2Min-Damaged [END]


Damaged – Original Story by Ichigosama (Nikki)
Translation all right reserved by Twominyeah

<< Part 17 – 2Min-Damaged [Vacation & Surprise]

WARNING!!!
DRAMA (FULL OF DRAMA) & YAOI.

Final & Epilogue

 

“Jadi, Minnie…”

Oh God…

 

                “Mau kau menikah denganku?”

 

Sontak nafas namja didepannya tercekat dikerongkongannya. Ia merasa tiba-tiba jantungnya berhenti seketika saat itu juga, lalu tetap terus berdebar layaknya marching band ketika Minho membuka kotak kecil yang berisi cincin didalamnya. Sebuah emas putih bertabur berlian kecil yang bersinar dibawah cahaya, hampir menyilaukan Taemin dengan kilauan yang ia pegang.

Apa ini serius? apa dia benar-benar serius?!

Nafas Taemin mulai tidak bisa teratur, sedikit terkesiap, hanya dengan kata “Mau kah menikah denganku?”, berulang terus menerus dikepalanya. Dia mengutuk Minho untuk melakukan hal ini tanpa memberikan peringatan sebelumnya. Sekarang dia berdiri disana layaknya orang idiot didepan semua orang, bahkan tidak bisa bernafas secara teratur hanya karena sebuah pertanyaan simple.

Minho mendongak penuh harapan, rasa cemas dan harapan berenang dalam tatapan matanya.

Taemin tidak tahu apa yang harus dilakukan, tidak tahu memikirkan apa—jadi dia hanya menyimpan segala sesuatunya didalam pikirannya;

Dia mulai menangis tersedu seraya ia menghempaskan dirinya ke Minho, memeluk sosok hidup yang sudah menjadi cahaya nya yang tidak segan meraihnya kedalam pelukannya. Dada Minho bergemuruh dengan tawa senang, tapi Taemin masih bisa merasakan tangan namja itu gemetar karena tidak ada jawaban darinya.

Cepat, berikan dia jawaban. Katakan Iya, dasar kau idiot!

Tapi Taemin secara fisik tidak bisa membuat dirinya bicara. Rasa bahagia, isakan yang tidak teratur hanyalah hal yang bisa dia lakukan keluar dari mulutnya saat itu.

            “Mau kah kau menikah denganku?”, sebuah suara manis dan lembut berulang lagi dikepalanya, membuat kepala Taemin berputar dengan perasaan yang berbeda.

Minho benar sudah bertanya padanya untuk menikahinya.

Minho sungguh mencintainya, untuk memperpanjang keinginnannya menghabiskan sisa hidupnya bersamanya.

Mau kah kau menikah denganku?

Semuanya seperti berputar disekitarnya, berbaur dalam kabut emosi dan isakan yang membuat ia pusing dan segala sesuatu disekitarnya, ketika tiba-tiba, Taemin diserang dengan rantai kilas balik dari hari-hari yang paling berkesan yang dimilikinya bersama dengan Minho. Dia tidak tahu mengapa, atau bagaimana dia bisa kembali pada masa itu, tapi dia mengingat setiap kenangan terbesar, baik dan buruk, yang tersimpan di masa lalunya.

Kilas balik masing-masing berlari menjadi satu, ciuman pertama mereka sebagai awal dari jejak kenangan indah, karena inilah saat yang diinginkan Taemin untuk pertama kali dalam hidupnya. Setiap kenangan berharga membuat Taemin menangis dua kali lebih keras kedalam dada kekasihnya dan mengencangkan cengkramannya di bagian belakang blazer namja itu.

            “Sssh, tenanglah, Taemin~”, suara lembut Minho mencoba menenangkannya.

Taemin ingin berhenti menangis layaknya orang bodoh, sungguh dia ingin—tapi dia tidak bisa mengontrol apapun apa yang sedang terjadi pada emosi nya. Dia terlalu bahagia; terlalu terkejut dan terlalu beremosi untuk bisa tenang, dan dia terus saja berlanjut untuk memutar kembali ke masa lalu hanya membuat itu semakin buruk.

