24

2min-Damaged [Warning!RATE 17+]

Damaged – Original Story by Ichigosama (Nikki)
Translation all right reserved by Twominyeah

<< Part 13 – Damaged [Happy Endings, Funerals. & New Lives]

WARNING!!!
YAOI (BoyxBoy), SMUTT, & RATE 17+.
Konten yang disajikan dalam chapter ini bersifat dewasa, tidak untuk dibawah umur, dan yaoi (BoyxBoy)
Jika tidak suka dimohon untuk tidak membaca, bashing (menghina), dan silahkan tinggalkan website ini!

Continue reading

Advertisements
37

[SHINee – OT5] #SHINeeDrabbleWordsChallenge 1

tumblr_static_3

Character:
Lee Jinki | Kim Jonghyun | Kim Kibum | Choi Minho | Lee Taemin
Pairing:
OT5 – Jongyu, Onho, Onkey, Ontae, Jongtae, Jongkey, Jongho, Taekey, Minkey, 2min
Rate : PG 13 – NC17
Genre : Drabble, yaoi, smutt/lemon
WC : more than 100 words
Warning:This is yaoi or boyxboy … if you dont like it, please leave! None of the materials provided in this fanfic may be used, reproduced or transmitted, in whole or in part, in any form or by any means. No parts of this fanfic are to be copied without permission in writing from the author.

Continue reading

91

{OnKey} Like a Fire / One SHoot / NC 17

 

Foreword 

annyeong~!! 

masih ingat saya? ga ya? yaudah .. hahahaha

ini ff kilat saking gemesnya sama onkey belakangan ini lalu terinspirasi dari ff orang juga sih hahaha tenang aja ceritanya ga sama kok ya idenya aja ttg onew yg lagi neck injury T_T huhu sedih ya babehhh get well soon

well ini smutt ya makanya di lock ekekeke.. yang udah dapet pw nya nah yak komenlah hargai ketikan saya yang pointless ini muahahaha .. 

FF ini saya persembahkan buat kalian semua OnKey lover

btw happy day shawol!!! 

Chukkae for SHINee 1st Daesang

Im sorry typo OTL im such a lazy ass because just reread twice lol 

1464029_10201062001780653_1643118256_n

Cast : Lee Jinki, Kim Kibum (Other members just mention ^^v) 

Length : 2815 word

Genre : fluff, smutt, NC 17

Author : Eternalonkey Yua (@usagi_8991) 

Salju sudah mulai turun. Ya.. Korea sudah memasuki musim dingin, musim dimana kau harus mengenakan baju hangatmu, baju super tebal, syal yang cantik atau coat dengan model terbaru, setidaknya untuk seorang seperti Kim Kibum.

Hell.. Ia membenci musim dingin,  if you know he is a fashionista.

“Ugh…”

Ia melempar coatnya yang ke – 29 ke kasurnya. Menggigit bibirnya berkali – kali sambil menatap pantulan dirinya didepan cermin, bukan.. bukan cermin meja riasnya yang dipenuhi beberapa botol yang merupakan rahasia kehalusan wajahnya selama ini. Tetapi cermin setinggi 180cm yang cukup memantulkan tubuhnya, top to toe.

Such a diva.

“Jinkiiiii……”

“Hmmm…”

Hanya dengungan yang ia dapat setelah memanggil leader – well yang juga menjadi kekasih rahasianya- yang sibuk membaca buku anatominya dan jangan tanya kenapa ia membaca buku itu.

“Katakan apa yang harus kupakai untuk besok!”

Jinki berdecak melihat kekasihnya yang berdiri kesal didepannya, merucutkan bibirnya dan mengambil buku anatominya.

“Dan sudah kukatakan beribu kali PAKAI NECK GUARDMU ITU JINKI ..”

Here we go nagging Kibum..

Or

Super caring Kibum..

“Pertama, kau terlihat sama saja memakai baju apapun Kibum, dan kedua neck guard itu membuatku sulit bergerak..”Jawab Jinki sambil melepas kacamaa bacanya ini dan beranjak berdiri menghampiri Kibum dengan ekspresi wajah memelas.

