{JinKibum} Stand By Me – One Shoot


Untitled-1

cr posters by nizzanisa❤

Tittle : Stand By Me

Pairing : JinKibum

Cast : Lee Jinki – Kim Kibum                         

Rating : PG

Length : 1460words

Genre : Romance

Summary : The time when they are just missing each other :))

 

foreword :

Ngetik ini sambil ngantuk dan sedih karena nggak ada kaka Onew di swc kemarin😦 mengerti perasaanku? jadi maap kalo ada typo

Untuk para mvp yang double job as OKS, semoga ini bisa membuatmu senang! cheers~ dan project OKS INA alhamdulillah lancar! banyak yg angkat handbanner kita ^^ Intinya thank you❤ and please keep loving uri JinKibum❤

 

Kibum begitu terburu – buru, wajahnya sumringah.

“Jinki akan keluar dari rumah sakit besok sore”

Begitu ia membaca pesan singkat dari ibu Jinki, ia langsung bergegas. Kibum adalah orang yang detail, namun tidak kali ini. Pikirannya melayang, ia lost focus, ekpresi wajahnya sedikit sedih meski ia mencoba tersenyum.

Jika Lee Jinki adalah poker face, maka Kibum berdiri di sisi sebaliknya. Kau mudah saja menebak isi hati laki – laki yang gemar meminum Americano coffee ini. Ia akan memperlihatkan emosinya didepan orang khususnya setiap member SHINee akan segera tahu bagaimanakah cuaca hati Kibum, mendung atau terik? Atau badai salju? Seperti itulah Taemin menggambarkan emosi Kibum yang ekstrim.

Tapi Jinki selalu menyukainya, ia menyukai setiap sisi Kibum. Kibum yang sensitive, Kibum yang perhatian, penyayang.

Kibum is really Jinki’s utter cutie pie.

Mungkin Minho akan mencemooh Jinki soal ini, karena baginya Kibum terkadang keterlaluan dan egois.

Jinki akan tersenyum dan berkata “tapi aku sangat membutuhkan dia..Minho..ya kau tahu seperti manusia yang membutuhkan udara..”

Minho menepuk jidatnya lalu menggelengkan kepalanya “hyung hentikan itu, kau sangat menggelikan”

Jinki hanya akan tertawa lebar.

Mungkin Minho terkadang suka berselisih pendapat dengan Kibum, tapi bukan berarti mereka tidak cocok sama sekali, karena pada akhirnya Kibum seringkali menyeret Minho untuk menemaninya ke café di daerah gangnam lalu menceritakan segala keluh kesah yang akan didengarkan Minho.

Kembali ke Kibum..

Setelah ia selesai packing pakaiannya yang ia lipat sembarangan dan memasukkannya kedalam koper kecil lalu membereskan barangnya dan memasukkannya kedalam tasnya, ia langsung keluar kamar dan menemui manajer hyung.

“Ada apa Kibum? Ini masih pagi..kita akan pulang besok bukan sekarang”

Manajer hyung heran dengan Kibum yang sudah berdiri didepan kamarnya dan membawa tas. Kibum memutuskan untuk pulang ke Seoul hari ini, sendiri. Tanpa member SHINee yang lain.

“Hyung, aku ingin pulang sekarang..”

Manajer hyung terkejut kenapa Kibum tiba – tiba ingin pulang.

“Tapi tiket pesawatnya?”
“Ya sudah di upgrade jadi pagi ini saja, atau beli yang baru.. ah yang mana sajalah!”

“Kibum.. mana bisa kita mengganti jam terbang pesawat kita?”

“Hyung.. aku mohon…”

Manajer hyung mengehela nafasnya, jika seorang Key sudah memohon ia tidak bisa berkata apa –apa .

“Baiklah.. tunggu sebentar ..”

“Gomawo hyung..”

 

 

Akhirnya Kibum sampai di Incheon pagi itu, wajahnya terlihat lebih senang. Ia senang akhirnya Jinki hari ini akan keluar dari rumah sakit pasca masa operasi pengangkatan pollyp yang dideritanya 5 bulan belakangan.

Wajahnya yang sumringah sesekali memberikan senyuman ke noona fansites yang menyadari kedatangannya, entah dari mana mereka tahu bahwa ia akan pulang hari ini.

Ia berjalan dan sesekali melambaikan tangannya kearah fans. Tak lama kemudian ada pesan masuk.

“Kibum..? kau pulang kapan?aku sudah di rumah umma .. bogoshipposo.. T_T”

Senyumnya terkembang, ternyata Jinki mencarinya, ia pasti sudah diberitahu manajer hyung.

Kibum berangsur masuk mobil dan menuju ke rumah Jinki.

