{JinKibum} Love Pain – One shoot


11079362_737744846341908_1664464573717768772_n

Tittle : Love Pain

Cast : Lee Jinki – Kim Kibum

Length : 1500words

Genre :Sad  romance, BL, Fluff.

Rating : PG17

Author : EternalOnkey  (@onthigh)

 

##~##

Jinki POV

Sudah memasuki musim semi.

Aku sedang duduk di kasur Kibum, menunggunya pulang. Aku berdiri memperhatikan dengan seksama kamar ini. Kasur bagian atas masih dipenuhi pakaian dan benda – benda lainnya yang aku tidak tahu. Aku tersenyum kecil melihat pakaian yang ia pakai saat solo stage di Tokyo Dome.

Tsk.. this naughty cat.

Lalu aku berdiri didepan meja putih Kibum, disana banyak botol – botol yang mungkin hanya Tuhan dan Kibum yang mengerti apa isinya. Terlalu banyak. Aku menggelengkan kepalaku untuk kesekian kalinya.

Entah mengapa saat itu aku membuka laci kecil disana.

Diary?

Aku kembali ke kasur Kibum, duduk dan membuka buku itu. Mungkin ini lancang, tapi…. Entahlah.

Lembar pertama, ada gambar kami berlima. Aku terkekeh karena Kibum menggambar Minho dengan mata yang terlalu besar dan kaki yang panjang. Aku selalu menikmati ketika Kibum mengoceh tentang panjangnya kaki Minho dan besarnya mata Minho membuatnya jengkel. Karena Minho terlalu sempurna dalam fisiknya.

Dan aku tidak akan berhenti berkata kalau ia sempurna.

Ia akan memukulku dan pergi.Tidak lupa wajahnya yang memerah.

Lembar per lembar aku membaca sekilas, hingga aku berhenti di lembar dengan tinta tulisan berwarna merah. Kertasnya agak kusut, seperti terkena air.

Hari ini, Jinki dioperasi. Aku sangat cemas. Aku sangat ingin pulang dan melihatnya. Hingga akhirnya saat itu aku memaksa minta pulang. Ketika aku melihatnya berbaring tidak berdaya, tidak bisa bergerak banyak, rasanya…hancur.

 Ia juga dilarang mengeluarkan suaranya agar lebih cepat pulih pasca operasi.

Aku sangat merindukannya.

Setelah jarak yang terasa semakin menjauh antara aku dengannya, setelah saat itu….

Aku tahu diri, aku tidak akan pernah cukup untuknya. Yang Lee Jinki butuhkan bukan Kim Kibum. Yang ia butuhkan adalah … wanita.

Tapi.. oldman ini. Oldman terbodoh, ia sudah disia- siakan oleh wanita sialan itu. Hatiku teremas hebat.

Mungkin Jinki tidak akan pernah tahu.. bagaimana aku mencintainya.

But… my love is pain. It was and it is.

Aku terlalu takut untuk mengatakannya agar untuk selalu berada disisiku, untuk agar merasa cukup hanya dengan keberadaanku di sisinya.

Ah tidak. Kibum.. kau tidak bisa egois. Kau tidak pantas meminta hal itu.

Kata – kata itu selalu terngiang dan disinilah aku.. menunggunya untuk kembali padaku.

Tidak perduli seberapa sakit, aku akan selalu memeluknya ketika ia membutuhkanku.

He is worth with all pain I have been through.

Even My love is pain, but it will be always worth.

I will always hope for your happiness. No matter what kind of pain I will take for it.

Because you are my… everything. And I love you so damn much.

Kenapa basah?

Ah mataku berbayang.

Oh. Kali ini air mataku yang menetes?

Membaca ini semua, seperti ada suara sayatan kecil. Tepat didalam hatiku.

Lee Jinki kau memang bodoh.

Ya suara itu semakin jelas, ia berkata betapa bodohnya aku. Kibum selalu menerimaku. Ia selalu mencintaiku. Ia .. bahkan sengaja menjalin hubungan dengan laki – laki itu.

Aku pikir dia akan bahagia. Aku pikir, akulah yang tidak cukup pantas dengannya. Kibum…kibumku yang malang.

Aku menutup buku diary ini dan meletakkannya kembali ke dalam laci. Bergegas keluar sebelum Kibum pulang.