Kibum bahkan lupa menjawab komentar Jinki yang mengatakan dirinya terlihat sama saja dengan baju apapun. Setidaknya… bisakah kekasihnya ini memberikan beberapa pujian?

Jinki menghampiri Kibum, mengambil bukunya yang tadi Kibum ambil dan meletakkannya diatas kasur tingkat milik Kibum.

Kibum bahkan tidak sempat memberikan omelan lainnya yang sudah menjadi rutinitasnya belakangan ini, omelan yang sama setiap hari..setiap saat.

Kibum tidak bisa menjawab, bukan karena ia tidak tahu harus menjawab apa, tapi karena kekasihnya yang sangat keras kepala ini sudah berada didepannya dan menciumnya.

Kibum menghelas nafas ditengah ciuman itu, sepertinya ia sudah lelah memarahi Jinki, karena Jinki akan memasang ekspresi yang minta dikasihani, memeluknya lalu menciumnya.

Kibum menahan diri untuk tidak menarik leher Jinki yang sedang sakit dan memainkan jemarinya dirambut kekasihnya. Rambut yang sangat lembut jika ia sentuh, bagian tubuh dari Jinki yang sangat ia sukai.

Jinki tersenyum ditengah ciumannya, menarik kedua tangan Kibum untuk melingkar dipinggangnya, karena ia tahu Kibum tidak akan menyentuh lehernya, meski ia tidak peduli jika Kibum melakukannya, rasa sakit itu tidak seberapa baginya, setidaknya saat ia melakukan hot kissing time .

Tanpa disadari, punggung Kibum sudah menyandar didinding kamarnya, jemari Jinki mengusap lembut pipi Kibum, memiringkan kepala mencari sudut yang tepat untuk memperdalam ciumannya.

Kecupan, isapan, hingga gigitan pelan.

Kibum membuka bibirnya dan merupakan tanda bagi Jinki untuk memainkan lidahnya. Menari bersama didalam mulut Kibum membuat namja yang kini berambut hitam ini mendesah, ditambah bagian bawah mereka yang bersentuhan.

“Ngh…Jin..ki ..” Kibum menahan desahannya

“Hmm…”

Jika saja mereka tidak kehabisan nafas dan membutuhkan oksigen mungkin mereka akan meneruskan ciuman ini.

“I miss you…” Bisik Jinki dengan suara rendah, sangat rendah membuat Kibum bergidik. Suara ini hanya akan dikeluarkan saat ia…… menginginkannya.

“Tidak sekarang baby…lihatlah lehermu masih tegang, kau bahkan tidak bisa menoleh dengan benar..”

Kibum berusaha mendorong Jinki yang kini memeluknya erat, menenggelamkan kepalanya di leher Kibum, mengusap hidungnya di leher putih Kibum membuat Kibum sedikit geli.

He is so clingy.

Jika Jinki sudah berada didalam kamar, hanya bersama Kibum, tidak ada lagi sosok Onew ataupun Key.

Hanya ada Jinki dan Kibum.

Jinki menghela nafas, kesal.

Bukan.. ia bukan kesal pada Kibum. Ia kesal pada dirinya, pada keadaannya. Kibum sudah sangat lelah dengan jadwalnya yang padat, ditambah musical barunya, ia harus kembali pulang malam dan tetap mengurus Jinki.

Ia kesal pada dirinya, kenapa ia memiliki tubuh yang lemah?

Jinki melepaskan pelukannya dan berbalik. Ia tidak mengucapkan sepatah katapun dan pergi.

Kibum memijat keningnya, jika saja Jinki tahu bahwa ia juga menginginkannya sebesar Jinki menginginkannya.

Tapi tidak sekarang, tidak karena karena kemarin leher Jinki sempat ditekan oleh K.will hyung membuat lehernya semakin buruk.

Tidak sekarang saat mereka lebih membutuhkan istirahat.

Kibum keluar kamar dan tidak menemukan Jinki diruang tivi, dorm tampak kosong. Sepertinya Jjong kembali kerumahnya, dan juga Taemin. Sedangkan Minho lagi – lagi bermalam di lokasi syuting. Manager hyung juga sepertinya kembali kerumahnya.

Kibum beranjak ke dapur membuat dua gelas susu hangat. Satu untuk Jinki dan satu untuknya, ia tahu Jinki sedang mandi saat ia mendengar suara air didalam kamar mandi.

