[2min/Oneshoot] Lee Taemin


IMG-20140716-WA0006

Tittle : Lee Taemin

Author: Taebongshi (find me on twiiter : @taebongshi)

Character: Lee Taemin & Choi Minho (2min), support case: the rest of SHINee

Word count: 2372 words

Genre: Romance, schoollife, OOC (Out of Character), shounen ai

Summary:

          Minho merasa penasaran kenapa hanya Lee Taemin lah yang tidak menyadari keberadaannya. Ia hanya ingin tahu kenapa Lee Taemin tidak tertarik padanya.

 

               Minho yakin bahwa dirinya tidak pernah merasa melakukan sesuatu yang dapat membuat seseorang membenci dirinya, membuat orang lain merasa dirugikan oleh sikapnya, terlebih membuat orang lain membencinya dan membuat orang lain enggan untuk bicara bahkan tersenyum untuknya. Ia selalu baik kepada semua orang, bukan merasa sombong, tapi ia berusaha untuk selalu bersikap ramah dan sopan, sehingga orang lain merasa dihargai kemudian mereka bisa berteman dan mengenal baik satu sama lain. Siapa yang tidak mau seperti itu? Semua orang selalu berharap bisa selalu memberikan kesan yang baik bagi satu sama lain.

            Namun, ada satu orang yang Minho yakini bahwa ia telah melakukan sesuatu sehingga membuat orang itu terlihat –mungkin hanya perasaannya saja, orang itu tidak menyukainya –sepertinya. Namja yang pertama kali ia temui di kantin ketika ia menyapa ketiga temannya ini sedari awal sepertinya tidak suka dengan keberadaan Minho.

            Semua berawal ketika siang itu ia memutuskan untuk bergabung bersama Seniornya, Jonghyun dan Onew yang memintanya untuk duduk makan siang bersama. Minho menyetujuinya karena mereka cukup dekat, Minho satu tim sepak bola dengan Onew, sedangkan ia satu kelas dengan Jonghyun ketika kelas music dan sering berdiskusi dengan music karena Jonghyun mengejarinya banyak teknik vocal. Singkatnya, setelah ia memesan burger dan french-fries, ia mengitari pandangannya ke seluruh kantin, mencoba mencari keberadaan seniornya itu.

            Mereka berada di pojok kantin tertawa bersama, pemandangan berbeda dapat Minho lihat dari kejauhan, tidak hanya kedua sunbaenya namun ia melihat dua namja lain duduk bersama mereka. Ia kenal namja bernama Key –namja nyentrik yang ia kenal di kelas drama, Key sedikit ketus, namun mereka tidak ada masalah satu sama lain, Key orang yang sangat friendly –jadi Minho cukup akrab dengannya. Tapi ketika ia berjalan mendekat ia perhatikan sosok namja lain yang sedang asik mengunyah makanan dengan serius, meski yang lain tertawa entah karena hal apa, namja itu asik mengunyah makanan didepannya dengan sesekali terkekeh karena joke disekitarnya –Minho melihat dengan takjub, karena baru kali ini ia merasa melihat orang yang makan dengan rakus terlihat sangat menyenangkan.

            “Hai!”,

            Sontak ketika Minho tiba disana dan menyapa mereka, keempat namja didepannya menoleh. Sontak Jonghyun dan Onew berseru menyapa kembali dirinya, begitu juga Key yang langsung menggeser duduknya mempersilahkan Minho duduk disampingnya.

            “Maaf membuat kalian menunggu Hyung.”, ucap Minho menyapa Jonghyun dan Onew, “Hai Key.”, Key tersenyum dan mengangguk padanya. Namun Minho sadar ia belum menyapa namja yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Namja yang asik makan itu duduk tepat didepannya –namun pemandangan dari dekat membuat Minho bingung. Karena sontak namja itu sibuk dengan makannya, tidak memandang Minho sama sekali, bahkan Minho tidak buta ketika Minho datang senyum diwajah namja itu menghilang seketika.

            Melepaskan rasa tersinggungnya, Minho tersenyum dan berusaha menyapanya, “Hallo.”, ucap Minho, seperti tahu bahwa Minho berbicara pada nya, namja itu hanya diam sesaat , berhenti dari makannya, kemudian hanya mengangguk pelan, lalu meneruskan makannya. Senyum Minho perlahan mengendur, raut wajah bingung sontak tergambar di wajahnya. Ia melirik kepada ketiga temannya, mencoba bertanya ada apa sebenarnya.