 

Wajahnya masih pucat, ia tampak lemas, dan lebih kurus dari biasanya. Hatinya sakit melihat separuh jiwanya terbaring dikasur tak berdaya. Nafasnya terlihat teratur, sepertinya Jinki sudah terlelap, ada buku anatomi diatas perutnya, dan kacamata masih bertengger di hidungnya.

Kibum jalan perlahan dan meletakkan tasnya di meja sisi kasur. Air matanya ingin menetes, karena ia sangat mengkhawatirkan Jinki. Ia teringat masa – masa Jinki akan masuk ruang operasi, ia bahkan tidak bisa tidur sama sekali. Sedangkan justru Jinki yang menghiburnya dan berkata bahwa semua akan baik – baik saja.

Kibum duduk perlahan dan melepas kacamata Jinki, takut membangunkannya. Ia mengambil buku anatomi yang sungguh Kibum masih tidak paham dengan bahan bacaan Jinki.

Kibum menepikan poni Jinki dan tersenyum. Rasanya lega sekali melihat Jinki sudah terbangun, kemarin saat ia meninggalkan Korea, Jinki masih dalam keadaan tidak sadarkan pasca operasi.

Tidak ingin membuat banyak gerakan dan membangunkan Jinki ia berangsur berlutut di lantai dan menumpu sikunya di sisi kasur. Ia membelai rambut Jinki, matanya tertutup, pipinya semakin tirus.

Tiba – tiba saat ia memegang pipi Jinki, tangannya dipegang. Jinki tersenyum, matanya masih tertutup namun kini tangannya memegang tangan Kibum yang tadi berada di pipinya. Jinki menariknya dan mengecup telapak tangan Kibum, lalu membuka matanya.

Jinki baru saja akan membuka mulutnya dan berkata sesuatu namun belum selesai ia mengucap kata-katanya seperti tertelan. Tenggorokannya masih sakit.

“Sshhh…sudah jangan bicara apapun, aku sudah diberitahu ibumu kau tidak boleh banyak bicara..”

Kibum tersenyum dan menarik telapak tangan Jinki yang menggegamnya, mencium telapak tangannya dan menangkupnya di pipinya sendiri.

“Biar aku saja yang bicara.. arrasseo?”

Jinki kembali memberikan senyum terbaiknya, ia hanya ingin mengatakan “maaf” dan hal seperti itu saja terasa sangat sulit. Memang dokter menyarankan ia untuk tidak memaksakan diri untuk berbicara selama masa penyembuhan. Minimal 1 bulan maksimal 3 bulan ia baru benar – benar bisa pulih.

Jinki menunjukkan jemarinya kebibirnya, menginstruksikan Kibum untuk menciumnya.

Morning kiss

Kibum tertawa kecil menggigit bibir bawahnya lalu menunduk perlahan. Matanya melihat bibir Jinki yang semakin mendekat dan kini matanya bertemu dengan Jinki.

Tangan Jinki memeluk pinggang Kibum dan satu lagi mengelus leher Kibum, sesekali ibu jarinya mengelus pipi Kibum.

Baru beberapa hari pasca Jinki operasi, rasanya sudah seperti bertahun – tahun ia tidak mencium kekasihnya ini.

Jantung keduanya masih bereaksi sama, berdegup dengan sangat cepat.

Ah…

Rasanya hangat.

Ketika mereka mulai memejamkan mata masing – masing, terasa hembusan nafas masing – masing.

Ketika bibir itu bertemu dengan gerakan yang pelan, lembut, rapuh.

Jinki memiringkan kepalanya mencari angle yang baik, menekan bibirnya. Rasanya jantungnya akan meledak. Ia benar – benar merindukan Kibum, sangat sangat merindukannya, sayang untuk mengatakannya saja ia tidak bisa.

 

Tapi setiap ciuman dan sentuhan yang ia berikan sudah lebih dari cukup bagi Kibum.

Tak sadar semakin lama ciuman mereka semakin dalam, Jinki kini berusaha menarik tubuh Kibum agar berbaring diatas tubuhnya. Dengan sisa tenaga ia berhasil menarik Kibum keatas kasur dan menggulingkan tubuh mereka, kini posisi Kibum berada dibawah Jinki, ia menumpu berat badan tubuhnya, melepas tautan bibirnya. Lalu menatap Kibum yang nafasnya sedikit terengah. Wajah Kibum memanas, matanya berair, jelas sekali ia menahan air matanya.

Jinki membuka mulutnya, “uljima..” hanya gerak bibir tanpa suara. Kibum mengerti dan tersenyum, ia menarik tengkuk Jinki dan kembali menciumnya. Kini ciuman mereka semakin intens, lidah jinki sudah masuk kedalam mulut Kibum.

