{OnKey} I Wont Let You Go / One Shot


 

BjVFWCYCAAAg_Sp (1)

Main Cast : Lee Jinki – Kim Kibum

Rating : PG

Length :  1700 words

Author : Eternalonkey

Genre : Romance ! fluffy !

 

Ps : I wont force you to love onkey and believe them real as I do *lol* but please do not bash them *and me okay* and if you cant read boy x boy love just leave this from now. I just warning you guys🙂

Written based on fact, jinki came to kibum’s recording today 🙂

 

Malam ini terasa lebih dingin dari biasanya.

Kibum memijat keningnya, ia merasa sedikit pusing. Entah mengapa masa – masa promosi sub-unitnya kali ini terasa jauh lebih berat dari masa promosi SHINee sendiri. Seperti sekarang ini… saat ia sangat lelah biasanya akan ada seseorang yang menanyakannya ia ingin makan apa, ia lebih baik cepat tidur. Atau sekedar menggodannya hingga membuatnya kesal dan melupakan rasa lelahnya.

“Uh..”

Laki – laki bersudut mata tajam ini meringis ketika ia membuka pakainnya dikamar dorm. Ia masih tidak menyalakan lampu, ia terlalu lelah dan ingin segera tidur. No.. Kibum bukan Jinki yang akan langsung tertidur pulas dengan outfit stage mereka.

Kibum tiba – tiba tersenyum mengingat Jinki. Laki – laki yang ia panggil ‘yeonggam’ itu akan mendengus kesal ketika Kibum memaksanya untuk mengganti baju sebelum tidur. Ia bahkan akan sangat manja ketika ia benar – benar lelah dan tidak ingin mandi.

Kibum menghela napas panjang.

Entah sudah berapa lama ia tidak ‘bertemu’ Jinki. Bukan berarti ia sama sekali tidak pernah bertemu Jinki, hanya saja.. ya ia bahkan sudah lupa bagaimana aroma tubuh Jinki saat memeluknya erat didalam tidurnya.

Kibum meraba tembok mencari saklar lampu…dan..

“Kyaaahhhh!!!!”

Kibum berteriak kencang saat didepannya Jinki dengan senter yang ia hadapkan di wajahnya.

“Hahahaha… Kibum~ah.. ini aku…”

Jinki tertawa puas melihat ekspresi kaget Kibum, still cute.

“Yeonggam! Berapa kali kukatakan jangan mengagetkanku lagi! Apa kau ingin aku mati karena serangan jantung! Kau dan Taemin tidak pernah berubah!”

Kibum yang masih memegang kaus terakhirnya terus memukul Jinki berkali – kali. Ia kesal sekali sangat kesal. Jinki selalu saja mengagetkannya, dan barusan benar – benar tidak lucu.

Kibum bahkan tidak sadar bahwa ia tidak memakai baju, tubuhnya terekspos. Ia baru menyadarinya saat mata Jinki melihat tubuhnya dan Jinki menjilat bibir bawahnya, menatapnya dengan tatapan yang… seperti ingin memakannya hidup – hidup.

“Ugh..”

Kibum terlalu lelah untuk melawan Jinki yang kini menarik tubuhnya, jemari Jinki kuat mencengkeram pinggangnya dan tangan satunya mengelus punggungnya.

Halus seperti kain satin. Punggung Kibum salah satu area favorit Jinki. Ia mengusapnya naik dan turun, memberikan rasa nyaman bagi kekasihnya.

“Maaf… aku.. merindukanmu Kibum..”

Tanpa membalas perkataannya, tangan Kibum reflek melingkar di leher Jinki semakin mendekatkan tubuh mereka. Kali ini Jinki tersenyum dan membalas ciuman Kibum, memiringkan kepala mereka demi mendapatkan posisi yang pas.

Suara kecupan bibir memenuhi kamar Kibum yang sepi. Tangan Jinki bergerak dari punggung ke pinggang, mengusap pinggang Kibum beberapa kali. Tangan lainnya meraih bokong Kibum.

Rasanya sudah lama ia tidak memegang this cute little ass.

Jinki meremasnya dan menarik bokong Kibum hingga bagian bawah tubuh mereka tak ada jarak sedikitpun. Kibum melenguh saat merasakan miliknya bergesekan dengan Jinki.

Saat Kibum membuka mulutnya, Jinki memakai kesempatan itu untuk menarik lidah Kibum. Mengajaknya menari dengan lidahnya, menghisap, menggigit.

Rasa mint.

Pasti Jinki baru saja menggosok gigi, Kibum tersenyum ditengah ciuman panas mereka. Tak ada satupun yang berinsiatif untuk menghentikan ciuman ini duluan meski nafas mereka sudah tersengal.

