larut..
    Cobak kalo jinki udah terbang ke london mereka blm baikan, atau lebih buruk lahi kalo jinki udj tunangan sma jess
    *amit amit
    Udah dapet sim langsung mengumbar kau yak jin…
    Awas lho kalau selingkuh disana

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s