            Namun hanya decakan dari mulut Jonghyun mengalihkannya, “Ya, Taemin, perkenalkan ini Minho, Choi Minho.”, bukannya melihat kearah Minho, namja bernama Taemin itu mendongak dan mengangguk kea rah Jonghyun –sebelum ia melirik kearah Minho kemudian melanjutkan makannya. Minho tidak pungkiri bahwa lirikan yang diberkan Taemin agak sedikit sinis –atau mungkin hanya perasaannya.

            “Jangan hiraukan, Taemin memang agak sulit jika bertemu orang baru. Nanti ia akan akrab sendiri denganmu.” Bisik Key. Minho hanya mengangguk.

            “Well, senang bertemu denganmu Taemin.”, ucap Minho lagi berusaha untuk memecahkan kecanggungan diantara mereka.

            Lagi, Taemin hanya menangguk sebelum ia berdiri meangangkat nampan makanannya yang kosong dan melesat pergi begitu saja tanpa pamit. Aneh! Pikir Minho, ada masalah apa dengan namja itu? Minho sempat berpikir bahwa Taemin sedikit kasar karena ia tidak tahu caranya membalas sapaan orang yang berniat untuk berkenalan dengannya.

            “Maafkan Taemin Minho ah, dia memang agak sedikit …”

            “Aneh?”, timpal Minho memotong ucapan Onew. Namun timpalannya itu malah menjadi bahan tertawaan ketiga temannya, benar-benar seperti lelucon bagi ketiga temannya, Minho menjadi benar-benar bingung.

            “Nah … ia tidak aneh –well, a little. Tapi tidak, dia tidak aneh, dia hanya belum terbiasa dengan mu.”, ucap Jonghyun

            “Memang aku kenapa?”

            “Mungkin karena kharismamu?”, ucap Key terkekeh dan Minho melihat Key tersenyum nakal bersama kedua temannya.

            “Tapi aku hanya mencoba bersikap ramah padanya.”

            “Nanti kau akan mengerti…”, ucap Onew menepuk tangannya.

            Minho hanya percaya pada omongan ketiga temannya, mungkin memang Taemin hanya bersikap malu pada orang yang baru ia kenal. Ia mencoba percaya bahwa ia tidak akan merasa terganggu hanya dengan hal sepele seperti itu, ia yakin jika mereka lebih sering bertemu atau berinteraksi, mereka dapat berteman dengan baik.

            Namun, sepertinya semua pikiran positif Minho sirna begitu saja. Karena sekeras apapun Minho berusaha percaya bahwa ia tidak pernah sedikitpun melakukan sesuatu yang membuat Taemin membencinya, ia penasaran. Karena sikap Taemin tidak pernah berubah sedikitpun seperti yang dijanjikan ketiga temannya.

            Mengapa Minho menjadi penasaran?

            Karena hanya pada Minholah Taemin bersikap dingin. Minho selalu melihat Taemin bagaikan matahari yang bersinar setiap hari, ia penuh dengan humor dan senyum lebar ketika berbicara bersama teman-temannya. Namun jika Minho tidak sengaja lewat didepannya dan Taemin mneyadari keberadaannya, sontak senyum itu hilang, bak gerhana matahari –gelap.

            Minho selalu melihat Taemin sosok yang energik, terkadang Minho mendapati Taemin bermain sepak bola dilapangan dengan lincah. Namun ketika Minho berusaha bergabung dengan maksud agar mereka bisa lebih dekat melalui sepak bola, sontak Taemin berhenti bermain, kemudian pergi tanpa kata-kata.

            Minho tahu bahwa Taemin tidaklah bisu atau tidak dapat bicara, karena ia pernah mendengar Taemin bicara dengan temannya. Namun ketika Minho menyapanya, sontak mulut Taemin terkunci, ia tidak membalas sapaan Minho –buruknya, namja itu melirik Minho sekilas dan membuang wajahnya.

            Minho juga tahu bahwa Taemin sebenarnya tidak anti social, karena sekali ia menemukan Taemin berada bersama dengannya ketika club drama serta club dance nya saat mengadakan pertemuan bersama, disitu Minho tahu bahwa orang yang bisa menari tentunya tidak anti social. Namun ketika Taemin menyadari bahwa ia dan Minho berada dalam satu ruangan, Taemin perlahan-lahan menjauh dan beridri di sudut ruangan –ia duga kali itu Taemin tidak bisa pergi karena pertemuan itu penting.