Ia membawa dua gelas itu dan memasuki kamar Jinki, duduk diatas kasur Jinki menunggu kekasihnya keluar.

5 menit..

10 menit..

15 menit..

‘Kenapa lama sekali?’ Pikirnya, dan mendadak tidak ada suara terdengar dari dalam kamar mandi.

“Hyuuung..”

Tidak ada jawaban saat ia menghampiri pintu kamar mandi diluar dan mengetuknya beberapa kali.

“Hyung.. gwenchana….?”

Kali ini dengan ketukan yang lebih keras.

Jantungnya mulai berdegup kencang saat ia tidak mendengar jawaban apapun.

Click

Ternyata Jinki tidak mengunci kamarnya.

“Baaa~!”

“Aaaaaaa!!”

Kibum menyentuh dadanya terkejut, sedangkan Jinki terkekeh didepannya tersenyum lebar dengan memperlihatkan deretan giginya.

Yep, kebiasaan Jinki membuat Kibum kaget dengan bersembunyi dibalik pintu lalu membuat kekasihnya ini berteriak kaget.

Jinki melakukannya hampir setiap hari dan hampir tidak pernah gagal.

Plak

Plak

Plak

“auww…Kibum ah~ appo..”

“Biar saja! Kau tidak lucu !”

Kibum pergi meninggalkan Jinki namun tangannya ditahan sebelum ia keluar kamar mandi.

“mwo..?” Tanya Kibum masih kesal dengan perilaku Jinki.

Ditambah dengan Jinki yang full naked didepannya semakin tidak membantunya.

Tanpa disadari nafasnya semakin memberat dan ia sekuat tenaga tidak melihat bagian bawah Jinki, ia focus pada wajah Jinki yang tiba – tiba serius dan masih memegang pergelangan tangannya. Jinki menyadari Kibum is nerveous, still… cute.

“Bisakah kau menggosok punggungku? Leherku sakit…”ucap Jinki lalu memeragakan saat ia harus mengusap punggungnya dengan tangannya namun tidak berhasil karena gerakan lengannya membuat lehernya sedikit tertarik.

Nice excuse Jinki. You are smartass.

Kibum memutar bola matanya malas, lalu berusaha focus dan mendorong Jinki masuk keruangan shower. Kibum menggulung gaun tidurnya. Well jika kau tahu, Kibum lebih suka memakai baju tidur berbentuk gown seperti di hotel – hotel. Dan didalamnya? Well ia hanya memakai underwear jika kalian ingin tahu.

Kibum tidak akan membukanya sekarang, lebih baik ia basah. Setidaknya ia tidak akan membiarkan miliknya yang sedikit bereaksi karena tubuh Jinki didepannya, naked.

“Jika kau tidak ingin baju tidur kesayanganmu itu basah, kau buka saja Kibum ah~ “ ucap Jinki dengan nada menggoda dan jelas sekali ia tersenyum nakal meski Kibum hanya melihat punggungnya saat ini dan mengusapnya dengan sabun cair.

“Diam kau old man…”

Jinki terkekeh.

“Apa kau tidak ingin menggosok bagian depan Kibum ah~?”

“Ani…”

Dammit Jinki.

Kibum memajukan tubuhnya sedikit mencari keran untuk menghidupkan air shower dan membasuh tubuh Jinki.

Namun pergelangan tangan itu ditahan Jinki, dan memutar posisi mereka. Kibum merapat didinding dan air shower yang hangat membasahi tubuh Jinki dan Kibum.

Shit, pikir Kibum saat melihat kekasihnya lagi – lagi memberikan tatapan itu.

Rasanya percuma saja melawan Jinki yang sudah mengurung tubuhnya ini.

“Baiklah…”Kibum menjawab pelan dan nada yang lelah,  lalu membuka baju tidurnya dengan mudah menyisakan dirinya yang hanya mengenakan underwear.

If this is what you want.

Kibum tidak menyadari ekspresi Jinki dan menjilat ujung bibirnya saat akhirnya ia melihat kulit putih Kibum.

Flawless.

Lalu Jinki kembali memberikan senyumannya, senyuman polos seperti anak 5 tahun yang mendapatkan eskrim.

