{JinKibum} Insecure – Smutt oneshoot


11892233_804195533030172_6404097329362317254_n

Cast : Lee Jinki – Kim Kibum

Genre : Fluff and dirty talk, stupid comedy (?)

Rating : smutt

Length : 1800words

Author : Me!!! (?)

A.n : please don’t judge me! Lol ini ff ini udah dipost di FB tapi disini belum,,ya gpp lah ya buat rame2in mah  hahahahah oke fine gw memang delusional tiada tara dan selalu terdepan (?) ff ini saya dedikasikan untuk adik2 oks yg unyu2 dan berpikir positif (mesum) tentang onkey ! yeah! /brb istighfar/ lol

Im sorry for typo!

 U can tell by words when is Jinki POV or Kibum or me😛

Lee Jinki.

Ya laki – laki dengan wajah (yang katanya) terlihat polos dan pure dan baik hati dan lain – lain. Sayang sekali mereka salah. Tentu saja Jinki tidak seperti yang terlihat, aku bahkan tidak mengerti sampai sekarang jika ada fans yang berkata Jinki adalah laki – laki yang soft seperti tofu? Ahahahaha katakan itu ketika ia memasukkan alat kelaminnya dengan paksa dan gila ke bokongmu.

Ups. Sorry.

Jangan berkhayal, because he is mine anyway.

Bukan..bukannya aku berkata bahwa ia bukan laki –laki yang tidak baik dan tidak lembut. Hanya saja ada sisi dirinya yang mungkin hanya aku saja yang tahu. Aku sangat menyukai fakta itu.

Seperti sekarang, ia sedang memelukku dari belakang. Ia mengecup pundakku berkali – kali, sesekali menggigitnya. Ugh!

Aku mungkin tidak akan keberatan jika ia melakukannya saat berada di dorm. Hanya saja.. ini.. di ruang ganti.

“Kibum~ kau harum sekali hmm… membuatku ingin menggigitmu..”

Lihat saja tingkahnya??? Apa dia pikir aku makanan!

Sebenarnya juga… aku menyukainya, aku menyukai suara rendahnya yang berbisik seperti itu ditelingaku. Sangat pelan, karena seluruh dunia tidak perlu tahu apa yang ia katakan padaku.

Mungkin orang akan berpikir Jinki sedang berbisik dengan kata – kata manis.

Hah. Jangan membuatku mual. Jinki suka sekali berkata kotor.

Yep..  byuntae!!

“Kibum..kau membuatku ingin….memasukkan adikku kedalam sini…”

Ugh.. ia meremas bokongku beberapa detik.

Lihat kan? Sekarang ia menggesek miliknya dibokongku! Nafasnya terasa jauh lebih hangat ditelingaku. Oh shit Jinki bahkan sekarang ia sengaja membasahi bibirnya lalu menempelkan bibir gendut itu ke leherku!!!

This bastard!

“Kibum~ wajahmu memerah…”

Nafasku mulai terengah saat entah sejak kapan tangannya sudah menurunkan sleting celanaku. Tangannya secepat kilat! I told you!

“Ahh.. Jinki..”

Lihat! Sekarang aku mendesah? Terkadang otak dan tubuh bereaksi berlawanan. Tsk.. rasanya ingin sekali aku meninju laki – laki ini.

“Hmm…Kibum buka celanamu.. sekarang..”

“Apa kau gila?!”

Aku tersadar, kami akan menjalani konser 30 menit lagi. Lalu ia ingin berhubungan sex denganku? Apa ia sudah gila? Aku harus segera membawa Jinki untuk diperiksa ke dokter Jiwa begitu kami tiba di Korea!

Aku berbalik dan menatapnya horror. Tatapanku turun menuju adik miliknya yang dari luar saja sudah terlihat mengeras.

Jinki… how can you be that hard?

Aku bahkan sama sekali belum menyentuhnya!

God dammit Jinki!

Lihat sekarang ia melepas beltnya, menatapku intens, membuat kakiku lemas seketika. Suara belt jatuh ke lantai, aku semakin bergidik saat ia mulai menurunkan zipper celananya.

“Apa kau gila?!”

Kibum menatapku tidak percaya saat aku memintanya berhubungan sex denganku. Ya anggap saja aku gila, tapi salahkan Kibum yang tadi malam tidur pulas membiarkan little Jinki tak tersentuh dan kesepian.