Aku ke dapur dan meminum air putih untuk menenangkan degup jantungku yang berpacu sangat cepat. Aku letakkan gelas itu diatas meja makan, menaikkan kepalaku menghadap langit – langit.

Tidak, airmataku harusnya berhenti.

Namun air mata bodoh ini masih mengalir.

Aku menarik napas dalam – dalam dan berusaha menenangkan diri. Aku ke ruang TV dan duduk di sofa.

Tidak lama aku menerima pesan dari Kibum yang menanyakan jika aku ingin dibawa makanan apa karena ia sedang dalam perjalanan pulang.

“Tidak. Aku tidak ingin apa – apa. Aku ingin kau pulang secepatnya”

Aku membalas lalu menutup mataku, bersandar di sofa, menunggunya.

##~##

Kibum POV

“Tidak. Aku tidak ingin apa – apa. Aku ingin kau pulang secepatnya”

Begitu membaca isi pesannya aku bingung. Apa ia sakit? Kenapa pesannya terdengar aneh?ah semoga  hanya perasaanku saja.

Akhirnya aku sampai didepan dorm kami. Taemin dan Jonghyun sedang kembali ke rumah mereka, dan Minho entah pergi kemana bersama changmin. Jadi… malam ini hanya kami berdua disini.

“Yeonggam….”

Aku memanggilnya namun belum ada jawaban. Aku bergegas melepas sepatuku dan masuk.

Aku menghela napas melihatnya di sofa. Tertidur ?

“Jinki… aku sudah pulang..”

Aku duduk disebelahnya kemudian ia membuka matanya dan melihatku.

Aku ..merasa Jinki sangat aneh. Tatapannya.. terlihat sedih.

Ah! Apa ada hubungannya dengan….. ?

“Kibum….. kibum kemarilah”

Ia menarikku kuat hingga terduduk dipangkuannya. Berhadapan satu sama lain. Ia menarik pinggangku, dan memelukku erat. Terlalu erat membuatku sulit bernafas.

Thump…thump..thump..

Aku mendengar suara detak jantungnya yang kuat. Aku membalas pelukannya, mengusap punggungnya.

“Jinki ada apa..ak-“

“Ssshh… diamlah sebentar. Aku ingin memelukmu. Aku merindukanmu…Kibum..”

Deg

“Apa ada masalah? Dengannya….?”

“Tidak. Hentikan itu Kibum..”

Aku semakin bingung ketika suaranya meninggi. Aku melepas pelukannya, mendorongnya.

Tangan Jinki masih melingkar dipinggangku. Menatapku.. dan matanya sembab.

Ia menangis?

“Ada apa..Jinki?” aku menangkup pipinya dengan kedua telapak tanganku.

Bukan jawaban yang aku terima, ia justru menarikku. Dan menciumku..kuat.

Tangan kanannya dileherku, menekan agar aku tidak pergi.

Aku menghelas napas. Membalas ciumannya.

Kali ini begitu berbeda. Begitu intense.

Akhirnya ia melepas tautan bibirnya, keningnya menempel dengan keningku.

“Tetaplah disiku Kibum… aku membutuhkanmu..”

Deg

Tidak Jinki. Ia tidak bisa berkata seperti ini. Ia tidak tahu betapa hancurnya hatiku melihatnya seperti ini. Sebenarnya apa lagi yang terjadi saat ini?

“Aku tidak akan kemana – mana. Aku selalu berada disisimu Jinki…”

Karena kaulah yang pergi dan meninggalkanku.

“Tidak Kibum..kali ini kau tidak mengerti..”

Aku mengerutkan alisku, sebenarnya ada apa?

“Apa maksudmu?”

Jinki menghela nafasnya. Ia menangkup kedua pipiku dengan tangannya. Ia tersenyum.

“Kibum… aku sangat mencintaimu..”

Tidak.

Tidak.

Tidak mungkin.

Tidak!!Stop!!

Air mataku tidak boleh keluar.

Ia mengusap pipiku, mengusap air bodoh ini. Seperti ada beban berat didadaku. Aku bahkan sulit bernafas. Berapa lama aku menunggu kalimat itu keluar?

Lalu dia tertawa.

Damn it!