Kibum mulai mengusap bagian pundak Jinki dengan sabun lalu turun ke lengannya dan naik lagi mengusap collarbone Jinki, tubuhnya kini dipenuhi dengan busa. Ia focus dan menggigit bibirnya saat merasakan tangan Jinki mulai berjalan dan melingkar dipinggang Kibum.

“Ah…Jinki lepas bagaimana aku bisa membersihkan tubuhmu dengan sabun..”Kibum berusaha berbicara dengan stabil meski masih terdengar bergetar ditelinga Jinki.

This bastard, jika saja ia tidak sedang sakit mungkin aku sudah menarik lehernya,- pikir Kibum.

“Bersihkan semuanya Kibum… semua….”bisik Jinki ditelinga Kibum seraya menjilat daun telinga Kibum.

Damn it! Kibum bohong jika itu tidak membuatnya turn on.

For the record Jinki know well every spot for making his Kibum turn on.

Kibum memejamkan matanya, mengatur napasnya dan menahan dirinya.

Mengambil lagi sabun ke telapak tangannya dan diam seribu bahasa. Mengusapnya perlahan semakin turun hingga milik Jinki dan ia terkejut karena ia belum melakukan apapun namun milik Jinki sudah berdiri tegak didepannya.

Ya.. Kibum sudah berlutut dilantai untuk mengusap kaki Jinki, dan berusaha melewati milik Jinki.

“Kibum.. apa kau tidak melewatkan…se- ahh…”

Jinki mendesah saat ia merasa akhirnya ada sesuatu yang menyentuhnya. Ia melihat kebawah dan mendapati Kibum menjilat ujung miliknya, menghisap lalu memasukkannya kedalam mulutnya.

“sshhh.. Kibum… hmmm.. yah seperti itu…”

Tanpa sadar Jinki sudah menarik rambut Kibum dan memajukan pinggulnya mengikuti irama mulut Kibum. Jinki memutar keran dan menghentikan air yang membasahi mereka.

Tangan Kibum masih berusaha membasahi kedua kaki Jinki dengan sabun dan mengusapnya.

Kibum tak kuat menahannya, dan ia mengambil miliknya sendiri dan mengusapnya dengan tangannya melakukan gerakan maju mundur dengan cepat dengan genggaman tangannya. Jinki melihatnya dan mendesis, melihat Kibum yang sepertinya juga butuh sentuhannya.

“Kibum stop… aku….uh…”

Jinki mengeluarkan miliknya dari mulut Kibum, tidak.. ia tidak ingin mengeluarkannya dimulut Kibum.

Jinki dengan cepat menarik lengan Kibum dan mendorongnya ketembok, punggung Kibum bersentuhan dengan dada Jinki. Mereka mendesah..merasakan milik Jinki menyentuh bokong Kibum.

Dengan cepat Jinki menurunkan underwear Kibum dan menyentuh Kibum.

“Uh Jinki…. Ah… “

Dengan gerakan yang sangat cepat Jinki, hingga membuat kaki Kibum semakin lemas.

Satu tangannya menuju mulut Kibum dan menjulurkan telunjuk dan jari tengahnya.

“I want to do it inside you.. Kibum..”bisik Jinki.

“Hmmh..”

Kedua tangan Kibum menahan tubuhnya dengan mencengkeram dinding dan memundurkan bokongnya merasakan milik Jinki menyentuhnya.

Setelah merasa cukup, Jinki mulai memasukan jemarinya.

“Uh…Jinki…ah..aku…”

“Hmm.. tunggulah Kibum…”

Kibum merasakan sesuatu diperutnya, ia akan segera mengeluarkannya namun tiba – tiba Jinki menghentikkan gerakannya.

Shit.

“Ugh…”

Kibum merasa sesuatu yang tidak mungkin itu adalah jemari Jinki, memasuki tubuhnya.

“Bersama Kibum… bersamaku….”

Nafas mereka berat. Kedua tangan Kibum menahan dirinya didinding, tangan Jinki disekitar pinggang Kibum dan sedikit mendorongnya kebelakang hingga posisi Kibum sedikit menjorok keluar.

Mencari angle yang tepat hingga milik Jinki masuk dengan sempurna.

