{JinKibum} Love Sick – Part 1 of 2


12036884_580033025483504_7282418836737962510_n

Title : Love Sick part 1

Cast : Jinki – Kibum

Pairing : JinKibum

Length : 1450

Genre : Fluff – Romance

Author : Yua

Rating : PG17

English lyric : Love Sick(korean)

Backsound song : Love (japan) by SHINee

==**==

You’re so pretty, do you know?
You’re still my everything in my life
How many years has it been?


Hari ini adalah hari ulang tahun Kibum. Biasanya ia akan bersenang – senang atau menunggu kado dari teman – temannya. Bahkan ia akan melakukan membuat daftar kado yang ia inginkan… khususnya yang ia akan ajukan ke Minho. Kekekekee..

Namun ada yang berbeda dengan ulang tahunnya kali ini. Ia harus menghabiskan waktu ulang tahunnya sendiri, well…. Lebih tepatnya karena ia harus pergi ke San Fransisco untuk melakukan pemotretan majalah Cosmopolitan.

Ia mendesah pasrah, melihat pemandangan laut didepannya, dan jembatan yang besar. Ulang tahunnya mengingatkannya pada mendiang neneknya.

Sekian banyak hari, nenek kenapa engkau memilih pergi di hari kelahiranku?

Kibum tersenyum, mungkin neneknya tidak ingin cucunya melupakannya.

Kibum mengangkat kepalanya menghadap langit cerah. Berbisik kepada angin yang menerpa pipinya, menolak untuk membiarkan bulir air mata menetes.

Nenek…. Aku merindukanmu. Lihatlah… cucumu baik – baik saja dan semakin sukses. Nenek, aku tidak akan melupakan semua yang telah engkau lakukan.

“Kibum!”

Suara manager hyung memanggilnya, membuatnya tersentak dari lamunannya.

“N-Ne~!”

“Kemarilah! Jinki menelponmu!”

Huh?

Jinki? Bukankah disana sudah malam?

Kibum bergegas menghampiri Manager hyung, mungkin ini adalah hal yang sangat mendesak?

“Yeoboseyo…”

“Kibum~ah…”

“Mwo? Ada sesuatu yang penting sehingga kau harus menelponku hm?”

“Tentu saja penting… hari ini tepatnya 25 tahun yang lalu.. seorang malaikat telah lahir”

Damn Jinki and his sweet mouth.

“Jinki….. “

Jinki tahu dengan baik nada bicara Kibum yang seperti, pasti saat ini ia sedang memutar bola matanya. Ah bahkan saat seperti itupun Jinki menyukainya, his sassy diva.

“Jinki aku tahu saat ini kau sedang menahan tawamu, dan ini tidak lucu.. jadi ada apa kau menelponku ?”

Jinki berdehem, “Aigo…. Kibum.. apa salahnya aku menelpon kekasihku hm?”

Kibum diam saja dan tersenyum manis.

“Ya begitu… tersenyum lebih cocok untuk wajahmu..”

“Yah!”

Lalu keduanya tertawa.

“Sebenarnya.. aku saat ini sedang didepan pemakaman nenekmu.. Aku membawa bunga untuknya dan mewakilimu untuk kesini.. Kibum..? “

Jinki tidak mendengar suara Kibum, apa ia marah ?

“Kibum..?”

Tak lama kemudian Jinki mendengar isakan kecil.

“Sshhh.. Kibum jangan menangis, aku tidak ada disana untuk memelukmu.. sshhhh”

“Jinki pabo!..”

Jinki tertawa lagi, jika saja Kibum ada didepan matanya, figure yang baginya sangat sempurna bak malaikat itu sudah berada dalam pelukannya.

“Aku sudah meletakkan bunga kesukaan nenekmu dimakamnya, dan ia sudah setuju dan merestui kita!”

“Jinki .. pleas-“

“Ssshhh ..dengarkan aku Kibum… aku tahu hari ini adalah hari yang berat untukmu, aku minta maaf tidak bisa menemanimu disaat seperti ini…”

Jinki tersenyum sedih. Ya, bagaimanapun juga jadwalnya sangat padat saat ini. Ia masih harus menjalani syuting sejak pagi hingga larut malam. Begitu jarang waktu untuk bertemu Kibum, sedangkan kekasihnya ini juga sibuk menjalani rehearsal untuk musical terbarunya “In the height”.