Satu ciuman terakhir dari Jinki, menghisap kuat bibir bawah Kibum, terlalu kuat hingga akhirnya Kibum mendorong dada Jinki untuk melepaskan tautan bibir mereka.

“Aku bilang jangan terlalu kuat! Ah bibirku pasti bengkak.. ingat besok aku masih ada recording Inkigayo! Yeonggam!”

Kibum mengerucutkan bibirnya, Jinki yang sejak tadi tidak terlalu memperhatikan apa yang Kibum katakan hanya memperhatikan gerak bibir Kibum yang membuatnya semakin gemas dan tidak tahan. Kembali ia meraup bibir Kibum, tidak menghisap ataupun menggigitnya lagi, hanya mengecupnya.

Satu kali.

Dua kali.

Tiga kali.

Bahkan Jinki mengeluarkan suara ‘mmuach’ saat mengecup bibir itu. Rasanya tidak akan pernah puas.

“Yah! Kau tidak mendengarkanku!”

Kali ini Kibum menangkup kedua pipi Jinki dan menekannya hingga saat Jinki mendekati wajahnya, bibirnya seperti  ikan mas koki (‘3’)

“Kibum~ah~~ ppopo~~”

Kibum tertawa melihat Jinki yang seperti ini, rasanya ia tidak akan bisa percaya laki – laki didepannya ini adalah laki – laki yang ia panggil ‘yeonggam’, laki – laki yang menjadi leader group mereka. Tsk..

Kibum selalu menyukai sisi Jinki yang seperti ini, terkadang seperti anak – anak yang manja namun sering juga menjadi laki – laki yang layaknya menjadi pasangannya.

Jemari Jinki mengusap pipi Kibum dengan ibu jarinya, lalu tak lama ia menangkup wajah Kibum dengan jemarinya yang jauh lebih besar dan tebal – seperti daging steak bagi Minho – , mungkin jika ada yang melihat apa yang sedang sepasang kekasih ini lakukan akan berdecak heran. Saling menangkup dan menekan wajah masing, membuat wajah mereka seperti ikan (‘3’)

“Ah..”

Kibum meringis dan melepaskan jemarinya diwajah Jinki saat ia merasakan linu di pipi kanannya.

Jinki heran. Ia menautkan alisnya saat Kibum menarik tangannya.

“Apa? Pipimu sakit? hm?” Ibu jari Jinki mengelus lembut pipi kanan Kibum selembut suaranya. Lalu Jinki menyadari ada sedikit lecet di tulang pipi Kibum.

“Kau ..terjatuh?”

Kibum tersenyum dan menggeleng. Ia baru ingat kejadian tadi. Saat high touch event, ada beberapa fans yang melempar permen dan beberapa hadiaih ke stage dan itu hampir saja mengenainya. Ia sempat mengelak namun sayang pipinya sedikit tergores bungkus permen yang terlempar cukup kuat kearahnya.

Haaaah. Entah ia harus bilang apa pada sosok laki –laki yang melihatnya saat ini, didepannya…khawatir.

“Lalu kenapa?” Jinki mendekatkan wajahnya untuk melihat lebih dekat wajah Kibum. Ia melihat ada goresan, kulit Kibum sedikit tergores dan merah.

Jinki menekannya.

“Awww sakit!” Kibum memukul pundak Jinki.

Jinki tahu Kibum tidak akan mengatakan alasan mengapa ia bisa terluka seperti ini. Apa Kibum tidak bisa menjaga dirinya sendiri? Tsk.. padahal Kibum yang sering mengkhawatirkannya.

“Mian… sini biar tak sakit lagi..”

Jinki mendaratkan bibirnya yang masih agak basah ke pipi Kibum, tepat diatas area lecet itu dan mengecupnya berkali – kali dengan bibirnya. Sangat pelan, sangat lembut, tangan Kibum masih didada Jinki dan ia bisa merasakan irama detak jantung Jinki  ditelapak tangannya.

Sangat tenang, sangat lembut. Kibum merasakan kenyamanan, ia merasakan deru nafas Jinki diwajahnya. Tanpa sadar ia memejamkan matanya menikmati ‘ciuman kesembuhan’ ala Jinki. Sedikit geli membuatnya terkekeh.

“Luka.. hilanglah dari kulit cantik kekasihku… mmmuuuaaachhh”

Ciuman terakhir dan cukup lama bibir itu menempel di pipinya. Kibum tersenyum mendengarnya, terkadang Jinki bisa jadi sangat manis. Sangat sangat sangat manis ia bahkan tidak sanggup membayangkan jika Jinki memperlakukan orang lain seperti Jinki memperlakukannya saat ini.