Little Jinki miss Kibummie hole so much.

“Hanya sebentar Kibum.. ayolah…”

“Jin-  Oh My GOD Jinki kita akan konser beberapa menit lagi! Apa kau tidak dengar bahkan kita bisa mendengar teriakan fans diluar?!”

Wajahnya begitu merah, entah karena dia marah dengan permintaanku atau karena ia melihat… this hard – and not little anymore – Jinki.

“Please…”

“Ugh…do it fast!”

Aku tersenyum saat Kibum mendekatiku dan menarikku ke sofa. Oh Kibum tidak ingin berdiri, baiklah.

Aku didorongnya dan duduk di sofa. Dengan gerakan yang cepat ia duduk diatas pangkuanku, berhadapan. Aku menarik pinggangnya mendekat hingga dada kami menempel sempurna. Tanganku perlahan turun menyusuri pinggangnya, mengelusnya.

“Hmm..”

Kibum mendesah saat aku mulai menggigit kecil bibir tipisnya. Aku sangat menyukai bibir ini.

My Kibum.

Aku butuh desahannya lagi. Jemariku perlahan membuka kancing kemeja hitam lengan buntungnya. Tiga kancing saja sudah cukup untukkuu melihat nipplenya.

So damn sexy.

Aku memainkan nipplenya, memelintirnya sesekali dan menekannya.

Kibum semakin mendesah, milikku semakin mengeras!

Oh…Sepertinya little Kibum butuh perhatian.

Aku menurunkan jemariku, dan membuka belt Kibum. Tanpa kusadari jemari Kibum juga sudah meremas milikku dan ia sudah mengeluarkannya dari rumahnya.

Ahh… saat milikku dan miliknya bertemu dan bergesekkan. Aku bisa gila. Sensasi seperti ini. ..

Dengan cepat aku menyingkirkan tangan Kibum dari milikku dan menyatukan milik kami. Kibum melepaskan ciumannya dan menyandarkan keningnya di bahu kananku. Tanganku sibuk membuat gerakan naik dan turun. Nafas kami terasa lebih cepat.

Dapat kurasakan milik Kibum yang semakin mengeras ditanganku.

“ahh Jinki.. lebih cepat…hng..”

Aku bisa saja lebih cepat hanya saja aku ingin mengeluarkan milikku didalam tubuh Kibum.

“Kibum berdirilah…”

Dengan lemas dan tatapan penuh pertanyaan ia berdiri dan aku menginstruksikannya untuk berbalik.

Ia menyuruhku berdiri, membuka full celanaku dan kemudian berlutut di sofa, menghadap tembok?Kedua telapak tanganku menahan tubuhku dan mengeratkan dengan sisi punggung sofa.

Jinki kini ikut berlutut dibelakangku, menopang berat badan dengan lutut.

Ugh.

Aku merasakan miliknya menyentuh bokongku. Tangannya yang kuat memeluk perutku dari belakang, jemarinya perlahan kembali meremas milikku. Aku menoleh dan ia langsung menciumku.

Diawali dengan beberapa kecupan, hisapan dan kini gigitan. Ia memasukkan lidahnya kedalam mulutku. Tangannya memberikan perhatian lebih pada milikku, dan jemari lainnya memainkan nippleku.

“Ahh..Jinki….ahh…”

Aku mendesah, ini memalukan! Dan aku tahu Jinki menyukainya! Aku sudah tidak bisa meladeni ciuman Jinki saat ini, konsetrasiku pecah saat jemarinya memberikan blow job! Dan jemari lainnya masih menekan dan meremas nippleku.

Ugh! Aku merasakan aku akan ……. Mengeluarkannya.

Jinki dengan cepat menyodorkan telunjuknya didepan mulutku untuk membasahinya.

We know where it goes….

Setelah ia merasa sudah cukup basah dengan liurku, ia mengeluarkannya dan mulai memasukkna telunjuknya kedalam.

Ugh.. rasanya masih saja sakit.

Perlahan ia menambah jari tengahnya, ia menusuk dalam hingga mengenai titik spotku.

“Jinki cepat.. sekarang..masukkan saja…”

Nafasku begitu tidak teratur.

“Kibum… I love you…”

Jinki selalu seperti ini, this stupid horny bastard Lee Jinki. Ia akan mengatakan bahwa ia mencintaiku dan kata – kata manis lainnya sebelum ia menghentakkan pinggulnya dengan cepat dan memasukkan miliknya kedalam tubuhku.