Jinki menarik tangan Kibum yang melingkar dilehernya, lalu menggenggam kedua tangan Kibum dengan jemarinya. Menautkan jemari mereka, sangat kuat seolah takut terlepas.

Jinki menumpu berat tubuhnya sehingga Kibum tidak langsung menerima berat badannya.

Ia melepas tautan bibir mereka, menatap Kibum yang juga sudah membuka matanya.

Keduanya tersenyum, mereka tahu apa yang ada didalam pikiran masing – masing. Keduanya saling merasakan rindu.

Jinki mendekatkan lagi wajahnya, mengecup kening Kibum lalu kedua sisi pipinya, dagunya, bibirrnya, lehernya membuat Kibum geli dan tertawa.

Jinki mendekatkan bibirnya ke kuping Kibum, ia berusaha berbisik dengan suara yang hampir tidak terdengar. Meski terasa sakit saat ia memaksa agar suaranya keluar namun tidak membuatnya sakit dan Kibum mendengar apa yang ia ucapkan.

“Jeongmal… bogishipposo..”

Mungkin seperti hembusan nafas namun Kibum mendengarnya dengan sangat jelas.

Air matanya menetes.

Dasar bodoh! Kenapa sangat keras kepala!

Kibum tidak marah, ia hanya kehabisan kata – kata kenapa Jinki selalu memiliki cara yang bisa membuatnya meleleh?

Jinki mencium mata Kibum yang terpejam berkali – kali.

Ia kembali berbaring disebelah Kibum dan menarik Kibum ke pelukannya. Begitu Kibum menarik dirinya, ingin mengatakan bahwa ia tidak bisa lama – lama disini, Jinki justru mengeratkan pelukannya di pinggang Kibum. Menenggelamkan kepalanya di leher Kibum, menempelkan bibirnya dileher itu, sesekali memainkan bibirnya disana dan menghirup aroma tubuh Kibum yang sudah sangat ia rindukan.

Kibum menghela napasnya, menyerah dan membalas pelukan Jinki.

Ya… Jinki hanya membutuhkan pelukan Kibum saat ini.

Karena ia sangat merindukannya.

“Aku juga merindukanmu..hyung….”

Bisik Kibum yang dibalas dengan semakin eratnya pelukan Jinki di tubuhnya.

“Cepatlah sembuh… yeonggam…”

Jinki mengangguk, Kibum bisa rasakan gerakan kepala Jinki di lekuk lehernya. Kibum tertawa, karena Jinki hanya akan mendengarkannya saat ia sakit dan sedikit manja seperti ini saja.

“Lalu kurangi minum alcohol dan jangan memaksakan diri lagi untuk bernyanyi dengan nada yang terlalu tinggi.. kau juga harus banyak olahraga dan makan buah – buahan.. kurangi konsumsi daging khususnya ayam bodoh itu.. lalu – “

Kibum terdiam, kata – katanya tertelan karena kini Jinki membungkamnya dengan bibirnya. Kibum sempat terkejut dan berusaha melepas tautan bibir Jinki.

“Yah!”

Jinki tersenyum lalu ia mencari sesuatu dibalik bantal dan memberikannya pada Kibum.

Kibum membuka surat itu perlahan, Jinki dan Kibum kini terduduk diatas kasur.

Ia mulai membaca surat itu.

Air matanya mulai menetes saat ia terus membacanya, hingga ia harus menahan isakkannya. Jinki panik apa ia salah menulis? Jinki mengusap airmata yang menetes di pipi Kibum.

“Pabo ya!”

Kibum berangsur memeluk Jinki sehingga Jinki terbaring dan Kibum diatasnya memeluk lehernya dan menelusupkan kepalanya di leher Jinki.

Jinki tersenyum… karena ia tahu Kibum juga merindukannya.

 

Kibummie..

Pertama aku ingin meminta maaf karena aku sakit, dan merepotkan kalian ber-empat. Aku memang leader yang tidak berguna untuk kalian, disaat seperti ini aku sakit.

Jeongmal mian…

Kibummie… Kibumku.. bisakah kau tetap berada disisiku?aku tahu aku hanya bisa merepotkanmu. Aku seringkali membuatmu, Minho,Jonghyun dan Taemin cemas dengan kesehatanku.

Tapi, mulai sekarang aku janji akan hidup lebih sehat dan tidak membuatmu dan yang lain cemas, tidak membuatmu kesulitan saat kalian harus pergi memenuhi jadwal tanpa aku.

Oleh karena itu… maafkan aku..ne? J

Ucapan terima kasih tidak akan cukup untuk mengekspresikannya, tapi… terima kasih Kibum untuk selalu berada disisiku.

-Your Oldman-

p.s : I miss you so much

p.s.s : would you kiss me?