Jinki tersenyum, menyingkirkan poni rambut Kibum ke sisi wajahnya. Mata mereka bertemu dan entah untuk keberapa kalinya Kibum akan bilang bahwa ia sangat menyukai sorot mata Jinki saat ini.

Bahkan Jonghyun saja akan memutar bola matanya malas ketika melihat sepasang kekasih ini terjebak dalam dunia mereka dengan saling menatap dan tersenyum.

Jinki sangat suka bola mata Kibum, ia sangat sangat sangat suka menatap mata Kibum lama. Rasanya tak pernah berubah, jantungnya berdesir hebat saat mata indah itu melihatnya dan tersenyum.

Hanya untuknya.

Tatapan yang mengungkapkan segalanya, bahkan kata – kata tidak cukup mengungkapkan bagaimana isi hati mereka. Senyum yang saling mereka berikan dan tatapan hangat, dalam, yang hanya mereka berikan satu sama lain.

Akan banyak kalimat dan waktu untuk mengungkapkannya, hanya saja beberapa detik saling menatap sudah lebih dari cukup bagi mereka untuk memahami dan merasakan kehangatan yang perlahan menyusup ke dada mereka, mengalir didalam darah. Perasaan yang sangat hangat.

“Yasudah besok aku akan menemanimu recording Inkigayo.. okay?kebetulan ada Joonie hyung..”

Kibum memutar bola matanya malas.

Oke lovey dovey pasangan ini sudah selesai saat Kibum melepas pelukan mereka dan beranjak pergi ke kamar mandi.

“Kibum ah~ apa kau marah? Kibuuuum~ “

Jinki mengikuti Kibum yang berjalan dan mencari handuknya, ia ingin mandi lalu tidur. Tsk.. selalu saja Lee Joon, oke baiklah Kibum tidak seharusnya kau cemburu. Mereka memang bersahabat baik! Tsk tapi bisa kan Jinki tidak berkata seolah besok ia ingin datang menemaninya karena disana juga ada Joon?

“Terserah kau saja hyung.. aku tidak peduli..”

Blam

Kibum menutup pintu kamar mandi.

Jinki tertawa menggelengkan kepala melihat reaksi Kibum yang sudah ia duga.

“ah lucu sekali… “

Jinki memang bersahabat dengan Joon, sangat dekat. Kibum seringkali protes karena Jinki lebih banyak menghabiskan waktu luangnya bersama Joon dibanding bersamanya.

 

====***====

 

Hari ini Kibum tidak banyak melakukan take. Moodnya sangat baik, ia merasa lebih senang dan fresh. Apa karena ada Jinki disini? Atau karena lebih banyak fans nya disini? Tampaknya karena kejadian yang lalu, fans Woohyun dilarang masuk. Mungkin tidak semua, hanya saja kali ini jumlahnya berbeda. Penonton didominasi oleh shawol. Kibum menyayangkan hal ini, bukannya ia menginginkannya. Ia juga tidak ingin hal ini terjadi.

Woohyun juga meminta maaf padanya sejak kemarin. Bahkan sampai tadipun sahabatnya ini menanyakan keadannya. Kibum hanya tersenyum dan mengibaskan tangannya bahwa itu bukan masalah besar. Kibum hanya ingin melakukan recording kali ini lebih baik dan lebih cepat.

Jinki berdiri sisi samping stage, melihatnya dan tersenyum. Sesekali mengacungkan jempolnya atau mengedipkan matanya. Kibum menahan tawa karena Jinki mengedipkan mata terlihat lucu baginya.

Lalu Kibum memutar bola matanya malas, dan Jinki tertawa disana.

Setelah selesai recording, PD memanggil Jinki untuk mengatakan sesuatu dan memberikannya mic.

“So..delicious…”

Matanya tak lepas dari Kibum saat mengatakannya. Kibum terkejut dan tertawa, shawol berteriak histeris mendengar suara Jinki.

Tak lama kemudian Kibum dan Jinki muncul di stage dan melambaikan tangannya pada fans.

“Wow fansmu banyak juga.. my bum~”

Jinki tersenyum lebar dan melambaikan tangannya, menyapa fans disana. Ia senang mereka bisa mendukung Kibum sepenuhnya. Baginya cinta shawol yang luar biasa pada mereka adalah kekuatan untuk dirinya dan membernya bertahan. Bertahan untuk selalu bersama.

“Yeonggam ada disini~~~”

Kibum berteriak, fans kembali berteriak.