“Aigo… kenapa kau menangis hmm…”

Ia mengecup kedua mataku, pipiku, kening dan terakhir bibir.

“Hyaaa… apa yang kau lakukan turunkan aku”

“Tidak, sampai kita sampai dikamarku..”

Aku tidak tahu harus tertawa atau marah.

Damn this oldman!

##~##

Author POV

“Kibum ah~ sampai kapan kau akan diam”

“Lepas…jangan ganggu aku..”

“No..”

Jinki justru memeluk Kibum dari belakang, mengeratkan pelukannya dan mencium lekuk leher Kibum. Semakin Kibum berontak semakin kuat pelukannya.

“Ah kau masih memakainya kan? Hadiahku? Hmm”

Jinki menggigit daun telinga kiri Kibum, kemudian memberikan flying kiss dibelakang kuping Kibum, membuat kedua kakinya lemas.

“Yah! Aku sedang memasak ramen! Apa kau tidak bisa lihat? Dan   ..ah..”

Jinki memasukkan tangannya kedalam celana tidur Kibum.

“Sepertinya ada yang perlu diperhatikan sekarang..hmm”

“Ji-Jinki hentikan itu..st- ahh..”

Jinki kali ini tersenyum menyeringai mendengar respon Kibum yang selalu membuatnya gemas.

“Maafkan aku hmm..”

“Kau tidak boleh melakukannya lagi! Kau harus berjanji?!”

Suara Kibum tertahan dan ia berusaha menahan desahannya.

Nice try.

Saat bangun pagi dan mereka melakukannya untuk kesekian kalinya, Jinki mengaku bahwa semalam ia membaca buku diary Kibum. Sontak Kibum terkejut dan marah…dan malu.

Semuanya bercampur aduk.

Ia pergi dan meninggalkan Jinki dikamar. Wajah dan kupingnya memerah.

Ia merutuki dirinya kenapa bisa – bisanya ia meninggalkan buku diary bodoh itu di kamarnya. Entah Jinki membaca sampai bagian mana.

Ia benar – benar sangat malu.

“Tentu saja aku akan membacanya, karena kau tidak akan mengatakan hal semanis itu didepanku kan?”

“Yah! Aku tidak bernah berkata manis didalam diary itu!”

Jinki mengulang kata – kata yang Kibum tulis di dalamnya, sontak Kibum berbalik dan menutup mulut Jinki.

Jinki masih bergumam dibalik telapak tangan Kibum yang menutupnya.

Lalu ia tertawa melihat betapa merahnya wajah Kibum. Bukan hanya wajah, bahkan lehernya, kupingnya.

His body can be flushing red too.

Too sweet. Too pretty.

Jinki semakin ingin menggodanya.

“Kibum kau tahu… rasanya aku ingin memakanmu saja”

Jinki melepas tangan Kibum yang menutup tangannya, mematikan kompor yang menyala dan mencium bibir plump itu…. Hard.

Kaki Kibum dibuat lemas olehnya.

Tak sadar Jinki mengangkat tubuhnya ke counter dapur dan mendudukkannya.

Jinki menangkup pipi kanan Kibum dan lehernya. Kibum akhirnya membuka matanya dan bertemu dengan tatapan itu. Nafasnya masih terengah.

Mata itu yang bisa membuat jantungnya berdegup lebih cepat, dan for God sake ia sudah bersama dengannya selama 7 tahun!

Efek itu masih ada pada tubuhnya.

“Kibum.. dengarkan aku baik – baik..”

Jinki menghela napas, tatapan matanya melembut. Seperti ia melihat orang yang paling berharga untuknya.

“Maafkan aku karena telah berbuat bodoh selama ini.. dan… tetaplah berada disisiku… selamanya”

Kibum tak kuasa menjawab ia hanya mengangguk cepat.

“Apa kau masih marah?”

Kibum menggeleng cepat.

Jinki tertawa dan memeluk Kibum erat. Mengecup pundak dan leher Kibum berkali – kali. Membuat Kibum geli dan terkekeh.

“Stop it!yah! Yeonggam!”

Kibum membuka buku diary-nya sebelum ia ingin membakarnya. Ya membakar semua luka yang ia tuliskan disana.

Namun di lembar terakhir ia melihat tulisan yang sama sekali bukan tulisannya.