            Taemin menjadi salah satu alasan ia tidak konsentrasi ketika belajar, karena ia berpikir apakah ia punya salah pada Taemin sebelumnya? Apa mereka pernah bertemu sebelumnya dan ia melakukan hal buruk sehingga Taemin membencinya?. Taemin juga menjadi salah satu penggangu tidurnya dikala malam, Minho yakin mungkin banyak orang yang cemburu atau iri padanya, ia biasa tidak perduli, selama ia tidak berbuat jahat dan merugikan orang lain, ia tidak perduli apa kata orang lain. Tapi, kenapa dengan hanya seorang Taemin yang tidak menyapa atau menyadari akan usaha ramahnya ia merasa terganggu?

            “Aku tidak tahu lagi apa salahku…”, rengek Minho menelungkupkan wajahnya di meja kantin siang itu –lagi, jika Minho berada bersama ketiga temannya, Taemin pasti absen untuk makan bersama ketiga temannya itu, ketiga temannya memandangnya bingung.

            “Memang apa masalahmu?”, tanya Onew memandang dongsaengnya penasaran.

            “Hyung~ bagaimana ini, aku sudah berusaha ramah padanya. Aku menyapanya, aku tersenyum padanya, aku bahkan berusaha mendekatinya.”, Minho memasang wajah aegyonya –lengkap dengan mata sendunya, “Tapi semua itu tidak berpengaruh sama sekali padanya.”, ucapnya kesal.

            “Aku tidak bisa menangkap pembicaraanmu, memangnya siapa ‘dia’ yang kau maksud Minho ah, katakana dengan detail.” Ucap jonghyun kali ini.

            Key menarik nafas dan menopang dagunya sambil memainkan ponsel ditangannya, “Siapa lagi? Satu-satunya orang yang tidak berpengaruh pada kharismanya, Lee Taemin lah orangnya.”, kekeh Key yang langsung mendapat doroangan kecil di tangannya.

            Sontak kedua Hyungnya tertawa, Minho benar-benar merasa malu dan frustasi, entah kenapa malah kedua Hyungnya ini senang mendengar keluhannya.

            “Oh God Minho ah… jadi kau sedih karena Taemin tidak menaruh sedikit perhatianpun padamu?”, ledek Jonghyun.

            “Neh… kasihaan~ kenapa kali ini? Apa ia begitu istimewa sehingga kau sangat bermasalah jika ia tidak membalas sapaan atau sikap ramahmu?” tanya Onew kali ini

            “Tentu ia merasa terganggu Hyung.”, ledek Key, “Mr.Oh-so-good in here merasa harga dirinya terkoyak-koyak karena baru kali ini ada orang yang tidak perduli padanya.”

            “Bukan begitu!”, sergah Minho.

            “Lalu?”, ucap ketiga temannya bersamaan sambil tersenyum usil.

Minho menarik nafas dan melihat kearah lain, ia meihat sosok Taemin dikejauhan yang sedang asik berbincang dengan temannya kemudian tertawa. Oh, entah kenapa ia berharap suatu hari ia ingin menjadi salah satu teman Taemin. Tapi lagi, pertanyaan ‘kenapa’ muncul dikepalanya.

            “Aku hanya penasaran seperti apa suaranya, seperti apa bunyi tawanya, lalu seperti apa rasanya menerima senyum langsung darinya.” Ucap Minho pelan sambil terus memandang Taemin dari kejauhan.

Minho tidak sadar ketiga temannya itu melirik satu sama lain dan tersenyum nakal. “Memangnya kenapa?”, tanya Onew.

            “Huh? Apanya yang kenapa?”, Minho baru tersadar dari lamunannya.

            “Duh, kenapa kau ingin sekali berteman dengan Taemin, temanmu banyak, kau tidak biasanya perduli jika ada orang yang tidak memperdulikanmu.”, ucap Jonghyun

            “Karena …”, Minho memiringkan kepalanya.

            “Karena kau tidak sadar bahwa kau tertarik padanya.” Ledek Key

            “Apa?” tanya Minho kaget

            “Singkat kata, mungkin kau bisa dibilang menyukainya.” Tambah Onew

            “Aku…”, Minho berusaha mengelak, namun ia menoleh kearah Taemin, jika ia tidak salah lihat Taemin baru saja memandang ke arahnya, memandang wajahnya selama 5 detik sebelum membuang muka seperti biasa. “Tidak mungkin…”, ya, tidak mungkin, karena 5 detik itu entah kenapa membuat jantung Minho berdetak sepersekian detik juga.