Kibum yang mendengar saat Jinki berbisik ‘my bum~’ dan mengerti ia sedang mengoloknya saat itu. Beberapa kali Jinki menggodanya dengan ‘my bum~’ dan ‘my hyun’ . Ia sering menanyakan perihal Woohyun dan menggoda Kibum

 “Dimana ‘my hyun~’?aku ingin menyapa ‘my hyun’ dari ‘my bum’..”

Jinki senang sekali menggodanya seperti itu.

Kibum mencubit pundak Jinki saat mereka kembali ke back stage, Jinki bahkan harus ditarik karena ia terus menyapa fans dan tersenyum.

“Stop flirting you oldman..” bisik Kibum dengan bahasa inggrisnya dan melipat kedua tangannya didada saat mereka berjalan menuju ruang ganti. Sesekali Jinki menyapa staff yg mereka lewati dan bowing.

“Im not.. flirting my bum.. so delicious..” Jinki mengecup pipi Kibum sekilas.

“Yah!”

Kibum menahan suaranya dan membelalakkan matanya tidak percaya dengan aksi Jinki barusan. Bisa saja ada yang melihat mereka disini. Mereka masih berjalan menuju ruang ganti!

Kibum langsung menjaga jarak dan mempercepat langkahnya. Terkadang ia merasa Jinki benar – benar idiot, tidak tahu tempat.

Kibum berbalik saat merasa Jinki mengikuti langkah cepatnya dan memanggilnya “Kibum~ah~~”

“Stop! Jaga jarak ! 2 meter okay?! Jangan mendekat! Hyung aku serius! Yahhh!!!”

Jinki malah menarik Kibum bersamanya, menggenggam tangannya erat. Menelusupkan jemarinya ke tangan Kibum yang dingin.

Kibum melirik tautan jemari mereka, mengikuti langkah kaki Jinki yang cepat, menyembunyikan tautan jemari mereka dibalik tubuh Jinki.

“No.. tidak ada yang bisa melarangku Kibum~ah..“

Kibum akui, meski ia kesal. Ia sangat menyukai Jinki.

Kibum tersenyum. Hatinya terasa lebih hangat, tangan Jinki menghantarkan rasa hangat ke sekujur tubuhnya.

“Ya.. jangan lepaskan tanganku Jinki… jangan pernah…”

Kibum berbisik pelan lebih kepada dirinya sendiri, namun Jinki mendengarnya karena Kibum merasakan tangan Jinki meremas tangannya.

Itu cukup untuk menjawabnya.

“I wont let you go…”

 

END

 

 

hehehehe how is it guys? im so cheesy yeahhh lol im working on one shot nc 21 onkey hehehe but dunno when i will post it! since i get new job starting on April! huhu wish me luck! and show me your love to onkey with your cutest comments❤ thank you!

 

 

115 thoughts on “{OnKey} I Wont Let You Go / One Shot

  1. Mereka selalu so sweet!!!!
    Jinki “my bm” uuuggg hahahahaha
    Suka ff jinkibum ini, romantic bgt!!!!!

  2. wahh.. itu onyu nya maniissss bangeet… :* suka kata2nya onew pas bilang ,” Luka.. hilanglah dari kulit cantik kekasihku… mmmuuuaaachhh”.. uaaaaa >,<

  3. hiihhhh knapa kalian ini sellalu manis sihh bikin iri anak orang aja -..-

    apalgi muka mulus nan putih.nya si key duhh lemes lah klo liat xD

  4. saking seneng.nya ni anak smpek sms jinki di upload di IG.nya uhhh sebegitu special.nya kah seorang Lee Jinki bgi kim kibum????? Yessss xD

  5. Aigoo…so sweet:D aku baru baca masa..hiks baru tau…hiks tpi asli sukaaa…

    Eehm Jinki memang menghangatkan *aww
    dan Kibum memang so delicious kkk,,cute

    terus genggam tangannya,jangan pernah lepaskan,karna genggaman itu untuk saling menguatkan,mempercayai,dan saling-saling lainnya…*hahay

    yah pokoknya onkey is real….

  6. Huaaaaaaa bagus2 bgt ka ff nya😀
    manis-manis banget :v

    Aku suka bgt dibagian jinki cium luka kecil kibam itu arrggghhh kaya pengalaman aku bgt😀

  7. Kasian kibum yg bikin sub unit..
    Jadi kesepian..
    Ish jinki sweet bgd sih..
    Palagi scene yg niup luka itu..
    Uwaaqqq suami idaman
    *plak
    So delicious itu maksudnya apa.jin ?
    Coba jelasin dedek gk ngerti
    *wajah polos

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s