Kali ini Kibum tidak menahan air matanya. Tapi kali ini bukanlah kesedihan yang membuat buliran itu terjatuh, tetapi kebahagiaan.

Ia mencintai Jinki lebih dari apapun dan ia tahu Jinki merasakan hal yang sama.

“Bagaimana dengan syutingmu hm?”

Kibum mengusap air matanya dan menarik napas dalam. Kini suasana hatinya membaik setelah mendengar suara Jinki.

“Melelahkan… seperti biasa.. “

“Hmm….”

“Hmmmm..”

“Yah!kenapa kau mengikutiku!”

Tawa renyah itu memenuhi telinganya, dan Kibum sangat menyukainya.

Kibum sangat merindukannya. His stupid and silly oldman.

“Aku sangat merindukanmu Kibum ah…”

“Aku tahu..”

Kali ini keduanya tertawa. Betapa Jinki benar – benar merindukan kekasihnya ini, sweet and spicy Kim Kibum.

“Yeonggam… istirahatlah.. ini sudah larut kan..”

“Hmmm…”

“Apa kau sudah makan?”

“Hmmm..”

Kibum menepuk keningnya. “Jika kau hanya akan menjawab pertanyaanku seperti lebah lebih baik kau tutup telponnya..”

“Shireo…”

“Katakan… apa yang kau inginkan..?”

Kibum tahu Jinki. He knew him better than anyone.

“Ppopo….”

Kibum membelalakkan matanya tidak percaya. Apa kata orang jika ada yang mendengarnya?

“Kau tidak serius kan? Apa  kau anak remaja?!”

“Hmm..”

“Oke oke.. chakkaman…”

Kibum menjauh sedikit, ia tidak ingin didengar orang lain.

“Kibum ah.. kau tahu kan kau tidak bisa menipuku..hm..”

“Aish…. Baiklah …… “

“Ppali….”

“mmmuuuaaaachh…”

“Hanya sekali? “

“Yah! Apa kau sudah gila?! Banyak orang yang melihatku!”

Jinki tertawa keras. Ia bisa membayangkan dengan jelas bagaimana wajah Kibum memerah saat ini.

“Arrasseo… selamat beraktifitas Kibummie… saranghae..”

“Hmm..”

“Kibum..”

“Aishhh.. nado… saranghae!”

Jinki tersenyum puas, ah rasanya ia semakin merindukan Kibum. Menggoda Kibum adalah rutinitas yang ia sukai, melihat senyumnya, bibir manisnya, lesung pipitnya.

He loves every single thing about Kim Kibum.

I didn’t know what to do
But now I’m your secure and happy man
It’s strange, if I can’t see you for a few days
I get uselessly obsessed
I keep getting weaker

==**==

Hari ini akhirnya Jinki akan bertemu Kibum. Jinki sedang menunggu Kibum di kamar hotel. Besok mereka akan menggelar konser di Bangkok. Tadi manager hyung sudah menghubunginya dan Kibum sudah dalam perjalanan menuju hotel tempat mereka bermalam.

Jinki mengecek iphone nya, membuka akun Instagram dan melihat timeline Kibum.

“Aigo…. “

Ia memberikan like beberapa foto Kibum.

Tak lama ada suara ketukan pintu.

Kibum sudah datang?!

“Ne….”

Jinki membuka pintu dan kini melihat sosok yang sangat ia rindukan beberapa hari ini.

“Selamat datang Kibum ah..”

Kibum tersenyum dan membawa kopernya, Jinki membantunya menarik koper dan meletakkannya di sebelah lemari besar.

Jinki mendapat kamar tipe suit room, well.. he is a leader after all.

Kibum meletakkan tasnya diatas bangku dan berjalan menuju jendela besar, memperlihatkan pemandangan malam kota Bangkok.

“Apa kau lapar hmmm..”

Jinki memeluk Kibum dari belakang, melingkarkan lengannya diperut Kibum. Mengecup pipi Kibum kemudian turun ke lehernya.

“Hmmm..”