Lalu kita tunggu saja kata – kata kotornya datang.

“Kibum~ ah sempit sekali… benar – benar…… nik-… ahh~ mat…”

See?

“Mendesah untukku Kibum..”

Jinki melirik Kibum yang berdiri di sebelahnya, ia terlihat…. Kacau ?

“Kibum… kau baik – baik saja?”

Bisik Jinki ke telinga Kibum. Ia terlonjak saat Jinki membisikinya, apakah sejelas itu?

That bastard! Beraninya dia membuatku seperti ini!

Jika ia gila mungkin ia akan berteriak didepan muka Lee bastard Jinki, yeah brengsek adalah nama tengan Jinki, semenjak Kibum tidur dengannya..

Kau brengsek bagaimana bisa kau menghentikannya saat aku belum melepasnya?

Ingin rasanya ia berteriak seperti itu, mungkin jika ia melakukannya sekarang, fans didepan mereka akan hening lalu berteriak histeris? Atau mungkin pingsan?

Entahlah.

Apapun itu sepertinya tidak bagus.

Baiklah Kim Kibum, bersabarlah dan berikan pembalasanmu nanti.

Kibum menggerutuk giginya, saat kembali ke back stage untuk mengganti outfit. Ia pergi tanpa menoleh ke arah Jinki yang sejak tadi melihatnya.

“Kibum ah~ hei…baby~”

“Don’t baby- me!?”

Kibum mengatakannya dengan his perfect English.

Jinki justru tersenyum namun kini senyumnya tampak tulus dan terlihat menyesal.

Kau harus minta maaf padanya Jinki.

Kibum terus berjalan menyusuri lorong, kini mereka harus berganti pakaian untuk lagu selanjutnya, sampai ia berhenti dan tangan Jinki menariknya, memeluknya erat.

“Jinki apa yang kau lakukan! Hentikan! Mereka akan melihat! Yahhh!”

Kibum tidak berteriak, namun jelas nada suaranya sangat kesal. Namun pelukan Jinki justru semakin erat.Tangannya melingkar dipinggang Kibum, menariknya mendekat.

Sangat dekat, menempel sempurna.

“Kau merasakannya?” bisik Jinki, nafasnya sediit terengah.

Kibum menelan ludah, jelas sekali sesuatu yang keras dibawah sana menempel dengan miliknya yang sepertinya juga masih keras (?).

“Apa yang ingin kau lakukan, kau yang menghentikannya tadi..”

“Kau pikir aku menginginkannya? Tadi.. ah maafkan aku Kibum.. tapi tadi aku merasa..oh Tuhan.. Kibum jangan marah.. tadi aku merasa ada yang melihat kita…”

DAMN

SHIT

Oh No.

Kibum membeku, ia tidak tahu apa yang ia dengar itu benar atau omong kosong Jinki?

“Jangan..jangan lepas…”

Jinki mengeratkan pelukannya.

“Kau ingin kita dilihat lagi sekarang? Begitu? Jadi kau bisa meninggalkanku dan berkata ini demi kebaikan kita?”

FROZE

Jinki tidak kalah terkejut dengan apa yang Kibum katakan.

What?

Jadi selama ini ia berpikir Jinki sengaja melakukan PDA? (Public Display Affection)

Oh yeah, salahkan hormonnya yang menggila ketika melihat Kibum.

“Kibum.. dengarkan aku baik – baik”

Jinki melepas pelukannya, mengeratkan kedua tangannya di lengan Kibum, menuntut mata Kibum-mata yang ia cintai- untuk melihatnya.

“Aku tidak pernah berpikir untuk meninggalkanmu! bahkan aku tidak mampu membayangkan hal itu! Apa yang harus aku lakukan agar kau benar – benar yakin dengan perasaanku? Kita sudah melewati masa sulit ini kan? Apa lagi yang harus aku buktikan padamu? Katakan padaku Kibum..! katakan cara apapun yang bisa membuatmu percaya sepenuhnya dengan perasaanku..”

Suara Jinki yang lirih membuat hati Kibum teremas, ia ingin menangis.

You are such a spoiled boyfriend!