Mulai dengam gerakan perlahan.

“Faster… Jinki…” Kibum mulai memegang lagi miliknya namun ditepis Jinki dan diganti dengan tangannya.

Jinki berhenti tepat didepan Kibum, miliknya seutuhnya didalam Kibum, bibirnya mengecup leher Kibum dengan sangat lembut dan sensual.

“I Love you..”

Kibum menoleh dan tersenyum. Senyum yang sangat lembut dan indah, senyum yang hanya ia berikan untuk Jinki.

Jinki memeluk Kibum dari belakang, tangannya diperut Kibum dan menoleh mencari bibir Kibum dan melumatnya.

Jinki tidak ingat rasa sakit dilehernya.

Mereka mengaitkan jemari mereka memperdalam ciuman mereka, bukan ciuman yang ganas.

Ciuman yang berarti “Aku mencintaimu”

Ciuman yang berarti “Aku merindukanmu..”

Ciuman yang berarti “Kau milikku..”

Ciuman yang dipenuhi rasa kasih sayang satu sama lain.

“Okay Ki-bum..hngh…”

“Ji..Jinki…. lebih..ah… cepat…”

Jinki tersenyum saat ia merasa sudah mengenai prostat Kibum.

Dan setelah beberapa gerakan yang terlihat sensual dari luar ruangan shower itu, dipenuhi uap karena nafas mereka. Ruangan kaca yang menjadi saksi sepasang kekasih ini bercinta.

Setelah beberapa hentakan dan desahan Kibum yang sangat Jinki sukai.

Well he missing his perfect moan so much.

Suara yang hanya Kibum keluarkan untuk Jinki.

Keduanya mengeluarkannya bersamaan.

Keduanya mengatur nafas mereka bersamaan.

Jinki megeluarkan miliknya perlahan dengan nafas terengah, ia memeluk Kibum dari belakang.

Dagunya bersandar di bahu kanan Kibum, mengecup pundak itu berkali – kali.Kibum menyandarkan kepalanya kebelakang, menyandar di pundak Jinki menikmati butterfly kiss yang terus Jinki berikan seakan tidak puas.

“Kau sudah puas Mr.Horny?” Tanya Kibum mencubit pipi Jinki lumayan keras membuat kekasihnya ini mendesis.

“Ani… aku belum puas.. “

“Aww!”

Kibum menjerit saat Jinki tiba – tiba mengigit pundaknya.

“Jinki sakit!”

“Aku ingin sekali memakanmu Kibum…”kekeh Jinki lalu mengecup pipi Kibum berkali – kali dan lagi – lagi mengigitnya.

Rasanya gemas sekali melihat Kibum, dengan wajah yang memerah dan nafasnya yang masih terengah.

He is totally messing and extremely sexy.

“Sekarang saatnya kita tidur, kau sudah mendapatkan yang kau inginkan kan?”

Jinki tersenyum lebar dan melepaskan pelukannya. Menunggu Kibum mengambil handuk dan mengeringkan tubuhnya.

Entah apa yang akan terjadi jika Kibum tidak ada disisinya saat ini. Ia menatap Kibum yang sudah mengenakan handuk dipinggangnya dan kini mengeringkan rambutnya.

“Menunduk Jinki bagaimana aku bisa mengeringkan kepalamu..”

Sedangkan tangan Jinki kini menarik pinggang Kibum mendekat dan mengelus pinggang ramping Kibum, tempat favoritnya, terkadang ia heran mengapa Kibum bisa mempunyai pinggang seperti wanita.

His flawless skin and his curve hips.

“Tapi aku ingin melihat wajahmu Kibum ah~” jawab Jinki justru mendongakkan kepalanya melihat wajah kekasihnya yang terlihat kesal karena tingkahnya semenjak tadi.

“Kau bisa melihatku setelah rambutmu kering..”

“Tapi aku ingin melihatmu…” suara Jinki tiba – tiba aneh karena Kibum memencet hidungnya dan tertawa mendengarnya.

“Sudah.. aku kembali kekamarku dan itu lihat, susu itu sudah dingin karena ulahmu..ugh” Kibum lagi memencet hidung Jinki gemas dengan kekasihnya ini.