“Aku merindukanmu..” Jinki terus mengecup leher Kibum, pipinya berkali – kali. Menyesap aroma tubuh kekasihnya.

Kibum tertawa geli namun kini Jinki melepas pelukannya dan mengangkat Kibum, membaringkannya di kasur king size berwarna gading.

“Hmmpp”

Tidak memberikan waktu, Jinki mengecup bibir plump itu. Manis.

Perlahan, saling menyesap, hingga lidah mereka bertemu.

Tidak peduli sudah berapa kali mereka berciuman, tidak peduli sudah berapa tahun hubungan ini berlangsung, namun rasanya tidak pernah berubah.

Detak jantung mereka masih berdebar kencang. Perasaan itu semakin kuat, rasa takut kehilangan yang semakin membesar. Rasanya tidak cukup… tidak pernah cukup.

Everyone said we were gonna break up
That I couldn’t handle it
Always issues with our stories
But time is amazing
It’s like a show arrow
I drink you in, feel you
But whatever I do, I’m still thirsty

 

==**==

Konser berjalan dengan sukses dan malam itu juga Jinki harus kembali ke Korea karena jadwal syutingnya. Ia harus pergi ke Greece untuk menjalani syuting selama kurang lebih 1 bulan.

Kibum sudah berganti pakaian dan kini duduk di sofa menunggu Jinki.

“Tidak ada yang tertinggal hm?”

Kibum bertanya saat Jinki keluar dari kamar mandi dan menghampiri Kibum.

“Ada… dirimu…”

Kibum memutar bola matanya, menahan senyum.

“Yeonggam…”

“Hmmmm…”

Jinki menarik Kibum hingga ia berdiri dihadapannya. Ia tersenyum.

“Rasanya aku masih merindukanmu Kibum ah… “

Kibum melingkarkan tangannya di leher Jinki dan mengangguk tanda setuju, ia juga merindukannya.

Jinki menghembuskan nafas panjang berkali – kali. Membuat Kibum tertawa. Jinki terlihat lebih depresi daripada dirinya.

“Baik – baiklah disana hmm..” Kibum memeluk Jinki erat.

Jinki menggoyangkan badan Kibum dipelukannya ke kanan dan kekiri membuat Kibum tertawa dan memukul punggung Jinki.

“Hentikan itu…. “

Jinki berhenti dan tertawa, ia mengeratkan pelukannya dan mengangkat Kibum dan memutar tubuh mereka, membuatnya memekik karena pelukannya terlalu kuat.

“Yahhh Jinkiiiii~!”

Akhirnya Jinki menurunkan Kibum

“Aku akan baik – baik saja Kibum ah.. dan jangan bersedih lagi arraseo?”

“Aku tidak bersedih!”

Jinki tersenyum dan mengusap pipi Kibum lembut. Menatap mata kekasihnya, cintanya.

Jinki’s everything.

“Saranghae Kibum~ah..”

Kecupan di kening, pipi kanan, pipi kiri dan terakhir di bibir.

Sedikit berlama – lama di bibir itu. Rasanya masih sangat manis, masih seperti saat pertama mereka berciuman.

Iphone Jinki berbunyi, manager hyung sudah menelponya untuk memintanya bergegas. Tanpa melepaskan ciumannya, ia berjalan mundur masih memeluk Kibum.

Tersenyum di sela – sela ciuman mereka. Tak satupun yang ingin melepaskan ciuman lebih dahulu.

“hmmmh…”

Tok Tok Tok

Suara keras manager hyung mengejutkan mereka dan terpaksa melepaskan tautan bibir mereka.

“Ne hyung~! Aku sedang pakai sepatu!”

Teriak Jinki, dibalas pukulan kecil di pundak oleh Kibum.

Kibum menggeleng dan berdecak. Jinki menggendikkan bahunya, bukannya segera keluar ia justru menarik Kibum lagi dan kembali menciumnya. Kini dengan suara – suara, seperti saat anak kecil menciummu.

Mmmuuaach..mmuaah…

“Jinki sudah pergi, kau bisa ketinggalan pesawatmu…”

Jinki menghela nafasnya panjang. Rasanya berat sekali meninggalkan Kibum. Kenapa jadwalnya menyebalkan sekali?!