Kenangan ciuman pertama mereka diikuti oleh banyak hal yang mereka lalui pertama kali, beberapa lebih berkesan dari pada yang lain, tapi tetap berharga baginya. Taemin mengingat pertengkaran pertama mereka yang sebenarnya sebagai sepasang kekasih, lalu malam pertama mereka tidur di ranjang yang sama. Saat pertama mereka bangun bersebelahan; pertama kali bercinta dibawah selimut…pertama kali Minho berkata ‘aku cinta padamu’.

Pertama kali dia mengatakan ‘Aku cinta padamu’

Minho…kau babo! Aku sangat mencintaimu.

                “Tarik nafas, Taemin.”

Aku tidak bisa!

Hari dimana dia pindah kesebelah rumah kediaman Choi; hari dimana Minho dengan bangga mengumumkan keseluruh kelas dan keseluruh dunia bahwa mereka bersama; hari dimana mereka lulus SMA, dinobatkan menjadi ‘Pasangan paling manis’…

Hari dimana Minho menyelamatkannya dari kehidupan kelamnya.

Hari dimana ketika semua terasa hancur berkeping-keping, dan Minho lah satu-satunya yang menolong nya untuk bangkit.

Hari dimana ia hampir mati, dan terakhir kali yang ia pikirkan hanyalan Minho dan mengatakan padanya bahwa ia mencintainya.

Aku mencintaimu. Aku mencintaimu lebih dari diriku sendiri, Minho.

Lalu kemudian, Taemin berhadapan oleh bayangan pernikahan mereka.

Sesuatu yang belum terjadi, namun begitu jelas dan nyata di matanya.

Bagaimana dia bisa mengatakan ‘tidak’?

            “Taemin, tarik nafas.”, suara Minho mengingatkannya sekali lagi. Ia merasakan sepasang tangan mengelus punggungnya naik dan turun, mencoba untuk menenangkannya seraya ia masih saja menangis di depan kemeja namja tinggi itu.

Taemin menarik nafas, namun malah terdengar seperti ia sedang tersedak oleh udara, “A-a-aku… M-minho…ak-aku…”

Dada namja tinggi itu bergetar karena ia tertawa, “Tenanglah, Taemin.”

            “M-minho…”, sebuah isakan, mengikutinya seraya ia mencoba untuk bernafas, “Y-yes! T-tentu s-sja, a-a-ku akan m-menikah denganmu!”

Aku bahkan tidak bisa bernafas.

Itu bukan sama sekali bagaimana Minho menggambarkannya. Dia membayangkan sebuah teriakan ‘yes!’ dan sepasang tangan memeluknya seraya keduanya menangis karena bahagia, namun ini lebih baik dibandingkan itu; bahkan ketika mereka sedang berlutut dilantai, mereka dikelilingi oleh seluruh teman dan keluarga, dan Taemin baru saja mengatakan ‘yes’

Hampir tidak terdengar, namun dia mengatakan yes.

            “Jeongmalyo?”

Tentu saja aku akan menikah dengan mu, idiot. Aku mencintaimu.

            “Y-y-yes!”, Taemin berusaha lagi.

Aku mencintaimu! Aku sangat mencintaimu.

Minho sendiri mulai menangis, mengejutkan semua orang diruangan itu ketika sebuah air mata turun di pipinya.

Taemin ingin menghabiskan sisa hidup dengan nya juga.

            “Aku mencintaimu, Lee Taemin. Jangan pernah kau lupakan itu.”, bisiknya, dengan jelas ke namja yang sedang gemetar dipelukannya.

Taemin ingin mengatakannya juga, begitu ingin meneriakinya keseluruh dunia, “A-a-aku c-cinta—“, namun namja berambut merah itu tidak bisa meneruskan kalimatnya, sebelum badai isakan mulai menerpa tubuh kecilnya dan tidak membiarkan ia melakukan hal lain.

            “Aku tahu.”, Minho tersenyum, memeluk Taemin lebih erat ke dadanya. Dengan satu tangan menahan disisi kepala kekasihnya, ia gunakan tangan lainnya untuk mengirim jempolnya kepada semua orang, membiarkan mereka tahu bahwa dia akan segera menikahi kekasihnya itu.

