{JinKibum} Savior – Part 1


pdvdWSC

Cast : Lee Jinki – Kim Kibum

Genre : Romance

Rating : PG

Pairing JinKibum

Length : 1600 words

Author : Eternalonkey

Song lyric : Rainy blue ~ (Hideaki Tokunaga)

===**===

I can’t see anybody, at midnight
It’s raining outside of the telephone box
Before I finished dialing a familiar phone number
I stopped my finger.
Being wet in the cold rain, I remembered a sad story
On your way to home, at the intersection
Only I stopped walking

Jinki berbaring, menghembuskan napas mungkin untuk yang ke.. 100? 200?

Berkali – kali menggelengkan kepalanya, mengusap wajahnya. Wajah itu terus terbayang.

Kim Kibum.

Laki – laki yang menjadi penyembuh setiap lukanya. Jinki merasa begitu bodoh, berkali – kali ia menyakiti Kibum, berkali – kali Kibum membuka tangannya, menerima Jinki.

Memeluk Jinki.

Menemani Jinki ketika ia butuh teman bicara.

Membiarkan hatinya sedikit terluka saat Jinki bercerita mengenai kisah cintanya yang berakhir.

Hingga pada suatu titik, ketika Kibum memutuskan untuk pergi dari kehidupannya.

Hatinya terasa kosong. Tidak ada lagi sosok yang menemaninya saat ia sedih, tidak ada yang memarahinya saat ia lupa sarapan. Tidak ada senyum indah yang menyambutnya ketika ia lelah.

He is broken.

He is mad.

He is….. nothing.

Besok ia akan bertemu kembali dengannya. Setelah 7  tahun….

Jinki memutar tubuhnya. Kini ia menghadap langit – langit. Seumur hidupnya tidak pernah ia merasa seperti ini. Bagaimana Kibum sekarang? Apa ia masih seperti dulu?

Yah Jinki! Diam sebentar! Atau aku akan memotong kupingmu!

Jinki tersenyum mengingat momen itu. Kibum memotong rambutnya siang itu sebelum pesta malam perpisahan SMA. Ingatan yang paling kuat, karena itu adalah terakhir ia membuat Kibum berteriak.

Mereka adalah teman sejak kecil. Bukan teman biasa, mereka sangat dekat. Sangat sangat dekat. Bahkan seringkali teman – teman mereka menganggap mereka adalah sepasang kekasih.

Yah! Kalian selalu tidak terpisahkan! Apa kalian ..jangan – jangan…?

Tawa teman sekelas pecah mendengar lelucon ini. Bahkan Jinki tertawa sambil memukul meja tidak percaya apa yang temannya katakan.

Semua tertawa, lepas. Tanpa Jinki sadari bahwa hanya ada 1 orang yang tidak tertawa disana.

Kim Kibum.

Ia hanya tersenyum.

===*===

Kibum menyesap kopinya. Mungkin ini adalah kopi ke-7 dalam hari ini. Ia tidak bisa tidur, tubuhnya lelah akan tetapi ia masih tidak bisa tidur. Besok… besok ia akan bertemu sahabatnya.

His best friend.

His stupid crush.

His first love… Lee Jinki.

Memori terakhirnya adalah saat Jinki dan dirinya dipaksa bermain game “pepero kiss”.

“Ayolah Jinki..Kibum.. lagipula kalian kan bersahabat lalu apa masalahnya?”

Masalahnya adalah aku – bisik Kibum lebih kepada dirinya sendiri.

Jinki mendelikan bahunya seolah “no big deal Kibummie..”

IT IS BIG DEAL. Kibum ingin berteriak.

Teman – temannya bersorak sorai saat stick coklat itu semakin memendek. Matanya bertemu dengan mata Jinki.

Tidak.

Hentikan.

Detak jantungnya berpacu sangat cepat. Ini tidak bagus, semoga Jinki tidak menyadarinya. Keningnya bahkan mulai berkeringat.

Bibir mereka hampir saja bersentuhan, namun Kibum bisa merasakan deru nafas Jinki.

Dear God. Help me.

Suara sorak semakin keras, dan Kibum tahu Jinki tidak suka dengan kata “kalah”. Berapa detik kemudian Jinki menarik leher Kibum mendekat, membuatnya menahan nafas kemudian yang ia rasakan setelahnya seperti aliran listrik kecil saat bibir itu menyentuh bibirnya.

2 detik saja. 2 detik yang terasa seperti 2menit. Kibum tidak tahu reaksi apa yang harus dia berikan.

Lalu Jinki tersenyum dan mengambil potongan pocky itu yang sisa beberapa cm saja.

Damn it.

Kibum tak sadar ia cukup lama menahan napasnya.

“Shit..”