Kibum merutuki dirinya sendiri dan kebodohannya karena selalu berpikir hal paling negative tentang dirinya, tentang Jinki. Tentang hubungan mereka yang tidak pernah berjalan dengan mudah.

Aku hanya takut.

Jinki menghela napasnya panjang, ia tau Kibum merasa tidak tenang, ia selalu merasa khawatir dengan hal – hal kecil. Kibum terlalu sensitive dan memikirkan semua hal bersamaan.

“Kemarilah..”

Jinki menarik Kibum kepelukannya dan mengusap punggungnya dengan lembut.

“Aku berjanji aku tidak akan melakukan hal ini lagi, aku akan menjaga jarak denganmu jika aku tidak menginginkannya.. dan maafkan sikapku yang keterlaluan.. aku hanya-
Kibum tersenyum dan melepas pelukannya, ia menarik kerah Jinki dan mempertemukan bibir mereka, diawali dengan ciuman yang lembut dan berubah semakin intim saat Kibum memasukkan lidahnya kedalam mulut Jinki.

Perlahan Jinki mengelus punggung Kibum dan melepaskan tautan bibir mereka.

“Sshh.. Kibum.. jangan menggodaku… sudah ayo kita ke ruang ganti sebelum aku kehilangan kendaliku..”Jinki mengecup kening Kibum dan berjalan bersama menarik pinggangnya.

Baru saja Kibum ingin melepas tangan Jinki, “Sssh diamlah, kakimu gemetar, nanti kita bilang kau agak tidak enak badan.. makanya aku harus memapah pinggangmu..”

Ini karena ulahmu! Rasanya ia ingin meneriakinya lagi. Well , tapi jujur saja ia juuga salah karena selalu membiarkan Jinki melakukan apapun padanya.

Atau karena Kibum juga selalu menginginkannya.

“Okay.. dan Jinki…”

Kibum menoleh kanan kiri, depan belakang, memastikan tidak ada yang melihat mereka, karena ini masih di lorong yang agak gelap.

“Saranghae..”

Kibum mengecup sekilas pipi kanan Jinki dan tersenyum.

Senyum yang sangat cantik.

Matanya memancarkan…. Kasih sayang?

Oh Tuhan… cobaan apa lagi ini? Baru saja ia menciumku dan tersenyum dengan sangat cantik. Katakan padaku apa aku salah jika ingin bercinta dengannya sekarang juga?

Jinki menghelas napas panjang setelah berdebat dengan pikirannya sendiri.

Jinki dan Kibum telah melewati banyak masa – masa sulit dalam hubungan mereka. Pertengkaran, rasa cemburu, rasa tidak percaya, rasa kecewa, rasa rindu yang membuat gila dan masih banyak lagi. Tidak ada pasangan manapun di dunia ini yang selalu bahagia.

Begitupula dengan mereka.

Meski mereka bisa bertemu setiap hari, setiap saat. Tapi menyembunyikan rasa ketertarikan satu sama lain bukanlah hal yang mudah.

Akhirnya mereka sadar, mereka hanyalah pasangan biasa yang memiliki kebutuhan.

Rasa rindu, sakit, amarah, cemas, adalah hal yang biasa. Selama hal itu masih sering terjadi, maka bisa dikatakan dalam pasangan tersebut masih ada cinta yang luar biasa.

Rindu karena Kibum tak bertemu Jinki selama seminggu.

Sakit karena Kibum  melihat Jinki sakit tak berdaya di rumah sakit.

Amarah karena Jinki melihat Kibum terkena lemparan permen saat jumpa fans.

Cemas saat ada yang melihat mereka berciuman.

Hal yang menguatkan mereka hingga saat ini hanyalah satu..

Mereka saling mencintai.. and always be.

END

Makasih yang udah komen ff jorok dan tak berpendidikan (?) ini dan tolong jangan ditiru ya adik2 *kecup*

Hahahahahahah

Bye ~ bye~

43 thoughts on “{JinKibum} Insecure – Smutt oneshoot

  1. Siyalan otakku teracuni di malam yg sunyi ini! Hhmmm
    Kenapa babeh jd pervert gini sih? Elaaaahhhhh
    Ketularan siapa beh??? 😂😂😂 pls yaa~
    Tp sweeeeetttttt seriusan ><
    Yakali mereka ga ngerasa cemburu satu sama lain. Malah aneh huh
    Bagus ah, I love onkey ini mah❤ hmm

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s