            Suatu hari, Minho tidak menemukan Taemin dimanapun, seharusnya dikampus khusus seperti mereka tidak sulit menangkap sosok Taemin, mengingat bahwa namja itu selalu saja berkeliaran secara tidak sengaja di sekitarnya dimanapun Minho berada. Minho tidak bisa menemukan Taemin dimanapun, tidak di taman ketika ia bercengkrama dengan teman-temannya, tidak di koridor, tidak dikantin, tidak di ruang seni, tidak dimanapun. Minho masih berusaha menyangkap ada rasa sedih dan kosong dihatinya, ia putuskan ia butuh udara segar untuk meredakan pikiran kalutnya dan hatinya yang suntuk seketika. Ia menerka, apakah senyum Taemin saja yang hanya bisa ia lihat dari jauh selalu membuat harinya bahagia?

            Minho bukan orang penyendiri, namun terkadang memberikan waktu untuk sendiri adalah baik. Ia putuskan melangkahkan kakinya menaiki anak tangga dan berjalan menuju rooftop. Ia harap di atap sana ia bisa menghirup udara segar.

            Ketika ia tiba di pintu kemudian memegang gagang pintu –tidak melihat seksama, menunduk menatap lantai, membuatnya merasa kesal pada dirinya, betapa berpengaruhnya Taemin baginya dalam waktu singkat, seakan hidupnya yang menyenangkan selama ini tidak ada artinya –pintu terbuka bersamaan, sontak ia terkejut bahwa orang yang membuka pintu berlawanan arah dengannya itu adalah orang yang selalu ingin ia jumpai saat itu.

            Lee Taemin, berdiri terpaku disana, menatap Minho terkejut, begitu juga Minho, ia tidak bisa berkata apa-apa, hanya diam terpaku menatap Taemin –melihat baik-baik wajah Taemin. Oh God, ia seperti bersorak dalam hati, akhirnya aku dapat melihat wajahnya dari dekat –Oh God, kenapa aku baru sadar bahwa ia sangat manis? Oh, kenapa rambutnya sangat halus? Aku ingin menyentuhnya. Ah, pipinya chubby sekali, aku ingin mencubitnya.

            “Ehem.”, ia berdeham, berusaha kembali pada kesadarannya. Taemin membuang wajahnya kesamping dan memundurkan badannya, membuat Minho membuka pintu lebih lebar. Dengan keberanian yang ia kumpulkan, Minho ingin berusaha lagi.

            “Hello, Taemin.”

            Minho memperhatikan wajah Taemin, ia perhatikan mata Taemin membelalak, bola mata Taemin melirik kearah Minho dan wajah itu menoleh perlahan ke arah Minho. Minho masih menunggu reaksi dari Taemin. Entah kenapa Minho langsung merasa gugup, berhadapan dengan orang lain tidak pernah membuat Minho gugup, terlebih bertatapan dengan orang lain. Tapi kenapa dengan Taemin?

            Belum sempat ia pulih dari terkejutnya, seperti slow motion ia melihat bibir Taemin bergerak dan seperti mantra, suara Taemin yang keluar membuatnya lemas.

            “Hai.”,

            Baru pertama kali Minho merasa sangat luar biasa ketika orang lain membalas sapaannya! Seorang Choi Minho yang selalu disapa banyak orang merasa takjub hanya dengan sebuah kata yang keluar dari mulut Taemin.

            Minho merasa bodoh ketika ia tidak tahu harus berkata apa lagi, karena ia sungguh bingung untuk bersikap apa didepan Taemin. Seketika Minho salah tingkah ketika ia melihat Taemin menggaruk kepalanya dan mendengus kecil sebelum ia hendak berjalan melewatinya. Namun Minho tidak mau membiarkan kesempatan langka itu lepas begitu saja. Sontak ia menarik lengan Taemin, ia berharap ia tidak begitu kasar sehingga membuat Taemin merasa kesakitan.

            “Tunggu.”, ucapnya buru-buru.

            Taemin membelalakan matanya, Minho mengikuti mata Taemin yang mengarahkan nya pada tangannya yang menggenggam tangan Taemin. “Ah, maaf.”, ucap Minho melepas tangan Taemin perlahan –Oh, ia tidak akan lupa bahwa ia rasakan kulit Taemin sangat lembut.