Kibum bergumam lalu terduduk diatas kasurnya. Menangkup wajahnya, menghembuskan nafas.

Mungkin saat ini Jinki sudah hidup bahagia bersama istri dan anaknya…. Kan?

Ia benar – benar harus bisa melupakan perasaan ini. Sudah cukup ia merasakan sakit, bahkan setelah 7 tahun rasa sakit itu masih tetap disana.

Oh poor heart.

===*===

Jinki terus mondar – mandir di ruang tamu. Ia terus berpikir apakah ini jalan terbaik untuk bertemu Kibum?

Mungkin saat ini Kibum sudah melupakannya…kan?

Mungkin juga saat ini Kibum sudah melupakannya dan menemukan penggantinya……kan?

“Kibum ah! Tunggu ! kenapa kau ingin pulang? Apa kau sakit? Lebih baik aku mengantarmu pulang.. hm?”

Kibum menggeleng. Matanya menghindari Jinki,  menghindari perasaannya

Jinki menghela napasnya. Ia tak paham kenapa Kibum menjadi seperti ini tiba – tiba ? ah! Apakah karena ciuman tadi?

“Tunggu.. apa kau marah karena hal tadi?” Jinki memasang wajah tidak percaya, masih berusaha menatap mata Kibum walau Kibum tidak juga menatapnya.

“Tidak.. “

“Lalu apa? Kibum.. kau tahu kan kau adalah teman terbaikku…?”

Tentu saja aku tahu- Kibum membatin.

Tetapi aku … melebihi itu – Kibum ingin sekali berteriak.

Namun suaranya masih tercekat. Ia tidak tahu kenapa ia seperti ini.

Atau memang Kim Kibum memaksa otaknya untuk “tidak tahu”.

“Dengar jika kau merasa tidak nyaman dengan game tadi dan aku…aku menempelkan bibirku karena damn it Kibum! Karena aku benci kalah dan kau tahu itu lebih dari siapapun?! Dan… jangan berpikir macam – macam. Tenang saja aku masih menyukai wanita..”

Ugh

Is that hurt..?

Kibum mengangkat kepalanya, menatap Jinki yang kini menyunggingkan senyumnya, mencoba meyakininya bahwa, bibir yang menyentuhnya tadi bukan apa  – apa. Tidak berarti apapun.

Hell! Bahkan Jinki tidak menyebut kata “ciuman”.

Itu hanya bibir yang menempel.

Nothing.

Tapi hatinya seperti tergores? Kenapa menjadi sulit untuk menarik nafas?

Saat itu Kibum sadar bahwa cintanya mustahil. Cintanya merusak persahabatan mereka. Dan Ia harus menghentikan persahabatan ini.

Karena ia tahu ia tidak bisa mengehentikan cintanya. 

Kibum tersenyum dan meninju pelan bahu Jinki.

Jinki mengehelas napas lega.

“Aku tahu itu.. dan meskipun jika aku suka laki-laki aku masih pemilih.. you jerk”

Jinki tertawa keras dan menarik bahu Kibum. Mengantarnya pulang.

“Kibum apa kau ingin minum coffee?”

“Call!”

Mereka berhenti di café kecil didekat rumah Kibum.

 

Jinki begitu bodoh. Ralat, bukan berarti otaknya bodoh. No ..no. Bahkan saat ini ia sudah menjadi direktur di sebuah  perusahaan dalam usianya yang ke 25 tahun. Itu bukannya ia dapat tanpa kerja keras.

Jinki begitu lamban. Mungkin itu kalimat yang tepat. Setelah malam itu, keesokannya Jinki sulit sekali menemui Kibum. Di hari dimana akhirnya ia bertemu Kibum dan itu merupakan saat terakhir ia melihatnya.

7 tahun.

Hari dimana Kibum mengucapkan selamat tinggal karena ia harus pindah ke Amerika bersama keluarganya dan meneruskan kuliah di sana.

Jinki ingat sekali rasanya saat itu.

Well, apa yang kau ekspetasikan saat sahabat kecilmu hingga kau lulus SMU mengatakan bahwa ia akan pergi ke Amerika hari itu juga tanpa memberitahumu sebelumnya?

Jinki ..merasa diabaikan.

Apakah hanya seperti ini?

Kibum menatapnya lebih lama dan berbeda dari biasanya, seolah ia menghafal setiap detil wajah Jinki. Matanya bergerak perlahan dari menatap rambutnya, alis, hidung, bibir dan terakhir matanya.

Lalu Kibum tersenyum.

God , betapa Jinki merindukan senyum indah itu.

Tapi Jinki masih terlalu bodoh untuk mengakuinya.

“Jinki…”

“hm..”

“Boleh… bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kalinya..”

Untuk terakhir kalinya ? kenapa terdengar tidak enak di kupingnya.