Tepuk tangan dan gemuruh teriakan menggema keseluruh ruangan pavillion itu. Nyonya Choi akhirnya benar-benar menangis dipelukan suaminya, dimana Umma Taemin sedikit lebih tenang. Dia memeluk anak nya yang berumur lima tahun—Kai, dan berkata padanya, “Hyung mu akan menikah, baby.”

Kai mendongak padanya, bingung, “Jinjja? Tapi aku pikir Hyung sudah menikah.”

            “Dengan siapa?”, Taeyeon mendongak terkejut.

            “Ke Mino hyung yang tinggi!”, ia menunjuk ke arah Mino Hyungnya. Dia benar-benar sudah diyakinkan bahwa mereka sudah menikah, dan itu membuat ia bingung bahwa dia salah.

Sementara itu, di ruangan lain, Kibum sendiri hampir menangis, jika bukan karena Jinki mengingatkan padanya bahwa dia masih mempunyai tugas lagi. Ia menahan tangisan bahagianya, dia keluar menuju pavillion dan memberi signal kepada crew untuk acara sleanjutnya.

Langsung saja, suara tepuk tangan dan teriakan sontak teredam dengan suara kembang api. Minho, tidak ingin melewati acara yang begitu mahal ini, menolong tunangan baru nya diri dari lantai dan membawa nya keluar. Seluruh tamu mengikutinya, mulut mereka terbuka lebar pada pemandangan megah yang menyerbu langit malam.

            “Wow…”, hanya itu yang bisa Taemin ucapkan. Air matanya telah berhenti seraya menatap pertunjukan luar biasa yang sudah Minho siapkan untuknya. Dia tidak ingin berpikir tentang berapa banyak yang sudah dikeluarkan untuk malam itu.

            “Apa kau menyukainya?”, tanya Minho.

            “Tentu saja, aku suka..tapi aku tidak perlu—“

Minho memotongnya, “Tentu saja aku harus. Aku ingin membuat malam ini spesial untuk kita berdua.”

            “Tapi…”

Taemin dipotong lagi oleh sebuah ciuman di bibirnya, “Nikmati saja, yeobo~”, Minho berkomentar.

Keduanya tersenyum satu sama lain, sebelum kembali melihat kembang api. Mulut Taemin menganga lebar ketika ia melihat kembang api itu meletus membentuk hati, dan kemudian cupids, dan kemudian berbentuk hati lagi.

            “Akhirnya sampai di final nya.”, Minho menyengir lebar, mengeratkan pelukannya dipinggul Taemin.

Beberapa ledakan menghiasi langit, sebelum sebuah hati besar dengan namanya dan Minho tertera ditengah-tengah bentuk dan warna lain, menyinari serangkaian warna yang indah. Para tamu bersorak dan bertepuk tangan lagi, kebanyakan mereka memotret kata-kata yang tertulis dilangit. Akhirnya, gambar hati itu bertahan lebih lama diantara yang lain sebelum memudar, membawa senyum terlebar pada bibir Taemin.

            “Minnie, Aku masih belum memberikan mu cincin.”, Minho berucap lembut.

Taemin mengangguk dan memberikan Minho jarinya. Tersenyum, namja berambut hitam itu dengan lembut meraihnya seolah-olah dia adalah permata yang halus, lalu menyelipkan sebuah perhiasan perak itu, bertatahkan berlian kecil, ke jari manisnya.

Begitu pas lebih dari yang Minho kira.

Ia membungkuk ke arah Taemin dan memberikan ciuman dibibirnya, “Aku mencintaimu, Choi Taemin.”

Namja berambut merah itu tersenyum dan memberikan ciuman padanya, berdiri dengan kaki terjinjit untuk mencium tunangannya, “Aku juga mencintaimu, my future husband.”

Dan saat itu, Taemin tahu dia akan habiskan sisa hidupnya dengan namja yang ia cintai. Dengan Choi Minho—namja yang menyelamatkannya, mencintainya dibalik kekurangannya. Namja yang memberikan ia sebuah rumah ketika ia tidak punya apapun, memberikan ia harapan ketika ia merasa ia ingin mati saja, sayang padanya lebih dari siapapun—dan mencintainya, seperti itu semua adalah hal terakhir yang bisa ia lakukan.