Jinki hanya tersenyum puas dan memajukan wajahnya menunjuk bibir dan pipinya memberikan sinyal untuk Kibum.

“Kau tidak akan pernah puas…” Kibum mendekatkan wajahnya dan mengecup satu persatu mulai dari kening, mata hidung pipi kanan, pipi kiri dan berakhir di bibir.

Kiss

Peck

Smooch

Bite

“agh…mwoya…” Jinki melepas ciuman Kibum dan memegang bibirnya yang sudah digigit Kibum.

“Itu untuk kenakalanmu dan kekeras kepalaanmu old man! Sekarang pakai bajumu dan tidur.. satu lagi pakai neck guardmu..”

“Pakai neck guardmu..” Jinki mengikuti cara Kibum berbicara sambil memainkan bibirnya lalu tertawa.

“Jinkiiiii!”

“Arrasseoooo….”

Kibum menghelas nafas dan menepuk kepala Jinki yang sudah kembali menjadi anak manis dan menurut.Ia segera keluar kamar namun berhenti saat Jinki memanggilnya.

“Kibum…”

“Hm…”

“I love you…”

Jinki tersenyum. Kibum membalas senyumannya “Good night…”

Click

Kibum menutup pintu kamar Jinki dan beranjak menuju kamarnya dengan senyum yang mengembang. Semuanya masih sama, meskipun mereka sudah menjalin hubungan “tidak biasa” dengan Jinki bertahun – tahun. Sebaik mungkin menyembunyikan ini dari publik, namun hal yang masih sama adalah jantungnya akan terus berdetak lebih cepat saat ia mendengar suara Jinki yang berbisik “I love you”.

Saat diam – diam Jinki sudah berada disampingnya di stage, diam – diam membisikkan kalimat itu yang membuatnya lari menjauhi Jinki.

Terkadang ia ingin sekali meninju Jinki karena ia selalu mengagetkannya dengan kalimat itu. Bukannya ia tidak suka, ia sangat menyukainya malah. Hanya saja, jantungnya yang bodoh itu akan berpacu lebih cepat.

Bahkan senyuman yang Jinki berikan saat mengatakannya semakin memperburuk detakan janung itu.

Jinki akan mengatakannya kapanpun saat ia mendapat kesempatan, terlebih belakangan ini ditambah kalimat ‘aku mengiginkanmu’ diakhir kalimat membuatnya semakin pusing.

Kibum hanya akan membalasnya dengan senyuman dan memukul lengan Jinki pelan dan berbisik “pabo”.

Dan Jinki tahu jika Kibum selalu menyukainya.

Kibum menyukainya saat jemari Jinki berada dipunggung Kibum memberikan usapan lembut saat wajah Kibum menegang karena beberapa permasalahan, atau setelah  mereka menerima award as ‘the best artist of the year’ malam itu. Jinki menangis bersama yang lain, dan Kibum yang tak hentinya menangis didalam dekapannya malam itu.

Merayakan bersama atas penghargaan yang mereka terima. Dan sekali saja, sekali saja Kibum tidak ingin berjauhan dengan Jinki seperti layaknya posisinya dipanggung.

Sekali saja ia ingin berada dekat dengan Jinki, sekali saja ia ingin tidak memperdulikan kata orang dengan posisinya yang terlalu dekat dengan Jinki di foto itu.

Ya.. foto yang ia upload di instagram. Foto mereka merayakan hari besar mereka, setelah berjuang selama bertahun – tahun, air mata yang telah banyak jatuh, pengorbanan yang luar biasa mereka lakukan. Aktivitas mereka yang luar biasa ditahun ini. Rasanya semua terbayar dengan ini semua.

Kibum menatap foto mereka di layar handphonenya dan mengusapnya dengan jemarinya. Kibum menunduk dan menyenderkan kepalanya di kepala Jinki, didepan mereka ada kue tart besar dengan banyak lilin.

Kibum tersenyum mengingat moment itu ketika tangan Jinki berada di punggungnya,mengusapnya dengan lembut.

Setelah itu ia menggeser foto dilayar handphonenya, ia terkejut karena ia baru tahu ada fotonya dengan Jinki saat Jinki mencium keningnya dan pipinya.

“Ck… Lee Taemin..”