Jinki masih ingat betul momen saat Kibum memeluknya terakhir sebelum ia pergi meninggalkannya. Ia ingin marah namun tenggorokannya tercekat. Tubuhnya tidak berfungsi dengan benar. Sesampainya dirumah ia membaca sms dari Kibum.

Dear Jinki,

Maafkan aku karena sudah pergi dan tidak memberitahumu. Aku tahu ini mendadak. Jangan marah, okay?

Aku tidak bisa menjelaskan apa yang ada dipikiranku selama ini,jadi aku harap kau melihat laci mejamu dan temukan buku diary-ku disana.

Maafkan aku Jinki.

Your best friend, Kim Kibum.

 

Kemudian ia menemukan buku diary Kibum di laci meja belajarnya, entah bagaimana Kibum bisa memasukannya kedalam sini. Ah mungkin dengan bantuan ibunya.

Perlahan ia membaca lembar demi lembar.

Lembar awal, Kibum bercerita bagaimana awal ia mengenal Jinki saat masih sekolah dasar. Jinki tersenyum saat melihat fotonya dan Kibum.. saat Kibum berulang tahun.

Ia terus tersenyum hingga ia membaca lembaran saat Kibum menginjak SMU.

Jinki patah hati lagi. Ia bodoh sekali, selalu menyukai orang yang salah. Seharusnya dia berkonsultasi dulu denganku!

Well, aku tidak bisa menyalahkannya karena ia mungkin belum menemukan seseorang yang membuatnya bahagia, marah, tertawa, lalu sedih

Tidak seperti aku.

Entah semenjak kapan, tapi aku tahu bahwa Jinki lebih dari sekedar sahabat.

He is much more.

Dan ia tidak perlu tahu ini , atau ia bisa saja meninggalkanku kalau tahu aku menyukainya sejak dulu.

Aku benar – benar menyayangi Jinki lebih dari seorang sahabat. Tapi ia tidak perlu mengetahuinya. 

Seperti ini lebih baik, karena aku akan terus berada disampingnya. Ya seperti ini lebih baik. Kim Kibum fightiiing!

 

Jinki menutup buku diary-nya. Matanya menatap kosong tembok didepannya.

Kibum menyukaiku?

Kenapa ia merasa…. Senang ?

Ani… ini tidak mungkin. Jinki melihat jam dinding dikamarnya, ah…Kibum sudah pergi.

“Shit..Kibum…”

Jika saja Kibum saat ini masih di Seoul, jika saja Kibum masih berada dikamarnya, dimana itu tepat berada disebelah kamarnya. Ia akan langsung menemui Kibum saat itu juga.

Ya, rumah mereka bersebelahan.

Jinki mengacak rambutnya gusar.

“Kim Kibum…. Bahkan aku sudah merindukanmu…”

Jinki lalu mentertawakan dirinya sendiri. Lalu ia teringat saat kemarin mereka bermain “pepero kiss game” . Ia pikir badannya sedang tidak sehat karena ia merasa aneh saat bibirnya menyentuh bibir Kibum.

Demi apapun, itu adalah rasa aneh yang ia sukai.

Dan sekarang ia tahu apa arti dari rasa aneh itu.

He is in love with his bestfriend…so much.

===*===

Kibum mencari perlahan café tempat ia dan teman SMU nya reuni. Ya hari ini adalah tepat 7 tahun setelah ia berpisah dengan Jinki.

No email. Nothing.

Akhirnya Kibum menemukan café itu dan baru saja tangannya membuka pintu namun tiba – tiba ada tangan lain yang ikut memegang gagang pintu.

DEG

Mata mereka bertemu. Sepersekian detik Kibum merasa jantungnya berhenti.

Jinki………

Ia masih seperti dulu, Mata sabit, hidung mancungnya, bibir tebalnya. Hell bahkan ia lebih HOT sekarang. Kibum  tiba – tiba merasa gugup.

Jinki memakai jaket kulit coklat muda dan celana jeans biru tua, rambutnya berwarna coklat tua dan Kibum bisa merasakan parfumnya.

“Kibum…”

Akhirnya ia bisa bernafas.

“Jinki……”

Tanpa mereka sadari hujan turun lagi…

.