Taemin tidak butuh mengatakan bahwa Minho telah memulihkannya. Dia berpikir itu begitu tidak berguna untuk dikatakan, untuk semua orang termasuk Minho tahu bahwa dia tidak akan pernah ada disana jika bukan karena namja itu.

Seseorang yang overprotective, mencintainya, penyang, pencemburu.

Taemin tahu bahwa ia berhutang nyawa pada kekasihnya, dan dia tahu dia tidak ingin apapun selain untuk mendedikasi hidup yang telah diselamatkan Minho kepada penyelemat itu sendiri. Dia bersumpah pada dirinya sendiri, sama seperti Minho sedang memasang cincin pertunangannya sendiri, dia akan mencintai Minho sepanjang jantungnya berdetak kencang.

Selama ia masih bisa bernafas,

Selama ia masih bernyawa untuk hidup,

Dia akan mencintai Minho, sebagai suami, sebagai kekasih, sebagai teman…

            “Minho, terima kasih.”

Namja berambut itu tersenyum lembut, “Untuk apa?”

            “Untuk menyelamatkanku…dan untuk terus menyelamatkanku.”

            “Apa maksudmu, Minnie?”, Minho memiringkan kepalanya kesamping.

Taemin tersenyum, lengkungan di bibirnya membuat matanya tersenyum juga, “Jika ini bukan karenamu, aku tidak akan ada disini sekarang.”

Minho menggelengkan kepalanya, “Ani. Jika ini bukan karenamu, aku tidak akan disini sekarang. Aku tidak akan menjadi namja yang paling bahagia didunia saat ini!”

Taemin terkekeh, suara itu terdengar layaknya lonceng surga.

            “Aku serius Choi Minho, terima kasih.”

Namja tinggi itu hanya mengangguk, mengeratkan pelukannya dipinggang namja berambut merah. Ia dekatkan kening mereka berdua jadi mereka bisa melihat mata mereka satu sama lain—jadi Taemin bisa melihat seluruh cinta dibalik mata coklat itu, dan berkata, “Selamanya, aku janji padamu, Tae. Aku akan mencintaimu selamanya.”

Taemin mengangguk di antara kening tunangannya itu, air mata kembali mengalir di pipi nya yang memerah.

            “Selamanya.”

Dibawah bintang-bintang, dikelilingi oleh orang yang terkasih dan teman-temannya, Taemin dan Minho saling berjanji sepanjang sisa hidup mereka.

Meskipun mereka berdua tahu…

…bahwa cinta mereka akan melampaui keabadian.

 

The end,

 

 

 

Epilogue

Mungkin akan dianggap klise jika dia mengatakan bahwa waktu berlalu begitu cepat, tapi Taemin merasa baru kemarin dia bertunangan dengan Choi Minho.

Tiga tahun sudah terlewatkan sejak malam yang tidak bisa terlupakan itu, dan Taemin masih saja tersipu malu layaknya gadis kecil kapanpun Minho menciumnya secara tiba-tiba, atau memanggilnya ‘cantik’ tanpa ragu. Meskipun dia tidak masalah sama sekali, karena hal seperti itu mengingatkannya bahwa tunangannya sangat mencintainya sama persis seperti tiga tahun ini.

Hanya tinggal satu tahun lagi, Taemin mengingatkan dirinya sendiri seraya membenarkan posisi cincin di jari manisnya, tinggal satu tahun lagi dan kita akan wisuda, kemudian kita akan menikah.

Tersenyum pada dirinya sendiri, namja berumur 21 tahun itu mengeluarkan binder nya dan mulai mengerjakan tugas kuliahnya. Dia mengambil jurusan Sosiologi di Seoul University dan berharap menjadi seorang pengacara seperti Appa nya suatu hari nanti, dimana tunangannya mengambil jurusan Ekonomi di Universitas yang sama. Mereka memiliki sebuah apartemen yang sederhana di sekitar kampus untuk mereka sendiri, dibayar sebagian oleh orang tua mereka dan selebihnya dibayar dari hasil kerja sambilan mereka.