            Taemin disisi lain sudah tidak tahan ingin tersenyum, betapa ia menikmati pemandangan didepannya ini. Ia tersenyum pada dirinya sendiri, ia harus mengabadikan moment ini, seseorang yang dikenal ramah dan selalu bisa bersosialisi dengan baik dapat bersikap gugup juga. Cute.

            Mereka bertatapan, bingung, dan memberikan tatapan gugup satu sama lain. Kali ini, lagi Minho memberanikan dirinya dan memulai berbicara.

            “Kita belum saling berkenalan secara langsung.”, ucap Minho tersenyum sebaik mungkin, meski ia masih merasa gugup, ia ulurkan tangannya, “Aku Choi Minho”,

Taemin menatap uluran tangan Minho dan menjabatnya, Minho mendadak merasa ada aliran listrik ditangannya, mereka bersalaman. “Kau Taemin kan? Lee Taemin.”, ucap Minho kali ini.

            Hal selanjutnya yang membuat Minho tidak bisa mengalihkan pandangannya adalah, “Butuh waktu lama untuk mu menyadari keberadaanku, Minho Hyung.”, Taemin tersenyum padanya, benar-benar tersenyum, senyum yang selalu ingin Minho lihat, sekarang ia bisa melihat dari dekat, betapa mata itu dengan indah membentuk seperti bulan sabit, pipi chubby itu mengangkat dengan indah, dan dereta gigi yang putih serta rapih. Selain itu, ia juga bisa merasakan senyum itu menghangatkannya bak matahari.

            “Eh?”, Minho bingung mendengar ucapannya.

            “Kau akan tahu nanti.”, ucap Taemin terkekeh.

            “Well, karena kita sudah saling berkenalan. Aku rasa kita bisa pergi ke café nanti sore. Aku ingin mengenalmu lebih jauh.”. ucap Minho tersenyum.

            Taemin berdecak dan tersenyum, “Aku suka idemu.”, ucapnya memundurkan langkahnya. “Sampai nanti, Minho Hyung.”, ucapnya kemudian pergi meninggalkan Minho yang tersenyum layaknya orang bodoh memandang punggung Taemin yang perlahan menghilang menuruni anak tangga.

            “Tidakkah ide Taemin itu sedikit konyol?”, ucap Jonghyun.

            “Agaknya iya, tapi lihat, semua berjalan sesuai rencana.”, kekeh Onew.

            “Kuakui Taemin sangat pintar, menarik perhatian Minho dengan cara seperti itu. Sungguh diluar dugaan semua akan berjalan dengan lancar.”

            “Beruntung Minho jatuh dalam taktiknya. Jika tidak?” Tanya Onew.

            “Hyung, kau tahu Taemin akan lakukan taktik lain.”, Jonghyun terkekeh

            “Lagi pula, Taemin terlalu cantik untuk tidak menarik perhatian Minho.” Ucap Key seperti tahu segalanya.

            Jonghyun dan Onew hanya berdecak, mungkin jika itu sebuah takdir. Ketiganya tersenyum ketika melihat Minho dan Taemin berbincang sambil tersenyum satu sama lain keluar dari gerbang sekolah.

END

 PS.

Oh hello Suunders… its been a long (too long) yah! Udah setahun mungkin nggak pernah muncul dan Post FF disini. Sekarang admin udah kerja, udah mulai masuk dunia nyata (emang dari dulu khayalan?) jadi sekarang udah sibuk! Apa kabar kalian hey? udah nggak ada karya apa-apa lagi disini, tapi karya satu ini dibuat ditengah-tengah kesuntukan dan mood yang lagi high!

Admin masih stay in Shawol -cheering SHINee till the end (maybe till im married /slap). Tapi maaf, jangan banyak berharap kemunculan FF admin, karena admin nggak tahu kapan lagi bakalan post FF disini^^

Segitu aja deh, terima kasih udah baca, leave comment yah jangan lupa^^

Oh, terima kasih atas pendatang baru dan terima kasih atas pembaca lama^^

Info lagi, bagi yang mau minta PW FF yang di protect, langsung MENTION aja yah ke Twiiter admin @taebongshi . Dijamin dibales^6^ tapi sorry im not follback you yah~ …

Annyeong!