Rainy blue
I know its over though
Rainy blue
Why am I still chasing
Like I’m trying to erase the phantom of you
Today its raining quietly again

TBC

HELL JINKI IS DAMN HOT *ga nyambung* oke ini part 1, sepertinya hanya sampai part 2 atau part 3 dan part ending akan saya password ^^ so kalian yang masih berminat baca ff ini harus komen dulu wkkk,, pw nanti bisa ditanya lewat FB (eternalonkey yua) atau twitter @onthigh dan sebutkan uname ! okay byebye~

Part dua segera ya xixixi ^^

 

 

 

 

 

87 thoughts on “{JinKibum} Savior – Part 1

  1. Damn it!!
    Hell yeah, seperti kata pepatah yang sudah ‘usang’ (?) Penyesalan selalu datang terakhir.. hahaha😄 Menahan rindu itu menyakitkan 😥

    JinKibum-ku.. Aku tahu kalian sudah sangat menantikan pertemuan itu.. Ohh plisss.. Penasaran kelanjutannya, krna memang ini pendek hahaha *kenatampol*

  2. aku suuuka plot ceritanya~~~
    Ah jinki, you were so lame!! why you didn’t do anything to meet kibum????? babo!

  3. anyeong numpang baca ne… fighting author tulisannya udah bagus apa lagu alurnya yang bikin penasaran hehehee

  4. jinki jinki…

    kalian berdua bodoh TT

    hueeeeeee
    .kibum juga nyatain perasaan pas udah pergi.

    jinki ga pekaaaaa arghhhhhhh

  5. IH BARU BACA MASAAA😄
    Keren kak sukaa ceritanyaaa!! Jinkibum akhirnya ketemu lagi setelah sekian lama berpisah dan Jinki baru nyadar ama perasaannya..

    ih sukaaa ceritanyaaa ♡♡♡♡

  6. Emang begini kalo nasib suka sama sahabat sendiri, banyak yg dipertimbangin. Takut ancurin persahabatan lah, takut nant canggung lah, takut ditolak dll.. Padahal dua2nya sama2 suka tapi pasti ada aja yg gak nyadar terus sadarnya pas yg satunya pergi jauh..

    as usual, gitu loh.

    Tapi karena ini OnKey, dan kangen bgt sama ff Onkey jadi penasaraaann aaaaahhh

    Comfrim yaa~

  7. yaaahh emang nyesek klo terlibat friendzone
    dan nah kaaaann, kalo udah ditinggalin baru kerasa kaaan? ah jinki mah bener bener lamban -_-
    mereka ketemu lagi, setelah 7 tahun … jinki ayo nyatakan perasaanmu !!

  8. Dasar, Jinki gak peka–” Ditinggal dulu, baru peka. Gimana sih?–” Ah, Pokoknya da bes(?) Terus kenapa diprotek(?) eoh? T.T

  9. Ini ada prolog nya gk ya?? Krn di awal cerita diriku bingung, kayak ada part sebelumnya yg kelewatan blm dibaca.. eniwei,,, ini bikin ngenes krn tiap baca ff school au, kibum nya selalu jdi pihak yg bertepuk sebelah tangan… penasaran dengan endingnya .

  10. seperti ny ak uda lama… bgt gk bca ff onkey.. sejak ka vie ngunci wp ny… gemas bgt bca ini… hehehe… k harap ini bkal happy ending…🙂

  11. Awww, manis n pahit.
    Jin mah gito orang nya selalu gak peka… N pekanya baru muncul pas ditinggal pergi. Kasian deh…
    Dan setelah 7 thn akhirnya onkey ketemu lagi… Apakah akan cinta2 an or mewek2 an. Cspcusss

  12. Pasti gini nih …
    Si jinki bikin gemesss aja disini :’v giliran kibum pergi baru ngerasain ,, kasian kibum *poor*

    ngebayangin mereka ketemu nya itu yg bikin aku deg deg serr😀 ahahahahahahhahahahahahhahahahha
    ini seru … Demi kancut babeh dilelang OKS aku mau baca lanjutannya

  13. Omg omg… Bacanya degdegan 😭😍
    Kasian kibum di frienzone, jinki harus dikasi kode keras dulu ya baru peka 😒 Dan untung nyadar! Ga keterusan begonya hahahah
    Btw keren banget yang udah jadi direktur padahal masih 25
    Yeah! JINKI IS DAMN HOT!! 😂 ini nih efek abis nnton vcr shinee lol

  14. Haahh, Jinki emang orangnya gak pekaan sama perasaannya sendiri.. Sama perasaannya aja di kurang peka apalagi sama perasaan Kibum.. Menahan rindu selama 7 tahun itu terasa sangat menyakitkan, untung JinKibum nggak kena penyakit ‘heart sick’ (?) akakakakkkk part 2 nya udah ada, cuss ah minta pw ke authornya.. Muachh..

  15. ahhhh kerennn sedih banget ternyata mereka berpisah sellama 7thun ini asti endingnya deabak banget pasti… mau penya dong thorrrr brbagi yahhhhhh love you more

  16. kasian kibum tapi akhirnya jinki sadar syukurlah.
    dan setelah 7tahun mereka bakal ketemu lagi? ciee jangan jangan mau jadian kiw

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s