 

END

 

KAK ONEW, MENGERTI PERASAANKU ? ;___; SYF NGERTI PERASAANKU?

anyway makasih ya yang kemarin udah angkat handbanner onkey di MEIS!! next SWC4 Jakarta! ayo nabung semuanya dari sekarang🙂

lets meet on SWC4 jakarta! See you next year there ^^/

Janji Onew :’)

10415731_426353267504386_5246045092433513407_n

 

104 thoughts on “{JinKibum} Stand By Me – One Shoot

  1. Aaaa kak yuaa kok aku telat baca sihhh hukss ..

    manisss bgt ..
    padahal cuma scene(?) kamar jinki xD ..

    uwooooo~
    ini klo kejadian beneran bisa makin gila aku .. mengeerti perasaan ku ??😀😀

    Senenggg, walaupun telatt tp sempett baca ..
    gomawo kak yua :*

  2. huweee meski telat bacta[i it’s ok lah hehe
    suka kalo liat nyu manja gini kkk~~
    kibum sampe bela”in pulang duluan T^T
    semoga bisa OT5 pas SWC4.. semoga jakarta masih jadi pilihan aminnn..
    ingat janjimu kak onew ne~~

  3. sweet onkey ♥
    jadi sedih inget swc3jkt bulan lalu tanpa kak onew, ga ada okm -_-
    tapi d ff ini key mesra-mesraan sama kak onew sepulang swc, sedikit mengobati😄
    oya ff jinboon yg snow flower ga akan dilanjut? -_-

  4. Oke . kata kata INI sungguh membuat Ku Ahhh
    “Kibum is really Jinki’s utter cutie pie.” Aku juga merasa seprti ITU
    ..

  5. hallo.. new reader here!! ^^ meski telat baca n swc udah lewat tp feel nya berasa .. ^^ suka liat manja2nya kak onew.. :3 so sweet.. ^^

  6. Hai author aku reader baru nih hehe^^ sweet bgt critanya, bikin meleleh + senyum2 sendiri pas baca >.< hahaha kerennn!

  7. ini ini ini demiiiiiiiii apaaaaaaaaaaaa gue gak ngerasa ini fanfic, gue ngerasa kalau ini benar-benar terjadiiiiiiiiiiii huweeeeeeee sukasukasukaaaaaaaaaa…

    ya ampun berasa banget nyatanya, jinki kentara bgt rindu sama kibumnya dan kibumnya jg ya ampuuuun ini manissss, gmana dooong masa gue senyum2 gaje sendiri gniii?? sukaaaaaaaaaaaaa

  8. aku mengerti perasaan mu..
    sakitnya tuh disini *nunjuk hati* wktu kak onew gk dtg ke jkt. T.T
    bru ketemu udh kissukissu melepas rindu..aku jg mau kissu ;*

  9. tidak ada kata terlambat kan ya,buat baca ff ini? hmmm
    aku masih mengingatnya,saat Jinki gda kbar,tau2 dia sakit dan mengharuskan dia doprasi,aku langsung nangisssssss histerisssssssss khawatir!!!!!!! itu yg aku rasakan,karna ku g mau melihat salh satu dari mereka sakit! apalagi Jinki,itu menyakitkan hueeeeee ㅠ_ㅠ

    dan melihat dia d video itu,dgn kondisi yg membuat aku makin mewek,kurus!!! g bs ngmng,cm lewat tulisan dia menyapa kami.huaaaaaaaaaa saat2itu….
    dan ff ini,sungguh aku menitikan air mata lagi.
    ㅠ_ㅠ

  10. Iseng2 nyari ff onkey waktu jln2 kegoogle,eh tiba2 nemu ini…kk

    huaaaaa….sukaaa ffnya manieesh bgt..
    Masih inget tuh pas masa2 babeh sakit,rasanya tuh sediiiih bgt tpi untung sekarang udah sembuh..fiuuh *usapKeringat

    eheum..!cieeee yg lgi melepas rindu *toelOrtu kkkkkk

  11. aahhh..
    seediiihh…
    jd keinget lagi masa onew kena polip..
    wew..
    he’s a great leader..
    really perfect..
    :: sumveh :
    :: bca ini berasa kejadian itu beneran ada :
    wew..::
    onkeeyy..

  12. Huks sediiiiihhh ~~~
    Aku juga ketakutan banget waktu denger onyu operasi..
    Takut dia gk akan bisa nyanyi lagi..
    Tapi untunglah semua kekhawatiran itu tidak terbukti..
    Ugh si oldman lagi sakit tetep aja pervert nya kaga ilang..
    Di video itu dia keliatan sakit ya
    *emang sakit
    Jangan begini lagi leader, we love u so bad

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s