Ia tahu pelakunya adalah maknae satu itu, well siapa lagi yang mengambil foto dengan blur? Kibum terkekeh karena Taemin benar – benar tidak berbakat menjadi fotografer.

Kibum berhenti terkekeh saat mendengar ketukan di pintunya.

“Jinki..? ada apa?”

Kibum berjalan menghampiri pintu, dan ya ia sudah memakai gaun (?) tidurnya. Membuka pintu dan mendapati sosok yang kini berambut blonde terang itu didepannya tersenyum.

Sebelum Kibum membuak mulutnya, Jinki sudah menarik pinggangnya dan berbisik “Aku melupakan sesuatu”

Dan ia merasakan bibir Jinki mengecup keningnya cukup lama, kedua pipinya lalu berakhir di bibirnya. Bukan ciuman yang penuh nafsu, hanya kecupan 5 detik.

“Good night Kibum.. I love you..so much..”

Kibum tersenyum dan hampir saja menitikkan air matanya. Jinki memeluknya dengan sangat erat. Sedikit tidak nyaman karena Jinki memakai neck guardnya. Well setidaknya kekasihnya ini mendengarkannya.

“I love you too..” gumam Kibum sangat pelan tapi masih terdengar oleh Jinki.

“Kalau begitu bolehkan aku tidur denganmu?” Jinki mengeratkan pelukannya.

“No.. lalu lehermu tidak akan sembuh? Kau tahu kan bagaimana aku tidur?”

Kibum mencoba melepaskan pelukan Jinki namun pelukan itu justru semakin erat.

Jinki sepertinya benar – benar merindukan Kibum.

“Baiklah.. sekarang lepaskan aku, baiklah Jinki~~ kita tidur dikamarmu saja oke?”

“Ne…” Jinki melepaskan pelukannya lalu mengenggam erat tangan Kibum menuju kamarnya. Senyum yang tidak lepas dari bibir Kibum melihat tingkah kekasihnya ini.

Mungkin Kibum harus pura – pura tidur  lalu beranjak kekamarnya nanti setelah Jinki terlelap. Yeah semoga saja Jinki tidak memeluknya terlalu erat saat tidur nanti.

Dan ketika esok pagi Jinki tidak menemukan Kibum disisinya, ia beranjak kekamar Kibum dan memberikan hukuman untuk Kibum.

Sejuta ciuman untuk Kibum di pagi hari sepertinya tidak buruk.

Dan Kibum tidak membencinya, karena ia selalu menyukai cara Jinki menunjukkan cintanya.

Just….. Like a Fire.

END 

YANG KOMEN MAKASIH~!  MUACHH *kasih onkey naked* muahaha byebye sampai jumpa suatu saat nanti ^^v 

1394040_10201065860117109_2553873_n

*whisper* I LOVE YOU 

164

[2min-Mpreg] Wanna Be Yours PART 2

Tittle ; Wanna be Yours 2 of ?

Pairing : 2min – MinhoxTaemin

Support Cast : For now, The rest of SHINee (Key, Onew, and Jonghyun)

Genre: Romance, drama, yaoi, smutt, mpreg, friendship.

Rate : PG 17 – NC

Author : Taemkey san~ (ganti nama again!^^)

A.n:

Taeheheheh~ annyeong!! Lama yah nunggunya? Nggaklah pasti, maklum saya sibuk, dan berusaha untuk menyempatkan update, janjinya sih seminggu 1x, tp kalau nggak bisa ya mohon maklum yah!^^ biasanya itu krn gak mood, krn sibuk, krn males, krn banyak alasan==”. Thank you so much yang udh komen dan like di part 1 ;D btw … bagi yang nggak komen dr part 1 jangan harap saya kasih PW bagian END *ngancem ceritanya! Ok hope you likey, leave comment dont forget.

WARNED!!!

THIS IS YAOI OR BOYxBOY, SO IF YOU DONT LIKE IT, JUST LEAVE THIS POST OR THIS BLOG. DONT BASH ME, OR ALL CONTENTS IN HERE!
COPY CAT IS HARM ACT, SO DONT COPAS WITTHOUT PERMISSION FROM THE AUTHOR ^^

 

WANNA BE YOURS [2]

<< Previous part

*Cetak miring dan tulisan tebal adalah masa lampau^^

Continue reading

177

[2min-Mpreg] Wanna Be Yours PART 1

Tittle ; Wanna be Yours 1 of ?