Kenapa ia seperti mengidap “love sick” ?!

“Arra… tidurlah yang nyenyak Kibum.. “

Kibum mengangguk setuju, sebelum Jinki membuka pintu untuk pergi ia menarik leher Jinki, sekali lagi menciumnya, …. Hot kiss.

“Wow…” Jinki mengatur nafasnya, seperti Kibum yang juga mengatur nafasnya dengan pipi yang bersemu merah.

“Yes..wow.. sekarang pergilah…”Kibum membuka pintu dan Jinki keluar, matanya masih menatap Kibum.

“Yah! Kali ini jangan berjalan mundur! Aku akan langsung tutup pintunya..”

Jinki tersenyum sedih, betapa berat kakinya untuk melangkah.

Kibum menutup pintu, bersender dibalik pintu, memegang dadanya. Disana masih terasa detakan jantung yang cepat.

Because it is not just Jinki with his terrible “love sick”

The two of them are on the sampe page, love each other and never have enough.. need more.

More time

More hug

More kiss

 More Love…. 

 

TBC

 Iya ini TBC, iya soalnya saya tiba – tiba mandek (bilang aja malas) dan ga masukin momen swcbkk jugaaa ((langsung gagal move on)) T_T next chap semoga bisa lebih manis, maap yak kalo tulisan saya emang “so-so” tapi ini spesial buat oppah yang menagih ff karena moment onkey yang spektakuler dimana mana wkwkwkw . sampe pusing mau masukin yg mana OTL

dan saya mau bilang kibum itu aslinya jauh lebih cantik di jarak 2meter (baper) wkwkwk jadi no wonder kalo jinki jatuh hati (?) LOL byeee

59 thoughts on “{JinKibum} Love Sick – Part 1 of 2

  1. WOW,, kenapa pendek thor, padahal lagi demen demen.nya,, eihh disaat sedih tetep aja jinki sangtae hehh,, ciuman mereka bikin sayah blushing puahaha apadeh saya inih.

  2. WOW,, kenapa pendek thor, padahal lagi demen demen.nya,, eihh disaat sedih tetep aja jinki sangtae hehh,, ciuman mereka bikin sayah blushing puahaha apadeh saya inih.
    Penasaran next chap..
    Fighting kaka

  3. Sibuknya onkey bikin greget, kalo udah ada moment macem gitu ..
    Kelihatan banget kangennya, rindunya…
    Duhhhh,,, sayang onkey selamanya 😍😍😍☺☺😊😊😘😘😘

  4. Iya emang lagi bertebaran moment Onkey ini di SWC kemarin sampe gigit jariii kyaaaaa kyaa kyaaaa #fangirlmodeon

    Rindu setengah mati hidup emang bgtu, rasanya gak cukup pengennya lebih lebih lebiiihhh lagi

  5. Manis bangettt bikin diabetesss ampunnnn
    Berasa real bgtt, aduhhh jinki nya gak kuatt so sweet bgttt 😍😍😍😍
    Mau jga dong d cium2 sma jinki #ehhhhhh

  6. aaahh emak babehh asli bikin envy >< beruntungnya kibum punya jinki begitupun sebaliknyaaaa, lanjut ke part 2nyaaa thorr bagus bgt pngn baca lagi lanjutannya moment emak babehh

  7. Yaa ampuunn.. Nyesel banget baru baca FF ini.. Ini manis banget sekaligus mengharukan.. Jadi flashback beberapa bulan yang lalu.. FIGHTING for next chapter.. Muach xD

  8. wooowww yeahh wooowwe sweet bangettt sihhhh slalu membayangkan itu memang terjadi kpada mereka..cepet di lanjut yahhbhhh💗💞😘

  9. Hul~
    Pendek! Kurang panjang!
    Yuk cuss chap selanjutnya kak. Ga sabar nih ><
    ooohhh iyaa,, dan kenapa ga masukin moment ituuu??? Yatuhaaaannn itu kan maniiiisss 😍😍
    Jinki yg manja, kibum yg ngerti. Yampuuuuuunnnn~~
    kapan aku bisa nge-live kemesraan mereka 😢😢

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s