19 thoughts on “[2min/Oneshoot] Lee Taemin

  1. bener..bener..lama gada ff dsini..
    cukup buat ngobatin kangen gaya bahasa mu admin…
    ff 2min yang manis..tertnyt taktik taemin yg bikin pensrn minho..suka dgn key yg nyentrik dgn tahu segala..♡♡♡

  2. wkwkwwkwkwk jadi semuanya karena rencana taemin? hahahah ada2 aja, woy Lee taemin,tahukah kau betapa frustasinya minho memikirkan sikapmu? hahahaha tapi boleh juga tuh ide taemin tuh hahahaha… lucuuuuuuuuuuuuu
    kakak kapan intimate baby dilanjuuuuuuuuuuuuuuuttttt

  3. wah kangen…
    sekalinya muncul bawa ff yang se sweet ini. Bahagia deh.

    Iya deh dimaklumin. Dunia emang bikin sibuk. Selalu setia kok dengan page ini. Baca ff ff lama kalau kangen hehe. Anyway thanks for posting this beautiful tactical love story. Kekeke

  4. Tau aja lagi kangen ff di SYF ^^
    oh jadi taemin udh tertarik sama minho dari awal sampe bikin taktik kayak gini.. trus onew key sama jjong bantuin gitu. hahaha Sipp banget deh taktiknya taemin. Sampe bikin pusing minho.. ><
    2min emang selalu manissss❤

  5. ngecek email dan ada update an.ff d sini dan lihat siapa authornya … uhmm i miss youuu taebongshiiiii hhaha. pokoknya d tunggu ff selanjutnya. udh lama kamu g bikin ff masih kece aja gaya penulisanmu. huehehhee *kecup

  6. haiiii kak sanniiiiiiiiii, udah lama banget bangeeeeets hahaha ih jadi ini semua rencana taemin untuk narik perhatian minho ? wkwkwk dasar nakal, aih imut banget sih mereka malu2 gitu lah ><

  7. Wahahahahaha….. Ini ceritanya taemin nge modus gtu…. :p

    wakakakakakkk….. Si Minho kejebak.
    Tapi siapaun gk bakal nolak pesona taemin siih..

  8. Jadi semua ini rencana taemin toh.
    Suee di kibulin taemin. Kirain emang beneran ga tertarik sama minhooo -,-
    Terima kasih ka sudah post 1 ff di tengah kering nya ff 2min u.u

  9. Hahah padahal saling suka juga tuh si taemin… sok nolak minho dan minho jatuh deh ke pelukannya…. yes you got him lee taemin! manteeep. alangkah bagusnya jika ada sequel onn? /tabok

  10. It’s been too much long Sannie eonnie😥 , but, yah ini mengobati sekali yah kak :”” betul betul loh kak , kangen banget ({})

  11. Aaaaaaaaa baru nemu wp nya… aduch2….

    Imi cute sekali… jd kecuekan taemin cuma taktik.. tapi bisa d tiru nich… hahaha…. ganti minho yg d buat penasaran ama taemin…. aaaaaaa lup 2min bgt lah

  12. wohohohoooowwww jadi ini semua taktik?! semua ketidak pedulian akan sinyal yg diberikan abang ming untuk lebih dekat dngmu hanyalah taktik?! cerdik sekali.hahahaha

    yang bisa saiah tangkap kalo tidak salah. taeby suka sama abang ming dan menjalankan sebuah trik agar abang ming menyadari keberadaan taeby, benar tidak?!

  13. 2min so cute , ya betul taemin terlalu sempurna jika minho todak tertarik pada nya hahahha uri taemin yang paling sempurna untuk minho ♥♥♥♥♥♥

  14. yaahh yaahh yahhh ko begini doangannnn?? jdi maksudnya tetem nyuekin minho apa??apa mereka pernah kenal sebelumnya? trus minho lupa? atau amnesia?
    adoohh ini knapa udah di end ajaaaaaaa

  15. Uwuuu ~~~
    Minho jatuh cinta pada pandangan pertamanya…
    Dan dia gk dihiraukan sama snow white yg jadi pujaan hatinya..
    Kukira emang sifatnya tae begitu..
    Ternyata modus eh ?
    Ah si Taeby mah bisa aja..
    Untung trikmu berhasil, jamur

  16. Cute ny dapet… fluff ny dapet… geregetan ny jg dapet… kyaaaa~ taeminie bner cerdik…. suka dgn minho dan menyiapkan taktik utk menarik perhatian ming… kawaiii…. >///<

  17. ah udah lama banget gak mampir di blog ini hehe

    Taemin bikin gemes, ada2 aja caranya buat dpt perhatian Minho, tapi akhirnya dia berhasil juga hohoho

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s