Sementara, Onew dan Key kuliah di Universitas berbeda jadi mereka jarang bertemu Taemin, Minho dan Jonghyun, tapi mereka masih tetap saling berhubungan melalui pesan atau telepon, Jonhyun, disisi lain, mengambil jurusan Teknik Sipil di Universitas lain, namun hanya sekali menggunakan kereta dari apartemen Taemin dan Minho. Mereka bertemu dengan teman baru juga, yang mereka temui setiap hari dikampus; seorang teman yang lucu bernama Kyuhyun dan seseorang yang sama lucu sepertinya bernama Changmin.

Selain kursus yang dipersyaratkan oleh kurikulumnya, Taemin mengambil kelas menari dan Minho dengan enggan mengikuti kelas vocal, yang dimana sebagai permohonan tunangannya. Mereka unggul dengan baik dalam bakat mereka, tampaknya, dan bahkan melakukannya dalam beberapa pertunjukan bakat dan kompetisi.

Semuanya berlangsung lancar sesuai yang Taemin inginkan, terlepas dari permintaan kuliah dan pekerjaan, dan ketika mereka tidak terganggu dengan keduanya, Taemin dan Minho pulang kerumah pada akhir pekan untuk mengunjungi keluarga mereka. Kai sudah tujuh tahun dan kelas 2 SD saat ini, namun masih saja bermanja dengan kedua Hyungnya jika mereka pulang.

Semuanya baik-baik saja dan semua bahagia dengan hidup nya masing-masing. Bagaimanapun, satu tahun lagi dan itu akan berubah semuanya—untuk yang lebih baik, seperti harapan Taemin.

            The Damaged was done, dan dia tahu dia tidak akan mengalami nya lagi.

END

Yey! akhirnya selesai juga FF ini!
Terima kasih banyak untuk semua Suunders yang sudah baca dari Part 1 sampai saat ini, terima kasih atas apresiasinya dengan komen dan Like meski ini FF translate.
Maaf, kalau author belum bisa menulis ide sendiri untuk SYF lagi. Karena sekarang sulit banget untuk menuangkan Ide cerita–mungkin karena udah capek Kerja dan sibuk sama dunia sendiri kali yah ^^;

Well, setelah ini mungkin akan ada FF translate lagi. Epilogue nya akan di post segera! Ditunggu aja yah 😉

Bagi yang mau baca FF Damaged lagi, aku kasih Link Download File nya dibawah ini yah:
Link Damaged (English) > disini
Link Damaged (Indonesia) > disini

Thank you all…
Best Regards,
@vittwominaddict

Please do not post this translation everywhere! Take a full credit from me and Ichigosama as original author of this Fanfic!

Advertisements

8 thoughts on “2Min-Damaged [END]

  1. Yeeeeeeeeee, finaly akhir yg bahagia tinggal nunggu sequel, aq tunggu ff berikut nya 😁😁😁😁

  2. Gx kerasa…kayak baru kemaren bacanya, ehhh…tau tau udah tamat.
    Tp gx papalah…yg penting happy ending thor…hehehehehe

    Gx ada cerita pas mereka menikah yaa? Atau sekalian after merridny…hahahhaahaa #plak.abaikan

  3. Hikss gw terharu bgt.. kren bgt adegan taemin flasback… gw jga bkal gk bsa ngmg & mwek honestly 😭😭😭😭… ya ampunn bner kt taem, terima kasih minho hikss klo gk tnpa dya mgkin nyawa taemin gk bsa slamat atau apalah.. Who know its end ( damage) just hope & care us people who end… gw harap dlua sna bnyak slamat layaknya kisah ne hikss.. oh minho 😍.
    Oh bru mo nikah hahahaha huoww cool taemin jd pengacara 😎 ahh.. 👍 aslina ne ff. thanks to Sm sunny lee ya dh translate ne dgn bagus & thoucing 😎.
    Yeay thanks for link 😉.

  4. Ngebayangin Taemin yg hanya bisa menangis dipelukan Minho, serasa dunia hanya milik mereka berdua.Seperti adegan disinetron yg dramatis, hahaha…
    Tak terasa sudah berlalu beberapa tahun hubungan mereka.Akhirnya hanya kehidupan bahagia yg Taemin rasakan. Kekasih dan keluarga serta teman2 yg menyayanginya.
    Terima kasih buat author karna udah mau translate ke bhs ina, ditunggu translate selanjutnya.

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s