Pairing : 2min – MinhoxTaemin

Support Cast : For now, The rest of SHINee (Key, Onew, and Jonghyun)

Genre: Romance, drama, yaoi, smutt, mpreg, friendship.

Rate : PG 17 – NC

Author : Sankeylicious~

A.n :

Annyeong, makasih semuanya udah komen di Teaser, meski simple dan begitu doang isinya, senggaknya aku tahu kalian menikmatinya dan tertarik sama cerita ini. Oke, sekali lagi FF ini awalnya terinspirasi dari Manga Silence, tapi akhirnya aku mutusin buat mprg (special request from Keilovetaemin 😉 ). Thank you so much udah komen di teaser, aku nggak bisa sebutin satu” tapi makasih semuanya, aku baca satu” kok, dan beberapa aku balas komennya. So, enjoy, dont forget leave comment, critics are welcome ^^

WARNED!!!

THIS IS YAOI OR BOYxBOY, SO IF YOU DONT LIKE IT, JUST LEAVE THIS POST OR THIS BLOG. DONT BASH ME, OR ALL CONTENTS IN HERE!
COPY CAT IS HARM ACT, SO DONT COPAS WITTHOUT PERMISSION FROM THE AUTHOR ^^

 

WANNA BE YOURS [1]

FOR ALL MY LOVELY READER 1st CHAP NO PW! EVEN SMUTT IN HERE!^^;;; SO BE GOOD READER! COMMENT!^^

ps: Cetak miring adalah lampau^^

Continue reading

103

[2min-Mpreg] TEASER – Wanna Be Yours …

tumblr_luvyyy7Eba1qcl8qx

Tittle : Wanna be Yours

Pairing : 2MIN – Minho x Taemin

Support Cast: For now… teh rest of SHINee (Lee Jinki, Kim Keybum, & Kim Jonghyun)

Rate : NC-17 ke atas

Genre: Drama, yaoi, romance, smutt, mpreg

Author : Sankeylicious~

WARNING!!! THIS IS YAOI or BOYxBOY ! SO IF YOU DONT LIKE IT, PLEASE STAY AWAY FORM THIS BLOG OR THIS POST, DONT BASH FF IN HERE, OR THE AUTHOR! NO COPY ALL OR HALF FROM THIS FF WITHOUT PERMISSION!

Summary :

Taemin dan Minho sudah berteman semenjak SMA , keduanya bersahabat dan saling mengerti satu sama lain, sampai mereka memutuskan untuk pergi ke Universitas yang sama dan tinggal mandiri di Seoul, meninggalkan orang tua mereka masing-masing untuk hidup mandiri.

Taemin tidak suka dengan sikap Minho yang selalu bergonta ganti pacar, namun ia tidak bisa mengatakan hal itu pada Minho. Sampai pada suatu ketika ia sadar Minho melakukan itu semua karena untuk menarik perhatian Taemin.

Banyak hal yang Taemin tidak tahu tentang Minho, tentang semua dibalik sikap Minho padanya, pada hubungan pertemanan mereka …

Ketika mereka menyadari semuanya, menyadari bahwa mereka memang ada untuk bersama, permasalahan baru pun timbul…

Lalu apakah mereka bisa menjalaninya?

A.n:

Ah, aku paling ngga bisa buat summary! Oh, annyeong, im back for short chap. Gue mungkin bakal buat FF ini dengan part dikit, dan ngga banyak. Sebenarnya comeback ini sementara karena lagi libur, dan pending Skripsian dulu. LOL. *skripsi ditendang* Ok, semoga kalian suka. Dan komennya di tunggu, please, aku sedih udah buat susah-susah tapi cuma dibaca T^T dan ngga dikasih komentar.

Kalau yang komen banyak dan peminatnya juga banyak, gue bakal terusin 🙂

Oh, awalnya FF ini terinspirasi sama sebuah manga judulnya Silince. Tapi kayaknya gue lebih tertarik sama alur gue sendiri. :p

Enjoy~<3

Continue reading