Dear Kim Kibum,

Jika aku harus menuliskan bahwa aku mencintaimu dan maafkan aku sebanyak 1000 lembar aku pasti akan melakukannya.

Ani.. aku akan menulis sebanyak yang kau mau.

Apapun yang kau rasakan, kau pikirkan. Mulai sekarang.. jangan simpan itu sendiri. Berbagilah denganku. Kau tahu kan aku bisa diandalkan? ^^v

Kim Kibum…… Kibumku. Kau adalah milikku sepenuhnya. Kau tidak akan pernah bisa dan tidak diperbolehkan untuk meninggalkanku, kau mengerti kan?!

Aku akan berusaha membuatmu bahagia.

Mulai sekarang dan seterusnya, hanya akan ada Kim Kibum di sisi Lee Jinki.

I will erase every pain in your heart.

And would you promise me you will be always stay by my side forever?

Even it took time for me to realize, you are the one I need.

I need you, because I love you so damn much!

 

Ps : please don’t be mad because I wrote this on your private book and again….  I love you.

Pss : yes give me that cutie smile later *smooch

 

At that time Kibum swear he was never smile as big as he is now.

“Thanks God..” he whisper to no one but himself.

 END

 Im sorry this is lame. Udah setahun gak nulis dan kagok banget! maaf ya hahahahaha semoga ga aneh – aneh banget! duh wp udah banyak sarang laba – laba nya!wkwkwk anyway thanks a lot yang menyempatkan diri buat baca n komen! kalo kata onew mah “i love you so damn much!” hahahaha. oke bye dan sampai jumpa di lain kesempatan dan kegalauan onkey! 

935887_572514219462984_1378811142_n

 

51 thoughts on “{JinKibum} Love Pain – One shoot

  1. Kak…. baca ini berasa bngaet sedih, pahit, manis, bahagianya..Kisah onkey….
    i love it..

    Suka bnget.. gimana rasa sayang kibum ke jinki,, brasa nyata banget… ㅋㅋㅋㅋ
    Kerasa bnget gimana gombalnya(?) Jinki, buat kibum memerah.. hahaa

    I💟ONKEY…… 😂😂😂

  2. Heiih kibummie…
    Kita galau barengan, ya..?
    Sakitnya bangeeeett…
    Feelnya kibum, nyesek nya, serasa merasuk ke dalam darahku..
    #plak
    Menahan perasaan itu, ternyata sulit ya bum…?
    #malahcurhat
    Dan beruntung yeonggam yg bodoh itu membaca diary mu, bum…
    Akhirnyaa sadar juga si dubu dgn perasaan cintamu yg begitu menyiksa
    Happy ending lah…
    Chukkaee, kibummie…
    Lee pervert jinki, as always
    Kaga ilang ilang -_-
    Terimakasih untuk akhir yg manis, kak..
    Kalo nanti ada waktu, aku ijin baca ff nya yg lain ya kak

  3. Itu cewe yg dimaksud sapa deh? Si tante yg kmren mention jinki minta di promosiin lagunya itu kah?
    Trs cwo yg dimaksud siapa? Si cwo yg bkin subunit sma kibum? Atw yg lain nya? (Kesan nya kibum gimana gitu ya xp)
    Sedih bacanya, semoga jinki ga tinggalin kibum lagi, cuma kibum yg bisa terima jinki apa adanya :’)

  4. aang…baca ini bikin perasaaan campur aduk…sedih…seneng…bahagia…gila….aaaah
    this is a good story…suka banget……speechless…
    onkey forever lah…

  5. Hikssss baca ini kok jd mewek yah..pdhl kan ending nya jinkibum bersatu…..entalah..mungkin saking bahagianya aku..
    jinki itu emg cowok idaman banget…kibumiee beruntung nya kau karena hanya km lah yg jinki pilihhhhhh…

    semoga mereka bahagiaa selamanyaa….

    Baru mampir ke wp ini..jd slm kenal untk kaka author nya…

  6. Baca ini langsung mikir “who’s the girl that make majinki’s heart broken??? Is that she? Or anyone else?” Hhmmm

    Hingga akhirnya semua akan kembali dan menemukan cinta yang sesungguhnya..
    Cinta yg selama ini mereka pendam, dan cinta yg selama ini mereka bilang “tidak pantas” :’))

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s